We Are Different part 7

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

………………………………………………

Setelah mematikan televisi sooyoung berjalan menuju dapur, ia melihat yoona sedang membelakanginya sehingga tidak tahu kehadirannya, ia menghentikan langkahnya memperhatikan yoona yang sedang memotong beberapa gurita yang akan diolahnya perlahan sooyoung mengambil pisau dan menyembunyikannya dibalik punggung, ia kembali berjalan menghampiri yoona dalam diam

“akhh!!!!!” teriak yoona

“baboya.. pisau itu terlalu kecil untuk memotong gurita, kkah obati lukamu” ucap sooyoung menggeser yoona yang sedang meniup niup jarinya yang teriris pisau, sooyoungpun menggantikan posisi yoona dan mulai mengiris iris daging gurita itu

“gurita gurita itu tak ingin diam, hati hati dengan jarimu” ucap yoona

“tenang saja, aku tak sepertimu” ucap sooyoung yang dengan mudah memotong daging gurita itu kedalam beberapa bagian

“woah daebak” ucap yoona takjub

“mengapa kau masih disini, lekas obati jarimu”

“ini hanya luka kecil” ucap yoona menunjukkan luka di jari telunjuknya yang masih mengeluarkan darah itu

Sooyoung menghentikan kegiatannya dan menaruh kedua tangannya diatas pinggang sambil memandang yoona

“arraso… kau seperti eommaku saja” ucap yoona mempoutkan bibirnya dan mulai menyalakan kran membersihkan lukanya

“jadi kapan kau mulai berlatih?” tanya sooyoung

“molla, amber belum menghubungiku”

“kau benar benar ingin melakukannya?”

“nne, aku tidak mungkin terus bergantung pada unnieku, aku tahu bahaya besar sedang mengikuti kehidupan kami” ucap yoona sedikit menundukkan kepalanya memikirkan apa yang telah didengarnya beberapa hari lalu di kantor polisi

Flashback

Setelah yoona meninggalkan amber dan yuri, yoona tidak langsung pergi,ia bersembunyi dibalik dinding ruangan itu untuk mendengarkan pembicaraan dua yeoja itu, ia tahu itu pembicaraan yang serius

“jadi kau berhasil menangkap para pengintai itu? siapa mereka?” tanya yuri kembali serius, amber menegakkan badannya dan mulai mencondongkan tubuhnya mendekati yuri

“2 diantaranya mati tertembak, untungnya masih ada 1 orang yang hidup, mereka anak buah dari tuan choi”

“hmm…”

“eh? kau tak terkejut?”

“aku sudah menduganya, sebenarnya aku sudah tahu jika tuan choi pemilik rumah sakit itu, aku berpikir jika tuan choi berniat membunuhku dan yoona”

“karena itu untuk saat ini mianhae aku tak bisa membantumu keluar dari sini”

“Tapi masih ada hal yang ganjal” ucap yuri terlihat sedang berpikir

“Ganjal? Maksudmu?”

“Seharusnya aku yang tertembak padahal posisiku sangat mudah untuk dibidik, tapi justru tuan kim yang tertembak dan lagi….” ucap yuri mengingat kembali kejadian itu “posisi peluru yang menembus punggung tuan kim bukan posisi untuk membunuh, kalaupun tuan kim yang menjadi sasaran harusnya pada kepalanya atau bagian jantungnya”

“Jadi maksudmu pengintai itu melakukan kesalahan?”

“Aku rasa disana tidak hanya ada satu orang, aku mendengar sedikit keributan dan saat aku menyerang mereka aku yakin salah satu dari mereka terkena tembakanku, karena aku mendengar teriakannya dan dia terjatuh, lalu mendengar suara langkah kaki memasuki hutan”

“Apa menurutmu seseorang mencoba menggagalkan aksi penembakan itu?”

“Entahlah aku masih belum yakin”

“Apa kau sempat melihat wajahnya?”

“Sayangnya tidak”

“Daebak”

“Nne?” gumam yuri tak mengerti

“Pendengaranmu sangat tajam, itulah mengapa kau masih hidup sampai sekarang” ucap amber takjub

“Hahaha yah, aku bersyukur akan hal ini”

“Mianhae, aku belum bisa melakukan apa apa sekarang”

“gwaenchanna, aku hanya akan terus memintamu menjaga adikku”

“baiklah”

“dan latihlah dia bela diri”

“eh?? bukankah dulu kau melarangnya?”

“nne, tapi setelah kejadian ini pasti bahaya akan selalu mengintainya”

“arra, ah apa dia tahu tentang ayahmu?”

“anniyo, aku masih belum bisa memberitahunya, aku takut akan melukai jantungnya”

“baiklah, kalau begitu aku harus segera pergi mengawasi adikmu, aku akan segera melatihnya nanti”

“gomawo” ucap yuri memeluk amber

Setelah mendengar itu yoona langsung pergi, beruntung yuri dan amber tidak mengetahui keberadaannya. dan semenjak itu yoona selalu memikirkan apa yang dikatakan unnienya itu

Flashback end

cukup lama terdiam, pandangan yoona tertuju pada lengan sooyoung yang terluka

“Kenapa kau diam saja? Kau membuang buang air” ucap sooyoung menyadarkan yoona, ia pun segera mematikan kran air yang sedari tadi terus menyala

“Eh mianhae…” ucap yoona

“Untuk saat ini aku mungkin akan jarang berada di restoran”

“Huh? Wae?”

“Aku diminta membantu unnieku mengurus perusahaannya, jadi kau harus bisa mengurus restoran , lagipula kekasihmu juga berada disana”

“Begitu ya, hahaha dia bukan kekasihku bodoh”

“Tapi kau menyukainya”

“Yaish… Bagaimana bisa kau tahu?”

“Yah, wajah bodoh sepertimu sangat mudah ditebak”

“Hahaha menyebalkan”

“Kajja ,makanan sudah siap” ucap sooyoung menata makanan itu keatas nampan ,yoonapun membantu membawakannya dan keduanya menikmati makan malam bersama

……………………………..

Keesokan harinya

*ting tong* pagi pagi sekali bel pintu apartemen jessica berbunyi

Jessica yang sudah terbangun dan sedang menyiapkan sarapan pun segera berlari dengan semangat membuka pintu apartemennya

“Yah, kau sekarang jadi ra….” ucap jessica saat membuka pintu namun ucapannya terhenti saat bukan yoona yang berada dibalik pintu itu “tyler?” ucap jessica kembali menatap wajah pria dihadapannya itu

“Baby, ternyata kau memang disini” ucap tyler langsung memeluk jessica

Dengan cepat jessica melepaskan pelukan tyler

“Ada apa kau kemari?”

“Baby, selama ini aku selalu mencarimu”

“Kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi, tolong pergi dari hadapanku” ucap jessica mulai emosi ,ia menutup pintu apartemennya namun tyler menahan

“Baby, dengarkan penjelasanku dulu ,ini tak seperti yang kau pikirkan”

“Penjelasan apa lagi? Kau sendiri yang melepaskanku! Kau pikir aku tak tahu apa yang kau lakukan dengan wanita didalam kantormu itu, huh?!!” ucap jessica mulai menitikkan air matanya

“Baby, aku tak ada hubungan apa apa dengannya”

“Cukup! Aku muak mendengar alasan bodohmu itu!” teriak jessica mendorong keras pintunya namun tyler sekuat tenaga menahannya

“Dia sahabatku! Dia hanya mencoba menenangkanku ketika aku down!” teriak tyler membuat jessica melepaskan pintu itu

“Saat itu aku tak berniat melepaskanmu, saat itu pikiranku benar benar kacau dengan keadaan perusahaanku yang sedang tak baik, aku mencoba menghubungimu karena aku membutuhkanmu untuk menenangkanku, tapi berkali kali kamu menolaknya dan aku mengetahui kau sedang merayakan pesta bersama teman temanmu” ucap tyler kembali membuat jessica terdiam dalam tangisnya, kini emosinya mulai memudar

“saat tahu hal itu aku sangat kacau, disaat aku terjatuh tak ada satupun yang mengerti, maafkan aku saat itu aku dalam keadaan emosi dan putus asa, aku benar benar minta maaf atas apa yang telah aku ucapkan, aku sangat menyesal”

Jessica kembali menangis mendengar penjelasan dari tyler

Melihat jessica terdiam tyler kembali memeluknya

“Aku benar benar menyesal dengan keputusanku, aku selalu mencarimu kemana pun dan akhirnya aku bisa menemukanmu, aku mohon kembalilah padaku, aku benar benar sangat mencintaimu” ucap tyler

Saat itu juga yoona membalikkan badannya dibalik dinding tak jauh dari mereka, beberapa saat yang lalu saat tiba didepan apartemen, yoona bertemu dengan seorang pria yang tampak kebingungan sedang mencoba menghubungi seseorang, namun pria itu segera menaruh ponsel kedalam sakunya saat melihat yoona berjalan melewatinya

“Hey.. Excuse me” ucap pria itu

“Ya?” gumam yoona menghentikan langkahnya

“Apa kau penghuni apartemen disini?”

