Monster part 4

Title : L.O.V.E | Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Tiffany Hwang,  Im Yoona, Kwon Yuri, kim Taeyeon, Jessica Jung, Choi Sooyoung, Yoon Bora, Seohyun and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

………………………….

Throwback

“Huh membosankan sekali”  keluh yoona yang hanya berdiam diri di dalam kamarnya

yoona membuka tirai jendela dan tanpa sengaja tiffany seperti biasa sedang mendengarkan musik menghadap jendela sehingga mereka berhadapan dan mereka saling berpandangan cukup lama

awalnya yoona ragu untuk menyapanya karena tiffany selalu bersikap dingin padanya, namun ia ingat dengan perkataan yuri untuk selalu ramah pada siapapun, akhirnya yoona tersenyum dan melambaikan tangan pada tiffany

Benar saja dugaannya, tiffany hanya diam memandangannya namun tiffany ingat dengan perkataan bora, akhirnya yeoja dingin itu membalas senyuman yoona

……..

Di kantor kepolisian beika

Yuri tengah berada di ruangannya meriksa pekerjaan yang telah diselesaikannya, pekerjaannya hari ini tak terlalu berat

*toktoktok* seseorang mengetuk pintu ruangannya

“Masuklah…” ucap yuri

“Apa aku mengganggumu?” Tanya bora setelah masuk kedalam ruangan yuri

“Ani.. aku merasa bosan, aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan untuk hari ini”

“Apa kau akan pulang?”

“Anni, aku takut ada rapat mendadak lagi, apa kau sibuk?”

“Tidak, pekerjaanku kan cukup mengawasimu”

“Yah! Meskipun begitu kau juga harus melakukan kewajibanmu sebagai seorang polisi”

“Ya… aku tau dokter, tapi keselamatanmu lebih penting, ayo ikut aku” ucap bora menarik tangan yuri

“Huh? Kemana?”

“Katamu kau bosan, aku akan mengajakmu ke taman agar kau tak bosan”

“Oke… kajja”

bora dan yuri pun berjalan keluar kantor dengan masih bergandengan tangan

Dan setiap hari sooyoung selalu melihatnya seperti itu

“Huffht…. apa kau masih membenciku yul, meskipun kita dalam satu kantor tapi kau tak pernah ingin melihatku, aku juga rindu gandengan tanganmu” gumamnya melihat kedekatan yuri dan bora

“kapten kenapa kau melamun?” tanya seohyun menepuk pundak sooyoung

“Omo! Kau mengagetkanku, tidak aku sedang tidak melamun”

“Ku lihat kau diam saja, kau sedang melihat apa?”


“Tidak, hanya melihat pemandangan luar”

“Apa kau tidak jenuh berada di ruanganmu terus? Bagaimana kalau kita ke taman? Ayo”


belum sempat sooyoung menjawab seohyun sudah menarik lengan sooyoung

“Kau duduklah dan tunggu sebentar” ucap bora setelah mereka tiba di taman

“Eh? Kau mau kemana?”

“Aku mau mengambil sesuatu, tunggulah” ucap bora dan langsung berlari

Yuri duduk sendirian di taman menikmati pemandangan sekeliling yang begitu nyaman baginya, tak berapa lama bora pun menghampirinya dengan membawakan sebuah gitar

“Maaf menunggu lama, ini” ucap bora sambil menyerahkan sebuah gitar klasik pada yuri

“Eh? Gitar?”

“iya, sejujurnya aku sangat menyukai saat kau bernyanyi dan bermain gitar kemarin”

“Wah benarkah? Ahaha padahal sudah lama sekali aku tak bermain gitar”

“suaramu sangat bagus, mengapa kau tak menjadi penyanyi?”

“dulu appa melarangku, hah… sudah lama sekali” ucap yuri mulai mengatur senar senar pada gitar itu

“Bernyanyilah…” pinta bora

“Baiklah, kau ingin mendengarkan lagu apa?”

“Terserah kau saja”

“Oke, kalau begitu….” yuri tampak sedang berpikir “ah… dulu aku pernah menciptakan sebuah lagu untuk temanku, sepertinya aku masih ingat kuncinya, kau mau mendengarnya?”

