Second Chance part 11

 

picsart_09-15-12.37.07.jpgWriter : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

Jangan ada Baper diantara kita

…………………………………………….

“aku pulang..” ucap yoona saat memasuki rumahnya

“yoong, dari mana saja? kenapa baru pulang sayang?” tanya tiffany langsung menghampiri yoona, wajahnya terlihat khawatir

“aku seharian bersama hyunie eomma”

“mengapa tak memeberi tahu eomma eoh?”

“hehehe ponselku mati, aku tak membawa charger, mianhae..”

“huh kebiasaan, tapi… mengapa mata yoong merah? habis menangis?”

“anniiyo..” ucap yoona

“hmm… kemarilah” ucap tiffany merentangkan kedua tangannya kemudian memeluk anak kesayangannya itu “eomma tak bisa dibohongi sayang, wae..? ceritakan pada eomma” ucap tiffany kembali

Yoona membalas pelukan tiffany, perlahan tubuhnya bergetar dan yoona kembali menangis

Flashback

“oh ya, katamu kau ingin membicarakan suatu hal?” tanya yoona

“nne.. tapi aku malu mengatakannya” 

“tak perlu malu, lagipula aku juga ingin mengatakan suatu hal untuk hyunie?”

“benarkah? apa itu?”

“nanti saja setelah mendengar hyunie”

“baiklah, sebenarnya aku malu.. tapi aku tak bisa terus memendamnya, lagipula aku lihat yoong cukup dekat dengannya, jadi aku pikir yoong adalah orang yang tepat untuk mengetahuinya”

“maksud hyunie?” tanya yoona heran

“sebenarnya aku… sangat menyukai yul unnie”

*prankkk!!!* yoona menjatuhkan sendoknya setelah mendengar itu

“yoong? kenapa?” tanya seohyun terkejut

“an..anniyo… aku hanya terkejut hehehe” ucap yoona buru buru bersikap biasa kembali

“jadi… hyunie menyukai yul unnie ya?” tanya yoona meyakinkan

nne… aku sudah lama menyukainya, dan aku senang saat tahu yoong dekat dengannya”

“wae..?”

“setidaknya aku bisa mengetahui tentang yul unnie padamu, aku terlalu malu untuk menanyakannya langsung, apa… yul unnie sudah memiliki kekasih?”

“dia baru saja berpisah”

“jinjja? pantas aku selalu melihatnya merenung”

“hmmm… begitulah”

“sekarang giliranmu yoong, apa yang ingin kau katakan?” tanya seohyun

“eh? emm… aku lupa lagi hehehe”

“mwo? yaish… bisa bisanya kau lupa”

“hehehe mianhae…”

“nanti setelah ingat segera beri tahu aku, arasso?”

“nne… ah sudah malam, kajja kita pulang”

“nne kajja, malam ini aku sangat bahagia berkatmu yoong, gomawo… kau sahabat terbaikku” ucap seohyun memeluk lengan yoona. Seementara yoona hanya tersenyum miris  dengan menahan sesak pada dadanya

Flashback end

………………………………..

Yoona memasuki kamarnya dan melihat krystal sedang duduk menunggunya, hatinya kembali merasakan sakit saat melihat wajah krystal karena kembali teringat dengan yuri

krystal yang melihat yoona baru saja masuk langsung berjalan menghampirinya

“yoong, kau darimana saja?” tanya krystal

yoona terdiam tak ingin menjawab sambil berjalan melewatinya

“wae…?” tanya krystal kembali menghampiri yoona yang duduk terdiam disamping tempat tidurnya

“bisakah kau keluar?” ucap yoona

“nne.. tapi ada yang ingin ku bicarakan dahulu padamu”

“Aku sedang tak ingin bicara” ucap yoona yang sudah berbaring membelakangi krystal

“hmm… baiklah, mianhae..” ucap krystal, ia berdiri dan menatap yoona kembali yang tetap dengan posisinya krystalpun berjalan dan menghilang

Karena merasa lelah, yoona langsung tertidur

………………………………

“kalian sudah pulang dari rumah sakit?”

“nne.. sica meminta untuk beristirahat di apartemennya, dia tak nyaman jika tidur di rumah sakit”

“hmm.. kebiasaan, apa dia makan dengan baik?” tanya yuri 

“nne… awalnya dia sulit sekali untuk makan, tapi setelah ku beri tahu bubur dan sup itu buatanmu, dia langsung saja memakannya dengan lahap hahaha”

“benarkah? syukurlah kalau begitu, untung nicole datang ke rumahku jadi bisa aku titipkan bubur untuknya”

“yul..”

“nne..?”

“apa nicole ke rumahmu untuk mengantarkan surat dari pengadilan?”

“hhmm… nne..”

“aku akan mencoba berbicara kembali dengan jessica”

“gwaenchanna.. kau tak perlu melakukan itu hyo, itu sudah keputusannya”

“anniyo.. aku rasa jessica masih sangat mencintaimu”

“……………………..” yuri terdiam mendengarnya

“aku tau kau juga masih mencintainya” ucap hyoyeon

“tentu saja, tapi jessica seorang aktris terkenal sekarang, jika kami kembali itu akan merusak mimpinya, bukan hanya sica tapi kau juga akan terkena dampaknya hyo”

“tapi kalian bisa menyembunyikannya”

“nne… tapi itu hanya akan terus membuatku sakit”

“hmm… kau benar, jika sudah begini aku jadi pusing”

“hehehe gwaenchanna jangan terlalu dipikirkan, aku dan sica akan baik baik saja dengan keadaan seperti ini”

“hmm.. aku pergi dulu yul, aku harus menemui nicole dan sica untuk membicarakan sidang nanti”

“nne.. aku titip sica, bye..”

