We Are Different part 6

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

…………………………………………….

10 tahun yang lalu

“Youngie-ya ppali, appa akan terlambat” ucap tuan choi yang sudah berdiri menunggunya, ia membukakan pintu mobil untuk sooyoung

Sooyoungpun segera berlari dan memasuki mobilnya, namun ia merasa heran saat melihat ada 2 anak kecil lain yang duduk di jok belakang

“Nugu?” ucap sooyoung yang sudah duduk disamping mereka

“Mereka putri dari pasien appa yang meninggal, sekarang kita akan mampir dulu ke panti asuhan karena appa harus mengantar mereka kesana” ucap tuan choi yang sudah berada di dalam mobil

Tuan choi pun membawa mereka menuju panti asuhan

Setibanya disana tuan choi langsung disambut pemilik panti dan beberapa wartawan dan awak media yang sudah menunggu untuk meliputnya

Di media, Tuan choi memang sangat terkenal sebagai pemilik rumah sakit yang selalu memberikan santunan pada keluarga pasien yang jika salah satu dari mereka meninggal dunia saat dirawat disana termasuk sekarang setelah satu pasien meninggal, media langsung menyorot tuan kim yang mengatakan jika akan membiayai kedua puteri dari pasien itu dan membawanya ke panti asuhan yang sudah lama ia dirikan itu.

“Appa akan berbicara bersama mereka, kalian bermain lah dulu bersama yang lain” ucap tuan choi pada keempat anak kecil diahadapannya itu kemudian meninggalkan mereka

“Ngomong ngomong kita belum kenal satu sama lain, choi sooyoung imnida” ucap sooyoung mengulurkan tangannya

“Kwon yuri, dan ini adikku” ucap yuri membalas uluran tangan sooyoung

“Kwon yoona imnida” ucap yoona membungkukkan badannya

“Dia adikmu?” tanya yuri pada sooyoung saat menatap sunny “siapa namamu?”

“Yah! Enak saja, aku ini unnie nya!” ucap sunny menggembungkan kedua pipi chubby nya membuat yuri dan yoona terkejut namun kemudian menertawainya bersama sooyoung

“Hahaha mianhae, tubuhmu terlihat lebih kecil dari nya” ucap yuri mencoba menghentikan tawanya

“Dasar menyebalkan, aku choi sunny” ucap sunny mengulurkan tangannya pada yuri dan yoona

Setelah berkenalan keempat yeoja itu terlihat akrab terutama dengan tingkah sooyoung yang sama dork nya dengan yoonyul

Mereka pun bergabung bersama anak anak panti asuhan lain yang sebagian ada yang sedang bermain bola di taman

“Hey kenapa dari tadi kau diam saja?” tanya yuri menghampiri sunny yang sedari tadi hanya duduk memperhatikan anak anak yang sedang bermain bola

“Moodku sedang buruk”

“Wae?”

“Teman dekatku sudah satu minggu tak masuk, dan aku baru mengetahui kabarnya jika ia pindah sekolah”

“Aigoo… Kau masih bisa menemuinya ke sekolah barunya”

“Sayangnya dia pindah ke luar negeri, dan dia pergi secara tiba tiba, menyebalkan!”

“Woah luar negeri? Aku juga ingin kesana agar bisa menemui appaku”

“Eh? Memang appa mu dimana?”

“Molla, eomma bilang dia tinggal diluar negeri”

“Ayahmu seorang nahkoda?”

“Anniyo, appa bersama keluarga baru nya disana”

“Ah… Aku mengerti ,mianhae tapi mengapa kau ingin bertemu ayahmu? Bukankah dia sudah jahat karena meninggalkan keluargamu?”

“Aku hanya ingin mengetahui wajahnya” ucap yuri mengadahkan kepalanya memandang langit

“Yul!! Kajja bermain lagi! Kita tertinggal” teriak salah seorang namja yang sedang bermain bola

“Ah iya ,aku lupa aku sedang bermain” ucap yuri kemudian berlari bergabung berasama teman teman barunya

“Dasar bodoh” gumam sunny tertawa memandang yuri yang sudah bergabung bersama

“Yoong oper bolanya padaku!” teriak sooyoung yang terus berlari, namun karena terlalu fokus pada bola sooyoung  tak melihat sebuah batu yang berukuran cukup besar sehingga membuat kakinya tersandung, karena kehilangan keseimbangan sooyoung terjatuh dan tubuhnya terus mengguling akibat keadaan tanah yang miring, sooyoung baru menyadari jika ia berlari di atas permukaan tanah yang cukup dekat dengan danau

*byurr!!!*

Akhirnya tubuh sooyoung terjatuh kedanau yang dalam itu

“Youngie-yaa!!” teriak anak anak lain segera berlari ke tepi danah memanggil manggil nama sooyoung

“Hupp… Hwaah.. Tool… Hmmpp…”

Sooyoung terus menggerak gerakan tangan dan kakinya agar tubuhnya tidak tenggelam namun bukannya menepi ia malah semakin menjauhi pinggiran danau, ia berusaha meminta tolong pada teman temannya karena sooyoung tak bisa berenang, namun tangan dan kakinya mulai melemas kelelahan, perlahan tubuhnya semakin tenggelam dan sooyoung berpikir jika hidupnya akan berakhir disana

“Panggil tuan choi atau orang dewasa ppali!!” ucap salah satu temannya, yang lain pun segera berlari meminta pertolongan

“Anniyo, ini akan terlambat dia akan tenggelam” gumam yoona, iapun melepas sandalnya dan menceburkan tubuhnya kedalam danau

“Yoong!!” teriak yuri, iapun menyusul yoona menceburkan dirinya

Yoona terus berenang, ia terkejut saat tak lagi melihat tubuh sooyoung, yoona pun mengambil napas dan mulai menyelam, beruntung ia segera mendapati tubuh sooyoung dan menariknya ke permukaan, yuri yang menyusulnya segera membantu menarik tubuh yoona dan sooyoung ke tepi danau hingga tubuh sooyoung yang lemas tak sadarkan diri itu segera dibaringkan

Yoona menepuk nepuk wajah sooyoung untuk memeriksa kesadarannya namun sooyoung masih tak sadarkan diri , ia pun melakukan CPR

“Youngie-yaa ireonna” ucap sunny yang sudah menangis

“Youngie!! Ada apa ini?” ucap tuan choi yang baru tiba

“Uhhuk!! Uhhukk”

Sooyoung terbatuk tepat saat ayahnya tiba, ia terdiam memandang yoona telah berhasil menyelamatkan nyawanya dan sooyoungpun didudukkan

“Youngie-ya kajja kita ke rumah sakit!” ucap ayah sooyoung segera mengangkat tubuh putrinya itu dan membawanya memasuki mobil bersama sunny

Yoona beserta anak anak lain berlari mengikutinya hingga sooyoung memasuki mobil dan dibawanya ke rumah sakit

Saat melewatinya sooyoung terus memandang yoona yang telah menyelamatkan nyawanya itu

………………

“Yah!! Tower!!” teriak yoona membuyarkan lamunannya

“Eh? Kapan kau tiba yoong?” ucap sooyoung yang terkejut akibat teriakan yoona

“Dari tadi aku sudah disini memanggilmu beberapa kali, tapi kau malah asik dengan imajinasimu” ucap yoona terlihat kesal

“Hehehe mianhae, ada apa?”

