Monster part 5

Monster

| Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Tiffany Hwang,  Im Yoona, Kwon Yuri, kim Taeyeon, Jessica Jung, Choi Sooyoung, Yoon Bora, Seohyun and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………………..

Di bar

Tiffany berjalan menghampiri sahabatnya yang sedang duduk menikmati segelas wine

“Apa kau sudah menemukan jejak nick?” Tanya tiffany setelah duduk disamping bora

“Belum, dia benar benar menghilang dari kota ini” ucap bora, tiffany terdiam sambil menggoyang goyangkan gelas yang berisi wine miliknya

“Apa kau pernah merasakan jatuh cinta pada seorang manusia?” Tanya bora membuat tangan tiffany berhenti menggoyangkan gelas wine itu

“Kau sedang merasakannya sekarang?” Ucap tiffany balik bertanya

“Entahlah, aku selalu nyaman berada didekatnya”

“Dan detak jantungmu terasa lebih cepat?”

“Yups”

“Sejak kapan kau menyukai yuri?”

“Yaishh! Kekuatanmu itu, entahlah… Thanks sudah mengenalkanku padanya”

“Hahaha… You know me, never mind… But why you’r face look sad?”

“Bagaimanapun juga aku tak akan bisa bersamanya, lagipula dia masih mencintai si kapten”

“Hmmm… That’s so hard”

“Yeah… Hey bagaimana kau dengan yoona?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Yah! Kau tak perlu menutupinya, kudengar kemarin dia habis jalan denganmu, aku mendengarnya dari yuri”

“Oh… Itu, biasa saja, dia manusia yang sangat tidak bisa diam”

“Apa kau menyukainya?” Goda bora, tiffany langsung menatapnya dan menaikkan sebelah alisnya

“Mengaku saja, kalau kau tak menyukainya kenapa kau ingin melindunginya dari nick?”

“Aku harus pergi” ucap tiffany setelah melihat jam tangannya yang menunjukkan jam 4 pagi

“Yah! Jawab dulu pertanyaanku! Yaishh” Teriak bora namun sahabatnya itu sudah terlanjur menghilang dalam sekejap

…………………………..

Hoaaaaeem….” Yoona terbangun dan megangkan tangannya, ia sedikit terkejut melihat ruangan yang terasa asing baginya, namun setelah nyawanya terkumpul ia mulai ingat sedang berada di kamar siapa, ia pun mengambil ponselnya dan melihat sebuah pesan masuk dari kakaknya yang sudah masuk beberapa jam yang lalu

“Aku sudah pulang, apa kau menginap di rumah tiffany?”

Yoona meletakkan ponselnya kembali setelah membalas pesan dari yuri. Ia terbangun dan baru menyadari jika ia hanya sendirian di kamar milik yeoja dingin itu

“Uh? Kemana dia, apa dia tidur bersama sica unnie?” Gumamnya, yoona berjalan keluar kamar dan berjalan mencari dapur karena merasa haus. Ia pun menemukan sebuah kulkas dan langsung membuka kulkas  yg berwarna pink itu, saat dibuka ia menemukan beberapa botol air mineral dan beberapa botol bir namun saat akan mengambil air mineral mata yoona tertarik menatap beberapa bantalan berisi cairan merah pekat didalam freezer, karena penasaran ia hendak mengambil bantalan cairan itu

“Apa yang sedang kau lakukan?” Ucap tiffany yang muncul tiba2 dibelakang yoona

“Kyaaa!! Omo!! K..kkau mengagetkanku, mian.. Aku merasa haus jadi aku mencari air mineral tanpa seizinmu” ucap yoona langsung berbalik menghadap tiffany

“Maaf mengagetkanmu, ambil saja sesukamu”

“Ne.. Gomawo, oh? Kau mau pergi kemana jam segini?” Tanya yoona saat melihat penampilan tiffany yang masih rapi

“Aku baru saja datang”

“Ah.. Pantas saat aku bangun kau tak ada, kapan kau pergi? Kenapa malam malam begini kau pergi? Apa kau tak takut vampire?” Tanya yoona berjalan mengekor tiffany yang berjalan menuju kedalam kamarnya

Tiba2 tiffany berhenti dan membalikkan badannya membuat yoona menabrak tubuhnya

“Kau”

“Aku?”