Setelah mengakhiri teleponnya, yuri kembali menatap krystal yang masih terbaring dalam tidur panjangnya dengan beberapa alat medis terpasang pada tubuhnya, ia pun berjalan menghampiri dan ikut berbaring disamping putri kesayangannya itu

“mianhae… maafkan appa yang tak bisa menjaga keluarga, tapi appa janji akan selalu menjagamu kryst, lekaslah bangun.. appa sangat merindukanmu” ucap yuri sambil mengusap lembut rambut krystal

……………………………………..

Yoona terbangun dan melihat jam yang masih menunjukkan pukul 2 dinihari, ia membalikkan tubuhnya namun ia mengkerutkan dahinya saat tak melihat krystal didalam kamarnya, biasanya yeoja itu selalu berbaring dan tidur disampingnya. ia mengingat kembali beberapa jam yang lalu telah bersikap dingin dan mengusir krystal

“jangan pernah melampiaskan kemarahan pada orang lain yoong, itu akan melukai perasaannya”

Yoona terdiam mengingat nasihat dari taeyeon, setelah nyawanya terkumpul ia berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya mencari krystal, namun yeoja itu tak ditemukannya di berbagai ruangan di rumah yoona.

“hufhhtt…” yoona membuang nafas dan menggelengkan kepalanya saat menemukan krystal tengah terkantuk kantuk diatas kursi yang berada di rooftop rumahnya, yoona kembali memasuki kamarnya dan tak berapa lama ia naik keatas roftop menghampiri krystal dengan membawa selimut

“engh..?” krystal terbangun saat merasakan sesuatu menyentuhnya dan melihat yoona baru saja menyelimutinya

“kau bisa mati kedinginan” ucap yoona

“paboyaa…  aku ini hantu” ucap krystal tersenyum

“tapi kau masih hidup, kenapa kau tidur disini?”

“molla.. aku ketiduran hehehe aku merasa kepalaku sedang diusap lembut, itu akan membuatku mudah tertidur” ucap krystal tersenyum innocent

“pabo, mengapa tak tidur didalam kamar saja”

“aku tak ingin memperburuk moodmu”

“hmm… moodku memang sedang buruk”

“wae…?”

“lupakan, aku sedang tak ingin membahasnya”

“baiklah… mengapa kau terbangun?”

“itu karena aku tak melihatmu didalam kamarku”

“omo, jadi kau merindukanku? hahaha”

“hmm.. sepertinya begitu” ucap yoona membuat krystal langsung terdiam

“…………….”

“wae..? mengapa kau menatapku seperti itu?” tanya yoona

“ann..anniyoo..” jawab krystal gugup dan langsung membuang tatapannya, kedua pipinya tampak merah

“kau bilang ada yang ingin kau bicarakan”

“oh.. itu, nne… ada yang ingin ku bicarakan, tapi aku tak ingin memperburuk moodmu”

“gwaenchanna.. katakan saja”

“nanti kau akan marah padaku”

“anniyo..”

“yaksok?” tanya krystal mengangkat jari kelingkingnya

“aigoo.. orang ini, geurae..” ucap yoona mengaitkan jari kelingkingnya

“ini tentang keluargamu”

“ada apa dengan mereka?”

“adikmu telah mencurigai sifatmu, dan kemarin malam tanpa sepengetahuan kita dia telah merekammu saat kita berada disini, lalu dia memberitahukannya pada kedua orang tuamu, dan itu membuat mereka mengkhawatirkanmu dan mengira jika kau terkena penyakit halusinasi, terutama eommamu… dia menangis mengkhawatirkanmu” ucap krystal

“………………………” yoona terdiam mendengarnya

“mianhae… ini salahku” ucap krystal merasa bersalah

“hmm… apa boleh buat”

“eh?” tanya krystal heran

“karena mereka sudah melihatnya mungkin mereka memang harus mengetahuinya”

“kau akan memberitahukan semuanya tentang ini?”

“anni..”

“lalu? kau akan membiarkan mereka mencurigaimu dan mengira kau mengidap penyakit itu”

“begitulah”

“andwae… mereka akan menganggapmu gila yoong, terutama eommamu, dia sangat mengkhawatirkanmu, dia bilang dia sangat takut kehilanganmu untuk yang kedua kalinya, memang dulu apa yang telah terjadi padamu?”

“benarkah?”

“yah! apa kau tak ingat?”

“anni hehehe mungkin aku hampir mati karena kenakalanku hehehe dulu aku anak yang sangat nakal”

“yaish…”

“kajja kita tidur di kamar, aku masih mengantuk”

Krystal kembali tersenyum saat melihat yoona menarik tangannya dan membawanya masuk kedalam kamar. setelah keduanya berbaring, dengan cepat yoona tertidur kembali. berbeda dengan krystal yang terus terdiam menatap wajah yoona

“kau terlihat manis saat sedang bersikap seperti ini” gumam krystal, tanpa sadar tangannya mengusap lembut wajah yeoja dihadapannya itu

……………………………..

Keesokan harinya

“kenapa kau masih seperti itu?” tanya yoona yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi

“aku di rumah saja, aku sedang malas pergi” ucap krystal masih terbaring diatas tempat tidur yoona

Yoona yang mendengarnya langsung menghampiri dan menempelkan telapak tangannya pada dahi krystal

“ap..apa yang kau lakukan?” tanya krystal gugup

“aku pikir kau sakit”

“anniyo… aku hanya sedang malas, lagipula aku ini hantu.. mana mungkin aku sakit”

“ah.. kau benar, kalau begitu aku pergi dulu, nanti turunlah.. aku akan menyiapkan sarapan untukmu” ucap yoona kemudian berlalu meninggalkan kamarnya

“mungkin aku memang benar benar menyukainya” gumam krystal memegang dadanya

…..

