Second Change part 18

picsart_09-15-12.37.07.jpg

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

…………………………………………

Soshi university

Yoona dan irene baru saja tiba di kampusnya

“unnie, semalam kau kemana saja? sakit appa bertambah parah” ucap yeri begitu melihat yoona langsung berlari menghampirinya

Yoona menghentikan langkahnya, ia melihat irene manatapnya heran

“kau duluan saja, aku akan berbicara dengan adikku sebentar” ucap yoona

“oke” jawab irene, iapun berjalan meninggalkan yoona dan yeri

“semalam aku menginap di rumah irene, ada tugas penting yang harus dikerjakan yeri-ah”

“oh.. begitu, tapi apa hari ini unnie akan pulang?”

“sepertinya beberapa hari kedepan aku tak bisa pulang”

“wae…? sebegitu sulit dan penting kah tugas kuliah unnie? appa sedang membutuhkanmu”

“begitulah, hmm.. appamu seorang dokter yeri-ah dan besok pasti akan segera sembuh”

“nne.. tapi setidaknya jenguklah appa, yah! dia juga appamu, babo!”

“sudahlah, ada yang perlu dibahas lagi? aku harus segera masuk”

“anni… setelah selesai kuliah nanti pulanglah…” ucap yeri

“hhm… sampai ketemu nanti” ucap yoona berjalan meninggalkan adiknya itu

“Yeri-yaa!!” teriak seorang yeoja

“Hey joy!!” ucap yeri melambaikan tangannya pada yeoja bernama joy itu

 

Yoona melanjutkan berjalan menuju kelasnya sendirian, namun pada saat melewati koridor tanpa sengaja ia berpapasan dengan krystal yang sedang berlari melewatinya, keduanya saling bertatapan sejenak hingga yoona mengalihkan pandangannya ke arah lain dan melanjutkan berjalan

“Apa dia masih marah padaku gara gara hal itu? Ah mengapa aku memikirkannya, setidaknya dia jadi tak menggangguku lagi” gumam krystal dalam hati kemudian melanjutkan tujuannya

“Daddy!!” teriak krystal kembali menghampiri yuri yang masih berdiri didepan kampus

“Hey… Bisa bisanya kau melupakan dompetmu”

“Hehehe bukan lupa, tapi tak sengaja terjatuh, mian membuat daddy memutar arah lagi”

“It’s okay… Lagipula tak terlalu jauh, kkah masuklah.. Belajar yang rajin ya baby agar seperti daddy”

“Shiro.. Aku tak mau sepertimu yang selalu sibuk, aku ingin menjadi seorang penyanyi” ucap krystal memberikan merong pada yuri

“Hmm… Baiklah, asal kau tak melupakan daddy setelah terkenal nanti” 

“Tentu saja tidak, aku lebih baik tak memiliki kekasih daripada melupakanmu aku harus segera pergi, bye dad…” ucap krystal melambaikan tangannya kemudian berlalu setelah melihat yuri membalasnya

Yuri masih berdiri terdiam menatap gedung kampus itu kemudian ia menoleh ke segala arah seperti mencari seseorang namun ia tak berhasil melihat orang itu, yuri pun membuka ponselnya

“Kuliah yang rajin, hwaiting ^^” ketik yuri pada pesan lalu ia kirimkan pada kontak nomor seseorang dalam ponselnya

“Yoong?” sapa seseorang membuat yoona mengalihkan pandangannya

“Hyunie” jawabnya

“Apa aku tak salah lihat? Tumben sekali kau berada di perpustakaan” ucap seohyun kemudian duduk disamping yoona

“Hmmm…” gumam yoona hanya mengangguk

“Tadi hara dan irene mencarimu, kenapa kau sendirian?”

“Entahlah, aku sedang ingin menyendiri”

“Perasaanmu sedang tak baik yoong?”

“Begitulah..”

“Kau bisa menceritakannya padaku” ucap seohyun, yoona kembali terdiam menatapnya

……….



Seperti biasanya setiap pagi setiba di kantornya yuri mengunjungi restoran milik jessica untuk membeli kopi kesukaannya terlebih ada seseorang yang selalu ingin dilihatnya

*cringcringg* suara bel pintu restoran berbunyi begitu seseorang membukanya

“Selamat pagi yuri-shi, 1 cup americano?” sapa sooyoung begitu melihat yuri masuk

“Yupp… Hehehe” jawab yuri

Yuri menolehkan kepalanya ke segala arah mencari sosok yang selalu dirindukannya, jessica jung

Namun sosok itu tak dilihatnya, hingga sooyoung telah kembali menghampirinya sambil membawa pesanan yuri

“Youngie-ah kemana jessica?” tanya yuri

“Hari ini sica tidak bisa datang yuri-shi” jawab sooyoung

“Eh? Wae…? Apa dia sibuk?”