“Anni aku hanya khawatir melihatmu seperti itu, apa yang sedang kau pikirkan?”

“Tidak ada, kau sudah makan?”

“Belum, ah aku jadi lapar, kau mau ku buatkan ramyeon?”

“Anni, kau saja yang makan, aku tinggal tidur ya” ucap sooyoung segera berdiri hendak memasuki kamarnya

“Chankkaman” ucap yoona menahan pundak sooyoung hingga berbalik menghadapnya

“Wae?”

“Bagaimana dengan lenganmu? Apa sudah diobati?”

“Ah.. Ini” ucap sooyoung mengangkat lengannya “nne, setelah pulang tadi aku langsung ke dokter”

“Bagaimana jatuhmu hingga separah itu? Wajahmu juga ada luka gores”

“Aku tak ingat, lagipula lenganku sudah membaik”

“Cih, apanya yang membaik lenganmu berdarah beberapa jam yang lalu babo! Lagipula selama ini kau kemana saja? Aku jarang melihatmu “

“Kau tenang saja, aku pulang ke rumah dan beberapa hari ini aku tidur disana ,ada urusan keluarga”

“Ada masalah apa? Sepertinya sangat serius”

“Anniyo, hanya urusan biasa, sudah sana makan”

Yoona pun berdiri dan meninggalkannya sementara sooyoung kembali terdiam

“Sampai kapan?” ucap sooyoung dalam hati menatap punggung yoona dengan kedua tangannya yang mengepal

………………………

Keesokan harinya

“Yul!!” teriak seorang yeoja berseragam polisi membukakan pintul sel

Yuri pun mengangkat wajahnya

“Vivian? Ada apa kemari?”

“Harusnya aku yang bertanya, apa yang terjadi di rumahmu? Mengapa eommaku dipindahkan?” tanya vivian segera duduk disamping yuri

Vivian adalah teman kecil yuri dan yoona. Yang sekarang bekerja sebagai polisi di daerah jeonju

“Kau pasti tahu”

“Nne aku tahu ada penembakkan ,tapi wae? Aku tau kau bukan pelakunya”

“Hmm… Belum saatnya aku ceritakan”

“Yah! Aku sudah meminta izin dipindah tugaskan kemari, aku berpihak padamu! Kajja apa yang harus aku lakukan agar kau bisa segera keluar dari sini”

“Yah, cerewet sekali”

“Yaish… Aku khawatir padamu babo!” ucap vivian mengunci leher yuri dengan lengannya

“Yah yah yah! Lepaskan aku…!”

“Shirro!” ucap vivian terus mengunci yuri yang terus meronta

“Y..yyul” ucap seorang yeoja yang sudah berdiri di depan pintu sel membuat kedua yeoja itu menatapnya

“Uh? Tiffany?” ucap yuri terlihat senang saat melihat tiffany, sudah beberapa hari ini ia tak melihatnya dan yuri sangat merindukannya

“Mm..mmianhae mengganggu kalian, aku akan menunggu disana” ucap tiffany segera meninggalkan yuri

“Wae? Padahal dia bisa saja bergabung” ucap vivian merasa heran

“Mungkin dia masih mengira kita masih berhubungan” ucap yuri

“Uh? Tentu saja kita masih, sejak kapan kita bermusuhan”

“Baboya…! Bukan itu maksudku, dulu kau pernah menjadi kekasihku” ucap yuri menjitak kepala vivian

“Apanya yang kekasih, kau yang memaksaku berpura pura menjadi pasanganmu di pesta perpisahan sekolahmu, yah! Kau belum membayarnya!” ucap vivian

“Sssst…. Jangan terlalu keras, nanti fany dengar” ucap yuri membungkam mulut vivian

“Hemmmpp…h!!” gumam vivian

“Arra… Nanti aku bayar” ucap yuri melepaskan tangannya “aku akan menemuinya dulu, jangan ganggu kami, arra?!”

“Arrasoo…” ucap vivian menatap yuri yang sudah berjalan keluar, perlahan vivian pun tersenyum smirk

…..

“Fany-ah kau datang sendiri?” ucap yuri menghampiri tiffany

“Nne, jessica sedang bekerja jadi tak bisa menemaniku”

“Dasar es batu, jahat sekali dia belum menjengukku” gumam yuri mengacak pinggangnya

“Apa vivian selalu datang kesini?”

“Anniyo baru hari ini saja, ah ya kau kemana saja eoh?”

“Hehe mianhae aku baru saja sembuh”

“Wae? Kau sakit apa?” ucap yuri langsung duduk disamping tiffany dan memeriksanya

“Hahaha gwaenchanna” ucap tiffany merasa geli saat tangan yuri memeriksa dahi dan lehernya “aku hanya terkena demam, ini karena cuaca yang terlalu dingin” ucap tiffany mengusap usap kedua telapak tangannya

“Hmm… Kau terlihat semakin kurus, apa taeyeon tetap menjagamu dengan baik?” ucap yuri membetulkan jaket tebal yang dikenakan tiffany dan menarik resletingnya

Tiffany terdiam mendengar nama taeyeon, hatinya kembali terasa sakit atas kejadian tak terduga beberapa hari yang lalu di di apartemen kekasihnya itu

Flashback

Malam itu setelah dari rumah sakit menemui nyonya kim, tiffany memutuskan untuk pulang. namun saat taksi yang ditumpanginya melewati apartemen taeyeon ia memutuskan untuk mengunjunginya berharap taeyeon berada disana

begitu tiba ia menekan password apartemen taeyeon, ia tersenyum saat aroma pewangi baru yang taeyeon katakan pagi tadi mulai tercium dihidungnya

*piiip*

ia pun memasuki apartemen taeyeon setelah pintu terbuka

“taenggu, kau didalam?” panggil tiffany memasuki kamar taeyeon

ia tersenyum saat melihat taeyeon sedang terbaring diatas tempat tidurnya, tiffany mendekati dan duduk disampingnya tangan tiffany mulai mengusap wajah taeyeon

perlahan taeyeon yang kesadarannya memulih mulai membuka kedua matanya dan menatap tiffany

“kau kemana saja? aku sangat mengkhawatirkanmu” ucap tiffany tersenyum menatap taeyeon

taeyeon pun terbangun dan duduk disamping tiffany, ia memijit kepalanya yang masih terasa pusing

“fany-ah ada apa kau kemari?” tanya taeyeon

“aku hanya ingin memastikan”

“kau pikir ini jam berapa?” ucap taeyeon terlihat kesal

“mianhae, kau sangat sulit dihubungi dari tadi siang dan aku mendapat kabar jika omonim dibawa ke rumah sakit dan dirawat, setelah dari kantor polisi aku langsung kesana” ucap tiffany

Taeyeon hanya terdiam mendengarnya, ia mendekatkan wajahnya hendak menicum bibir tiffany

“taeng… kau mabuk?” tanya tiffany karena mencium bau alkohol dan menahan taeyeon dengan memegang kedua pundak yeoja itu

belum sempat taeyeon menjawab, pintu kamar mandi di dalam kaarnya terbuka dan seorang yeoja yang memakai bathrobe baru saja keluar

