L.O.V.E part 4

gallery_41322_1377_72514

Title : L.O.V.E | Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Tiffany Hwang, Jessica Jung and other member | Genre : Friendship, Romance, Humour, Sadness | Out of Character | Typo | Gender : YURI girlsXgirl | Not Real

FF ini mengandung girlsXgirls
Mian kalau ga suka, this is my first FF love story
Jangan lupa komennya, mari saling share ^_^

part 4

di chapter ke 4 ini cerita yulsicyoon

page

…………………………………………………………………………………………

“gomawo yul, dan maaf telah merepotkanmu” ucap jessica setelah memeluk yuri
“my pleasure sica, kau bisa datang padaku kapanpun kau mau bercerita, aku akan selalu ada untukmu” jawab yuri tersenyum padaku
“yul bisakah aku meminta suatu hal padamu?”
“tentu saja”

“jangan kau ceritakan dulu tentang apa yang sudah aku ceritakan pada tiffany ya, aku masih belum ingin tiffany tau hal ini”
yuri terdiam sejenak, lalu kembali tersenyum “baiklah jika itu maumu sica :)”

Flashback

“unnie, ppaliwaa aku ingin segera pulang ke rumah, aku bisa mati kelaparan :(“ rengek yoona pada kakaknya yang masih asik bermain basket
“haah… arra arra, kau mengganggu kebahagiaanku saja. -_- soo… hyo… kita duluan ne..” pamit yoonyul kepada kedua sahabatnya
“okay… hati-hati yul yoong” jawab soo dan hyo yang masih melanjutkan bermain basket
diperjalanan
“unnie, kita turun di halte sini saja, aku sedang ingin jalan berdua denganmu” tangan yoona meraih lengan yuri dan menariknya keluar
“Yya! kau ini, ada apa? kenapa firasatku menjadi tidak enak ya” yuri mengusap usap lehernya seolah merasa merinding dengan sikap yoona yang tiba-tiba seperti itu
“kau pikir akan melakukan apa huh? aku hanya ingin bercerita padamu”
“cerita apa? sepertinya hal yang serius”
“tentu saja, tapi rasanya tidak enak kalau bercerita hanya seperti ini, sebaiknya kau membelikanku es krim unnie” pinta yoona dengan memasang aegyeonya
“Yyaa! kau yang ingin bercerita kenapa aku yang harus mentraktirmu huh? adik macam apa kau ini” cibir yuri sambil mengerucutkan bibirnya
“aku? tentu saja aku adik yang cantik dan lebih putih darimu, ayolah… suasana hatiku sedang tak baik sekarang, apa kau tega membiarkan adikmu ini bersedih?” manjanya
“arra arra, adikku yang putih, tunngu disini aku akan membelikanmu es krim” dengan terpaksa yuri pergi menuju toko. yoona tersenyum melihat punggung kakaknya yang semakin menjauh. meskipun mereka sering beradu argumen, tapi yuri selalu menuruti keinginan yoona karna di seoul mereka hanya tinggal berdua, kedua orang tuanya berada di pulau jeju sehingga yuri memiliki tanggung jawab yang besar terhadap yoona meskipun kini mereka telah beranjak dewasa tetapi yoona selalu bertingkah manja kepada kakaknya itu.