“Anniyo, aku ingin menemui temanku”

“Ah apa kau mengenal seorang perempuan bernama jessica jung?”

“Jessica jung?” ucap yoona tampak heran

“dia kekasihku yang sudah lumayan lama pergi dari USA, selama ini aku selalu mencarinya, aku mendapatkan kabar dari adiknya jika dia tinggal di apartemen ini”

Yoona terdiam mendengarnya, apalagi setelah pria ini mengatakan jika dia kekasih dari jessica jung, pria yang diceritakan telah meninggalkan jessica karena perempuan lain, yoona merasa geram namun ia sendiri bingung mengapa pria ini mencari jessica dan bahkan mencarinya sampai seoul.

“Ya, dia salah satu penghuni apartemen ini” ucap yoona setelah cukup lama terdiam

“Benarkah? Ah thanks god!” ucap pria itu tampak senang “kalau begitu, apakah kau tahu nomor kamarnya?” lanjutnya

“nomor 418” ucap yoona

“Ah thanks so much! Aku beruntung bertemu denganmu” ucap pria itu menggegam kedua tangan yoona

Pria itu pun berjalan memasuki gedung apartemen menuju kamar jessica, karena khawatir yoona mengikuti pria itu dari belakang

namun setelah keluar dari lift ia memperhatikan mereka cukup lama, awalnya ia akan menghampiri ketika melihat jessica sedang berusaha menutup pintu yang ditahan oleh pria bernama tyler itu, namun setelah mendengarkan penjelasan tyler yoona menghentikan niatnya dan ia melihat jessica berpelukan bersama pria itu, tanpa terasa itu membuat hati yoona terluka. ia pun segera pergi meninggalkan apartemen

…………………………………..

*tap tap tap*

suara langkah seseorang berlari membuat kedua mata yuri terbuka, ia melihat seseorang membukakan pintu sel dengan nafas yang tak teratur seusai berlari menuju tempatnya

“yy… yyul…!! huh huh huh huh!!”

“nne? apa yang terjadi?” tanya yuri melihat wajah vivian yang memucat

“ayahmu yul, kajja ikut aku” ucap vivian segera membawa yuri keluar dan memasuki mobil menuju rumah sakit

“ayahku? ada apa dengan tuan kim?” tanya yuri masih tak mengerti

“ayahmu mengalami kritis kembali”  ucap vivian dengan fokus mengendarai mobil yang dibawanya

Sesampainya di rumah sakit kedua yeoja itu segera berlari menuju ruang dimana tuan kim di rawat, begitu tiba sudah banyak orang orang dan polisi yang berdiri diluar ruangan, semuanya tampak begitu serius

“sir, bagaimana sekarang? apa yang terjadi?” ucap vivian kepada atasannya yang sudah berada disana

“kenapa dia ada disini?” tanya sersan yang menggantikan posisi taeyeon untuk sementara itu

“aku yang membawanya, bagaimana pun juga dia berhak tahu”

“sayangnya kalian terlambat” ucap sersan itu menundukkan kepalanya

“nne? apa yang terjadi?” tanya vivian

tanpa pikir panjang yuri berjalan dan membukakan pintu ruangan itu, ia tampak terkejut saat  mlihat taeyeon sedang menangis sambil memeluk tuan kim yang terbaring dengan kedua mata yang tertutup, semua alat yang terpasang pada tubuhnya telah dilepas

“tuan kim tidak dapat tertolong” ucap sersan itu

Yuri terdiam mematung atas apa yang telah dilihatnya, air matanya berhasil lolos membasahi pipinya, entah mengapa hatinya begitu sakit menerima kenyataan itu jika tuan kim yang ternyata ayah kandungnya sudah tidak ada di dunia ini tanpa sempat keduanya berbincang

Yuri kembali berjalan mundur, ia sempat melihat taeyeon yang melihat kehadirannya namun taeyeon tak berkata apa apa ataupun tak terlihat emosi saat melihat kehadiran yuri

“yul, kajja” ucap vivian menarik lengan yuri dan dibawanya ke rooftop rumah sakit

“mianhae aku terlambat membawamu” ucap vivian menundukkan kepalanya

saat itu juga tubuh yuri roboh dan menangis sejadi jadinya sambil terduduk

“appa…” ucap yuri dalam tangisnya “appa… wae…?” ucap yuri kembali

Sementara vivian terdiam menundukkan kepalanya

……………………………………..

Setelah beberapa hari tak masuk kini jessica kembali bekerja di restoran, namun ia merasa heran ketika tak melihat yoona maupun sooyoung didalam sana, biasanya ia selalu dijemput yeoja yang selalu mengganggunya bahkan kemarin pun yoona sama sekali tak menemuinya

“Luna-yaa apa kau tak melihat yoona dan sooyoung?” 

“Sooyoung unnie untuk beberapa hari ini tak bisa mengunjungi restoran, sedangkan yoong unnie sepertinya hari ini tak akan bekerja ,kau juga sudah beberapa hari ini tak masuk”

“Ah ya ada beberapa hal yang harus aku urus, Huh yoona? Why?”

“Molla.. kemarin wajahnya tampak buruk, dia juga hanya bekerja setengah hari”

“Ah begitu ya, kalau begitu aku ganti pakaian dulu, gomawo luna-yaa” ucap jessica kemudian berjalan memasuki ruang ganti “Aneh sekali, apa mungkin dia sedang bertengkar lagi dengan yuri?” gumamnya

………………………….

“Fany unnie?” panggil yoona saat melihat yeoja yang dikenalnya sedang berjalan dari arah halte menuju sebuah gedung rumah duka dimana acara penghormatan terakhir kematian tuan kim

“Oh hey yoong, kau juga akan mendatangi penghomatan terakhir tuan kim?” tanya tiffany segera menghampiri yoona dan keduanya kembali berjalan beriringan

“Nne aku ingin menemani yul unnie, kenapa unnie berangkat sendiri? Tak bersama taeyeon unnie?”

“Ah anni..y..” ucap tiffany namun tak dilanjutkannya begitu melihat kearah seseorang yang tak jauh dihadapannya

Ia melihat taeyeon yang sedang berdiri didepan peti jenazah ayahnya. Tiffany menghentikan langkahnya di bagian barisan belakang para pengunjung yang sedang memberikan penghormatan terakhir, suasana didalam sangat ramai oleh para pendatang yang menghadiri acara itu

“Wae..?” ucap yoona ikut melihat kearah yang dilihat tiffany

Yoona terkejut dan membulatkan kedua matanya ketika melihat taeyeon yang sedang berpelukan seorang yeoja yang dikenalnya “taeyeon unnie? Sunny unnie?” gumam yoona kemudian kembali memandang tiffany

“Hubungan kami sudah berakhir” ucap tiffany tersenyum miris memandang yoona, kedua matanya sudah terlihat berkaca kaca karena bagaimanapun juga melihat pemandangan itu membuat hatinya terasa sakit

“Gwaenchanna…” ucap yoona merangkul dan menepuk pundak tiffany

“Nne, aku akan baik baik saja… Gomawo yoong” ucap tiffany kembali tersenyum

“Sir, tersangka mendatangi tempat ini” ucap salah seorang polisi menghampiri dan memberitahukan atasannya

Suara polisi itu cukup keras membuat orang orang didalam ruangan itu sempat ramai membicarakan kasus itu, mereka tampak geram karena yang mereka tahu jika yuri benar benar tersangka dibalik penembakkan yang terjadi pada tuan kim

Tak berapa lama yoona dan tiffany melihat yeoja yang dikenalnya memakai pakaian serba hitam dengan kedua tangan yang di borgol memasuki ruangan itu, awalnya yoona tampak senang melihat unnie nya namun ia terkejut saat melihat seorang namja menghampiri yuri dan memukulnya

“Yah!! Dasar pembunuh!” teriak namja itu mencoba terus menyerang yuri namun para polisi dengan segera menahan namja itu, tidak hanya namja yang menyerang yuri, banyak para pengunjung pun yang menyoraki dan memaki yuri membuat vivian kembali membawa yuri keluar, awalnya yuri menolak namun karena melihat situasi akhirnya yuri kembali meninggalkan ruangan dan memasuki mobil

Saat itu juga yoona dan tiffany mengikutinya

“Unnie! Chankkaman!” teriak yoona begitu keempat yeoja itu tiba di base ment

“Huh? Yoong, kau juga datang kemari” ucap vivian saat menoleh kebelakang

“Nne, aku tahu jika yul akan kemari, bisakah kau beri waktu untukku dan unnieku?”

