My Litte Rascal part 4

​

My little rascal

Writer : Human Paper

Length : Chaptered

Cast : im yoona, kim taeyeon, jessicajung, tiffany hwang, kwon yuri, choi sooyoung, hyomin and other cast

Gender : YURI girlsXgirl

Not real yak, yaiyalah

Hampir kehabisan ide 😥

Jan lupa komen ya, klo mau

…………………………………………………

Siang itu di rumah jessica

“Ini peralatannya, pakailah dulu sendiri nanti kalau ada yang tidak mengerti memakainya aku akan ajarkan” ucap jessica memberikan peralatan make up pada tiffany

“N…nne unnie” ucap tiffany “omg ini banyak sekali jenisnya, ah ottokhaee… aku tidak mengerti semua” rutuknya dalam hati

Diam diam tiffany memperhatikan jessica dibalik pantulan cermin yang sedang menghias wajahnya dan tiffany mengikuti apa yang jessica lakukan

“Unnie, aku tak bisa memakainya, apa seperti ini?”
ucap tiffany memperlihatkan hasil make up nya pada jessica

“Oh my gosh! Hahaha berantakan sekali, kemarilah akan aku ajari kau” ucap jessica tak bisa menahan tawanya

Tiffany pun menghampiri jessica dan yeoja itu mulai membersihkan kembali wajahnya. Dengan serius jessica pun mendandani tiffany

“kulihat kau sangat feminim tapi kenapa kau tak bisa berdandan eoh?”

“Hehehe Kau tahu sendiri unnie, temanku hanya si rusa dan si jangkung itu”

“Hahaha tapi kalian beruntung tetap terlihat cantik walaupun tanpa make up”

“Benarkah?” Tanya tifanny senang

“He.em, terutama kau”

“Naega?”

“Ya, matamu sangat indah” puji jessica “seperti……” gumamnya pelan

” stephanie?” Ucap tiffany

“Huh? B..bbagaimana kau bisa berkata seperti itu?” tanya jessica gugup

“Kau sering mengucapkannya unnie, aku selalu mendengarnya.. sebenarnya siapa stephanie?”

Jessica terdiam mendapati pertanyaan tiffany membuat yeoja di depannya menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban

“Dia… kekasihku” ucap jessica membuat tiffany sedikit terkejut

“Oh… jadi kau sudah memiliki kekasih ya”

Jessica hanya mengangguk pelan dan keduanya hanya terdiam tak ada percakapan

“Tadaaa!! Selesai, cobalah bercermin, kau sangat cantik” ucap jessica senang sementara tiffany masih terdiam

“Tiff kau kenapa diam? Apa kau tak suka?”

“Ah, anni… wah daebak! Kau memang profesional unnie” ucap tiffany berpura pura ceria. Ya, susasana hatinya berubah ketika mengetahui jika jessica telah memiliki kekasih, tiffany merasakan sedikit sesak didadanya yang ia sendiri tak mengerti kenapa

“Kau tak perlu memakai bedak terlalu banyak karena kulit wajahmu sudah sangat putih, dan kau memiliki bibir yang bagus jadi terlihat cocok jika memakai lipstik, kau akan terlihat lebih merona jika ditambah sedikit blush on berwarna pink” ucap jessica menjelaskan panjang lebar sementara tiffanyi masih terdiam dengan pikiran yang tak menentunya

“kau mengerti?” Tanya jessica lagi

“Ne unnie…”

“Masih jam 3 sore, bagaimana kalau kita menjenguk taeyeon? Sepertinya yoona masih berada disana, kajja”

…………………………………………..
Taeyeon membuka kedua matanya setelah mendengar suara, ternyata ia melihat yoona sedang melakukan olah vokal dengan lirik lagu yang sedang dibuatnya untuk perlombaan di acara festival nanti, taeyeon pun tersenyum memandang yoona yang selalu terlihat polos baginya. Merasa ada yang memperhatikan yoona menoleh ke arah taeyeon dan melihat yeoja itu telah terbangun dan sedang menatapnya

“Oh ssaem, kau terbangun karenaku ya? Mian”

“Gwaenchana.. aku suka suaramu, kau pernah kursus?”

“anni, aku belajar dari sepupuku, dulu kami sempat jadi penyanyi jalanan”

“Penyanyi… jalanan?”

“Ne, dia selalu mengajakku dan melatihku bernyanyi sebelum akhirnya dia diterima menjadi seorang guru dan mampu menyekolahkanku lagi”

“kalian sangat luar biasa”

“apa ssaem akan tetap tampil nanti? Festival tinggal 2 hari lagi” 

“Tentu, aku harus membawa nama baik kembali kelasku sebelum aku pindah”

“Pindah?”

“Yup, aku hanya guru pengganti di sekolahmu dan sunmi ssaem akan kembali mengajar kalian”

“Kapan?”

“Aigoo.. apa kau sudah tak sabar ingin aku pergi haha tenang saja kemungkinan aku hanya satu semester disini”

“Anni… bukan seperti itu, lalu apa kau akan kembali ke LA?”