“Tentu saja” ucap bora senang

Yuri pun mulai memetik sebuah gitar dan mulai menyanyikan lagu yang pernah ia ciptakan

Mistake

…..

“Unnie, kau carilah kursi yang masih kosong, aku ingin membeli kopi dulu” ucap seohyun lalu berlalu meninggalkan sooyoung

Sooyoung pun berjalan menyusuri taman

Suasana taman siang itu lumayan ramai pengunjung

Langkah sooyoung terhenti ketika ia mendengar sebuah lagu yang familiar untuknya dan saat sooyoung berjalan ke arah sumber suara nyanyian itu, ia melihat yuri sedang bermain gitar dan menyanyikan lagu itu

Lagu yang pernah yuri kirimkan beberapa bulan setelah kepindahan sooyoung ke jepang, sooyoung memang selalu menerima email dari yuri sampai ia mendapat kiriman sebuah file rekaman lagu yang yuri ciptakan untuknya dan sooyoung selalu memutarnya

Namun dari semua email yang yuri kirimkan, ia tak pernah membalasnya

Sooyoung diam terpaku menatap yuri yang masih bernyanyi dengan memainkan gitarnya

Mistake – SNSD  [trans]

I’m still at the same place

I’m weary from wandering by your side

Even today, as I was wandering

Day has passed again and again.

Now I’m here

You know. You know that my heart is hurting

Watching you smile makes my heart ache more

It’s my mistake for not making you love me more

It’s my mistake for loving you more than you love me

It’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to.

How much longer must I cry

As I’m trusting that promise

You lied to me to wait for you

Even my greedy side has grown weary

You know. You know that my heart is hurting

you can’t just ignore and smile like that

Tanpa terasa air mata yuri mengalir setelah mengakhiri lagu yang dibawakannya, bagaimanapun juga perasaannya terhadap sooyoung masih tetap sama namun rasa sakitnya masih membuatnya enggan untuk memaafkannya

“Kau menangis?” ucap bora

“benarkah? Ahahaha mungkin terbawa suasana haha memalukan sekali”

Tiba tiba bora menarik yuri dan memeluknya

“Jangan bersedih lagi, kau terlihat jelek jika sedang menangis” ucap bora menepuk halus punggung yuri

Sooyoung membalikan tubuhnya dan berjalan menjauhi mereka berdua, hatinya ikut merasakan sakit setelah melihat yuri menangis, ia sangat merasa bersalah pada sahabat yang telah lama dicintainya itu

“Oh? Kau mau kemana?” Tanya seohyun saat menghampiri sooyoung yang sedang berjalan menuju kantor

“Ada panggilan dari kepala kantor, aku harus segera kesana hyuni, maaf aku tak bisa menemanimu” ucapnya kemudian berlalu meninggalkan seohyun

……………………………….

*toktoktok* yoona mengetuk kediaman tiffany, ia mencoba memberanikan diri untuk akrab dengan yeoja yang selalu bersikap dingin terhadapnya

pintu rumah pun terbuka menampilkan sosok tiffany

“Maaf mengganggumu, apa kau sibuk? Aku membuatkan pancake terlalu banyak, sepertinya aku tak bisa menghabiskannya sendirian, unnie ku sedang bekerja” ucapnya basa basi

“Masuklah” jawab tiffany membuat yoona senang dan segera mengekor tiffany

“Woah… rumahmu rapi sekali, apa kau benar benar tinggal sendirian?” Ucap yoona takjub melihat pemandangan di dalam rumah milik tiffany, ini memang pertama kalinya yoona berkunjung

“Kau mau minum apa?” Tanya tiffany tak menjawab pertanyaan yoona membuat yeoja itu mempoutkan bibirnya

“Air putih saja”

“Duduklah, tunggu sebentar” ucap tiffany dan berjalan menuju dapur

“Sikapnya masih saja sama, sepertinya aku akan merasa bosan disini” gumam yoona namun tiffany dapat mendengarnya

Ia berdiam diri di dapur setelah mendengar gumaman yoona, tiffany sendiri bingung dengan apa yang harus ia lakukan, ia pun segera menghampiri yoona dengan membawakan minuman

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya tiffany saat menghampiri yoona dan duduk disampingnya

“Baik… hey aku sedang tidak sakit”

Keduanya kembali terdiam

“Kau tinggal sendirian?” Ucap yoona mengulang pertanyaan sebelumnya

“Iya, orang tuaku diluar negeri”

“Oh… apa kau tidak kesepian?”