“Baiklah, kalian bisa berbicara didalam van itu, disana cukup luas” ucap vivian melepaskan geganggaman tangannya pada lengan yuri

“Kajja unnie” ucap yoona menggandeng lengan yuri dan memasuki sebuah van hitam milik vivian

Vivian pun membawa tiffany sedikit menjauhi mereka

Begitu duduk ,yoona memandang yuri yang terus terdiam sambil menunduk

“Kenapa kau tak menepisnya?” ucap yoona sambil mengusapkan ibu jarinya pada darah yang keluar dari ujung bibir yuri akibat pukulan namja itu

“Aku… “ ucap yuri menahan tangisnya

Yoonapun memeluk yuri

“Arra, memang menyakitkan.. Kau boleh menangis” ucap yoona

Tanpa menunggu lama tubuh yuri pun bergetar menumpahkan tangisannya dipelukan yoona

“Ini memang tak adil ketika 24 tahun kita tak mengetahui sosok seorang ayah, dan ketika dia ada justru malah pergi meninggalkan kita” ucap yoona mengusap usap punggung yuri

Yuri terkejut mendengar apa yang dikatakan adiknya itu, iapun segera melepaskan pelukannya

“Yoong, kau sudah tahu?”

“Nne… Aku tak sengaja mendengarnya saat kau berbicara dengan amber unnie” ucap yoona

“Yoong mianhae, bukan maksudku tak ingin memberitahumu” sesal yuri

“Gwaenchanna, awalnya memang aku terkejut saat mengetahui korban itu adalah ayah kandung kita , aku tahu kau tak akan membunuh sosok yang selalu kau kagumi sejak kecil meskipun kita tak pernah tahu sosoknya” ucap yoona merapikan poni poni rambut yuri yang terlihat berantakan “aku diberitahu amber jika appa meninggal, aku langsung segera kesini karena aku tahu kau pasti akan datang” lanjutnya

Yuri kembali menitikkan air matanya memandang yoona

“Aku belum sempat menanyakannya kenapa dia meninggalkan eomma padahal eomma selalu menceritakan hal hal yang bagus tentangnya padaku, bahkan eomma selalu memberitahuku jika aku tak boleh memebencinya” ucap yuri “bahkan aku belum sempat mengenalkanmu padanya” lanjutnya sambil menundukkan kepala

“Gwaenchanna, mianhae aku sebenarnya tak peduli tuan kim appaku atau bukan, karena bagiku sosok ayah yang ku kenal sejak kecil adalah kau, sejak kecil kau selalu menjadi tulang punggung membantu eomma untuk kita tetap bertahan hidup bahkan setelah eomma pergi pun kau tetap menjadi sosok orang tua bagiku” ucap yoona kembali memeluk yuri

Ingatan yoona kembali pada beberapa tahun silam dimana dirinya sedang didalam kantor kepala sekolah bersama kedua orang tua dari musuhnya, hara

Yoona dan hara telah terlibat keributan dilapangan basket saat jam olahraga berlangsung sehingga kedua orang tua masing masing baik yoona maupun hara dipanggil oleh kepala sekolah, kedua orang tua hara telah hadir kecuali yoona

“Yah, aku tak memiliki banyak waktu! Mana orang tuamu! Kepala sekolah, beri saja dia hukuman” ucap ayah hara yang tampak geram

“Mwo? Enak saja kau bicara, aku sudah sampai!” ucap yuri yang sudah berdiri didepan pintu

Yoona tersenyum saat melihat unnie nya itu

“Yah, siapa kau huh?” ucap ayah hara sambil menunjuk yuri

“Em.. Dia perwakilan dari orang tua yoona” ucap kepala sekolah

“Mwo? Yah, jangan bercanda! Sesibuk apa orang tuanya huh?” ucap ayah hara meninggikan suaranya

“Aku memang orang tuanya! Wae..? Apa kau takut huh?”  ucap yuri tak mau kalah

“Tuan, mianhae.. Kedua orang tua dari siswa ini memang sudah tidak ada ,jadi hanya yuri unnie nya yang bertanggung jawab” ucap kepala sekolah kembali

“Huh pantas kelakuannya seperti itu, karena tak pernah mendapatkan didikan orang tua”

“Yah ahjushi! Justru anakmu yang kurang mendapatkan didikan darimu, lihat saja wajahnya lebih banyak terluka dibanding adikku, sudah jelas dia yang membully adikku, adikku hanya ingin mempertahankan diri”

“Mwo? Yah..!” 

“Wae…? Ahjushi pikir aku tak dapat membuktikannya, pak kepala sekolah bisa menujukkan cctv jika mau, aku berani dikeluarkan dari sekolah ini jika dugaanku salah” ucap yuri memotong pembicaran ayah hara “kajja yoong” ucap yuri kembali sambil menarik tangan yoona dan menundukkan badannya pada kepala sekolah sebelum mereka meninggalkan ruangan

“Mwo??? Yah! Anak kurang ajar” teriak ayah hara menunjuk tunjuk yoona dan yuri yang sudah keluar dari ruangan

“Sudah sudah tuan, dilihat dari rekaman cctv itu memang benar..”

“Jadi kau ingin menghukum anakku? Kau berani menghukum anak dari perusahaan YJ group dibanding 2 anak tanpa orang tua itu?”

“Emm.. Mianhae tuan, sebenarnya kwon bersaudara sudah diangkat menjadi anak dari tuan lee, aku tak bisa memberitahumu tadi karena mereka tak ingin orang orang tahu”

“M..mmwo? Lee dari bourbound group?” ucap ayah hara tampak terkejut dengan wajah yang memucat

“Nne tuan” ucap kepala sekolah

Setelah meninggalkan ruangan kepala sekolah yuri membawa yoona ke kantin sekolah

“Apa kau terluka?” tanya yuri memeriksa wajah yoona, ia terlihat khawatir karena yoona tak bisa berkelahi

“Anniyo, saat hara membullyku dengan keras aku melemparkan bola basket yang ku genggam ke wajahnya, saat dia ingin membalas untungnya sonsaengnim tiba tepat waktu, hara sudah menaikkan kursi untuk memukulku, hampir saja”

“Ah syukurlah” ucap yuri mengusap kepala yoona

“Aku pikir kau akan memarahiku”

“Mwo? Anniyo, untuk apa aku memarahimu, seharusnya tadi aku tendang wajah ahjhusi itu yang sudah berani memakimu” ucap yuri yang terlihat kesal

“Hahaha andwae, nanti kau mendapat hukuman” ucap yoona tertawa

“Duduklah, kau ingin minum apa? Akan ku pesankan” ucap yuri

“Tapi unnie inikan bukan waktu istirahat”

“Kau tenang saja, lagipula salah mereka sendiri yang telah menyita waktu, lagipula kalaupun memasuki kelas kita pasti akan dimarahi guru”

“Tapi kenapa kau bisa tahu jika hara yang memulai duluan”

“Ah.. Itu, tadi saat berjalan di koridor tiffany memanggilku dan memberitahuku jika hara memang selalu membully orang orang, sebenarnya aku hanya berbicara asal asalan saat meminta kepala sekolah untuk mengecek cctv, tapi untunglah ucapanku benar hahaha” ucap yuri tertawa bangga

“Yaish… Aku ingin jus jeruk” 

“Baiklah ,tunggu disini” ucap yuri meninggalkan yoona untuk memesankan minuman

Yoona tersenyum memandang punggung yuri yang berjalan menjauh

Flashback end

“Harusnya aku tendang wajah ahjushi yang berani memukulmu itu” ucap yoona menirukan apa yang yuri katakan dulu

Yuri sedikit tertawa mendengarnya, kini ia sudah tak lagi menangis

“Andwae… Nanti kau akan dihukum kepala sekolah” ucap yuri menanggapinya

Keduanya kini tertawa dan melepaskan pelukan

“Kau harus segera keluar dari sel, kita harus segera membawa para pelaku menggantikan posisimu”

“Baiklah, tapi… Apa kau masih selalu bersama sooyoung?”

“Kau tenang saja” ucap yoona tersenyum memandang yuri

“Jaga dirimu baik baik yoong” ucap yuri

…….

Sementara diluar, tiffany dan vivian berdiri menunggu yuri dan yoona

Kedua yeoja itu sedari tadi tampak terdiam dengan kesibukan masing masing

Tiffany yang sibuk diam memainkan kakinya sedangkan vivian yang sibuk mengunyah permen karet, keduanya sesekali saling melirik satu sama lain hingga kini tatapan keduanya bertemu, tiffany langsung menundukkan kepalanya

“Ah ya, aku baru sadar kenapa kau ada disini? Bukankah seharusnya kau bersama taeyeon?” ucap vivian memulai percakapan

“Anniyo, kami sudah berpisah..” ucap tiffany

“Hmm… Pantas” ucap vivian mengangguk anggukkan kepalanya

“Apa selama didalam sel yuri hidup dengan baik?”

