We Are Different part 12

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………

12 tahun yang lalu

Setelah mengalami insiden tenggelam di danau, sooyoung segera dilarikan ke rumah sakit dan langsung mendapatkan perawatan, beruntung yoona telah menyelamatkannya. Namun, ia tetap harus di rawat selama beberapa hari karena mengalami syok

Siang itu sooyoung terbangun dan melihat tidak ada siapapun di ruang rawat kecuali dirinya, iapun mengambil ponsel miliknya yang tergeletak diatas meja ruangan itu

“yoboseyo”

“appa” ucap sooyoung

“ada apa youngie-ah? bagaimana keadaanmu sekarang?”

“aku baik baik saja, apa sudah boleh pulang hari ini?”

“andwae, kau masih harus dirawat selama beberapa hari agar kondisimu benar benar pulih youngie-ah”

“appa oddiega? mengapa tak ada satu pun yang menemaniku disini?”

“appa berada di kantor, appa sangat sibuk sayang, eomma sedang pergi, appa akan meminta sunkyu untuk menemanimu sepulang sekolahnya nanti” ucap ayah sooyoung dibalik telepon

Sooyoung terdiam pandangannya tertuju pada jam dinding yang menunjukkan pukul 10 pagi, sementara sunny eonni nya pulang sekolah jam 4 sore karena ada les bahasa

“baiklah” ucap sooyoung, iapun mengakhiri teleponnya

Sooyoung terdiam menatap langit langit ruangan itu, ia merasa bosan berada disana namun ia sendiri tak bisa melakukan apa apa, ia terlalu takut pada ayahnya yang melarangnya untuk keluar

*toktoktok* pandangan sooyoung beralih ke arah pintu ruangan saat seseorang dari luar mengetuk dan membuka pintu itu

“hey, apa aku menganggumu?” ucap seorang yeoja yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu, yeoja yang telah menyelamatkan nyawa sooyoung, yoona

“anniyo, masuklah” ucap sooyoung, yoona pun segera memasuki ruangan dan berjalan menghampiri sooyoung

“mengapa kau kemari? kau tak sekolah?” tanya sooyoung

“tadi pagi aku berangkat sampai istirahat, lalu aku pergi kemari hehehe aku malas dengan pelajaran bahasa asing, ssaemku sangat galak”

“yah! baboya… jadi karena itu kau membolos? kau bisa dihukum”

“tidak juga, aku mengkhawatirkanmu” ucap yoona membuat sooyoung terdiam

Selama ini baru kali ini sooyoung mengenal seseorang yang seusianya merasa peduli terhadapnya, karena disekolahnya meskipun sooyoung seorang chaebol ia selalu tertindas dan sering dibully bahkan selalu mendapat perlakuan kasar oleh teman temannya.

“mengapa kau diam saja?” tanya yoona heran

“anniyo” ucap sooyoung “gangnam sangat jauh, kau berani ke seoul sendiri?”

“tentu saja aku berani, aku sering ke seoul untuk mengirimkan kue kue pesanan pelanggan milik kepala panti asuhan, ah ya aku membawakan kue juga untukmu” ucap yoona mengangkat kantong plastik yang ia bawa untuk ditunjukkan pada sooyoung, iapun segera membukanya

“kau tak menjualnya?”

“anniyo, aku sudah membelinya”

“kau tinggal di panti, apa kau punya uang?”

“yah! kasar sekali, tentu saja aku punya” ucap yoona mempoutkan bibirnya namun hal itu membuat sooyoung tertawa merasa lucu oleh tingkah yoona

“tapi.. mengapa disini sepi sekali? teman temanmu tak menjengukmu?” ucap yoona kembali namun membuat sooyoung berhenti tertawa

“mereka tak akan kemari”

“wae..?”

“kau akan merasakannya ketika sekolah di sekolah para chaebol”

Yoona hanya mengangguk anggukan kepalanya, meskipun ia sebenarnya tak mengerti

“mengapa kau menolongku?”

“aku sudah tak ingin mendengar dan melihat kematian lagi, cukup ibuku”

“kau bisa saja ikut tenggelam dan mati”

“setidaknya kau tak mati sendirian kan? hehehe” canda yoona membuat sooyoung memukul lengannya

Semenjak saat itu yoona sering menjenguk sooyoung sepulang sekolah atau ketika dirinya bolos hingga sooyoung sudah diperbolehkan untuk pulang. kini keduanya berteman dekat meskipun sooyoung masih merasa kaku. namun yoona selalu mampu mencairkan suasana hingga suatu hari saat mengantarkan kue yoona tak sengaja menemukan sooyoung sedang dipukuli oleh 5 orang siswa seusianya disebuah taman yang tampak sepi, kini ia paham maksud dari perkataan sooyoung saat dirawat di rumah sakit dulu.

“yah!! apa yang kalian lakukan pada temanku huh?” teriak yoona membuat kelima siswa itu menoleh kearahnya

“mwo? teman? hahaha” ucap salah satu siswa membuat keempat temannya ikut tertawa

“yah, sejak kapan kau memiliki teman huh?” ucap siswa itu kembali sambil menarik kerah seragam yang dikenakan sooyoung

“yah!!! sekali lagi kau menyentuhnya, kau akan mati!” teriak yoona

“mwo? kajja habisi dia” ucap siswa itu melepaskan kerah seragam sooyoung mulai berjalan menghampiri yoona diikuti keempat temannya

“omo! ottokhae..” ucap yoona dalam hati, ia mulai merasa panik karena ia sendiri tak bisa berkelahi

Hingga akhirnya yoona lah yang dipukuli oleh kelima siswa itu, ia mencoba melawan dengan menggerak gerakkan tangan dan kakinya sebisanya namun tetap saja tubuh kecilnya tak bisa melawan kelima siswa itu

Merasa tak tahan sooyoung pun menoleh kesegala arah, pandangannya terhenti pada sebuah batu yang cukup besar, iapun segera mengambil batu itu

*dukkk!!!* sebuah suara terdengar cukup keras membuat keheningan ditaman itu

*brukkk* tubuh seseorang diantara kelima siswa itu ambruk setelah menerima hantaman batu yang di emparkan oleh sooyoung, siswa itu tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari kepalanya

Yoona membelalakkan kedua matanyamelihat hal itu, bahkan sooyoung dan keempat siswa didekatnya ikut terkejut

“yah, apa yang kalian lakukan? Sore begini anak sekolahan tak boleh berkeliaran” teriak seorang petugas kepolisian yang kebetulan sedang melewati taman membuat keenam yeoja itu menoleh dan melihat petugas itu berjalan cepat menghampiri mereka

takut tertangkap keempat siswa itu langsung berlari meninggalkan yoona, sooyoung serta temannya yang sudah tak sadarkan diri itu. yoona dan sooyoungpun demikian, mereka mencoba berlari namun yoona kembali terjatuh karena kaki kanannya terluka setelah dipukuli kelima siswa itu

“youngie-ya.. kau juga pergilah, ppali!! kau bisa tertangkap”

“andwae, kau akan tertangkap”

“gwaenchanna” ucap yoona namun sooyoung tetap terdiam disamping yoona hingga keduanya tertangkap dan dibawa ke kantor polisi

“nne.. sykurlah kalau begitu” ucap salah satu petugas saat menerima telepon dri pihak rumah sakit

“yah, kalian berdua! siapa yang mendidikmu hingga melakukan kejahatan seperti ini huh? beruntung anak itu masih bisa diselamatkan, dasar bodoh!” ucap petugas itu membentak kedua yeoja dihadapannya yang hanya bisa menunduk

“dimana anakku?” ucap seorang namja paruh baya setelah memasuki kantor polisi

“omo! tuan” ucap petugas itu segera berdiri dan membungkukkan badannya memberi hormat, para petugas lain pun melakukan hal yang sama

“appa” ucap sooyoung terkejut saat mendengar dan melihat ayahnya yang baru saja tiba

“youngie-ah…” panggil ibu sooyoung yang baru saja masuk dan berlari memeluk sooyoung “apa yang terjadi? mengapa kau terlihat seperti ini sayang?” ucapnya kembali sambil menangis

“eomma…” ucap sooyoung

“maaf tuan, anak anak ini termasuk putri anda telah melakukan kekerasan hingga mengakibatkan seorang anak terluka parah hingga dilarikan ke rumah sakit”

*plak!!!* dengan keras tuan choi menampar pipi sooyoung membuat orang orang yang berada didalam kantor polisi itu terkejut termasuk istrinya

“dasar anak nakal! apa aku pernah mengajarimu melakukan hal itu huh? untuk apa kau disekolahkan jika kelakuanmu seperti ini? bikin malu keluarga saja” bentak tuan choi memarahi sooyoung yang mulai menangis ketakutan

“t..ttuan, mohon tenang” ucap petugas itu

“s..ssebenarnya aku yang salah” ucap yoona terbata karena ikut merasa takut, “saya yang melakukannya tuan bukan sooyoung, sooyoung tak melakukan apa apa” lanjutnya sambil menundukkan kepalanya kembali

Ayah sooyoung menarik kerahnya hendak memukul yoona namun sooyoung segera berlari menahannya

“appa andwae..” ucap sooyoung sambil menangis memeluk kaki ayahnya

“baiklah, aku serahkan saja pada kalian” ucap ayah sooyoung mulai mereda “dan kau, jangan dekati anakku lagi” ucapnya kembali sambil menunjuk pada yoona

Keluarga sooyoung pun meninggalkan kantor polisi termasuk sooyoung sendiri

hingga hanya yoona yang masih ditahan di kantor polisi karena telah mengakui perbuatannya

“yah, tubuhmu kecil tapi sudah bisa melakukan kekerasan dan bisa bisanya kau mencari masalah pada keluarga choi, kau tak tahu siapa mereka huh?” bentak polisi itu pada yoona

“yah!! jangan membentak adikku!” ucap yuri meninggikan suaranya membuat petugas itu menoleh dan melihat seorang anak sudah berdiri di depan pintu

“nuguyaa?”

