My Little Rascal part 19

picsart_08-02-11-55-184.jpg

Length : Chaptered : Cast : im yoona, kim taeyeon, jessica jung, tiffany hwang, kwon yuri, Hyomin, choi sooyoung, krystal, baekhyun, kim so hyun

…………………………………………

yoona terbangun dan merasakan sesuatu mempel pada dahinya

“oh kau sudah bangun yoong, bagaimana perasaanmu sekarang?” ucap yerin yang sedang duduk di kursi balkon kamar so hyun kemudian berjalan menghampiri yoona

“hmm… mualku sudah hilang, so hyun unnie kemana?”

“aku tak tau begitu aku masuk dia sudah tidak ada disini, sepertinya tadi malam dia pergi, igo… makanlah bubur ini agar badanmu tak lemas” ucap yerin menyuapkan bubur pada yoona

“lezat, kau yang membuatnya?”

“anni, erika unnie yang membuat” jawab yerin membuat yoona berhenti memakan bubur itu

“simpan itu, aku tak ingin memakannya lagi”

“wae… bukankah tadi kau bilang bubur ini lezat, kau harus berterima kasih padanya karena telah merawatmu sejak tadi malam”

“dia? merawatku?”

“nne, saat dini hari kau kembali muntah muntah, shin hye mendengarnya dan saat masuk kedalam kamar ini dia hanya melihatmu sendirian lalu dia membangunkanku dan kita mencari so hyun namun tak ada dan nomornya tak bisa dihubungi, beruntung erika unnie terbangun dan kau akhirnya dirawat olehnya, kau tau? dia belum tidur karena menjagamu sampai pagi, padahal setelah kita pulang dari club erika unnie baru saja pulang dari kantornya tapi sekarang dia pergi”

“pergi kemana?”

“ku dengar dia akan menjemput kedua orang tuanya kemari”

*ceklek* pintu kamar so hyun terbuka

“morning….” sapa so hyun baru saja memasuki kamar

“morning too, yah! kau kemana saja semalaman? kau tau, yoona kembali sekarat” ucap yerin

“omo! benarkah? mianhae… semalam temanku menghubungiku dan dia sangat butuh bantuanku, bagaimana keadaanmu yoong?”

“gwaenchanna unnie, aku sudah merasa sehat”

“kalau begitu lekaslah mandi, kau juga yerin.. aku tau kau belum mandi”

“hahahaha padahal aku sudah dandan secantik mungkin, kau tetap saja tau”

“memang apa yang ku tak tau darimu? kkah mandilah dan kembali berdandan yang cantik, hari ini akan ada kedua orang tuaku kemari”

setelah selesai mandi, yoona pun turun dan melihat teman temannya telah berkumpul di ruang makan bersama keluarga so hyun dan ia melihat taeyeon bergabung disana, ia terdiam saat keduanya saling menatap

“yoong kemarilah” panggil so hyun membuyarkan lamunan yoona

“oh nne…” jawab yoona menghampiri, ia kebingungan saat semua kursi telah terisi

“kau bisa duduk disamping erika, kebetulan baekhyun sedang tidak bisa ikut berkumpul” ucap ibu baekhyun

“nne…” jawab yoona, iapun duduk diantara taeyeon dan so hyun

“langsung saja kita bicarakan, maksud kedatangan kami kesini untuk membicarakan acara pertunangan baekhyun dan erika malam natal besok, kebetulan kau sedang ada disini so hyun-ah jadi kita bisa berkumpul” ucap ayah so hyun membuat yoona terkejut, ia melirik taeyeon yang juga menatapnya

“really? daebaak aku baru tau” jawab so hyun  excited

……………………………

di bandara

“oh? bukankah itu namja yang menjadi suami taeyeon unnie?” ucap krystal saat baru saja keluar dari pintu kedatangan

“benarkah? bagaimana kalau kita tanyakan langsung dan mencari tau tentang hubungannya besama ssaem”

“kau benar, kajja” ucap krystal langsung menarik tangan kekasihnya dan berjalan menghampiri baekhyun yang sedang berdiri. namun langkah sookryst terhenti saat melihat seorang namja mendekati baekhyun, penampilan namja itu terlihat tertutup dengan memakai topi, masker dan jaket hitam

“kenapa kita berhenti?” tanya sooyoung

“lihatlah, sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang serius, kita tidak bisa menganggunya tapi mengapa aku memiliki firasat buruk ya, kita dekati mereka” ucap krystal kembali berjalan dan mulai mengikuti arah 2 namja itu bergerak

