We Are Different part 12

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………

12 tahun yang lalu

Setelah mengalami insiden tenggelam di danau, sooyoung segera dilarikan ke rumah sakit dan langsung mendapatkan perawatan, beruntung yoona telah menyelamatkannya. Namun, ia tetap harus di rawat selama beberapa hari karena mengalami syok

Siang itu sooyoung terbangun dan melihat tidak ada siapapun di ruang rawat kecuali dirinya, iapun mengambil ponsel miliknya yang tergeletak diatas meja ruangan itu

“yoboseyo”

“appa” ucap sooyoung

“ada apa youngie-ah? bagaimana keadaanmu sekarang?”

“aku baik baik saja, apa sudah boleh pulang hari ini?”

“andwae, kau masih harus dirawat selama beberapa hari agar kondisimu benar benar pulih youngie-ah”

“appa oddiega? mengapa tak ada satu pun yang menemaniku disini?”

“appa berada di kantor, appa sangat sibuk sayang, eomma sedang pergi, appa akan meminta sunkyu untuk menemanimu sepulang sekolahnya nanti” ucap ayah sooyoung dibalik telepon

Sooyoung terdiam pandangannya tertuju pada jam dinding yang menunjukkan pukul 10 pagi, sementara sunny eonni nya pulang sekolah jam 4 sore karena ada les bahasa

“baiklah” ucap sooyoung, iapun mengakhiri teleponnya

Sooyoung terdiam menatap langit langit ruangan itu, ia merasa bosan berada disana namun ia sendiri tak bisa melakukan apa apa, ia terlalu takut pada ayahnya yang melarangnya untuk keluar

*toktoktok* pandangan sooyoung beralih ke arah pintu ruangan saat seseorang dari luar mengetuk dan membuka pintu itu

“hey, apa aku menganggumu?” ucap seorang yeoja yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu, yeoja yang telah menyelamatkan nyawa sooyoung, yoona

“anniyo, masuklah” ucap sooyoung, yoona pun segera memasuki ruangan dan berjalan menghampiri sooyoung

“mengapa kau kemari? kau tak sekolah?” tanya sooyoung

“tadi pagi aku berangkat sampai istirahat, lalu aku pergi kemari hehehe aku malas dengan pelajaran bahasa asing, ssaemku sangat galak”

“yah! baboya… jadi karena itu kau membolos? kau bisa dihukum”

“tidak juga, aku mengkhawatirkanmu” ucap yoona membuat sooyoung terdiam

Selama ini baru kali ini sooyoung mengenal seseorang yang seusianya merasa peduli terhadapnya, karena disekolahnya meskipun sooyoung seorang chaebol ia selalu tertindas dan sering dibully bahkan selalu mendapat perlakuan kasar oleh teman temannya.

“mengapa kau diam saja?” tanya yoona heran

“anniyo” ucap sooyoung “gangnam sangat jauh, kau berani ke seoul sendiri?”

“tentu saja aku berani, aku sering ke seoul untuk mengirimkan kue kue pesanan pelanggan milik kepala panti asuhan, ah ya aku membawakan kue juga untukmu” ucap yoona mengangkat kantong plastik yang ia bawa untuk ditunjukkan pada sooyoung, iapun segera membukanya

“kau tak menjualnya?”

“anniyo, aku sudah membelinya”

“kau tinggal di panti, apa kau punya uang?”

“yah! kasar sekali, tentu saja aku punya” ucap yoona mempoutkan bibirnya namun hal itu membuat sooyoung tertawa merasa lucu oleh tingkah yoona

“tapi.. mengapa disini sepi sekali? teman temanmu tak menjengukmu?” ucap yoona kembali namun membuat sooyoung berhenti tertawa

“mereka tak akan kemari”

“wae..?”

“kau akan merasakannya ketika sekolah di sekolah para chaebol”

Yoona hanya mengangguk anggukan kepalanya, meskipun ia sebenarnya tak mengerti

“mengapa kau menolongku?”

“aku sudah tak ingin mendengar dan melihat kematian lagi, cukup ibuku”

“kau bisa saja ikut tenggelam dan mati”

“setidaknya kau tak mati sendirian kan? hehehe” canda yoona membuat sooyoung memukul lengannya

Semenjak saat itu yoona sering menjenguk sooyoung sepulang sekolah atau ketika dirinya bolos hingga sooyoung sudah diperbolehkan untuk pulang. kini keduanya berteman dekat meskipun sooyoung masih merasa kaku. namun yoona selalu mampu mencairkan suasana hingga suatu hari saat mengantarkan kue yoona tak sengaja menemukan sooyoung sedang dipukuli oleh 5 orang siswa seusianya disebuah taman yang tampak sepi, kini ia paham maksud dari perkataan sooyoung saat dirawat di rumah sakit dulu.

“yah!! apa yang kalian lakukan pada temanku huh?” teriak yoona membuat kelima siswa itu menoleh kearahnya

“mwo? teman? hahaha” ucap salah satu siswa membuat keempat temannya ikut tertawa

“yah, sejak kapan kau memiliki teman huh?” ucap siswa itu kembali sambil menarik kerah seragam yang dikenakan sooyoung

“yah!!! sekali lagi kau menyentuhnya, kau akan mati!” teriak yoona

“mwo? kajja habisi dia” ucap siswa itu melepaskan kerah seragam sooyoung mulai berjalan menghampiri yoona diikuti keempat temannya

“omo! ottokhae..” ucap yoona dalam hati, ia mulai merasa panik karena ia sendiri tak bisa berkelahi

Hingga akhirnya yoona lah yang dipukuli oleh kelima siswa itu, ia mencoba melawan dengan menggerak gerakkan tangan dan kakinya sebisanya namun tetap saja tubuh kecilnya tak bisa melawan kelima siswa itu

Merasa tak tahan sooyoung pun menoleh kesegala arah, pandangannya terhenti pada sebuah batu yang cukup besar, iapun segera mengambil batu itu

*dukkk!!!* sebuah suara terdengar cukup keras membuat keheningan ditaman itu

*brukkk* tubuh seseorang diantara kelima siswa itu ambruk setelah menerima hantaman batu yang di emparkan oleh sooyoung, siswa itu tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari kepalanya

Yoona membelalakkan kedua matanyamelihat hal itu, bahkan sooyoung dan keempat siswa didekatnya ikut terkejut

“yah, apa yang kalian lakukan? Sore begini anak sekolahan tak boleh berkeliaran” teriak seorang petugas kepolisian yang kebetulan sedang melewati taman membuat keenam yeoja itu menoleh dan melihat petugas itu berjalan cepat menghampiri mereka

takut tertangkap keempat siswa itu langsung berlari meninggalkan yoona, sooyoung serta temannya yang sudah tak sadarkan diri itu. yoona dan sooyoungpun demikian, mereka mencoba berlari namun yoona kembali terjatuh karena kaki kanannya terluka setelah dipukuli kelima siswa itu

“youngie-ya.. kau juga pergilah, ppali!! kau bisa tertangkap”

“andwae, kau akan tertangkap”

“gwaenchanna” ucap yoona namun sooyoung tetap terdiam disamping yoona hingga keduanya tertangkap dan dibawa ke kantor polisi

“nne.. sykurlah kalau begitu” ucap salah satu petugas saat menerima telepon dri pihak rumah sakit

“yah, kalian berdua! siapa yang mendidikmu hingga melakukan kejahatan seperti ini huh? beruntung anak itu masih bisa diselamatkan, dasar bodoh!” ucap petugas itu membentak kedua yeoja dihadapannya yang hanya bisa menunduk

“dimana anakku?” ucap seorang namja paruh baya setelah memasuki kantor polisi

“omo! tuan” ucap petugas itu segera berdiri dan membungkukkan badannya memberi hormat, para petugas lain pun melakukan hal yang sama

“appa” ucap sooyoung terkejut saat mendengar dan melihat ayahnya yang baru saja tiba