“eh? kau sudah rapi, mau pergi?” tanya hyoyeon

“nne, aku akan pergi, kau tak perlu ikut hyo”

“baiklah, tapi jangan lupa nanti siang kau ada jadwal syuting”

“nne.. aku pergi dulu”

Setelah menempuh satu jam perjalanan, jessica sampai di gedung SMent perusahaan yang telah membesarkan namanya itu. ia akan menemui mr. lee sang pemilik perusahaan itu

*brak!!!* Mr. lee memukul keras meja dihadapannya setelah mendengar apa yang diucapkan jessica

“tentu saja tidak bisa!jika media tau dan seluruh orang tau kau sudah berkeluarga, kau akan hancur dan membuat rugi perusahaan, kau ini icon dalam grupmu dan penyanyi solo yang sedang naik daun, jangan betindak bodoh!” ucap mr. lee

“aku bisa berhenti dan keluar dari SM”

“kau siap untuk menjadi seorang pengangguran? kau siap mengganti rugi pihak sponsor? kau siap menerima orang orang yang akan membencimu? kau tak ingat jika semua yang kau miliki karena mereka tau jika kau seorang single, huh? kau hanya akan mempermalukan dirimu sendiri dengan membodohi orang orang yang mengidolakanmu”

Jessica terdiam mendnegarnya, apa yang dikatakan mr. lee memang ada benarnya, jika ia membocorkan tentang kehidupannya maka akan berdampak besar bagi dirinya maupun perusahaan yang telah membesarkan namanya itu, tentu saja jessica juga tak akan sanggup mengganti semua kerugian. Mr. lee telah tau tentang kehidupan jessica, ia tau jika jessica telah memiliki suami dan seorang anak

“pulanglah dan lupakan tindakan bodohmu itu, lagipula bukankah lusa kau harus menghadiri sidang perceraianmu, jangan sampai media tau atau kau akan hancur, ingat itu”

Merasa tak tahan jessicapun pergi meninggalkan perusahaan itu.

……………..

Soshi university

“guys, tadi Mr. Henry menelponku hari ini tak bisa masuk karna sedang ada perlu” ucap ketua kelas setelah jam mata kuliah sebelumnya baru saja berakhir

“yaaaaaayyy!!!” teriak para mahasiswa termasuk hara dan irene

“senang sekali bisa berakhir lebih awal, kajja kita makan” ucap hara senang

“kajja, eh? yoong kenapa kau masih disini?” tanya irene

“wae..?”

“biasanya kau langsung keluar dan berlari menjemput pangeranmu” ucap irene

“nne… biasanya kau langsung menemui si tampan kwon” tambah hara

“oh…  anni, hari ini aku akan langsung pulang”

“eh? tumben sekali, kau sedang ada acara di rumah?”

“anni”

“yoong!” panggil seseorang yang sudah berdiri di depan pintu kelasnya, yeoja itu melambaikan tangannya saat yoona, irene dan hara menoleh kerahnya

“eh, itu dia.. hey yul” ucap hara

“sekarang bergantian eoh? sang pangeran yang menjemput pangeran hahaha” ucap irene

“kalian sudah makan?” tanya yuri

“belum” ucap hara dan irene kompak

“kajja kita makan” ajak yuri

“wah, kau akan mentraktir kita?”

“anniyo… tentu saja kalian bayar sendiri sendiri”

“wuuuuu!!” teriak hara dan irene menghajar yuri, ketiganya terus bercanda sambil berjalan menuju restoran sementara yoona sedari tadi hanya terdiam mengikuti mereka

“hey..!!” sapa seseorang membuat keempat yeoja itu berhenti

“hyunie” gumam yoona pelan

“kalian mau kemana?”

“kami akan pergi makan, kau sudah makan?” ucap yuri

“emm… belum” ucap seohyun merasa gugup

“kalau begitu ikut saja bersama kami”

“nne.. si kwon hitam akan yang akan membayar semuanya hahaha” ucap irene

“yah!!”

Yoona kembali merasakan sakit saat melihat yeoja yang disukainya sedang tertawa senang, biasanya hanya yoona yang selalu bisa membuatnya tertawa lepas seperti itu namun kini yoona sadar jika yang dicintai seohyun memang bukanlah dirinya

“mian, aku tak bisa ikut bergabung, aku harus segera pulang” ucap yoona membalikkan badannya setelah pamit, namun jalannya terhenti saat tangan yuri menggenggam tangannya

“wae? kenapa kau pergi?”

“aku ingin pulang” ucap yoona

“setidaknya makan bersama kami dulu yoong, tumben sekali biasanya kau sangat senang setiap mendengar makanan” ucap irene

“anni.. aku pulang saja” ucap yoona melepaskan genggaman tangan yuri

“kalau begitu aku akan mentraktir semuanya, tapi kau harus ikut yoong” ucap yuri

“kalian saja aku sedang benar benar ingin pulang”

“apa kau sakit?” tanya yuri langsung menempelkan telapak tangannya pada dahi yoona

“uuuu… so sweet” gumam hara dan irene yang melihatnya kecuali seohyun yang terdiam melihatnya, ia sedikit merasakan cemburu

Yoona yang melihat seohyun langsung menepis tangan yuri

“anniyo.. sudah ku bilang aku ingin pulang” ucap yoona sedikit ketus pada yuri kemudian langsung pergi meninggalkan keempat yeoja itu

“ada apa dengannya?” tanya hara

“mungkin dia sedang PMS, sudahlah nanti juga akan membaik, kajja kita makan” ucap irene

Yuri masih terdiam menatap yoona yang semakin menjauh dari pandangannya, ia merasa khawatir dan heran pada sikap yoona padanya

“haaah… aku bisa gila jika berlama lama berada diantara mereka” rutuk yoona yang sudah meninggalkan kampus

Setibanya dirumah, yoona tak melihat siapapun disana karena tiffany sudah berangkat ke panti asuhan, iapun langsung berjalan memasuki kamarnya. ia tersenyum saat krystal masih berada didalam kamarnya

“kau tak ikut appaku?” tanya yoona

“anni, aku kan sudah bilang jika aku sedang malas.. tapi sekarang aku merasa bosan berdiam diri terus”

“kalau begitu kajja kita pergi”

“eh? kemana? kau tak kuliah?”