“Sangat berisik” ucap tiffany kemudian kembali berbalik dan berjalan menuju kamarnya

“Eh? Benarkah? Mian… Aku memang begini, tapi kan aku begini karena mengkhawatirkanmu” ucap yoona duduk diatas tempat tidur dan memandang tiffany yang sedang duduk didepan cermin menghapus make up pada wajahnya

“Sejak kapan kau mengkhawatirkanku?” Ucap tiffany memandang yoona dari pantulan cermin

“Sudah lama, aku selalu melihatmu menyendiri, apa kau tak pernah merasa kesepian?”

“Tidak”

Keduanya kembali terdiam, hingga tiffany keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri ia melihat yoona telah tertidur kembali diatas tempat tidurnya

“Kau sangat banyak bicara, tapi kau lucu” gumam tiffany menatap wajah yoona dari dekat kemudian ia ikut berbaring disamping yeoja yang tengah tertidur pulas itu.

………………………………………………..

*pranggg!!!!* top melemparkan gelas dihadapannya begitu mendengar berita dari nick, namja itu mengadu Dombakan tiffany dan menceritakan jika tiffany yang akan menjadi calon isteri top telah menyukai seorang manusia

“Sialan! Setelah musim panas berakhir kita hancurkan semua manusia di kota ini, dan kalian! Bawa tiffany padaku!” geram top sementara nick tersenyum licik

………………………………………………………..

.

.

.

Sudah 2 bulan yoona dan tiffany selalu bersama, keduanya kini menjadi sangat dekat berkat yoona tiffany yang dulu bersifat dingin kini mulai menjadi hangat

Terlebih teror vampire selama dua bulan ini telah menghilang membuat aktivitas di kota beika kembali normal dan semua mahasiswa sudah diperbolehkan untuk melanjutkan kuliah meski dengan gedung yang berbeda

Disebuah taman kampus , yoonfany tengah bersantai duduk diatas rumput

“Haaaaah senangnya bisa kuliah kembali, kau tau? Dulu saat pertama pindah kesini aku sangat malas untuk kuliah hehe” ucap yoona tersenyum senang dengan merentangkan kedua tangannya

“Lalu kenapa kau sekarang bersemangat?”

“Tentu saja karena kau”

“Aku?”

“Iya… Aku adalah seseorang yang selalu penasaran, dulu saat pertama melihatmu aku selalu ingin berkenalan denganmu hingga aku tau kalau kita ternyata satu kampus membuatku semangat kuliah hehehe”

“Dan sekarang kau sudah mengenalku, apa yg akan selanjutnya kau lakukan?”

“Aku menyukaimu” terang yoona sementara tiffany terdiam menatap kedua mata yoona, ia melihat tidak ada kebohongan dalam diri yeoja dihadapannya itu

“Why?”

“Emm… Aku juga tidak tau, rasanya ingin selalu bersamamu terus, mungkin aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama”

“Kau terang terangan sekali”

“Aku tak suka berbasa basi, apa kau juga menyukaiku?”

“Tidak” jawabnya dengan tanda peace

“Yaisssh, tau begitu aku tak akan mengungkapkan perasaanku padamu, ah aku haus… Kau tunggulah disini aku akan ke kantin sebentar”

Yoona pun berlari meninggalkan tiffany yang masih “tersenyum menatap kepergiannya

“Hey im yoona!” Teriak seorang yeoja yang sedang duduk dikantin bersama keempat kawannya

“Aku?” Tanya yoona menunjuk dirinya

“Iya kau, siapa lagi.. Kemarilah, aku ingin memberitahumu sesuatu”

“Ada apa?” Ucap yoona menghampiri sekelompok yeoja yang merupakan teman satu kelasnya itu

“Apa kau tidak tau jika teman dekatmu itu bukanlah seorang manusia?”

“Maksudmu?”