“youngie-ah…” panggil ibu sooyoung yang baru saja masuk dan berlari memeluk sooyoung “apa yang terjadi? mengapa kau terlihat seperti ini sayang?” ucapnya kembali sambil menangis

“eomma…” ucap sooyoung

“maaf tuan, anak anak ini termasuk putri anda telah melakukan kekerasan hingga mengakibatkan seorang anak terluka parah hingga dilarikan ke rumah sakit”

*plak!!!* dengan keras tuan choi menampar pipi sooyoung membuat orang orang yang berada didalam kantor polisi itu terkejut termasuk istrinya

“dasar anak nakal! apa aku pernah mengajarimu melakukan hal itu huh? untuk apa kau disekolahkan jika kelakuanmu seperti ini? bikin malu keluarga saja” bentak tuan choi memarahi sooyoung yang mulai menangis ketakutan

“t..ttuan, mohon tenang” ucap petugas itu

“s..ssebenarnya aku yang salah” ucap yoona terbata karena ikut merasa takut, “saya yang melakukannya tuan bukan sooyoung, sooyoung tak melakukan apa apa” lanjutnya sambil menundukkan kepalanya kembali

Ayah sooyoung menarik kerahnya hendak memukul yoona namun sooyoung segera berlari menahannya

“appa andwae..” ucap sooyoung sambil menangis memeluk kaki ayahnya

“baiklah, aku serahkan saja pada kalian” ucap ayah sooyoung mulai mereda “dan kau, jangan dekati anakku lagi” ucapnya kembali sambil menunjuk pada yoona

Keluarga sooyoung pun meninggalkan kantor polisi termasuk sooyoung sendiri

hingga hanya yoona yang masih ditahan di kantor polisi karena telah mengakui perbuatannya

“yah, tubuhmu kecil tapi sudah bisa melakukan kekerasan dan bisa bisanya kau mencari masalah pada keluarga choi, kau tak tahu siapa mereka huh?” bentak polisi itu pada yoona

“yah!! jangan membentak adikku!” ucap yuri meninggikan suaranya membuat petugas itu menoleh dan melihat seorang anak sudah berdiri di depan pintu

“nuguyaa?”

“aku eonninya, wae?”

“yah, aku yang ku panggil adalah orang tua kalian”

“kami sudah tak memiliki orang tua” ucap yuri

“yaish.. pantas saja kalian kurang mendapatkan didikan seperti ini, kau tahu? adikmu sudah memukuli seorang siswa sampai dilarikan rumah sakit”

“mwo? yah! tarik kembali ucapanmu! adikku tak mungkin melakukan hal itu!” ucap yuri

*plak!!*

“aww” rintih yuri saat petugas itu memukul kepalanya

“dasar bodoh, sudah jelas adikmu yang mengakuinya, sudahlah aku tak ingin berdebat dengan anak kecil, kkah bawa adikmu pulang”

“m..mmwo? jadi aku tidak dipenjara?” ucap yoona terkejut

“dasar bodoh, kau masih anak anak! tapi kau harus menyelesaikan ini” ucap petugas itu memberikan sebuah kertas yang baru saja dicetak, yuri pun menerima dan membacanya

“itu tagihan biaya rumah sakit anak yang dia lukai, orang tuanya hanya menuntut untuk membayar seluruh biaya perawatan anaknya itu, kalian harus melunasinya besok, sekarang pulanglah” ucap petugas itu kembali

“kajja yoong” ucap yuri membawa yoona meninggalkan kantor polisi

“Hey, chankkaman!” panggil petugas itu kembali

“Ada apa ahjushi, bukankah urusan adikku sudah selesai” ucap yuri

“Nne.. Nne… Bawel sekali, ambillah” ucap petugas itu memberikan beberapa lembar uang

“Mwo? Untuk apa? Tadi kau memarahi kami” ucap yuri

“Dasar bodoh, tentu saja untuk kalian, ambil dan pulanglah, anak kecil dilarang berkeliaran malam malam”

“Kamsahamnida ahjushi” ucap yoona menerima uang itu dan segera berlari meninggalkan kantor polisi

“Yah kwon yoona!! Dasar!” teriak yuri, iapun membungkukkan badannya pamit pada petugas itu setelah berterima kasih

Kini keduanya berjalan melewati sebuah taman setelah yuri berhasil menyusul adiknya, hari sudah mulai gelap dan keduanya hanya berjalan saling terdiam

“Yah, mengapa kau mengambil uangnya” ucap yuri

“Wae? Bukankah ahjushi itu sendiri yang memberi? Eomma bilang kita tak boleh menolak pemberian dari orang lain” ucap yoona innocent

“Ya.. Tapi kita harus lihat dulu siapa yang memberinya”

“Petugas kepolisian” jawab yoona

“Yah! Bukan itu maksudku.. Yaish!”

“Wae..? Apa aku salah bicara?”

“Anniyo, lupakan” ucap yuri malas menanggapi

Keduanya kembali terdiam sambil terus berjalan menyusuri taman

“unnie, bolehkah aku melihatnya?” tanya yoona meminta kertas tagihan itu

“andwae.. ini tak seberapa” ucap yuri

“yaish…!!” gumam yoona dengan mudah merebut kertas itu dari tangan yuri, iapun melihatnya dan langsung membelalakkan kedua matanya melihat total tagihan biaya rumah sakit yang sangat besar itu

“omo! semahal ini?”

“hmm..” jawab yuri mengangkat kedua alisnya

“un..unnie.. mengapa kau tak memarahiku atau memukulku saja?” ucap yoona mengehentikan langkahnya

“untuk apa? pukulan tak akan menyelesaikan masalah” ucap yuri

“apa kau tak marah?”

“baboya… tentu saja aku marah” ucap yuri mengangkat tangan kanannya, yoona pun langsung memejamkan kedua matanya siap menerima pukulan dari yuri, namun yang ia rasakan bukan pukulan

“eh?” gumam yoona terkejut

Yuri malah mengusap kepalanya dan merapikan rambutnya yang terlihat berantakan membuat yoona kembali membuka kedua matanya

“rasa khawatirku lebih besar dari amarahku, kau ini dongsaengku, satu satunya yang ku miliki sekarang, aku lebih takut kehilanganmu” ucap yuri tersenyum kembali mengusap kepala yoona

Yoona hanya terdiam, kedua matanya mulai berair mendengar ucapan yuri, iapun langsung memeluk unnienya itu

“unnie… mianhae.. hiks hiks” ucap yoona menangis memeluk yuri

Yuri pun membalas pelukan yoona dan mengusap usap punggung menenangkan  dongsaengnya itu.

……..

setelah kejadian itu, sudah 2 minggu sooyoung tak menemui yoona dan selalu menghindar jika tak sengaja melihat yoona yang sedang mengantarkan kue kue langganannya di seoul. ia masih merasa bersalah pada yoona namun ia terlalu takut dan mengira yoona membencinya. namun hal itu membuatnya terus dihantui rasa bersalah hingga pada suatu hari ia mengunjungi panti asuhan dimana yoona tinggal.

Sooyoung berjalan menuju taman karena tak menemukan yoona didalam kamarnya, tak berapa lama ia melihat dari kejauhan anak anak panti sedang bermain di taman termasuk yoona yang sedang asik bermain bola bersama para namja seusianya

sooyoung pun perlahan menghampiri lapangan, namun yoona masih tak menyadari kehadirannya

“yoong, aku haus.. ambilkan minum untukku ppali” ucap yuri saat melihat sooyoung sedang berdiri disamping lapangan

“yaish..! baiklah” ucap yoona segera berlari meninggalkan lapangan untuk mengambilkan minum, namun langkahnya terhenti saat melihat sooyoung berdiri di hadapannya

kedua yeoja itu tampak terkejut, apalagi sooyoung yang mulai gelagapan salah tingkah. yoona kembali berjalan menghampirinya

“y..yyoong…” sapa sooyoung dengan gugup saat melihat yoona menatapnya tajam

*plakkk!!!*

“aww” rintih sooyoung mengsuap lengannya setelah menerima pukulan dari yoona

“yah, kau kemana saja? aku selalu mencarimu, bahkan aku selalu gagal menemukanmu di sekolah”

“k..kkenapa kau mencariku?”