“besok pukul 8 malam acara pertunanganku dimulai, kau bisa melakukan aksimu setelah acara itu aku tak ingin berlama lama lagi melihat wanita itu” ucap baekhyun

“oke, aku sudah merancang rencanaku untuk melenyapkan wanita itu hyung, kau tenang saja besok aku akan menyelinap masuk dengan berpura pura menjadi pelayan dan aku membawa beberapa anak buahku”

“bagus, aku mengandalkanmu untuk melenyapkan erika, kalau begitu kita berpisah disini”

kedua namja itupun berpisah, dengan 2 yeoja yang masih sembunyi dibalik tembok tak jauh dari mereka

“erika? siapa itu?”

“erika adalah nama amerika dari taeyeon unnie, benar firasatku.. saat pertama melihat namja itu aku sudah merasakan ada hawa jahat disekitarnya”

“omo! kenapa kau jadi seperti superhero yang bisa membaca diri seseorang”

“yah! aku ini kuliah psikologi, tentu saja aku tau”

“kau jadi seperti paranormal hehehe”

*pletakk!!!* “what.did.you.say?!” kesal krystal menjitak kepala sooyoung

“anniyoo.. ampun hehehe” jawab sooyoung mengeluarkan tanda peace nya

“kajja kita harus segera memberitahukan ini pada unnieku sebelum hal buruk terjadi pada taeyeon unnie”

……………………………….

jessica terbangun dan melihat kekasihnya sudah tak ada disampingnya, iapun segera turun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur yang terdengar ramai

jessica tersenyum saat melihat tiffany sedang memasak bersama mommynya, keduanya terlihat kompak dan sangat dekat

“kau sudah bangun jessie, kemarilah bantu aku dan mommy memasak” ucap tiffany saat melihat jessica sedang berdiri menatapnya

“no… kalian saja, aku hanya akan membantu memakannya hehehe” ucap jessica menghampiri dan duduk di meja makan

“yah, dasar.. bilang saja kalau kau memang tak bisa memasak”

“kau benar sayang, sooyeon memang anti memasak bahkan saat remaja ia hampir membakar seluruh dapur saat memasak air”

“what? oh my god… itu mengagumkan hahaha”

“yaish.. mommy… don’t tell that to her, dia akan terus membullyku nanti” ucap jessica mempoutkan bibirnya

“ups… sorry hehehe mengapa soojung lama sekali”

“krystal akan kesini?”

“nne… dia menelpon tadi pagi katanya sudah sampai di bandara bersama kekasihnya”

“mungkin mereka sedang jalan jalan”

“kau tak ingin menjemputnya?”

“mommy… dia bukan little sojung lagi, lagipula dia bersama kekasihnya”

“ckckck ternyata anak anak mommy sekarang sudah dewasa, pasti mommy akan kesepian nanti”

“don’t be sad… kami akan sering sering berkunjung” ucap tiffany memeluk mommy jessica

“yeah… dengan seorang cucu”

*uhhhukkk!!* jessica tersedak air begitu mendengar mommynya

“why…? apa aku salah bicara?”

“anni… hanya saja tiffany masih harus fokus kuliah mom”

“kau bisa belajar menjadi seorang ibu”

“mom… aku masih sibuk dengan perusahaanku”

“hmm… baiklah mommy menyerah, mom akan meminta pada krystal saja”

…………………………………….

“yoong…” panggil taeyeon berlari menghampirinya, acara makan siang bersama telah selesai

“wae?” tanya yoona malas

“mianhae… aku sebenarnya belum menikah dengannya, soal foto yang ku kirimkan itu… aku bohong” ucap taeyeon membuat yoona terdiam dengan rasa sakit didadanya

“gwaenchanna, aku tak memikirkan lagi hal itu” ucap yoona kembali berjalan meninggalkan taeyeon

“bisakah nanti malam kita bertemu?”

“Untuk?”

“ada beberapa hal yang harus kau ketahui”

“akan aku pikirkan lagi”

“aku akan menunggumu di taman kota pukul 8 nanti” ucap taeyeon namun yoona tetap berjalan tak meresponnya

sore itu yuri tiba di depan mansion milik baekhyun untuk menjemput yoona

“hati hati yoong, sampai ketemu di seoul” ucap suzy saat mengantar yoona ke depan mansion

“yoong, acara pertunangan oppaku besok apa kau akan datang?”