“Kenapa kau tak tanyakan langsung padanya?” ucap vivian

“Anniyo, dia selalu menutupi keadannya karena tak ingin membuatku khawatir”

“Ah… Begitu ya, nne dia hidup dengan baik, makan minum dan mandi sesuai jadwal”

“Syukurlah, gomawo telah menjaga yuri dengan baik, kalau begitu aku permisi pergi lebih dulu, tolong sampaikan pada yoona nanti” ucap tiffany mulai melamgkahkan kakinya

“Kapan aku akan mengungkapkannya?” ucap vivian membuat langkah tiffany terhenti

“Nne?” gumam tiffany merasa heran

“Atau mungkin apa yul yang sudah mengungkapkannya?” ucap vivian

“Maksudmu?” tanya tiffany masih belum mengerti

“Aigoo ternyata si bodoh itu memang pengecut” ucap vivian menepuk jidatnya

“Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan”

“Yah, sebenarnya aku tak berhak memberitahukan hal ini, tapi aku sudah muak melihat tingkah kalian, haishhh… Yuri menyukaimu!”

“Mwo? Tentu saja, dia sahabatku” ucap tiffany

“Yah, baboya…! Dia mencintaimu! Kau tahukan cinta itu apa?”

“Mwo??? C.. C…cinta? Anniyo, tak mungkin, bukankah kalian…”

“Nne.. Aku minta maaf saat kemarin hanya ingin menggodamu, lagipula aku hanya ingin memastikan apa cinta yuri memang benar benar bertepuk sebelah tangan, tapi setelah melihat tingkahmu aku sudah tahu jika kau juga menyukainya”

Tiffany semakin terkejut mendengarnya, selama ini ia selalu menyangka jika vivian dan yuri kembali bersama, namun yang lebih terkejut ketika ia mengetahui jika yuri mencintainya ternyata bukan karena hanya sekedar sahabat

“Yuri sudah mencintaimu saat pertama mengenalmu di sekolah, tapi saat itu kau justru mencintai taeyeon, jadi dia lebih memilih tetap menjadi sahabatmu sampai sekarang, sadarlah.. Apa perhatiannya padamu kurang dari yang taeyeon berikan, aku rasa lebih dari itu” ucap vivian

“Kenapa kau bisa tahu? Bukankah kau mantan kekasihnya?”

“Hmm… Sedikit memalukan mengatakan hal ini, kami dari kecil sudah bersahabat dan akan tetap bersahabat sampai kapanpun, selama menjelang pesta malam perpisahan yuri memintaku untuk berpura pura menjadi kekasihnya agar saat perpisahan tiba, awalnya aku menolaknya karena kita berbeda sekolah, tapi setelah aku tahu dia menyukai sahabatnya yang bernama tiffany hwang namun sudah memiliki kekasih akhirnya aku menerimanya, kau tahu perasaannya saat malam perpisahan ketika diatas panggung taeyeon menciummu? Ughh…! Hatinya benar benar hancur”

Air mata tiffany berhasil lolos dari kedua pipinya, ia benar benar terkejut mendengar penjelasan dari vivian sampai ia menutup mulut dengan telapak tangannya

Flashback

Tiffany dan yuri sedang bersantai menikmati jam istirahat mereka di sebuah taman dibawah pohon tempat kesukaan mereka

“Ah tak terasa sudah menjelang perpisahan” ucap yuri mengadahkan kepalanya memandang langit yang tampak cerah

“Kau benar, ah sedih sekali” ucap tiffany mempoutkan bibirnya

“Wae?”

“Kau tahu kan malam puncak nanti akan ada undian hukuman bagi yang tidak membawa pasangan harus tampil diatas panggung”

“Kau tenang saja, lagipula siswa tingkat akhir banyak yang tak memiliki pasangan”

“Tapi kau tahu sendiri yul nasibku disini seperti apa, sudah pasti hyomin akan beraksi”

“Kenapa kau terlihat cemas, gwaenchanna… Tunjukkan suara emasmu pada mereka” ucap yuri tersenyum menatap tiffany

“Huh? Memang kau pernah mendengarkan aku berbanyi?” 

“Anniyo hehehe” 

“Yaish… Aku tak bisa melakukannya”

“Wae…?”

“Aku hanya ingin bernyanyi untuk orion” ucap tiffany dalam hati

“Aku yang akan menjadi pasanganmu saat malam perpisahan nanti” ucap yuri membuat tiffany mengangkat wajahnya kembali

“Huh? Kau lagi?” ucap tiffany

“Hehehe apa boleh buat, kau bilang kau tak ingin bernanyi dihadapan mereka”

“Hemmmm…..” gumam tiffany menopang dagunya sambil memandang kearah lapangan basket, kedua matanya tertuju pada sosok kecil yang sedang bermain basket bersama teman temannya, sosok kecil yang tekenal pandai dalam berbagai mata pelajaran dan menjadi ketua tim basket di sekolahnya, kim taeyeon

“Kau masih mengharapkannya?” tanya yuri yang mengetahui arah tatapan tiffany

“Bahkan sampai tak terasa hingga mendekati perpisahan” ucap tiffany

Yuri terdiam memandang sahabatnya yang masih fokus menatap taeyeon itu

Begitu jam perlajaran berakhir, yuri meminta tiffany dan yoona untuk pulang terlebih dahulu karena alasan ada urusan di sekolah.

Dan setelah melihat yoona dan tiffany keluar dari gedung sekolah, yuri segera berlari menuju rooftop gedung, ia membuka pintu gudang tempat penyimpanan peralatan sekolah yang sudah tak terpakai, kemudian yuri mengambil sebuah peti kayu yang tersimpan didalam sebuah lemari ,ia terdiam memandang peti itu ,ia teringat saat pertama kali membuatkan peti kayu itu pada tiffany

“Igo” ucap yuri memberikan peti kayu yang dibuatnya pada tiffany

“Apa ini?” tanya tiffany heran

“Peti untuk menyimpan surat surat cintamu pada taeyeon, kau bilang kau tak berani memberikannya, bisa menyimpanannya disini, setidaknya saat setelah lulus nanti dan memiliki suami kau bisa membacanya kembali untuk mengenang cinta pertamamu”

“Yah, dia bukan cinta pertamaku”

“Ah terserah saja dia cinta pertamamu atau bukan hahaha”

“Tapi kau benar juga, aku akan menyimpannya” ucap tiffany dengan senyum bulan sabitnya, iapun menyimpan seluruh surat yang selalu ia buat untuk taeyeon didalam peti itu dan disimpannya kedalam lemari didalam gudang

Setelah cukup lama terdiam, yuri mengambil sebuah kunci peti itu, sebenarnya ia tak memberitahu tiffany jika ia juga memiliki kunci serep peti itu dan diam diam selalu membaca isi surat yang tiffany buat untuk taeyeon

Yuri membawa peti itu dan kembali turun, langkahnya menuju lapangan basket dimana masih ada tim basket sekolah yang sedang berlatih, yuri duduk di kursi penonton hingga sesi latihan usai ,yuri pun langsung mencari sosok yang ditunggunya didalam ruang ganti

“Taeyeon-ah!” panggil yuri pada sosok pendek yang sedang berjalan dan berbincang dengan temannya itu

Taeyeonpun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya melihat kearah yuri

“Ada apa?” ucap taeyeon

“Bisakah kita berbicara sebentar?”

“Untuk? Apa kau mengenalku?” ucap taeyeon menaikkan sebelah alisnya

“Ada hal yang penting yang ingin aku bicarakan, sebentar saja. Anniyo, aku kwon yuri dari kelas bisnis B”

“Baiklah” ucap taeyeon “kalian duluan saja” lanjutnya pada teman temannya itu hingga didalam ruang ganti hanya ada mereka berdua

“So?” ucap taeyeon

“Sebenarnya, aku hanya ingin memberikan ini” ucap yuri memberikan peti kayu kecil dan sebuah kunci pada taeyeon

Taeyeon kembali menaikkan sebelah alisnya merasa heran

“Itu surat cinta yang dibuat sahabatku untukmu sedari kelas pertama” ucap yuri

“Cih” decak taeyeon tersenyum meremehkan, ia memang sering mendapatkan surat surat cinta bahkan makanan dan coklat dari para penggemarnya di sekolah dan saat itu juga ia selalu menolaknya karena telah memiliki sunny, namun kini ia justru mendapatkan sekotak surat surat yang telah lama dipendam penggemarnya itu

“Setahuku kau sudah berpisah dengan sunny” ucap yuri membuat taeyeon geram dan menjatuhkan keras peti kayu itu beralih mencengkram keras kerah seragam yuri

“Yah! Tau apa kau huh? Jangan ikut campur urusanku!” ucap taeyeon

“Anniyo… Aku tak bermaksud menguntitmu, lagipula hampir seluruh sekolah sudah tahu” ucap yuri namun taeyeon semakin keras mencengkram kerah seragam yuri dan mendorong tubuhnya hingga membentur loker loker

“Jadi kau ingin meremehkanku?” 

