L.O.V.E part 3

rezuu

Title : L.O.V.E | Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Tiffany Hwang, Jessica Jung and other member | Genre : Friendship, Romance, Humour, Sadness | Out of Character | Typo | Gender : YURI girlsXgirl | Not Real

FF ini mengandung girlsXgirls
Mian kalau ga suka, this is my first FF love story
Jangan lupa komennya, mari saling share ^_^

…………………………………………………………………………….

sudah 3 hari semenjak kejadian itu jessica tidak masuk sekolah dengan izin sakit, namun sebenarnya jessica hanya ingin menghindar dari tiffany. hatinya masih belum siap menerima jika tiffany sudah dimiliki orang lain.
sementara selama 3 hari itu juga 2 orang yeoja sangat mencemaskannya, terlebih tiffany yang masih belum tau penyebab jessica menangis dan memeluknya, sudah beberapa kali jessica dihubungi namun tidak pernah ada jawaban. ketika bertanya kepada adiknya, krystal hanya menjawab bahwa unnienya sedang sakit demam.

di rumah jessica

“unnie, kau sebenarnya kenapa? ku lihat kau sangat murung dan jelek. mengapa kau tidak mau ku ajak ke dokter? apa aku panggil dokter untuk kesini?” tanya krystal pada unnienya yang tengah melamun. ya, yang dilakukan jessica selama tiga hari itu hanya melamun seperti mayat hidup dan tak pernah mau makan, membuat badannya menjadi demam dan tak terurus.

7D00IZ

jessica hanya menatap adiknya datar “tak usah, aku baik-baik saja krys”
“jika kau baik-baik saja, mengapa kamu tak ingin berangkat ke sekolah huh? kau tidak tau kalau sahabat-sahabat unnie sangat khawatir dan terus bertanya padaku, terutama tiffany unnie yang sering bertanya keadaan unnie padaku” ucap krsytal yang sudah kehabisan kesabarannya. mendengar nama tiffany disebut, raut wajah jessica menjadi berubah dan kembali memandang adiknya “tiffany? menanyaiku?”

“ne… kenapa kau tidak pernah membalas pesan atau mengangkat telponnya? sebenarnya ada apa dengan kalian? apa kalian bertengkar?” tanya krystal penasaran

“ani, aku hanya sedang ingin sendiri krys” jawabnya kembali datar

“kalau begitu makanlah, atau kau ku beri tau kepada appa biar unnie dipulangkan lagi ke amerika? sepertinya kakakku ini sudah tak betah tinggal di korea”
mendengar hal itu jessica langsung mengambil makanan yang krystal beri dan memakannya. membuat krystal tersenyum menatap iba kakaknya.
krystal memang tidak tau masalah apa yang sedang terjadi, namun ia yakin unnienya memiliki masalah dengan tiffany dan seorang yeoja yang tak kalah khawatirnya sama dengan tiffany.

keesokan harinya

*Ting..tong…* pagi pagi sekali suara bel kediaman jung berbunyi, dirumah hanya ada krystal dan kakaknya jessica, namun jessica masih tertidur lelap karena efek obat dan keadaannya yang tidak sehat. krystal yang sudah bangun segera menghampiri dan membuka pintu

“ah tiffany unnie kau kesini 🙂 ayo masuk”
“ne.. gomawo, krys.. bagaimana keadaan jessica?”
“masih tetap sama unnie, susah sekali disuruh makan, lihat lah sekarang dia terlihat jelek” tunjuk krystal pada jessica, keduanya sekarang telah berada di kamar jessica, namun jessica masih tertidur lelap.

melihat hal itu tiffany segera menghampiri dan duduk di kasur disamping jessica, tangannya mengusap kening jessica dan merapikan poninya.
“hangat, apa jessie sudah minum obat?” tanyanya yang masih menempelkan telapak tangannya di dahi jessica
“ne sudah unnie, semalam. dan sampai sekarang unnie belum bangun”
tiifany hanya mengangguk mengerti “krys, unnie mebawakan sarapan untuk kalian berdua, makanlah dan kau bisa berangkat sekolah, unnie yang akan menjaga jessie disini.
“ah, unnie tidak masuk sekolah?”
tiffany hanya menggeleng sambil tersenyum “aku izin hari ini, kkah makanlah”
“kalau begitu baiklah, gomawo unnie” krystal langsung memeluk tiffany dan pergi meninggalkan mereka.
tiffany kembali duduk disamping jessica, menatap yeoja yang masih tertidur pulas. tidak, lebih tepatnya jessica yang sedang pura-pura tertidur. sebenarnya dia telah terbangun saat mendengar suara pintu kamarnya dibuka, namun saat mendengar suara tiffany dia kembali memejamkan matanya pura-pura tertidur karena merasa masih belum siap menemui tiffany. namun dia terkejut ternyata tiffany akan menjaganya dan tidak masuk sekolah, membuatnya bingung harus berbuat apa.

