We Are Different part 9

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl
……………………………………………

“Unnie, kau sedang tak sibuk? Bagaimana kalau kita hang out? Sudah lama kita tak pernah keluar bersama” ucap krystal yang tiba tiba memasuki kamar jessica dan mendapati kakaknya yang sedang berbaring diatas tempat tidurnya itu

“Hmm… Sorry aku sedang malas kryst, lagi pula sebentar lagi aku akan pergi”

“Kau akan pergi lagi? Why? Akhir akhir ini kau selalu pergi, bahkan kekasihmu selalu mencarimu”

“Aku ingin melanjutkan tesisku yang sempat tertunda, aku harus ke beberapa tempat untuk melakukan penelitian”

“Tapi.. Apa kau tak bosan? Ini sudah hampir satu minggu, aku merindukanmu” ucap krystal dengan nada sendunya dan berlalu meninggalkan kamar. Sementara jessica hanya terdiam menatap adiknya yang mulai menghilang dari pandangannya itu

“Mianhae kryst, entah kenapa hatiku masih terasa sakit setiap melihat wajahmu, sekilas kau begitu mirip dengannya” ucap jessica dalam hati

Flashback

malam itu setelah cukup lama tertidur setelah menempuh perjalan seoul – USA  jessica kembali terbangun karena merasa haus, iapun berjalan memasuki dapur untuk menegambil air minum, tepat pada saat itu krystal baru saja tiba

“unnie, you’re back!” teriak krystal begitu melihat jessica sudah kembali sementara jessica yang menoleh begitu mendengar suara adiknya langsung terdiam saat melihat wajah krystal yang tersenyum padanya

“yoona?” gumamnya saat menatap wajah krystal yang sangat mirip dengan yoona, saat itupun jantungnya kembali berdetak sangat cepat

krystalpun berlari memeluknya

“i really miss you” ucap krystal

“ah.. dia memang benar benar mirip dengan adikku” ucapnya kembali dalam hati

“aku juga merindukanmu kryst” ucap jessica melepaskan pelukannya, keduanyapun berbincang terutama krystal yang menceritakan banyak hal yang terjadi selama jessica meninggalkan LA, namun semenjak menyadari jika wajah krystal mirip dengan yeoja yang selalu mengganggu pikirannya itu jessica terus terusan menunduk menghindari bertatap mata dengan adiknya karena terus mengingatkannya pada yoona

Flashback end

setelah memulihkan pikirannya, jessica pun terbangun dan segera bersiap siap, hari ini ia berniat untuk menemui kedua orang tuanya

…………………………

seoul

Yuri dan tiffany baru saja keluar dari gedung teater setelah keduanya menonton sebuah pertunjukan teater musikal

“Bagaimana pertunjukan tadi? Kau menyukainya?” tanya tiffany antusias

“Emmm… Lumayan, aku menyukainya” ucap yuri tersenyum menatap sahabatnya itu

“Kyaaa…. Kau berhasil jessie, seleramu memang sangat bagus, gomawo…” ucap tiffany dalam hati dengan terus tersenyum riang

“Ya aku menyukai raut wajahmu yang selalu berubah ubah namun tetap manis saat menonton pertunjukan tadi, aku senang karena mu” ucap yuri dalam hati

Keduanya hanya tersenyum dengan isi pikiran masing-masing

“Ah sudah jam 9 malam, tak terasa ya” ucap tiffany setelah melihat jarum jam pada pergelangan tangannya

“Kau benar, mengapa waktu begitu cepat berlalu” ucap yuri menatap langit malam yang cerah itu

“Apa kita akan pulang?”

“Anniyo, hari ulang tahunmu masih tersisa beberapa jam lagi” 

“Tapi, apa kau tak lelah yul? Sedari pagi kau terus bersamaku bahkan kita sampai hampir kehabisan suara setelah menaiki wahana wahana lotte world tadi siang”

“Hahaha baboya, seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apa kau tak lelah?”

“Anniyo” ucap tiffany tersenyum menggelengkan kepalanya “selama bersamamu , seberapa lamapun waktunya, aku tak akan pernah merasa lelah yul” lanjutnya dalam hati, ia masih belum berani mengungkapkan perasaannya pada yuri

Keduanya kini berjalan memasuki sebuah taman

“kenapa kau terus terusan tersenyum sendiri seperti itu?” tanya yuri heran menatap raut wajah tiffany

“an.. anniyo” ucap tiffany gugup segera mengalihkan pandangannya “ak.. aku hanya menyukai langit malam ini, begitu cerah dan banyak bintang” lanjutnya sambil kembali tersenyum memandang langit

“ah kau benar, cuaca malam ini sangat mendukung untuk kencan kita hehehe” ucap yuri tertawa dan tersenyum memandang langit

“yul..” “fanny-ah” ucap kedua yeoja itu bersamaan dan saling memandang

“kau duluan saja” ucap yuri

“anniyo.. kau saja yul”

“hmm… Baiklah, aku ingin bertanya” ucap yuri terdiam sejenak “dulu kau pernah bercerita padaku tentang itu” ucap yuri menunjuk sebuah bintang yang terlihat paling terang diantara bintang bintang sekitarnya

“huh? bintang?” ucap tiffany belum mengerti ucapan yuri

“nne, orion” ucap yuri

“ah… orion, pangeran orion yang kau maksud? lalu, apa hubungannya dengan bintang?”