“yaish… tentu saja untuk menemuimu, dasar bodoh, kajja temani aku mengambilkan air minum” ucap yoona menggandeng tangan sooyoung

“c..chankkaman!” ucap sooyoung menahan tangan yoona

“wae?”

“apa kau tak marah padaku?”

“huh? wae?” tanya yoona terlihat heran

“m.. mmasalah di kantor polisi saat itu” ucap sooyoung menundukkan kepalanya kembali merasa bersalah

“ah… jadi karena hal itu kau menghindariku huh?”

“n..nne, aku takut kau marah”

“mwo? dasar bodoh! Aku lebih marah saat kau menghindariku, kau ini sahabatku” ucap yoona membuat sooyoung mengangkat wajahnya, ia melihat yoona tersenyum tulus padanya membuat kedua matanya mulai berkaca kaca

“wae?” tanya yoona

“anniyo”  ucap sooyoung memeluk sahabatnya itu, air matanya pun berhasil lolos “boghoshippo” ucapnya kembali

“nado… aku juga sangat merindukanmu, ah bagaimana sekarang? apa masih ada yang mengganggumu?” ucap yoona tersenyum membalas pelukan sooyoung

“anniyo, berkatmu mereka jadi takut terhadapku, dan aku mulai memiliki beberapa teman di sekolah hehehe, gomawo..” ucap sooyoung tersenyum senang yoona pun ikut tertawa

Yuri ikut tersenyum memandang mereka dari kejauhan.

…………………………….

2017

*toktoktok*

Sooyoung menoleh kearah pintu kamarnya dan melihat pintu itu perlahan terbuka

“youngie-yaa sarapan sudah siap, kajja appamu sudah menunggu dibawah” ucap ibu sooyoung

“nne, eomma duluan saja, 5 menit lagi aku turun” ucap sooyoung, ibunya pun kembali menutup pintu kamarnya

sooyoung kembali memandang sebuah bingkai foto yang sedari tadi digenggamnya, foto bergambar dirinya bersama sahabatnya itu

20160211110328_1_1455188608.jpg

“hmm…” gumamnya masih terdiam menatap foto itu, iapun meletakkannya didalam laci mejanya dan segera berjalan menuju ruang makan, ia melihat eomma dan appanya sudah duduk menikmati sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor

“sunny eonnie oddiega?” tanya sooyoung yang sudah duduk disamping ibunya

“seperti biasa, dia masih tak ingin keluar dari kamarnya, hmm… Padahal malam nanti malam ulang tahunnya, apa pesta nanti malam dibatalkan saja?” ucap ibu sooyoung pada suaminya

“Mana bisa aku membatalkannya, aku sudah menyebarkan undangan, bibi han tolong antarkan makanan untuk sunny, pastikan dia siap untuk pestanya malam nanti” ucap tuan kwon dengan nada dinginnya

“biar aku saja yang mengantarkannya, aku makan bersama eonnie ya” ucap sooyoung berdiri kembali ikut membantu bibi han menata makanan diatas nampan

setelah semuanya disiapkan, sooyoung pun berjalan menuju kamar sunny yang berada dilantai paling atas mansion

begitu masuk ia melihat sunny sedang duduk terdiam memandang keluar jendela yang terbuka

“sampai kapan kau terus meratapinya? itu tak akan membuat taeyeon kembali” ucap sooyoung menghampiri sunny dan meletakkan makanan yang dibawanya di meja

sunny masih terdiam enggan menjawab, hanya kedua matanya menatap tajam pada sooyoung, ia merasa kesal terhadap ucapan adiknya itu

“wae,,? apa aku salah bicara?” tanya sooyoung

“lebih baik kau pergi daripada memperburuk moodku” ucap sunny kembali mengalihkan pandangannya keluar jendela

“hemm… baiklah mianhae, aku tak bermaksud seperti itu, aku hanya tak ingin kau melakukan hal yang sia sia” ucap sooyoung

“kau benar, tapi ini masih menyakitkan” ucap sunny menundukkan kepalanya, air matanya kembali lolos. bagaimana pun juga kepergian taeyeon yang secara tiba tiba membuat dirinya drop

“arra… aku mengerti perasaanmu, cukup sampai disini kau menangisinya sekarang sudah beberapa bulan dia pergi” ucap sooyoung memeluk kakaknya dari belakang

“aku tak bisa” ucap sunny dalam tangisnya

“Nanti malam adalah pesta ulang tahunmu, siapa tahu hatimu bisa sembuh dengan bertemu beberapa rekan kerja appa” ucap sooyoung ,namun jawaban yang ia dapati malah tatapan tajam sunny

“Arra arra… Aku hanya bercanda” ucap sooyong kembali

“Kau selalu saja menyebalkan” ucap sunny

“Lebih baik sekarang kau makan, lalu bersiap siap untuk pesta malam nanti”

“Apa konsepnya?” 

“Aigo… Jadi kau tak tahu?”

“Bahkan aku tak ingat jika besok hari ulang tahunku”

“Yaish…. Baiklah, kalau begitu biar aku pikirkan” ucap sooyoung terdiam sejenak memandang kakaknya itu

“Emm…. Dengan melihat keadaanmu, aku pikir pesta topeng lebih baik”

“Wae? Apa wajahku terlihat buruk?” tanya sunny meraba raba wajahnya

“Nne… Lihatlah” ucap sooyoung memegang kedua pundak sunny dan memutarnya hingga keduanya menghadap sebuah cermin yang cukup besar “sudah berapa hari kau menangisinya eoh? Bahkan kedua matamu masih terlihat sembab”

“Kau benar, baiklah aku setuju dengan pendapatmu”

“Kalau begitu habiskan makananmu, aku akan membicarakan hal ini pada appa” ucap sooyoung mengusap usap pundak sunny, ia pun berjalan meninggalkan kamar eonninya itu

………………………………………..

Apartemen Tiffany

Yuri terbangun dan melihat disampingnya sudah tidak ada kekasihnya, tiffany. malam tadi setelah pulang dari kantor ia memutuskan untuk menginap di apartemen tiffany,  semenjak keduanya berhasil saling mengungkapkan perasaannya di pegunungan songnisam park, kini usia hubungan mereka sudah mwnginjak 3 bulan

Setelah kesadarannya terkumpul yuri duduk diatas tempat tidur dan mengambil ponselnya, ia melihat beberapa pesan masuk dari amber. yuri terdiam membaca satu persatu pesan itu

Sementara tiffany dengan pakaian rapinya sudah berada di dapur baru saja membuat sandwich

“good morning” ucap yuri memeluk kekasihnya dari belakang membuat tiffany tersenyum dan menghentikan aktivitasnya

Tiffany pun membalikkan badannya

*cupp*

“morning too” ucap tiffany setelah memberikan morning kissnya pada bibir yuri, keduanya pun kembali tersenyum

“Huh? kau sudah mau pergi?” tanya tiffany saat melihat yuri sudah memakai pakaian yang sudah rapi

“nne, aku akan berkunjung ke ilsan, kau juga akan bekerja?”

“Nne.. Tapi akhir akhir ini kau sering ke ilsan, kau menemui siapa?”

“Menemui sahabatku yang baru saja sembuh dari kecelakaan”

“Sahabat?”

“Nne, baiklah kita berangkat bersama, aku akan mengantarmu” ucap yuri mengusap usap lembut kepala tiffany

“tapi aku berangkat jam 8 nanti, masih ada waktu satu jam”

“gwaenchanna, mengapa kau bangun pagi sekali?”