“Yeoja yang bernama tiffany”

“Yah! Kau jangan berbicara yang tidak tidak”

“Apa yang hara katakan itu benar, dia bekerja sebagai pelayan disebuah hotel dan dia pernah melihat tiffany tengah malam membawa seorang pria lalu setelahnya pria itu tewas dengan luka gigit pada lehernya”

Yoona terdiam mendengar perkataan teman temannya itu

“Sebaiknya kau jauhi dia sebelum kau menjadi korban selanjutnya”

*byurrr!!* “aww shit!!” Umpat hara saat seseorang dari belakang mengguyur kepalanya dengan segelas jus

“Sica unnie?” Ucap yoona terkejut melihat seseorang yang menyiram kepala hara ternyata jessica

“Kau jangan dengarkan wanita wanita bodoh ini, ayo sebaiknya kita pergi” ucap jessica kemudian menggandeng tangan yoona dan berjalan meninggalkan kelima yeoja itu

“Yah! Aku hanya memperingatimu!” Teriak hara

“Sudahlah jangan didengarkan, dia menyukaimu dan selalu cemburu melihatmu bersama tiffany makanya dia berbicara bodoh seperti itu” ucap jessica sementara yoona masih terdiam memikirkan ucapan hara

………………………………………………

*toktoktok* pintu ruangan yuri diketuk dari luar

“Masuklah…” Ucap yuri

“Selamat pagi dokter, lama tak bertemu” ucap seseorang yang baru saja masuk membawakan seikat bunga

“Kyaaaa boraaa-yaaa aku merindukanmu” teriak yuri langsung berlari memeluk bora

“Me too, selama dua bulan ini kenapa kau tak pernah berkunjung ke kantor kepolisian? Banyak pegawai yang menanyakanmu”

“Benarkah? Hehehe mian semenjak aku kembali bekerja di kampus, banyak sekali pekerjaanku yang menumpuk”

“Lalu mengapa kau mengganti nomormu tanpa memberitahuku?” Kesal bora mempoutkan bibirnya

“Aigoo… wajahmu lucu sekali, Hahaha aku lupa memberitahumu, mian”

“Lalu nanti malam? Apa kau ingat?” Tanya bora pelan

“Hmm…” Ucap yuri menganggum tak bersemangat

“Apa kau sedih? Kau tidak perlu datang jika itu akan membuatmu terluka”

“Anni… Aku akan tetap datang” 

“Baiklah, aku masih ada tugas maaf tak bisa lama menemanimu” ucap bora melihat jam tangannya

“Gwaenchanna…. Nanti malam kau jadi menjemputku?”

“Tentu saja, kalau begitu aku pergi dulu”


“Ne… Gomawo bunganya” ucap yuri tersenyum senang, ia kembali duduk setelah mengantar bora kedepan pintu. Yuri membuka laci mejanya dan mengambil sebuah kartu undangan pertunangan berisi tulisan nama choi sooyoung dan sunny

Flashback

“Selama ini vampire tidak pernah menyerang kita lagi, kita akan mengumumkannya kepada warga agar aktivitas seperti biasanya akan kembali berjalan, namun kalian harus tetap siap menjaga masyarakat kota ini” ucap inspektur kepolisian memimpin rapat

“Baik inspektur!” Ucap para petugas kompak

“Dan satu hal lagi yang ingin aku sampaikan kepada kalian”

“Apa itu inspektur?” Tanya salah satu petugas

“Rencananya bulan depan putriku sunny akan bertunangan dengan kapten kita” ucapnya senang membuat para petugas lain terkejut senang memberikan selamat pada sooyoung, terkecuali yuri yang tampak terkejut namun perasaannya berbalik dengan yang lain, ia menatap sooyoung yang sedang tersenyum menerima jabatan tangan dari anak buahnya, mata keduanya pun bertemu dan saling memandang, seketika senyum sooyoung menghilang saat menatap mata yuri ,namun yuri buru buru membuan dan mengalihkan pandangan pada yang lain ,kemudian ia mengangkat tangannya 

“Inspektur, apa boleh jika saya kembali bekerja di kampus? Sepertinya disini saya tidak akan terlalu banyak pekerjaan lagi”

“Tentu saja yuri-ssi, kau juga boleh datang kesini kapanpun kau mau karna kau masih ku anggap sebagai dokter kepolisian sebagai rekan seohyun-ssi disini” ucap inspektur ramah

Rapat telah berakhir dan masing masing petugas telah kembali keruangannya ,termasuk yuri yang sedang membereskan barang barangnya untuk dibawa pulang

*toktoktok*

“Masuklah…” Ucap yuri yang masih sibuk membereskan barangnya, namun aktivitasnya terhenti saat melihat sooyoung masuk

“Apa kau akan benar benar pindah?”