“Anni… Tadi pagi sahabatnya menelpon dan memberitahukan jika sica sedang sakit”

“Sakit?” ucap yuri terkejut

“Nne…”

“Ternyata kau disini yuri-shi, kajja kau sudah ditunggu karyawan lain untuk rapat kantor” ucap victoria yang baru saja memasuki restoran

“Ah, nne… Kalau begitu aku pergi ke kantor dulu, bye youngie-ah” pamit yuri pada sooyoung kemudian berlalu menuju kantornya bersama victoria

“Apa jadwalku hari ini padat vic?” tanya yuri

“Nne.. Hari senin akan selalu padat dan lembur yuri-shi”

Yuri terdiam menatap ponselnya ,pikirannya merasa tak tenang saat mengetahui jessica sedang sakit namu  sayangnya ia belum bisa melakukan apa apa karena pekerjaannya

“Sica-yaa ku dengar kau sedang sakit, benarkah? Apa kau sarapan dengan baik?” *send* ketik yuri pada sms untuk dikirimnya pada jessica

“Yuri-shi, bisa kita mulai?” ucap victoria setelah keduanya berada di ruang rapat bersama karyawan lainnya

“Ah.. Nn.. Nnne, mian” ucap yuri, iapun memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya

….

“Taeng sakitmu semakin parah, apa sebaiknya kau dirawat saja?” ucap tiffany mengusap usap rambut taeyeon, wajahnya terlihat khawatir melihat wajah taeyeon yang begitu pucat

“Gwaenchanna… Apa yoong sudah bisa dihubungi pany-ah?” ucap taeyeon dengan suara lemahnya

“Masih tak bisa dihubungi taeng, tapi irene teman satu kelasnya di kampus sudah memberi tahu jika yoong bermalam di rumahnya tadi malam dan mereka tengah bersama sekarang di kampus”

“Hmm… Ini salahku” ucap taeyeon kembali menitikkan air mata

Pikirannya kembali memikirkan kejadian kemarin

Flashback

Menjelang siang taeyeon terbangun dari tidurnya, ia merasakan haus namun saat menoleh gelas yang ditaruh disampingnya telah kosong

“Haaah… Ada apa denganku, mengapa lemah begini” ucap taeyeon saat berusaha terbangun

*tingtong* tiba tiba bel rumahnya berbunyi

“Yoong…” Panggil taeyeon, namun suaranya yang parau tak bisa membuat yoona mendengarnya

*tingtong* suara bel pintu rumahnya kembali berbunyi

Dengan sekuat tenaga taeyeon bangun dan berjalan untuk membukakan pintu rumahnya

“Nne.. Chankkaman” ucap taeyeon

*ceklek* taeyeonpun berhasil membuka pintu rumahnya

“Hai, taeng” ucap seorang yeoja menyapa taeyeon

“Sica?” ucap taeyeon sedikit terkejut

“apa aku menganggu?”

“aniyo.. masuklah” ucap taeyeon

“eh? mengapa rumahmu sangat sepi taeng?”

“fany dan yerim sedang pergi ke busan mengunjungi rumah halmoni, duduklah”

“ah… begitu..”

“well… ada apa sica? tumben sekali kau kemari” ucap taeyeon sambil menghidangkan minuman untuk jessica, ia berusaha menguatkan tubuhnya yang masih terasa lemah itu ia bersyukur jessica tak mengetahui keadaannya, taeyeon pun duduk di dekat jessica

“aku… ingin menebus semua kesalahanku taeng”

“maksudmu?”

“aku ingin bertemu dengan anak kandungku, ini memang sudah terlambat, tapi mulai sekarang aku akan mencoba menjadi ibu yang baik untuknya, tapi… apa benar kau telah merawatnya sampai sekarang?”

“hmm… kau tenang saja, dia hidup dengan baik disini sica”

“benarkah?” ucap jessica dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya itu “mianhae..” ucapnya kembali

“gwaenchanna… dia sudah melekat di keluarga ini”

“apa aku bisa melihatnya?”

“nne… bahkan kau sudah bertemu dengannya, sica” ucap taeyeon

Sementara jessica menatapnya heran

“dia berada di kamarnya, sepertinya masih tertidur. kau bisa melihatnya sica” ucap taeyeon kembali sambil menatap tangga

Jessica pun ikut melihat kearah tangga, ia kembali menatap taeyeon dan melihat yeoja dihadapannya itu mengangguk. jessica pun berdiri dan mulai berjalan menaiki tangga rumah taeyeon, begitu sampai diatas ia terlihat bingung ketika melihat ada dua kamar

“sebelah kananmu” ucap taeyeon kembali dari bawah

Jessica kembali berjalan kearah kamar yang ditunjukkan taeyeon, dengan hati berdebar perlahan ia membuka pintu kamar itu dan melihat sosok yeoja yang sedang terbaring dibawah selimut putihnya

*deg deg deg* detak jantungnya semakin berdetak cepat seiring jaraknya yang semakin mendekat, kini jessica sudah berada dihadapan putri kandungnya. ia melihat wajah putrinya tertutup selimut, setelah duduk disampingnya perlahan ia mengangkat tangannya memegang selimut itu dan mulai membukanya untuk melihat wajah putrinya itu

*degdegdeg* jessica sangat terkejut begitu selimut itu dibukanya dan melihat wajah yang dikenalnya berada dihadapannya, ia tak menyangka jika putri kandungnya selama ini adalah sosok yang baru saja kenal dan dekat dengannya itu, Im yoona

“y…yy..yyoong” ucap jessica terbata dengan air mata yang kembali mengalir

Merasa ada yang mengusiknya yoonapun perlahan membuka kedua matanya, ia melihat sosok yeoja tengah duduk dihadapannya sedang menatapnya, perlahan pandangannya semakin jelas dan yoona terkejut saat melihat jessica berada didekatnya

“sica unnie?” ucap yoona langsung terbangun dan duduk diatas tempat tidurnya

Saat itu juga jessica langsung memeluknya erat sambil menangis

“yyoong…” ucap jessica dalam tangisnya

“sica unnie kenapa? mengapa berada disini dan tau rumahku?”