“emm… aku …”

“yoong barang barangmu sudah ku maukkan bagasi, apa tidak ada yang tertinggal?” ucap yuri menghampiri

“tak ada yul, kalau begitu aku pamit dulu, merry christmast..” ucap yoona memeluk satu persatu teman temannya

…………………………………………..

“baekhyun?” ucap jessica setelah mendengar semua cerita adiknya itu

“nne unnie, apa kau mengenalnya? kenapa wajahmu terkejut seperti itu…”

“anniyo” jawab jessica

“sebaiknya kita segera beritahu yoong dan taeyeon ssaem” ucap  tiffany

“kau benar, tapi bagaimana kita bisa menemukan taeyeon ssaem?” tanya sooyoung

“aku tau rumahnya, nanti sore kita kesana” ucap jessica, ketiga yeoja itupun mengangguk

di dalam kamar

“pria itu bernama baekhyun, ku dengar mereka akan mengadakan acara pertunangan saat malam natal nanti tapi dia telah merencanakan sesuatu yang buruk pada taeyeon unnie, dari awal juga aku sudah merasa kalau dia bukanlah pria yang baik, aku pikir… motiv nya karena perusahaan, ku dengar perusahaan kim’s group semakin maju setelah taeyeon unnie mengambil alih perusahaan”

jessica terdiam mencerna kembali apa yang telah krystal ceritakan, tiba tiba ia teringat kembali dengan masa lalunya saat masih brsahabat dengan so hyun

Flashback

“baekhyun, kekasihmu? pria yang tampan” tanya jessica saat melihat sebuah foto namja dalam album foto milik so hyun

“bukan dia oppaku dia di LA bersama kedua orang tuaku, yeah… memang tampan, but he’s so crazy”

“kenapa kau berkata sepeti itu?”

“oppaku adalah anak kesayangan dady, dan mereka sangat gila perusahaan, aku tak menyukai mereka”

“dan itulah mengapa kau lebih memilih tinggal di seoul sendirian?”

“You’re right… dulu aku sangat dekat dengan oppa, namun saat beranjak dewasa daddy mengenalkannya pada perusahaan membuat oppa semakin berubah, dulu dia sangat baik dan penyayang disaat kedua orang tuaku terlalu sibuk dengan perusahaan, namun kini dia telah menjadi monster”

“it’s okay… kau memilikiku sekarang, jangan pernah berpikir lagi jika kau disini sendirian, ada aku yang akan selalu disampingmu” ucap jessica, keduanya pun berpelukan

Flashback end

“hmm… tak salah lagi dialah orangnya, but… baekhyun taeyeon, so hyun.. yoona” gumam jessica

“jessie, kenapa kau melamun?” tanya tiffany memeluknya dari belakang

“oh, anni… aku sedang memikirkanmu honey”

“huh? aku kan sedang didekatmu, aneh sekali…”

“walaupun begitu aku tak pernah luput memikirkanmu baby..” ucap jessica menarik tangan tiffany hingga duduk di pangkuannya, jessica mendekatkan wajahnya

“no kiss” ucap tiffany meletakkan jari telunjuknya di bibir jessica

“why…” ucap jessica mempoutkan bibirnya, tiffany memutar bola matanya

“kau sudah melakukannya dari pagi tadi jessie”

“apa kau bosan?” tanya jessica masih cemberut

“tentu saja… dasar babo”

jessica memasang puppy eyes andalannya

“oh my god…” ucap tiffany menyerah kemudian menarik kepala jessica dan melumat bibirnya “just kiss” tambahnya disela sela ciumannya, ia tau jika kekasihnya itu akan melakukannya lebih, jessica hanya tersenyum senang mendengarnya

“baby, aku akan pergi keluar sebentar apa kau mengizinkan?” tanya jessica setelah melepaskan ciumannya

“sendirian? kau mau kemana mengapa tak mengajakku?”

“nne, ada sesuatu yang ingin ku beli untukmu.. mianhae ini surprise jadi kau tak boleh tau”

“menyebalkan, yasudah kkah pergilah tapi jangan lama lama”

“siap komandan…” *cupp* jessica mencium singkat bibir tiffany kemudian langsung berlari keluar kamarnya

……………………….

diperjalanan

“yoong kenapa kau melamun? apa liburanmu tak menyenangkan?”

“anni… ohya, miyoung dan yoongie memberitahuku jika mereka juga di LA”

“benarkah? wah kita bisa berkumpul kalau begitu, ah.. kalian memang tak bisa dipisahkan hahaha, apa sebaiknya kita menemui mereka hari ini?”