“aku eonninya, wae?”

“yah, aku yang ku panggil adalah orang tua kalian”

“kami sudah tak memiliki orang tua” ucap yuri

“yaish.. pantas saja kalian kurang mendapatkan didikan seperti ini, kau tahu? adikmu sudah memukuli seorang siswa sampai dilarikan rumah sakit”

“mwo? yah! tarik kembali ucapanmu! adikku tak mungkin melakukan hal itu!” ucap yuri

*plak!!*

“aww” rintih yuri saat petugas itu memukul kepalanya

“dasar bodoh, sudah jelas adikmu yang mengakuinya, sudahlah aku tak ingin berdebat dengan anak kecil, kkah bawa adikmu pulang”

“m..mmwo? jadi aku tidak dipenjara?” ucap yoona terkejut

“dasar bodoh, kau masih anak anak! tapi kau harus menyelesaikan ini” ucap petugas itu memberikan sebuah kertas yang baru saja dicetak, yuri pun menerima dan membacanya

“itu tagihan biaya rumah sakit anak yang dia lukai, orang tuanya hanya menuntut untuk membayar seluruh biaya perawatan anaknya itu, kalian harus melunasinya besok, sekarang pulanglah” ucap petugas itu kembali

“kajja yoong” ucap yuri membawa yoona meninggalkan kantor polisi

“Hey, chankkaman!” panggil petugas itu kembali

“Ada apa ahjushi, bukankah urusan adikku sudah selesai” ucap yuri

“Nne.. Nne… Bawel sekali, ambillah” ucap petugas itu memberikan beberapa lembar uang

“Mwo? Untuk apa? Tadi kau memarahi kami” ucap yuri

“Dasar bodoh, tentu saja untuk kalian, ambil dan pulanglah, anak kecil dilarang berkeliaran malam malam”

“Kamsahamnida ahjushi” ucap yoona menerima uang itu dan segera berlari meninggalkan kantor polisi

“Yah kwon yoona!! Dasar!” teriak yuri, iapun membungkukkan badannya pamit pada petugas itu setelah berterima kasih

Kini keduanya berjalan melewati sebuah taman setelah yuri berhasil menyusul adiknya, hari sudah mulai gelap dan keduanya hanya berjalan saling terdiam

“Yah, mengapa kau mengambil uangnya” ucap yuri

“Wae? Bukankah ahjushi itu sendiri yang memberi? Eomma bilang kita tak boleh menolak pemberian dari orang lain” ucap yoona innocent

“Ya.. Tapi kita harus lihat dulu siapa yang memberinya”

“Petugas kepolisian” jawab yoona

“Yah! Bukan itu maksudku.. Yaish!”

“Wae..? Apa aku salah bicara?”

“Anniyo, lupakan” ucap yuri malas menanggapi

Keduanya kembali terdiam sambil terus berjalan menyusuri taman

“unnie, bolehkah aku melihatnya?” tanya yoona meminta kertas tagihan itu

“andwae.. ini tak seberapa” ucap yuri

“yaish…!!” gumam yoona dengan mudah merebut kertas itu dari tangan yuri, iapun melihatnya dan langsung membelalakkan kedua matanya melihat total tagihan biaya rumah sakit yang sangat besar itu

“omo! semahal ini?”

“hmm..” jawab yuri mengangkat kedua alisnya

“un..unnie.. mengapa kau tak memarahiku atau memukulku saja?” ucap yoona mengehentikan langkahnya

“untuk apa? pukulan tak akan menyelesaikan masalah” ucap yuri

“apa kau tak marah?”

“baboya… tentu saja aku marah” ucap yuri mengangkat tangan kanannya, yoona pun langsung memejamkan kedua matanya siap menerima pukulan dari yuri, namun yang ia rasakan bukan pukulan

“eh?” gumam yoona terkejut

Yuri malah mengusap kepalanya dan merapikan rambutnya yang terlihat berantakan membuat yoona kembali membuka kedua matanya

“rasa khawatirku lebih besar dari amarahku, kau ini dongsaengku, satu satunya yang ku miliki sekarang, aku lebih takut kehilanganmu” ucap yuri tersenyum kembali mengusap kepala yoona

Yoona hanya terdiam, kedua matanya mulai berair mendengar ucapan yuri, iapun langsung memeluk unnienya itu

“unnie… mianhae.. hiks hiks” ucap yoona menangis memeluk yuri

Yuri pun membalas pelukan yoona dan mengusap usap punggung menenangkan  dongsaengnya itu.

……..

setelah kejadian itu, sudah 2 minggu sooyoung tak menemui yoona dan selalu menghindar jika tak sengaja melihat yoona yang sedang mengantarkan kue kue langganannya di seoul. ia masih merasa bersalah pada yoona namun ia terlalu takut dan mengira yoona membencinya. namun hal itu membuatnya terus dihantui rasa bersalah hingga pada suatu hari ia mengunjungi panti asuhan dimana yoona tinggal.

Sooyoung berjalan menuju taman karena tak menemukan yoona didalam kamarnya, tak berapa lama ia melihat dari kejauhan anak anak panti sedang bermain di taman termasuk yoona yang sedang asik bermain bola bersama para namja seusianya

sooyoung pun perlahan menghampiri lapangan, namun yoona masih tak menyadari kehadirannya

“yoong, aku haus.. ambilkan minum untukku ppali” ucap yuri saat melihat sooyoung sedang berdiri disamping lapangan

“yaish..! baiklah” ucap yoona segera berlari meninggalkan lapangan untuk mengambilkan minum, namun langkahnya terhenti saat melihat sooyoung berdiri di hadapannya

kedua yeoja itu tampak terkejut, apalagi sooyoung yang mulai gelagapan salah tingkah. yoona kembali berjalan menghampirinya

“y..yyoong…” sapa sooyoung dengan gugup saat melihat yoona menatapnya tajam

*plakkk!!!*

“aww” rintih sooyoung mengsuap lengannya setelah menerima pukulan dari yoona

“yah, kau kemana saja? aku selalu mencarimu, bahkan aku selalu gagal menemukanmu di sekolah”

“k..kkenapa kau mencariku?”

“yaish… tentu saja untuk menemuimu, dasar bodoh, kajja temani aku mengambilkan air minum” ucap yoona menggandeng tangan sooyoung

“c..chankkaman!” ucap sooyoung menahan tangan yoona

“wae?”

“apa kau tak marah padaku?”

“huh? wae?” tanya yoona terlihat heran

“m.. mmasalah di kantor polisi saat itu” ucap sooyoung menundukkan kepalanya kembali merasa bersalah

“ah… jadi karena hal itu kau menghindariku huh?”

“n..nne, aku takut kau marah”

“mwo? dasar bodoh! Aku lebih marah saat kau menghindariku, kau ini sahabatku” ucap yoona membuat sooyoung mengangkat wajahnya, ia melihat yoona tersenyum tulus padanya membuat kedua matanya mulai berkaca kaca

“wae?” tanya yoona

“anniyo”  ucap sooyoung memeluk sahabatnya itu, air matanya pun berhasil lolos “boghoshippo” ucapnya kembali

“nado… aku juga sangat merindukanmu, ah bagaimana sekarang? apa masih ada yang mengganggumu?” ucap yoona tersenyum membalas pelukan sooyoung

“anniyo, berkatmu mereka jadi takut terhadapku, dan aku mulai memiliki beberapa teman di sekolah hehehe, gomawo..” ucap sooyoung tersenyum senang yoona pun ikut tertawa

Yuri ikut tersenyum memandang mereka dari kejauhan.

…………………………….

2017

*toktoktok*

Sooyoung menoleh kearah pintu kamarnya dan melihat pintu itu perlahan terbuka

“youngie-yaa sarapan sudah siap, kajja appamu sudah menunggu dibawah” ucap ibu sooyoung

“nne, eomma duluan saja, 5 menit lagi aku turun” ucap sooyoung, ibunya pun kembali menutup pintu kamarnya

sooyoung kembali memandang sebuah bingkai foto yang sedari tadi digenggamnya, foto bergambar dirinya bersama sahabatnya itu

20160211110328_1_1455188608.jpg

“hmm…” gumamnya masih terdiam menatap foto itu, iapun meletakkannya didalam laci mejanya dan segera berjalan menuju ruang makan, ia melihat eomma dan appanya sudah duduk menikmati sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor

“sunny eonnie oddiega?” tanya sooyoung yang sudah duduk disamping ibunya

“seperti biasa, dia masih tak ingin keluar dari kamarnya, hmm… Padahal malam nanti malam ulang tahunnya, apa pesta nanti malam dibatalkan saja?” ucap ibu sooyoung pada suaminya

“Mana bisa aku membatalkannya, aku sudah menyebarkan undangan, bibi han tolong antarkan makanan untuk sunny, pastikan dia siap untuk pestanya malam nanti” ucap tuan kwon dengan nada dinginnya

“biar aku saja yang mengantarkannya, aku makan bersama eonnie ya” ucap sooyoung berdiri kembali ikut membantu bibi han menata makanan diatas nampan

setelah semuanya disiapkan, sooyoung pun berjalan menuju kamar sunny yang berada dilantai paling atas mansion

begitu masuk ia melihat sunny sedang duduk terdiam memandang keluar jendela yang terbuka

“sampai kapan kau terus meratapinya? itu tak akan membuat taeyeon kembali” ucap sooyoung menghampiri sunny dan meletakkan makanan yang dibawanya di meja

sunny masih terdiam enggan menjawab, hanya kedua matanya menatap tajam pada sooyoung, ia merasa kesal terhadap ucapan adiknya itu

“wae,,? apa aku salah bicara?” tanya sooyoung

“lebih baik kau pergi daripada memperburuk moodku” ucap sunny kembali mengalihkan pandangannya keluar jendela

“hemm… baiklah mianhae, aku tak bermaksud seperti itu, aku hanya tak ingin kau melakukan hal yang sia sia” ucap sooyoung

“kau benar, tapi ini masih menyakitkan” ucap sunny menundukkan kepalanya, air matanya kembali lolos. bagaimana pun juga kepergian taeyeon yang secara tiba tiba membuat dirinya drop

“arra… aku mengerti perasaanmu, cukup sampai disini kau menangisinya sekarang sudah beberapa bulan dia pergi” ucap sooyoung memeluk kakaknya dari belakang

“aku tak bisa” ucap sunny dalam tangisnya

“Nanti malam adalah pesta ulang tahunmu, siapa tahu hatimu bisa sembuh dengan bertemu beberapa rekan kerja appa” ucap sooyoung ,namun jawaban yang ia dapati malah tatapan tajam sunny

“Arra arra… Aku hanya bercanda” ucap sooyong kembali

“Kau selalu saja menyebalkan” ucap sunny

“Lebih baik sekarang kau makan, lalu bersiap siap untuk pesta malam nanti”

“Apa konsepnya?” 