“taeng sepertinya shower……. “ ucap sunny namun tak melanjutkan bicaranya saat kedua matanya bertemu dengan pandangan tiffany “tiff.. tiffany?” panggil sunny merasa terkejut

“sunny?” ucap tiffany yang tak kalah terkejut, ketiga nya cukup lama terdiam

“t.. ttaeng” ucap tiffany memandang taeyeon meminta penjelasan, ia sudah mengetahui hubungan sunny dan taeyeon yang pernah menjadi pasangan kekasih sebelum dia bersama taeyeon namun ia tak menyangka jika mantan kekasih taeyeon berada di apartemen kekasihnya itu

“ann.. anniyo, ini tidak seperti yang kau pikirkan fany-ah” ucap sunny

Kedua mata tiffany sudah berkaca kaca, bagaimanapun juga ia merasakan sakit

“taeyeon-ah tolong jelaskan” ucap tiffany

“dia memang bersamaku malam ini fany-ah” ucap taeyeon sedikit menundukkan wajahnya “sudah beberapa hari ini kami memang sering bertemu” lanjutnya

“mwo? apa maksudnya taeng?” ucap tiffany semakin tak mengerti

“mianhae, aku masih mencintainya” ucap taeyeon membuat kedua yeoja dihadapannya terkejut mendengar itu

“t.. taeyeon-ah jangan bercanda, kau mabuk” ucap sunny

“anniyo, perasaanku tak pernah bercanda, selama ini aku selalu mencoba melupakanmu dengan bersama tiffany, aku pikir aku bisa melakukannya namun aku tak bisa sunny-ah” ucap taeyeon memandang sunny dengan tatapan seriusnya sementara air mata tiffany tak henti hentinya mengalir, selama ini taeyeon yang selalu ia percayai telah membohonginya

“fany-ah mianh..”

*plakkk!!!* belum sempat taeyeon menyelesaikan ucapannya tiffany sudah menampar keras pipi taeyeon ia pun berlari meninggalkan apartemen taeyeon

“taeyeon-ah jika ini lelucon ini sangatlah tidak lucu!” ucap sunny yang mulai kesal

“apa kau pikir ini lelucon?”

“kau sudah melukai perasaan tiffany!”

“kau pikir kau tidak melakukannya padaku? huh?” ucap taeyeon mulai berdiri menghadap sunny “apa selama meninggalkanku kau pernah memikirkan perasaanku sunny-ah? apa kau pernah berpikir berapa lama aku menahan sakitku menunggumu?”

“cukup taeng!” ucap sunny mulai terisak, ia hendak berjalan meninggalkan taeyeon namun taeyeon segera menahan dan memeluknya

“aku mencintaimu sunny, aku masih sangat mencintaimu” ucap taeyeon mengeratkan pelukannya

namun pada akhirnya sunny melepaskan pelukan taeyeon dan meninggalkan apartemen dengan perasaan yang tak menentu

Flashback end

“ini menyakitkan yul” ucap tiffany pelan

“Nne?” gumam yuri tak mendengarnya

“Aku baik baik saja, taeyeon menjagaku dengan baik” ucap tiffany tersenyum menatap yuri

“Ah baguslah, jangan sakit lagi fany-ah itu akan membuatku sakit juga” ucap yuri mengusap kepala tiffany dan memeluknya

Tanpa terasa air mata tiffany kembali lolos saat yuri memeluknya, ingin rasanya ia menumpahkan tangisannya di pelukan yuri yang baginya selalu terasa nyaman

Yuri hendak melepaskan pelukannya namun tangan tiffany menahannya

“Jangan lepaskan” ucap tiffany

“Eh?” gumam yuri tak mengerti

“Biarkan seperti ini dulu” ucap tiffany

Ia kembali menumpahkan air matanya dalam diam

Flashback

“Huh huh huh!!”

Yuri mengusap keringat diatas keningngya dan mengatur nafasnya setelah berlari ke segala tempat di sekolah setelah yoona memberitahunya jika tiffany menangis setelah bertengkar dengan taeyeon, ia memicingkan matanya saat melihat sosok yeoja yang sedang duduk dibawah sebuah pohon di taman sekolah yang tak jauh darinya. Yuri kembali berlari menghampiri yeoja itu setelah dugaannya benar jika yeoja itu adalah tiffany

“Orion kau dimana? Tolong aku, tolong hilangkan sakit hatiku” ucap tiffany dalam hati dan terus menangis

“Fany-ah wae?” ucap yuri

Tiffany masih terdiam terus menangis, kedua matanya yang basah menatap yuri yang terlihat mengkhawatirkannya

Tiffany pun memeluk yuri dan membenamkan wajahnya pada pundak sahabatnya itu

“Apa yang terjadi? Ku dengar kau bertengkar dengan kekasihmu? Wae? Bukankah hubungan kalian baru satu minggu?” tanya yuri bertubi tubi

Namun hanya tangisan tiffany yang menjawabnya

“Jika dia memang menyakitimu, tunggulah sebentar aku akan memberi pelajaran untuknya” ucap yuri mulai merasa kesal, ia tak pernah ingin melihat tiffany menangis karena hatinya juga ikut merasakan sakit

“Andwae yuri-yaa” ucap tiffany menahan yuri yang hendak pergi “ini salahku” lanjutnya kembali menangis

“Lalu kenapa kau yang menangis? Kau akan menangis jika ada yang melukaimu, aku harus menanyakannya pada taeyeon” ucap yuri

Namun tiffany menarik lengan yuri dan kembali memeluknya

“Fany-ah kau pikir aku tak pernah memperhatikanmu? setelah kau bersama taeyeon kau selalu menangis, wae? Ceritakan saja padaku jika taeyeon menyakitimu”

“Anniyo, ini salahku yul” ucap tiffany

“Kau selalu berkata seperti itu, sebegitu besarkah rasa cintamu padanya?”

Tiffany terdiam mendengarnya, kini isakannya mulai tak terdengar lagi

“Nne, aku yang salah karena terlalu mengharapkannya bahkan mungkin aku terlalu mencintainya” ucap tiffany

Kini yuri yang terdiam mendengar itu, hatinya merasakan sakit yang teramat dalam mendengar pengakuan tiffany

“Arraso aku tak akan membalasnya, aku hanya akan memberikan pundakku padamu”

Tiffany semakin mengeratkan pelukannya, yuripun terus mengusap usap rambut tiffany

Flashback end

………………………………

Setelah terdiam cukup lama, Tiffany mengusap air matanya dan mulai melepaskan pelukannya

“Gomawo” ucap tiffany kembali tersenyum

“Apa kau sangat merindukanku? Sampai segitunya” ucap yuri menaik turunkan sebelas alisnya

“Nne ,aku sangat merindukanmu babo! Kapan kau akan terbebas yul?”

“Molla, situasinya sedang rumit” ucap yuri

“Omo! Kau membawa makanan unnie! Ah kebetulan aku sedang lapar” ucap vivian yang baru saja muncul, ia mendekati tiffany dan membuka kotak besar yang berada disampingnya

“Ah ya aku lupa, aku kemari membawa makanan untukmu yul, aku khawatir kau tidak bisa menjaga pola makanmu karea kau sangat selektif terhadap makanan”

“Ah..hahaha aku hanya trauma terhadap makanan” ucap yuri menggaruk garukkan kepala belakangnya. Semenjak pernah keracunan makanan Yuri memang sedikit trauma terhadap jenis makanan ditempat yang asing baginya.