“mianhae… jeongmal mianhae…” ucap jessica semakin mengeratkan pelukannya

Yoona merasa heran dan tak mengerti, ia melihat taeyeon baru saja tiba dan berdiri di depan pintu kamarnya, tiba tiba yoona teringat dengan gambaran gambaran masa kecilnya dengan posisi yang sama

“appa, mengapa kita kemali? ini lumah siapa?” tanya yoona yang sudah digendong taeyeon menuju rumah yang terlihat asing baginya

“kryst…” ucap sosok yeoja yang baru saja membukakan pintu begitu melihat taeyeon dan yoona

“duduklah disini dan tunggu sebentar, appa akan berbicara sebentar dengannya” ucap taeyeon setelah mendudukkan yoona diatas kursi ruang tamu

Yoona hanya mengangguk, ia melihat taeyeon dan yeoja itu berjalan menjauhinya dan berapa lama ia melihat appa nya kembali berjalan menghampirinya bersama yeoja itu

“appa, nugu?” tanya yoona melihat yeoja asing dihadapannya

“dia… ibumu” ucap taeyeon

“anniyo… dia bukan eomma” ucap yoona

“dia ibumu sayang, mulai sekarang yoong akan tinggal bersamanya”

“belsama appa & eomma juga?”

“anni.. hanya yoong”

“shillo.. yoong ingin belsama appa, eomma dan yeli..!!” ucap yoona mulai menangis

Setelah beberapa hari tinggal bersama jessica yoona masih mearasa asing dan selalu menolak apapun yang diberikan oleh jessica

“yoong.. mommy membawakan ddeokbokki dan es krim, katanya ini kesukaanmu” ucap jessica girang begitu memasuki kamar yang ditempati yoona

“shilo…”

“why..? bukankah yoong suka?”

“yoong ingn appa eomma dan yelim” ucap yoona kembali menangis

setiap hari yoona terus menagis dan menolak untuk makan hingga akhirnya jessica merasa tak tega dan mengembalikan yoona pada taeyeon

Flashback End

“mom…my..” ucap  terbata, kini ia telah mengingat semuanya

Jessica melepaskan pelukannya begitu mendengar yoona

“nne… ini mommy kandungmu yoong, mianhae telah meninggalkanmu selama ini” ucap jessica dalam tangisnya

Perlahan air mata yoona pun luruh, ia masih tak percaya jika selama ini taeyeon dan tiffany bukanlah orang tua kandungnya dan lebih mengejutkannya lagi jessica jung yang merupakan orang tuanya.  pandangan yoona kembali tertuju menatap taeyeon yang masih menatapnya dengan kedua air matanya yang telah mengalir, saat itu pula emosi yoona kembali, ia terbangun melepaskan pelukan jessica

“apa lagi ini? apa lagi yang kalian sembunyikan? huh?” ucap yoona namun ia melihat taeyeon terdiam dan jessica yang masih menangis

“katakan ini hanya lelucon!” ucap yoona kembali, ia mengambil tasnya dan berlari meninggalkan kamarnya

“yoong…!!” teriak jessica dan taeyeon

Jessica segera berlari menyusul yoona

“yoong… mianhae… jebal” ucap jessica mencoba menghentikan langkah kaki yoona namun yoona masih terdiam tak menghiraukannya hingga memasuki mobil dan meninggalkan rumahnya

Flashback End

“ini bukan salahmu taeng, berhetilah menyalahkan dirimu, itu akan memperburuk kesehatanmu honey” ucap tiffany tersenyum dan buru buru menghapus air matanya yang mulai mengalir itu beruntung taeyeon tak melihatnya, tiffany juga merasakan sakit melihat taeyeon begitu menderita

“aku harus bagaimana fany-ah” ucap taeyeon

“yang terpenting kau harus segera sehat kembali taeng, lalu kita selesaikan ini bersama” ucap tiffany

Taeyeon kembali menatap tiffany, ia mulai tersenyum merasakan sedikit tenang karena tiffany selalu menghangatkan suasana hatinya itu

……

Soshi University

“hmm…. jadi kau sedang memiliki masalah dengan keluarga lalu kau kabur yoong”

“begitulah, lagipula mereka bukan keluargaku”

“jangan berkata seperti itu, ku lihat keluarga kalian begitu hangat sangat berkunjung ke rumahmu yoong bahkan aku selalu merasa iri dengan kedua orang tuaku yang selalu sibuk dengan pekerjaannya”

“pada akhirnya itu hanya sebuah kebohongan”

“aku memang tak tahu detail masalahmu karena kamu tak ingin menceritakannya, tapi aku hanya ingin mengingatkanmu, tak ada tempat sebaik rumah yoong”

“aku tau, aku hanya sedang ingin menyendiri hyunie”

“baiklah… aku mengerti perasaanmu, lalu nanti malam dan selama kabur nanti kau akan tinggal dimana?”

“hotel mungkin”

“lebih baik kau simpan uangmu, rumahku akan terbuka untukmu yoong” ucap seohyun tersenyum sambil memegang kedua pundak yoona

“hyunie..” ucap yoona menatap seohyun

“kau bisa tinggal di rumahku, lagipula kedua orang tuaku masih berada di jerman”

“gg.. gomawo.. hyunie” 

“never mind, lagipula kau sahabat terbaik yang selalu menghiburku” ucap seohyun memeluk yoona tanpa menyedari air mata yoona telah mengalir

………….