“yah, baboya… apa kau tidak tahu jika orion adalah sebuah rasi bintang”

“Jinja? hehe anniyo.. aku kira itu hanyalah sebuah nama pangeran di negeri negeri dongeng, jadi orion itu sebuah rasi bintang ya” ucap tiffany tertawa innocent

“nne salah satu rasi bintang paling terkenal, orion memang sekumpulan bintang yang membentuk pola seorang bergambar pria jika kita tarik garis garisnya, ada 13 bintang tepatnya”  ucap yuri kembali mengangkat jari telunjuk dan mengayun ayunkan seolah sedang menggambarkannya di langit

sementara tiffany memandangnya takjub seoerti melihat seorang pria dari yang telah yuri gambar

“woah… daebak, lalu jika orion memiliki 13 bintang, apa mereka juga memiliki nama?”

“nne.. ada rigel, betelgeuse, gamma orionis, alnilam, alnitak, kappa orionis, mintala, lota orionis, eta orionis, pi 3 orionis, lambda orionis, phi orionis, upsilon orionis” ucap yuri menyebutkan nama nama bintang itu sambil menghitung dengan ibu jarinya

“woah… kau benar benar daebak, jinjja” ucap tiffany menepuk nepukan kedua tangannya

“lalu, pangeranmu termasuk pada salah satu bintang mana diantara ke 13 itu?” ucap yuri

“bukankah mereka sama sama dalam rasi bintang orion?”

“anni… mereka memiliki cahaya yang berbeda”

“benarkah? ah molla… kami hanya bertemu satu kali dan itu sudah sangat lama”

“tapi kau masih belum bisa melupakannya kan?”

“nne…” ucap tiffany menundukkan kepalanya “bahkan mungkin aku tak bisa melupakannya” lanjutnya dalam hati

“cinta pertama memang sulit dilupakan” ucap yuri kembali memandang langit sementara tiffany langsung memandang yuri begitu mendengar ucapannya

tiffany hanya terdiam dalam pikirannya, satu sisi ia mencintai yuri namun sisi lain ia sadar jika ia masih belum bisa melupakan cinta pertamanya itu

“jangan bersedih, mungkin kau tak menyadari jika sebenarnya setiap hari kau selalu melihatnya, atau dia yang melihatmu” ucap yuri

“maksudmu?” ucap tiffany mengeryitkan dahinya membuat yuri terenyum

“jika dia adalah seorang pangeran yang sangat berarti bagimu, mungkin dia adalah rigel. bintang orion yang paling terang diantara bintang-bintang lainnya” ucap yuri menunjuk pada salah satu bintang yang paling terang itu

“dia akan terus terlihat setiap malam cerah, bahkan tetap terlihat paling terang, saat itu mungkin dia terus melihatmu” lanjutnya kembali tersenyum dan memandang tiffany

“hmm… tapi dia jauh yul” ucap tiffany sendu

“anniyo, dia sudah ada disini” ucap yuri

“huh, jinja? oddiga?” tanya tiffany menoleh ke segala arah untuk mencari namun ia tak menemukan manusia di sekitar mereka

“aiigoo.. dia ada disini” menunjuk dada tiffany membuat tiffany ikut menunduk memandang jari yuri “jika kau tak bisa melupakannya berarti dia sudah menjadi kenangan paling berarti untukmu, setiap kenangan yang tak bisa kau lupakan bukankah berarti sudah tersimpan di hati?” lanjutnya

“ah.. kau benar yul” ucap tiffany tersenyum malu

 “sekarang giliranmu” ucap yuri

“hehehe aku sudah lupa mau bicara apa” ucap tiffany menggaruk garukkan kepalanya yang tak gatal itu

“yah, dasar…” ucap yuri menjitak pelan kepala sahabatnya itu

“aku tak mungkin mengungkapkan perasaanku disaat seperti ini” ucap tiffany dalam hati memandang yuri yang kembali fokus memandang langit

keduanya terdiam cukup lama

“ah iya, sebenarnya aku penasaran padamu, bagaimana kau bisa sangat mengetahui tentang rasi orion?”

“eommaku, dia adalah seorang lulusan astronomi, dia banyak menceritakan tentang alam semesta setiap sebelum tidur”

“ah.. pantas, eomma mu adalah orang sangat hebat” ucap tiffany

“tentu saja”

waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, yuri mengeluarkan kue cake buatannya yang sudah ia bawa dan mengeluarkan lilin kecil yang sudah ia simpan di sakunya

“sudah waktunya” ucap yuri sambil menyalakan lilin yang sudah ditaruh diatas kue itu, tiffany kembali tersenyum senang melihatnya, walaupun yuri tak memberinya kejutan seperti perayaan ulang tahun yang dilakukan orang2 biasanya, tiffany tetap merasakan senang karena baginya bisa merayakan ulang tahun bersama yuri sudah merasa sangat bahagia

“jja..!! saengil chukkhae hamnida…  saengil chukkhae hamnida…

saranghaneun uri miyoungie… saengil chukkhae hamnida…” ucap yuri menyanyikan lagu ulang tahun sambil membawa kue itu dihadap wajah tiffany

3a8346dde535aaaf9bd30068875b65e5.jpg

“kya.. gomawo…” ucap tiffany tersenyum senang menampakkan eye smile nya

64621111201201300118593947840938288_001.jpg

“kkah make a wish dulu sebelum kau meniupnya”

“arra..” ucap tiffany kemudian memejamkan kedua matanya dengan kedua tangan yang mengepal, dengan tersenyum ia memanjatkan segala harapannya didalam hati dan tiffany pun meniup lilin itu hingga padam

“yaaayyy….!!!” teriak yuri senang, ia menaruh lilin itu kemudian menyuapkan potongan potongan kecil cake itu pada tiffany

“gomawo… Ini lezat yul” ucap tiffany

“Tentu saja, siapa dulu yang membuatnya”

“Jadi.. Kau yang membuatnya? Bukankah kau bilang tak bisa memasak?”