“nanti saja, aku ingin istirahat di rumah dulu” iapun kembali memakai kaca mata hitamnya dan merendahkan sandaran jok mobil untuk tidur

“tumben sekali, baiklah kalau begitu” ucap yuri ikut memejamkan mata

………………………………….

sore itu taeyeon pulang lebih cepat dari kantor, sesampainya di mansion ia langsung bersiap siap untuk nanti malam bertemu dengan yoona walaupun ia masih belum yakin jika yoona mau menemuinya

“yerin-ah apa kau melihat yoona? mengapa ia tak ada disini?”

“yoona? bukankah tadi pagi ia sudah pulang dijemput oleh sepupunya?”

“pulang? ke seoul?” tanya taeyeon terkejut

“anniyo… yoong bilang akan menghabiskan sisa liburan bersama sepupunya di rumah isterinya”

“ah.. begitu, bisakah aku meminta kontaknya?”

“nne… chankkaman aku ambil ponselku dulu”

setelah mendapatkan kontak yoona taeyeon pun langsung mnghubunginya namun yoona tak pernah mengangkatnya, pesannya pun tak dibalasnya

“yoong, bisakah kita bertemu? aku mohon, ada banyak hal yang ingin ku bicarakan. aku akan menunggumu di central park malam nanti”

“aku harap kau mau datang”

begitulah isi pesan taeyeon, setelahnya taeyeon pergi meninggalkan mansion

……………………………………..

disebuah restoran

“akhirnya kau mau datang juga” ucap jessica saat melihat so hyun baru saja datang menemuinya, sebelumnya jessica terus terusan menghubungi so hyun memintanya untuk bertemu

“hanya menghargai teman lama” ucapnya singkat, jessica tersenyum mendengarnya

“bagaimana kabarmu? sudah lama kita tak berbicara”

“seperti yang kau lihat, kau? ku dengar kau telah memiliki pasangan dan akan segera menikah”

“seperti yang kau lihat juga, ternyata kau masih memperhatikanku ya”

“percaya diri sekali, aku hanya tak sengaja mendengarnya lagipula itu tak penting buatku” ucap so hyun masih dengan sikap dinginnya, jessica kembali tersenyum melihat sikap sahabat lamanya itu

“aku senang kau baik baik saja hyun-ah” ucap jessica tulus, bagaimanapun juga ia masih selalu menganggap so hyun sahabatnya walaupun so hyun membencinya

so hyun terdiam mendengarnya, hatinya tersentuh. ia tahu jika jessica selalu berkata tulus padanya, dulu jessica baginya dalah sahabat terbaiknya

“terlalu lama basa basinya, ada apa kau meminta untuk bertemu”

“hyun-ah apa oppa mu masih seperti dulu?”

“mengapa kau berkata seperti itu?”

“adikku krystal tak sengaja melihat dan me dengarkan oppamu merencanakan sesuatu yang buruk pada taeyeon calon tunangannya”

“so?”

“hyun-ah, taeyeon sahabatku.. aku tak ingin terjadi hal yang buruk padanya”

“dan karena taeyeon adalah kekasih yoona? mantan kekasih tepatnya”

“b..bbagaimana kau…?”

“aku sudah lama mengetahuinya”

“so hyun-ah aku mohon bantu menyelamatkannya, dia sahabatku”

“sahabat? sejak kapan kau memperdulikan seorang sahabat”

“kau tau? aku masih dan selalu menganggapmu sebagai sahabatku walaupun kau terus menghindariku dan membenciku”

“benarkah? bukankah saat itu kau lebih memilih kekasihmu, stephanie young”

“yah! asal kau tau kim so hyun, dulu aku dan steph slalu berusaha menemuimu, tapi kau sendiri yang selalu menghindar, kau sendiri yang pengecut:” ucap jessica mulai emosi

“kau tak mengerti bagaimana sakitnya jika kau di posisiku saat iyu apa yang akan kau lakukan huh?”

“aku mencintai stephanie sangat tulus, kalaupun stephanie lebih memilihmu aku akan tetap merelakannya, aku tau itu menyakitkan.. tapi aku  tak akan membenci sahabatku, tak akan pernah”

“kau berkata seperti itu karna kau tak mengerti” ucap so hyun mulai berdiri hendak meninggalkan sahabatnya itu, namun jessica ikut berdiri dan menahan tangannya

“kau masih saja seperti dulu, egois.. kau selalu mencintai seseorang dengan keegoisanmu so hyun-ah.. aku tau kau menyukai yoona dan tak ingin yoona kembali pada taeyeon, jika kau menginginkan yoona dengan cara seperti itu, kau tak akan pernah bisa bahagia”

