My Little Rascal part 3

My little rascal

Writer : Human Paper

Length : Chaptered

Cast : im yoona, kim taeyeon, jessicajung, tiffany hwang, kwon yuri, choi sooyoung, hyomin and other cast

Gender : YURI girlsXgirl

Not real yak, yaiyalah

Hampir kehabisan ide 😥

Jan lupa komen ya, klo mau

…………………………………………………

Satu minggu berlalu, taeyeon sudah berhasil membuat kelasnya menjadi kompak berkat latihan latihan yang rutin dilakukan setiap pulang sekolah.

“uh mengapa kepalaku pusing sekali dan badanku sedikit demam” gumam taeyeon ketika berangkat ke sekolah

Sesampainya disana

“Pagi taeng, oh? Mengapa wajahmu pucat sekali? Apa kau sakit?” Tanya yuri yang berpapasan dengannya di koridor

“Aku hanya sedikit tak enak badan yul, mungkin hanya kecapean saja”

“Kau yakin? Apa perlu ku antar ke rumah sakit?”

“Tak perlu yul, kau tak usah khawatir aku akan baik baik saja”

“Kalau ada apa2 hubungi aku ya”

“Baiklah, gomawo” ucap taeyeon tersenyum pada yuri dan mereka pun memasuki ruangan masing masih

Jam pengganti pun berbunyi, kelas 2c begitu ribut saling bercanda karena taeyeon tak kunjung datang

“Kemana dia? Biasanya tepat waktu” gumam yoona sambil melirik jam tangannya

Tanpa sengaja yuri melewati kelas 2c setelah mengajar olah raga kelas yang lain, ia melihat kelas itu begitu ribut dan tidak ada guru

*toktok* “hey mengapa begitu ribut? Sekarang mata pelajaran apa?” Tanya yuri begitu masuk kedalam kelas itu, seketika susasana kelaspun menjadi tenang

“Sekarang mata pelajaran matematika, tapi taeyeon songsaengnim tak kunjung masuk” ucap salah satu siswa

“Oh… dia sedang sakit mungkin dia lupa memberitahu ketua kelas, kalau begitu kalian jangan ribut lagi ya, itu akan mengganggu kelas lain yang sedang belajar”

“Ne songsaengnim”

Yuri pun bergegas menuju ruangan taeyeon

*toktoktok* yuri mengetuk pintu ruangan taeyeon namun tak ada jawaban, ia pun membukanya dan melihat taeyeon sedang menunduk dengan meletakkan kepalanya pada kedua tangannya yang menopang pada meja

“Taeng… gwaenchana?” Tanya yuri menghampiri yeoja yang masih tertidur, tangan yuri mengusap punggung taeyeon yang terasa panas itu

Merasa ada yang menyentuhnya taeyeon pun mengangkat kepalanya

“oh yul, mian aku ketiduran”

“Hey badanmu panas sekali dan wajahmu semakin pucat”

“Entahlah aku juga tak tau mengapa jadi seperti ini hehehe” ucap taeyeon mencoba berdiri namun saat akan melangkahkan kakinya ia hendak terjatuh karena lemas, beruntung yuri dengan sigap menangkapnya dari belakang

“Kau sakit taeng, kajja kita ke rumah sakit saja” ucap yuri kemudian memapah taeyeon mengantarnya ke rumah sakit dengan taksi

“Yul?” Ucap seorang dokter begitu melihat yuri memasuki ruangannya membawa seseorang

“temanku sakit, tolong periksa dia”

“Baiklah, kau duduk saja disini” ucap dokter bername tag hyomin yang tertempel pada jas putihnya itu

Hyomin pun mulai memeriksa taeyeon yang sudah terbaring di ranjang pasien

“dia terkena demam tinggi dan harus dirawat 2-3 hari” ucap hyomin pada yuri setelah selesai memeriksa

Yuri pun menoleh pada taeyeon yang juga mendengarnya

“Andwae, aku tak ingin dirawat disini aku alergi rumah sakit” ucap taeyeon mengeluarkan puppy eyesnya

“Tapi kan kau sedang sakit taeng”

“Aku istirahat dirumah saja”

“Hmmm… baiklah, minny-ah tolong tuliskan resep obatnya”

“Oke… tunggu ya”

“Taeng tunggulah disini, aku akan mengambil obat dulu” ucap yuri, taeyeon mengangguk kemudian yuri berjalan meninggalkannya

“Yul.. tunggu” panggil hyomin dan berjalan menyusulnya

“Ada apa minny-ah?”