“Yah, kau tak tahu seberapa lama aku melakukan kursus demi membuat ini huh?”

“Hehehe aku hanya terkejut, mianhae.. Dan makasih banyak yul, aku sangat terharu dengan usahamu itu, ini sangat lezat” ucap tiffany kembali menerima suapan cake dari yuri hingga cake itu habis

“sekarang pejamkan kedua matamu kembali” ucap yuri

“huh? wae..?” tanya tiffany

“sudahlah, turuti saja perintahku”

“hmm… baiklah” ucap tiffany memejamkan kedua matanya tiffany namun tiba tiba ia merasakan tubuhnya dipeluk

“huh?”  gumam tiffany merasa heran membuka kedua matanya dan hendak melepaskan pelukan namun kedua tangan yuri menahannya

“biarkan seperti ini dulu, dan tetap pejamkan matamu” ucap yuri, tiffany pun mengangguk dan kembali memejamkan kedua matanya

Setelah cukup lama akhirnya yuri melepaskan pelukannya

“selesai, sekarang kau boleh membuka kedua matamu” ucapnya

tiffany kembali membuka kedua matanya

“huh, aneh sekali” ucap tiffany

“sudah larut, kajja kita pulang.. kau harus istirahat”

“kau tak ingin memberiku kado?” tanya tiffany

“huh? ah… anniyo, aku melupakannya hehehe” ucap yuri tertawa sambil menggaruk garukkan kepalanya sementara tiffany hanya mempoutkan bibirnya

keduanya pun kembali berjalan meninggalkan taman

“y..yyul” panggil tiffany setelah keduanya cukup lama terdiam

“nne?” ucap yuri menoleh pada yeoja disampingnya itu

“apa kau masih mengingat cinta pertamamu?” tanya tiffany, ia melihat yuri terdiam kembali sambil memandang kedepan

“hmm… tentu, aku masih ingat”

“nugu? apa vivian cinta pertamamu?”

“anniyo, aku bertemu cinta pertamaku sama sepertimu saat masih sekolah dulu”

“woah, apa dia tampan?”

“anniyo, dia seorang yeoja”

“apa dia cantik?”

“nne… dia memiliki wajah dan suara yang sangat cantik” ucap yuri kembali memandang tiffany “sepertimu” lanjutnya

“hmm… pasti dulu kau sangat bahagia”

“anniyo”

“wae? apa cintamu bertepuk sebelah tangan?”

“anni… “

“lalu? mestinya kan kau merasa bahagia yul”

“nne, aku memang bahagia saat pertama bertemu dengannya aku sudah langsung jatuh cinta padanya, tapi saat itu juga aku merasakan sakit”

“wae?”

“aku sudah lupa hehehe” ucap yuri mengacak acak rambut tiffany

“yaish… menyebalkan” kesal tiffany berjalan mendahului yuri

“apa yul masih mencintai cinta pertamanya sama sepertiku?” ucap tiffany dalam hati

“hey… chankkaman… jangan marah” ucap yuri menyusul langkah tiffany, hingga tiffany berhenti ketika sampai didepan apartemennya

“aku kira kau mencintaiku” ucap tiffany sedikit ragu, namun ia benar benar ingin tahu bagaimana perasaan yuri terhadapnya

“tentu saja aku mencintaimu” ucap yuri membuat kedua mata tiffany terbuka lebar dan sedikit membuka mulutnya karena terkejut

“karena kau sahabat terbaikku” ucap yuri kembali sambil tersenyum mengusap usap kepala tiffany “kkah, masuklah dan istirahat” lanjutnya

namun yuri melihat tiffany masih diam saja dengan sedikit menundukkan wajahnya

“wae??” tanya yuri, tangannya hendak memegang pundak tiffany namun tiffany langsung menghindar

“an.. anniyo, ak.. akku masuk dulu yul, bye” ucap tiffany segera meninggalkan yuri tanpa memandang yeoja dihadapnnya itu

Yuri hanya tersenyum memandang kepergian tiffany, iapun berjalan menuju basement apartemen untuk mengambil mobilnya

saat meninggalkan gedung teater yuri meminta amber untuk mengambil dan mengantarkan mobilnya ke apartemen tiffany karena yuri dan tiffany memilih berjalan. dan kini mobil milik yuri usdah berada disana.

………………

keesokan harinya, tiffany terbangun dan langsung tersenyum begitu menundukkan wajahnya dan melihat sebuah kalung berliontinkan setengah hati yang merupakan kalung couple

Flashback

malam tadi setelah memasuki apartemennya tiffany segera melempar tas kecil yang dibawanya dan dengan malas langsung berbaring diatas tempat tidurnya tanpa mengganti baju dahulu

namun ia kembali terbangun karena merasa tak nyaman tidur memakai pakaian itu, iapun melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 3 dinihari, tiffany terbangun berjalan ke dalam kamar mandi sambil membawa kaos untuk mengganti pakaiannya

setelah membuka baju mata tiffany tertuju pada sesbuah benda yang terlihat berkilau terkena cahaya lampu, benda itu tanpa ia sadari telah melingkar pada lehernya, awalnya tiffany merasa bingung namun kemudian  ia tersenyum, pikirannya kembali pada beberapa jam yang lalu saat merayakan hari ulang tahunnya bersama yuri dan saat itu yuri memeluknya cukup lama