“aku sudah tidak ada jam kuliah, katamu kau bosan.. aku juga bosan, jadi kajja kita pergi saja”

“baiklah” ucap krystal semangat

“chankkaman” ucap yoona menahan tangan krystal

“wae?”

“kau tak enak dipandang jika pergi memakai baju seragam sekolah”

“eh? lalu aku harus memakai dress yang panjang itu? shiro.. itu menyulitkanku berjalan, lagipula tak akan ada yang melihatku kecuali kau”

“tetap saja aku tak nyaman, kau bisa memakai milik adikku” ucap yoona menarik tangan krystal memasuki kamar yeri

“kkah gantilah”

“apa adikmu tak akan marah jika kau membakar pakaiannya?”

“kau tenang saja, ppali..”

“arasso… kau tunggu diluar”

Tak berapa lama krystal keluar dari kamar yeri dengan pakaian yang sudah digantinya

“aku memilih yang ini, bagaimana?”

“kau memakai  baju yang sama denganku”

“ah iya, aku baru menyadarinya hehehe mian, kalau begitu aku akan ganti”

“gwaenchanna… kau tak usah menggantinya, kita bisa menjadi couple hari ini, tunggulah.. aku akan membakarnya”

f.jpg

“oh nn..nne..” ucap krystal gugup

Setelahnya mereka berdua pergi meninggalkan rumah

“kita akan kemana?” tanya yoona

“aku ingin ke pantai, sebentar lagi sore pasti menyenangkan melihat sunset nanti”

“baiklah, kita kesana”

“let’s go!!” teriak krystal semangat

selama perjalanan keduanya tampak senang sambil bernyanyi mengikuti lagu yang dimainkan yoona dalam mobilnya

~Neomu banjjak banjjak nooni booshuh~ : yoona

~no no no no no~ : krsytal

~Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun~ : yoona

~oh oh oh oh oh~ : krystal

~Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee.. O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah~) ~ : yoona & krystal

Sesampainya dipantai, krystal langsung berlari lari senang, sementara yoona terus berjalan mengikutinya

“kyaaaa… yeoppodda….!!! disini juga sepi” teriak krystal girang

“tentu saja, ini bukan hari libur”

keduanyapun duduk ditepi pantai, yoona menatap krystal yang tersenyum memejamkan kedua matanya sambil menikmati angin sore

“kau menyukainya?” tanya yoona

“nne… appaku selalu mengajakku ke pantai, dia juga sangat menyukai pantai”

“pantas dia hitam”

“yah! walaupun begitu appaku terlihat tampan”

“nne.. sampai sampai banyak yeoja di kampus yang tergila gila padanya”

“haahhaha memang kau tidak yoong?”

“tentu saja tidak, oh? apa eommamu selalu merasa cemburu jika ada yeoja yang mendekati appamu? pasti dulu juga banyak yang menyukai appamu”

“hahaha tentu saja, eomma sangat menyeramkan jika sedang merasa cemburu”

“jinjja?”

“nne… bahkan atmosfer disekitarnya akan berubah”

“aigoo.. menyeramkan”

“tapi appaku selalu bisa meredakan cemburunya”

“dengan?”

“I don’t know, appa selalu memabawa eomma kedalam kamar jika itu terjadi” ucap krystal polos

“eh?” gumam yoona terkejut

“wae?”

“an.. anni… hehehe ganti topik, eem… masa sekolahmu bagaimana? oh ya, kita berada dalam satu sekolah dulu, kau hanya satu tahun dibawahku, apa kau tak mengenalku?”

“molla… aku tak begitu mengenal banyak orang di sekolahku, aku bukan orang yang peduli pada orang lain”

“hmm… sudah terlihat, kau pasti memiliki sifat yang dingin”

“anniyo.. aku ini orang yang baik”

“baik?? oh my god perlu memikirkannya seribu kali”

“yaishh… geurom.. aku ini baik”

“nne… nne.. nne…”

“yaish, nadamu itu seolah tak mempercayaiku”

“tentu saja tidak, selama ini yang kurasakan darimu hanya penindasan, pabo”

“hehehe benarkah?”

“tentu saja”

Merasa haus, yoona membuka tas yang digendongnya untuk mengambil air mineral didalamnya, namun saat yoona menarik botol itu tiba tiba sebuah kotak kecil terjatuh dari dalam tasnya

“apa itu?” tanya krystal sambil mengambil kotak kecil itu “cincin?” tanya nya kembali saat membuka kotak kecil itu

“memangnya apa lagi? cireng?” ucap yoona

“cincin untuk siapa?”

“tadinya ingin aku berikan untuk seseorang, tapi tak jadi”

“wae..? cincin ini sangat cantik”

“kau suka?”

“tentu saja”

“kalau begitu untukmu saja”

“eh? wae… katamu kau akan memberikannya untuk seseorang”

“sudah kubilang, aku tak jadi memberikannya, jadi untukmu saja”

“jinjja?”