“kau tak cerita padaku jika memiliki teman, apa dia seorang muridmu?”

“Hahaha dia seorang guru baru di sekolahku”

“Oh? Mengapa wajahnya cute sekali seperti masih seorang pelajar”

“Hahaha ya dia memang begitu”

“Tapi… kau… tidak menyukainya kan?” Tanya hyomin membuat yuri berhenti berjalan dan berbalik menghadap hyomin

“Tentu saja tidak, apa kau cemburu eoh?” Ucap yuri memegang kedua pundak yeoja dihadapannya itu hyomin pun terlihat salang tingkah

“T…tttentu saja tidak, aku hanya bertanya kalau begitu aku akan kembali ke ruanganku” ucapnya dan berlalu meninggalkan yuri yang tertawa menatap kepergiannya

………………………………………..

“Yoong kenapa daritadi kau diam saja?” Tanya tiffany pada teman disampingnya itu

“Anni…” sangkal yoona kemudian langsung membalikkan badannya dan bergabung bercanda dengan sooyoung yang duduk dibelakangnya

Sebenarnya yoona memikirkan taeyeon yang diketahuinya sedang sakit itu, entah kenapa ia merasa mengkhawatirkan ssaem nya itu

Jam pelajaran di sekolah pun berakhir

“Yoong, songsaengnim sedang sakit apa sekarang kita tetap latihan?” Tanya yeri

“Tentu saja, kita tetap latihan guys” teriak yoona pada teman teman kelasnya

……………………………………………….

Sesampai dirumah taeyeon yuri membaringkan yeoja yang terlihat lemas itu pada tempat tidurnya dan menyelimutinya

“Tunggulah sebentar” ucap yuri kemudian berjalan keluar kamar

tak berapa lama ia kembali dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur hangat dan segelas air putih

Yuri pun duduk disamping taeyeon

“Makanlah dulu setelah itu minum obat” ucap yuri

“Baiklah” ucap taeyeon hendak mengambil bubur itu namun yuri menahan tangannya

“Kau masih lemas, biar aku saja yang menyuapimu” ucap yuri, taeyeon pun menurut

Ia menatap wajah yuri yang sedang serius mengaduk bubur, tanpa terasa wajah taeyeon memerah dengan detak jantung yang mulai tak karuan

“Oh? Mengapa wajahmu merah? Apa demammu naik?” Tanya yuri begitu menyuapkan bubur pada taeyeon, ia pun menempelkan telapak tangannya pada kening yeoja itu

“G..gwaenchana…” ucap taeyeon gugup

“Sudah habis! Anak pintar… hehehe sekarang minum obatnya” ucap yuri mengusap kepala taeyeon dan membuat yeoja itu semakin blushing

“Gomawo yul, maaf jadi merepotkanmu”

“Never mind taeng, kau bisa mnghubungiku jika butuh sesuatu”

Keduanya pun saling tersenyum

setelah minum obat, taeyeon kembali berbaring dan perlahan tertidur karena efek obat yang mulai bereaksi dan yuri duduk menemaninya

*drrret…drrrrt* ponsel yuri bergetar

“Hallo?”

“Yul… sore ini kau jadi menemaniku?” Tanya hyomin ditelepon

“Oh… e… tentu saja, tapi kau bisa menjemputku di rumah temanku?”

“Oke… berikan saja alamatnya, aku segera berangkat”

“Oke..” *klik* yuri mengakhiri panggilan dan mengirimkan pesan berisi alamat rumah taeyeon pada hyomin

Yuri menatap taeyeon yang sudah tertidur pulas kemudian ia kembali membuka ponselnya dan menekan panggilan

……………………….