“Aigo… Jadi kau tak tahu?”

“Bahkan aku tak ingat jika besok hari ulang tahunku”

“Yaish…. Baiklah, kalau begitu biar aku pikirkan” ucap sooyoung terdiam sejenak memandang kakaknya itu

“Emm…. Dengan melihat keadaanmu, aku pikir pesta topeng lebih baik”

“Wae? Apa wajahku terlihat buruk?” tanya sunny meraba raba wajahnya

“Nne… Lihatlah” ucap sooyoung memegang kedua pundak sunny dan memutarnya hingga keduanya menghadap sebuah cermin yang cukup besar “sudah berapa hari kau menangisinya eoh? Bahkan kedua matamu masih terlihat sembab”

“Kau benar, baiklah aku setuju dengan pendapatmu”

“Kalau begitu habiskan makananmu, aku akan membicarakan hal ini pada appa” ucap sooyoung mengusap usap pundak sunny, ia pun berjalan meninggalkan kamar eonninya itu

………………………………………..

Apartemen Tiffany

Yuri terbangun dan melihat disampingnya sudah tidak ada kekasihnya, tiffany. malam tadi setelah pulang dari kantor ia memutuskan untuk menginap di apartemen tiffany,  semenjak keduanya berhasil saling mengungkapkan perasaannya di pegunungan songnisam park, kini usia hubungan mereka sudah mwnginjak 3 bulan

Setelah kesadarannya terkumpul yuri duduk diatas tempat tidur dan mengambil ponselnya, ia melihat beberapa pesan masuk dari amber. yuri terdiam membaca satu persatu pesan itu

Sementara tiffany dengan pakaian rapinya sudah berada di dapur baru saja membuat sandwich

“good morning” ucap yuri memeluk kekasihnya dari belakang membuat tiffany tersenyum dan menghentikan aktivitasnya

Tiffany pun membalikkan badannya

*cupp*

“morning too” ucap tiffany setelah memberikan morning kissnya pada bibir yuri, keduanya pun kembali tersenyum

“Huh? kau sudah mau pergi?” tanya tiffany saat melihat yuri sudah memakai pakaian yang sudah rapi

“nne, aku akan berkunjung ke ilsan, kau juga akan bekerja?”

“Nne.. Tapi akhir akhir ini kau sering ke ilsan, kau menemui siapa?”

“Menemui sahabatku yang baru saja sembuh dari kecelakaan”

“Sahabat?”

“Nne, baiklah kita berangkat bersama, aku akan mengantarmu” ucap yuri mengusap usap lembut kepala tiffany

“tapi aku berangkat jam 8 nanti, masih ada waktu satu jam”

“gwaenchanna, mengapa kau bangun pagi sekali?”

“aku ingin menyiapkan sarapan untukmu, kajja aku sudah membuat sandwich” ucap tiffany menarik tangan yuri ke ruang makan

Keduanya pun duduk berhadapan sambil menikmati sarapan pagi yang disiapkan oleh tiffany

“Fany-ah” panggil yuri menatap kekasihnya itu

“Nne?” ucap tiffany yang masih sibuk mengunyah sandwich miliknya

“Emm… Ada 2 hal yang ingin aku bicarakan”

“Katakan saja, sepertinya itu terdengar penting”

“Nne, ini sangat penting hehehe pertama… Maukah kau menemaniku menghadiri pesta ulang tahun temanku malam nanti?”

“Tentu saja” ucap tiffany tersenyum, tangannya mulai menggenggam tangan yuri “lalu yang kedua?”

“Emm….” gumam yuri terlihat ragu

“Katakan saja” ucap tiffany mengusap usap tangan yuri

“Mau kah kau tinggal bersamaku?” ucap yuri ragu, perlahan keringat pada dahinya mulai muncul khawatir tiffany akan menolak tawarannya

Karena mau tak mau mereka harus meninggalkan apartemen yang mereka tempati sekarang

Flashback

1 jam yang lalu. setelah menerima pesan dari amber, yuri langsung meneleponnya.

“Hallo, yuri-ah apa kau menerima pesan dariku?” ucap amber begitu menerima telepon dari yuri

“Nne, kau yakin itu benar?”

“Tentu saja, beberapa hari ini aku sering melihat sebuah mobil yang selalu terparkir tak jauh dari sini, mobil itu juga sama dengan mobil yang selalu mengikutimu, mereka juga selalu mengawasi apartemen ini, tempat kekasihmu sudah tak aman yul, kalian harus segera pindah dari sana sebelum mereka menghancurkan apartemen ini dan terjadi sesuatu pada kekasihmu ataupun adikmu”

“Kau benar, apa kau sudah menyiapkannya?”

“Nne, aku sudah menyimpan kunci rumah beserta alamatnya, ku pastikan disana aman, dan pakailah mobil milikku, mereka sudah menargetkan mobil yang kau pakai saat pergi kemarin, aku sudah menyimpan kuncinya juga di loker”

“Baiklah, gomawo…”

“Nne, hati hati yul”

“Kau juga” ucap yuri kemudian mengakhiri panggilannya

Flashback End

“Mau kah kau tinggal bersamaku?”

“Wae? Bukankah kita belum menikah?”

“Nne… Tapi, aku tak bisa membiarkanmu sendiri, aku selalu ingin bersamamu, aku juga khawatir kau kembali mengalami mimpi buruk setiap malam, lagipula aku tak akan berbuat macam macam padamu sampai aku menikahimu, aku janji” ucap yuri panjang lebar dan terlihat begitu serius membuat tiffany tertawa merasa lucu

“Wae…?” tanya yuri heran

“Anniyo… Hahaha kau lucu sekali yul”

“Jadi? Apa kau mau?”

“Hmmm… Aku sudah hampir 5 tahun tinggal disini, terlalu banyak kenangan indah yg sulit aku lupakan” ucap tiffany membuat yuri tercekat

Ia pun terdiam oleh ucapan tiffany, ia tahu apartemen ini dipilihkan oleh taeyeon saat dirinya diterima di seoul university, saat itu taeyeon lah yang memberikan apartemen untuknya, awalnya taeyeon menawarkan rumahnya agar tiffany menenpatinya selama taeyeon melanjutkan studynya di kepolisian, namun tiffany menolaknya. Rumah taeyeon ia rasa terlalu mewah dan tiffany merasa tak nyaman. Akhirnya taeyeon mengalah dan memahami sifat kesederhanaan tiffany.

“Aku hanya bercanda” ucap tiffany tersenyum kembali mengusap tangan yuri untuk menghilangkan ketegangan kekasihnya itu

“Aku…” ucap yuri masih tertunduk

“Kapan kau akan membawaku? Aku harus siap siap membereskan barang barangku” ucap tiffany membuat yuri mengangkat wajahnya kembali

“An…aniyoo… Masalah itu biar aku yg tangani, aku akan menjemputmu setelah pekerjaanmu selesai nanti”

“Baiklah, kajja kita berangkat” ucap tiffany menggenggam tangan yuri

Keduanya pun segera meninggalkan apartemen

……………………………………….

Yoona terbangun membuka kedua matanya begitu pipi kanannya merasakan sentuhan yang terasa dingin, namun ia tersenyum saat melihat wajah seseorang yang tersenyum sedang menatapnya terlebih rasa dingin pada pipinya kini terasa halus saat tangan jessica mengusap usap lembut dan membingkai wajahnya

Jessica memang bangun lebih awal dan setelah selesai mandi ia berjalan menghampiri kekasihnya yang masih terlelap, ia pun duduk disamping yoona. Jessica tersenyum memandang kekasihnya itu, ia sangat menyukai wajah tidur yoona yang terlihat polos dan alami. Ia pun menempelkan telapak tangannya yang terasa dingin oleh basuhan air pada wajah yoona hingga kekasihnya itu terbangun.