“Arraso aku mengerti, makanan yang kubuat masih segar dan bebas racun hehehe kau tenang saja” ucap tiffany membukakan tupperware dan memberikannya pada yuri

“Apa aku boleh memakannya juga?” ucap vivian

“Tentu saja kau bilang kau lapar, aku membawa banyak makanan” ucap tiffany memberikan  satu kotak berisi makanan pada vivian

“Woah gomawo unnie” ucap vivian senang menerima kotak itu, kini posisinya pindah duduk disamping yuri

“Kau pasti kesulitan karena kedua tanganmu di borgol, kajja aku suapi” ucap vivian mulai menyuapkan makanan pada yuri, yuri pun menerimanya dengan senang

“Aaa… Masytaaah…” ucap yuri menepuk tepukkan tangannya

“Ehmm… Yul, sebaiknya aku pulang”

“Eh? Waeyo…?”

“Aku… Aku harus pergi bekerja” ucap tiffany mulai melangkahkan kakinya hendak meninggalkan ruangan

“baiklah, hati hati di jalan unnie!” ucap vivian melambaikan tangnnya pada tiffany

“yah!!” teriak yuri

“wae? aku sudah dipindah tugaskan sebagai penjagamu disini, jadi mulai sekarang aku yang berhak mengatur jadwal kunjungan”

“yaish…

“gwaenchanna, aku akan mengunjungimu lagi, ah anni… aku akan menunggumu pulang yul” ucap tiffany iapun kembali membalikkan badannya namun lagi lagi yuri menahannya

“chankkaman” ucap yuri mendekati tiffany kedua tangannya merapikan jaket yang dipakai tiffany “kau bilang cuaca diluar sangat dingin kau harus menutup tubuhmu, jangan sakit lagi arra?” ucap yuri mengusap rambut tiffany

“n… nne… aku pergi dulu yul” ucap tiffany buru buru segera meninggalkannya karena tak ingin wajah merahnya terlihat oleh yuri

“hahahaha”

“kenapa kau tertawa? dasar bodoh, aku masih ingin melihat wajahnya”

“kau yang bodoh, tidak kah kau sadar jika yeoja itu cemburu padaku?” ucap vivian melanjutkan tawanya

“mwo? tiffany? hahaha jangan bicara yang bukan bukan”

“yaish dasar tidak peka, dari aku kuliah di london sampai lulus belum pernah mendengar kabar kau memiliki kekasih” ledek vivian

“kau tau, aku…”

“arra arra… aku tau, itu karena kau mencintai tiffany unnie”

“hehehe sudahlah jangan bahas itu”

“jadi dia masih bersama dengan si sersan itu? wah… daebak”

“yah!!!” teriak yuri

“arraso, kajja lanjutkan ceritamu, apa yang sebenarnya terjadi waktu itu?”

Yuri terdiam, ia sedikit ragu untuk menceritakannya

“kau tenang saja, hanya ada aku dan kau disini, ppali..” ucap vivian menebak raut wajah yuri

“memang bukan aku yang melakukannya, sebenci dan semarah apapun perasaanku aku tak akan melakukannya”

“kenapa dia ada didalam rumahmu? apa kalian ada janji untuk saling bertemu dan sebenarnya siapa namja yang tertembak itu?”

“dia…… ayahku”

“mwo??” ucap vivian terkejut

“saat itu ahjumma memberitahuku, aku langsung berlari menuju rumahku untuk segera melihatnya dan aku benar benar melihatnya”

“hhmmm…. apa ayahmu mungkin seorang mafia?”

“anniyo, dia seorang dokter, tapi aku sudah tahu pelaku dibalik penembakan ini”

“dokter? kemarin aku juga baru saja menangani kasus pembunuhan seorang dokter, kau tahu? cara membunuhnya sangat keji sekali”

“jinja? apa pelakunya sudah tertangkap?”

“sepertinya belum, setelah mengetahui kasus tentangmu aku langsung meminta dipindahkan kemari”

“yaish kau ini”

“wae? kau ini lebih penting, kau harus lekas bertindak dan keluar dari sini, kau harus segera menangkap para pelaku”

……………………..

“Kau melamun?” ucap jessica menghampiri yoona yang sedang duduk memandang ikan ikan yang berada di akuarium

“Anniyo, aku sedang berbincang dengan mereka” ucap yoona

“Eh? Sejak kapan ikan bisa berbicara?” tanya jessica bingung ikut memandang ikan ikan hias itu

“Sejak nenek moyang kita belum lahir, kau nya saja yang tak pernah memperlajarinya”

“Yah! Jangan membodohiku, aku tak pernah mendengar ada pelajaran bahasa ikan”

“Yah, untuk apa aku berbohong.. Kau pikir sedari tadi apa yang aku lakukan? Yaish bahkan kau tak sopan tidak menyapa mereka, kau tau? Salah satu dari mereka ada ikan yang sudah halmoni”

“Jinjja? Ah anyeong halmoni” ucap jessica sedikit menundukkan kepalanya pada ikan ikan itu sementara yoona berusaha untuk menahan tawanya ,tentu saja jessica kembali menjadi korban kebohongannya

“Ada apa kau kemari? Kau sudah membereskan semuanya?”

“Tentu, lihat saja semuanya sudah rapi.. Ah aku lupa, kemarin kau bertemu dengan yul, bagaimana kabarnya? Aku belum menemuinya, ah ottokhae” ucap jessica dengan raut khawatir memikirkan yuri

“Yah kenapa dengan raut wajahmu? Dia baik baik saja, dia makan dengan baik dan tidur dengan baik juga jadi kau tak perlu kesana karena sudah tahu kabarnya” ucap yoona menatapnya kesal

“Wae…? Aku ingin melihatnya secara langsung, lagipula dia pasti membutuhkan teman untuk mendengarkannya, yul pasti melewati hari hari yang rumit” ucap jessica

“Yaish…” gumam yoona segera berdiri dan meninggalkannya keluar restoran

“Yah yah yah, oddiga?” ucap jessica berlari menyusulnya

“Pulang, lagipula sudah malam aku sudah mengantuk”

“Lalu aku?” ucap jessica menghentikan langkahnya dihadapan yoona

“Kau? Kau pulang ke apartemenmu memangnya kemana lagi” ucap yoona kembali berjalan

“Kau tidak mengantarku?”

“Anniyo” ucap yoona mengabaikannya

“Yaah…!!” teriak jessica ,iapun berjalan kembali memasuki restoran, sialnya rekan rekan kerjanya yang lain sudah pulang “haish… ottokhae” gumamnya

namun saat membalikkan tubuhnya jessica terkejut saat sebuah tubuh seseorang sudah berdiri dihadapannya

“kyaaaaaa…..!!!!!”