“nne… sini aku pakaikan” ucap yoona mengeluarkan cincin itu dari kotaknya, lalu memegang pergelangan tangan krystal dan memasangkannya sementara krystal dengan detak jantung yang sangat cepat hanya bisa terdiam, wajahnya tampak memerah seperti kepiting rebus

“eh? sepertinya kebesaran, jari tanganmu kurus sekali… pasti karena sudah lama kau tak makan”

“hmm… sayang sekali” ucap krystal melepaskan cincin itu

“gwaenchanna, kau tetap bisa memakainya” ucap yoona, ia melepaskan kalung yang dikenakannya lalu memasukkan cincin itu sebagai liontin kalung

“coba angkat rambutmu” ucap yoona, krystal pun menurut

perlahan yoona memakaikan kaung dengan liontin cicncin itu pada leher krystal

“cantik” uap yoona tersenyum menatap krystal

Krystal menunduk menatap cincin itu, kemudian ia kembali menatap yoona

cukup lama keduanya saling tatap, perlahan wajah krystal dan yoona saling mendekat dan mendekat… hingga jarak kedua bibirnya hanya tersisa beberapa senti lagi

*deg….deg…deg….* krystal menutup kedua matanya dengan detak jantung yang begitu cepat

“hatssyyii!!!!” belum sempat bibir keduanya bertemu, yoona segera memalingkan wajahnya saat tau akan bersin

“ah ada debu masuk ke hidungku, aku memiliki alergi hehehe” ucap yoona innocent

“k..kau membawa tissue?” tanya krystal yang masih merasa gugup

“nne…” ucap yoona kemudian mengeluarkan tissue dari dalam tasnya

“lihat, mataharinya sudah mulai turun, indah sekali” ucap yoona sambil menunjuk ke arah matahari

“ah kau benar…”

keduanya terdiam menatap sunset hingga matahari telah menghilang dari pandangan mereka

“kajja kita pulang” ucap yoona

Selama diperjalanan, krystal selalu diam diam menatap yoona yang sedang fokus mengemudikan mobilnya

“kau tak usah menggantinya, kita bisa menjadi couple hari ini”

“Aku tak tau setelah kau sadar nanti kalung ini akan tetap ada atau tidak, aku berharap ini akan selalu terpasang agar suatu saat nanti ketika kita kembali bertemu aku akan mengenalimu”

Lagi lagi ia tersenyum dengan kedua pipi yang bersemu merah setiap mengingat ucapan2 yoona itu sambil memegang cincin yang diberikan yoona untuknya

“kenapa kau tersenyum seperti itu?” tanya yoona yang berhasil memergoki krystal yang sedang menatapnya

“an..anniyo..” jawabnya gugup

“kau terpesona dengan ketampananku?”

“yaish…percaya diri sekali”

“hahahaha… akuilah, aku memang tampan bahkan lebih tampan dari kekasihmu”

“aku tak memiliki kekasih”

“berarti lebih tampan dari mantan mantan kekasihmu”

“aku tak memiliki mantan”

“mwo? jadi kau belum pernah berpacaran?” tanya yoona terkejut

“nne…”

“daebakkk!!!” kalau aku…”

“tak usah diberitahu, aku sudah tau… kau pasti playgirl kelas kakap saat sekolah”

“hahaha aku tak seperti itu, itu kasar sekali”

“lalu halusnya?”

“aku hanya ingin membagi kasih sayangku pada orang orang, appaku bilang jadilah orang yang penyayang”

“tapi bukan berarti setiap orang kau jadikan pacar paboyaaa”

“apa boleh buat mereka yang menginginkan, aku ini terlalu baik sampai mau menolak saja aku tak sanggup… kau ingatkan aku yang tak menolak saat kau meminta bantuanku?”

“itu karena kau takut ku makan, pabo!”

“hehehe anni.. tentu saja karena aku tulus”

“lalu kenapa tak kau pacari yeoja bernama hyunie itu?” tanya krystal membuat yoona terdiam

“jangan bahas itu”

“wae..? apa kau baru saja ditolak olehnya?”

“……………………………”

“jadi itu benar? huahahahahaha… aku tak menyangka jika seorang playgirl telah ditolak hahaha…!!”

“ck, aku tak ditolaknya.. hanya saja aku terlambat mengungkapkannya”

“sama saja, jika kau mengungkapkan perasaanmu kau akan tetap ditolak olehnya hahaha”

“yaish… puas sekali tertawamu, lagipula asal kau tau..”

“apa?”

“hyunie mencintai appamu”

“mwo?? oh my god! andwae…!! itu tidak boleh terjadi”

“tadi kau tertawa senang”

“anni… aku hanya menertawaimu, jika tau begini aku tentu tak setuju.. tolong lakukan sesuatu”

“apa yang harus aku lakukan, bahkan aku sendiri merasa sakit setiap melihatnya”

“tapi apa appaku juga menyukainya?”

“tentu saja tidak, paboya… kau bilang yul unnie sangat mencintai eommamu”

“oh iya, hehehe appa tidak mungkin menyukainya”

“tapi bisa saja, yul unnie kan sudah lama tak merasakan kasih sayang seorang kekasih, bisa saja hyunie berhasil mencuri hatinya”

“mwo? yah mengapa kau berkata seperti itu yaishhh!!!”

“aku hanya memperkirakan”

“menyebalkan!”

sesampainya di rumah, krystal langsung menghilang karena masih kesal pada yoona, sementara yoona hanya tersenyum menggelengkan kepalanya

“yoong dari mana saja? tadi yul kesini mencarimu” ucap tiffany

“benarkah? aku baru saja dari pantai”

“pantai? dengan siapa?”