“Wake up” ucap jessica tanpa suara hanya menggerakan mulutnya

“Hmmm…. Wae?” gumam yoona sedikit mengangkat tubuhnya kemudian duduk menyandarkan punggungnya “ini masih jam 8 pagi” lanjutnya saat melirik pada jam weeker tak jauh darinya

“Kita harus bersiap siap” ucap jessica berjalan membuka lemari pakaiannya untuk mengganti baju

“Oddiega? Bukankah kita masih berangkat 2 jam lagi”

“Bukan itu, kita harus segera membereskan barang barang dan pergi dari sini”

“Hah?” gumam yoona masih tak mengerti

“Tadi yul menghubungi ponselmu, dan saat aku angkat dia meminta kita untuk melakukan hal itu, kit harus segera pindah dari sini”

“Wae?” tanya yoona

“Orang orang yang ingin membahayakan kalian sudah mengincar tempat ini, jadi tempat ini sudah tak aman lagi, yul juga mengajak tiffany”

“Ah begitu, baiklah”

“Kkah mandilah, aku akan menyiapkan sarapan” ucap jessica

“Shirro… Aku ingin melihatmu mengganti pakaian dulu” ucap yoona dengan senyum evilnya

“Yah!! Dasar pervert, andwae!” ucap jessica hendak meninggalkan kamar setelah mendapatkan pakaiannya, namun dengan segera yoona terbangun dan menarik tangan jessica

“Kyaaaaa….” teriak jessica saat tubuhnya tertarik dan terjatuh diatas tubuh yoona, kedua tubuh yeoja itu kini sudah kembali berada diatas kasur

“Yy..yah! Apa yang akan kau lakukan?” tanya jessica saat wajah yoona perlahan mendekati wajah jessica, ia mencoba memberontak namun yoona berhasil mengunci tubuhnya hingga tak bisa bergerak, jessica hanya terdiam pasrah dan memejamkan kedua matanya

*cupp*

“Good morning” ucap yoona tersenyum setelah mencium singkat bibir jessica membuat kekasihnya itu kembali membuka kedua matanya

“Huh?” gumam jessica heran

“Aku belum mengucapkan itu tadi, kkah ganti bajumu” ucap yoona melepaskan tubuhnya yang telah mengunci tubuh jessica ,ia pun berjalan memasuki kamar mandi

“Yaish, aku pikir apa” ucap jessica namun ia tersenyum setelah mengingat apa yang dilakukan yoona barusan

Jessica pun bangun dan segera mengganti pakaiannya kemudian bersiap siap menyiapkan sarapan untuknya dengan kekasihnya itu

…………

Begitu sampai di tempat kerja tiffany, yuri membukan pintu mobil untuk kekasihnya itu

“Setelah pekerjaanmu selesai segera hubungi aku, nanti aku akan menjemputmu, lalu kita fitting pakaian untuk pesta nanti” ucap yuri

“Fitting? Sepertinya temanmu bukan orang yang biasa” 

“Hmm… Begitulah, dia putri rekan perusahan, sebenarnya dia teman kecilku juga”

“Ah otthokhae… Aku takut membuatmu malu”

“Wae…? Itu tak akan terjadi, tenang saja aku selalu disampingmu, ku pastikan orang orang justru akan iri melihatku karena membawa seorang bidadari hehehe”

“Hahaha kau bisa saja, kkah nanti kau akan terlambat ke kantor” ucap tiffany merapikan dasi yuri

“Baiklah” ucap yuri memeluk tiffany dan mengecup kening kekasihnya itu “fany-ah hwaiting!” lanjutnya memberi semangat pada tiffany

“Nne hwaiting!” jawab tiffany ,keduanya pun tertawa dan yuri memasuki mobilnya meninggalkan perpustakaan pusat ,tempat dimana tiffany bekerja

Setelah melaju, yuri menginjakkan gas menambah kecepatan mobilnya untuk menuju ilsan, hari ini ia tak berniat berangkat ke kantor

Setelah menempuh 1 jam perjalanan, ia pun sampai di ilsan tepatnya di klinik SH dimana taeyeon dirawat

Yuri melihat taeyeon baru saja selesai melatih kakinya untuk kembali berjalan normal setelah cukup lama mendapatkan perawatan akibat terkena timah panas yang menembus tulangnya, yuripun langsung menghampiri yeoja itu di taman klinik

“Bagaimana kakimu?” ucap yuri membuat taeyeon menoleh kearahnya

“Sudah lebih baik dari sebelum sebelumnya dan aku sudah mulai terbiasa dengan alat ini, akhirnya kau kemari ,kemana saja eoh?” ucap taeyeon

“Aigooo… Kau merindukanku? Hahaha mianhae, aku baru saja mempublikasikan perusahaanku”

“Yaish… Percaya diri sekali, aku merasa bosan disini, bawa aku pergi ppali…”

“Yah, kau masih harus mendapat perawatan agar lekas sembuh taeyeon-ah”

“Tidak kah kau lihat jika aku sudah baik baik saja?”

“Haishh.. Akan aku tanyakan dulu” ucap yuri, iapun menoleh mencari seolhyun “seolhyun-ah bisakah kau kemari?” lanjutnya memanggil hoobae nya yang didapati tak jauh darinya sedang berbincang dengan yeri

“Oh nne” ucap seolhyun segera menghampiri sunbae nya itu

“Bagaimana keadaan taeyeon sekarang?” tanya yuri

“Kesehatan tubuhnya sudah semakin membaik sunbae, alat yang terpasang pada tulang kakinya juga sudah bisa digerakan dengan baik, tapi taeyeon-shi masih harus memakai alat untuk mempermudah kakinya berjalan”

“Jadi apa dia sudah boleh pulang?”

“Nne, tapi pasien masih harus meminum beberapa obat dan masih harus mengeceknya secara rutin”

“Baiklah segera siapkan ya, aku akan membawanya pulang hari ini”

“Nne sunbae” ucap seolhyun kemudian berlalu meninggalkan kedua yeoja itu

“Kajja kita mencari sarapan sambil menunggu obatmu” ucap yuri membantu memapah taeyeon

“Yaish aku sudah bisa berjalan” ucap taeyeon menepis tangan yuri

“Baiklah kajja” ucap yuri kini tangannya beralih menggenggam tangan taeyeon dan menariknya berjalan meninggalkan klinik mencari tempat makan yang tak jauh dari sana

Sementara taeyeon hanya terdiam menerima perlakuan adik tirinya itu

….

“Apa hidupku masih terancam?” ucap taeyeon setelah selesai menikmati sarapan paginya

“Tentu saja, tapi sejauh ini mereka belum mengetahui keadaanmu yang sebenarnya” 

“Ah jadi aku sudah mati ya”

“Nne, mianhae aku yang mengonsepnya karena jika mereka tau kau masih hidup akan sangat berbahaya untukmu”

“Tapi bagaimana ibuku?”

“Emm… Mianhae, ibumu sangat syok hingga sampai sekarang masih mendapat perawatan di rumah sakit pusat, tapi hyoyeon dan keluarganya sudah menjaga ibumu disana”

“Rumahku sudah hancur, mungkin apartemenku juga tak akan aman”

“Nne, akan sangat berbahaya juga jika kau tinggal di hotel”

“Lalu?”

“Aku akan membawamu ke rumahku”

“Apa disana aman?” 

“Tentu saja, bahkan adikku, jessica serta tiffany juga akan tinggal disana”

“Mwo? T…ttiffany?” ucap taeyeon terkejut

“Nne, aku rasa tidak apa jika mereka akhirnya tau jika kau masih hidup”

“An..anni, andwae… Bisakah kau carikan tempat tinggal lain?”

“Wae…? Hanya itu sementara tempat paling aman, lagipula kau masih belum aman”

“Tapi bisakah aku tak tinggal dengan tiffany?”

“Wae…?” ucap yuri

“Kau tahu aku sudah berpisah dengannya? Dia tak ingin melihat wajahku lagi sampai dia sudah siap, aku tak ingin menyakitinya”

“Hmmm… Arraso aku mengerti, aku akan menanyakan amber dulu” ucap yuri, iapun mengambil ponselnya dan segera menghubungi amber, tak butuh waktu lama yuri mengakhiri panggilannya

“disana ada paviliun yang terpisah dari rumahku, kau bisa tinggal disana dan mungkin tiffany tak akan tahu keberadaanmu” ucap yuri

“Baguslah, kau jangan beri tahu mereka dulu tentang keberadaanku”

“Arrasso Mamanim” ucap yuri menundukan kepalanya

“Yaish…!!” ucap taeyeon menjitak kapala yuri dan keduanya pun tertawa

“Tapi besok ulang tahun sunny, apa nanti malam akan diadakan pesta di rumah tuan choi?”

“Ne aku mendapatkan undangan, ah bukankah dia mantan kekasihmu? Saat hari peringatan terakhirmu dia terlihat sangat terpukul, aku jadi merasa bersalah padanya”


“Apa menurutmu itu pesta besar?”

“Sepertinya begitu, beberapa rekan perusahaan juga menerima undangan, sepertinya tuan choi mengundang banyak para pemilik perusahaan perusahaan besar, terlebih sunny akan diangkat menjadi pemimpin perusahaan tuan choi tapi tuan choi masih tetap berada dibelakangnya, mungkin sunny hanya dimanfaafkannya karena bisa menarik perhatian para rekan bisnisnya”

“Mwo…? Kalau begitu bawa aku malam nanti” ucap taeyeon 

“Mwoo??? Yah Andwae.. Kau mau mati sungguhan huh?” ucap yuri tak kalah terkejut

“Anni, tapi sunny dalam bahaya yul! Dia tak boleh masuk kedalam jurang setan ayahnya”

“Wae…?”

“Dasar bodoh, aku tak akan pernah membiarkan kekasihku dalam bahaya”

“Mwoo? Kekasih? Jadi k..kkau? Yah! Apa hubunganmu dengan tiffany berakhir karena dia?”

“Anniyo… Semua karena salahku, dari awal aku memang hanya mencoba melupakan sunny dengan menerima tiffany, tapi bagaimanapun juga pada akhirnya aku tetap tak bisa melepaskannya”

“Mwo? Yah!!!” teriak yuri menarik kerah baju taeyeon merasa marah “yaish! Tahu begitu aku tak akan mengeluarkanmu dari rumahmu!” lanjutnya sambil melepaskan cengkramannya

“Nne… Karena itu tiffany tak ingin melihat wajahku lagi, tapi bodohnya dengan tulus dia bilang telah memaafkanku” ucap taeyeon tersenyum sedih menundukkan kepalanya

“Karena dia memang selalu memiliki hati yang tulus tak sepertimu” ucap yuri masih merasa kesal

“Nne kau benar, aku harap ada seseorang yang tulus dan lebih baik dariku yang bisa membahagiakannya” ucap taeyeon mengangkat wajahnya menatap yuri

Sementara yuri hanya terdiam

“Jadi kau tetap ingin menemui sunny?”