tak lama akhirnya yuri datang dengan membawa sekantong plastik es krim, membuat adiknya tertawa senang
“Yaaay… gomawo unnie, nih untukmu” rebut yoona dan memberikan 1 es krim pada yuri
“mwoo..? hanya satu? Yyaa, aku membeli 2 untukku dan 2 untukmu, kemarikan”
“andwae, :p ini milikku se… mu.. a” jawab yoona dengan melakukan merong pada yuri, sementara yuri hanya mengerucutkan bibirnya
mereka berdua melanjutkan perjalanan pulangnya dengan melewati sebuah taman, dan yoona kembali bercerita
“unnie, sepertinya aku sedang menyukai seseorang” langkah yuri tiba-tiba terhenti dan diam sejenak setelah mendengar perkataan yoona, kemudian
“Mwahahahaha….!! mwo? hahahaha kau menyukai seseorang? hahaha aigooo… uri shikshin ternyata bisa menyukai manusia, aku pikir kau hanya menyukai makanan saja hahahaha thanks god… thanks” jawab yuri exited sambil mengepalkan kedua tangannya dan mengadahkan kepalanya ke langit seolah dia sedang berdoa, sementara yoona memandangnya datar, dugannya benar jika kakaknya akan seperti itu setelah mendengar pernyataannya
687474703a2f2f64617461312e77686963646e2e636f6d2f696d616765732f33303639393437352f7468756d622e676966
“haaah aku menyesal bercerita padamu” ucapnya sambil meninggalkan yuri
“chankaman! arra arra mian aku hanya bercanda yoong, aku hanya sedikit terkejut hehehe adikku kini telah tumbuh dewasa ternyata” kejar yuri dan mengelus kepala yoona
“unnie, aku serius! jika kau hanya ingin bercanda sebaiknya aku pergi saja”
“arra arra tuan putri, lanjutkan ceritamu, lalu siapa yang kau sukai?” mereka kembali berjalan beriringan
“hyuni”
“aaaaah…. oke” ucap yuri mengangguk anggukan kepalanya
“oke? jawaban macam apa itu?! ah aku benar-benar menyesal memberitahumu” yoona kembali berjalan cepat hendak meninggalkan yuri, namun langkahnya terhenti saat yuri mulai mengatakan sesuatu
“Ungkapkan saja yoong”
“Mwo?” yoona membalikan badannya memandang yuri yang tengah tersenyum padanya
“ne, ungkapkan saja perasaanmu padanya. Tidak baik memendamnya… nanti hyuni keburu diambil orang lain” kini yuri tersenyum kecut mengingat dirinya pernah terlambat mengungkapkan perasaannya kepada seseorang.
Kini ia berjalan menghampiri yoona yang masih terdiam mendengar perkataan unnie nya. Yuri merangkul pundak adiknya dan kembali berjalan.
“Lalu jika aku ditolak bagaimana unnie?” Tanya yoona polos
“Yya!! Bagaimana kau bisa mengetahui perasaannya jika kau saja tidak mau mengungkapkannya, diterima atau tidak, setidaknya kau tau perasannya”
Yoona berhenti dan menarik tangan yuri, kemudian *cuuupppp* dia mencium pipi kakaknya dan memeluknya
“tapi jika aku ditolak, itu akan membuatku sakit unnie, apa yang harus aku lakukan nanti?”
“kau lihat gedung itu? sepertinya sangat tinngi. kau bisa naik keatapnya lalu melompat kebawah”
canda yuri
“YYaa!!! jadi kau ingin aku mati agar kau saja yang mendapat warisan huh?? aigoo mengapa kakakku jahat sekali”
dengan kesal yoona pura-pura menangis
“tentu saja aku bercanda yoong, kalaupun kau nanti ditolakΒ  kau memang akan merasakan sakit, tapi setelahnya kau akan bahagia kembali”
“kenapa bisa begitu unnie?”
“karena aku sangat sayang pada adikku, dan aku disayang Tuhan, sudah pasti Tuhan juga menyayangi adikku dan tidak akan membuatmu bersedih terus”