Tiffany baru menyadari ternyata yuri memasangkan kalung itu padanya sebagai kado ulang tahunnya

“baboya…” ucap tiffany memukul kepalanya sendiri

setelah mengganti baju tiffany kembali berbaring diaatas tempat tidurnya, matanya tak langsung terpejam. ia mengambil ponsel dan mengirimkan sebuah pesan pada yuri

“apa kau sudah tidur? yah, baboya… kenapa kau tak memberitahuku tentang kalung ini?” tapi.. gomawo.. ^_^” – send

“hehehe surprise, kau menyukainya?” – yuri

“yah, aku pikir kau sudah tidur, tentu saja aku sangat menyukainya ^_^ tapi kenapa liotinnya hanya berbentuk setengah hati?” tanya tiffany

“karena setengahnya ada padaku dan aku memakainya sekarang” -yuri

tiffany kembali tersenyum senang meletakkan ponsel diatas dadanya setelah membaca balasan pesan dari sahabatnya itu hingga tak terasa ia kembali tertidur tanpa sempat membalas pesan yuri

Flashback end

setelah cukup lama memandang kalung itu, tiffany mengambil ponselnya hendak menghubungi yuri namun baru saja ia menekan tombol nomor tiba tiba yoona mengetuk pintu kamarnya

“unnie… apa kau sudah bangun?”

“nne sudah yoong, masuklah aku tak mengunci kamarku” ucap tiffany meletakkan kembali ponselnya dan mengubah posisinya duduk diatas tempat tidurnya

“un.. unnie..” panggil yoona pada tiffany dengan wajah yang memucat

“ada apa yoong?”

“t..ttaeyeon unnie…” ucap yoona sedikit menundukkan kepalanya, ia merasa ragu untuk mengatakannya

…………..

Yuri dan amber baru saja tiba dan memarkirkan mobilnya beberapa meter disekitaran rumah taeyeon yang sudah dibatasi garis polisi, banyak sekali polisi dan detektif disana yang sedang melakukan penyelidikan terhadap pemboman rumah taeyeon yang terjadi tadi malam.

yuri terdiam begitu melihat pemandangan dihadapannya, rumah taeyeon yang terlihat hancur tak tertisa, beruntung halaman rumah taeyeon sangat luas hingga tak sampai mengenai rumah tetangganya meskipun hampir seluruh pohon dan tanaman serta dinding pagar rumahnya ikut hancur

“hyoyeon-shi…” panggil yuri pada yeoja yang berdiri terdiam tak jauh dari sana

“aku terlambat” ucap hyoyeon kembali menundukkan kepalanya, raut wajahnya terlihat sangat menyesal merasa sangat bersalah karena terlambat menolong sahabat dekatnya itu “taeyeon tak bisa ditemukan karena semuanya sudah sangat hancur hingga sangat sulit melakukan identifikasi dari sisa sisa itu, para keparat itu memasang beberapa bom didalam rumahnya, aku berharap taeyeon tak berada disana tapi polisi berhasil menemukan itu” ucapnya kembali sambil matanya tertuju pada sebuah barang yang diletakan ditempat penyelidikan, mata yuri pun ikut tertuju pada barang itu

yuri terdiam memandang sebuah ponsel mirip milik taeyeon yang terlihat hangus, tangannya mengusap usap pundak hyoyeon untuk menenangkannya, ia tahu yeoja itu merasa sangat sedih dan tertekan

“Siwan-shi, apa ini milik taeyeon?” tanya yuri pada seorang detektif yang pernah menangani kasusnya saat berada di penjara dulu

“kau? kenapa ada disini?”

“taeyeon saudara tiriku”

“ah ya aku ingat, nne itu milik taeyeon-shi, ponsel itu ditemukan berada tak jauh dari rumahnya, taeyeon-shi memang berada di rumahnya karena hyoyeon-shi mengatakan jika ia baru saja tiba di rumahnya saat ditelepon olehnya, namun tiba ia tak mendengar suara taeyeon, diduga taeyeon-shi mendapatkan penyerangan karena hyoyeon-shi sempat mendengar suara pukulan sebelum akhirnya sambungannya terputus, dilihat dari kerusakan pada layar ini ponsel taeyeon dipukul atau diinjak oleh pelaku dan kemungkinan pelaku tidak hanya satu orang”

“apa bukti dari para pelaku masih belum ditemukan?”

“sejauh ini kami masih menyelidiki seseorang yang menghubungi pengacaranya dan mengatakan jika taeyeon-shi sedang dalam bahaya, sayangnya nomor penelepon itu tak bisa terdeteksi, saya kira ini bukan kasus yang kecil hingga membuat si pembunuh benar benar menghilangkan taeyeon-shi”

“hmm… tadi malam hyoyeon-shi sempat menghubungiku, tapi sayangnya saat itu sedang bersama sahabatku untuk merayakan ulang tahunnya” ucap yuri kembali memandang hyoyeon

“kami turut berduka cita atas kejadian ini yuri-shi”

“nne… kamsahamnida siwan-shi” ucap yuri membungkukan badannya pamit pada detektif itu

“sunbae, nugu?” tanya salah satu polisi yang baru saja menghapiri detektif bernama siwan itu

“jonghyun-ah, aku tugaskan padamu untuk mengawasi dia dan mencari tahu tentang perusahaan ayah tirinya, ku dengar sebelumnya taeyeon menangani tugas untuk membuka kedok beberapa perusahaan gelap dan salah satunya perusahaan besar borbound, aku rasa salah satu perusahan perusahaan gelap itu yang diberada dibalik kasus ini”