“Nne… Jebal” ucap taeyeon memohon

………………………

“Untuk sementara kalian akan tinggal disini” ucap amber begitu ketiga yeoja itu tiba di sebuah rumah yang memiliki halaman cukup luas itu setelah menjemput yoona dan jessica

“Woah besar sekali, ini milikmu?” ucap yoona

“Anniyo, ini milik yul. Aku menggunakan uangnya untuk membelikan rumah ini, lokasinya cukup aman dan strategis, aku masih harus menyelesaikan beberapa urusan, aku tinggal dulu” ucap amber mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan yoonsic

“Benar benar selera unnieku” ucap yoona masih takjub menoleh ke segala ruangan di dalam rumah yg cukup besar itu, namun pandangannya terhenti pada tatapan jessica yang sedang memandangnya

“Wae?” tanya yoona

“Seharusnya kita juga memiliki rumah, kapan kau akan menikahiku?”

“Arrasso, setelah restoran kita sukses aku akan membangun rumah untuk kita”

“Yah bukankah itu milik sooyoung”

“Anniyo, restoran itu milikku, sooyoung yang memberikannya untukku”

“Yaish kau tak bisa seenaknya menerima, apalagi restoran itu bukan restoran kecil kecilan”

“Wae…? Bukankah kita tak boleh menolak pemberian orang”

“Kau memintanya bahkan memaksanya membangun restoran kan?”

“Nne, tapi dia menurutinya, dan sekarang aku memilikinya untuk awal usahaku”

“Yaish… Sudahlah, aku akan kalah jika berdebat denganmu” ucap jessica berjalan mendahului yoona memasuki kamar

“Kenapa kau terlihat marah?” tanya yoona setelah berhasil menyusul kekasihnya

“Anni, aku tidak marah” ucap jessica enggan menatap yoona, ia mulai membuka koper dan mengeluarkan isinya untuk ditata kedalam lemari

Yoona pun ikut membuka koper miliknya

“Yah, apa yang kau lakukan?” ucap jessica

“Tentu saja menata baju bajuku”

“Yaish kau memiliki kamar sendiri, kita tak boleh tidur bersama”

“Wae…?”

“Yah! Dasar bodoh, kita sedang tinggal bersama yuri dan tiffany”

“Ah ahahaha aku baru ingat” ucap yoona tertawa menggaruk garukkan kepalanya “arra, aku akan kekamarku, tapi tengah malam nanti kamarku jangan dikunci, arrasso?”

“Why?”

“Tentu saja agar aku bisa diam diam memasuki kamar dan tidur bersamamu” ucap yoona dengan tawa innocent

“Yaish… get out! dasar pervert!” ucap jessica mendorong tubuh yoona keluar dari kamar nya, iapun melihat yoona yang masih tertawa berjalan menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar jessica

“Kau terlalu polos sampai tak pernah menyadari jika bahaya sudah berada di sekelilingmu” ucap jessica dalam hati

Jessica memang diam diam mencurigai sooyoung setelah mengetahui kronologis kasus penembakkan ayah yuri, dan menemui yoona yang tak sadarkan diri didepan pintu apartemennya. Ditambah ucapan yuri yang memintanya selalu memperhatikan yeoja itu jika sedang bersama yoona. Jessica telah menduga jika sooyoung terlibat di dalam kasus itu

………………………………..

“Ini beberapa obat yang harus rutin diminum, aku sudah menuliskan aturan minumnya disana” ucap seolhyun memberikan kotak berisi obat obatan pada yuri

“Nne, gomawo seolhyun-ah, maafkan dia kalau selama ini merepotkanmu”

“Anniyo, memang sudah tugasku, tapi kau masih memiliki hutang padaku”

“Huh? Hutang apa?”

“Kau masih belum menceritakan apa yang sebenarnya terjadi”

“Hahaha yaish… Arraso nanti akan aku mengunjungimu lagi, kalau begitu aku pergi dulu” ucap yuri kemudian berlalu meninggalkan klinik

“Dia kekasihmu?” tanya taeyeon begitu yuri memasuki mobil, taeyeon sudah terlebih dahulu duduk didalam

“Anni, yah mengapa kau duduk dibelakang, pindah! Aku bukan supirmu”

“Hahaha arasso, aigoo tadinya aku mau tidur” ucap taeyeon, iapun langsung pindah ke jok depan

Setelah melihat taeyeon mengenakan sabuk pengaman, yuripun menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan ilsan

……

“Wae? Kenapa kau terus memandangku? Kau jatuh cinta padaku?” ucap taeyeon yang sedari tadi memergoki yuri selalu memperhatikannya setiap berhenti di lampu merah

“Anniyo, aku memperhatikan luka bakar di bagian leher dan telinga belakangmu”

“Ah ini, gara gara ini juga rambutku harus dipotong pendek, menyebalkan”

“Hahaha kau benar, aku bahkan baru menyadarinya jika rambutmu pendek, pantas terlihat berbeda” 

“Yaish menyebalkan”

“Tapi kau terlihat seperti namja, tampan”

“Omo omo! Apa sekarang kau benar benar jatuh cinta padaku?” ucap taeyeon pura pura terlihat terkejut dan ketakutan

“Hahaha dasar bodoh, mana mungkin aku jatuh cinta pada orang pendek sepertimu, lagipula aku sudah memiliki kekasih” ucap yuri tersenyum senang memikirkan wajah cantik tiffany

“Nugu?”

“Sejak kapan kau peduli padaku, bukankah biasanya kau tak peduli terhadap apapun?” sindir yuri

“Yaish… Arra, aku akan diam” ucap taeyeon kembali mengalihkan pandangannya

“Ini sudah beberapa bulan dari kasus itu dan aku masih belum bisa mengumpulkan beberapa bukti terhadap tuan choi” ucap yuri membuka kembali percakapan setelah keduanya cukup lama terdiam, taeyeonpun kembali menatapnya

“Pasti karena banyaknya anak buah dari tuan choi”

“Nne, mereka selalu saja mengincar nyawaku dan adikku”

“Lalu ayahmu?”

“Dia terlihat tak peduli terhadap hal itu, pekerjaanku pun di kantor tidak terlalu berat kali ini, jadi aku manfaatkan untuk fokus pada perusahaan game ku”

“Apa yang harus aku lakukan untuk membantumu?” ucap taeyeon membuat yuri menoleh menatapnya

“Wae? Bukankah waktu itu kau yang mengatakannya?” ucap taeyeon kembali

“Segeralah sadar dan bantu aku”

Yuri tersenyum ketika dirinya mengingat pernah mengucapkan itu saat taeyeon belum sadar dari koma nya, rupanya ia tak tahu jika sebenarnya taeyeon mendengarkan ucapannya

“Baiklah, karena sudah beberapa bulan kau meninggal, aku rasa orang orang sudah melupakanmu, apalagi dengan penampilanmu yang sekarang”

“Lalu? Apa yang akan kau lakukan padaku?”

“Emm… Sebaiknya kita perbaiki dulu penampilanmu, kau masih terlihat buruk, let’s go!” ucap yuri terlihat semangat dan menambah kecepatan mobilnya

Setelah menempuh satu jam perjalanan, keduanya tiba di seoul

“Kenapa kau mengajakku ke tempat seperti ini?” ucap taeyeon memperbaiki topi yang ia kenakan untuk melindungi wajahnya, yuri baru saja membawanya memasuki sebuah mall besar di seoul

“Untuk merubah penampilanmu, kajja” ucap yuri menarik tangan taeyeon dan memasuki sebuah salon kecantikan

Keduanyapun langsung disambut pemilik salon itu

“Aigoo… Uri yul kemana saja baru kesini eoh?”

“Hahaha mianhae aku terlalu sibuk gyuri-ah” ucap yuri memeluk teman yang pernah satu kampus dengannya itu, keduanya cukup dekat karena yuri salah satu pelanggan salonnya

“Kau masih terlihat tampan, apa yang mau kau ubah lagi?”

“Anniyo bukan aku, tapi oppaku” ucap yuri tersenyum dan menggeser tubuhnya yang telah menutupi tubuh taeyeon yang berdiri di belakangnya

“Omo!” teriak gyuri sampai menutup mulutnya saat melihat taeyeon “yah, mengapa kau baru memberi tahuku jika kau memiliki oppa yang sangat cute tampan eoh?” bisik gyuri membuat yuri tertawa

“Mianhae, aku saja baru ingat jika memiliki kakak laki laki, dia baru saja pulang wajib militer” bohong yuri

“Ah begitu, kalau begitu kajja ikuti aku, berhubung pelangganku adalah seorang namja jadi aku sendiri yang akan melayaninya kekekekekk”

“yah, apa kau yakin dia bisa merubahku menjadi namja? ini salon kecantikan” bisik taeyeon

“kau tenang saja, dia sudah ahlinya merubah gaya apapun” jawab yuri

“hey mengapa diam saja, kajja” ucap gyuri

“Dia sedikit pemalu, ah ya gyuri-ah carikan pakaian untuk menghadiri sebuah pesta untuknya dan ubah dia setampan mungkin” ucap yuri

“Arrasso, serahkan saja padaku” ucap gyuri mengacungkan jempolnya

“kkah masuklah, aku akan pergi sebentar menjemput kekasihku, hubungi aku jika sudah selesai” ucap yuri memberikan sebuah ponsel pada taeyeon

………………………………..