“aku ingin menyiapkan sarapan untukmu, kajja aku sudah membuat sandwich” ucap tiffany menarik tangan yuri ke ruang makan

Keduanya pun duduk berhadapan sambil menikmati sarapan pagi yang disiapkan oleh tiffany

“Fany-ah” panggil yuri menatap kekasihnya itu

“Nne?” ucap tiffany yang masih sibuk mengunyah sandwich miliknya

“Emm… Ada 2 hal yang ingin aku bicarakan”

“Katakan saja, sepertinya itu terdengar penting”

“Nne, ini sangat penting hehehe pertama… Maukah kau menemaniku menghadiri pesta ulang tahun temanku malam nanti?”

“Tentu saja” ucap tiffany tersenyum, tangannya mulai menggenggam tangan yuri “lalu yang kedua?”

“Emm….” gumam yuri terlihat ragu

“Katakan saja” ucap tiffany mengusap usap tangan yuri

“Mau kah kau tinggal bersamaku?” ucap yuri ragu, perlahan keringat pada dahinya mulai muncul khawatir tiffany akan menolak tawarannya

Karena mau tak mau mereka harus meninggalkan apartemen yang mereka tempati sekarang

Flashback

1 jam yang lalu. setelah menerima pesan dari amber, yuri langsung meneleponnya.

“Hallo, yuri-ah apa kau menerima pesan dariku?” ucap amber begitu menerima telepon dari yuri

“Nne, kau yakin itu benar?”

“Tentu saja, beberapa hari ini aku sering melihat sebuah mobil yang selalu terparkir tak jauh dari sini, mobil itu juga sama dengan mobil yang selalu mengikutimu, mereka juga selalu mengawasi apartemen ini, tempat kekasihmu sudah tak aman yul, kalian harus segera pindah dari sana sebelum mereka menghancurkan apartemen ini dan terjadi sesuatu pada kekasihmu ataupun adikmu”

“Kau benar, apa kau sudah menyiapkannya?”

“Nne, aku sudah menyimpan kunci rumah beserta alamatnya, ku pastikan disana aman, dan pakailah mobil milikku, mereka sudah menargetkan mobil yang kau pakai saat pergi kemarin, aku sudah menyimpan kuncinya juga di loker”

“Baiklah, gomawo…”

“Nne, hati hati yul”

“Kau juga” ucap yuri kemudian mengakhiri panggilannya

Flashback End

“Mau kah kau tinggal bersamaku?”

“Wae? Bukankah kita belum menikah?”

“Nne… Tapi, aku tak bisa membiarkanmu sendiri, aku selalu ingin bersamamu, aku juga khawatir kau kembali mengalami mimpi buruk setiap malam, lagipula aku tak akan berbuat macam macam padamu sampai aku menikahimu, aku janji” ucap yuri panjang lebar dan terlihat begitu serius membuat tiffany tertawa merasa lucu

“Wae…?” tanya yuri heran

“Anniyo… Hahaha kau lucu sekali yul”

“Jadi? Apa kau mau?”

“Hmmm… Aku sudah hampir 5 tahun tinggal disini, terlalu banyak kenangan indah yg sulit aku lupakan” ucap tiffany membuat yuri tercekat

Ia pun terdiam oleh ucapan tiffany, ia tahu apartemen ini dipilihkan oleh taeyeon saat dirinya diterima di seoul university, saat itu taeyeon lah yang memberikan apartemen untuknya, awalnya taeyeon menawarkan rumahnya agar tiffany menenpatinya selama taeyeon melanjutkan studynya di kepolisian, namun tiffany menolaknya. Rumah taeyeon ia rasa terlalu mewah dan tiffany merasa tak nyaman. Akhirnya taeyeon mengalah dan memahami sifat kesederhanaan tiffany.

“Aku hanya bercanda” ucap tiffany tersenyum kembali mengusap tangan yuri untuk menghilangkan ketegangan kekasihnya itu

“Aku…” ucap yuri masih tertunduk

“Kapan kau akan membawaku? Aku harus siap siap membereskan barang barangku” ucap tiffany membuat yuri mengangkat wajahnya kembali

“An…aniyoo… Masalah itu biar aku yg tangani, aku akan menjemputmu setelah pekerjaanmu selesai nanti”

“Baiklah, kajja kita berangkat” ucap tiffany menggenggam tangan yuri

Keduanya pun segera meninggalkan apartemen

……………………………………….

Yoona terbangun membuka kedua matanya begitu pipi kanannya merasakan sentuhan yang terasa dingin, namun ia tersenyum saat melihat wajah seseorang yang tersenyum sedang menatapnya terlebih rasa dingin pada pipinya kini terasa halus saat tangan jessica mengusap usap lembut dan membingkai wajahnya

Jessica memang bangun lebih awal dan setelah selesai mandi ia berjalan menghampiri kekasihnya yang masih terlelap, ia pun duduk disamping yoona. Jessica tersenyum memandang kekasihnya itu, ia sangat menyukai wajah tidur yoona yang terlihat polos dan alami. Ia pun menempelkan telapak tangannya yang terasa dingin oleh basuhan air pada wajah yoona hingga kekasihnya itu terbangun.

“Wake up” ucap jessica tanpa suara hanya menggerakan mulutnya

“Hmmm…. Wae?” gumam yoona sedikit mengangkat tubuhnya kemudian duduk menyandarkan punggungnya “ini masih jam 8 pagi” lanjutnya saat melirik pada jam weeker tak jauh darinya

“Kita harus bersiap siap” ucap jessica berjalan membuka lemari pakaiannya untuk mengganti baju

“Oddiega? Bukankah kita masih berangkat 2 jam lagi”

“Bukan itu, kita harus segera membereskan barang barang dan pergi dari sini”

“Hah?” gumam yoona masih tak mengerti

“Tadi yul menghubungi ponselmu, dan saat aku angkat dia meminta kita untuk melakukan hal itu, kit harus segera pindah dari sini”

“Wae?” tanya yoona

“Orang orang yang ingin membahayakan kalian sudah mengincar tempat ini, jadi tempat ini sudah tak aman lagi, yul juga mengajak tiffany”

“Ah begitu, baiklah”

“Kkah mandilah, aku akan menyiapkan sarapan” ucap jessica

“Shirro… Aku ingin melihatmu mengganti pakaian dulu” ucap yoona dengan senyum evilnya

“Yah!! Dasar pervert, andwae!” ucap jessica hendak meninggalkan kamar setelah mendapatkan pakaiannya, namun dengan segera yoona terbangun dan menarik tangan jessica

“Kyaaaaa….” teriak jessica saat tubuhnya tertarik dan terjatuh diatas tubuh yoona, kedua tubuh yeoja itu kini sudah kembali berada diatas kasur

“Yy..yah! Apa yang akan kau lakukan?” tanya jessica saat wajah yoona perlahan mendekati wajah jessica, ia mencoba memberontak namun yoona berhasil mengunci tubuhnya hingga tak bisa bergerak, jessica hanya terdiam pasrah dan memejamkan kedua matanya

*cupp*

“Good morning” ucap yoona tersenyum setelah mencium singkat bibir jessica membuat kekasihnya itu kembali membuka kedua matanya

“Huh?” gumam jessica heran

“Aku belum mengucapkan itu tadi, kkah ganti bajumu” ucap yoona melepaskan tubuhnya yang telah mengunci tubuh jessica ,ia pun berjalan memasuki kamar mandi

“Yaish, aku pikir apa” ucap jessica namun ia tersenyum setelah mengingat apa yang dilakukan yoona barusan

Jessica pun bangun dan segera mengganti pakaiannya kemudian bersiap siap menyiapkan sarapan untuknya dengan kekasihnya itu

…………

Begitu sampai di tempat kerja tiffany, yuri membukan pintu mobil untuk kekasihnya itu

“Setelah pekerjaanmu selesai segera hubungi aku, nanti aku akan menjemputmu, lalu kita fitting pakaian untuk pesta nanti” ucap yuri

“Fitting? Sepertinya temanmu bukan orang yang biasa” 

“Hmm… Begitulah, dia putri rekan perusahan, sebenarnya dia teman kecilku juga”

“Ah otthokhae… Aku takut membuatmu malu”