“nne sunbaenim”

……………

sore harinya di sebuah gedung, upacara kematian taeyeon digelar meskipun jasad taeyeon tak ada karena tubuh taeyeon ikut hancur bersama rumahnya akibat bom itu. hanya sebuah foto taeyeon yang terpajang disebuah peti kosong sebagai simbol.

ruangan itu sudah terisi banyak orang yang ingin melepaskan kepergian taeyeon, kebanyakan mereka adalah para polisi baik rekan rekan, para sunbae maupun para hoobae di kepolisian tempat taeyeon bekerja

Yuri menarik lengan kemejanya dan mengusap keringat pada dahinya begitu selesai memberikan beberapa hidangan kepada para pelayat, dari awal yuri memang berada disana untuk mengatur acara tersebut setelah mengetahui ibu taeyeon kembali dirawat di rumah sakit karena mengalami syok berat setelah mendapatkan kabar tentang putri satu ssatunya itu hingga yuri lah yang bertanggung jawab atas acara ini.

“unnie” panggil seseorang membuat yuri menoleh kearahnya

“yoong..” ucap yuri

“mianhae aku terlambat”

“gwaenchanna, kau datang sendirian?”

“nne.. sebenarnya tadi pagi aku bersama fanny unnie mendatangi rumah taeyeon unnie”

“mwo? lalu tiffany?”

“fanny unnie tidak bisa ikut kemari, setelah dari sana fanny unnie terus menangis dan mengurung diri didalam kamarnya”

“hmm…. pasti ini sangat berat untuknya” ucap yuri “miyoungie… mianhae..” lanjutnya dalam hati sambil memikirkan tiffany

“kau istirahat saja dulu, biar aku yang ikut membantu mereka menghidangkan makanan untuk tamu” ucap yoona, yuri pun mengangguk

ia terus memandang adiknya yang mulai berjalan menuju dapur, namun pandangannya teralihkan saat mendengar beberapa orang tiba di ruangan itu, ia melihat sunny yang langsung berlari dan menangis dihadapan peti sampai beberapa maid yang mengikuti kembali menenangkannya, pandangan yuri beralih pada seseorang berpakaian serba hitam diikuti beberapa bodyguard dibelakangnya, tuan choi. pandangan tuan choi dan yuri sempat bertemu saat saling berpapasan. yuri masih terdiam menatap tuan choi yang sudah tak lagi memandangnya

merasa ada yang memperhatikannya, tuan choi pun kembali membalikkan badannya dan saat itu pula yuri buru buru mengalihkan tatapannya dan berjalan meninggalkan tempat itu, sayangnya tuan choi mengetahui jika yuri tengah memandangnya

“adiknya pasti berada disini, cari dan tangkap dia” bisik tuan choi pada salah satu bodyguard yang berada disampingnya

“nne tuan” ucap bodyguard itu segera mberitahukan pada anak buah lainnya

“huh? oddiga?” ucap yoona saat melihat yuri berjalan keluar, ia baru saja keluar dari dapur hendak menghampiri yuri “unn… hmmp…!!” panggil yoona namun tepat saat itu seseorang berpakaian serba hitam muncul  dari belakang  langsung membekapnya dengan sapu tangan dan langsung menempelkan alat setrum pada tubuh yoona hingga membuatnya tak sadarkan diri, orang itupun menyeret dan membawa tubuh yoona melalui pintu belakang gedung sayangnya saat itu keadaan dapur sedang sepi hingga tak ada yang mengetahui hal itu

………………..

USA

“unnie, apa yang terjadi?” ucap krystal yang baru memasuki kamar jessica, ia melihat jessica sedang berbaring diatas tempat tidurnya setelah melewati acara makan malam yang sempat terjadi masalah

“kau sudah melihatnya kryst” ucap jessica

flashback

Tadi malam keluarga jessica dan keluarga tyler tengah mengadakan pertemuan keluarga dan makan malam bersama disebuah restoran. mereka sengaja mengadakan pertemuan keluarga untuk membicarakan acara pertunangan jessica dan tyler

“aku senang melihat kalian sudah kembali bersama, jessica adalah perempuan yang sangat baik” ucap ibu tyler membuka percakapan setelah makan malam selesai, sementara ibu jessica hanya tersenyum menanggapinya

“aku minta maaf karna sempat membuat jessica kecewa dan pergi, tapi aku senang pada akhirnya bisa membawanya kembali, jadi aku ingin memutuskan untuk segera mengadakan acara pertunangan kami” ucap tyler membuat jessica terkejut atas ucapan pria itu

“hmm.. lebih bagus memang begitu, kalian sangat cocok” ucap ayah jessica

“jadi, bagaimana pendapatmu nak?” tanya ibu jessica, orang orang disekitarnya pun memandang jessica yang masih terdiam

“i’m sorry” ucap jessica membuat keluarganya maupun keluarga tyler terkejut dan heran “i’m so sorry, aku tak bisa melanjutkan ini”

“apa maksudmu, sica?” ucap tyler

“mianhae, aku rasa aku tak bisa menerimanya, kita akhiri saja, aku benar benar minta maaf” ucap jessica membuat kedua orang tuanya saling berpadangan, jessica pun segera berdiri dan meninggalkan mereka

“jessica, apa maksudmu?” ucap tyler yang berhasil menyusul dan menahan jessica

“apa kalimatku kurang jelas tadi?”

“kau menolakku, but why? bukankah di seoul kau sudah menerimaku bahkan kau ikut denganku kemari?”