“Entahlah, aku menyukai seoul sepertinya aku akan tetap disini”

Tanpa disadari yoona tersenyum setelah mendengar itu

“Kenapa kau tersenyum seperti itu?” Tanya taeyeon

“Ah anni…” ucap yoona menggelengkan kepalanya dan kembali membaca lirik lagu yang dipegangnya

“Yoong tolong ambilkan gitarku di dalam lemari yang itu”

Yoona pun berdiri dan mengambilkan gitar untuk taeyeon

“Sudah lama sekali aku tak bernyanyi” ucap taeyeon mengusap gitarnya dan mulai mengatur senang

“Apa badanmu sudah kuat?”

“tenang saja, sekarang sudah sedikit mendingan” 

Taeyeon pun mulai memetik gitarnya dan bersenandung membawakan lagu rain versi akustik

Yoona terkesima menatap taeyeon, ia tak menyangka jika guru matematikanya itu memiliki suara emas hingga tak terasa ia sedikit membuka mulutnya selama memandang taeyeon

“Hahaha kau tak perlu seterkesima seperti itu yoong, wajahmu lucu sekali”

“ssaem, suaramu bagus sekali.. aku tak menyangka”

“Benarkah? Gomawo….” ucap taeyeon tersenyum senang menatap yoona

*ceklek* tiba tiba pintu kamarnya terbuka menampilkan sosok jessica dan tiffany dibelakangnya
“Yah kim taeyeon! Mengapa kau tak memberitahuku jika kau sakit eoh? Kau tak menganggapku?” Teriak jessica lalu memeluk sahabatnya itu
“mian sica aku hanya tak ingin kau khawatir, bisa bisa kau membatalkan meeting dengan clientmu”

“Tentu saja aku akan melakukan hal itu, babo! Kau sahabat terbaikku, apa kau sudah baikan?”

“Ne… aku sudah merasa baikan”

Yoona berjalan ke dapur diikuti tiffany

“Kau menginap disini yoong? Ah aku merindukanmu” ucap tiffany memeluk yoona dari belakang

“Ne… si hitam kenapa tidak kesini ya, apa kau melihatnya?”

“Yah! Dia itu gurumu, molla aku dari pagi bersama jessica unnie”

“Aah… jadi kau baru selesai berkencan?” Goda yoona membalikkan badannya dan tangannya membingkai wajah sahabatnya

“Anni… aku hanya diajari berhias, lagipula dia telah memiliki kekasih” ucap tiffany lesu

“Kenapa kau terlihat tak bersemangat? Ah… apa miyoungku sedang merasa cemburu? Hahaa”

“Yah! no way! aku hanya cemburu padamu yang terus terusan bersama ssaem eoh, bahkan kita tidak jogging pagi ini, aaah bogoshippo” sangkal tiffany segera memeluk sahabatnya itu agar tak ketahuan jika pipinya mulai memerah

“Hahaha aku hanya disuruh yul, kalau begitu kajja kita pulang”

“Kajja aku juga ingin pulang”

Keduanya pun berjalan kembali memasuki kamar taeyeon untuk berpamitan

“ssaem sepertinya aku akan pulang sekarang, sica unnie akan disini terus kan?”

“Aku juga akan ikut yoona”

“Benarkah? Kalau begitu gomawo yoong maaf telah merepotkanmu”

“Kau juga akan pulang? Apa mau aku antar kalian?” Ucap jessica

“Ne… tak perlu unnie, kau jaga ssaem saja, kami pamit dulu” ucap tiffany memberi hormat

“Ne.. kalian hati hati ya, sekali lagi gomawo” 

………

“Jadi kau sudah akur dengannya?” Tanya jessica menghampiri taeyeon setelah mengantar yoonfany kedepan pintu

“Ne, ternyata dia tak seburuk apa yang kupikirkan” ucap taeyeon tersenyum senang

“Apa kau menyukainya?”

“hah? Anni.. anni… sembarangan kau berbicara”

“Hahaha wajahmu memerah taeng hahaha” 

“B..bbenarkah? Yah! Ini karna demamku naik lagi” sangkal taeyeon kemudian berbaring dan menutupi sebagian wajahnya dengan selimut

“Hahaha i got you! Sudahlah kau akui saja” goda jessica ikut berbaring disamping taeyeon

I said no… tapi aku sangat penasaran dengan kehidupannya”

“Kenapa tak kau tanyakan si handsome itu saja?”

“Maksudmu yul? Kenapa aku harus bertanya padanya?”

“Yah! Babo, tentu saja karena yoona sepupunya dan tinggal serumah dengannya”

“What?!! Are you kidding me? Kau tahu darimana?”

“Tiffany menceritakannya padaku tadi saat perjalanan kesini, jadi kau belum mengetahuinya?”

“Belum, oh my god… pantas mereka mirip dan sangat akrab”

“Apa muridmu itu yg mengantarmu ke rumah sakit?”