“Wae…? Itu tak akan terjadi, tenang saja aku selalu disampingmu, ku pastikan orang orang justru akan iri melihatku karena membawa seorang bidadari hehehe”

“Hahaha kau bisa saja, kkah nanti kau akan terlambat ke kantor” ucap tiffany merapikan dasi yuri

“Baiklah” ucap yuri memeluk tiffany dan mengecup kening kekasihnya itu “fany-ah hwaiting!” lanjutnya memberi semangat pada tiffany

“Nne hwaiting!” jawab tiffany ,keduanya pun tertawa dan yuri memasuki mobilnya meninggalkan perpustakaan pusat ,tempat dimana tiffany bekerja

Setelah melaju, yuri menginjakkan gas menambah kecepatan mobilnya untuk menuju ilsan, hari ini ia tak berniat berangkat ke kantor

Setelah menempuh 1 jam perjalanan, ia pun sampai di ilsan tepatnya di klinik SH dimana taeyeon dirawat

Yuri melihat taeyeon baru saja selesai melatih kakinya untuk kembali berjalan normal setelah cukup lama mendapatkan perawatan akibat terkena timah panas yang menembus tulangnya, yuripun langsung menghampiri yeoja itu di taman klinik

“Bagaimana kakimu?” ucap yuri membuat taeyeon menoleh kearahnya

“Sudah lebih baik dari sebelum sebelumnya dan aku sudah mulai terbiasa dengan alat ini, akhirnya kau kemari ,kemana saja eoh?” ucap taeyeon

“Aigooo… Kau merindukanku? Hahaha mianhae, aku baru saja mempublikasikan perusahaanku”

“Yaish… Percaya diri sekali, aku merasa bosan disini, bawa aku pergi ppali…”

“Yah, kau masih harus mendapat perawatan agar lekas sembuh taeyeon-ah”

“Tidak kah kau lihat jika aku sudah baik baik saja?”

“Haishh.. Akan aku tanyakan dulu” ucap yuri, iapun menoleh mencari seolhyun “seolhyun-ah bisakah kau kemari?” lanjutnya memanggil hoobae nya yang didapati tak jauh darinya sedang berbincang dengan yeri

“Oh nne” ucap seolhyun segera menghampiri sunbae nya itu

“Bagaimana keadaan taeyeon sekarang?” tanya yuri

“Kesehatan tubuhnya sudah semakin membaik sunbae, alat yang terpasang pada tulang kakinya juga sudah bisa digerakan dengan baik, tapi taeyeon-shi masih harus memakai alat untuk mempermudah kakinya berjalan”

“Jadi apa dia sudah boleh pulang?”

“Nne, tapi pasien masih harus meminum beberapa obat dan masih harus mengeceknya secara rutin”

“Baiklah segera siapkan ya, aku akan membawanya pulang hari ini”

“Nne sunbae” ucap seolhyun kemudian berlalu meninggalkan kedua yeoja itu

“Kajja kita mencari sarapan sambil menunggu obatmu” ucap yuri membantu memapah taeyeon

“Yaish aku sudah bisa berjalan” ucap taeyeon menepis tangan yuri

“Baiklah kajja” ucap yuri kini tangannya beralih menggenggam tangan taeyeon dan menariknya berjalan meninggalkan klinik mencari tempat makan yang tak jauh dari sana

Sementara taeyeon hanya terdiam menerima perlakuan adik tirinya itu

….

“Apa hidupku masih terancam?” ucap taeyeon setelah selesai menikmati sarapan paginya

“Tentu saja, tapi sejauh ini mereka belum mengetahui keadaanmu yang sebenarnya” 

“Ah jadi aku sudah mati ya”

“Nne, mianhae aku yang mengonsepnya karena jika mereka tau kau masih hidup akan sangat berbahaya untukmu”

“Tapi bagaimana ibuku?”

“Emm… Mianhae, ibumu sangat syok hingga sampai sekarang masih mendapat perawatan di rumah sakit pusat, tapi hyoyeon dan keluarganya sudah menjaga ibumu disana”

“Rumahku sudah hancur, mungkin apartemenku juga tak akan aman”

“Nne, akan sangat berbahaya juga jika kau tinggal di hotel”

“Lalu?”

“Aku akan membawamu ke rumahku”

“Apa disana aman?” 

“Tentu saja, bahkan adikku, jessica serta tiffany juga akan tinggal disana”

“Mwo? T…ttiffany?” ucap taeyeon terkejut

“Nne, aku rasa tidak apa jika mereka akhirnya tau jika kau masih hidup”

“An..anni, andwae… Bisakah kau carikan tempat tinggal lain?”

“Wae…? Hanya itu sementara tempat paling aman, lagipula kau masih belum aman”

“Tapi bisakah aku tak tinggal dengan tiffany?”

“Wae…?” ucap yuri

“Kau tahu aku sudah berpisah dengannya? Dia tak ingin melihat wajahku lagi sampai dia sudah siap, aku tak ingin menyakitinya”

“Hmmm… Arraso aku mengerti, aku akan menanyakan amber dulu” ucap yuri, iapun mengambil ponselnya dan segera menghubungi amber, tak butuh waktu lama yuri mengakhiri panggilannya

“disana ada paviliun yang terpisah dari rumahku, kau bisa tinggal disana dan mungkin tiffany tak akan tahu keberadaanmu” ucap yuri

“Baguslah, kau jangan beri tahu mereka dulu tentang keberadaanku”

“Arrasso Mamanim” ucap yuri menundukan kepalanya

“Yaish…!!” ucap taeyeon menjitak kapala yuri dan keduanya pun tertawa

“Tapi besok ulang tahun sunny, apa nanti malam akan diadakan pesta di rumah tuan choi?”

“Ne aku mendapatkan undangan, ah bukankah dia mantan kekasihmu? Saat hari peringatan terakhirmu dia terlihat sangat terpukul, aku jadi merasa bersalah padanya”


“Apa menurutmu itu pesta besar?”

“Sepertinya begitu, beberapa rekan perusahaan juga menerima undangan, sepertinya tuan choi mengundang banyak para pemilik perusahaan perusahaan besar, terlebih sunny akan diangkat menjadi pemimpin perusahaan tuan choi tapi tuan choi masih tetap berada dibelakangnya, mungkin sunny hanya dimanfaafkannya karena bisa menarik perhatian para rekan bisnisnya”

“Mwo…? Kalau begitu bawa aku malam nanti” ucap taeyeon 

“Mwoo??? Yah Andwae.. Kau mau mati sungguhan huh?” ucap yuri tak kalah terkejut

“Anni, tapi sunny dalam bahaya yul! Dia tak boleh masuk kedalam jurang setan ayahnya”

“Wae…?”

“Dasar bodoh, aku tak akan pernah membiarkan kekasihku dalam bahaya”

“Mwoo? Kekasih? Jadi k..kkau? Yah! Apa hubunganmu dengan tiffany berakhir karena dia?”

“Anniyo… Semua karena salahku, dari awal aku memang hanya mencoba melupakan sunny dengan menerima tiffany, tapi bagaimanapun juga pada akhirnya aku tetap tak bisa melepaskannya”

“Mwo? Yah!!!” teriak yuri menarik kerah baju taeyeon merasa marah “yaish! Tahu begitu aku tak akan mengeluarkanmu dari rumahmu!” lanjutnya sambil melepaskan cengkramannya

“Nne… Karena itu tiffany tak ingin melihat wajahku lagi, tapi bodohnya dengan tulus dia bilang telah memaafkanku” ucap taeyeon tersenyum sedih menundukkan kepalanya

“Karena dia memang selalu memiliki hati yang tulus tak sepertimu” ucap yuri masih merasa kesal

“Nne kau benar, aku harap ada seseorang yang tulus dan lebih baik dariku yang bisa membahagiakannya” ucap taeyeon mengangkat wajahnya menatap yuri

Sementara yuri hanya terdiam

“Jadi kau tetap ingin menemui sunny?”