“yah, berisik sekali” ucap orang itu menyalakan lampu restoran

“yah! kau senang sekali membuatku terkejut, yaish!!! menyebalkan” ucap jessica merasa kesal saat melihat orang itu adalah yoona

“kau nya saja yang mudah terkejut, kajja” ucap yoona menarik tangan jessica, ia kembali mematikan lampu restoran dan menguncinya

“kau bilang tak ingin mengantarku” ucap jessica masih merasa kesal

“aku tak mungkin tega membiarkanmu”

“kau senang sekali menarik ulur hati seseorang” 

“benarkah? mianhae… “ ucap yoona masih terus berjalan menatap kedepan dengan tangannya yang masih menggenggam tangan jessica “lagipula kau bisa memberhentikan taksi, kenapa kau memintaku mengantarmu?” lanjutnya

“ah benar juga, jessica babo” ucap jessica dalam hati “percaya diri sekali, siapa juga yang meminta diantar olehmu, lepaskan aku ingin pulang”

“shirro, aku lapar, kau tak lapar?”

“ah benar juga” gumamnya dalam hati “baiklah, kita makan dimana? jangan terlalu jauh, ini sudah mulai larut malam” ucap jessica

Yoona tak menjawabnya, ia hanya terus berjalan dengan menarik tangan jessica hingga keduanya sampai disebuah kedai makanan

“ahjumma, 2 porsi seperti biasa” ucap yoona pada seorang ahjumma pemilik kedai tersebut

“hey yoong, kau tak bersama unnie mu?”

“anniyo, aku bersamanya” ucap yoona menunjuk pada jessica, jessica pun membungkukkan badannya menyapa ahjumma itu

“omo! kekasihmu?” ucap ahjumma itu tertegun saat melihat jessica

“nne” jawab yoona

“an.. “

” aigoo yeoppoda…” ucap ahjumma sebelum jessica melanjutkan ucapannya “kajja duduklah” lanjutnya sambil membawa nampan berisi 2 mangkok jajangmyeon dan 22 botol soju yang sudah siap disajikan

“kamsahamnida ahjumma…” ucap yoona saat menerima makanan tersebut

“nne, nikmati kencan makan malam kalian hehehe” ucap ahjumma itu kemudian berlalu pergi

“yah apa maksud ucapanmu tadi” ucap jessica

“yang mana?” tanya yoona

“haish… lupakan” ucap jessica, keduanya pun mulai menikmati jajangmyeon yang sudah berada dihadapan mereka

“aaah… masyta.. sudah lama sekali aku tak makan disini, kau suka?” ucap yoona dengan jajangmyeon yang masih menggembul di pipinya

“nne ini memang lezat, kau selalu kemari? sepertinya ahjumma itu sangat mengenalmu”

“tentu saja, sepulang sekolah aku selalu kemari bersama unnieku”

“woah sudah lama sekali kedai ini”

“ini memang kedai jajangmyeon paling terkenal disini, ah yul unnie juga pasti merindukannya, sudah lama sekali kami tidak pernah kesini”

tanpa terasa jessica tersenyum mendengar itu

“wae?” tanya yoona

“anniyo, aku hanya senang hubunganmu dengan yuri sudah membaik” ucap jessica

“hmm… kau bilang kau memiliki dongsaeng?”

“nne, dia sekarang tingkat akhir high school”

“apa kau tak merindukannya?”

“walaupun dia menyebalkan sepertimu tentu saja aku merindukannya, tapi hampir setiap hari dia menelponku ataupun sebaliknya”

“kenapa kau memilih seoul?”

“molla, kedua orang tuaku memang berasal dari negara ini tapi sekarang ini adalah pertama kalinya untukku menginjakkan kaki di seoul, awalnya aku ragu namun setelah mengenal tiffany yang juga tinggal sendirian, aku jadi yakin akupun bisa”

“apa kau begitu memang karena ingin melupakan seseorang?”

“hmm…” gumam jessica mulai mengambil soju dan meminumnya “aku hanya ingin memulai kehidupanku yang baru, aku sudah terlalu muak menangisi namja brengsek itu” lanjutnya

“apa yang terjadi?” tanya yoona

Jessica hanya memandang yoona merasa ragu jika menceritakannya karena ia tahu yoona tak pernah luput dari mengerjainya

“yah, mengapa memandangku seperti itu? aku juga bisa bersikap serius” ucap yoona

“dia tiba tiba mumutuskan hubungan tanpa alasan, padahal kami sudah merencanakan tanggal pertunangan kami yang akan diadakan beberapa bulan lagi, tapi saat aku menemui kantornya untuk memastikan, sayangnya aku melihat si brengsek itu bersama perempuan lain”

“woah daebak, pasti yeoja itu lebih cantik darimu”

“yah!!!” teriak jessica memandang tajam pada yoona tanpa ia sadari hampir semua pengunjung kedai merasa terkejut karena teriakannya itu

“aku bercanda hehehe aku yakin namja itu suatu saat nanti akan menyesal telah melepaskan  yeoja secantikmu” ucap yoona melanjutkan makannya

Kini emosi jessica mulai menurun, lagi lagi yoona telah membuat perasaannya naik turun

“dasar menyebalkan” gumam jessica

“tenang saja, kau akan merasa bahagia disini” ucap yoona tersenyum memandang jessica begitupun jessica yang terdiam memandang yoona, keduanya cukup lama saling memandang

“ak.. aku sudah kenyang” ucap jessica

“jinja? makananmu masih tersisa”

“ini terlalu banyak untukku, lain kali jangan memesankan 1 porsi untukku”

“baiklah, kajja kita pulang” ucap yoona mulai berdiri

Yoona kembali mengantar jessica ke apartemennya

“gomawo… kau ingin mampir?” ucap jessica setelah kduanya tiba didepan apartemen jessica

“anniyo aku langsung pulang saja” ucap yoona “ah ya, besok bangunlah pukul 6 pagi”

“eh? wae?? bukankah restoran buka jam 10?”

“pokoknya bangun saja dan lekas bersiap siap, aku akan menjemputmu jam 7, bye..” ucap yoona melambaikan tangannya dan berlari meninggalkan jessica

“huh? dasar” ucap jessica namun kemudian tersenyum menatap punggung yoona yang semakin menjauh dan menghilang dibalik lift

…………………….

keesokan harinya sesuai apa yang diucapkan yoona tadi malam, pukul 7 pagi ia tiba di apartemen jessica

“good morning” ucap yoona tersenyum saat pintu apartemen jessica terbuka

“ternyata kau memang kesini, masuklah aku baru saja membuatkan sarapan” ucap jessica yang sudah terlihat rapi

“tentu saja, aku tak pernah mengkhianati lidahku sendiri” ucap yoona berjalan mengikuti langkah jessica

“jadi, apa yang membuatmu memintaku bangun pagi?” tanya jessica sambil memberikan potongan  sandwich yang dibuatnya

“kita akan pergi”

“pergi? oddiga?”