“aku sedih melihatmu seperti ini jessie, aku merindukanmu. entah kenapa aku merasa kehilangan saat kamu tak ada disampingku. tak ada yang bisa aku jahili, aku rindu tatapan hellsica mu, segeralah sembuh dan kembali sekolah” ucap tiffany sambil tangan kanannya mengusap-usap keningnya dan tangan kirinya memegang tangan jessica. membuat jessica semakin blushing dengan perlakuan tiffany, untungnya tiffany tidak menyadarinya.
“oh my god tiff, what are u doing! kau malah membuatku semakin sulit melupakanmu” ucap jessica dalam hati

usapan tiffany berhenti, kini yeoja itu mengganti posisi dengan tidur disamping jessica dengan memiringkan tubuhnya menghadap jessica dan menumpu kepalanya pada tangannya, tangan kanannya kembali mengusap-usap kening jessica
“omo omo!! tiff stop it! kau membuat detak jantungku terdengar keras” jessica semakin terancam dengan perlakuan tiffany, namun masih memejamkan matanya tidak berniat untuk terbangun.

“hoaaaam…. ah melihatmu tertidur aku jadi ikut mengantuk” tiffany pun mendaratkan kepalanya ke pundak jessica dengan tidur menyamping dan memeluk jessica. membuat nafas hangatnya menyentuh leher jessica
“Tuhan… kuatkan aku” do’a jessica dalam hati

nafas tiffany yg teratur menandakan bahwa dia benar-benar telah tertidur dengan masih memeluk jessica. dengan perlahan jessica membuka matanya dan dengan berhati-hati dia menggeserkan tubuhnya dan mengubah posisi dengan memiringkan tubuhnya sehingga menjadi berhadapan dengan tiffany. kini wajahnya yang sejajar membuatnya terus memandang wajah polos tiffany yang sedang tidur. “cantik, sangat cantik” jessica tersenyum sambil terus memandangnya, tanpa ia sadari wajahnya semakin mendekat dengan wajah tiffany dan kini bibirnya hanya berjarak 1 cm dari bibir tiffany membuatnya merasakan hembusan hangat tiffany. tanpa ia sadari tiffany tertidur dengan posisi yang sangat dekat dengan tepi kasur sehingga ketika jessica terus mendekat tubuhnya semakin mendorong tiffany ke belakang dan….. Gubraaak!!! keduanya terjatuh ke lantai dengan posisi tiffany berada di bawah dan jessica berada diatas tubuh tiffany. membuat tiffany terbangun mendengar suara teriakan lumba-lumba jessica, saat ia membuka matanya ternyata wajahnya hanya beberapa centi dengan wajah jessica. membuat kedua yeoja itu saling berpandangan lama. dengan detak jantung diantara keduanya yang tak menentu.

lama terdiam, jessica pun tersadar dan segera terbangun
“mm..mianhae, apa kau terluka?” tanya jessica terbata dan langsung membantu membangunkan tiffany
“ani, ini salahku yang tertidur terlalu samping, maafkan aku membangunkanmu jessie” ucap tiffany yang tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
“ah gwaenchana tiff”
hening…….
keduanya tiba-tiba menjadi canggung
“ah kenapa suasananya jadi canggung begini, ayo jessie kajja” tiffany menarik tangan jessica dan menuntunnya berjalan ke lantai bawah
“mau kemana tiif?” heran jessica
“makan, kau harus sarapan, kau harus makan yang banyak jessie”
“aku tidak lapar” jessica berhenti menahan
“andwae, kau harus makan! aku tidak mau sesuatu terjadi padamu jessie”
“why? why are u care about me?” tanyanya yang masih tidak ingin berjalan
“because I don’t wanna lose you jessie” tegas tiffany, membuat wajah jessica lagi-lagi memerah
“tapi kau.. sudah… memiliki…” belum sempat jessica menyelesaikan kalimatnya, tiffany sudah menariknya kembali menuju ruang makan dan menyuruh jessica untuk duduk, lalu tiffany berjalan ke dapur menuangkan bubur yang dibelinya dan kembali menghampiri jessica, ia mengambil kursi dan duduk berhadapan dengan jessica
“aaaa… buka mulutmu jessie” jessica yang masih terdiam hanya menuruti perintah tiffany, akhirnya ia sukses menghabiskan satu mangkuk bubur dengan paksaan tiffany, bukan bukan.. tapi karena tiffany menyuapinya, jessica sangat merasa senang diperhatikan oleh tiffany.
“yaaaayyy akhirnya habis juga! anak pintar!” ucap tiffany exited kemudian mengusap usap lebut kepala jessica.
jessica? tentu saja blushing

