We Are Different part 2


Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

………………………………….

“Ugh…..!!! Huft selesai juga” ucap jessica setelah selesai memindahkan barang barang di dalam apartemen baru yang akan ia tinggali selama di seoul

Jessica tinggal berada di gedung yang sama bersama tiffany, hanya berada dua lantai diatasnya

Begitu melihat ruangannya sudah terlihat rapi, ia duduk di soffa untuk meregangkan otot ototnya

“Jessie….!!” teriak tiffany yang baru saja tiba memasuki apartemen jessica “woah kau sudah membereskan semua ini dari pagi? Daeeeeebak!!”

“Seperti yang kau lihat, kau baru pulang bekerja?” ucap jessica saat melihat tiffany masih memakai seragam kerjanya

Tiffany bekerja sebagai resepsionis sebuah hotel berbintang di seoul.

“Nne tadi aku langsung kesini, mianhae aku tak membantumu”

“It’s okay tiff, kau sudah makan?”

“Belum, oh ya aku membawakanmu jus strawberry” ucap tiffany menyerahkan jus yang ia beli itu

“Thanks babe, kau ada acara malam ini?”

“Nne, taeyeon mengajakku makan malam diluar, wae?”

“Tadinya aku mau mengajak makan malam denganmu, tapi lain kali saja”

“Mianhae…” ucap tiffany dengan raut wajah sedihnya

“It’s okay honey, kau bilang kalian sangat jarang memiliki waktu bersama, now it’s your time with your first love”

“She’s not my first love”

“Eh? Bukankah kau bilang dia kekasih pertamamu?”

“Nne, tapi dia bukan cinta pertamaku”

“Then who?”

Tiffany terdiam, perlahan senyumnya mulai merekah saat pikirannya harus kembali mengingat seseorang yang pertama kali membuka hatinya

“Dia….. Seseorang yang berbeda” ucap tiffany

Flashback

10 tahun yang lalu

“Fany-ssi tolong jual kue kue ini di sekitar taman, cuaca cerah seperti ini pasti disana banyak sekali pengunjung” ucap seorang perempuan setengah baya yang baru saja selesai memasukkan kue kue yang ia buat kedalam keranjang

“Nne ahjumma” ucap tiffany semangat, ia pun menerima keranjang yang lumayan berat karena terisi banyak kue itu

Dengan ceria tiffany berjalan berkeliling taman menjual kue kue itu, hari itu begitu cerah dan tiffany sangat menyukai langit biru yang menurutnya sangat indah, melihatnya ia merasakan hati yang tenang

Begitu sampai, ia melihat sekumpulan namja seusianya sedang bermain bola ditaman, tiffany pun duduk menontonnya sekalian mengistirahatkan kakinya setelah cukup lama berkeliling, meskipun taman lumayan banyak pengunjung yang datang namun baru setengah kerangjang kue yang terjual

Tak berapa lama ia melihat salah satu namja yang sedang bermain bola itu berjalan kearahnya

“Noona, apa yang kau bawa?”

“Ah kebetulan, aku membawa banyak kue yang kujual, ini sangat lezat” ucap tiffany memberikan senyum bulan sabitnya

“Jinja? Baiklah aku ambil” ucap namja itu mengambil beberapa kue dan memakannya

“Dia terlihat tampan” ucap tiffany dalam hati memandang namja yang sedang menikmati kue yang dijualnya itu

“Ottokhae?” tanya tiffany

“Hmm… Lumayan” ucap namja itu

“Yah daesung-ah kau sedang apa? Kajja main lagi” ucap seorang namja lain menghampirnya

“Yah, ini sangat lezat cobalah” ucap daesung

“Benarkah?” ucap namja itu kemudian ikut mengambil dan memakan kue itu “memang lezat, kau akan mentraktirku kan?” tambahnya

“Ambil saja sesukamu” ucap daesung

“Yah! Kemarilah! Disini ada banyak kue!” teriak namja itu, teman teman daesung yang lain pun menghentikan permainan dan menghampiri, kini tiffany dikelilingi 6 orang namja yang mulai menikmati kue yang dijualnya itu, tentu saja membuat tiffany senang karena makanan yang dijualnya hampir habis

“Aku sudah kenyang, kajja kita main lagi” ucap daesung langsung berjalan meninggalkan tiffany begitupun kelima temannya mengikuti

“Hey… Chankkaman” ucap tiffany

“Wae…?”

“Kalian belum membayar”

“Mwo? Bukankah tadi kau yang menawarkan kue itu?”

“Nne tapi aku menawarkan agar kau membelinya”

“Begitu ya” ucap daesung, ia memandang teman temannya yang terdiam menunggunya  “aku tak membawa uang” tambahnya

Kelima teman daesung pun tertawa mendengar kawannya itu dan kembali berjalan meninggalkan tiffany

“Yah! Kalian harus membayarnya!” teriak tiffany, kali ini nadanya cukup tinggi karena kesal merasa dipermainkan, ia berlari memegang tangan daesung untuk menahannya pergi

“Sudah ku bilang aku tak punya uang! Pergilah!” ucap daesung kasar sambil mendorong tiffany hingga tubuhnya terjatuh dan keranjang yang dibawanyapun ikut terjatuh sehingga membuat kue kue didalamnya berserakan. Perlahan air mata tiffany mengalir melihat kue kue itu terlihat kotor dengan tanah tanah yang menempel

“Yah, bayarlah apa yang sudah kau beli” ucap seorang yeoja yang sudah berdiri di dekat tiffany

“Cih, kau temannya huh? Sudahlah kajja lanjutkan permainan kita” ucap daesung kembali membalikkan badannya

*dukkkk* tiba tiba tubuh daesung terdorong ke depan dan hampir terjatuh saat sebuah kaki menendang punggungnya, dengan kesal daesung membalikan tubuhnya dan melihat yeoja tadi yang berani menendangnya

“Bukan seperti itu caramu memperlakukan seorang yeoja, apa kau juga memperlakukan ibumu seperti itu huh?” ucap yeoja itu dengan nada tenangnya

“Sial!” ucap daesung ia pun berjalan cepat dan melayangkan tinjuannya pada yeoja itu

*ssssseeett!!* *brukkk!!!* “akhh!!” teriak daesung saat dengan mudahnya yeoja itu menghindar dan balik menyerangnya sehingga membuat tubuh daesung terhempas kembali ke tanah

Teman teman daesung yang melihatnya langsung ikut menyerang yeoja itu namun lagi lagi mereka lah yang terkena serangan yeoja itu hingga keenam namja itu terkapar kesakitan

“Jika ku lihat kalian seperti itu lagi pada seorang yeoja, tak akan pernah ku maafkan” ucap yeoja itu melempar dompet yang berhasil ia ambil dari saku celana daesung dan mengambil semua uang didalamnya

Yeoja itu berjalan menghampiri tiffany yang masih terduduk diatas tanah setelah terjatuh, ia pun membereskan beberapa kue yang masih terlihat bersih kemudian membangunkan tiffany dan mengajaknya berjalan menjauhi keenam namja yang masih kesakitan itu

“Sudahlah jangan menangis lagi, apa ini cukup?” ucap yeoja itu menyeka air mata tiffany kemudian memberikan lembaran uang yang ia ambil dari dompet daesung

“Aku hanya sedikit ketakutan setiap melihat perkelahian, ini sudah cukup bahkan ini kelebihan 4 lembar” ucap tiffany

“Benarkah? Kalau begitu aku akan mengembalikannya” ucap yeoja itu membalikkan badanya namun tangan tiffany menahannya

“Chankkaman”

“Nne?”