Yuri melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 3 sore, ia kembali menatap ponselnya, wajahnya terlihat gelisah karena pesan yang dikirimkan pada jessica tak kunjung mendapat balasan begitupun yuri telah mencoba beberapa kali menelponnya namun tak pernah diangkat

“sica-ya.. gwaenchanna?” gumam yuri

……..

Jam mata kuliah telah berakhir, krystal dan seulgi segera membereskan alat tulisnya begitu melihat dosen keluar kelas

“kryst apa kau sudah meminta maaf pada yoong unnie?”

“minta maaf? untuk apa aku meminta maaf padanya” ucap krystal tertawa sinis

“tapi apa kau tak merasa jika yang kau lakukan malam itu terlalu kejam?”

Krystal terdiam mengingat kembali kejadian malam itu di pesta penutupan ospek

Flashaback

Krystal merasa kesal setelah melihat yoona menggodanya namun langsung berpaling pada perempuan lain yang pernah dilihatnya di kampus, ia merasa telah dipermainkan oleh yoona. krystal pun berjalan meninggalkan mereka mencari tempat lain, tak berapa lama seulgi bersama kedua sunbae nya menghampiri krystal namun lagi lagi krystal merasakan kesal saat mereka menyebutkan nama yoona hingga ia memilih meninggalkan kedua sunbaenya itu mengajak seulgi ke mencari tempat lain

“kryst mengapa kita meningglakan mereka?”

“mereka menyebalkan, wae…? kau ingin bersama mereka? kkah pergilah” ucap krystal kesal

“anniyo…”

“nne kau bergabunglah bersama mereka biarkan krystal bersamaku, lagipula ia terlihat kesal” ucap amber yang tiba tiba sudah berada disamping krystal dan merangkulnya

Namun seseorang mendorongnya dari belakang

“yah! apa yang kau lakukan?! jangan pernah menyentuhnya!” ucap seseorang itu membuat amber dan krystal menoleh menatapnya, ia melihat yoona sudah berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya

“hey…  whats up bro? apa masalahmu huh?” ucap amber

“jangan pernah menyentuhnya, aku tau kau sedang merencanakan sesuatu!” ucap yoona penuh emosi hendak memukul amber namun beruntung irene dan hara datang tepat waktu dan langsung menahan yoona sebelum erjadi keributan

“yoongi-ah tahan emosimu” ucap irene

“nne, ini bukan tempat yang tepat” tambah hara

“hahaha kalian ini lucu sekali hahaha, sungguh hiburan yang menarik” ucap amber menepukkan kedua tangannya

“kau tak perlu mengurusku yoong, kau cukup mengurus yeoja yeoja mu” ucap amber kembali membuat yoona semakin emosi

“kurang ajar!” ucap yoona berhasil melepaskan genggaman tangan irene dan hara, iapun segera menghapiri amber hendak menghajarnya, yoona berhasil mendorong amber hingga terjatuh

*plak!!!!*

orang orang disekitar itu terdiam begitu krystal dengan keras menampar pipi yoona

“yah mengapa kau menamparku? harusnya dia” ucap yoona pada krystal

“what? that’s your fault!”

“tapi dia telah merencakan hal jahat padamu kryst”

“sudah ku bilang jangan pernah mengganggu dan mencampuri urusanku! kau bukan siapa siapa bagiku” bentak krystal, ia segera membangunkan amber dan berjalan meninggalkan yoona dan teman teman tanpa menyadari amber tersenyum licik menatap yoona

Flashback End

“dia memang pantas mendapatkannya, bahkan tadi pagi saat bertemu dengannya pun dia tak ingin menatapku”

“jinjja? mungkin dia marah padamu”

“I don’t care, itu tandanya aku tak akan pernah diganggunya lagi”

“tapi dia sangat baik dan peduli padamu kryst” ucap seulgi

Krystal terdiam memikirkan ucapan seulgi, pikirannya kembali mengingat apapun yang selalu dilakukan yoona padanya walaupun selalu menjengkelkan tapi krystal menyadari jika yoona sangat baik dan peduli padanya

“ah sudahlah, kajja kita pergi” ucap krystal

setelah jam perkuliahan berakhir yoona memutuskan menerima tawaran seohyun untuk menginap di rumahnya, mereka pun bertemu dan pulang bersama namun keduanya berhenti di sebuah super market untuk berbelanja

“hyunie banyak sekali sayuran dan daging yang kau beli”

“hari ini selain kau, kakak sepupu ku juga akan berkunjung ke rumah dan dia memintaku untuk memasakkan makanan untuk sahabatnya yang sedang sakit” ucap seohyun

“benarkah? berarti apa aku akan mengganggu?”

“tentu saja tidak, lagipula dia datang hanya sendiri.. dan dia orang yang welcome pada siapapun, ku pastikan kalian akan cepat akrab”

“hehehe begitu ya”

Begitu tiba di rumah seohyun, yoona membantu seohyun mempersiapkan makan malam

“hyunie, apa kau selalu seperti ini setiap kedua orang tuamu pergi? memasak sendirian?”