“Nne… Jebal” ucap taeyeon memohon

………………………

“Untuk sementara kalian akan tinggal disini” ucap amber begitu ketiga yeoja itu tiba di sebuah rumah yang memiliki halaman cukup luas itu setelah menjemput yoona dan jessica

“Woah besar sekali, ini milikmu?” ucap yoona

“Anniyo, ini milik yul. Aku menggunakan uangnya untuk membelikan rumah ini, lokasinya cukup aman dan strategis, aku masih harus menyelesaikan beberapa urusan, aku tinggal dulu” ucap amber mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan yoonsic

“Benar benar selera unnieku” ucap yoona masih takjub menoleh ke segala ruangan di dalam rumah yg cukup besar itu, namun pandangannya terhenti pada tatapan jessica yang sedang memandangnya

“Wae?” tanya yoona

“Seharusnya kita juga memiliki rumah, kapan kau akan menikahiku?”

“Arrasso, setelah restoran kita sukses aku akan membangun rumah untuk kita”

“Yah bukankah itu milik sooyoung”

“Anniyo, restoran itu milikku, sooyoung yang memberikannya untukku”

“Yaish kau tak bisa seenaknya menerima, apalagi restoran itu bukan restoran kecil kecilan”

“Wae…? Bukankah kita tak boleh menolak pemberian orang”

“Kau memintanya bahkan memaksanya membangun restoran kan?”

“Nne, tapi dia menurutinya, dan sekarang aku memilikinya untuk awal usahaku”

“Yaish… Sudahlah, aku akan kalah jika berdebat denganmu” ucap jessica berjalan mendahului yoona memasuki kamar

“Kenapa kau terlihat marah?” tanya yoona setelah berhasil menyusul kekasihnya

“Anni, aku tidak marah” ucap jessica enggan menatap yoona, ia mulai membuka koper dan mengeluarkan isinya untuk ditata kedalam lemari

Yoona pun ikut membuka koper miliknya

“Yah, apa yang kau lakukan?” ucap jessica

“Tentu saja menata baju bajuku”

“Yaish kau memiliki kamar sendiri, kita tak boleh tidur bersama”

“Wae…?”

“Yah! Dasar bodoh, kita sedang tinggal bersama yuri dan tiffany”

“Ah ahahaha aku baru ingat” ucap yoona tertawa menggaruk garukkan kepalanya “arra, aku akan kekamarku, tapi tengah malam nanti kamarku jangan dikunci, arrasso?”

“Why?”

“Tentu saja agar aku bisa diam diam memasuki kamar dan tidur bersamamu” ucap yoona dengan tawa innocent

“Yaish… get out! dasar pervert!” ucap jessica mendorong tubuh yoona keluar dari kamar nya, iapun melihat yoona yang masih tertawa berjalan menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar jessica

“Kau terlalu polos sampai tak pernah menyadari jika bahaya sudah berada di sekelilingmu” ucap jessica dalam hati

Jessica memang diam diam mencurigai sooyoung setelah mengetahui kronologis kasus penembakkan ayah yuri, dan menemui yoona yang tak sadarkan diri didepan pintu apartemennya. Ditambah ucapan yuri yang memintanya selalu memperhatikan yeoja itu jika sedang bersama yoona. Jessica telah menduga jika sooyoung terlibat di dalam kasus itu

………………………………..

“Ini beberapa obat yang harus rutin diminum, aku sudah menuliskan aturan minumnya disana” ucap seolhyun memberikan kotak berisi obat obatan pada yuri

“Nne, gomawo seolhyun-ah, maafkan dia kalau selama ini merepotkanmu”

“Anniyo, memang sudah tugasku, tapi kau masih memiliki hutang padaku”

“Huh? Hutang apa?”

“Kau masih belum menceritakan apa yang sebenarnya terjadi”

“Hahaha yaish… Arraso nanti akan aku mengunjungimu lagi, kalau begitu aku pergi dulu” ucap yuri kemudian berlalu meninggalkan klinik

“Dia kekasihmu?” tanya taeyeon begitu yuri memasuki mobil, taeyeon sudah terlebih dahulu duduk didalam

“Anni, yah mengapa kau duduk dibelakang, pindah! Aku bukan supirmu”

“Hahaha arasso, aigoo tadinya aku mau tidur” ucap taeyeon, iapun langsung pindah ke jok depan

Setelah melihat taeyeon mengenakan sabuk pengaman, yuripun menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan ilsan

……

“Wae? Kenapa kau terus memandangku? Kau jatuh cinta padaku?” ucap taeyeon yang sedari tadi memergoki yuri selalu memperhatikannya setiap berhenti di lampu merah

“Anniyo, aku memperhatikan luka bakar di bagian leher dan telinga belakangmu”

“Ah ini, gara gara ini juga rambutku harus dipotong pendek, menyebalkan”

“Hahaha kau benar, aku bahkan baru menyadarinya jika rambutmu pendek, pantas terlihat berbeda” 

“Yaish menyebalkan”

“Tapi kau terlihat seperti namja, tampan”

“Omo omo! Apa sekarang kau benar benar jatuh cinta padaku?” ucap taeyeon pura pura terlihat terkejut dan ketakutan

“Hahaha dasar bodoh, mana mungkin aku jatuh cinta pada orang pendek sepertimu, lagipula aku sudah memiliki kekasih” ucap yuri tersenyum senang memikirkan wajah cantik tiffany

“Nugu?”

“Sejak kapan kau peduli padaku, bukankah biasanya kau tak peduli terhadap apapun?” sindir yuri

“Yaish… Arra, aku akan diam” ucap taeyeon kembali mengalihkan pandangannya

“Ini sudah beberapa bulan dari kasus itu dan aku masih belum bisa mengumpulkan beberapa bukti terhadap tuan choi” ucap yuri membuka kembali percakapan setelah keduanya cukup lama terdiam, taeyeonpun kembali menatapnya

“Pasti karena banyaknya anak buah dari tuan choi”

“Nne, mereka selalu saja mengincar nyawaku dan adikku”

“Lalu ayahmu?”

“Dia terlihat tak peduli terhadap hal itu, pekerjaanku pun di kantor tidak terlalu berat kali ini, jadi aku manfaatkan untuk fokus pada perusahaan game ku”

“Apa yang harus aku lakukan untuk membantumu?” ucap taeyeon membuat yuri menoleh menatapnya

“Wae? Bukankah waktu itu kau yang mengatakannya?” ucap taeyeon kembali

“Segeralah sadar dan bantu aku”

Yuri tersenyum ketika dirinya mengingat pernah mengucapkan itu saat taeyeon belum sadar dari koma nya, rupanya ia tak tahu jika sebenarnya taeyeon mendengarkan ucapannya

“Baiklah, karena sudah beberapa bulan kau meninggal, aku rasa orang orang sudah melupakanmu, apalagi dengan penampilanmu yang sekarang”

“Lalu? Apa yang akan kau lakukan padaku?”

“Emm… Sebaiknya kita perbaiki dulu penampilanmu, kau masih terlihat buruk, let’s go!” ucap yuri terlihat semangat dan menambah kecepatan mobilnya

Setelah menempuh satu jam perjalanan, keduanya tiba di seoul

“Kenapa kau mengajakku ke tempat seperti ini?” ucap taeyeon memperbaiki topi yang ia kenakan untuk melindungi wajahnya, yuri baru saja membawanya memasuki sebuah mall besar di seoul

“Untuk merubah penampilanmu, kajja” ucap yuri menarik tangan taeyeon dan memasuki sebuah salon kecantikan

Keduanyapun langsung disambut pemilik salon itu

“Aigoo… Uri yul kemana saja baru kesini eoh?”

“Hahaha mianhae aku terlalu sibuk gyuri-ah” ucap yuri memeluk teman yang pernah satu kampus dengannya itu, keduanya cukup dekat karena yuri salah satu pelanggan salonnya

“Kau masih terlihat tampan, apa yang mau kau ubah lagi?”