“Oke guys latihan sampai disini, kita lanjut besok”

“Yoong bagaimana kalau besok libur saja? Aku tak bisa ikut latihan karena mau pergi bersama kedua orang tuaku” ucap joy

“Iya yoong aku juga tak bisa” tambah irene

“Baiklah… kalau begitu besok kita libur latihan” ucap yoona

“Semangat ketua!” Ucap sooyoung menepuk pundak sahabatnya itu

“Huh kau enak jadi panitia acara soo, jadi tak ikut menjadi peserta”

“yaishhh walaupun begitu aku mendukung kalian”

“Kau ada rapat? aku dan miyoung pulang duluan ya bye soo”

“hati hati, bye…”

Mereka pun segera pulang

Saat yoonfany hendak pulang, ponsel yoona berdering menerima panggilan dari yuri

“yoboseyo… ada apa?”

“Yoong bisakah kau membantuku?”

“Bantu apa?”

“Taeyeon sedang demam tinggi, aku baru saja mengantarnya ke rumah sakit dan sekarang dia sedang tertidur, bisakah kau kerumahnya karna aku sudah ada janji menemani hyomin, jessica sedang tidak bisa menemaninya karena sibuk”

“Oh… baiklah, tapi aku pulang dulu”

“Oke…”

……………………………………………

Taeyeon terbangun dan melihat jam menunjukan pukul 4 sore, yuri sudah tak ada disampingnya namun ia melihat sebuah kertas di meja

“Taeng mian aku tak bisa menemanimu karena aku mempunyai janji untuk menemani temanku, tapi jangan khawatir aku sudah meminta yoona untuk menggantikanku”

“Yoona?” Ucap taeyeon menaikkan sebelah alisnya

*ceklek* baru saja ia baca pintu kamarnya terbuka menampilkan sosok yoona membawa wadah berisi air hangat dan kain

“Oh? ssaem sudah bangun, bagaimana keadaanmu?”

“Lumayan, masih sedikit pusing dan lemas” ucap taeyeon hendak bangun

“Jangan bangun dulu” ucap yoona, taeyeon pun kembali berbaring dan yoona duduk disampingnya

“Aku akan membersihkanmu, mian” ucap yoona membuka satu persatu kancing kemeja taeyeon dan tentu saja membuat wajah yeoja itu merah dan salah tingkah

“Tenang saja, aku hanya akan membuka kemejamu” ucap yoona mengerti

Taeyeon pun hanya mengenakan tanktop dan yoona perlahan mengelap kedua tangan hingga leher taeyeon

“badanmu masih panas, kau ada baju hangat kan?”

“Ada, disana” tunjuk taeyeon pada sebuah lemari, yoona pun berdiri dan mengambilkan baju kemudian dipakaikannya pada taeyeon seperti seorang ibu yang memakaikan pakaian pada anaknnya

Taeyeon hanya diam menatap yoona yang sifatnya sangat berbeda dari biasanya

Ia melihat yoona keluar dari kamarnya dan beberapa saat kemudian kembali dengan membawa nampan berisi bubur dan segelas air mineral, yoona kembali duduk disamping taeyeon dengan perhatian ia menyuapkan bubur untuk gurunya itu

*hening*

“Kau sudah makan yoong?”

“Sudah tadi”

Setelah minum obat, taeyeon kembali berbaring dan memejamkan matanya ia merasakan telapak tangan yoona menempel pada keningnya kemudian mendengar yeoja itu keluar kamar

Karena mengantuk taeyeon pun kembali tertidur

………………………………………………

Ponsel milik tiffany berbunyi menampilkan panggilan dari jessica, tiffany pun tersenyum dan mengangkat teleponnya

“Hallo selamat sore unnie”

“Hai… sore juga tiff, kau sedang apa?”

“Aku sedang dalam perjalan unnie, kau?”

“Mau kemana? Aku baru saja selesai bertemu dengan client”

“ke rumah halmoni, dia sedang sakit, apa unnie masih di jepang?”

“Ne… besok pagi aku baru bisa pulang, kau ingin aku bawakan apa?”

“Tak usah repot repot unnie, bawakan semua yang ada aja hehe”

“Hahaha you’re so funny, baiklah nanti kubawakan gunung fuji untukmu”

“Hahaha aku tunggu unnie”

“Bagaimana latihan tadi?”