“anni… aku akan memasak jika ada tamu yang akan menginap di rumahku, jika tidak ada aku akan meminta maid memasakkannya untukku”

“kau suka memasak?”

“nne… kau yoong?”

“anni, eomma yang selalu memasak”

“allohha…. sweety!!” teriak seorang yeoja begitu memasuki rumah seohyun

“ah dia sudah datang, tunggu sebentar yoong” ucap seohyun, ia melepaskan apronnya dan segera berlari menuju ruang tamu

Yoona mendengar percakapan seohyun dengan kakak sepupunya itu

“jadi kau sedang memasak, apa aku perlu membantumu?” ucap orang itu

“tak perlu unnie kau pasti lelah, lagipula aku bersama temanku”

“benarkah? hahaha syukurlah”

“nne… kkah kenalkan dirimu” ucap seohyun, keduanya sudah tiba di dapur. yoona langsung membalikkan badannya menyapa kakak sepupu seohyun

“annye…ong.. eh? ahjumma?”

“yah! sudah ku bilang jangan panggil itu, yaisshh!! ternyata kau yoong”

“eh? kalian sudah saling mengenal?”

“nne.. dia putri sahabatku, hyunie-ah apa kau memasak banyak hari ini?” ucap hyoyeon

“nne… aku juga membuatkan bubur untuk sahabat unnie yang sedang sakit itu, bagaimana keadaannya sekarang?” tanya seohyun

“semakin buruk” ucap hyoyeon sementara yoona kembali terdiam mendengar percakapan mereka

Tak berapa lama semua masakan telah dihidangkan dan ketiganya mulai menikmati makan malam bersama di rumah seohyun

“heol… aku tak menyangka dunia sesempit ini, calon sepupuku ternyata masih anak dari sahabatku sedniri” ucap hyoyeon

“mwo? anni…” ucap seohyun dan yoona bersamaan

“kami hanya bersahabat dekat” ucap seohyun

“nne…” tambah yoona

“aigoo… nne nne baguslah, kalian jangan menikah dulu sebelum aku menikah”

“eiyy… lekaslah menikah!” ucap seohyun

“nicole masih sibuk dengan pekerjaannya, oh ya yoong bagaimana appamu? tangannya sudah sembuh?”

“nne.. kau bisa lihat sendiri nanti”

“aku akan sulit berkunjung ke rumahmu untuk sekarang sekarang”

“eh? bukankah malam ini kau akan kesana?”

“anni”

“lalu bubur yang akan kau berikan?”

“itu untuk sahabatku, jessica”

“jj..jjessica? jessica jung?”

“nne, dia sahabatku dan aku yang menjadi managernya saat dia masih menjadi aktris, ah aku sudah selesai, juhyun-ah ambilkan buburnya aku harus segera berangkat”

“nne unnie” ucap seohyun segera menuju dapur mengambil bubur yang dibuatnya

Yoona tampak terdiam

“jangan termakan emosi saat menghadapi masalah yoong”

Tiba tiba ucapan seohyun kembali dibenaknya, yoona menatap hyoyeon yang sedang serius menatap ponselnya

“unnie..” panggil yoona

“nne?”

“apa kau sahabat dekat appa ku dan jessica?”

“tentu saja, kami satu kampus dulu, wae..?”

“emm… kalau begitu, apa kau tau jika aku adalah anak kandung dari jessica jung?” ucap yoona pelan namun hyoyeon begitu terkejut mendengarnya

“kk…kkau…? sudah.. tau?” 

“nne… bisakah kau menceritakannya padaku? tapi aku mohon jangan beritahu siapapun dulu”

“tt..ttentu… setelah mengantar bubur nanti aku akan menemuimu, apa kau menginap disini?”

“nne”

“jja, ini buburnya unnie” ucap seohyun setelah kembali dari dapur

“baiklah aku pergi dulu, juhyun-ah nanti aku akan kembali, aku ingin mengobrol dengan bocah rascal ini”

“oke unnie aku tidak akan mengunci pintunya”

Hyoyeonpun segera pergi untuk mengantarkan bubur pada jessica

……

“Sudah jam 9 malam” gumam yuri begitu melihat jam tangannya, ia masih berada di kantor nya, yuri melihat semua karyawannya telah pulang termasuk victoria

Yuri kembali membuka ponselnya mencoba menghubungi jessica kembali

*tuuuttt tuuuuttt tuuuutt*

“hallo” ucap seseorang dibalik teleponnya terdengar lemah

“hallo sica-ya.. bagaimana keadaanmu?”

“yul?”

“nne.. ini aku, bagaimana ku dengar kau sakit”

“nne… sedikit, kau masih berada di kantor?”

“nne, apa kau sudah makan?”

“aku sedang tidak nafsu”

“wae…? kau bersama siapa disana?”

“sendirian, hyoyeon sedang pergi mengunjungi sepupunya”

“tunggulah sebentar aku akan segera kesana” ucap yuri

Belum sempat jessica membalasnya teleponnya telah dimatikan oleh yuri, dan dengan segera yuri menuju rumah jessica

Tak berapa lama ia pun sampai dan begitu berjalan menuju apartemen tepat hyoyeon datang

“yul?”

“hey hyo, kau baru datang?”