“Aaaah aku bahagia sekali memiliki seorang kakak sepertimu, ternyata selain kapten tim basket dan hitam, kau juga dewasa unnie, I love you…” ucap yoona kembali hendak ingin mencium pipi yuri, namun tangan yuri menutup mulut yoona
“Yaishhh, kau ini sebenarnya memujiku atau menghinaku”
“Hehehe dua duanya unnie, aku hanya ingin bersikap adil padamu”
“Mwo? Pernyataan macam apa itu” yuri mengerucutkan bibirnya kembali
“Hehehe pernyataan bahwa adikmu ini mencintaimu dengan sangat sangat sangat mencintaimu, kajja kita pulang aku sudah lapar” yoona merangkul yuri dengan tersenyum senang, kini hatinya merasa tenang setelah mendengar masukkan dari kakaknya.
Namun saat berjalan ditengah taman, yuri melihat seorang yeoja yang sedang duduk bersandar dipohon dengan mata terpejam, merasa tidak asing dengan wajah yeoja itu
“Yoong chankaman, sepertinya aku mengenalnya” yuri menghentikan langkah adiknya yang sedang asik memakan es krim
“Ada apa unnie?”
“Lihat, sepertinya aku mengenalnya” tunjuk yuri, pada yeoja yang tengah tertidur itu
“Sepertinya aku juga mengenalnya, kajja kita hampiri”
Keduanya menghampiri yeoja itu dan terkejut saat melihat siapa yeoja itu.
“Jessica” ucap keduanya bersamaan
“Apa yang dilakukannya disini unnie? Mengapa dia tertidur disini, bukankah dia sedang sakit” tanya yoona
“Yyaaa, pertanyaanmu ini lebih sulit daripada ujian nasional, tentu saja aku tidak tau”
“Apa yang harus kita lakukan? Apa kau akan membangunkannya? Sepertinya jessica unnie sangat kelelahan”
“Ne, kau benar yoong, lihat kedua matanya seperti sudah menangis, dan keningnya panas yoong” ucap yuri setelah tangannya memegang kening jessica
“Kita bawa saja ke rumah, kau kan kuat unnie, kau gendong sica unnie ke rumah”
“Kau benar, ayo bantu aku yoong”
Dengan bersusah payah akhirnya yuri berhasil menggendong jessica diatas punggungnya tanpa membangunkan jessica dengan bantuan adiknya

Sesampainya dirumah, yuri membawa jessica kedalam kamarnya dan membaringkannya di kasur miliknya
“Yoong tolong bawakan air hangat dan handuk kecil untuk mengompres jessica, sepertinya dia demam. Aku akan menghubungi adiknya agar tidak khawatir”
“Ne unnie” yoona pergi meninggalkan yuri yang mulai menelpon krystal.
“Yoboseyo, ne ini yuri.. aku ingin memberitahumu kalau jessica sekarang sedang dirumahku, dia tertidur sekarang”
“……………………..”
“Ne….”
“……………”
“Oke”
“Bye…”
Selesai menutup telpon, yuri menghampiri jessica dan duduk disampingnya. Tangannya merapikan poni jessica yang menutupi sebagian matanya
“Apa yang terjadi padamu sica? Kenapa hatiku sakit melihatmu seperti ini?
Tak lama yoong datang membawa apa yang diminta kakaknya
“Unnie, ini air hangatnya dan ini, minumlah kau pasti lelah telah menggendongnya” ucap yoona sambil memberikan segelas air pada yuri
“Gomawo yoong”