“Yoong kajja antar aku” ucap jessica menghampiri yoona yang asik menonton TV

“Oddiega?” 

“I’m on period, aku lupa membelinya”

“Huh sayang sekali, berarti malam ini kita tak bisa..”

“Yah! Jangan memulai, kau jadi ingin mengantarku atau tidak” potong jessica

“Hehehe aku bercanda aigoo.. Kau seram sekali, kajja kita let’s go” ucap yoona segera mengambil jaketnya

“Kita jalan kaki saja, saat perjalanan kesini tadi aku lihat sebuah mini market tak jauh dari sini” ucap jessica memeluk lengan kekasihnya itu sementara yoona hanya tersenyum

Beberapa menit setelah yoonsic pergi, mobil yang ditumpangi yuri dan tiffany tiba

“Dandanlah secantik mungkin, aku akan kembali menjemputmu” ucap yuri setelah membukakan pintu mobil untuk tiffany

“Eh? Kau akan pergi lagi yul?”

“Nne, aku harus menjemput temanku, kita akan pergi ke pesta bersamanya lagipula dia juga akan tinggal disini tapi di paviliun belakang”

“Arraso aku akan bersiap siap, kau hati hati di jalan yul” ucap tiffany kembali tersenyum dan memberikan kecupan singkat di pipi kelasihnya itu

Yuri pun segera meninggalkan rumah untuk menjemput taeyeon

……….

Begitu sampai

“Yah! Lama sekali eoh! Menyebalkan” ucap taeyeon yang sudah cukup lama berdiri menunggu yuri menjemputnya

“Mianh… Omo!” ucap yuri terkejut saat melihat perubahan pada penampilan taeyeon, wajahnya terlihat lebih cerah dengan tatanan rambut pendek gaya barunya membuat taeyeon benae benar terlihat seperti seorang namja

(Cr : taenghuan51.com)

“Wae…? Ada apa dengan ekspresi menyebalkanmu itu” ucap taeyeon memandang yuri datar

“An..anniyo, kau tampan sekali oppa!” ucap yuri sedikit beragyeo sambil menggodanya

“Yah! Agyeomu membuatku mual, kajja kita harus pergi dari sini”

“Nne oppa.. Jebal…” ucap yuri

Keduanya pun berjalan menuju basement dan memasuki mobil

“Yah, mengapa kau duduk didepan, pindah ke belakang!” ucap yuri saat melihat taeyeon duduk disampingnya

“Wae? Tadi kau memintaku duduk didepan”

“Aku membawa kekasihku, ppali”

“Yaish, arasso” ucap taeyeon kesal, iapun berpindah ke jok belakang”

Diperjalanan

“Taeng aku sudah memberitahu tiffany kalau kau akan tinggal di paviliun”

“Mwo? Yah!! Lalu apa tiffany terlihat marah?”

“Anniyo, dia belum tahu jika itu kau, aku tak memberitahunya”

“Haah… Syukurlah, kau membuatku jantungan”

“Tapi tetap saja kau akan bertemu dengannya”

“Mwo? Otthokhae..?” 

“Aku rasa dia tak akan mengenali penampilan barumu, aku saja hampir tak mengenalimu”

“Yah! Aku telah bersamanya beberapa tahun, bagaimana jika dia tetap mengenaliku huh?”

“Ya… Apa boleh buat, kau harus mengakuinya”

“Yaish… Menyebalkan” ucap taeyeon

*piip piiippp* suara klakson mobil terdengar setelah mobil yuri tiba di rumah barunya itu

“Sudah sampai, kajja” ucap yuri

“Ini rumahmu? Mengapa kita kemari?” ucap taeyeon heran

“Untuk menjemput kekasihku” ucap yuri tersenyum memandang pintu rumahnya yang mulai terbuka, taeyeon pun ikut menoleh

Namun taeyeon sangat terkejut saat tampak seorang yeoja mengenakan dress putih yang berjalan kearahnya, tiffany terlihat sangat anggun

“Y..yyul, jja…jjadi” ucap taeyeon terbata

“Nne dia kekasihku sekarang, kau tak tahu berapa lama aku menunggunya taeng aku senang sekaligus sedih setelah mengetahui hubungan kalian berakhir” ucap yuri membuat taeyeon terdiam menatap yuri yang sudah keluar dari mobil menyambut kekasihnya itu

“Bagaimana penampilanku yul? Apa aku terlihat jelek?” tanya tiffany memutar mutarkan tubuhnya dihadapannya yuri, wajahnya terlihat malu

“Anniyo, kau sangat cantik fany-ah, dan selalu terlihat cantik” ucap yuri tersenyum tenang

“Hahaha kau bisa saja, kajja” ucap tiffany

“Chankkaman, ada seseorang yang ingin aku kenalkan”

“Nne? Nugu?”

“Hey turunlah” panggil yuri pada taeyeon yang masih terdiam didalam mobilnya, tiffanypun ikut menoleh saat pintu mobil terbuka dan menampilkan sosok namja dengan tampilan yang sangat rapi

Perlahan taeyeon berjalan menghampiri kedua yeoja itu dengan kepala yang masih menunduk

Perkanalkan dirimu, ini tiffany… Kekasihku” ucap yuri setelah ada jeda, ia sendiri sedikit ragu dan khawatir jika rahasia taeyeon akan terbongkar

“anyeong, tiffany hwang imnida” ucap tiffany tersenyum mengangkat tangan kanannya

Taeyeon pun mengangkat wajahnya dan kini keduanya saling bertatapan dalam jarak yang dekat

*deg deg deg deg…* detak jantung taeyeon langsung berdetak keras saat melihat wajah tiffany dengan dandanan senada seperti biasanya namun terlihat nampak berbeda dari yang biasanya saat mereka masih menjadi pasangan kekasih, wajah tiffany yang sekarang terlihat begitu cerah

“T..ttae…” ucap taeyeon namun ia terkejut dengan ucapannya yang hampir menyebutkan namanya

“Nne?” ucap tiffany tak mendengarnya

“Taehyuk, kim taehyuk” ucap taeyeon membungkukan badannya dan menjabat tangan tiffany

“Ah… Taehyuk oppa, senang berkenalan denganmu” ucap tiffany tersenyum kembali pada taeyeon “kajja kita berangkat” ucapnya kembali pada yuri

“Nne kajja” ucap yuri membukakan pintu mobilnya untuk tiffany “ayo oppa” lanjutnya pada taeyeon yang masih terpaku

“Ah n.. Nne” ucap taeyeon segera memasuki mobil

Tiffany duduk disamping yuri yang mengemudikan mobil sementara taeyeon duduk di jok belakang

Selama diperjalanan menuju rumah sunny taeyeon lebih memilih diam memperhatikan interaksi mantan kekasihnya yang kini telah menjadi kekasih adik tirinya itu. Satu sisi ia bersyukur saat tiffany tak mengenalnya, namun sisi lain hatinya sedikit sakit melihat hal itu terlebih tiffany memang sudah tak ingin mengenalnya. Namun ia bersyukur bisa meoihat tiffany terlihat bahagia bersama yuri

…………………………………

Maksud hati ingin berbelanja di sebuah mini market, yoona dan jessica justru malah mengunjungi sebuah mall besar tak jauh dari sana hingga keduanya tak menyadari hari sudah gelap

“Mwo? Sudah jam 9, kau sih keasikan berbelanja” ucap yoona setelah melihat jam tangannya

“Yah bukankah kau sendiri yang menawariku kemari”

“Hehehe apa boleh buat, kau terlihat menyeramkan tadi”

“Mwo?” ucap jessica kembali menatapnya tajam

“Anniyo… Aku hanya bercanda, kajja kita pulang dan makan malam di rumah saja” ucap yoona menggandeng tangan kekasihnya itu

Keduanya kembali berjalan menuju tempat tinggal barunya

Namun ditengah perjalanan saat keduanya melewati gang sepi, saat berbelok langkah mereka terhenti ketika melihat segerombolan pria yang sedang mabuk dan bermain main di gang itu

“Omo! Pertanda buruk” ucap yoona, jessica pun ikut terkejut melihatnya

“Sebaiknya kita putar arah dan mencari taksi saja yoong” ucap jessica mengeratkan genggaman tangannya pada lengan yoona

Sayangnya saat keduanya berbalik salah seorang dari kelima pria yang sedang mabuk itu melihat keduanya

“Hey… Noona noona, oddiega? Mengapa berputar arah? Kemarilah bersenang senang bersama kami hahaha” ucap namja itu diiringi tawa teman temannya, mereka mulai berjalan mengikuti yoona dan jessica

“Jangan dengarkan, kajja” ucap jessica kembali melangkahkan kakinya

“Hey mau kemana? Kenapa buru buru sekali?” ucap seorang namja yang tiba tiba muncul dari gang lain yang sudah menghadang mereka

“Wow, sukjin-ah kau datang diwaktu yang tepat, apa kau membawa soju pesanan kami?”