“Lancar unnie, tapi ssaem tidak hadir”

“Loh kenapa?”

“Dia sedang sakit”

“Benarkah? Kenapa dia tak menghubungiku ya, apa sudah dibawa ke rumah sakit?”

“Sudah unnie, yul unnie yang mengantar dan sekarang yoong sedang berada di rumahnya”

“Yoona?”

“Iya, yul unnie yang meminta”

“Oh… yasudah aku akan mandi, jangan lupa makan ya, see you later”

“Oke, kau juga unnie, bye…”

Tiffany terus tersenyum setelah mematikan panggilannya

“Kau kenapa sayang? umma lihat kau sangat senang”

“Benarkah? Hahaa bukankah aku selalu ceria”

“Tapi tak seperti biasanya, sepertinya anak umma satu satunya ini sedang jatuh cinta”

“Umma, apa cinta itu harus memandang usia?”

“Tidak juga, memangnya kenapa?”

“Tidak apa apa, aku hanya ingin bertanya itu saja”

Tiffany pun kembali tersenyum menatap keluar jendela mobil

……………………………………………..

Taeyeon mngerjapkan kedua matanya, tangannya memegang keningnya yang sudah tertempel kain kompres, ia menengokkan kepalanya dan melihat yoona masih terduduk sedang membaca sebuah buku

taeyeon melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 9 malam

“Yoong kau tak pulang?”

“Yul menyuruhku untuk tetap disini” ucap yoona memandang taeyeon lalu kembali membaca

“Kau sudah makan?”

“Sudah, kau tenang saja”

“Kalau kau mengantuk kau tidurlah disampingku, sepertinya masih muat”

“Ne…”

*hening*

Taeyeon terus memperhatikan yoona yang begitu serius membaca

“Yoong”

“Hmmm?”

“Gomawo… “ ucap taeyeon tersenyum pada yoona, yoona pun membalas dengan tersenyum kembali
Saat tengah malam taeyeon mengeluarkan keringat dingin dan tubuhnya menggigil tiba tiba demam tinggi membuat yoona terbangun

“Ssaem kau kenapa?” Tanya yoona pelan

“D..ddingin” ucap taeyeon menggingil

Yoona pun langsung bangun dan menyelimuti taeyeon

“Apa masih dingin?” Tanya yoona, taeyeon hanya mengangguk

Kemudian yoona keluar dari kamar taeyeon dan tak lama ia kembali membawa air hangat mengganti kompres pada taeyeon

Setelah itu yoona kembali duduk ditempat tidur disamping taeyeon, tangannya menarik tubuh taeyeon dalam pelukannya

Yoona memeluk taeyeon dari samping dengan lengannya yang menjadi bantalan kepala taeyeon

Perlahan tangan yoona mengusap lembut lengan taeyeon dengan masih memeluknya

“Apa sudah terasa hangat?”

Yoona merasakan kepala taeyeon mengangguk dan tubuhnya tak lagi menggigil

Yeoja itu terus mengusap usap taeyeon hingga kembali tertidur

Keesokan harinya demam taeyeon sudah turun, perlahan ia membuka kedua matanya dan melihat yoona masih tertidur 

Taeyeon menggeserkan tubuhnya dan kembali memandang yoona

“Apa aku harus sakit terus agar kau bersikap baik padaku?” Ucap taeyeon dalam hati

Tiba2 yoona bergerak dan taeyeon langsung menutup matanya kembali mengira jika yoona akan bangun, namun yeoja itu malah kembali memeluk taeyeon dan tetap tertidur

“Omo omo aku tak bisa bergerak” ucap taeyeon dalam hati, tubuhnya telah dikunci yoona dalam dekapannya dengan kepala menyandar pada dada yeja itu hingga ia bisa mendengar degup jantung yoona

“Kenapa rasanya begitu nyaman”

Taeyeonpun memejamkan kedua matanya kembali tertidur

*ceklek* pintu kamar taeyeon kembali tertutup setelah jessica mengintipnya, ia tak ingin membangunkannya setelah melihat taeyeon tertidur dalam pelukan yoona

“Ini akan menjadi awal yang baik untuk mereka berdua” gumam jessica sambil tersenyum

Kemudian ia membuka ponselnya dan menelepon tiffany

“good morning” sapa jessica begitu teleponnya tersambung

“Hai unnie morning too, apa kau sudah sampai di seoul?”