“Anniyo, tidak sama sekali” ucap yuri membuat taeyeon melepaskan cengkraman pada kerah seragamnya

“Dia tiffany hwang sahabatku, dia benar benar telah lama menyukaimu, aku pastikan dia adalah orang yang sangat tulus, aku sudah sangat lama mengenalnya, aku harap dia benar benar bisa mengobati lukamu” ucap yuri kembali membuat taeyeon terdiam “aku harap kau bisa membuka hatimu” lanjutnya sambil menepuk pundak taeyeon kemudian pergi meninggalkannya

Taeyeon terdiam mencerna kembali apa yang diucapkan oleh yuri, pandangannya kini kembali ke peti kayu yang ia lempar. Taeyeon pun mengambil peti itu dan malam itu satu persatu taeyeon membaca surat yang tiffany buat hingga habis

Satu minggu kemudian

“Yul…. !!” teriak tiffany sambil berlari menghampiri yuri yang sedang berbaring dibawah pohon

“Wae…? Mengganggu tidurku sa…”

Belum sempat yuri melanjutkan bicaranya, tiffany sudah langsung memeluknya

“Yul, hari ini aku bahagia ,sangat bahagia!” ucap tiffany yang terus terusan tersenyum menampakkan bulan sabit pada kedua matanya

“Wae wae wae?? Kau baru saja mendapatkan jackpot eoh?”

“Anniyo… Bukan itu”

“Wae??”

“Taeyeon tadi menemuiku dan mengajakku berbicara hanya berdua! Kau tahu? Dia telah membaca surat surat ku!” ucap tiffany excited

“Waah… Chukkhae, lalu apa yang taeyeon ucapkan padamu?”

“Dia bilang masih sedikit sulit membuka hatinya tapi setelah membaca surat suratku dia akan berusaha membuka hatinya untukku dan memintaku menjadi pasangannya saat pesta perpisahan nanti, kyaaa!!!” teriak tiffany sambil tertawa dan meloncat loncat girang

Yuri pun ikut tertawa dan ikut meloncat, meskipun perasaannya sakit tapi baginya kebahagiaannya tiffany adalah kebahagiannya

“Tapi… Kau dengan siapa nanti?” ucap tiffany dengan raut wajah sedihnya

“Ah ya, aku juga hampir lupa memberitahumu, aku sudah mendapatkan pasangan untuk pesta nanti”

“Yah! Kau jahat sekali tak lekas memberitahuku, untung taeyeon datang tepat waktu”

“Hahaha kau benar” ucap yuri sambil tertawa dipaksakan

“Tapi… Nugu?”

“Emm.. Sebenarnya dia seseorang yang sudah lama aku sukai, tapi dia berbeda sekolah, kau jangan bilang siapa siapa ya”

“Baiklah rahasia terjaga, tapi… Kau sudah memiliki kekasih sekarang” ucap tiffany denga raut wajah yang kembali terlihat sedih

“Wae…?”

“Perhatianmu padaku akan terbagi bahkan mungkin kau akan melupakanku”

“Baboya…! Tentu saja tidak akan, aku akan tetap selalu ada untukmu, kau tenang saja lagipula dia berbeda sekolah hahaha”

“Ah… Kau benar hehehe, hmm… Bahagia sekali sekarang” ucap tiffany membaringkan tubuhnya diatas rumput dengan paha yuri sebagai bantalan kepala nya, perlahan tiffany memejamkan matanya

“Ya… Aku harap kau selalu bahagia” ucap yuri tersenyum memandang wajah tidur tiffany sambil mengusap usap rambut panjangnya itu membuat tiffany kembali tersenyum

Flashback end

“Aku.. Aku pergi dulu, mianhae” ucap tiffany segera berjalan meninggalkan basement setelah mendengarkan apa yang telah diceritakan vivian

“Huh? Apa aku salah bicara?” gumam vivian saat melihat kepergian tiffany

Tak berapa lama setelah tiffany pergi, yoona membuka pintu mobil dan keluar dari sana

“Kau sudah selesai berbicara dengan yul?”

“Nne, huh tiffany unnie oddiga?”

“Ah.. Dia sudah pulang, kau ingin ku antar?”

“Begitu ya, anniyo aku membawa motorku” ucap yoona “unnie, aku pergi dulu, jaga kesehatanmu” lanjutnya pada yuri yang baru saja membuka kaca mobil

“Nne yoong, hwaiting! Jangan terlalu dipaksakan jika kau lelah”

Yoonapun pergi meninggalkan mereka, ia memutuskan untuk mengunjungi restoran sebelum amber menjemputnya untuk memulai latihan

Hanya butuh waktu 15 menit yoona sampai disana, ia melihat papan “close” restoran itu sudah terpasang

Hari ini sangat banyak pengunjung sehingga bahan bahan di restoran cepat habis dan tutup lebih cepat

“Yah, kau kemana saja?” ucap jessica begitu melihat yoona baru saja memasuki restoran

“Menemui unnieku” ucap yoona berjalan melewati jessica tanpa melihat kearahnya

“Benarkah? Lalu bagaimana kabarnya sekarang?” tanya jessica berjalan mengikuti yoona

“Dia baik baik saja” ucap yoona sambil terus berjalan menuju dapur

“Key, aku lapar tolong masakkan makanan untukku” ucap yoona kembali pada key sang koki restoran yang sedang membereskan dapur

“Mianhae nuna, bahan bahan sudah habis aku dan irene baru akan belanja bahan bahan setelah selesai membereskan restoran” ucap key

“Ah begitu ya, yasudah kalau begitu” ucap yoona kembali berjalan meninggalkan dapur

“Kau lapar? Kajja kita makan diluar, aku jadi ketagihan untuk makan di kedai jajangmyeon ahjumma itu” ucap jessica kembali berjalan mengikuti yoona

“Tidak kau saja, lagipula aku tak terlalu lapar” ucap yoona masih terus mengacuhkan jessica dan berjalan keluar dari restoran namun jessica masih terus berjalan mengikutinya

“Chankkaman… Tumben kau berkata seperti itu, biasanya kau sangat shikshin” ucap jessicia

Baru saja yoona membalikkan tubuhnya hendak menghentikan jessica, seorang namja dengan pakaian rapinya menghampiri mereka

“Baby, apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya pria itu membuat yoona dan jessica menoleh

“Tyler? Nne restoran baru saja tutup” ucap jessica

Yoona terkejut saat tiba tiba tyler memeluk jessica tepat dihadapannya

“Aku lapar, ayo kita makan” ucap tyler menggenggam tangan jessica hendak membawanya pergi

“Wait” ucap jessica menghentikan langkahnya  “yoong kau mau kemana?” lanjutnya kembali menghentikan langkah yoona yang hendak meninggalkan mereka

“Aku akan pulang, wae? Kau sudah dijemput kekasihmu”

“Kami mau makan, apa kau mau ikut?” ucap jessica

“Anniyo” ucap yoona menatap jessica yang selalu terlihat indah dimatanya ,namun kini hati nya terasa sakit melihat keindahan itu

Cukup lama keduanya terdiam saling tatap

“Hey.. Bukankah kita pernah bertemu di apartemen kekasihku?” ucap tyler menghampiri kedua yeoja itu

“Ah.. Ya” ucap yoona tersenyum dipaksakan

“Pantas kau mengetahui ruangan apartemen jessica,ternyata kalian sudah saling mengenal, apa kau rekan kerjanya?” ucap taeyeon

“Annieyo, dia pemilik restoran tempatku bekerja” ucap jessica

“Huh? Begitu ya, i’m so sorry aku baru mengetahuinya”

“Gwaenchanna, aku pergi dulu” ucap yoona tersenyum pada jessica dan tyler kemudian berjalan meninggkan restoran

Sementara jessica masih terus memandangi kepergian yoona

“Baby, ayo” ucap tyler menggenggam tangan jessica dan membawanya memasuki mobil

“Jadi kalian sudah pernah bertemu?” tanya jessica setelah mengingat percakapan tyler dengan yoona tadi

“Yea.. Dia yang memberitahuku nomor apartemenmu” jawab tyler yang sesekali melihat ke arah kekasihnya itu

“Apa waktu dia mau menjemputku ya? Ada yang aneh dengan sikapnya hari ini” gumam jessica dalam hati memikirkan yoona

…………………………………

Yoona sudah di jemput amber dan dibawanya ke gedung fitness milik yuri pribadi yang selalu dipakainya untuk berlatih

“Woah… Ini semua milik unnieku?” ucap yoona takjub saat melihat isi ruangan besar itu terlihat lengkap dengan berbagai alat fitnrss bahkan terdapat ring arena tinju

“Tentu saja, kau baru mengetahuinya?”

“Nne, dulu aku pernah diajaknya tapi aku malas hehehe, apa hanya kau dan dia yang memakai ini?”

“Nne.. Aku pernah mengusulkan untuk membuka gedung ini untuk dipakai umum, tapi yul menolaknya, dia lebih suka berlatih dalam sepi”

“Dasar, selalu saja menyendiri” gumam yoona

Hari itu juga yoona mulai berlatih dengan amber sebagai pelatihnya

…………………………….