“Tidak, jessica sering menginap disini”

“Oh… hey makanlah pancake buatanku, dari tadi hanya aku saja yang memakannya”

“aku tidak bisa..”

“Eiiyy… jangan sungkan sungkan, apa perlu aku suapi” ucap yoona memotong pancake nya dan langsung menyuapkannya pada mulut tiffany

Tiffany terdiam setelah pancake masuk kedalam mulutnya, ini baru pertama kalinya setelah sekian lama tidak pernah memakan makanan selain daging

Benar saja, pancake itu terasa aneh pada lidahnya, dengan terpaksa ia mengunyah dan menelan pancake itu

“Bagaimana? Kau menyukainya?” Tanya yoona

Tiffany hanya mengangguk terpaksa

“Aku selalu membuatnya jika sedang merasa bosan di rumah, haaah…. sudah lama tidak masuk kuliah membuatku bosan”

“Hai tiffy…. oh? kau yoona kan?” Ucap jessica yang baru saja datang bersama taeyeon

“Ne… kau jessica jung kan? Oh? Taeyeon?” Heran yoona saat melihat taeyeon bersama dengan yeoja rambut blonde itu

“Kami kesini ingin mengajakmu jalan jalan, kebetulan sekali ada yoona jadi kita bisa double date!” Ucap jessica senang

“Kalian saja” jawab tiffany

“ayolah tiffy… lagipula yoona pasti mau, yakan?” Mohon jessica dan menatap yoona

“tentu, ayo unnie kita keluar bersama mereka” ajak yoona

akhirnya tiffany pun menyerah dan mereka berempat berjalan jalan mengunjungi sebuah mall

…………………..

*drrrrrttt…drrrttt* ponsel yuri bergetar menandakan panggilan dari yoona

“Hallo yoong ada apa?”

“Unnie aku sedang keluar hari ini bersama tiffany, jessica dan taeyeon”

“Baiklah, hati hati yoong jangan pulang terlalu larut”

“Oke bye…”

“Siapa?” Tanya bora

“Yoong, dia sedang jalan jalan bersama tiffany”

“Oh…” bora tersenyum mendengar nama sahabatnya disebut

“Akhirnya kau berbaur juga tiff” ucap bora dalam hati

*toktoktok* “unnie, kepala kantor mengadakan rapat sekarang” ucap seohyun setelah masuk ruangan yuri

“Baiklah, kajja”

…………..

“saya mendapatkan laporan jika malam ini akan ada serangan vampire lagi di kota ini, sooyoung segera kerahkan pasukan dan apa senjata pemusnah sudah selesai dibuat?” Ucap komandan kepolisan memimpin rapat

“Siap, sudah komandan”

“Kalau begitu sooyoung kau dengan yuri bertugas di bagian timur dibantu dengan pasukan lain”

“Tapi….” belum sempat yuri melanjutkan, tangan bora dibawah meja menggenggam tangan yuri mencoba menghentikan yuri

Bora menggelengkan kepalanya pelan pada yuri yang menatapnya, mengerti maksud bora yuri pun pasrah dan menunduk

“Tapi apa yuri-shi?” Tanya komandan

“Ti.. tidak ada komandan”

“Baiklah kalau begitu saya tutup rapat hari ini dan segera bersiaplah, sebelum matahari terbenam kalian harus sudah siap di lokasi, terima kasih”

Komandan memberi hormat kemudian ia pergi meninggalkan ruangan.

Yuri dan sooyoung saling berpandangan sebentar sebelum akhirnya yuri berdiri dan meninggalkan ruangan

……………………..