“G… Gggomawo…” ucap tiffany gugup, sebenarnya hatinya tiba tiba berdetak lebih cepat saat melihat yeoja itu memberikan pelajaran pada keenam namja itu, membereskan kue kuenya dan membantu mengangkat tubuhnya untuk berdiri

“Nne, lain kali jangan langsung memberikan kue mu sebelum orang itu memberikan uang padamu”

“Arraso… Sekali lagi gomawo, aku jadi memiliki hutang padamu, bagaimana aku bisa membayarnya? Aku akan melakukan apa saja untuk membayar hutangku” ucap tiffany

“Emm… Apa ya?” ucap yeoja itu tampak sedang berpikir “apa kau tak keberatan memberikanku beberapa kue itu? Aku sangat lapar hehehe”

“Em.. Boleh saja, t..ttapi.. Kue ini sudah terjatuh, pasti ini kotor”

“Gwaenchanna…” ucap yeoja itu mengambil beberapa kue itu “ini masih bisa dibersihkan” tambahnya sambil mengusap usap kue itu menghilangkan tanah tanah kecil yang masih menempel

“Hey.. Itu kotor, kau bisa sakit” ucap tiffany hendak menahan yeoja itu namun sayangnya yeoja itu dengan cepat memasukan kue itu kedalam mulutnya

“Hmm… Ini lezat, kau yang membuatnya?”

“Aniyo, ahjumma yang membuat ini” ucap tiffany

Kini kedua yeoja itu duduk bersampingan dibawah sebuah pohon di tepi danau

“Kau sering jual kue ini berkeliling?”

“Aniyo, biasanya kami membuka stand di dekat sungai han, tapi kemarin saat akan berjualan tiba tiba stand milik ahjumma sudah tidak ada disana” ucap tiffany, wajahnya terlihat sedih

“Wae..?”

“Molla…”

“Jadi karena itu kau menjualnya dengan berkeliling? Apa kau tak merasa lelah dan kepanasan?”

“Tentu saja, tapi ini tak sebanding dengan ahjumma yang telah merawat dan membesarkanku sedari aku bayi”

“Memang kedua orang tuamu kemana?”

“Entahlah, ahjumma yang sudah lama bekerja di rumahku bilang mereka hanya datang menyerahkan aku lalu mereka pergi ke negara lain dan tak pernah kembali”

“Hmm… Mianhae”

“Gwaenchanna, oh ya aku merasa tak enak karena kau memakan kue yang kotor, lain kali akan kubuatkan kue kue untukmu”

“Jinja? Gomawo…”

“Ani.. Harusnya aku yang berterima kasih padamu”

“Kau tau? Kau terlalu cantik untuk berjualan kue, tidak kah kau menjadi seorang model saja?”

*pletak!!* 

“Baboya.. Aku tak menyukai hal semacam itu” ucap tiffany setelah menjitak kepala yeoja itu

“Hehehe… Lalu apa yang kau suka?”

“Emm… Aku suka bernyanyi, aku suka membuat beberapa lagu” 

“Jadi kau ingin menjadi penyanyi terkenal dengan lagu ciptaanmu sendiri?”

“Nne!” ucap tiffany mantap

“Baiklah tunjukan padaku suara emasmu” ucap yeoja itu

“Eh? Hahaha tapi aku malu”

“Yah, mana ada seorang penyanyi terkenal tapi pemalu”

“Shiro.. aku takut kau menertawaiku”

“Kau bilang kau mau melakukan apa saja untukku, aku ingin menjadi orang pertama yang mendengar lagu ciptaanmu sebelum jutaan orang mendengarnya” ucap yeoja itu dan berhasil membuat kedua pipi tiffany memerah

“Baiklah, tapi berjanjilah kau tak akan menertawaiku, karena kau orang pertama yang mendengarnya, yaksok?” ucap tiffany mengangkat jari kelingkingnya

“Geurae…” ucap yeoja itu mengaitkan jari kelingkingnya pada jari tiffany

“Baiklah, ini lagu ciptaanku sendiri” ucap tiffany

Tiffany diam sejenak sambil memejamkan kedua matanya untuk mengatur nafasnya sementara yeoja itu tersenyum memperhatikannya

Dengan kedua mata yang masih terpejam tiffany mulai membuka mulutnya dan mulai bernyanyi

~Naege ssodajin nunbusin bichen neoya

Memareun nae mame dasi kkocheul piwojun

You are my once in a lifetime

Geudaem neolbgo keun uju

Nareul kkaewojun dasi utge han ojig han saram

You arw my, you are my once in a lifetime

Once in a lifetime…. ~~

Tiffany membuka kedua matanya sambil masih tersenyum merasa senang dengan lagu yang dinyanyikannya itu, namun dahinya mengkerut saat menoleh dam melihat yeoja disampingnya itu terdiam menatapnya

“W..wwae…? Kenapa kau diam saja? Apa kau tak su…?” tanya tiffany

“Daebak!!! Aku belum pernah mendengar suara seindah itu” potong yeoja itu sambil menepuk tepukkan kedua tangannya merasa takjub

“Yaish..!! Pintar sekali kau berbohong” ucap tiffany kesal

“Aniyoo, aku berkata jujur padamu, aku benar benar merasa terbang saat mendengarmu bernyanyi, aku yakin sebentar lagi pasti kau akan menjadi penyanyi yang sangat terkenal!” ucap yeoja itu semangat

Tanpa terasa kedua pipi tiffany kembali memerah dibuatnya

“Jinja? Kau senang?”

“Tentu saja, aku jadi ingin selalu disampingmu agar selalu kau nyanyikan hehehe”

“Kk…kkau ini” ucap tiffany gugup

“Sayangnya aku harus segera pergi” ucap yeoja itu melihat jam tangannya

“Oddiga?” tanya tiffany, wajahnya terlihat sedih merasa tak rela jika harus berpisah dengan yeoja itu

“Kedua orang tuaku menungguku dirumah”

“Begitu ya”

“Nne, gomawo atas kue nya… Aku pergi dulu” ucap yeoja itu mulai berdiri namun saat akan membalikkan badannya, tiffany menahan tangannya

“Chankkaman”

“Nne?”

“Apa kita akan bertemu lagi?”

“Tentu saja, kau bisa panggil nama pangeran orion sebanyak tiga kali jika ada yang mengganggumu, maka aku akan datang menolongmu hahaha”

“Pangeran orion? Kenapa pangeran? Kau seorang yeoja”

“Ah…hahaha iya aku lupa” ucap yeoja itu menggaruk garuk rambutnya

“Dasar kau, baiklah aku akan memanggilmu pangeran orion” ucap tiffany tersenyum

“Baiklah aku pergi dulu tuan putri, bye..” ucap yeoja itu berlari menjauhi tiffany

Tiffany terus tersenyum melihat punggung yeoja itu yang semakin menjauh dari pandangannya, ia tertawa saat melihat yeoja itu menghampiri para namja yang telah berbuat nakal padanya, mereka terlihat ketakutan namun yeoja itu ternyata hanya mengembalikan uang yang kelebihan ia ambil untuk tiffany

Yeoja itu kembali berjalan menuju halte dan tubuhnya menghilang dari pandangan tiffany

Flashback End

“Aw… So sweet, tapi… Apa dia juga lagi lagi seorang yeoja? 😒

“Nne… Hehe dialah yang membuatku menyukai seorang yeoja, bagiku dia lebih gentle daripada pria”

“Lalu kenapa kau tak berpacaran dan menikah saja dengannya?”