*plaaakkk!!!* so hyun menampar keras pipi jessica dan pergi meninggalkannya namun langkahnya kembali terhenti saat jessica kembali berkata

“baekhyun telah menyuruh kaki tangannya untuk mencelakai taeyeon saat malam pertunangannya, walaupun dia adalah oppa kesayanganmu, aku mohon… aku tau hatimu tak sepertinya, aku jauh lebih mengenalmu dan masih selalu mengenalmu dan aku tak pernah memilih kekasih dibanding sahabat, aku selalu mencarimu, mengkhawatirkanmu yang selalu merasa kesepian, aku selalu merindukanmu kim so hyun” ucap jessica

so hyun kembali berjalan menjauhi jessica, ia tak ingin menoleh karena tak ingin air matanya diketahui oleh sahabatnya itu

“Aku tak percaya lagi dengan seorang sahabat” ucap so hyun dalam hati

 

………………………………….

yoona terbangun dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam, ia berjalan keluar kamarnya dan melihat yuri masih menonton TV

“yul, kau yang memindahkanku dari taksi? mengapa tak membangunkanku”

“nne, kau tidur sangat pulas aku tak tega membangunkanmu, kkah makan lah.. aku baru saja memasak tadi”

yoona pun berjalan menuju dapur

“yoong saat memindahkanmu ponselmu terjatuh dan aku meletakkannya diatas meja, dari tadi sore ponselmu terus terusan berbunyi tapi aku lupa mengangkatnya” ucap yuri

yoona mengambil dan membuka ponselnya ia melihat banyak panggilan tak terjawab dari sebuah nomor baru dan membuka beberapa pesan dari nomor yang sama

yoong, bisakah kita bertemu? aku mohon, ada banyak hal yang ingin ku bicarakan. aku akan menunggumu di central park malam nanti” 05.00 PM

“aku harap kau mau datang”

“aku sudah berada di central park, aku harap kau datang.. aku akan menunggumu” – 3 jam yang lalu”

“disini sangat dingin, aku harap kau memakai jaket yang tebal” 1 jam yang lalu

“mwo??” ucap yoona terkejut saat mngetahui taeyeon telah beberapa jam menunggunya, ia baru ingat jika taeyeon pernah memintanya untuk bertemu, ia berjalan menuju jendela dan melihat salju yang telah turun. yoona mulai mengkhawatirkan taeyeon dan melihat ponselnya kembali ingin rasanya menghubungi taeyeon apa dia masih menunggunya namun yoona masih enggan melakukannya. ia pun kembali terdiam dan tiba tiba teringat masa lalunya

flashback

“hatssyiii!!!”

“heol.. mengapa kau mudah sekali terkena demam”  ucap yoona setelah tangannya menyentuh dahi taeyeon

“nne, aku sangat tak menyukai dingin, badanku akan seperti ini jika kedinginan” ucap taeyeon, tiba tiba yoona memeluknya

“dengan seperti ini kau tak akan kedinginan lagi” ucapnya masih memeluk taeyeon, keduanya pun tersenyum senang

flashback end

“yul, apa central park jauh dari sini?”

“tidak terlalu, tadi kan kita melewatinya, kau sih tidur.. wae? kau ingin kesana? diluar cuaca sangat dingin pakailah jaket yang tebal”

“nne, aku akan pergi sebentar” ucap yoona mengambil jaket tebalnya dan segera pergi

setelah satu jam memakai taksi, yoona pun sampai di central park, ia melihat suasana disana sangat sepi hanya beberapa yang berjalan melewati taman itu

yoona pun mulai mencari taeyeon dengan berkeliling taman yang luas itu

“kemana dia” ucap yoona mulai menghubungi taeyeon namun sambungannya tak terawab

“ku dengar wanita yang tewas kedinginan itu adalah orang asia” ucap tiga orang yang sedang berbincang melewati yoona

“kasihan sekali, padahal wajahnya sangat cantik”

“lebih kasihan dia tewas karena kedinginan saat menunggu kekasihnya”

yoona sedikit terkejut mendengarnya, iapun berlari dan memberhentikan tiga orang itu

“hey… dimana tempat kejadian itu?”