“Seperti yang kau lihat, ada perlu apa?”

“Maaf mengganggumu, apa nanti kau akan datang?”

“Aku tidak tau, sepertinya ayahmu tak akan senang jika melihatku”

“Aku tidak pernah mengunginkan adanya pertunangan ini, ini hanya keinginan ayahku”

“Dan kau akan kembali menyakiti hati seseorang? Kau pikir pertunangan itu adalah permainan?”

“Aku terlalu pengecut untuk berkata tidak” 

“Ya, kau sangat pengecut sebagai seorang kapten kepolisian”

“Dan kau hanya bisa membenciku tanpa pernah ingin tau bagaimana perasaanku? Tanpa ingin me dengarku? Kau egois yul, kau tau? Seseorang yang sangat kau benci ini masih selalu mencintaimu semenjak dari awal mengenalmu, kau tak tau dan pernah tau jika hidupku selama ini selalu tersiksa oleh tekanan ayahku, kau tak tau jika aku melakukan ini karena tak ingin ayahku melakukan hal yang tak diinginkan terhadapmu, asal kau tau aku akhirnya bahagia bisa melihatmu tertawa kembali meski itu bukan karenaku, meski aku merasakan sakit, ya kau memang pantas membenciku, dan kau tak perlu datang diacara pertunanganku” 

ucap sooyoung, air matanya tak dapat lagi ia bendung sementara yuri hanya terdiam, melihat yuri hanya diam sooyoung menghapus air matanya dan berlalu meninggalkan yuri

Yuri perlahan menitikkan air matanya, baru kali ini ia melihat sooyoung yang selalu terlihat kuat kini menangis dihadapannya, yuri baru mengetahui jika sooyoung ternyata begitu tersiksa dengan hidupnya, ingin rasanya ia memeluk sooyoung dan menjadi tempat sooyoung bersandar pada pundaknya namun kini yang tersiksa hanya penyesalan diantara keduanya

Flashback end

………………………………………………..

Yoona masuk kedalam perpustakaan dan berdiam disana setelah jeti meninggalkannya karena ada kelas, ia memikirkan kembali perkataan hara beberapa jam yang lalu dikantin, kemudian ia membuka laptop nya dan mencari tahu tentang vampire

“Kulitnya akan terasa dingin seperti es jika disentuh” ucap yoona membacakan kalimat yang tertera pada tabnya, ia mengingat pernah menyentuh tangan tiffany yang terasa dingin, namun saat itu ia belum menyadarinya, dan ia mengingat jika tiffany selalu menghindar jika yoona akan melakukan kontak fisik dengannya

“Dia akan keluar jika tengah malam mencari darah manusia dan sensitive terhadap cahaya matahari” ucapnya lagi, ia kembali mengingat pernah memergoki tiffany yang baru saja datang pagi pagi sekali saat yoona menginap dirumahnya “tapi dia terlihat baik baik saja saat terkena matahari” gumam yoona

“Bbang!!!” Teriak taeyeon menepuk kedua pundak yoona dari belakang

“Kyaa!! Yah midget! Berani beraninya kau mengagetkanku eoh!” Kesal yoona mencekik sahabatnya itu

“Sssst……..!! Jika kalian ingin berisik lebih baik jangan disini” ucap penjaga perpus, yoontae yang baru menyadari pen segera membungkuk minta maaf

“Hehehe ampun ampun… Lagipula tumben sekali kau melamun sendirian disini, kau tak takut kemasukan roh jahat?”