“Aku tak bisa” ucap tiffany, kini wajahnya terlihat sendu

“Why? Apa dia telah menikah dengan orang lain?”

“Karena aku tak pernah bertemu dengannya lagi” ucap tiffany menundukkan kepalanya “hari itu adalah hari pertama dan terakhirku bertemu dengannya, dia tak pernah terlihat lagi”

“Kau mengetahui nama nya kan? Kita bisa mencarinya”

“Hufht… Yang ku tahu dia bernama pangeran orion” ucap tiffany menundukkan kepalanya

“Don’t be sad… Sekarang kau sudah memiliki seseorang yang mencintaimu” ucap jessica memeluk sahabatnya itu, tiffany pun tersenyum kembali membalas pelukan jessica

………………….

Di kantor bourbound 

021.jpg

Sudah 15 menit taeyeon berada didalam gedung itu untuk menemui yuri

“Ya, hancurkan saja jika kau ingin melakukannya”

“Kau menantangku huh?”

“Anniyo, aku sendiri sudah muak”

“Jangan coba memperdayaku, aku tak pernah mempercayaimu kwon yuri” ucap taeyeon tersenyum smirk “kau sama saja seperti ayahmu, licik dan tak pantas berada di dunia ini” ucapnya kembali sambil berjalan meninggalkan yuri

“Lalu bagaimana dengan ayahmu?” ucap yuri membuat langkah kaki taeyeon terhenti. “Yang begitu mudahnya menutup kasus malapraktik operasi jantung pada ibuku, hanya karena keluargaku orang biasa” ucap yuri kembali “saat itu aku hanya memiliki eomma dan yoong”

Taeyeon masih terdiam tak berniat membalikkan badannya, ia sendiri merasa terkejut dengan ucapan yuri

“Bisakah aku juga menghancurkannya?” ucap yuri

Taeyeon mengepalkan kedua tangannya merasa geram, dengan cepat ia langsung membalikkan badannya, mencengkram erat kerah kemeja yuri dan mendorongnya ke dinding

“Apa maksudmu huh?! Ayahku tak pernah melakukan kesalahan!” teriak taeyeon

“Aku hanya meminta keadilan sebagai seorang anak terhadap kematian ibuku, kau tau? rasanya sakit sekali” ucap yuri dengan tenang

Dengan kasar taeyeon melepaskan kedua tangannya, kemudian ia pergi meninggalkan yuri, pikirannya benar benar bingung setelah mendengarkan yuri. Taeyeon sendiri baru mengetahui jika yuri bukanlah putri kandung dari mr. Lee

Setelah melihat taeyeon pergi, yuri kembali duduk di kursi kerjanya, ia terdiam mengingat kembali percakapannya bersama taeyeon

“Hufht…!!! Rumit sekali” gumam yuri, ia menoleh ke ujung mejanya, kemudian menekan sebuah tombol, kini layar cctv didalam ruangan pribadi di kantornya kembali normal.

Saat hari pertama bekerja di kantor mr lee, tanpa sepengetahuan orang lain yuri telah mengatur semua yang berada didalam ruang kerja nya, termasuk cctv yang selalu mengawasinya

*ceklek* tiba tiba pintu ruangan terbuka, terlihat seorang yeoja seusianya dengan pakaian serba hitam membawa 2 cup kopi memasuki ruangan

“Tadi itu nugu?” tanya yeoja itu sambil menyerahkan 1 cup kopi pada yuri

“Gomawo, ah.. Kau melihatnya? Dia temanku”

“Aku baru tahu kau memiliki teman yang begitu pendek, tapi wajahnya kaku sekali, padahal aku sudah tersenyum padanya”

“Hahaha… Fail! Amber, kau datang sendiri? Apa mr lee dan para bodiguard lain juga sudah datang?”

“Nne aku sendirian kemari mianhae sedikit telat, tapi sepertinya mr lee dan yang lain belum tiba”

“Syukurlah”

“Wae…? Dan yah! Kau masih saja memanggilnya seperti itu saat di kantor! Dia ayahmu!”

“Ah ya, hehehe aku lupa”

“Yaish babo! Oh ya, bagaimamana adikmu? Apa sudah pulang kembali?”

“Anni, dia sepertinya memang tak akan kembali”

“Mwo? Jinja? Heol… Daebak!”

“Yah! Apa maksudmu”

“Hehehe senang sekali terbebas”

“Begitulah… Dia juga mengajakku”

“Baboyaa, kalian berdua akan mati”

“Kau benar, maka dari itu aku tak bisa semudah itu pergi dari lingkaran setan ini”

“Lalu apa yang ingin kau lakukan?”

“Emm…  apa kau masih memihak padaku?”

“Tentu saja, aku berhutang nyawa padamu”

“Bisakah aku meminta tolong padamu?”

……………………………….

Apartemen jessica

“Segarnya…!” ucap jessica sambil bersenandung, ia baru saja selesai mandi setelah tiffany pergi

Begitu selesai mengganti baju, ia kembali memasuki dapur & membuka kulkas

“Yaish… Bagaimana bisa aku mengajak tiffany makan malam, kulkasku saja masih kosong ,jessica babo!” rutuk jessica pada dirinya

Ia pun kembali kedalam kamarnya mengambil tas kecil

Sebelum pergi jessica kembali menghubungi tiffany

“Yoboseyo, ya ada apa jessie?”

“Tiff, apa aku mengganggu?”

“Anniyo, kami masih di perjalanan, wae?”

“Aku ingin pergi berbelanja, bisakah kau beritahu aku jalannya?”

“Eh? Kau yakin? Ini sudah jam 8 malam jessie”

“Why? Bagiku ini masih sore”

“Tapi ini memasuki musim dingin, biasanya jalanan akan sepi, itu akan berbahaya jika kau pergi sendirian”

“Kau seperti ibuku saja, gwaenchanna tak akan terjadi apa apa padaku”

“Yah, aku ini mengkhawatirkanmu babo! Baiklah, sekitar 500 meter ke arah utara ada sebuah supermarket, aku biasa belanja disana untuk kebutuhan makanan, sebaiknya kau naik taksi saja”

“Nne eomma, gomawo…”

“Hey… Ttt…”

*tuuutt tuuttt tuuutt* belum sempat tiffany melanjutkan bicaranya jessica sudah terlebih dahulu mematikan telepon. Ia pun pergi meninggalkan apartemen

“Ini tak sedingin di USA, sebaiknya aku jalan kaki saja lagipula masih terlihat ramai” gumam jessica

……………………………………..

Di sebuah villa

*ceklek* sooyoung baru saja memasuki villa itu dan melihat sahabatnya sedang menonton tv

Kini yoona tak lagi tinggal di hotel, setelah meminta kunci salah satu villa milik keluarganya pada ayahnya, sooyoung meminta yoona untuk tinggal disana karena villa itu juga sangat jarang di huni

“Yah, kemana saja kau” ucap yoona kesal

“Tentu saja kencan, memangnya kau? Yang katanya memiliki wajah cantik sekaligus tampan tapi tak pernah memiliki kekasih” ledek sooyoung membuat yoona melempar bantal kearahnya

“Aku hanya malas memiliki kekasih, mereka merepotkan”

“Hahaha kau ini, oh ya beberapa hari yang lalu saat di pesta yul unnie menanyakanmu”

“Jinja? Lalu kau bilang apa?”