“jalan jalan, membuatmu senang”

“eh? bukankah ini bukan hari libur kerja?” tanya jessica bingung

“tentu saja bukan, apa kau tak lelah? kau juga butuh bersenang senang, kau tenang saja aku sudah memberitahukan yang lain”

“hhh… kau ini, selalu saja berlaku seenaknya”

“tentu saja aku melakukan ini untukmu” ucap yoona

“yy..yah, kk.. kau ini” ucap jessica merasa gugup dengan kedua pipi yang hampir blushing

“kajja kita berangkat” ucap yoona mulai berdiri dan kembali menggenggam tangan jessica

“c.. changkaman, aku ingin mengambil ponselku” ucap jessica menahan tangan yoona

“baiklah, aku akan menunggu dibawah” ucap yoona kemudian berjalan meninggalkan jessica

“hufhht… apa apaan ini” ucap jessica membuang nafas dengan kedua tangan yang memegang dadanya, iapun berjjalan memasuki kamar untuk mengambil tas kecil dan ponsel yang sedang di charger nya. namun alis jessica terangkat saat mencabut kabel pengisi daya yang membuat layar ponselnya menyala dan memperlihatkan beberapa panggilan dari sebuah nomor kontak

Dahinya mengkerut saat membuka kunci layar dan melihat pemilik nomor yang berkali kali memanggilnya itu, jessica pun menutup kembali layar ponselnya setelah menghapus nomor panggilan itu namun saat akan memasukkan ponselnya kedalam tas tiba tiba ponselnya kembali berbunyi menerima panggilan

saat dilihat, nomor kontak yang sama kembali meneleponnya membuat jessica terdiam cukup alama menatap layar ponsel yang terus berkedip menerima panggilan itu

Namun jessica segera menekan tombol merah menolak panggilan itu dan mematikan ponselnya, iapun segera menemui yoona yang sudah menunggunya

“yah lama sekali” ucap yoona yang sudah terlihat kesal

page.jpg

“mianhae” ucap jessica “eh? kita akan mengendarai motor?” lanjutnya menatap heran pada yoona yang sudah menggunakan helm dan duduk disebuah motor

“nne, apa kau tak suka?”

“anniyo, mana helm untukku?” tanya jessica, yoonapun memberikan satu helm untuk jessica dan segera dipakainya

“kau tak ingin berpegangan padaku?”

“shirro” ucap jessica yang sudah duduk dibelakang yoona

“baiklah” ucap yoona, iapun segera menghidupkan mesin motor dan tanpa jessica duga yoona langsung menarik gas membuat seseorang yang duduk dibelakangnya merasa terkejut hingga akhirnya kedua tangan jessica memeluk pinggang yoona dengan erat

Yoona pun tersenyum senang

………………………………………

*tingtong* suara bel pintu apartemen taeyeon berbunyi saat seseorang menekannya dari luar

“fany-ah?” ucap taeyeon saat membukakan pintu dan melihat tiffany berdiri disana “kenapa tak langsung masuk saja? aku tak mengganti password pintuku”

“gwaenchanna” ucap tiffany singkat

“masuklah” ucap taeyeon

“anniyo” ucap tiffany masih berdiri didepan pintu membuat taeyeon membalikkan badannya “aku kemari hanya ingin mengembalikan ini semua” ucap tiffany memberikan kotak besar berisi barang barang yang taeyeon berikan selama masih menjalin hubungan bersama

Taeyeonpun dengan kaku menerima kotak itu

“wae..?” tanya taeyeon

“aku rasa aku tak pantas menerimanya lagi” ucap tiffany “dan ini..” lanjutnya sambil melepaskan cincin yang dikenakannya dan diberikan pada taeyeon. cincin itu adalah cincin couple yang diberikan taeyeon sebagai perayaan hari anniversary hubungan mereka yang sudah menginjak 3 tahun dari awal hubungan mereka dimulai, saat itu tiffany merasa sangat bahagia memakai cincin itu. namun sekarang justru memakai cincin itu membuatnya terluka

Taeyeon hanya terdiam memandang tiffany, ia merasa sangat bersalah pada yeoja dihadapannya itu namun ia sendiri tak bisa melakukan apa apa

“aku pergi, terima kasih atas semuanya” ucap tiffany segera membalikkan badannya

saat itu taeyeon buru buru meletakkan kotak besar itu dan berlari mengejar tiffany

“fany-ah, chankkaman!” ucap taeyeon menarik tangan tiffany dan memeluknya

Tiffany mencoba melepaskan diri dari pelukan taeyeon namun taeyeon terlalu erat memeluknya

“mianhae… jeomngmal mianhae” ucap taeyeon mulai menitikkan air matanya begitu pun tiffany “kau memiliki hati yang sangat tulus, tapi aku tak bisa menjaga ketulusan itu, aku sangat menyesal dengan keputusanku tapi aku tak bisa terus membohongimu” lanjutnya, taeyeon mulai melepaskan pelukannya

“gwaencahanna” ucap tiffany buru buru menghapus air matanya

“kau bisa membenciku” ucap taeyeon menatap wajah tiffany yang masih menunduk

“aku tak akan melakukannya” ucap tiffany “hanya saja, untuk saat ini bisakah menghilang dari kehidupanku? rasanya sangat menyakitkan saat melihat wajahmu taeng, mianhae” 

“aku mengerti, aku tak akan mengganggumu sampai tiba saatnya kita bertemu kembali” ucap taeyeon

“aku harap hanya aku satu satunya perempuan yang kau lakukan seperti ini” ucap tiffany melangkahkan kakinya meninggalkan taeyeon yang terdiam mematung memandang kepergian tiffany

……………………………………

“kyaaa yeppoda..! lihat, warna ikan ikan itu berwarna warni!” ucap jessica excited dan terus memotret beberapa jesi ikan yang ditemuinya sementara yoona ikut tersenyum senang memandang ikan ikan itu

keduanya tengah berada didalam sebuah ruangan yang diatasnya terdapat akuarium besar, yoona mengajak jessica menikmati beberapa pemandangan ikan di sea world

“kau senang?”

“nne, kau tahu? padahal rumah kedua orang tuaku di USA tepat berada di pinggir laut, tapi belum pernah sekalipun aku berenang disana”

“eh? wae…? bukankah berenang itu sangat menyenangkan? kalau aku mungkin sudah setiap hari menghabiskan waktu dengan berenang”

“aku juga ingin begitu, tapi tetanggaku saat berenang disana tiba tiba diserang oleh hiu”

“omo! menyeramkan sekali”

“itulah kenapa aku tak pernah berenang disana, kau masih mau?”

“hahaha kalau begitu kasusnya sepertinya aku perlu berpikir kembali” ucap yoona membuat keduanya tertawa

“sudah sore, apa kau tak lapar?” ucap yoona kembali setelah melihat jarum jam pada jam tangannya

“uhm.. aku lapar” ucap jessica menganggukkan kepalanya

Yoona pun membawanya ke sebuah restoran seafood

“kau tak memiliki alergi pada sea food kan?” tanya yoona sebelum memesan makanan

“tidak, aku hanya memiliki alergi pada mentimun”

“ah.. haha kau tenang saja disini tidak ada mentimun” ucap yoona

Keduanyanya pun duduk sambil menunggu makanan yang dipesannya tiba

“sambil menunggu kita sebaiknya melakukan apa?” tanya yoona

“emm…  ah ya, aku belum pernah mendengar kisah cintamu, sekarang giliranmu” ucap jessica

“kisah cinta? aku tak memilikinya”

“yah jangan bohong, wajah player sepertimu itu tak mungkin jika tak memiliki kekasih”

“yah, haha aku mengatakan yang sebenarnya”

“heol… tak bisa ku duga” ucap jessica

“tapi aku pernah menyukai seseorang selama 6 tahun ini”

“mwo? jinja? lalu?”

“molla hahaha”

“yah! nugu? apa kau pernah mengungkapkannya?”