kini keduanya masih saling duduk berhadapan, jessica kembali menatap tiffany sendu. dan tiffany menyadarinya. lalu memeluk gadis rapuh tersebut.

 

“kenapa denganmu jessie? jangan seperti ini, aku sedih melihatnya” ucapnya tulus
“aku……..”
“hmmm…? :)”
“i don’t wanna lose you tiff”
“tidak akan jess, I’ll be there for you, as always”
“promise?” 
“yes, I’m promise…… bestfriend forever?”
jessica terdiam mendengar hal itu, ternyata tiffany memang hanya menganggapnya sebatas sahabat. tidak lebih. jessica tidak menjawab. keduanya kembali saling berpelukan

original.png
jessica akhirnya kembali tersenyum
“aaahh… yeoppoda… ^_^ kau tau jessie? kau terlihat lebih cantik jika tersenyum seperti itu”

wfq.jpg

keduanya saling tersenyum dan tertawa kembali, entah sudah keberapa ribu kali tiffany selalu berhasil membuat sang ice princess blushing. Ya, jika didekat tiffany ia akan menjadi es yang hangat.

“tiff… ada yang ingin aku katakan padamu” ucap jessica mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya yang selama ini ia pendam, ia tak peduli lagi walaupun tiffany telah dimiliki seseorang, walaupun tiffany hanya menganggapnya sebatas sahabat, tidak lebih.
“ne… katakan saja jessie, I’ll be here ^_^”

“aku……..”

“aku?” ucap tiffany mengikuti apa yang diucapkan jessica
“aku menc…”
~ O neomu bukkeureoweo chyeodabol su eobseoSaranghae ppajyeosseo sujubeun geol
Gee gee gee gee baby baby babyGee gee gee gee baby baby baby ~

belum sempat jessica mengucapkannya lagi-lagi terpotong karena ponsel tiffany berbunyi, seseorang meneleponnya.
“ah appaku, mian jessie aku boleh mengangkatnya?” tiffany melihat nama yang tertera diponsel yang memanggilnya, dan ia meinta izin untuk mengangkatnya
“ne tentu saja tiff :)” jessica mencoba tersenyum walaupun dalam hatinya kecewa karena setiap ia akan mengatakan hal yang penting pasti selalu terpotong.

saat mengangkat telpon dan berbicara dengan seseorang dibalik teleponnya, jessica melihat raut wajah tiffany menjadi serius dan sedikit pucat
“mwo..? ne appa, aku akan segera kesana” ucap tiffany diakhir pembicaraanya ditelepon
“apa yang terjadi tiff?” tanya jessica cemas
“ibuku… dilarikan ke rumah sakit jess” ucapnya tertunduk, mengetahui itu jessica langsung memeluk tiffany. “semua akan baik-baik saja tiff, kajja aku temani kamu ke rumah sakit”
“tapi kau sedang sakit jessie”
“ani, aku sudah sembuh setelah kau merawatku 🙂 kajja, tapi aku akan mandi dulu sebentar”
“ne… gomawo jessie” tiffany memeluk jessica
“yya! kau senang sekali memelukku, bagaimana kalau aku sudah mandi, mau berapa ribu kali lagi kau memelukku huh? 😀 “ canda jessica membuat tiffany memukul pelan lengan jessica dan membuat keduanya kembali tertawa.

satu jam kemudian tiffany dan jessica telah siap berangkat ke rumah sakit tempat dimana umma tiffany dirawat.