“Aku hanya sedang memikirkan sesuatu” ucap yoona memperlihatkan laptop nya yang menampilkan tentang vampire

“Vampire? Kenapa kau mencari info tentang itu? Bukankah sekarang sudah tidak ada penyerangan mahluk itu lagi”

“Aku hanya teringat kembali dengan kejadian itu”

“Saat kau melihat vampire dan ditolong oleh nick?”

“Ne… Sepertinya bukan nick yang menolongku, dan sepertinya aku mengenal tatapan mata vampire yang menyala itu”

“Nugu?”

“Entahlah, taeng..  Setelah kau diantar kerumah tiffany, apa kau ingat apa yang terjadi?”

“Saat itu jessica pingsan karena kebanyakan minum alkohol, lalu aku menjaganya”

“Tiffany?”

“Dia pergi keluar tapi tak memberitahuku akan kemana dia bilang ada sesuatu yang perlu di urus tapi aku tak tau dia pergi kemana”

“Aku pernah membaca berita saat kejadian dikampus itu seorang kapten kepolisian yang terjatuh dari lantai atas”

“Ne… anehnya dia selamat, namun dia tak menerangkan pada media alasannya”

“Aku harus menemuinya, taeng setelah ini tidak ada jam kuliah kan?”

“Tidak ada, kau akan kesana? Aku ikut”

“Kajja”

Keduanya pun pergi ke kantor kepolisian beika

Di kantor kepolisian

“Permisi aku ingin menemui kapten kepolisian disini” ucap yoona pada salah satu petugas

“Kalian dengan siapa? Dan ada perlu apa?”

“Kami mahasiswa tokyo university, ada hal penting yang ingin aku tanyakan”

“Baiklah, kalian tunggu saja disini akan saya panggilkan”

Yoontae pun duduk diruang tunggu, tak berapa lama petugas tadi kembali dengan seseorang bererawakan tinggi, keduanya terkejut saat saling menatap

“Yoona?”

“Sooyoung unnie?” Ucapnya bersamaan

……

Diruangan sooyoung

“Jadi wanita yang terbaring pingsan saat kejadian itu kau? Aku baru mengetahuinya” ucap sooyung setelah mendengarkan cerita dari yoona

“Ne… Saat kejadian itu aku sangat sulit mengingat, seingatku hanya saat mengobrol bersama temanku lalu saat aku terbangun aku telah berada dikamarku dan mengetahui kejadian dikampus lewat berita” ucap yoona

“Sepertinya vampire itu telah menghilangkan kesadaranmu”

“Unnie, aku kemari karna melihat berita tentangmu yang selamat saat terjatuh dari lantai atas, bisakah kau menceritakannya padaku? Aku baru tahu sekarang jika ternyata kapten kepolisian itu adalah kau, yul unnie tak pernah bercerita”

“Ne.. Saat berhasil mendobrak pintu aku melihat dua orang vampire yang sedang bertarung, namun salah satu vampire itu menyerangku dan melemparku keluar jendela hingga aku terjatuh, namun dengan cepat seseorang menangkapku sebelum aku mendaratkan tubuhku, saat aku melihatnya dia begitu cepat menghilang, aku yakin dia juga yang menolongmu karena saat anak buahku memeriksa kelantai atas sudah kosong”

“Benarkah? Apa kau masih ingat dengan wajah vampire yang menolongmu?”

“Entahlah, dia seorang yeoja”

“Yeoja?!” Ucap yoona terkejut, ia pikir yang menolongnya adalah nick

“Apa kau melihat matanya?”

“Ya, warna merah menyala namun vampire yang menyerangku memiliki mata yang hitam pekat”

“Apa wajahnya seper…” *toktok* belum sempat yoona memperlihatkan sebuah foto pada ponselnya, pintu ruangan diketuk dan seorang petugas masuk

“Kapten, kau dipanggil oleh inspektur”

“Oh oke tunggu sebentar” ucap sooyung kemudian ia kembali menatap yoona “yoong mian aku ada rapat bersama atasanku, sebaiknya kita lanjut lagi lain waktu” tambahnya

“Oh nne nunnie, gmawo telah meluangkan waktunya untuk bercerita”

“Nne… Senang bertemu denganmu kembali” ucap sooyoung memeluk yoona dan taeyeon yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan keduanya, sooyoung pun keluar ruangan meninggalkan keduanya

Yoontaepun berlalu meninggalkan kantor kepolisian

“Kau mencurigai siapa yoong?”