“Kyaaaaa!!! kurang hajar kau bisa bisanya mengagetkanku!!” Teriak jessica menggandeng erat lengan taeyeon saat dikejutkan oleh seseorang dengan wajah yang menyeramkan menggunakan topeng

Keempat yeoja itu sedang memasuki wahana rumah hantu yang ada di dalam mall itu

“Yah! Makanya jangan memaksa jika kau takut” ucap tiffany yang berjalan dibelakang jessica

“Aku kan hanya penasaran”

“Tapi lihatlah taeyeon, seluruh badannya bisa membiru karna kau pukul tiap kau kaget melihat hantu”

“Eh? Hehee sorry taeng aku tak sengaja” ucap jessica mengelus lengan taeyeon

“It’s oke..” ucap taeyeon tenang “lagipula aku menyukainya” tambahnya dalam hati ketika ia melirik dada jessica yang terus menempel pada lengan taeyeon (byuntaeng mode on 😂)

……………………………….

*toktok* “yul, kajja berangkat” ucap sooyoung saat membuka pintu ruangan yuri

Yuri pun berjalan mengikuti sooyoung, keduanya hanya diam

“Kapten ini kunci mobilnya, kami akan mengikuti dari belakang”

Selama diperjalanan yuri dan sooyoung tampak diam

“Yul apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkanku?”

“Sudahlah aku sedang tidak ingin membahasnya”

“Yul please, maafkan aku saat itu aku memang tidak bisa menghubungimu”

“Soo, sudah kubilang aku tidak ingin membahasnya!” Ucap yuri menaikkan suaranya

“Mian” ucap sooyoung dan keduanya kembali terdiam hingga mereka tiba ditempat tujuan mereka

………

“Hah I don’t believe it di sebuah mall ada wahana rumah hantu, that’s scary” omel jessica

“Bukannya saat pertama kau merasa excited sica 😒 bahkan saat kau masuk kau tak menggunakan motto hidupmu” ucap taeyeon

“What’s that?”

“Never run no matter how late you are”

“Yaish.. forget it! Eoh, setelah ini kita akan kemana?”

“Terserah kau saja” ucap tiffany yang mengekor dibelakang bersama yoona

“Bagaimana kalau kita nonton, ku dengar ada film horor yang seru!” Ucap jessica semangat

“Tumben sekali, padahal kau sangat penakut” ledek tiffany

“yah! Jika bersama sama aku tak takut! Tapi malam ini aku tidur di kamarmu ya tiff hehehe” ucap jessica memasang puppy eyesnya

“baiklah…” ucap tiffany

“Yay! Kalau begitu ayo taeng kita beli tiketnya, kalian berdua tunggu saja disini”

Jessica dan taeyeon pun pergi untuk mengantri membeli tiket

“Apa kau tak menikmati ini?” Tanya yoona yang sedari tadi terus memperhatikan tiffany yang kebanyakan diam

“Anni, aku hanya tidak terbiasa”

“Lama sekali mereka” ucap tiffanh setelah menunggu taengsic yang tak kunjung datang

“ah ada timezone, ayo kita bermain!” Ucap yoona

“Bagaimana kalau mereka mencari?”

“Tenang saja, aku akan menghubungi taeng dulu”

yoonfany pun memasuki arena permainan timezone dan memainkan beberapa permainan hingga tak terasa tiffany mulai terbiasa tertawa oleh tingkah yoona yang sangat aktif

“Oh, taeyeon sudah mendapatkan tiketnya dan menunggu kita, kajja” ucap yoona tanpa sadar menggenggam tangan tiffany yang dingin

selama film diputar jessica yang lebih banyak berteriak ketakutan saat setan muncul

Hanya tiffany yang sama sekali tak ketakutan

tiffany menoleh menatap yoona yang sedari tadi memeluk lengannya, yeoja itu kerap kali memeluk lengan tiffany saat merasa ketakutan melihat setan di layar

*degdegdeg* “perasaan apa ini? Mengapa detak jantungku menjadi lebih cepat” ucap tiffany dalam hati saat memandang yoona

Yoona tanpa sengaja menoleh ke arahnya dan keduanya saling berpandangan dalam gelap

Kemudian yoona kembali memeluk lengan tiffany dan kepalanya bersandar pada pundaknya

“Aku takut, aku sering menonton film horor bersama unnieku tapi semenjak aku sering bermimpi buruk aku menjadi selalu merasa takut” ucap yoona pada tiffany, entah kenapa ia menceritakan bebannya

“Aku selalu dihantui oleh monster bermata merah itu, merasa dia terus terusan menatapku” tambahnya