“disana” ucap salah satu orang itu, yoona pun langsung berlari dengan perasaan yang mulai tak menentu, tak berapa lama iapun sampai dan melihat banyak orang yang sedang berkerumun mengelilingi seseorang yang terlihat sudah terbaring dengan tubuh yang telah ditutupi

yoona sedikit kesulitan menyelinap masuk dikerumunan orang orang yang sedang melihat mayat itu, yoona semakin khawatir saat postur tubuh mayat itu yang terlihat kecil

“ti..tidak mungkin, taeng…! taenggu…!!” ucap yoona khawatirkan jika orang itu adalah taeyeon

*dukkk..!! brukk!* yoona terjatuh kebelakang saat tubuhnya terdorong oleh seorang warga karena berdesak desakan

“awww…” rintih yoona dan melihat salah satu telapak tangannya terluka

saat akan bangun, yoona melihat sesorang sedang berdiri tak jauh dari kerumunan itu yang juga sedang berusaha ikut melihat kejadian dengan terus terusan melompat agar bisa melihat

yoona menggeleng gelengkan kepalanya kemudian berdiri dan berjalan menghampiri orang itu

………………………………….

taeyeon terus terusan mengusap usapkan dan meniup kedua telapak tangannya yang mulai terasa mati rasa karena terlalu lama menahan dingin, badannya mulai sedikit gemetar. ia telah beberapa jam berdiri dan duduk untuk menunggu yoona di central park dari yang tadinya ramai hingga satu persatu pengunjung pergi saat salju turun namun taeyeon tetap menunggu di kursi taman

taeyeon menoleh dan memperhatikan dua orang namja yang melewatinya, ia sedikit tertarik dengan percakapan dua namja yang terdengar serius itu

“hey apa yang terjadi?” tanya taeyeon menghampiri, dua namja itupun berhenti

“ada seseorang yang terjatuh dan tewas karena kedinginan disana” tunjuk salah satu namja itu

“benarkah?” tanya taeyeon terkejut

“ya, suhu udara mulai menurun dan salju mulai lebat, kau mengapa sendirian disini? kau bisa mati kedinginan dengan pakaian seperti itu” ucap namja itu

“ahahaha kau menakutiku, kau tenang saja aku sedang menunggu temanku”

“baiklah, kami akan melihat ke tempat kejadian itu dulu”

“ah aku ikut…” ucap taeyeon mengikuti dua namja itu

saat tiba di tempat kejadian ia melihat orang orang sudah berkerumun untuk melihat mayat itu karena polisi masih belum tiba. taeyeon begitu penasaran ingin melihatnya namun tubuh orang orang dihadapannya itu lebih tinggi darinya, iapun berusaha melompat lompat namun usaha nya tetap tak berhasil

*greppp* tiba tiba sesorang memakaikan sebuah jaket tebal dari belakang

“dasar bodoh, kau bisa mati kedinginan seperti mayat itu jika memakai pakaian seperti ini” ucap seseorang dibelakangnya yang telah memakaikannya jaket tebal itu, taeyeon pun membalikkan badannya

“yoong” ucap taeyeon senang akhirnya yoona datang menemuinya

“kajja” ucap yoona menarik tangan taeyeon dan berjalan menjauhi kerumunan

keduanya pun masuk kedalam sebuah restoran yang tidak terlalu ramai

“sudah berapa lama kau menunggu?”

“emm… aku tak ingat, hehehe” ucap taeyeon dengan wajah innoncent yang terlihat cute itu

“mengapa kau tak pulang saja daripada menunggu lama”

“karena kehadiranmu sangat berarti yoong”

“kata kata seperti itu terdengar aneh jika diucapkan oleh seseorang yang tiba tiba pergi dan kembali dengan orang yang baru” ucap yoona membuat taeyeon menunduk merasa bersalah

“mianhae…”

“so, apa yang ingin kau bicarakan”

“emm… aku…” ucap taeyeon gugup tiba tiba tak tau harus berkata apa

“katakan, jangan membuang buang waktuku”

“taetae…!” panggil seorang yeoja menghampiri yoontae

“oh.. hay hyoyeon, kau disini”

“eiiiy… kau lupa, ini cabang restoranku”

“oh my god, sorry hyo.. nama restoranmu tertutupi salju dan kau tau aku sangat pelupa hehehe perkenalkan ini yoona, dari seoul juga” ucap taeyeon, yoona pun bersalaman dengan hyoyeon

“ah… i know, oh ya saat kalah bermain bermain game dulu kau berhutang padaku tae, aku ingin kau melunasinya malam ini”

“mwo? tapi kan.. aku sedang..”

“tidak ada tapi tapian atau persahabatan kita berakhir”

“yah! apa yang kau katakan! baiklah, apa yang harus aku lakukan?”