“Aku bilang kau tinggal di hotel” ucap sooyoung

“Yah, baboyaa…! Dia tahu aku tak membawa apa apa saat pergi, dia akan curiga aku memakai uang siapa”

“Kau tenang saja, aku sudah memberitahunya kalau memakai kartu milikku”

“Yaish… Tamatlah aku” ucap yoona menenggelamkan wajahnya pada bantal soffa

“Wae..? Bukankah kau bilang jika kau bukan lagi keluarganya?”

“Aniyo, kemarin hanya kekesalanku saja”

“Babo, lalu pulanglah”

“Shirro, aku tak pernah ingin kembali kesana”

“Dasar labil, ah aku lapar lagi” ucap sooyoung berjalan menuju ruang makan, namun ia terkejut saat membuka kulkas “yah! Mengapa masih kosong? Bukankah aku sudah meminta padamu untuk membeli banyak makanan” teriak sooyoung

“Ah iya, hehehe aku lupa… Aku segera pergi sekarang…” ucap yoona buru buru mengambil jaket kemudian pergi meninggalkan villa

………………………

Begitu selesai berbelanja, jessicapun kembali berjalan menuju apartemennya. Namun saat ia melewati sebuah jalanan yang sudah tampak sepi tiba tiba dari sebuah gang sempit keluar 5 orang namja dan berjalan menuju kearahnya

“Noona mengapa kau sendirian? Apa perlu kami temani?” ucap salah satu namja itu

“Nne, lagipula kau terlihat kesulitan membawa barang barang yang begitu banyak” ucap namja lain

“Anniyo, aku bisa sendiri” ucap jessica kembali berjalan melewati kelima namja itu

Namun kelima namja itu berjalan mengikuti jessica dan berhasil menggalangi jessica dan mengelilinya

“Mengapa terburu buru? Bagaimana kalau kita bersenang senang?”

“Yah! Minggir!” teriak jessica mencoba menerobos namun kelima namja itu satu persatu memegang jessica dan menahannya

Jessica terus meronta namun genggaman namja2 itu terlalu kuat ,kini jessica tampak ketakutan terlebih jalanan disana sangat sepi

“Periksa tasnya dan ambil semua uangnya” ucap salah satu namja yang terlihat seperti ketua dari geng itu

Salah satu namja dari mereka pun menarik tas kecil jessica hingga tali tas itu putus

“Akhh!!” teriak jessica kesakitan pada pundaknya saat namja itu secara paksa menarik tasnya

“Andwae… Aku mohon” ucap jessica saat namja itu mengambil dompet dan ponsel miliknya kemudian diberikannya pada bos mereka

“Yah! Kembalikan dompet dan ponsel itu padanya” ucap seseorang yang sudah berdiri tak jauh dari mereka

“Ini bukan urusanmu, pergilah jika kau masih ingin hidup”

“Aku tak ingin pergi jika kau tak mengembalikannya”

“Mwo? Hahaha kau ingin mati?”

“Tidak juga, aku masih ingin hidup”

“Yaish..! Hajar dia!” ucap bos dari geng itu, namja yang memegangi jessica pun melepaskan tangannya dan keempat namja itu berjalan menghampiri orang itu mulai menyerangnya, namun orang itu pun berhasil ditahan oleh keempat namja itu

“Cih! Dasar so’ jagoan, sudah kubilang jangan ikut campur” ucap bos geng itu menghampiri

*bukkkk!!!* dengan sekali pukulan orang itu pun tersungkur ke atas aspal

“Aw… Appo… Sial, tau begitu dulu aku ikut belajar bela diri bersama unnieku” gumam orang itu dalam hati, ia merasa kesakitan pada dadanya setelah menerima pukulan dari bos geng itu

“Yah! Bangunlah… Apa kau memang tak bisa berkelahi huh?” ucap namja itu kembali mencengkram dan mengangkat orang itu

“Akhh..!! Jan.. Tung..ku akhh!!” teriak orang itu terlihat sangat kesakitan sambil memegangi dadanya

“Mwo? Yah! Jangan mempermainkanku!” ucap namja itu

“Anniyo, ak..akku.. Memiliki penyakit j…jjantung” ucap orang itu kemudian tak sadarkan diri

“B..bbos… Apa dia mati?”

“Molla, kajja kita pergi sebelum polisi datang” ucap namja itu, kelima namja itupun langsung berlari meninggalkan jessica dan seseorang yang terbaring tak sadarkan diri

Melihat itu jessica langsung berlari menghampiri orang itu

“Help..!! Ah ottokhae… Tak ada orang disini, ponselku juga tak ada” ucap jessica terlihat panik, iapun mulai membuka masker dan topi orang itu, namun jessica tampak terkejut saat melihat rambut panjang terurai setelah topi itu dibukanya,ia tak menyangka jika orang itu seorang yeoja

“Oh my god! Mirip sekali dengan krystal” ucap jessica menutup mulutnya karena terkejut saat melihat wajah yeoja itu

Namun tiba tiba yeoja itu membuka kedua matanya

“Apa mereka sudah pergi?” ucap yeoja itu

“Omo!!” teriak jessica kembali terkejut

“Wae…? Aku bukan hantu” ucap yeoja itu terbangun dan duduk diatas aspal ,ia mengusap usap jaketnya

“Jadi kau tidak benar benar pingsan?”

“Tentu saja, aku bisa mati sungguhan dihajar mereka jika tak melakukan ini”

“Yaish!! Jadi sakit jantungmu itu…?”

“Tentu saja tidak, ah tapi pukulannya sakit sekali..” ucap yeoja itu kembali memegang dadanya yang terkena pukulan namja itu “Sialan mereka! Lihat saja nanti kalau aku sudah bisa bela diri” ucapnya kembali

Keduanyapun kembali berdiri dan yeoja itu membalikkan badannya berjalan meninggalkan jessica tanpa bicara apa apa lagi, jessica ingin menghentikannya namun baru beberapa langkah yeoja di hadapannya itu tiba tiba terjatuh tak sadarkan diri

“Oh my god! Hey…!” teriak jessica segeraa berlari menghampiri yeoja itu “hey… Kau tak sedang berpura pura kan? Bangunlah…!” ucap jessica kembali menggoyang goyangkan tubuh yeoja itu namun tetap tidak ada respon membuat jessica semakin panik

“Ottokhae…?!!” ucap jessica menggigit kuku kuku jarinya , hal yang selalu dilakukannya jika sedang merasa panik

Jessica berlari ke arah jalan raya yg cukup terang dan beruntung tak berapa lama ia berhasil mendapatkan taksi

Dengan segera jessica membawa yeoja itu ke rumah sakit

………….