“nne… ah kebetulan, kau akan menemui jessica kan? bisakah kau antarkan ini dan membujuknya untuk makan? aku ada urusan mendadak”

“ah nne” ucap yuri menerima bubur yang dibawakan hyoyeon, ia melihat hyoyeon langsung berlari meninggalkan apartemen

Yuri kembali berjalan dan memasuki kamar jessica yang terlihat redup

“sica-ya…” panggil yuri begitu melihat mantan isterinya sedang terbaring diatas tempat tidurnya

“yul..” ucap jessica terbangun, yuripun langsung membantu jessica ke posisi duduk

“badanmu panas sekali, kenapa tak di rawat saja?”

“shiro.. aku tak suka rumah sakit”

“hmm… kalau begitu sekarang kau harus makan, hyoyeon menitipkan ini tadi dia pergi lagi karena ada urusan penting”

“begitu ya, tapi aku tak nafsu makan yul”

“kau harus makan, jja akan aku suapi” ucap yuri

Jessica terdiam menatap yuri yang mulai mengambil piring dan memasukkan bubur itu kemudian kembali menghampiri jessica

“ini lezat sekali sica aku sudah mencobanya, sekarang giliranmu memakannya” ucap yuri sambil mengaduk aduk bubur itu dan mulai menyuapkannya pada jessica

Awalnya jessica menolak namun hatinya kembali luluh saat melihat yuri tersenyum untuknya hingga akhirnya ia menerima suapan dari yuri, yuri terlihat begitu lembut dan perhatian padanya hingga tak terasa bubur itu telah habis

“wah.. daebak!! jika seperti ini berarti aku harus tetap berada disini agar kau mau makan hehehe” ucap yuri

“nne… tetaplah disini yul” ucap jessica membuat yuri terdiam, ia mulai melihat air mata jessica mengalir dipipinya

“sica..” ucap yuri memeluk jessica dan merasakan jessica mulai menangis dalam pelukannya

“gwaenchanna.. aku akan selalu berada disini untukmu” ucap yuri kembali sambil mengusap usap lembut punggung jessica

………………

Di rumah seohyun

Yoona dan hyoyeon duduk di kursi taman setelah memastikan seohyun telah tertidur di kamarnya

“jadi kau kabur dari rumahmu?” ucap hyoyeon

“nne…”

“apa kau marah pada mereka?”

“bahkan mungkin aku membenci appaku, ah anni… kim taeyeon”

“kau tidak seharusnya seperti itu yoong”

“dia telah membuat sahabatnya kecelakaan dan bercerai dengan istrinya”

“kenapa kau bisa menyimpulkan itu?”

“dia berselingkuh dengan ibu kandungku bahkan telah menyembunyikan rahasia besar tentang siapa diriku”

“jadi kau menyalahkannya? ada hal yang tak kau ketahui yoong”

“apa?”

“kau tak seharusnya membencinya, walaupun dia tak ada hubungan darah denganmu tetap saja dia appamu, seseorang yang telah membesarkanmu mengurusmu bahkan telah berjuang mati matian menyembuhkan penyakit kanker yang kau derita saat masih kecil dulu”

“kanker?”

“nne, bahkan kau 2 kali mengalaminya”

“apa karena itu jessica membuangku?”

“dia tidak membuangmu”

“lalu?”

Hyoyeon terdiam, ia mengambil cangkir berisi kopi dan meminumnya sementara yoona masih menatapnya

“saat itu yul baru satu bulan sadar dari koma nya selama satu tahun lebih tapi kondisinya masih sangat rentan.. sayangnya saat akan mengenalkanmu yang masih bayi padanya kau jatuh sakit dan di vonis kanker, sica khawatir jika yul tahu akan mengancam nyawanya”

“karena itu dia membuangku?”

“berhentilah berkata seperti itu, ia menitipkannya pada taeyeon, dia memang sempat putus asa dengan kondisimu tapi taeyeon dan istrinya selalu berusaha menyembuhkanmu, ia mencoba menggantikan bayi untuknya”

“krystal?”

“nne.. jangan pernah menyalahkan taeyeon atau sica, mereka memang pernah melakukan kesalahan di masa lalu, tapi aku rasa taeyeon telah membalasnya lebih dari cukup dengan merawatmu hingga sembuh total dari kanker dan membiayai pengobatan yul sampai ia menjual seluruh perusahaan yang diwariskan kedua orang tuanya”

“sss…semuanya?”

“nne… untuk membayar kesalahannya taeyeon tak pernah memikirkan dirinya sendiri”

Yoona terdiam mendengarnya, ia menundukkan kepalanya dengan air mata yang mulai luruh pada kedua pipinya, ia merasa sangat bersalah pada taeyeon ia menyadari jika taeyeon sellau memberikan apa yang dia butuhkan dan selalu membuatnya dan keluarganya bahagia dari kecil hingga sekarang

Yoona telah memasuki kamar dan terdiam memeluk bantal

“yoong.. kenapa kau terlihat sedih eoh?” ucap taeyeon

“appa, aku dibully teman satu kelasku” ucap yoona mulai menangis

“jinjja? heol… bisa bisanya kesayangan appa diperlakukan seperti itu, kajja ikut appa”

“oddiga appa?”

“membeli es krim hehehe dan appa akan mengajarkanmu ilmu agar kau tak akan di bully lagi”

jinjja?”

“geuromm… kajja sebelum eomma tahu”

keesokan harinya

*kringkringkring*

“pany-ah.. angkat telponnya” ucap taeyeon yang sedang menonton TV

“yoboseyo?” sapa tiffany setelah mengangkat telepon

“……………..”