Tiffany hanya diam mendengarnya

……………………………

Yuri terlihat gelisah menatap layar ponselnya dan terus terusan menekan nomor panggilan yang tak kunjung dijawabnya

“Kau kenapa?” Tanya sooyoung menyadari tingkah yeoja disampingnya

“Adikku tak mengangkat telepon dariku, ia sedang berjalan jalan dengan teman temannya aku khawatir dia belum pulang”

……………………………………………

“Haaah tak terasa sudah jam 10 malam” ucap jessica begitu keempat yeoja itu keluar dari gedung bioskop

“Itu karena kau terlalu semangat”

“Oh my god” ucap yoona terkejut saat melihat ponsel miliknya

“kenapa yoong?”tanya taeyeon

“42 panggilan dan 21 pesan dari unnieku” 

“Woah daebak! your sist must be your parent yoong” ucap jessica

“Yeah you’re right” 

Ponsel yoona pun kembali berdering menerima panggilan dari yuri

“Yoboseyo unnie, mian tadi aku tak membuka ponselku”

“Kau dimana yoong? Apa kau sudah dirumah?”

“Aku baru saja akan pulang unnie”

“Kalau begitu hati hati ya, kau dirumah tiffany saja dulu sepertinya aku akan pulang terlambat atau mungkin menginap di kantor”

“Wae?” Tanya yoona khawatir

“Aku sedang ada tugas yoong”

“Apa tidak akan apa apa? Aku khawatir unnie”

“kau tenang saja, disini banyak polisi”

“Kalau begitu hati hati unnie, pulanglah dengan selamat ne”

“Oke baby, bye…”

“Bye…”

*klik* yoona mematikan panggilannya

“tiffany unnie, umm… boleh kah aku menginap dirumahmu? yul sedang bertugas” ucap yoona ragu, taengsic sudah berjalan duluan didepan

“Tentu, kau boleh menginap di rumahku kapanpun, dan kau tak perlu memanggilku unnie”

“Wae? rasanya tidak sopan”

“Karena aku tak suka”

“Baiklah, mian tiffany”

“Ayo, kita sudah tertinggal”

Sesampainya di rumah tiffany

“Disini hanya ada dua kamar, kau akan tidur bersama jessica apa denganku?” Tanya tiffany

“Bersamamu saja, aku tak begitu dekat dengan jessica unnie”

“Baiklah, ayo”

Yoonfany memasuki kamar tidur milik tiffany, yoona begitu takjub melihat pemandangan didalam kar milik yeoja dingin itu

“Woaahh it so beautiful tiff! Kalau aku memiliki kamar seperti ini mungkin kerjaanku hanya tidur hehe” Puji yoona

“Kau bisa tidur disini sesukamu”

“Woaaah benarkah, ah ku pikir kau seseorang yang menakutkan” ucap yoona, tiffany hanya menatapnya dengan mengangkat sebelah alisnya

“Maksudmu, ku pikir kau tipe yang selalu tertutup pada siapapun, kulihat sifatmu sangat dingin” tambahnya

“Aku hanya tidak terbiasa”

“Kau sangat menyukai pink ya?”

“Yupp”

“Kalau begitu boneka yang kudapatkan ini untukmu saja, anggap saja kado ulang tahun dariku hehe kebetulan warnanya pink”

“Benarkah? Thank you..” ucap tiffany senang dan kembali menampilkan senyum bulan sabitnya, sebentar.

“Kau kenapa?” Tanya tiffany kembali

“Anni… aku hanya terpana, kau sangat cantik jika sedang tersenyum seperti tadi, tak ada yang akan menyangka sosok dingin sepertimu ternyata memiliki senyum seindah itu” jujur yoona dan tiffany dapat melihatnya

“Kau orang pertama yang mengatakan itu”

…………………………….

02.00am

“Kau tinggal disini bersama adikmu saja?” Tanya sooyoung setelah menepikian mobilnya begitu sampai didepan rumah yuri

“Iya”

“bagaimanana keadaannya sekarang?”