“Tentu saja, ah.. Sepertinya ada yang akan bergabung bersama kita” ucap pria bernama sukjin itu mendekati yoona dan jessica yang mulai berjalan mundur

Langkah keduanya terhenti saat kelima namja itu sudah berada dekat di belakangnya

“Yoong aku takut” bisik jessica ketakutan dan memejamkan kedua matanya, yoona pun memeluknya

“Hey jangan takut noona, aigoo… Butt mu seksi sekali” ucap sukjin dengan tangannya hendak menyentuh butt jessica

“Yah, jangan sentuh! Itu milikku!” ucap yoona kesal menepis tangan namja itu

“Aigoo.. Jadi kalian sepasang kekasih eoh? Sayang sekali kalau begitu, bagaimana jika kalian bersama kami saja? Kami lebih nikmat hahaha” ucap bos dari keenam namja itu kembali tertawa ,tangannya hendak merangkul pundak jessica

“Jangan mimpi” ucap yoona langsung menarik rangan namja itu dan memutarnya

“Akkkh!!!” teriak namja itu kesakitan mambuat teman temannya terkejut

“Yah mengapa kalian diam saja, bantu aku!” ucap namja itu membuat kelima temannya tersadar dan mulai menyerang yoona, yoona pun mendorong namja itu dan melindungi tubuh jessica dari serangan para namja yang sedang mabuk itu hingga terjadi perkelahian

Jessica semakin ketakutan dan khawatir melihat yoona beberapa kali diserang namun ketakutan itu perlahan berubah menjadi rasa kagum, yoona yang ia lihat kini berbeda dari yoona yang saat pertama kali ia temui dengan kasus yang sama saat bertemu dengan beberapa preman. Dulu yoona hanya berpura pura pingsan untuk menyelamatkan dirinya namun kini ia melihat yoona dengan sigap melawan para namja itu hingga satu persatu mereka tersungkur menerima pukulan dari yoona

*brukkk!!!*

“Akh!! Ampun noona, kami tak akan mengganggu lagi” ucap salah satu namja yang terakhir dibuat K.O oleh yoona

“Awas saja aku menemui kalian yang sedang mwngganggu seorang yeoja lagi, akan kupatahkan leher kalian satu persatu! Arrasso?!” ucap yoona mengancam mereka

“Nne.. Arrasso…” ucap keenam namja itu yang masih terbaring kesakitan

“Kajja” ucap yoona menggengam tangan jessica membawanya meninggalkan gang itu

“Y..yyong benarkah itu kau?” ucap jessica masih merasa terkejut

“Wae…? Apa kau melihat malaikat pencabut nyawa disekelilingku?”

“Anniyo, aku hanya tak menyangka”

“Entahlah, aku seperti mendapat kekuatan saat orang lain ingin menyentuhmu, dan aku baru sadar jika aku sudah berlatih beladiri” ucap yoona

“Aku tidak ingin terjadi hal yang buruk padanya, tapi aku juga tidak bisa selalu menjaganya, bahkan mungkin suatu saat aku tidak bisa ada disampingnya lagi” ucap yuri, kini wajahnya terlihat serius

“Wae? Kau terdengar seperti akan pergi jauh”

“Untuk saat ini aku tak bisa melindunginya, untuk itu aku ingin memintamu untuk selalu disampingnya, percayalah walaupun dia menyebalkan tapi yoong anak yang baik, dia akan selalu melindungi seseorang yang ia cintai”

Jessica tersenyum mengingat kembali ucapan yuri yang terbukti itu, iapun semakin mengeratkan pelukannya pada lengan kekasihnya itu

“Wae? Kau sesenang itu?”

“Tentu saja, setidaknya kau jadi bisa menjaga dirimu bahkan melindungiku, gomawo…”

“Nne? Hanya itu?” ucap yoona menghentikan langkahnya

Keduanya sudah sampai didepan rumah

“Memangnya apa lagi?” tanya jessica innocent membalikkan badannya menghadap yoona

“Anniyo…” ucap yoona kembali berjalan mendahuluinya, namun saat melewati tangan jessica meraih tangan yoona dan menariknya cukup hingga yoona kembali berbalik

*cupp* dengan cepat jessica membingkai wajah yoona dan mencium bibirnya yang tentu saja membuat yoona terkejut atas perlakuannya

Namun yoona tersenyum senang dengan kedua tanganya terangkat memeluk pinggang jessica dan membalas ciuman kekasihnya itu

………………..

Yuri, tiffany dan taeyeon telah tiba digedung milik tuan choi tempat diadakannya pesta ulang tahun sunny.

“Sepertinya kita sedikit terlambat, oppa apa kau sudah memakai topengmu?” tanya yuri yang mulai memakaikan topeng begitupun tiffany

“Ah aku lupa menaruhnya, kalian duluan saja sepertinya topengku terjatuh”

“Yaish… Baiklah, kau langsung masuk saja nanti, gunakan ini” ucap yuri memberikan kartu undangan pada taeyeon

“Nne… Bersenang senanglah” ucap taeyeon

Yuri dan tiffany pun mulai berjalan memasuki lift ,saat itu taeyeon mulai memakaikan topengnya yang sedari tadi ia simpan didalam saku jasnya, iapun keluar dari mobil dan memasuki lift yang lain

“apa kami terlambat?” ucap yuri saat disambut oleh sooyoung

“sedikit, kira kira satu jam lah” ucap sooyoung diikuti tawa yuri

“hahah mianhae, pestanya sudah mulai?”

“nne, langsung bergabung saja, ah ya apa hanya kalian berdua?” tanya sooyoung

“nne, adikku dan kekasihnya menghilang sedari pagi ,ah ya dia kemkasihku sekarang”

“omo! anyeong eonnie, mian aku baru menyadari jika kau tiffany eonnie, kau selalu saja terlihat cantik” ucap sooyoung

“gomawo youngie-yaa kau juga semakin tampan” canda tiffany

“yah, kalian jangan saling menggoda yaish…” ucap yuri, ketiganya pun kembali tertawa hingga tanpa mereka sadari tengah diawasi oleh beberapa anak buah tuan choi

“sasaran sudah berada disini, tapi sekarang sedang bersama sooyoung noona” ucap jinyoung salah satu anak buah tuan choi yang berdiri tak jauh dari ketiga yeoja itu

“tetap awasi dan ikuti gerak geriknya hingga pesta usai, lalu tangkap bahkan bunuh mereka saat pulang”

“baiklah”

……

taeyeon berjalan memasuki ruangan dimana pesta diadakan setelah berhasil masuk tanpa dicurigai karena kartu undangan yang diberikan oleh yuri.

ia terus berjalan melewati para tamu undangan yang sedang menikmati alunan musik klasik dalam pesta tersebut kepalanya masih sibuk menoleh ke segala arah mencari sosok yang selama ini dia rindukan hingga tak butuh waktu lama ia meenemukan sosok itu sedang duduk tak jauh darinya 

taeyeon pun tersenyum dan kembali melangkahkan kakinya menghampiri yeoja itu, namun baru beberapa langkah ia kembali terhenti saat melihat tuan choi membawa beberapa namja yang masih terlihat muda menghampiri yeoja itu

“sunny-ah mengapa kau diam saja? apa kau tak menikmati pesta yang sudah appa buat ini eoh?” ucap tuan kwon membuyarkan lamunan sunny

“anniyo, ada apa appa kemari”

“appa mengundang beberapa rekan perusahaan appa yang mungkin bisa berteman baik dan bekerja sama denganmu” ucap tuan choi memperlihatkan 3 orang namja yang sudah berdiri dibelakangnya, sementara sunny hanya menatap malas pada ketiga namja itu

“hmm… aku tak membutuhkan itu”

“yaish… jangan seperti itu, kkah nikmati perkenalan kalian, appa akan kembali menemui tamu undangan lainnya” ucap tuan choi berlalu meninggalkan putrinya bersama ketiga namja itu

“anyeong, apakah kami boleh duduk bergabung?”

“duduklah” ucap sunny

“perkenalkan kim jaejoong imnida” ucap salah satu namja itu mengulurkan tangannya

“sunny” jawab sunny membalas tangan jaeejong

“gongchan imnida” ucap namja kedua

“minwoo imnida” ucap namja ketiga, sunny pun tersenyum singkat menganggukkan kepalanya

“kim taehyuk imnida” ucap taeyeon yang baru saja ikut bergabung di meja mereka membuat sunny dan ketiga namja dihadapannya menoleh kearah pemilik nama itu

“nugu? apa aku sudah mempersilahkanmu duduk? tidak sopan” ucap sunny dengan nada sinisnya, ia memang terkenal dingin pada orang orang yang belum dikenalnya

“dia rekanku sekaligus dirut baru diperusahaan gameku sunny-ah hehe mianhae dia memang begitu” ucap yuri menepuk pundak taeyeon, beruntung ia datang disaat yang tepat

“oh begitu” ucap sunny singkat segera berdiri menyambut yuri

“selamat ulang tahun, kau masih saja terlihat pendek eoh” ucap yuri memberikan kado dan memeluk sunny

“yaish..! menyebalkan, gomawo..” ucap sunny membalas pelukan yuri “kau?” ucapnya kembali saat melihat tiffany berdiri dibelakang yuri

“dia datang sebagai kekasihku” ucap yuri

“ah… begitu, duduklah” ucap sunny

“anniyo, aku belum menemui ayahmu, kalian kembali mengobrol saja” ucap yuri “dan kau… kau jangan menggodanya, arra?” lanjutnya sambil menunjuk taeyeon

sunny pun kembali memandang taeyeon yang diketahuinya sebagai kim taehyuk itu. ada perasaan berbeda saat memandang namja itu. ia pun kembali duduk

“sunny-shi senang sekali mendengar anda akan bergabung dengan perusahaan tuan choi” ucap jaejoong

“nne… aku juga, aku harap kita bisa menjadi mitra dan bekerja sama dengan baik” tambah minwoo

“apa kau sudah memikirkan kembali dengan keputusan itu? apa yakin akan merasa nyaman?” ucap taeyeon membuat sunny kembali menatapnya

“maksudmu?” ucap sunny

“anniyo hanya saja apa tidakkah terlalu munafik jika menyukai apa yang sebenarnya tidak kita sukai?” ucap taeyeon tersenyum sinis

“yah, kau tak pantas berkata seperti itu padanya, kau tak tahu jika dia adalah pewaris perusahaan tuan choi huh?” ucap gongchan

sementara sunny hanya menatapnya sinis merasa tersinggung dengan ucapan taeyeon

“suka atau tidaknya bukankah ini sama sekali bukanlah urusanmu?” ucap sunny membuat taeyeon terdiam

“kau benar, itu memang bukan urusanku, aku hanya tak ingin kau mengambil langkah yang salah, karena jika kau sudah tersesat maka kau akan sulit untuk kembali” ucap taeyeon segera berdiri dan meninggalkan mereka, namun sunny masih terus menatap punggung taeyeon yang berjalan semakin menjauh

“sunny-shi?” panggil minwoo

“n..nne?” ucap sunny mengalihkan pandangannya pada minwo, namun saat kembali menoleh sayangnya sosok taeyeon sudah tak terlihat lagi

“sunny-shi bagaimana kalau kita..”