“mwo?”

“…………….”

“ah… baiklah kami akan segera kesana”

Tiffany menutup teleponnya dengan geram ia menghampiri suaminya yang sedang asik menonton acara kartun kesukaannya, crayon shinchan

“yah kim taeyeon!!”

“w…waee kenapa kau berteriak baby?”

Tiffany segera menarik tangan taeyeon dan membawanya pergi, beberapa menit yang lalu pihak sekolah menelponnya untuk meminta kehadirannya oleh kepala sekolah karena yoona terlibat perkelahian dengan teman satu kelasnya. Tiffany begitu terkejut saat tiba di ruang guru dan melihat beberapa anak dengan kondisi babak belur termasuk yoona yang terlihat berantakan sedang tersenyum innocent padanya. akhirnya mereka pun membawa yoona pulang ke rumah.

“yah! siapa yang mengajarkanmu seperti ini eoh? eomma tak pernah menginginkan kesayangan eomma melakukan kekerasan”

“appa yang mengajarkanku”

“pany-ah… itu bukan kekerasan, tapi bentuk pembelaan diri, uri yoongie telah dibully oleh teman temannya”

“tapi tidak harus dengan membalasnya seperti itu, lihatlah seragam yoong sobek dan rusak”

“berarti bagus dong, lihatlah yoong sama sekali tidak terluka  padahal musuh musuhnya banyak berarti uri yoongie sangat hebat, yaaay!!” ucap taeyeon senang dan melakukan *toss* dengan yoona

“yaish,,, like father like son, yah kim taeyeon!! tidak ada jatah malam ini!!” ucap tiffany kemudian berlalu memasuki kamarnya

“andwae… pany-ah… ampun” ucap taeyeon mempoutkan bibirnya

“appa, jatah itu apa?” tanya yoona polos

“eh? yah pany-ah… bantu aku menjawabnya… hiks hiks”

 

“appa…” ucap yoona dalam tangisnya mengingat masa masa indah bersama taeyeon yang selalu membuatnya merasa menjadi anak yang paling bahagia

TBC

Advertisements

116 thoughts on “Second Change part 18

  1. emyeonhye says:

    Baru engeh kalo update thor hehe
    Akhirnya yoong tau juga siapa ortu aslinya walaupun ada sedihnya juga pas yoong tau pengorbanan apa aja yg taeyeon berikan ke dia hikshiks 😭
    Yoong langsung pukang dah minta maaf ke taeyeon dan jangan lupa sama jessica juga

    Like

  2. Ani says:

    Wah cerita ya mkin seru Yoona udh ingatan ya sudah kembali & yoone merasa bersalah telah membenci taeyeon semoga Yoona dpt menerima smua masa lalu ya &yulsic bsa kembali bersama……πŸ˜‰πŸ˜Š

    Like

  3. may185blog says:

    Akhirnya terungkap semua, semoga Yoona tidak sedih berkepanjangan.
    Apakah Yoona akan tinggal bersama Sica atau tetap bersama Taeny setelah tau semuanya????
    Chayoo tuk ff nya. βœŠπŸ˜€

    Like

  4. april says:

    sedih bacanya..
    segitunya pengorbanan taeyeon demi menebus kesalahannya…
    mungkin yang pantas disalahkan atas semua ini adalah jessica… tapi dia juga putus asa.. dan kondisi dia saat itu jg kan gak memiliki banyak uang.. dan juga saat taeyeon mengembalikan yoong ke sica,sica dengan senang merawat yoong,tapi yoong yang gak mau bersama sica..
    pengen tahu reaksi yul setelah dia tahu kalau sica udah menemui anaknya.

    thanks for the update, author…

    Like

  5. martha97 says:

    sedih banget taeng ,, ngorbanin segalanya untuk nebus kesalahan nya di masa lalu .. yoong cepetan baikannya sama appa taeng .. ya krys masi aja keukeuh sama pendiriannya ,, yoong baik tahu …

    Like

  6. rzu says:

    yoong, bisakah, yoong menerima jessi sebagai mommy nya. ?, dgn seribu alasan yg yoong tau nanti nya?.
    dan bagaiman nasib hubungan yoonkrys?.
    wahhh makin seru aja, jadi makin penasaran nunggu lanjutannya. 😁

    Like

  7. kwon su says:

    Sedih ada,senang ada,marah ada,kecewa ada dan bahkan secuil perhatiaan pun ada di part ini…….semua cerita akan indah pada waktunya…..πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

    Like

  8. Im d says:

    Nah kn Yoong salah paham.. Biarkan Krystal bersenang senang dlu sama c ember.. Bikin Krystal sakit udh tu sadar dah.. Tu Yoong gmna sayang ny appa Tae sama Lo.. Ngajarin Yoong Bela diri buat memberantas orng yg bully Yoong.. Rela jual perusahaan milik ny buat nyembuhin yul appa.. Kurang baik gmna coba appa Tae

    Like

  9. kwon su says:

    Thor minta pw part 19 donk…….?😯
    tumben thor di gembok part 19 pasti ada gorengan bawan yg disembunyiin nich……?πŸ˜€πŸ˜€

    Like

  10. Vin RfKimHwang says:

    Tae sampe sakit ga sembuh krna mkirin yoong, syukurlah sekarang yoong sudah menyadari berkat hyo. .
    Makin seru ini ff. Tapi SC Part 19 pake pw dan aku ga tau pw nya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­