di dalam bus, jessica melihat raut panik tiffany sambil menggigit gigit kuku jarinya, jessica mengambil dan memegang kedua tangan tiffany
“semua akan baik baik saja :)”
mendapat perlakuan jessica, tiffany tersenyum tenang “gomawo jessie :)”
“I’ll be there for you tiff”
“yya! itu kata kataku untukmu…!”
“so? I’ll be there for you too tiff”
keduanya kembali tertawa

sesampai dirumah sakit, keduanya menuju ruang informasi untuk menanyakan ruangan dimana umma tiffany dirawat
“anyeong selamat siang, ada yang bisa saya bantu?” ucap seorang suster ramah
“saya ingin menemui ibu saya yang dirawat suster”
“baiklah, nama umma noona siapa”
“hyorin, lee hyorin”
seperti mendapat sengatan, jessica terkejut mendengar nama itu. nama yang sudah 3 tahun ia lupakan, nama ibu kandungnya.
“tidak mungkin” ucapnya pelan
“oh ne, nyonya hyorin berada di ruangan 27 di lantai 2”
“ne.. kamsahamnida suster. kajja jessie” tiffany langsung menarik tangan jessica yang masih melamun dengan pikirannya. hingga tanpa ia sadari ia telah berada didena ruang 27
“kajja jessie kita masuk” ajak tiffany
“kau duluan saja tiff, aku ingin ke toilet sebentar”
“baiklah aku antar kamu :)”
“andwae, kau harus segera menemui ibumu tiff” tolak jessica, dan tiba-tiba pintu ruangan bernomor 27 itu terbuka dan menampakkan sosok namja yang sangat jessica kenal, namja itupun sedikit terkejut melihat jessica namun masih belum yakin dengan dugaannya terhadap jessica
“sooyeon?” tanya namja itu kepada jessica
“appa, dia sahabatku jessica, appa bagaimana keadaan eomma?” jawab tiffany yang belum menyadari jika setelah nama jessica jung terdapat 1 nama yaitu sooyeon, jessica jung sooyeon. karena saat perkenalan dikelas tiffany terlalu asik bercanda dengan yoona tidak terlalu memperhatikan jessica.
sementara jessica hanya diam terpaku tidak tau harus berbuat apa disamping orang yang sangat ia cintai dan dihadapan namja yang sangat ia benci.
namun tiba tiba tiffany menariknya dan masuk kedalam ruangan serba putih itu, hingga ia bisa melihat seseorang yang ia benci selama 3 tahun itu sedang tertidur pulas dengan alat alat medis yang terpasang pada tubuhnya. dan kini jessica telah mengetahui sesuatu yang tidak ia ketahui.

Flashback

di rooftoop sekolah.

jessica menemukan yeoja yang ia cari yang kini sedang duduk termenung dengan headphone terpasang dikedua telinganya

301321-snsd-tiffany-listening-to-music

“kau bolos lagi huh fany fany tiffany?” ucap jessica sambil menyilangkan kedua tangan didadanya
“aku sedang tidak mood jessie” jawab tiffany yang langsung menunduk
menyadari perubahan sahabatnya, jessica segera menghampiri tiffany khawatir.
“gwaenchana tiff? kau bisa cerita kepadaku”
“hhh…. penyakit eommaku kambuh jessie” ucapnya parau sambil menyandarkan kepalanya dipundak jessica
“gwaenchana, eommamu pasti akan sembuh tiff”
“aku tidak ingin kehilangan eomma untuk kedua kalinya jessie, walaupun dia bukan eommaku”
“maksudmu tiff?” 
“dia sahabat dari ayahku, ayahku adalah dokter spesialis kanker. dia terkena kanker darah stadium akhir jessie, dia meninggalkan suami dan anaknya karena dia tak ingin membuat keluarganya bersedih, lalu dia membuat skandal palsu dengan berpura-pura berselingkuh dengan appaku agar ia dibenci dan dilupakan keluarganya. appaku tentu saja tidak setuju dengan keputusannya, tapi dia terlalu keras kepala dan terus memohon kepada appaku, akhirnya appaku menyetujuinya. setelah itu kami pindah ke korea dia tinggal bersamaku dan apa terus merawatnya sebagai sahabatnya, appa tidak pernah menikah dengannya. selama tinggal bersamaku dia begitu baik seperti ibuku, dia juga berteman dekat dengan ibuku. dia bilang dia juga memiliki putri seumuranku hingga dia memperlakukanku layaknya seperti anaknya dan akupun menganggap jika dia ibuku, sangat sakit kehilangan seorang ibu, dan aku tak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya”
jessica mengangguk mengerti setelah mendengar curahan isi hati tiffany, kemudian ia memeluk tiffany
“all is well tiff, kita do’akan yang terbaik untuk eommamu, menagislah jika kau ingin menangis tiff, tidak perlu lagi berpura-pura ceria, aku janji tidak akan mebocorkannya pada mereka”
kemudian tiffany memeluk erat jessica dan menumpahkan segala kesedihannya.
“janji yah jangan menceritakan pada mereka bahwa aku menangis? bisa bisa uangku habis karna harus mentraktir mereka, apalagi ada dua monster shikshin yang siap membunuhku kapan saja :(”
“hahaha ne… aku janji, asal kau mau mentraktirku hahaha”
“Yya!! dasar pemerasan :p”