“aku tak pernah mengungkapkannya, bahkan aku sendiri bingung dengan perasaanku”

“wae?”

“perasaan itu sudah hilang setelah aku mengenal seseorang”

“hmm… berarti yang kau rasakan selama 6 tahun pada orang itu hanya rasa kagum”

“ah..hahaha begitu ya”

“huh.. untuk seseorang yang belum pernah memiliki kekasih mana bisa mengartikan perasaan sendiri”

“dulu aku selalu berpikir jika memiliki kekasih hanya merepotkan” ucap yoona

“yah tidak semuanya seperti itu babo! lalu apa sekarang kau sedang menyukai seseorang?”

“nne…”

“apa kau benar benar menyukainya atau sekedar mengaguminya atau bahkan mencintainya?”

“mungkin tiga tiganya”

“woah daebak! tapi kau tak bisa secepat itu menyimpulkannya”

“molla… aku hanya merasakan bahagia setiap melihatnya”

“apa kau sudah mengungkapkannya?”

“aku selalu mengatakannya, tapi dia tak pernah menanggapinya”

“mungkin karena dia masih belum yakin padamu, begitulah bagi orang yang suka jahil” ucap jessica memberikan merong pada yoona

“hahaha dia nya saja yang bodoh”

“kalian selalu bertemu setiap hari?” tanya jessica

“nne…”

“kenapa kau bisa menyukainya?”

“molla, apa cinta itu butuh alasan?”

“emm… i don’t know, mungkin untuk mengetahui mana suka kagum dan cinta”

“begitu ya, entahlah.. melihat wajahnya saja jantungku selalu berdebar sangat kencang”

“hahaha aigoo… kau sudah dewasa sekarang”

“yah! memang kau pikir aku berumur berapa eoh?”

“bukan karena umurmu, tapi karena kekonyolanmu itu babo!”

“hahaha begitu ya”

“siapa orang yang sukai? mungkin aku bisa membantumu”

“emm… dia seorang yeoja”

“eiyy… gwaenchanna… aku sudah terbiasa sekarang, nugu?”

“seorang yeoja yang sedang berada dihadapanku saat ini” ucap yoona memandang lekat kedua mata jessica

“mm.. mmwo?” ucap jessica terkejut

Yoona hanya tersenyum mengangkat kedua alisnya

“y.. yyah! jangan bercanda!” ucap jessica merasa gugup, ia sendiri masih berpikir jika yoona sedang menjahilinya

“kau bisa lihat sendiri kan, dia tak pernah mempercayaiku” ucap yoona

tepat saat itu makanan datang dan yoona mulai sibuk memakan sea food yang sudah dihidangkan itu berbeda dengan jessica dengan perasaannya yang kembali tak menentu

“makanlah, tak perlu dipikirkan” ucap yoona

“siapa juga yang memikirkan itu” ucap jessica segera melahap makanan dihadapannya itu

keduanya terdiam saling menikmati makanan masing masing

“setelah ini kau ingin aku bawa kemana?” ucap yoona memulai pembiaraan lagi

“pulang saja, lagipula ini sudah mulai malam”

“baiklah”

Begitu selesai, yoona kembali mengantarkan jessica pulang ke apartemennya

“terima kasih untuk hari ini” ucap jessica membalikkan badannya ssetelah sampai didepan pintu apartemennya

“kau senang?”

“nne, sangat sangat senang” 

“baguslah, tapi aku tak bisa mengajakmu seperti ini setiap hari”

“hahaha dasar bodoh, tentu saja.. kita harus kembali bekerja, kkah pulanglah”

“uh? tak ada kisseu?”

“yah!!” teriak jessica mengangkat tangannya hendak memukul yoona

“arraso.. aku hanya bercanda hehe”

“yaish..!”

“tapi yang tadi aku serius mengatakannya”

“huh?” gumam jessica tak mengerti

“aku benar benar menyukaimu” ucap yoona  tersenyum kemudian melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan jessica yang mematung karena ucapan yoona

keasadarannya mulai kembali saat yoona tak terlihat lagi, iapun memasuki apartemennya dan tak terasa sedari tadi bibirnya terus tersenyum namun tiba tiba ponselnya kembali berbunyi menerima panggilan masuk, jessica pun membuka tas nya untuk mengambil ponsel itu. jessica terkejut saat melihat terdapat puluhan panggilan tak terjawab dari nomor yang sama yang meneleponnya pagi tadi. nomor itupun kini kembali memanggilnya membuat jessica bimbang, ia hanya terdiam memandang nomor yang tak lagi memiliki nama itu, meskipun begitu ia masih hapal pemilik nomor itu, tyler kwon. mantan kekasih yang mengkhianatinya itu. satu sisi ia masih merasa sakit hati terhadap mantan kekasihnya itu namun sisi lain ia masih bingung dengan perasaannya sendiri. jessica masih terdiam memandang lampu led yang terus berkedip yang menandakan panggilan masih belum berakhir

“hallo”

……………………………….

dengan perasaan berbunga bunga yoona memasuki villa yang menjadi tempat tinggalnya bersama sooyoung

“aku pulang…” teriak yoona

“yah kau kemana saja hari ini bolos bekerja” ucap sooyoung yang sedang menonton TV

“hehehe aku ingin menenangkan pikiran”

“jadi kau kencan bersama jessica? sampai bolos bersamaan”

“hehehe begitulah, mianhae aku tak bermaksud menduakanmu youngie-yaa…” ucap yoona memeluk sooyoung dan hendak menciumnya namun sooyoung segera menyingkirkan kepala yoona

“yaaah!! baboyaa!!” teriak sooyoung

“hehehe kau sudah makan?” tanya yoona

“sudah, tapi aku lapar lagi hehehe” ucap sooyoung mengusap usap perutnya

“yaish… shikshin! aku membawa beberapa gurita kecil, aku akan membuatkan sannakji, lagipula aku juga lapar lagi hehehe”

“yaish kau juga shikshin! kkah buatkan untukku” ucap sooyoung mendorong yoona, yoona pun berjalan menuju dapur dan mulai membuat sannakji

Setelah cukup lama, sooyoung mematika televisinya dan terdiam, ia menoleh kearah dapur dan melihat yoona yang masih serius membuatkan makanan untuknya

Sooyoungpun mulai berdiri dan berjalan menuju dapur, ia melihat yoona  membelakanginya sehingga tidak tahu kehadirannya, ia menghentikan langkahnya memperhatikan yoona yang sedang memotong beberapa gurita yang akan diolahnya perlahan sooyoung mengambil pisau dan menyembunyikannya dibalik punggung, ia kembali berjalan menghampiri yoona dalam diam

“akhh!!!!!”

……………………………..

*tap tap tap*

suara langkah seseorang berlari membuat kedua mata yuri terbuka, ia melihat seseorang membukakan pintu sel dengan nafas yang tak teratur seusai berlari menuju tempatnya

“yy… yyul…!! huh huh huh huh!!”