Keesokan harinya

Jessica terbangun dan sadar bahwa ia tertidur diatas kursi dipinggir tempat tidur pasien, ia melihat sosok yeoja sedang terbaring dihadapannya, yeoja yang semalam telah menolongnya sekaligus merepotkannya. tanpa terasa jessica tersenyum saat memandang wajah yeoja itu. Malam tadi karena terlalu panik dan suasana yang gelap membuatnya tak terlalu memperhatikan wajah yeoja itu

11.jpg

“Hmm… Wajahnya mirip sekali dengan adikku, krystal. Aku pikir kau pria, kau tak terlihat seperti perempuan saat menyembunyikan rambut pada topi & tudung hoodie mu, kau… Terlihat tampan” ucap jessica dalam hati “ah tidak tidak! Mengapa aku berkata seperti itu! Dia ini perempuan! Jessica babo!” ucapnya kembali sambil menggeleng gelengkan kepalanya menepis pikiran dan ucapannya barusan itu

Jessica menegakkan badannya bersandar pada punggung kursi saat melihat yeoja itu bergerak dan mulai membuka kedua matanya

“Engh….” gumam yeoja itu mengedip ngedipkan matanya

“Kau sudah sadar, apa yang kau rasakan sekarang?” tanya jessica

“Aku dimana?” tanya yeoja itu tak menjawab pertanyaan jessica

“Kau di rumah sakit, semalam kau tak sadarkan diri setelah berpura pura tak sadarkan diri, dasar bodoh! Kau membuatku panik saja!”

“Begitu ya” ucap yeoja itu datar, iapun mengangkat tubuhnya

“Eh eh eh apa yang ingin kau lakukan?” tanya jessica

“Pulang, memangnya apa lagi? Aku sudah ditunggu temanku, gara gara kau aku jadi tidur disini” ucap yeoja itu

“What?! Yah! Itu kah caramu berterima kasih padaku?!” ucap jessica kesal “oke sama sama, asal kau tahu! Kemarin sedari pagi aku mengangkut angkut barang di apartemen sampai sore dan aku ke supermarket untuk berbelanja, apa kau pikir aku juga tak lelah, huh?!” tambahnya dengan nada yang meninggi

“Siapa?” tanya yeoja itu

“Aku lah!”

“Yang tanya” ucap yeoja itu dengan tatapan datarnya

“What! Yah!!” teriak jessica semakin kesal

“Ssst… Kau berisik, aku haus” ucap yeoja itu kembali menyandarkan punggungnya pada sandaran punggung tempat tidur yang sudah ia tinggikan

“Kau…!!” ucap jessica jengkel karena lagi lagi yeoja dihadapannya itu menghiraukan ucapannya dengan wajah tanpa dosanya, saking kesal jessica mengangkat tangannya hendak memukul wajah yeoja itu namun niatnya urung ketika pandangannya tertuju pada bekas luka pukulan di sudut mulut yeoja itu, kini jessica beralih merasa sedikit bersalah, karenanya yeoja itu dipukuli oleh para namja yang telah menggangunya itu

“Baiklah, aku segera kembali” ucap jessica menurunkan kembali tangannya, iapun berbalik meninggalkan ruangan

Namun saat membuka pintu dan keluar, tak sengaja jessica menabrak seseorang yang hendak memasuki ruangan itu

*dukkk*

“eh, mianhae…” ucap jessica bersamaan dengan orang itu

orang itu menundukkan kepalanya menyapa jessica kemudian memasuki ruangan itu sementara jessica masih memandangnya sambil berjalan keluar

“nugu?” gumamnya

sambil berjalan di koridor rumah sakit, jessica mengingat seseorang yang bertabrakan dengannya tadi, penampilan orang itu terlihat tertutup sama seperti yeoja menyebalkan yang sedang dirawat karenanya  itu. orang itu memakai pakaian serba hitam mulai dari celana, jaket yang dikenakan, topi dan kaca mata hitamnya

“omo!!” ucap jessica menutup mulutnya dengan kedua tangannya “jangan – jangan orang itu bos dari komplotan orang orang jahat tadi malam! mungkin dia ingin memabalas dendam! ah ottokhae.. aku harus segera menggagalkannya, aku tak ingin hidup di seoul hanya untuk terlibat pembunuhan” ucapnya kembali

Dengan cepat jessica membalikkan badannya dan berlari menuju ruangan tempat yeoja menyebalkan itu dirawat

…………………………

Yoona hendak memejamkan matanya kembali ketika melihat jessica berjalan keluar namun niatnya urung ketika melihat seseorang memasuki ruangannya dirawat.

“ada apa kau kemari?” ucap yoona tak berniat memandang orang itu

“yoong… bagaimana keadaannmu sekarang?” tanya orang itu terlihat khawatir, ia membuka tudung jaket, topi serta kaca mata hitamnya, kini rambut coklat panjang tergerai, orang itu adalah yuri unnienya

ia sengaja menutupi sebagian wajahnya itu untuk menghindari pengawasan dari para bodyguard mr. lee dan yuri berhasil menghindari mereka untuk keluar dari kantor

“bukan urusanmu, pergilah urusi perusahaan terkutuk itu” ucap yoona dengan nada kesalnya

“yoong aku mohon jangan seperti ini”

“sudah kubilang pergi!!” teriak yoona menolehkan kepalanya kearah yuri, namun pandangannya bukan tertuju pada yuri, ia melihat jessica sedang berdiri terpaku tepat dibelakang yuri sedang menatapnya. yuri pun ikut menoleh kebelakang saat melihat yoona menatap kearah lain

“eh.. emm… mm. mmianhae..” ucap jessica terbata, iapun membungkukkan badannya dan segera keluar ruangan

“nugu?” ucap yuri kembali menatap yoona

Namun yoona terdiam enggan menjawab, ia hanya menatap tajam pada yuri

“aku benar benar mengkhawatirkanmu, kau pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apa apa selain yang kau pakai”

“sudah kubilang ini bukan urusanmu! dan kau….” ucap yoona tertahan “sudah bukan siapa-siapa lagi bagiku”

Bagai tertusuk pisau, hati yuri benar benar merasa sakit mendengar ucapan yoona adik kandungnya sendiri, satu satunya keluarga yang ia miliki, adik yang selalu ingin ia lindungi. namun ia tahu sekarang yoona sudah bukan dongsaeng kecil yang polos lagi, peikirannya sudah semakin dewasa dan satu hal lagi, seperti yang selama ini ditakutkannya terjadi, kini adiknya membencinya. bahkan tak ingin menganggapnya sebagai unnie lagi.

“mianhae..” ucap yuri pelan menundukkan kepalanya

“aku muak melihatmu” ucap yoona, ia melepaskan jarum infusan yang tertancap pada tangannya dan segera mengambil jaket miliknya

“setidaknya kau membawa uang yoong” 

“cih, uang? aku lebih baik berhutang daripada memakan uang haram yang kalian ambil dari banyak nyawa yang terbunuh!” ucap yoona tersenyum sinis

Saat berjalan melewati yuri, tangan yuri menahan tangan yoona hingga tubuh keduanya berhadapan

“pakailah ini” ucap yuri memasukkan kartu ATM miliknya pada saku yoona, yoona hendak mengeluarkan kembali kartu itu namun tangan yuri menahannya “itu uang tabungan hasil kerjaku tanpa terlibat dengan perusahaan, kau jangan khawatir, paswordnya tanggal, bulan dan tahun kelahiranmu”

yoona mengingat saat dia masih tinggal di rumah mr. lee memang setiap malam selalu melihat yuri tak pernah tidur, selalu saja sibuk dengan beberapa layar monitor dan beberapa perangkat yang berserakan di meja. namun yoona pada saat itu tak mengerti apa yang dikerjakan unnienya itu dan yoona bukanlah seseorang yang peduli.