“Anni… Sepertinya aku salah menduga, kajja sebaiknya kita pergi”

…………………………………………………..

Yoontae telah kembali ke kampus

“Yoong maaf aku harus pergi, aku harua kembali sudah mulai bekerja lagi di restoran”

“Oh begitu, oke.. Hati hati ya taeng”

“Nne… Bye”

Keduanya pun berpisah, suasana kampus mulai sepi karena menjelang sore sudah tidak ada lagi jam kuliah

“Yoong!” Teriak yuri saat melihat adiknya sedang berjalan sendirian di koridor

“aku pikir kau sudah pulang”

“Aku yang seharusnya bertanya seperti itu, kenapa kau sendirian?”

“Tadi taeyeon bersamaku, tapi dia harus kembali bekerja”

“Oh.. Begitu, ah kita duduk disini saja, bora akan kemari menjemput” 

“Bora? Apa kalian berpacaran?”

“Haha tidak, aku hanya berteman dengannya”

“Kulihat kalian sangat dekat, dia sangat baik padamu dan apa kau masih tak ada pikiran untuk memiliki pasangan, kau sudah tua”

“Yah! Enak saja kau bilang aku sudah tua! Ya.. Dia memang sangat baik, tapi sepertinya aku dengan bora tak akan pernah bisa bersama yoong”

“Wae?”

Yuri terdiam, baru saja ia akan bicara tiba2 bora datang menghampiri

“Ternyata kalian disini, mengapa kau tak mengangkat telponku? Aku pikir sudah pulang?” Ucap bora 

 hehehe mian aku terlalu asik mengobrol dengan adikku 😁✌”

Oh iya, ini pesananmu” ucap bora memberikan bungkusan berisi bahan makanan

“Apa itu?”

“Ini bahan makanan untukmu, mian yoong malam ini aku tak bisa makan malam dirumah, aku harus menghadiri pesta pertunangan temanku”

“Baiklah, biar aku saja yang masak unnie”

“Kau bisa mengundang tiffany agar menemanimu” ucap bora

“Ne… Nanti akan ku ajak”

Bora pun mengantar yoonyul pulang

………………………………………………..

19.00

“Yoong mengapa kau belum juga masak? Apa kau tak lapar?” Ucap yuri saat melihat yoona masih berbaring memainkan ponselnya

“Sebentar lagi unnie, oh kau sudah mau berangkat? Kau cantik sekali” ucap yoona saat menoleh pada unnienya

“Yah, kau kemana saja baru menyadari unnie mu ini sangat cantik”

“Kau terlalu tampan untuk jadi seorang wanita”

Baru saja yuri akan menjitak yoona tiba tiba bel pintu rumah berbunyi

“Oh itu pasti bora, yoong aku berangkat dulu kau jangan lupa makan malam ya”

“Oke, take care unnie”

“Oke, bye”

Yuri pun meninggalkan yoona yang masih terbaring malas. Benar saja saat yuri membuka pintu, bora telah menjemputnya

“Mian menunggu lama ucap yuri”

“It’s oke… Kau terlihat sangat cantik dokter” puji bora matanya tak pernah lepas memandang yuri

“Ahahaha kau membuatku blushing, kajja kita berangkat” ucap yuri kemudian menggandeng tangan bora dan keduanya berlalu menuju rumah sooyoung

……….