“ya, saat itu aku pikir aku bisa menerimamu kembali, ternyata aku tak bisa”

“bukankah sudah ku jelaskan jika perempuan itu hanyalah sahabatku?”

“nne, tapi bukan karena itu tyler”

“lalu apa?”

“aku… sudah tak memiliki perasaan yang sama terhadapmu, aku sudah tidak bisa mencintaimu lagi, maafkan aku” ucap jessica mendundukkan wajahnya

“why? karna perempuan korea sialan itu?”

“apa maksudmu?”

“aku tau perempuan korea sialan itu yang sudah membuatmu seperti ini” ucap tyler tersenyum sinis menatap jessica

“yah, mengapa kau memanggilnya seperti itu?!” ucap jessica mulai meninggikan suaranya

“sial, harusnya dulu aku benar benar memberinya pelajaran” ucap tyler

*plak!!!* jessica langsung menampar pipi tyler mendengar itu

“apa yang sudah kau lakukan padanya?” kesal jessica

“sica, aku hanya memberinya pelajaran , aku tau dia mencintaimu untuk itu aku menemuinya agar dia menjauhimu, seharusnya kau bersyukur aku telah membebaskanmu dari hubungan gila itu”

*plak!!* lagi lagi jessica menampar pipi tyler

ingatannya kembali saat yoona berubah sikap padanya, padahal hubungan mereka sempat membaik dan membuat jessica senang, namun saat yoona berubah sikap dan tiba tiba mencium bibirnya ia tahu jika itu agar membuatnya membenci yoona.

“cukup, mulai sekarang jangan pernah mengusik hidupku maupun perempuan itu!” ucap jessica

“why? mengapa kau memb…”

“aku mencintainya” ucap jessica memotong ucapan tyler

“what? hahaha jangan gila sica! hubungan kalian tidak masuk akal, bagaimana bisa seorang perempuan dengan perempuan? itu hanya lelucon gila”

“ya, mungkin ini memang gila, tapi aku memang mencintainya, jadi kumohon jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi, jadi kau bisa kembali bersama sahabatmu yang bisa menenangkanmu itu” ucap jessica mengeluarkan sebuah amplop dan menyerahkan kasar pada tyler, iapun meninggalkan tyler yang masih terdiam kesal menatap kepergiannya

tyler membuka amplop itu dan melihat beberapa lembar foto bergambar dirinya tengah berciuman mesra di bibir bahkan ada beberapa foto dirinya yang sedang tidur bersama tanpa sehelai pakaian yang hanya ditutupi selimut bersama perempuan yang ia sebut sebagai sahabatnya itu. tyler sangat terkejut karena jessica mengetahui itu tyler tak tahu darimana jessica mendapatkannya

“arrgggh!!!” teriak tyler mengacak acak rambutnya meluapkan kekesalannya

Flashback end

” i know.. but, aku hanya ingin meminta penjelasan darimu” ucap krystal

“penjelasan tentang apalagi?”

“tentang seorang perempuan bernama im yoona” ucap krystal membuat jessica terkejut langsung bangun dan duduk diatas tempat tidurnya

“k..kkryst, bagaimana kau…” ucap jessica masih gugup karena keterkejutannya

“aku tahu kau memutuskan tyler bukan hanya karna si brengsek itu berselingkuh dibelakangmu, aku rasa ada hal lain yang mengganggu pikiranmu, dan ternyata itu benar”

“tapi bagaimana kau bisa tahu?”

“hmm… dari status SNS mu saat tinggal di seoul kemarin sudah jelas jika kau sedang membenci seseorang dan pada akhirnya kau menyukainya, setelah kau kembali kesini banyak hal yang berubah darimu”

“yah, apa kau menguntitku”

“big no! lebih tepatnya aku, mom and daddy mengkhawatirkanmu bodoh!”

“hmmm…” gumam jessica kembali menundukkan wajahnya

“dia cantik juga” ucap krystal kembali membuat jessica mengangkat wajah dan menatapnya, pandangannya meminta penjelasan dari krystal

“aku sudah melihatnya di ponselmu, ada beberapa wajah yang terlihat candid, so aku pikir kau diam diam memotretnya kan?” ucap krystal

“kk…kkryst, apalagi yang kau tahu?” ucap jessica gugup

“aku pikir… kakakku mulai mencintai perempuan itu” ucap krystal memandang jessica yang kembali menundukkan wajahnya

“ini gila kryst, ini benar benar gila” ucap jessica mulai meneteskan air matanya

“mengapa kau bicara seperti itu?”

“aku tak seharusnya seperti ini, ada yang salah dengan perasaanku, benar benar bodoh”

“kau yang bodoh” ucap krystal membuat jessica menatapnya “apa yang salah dengan perasaanmu? kau sudah jelas mencintainya tapi kau terus menepis perasaanmu itu kan?”

“tapi hubungan ini rasanya terlihat gila”

“apanya yang gila? bukankah disini sudah biasa hubungan seperti itu?”

“ya.. but, how to explain it to mom and daddy?”

“just bring her here”

“aku takut kryst, aku takut mereka tak bisa menerimanya”

“kau tak takut aku mendahuluimu?” ucap krystal menyerahkan sebuah foto yang tertera pada layar ponselnya

ixw32a.jpg

“in.. ini…” ucap jessica terkejut, iapun mengambil ponsel itu dan membuka beberapa foto lainnya

“she’s my girlfriend” ucap krystal dengan wajah innocent nya

“what? lalu… mom and daddy?”