Itu memanglah pekerjaan yuri, sudah 2 tahun ia bersama amber berhasil menciptakan beberapa aplikasi dan game untuk android serta bentuk games lainnya, sebenarnya hanya yuri yang menciptakan namun ia tak ingin mr. lee mengetahui hal itu hingga ia meminta amber untuk mengataskan namakan dirinya sebagai pembuat games yang diciptakannya itu, beruntung amber termasuk orang yang ia percayai karena kejujurannya dan selalau membantu yuri. amber adalah satu satunya anak buah mr. lee yang ia percayai.

cukup lama terdiam, yoona menyingkirkan tangan yuri yang masih menggenggam lengannya, ia kembali berjalan meninggalkan unnie nya itu

……………………………

Setelah tak sengaja memasuki ruangan dan melihat pertengkaran kedua yeoja itu jessica kembali berjalan keluar ruangan

“baboya!!! pikiranku terlalu jauh, orang itu bukan pembunuh! dan dia…. seorang yeoja! ah shit! mengapa disini banyak sekali yeoja yang terlihat tampan! taeyeon, yeoja menyebalkan itu… dan… arggh! kenapa lagi dengan otak ku! hey sadar jessica jung!!” gumamnya sambil terus mondar mandir di koridor depan ruang rawat yoona

namun langkah jessica terhenti saat pintu ruangan itu terbuka, jessica melihat yoona si yeoja menyebalkan baginya itu keluar dari ruangan itu dengan jaketnya

“kajja” ucap yoona meraih pergelangan tangan jessica dan membawanya menjauhi ruangan itu sementara yuri masih terdiam didalam ruangan

“he…heyy.. oddiga?” ucap jessica sedikit berlari menyamakan langkahnya dengan yoona yang berjalan cukup cepat

“pergi dari sini” ucap yoona memandang terus kedepan

“wae..? bukankah kau sedang dirawat? bahkan kau belum menerima hasil pemeriksaan dokter”

“aku tidak apa apa, aku pingsan karena lapar” 

Kini keduanya sudah memasuki taksi dan pergi meninggalkan rumah sakit

*ceklek* seorang perawat baru saja memasuki ruangan

“loh? kemana pasien itu?” ucap perawat itu saat melihat tepat tidur pasien terlihat kosong,  hanya melihat seorang yeoja baru saja membalikkan badannya

“dia sudah pergi”

“eh? kenapa bisa? ah ya, apa agashi anggota keluarganya?”

“ya, aku unnienya”

“kalau begitu mari ikut saya, dokter pemeriksa pasien sudah menunggu diruangannya untuk memberikan hasil pemeriksaan adik agashi, mari”

“ah nne..” ucap yuri berjalan mengikuti perawat itu

Tak berapa lama keduanya sampai, perawat itu membuka pintu dan mempersilahkan yuri untuk masuk, begitu masuk yuri melihat seorang dokter sedang duduk memperhatikan beberapa berkas, dokter itu pun mengangkat wajahnya begitu mengetahui pintu ruangannya terbuka, namun wajahnya tampak terkejut melihat seseorang yang sudah berdiri di hadapannya itu

“y..yyuri?” ucap dokter itu kembali untuk memastikan

“nne, ini aku ahjushi” ucap yuri membungkukkan badannya menyapa namja yang sudah berumur hampir setengah abad itu, dokter itu memiliki nama kim min joong seorang dokter ahli jantung

“jadi… yang dirawat itu…”

“ya, dia adikku, yoong. tapi dia sudah pergi dari sini” ucap yuri melanjutkan ucapan min joong

“b..bbegitu ya, eh? wae..? dia masih harus mendapat perawatan” ucap dokter itu masih dengan nada gugupnya, sebutir keringat dingin mengalir pada pelipisnya

“dia tak akan mau, oh ya aku baru tahu ahjushi sekarang bekerja disini”

“oh n..n.. nne… aku sudah 7 tahun bekerja disini setelah dipindah tugaskan dari yonsei hospital”

“begitu ya, oh ya bagaimana hasil pemeriksaan adikku?” tanya yuri

“itu… em.. yoona…” ucap dokter itu, tangannya yang berada dibawah meja perlahan membuka laci dan mengambil sebuah jarum suntikan yang sudah terisi cairan tanpa sepengetahuan yuri

…………………………..

Di dalam taksi

setelah meninggalkan rumah sakit selama perjalanan baik yoona maupun jessica sama sama terdiam, tak ada percakapan. keduanya begitu sibuk dengan pikiran masing masing

yoona menundukkan kepalanya melihat kartu atm yang terselip di sakunya, atm yang diberikan yuri beberapa saat yang lalu

Sebeneranya yoona merasa bersalah atas bentakan yang ia ucapkan pada unnienya hingga melihat yuri mengeluarkan air mata dihadapannya, ia tahu yuri merasakan sakit hati mendengar ucapannya itu karena yoona pun merasakan hal yang sama. hanya saja rasa bencinya terlalu besar. dulu yoona membenci yuri karena selalu dipukuli mr. lee ataupun anak buahnya karena selalu membelanya setelah yoona melakukan kesalahan. dan kini ia membenciya karena yuri kini menjadi bagian dari mereka. yoona selalu membencinya karena ia mengkhawatirkan unnienya itu, terlalu banyak pengorbanan yang selalu yuri berikan padanya. yoona tidak ingin kehilangan unnie nya namun ia sendiri tak bisa berbuat apa apa hingga satu satunya jalan adalah dengan membenci dan menjauhi yuri.

“kita akan pergi kemana?” tanya jessica memulai percakapan setelah cukup lama keduanya terdiam

“molla…”

“what? tadi itu siapa? kakakmu? mengapa kau tak pergi dengannya? kau harus pulang, pasti keluargamu sangat mengkhawatirkanmu, rumahmu dimana? akan aku antar” ucap jessica

“aku tak memiliki keluarga”

“lalu tadi siapa? jika kau tak punya keluarga lalu selama ini kau tinggal dimana? jangan membodohiku”

“bukan siapa siapa, dan kau ingin tau aku tinggal dimana?” ucap yoona, ia merapatkan tubuhnya, kepalanya mulai mendekati wajah jessica hingga membuat yeoja itu gugup

“aku adalah seorang pembunuh berantai yang kejam yang selalu berkeliaran, jadi aku tak memiliki rumah” bisik yoona pada jessica

“what?!!” teriak jessica “kalau begitu, ahjushi tolong antar kami ke kantor polisi! orang disampingku ternyata seorang pembunuh” ucap jessica

“nn… nne…” jawab sopir taksi itu

“mwoya?? yah yah yah! aku bercanda! ahjushi aku bukan pembunuh jangan antar kami kesana”

“dasar pembohong!” ucap jessica memasang wajah sinisnya pada yoona

“arraso, mianhae..” ucap yoona mempoutkan bibirnya, kini wajah datarnya berubah dengan aegyo membuat jessica terkejut

“apa apaan ini!” ucap jessica dalam hati

“orang menyebalkan sepertimu tak pantas dimaafkan!” ucapnya kembali dengan nada yang terdengar

“setidaknya aku sudah meminta maaf, aku bukan pembunuh kau tenang saja”

“baboya.. tentu saja saat kau pertama kali mengucapkan aku sudah tak percaya, mana ada seorang pembunuh kejam bisa kalah dengan 5 orang namja lalu berpura pura pingsan, dasar bodoh” ucap jessica dalam hati sambil menahan tawanya

“baiklah ku maafkan, sekarang rumahmu dimana? lekaslah pulang, akan aku antar”

“andwae, aku bisa sendiri. lebih baik kau yang pulang duluan, kau tinggal dimana? sepertinya kau bukan asli warga negara disini”

“di depan, ahjushi tolong berhenti didepan sana” ucap jessica

“heol… daebak” gumam yoona

Taksipun berhenti dan keduanya kembali berjalan setelah membayar

“aku memang bukan warga asli korea, aku dari USA dan baru beberapa hari tinggal disini”

“kenapa kau pindah kesini? bukankah disana menyenangkan?”