“Anniyo bukan aku, tapi oppaku” ucap yuri tersenyum dan menggeser tubuhnya yang telah menutupi tubuh taeyeon yang berdiri di belakangnya

“Omo!” teriak gyuri sampai menutup mulutnya saat melihat taeyeon “yah, mengapa kau baru memberi tahuku jika kau memiliki oppa yang sangat cute tampan eoh?” bisik gyuri membuat yuri tertawa

“Mianhae, aku saja baru ingat jika memiliki kakak laki laki, dia baru saja pulang wajib militer” bohong yuri

“Ah begitu, kalau begitu kajja ikuti aku, berhubung pelangganku adalah seorang namja jadi aku sendiri yang akan melayaninya kekekekekk”

“yah, apa kau yakin dia bisa merubahku menjadi namja? ini salon kecantikan” bisik taeyeon

“kau tenang saja, dia sudah ahlinya merubah gaya apapun” jawab yuri

“hey mengapa diam saja, kajja” ucap gyuri

“Dia sedikit pemalu, ah ya gyuri-ah carikan pakaian untuk menghadiri sebuah pesta untuknya dan ubah dia setampan mungkin” ucap yuri

“Arrasso, serahkan saja padaku” ucap gyuri mengacungkan jempolnya

“kkah masuklah, aku akan pergi sebentar menjemput kekasihku, hubungi aku jika sudah selesai” ucap yuri memberikan sebuah ponsel pada taeyeon

………………………………..

“Yoong kajja antar aku” ucap jessica menghampiri yoona yang asik menonton TV

“Oddiega?” 

“I’m on period, aku lupa membelinya”

“Huh sayang sekali, berarti malam ini kita tak bisa..”

“Yah! Jangan memulai, kau jadi ingin mengantarku atau tidak” potong jessica

“Hehehe aku bercanda aigoo.. Kau seram sekali, kajja kita let’s go” ucap yoona segera mengambil jaketnya

“Kita jalan kaki saja, saat perjalanan kesini tadi aku lihat sebuah mini market tak jauh dari sini” ucap jessica memeluk lengan kekasihnya itu sementara yoona hanya tersenyum

Beberapa menit setelah yoonsic pergi, mobil yang ditumpangi yuri dan tiffany tiba

“Dandanlah secantik mungkin, aku akan kembali menjemputmu” ucap yuri setelah membukakan pintu mobil untuk tiffany

“Eh? Kau akan pergi lagi yul?”

“Nne, aku harus menjemput temanku, kita akan pergi ke pesta bersamanya lagipula dia juga akan tinggal disini tapi di paviliun belakang”

“Arraso aku akan bersiap siap, kau hati hati di jalan yul” ucap tiffany kembali tersenyum dan memberikan kecupan singkat di pipi kelasihnya itu

Yuri pun segera meninggalkan rumah untuk menjemput taeyeon

……….

Begitu sampai

“Yah! Lama sekali eoh! Menyebalkan” ucap taeyeon yang sudah cukup lama berdiri menunggu yuri menjemputnya

“Mianh… Omo!” ucap yuri terkejut saat melihat perubahan pada penampilan taeyeon, wajahnya terlihat lebih cerah dengan tatanan rambut pendek gaya barunya membuat taeyeon benae benar terlihat seperti seorang namja

(Cr : taenghuan51.com)

“Wae…? Ada apa dengan ekspresi menyebalkanmu itu” ucap taeyeon memandang yuri datar

“An..anniyo, kau tampan sekali oppa!” ucap yuri sedikit beragyeo sambil menggodanya

“Yah! Agyeomu membuatku mual, kajja kita harus pergi dari sini”

“Nne oppa.. Jebal…” ucap yuri

Keduanya pun berjalan menuju basement dan memasuki mobil

“Yah, mengapa kau duduk didepan, pindah ke belakang!” ucap yuri saat melihat taeyeon duduk disampingnya

“Wae? Tadi kau memintaku duduk didepan”

“Aku membawa kekasihku, ppali”

“Yaish, arasso” ucap taeyeon kesal, iapun berpindah ke jok belakang”

Diperjalanan

“Taeng aku sudah memberitahu tiffany kalau kau akan tinggal di paviliun”

“Mwo? Yah!! Lalu apa tiffany terlihat marah?”

“Anniyo, dia belum tahu jika itu kau, aku tak memberitahunya”

“Haah… Syukurlah, kau membuatku jantungan”

“Tapi tetap saja kau akan bertemu dengannya”

“Mwo? Otthokhae..?” 

“Aku rasa dia tak akan mengenali penampilan barumu, aku saja hampir tak mengenalimu”

“Yah! Aku telah bersamanya beberapa tahun, bagaimana jika dia tetap mengenaliku huh?”

“Ya… Apa boleh buat, kau harus mengakuinya”

“Yaish… Menyebalkan” ucap taeyeon

*piip piiippp* suara klakson mobil terdengar setelah mobil yuri tiba di rumah barunya itu

“Sudah sampai, kajja” ucap yuri

“Ini rumahmu? Mengapa kita kemari?” ucap taeyeon heran

“Untuk menjemput kekasihku” ucap yuri tersenyum memandang pintu rumahnya yang mulai terbuka, taeyeon pun ikut menoleh

Namun taeyeon sangat terkejut saat tampak seorang yeoja mengenakan dress putih yang berjalan kearahnya, tiffany terlihat sangat anggun

“Y..yyul, jja…jjadi” ucap taeyeon terbata

“Nne dia kekasihku sekarang, kau tak tahu berapa lama aku menunggunya taeng aku senang sekaligus sedih setelah mengetahui hubungan kalian berakhir” ucap yuri membuat taeyeon terdiam menatap yuri yang sudah keluar dari mobil menyambut kekasihnya itu

“Bagaimana penampilanku yul? Apa aku terlihat jelek?” tanya tiffany memutar mutarkan tubuhnya dihadapannya yuri, wajahnya terlihat malu

“Anniyo, kau sangat cantik fany-ah, dan selalu terlihat cantik” ucap yuri tersenyum tenang

“Hahaha kau bisa saja, kajja” ucap tiffany

“Chankkaman, ada seseorang yang ingin aku kenalkan”

“Nne? Nugu?”

“Hey turunlah” panggil yuri pada taeyeon yang masih terdiam didalam mobilnya, tiffanypun ikut menoleh saat pintu mobil terbuka dan menampilkan sosok namja dengan tampilan yang sangat rapi

Perlahan taeyeon berjalan menghampiri kedua yeoja itu dengan kepala yang masih menunduk

Perkanalkan dirimu, ini tiffany… Kekasihku” ucap yuri setelah ada jeda, ia sendiri sedikit ragu dan khawatir jika rahasia taeyeon akan terbongkar

“anyeong, tiffany hwang imnida” ucap tiffany tersenyum mengangkat tangan kanannya

Taeyeon pun mengangkat wajahnya dan kini keduanya saling bertatapan dalam jarak yang dekat

*deg deg deg deg…* detak jantung taeyeon langsung berdetak keras saat melihat wajah tiffany dengan dandanan senada seperti biasanya namun terlihat nampak berbeda dari yang biasanya saat mereka masih menjadi pasangan kekasih, wajah tiffany yang sekarang terlihat begitu cerah

“T..ttae…” ucap taeyeon namun ia terkejut dengan ucapannya yang hampir menyebutkan namanya

“Nne?” ucap tiffany tak mendengarnya

“Taehyuk, kim taehyuk” ucap taeyeon membungkukan badannya dan menjabat tangan tiffany

“Ah… Taehyuk oppa, senang berkenalan denganmu” ucap tiffany tersenyum kembali pada taeyeon “kajja kita berangkat” ucapnya kembali pada yuri

“Nne kajja” ucap yuri membukakan pintu mobilnya untuk tiffany “ayo oppa” lanjutnya pada taeyeon yang masih terpaku

“Ah n.. Nne” ucap taeyeon segera memasuki mobil

Tiffany duduk disamping yuri yang mengemudikan mobil sementara taeyeon duduk di jok belakang