“bernyanyilah dan hibur semua pengunjung, aku sudah lama tak mendengar kau bernyanyi”

“but…”

“pergilah… aku tak akan kemana mana” ucap yoona, sebenarnya ia juga ingin mendengar kembali suara merdu taeyeon

“hmm.. baiklah” ucap taeyeon kemudian berjalan keatas panggung, lampu pun mulai menyorot padanya membuat perhatian pengunjung tertuju padanya

taeyeon terdiam masih bingung dengan lagu yang akan dibawakannya, ia memandang kearah yoona yang juga sedang memandangnya. karena ketahuan, yoona langsung mengalihkan pandangan kearah lain, taeyeon kembali terdiam ia tiba tiba teringat dengan lagu yang pernah dibuatnya untuk yoona , iapun mulai bernanyi “one years later” (sebenernya ini lag milik si njess, but gpp yak)

~Terasa bermimpi begitu lama
Selama ini terus berkelana
Seperti telah berjanji
Pada hari itu, empat musim yang lalu
Kita berdiri berhadapan

large.png

~Kisah-kisah indah yang pernah kita tulis bersama

10903719_1543216205917779_730629287_n.jpg

pagedc.jpg

tumblr_inline_o5hvklcypw1tbtbop_250

Saat kita berdoa agar janji kita kekal selamanya

Semuanya muncul kembali muncul dihatiku

Kurasa aku tak sanggup menerimanya

Aku bahkan menahan diri untuk tidak mengingatmu

XeZuk.png

~ Bagaimana dengan setahunmu ke belakang??? ~

yoona diam terpaku mendengarnya, ia tak menyangka jika taeyeon akan membawakan lagu itu, yoona tau jika taeyeon bernyanyi tentangnya. matanya tampak berkaca kaca, sambil mendengarnya yoona kembali teringat dengan kenangan kenangan saat masih bersama taeyeon

~ sudah lama aku hidup tanpa mengingatmu
Selama ini ku kira aku baik baik saja
Namun dengan berlalunya waktu aku sadar
Aku tak akan sanggup tanpa dirimu
Seandainya saat itu kita bisa lebih dewasa
Seandainya kita tahu akan jadi seperti saat ini
Untuk sanggup menanggung segala penyesalan ini
Ku rasa aku tidak bisa

taeyeon-singing.jpg

~Aku putuskan untuk bersabar
Seperti itulah setahun berlalu

tumblr_m51hz1tHs61rv943fo1_500.png

~ mungkinkah perasaanmu sama denganku
maukah kau memberiku kesempatan lagi?
kini aku yakin kita tidak akan berpisah
Seorang yang kucinta dan ku cinta lagi
Aku ingin kembali ke awal pertemuan kita

page.jpg

~ Hari-hari yang indah, bahagia dan penuh cinta
 Cerita menyakitkan dan pertengkaran sia-sia
Sekarang kuburlah semuanya
Berjanjilah untuk tidak mengungkitnya lagi
Berapapun musim berganti dan tahun berlalu

large (1).png

~ Jangan kita bertemu seperti hari ini lagi~

yoona terkejut saat mendengar lirik terakhir yang dinyanyikan taeyeon, senyumannya kini menghilang, awalnya ia senang dengan ungkapan taeyeon diawal, namun kini ia sadar pertunangan taeyeon akan diadakan sebentar lagi

suara tepuk tangan terdengar dari para pengunjung restoran, meraka merasa kagum mendengar suara taeyeon yang sangat merdu

yoona menghapus air matanya saat melihat taeyeon berjalan kembali ke mejanya

“daeeeebak…!! kau sudah lama berhenti bernyanyi tapi suaramu masih sangat bagus taeng” ucap hyoyeon excited

“thanks hehehe” jawab taeyeon, ia memandang yoona yang terdiam

“aku rasa aku mengantuk, bisakah kita pulang?” ucap yoona membuat senyuman taeyeon memudar, ia masih ingin bersama yoona

“hmm… baiklah kalau begitu” ucap taeyeon pasrah, ia pun mengantar yoona sampai didepan restoran karena yoona menolak untuk diantarkan pulang

“aku sudah mengerti dari lagu yang kau bawakan” ucap yoona

“begitulah perasaanku” ucap taeyeon menundukan kepalanya

“kau benar, sebaiknya kita tidak perlu bertemu kembali seperti malam ini” ucap yoona membuat taeyeon terkejut mengangkat wajahnya memandang yoona