“tentu saja mereka sudah tau”

“what…?!!” ucap jessica kembali terkejut

“mereka sudah lama mengetahui hubunganku, bahkan aku selalu membawanya ke rumah, mom dan daddy menyukainya, kau sih… tadi malam malah langsung pergi tak langsung menjelaskannya pada mereka”

“t..ttapi…”

“aku sudah menjelaskannya pada mereka, awalnya mereka sempat marah saat kau tiba tiba pergi, tapi aku sudah menunujukkan beberapa foto pria brengsek itu”

“apa tentang yoona mereka tahu?”

“tentu saja, kau hanya perlu membawanya kemari, aku yakin pasti dia lebih muda darimu, aku jadi penasaran seberapa menyebalkannya dia hingga membuat unnieku yang seorang ice princess bisa jatuh cinta padanya”

“kryst… gomawo..” ucap jessica memeluk adik kesayangannya itu “mianhae atas sikapku padamu beberapa hari ini”

“it’s okay, aku tahu kau hanya terluka karena aku mirip dengannya” ucap krstal membuat jessica menunduk malu “ayo kemasi barang barangmu” ucap krystal segera berdiri, jessica pun dengan semangat segera mengambil kopernya

To Be Continued

…..

kamingsun….

“bagaimana keadaannya?” ucap yuri pada seorang dokter, keduanya tengah berdiri disamping seseorang yang masih terbaring tak sadarkan diri dengan beberapa alat medis yang terpasang pada tubuhnya

“mulai membaik, beruntung dia memiliki daya tahan tubuh yang kuat” ucap dokter itu

“hmm… lekaslah bangun dan bantu aku” ucap yuri dalam hati sambil tangannya mengusap usap lengan seseorang yang tengah terbaring itu

……………

yoona terbangun dan langsung saat melihat seorang yeoja sedang duduk menatapnya

“omo!! mengapa kau ada disini?” ucap yoona dengan keterkejutannya hingga ia melompat dan duduk diatas tempat tidur

*plak!!*

“Dasar bodoh! tentu saja, ini apartemenku!” ucap orang itu setelah memukul kepala yoona

“aw.. yah, appo..” ucap yoona mengusap usap kepalanya “tapi.. apa aku masih bermimpi ya?” lanjutnya mulai tersenyum kembali memandang yeoja dihadapannya itu

yeoja itupun dengan cepat langsung menjewer keras telinga yoona

…..

“secepat itukah kau pergi? bahkan aku masih belum memaafkanmu” ucap seorang yeoja pada sebuah foto bergambar dirinya bersama dengan yeoja yang pernah dicintainya itu

*tingtong* tiba tiba bel pintu berbunyi, dan tepat saat itu sebuah sms masuk pada ponselnya

“aku di depan pintu ^_^”

yeoja itupun tersenyum dan langsung berlari membukakan pintu, namun ia terkejut saat melihat orang yang sedang berdiri berhadapan dengannya itu, orang itu mengeluarkan senyum smirknya dan….

*slebb!!*

sebuah pisau tajam pun menembus perutnya tanpa sempat menghindar hingga tetes demi tetes darah keluar dan mengalir dari dalam perut yeoja itu, perlahan senyuman manis itupun menghilang

……………..

“bagus, bunuh satu persatu mereka hingga polisi kesulitan dengan kasus yang berdatangan ini, jangan sampai meninggalkan jejak atau kalian sendiri yang akan mati”

“nne..”

Advertisements

41 thoughts on “We Are Different part 9

  1. Zoey says:

    Huhh, tiffany gak jadi menyatakan cinta, dan yuri masih mikir fany milik tae. Gue yakin taeyeon blm koit dan seseorang selamatkan yoona

    Like

  2. Ros09 says:

    Hahhh akhirnyaa yang ditunggu tunggu update juga hehe

    Yulti mulai so sweet, mau kasih kado aja pakai peluk peluk. Dasar yul gak mau rugi 😂

    Yoong kenapa tuh? Distrumm? Sama siapa? Ayoo sica selamatkan yoong, keburu aku yg duluan selamatin yoong 😅

    Nihh taeng pasti masih hidup, pasti dia sembunyi dan cari trik buat ngumpulin bukti siapa dibalik semua ini. Iya gak thooor?😉

    Liked by 1 person

  3. Zia saskia says:

    yoong udh ngbuat si Sica not straight anymore wkwkwkwk

    Taeng beneran udh mati atau masih idup yaa? 😮
    Dan fany nya suka sama yul tp masi blm bisa moveon dr taeyeon..

    Semangat author-nim, ditunggu part kamingsun nya 😅

    Like

  4. yoongie says:

    Hoho akhirnya jessica ngaku kalo dia cinta sama yoona
    Si yuri sama tiffany bikin greget aja liatnya wkwk
    Eh wait, itu si sica kan kembali ke seoul terus ketemu yoong
    Yang ditusuk itu fany kah?

    Like

  5. nurhuda nur says:

    Knp yulti slalu mnghindar jika soal persaan ya ?? . Yul ngg mau ungkapkan .pany msh malu .

    Thor taeng meninggal kah ?? .ato msh dlm masa penculikan

    Situan choi tuh ingin dimusnahkan . Sebel jadinya .

    Like

  6. rzu says:

    yulti bikin gregetan, tinggal ngungkapin aja susah banget, pake ngomongin Cinta pertama lagi, kan jadi nya salah paham dan berakhir ga saling ngungkapin perasaan nya. ckckckc…….
    hadeuh jessi keduluan krys yg punya kekasih yeoja. 😄😄
    taeng bener2 udah meninggal. kematian yg sangat tragis.
    tuan choi mengerikan.