“krystal”

“krystal? nugu?”

“ah.. emm.. itu.. temanku hehehe oh ya ada apa yul unnie mencariku?”

“dia bilang dia mengkhawatirkanmu, yul mengira jika kau marah padanya, kalian sedang ada masalah?”

“anniyo… hanya salah paham, yul unnie salah mengira saja”

“oh.. kalau begitu lekas hubungi dia agar tak ada salah paham lagi”

“nne.. aku kedalam kamar dulu eomma”

Beberapa menit setelah yoona memasuki kamarnya, taeyeon tiba dirumahnya

“appa pulang…” ucap taeyeon kemudian memeluk tiffany yang menyambutnya

“kau pulang lebih awal”

“nne.. pasienku hari ini tak banyak, oh ya besok kau ingin ikut?”

“kemana?”

“sidang perceraian yul”

“eh? mereka jadi berpisah?”

“begtulah…” ucap taeyeon terlihat sedih

“hmm.. mungkin itu memang yang terbaik, jangan sedih…”

“nne.. aku hanya membayangkan bagaimana perasaan yul”

“kau harus menghiburnya…”

“tentu saja, kau akan ikut?”

“mianhae… sepertinya tak bisa”

“gwaenchanna, kau istirahat saja dirumah, oh ya anak anak sudah tidur?”

“nne… yoong baru saja masuk kedalam kamarnya, dia baru pulang dari pantai”

“pantai? tumben sekali, dengan yul?”

“bukan.. dengan temannya, mungkin yoong ingin menghibur hatinya dari hyunie”

“oh.. hahaha aigoo… uri yoongie sudah besar sekarang”

“taeng, kapan kau akan memeriksa keadaan yoong? aku khawatir penyakitnya akan semakin parah”

“nne.. kau sabar saja, aku bukan ahlinya di bidang itu tapi aku sudah menghubungi rekanku dan dia akan datang minggu besok, kau tenang saja honey”

“hmm… kalau begitu kkah mandilah, air panasnya sudah disiapkan”

“waw… kajja baby, kita mandi bersama” ucap taeyeon langsung mengangkat tubuh tiffany

“kyaaaaa!!!” teriak tiffany mencoba melepaskan diri namun taeyeon segera membawanya berlari memasuki kamar mandi didalam kamarnya dan segera menguncinya

*dah, selanjutnya pikirkan sendiri apa yang mereka lakukan didalam sana 😂*

…………….

Keesokan harinya

“Morning” ucap yoona menyapa krystal namun yeoja disampingnya masih terdiam tak menjawab

“Wae…? Apa kau masih marah padaku?” tanya yoona

“Diamlah, moodku sedang buruk” ucap krystal enggan memandang yoona

“Aigoo… Ice princess muncul lagi, yasudah aku akan berangkat, aku ingin ikut denganku atau appa?”

“Pergilah, aku akan ikut appamu” 

“Baiklah… Jangan merindukanku, bye…” ucap yoona

“Yaish… Menyebalkan sekali orang itu”

…….

Sesampainya di kampus yoona segera mencari yuri untuk meminta maaf, ia sudah tak lagi merasa kesal padanya. Namun yuri tak berhasil ditemuinya

Hingga selesai perkuliahan yoona kembali mencarinya

“Yul tak masuk hari ini, ku dengar dia sedang sakit” ucap seorang mahasiswa yang berada satu kelas dengan yuri

“Benarkah? Kalau begitu gomawo…” ucap yoona

Setelah keluar dari kelas, yoona mengambil ponselnya untuk menghubungi taeyeon namun setelah beberapa kali dihubungi taeyeon tak kunjung mengangkatnya. Yoona pun menutupnya mengira jika taeyeon masih sibuk menangani pasien

“Halo.. Eomma”

“Nne ada apa yoong?”

“Apa eomma memiliki alamat rumah yul unnie?”

“Nne, kalau tak salah taeng menyimpannya”

 “Bisakah aku memintanya?”

“Nne… Chankkaman”

Tak berapa lama yoona menerima pesan masuk berisi sebuah alamat

Iapun segera pergi menemui alamat rumah itu.

Tak butuh berapa lama ia sampai didepan sebuah mansion besar

“Woah, yul unnie benar benar chaebol” gumam yoona menatap takjub rumah besar itu

*tingtong* yoona segera menekan bel pintu

Tak berapa lama seorang maid keluar membukakan pintu

“Anyeong… Benarkah ini rumah yul unnie?”

“Oh nne.. Anda siapa?”

“Aku teman dekatnya dikampus, yul unnie tak masuk hari ini aku dengar dia sedang sakit jadi aku kemari untuk menjenguknya”

“Eh? Tapi noona sedang tidak ada disini?! dia sedang menghadiri sidang perceraiannya”

“mwo? kk..kkalau begitu aku permisi, gomawo ahjumma”

*drrrrrttt…. drrrttt…* baru saja yoona memasuki mobilnya tiba tiba ponselnya bergetar

“yoboseyo, yoong ada apa tadi kau menelponku”

“appa, kau dimana sekarang?”

“aku baru saja selesai menghadiri sidang perceraian yul”

“mwo? appa dimana sekarang?”

“masih di dekat gedung, appa sedang menunggu yul”

*klik* yoona langsung mematikan teleponnya begitu tau posisi taeyeon

“apa krystal mengetahui semuanya, andwae.. itu tak boleh terjadi” gumam yoona, ia menginjakkan gas dalam dalam menuju gedung persidangan

…………………..

“ssst… uljimma, ini keputusan kita” ucap yuri menenangkan jessica yang tak bisa menahan tangisnya

“mianhae… jeongmal mianhae…” ucap jessica dengan suara parau

“gwaenchanna… kau tak boleh seperti ini, nanti siang jadwal syutingmu kan?”