Beberapa jam kemudian jessica terbangun dengan melihat lihat sekelilingnya yang terasa asing, dia teringat terakhir dia duduk ditaman dan tertidur dibawah pohon. Dia menjadi terkejut saat terbangun sudah berada di ruangan asing, ini memang pertama kalinya jessica berada dirumah yuri.
sedangkan yuri yang baru masuk kekamarnya dan melihat jessica terbangun langsung menahannya untuk kembali berbaring
“Sica… jangan bangun dulu, wajahmu masih terlihat pucat”
“Yuri?” Herannya
“Ne ini aku, kenapa kau kaget seperti itu melihatku? Aku bukan jin hitam” canda yuri yang berhasil membuat jessica tersenyum
“Kenapa aku bisa ada disini?” Tanyanya penasaran
“saat aku dan yoong pulang tadi tak sengaja melihatmu, dan kau tampak berantakan lagipula cuaca sangat mendung, beruntung aku membawamu kesini.. ah punggungku sakit sekali setelah menggendong seorang ice princess” candanya dengan berpura pura kesakitan
“Mianhae…” jawab jessica dan menundukkan kepalanya menyesal, yuri yang melihatnya langsung menarik dagu jessica agar tidak menunduk lagi
“eeeyyyy… aku hanya bercanda, kau sangat ringan sica-ya, bahkan lebih ringat dari kapas? Bagaimana kau bisa ringan setelah beberapa hari tak masuk sekolah huh?”
Jessica yang melihat kkabyul merasa terhibur dan sedikit tertawa dan yuri tersenyum berhasil membuat orang dihadapannya tidak lagi murung.
“Ini, aku membawakan bubur dan sup terlezat buatanku, kau pasti menyukainya”
Tanpa aba-aba yuri langsung menyuapi bubur dan sup buatannya pada jessica dan jessica tidak menolaknya
“Gimana? Lezat bukan?”
Jessica terdiam setelah menerima suapan dari yuri, kemudian dia mengangguk cepat dan tersenyum senang
“Ini sangat lezat yul, bagiamana bisa kau memasak dengan makanan selezat ini?”
“Dulu aku ingin menjadi seorang koki terkenal, aku sering belajar memasak dari ibuku dan melihat acara2 di TV hingga akhirnya aku mengenal sooyoung dan sijangkung itu merubah segalanya -_-“
“jadi kau lebih senang memasak atau berolah raga?”
“tentu saja dua-duanya, aku bisa memasak sambil melakukan push up jika aku mau” bangganya yang berhasil membuat jessica tertawa melihat tingkah kkabyul
Dan saat itu yoona mengetuk pintu kamar yuri dan masuk menghampiri yuri dan jessica
“Oh unnie sudah bangun, syukurlah” ucapnya senang melihat jessica
“Ne.. gomawo yoong” jessica tersenyum pada yoona
“Unnie, tadi tiffany menghubungiku katanya dia mencari jessica unnie, aku sudah memberi tahunya jika jessica unnie sedang berada di rumahku” ucap yoong pada yuri, jessica yang mendengar hal itu membuat raut mukanya berubah menjadi sedih kembali mengingat kejadian pagi tadi.
Yoonyul yang menyadari hal itu langsung mengkhawatirkan jessica
“Sica, kau kenapa? Kenapa raut mukamu menjadi sedih?”
“iya unnie, kau bisa bercerita padaku, aku akan siap mendengarnya” ucap yoong yang kini ikut duduk disamping jesica
“Yyaa! Kau tidak menganggapku huh?!” Yuri menjitak yoona merasa diabaikan.
“Oiya, aku lupa hehehe unnie, kau bisa menceritakannya padaku dan yuri unnie, kau tau? Aku sudah curhat padanya dan yul unnie sangat dewasa meskipun hitam” jujur yoona yang membuat yuri memandang adiknya kesal karna selalu bersikap “adil” menggambarkan tentangnya.