“nne? apa yang terjadi?” tanya yuti melihat wajah vivian yang memucat

TBC

Advertisements

47 thoughts on “We Are Different part 6

  1. merdila says:

    Yoong udh ngungkapin perasaanx k’sica tpi sica nganggepx becandaan,mudh”n mrka b’2 sgera officel deh.
    Waduh… Apa yg terjadi tuh vi”an lari”+panik gtu nemuin yul?
    Penasaran dg klanjutanx

    Like

  2. Ani says:

    Yoong akhirnya ngungkapin perasaannya ke sica.hubungan taeny sudah berakhir kenapa Soo begitu sangat benci terhadap yoonyul dan bagaimana keadaan yoong . Dan perasaan sica terhadap yoong makin penasaran……

    Liked by 1 person

  3. Ros09 says:

    OhMyGod😲😲 apa yang terjadii, ada apa dengan soo? Sepertinya ada yg disembunyikan dan juga vivian, kenapa dia tersenyum smirk thoor?
    Kasian tiff dia dilanda cemburu karena kedekatan yul dan vivian. Sebelumnya tiff sudah sakithati karena tae tidak mencintainya.
    Dan juga yul tidak berani mengungkapkan perasaannya dg tiff. Semoga yulti segera bersatu.
    Yul kalah gantle dengan yoong yg sudah mengungkapkan perasaan akan tetapi jess belom menjawab dan masih menganggap yoong menjahilinya 😂😂😂

    Like

  4. rzu says:

    nahlo, nahlo…… apa yg terjadi?. kenapa Vivian berlari?, dan terlihat sangat khawatir?. dan kenapa dgn yoonsyoo…. ga mungkin kan syoo melukai yoong?.
    selamat berpisah taeny….. wkwkwwk…..
    ha…. yoong ceplas ceplos banget bikin jessi ragu aja. dan si teler kwon mau apa nelpon jessi terus?. hhhhh….. penasaran?.

    Liked by 1 person

  5. may185blog says:

    Akhirnya Taeny putus, tp Yul Gk tau.
    Yoona sudah muali berani mengungkapkan perasaannya ke Sica, tp Sica masih bimbang, moga Sica cepat menyadari rasa cinta na ke Yoona.
    Apakah Sooyoung sudah mulai menjadi jahat dan mau melukai Yoona???
    Chayoo tuk next cepter. ✊😆

    Liked by 1 person

  6. Risnita Hahihu says:

    asiiiikkkkk Yoong hebat, ngungkapin perasaan sama orang yg ga peka dan lebih tepatnya blm bisa menerima. apa sih bahasanya, pokoknya buat ayang beb sica plisss lupain yg nyakitin. belajar welcom sama yg baru, yg lebih tulus gitu hehe 😍

    orang kek tatang bagusnya di apain sih?
    mak faneh kasian kali, udh napa. si item buruan nembak, ngungkapin kek yoong dong, payah si kwon pabo mah 😏

    Yoong kenapa kamu nak?
    soo gimana sih 😭, jgn gituin yoong. dia ga salah, kelar ni ff kalau si rascal dead 😒

    soo itu kenapa sebenernya?
    udh dr chapter belakang dia aneh, dia tau masalah apa #maybe. tp kok dia malah pengen ngabisin duo kwon?

    Like

  7. nurhuda nur says:

    sedih bacanya , hubungan taeny akhirnya berakhir . lebih baik gitu dari pd pany yg nanggung derita trus mencintai tpi tdk dicintai . dan yul cpt keluar dari penjra dan sembuhkan luka pany . yoonsic kocak abiss . knp syoo tusuk yoong apakah syoo mulai benci yoong ?? . penasaran thor ??

    Like

  8. tippara says:

    Main cepet ya yoong 😂 tp kamu terlalu suka becanda sih, jd sica jg ngaggepnya begitu 😀 btw, kamu nggak kasian apa sama fany penulis-nim? Yg lain pada ribet sama kebersamaan dan kekacauannya sendiri2 eh fany malah kaya sendirian.. Kaya nggak punya sapa2, tp serius yulti sahabatan rasa jauh ya? Canggung bgt kaya nya 😂 ato krna mereka sama2 suka jd gitu? Ngga mau ngerpotin masing2. Itu vivian ngapain smirk2 gitu? Dia sekongkol jg kah sama mr lee dan choi? Hmm hmmm..

    Liked by 1 person

  9. martha97 says:

    asikk , yoong dah ungkapin perasaan nya sama sica . tinggal nunggu sica nya . heheheh . siapa yg teriak tuh , yoong kah , emang bener si sooyoung itu jahat ? , dia nusuk yoong kahh ? penasaran banget ….

    Liked by 1 person

  10. thesalonikask says:

    Daebak, akhirnya yoong ngungkapin perasaannya juga ke sica..
    Taeny putus huhu kasian fanny tapi ada yuri kok langsung jadian aja fanny sama yuri..
    Soo ada apa denganmu? Jangan” disuruh appanya buat ngebunuh yoong wah.. yuri bakal mutilasi soo bentar lagi..
    Anyways~ semangat ya thor

    Liked by 1 person

  11. grc_grace says:

    Yaampun taeny gue 😭😭😭😭
    Aigoo yoonsic so cute 😂😘
    Aduhh sica ngapain diangkat coba tlp nya si Tyler? 😑😑
    Yahh sooyoung apa yg kamu lakukan ke yoong? Kog jadi kaya bapaknya sih jahat gitu 😱😨😭

    Liked by 1 person

  12. jokece5 says:

    yeyyyy taeny putus jd yul tuyul pnya kesempatan buat pcrin fany hehe
    vivian bantuin yul ya buat dptin fany dan bkin fany nyadar kalo dia jga ska ma yul hehe
    ciee yoonsic kencan dibumbui kejailan yoong yg ujung”a serius nyatain prasaan’a tp sayang jessie masih bimbang
    tu pan soo jga terlibat dlm rencana jahat babeh’a. apa soo nusuk yoong?

    Like

  13. Yuni krismawati says:

    Yeaaay akhirnya yoong ngungkapin perasaannya ma jessica😂😂 udah kalian berdua pacaran aja #yoonsic. Kekeke
    Wah. 😧 itu syoo mau ngapain? Jangan” mau bunuh yoong

    Like

  14. fathirar says:

    Omg !!! apa yg terjd td bukan kh adem” ka keadaannya ,ada ala dgn tingkah sooyoung,dia bukan ingin apa”in yoona kan thor 😭
    yoonsic seperti jalani kencan yee..adem bener dgn tingkah keduanya,suka dgn tingkah yoong apa lg daebak uda ungkapin semua dgn sica..please sica jgn mikir banyak” yoong itu kan cute
    makin dibuat andrenalin di part ni dgn mu thor,makin penasaran lahh
    author jjang ☺😊😅

    Liked by 1 person

  15. Hennyhilda says:

    Siapa yeoja yg disukain yoong selama 6tahun ni dan berubah setelah ketemu ama sica? Gw juga penasaran ama si soo yg kayanya ada niat tertentu ke yoong tp kan yoong itu pernah nyelamatin nyawanya? Terlalu banyak teka teki..
    Dan akhirnya taeny putus yeayyyy dan yulti bisa bersatu hohohoho
    Haduhhh ahjussi tyler kembali in de hoss yoooo daebak

    Liked by 1 person

  16. junghyun1park says:

    Taeny putus, ada harapan buat yultif bersatu
    Yoonsic udah muali deket,, yoong udah ngaku suka sm sica,, tp kayaknya sica belum bisa move on
    Kok soo nyeremin gitu bawa2 pisau segala,,,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s