    Like

  7. yoongdeer says:

    fany knpa gak jdi nyatain prsaannya sma yul, kan jdinnya yul mikir klo fany msih sma tae….
    aduh sica knpa hrus plin plan dlu, untung ada krystal yng ngebntuin….good job krys
    btw ff krya kakk kren kak wlaupun blom smuanya kbca…
    fighting kak

    Liked by 1 person

  8. kimmievee says:

    Seriusan taeng meninggal thor?? Kok sedih bngt
    Bggak sabat sweet moment yulti + yoonsic tapi katlyaknya bkalan ada badai nihh huhh👻👻
    Fighting💙💙💙

    Liked by 1 person

  9. kwonyy says:

    jadi tae beneran udah tiada???😑
    cinta pertama siyul pasti fany tuh…
    dan cinta pertama fany sebenarnya siyul ya kan thor???😁 yg kena tusuk itu fany apa sunny?!

    Like

  10. siska2122 says:

    Ye ye ye… makin seru and next part bikin penasaran…. knp yuri gk ungkapin perasaan na… harus na pas mlm ultah fany tu mabuk trus cium yuri trus ngungkapin perasaan na.. trus tdr bersama… NC… hahahhaha… byuntae modeon…
    Jngn lama2 update na npa?

    Like

  11. may185blog says:

    Akhirnya Jessica bisa merasakan cintanya pada Yoona dan meninggalkan Taylor.
    Kenapa Yuri harus angeles lg untuk menyatakan cintanya itu.
    Mr Choi benar” sadis.
    Chayoo tuk next cepter. ✊😀

    Like

  12. Rika Mujahidah says:

    pcuk d cinta ulan pun tiba*ehh bner kgk seh
    ntahlah yg pnting w sneng akhirnya author update jga
    eleeh yul modusnya leh uga :v
    pngeran orion siapa seh thor :v , pnasaran w -,-
    w rasa yuri dah pngerannya :v , asiqueee jess kgk jdi sma tyler *sjudsykur
    fighting yak thor buat chap slnjutnya !

    Like

  13. merdila says:

    Hoho… Akhirx muncul jga nih ff. Oh.. Akhirx sica nyadarin+ngaku jga xlo dy cinta dg yoong. Aduh.. Yulti kox pda blum mau+brani u/ ngungkapin perasaan mrka masing” cih.!? Gemes jdix.
    Tu tae beneran ninggal or dy sempet kluar dri rumahx sblum rumahx mledak?
    Waduh… Tu yg nyulik yoong cpa lgix.? Trus mau diapain yoongx? Mudh”n ngga knp” deh dg yoong, cepetan ad yg nyadarin xlo yoong dculik+nylametinx. Tu yg niat banget nyelakain tae, yoonyul cpa ya!? Mr. Choi kah? Penasaran dg klanjutanx, dtunggu klanjutanx segera hhe…

    Like

  14. Sinta_mecink8 says:

    Arggg, author bikin kezel, gak mempan lagi makan k*tk*t kalo ky gini
    Taeng jangan mati,jaebal, ntar si sunny sama siapa?
    Nah trus entu yg d tusuk siapa lg coba? aaaaaaa(Ngacakrambut)
    For yulti, gua cuma bisa bilang “yalord,lancarkanlah percintaan mereka”

    Like

  15. sn says:

    Wtf…..
    Itu ateng kayaknya ga mati deh. Yoong udah selamat aja? Yang buat comingsoon ituuh yang kena tusuk fany tah? Lah ini mah kasian yuri kena incer semua orang yang deket sama dia

    Liked by 1 person

  16. fathirar says:

    Sadis nya kenapa main pisau ja ni org ngabisin org ,,,duuh siapa lg tuh yg kena tusuk..
    tu kan tiffany knp la u ga mau cakapan sm tae”,, heum harapan ku jg sm thor semoga taeyeon masih hidup& yoona omg!! Maen diculik ja,,mafia apa apan la ni dendam nya kebangetn

    Sorry thor jiwa emosi terbawa ..fighting tiffany cepat jdiannya dan sica please kembali ke korea tuk yoona 😢

    Liked by 1 person

  17. Hennyhilda says:

    Yahh kok taeng tp ga mungkin kan taeng dibikin meninggal? Ya kan ya kan plisss…
    Parah banget sica ngindarin adenya karna mirip ama yoona tp wajar sih gw aja juga gitu malah hijrahnya jauh banget biar ga keinget lagi wkwkwkwkwk *apaan nih pake curcol segala huhhh
    Waduhhh yoong mau dibawa kemana tuh btw teaser nextnya oke juga bikin gw bertanya2,jangan2 yg dijengukin yuri itu taeng ya

    Liked by 1 person

  18. I says:

    Yah.. Taeng beneran tuh?

    Wkwk ..
    Sica lucu sampai ngejauh dari crys karna mirip yoona

    Yoong 😱😱
    Siapa yang nyulik yoong?

    Like

  19. noviangale says:

    Frustasi ane yulti pakai bahasa hati sih kan nggak bisa denger…😥
    Batal lagi dech ngungkapinnya..
    Si yoonkrys kan emang kembar thor 😂
    Sukur tuh laler gepeng lo kena timpuk (gampar aja jess ampe penyok)😂
    My tae tae 😭😭😭

    Liked by 1 person

  20. grc_grace says:

    Tae beneran mati atau ternyata ada yg berhasil nyelamatin dia?
    Aduhhh gemes deh sama hubungan yulti, ayoo dong resmiin 😂
    Sica cepat kembali bawa yoona ke orangtuamu 😅😅

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s