Karena tidak kuat menahannya sendirian, akhirnya jessica menceritakan semua tentang kehidupannya dan kejadian tadi pagi.
Tentu saja hanya tentang keluarganya, bukan tentang perasaannya pada tiffany.
membuatnya kembali menangis mengingat ibunya.
Yoonyul yang mendengar cerita itu langsung memeluk jessica
“Sica ya, bolehkah aku memberi masukan padamu? Aku pikir… kau harus menemui eomma mu, aku yakin sebenarnya kau tidak membencinya, tidak ada yang harus dibenci, apa yg dilakukan eommamu pasti selalu ada alasannya dan kau sudah tau kan sekarang apa alasan ibumu melakukan itu, walaupun sangat terlambat. Setidaknya kau sudah mengetahuinya.
beritahulah pada tiffany, dia pasti akan mengerti” ucap yuri tersenyum penuh perhatian dan mebuat mata yoona berkaca-kaca bangga melihat kakaknya yang sebenarnya begitu dewasa dibalik kkabyul nya.
“aku belum siap menemui ibuku yul” jessica masih memeluk yuri
“Aku mengerti, aku tidak akan memaksamu sica, tapi kapanpun kau siap aku juga selalu siap mengantarmu :)” yuri mengusap punggung jessica dan melepaskan pelukannya, kini kedua tangannya membingkai wajah jessica dan menghapus sisa air mata diwajah jessica
“Berhentilah menangis πŸ™‚ kau masih punya aku, yoona dan gengs, dan tertawalah melihat tingkah kita.. heolll… susah sekali membuatmu tertawa -_-“
Jessica yang melihat yuri mengerucutkan bibirnya membuatnya tertawa gemas
“Heoll… kau melupakanku unnie, yasudah aku lebih baik pergi” dengan lesu yoona berdiri dan hendak meninggalkan dua yeoja dihadapannya namun tangannya ditahan jessica
“Mianhae… aku tidak melupakanmu yoong jeongmal mianhae” ucap jessica sedih melihat yoona
“Heoll… unnie, kenapa kau begitu sedih melihatku, aku hanya ingin mengambil makanan dan kembali kesini untuk menonton kalian” jujurnya dan berhasil membuat kedua yeoja didepannya menarik yoona dan mengacak acak rambutnya, ketiganya berguling guling diatas kasur milik yuri saling menggelitiki dan ketiganya tertawa senang.

Flashback End

Yuri POV

setelah mendengar apa yang sudah jessica ceritakan padaku, aku tak menyangka ternyata dia menyimpan kesedihan yang begitu dalam. Ah.. aku tau mengapa dia memiliki sifat yang menakutkan. Tapi dibalik ice princess nya ternyata jessica adalah es yang hangat. Dan rapuh, membuatku selalu ingin melindunginya.
dan sekarang aku mengetahui suatu hal, tiffany.
dibalik sifatnya yang sangat ceria dan tak pernah menangis, ternyata dia juga menyimpan cerita yang menyedihkan ini. Ah.. kenapa kau tak pernah jujur padaku dan sahabat-sahabat yang lain mushroom, dan aku yang paling dekat denganmu pun tak tau apa-apa, yuri babo!
tiffany, apa yg sedang kau lakukan sekarang? Apa kau juga sedang menangis seperti jessica? Aku jadi mengkhawatirkannya.
“Yoong, kau sedang tidak ada acara kah?” Tanyaku pada yoona yang masih berbaring kelelahan karena aktifitas yang kami bertiga lakukan, saling menggelitiki.
“Tidak unnie, wae?”
“Aku akan keluar sebentar, sepertinya aku harus menemui tiffany, bisakah kau menemani jessica disini? Ah.. dan sica, kau malam ini tidurlah dirumahku, tadi siang aku menelpon krystal untuk memberitahu jika kau dirumahku, dan krystal memintamu untuk menginap dirumahku karena dia akan camping bersama teman-temannya dia bilang juga ayahmu tidak bisa pulang hari ini, jadi kau harus menginap disini, aku tidak ingin terjadi apa apa padamu. Otte?”
Kulihat jessica terdiam memandangku, kemudian dia tersenyum dan mengangguk
“aku akan pergi menemui tiffany, kau istirahatlah disini, nanti biar aku yang tidur dikasur yoona dan adikku tidur di soffa, bye… aku pergi”
“Yya!!! seenaknya kau!! Aku tidak ingin tidur di soffaaaa!!” Teriak yoona kesal melihat kakaknya berlari meninggalkannya.
namun sebelum aku pergi, aku kembali memeluk jessica
“gomawo yul, dan maaf telah merepotkanmu” ucapnya tulus
“my pleasure sica, kau bisa datang padaku kapanpun kau mau bercerita, aku akan selalu ada untukmu” aku tersenyum padanya
“yul bisakah aku meminta suatu hal padamu?”
“tentu saja”