“ada yang sedang ingin aku lupakan” ucap jessica reflek

“woah, apa itu? mantan kekasihmu? apa karena kau tak jadi menikah dan pasanganmu pindah kelain hati?”

Jessica menghentikan langkahnya, ia menundukkan kepalanya dan mengepalkan kedua tangannya

“baboya.. mengapa bisa bisanya aku berkata seperti itu pada bocah menyebalkan ini!!” ucap jessica dalam hati

“aku bercanda, hahaha” ucap jessica tertawa dipaksakan “pekerjaanku dipindah tugaskan ke seoul jadi mau tidak mau aku harus pindah”

“oh…” ucap yoona datar

“dasar menyebalkan!” ucap jessica kembali dalam hati

“sudah sana pulang! aku sudah sampai” 

Yoona menghentikan langkahnya menatap sebuah gedung apartemen dihadapannya, ia baru menyadari jika gedung ini juga apartemen dimana tiffany tinggal

“nne” ucap yoona

“syukurlah dia tak mampir, aku bisa terkena darah tinggi jika terus terusan bersama bocah menyebalkan ini” ucap jessica dalam hati

“aku masuk” ucap jessica kemudian mengembalikkan badannya

“ahjumma, chankkaman!” teriak yoona menghentikan langkah jessica

“apa lagi? dan…. what?!! yah! aku bukan seorang ahjumma, yaish!!” ucap jessica kesal kembali berjalan menghampiri yoona

*pletakkk!!!* sebuah jitakan pun meluncur pada kepala yoona

“aw, appo…” ucap yoona mengelus elus kepalanya

“salahmu sendiri, ada apa lagi?”

“aku ingin mengetahui namamu”

“yaish… itu tak penting, bahkan aku berharap kita tidak akan pernah bertemu”

“ah… begitu ya, baiklah aku akan memanggilmu ahjumma, aku im yoona kau bisa memanggilku yoong”

“yah!! aku bukan ahjumma!” teriak jessica namun yoona segera mendorong kedua pundaknya hingga memasuki lift apartemen dan menekan tombol tutup

“bye… ahjumma, ingat namaku ya! seorang gadis cantik sekaligus tampan yang pernah menolongmu!” ucap yoona tersenyum riang sambil melambai lambaikan tangannya seiring pintu lift tertutup

“aku bukan ahjumma…!!! kyaaaa!!!” teriak jessica didalam lift setelah meluncur keatas, beruntung didalam lift hanya ada dirinya

Yoona tersenyum setelah mendengar teriakan didalam lift, iapun membalikkan badannya segera meninggalkan apartemen itu namun baru beberapa langkah seseorang memanggilnya

“yoong..?”

“f..ffany unnie” ucap yoona begitu melihat orang yang memanggilnya itu

“kau darimana?”

“ah.. eee.. aku baru saja mengantar seorang ehjumma”

“oh begitu ya” ucap tiffany, ia berjalan menghampir yoona

“aw aw aw…!! appo… ampun unnie…!!” teriak yoona saat tiffany berhasil menjewer telinga kanannya

“kau kemana saja eoh? dasar nakal, bisa bisanya kau kabur dari rumah, kau tau? yul selalu mencarimu dan sangat mengkhawatirkanmu!” ucap tiffany memarahi yoona, kini ia melepaskan jewerannya itu

“arra.. mianhae” ucap yoona mengusap usap telinganya yang terasa panas sudah berwarna merah padam itu

“jelaskan padaku” ucap tiffany dengan nada interogasinya

“aku tidak kabur” ucap yoona

Tiffany tak berbicara, ia hanya menyilangkan kedua tangannya diatas dada

“e… aku hanya bermain dan menginap di villa temanku” ucap yoona

lagi lagi tiffany hanya terdiam dengan kedua tangannya yang masih menyilang diatas dada, kini ia menaikkan sebelah alis dengan tatapan tajamnya memandang yoona

“arra.. arra…” ucap yoona menyerah aku memang kabur dari rumah, aku tak akan kembali dalam beberapa hari”

“wae.. kau tau aku dan yul sangat khawatir padamu” ucap tiffany, kini wajahnya berubah terlihat khawatir

“aku baik baik saja, dan akan selalu baik baik saja”

“jinjja? lalu luka disudut bibirmu itu apa?” 

“ah.. hahaha ini, tadi malam aku baru saja menolong seorang ahjumma yang sedang diganggu para namja, tak sengaja aku terkena pukulan mereka” ucap yoona, namun tawanya terhenti saat melihat tiffany sedikit menunduk dan mulai mengeluarkan air mata

“kenapa kalian selalu terluka” ucap tiffany dengan suara paraunya, ia benar benar menangis

“unnie..” ucap yoona segera memeluk tiffany “aku baik baik saja, aku janji aku akan selalu baik baik saja, kau tak usah khawatir lagi” tambahnya sambil mengusap usap punggung tiffany

“kenapa kau melakukan ini? apa kau dengan yul bertengkar hebat?” ucap tiffany menghapus air matanya

“anniyo…” ucap yoona melepaskan pelukannya “unnie, aku sudah dewasa sekarang, aku juga ingin sepertimu dan yul unnie, merasakan dunia luar”

“bukankah kau memang selalu diluar” ucap tiffany

“eh? hahaha kau benar juga” ucapnya sambil menggagruk garukkan kepalanya yang tak gatal “maksudku, aku ingin hidup mandiri dan memiliki pekerjaan, aku tak bisa terus terusan hanya bermain aku juga ingin merasakan jadi orang dewasa seperti yang lain” 

tiffany terdiam memandang yoona

“wae…? apa kau meragukan perkataanku?”

“nne, sedikit” ucap tiffany polos

“yah! unnie macam apa kau? yaish… menyebalkan” ucap yoona pura pura memasang wajah sebalnya

“hehehe mianhae, aku hanya terlalu khawatir padamu”

“ck, sudah kubilang aku akan baik baik saja, lagipula tadi pagi aku sudah bertemu dengan yul unnie dan menjelaskan semuanya”

“hmm… kau tak bohong lagi kan?”

“anniyo, kau bisa menanyakannya langsung”

“baiklah aku percaya padamu, tapi kau sekarang tinggal dimana? tinggalah bersamaku jika tak ingin pulang ke rumah”

“shiro, aku ingin mencoba hidup mandiri dan lagipula aku sudah mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal” ucap yoona menjulurkan lidahnya

“wah chukkae… kau bekerja dimana?”