Yoona terbangun karena perutnya merada kosong, ia pun berjalan menuju dapur dan membuka kulkas berisi bahan bahan makanan yang dibelikan oleh bora sore tadi

Yoona mengeluarkan bahan bahan masakan tersebut, namun saat yoona mengambil botol saus ternyata isinya sudah kosong

“Yaish… Bisa bisanya habis” gumamnya, yoona melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 19.30 malam, kemudian yoona kembali masuk kedalam kamarnya untuk mengambil dompet, ia berencana untuk membeli saus ke minimarket terdekat, setelah mengenakan jaketnya, ia pun keluar rumah

Yoona berjalan kaki melewati gang gang yang sudah sepi, tak berapa lama ia pun sampai disebuah mini market dan langsung membeli saus, setelahnya ia kembali menuju rumahnya

Namun saat ia berjalan melewati sebuah gang, ia melihat beberapa namja tengah berjalan kearahnya

“Hai nona manis, mengapa kau berjalan sendirian malam malam begini?” Ucap salah seorang namja mencoba menggodanya, yoona berhenti berjalan karena dikelilingi oleh namja namja itu

“Aku hanya keluar untuk membeli saus” ucapnya mencoba tenang

“Benarkah? Kau sangat cantik, bagaimana kalau kau ikut bersenang senang bersama kami” ucap namja itu mencoba menggenggam tangan yoona namun yoona berhasil menepisnya

“Maaf aku buru buru” ucap yoona

“Hey.. Mengapa buru buru sekali, ayolah ikut kami ku yakin akan merasa senang haha” ucap namja lain menarik paksa tangan yoona diikuti oleh kawan kawannya, kini yoona mulai terlihat ketakutan

*ckiittt!! Brummm brummm* tiba tiba sebuah mobil datang dengan cepat dan berhenti tepat satu meter dihadapan namja namja yang tengah menggoda yoona, tentu saja membuat segerombolan itu terkejut

“Yah! Bajingan! Siapa kau? Keluar!” Ucap namja pemimpin geng itu, bukannya keluar namun sipemilim mobil itu malah menyorotkan lampu tembak pada mereka sehingga membuat orang orang didepannya termasuk yoona menutup kedua matanya karena silau

“Bangsat! Beraninya kau!” Ucap namja itu lagi berjalan menghampiri pintu mobil hendak membukanya, namun saat namja itu tepat dihadapan pintu, pintu mobil terbuka dengan keras membentur namja itu hingga terjatuh, melihat bosnya terjatuh namja namja yang lain pun segera menghampiri dan melihat seseorang keluar dari mobilnya, kini lampu tembak mobil itu telah dimatikan, yoona perlahan membuka matanya dan melihat namja namja yang menggodanya sudah tidak ada didekatnya, ia pun melihat kearah  segerombolan namja itu berada dan melihat sipemilik mobil keluar

“Tiffany?” Ucapnya sedikit terkejut saat mengenali pemilik mobil yang sudah berdiri disamping mobil menghadap para namja itu

Yoona tiba tiba melihat segerombolan namja itu berlari menjauh, padahal tiffany hanya berdiri dihadapan mereka dan sebelumbya segerombolan namja itu terlihat geram, namun kini hanya tersisa yoona dan tiffany. Tiffany pun berbalik menghadap yoona

“Masuklah” ucapnya kemudian masuk kedalam mobil, yoona pun ikut masuk

“Mengapa kau tiba tiba ada disini?” Tanya yoona merasa heran

“Aku hanya tak sengaja lewat dan melihatmu”

Yoona mengangguk mengerti walaupun dalam hatinya merasa sedikit curiga, beruntung tiffany sedang tidak menggunakan kekuatannya dalam membaca pikiran yoona, tiffany jarang menggunakan kekuatannya jika sedang berada didekat yoona

“Kenapa kau keluar sendirian?”

“Tadinya aku ingin memasak untuk makan malam, tapi aku kehabisan saus jadi aku keluar untuk membelinya”

“Kenapa kau tak memintaku mengantarmu”

“Rumahmu tampak sepi, kupikir kau sedang tidak ada di rumah, lagipula aku tak ingin merepotkanmu”

“Hubungi saja jika kau butuh”

“Tapi……” Ucap yoona ragu, tiffany menoleh menatapnya dan menaikkan sebelah alisnya

“Kenapa namja2 itu berlari setelah melihatmu? Padahal sebelumnya mereka tampak marah” lanjut yoona sedikit ragu

“Entahlah, aku hanya bilang jangan ganggu kekasihku” ucap tiffany tenang

“Mwo?? K…kkeasih? Bukankah kau menolakku?” Tanya yoona sedikit terkejut tifak memikirkan lagi kecurigaannya

“Anggap saja aku menyesal” ucap tiffany tersenyum menatap yoona

“Omo! Benarkah? Berarti kita sekaranf sepasang kekasih?”