“Ne, aku baru saja sampai dirumah taeyeon”

“Oh… bagaimana kabar ssaem?”

“Dia akan segera sembuh, apa kau sudah sarapan?”

“Belum hehe aku baru saja bangun”

“Yah mentang mentang hari minggu”

“Hehehe habisnya yoong tak ada, biasanya kami jogging setiap minggu pagi”

“Kau tidak ada cara hari ini?”

“Tidak ada unnie, wae?”

“Kalau begitu segeralah mandi, aku akan menjemputmu”

“Eh? kita mau kemana unnie?”

“Aku akan mengajarimu berhias”

“Benarkah? Wah biklah aku akan segera mandi! Bye unnie” *klik*

Jessica tertawa menggelengkan kepalanya kemudian ia pergi untuk menjemput tiffany

“Selamat pagi amonim.. aboji” sapa jessica begitu sampai di kediaman tiffany dan disambut oleh kedua orangtuanya

“Selamat pagi… jessica kan? Masuklah… miyoung baru saja selesai mandi”

“oh ne…”

“Aigooo kau cantik sekali jessica”

“Hehe kamsahamnida amonim” ucap jessica salah tingkah

“hay unnie, kajja kita berangkat” ucap tiffany begitu semangat setelah turun dari tangga

“Kalian tidak sarapan dulu?”

“Kami sarapan diluar saja appa hehe”

“yasudah kalian hati hati ya” ucap umma tiffany mengantar keduanya hingga depan pintu

..

“Apa kita akan langsung ke rumahmu unnie?”

“Anni… kita ke mall dulu membeli beberapa peralatan make up yang belum lengkap”

“Kau sungguh akan melakukannya untukku?”

“Tentu saja :)”

“Kau baik sekali unnie, aku bahagia sekali bisa mengenalmu” ucap tiffany memeluk lengan jessica yang sedang menyetir, yeoja itu tersenyum dan mengusap lembut kepala tiffany

………………………………….

“Hooaaaaammmm…..” yoona menggeliat terbangun dari tidurnya, ia melihat ternyata taeyeon sudah tidak ada disampingnya, ia pun bangun dan menengok ke segala arah

“Oh kau sudah bangun yoong” ucap taeyeon yang baru keluar dari kamar mandi, yoona langsung bangun dan memapah taeyeon yang masih terlihat lemas

“Kenapa ssaem tak membangunkanku, bagaimana apa demammu sudah turun?” Ucap yoona tangannya memeriksa kening taeyeon yang sudah hangat

“Kau terlihat kelelahan pasti kau tak tidur semalaman karena ku, lagipula aku hanya ingin mencuci wajah”

“Duduklah disini, aku akan membuatkan ssaem sarapan” ucap yoona mendudukkan taeyeon di tempat tidurnya dan menyelimuti yeoja itu setengah badan

Tak berapa lama yoona pun kembali dengan membawakan bubur, kemudian ia duduk disamping taeyeon dan menyuapinya

“Yoong gomawo, maafkan aku kalau aku selalu membuatmu kesal”

“Anni, maafkan aku dengan sikapku ssaem”

“Aku tau kau orang yang sangat baik” 

“Benarkah?” 

“He.em”

“Ssaem”

“Hmm?”

“Bolehkah aku menyalakan tv? Sekarang film kesukaanku sedang tayang”

“Tentu saja, remotenya ada dalam laci

Yoona pun segera mengambil remote dan menyalakan tv, ia pun menemukan chanel yang dituju dan menonton film kesukaannya “kartun” dengan senang ia pun menontonnya sementara taeyeon yang melihatnya terkejut dan tertawa menggelengkan kepalanya melihat siswanya itu

“Hahaha kupikir kau akan menonton apa, ternyata kartun.. kau tetap saja seperti anak anak yoong”

“Aku tak suka drama ssaem”

“agree with you, eh apa orang tuamu tak mencarimu?” Pertanyaan taeyeon berhasil membuat yoona terdiam sejenak dan wajahnya sedikit murung

“orang tuaku sudah meninggal ssaem”

“M..mianhae yoong, aku baru tau” sesal taeyeon

“Gwaenchanna… kajja habiskan buburmu, setelah itu kau minum obat agar lekas sembuh” ucap yoona kembali ceria

…………………………………..