“berjanjilah kau akan baik baik saja” ucap jessica

“nne.. aku janji, kau juga sica.. kau harus jaga kesehatanmu, jika lelah istirahatlah, jika benar benar tak sanggup melakukannya berhentilah, jangan terlalu memaksakan tubuhmu untuk bekerja, aku tidak ingin melihatmu sakit lagi, aku akan selalu mencoba memperhatikanmu dari jauh”

“anniyo… jangan lakukan itu yul itu akan membuatmu sakit, segeralah lupakan aku dan carilah penggantiku”

“apa kau juga akan melakukan itu?” tanya Yuri

Sementara seseorang disamping Yuri dan Jessica yang menyaksikan pembicaraan keduanya benar benar tak bisa menahan kesedihannya

“kenapa? kenapa kau membohongiku yoong, jadi appa dan eomma sudah lama menandatangi surat perceraian itu, kau telah membohongiku.. hiks hiks hiks” ucap krystal tak bisa menahan tangisnya, hatinya lebih sakit dari yang dirasakan kedua orang tuanya

*ceklek* pintu ruangan itu terbuka

“sica, sudah waktunya kau pergi…” ucap hyoyeon

“kau harus pergi” ucap yuri

“nne…” ucap jessica berjalan keluar ruangan

“sica…” panggil yuri kembali, jessica yang mendengarnya langsung berbalik dan berlari memeluk seseorang yang paling dicintainya itu dan jessica kembali menangis dipelukan yuri

Hyoyeonpun ikut menangis merasakan kesedihan kedua sahabatnya itu, namun ia sendiri tak bisa melakukan apa apa

Diam diam yuri mengeluarkan air matanya karena benar benar tak kuat menahannya, namun dengan cepat ia menghapusnya karena tak ingin jessica tahu

“ssst…. uljimma, kkah ppergilah” ucap yuri mulai melepaskan pelukannya

jessica masih terus menunduk dan membalikkan badannya kembali berjalan meninggalkan yuri

“sica hwaiting!!!” teriak tersenyum yuri menyemangati saat jessica kembali menoleh menatapanya

jessica pun tersenyum walau hatinya masih benar benar merasakan sakit karena kebodohannya

Perlahan senyuman yuri menghilang setelah jessica menghilang dari pandangannya, kini diruangan itu hanya ada dirinya dan krystal yang masih terus menangis.

*toktoktok* “yul…” panggil seseorang dari luar dan membukakan pintu, orang itu melihat yuri tengah terdiam sambil duduk

“yul…” panggil orang itu lagi membuat yuri mengangkat kepalanya

“taeng…”

“gwaenchanna?” tanya taeyeon berjalan menghampiri sahabatnya itu, yuri hanya diam menggelengkan kepalanya

ia kembali menundukkan kepalanya dan perlahan tubuhnya bergetar, ia tak bisa lagi menahan kesedihannya, taeyeon yang melihatnya langsung memeluk tubuh yuri dan membiarkan sahabatnya menumpahkan segala bebannya

“appa… hiks hiks” ucap krystal, namun sayang kedua orang dihadapannya tak bisa melihat dan mendengarnya

“app… akkhhh!!!!” teriak krystal merasakan sakit yang hebat pada  dadanya

*dddrrrttt… dddrrrt….* ponsel yuri terus terusan bergetar menerima sebuah panggilan

taeyeon yang merasakannya langsung mengambil ponsel itu dari saku jaket yuri

“yul.. telepon dari eomma” ucap taeyeon

yuri menghapus air matanya dan segera mengangkat telepon itu

“hallo eomma”

“………………………….”

*prak!!!* yuri menjatuhkan ponselnya membuat taeyeon terkejut

“y..yyyul apa yang terjadi”

“kryst…. andwae..!! taeng kau harus menolongnya”

“nne? ada apa dengannya? kajja kita ke rumahmu!”

Taeyeon dan yuri segera berlari meninggalkan ruangan itu dan bergegas menuju rumahnya

“ap… appa… akhh!! jangan pp..pergi.. akkhh sak..iitt!!” ucap krystal yang terbaring diruangan itu sambil merintih kesakitan

Yoona langsung berlari memasuki gedung setelah tiba, namun gedung itu tampak sepi hanya ada beberapa OB yang sedang membersihkan ruangan

“ahjushi… apa disini telah diadakan sidang perceraian?”

“nne… baru saja selesai satu jam yang lalu”

yoona langsung merogoh sakunya dan mengambil ponsel, ia segera menelpon appanya kembali namun taeyeon tak mengangkatnya

“appa… oddiga..?” gumam yoona yang sudah terlihat panik sambil berjalan ke segala arah mencari appanya karena krystal pasti tak akan jauh dari sana

Namun yoona mematikan teleponnya saat perlahan mendengar sebuah tangisan, ia mengenali suara itu

“kryst…!! kau dimana?” teriak yoona, ia kembali mempertajam pendengarannya dan memeriksa satu persatu ruangan

hingga ruangan terakhir ia buka dan yoona terkejut saat melihat krystal sedang berbaring dengan raut wajah kesakitan

“kryst!!!” teriak yoona langsung berlari menghampiri dan memangkunya

“yy…yyongg…” ucapnya

“kau kenapa?”

“rasanya sakit sekali yoong, mengapa kau membohongiku?”

“mianhae.. aku hanya tak ingin melihatmu menangis lagi”

“pada akhirnya aku telah mengetahui semuanya”

“kita harus segera pergi dari sini, kau harus kuat” ucap yoona mulai mengangkat tubuh krystal namun tiba tiba ia melihat tubuh krystal semakin samar dan hampir menghilang

“kryst.. ad.. ada denganmu? kau tak boleh menghilang”

“akkhh!!!!” krystal kembali berteriak kesakitan

“kryst!!”