“Sudah mulai membaik”

Yuripun melepaskan seatbeltnya dan hendak keluar dari mobil, namun tangan sooyoung menggemgam tangannya

“tolong, dengarkan aku sebentar.. setelah ini aku janji tidak akan mengganggumu lagi” ucap sooyoung memohon

“Baiklah” jawab yuri tak jadi membuka pintu mobil

“Ayahku yang melarangku, ayahku selalu melarangku untuk menghubungimu yul, dan segala cara apapun yang kulakukan untuk mencoba menghubungimu ayahku selalu mengetahuinya, bukan karena aku tak ingin menghubungimu” ucap sooyoung, sementara yuri hanya terdiam menunduk

“Aku sudah tau”

“Kau? Bagaimana kau tau?”

“Ayahmu mendatangiku satu hari sebelum kalian pindah dan memgatakan semuanya, namun aku tak pernah ingin mendengarnya dan selalu mencoba menghubungimu. Kupikir kau akan melakukan hal yang sama, tapi ternyata diluar ekspektasiku” ucap yuri, sooyoung terdiam mendengarnya

“Mian yul, aku….”

“Sudahlah, ayahmu benar. Dan kita tak perlu membahasnya lagi, kita bertemu untuk sebuah tugas, selain itu aku tak ingin membahas apapun”

“Baiklah, terimakasih telah mendengarku yul”

Yuri pun membuka pintu dan keluar dari mobil sooyoung, yuri berjalan menuju rumahnya tanpa ingin menatap sooyoung. Sementara sooyoung yang terus menatapnya akhirnya pergi meninggalkan yuri

Begitu menutup pintu yuri bersandar dibalik pintu, tubuhnya mulai bergetar dan air matanya luruh merasakan hatinya begitu sakit

“Wae…” ucapnya dalam tangis

……….

Tiffany menyelimuti yoona yang sudah terlelap dikamarnya, ia sudah terlihat rapi untuk kembali melakukan aksinya, mencari makan, matanya pun telah berubah

Dalam sekejap ia menghilang

Tbc

Akhirnya 😂 

Advertisements

10 thoughts on “Monster part 4

  1. may185blog says:

    Seru banget ceritanya, Fanny vampire yg sayang terhadap sahabatnya mencoba melindunginya dan siap melawan vampire yg ingin membasmi manusia.
    Yoonfanny sudah mulai berteman dan merasakan getaran” di dadanya.
    Kemarin kualitasnya sudah keluar part 5 tp d buka tak ada.
    Chayoo tuk next cepter dan ff lainnya. 😀

    Like

  2. Im d says:

    Ciiyee Fany nyut nyutan ni mulai hati ny.. Sedingin ap pun orng klo udh d dekat Yoong bakalan meleleh.. Soebang aqoh itu hadoh hensom amir yak

    Like

  3. coffe22mj says:

    Haha kirai td lg baca my little rascal taunya baca monster haha jd agak ga nyambung gt td nya eh taunya salah baca hahaha

    Yoong bosen tp msh aja ke rmh fany, hahahaha susah sih kalo suka, hmm TOP nickun jahat bgt lah segera basmikan, yaaa ganti laaah sica jgn sm taeng, yul jgn sm borra wkwkwkwk

    Like

  4. fathirar says:

    Yoonfany akrab nya…senang bger dgn sikap freindly nya yoong dgn siapapun
    Debaran itu tiffanny rasakan..aihh feel pa inii..makin seru ja nihh thor
    setuju bget tiffany trnyata vampire brtolak belakang dr misi ketua vampire nya itu..ga bisa aku bayangi thor kalau mata merah yg milik tiffany dilihat yoong lagi..kan dia ga tau tu tiffany..takut bayangii nyaa

    Plus,suka pict ff part niihh aura nya kelihatan bget dingin,tatapannya apa lagii..iihh😁
    fighting thor..next nya lanjr baca lagii😊

    Like

  5. Taengoo69 says:

    waaa~~~ Senyumannya Tiffany 😍😍..itu si taeyeon di rumah hantu aja byunnya kumat ckckck dasar…btw kayaknya tiffany makin lama makin terbuka ya dgn org²..pasti gara² yoong cieee~ ..kisah yul sma soo kasian juga ya hmm 😞

    Like

  6. martha97 says:

    ngakak gue baca , byuntaeng mode on . hahhaha . dmana mana gak ketulungan deh byunnya .. taengsic mulai deket nih .. fanny mulai ada rasa sedikit terhadap yoong , asekk .. sooyul masi belum ada buka hati lagi ..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s