keduanyapun salun tertawa dan kembali bersenda gurau

tanpa jessica tau jika yang dibicarakannya adalah eomma kandungnya. dan jessica maupun keluarganya tidak ada yang tau jika eommanya tengah mengidap penyakit ganas itu.

Flashback End

Dan kini, terjawab sudah semua kebenaran yang mengganjal dipikirannya mengapa eommanya dengan mudah meninggalkannya, meninggalkan keluarga.

tanpa terasa air matanya kembali mengalir, hatinya kembali sakit melihat seseorang yang tertidur tenang itu. “eomma…” ucapnya pelan. lalu ia berlari meninggalkan ruangan itu, tiffany terus memanggil dan mencoba mengejarnya namun ia kehilangan jejak jessica, karena jessica sembunyi dibalik tembok sebuah gang kecil. melihat tiffany mencari kearah lain jessica berjalan menyusuri gang itu menjauh dari rumah sakit dengan tangisannya.
kini ia sampai disebuah taman, matanya masih sembab dan basah. ia kemudian duduk dibawah pohon dan kembali menundukkan kepanya sambil memeluk kedua lututnya. jessica kembali menangis sambil memanggil manggil ibunya
“eomma… wae… hiks hiks kenapa kau tak pernah mau jujur padaku, pada appa, pada soojung? kau jahat eomma.. i hate you hiks hiks”
beruntung suasana taman masih sepi karena merupakan hari kerja sehingga orang-orang masih sibuk dengan pekerjaannya dan sekolahnya.
karena kelelahan akhirnya jessica tertidur dengan duduk menyandar pada pohon.

hingga seseorang melihatnya dan menghampirinya
“jessica?” yeoja itu melihat kedaan jessica yang tak menentu, matanya basah dengan wajahnya yang pucat.
akhirnya tanpa membangunkannya yeoja itu menggendong jessica dan membawanya kerumahnya. kemudian orang itu menelpon krystal
“yeoboseyo… ne, aku hanya ingin memberitahu kalau kakakmu ada di rumahku sedang tertidur, tadi dia kelelahan”
“………………..”
“ne….”

“…………..”
“oke….”
“………..”
“bye….”

setelah percakapannya ditelpon berakhir, yeoja itu kembali menghampiri jessica yang tengah tertidur pulas dikamarnya
“unnie, ini air hangatnya” yeoja lain muncul dengan membawa sewadah air hangat beserta kain untuk mengompres jessica
“gomawo…”

Bersambung.

 

oke oke akhirnya gue lanjutin lagi karena gue bener2 ga bisa tidur -____________-
tapi mian yg episode ini sedikit galon, entahlah gue juga ga ngerti kenapa tiba2 ngetik kek gitu.
dan sekarang perut gue mules

oke bye……

 

Advertisements

19 thoughts on “L.O.V.E part 3

  1. rzu says:

    baru aja ketawa2 jessi udah nangis lagi.
    ternyata dunia ini sempit. siapa yg nyangka ternyata ajumma sabahat daddy nya tiffy yg sdh di anggap mommy ama tiffy adalah mommy nya jessi.
    makin seru nich cerita nya.

    Like

  2. Taengoo69 says:

    Jadi ternyata begitu ya ceritanya..kasian umma nya Jessica😭..kayaknya gimana ya reaksi Tiffany jika tau itu ummanya Jessica…gue penasaran nihh siapa yg suka sma si ice princess itu 😣

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s