“ak..ku… mungkin akan segera pergi selamanya yoong”

“mwo? andwae.. kau harus bertahan aku akan segera membawamu ke rumahmu, bertahanlah” ucap yoona mencoba mengangkat kembali tubuh krystal namun lagi lagi tangannya hanya bisa menembusnya, tubuh krystal kembali terbaring dilantai

“aku harus pergi” ucap krystal

“andwae.. aku mohon”

“yoong… gomawo, walaupun kau telah membohongiku, aku tau maksudmu melakukan itu… gomawo sudah menemaniku selama ini hingga aku tak merasa kesepian, gomawo atas segala bantuanmu untuk menyatukan eommaku”

“anni.. kau tak boleh mengatakan itu, kau harus tetap berada disampingku kryst aku mohon” ucap yoona mulai menitikkan air matanya

Krystal mengakat tangannya mencoba menghapus air mata di pipi yoona namun sayang tangannya hanya menembusnya

“aku… mencintaimu yoong” ucap krystal membuat yoona membelakkan kedua matanya karena terkejut

“aku mencintai im yoona” ucap krystal kembali namun perlahan tubuhnya menghilang dari pandangan yoona

“andwae! kau tak boleh pergi!” ucap yoona saat tak lagi melihat tubuh krystal dihadapannya

“kryst!!!!!” teriak yoona memanggilnya

“Tuhan aku mohon, jangan ambil krystal… aku.. juga mencintainya” ucap yoona dalam tangisnya, ia memegang dadanya yang sudah bedetak cepat setelah mendengar pengakuan dari krystal jika yeoja itu mencintainya, yoona baru menyadari jika ia memiliki perasaan yang sama terhadap krystal. yoona mencintai krystal

………

*ceklek* taeyeon bersama para perawat yang mebantunya baru saja keluar dari kamar tempat krystal dirawat, yuri yang melihatnya langsung berlari menghampirinya

“taeng… bagaimana keadaan krystal?”

“yy..yyul… mmm..mianhae…” ucap taeyeon dengan suara yang bergetar sambil menundukkan kepalanya

TBC

yang baper angkat kakinya….

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

48 thoughts on “Second Chance part 11

  1. kenbyun says:

    Ahh jinjja gua baper😭😭😭😭
    Sian amat yul baru aja pisah ama sica, skrng ital gk tau gimana kondisinya😭😭
    Taengoo-ya katakan bahwa ital baik2 aja.
    Yoong coba dari kmren2 lu bilang ke ital😢

    Liked by 1 person

  2. kwon su says:

    Cerita awal part 11 kurang menarik dipertengahan cerita lumayan menarik eh tau taunya di akhir cerita part 11 bikin perasaan gw kya NANO NANO ( manis,asam,asin rame rasanya)

    Liked by 1 person

  3. I says:

    Krys 😭😭😭
    Kenapa harus hilang ? Tuh kan bener Yoong juga cinta sama Krystal
    Thour , Krystal tidak meninggalkan, keajaiban bisa saja hadir kan ???

    Yoong .. kehilangan cintamu lagi ?

    YulSic, walau saling mencintai tapi keadaan kalian tak bisa mempersatukan hubungan kalian kembali,

    Liked by 1 person

  4. may185blog says:

    Kasihan Yulsic, padahal masih saling suka gara” Mr Lee.
    Kenapa tu Kristal, apa mau meninggal karna mengetahui Yulsic bercerai???
    Trus Yoona sama siapa???
    Chayoo tuk ff nya.😊😀🙋

    Like

  5. rzu says:

    kaluang dgn liontin cincin nya ko bisa di pakai?, padahal ga di bakar kaya baj?. 😁 satu pertanyaan?. bagaimana nasib cicin nya yg di Kasih yoona. apa jatuh karna kryst menghilang ?, atau ikutan menghilang?. 😂😂😂. #biargaikutanbaper,jadibahascicinnyaaja.# 😂😂pengalih perhatian. 😀

    Liked by 1 person

  6. martha97 says:

    yulsic jadi cerai nih ? pdhal masih saling suka . gmana yah keaadaanya krystal , smoga baik2 aja . akhirnya krystal nyatain perasaannya ke yoong , yoong juga suka . yaudah jadian aja gih . hehehhe . smoga krystal selamat ya ….

    Like

  7. noviangale says:

    Gue angkat kaki…bapeeeerrrr, sediiiiih, nyeseeeek 😭
    Yoong galau, Yulsic pisah, krystal ilang?n😱😭
    (Untung taeny baik2 aja) 😁

    Itu si krys polos amat ya ha..ha..
    Nggak mau ngebayangin tany (@kamarmandi)
    Guemasihpolos 😁

    Liked by 1 person

  8. lucky430 says:

    Kasian amat nasibnya yul, udah sidang cerainya dimulai ditambah kondisi krystal yg memburuk. Kok gua ngerasa karakter Yul disini menderita yah(?) thor jgn buat Yul menderita kek gini gua kasian, jadi pengen meluk yoong kan loh(?)
    Krys jgn pergi dong, kasian yoong masa udh di PHP-in sama seo ditinggal juga ama lu krys. Yul sama Yoong sama2 malang disini wkwk

    Like

  9. yuru_yuru says:

    aigoo…. uri krysts polos banget. andwee yulsic kenapa cerai sih kan masih sama” cinta? yoongkrys baru aja saling mengungkapkan perasaan masing” tapi ada apa dengan krystal? apa dia….. #mending baca part selanjutnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s