“Menurutmu?” 

“Kyaaaa!!! Hahaha aku masih belum percaya ini! Ah tanggal berapa ini, bagaimana kalau kita rayakan? Kebetulan malam ini aku akan memasak” ucap yoona senang

Mendengar itu kini raut wajah tiffany berubah

“Ah… M..mmaaf, aku tak bisa menemanimu malam ini, aku sudah ada acara bersama temanku” ucap tiffany mencari alasan, gini giliran raut wajah yoona yang berubah

“Padahal kita baru saja jadian, tapi kau sudah mau pergi”

“Maaf…besok saja kita rayakannya”

“Benarkah?”

“Tentu”

“Janji?” ucap yoona menaikkan jari kelingkingnya, tiffany menatap jarinya terdiam

“I’m promise” jawabnya tersenyum namun tak membalas ukuran jari kelingking yoona

“Yaish! Kau berucap janji berarti harus mengaitkan jari kelingkingmu!” Ucap yoona kesal dan menarik tangan tiffany, lalu yoona mengaitkan jari kelingking miliknya pada jari kelingking tiffany

Dingin

Yoona pun terdiam merasakannya dengan jari kelingking yang masih mengait, sebenarnya ia merasa terkejut namun kemudian ia tersenyum menatap tiffany
Tbc

Mian lama 😂 akhirnya terselesaikan juga 😂

Ayo komen komen, biar termotivasi buat ngelanjutinnya 😂😂😂

Advertisements

11 thoughts on “Monster part 5

  1. Im d says:

    Yoong niat ga c nembak Fany ny.. Ey itu c Hara pengen aqoh sumpel ajje mulut ny sama dlm’n ny Tae biar ga rempong lg mulut ny.. Nah c Khunyuk lg jahara bnr ngadu domba Fany dasar mulut pewong..
    Yeeeeeeeaaaaah akhir ny official jg yoonfany

    Like

  2. coffe22mj says:

    Kasian soyoung tp resiko kan…. Masa mau sm yul jg mau sama yg di jodohin appa nya wkwkwkwk
    Hmmm fany dan yoong semakin sweet ahay..
    Tayeon sica. No coment again wkwkwk

    Like

  3. brigittagapes says:

    Wow hai thor… gw baru dpt dan buka wp lo… gw serius baru dpt wp lo… ah udh part 5 aja. Dan…. jeng jeng…. gw kurang ngerti karna gw ngelangkahi 4 part sekaligus. Tapi ini daebak…. vamphir brooo… seruuuu cozzz….
    Ah…. apa pun ittu… jadi tippa ama yoong? Ah… i see…
    Salam kenal thor…
    See u n hwataenggg!!!

    Like

  4. fathirar says:

    hhahha..yoonfany dah jadian ja nihhh..taengsic kenapa kalah cepat tuhh 😂😅 hilangi ja yoong kecurugaannya ke tiffanya ,, daebak thor aku suka alur nya ..karya mu daebak,next chap nya ditunggu thor 😊 jgn brkatya thor,slalu support kamu

    Like

  5. Taengoo69 says:

    Yoontiff jadian daebak!!!!💃..tidak kusangka 😂..waduh bisa gawat tuh klw yoong tau si tiffany itu vampire… dan hara juga tau 😟..itu si Jessica seenak jidatnya aja nyiramin org😅

    Like

  6. martha97 says:

    whattt ,, soosun mau nikah ,, patah hati deh yul ,,, yaudah sama bora aja cocok .. tpi kok yul bilang mereka gak bakalan bisa bersatu ,, jangan2 yul dah tahu klo bora itu vampir ? wahhh curiga curiga nih sih yoong .. yoongfanny terpaksa pacaran ato gimana ya ,,, ini buat mengalihin kecurigaan si yoong ya ?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s