Beberapa hari kemudian

Di apartemen tiffany

Tiffany terbangun setelah beberapa hari mengurung diri didalam kamarnya , ia terdiam memandang langit langit kamar, pikirannya kembali memikirkan apa yang telah diceritakan oleh vivian tentang perasaan yuri padanya.

Tiffany mengambil ponselnya dan membuka album foto melihat gambar gambar dirinya bersama yuri

*dugdugdug*

“Ah kenapa dengan detak jantungku? Kenapa aku begitu bahagia melihat ini” ucap tiffany dalam hatinya, saat melihat foto yuri yang sedang mencium pipi nya

“Woah cute! Yul, kajja kita selca” ucap tiffany yang sudah siap memegang kamera. Namun yuri tiba tiba mencium pipinya untuk yang pertama kali tepat saat menekan tombol kamera itu 

“Yah! Apa yang kau lakukan yaish.. Untung taeyeon sedang tidak ada disini” ucap tiffany mempoutkan bibirnya “bisa bisa kau dihajar olehnya” lanjutnya sementara yuri hanya tertawa kemudian melihat hasil foto itu

“Hahaha gwaenchanna, pipimu sangat menggemaskan aku jadi tak tahan hahaha bagaimana hasilnya?”

“Yaish…” ucap tiffany menepuk keningnya saat melihat hasil foto itu

“Wah bagus sekali! Jangan di hapus ya”

“Shirro.. Aku tak ingin taeyeon marah” ucap tiffany mengotak atik kameranya

“Jebaljuseyo unnie.. Pwweaseee…” ucap yuri memohon dengan suara aegyeo nya

“Sudah, blee” ucap tiffany memberikan merong pada yuri dan menunjukkan layar kamera yang sudah tak memperlihatkan foto mereka

Yuri pun mempoutkan bibirnya kesal

Perlahan tiffany tersenyum mengingat kenangan foto itu, sebenarnya ia tak menghapusnya hanya menekan tombol hide hingga yuri tak mengetahuinya

“Kau tak bekerja?” ucap jessica yang sudah berdiri didepan pintu kamar tiffany

Karena terlalu fokus ,tiffany sampai tak menyadari kehadiran jessica

“Kau mengagetkanku saja jessie, annieyo aku sudah berhenti, duduklah” ucap tiffany mengganti posisinya duduk diatas tempat tidur

Jessicapun menghampiri dan duduk disamping sahabatnya

“Why?”

“Hotel itu milik taeyeon”

“Hmm… Apakah putus hubungan juga harus meninggalkan semuanya yang berhubungan dengannya tiff?” 

“Entahlah, hatiku masih begitu sakit”

“Arra.. Aku mengerti, Kau terlihat sangat berantakan” ucap jessica merapikan poni poni tiffany yang sedikit acak acakan itu

Jessica telah mengetahui hubungan taeny telah berakhir, pagi itu setelah tiffany meninggalkan apartemen taeyeon ia langsung menemui jessica dan menumpahkan semua kesedihannya. Jessica sendiri merasa sangat marah melihat sahabat dekatnya tersakiti, namun ia bingung tak bisa berbuat apa apa karena tiffany melarangnya saat akan menemui taeyeon untuk memarahinya. Tiffany sangat membenci pertengkaran

“Jessie, jika sekarang aku mencintai seseorang apa aku terlihat murahan?”

“What? Tentu saja tidak baby, justru itu lebih bagus setidaknya kau bisa melupakan taeyeon, siapa orang itu?”

“Y..yy..yuri” ucap tiffany ragu dan menundukkan kepalanya

“Hemm… Fany-ah, aku sudah tahu kau mencintainya sejak lama”

“Mwo? Bagaimana kau bisa tahu?”

“Kedua matamu terlihat berbinar setiap kali menceritakan tentangnya, bahkan kau yang tadinya bersedih setelah bertengkar dengan taeyeon langsung ceria dan terlihat bahagia saat yuri menemuimu, I know all of you baby”

“Tadi pagi vivian sahabatnya menceritakan semua tentang perasaan yuri padaku”

“Dan yuri mencintaimu?” ucap jessica membuat tiffany terkejut memandang jessica

“B..bbagaimana kau..”

“Yuri yang memberitahuku” potong jessica “setiap kali kita jalan berempat yuri selalu menceritakan tentangmu, aku pikir dia akan mengungkapkannya padamu secara langsung, ternyata justru kau tahu dari orang lain, huh.. Dasar kwon yul, tapi kau jangan kecewa fany-ah, dia hanya ingin menjaga perasaanmu yang saat itu masih bersama taeyeon”

“Kau sudah tahu perasaanku padanya, apa kau memberitahu itu pada yul?”

“Annieyo.. Aku bukan jembatan penghubung hubungan orang tiff, aku lebih suka melihat perasaan kalian bertemu pada waktunya” ucap jessica tersenyum memandang sahabatnya itu, hatinya ikut bahagia saat mengetahui kedua sahabatnya saling mencintai

“Aku baru menyadari jika aku telah lama menyukainya, perasaanku selalu berbeda saat bersamanya, tapi saat itu aku selalu menepisnya, aku takut persahabatan kita berubah jika aku mengungkapkan perasaanku, lagipula saat itu aku masih belum yakin dan aku tak ingin menyakiti taeyeon”

“Dan sekarang perasaanmu dan perasaan taeyeon sama sama terbebas, sudahlah.. Kalian sudah menemukan orang yang tepat, kini saatnya kau mulai menata kembali perasaanmu pada yuri” ucap jessica

“Tapi aku bingung bagaimana mememulainya” ucap tiffany terlihat sendu

“Yah! Kalian sudah kenal dan bersahabat sangat lama, bersikap seperti biasanya saja”

“Kau tahu aku adalah orang yang mudah gugup jessie” 

“Ck, arraso.. Akupun entah mengapa jadi seperti itu sekarang” ucap jessica mengalihkan padangannyankeluar jendela

“Why? Apa karena kekasihmu sudah kembali? Oh ya ,kemana dia?”

“Aku rasa bukan” ucap jessica “dia sedang pergi keluar bertenu dengan rekan bisnis nya”

“Lalu karena apa?”

“Apa kau pikir aku bisa menyukai seorang yeoja?” tanya jessica memandang tiffany

“Molla” ucap tiffany mengangkat kedua bahunya “tapi bukannya kau menyukaiku” lanjutnya dengan polos

“Hemm kau benar tiff” ucap jessica memandang datar pada tiffany

“Hehehe aku hanya bercanda, memang ada apa denganmu jessie?”

“Entahlah, sebelum tyler kembali ada seseorang yang membuat perasaanku berubah ubah”

“Wah, jinjja?” ucap tiffany terkejut “Tapi aku tak mengerti maksudmu” ucapnya kembali

“Tyler kembali dan telah menjelaskan semuanya ,tapi entah mengapa perasaanku biasa saja sedangkan orang itu sudah mampu membuat perasaanku beraduk aduk padahal aku belum lama mengenalnya”

“Hmm.. Itu karena dulu kau terlalu kecewa pada tyler, woah mungkin kau mulai jatuh cinta padanya”

“Kau benar aku terlalu benci pada tyler, tapi… Aku sendiri ragu pada perasaanku pada orang itu”

“Pilihlah mana yang terbaik untukmu, jessie”

Jessica hanya terdiam memandang tiffany

“Tapi… Yeoja itu bukan aku kan?” ucap tiffany kembali

“Yah!!! Tentu saja bukan” ucap jessica menjitak kepala tiffany keduanyapun tertawa

“sudah jam 4, aku harus pergi” ucap jessica setelah melihat jam tangannya

“Oddiga?” 

“Molla.. Hehe perasaanku mengatakan aku harus pergi”

“Huh? Dasar aneh, kau baru saja pulang bekerja, apa tak lelah? Mau ku temani?” 

“Andwae.. Kau istirahat saja, lagipula aku malu membawa yeoja dengan kedua mata yang membengkak, nanti orang mengira aku yang menyakitimu” ucap jessica memberikan merong pada tiffany

“Yaish..”

Jessica pun pergi meninggalkan apartemen, ia memberhentikan sebuah taksi

“Sudaj beberapa hari ini dia menghindariku, Huh mengapa aku terus memikirkanya? Apa dia sudah makan?” gumam jessica, ia mulai menekan tombol panggilan pada sooyoung

“Yoboseyo” ucap sooyoung dibalik telepon

“Soo, apa yoona bersamamu?”

“Annieyo, aku pikir dia sedang berlatih hari ini”

“Berlatih? Apa?”

“Nne, bela diri”

“What? Bukankah dia sedang sakit?”

“Nne.. Kau benar”

“Yah!! Kau sahabatnya, mengapa tak melarangnya”

“Hemmm… Apa boleh buat, itu keinginannya”

“Yaish… Apa kau tahu dia dimana?”