    Like

  11. jungsyara says:

    author chapter 19 asli biking senyum senyum sendiri πŸ˜„πŸ˜
    tapi kenapa yoonsicnya cuman dikit sih😌 yoong sama Krystal mau jadi kaka ade aka atau pacaran ? please bikin mereka pacara thor πŸ™πŸ™

    PS: kaya gue orangnya pertama baca chap 19 soalnya pas mau di comment langsung di proteksi 😝

    Liked by 1 person

  12. lucky430 says:

    ‘dia juga appamu babo’ seandainya yeri tau kalau taeng bukan appanya yoong
    yaiishh ternyata yoong udah inget ttg kejadian masa lalunya pas ama sica. Untung yoong ketemu hyo jadi dia bisa tahu kebenarannya. kasian taeng udh ngorbanin segalanya buat kesembuhan yul dan yoong. Bukan cuma harta tapi juga tenaga.
    Yoong ama hyunnie mulai deket lagi, jgn bilang nnti hyunnie tiba2 suka ama yoong. Eh tapi gapapa sih, gua pengen liat krystalnya cemburu wkwk itu amber blm jalanin rencana jahatnya kan (?) Gua takutnya nnti yoong ngejauh dari krystal karena dia pikir krystal itu adik kandungnya dia. Anyway ini udah part 18 aja, rekor tercepat gua baca 18 chapter dalam waktu 20 menit kekeke :v sambil nunggu PW gua ijin baca FF lainnya yah thor.

    Like

  13. aiitaekhichan says:

    Duhhh pokoke part 18 ini bikin gregettttt setengah jiwa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜„
    Yatuhannn chapter 19
    Ital klo tau yoong anake yulsic piye? Hikssss
    Nahkannnn italll ember bazengan 😣 untung mommy njess nlpon yoong jadi deh ital terselamatkan πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜ŠπŸ˜˜
    yulsicccc hawtttt omgggggg beudddddd! πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯gerahhhh bacanyaaa mna tanpa skip lgi. Tapi untungya daku dah berumur wkwkwk

    Like

  14. wahyu ningsih says:

    Wah udh updatr 2 chapter. Akhirny ad jg yg jlasin smua k yoona. Fany sbr bgt thor. Ikhlas nd baik banget dsni. Wlopun g byk bhas soal fany dsni

    Like

  15. enggapunyanama says:

    Thor tolong cek dm instagram sama lineπŸ™. Aku tanya pw chap 19
    P.s bru bisa komen skrng… Maap ya thor… Soalnya bingung gmna caranya komen wkwkwk

    Liked by 2 people

  16. grc_grace says:

    Sedih gue bacanya thor, tapi semoga dengan terkuaknya semua masa lalunya yoong dan sica dan taeng bisa bikin yoong mau maafin taengsic 😭😭

    Like

  17. nabila says:

    Akhirnya yoongie sadar kalo dirinya salah paham ama tae appa…mogamoga balikan…
    Thorr..ini sebenerny yang jadi pairing utama siapa sih..aku bingung…
    Kalo di gambar pairingny yoonkrystseo..tapi kebanyakan masalahnya yulsic trus taeny sama yang berhubungan keduanya….moment yoonkrystseo juga dikit…kirain mereka yang jadi utama,kalaupun ada kebanyakan moment yoonkryst sedangkan hyunie kyak lebih ke pemeran pembantu…
    Oke ngga mau protes lagi…hwaiting thorr…
    .mohon ijin baca selanjutnya,sekalian minta PWnya chapter 19..kirim ke email aja: nabiladeva@gmail.com

    Liked by 1 person

  18. yuru_yuru says:

    ckckckck……. rumit. tapi yoong udah tau segalanya dan krys napa lu kagak percaya ama yoong kalau amber tu ada maksud jahat. yulsic makin dekat aja nih
    ngomong” gimana caranya dapat pw?

    Like

  19. boiceklav says:

    saiikkk yulic udah mulai dekeet niihhhh, akhirnya yoona sadar klu salah paham sama taengsic. tp krys kapan lepas dr amber -.- Pencerahan pencerahan pencerahan…..

    Like

  20. fathirar says:

    Dasar rascal td ja marahnya meledak ledak setelah tau itu kan..yoong ku tau kamu nya emosi labil ja appa taeyeon itu daebak merawatmu😒😣
    akhirnya sadar juga la kamu nak 😊

    Duhh yulsic moment,yul kembali ja lagi dengan sica..kayaknya banyak yg slhpaham yulsic suka menyimpulkan sesuatu dgn mudah itu yg bikin salah paham itu cpt dtg

    Supporr yulsic balikan πŸ˜„πŸ˜…

    Like

  21. Hennyhilda says:

    Sedihh ih bacanya hueee
    Yoong udah keburu salah paham duluan sih mana sekarang sica juga ikutan sakit lagi tp untungnya yoong ga nganggep klo krystal itu adiknya fiuhhhh bisa berabe yoonstal gw klo dy juga ikut salah paham…
    Sadis amat krystal nampar uri yoongie T.T
    Ehh btw emangnya chap 19 di pw ya thor klo liat komenan diatas? Boleh ga minta pw nya. Klo ga salah ig nya im sone bukan sih? Boleh gw dm? Ato klo boleh kirim kesini bisa hennyhilda@ymail.com
    Makasih sebelumnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s