“Haah akhirnya selesai juga, mian tiff mmbuatmu lelah berkeliling, ehehe beginilah kalau jalan bersama seorang shopholic” ucap jessica setelah memasukkan barang barangnya kedalam mobil

“it’s ok unnie, aku menikmatinya”

“kau tunggulah didalam, ada sesuatu yang belum aku beli”

“Ne unnie”

Jessica pun keluar dari mobil dan berlari kedalam mall. Tak berapa lama ia kembali membawakan beberapa es krim

“igo, kau pasti kepanasan” ucap jessica memberikan beberapa es krim pada tiffany

“Gomawo unnie, kyaaa  pink!!” Ucap tiffany excited

“Apa kau suka warna pink?”

“Tentu saja unnie, pink is my life :)” ucap tiffany tersenyum senang membut jessika terpaku menatapnya

“Kau benar benar sangat mirip dengannya”

Flashback

Jessica saat itu sedang berada disebuah cafe dan hendak membayar ke kasir namun saat antri menunggu yeoja didepannya ia melihat keributan yang terjadi antara yeoja itu dengan seorang kasir

“Kyaaa pink! This mine, give it to me”

“i’m sorry miss this is not for sale”

“But pink is mine! pink is my life! Give It to me”

“I’m sorry miss”

“What?! You like pink too? dude are you gay?”

“No miss, this is a souvenir of this cafe u can’t take this, i’m sorry”

Tiffany pun kesal dan mempoutkan bibirnya, sementara jessica sedikit tertawa merasa lucu dengan yeoja dihadapannya itu, ia juga menyukai warna pink namun tak menyangka jika ia menemuka seseorang yang sangat menggilai warna itu, ia pun berjalan mendekati mereka berdua

“Minho, please give that to her” ucap jessica pada kasir itu

“Oh jessicashi, baiklah…” ucap kasir itu yang telah mengenal jessica, kemudian ia memberikan suvenir hiasan berwarna pink itu pada yeoja yang ngotot itu

“Hey thank you, apa kau pemilik kafe ini?”

“tidak, sahabatku yang memiliki kafe ini, kau bukan berasa dari korea?”

“No, aku baru saja datang dari LA, perkenalkan aku stephanie young”

“Jessica jung” ucap jessica tersenyum, dari situlah ia mengenal sosok stephanie sesesorang yang pernah mengisi hatinya

Flashback end

“Unnie kenapa kau melamun?”

“Eh sorry, hehe kajja kita pulang”
to be continued

Advertisements

16 thoughts on “My Little Rascal part 3

  1. kwonmijung05 says:

    Ff yg ini agak berbeda drpda yg lain jalan ceritanya terarah.cuma yg pling bikin gua deg”an couple my yul nti sopo?? Taeng sama yoona sprtinya udh mlai ada rasa,jeti jg.yul gmna donk?? Jgn bilang sama author nih.hehehe
    Lanjut thor πŸ™‚

    Like

  2. Im d says:

    Cuit bingit c Yoong.. Tae jgn ngarep sama Yul yak.. Yul udh pnya hyomin.. Jaah c minho kga mao kalah yak sama pewong.. Untung ad Jessie.

    Like

  3. coffe22mj says:

    Whatssssss yoontae? Hahahahahhahaa
    JETI JETI JETI πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜ŠπŸ‘­ I LOVE JETI HAHAHAHA ups capslock jebol tor saking seneng nya hahahahaha tor semangat ya nulis nya jeti nya apa lg wkwkwk yoonkrys *eh wkwkwk

    Btw sica jgn ingen sthephani mulu laaah move on laaaah

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s