“Nne, akan aku kirimkan alamatnya”

*klik* jessica mengakhiri panggilanya dan tak berapa lama sooyoung mengirimkan pesan berisi sebuah alamat

Jessica pun langsung menuju ke alamat itu

Tak berapa lama taksi yang ditumpanginya berhenti didepan sebuah gedung yang cukup besar, jessica segera turun dan memasuki gedung itu

“Kenapa sepi sekali” gumamnya begitu masuk ,beruntung pintu gedung itu tak terkunci

Ia terus berjalan masuk melewati beberapa alat latihan fittness hingga mendengar sebuah suara tak jauh darinya ,jessica segera berjalan menuju sumber suara itu, ia tersenyum sekaligus kesal saat melihat yoona masih terlihat sedang berlatih bersama seorang yeoja berambut pendek

“Kau sudah cukup bagus dan sangat cepat menguasainya”

“Tentu saja, yul unnie selaluenceramahiku  jika kita melakukannya bersungguh sungguh maka akan terasa mudah”

“Hahaha tapi ini biasanya cukup sulit bagi pemula yoong” ucap amber, namun ia mengalihkan pandangannya saat melihat seorang yeoja yang berdiri di belakang yoona, yoona pun ikut membalikkan badannya

“Kenapa kau ada disini?” ucap yoona terlihat tak suka

“Harusnya aku yang bicara seperti itu” ucap jessica tak mau kalah

“Aku rasa latihanmu sudah cukup, kalau begitu aku pergi dulu” ucap amber menepuk pundak yoona dan segera meninggalkan kedua yeoja itu

Yoona pun mengalihkan padandangannya, ia mengambil handuk kecil dan mengelap keringatnya

“Bukan urusanmu” ucap yoona

“Wae…? Kenapa kau bersikap seperti ini padaku?” 

“Biasa saja” ucap yoona berjalan melewati jessica namun dengan segera jessica menahan tangan yoona

Ia sangat tidak menyukai seseorang yang memendam apapun padanya sekalipun orang itu membencinya

“Aku ini sudah lama belajar ilmu psikologi dan sudah lama juga aku membaca berbagai pikiran orang lain” ucap jessica

Yoona menghentikan langkahnya dan terdiam sejenak, kemudian ia berbalik menghadap jessica

“Berarti kau sudah mengerti dengan apa yang ada di pikiranku” ucap yoona kembali berbalik dan berjalan

“Aku tak bisa” ucap jessica menghentikan langkahnya “aku tak bisa membaca sikap maupun pikiranmu” lanjutnya menundukkan kepala

“Wae?” ucap yoona

“Karena kau sangat menyebalkan dan selalu berubah ubah” kesal jessica

“Lalu mengapa kau kemari?” ucap yoona membuat jessica tersentak dan merasa bingung

“Aku… Itu karena aku diberitahu jika kau sedang berlatih bela diri, kau tahu kan itu tak akan baik untuk kesehatanmu saat ini”

“Kenapa kau peduli?” ucap yoona membuat jessica merasa terskak mat kembali

“Wae…? Aku hanya ingin tahu mengapa kau bersikap seperti menghindari ku”

“Kau mungkin bisa belajar membaca pikiran orang lain, tapi kau tak belajar bagaimana arti cemburu” ucap yoona

Sebenarnya ia tak merasa kaget dan memiliki pikiran itu sebelumnya atas sikap yoona padanya, hanya saja ia masih ragu dengan perasaan yoona maupun perasaannya

“W…why..?” ucap jessica gugup

Yoona tak bisa menjawabnya, ia mulai berjalan menghampiri jessica dengan tatapan seriusnya

Hal itu membuat jessica semakin gugup dan perlahan ia memundurkan langkahnya hingga terhenti saat punggungnya menabrak sebuah alat fitness, detak jantungnya semakin tak karuan karena jarak tubuhnya dengan tubuh yoona begitu dekat jessica kembali mengangkat wajahnya menatap kedua mata yoona yang masih terlihat serius

Dengan cepat yoona menurunkan wajahnya dan mencium bibir jessica dalam dalam membuat yeoja dihadapnnya itu sangat terkejut dengan apa yang dilakukan yoona

Jessica mencoba mendorong tubuh yoona berusaha melepaskan diri namun tubuh yoona dengan kuat mengunci tubuhnya

“Mmmmhhh…..!!!” erang jessica mencoba menggeleng gelengkan wajahnya hingga ciuman yang cukup lama itu terlepas, yoona pun melepaskan tubuhnya dan mengambil nafas yang hampir kehabisan karena cukup lama berciuman itu

*plak!!!* dengan keras jessica menampar pipi yoona, tanpa mengucapkan apa apa ia berlari meninggalkan yoona yang masih berdiri mematung

Sementara yoona masih terdiam membiarkan jessica pergi, tangannya meraba pipinya yang terasa panas akibat tamparan jessica

2 hari yang lalu tyler menemuinya tanpa sepengetahuan jessica, tyler selalu melihat jessica terus bersikap aneh dan selalu menceritakan yoona padanya, ia juga tahu jika yoona menyukai jessica setelah jessica menceritakan itu padanya, jessica jika sedang merasa kesal pasti akan mengungkapkan kekesalannya itu, sata itu jessica memang merasa kesal pada yoona yang selalu menghindarinya.

Karena itu tyler mendatangi yoona dan mengancamnya agar menjauhi jessica dan membuat jessica kembali ke USA. Ia memberitahu yoona jika ayah jessica tak bisa menerima hubungan sesama jenis dan tyler mengatakan akan segera menikahi jessica jika ia kembali ke USA. Setelah itu yoona terus memikirkan apa yang diucapkan tyler, satu sisi ia memikirkan perasaannya namun sisi lain ia juga memikirkan perasaan orang tua jessica, sudah cukup lama juga jessica tinggal di seoul sudah pasti otang tuanya sangat merindukan jessica.

Akhirnya dengan terpaksa yoona melakukan hal itu pada jessica agar yeoja itu membencinya karena ia tahu jessica telah menolak perasaannya

“Akh!” rintih yoona mulai merasakan sakit pada jantungnya, ia segera mengambil kunci motor dan meninggalkan gedung

………………………………

Malam harinya yoona tiba di villa

“Uhhuk!! Uhhuk!!” yoona terus terbatuk sedari perjalanan pulang tadi, wajahnya terlihat pucat dengan keringat dingin yang sudah membasahi tubuhnya, ia terus memegang dada nya yang sudah mulai terasa sakit

“Soo…” panggil yoona saat memasuki villa yang terlihat sepi itu

Karena tak ada sahutan, iapun memasuki kamarnya

*bruukk!!* belum sampai ditempat tidurnya yoona terjatuh ke lantai akibat jantungnya yang semakin terasa sakit

Dengan sekuat tenaga ia merangkak menuju laci untuk mengambil obat miliknya

Tadi siang yoona terlalu semangat berlatih sampai lupa meminum obatnya bahkan yoona belum mengisi perutnya dengan makanan sedari pagi

“Akh…!!” teriak yoona kesakitan sambil menekan dadanya

Akhirnya dengan susah payah ia sampai dan membuka laci yang cukup tinggi itu, pandangannya mulai terlihat buram, ia mulai bangun dan merogoh rogoh isi laci mencari obat obatan miliknya

Namun setelah dapat, karena tangannya yang bergetar ia tak sengaja menjatuhkan botol kecil berisi obat obat miliknya hingga hingga botol itu menggelinding di lantai

“Sial” gumam yoona

“Akh…!!” *brukkk!!!*

Yoona kembali terjatuh ke lantai dan terbaring dengan posisi miring. Ia dapat melihat botol obat itu berada tak jauh dari hadapannya, yoona pun merentangkan tangannya mencoba meraih botol itu namun tak usai didapatkannya

*ceklek* 

Tiba tiba seseorang membukakan pintu kamar yoona dan berdiri disana

Yoona tak dapat melihat jelas wajah orang itu, karena kondisi kamarnya yang minim cahaya dan pandangannya yang buram

Orang itu berjalan menghampiri dan menundukkan kepalanya saat melihat botol kecil berisi obat milik yoona

Orang itu pun berjongkok dihadapan yoona dan meraih botol obat itu namun ia tak lekas memberikannya pada yoona

“T.. Ttolong aku…” ucap yoona dengan sekuat tenaga mengadahkan tangannya pada orang itu

Orang itu masih terdiam dan tiba tiba melempar botol obat kecil itu tepat masuk kedalam kotak sampah yang berada diujung kamar

Akhirnya pandangan yoona mulai memudar dan menjadi gelap

……………………………………

“Kau masih belum bisa membunuhnya? Huh?” 

“Mianhae, hanya saja waktunya yang selalu tidak tepat”

“Hari ini kau akan menemuinya bukan”

“Nne, akan aku lakukan hari ini”

……………………………..