“mianhae aku harus menemui adikku, senang bisa mengenal kalian” ucap sunny segera berdiri dan meninggalkan ketiga namja itu

Sunny berjalan kearah dimana taeyeon pergi, entah kenapa tubuhnya merasa tertarik untuk kembali menemui namja bernama taehyuk pergi padahal ia sendiri merasa kesal pada namja itu. namun sayangnya sosok taehyuk tak ditemukannya karena banyaknya tamu undangan yang sedang melakukan dansa bersama para pasangannya. namun saat akan kembali tiba tiba seseorang menarik tangannya dan memeluk pinggang sunny membuat sunny terkejut segera melepaskan diri namun tangan orang itu cukup kuat hingga ia berhenti memberontak saat wajahnya terangkat melihat sosok yang berani memeluknya itu, kim taehyuk a.ka taeyeon

“kau mencariku?” ucap taeyeon tersenyum

“anniya, lepaskan aku” ucap sunny kembali berontak

“anniyo sampai musik berhenti, nikmati saja.. musik klasik akan membuat pikiranmu tenang jika diresapi” ucap taeyeon membuat sunny terdiam dengan ucapannya, perlahan tubuhnya pun ikut bergerak mengikuti gerakan taeyeon, tangannya mulai terangkat melingkari leher taeyeon dan keduanya menikmati dansa bersama para pasangan lainnya

“pundak ini….” ucap sunny dalam hati, sosok kim taehyuk entah kenapa mengingatkannya pada taeyeon

“apa kau baik baik saja?” ucap taeyeon

“maksudmu?”

“apa kau baik baik saja?” ucap taeyeon kembali

“anniyo” jawab sunny pelan namun masih dapat didengar taeyeon

….

“anyeong tuan choi” ucap yuri menyapa tuan choi yang sedang berkumpul dengan para ceo perusahaan besar

“hey yul, aigoo… kau semakin cantik saja” ucap tuan choi menyambut yuri dan mengajaknya bergabung

“ah ya aku dengar belum lama ini kau membuka perusahaan aplikasi games yang cukup terkenal” ucap tuan choi kembali membuat para ceo lain saling menatap kagum

“ahahaha anniyo, masih belum sesukses itu..” ucap yuri tertawa malu

“aigoo.. jangan merendah seperti itu, lihatlah dia masih sangat muda tapi jiwa pekerja kerasnya begitu membara, aku harap anakku sepertimu” puji tuan choi pada rekan rekannya

“hahaha tuan bisa saja, ah ya aku akan berdansa bersama kekasihku”

“nne.. nne.. nikmati pestanya yul” ucap tuan choi tersenyum memandang yuri yang sudah berjalan menuju tempat dansa, perlahan senyuman tuan choi pun berubah menjadi tersenyum smirk menatap yuri

“mengapa sedari tadi kau diam saja? apa kau tak nyaman?”

“hemm… sedikit, kenapa kau tak memberi tahuku jika ini ulang tahun sunny?” ucap tiffany tersenyum malu

“minhae… apa sebaiknya kita pulang sekarang?”

“an.. anniyo.. andwae, aku sudah tak apa apa sekarang, aku hanya merasa sedikit tak nyaman saat kau bersama mereka” ucap tiffany menoleh kembali menatap tuan choi dengan rekan rekannya

“ah.. akupun begitu hahaha, kajja kita berdansa”

“nne..? t..ttapi aku belum pernah berdansa, aku masih belum bisa”

“tenang saja, hanya ikuti gerakanku, lambat laun kau akan menikmati dan menyukainya” ucap yuri menghadap tiffany, menggenggam kedua tangannya hingga melingkarkan pada lehernya, kedua tangan yuri pun melingkar pada pinggang tiffany

“otthokhae?” tanya yuri setelah mulai berdansa

“aku menyukainya” ucap tiffany tersenyum mengangkat wajahnya memandang yuri, yuripun menurunkan wajahnya dan mencium bibir tiffany

………………..

pesta telah usai, yuri dan tiffany pun pamit untuk pulang

“mobil yang membawa mereka sudah bergerak, segera ikuti” ucap jinyoung yang sudah sigap didalam van bersama rekan rekannya, mereka pun mengikuti mobil yuri

“tidurlah, kau terlihat mengantuk fany-ah, mianhae membuatmu lelah karena belum beristirahat sepulang bekerja”

“gwaenchanna… aku senang bisa seperti ini denganmu yul, sangat jarang sekali” ucap tiffany

“hehehe aku juga senang, akan aku usahakan agar kita bisa selalu seperti ini” ucap yuri mengusap usap kepala tiffany

“Suasana tampak sepi, segera lakukan!” ucap jinyoung pada walkie talkie

“nne” ucap seseorang dibalik walkie talkie itu yang sudah mengendarai sebuah truk besar yang berada di belakang van yang dikendarai jinyoung dan rekan rekannya, namja itu pun menginjakkan gas mendahului van hingga kecepatan truk itu semakin bertambah dan…

*brakkk!!!!!* dengan kencang truk itu menabrak sebuah mobil yang berada didepannya hingga berhasil terguling beberapa kali

…………..

*prank!!!!*

“yah! apa yang kau lakukan” ucap jessica setelah mendengar sebuah benda jatuh di dapur

“manhae, piringnya licin saat akuncuci hingga jatuh hehehe” ucap yoona tersenyum innocent

“yaish… selalu saja ceroboh, chankkaman jangan disentuh nanti pecahannyabakan melukai tanganmu, aku akan membawakan sapu” ucap jessica meninggalkan yoona

perlahan senyuman yoona menghilang, tangannya meraba dadanya

“perasaan apa ini?” ucapnya dalam hati saat merasakan detak jantungnya tiba tiba berdetak begitu cepat

TBC

Advertisements

41 thoughts on “We Are Different part 12

  1. fathirar says:

    Brharap yul dan tiffany gk terjadi apa” dgn mereka.kasian kedua saudara ni terus diburui mafia,suka dgn jiwa yul yg berani rela berkorban trus tuk adec y,,kenapa makin sulit ja yg mrka hadapi.aku yakin yul sudah memahami dia sedang diburu jd dia bs makin hati hati
    disini kembali author makin buar q senang yoonsic knp mereka slalu begitu manis bersama,dan ga sia sia hasil belatih bela diri y chukkae yoong makin kagum sica sm mu 😆😊
    syukurlah taeyeon trnyata diselamati yul& setuju sy thor taeyeon berubah jd handsome 😅 penssarannya banyak dgn smua peristiwa pa lg yg bakal terjadi ,,
    semangat author slalu support dan menunggu lanjutan y ini ☺😊

    Liked by 1 person

  2. junghyun1park says:

    Yoong udah baik bgt sm soo dr kecil, masak iya soo tega ngikutin mr. Choi buat nyelakai yoonyul
    Kalo biasanya yul yg byun in kebalik yoong yg byun yul yg kalem hehehehehe
    Taeng oppa so handsome,,awas jg godain tiffany lagi ya taeng oppa, inget melon sunny *oops
    Moga2 aj yulti gpp,, taeng jg ad d dalam mobil itu jg kah?
    Lanjut author-nim,, ceritanya makin seru, semangat

    Liked by 1 person

  3. kwonyy says:

    tae g ikut di mobil yulti ya thor???
    mudah”an yulti g kenapa” wlo yoona udah mendptkan firasat yg g enak…..tuan choi jahat yulti lg mesra” nya pengen dibunuh😭
    aku rasa syoo ngebantu yoonyul kok aplgi dia udah lama sahabatan ama yoong

    Liked by 1 person

  4. sophiltor says:

    Speechless…gua bacanya saking terharu,nyesek and apa lgi ya??
    Tp author selalu berhasil mbuat diri terus dlm penantian 😦
    Setiap kali buka wp mau cek notif WAD udh update apa belom? Next partnya jgn lamaaaa donk thor 😥
    Btw gomawo buat part yg pnjang ini :*

    Liked by 2 people

  5. Rika Mujahidah says:

    akhirnya author update jugah , lama syekaleh akoh mnunggu smpe bdan jamuran 😥
    btw yoonsic mkin sweet ae >< *ughilikeit
    yultinya jga dong thor :v klo bsa ada moment AnUnya wkwkws :v
    smoga yg d mobil bkan yulti :3

    Liked by 1 person

  6. Taera_Kim says:

    Yoong benerbener setia kawan, sampe rela ngorbanin dirinya demi sooyoung, dan sekarang dia malah mau dibunuh sama ayahnya sooyoung:( yulti kecelakaan kah? Atau orang lain?
    Sedikit lupa alurnya dan baca lagi part 11😂😂

    Like

  7. Yuni krismawati says:

    Uhh yoonsic😍😂😂😂
    Ekhem yulti😄😄😄
    Taeng ganteng sekali😘😘
    Itu yang ketabrak siapa? Semoga yul, fany sama tae gak kenapa-kenapa

    Liked by 1 person

  8. grc_grace says:

    Aigoo yoona why so pervert 😂😂😂
    Kim Taehyuk oppa 😍😍😘😘
    Sunny masih gak bisa berpaling dari taeyeon..
    Aduhh semoga Yuri dan Tiffany gak kenapa” 😥😥

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s