“bolehkah aku memelukmu?” ucap taeyeon dengan air matanya yang mulai mengalir, yoona pun langsung memeluk erat tubuh taeyeon dan air matanyapun ikut luruh, bagaimanapun juga yoona masih sangat mencintai taeyeon, ia kembali teringat dengan apa yang katakan hyoyeon saat taeyeon bernyanyi

“kurasa lagu ini untukmu” ucap hyoyeon membuat yoona memandangnya heran “beberapa bulan yang lalu tae sering bercerita tentangmu, hidupnya begitu tersiksa.. kau jangan pernah berpikir jika taeyeon menghilang kehidupannya baik baik saja, sebenarnya ia sangat tersiksa dengan perintah ayahnya, seluruh hak perusahaannya telah diberikan pada baekhyun dan jika taeyeon menolak maka baekhyun bisa saja menjatuhkan keluarganya” tambahnya

“mengapa ia tak pernah bercerita padaku?”

“tentu saja karena tak ingin membebanimu, setiap hubungan memang harus saling terbuka namun adakalanya seseorang harus terdiam demi menjaga perasaan pasangannya” ucap hyoyeon membuat yoona terdiam dan kembali memandang taeyeon “jika kau mencintainya, support dia, tidak ada yang bisa ia lakukan lagi” ucap hyoyeon mengusap usap pundak yoona

yoona semakin mengeratkan pelukannya, tubuh keduanya tampak bergetar meluapkan semua sakit dan tangis

“bagaimana aku bisa melepas dan melupakanmu? I Love You taenggu, really really love you” ucap yoona dalam hati

……

jessica, tiffany, krystal dan sooyoung memasuki mobil dengan wajah kecewanya, mereka berempat baru saja mengunjungi rumah taeyeon, gedung perusahaannya dan mansion baekhyun namun taeyeon tetap tak ditemukan nomornya pun tak bisa dihubungi karena taeyeon mematikan ponselnya

“bagaimana ini, acara pertunangannya besok malam, sudah tidak ada waktu lagi” ucap sooyoung membuat ketiga yeoja itu lesu

“besok pagi aku akan mencoba mencarinya lagi” ucap jessica

TBC

oke segini dulu ya….

sabar nunggunya yah hehehe i love you reader

Advertisements

19 thoughts on “My Little Rascal part 19

  1. may185blog says:

    Wah seru tinggal 1 part lg.
    Semoga bisa Happy Ending semua.
    Semoga setelah end Monster berlanjut, penasaran apa Yoona benar” gk mau nentuin Fanny setelah tau Fanny itu Vampire???
    Chayoo tuk ff lainnya.

    Like

  2. brigittagapes says:

    Aish bacon bacon…. ah lo kelamaan ngehancurin si bacon, sini biar gw yg bunuh tuh cowok bangsat…
    Hufttt gw pengen liat gimana reaksi appa si tae kalo tau yg sebenarnya.
    Yoontae moments sad.. kenapa jeti byun terus sih?
    Gw tunggu kehancuran si bacon.
    See ya n hwataenggg!!!

    Like

  3. Im d says:

    Hadoh cpt cpt lah metong itu c terong.. Najong aqoh baca part c terong.. Jeti duh Makin err ajj tiap hari ny.. Nah tu Jessie Mrs Jung pengen cucu.. Masa tiap hari bikin lom beruntung jg.. Jgn d keluar in d luar dunk.. D dlm d keluarin ny biar langsng ces pleng.. Hahahaha
    Aw mao d back hug kaka Yoong dgn jaket tebal ny.. Jgn Lama2 yee Thor update ny klo bisa sempil in adegan 18+ buat jeti.. SEMANGAT

    Liked by 1 person

  4. foreveryoong says:

    Authorrr.. gimana nasib yoontae gue??
    Semoga tunangannya ga jadi yaa.
    Jeti dikit gapapa dah, mereka udah bahagia 😊 si BH jahat pisan! Qurbanin aja thor 😁
    Semua harus hepi ending nanti di episode terakhir, okeh Author?

    Like

  5. rzu says:

    menunggu nasib taeyoon di chap selanjut nya. apa kah taengu akan lolos dr rencana jahat baekyun?. dan apakah so hyun akan membantu jessi untuk menyelamatkan kan taengu dari kakak nya?.
    haa…. banyak pertanyaan. ???…..

    Liked by 1 person

  6. I says:

    Yoontae sedih 😭😭

    Jungsist Dan pasangan semoga kalian bisa menggagalkan rencana baek ,,
    Appa Kim kenapa main percaya aja sih
    Tapi seperti nya aku taking sama so hyun , dia pasti bisa Bantu Jessie

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s