“Anniyo, ini tidak mungkin!” ucap yuri “katakan ini hanya mimpi”

TBC


Maafkan lama, abis liburan 🙏

Advertisements

47 thoughts on “We Are Different part 7

  1. Im d says:

    Yoong sengaja lakuin Itu krna buat Jessie benci sama Yoong.. Nah fany udh tao semua ny kn tentang hati ny yul.. Nunggu aplgi official lah segera.. Pasti Itu Soo.. Soo y yg Mao bunuh yul tu.. Tae Najoong ih d sini

    Like

  2. Risnita Hahihu says:

    yoooooonnnngggggg kenapa? 😭😭😭
    siapa yg lakuin itu ke yoong?, jahat banget 😭😭😭. pengen nangis. uri yoong di perlakukan tdk baik, sica jg kenapa nampar yoong 😭😭😭😭. aku sedih, yoong 😥

    kenapa sih tyler kembali?
    sica kalau suka ngomong aja napa, kek yg suka banget nyakitin yoong. udh seneng sica mau nemuin yoong, taunya malah gitu 😒

    fanny segeralah temui yul, kasian anak orang udh lama memendam rasa 😂

    dan ku kira si soo bakal ngebunuh yoong, taunya gurita yg mau dibunuh hahaha 😪

    aku suka kata ini “Hmm.. Itu karena dulu kau terlalu kecewa pada tyler” kalau kita kecewa sama orang, jgn berlebihan dlm membenci. sampai sampai menutup diri, lebih baik maafkan dan bertemen hehehe

    Liked by 1 person

  3. V says:

    Aaaa akhirnya tiffany tau perasaan yuri,moga moga cept official,,yoong main nyosor aja wkwk mudah mudahan yoong & sicca di buka kan akal fikiran nya ileg allah SWT 😀😁😂
    Cepet visa lanjut ff nya ya thor ,,Fighting 💙💙💙

    Liked by 1 person

  4. may185blog says:

    Tiffany sudah tau perasaan Yul padanya, apa Tiffany bakal nembak Yuri???
    Kasihan Yoona harus menjauhi Jessica, apa kondisi jantung Yoona semakin parah???
    Penasaran next cepter Chayoo. ✊😊

    Liked by 1 person

  5. kwonyy says:

    penasaran ama orang yg buang obat yoong😧
    kapan yulti jadian??😩
    tyler ngapain balik sih ganggu aja, tuh yoong sakit jantungnya jadi kumatkan

    Like

  6. merdila says:

    Yoong nglakuin hal gtu k’sica krna terpaksa. Fany udh tau perasaan yul k’dy
    Waduh… Tu cpa yg mau nyelakain yoong? Mudh”n cepet ada orang yg dateng nyelamatin yoong deh, mudh”n yoong ngga knp”.
    Makin greget ni critax, dtunggu klanjutanx

    Like

  7. YOONRIS says:

    ending part sebelumnya bikin penasaran kirain Syoo mau ngapain”Yoona kgktauya wakss xD
    dan ending part ini aigoo it’s not Fine~~ aaa~~Aaaa~~aa (nyanyi lagu Taeng) cepet update yaaa Thor ^^

    Like

  8. che says:

    smga mslah yul cepet kelar uda gdwk bgt ama si taeng trs”n nyalahin si yul. .
    nah kn fany uda tau isi hati’y yul sma mereka cpet jdian haha
    gk d mna gk d mna si teler sllu jdi pengganggu

    Like

  9. fitri226 says:

    diawal baca dh serius malah ketawa…. rupa ya soo gk bunuh yoong……
    cie…. fany dh tau… ti ggal nungguin sweet moments na……
    yg buang botol obat yoong pasti sooo

    Like

  10. Ros09 says:

    Haduh haduh apa yang terjadi, siapa yg masuk kedalam kamar yoong dan membuang obatnya, kenapa tailer ff selanjutnya terlihat menegangkan. Gak bisa menebak alur cerita selanjutnya. Ff ini penuh teka teki. Laanjut aja thorr, cusss😆😆

    Like

  11. Rika Mujahidah says:

    hadeeuuh siapa ;agi siih yg mau jhatin yong 😥 , ksian amaat dah keknya kgk ada abis”nya 😥
    yoong brtahan yak!
    ugh greget sma yultii , cpet” jdi dah!
    smngaat thor buat chap slanjutnya! :*

    Like

  12. nurhuda nur says:

    pany ma lemot dan tidak peka . mungkin klo bukan vivian yg ksh tau dia msh trjbk dgn prsaannya sndri . untunglah cpt’ official ye .

    sbnrnya sy pcinta teni . tpi tak apalah skli’ yulti moments .

    yoong main nyosor aja ye . gila *LOL*

    siapa yg menemui yoong ? tyler k ??
    gmw thor jgn lma updatenya

    Like

  13. sn says:

    Tuan kim malah mati dia kan kunci di sini. Sica lagi pake Balikan sama tyler yaelah. Ooh jadi sica udah tau ya kalo yul out suka ama fany, tapi dia cuma mau ngegoda yoong aja ya pura pura suka sama yul awal awalnya

    Like

  14. kim yoona says:

    Nah ini nih klo tbc nya nyempil lagi 😥 itu paling soo yg ngelempar obt nya yoona -_- knp mudti soo yg jahat -_- nah fany dah tau klo yul cinta mati ma dia truz kpn mrka jadian thor 😀 oke next chapter jngn lama’ thor kasian para pembacanya 😀

    Like

  15. Martha97 says:

    gubrakkk gue kirain sooyoung mau tusuk yoongi . ehhh ternyata nggak . bukti itu bikin gue berpikir klo sooyoung itu baik . tpi diakhir , gue curiga lagi ,, klo sooyoung itu jahat .. aduhhh ,, entahlah , nanti lihat kelanjutannya , tergantung imajinasinya author . hehhehe …

    asikk jga yulti bakalan jadi nih . hehehehhe . tinggal nunggu yul nembak ..

    Like

  16. Yuni krismawati says:

    Kirain aku tadi soo mau bunuh yoona eh ternyata malah mau ngantin yoona motong gurita 😂😂 wkwk

    Fany udah tau perasaan yul ke dia, terus kapan kalian officialnya? kekeke

    Uhh itu siapa lagi yang buang obat nya yoona, jahat sekali dia

    Ditunggu next chapter nya thor

    Like

  17. rzu says:

    tyler: aku beruntung bertemu dgn mu.
    yoona : ha…… sial nya aku betemu dgn mu.😩
    me : hahaha……. yg sabar yoong, jessi udah ada rasa sama kamu, tinggal tunggu waktunya aja kalian jadian. nunggu author nya, yg mempersatukan kalian. 😁
    yulti ga perlu nunggu lagi official aja langsung. 😉
    yoong pasti selamat. iya kan ?. 😧
    chapter ini panjang banget, seneng baca nya. 😂

    Like

  18. lilgadis says:

    hmm.. sempat kesal juga di awal kalo tae jadiin panny tempat pelarian nya doank…
    tp gpp laaa panny masi ada yuri disana,,, tenang.. hapus air mata mu.. jangan nagis lagiii..

    jadi sebenarnya soo itu berada di pihak mana? orang baik ato sebaliknya? apa dia jg mengincar yoonyul..aku harap tidak.. kasi jempol buat soo hanya yuri yg tau keberadaanya, yg pengikut choi gk ada yg tau..

    entah napa males baca yg ada tyler nya.. haha…
    jadi sica ma si tu jadian lagi nii…

    saran buat yoona,, pertimbangkan lagi,, antara suka, kagum, dan cinta…
    cz jika aku berada di posisi sica, nyeselin banget tu anak.. bener juga jgn2 itu hanya perasaan kagum..

    okeee,, part ini lumayan,, buat obat tidur.. haha
    anyeonggg^3^

    Liked by 1 person

  19. noviangale says:

    Masih sedih taeny berakhir 😢
    Fany udah tau tuh perasaan yul…(agaksedikitnggakrelasebenarnya) 😂
    Si laler kenapa muncul sih pake acara ngancem segala minta digebukin kali tuh laler 😡😠
    Yoonsic udah sama2 tau saling suka kan??udah jadian aja..buang tuh laler..😕
    Soo kah yg buang obat yoong?

    Like

  20. fathirar says:

    Sedikit pencerahan dr cerita yul,,apa sooyoung dibalik ini yg menyelamatkan yul dr insiden penembakn tu thor..wahh ku harap sooyoung memiliki hati yg baik& ga ikuti sifat appa y

    Omo,,yoong kenapa gini x derita yoong jd ada sakit” 😭 mana sedang galau ni anak hadeehh uda dpt plus” ja keadaan yg dihadapi y.. fighting yoong ini buat u dewasa perjuangkan jessica jgn menyerah

    Waduuh gigih bener sy nya ..😅 author nim setuju mari semangat bersama uda berasa kyk nyata ja kisah mereka ini ..yoonsic ini lg di ujian hidup sm authornim..sabar yaa 😆😄

    Liked by 1 person

  21. Hennyhilda says:

    Wahhh yoong nyium sica tp buat sica biar benci ama dy 😭
    Dan siapa lagi itu yg buang obat nya yoong ke tempat sampah? Mudah2an bukan sooyoung ya

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s