“Annie… yul yang mngantarku dan menjagaku, tapi begitu aku bangun ternyata sudah digantikan yoong, kenapa yul tidak kesini lagi ya” ucap taeyeon lesu

“Mungkin dia sedang sibuk, yah! Sebenarnya kau menyukai yuri apa yoona eoh?”

“Hahaha entahlah, yul begitu dewasa dan sangat perhatian”

“Kau tetap harus baik pada yoona agar bisa diterima dirumahnya dan kau bisa bersama yuri”

“Yaaaa semoga sikap bocah itu padaku tak akan berubah lagi”

…………………

*ceklek* “aku pulang” ucap yoona memasuki rumahnya

“Oh kau sudah pulang yoong, kemarilah aku baru saja selesai memasak” teriak yuri dari dapur

Yoona pun menghampiri dan yuri menarik kursi untuk yoona

“duduklah… tunggu sebentar akan kuambilkan piring”

“Oh? Kenapa kau membawa 3?”

“ada hyomin, dia sedang berganti pakaian dikamar”

“Hay yoong, kau sudah pulang?” Tanya seseorang yang baru saja muncul

“Tuh dia, baru saja dibicarakan” ucap yuri

“hay unnie, kenapa kau ada disini? Aku sedang tak sakit”

“Yah! apa maksudmu, dia kesini bukan untuk memeriksamu babo”

“Hahaha yul benar yoong, kau tenang saja. Aku hanya rindu sudah lama tak mampir kesini”

“Lalu?” Tanya yoona

“Lalu apa yoong?‘ Tanya hyomin tak mengerti

“Kapan kalian akan menikah?” Tanya yoona polos sambil menyuapkan makanan pada mulutnya

*uhhhukk!!* yuri terbatuk begitu mendengarnya “yah kau berbicara apa… dasar bocah”

“Aku hanya bertanya… hehehe lagipula kalian sudah lama berpacaran” ucap yoona tanpa dosa

“K..kkami tidak berpacaran” ucap hyomin terbata

“Tapi yul sangat menyukaimu” goda yoona

“Yah! Diamlah dasar bocah” ucap yuri dengan wajah yang sudah memerah, hyomin pun terlihat salah tingkah

“Oya, ngomong ngomong bagaimana keadaan gurumu yoong?” Tanya hyomin mengalihkan pembicaraan

“Oiya, yah kenapa kau pulang?” Ucap yuri

“Dia sudah membaik, lagipula sudah ada jessica unnie disana, dan kau hitam! Kenapa kau tak kesana lagi eoh?”

“Hahaha mian, tapi aku sengaja melakukan itu.. agar kau dan ssaem mu baikan”

“Yaishhh menyebalkan” 

……………………………….

*drrrrt drrrt* ponsel pink miliki tiffany bergetar menandakan panggilang dari jessica, tiffany terdiam sebentar menatap layar ponselnya yang masih bergetar, ada rasa enggan untuk mengankat panggilan dari jessica, tiffany menghembuskan nafasnya kasar kemudian mengangkat teleponnya

“Hallo”

“Tiff apa kau sudah sampai?”

“Sudah unnie”

“Kenapa kau tak meneleponku? Bukankah sudah ku beri tahu kau harus meneleponku setelah sampai di rumah”

“Oh ya unnie mian aku lupa”

“Kau sedang apa? Apa kau sudah makan?”

“Sedang tiduran saja, belum unnie aku lagi malas”

“Yah! Kau jangan malas, nanti kau bisa sakit, makanlah”

“Ne unnie, kalau begitu sudah ya, bye”

Belum sempat jessica membalasnya tiffany sudah terlebih dahulu mematikan teleponnya, kemudian ia melempar ponselnya ketempat tidur disampingnya dan yeoja itu kembali menutup matanya

Tbc

chapter 4 segini dulu ya hehe, mian lama… semoga klian diberi kesabaran 😂

Advertisements

11 thoughts on “My Litte Rascal part 4

  1. Im d says:

    Cie cie ngambek Fany.. Fany salah paham ko pcr ny Jessie udh metong.. So jgn ngambek lg tar nyesel lho.. Hayoo tu Yul d tanya kpn kawin sama Hyomin.. Hyomin ga kalah sexy ko sama Jessie.. Malah hyomin sedikit berisi montok lg

    Like

  2. Risnita Hahihu says:

    bingung sama YoonFany, mereka deket udh kek orang pacaran aja. anehnya ga ada sedikit perasaan di hati mereka, murni persahabatan. woah daebaaakkk 😘

    fanny salah kaprah tuh, kasian mak jenong di cuekin πŸ˜‚

    udh lah, yul sama hyomin aja. rascal sama taeng kid hoho πŸ˜†

    next next next

    Like

  3. Vin RfKimHwang says:

    Ciehhh.. Fany hatinya sakit, πŸ˜—πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ ,

    Saking seru baca ff mu thor ,aku lupa koment kekeke . .sengajalupa# plak#

    Tp klo tae ama yoona apha serasi yah??lebih dapet feel klo tae ama fany tp ini kan cmn cerita ya kan thor ,.. Bawelgue# abaikan ..,😝😝😝😝

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s