“jangan kau ceritakan dulu tentang apa yang sudah aku ceritakan pada tiffany ya, aku masih belum ingin tiffany tau hal ini”
aku terdiam sejenakΒ  merasa bingung dengan apa yang jessica katakan, lalu aku kembali tersenyum “baiklah jika itu maumu sica :)”

Jessica POV

Rasanya sedikit tenang setelah menceritakan semua beban yang aku pendam kepada kedua kakak beradik ini, aku sangat bersyukur mengenal mereka. Walaupun sebenarnya perasaanku sangat sakit melihat salah satu diantaranya, kwon yuri. Seseorang yang dicintai tiffany hwang, begitulah kenyataannya. Dan aku pikir perasaan yuri pada tiffany juga sama. Keduanya sama – sama seseorang yang sangat baik dan sangat perhatian, dan aku senang mendengar yoona memberitahu jika tiffany mencari dan mengkhawatirkanku, ya.. mereka berdua sangat cocok.
Kali inipun yuri akan menemui tiffany karena mengkhawatirkannya, dan hatiku kembali sakit.

“Yoong, kau sedang tidak ada acara kah?” Tanya yuri pada yoona yang masih berbaring kelelahan karena aktifitas yang kami bertiga lakukan, saling menggelitiki.
“Tidak unnie, wae?”
“Aku akan keluar sebentar, sepertinya aku harus menemui tiffany, bisakah kau menemani jessica disini? Ah.. dan sica, kau malam ini tidurlah dirumahku, tadi siang aku menelpon krystal untuk memberitahu jika kau dirumahku, dan krystal memintamu untuk menginap dirumahku karena dia akan camping bersama teman-temannya dia bilang juga ayahmu tidak bisa pulang hari ini, jadi kau harus menginap disini, aku tidak ingin terjadi apa apa padamu. Otte?”
Kulihat jessica terdiam memandangku, kemudian dia tersenyum dan mengangguk
“aku akan pergi menemui tiffany, kau istirahatlah disini, nanti biar aku yang tidur dikasur yoona dan adikku tidur di soffa, bye… aku pergi”
aku terdiam sejenak mendengarnya, hatiku sakit. tapi untungnya aku bisa menutupinya, aku hanya tersenyum dan mengangguk padanya.
sebelum yul pergi, ia kembali memelukku

“gomawo yul, dan maaf telah merepotkanmu”
“my pleasure sica, kau bisa datang padaku kapanpun kau mau bercerita, aku akan selalu ada untukmu” jawab yuri tersenyum padaku
“yul bisakah aku meminta suatu hal padamu?”
“tentu saja”

“jangan kau ceritakan dulu tentang apa yang sudah aku ceritakan pada tiffany ya, aku masih belum ingin tiffany tau hal ini”
kulihat yuri terdiam sejenak, lalu kembali tersenyum “baiklah jika itu maumu sica :)”

setelah itu, yuri pergi meninggalkanku dengan yoona untuk menemui tiffany

TBC…..

gomawo readers2 yang sudah mampir, ah gue terharu ternyata ada yg mau baca ff gaje gue huhuhu πŸ˜‚

Advertisements

29 thoughts on “L.O.V.E part 4

  1. rzu says:

    sweet moment antara yoonyulsic.
    wah yoong menyukai hyuni kasian krys jadi bertepuk sebelah tangan.
    Cinta segi tiga antara jetiyul.

    Like

  2. 마λ₯΄ says:

    Asiiiik ceritany panjang kkk
    Ooooo skrg udah mulai pham jln ceritanya hhi
    Dan org misterius itu ternyata dan ternyata si yul,,,,, sprtinya akan jadi cinta segitiga
    Iya nggak thor? #sok_tau lol

    Like

  3. Taengoo69 says:

    Makin lama makin rumit ya huh πŸ˜ͺ..rupanya Yuri suka sama Jessica ouh~gue kirain si taeng yg suka ama sica πŸ˜…..Dan jujur gue ngakak dgn kelakuan adik beradik itu Yuri ama yoona πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s