“ah.. e.. itu…” ucap yoona terlihat berpikir “ah ha.. aku bekerja sebagai pelayan restoran, ya itu maksudku hehe mian aku sedikit malu mengatakannya”

“aigoo.. kau ini, tapi mengapa sebagai pelayan? kenapa tak ikut bekerja bersama yul saja diperusahaan appamu? atau mendirikan restoran”

“anniyo, aku ingin memulainya dari bawah saja, aku yakin suatu saat nanti aku akan sukses unnie! hwaiting!!” ucap yoona melayangkan kepalan tangannya ke udara

“nne, hwaiting yoong! aku bangga padamu” ucap tiffany mengusap usap kepala yoona

“gomawo… kalau begitu masuklah, kau terlihat lelah”

“nne.. tanganku pegal sekali, malam tadi taeyeon…” ucapan tiffany terhenti ketika melihat yoona memandangnya serius “ah anni.. bukan apa apa hahaha baiklah aku masuk dulu, tapi kau tak ingin ikut? sudah lama tak ke apartemenku”

“ah… kenapa tak dilanjutkan, aku jadi penasaran dan juga ingin merasakannya hehehe”

*pletakkk!* lagi lagi yoona mendapatkan jitakan pada kepalanya

“baboyaa.. kau pikir apa yang sudah kami lakukan! dasar byunt!!”

“hahaha…!! kkah masuklah, aku kapan kapan saja mengunjungimu, hari ini aku harus bekerja”

“begitu ya, yoong hwaiting!!! kapan kapan kita rayakan pekerjaanmu”

“nne.. aku yang akan mentraktir kalian nanti haha”

“dengan senang hati my baby” *cup* ucap tiffany sambil mengecup pipi yoona “kalau begtu aku masuk dulu ya, kau hati hati dijalan dan saat bekerja yoong” ucapnya kembali sambil memasuki lift

“aye aye kapten!!” ucap yoona mengangkat tangannya memberikan hormat, sambil tersenyum menatap tiffany. perlahan pintu lift pun tertutup

“fanny unnie, mianhae” ucap yoona meninggalkan apartemen

TBC

Advertisements

38 thoughts on “We Are Different part 2

  1. Ani says:

    Crita ya seru apa lagi moment yoonsic omg berharap hubungan yoonyul bsa cpat baik kan pnasaran orng yg tolongin Fany itu Yuri kah ? Ditunggu chapter selanjutnya nya…….😉😆

    Like

  2. thita says:

    Yg jd firstlovenya fany siapa ya?
    Awlnya aku kira yoona tp yoona kn gak bs berantem.bantuin sica aja sampe hrs akting begitu dlu hahaa
    Klo yuri katanya bru ketemu sekali.
    Mm..siapa ya?penasaran euy

    Like

  3. Im d says:

    Lama tak update Thor.. Kmna ajje.. Siapa yak Kira Kira pangeran Orion ny fany?!.. Kasiiian Yoong pasti sakit y.. Yul ga d jahatin kn sama tu dr.. Jessica Lama2 Ketularan belog jg ni dri fany.. Bnyk eonni rasa Oppa y Jessie d Korea.. Behahahha

    Like

  4. rzu says:

    dunia seperti nya memang selebar daun kelor. yoonyul dan jeti tanpa sengaja semua berhubungan. jessi yg kebetulan sahabat tiffy di selamatkan oleh yoong yg juga sahabat nya bahkan sdh di anggap keluarga ama tiffy.
    yoong jahat banget ongomong seperti itu ama yull unnie nya.
    jessi masih menolak yeoja. 😂😂

    Liked by 1 person

  5. YOONRIS says:

    akhirnya author update >< wahh penasaran ama first lovenya pani :/ jessica dibuat darah tinggi ama Yoong :v kasian Yul dibenci ama Yoona 😦 smoga aja yoong baik"aja .. ditunggu part selanjutnya !!! fighting author!!

    Like

  6. Vin RfKimHwang says:

    Yg nolong fany, apa yul yah??aku Sedikit bertanya-tanya. .
    Knpa fany masih inget cinta pertama nya, kasian tae 😂😂

    Ya ampun yoonsic lucu bgt klo lgi debat hehe

    Liked by 1 person

  7. may185blog says:

    Apa yg akan d lakukan dokter itu ke Yuri???
    Moga” Yoona gk sakit parah, dan membantu Yuri agar bisa keluar dr rmh Mr Lee, dan Yoonyul bisa menjadi kakak adik yg saling menyayangi.
    Chayoo tuk next cepter. ✊😀😊

    Liked by 1 person

  8. SiMidget says:

    Wiiihhh yoong dpt kissse dr fanny 😚😚😚
    Tp knp di ff ni tae terkesan kasar sm fanny thor?? Gak bisa mereka dibwt selalu mesra??

    Like

  9. noviangale says:

    Wiiiih penasaran juga knp nggak dilanjutin fany?..ha..ha..
    Si yoong jangan galak2 entar kepincut 😜
    Tae di sini galak ama fany mungkin cemburu fany selalu ngelindungin n deket ama yul..
    Yul kah first love nya fany??🤔

    Like

  10. lucky430 says:

    Akhirnya rilis juga chapter duanya meskipun gua telat bacanya kekeke aigoo yoong klo mau jdi pahlawan yg elit dikit napa(?) Yakali mesti pura2 pingsan biar penjahatnya pergi, yoonsic bakal jadi couple tom&jerry inimah. Fany bener2 care sama duo yoonyul dan buat yul yg sabar yeh mungkin yoong kurang sajen (re: makan) makanya dia marah marah gajelas kekk gitu akakak

    Liked by 1 person

  11. martha97 says:

    yoonsic , jangg . lucu banget , pake berantem2 pula . wkwkkwkw . cinta pertamanya fanny siapa ya ,, bukan yul kayaknya . dsini yulti mungkin saling suka ya , kayak mereka salim mendam perasaan deh . tpi sayangnya sdh ada taeng . hahahah . soosun kakak adekan , lucu , satu humoris satu galak . wkwkkwkw

    Like

  12. fathirar says:

    Dork nya yoong 😅 baru ni da yg lawani penjahat pake pura pura pingsan segala 😄 Jessica naik urat selama berkenalan dgn yoong,,,iss okay yoong udah cool aksi kocak lu nya mah..

    disini sikap tiffany pesedih bget ya thor,apalagi itu mslh ttg yoonyul dipukul dia khawatir nya itu bikin penasaran,heum apa jangan jangan dia menyukai yul karena khawatirnya tu berbeda bget

    Semoga yoong ga memiliki sakit yg parah,ty dokter msh di misteriusn hasil pemeriksaannya..berharap yul dan taeng bs bekerjasama penjarain tuh mafia
    Labil gue emosi nya klo dg yul atau yoong ditindas gitu
    Sebaiknya ku lanjtn lg bc nya ya thor,masih penasaran nihh

    Like

  13. Hennyhilda says:

    Hahahaha gw suka interaksi yoonsic.. Ntar lama2 benci jadi cinta sica ke yoong 😆😂
    Kasian juga si yul yg khawatir banget ama adenya tp adenya masih kesel ama dy

    Like

  14. junghyun1park says:

    Yoonsic ketemu dg adegan drama yoong yg sangat menyentuh “pura2 pingsan” hahahahahahaha
    Itu yg jd first love nya tiffany si yul bukan sih? Tp kan tiffany udah pacaran sm taeng,,,
    Sica kayaknya kaget bgt tiffany dri dulu suka sm yeoja hehehehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s