Selama diperjalanan menuju rumah sunny taeyeon lebih memilih diam memperhatikan interaksi mantan kekasihnya yang kini telah menjadi kekasih adik tirinya itu. Satu sisi ia bersyukur saat tiffany tak mengenalnya, namun sisi lain hatinya sedikit sakit melihat hal itu terlebih tiffany memang sudah tak ingin mengenalnya. Namun ia bersyukur bisa meoihat tiffany terlihat bahagia bersama yuri

…………………………………

Maksud hati ingin berbelanja di sebuah mini market, yoona dan jessica justru malah mengunjungi sebuah mall besar tak jauh dari sana hingga keduanya tak menyadari hari sudah gelap

“Mwo? Sudah jam 9, kau sih keasikan berbelanja” ucap yoona setelah melihat jam tangannya

“Yah bukankah kau sendiri yang menawariku kemari”

“Hehehe apa boleh buat, kau terlihat menyeramkan tadi”

“Mwo?” ucap jessica kembali menatapnya tajam

“Anniyo… Aku hanya bercanda, kajja kita pulang dan makan malam di rumah saja” ucap yoona menggandeng tangan kekasihnya itu

Keduanya kembali berjalan menuju tempat tinggal barunya

Namun ditengah perjalanan saat keduanya melewati gang sepi, saat berbelok langkah mereka terhenti ketika melihat segerombolan pria yang sedang mabuk dan bermain main di gang itu

“Omo! Pertanda buruk” ucap yoona, jessica pun ikut terkejut melihatnya

“Sebaiknya kita putar arah dan mencari taksi saja yoong” ucap jessica mengeratkan genggaman tangannya pada lengan yoona

Sayangnya saat keduanya berbalik salah seorang dari kelima pria yang sedang mabuk itu melihat keduanya

“Hey… Noona noona, oddiega? Mengapa berputar arah? Kemarilah bersenang senang bersama kami hahaha” ucap namja itu diiringi tawa teman temannya, mereka mulai berjalan mengikuti yoona dan jessica

“Jangan dengarkan, kajja” ucap jessica kembali melangkahkan kakinya

“Hey mau kemana? Kenapa buru buru sekali?” ucap seorang namja yang tiba tiba muncul dari gang lain yang sudah menghadang mereka

“Wow, sukjin-ah kau datang diwaktu yang tepat, apa kau membawa soju pesanan kami?”

“Tentu saja, ah.. Sepertinya ada yang akan bergabung bersama kita” ucap pria bernama sukjin itu mendekati yoona dan jessica yang mulai berjalan mundur

Langkah keduanya terhenti saat kelima namja itu sudah berada dekat di belakangnya

“Yoong aku takut” bisik jessica ketakutan dan memejamkan kedua matanya, yoona pun memeluknya

“Hey jangan takut noona, aigoo… Butt mu seksi sekali” ucap sukjin dengan tangannya hendak menyentuh butt jessica

“Yah, jangan sentuh! Itu milikku!” ucap yoona kesal menepis tangan namja itu

“Aigoo.. Jadi kalian sepasang kekasih eoh? Sayang sekali kalau begitu, bagaimana jika kalian bersama kami saja? Kami lebih nikmat hahaha” ucap bos dari keenam namja itu kembali tertawa ,tangannya hendak merangkul pundak jessica

“Jangan mimpi” ucap yoona langsung menarik rangan namja itu dan memutarnya

“Akkkh!!!” teriak namja itu kesakitan mambuat teman temannya terkejut

“Yah mengapa kalian diam saja, bantu aku!” ucap namja itu membuat kelima temannya tersadar dan mulai menyerang yoona, yoona pun mendorong namja itu dan melindungi tubuh jessica dari serangan para namja yang sedang mabuk itu hingga terjadi perkelahian

Jessica semakin ketakutan dan khawatir melihat yoona beberapa kali diserang namun ketakutan itu perlahan berubah menjadi rasa kagum, yoona yang ia lihat kini berbeda dari yoona yang saat pertama kali ia temui dengan kasus yang sama saat bertemu dengan beberapa preman. Dulu yoona hanya berpura pura pingsan untuk menyelamatkan dirinya namun kini ia melihat yoona dengan sigap melawan para namja itu hingga satu persatu mereka tersungkur menerima pukulan dari yoona

*brukkk!!!*

“Akh!! Ampun noona, kami tak akan mengganggu lagi” ucap salah satu namja yang terakhir dibuat K.O oleh yoona

“Awas saja aku menemui kalian yang sedang mwngganggu seorang yeoja lagi, akan kupatahkan leher kalian satu persatu! Arrasso?!” ucap yoona mengancam mereka

“Nne.. Arrasso…” ucap keenam namja itu yang masih terbaring kesakitan

“Kajja” ucap yoona menggengam tangan jessica membawanya meninggalkan gang itu

“Y..yyong benarkah itu kau?” ucap jessica masih merasa terkejut

“Wae…? Apa kau melihat malaikat pencabut nyawa disekelilingku?”

“Anniyo, aku hanya tak menyangka”

“Entahlah, aku seperti mendapat kekuatan saat orang lain ingin menyentuhmu, dan aku baru sadar jika aku sudah berlatih beladiri” ucap yoona

“Aku tidak ingin terjadi hal yang buruk padanya, tapi aku juga tidak bisa selalu menjaganya, bahkan mungkin suatu saat aku tidak bisa ada disampingnya lagi” ucap yuri, kini wajahnya terlihat serius

“Wae? Kau terdengar seperti akan pergi jauh”

“Untuk saat ini aku tak bisa melindunginya, untuk itu aku ingin memintamu untuk selalu disampingnya, percayalah walaupun dia menyebalkan tapi yoong anak yang baik, dia akan selalu melindungi seseorang yang ia cintai”

Jessica tersenyum mengingat kembali ucapan yuri yang terbukti itu, iapun semakin mengeratkan pelukannya pada lengan kekasihnya itu

“Wae? Kau sesenang itu?”

“Tentu saja, setidaknya kau jadi bisa menjaga dirimu bahkan melindungiku, gomawo…”

“Nne? Hanya itu?” ucap yoona menghentikan langkahnya

Keduanya sudah sampai didepan rumah

“Memangnya apa lagi?” tanya jessica innocent membalikkan badannya menghadap yoona

“Anniyo…” ucap yoona kembali berjalan mendahuluinya, namun saat melewati tangan jessica meraih tangan yoona dan menariknya cukup hingga yoona kembali berbalik

*cupp* dengan cepat jessica membingkai wajah yoona dan mencium bibirnya yang tentu saja membuat yoona terkejut atas perlakuannya

Namun yoona tersenyum senang dengan kedua tanganya terangkat memeluk pinggang jessica dan membalas ciuman kekasihnya itu

………………..

Yuri, tiffany dan taeyeon telah tiba digedung milik tuan choi tempat diadakannya pesta ulang tahun sunny.

“Sepertinya kita sedikit terlambat, oppa apa kau sudah memakai topengmu?” tanya yuri yang mulai memakaikan topeng begitupun tiffany

“Ah aku lupa menaruhnya, kalian duluan saja sepertinya topengku terjatuh”

“Yaish… Baiklah, kau langsung masuk saja nanti, gunakan ini” ucap yuri memberikan kartu undangan pada taeyeon

“Nne… Bersenang senanglah” ucap taeyeon

Yuri dan tiffany pun mulai berjalan memasuki lift ,saat itu taeyeon mulai memakaikan topengnya yang sedari tadi ia simpan didalam saku jasnya, iapun keluar dari mobil dan memasuki lift yang lain

“apa kami terlambat?” ucap yuri saat disambut oleh sooyoung

“sedikit, kira kira satu jam lah” ucap sooyoung diikuti tawa yuri

“hahah mianhae, pestanya sudah mulai?”

“nne, langsung bergabung saja, ah ya apa hanya kalian berdua?” tanya sooyoung

“nne, adikku dan kekasihnya menghilang sedari pagi ,ah ya dia kemkasihku sekarang”

“omo! anyeong eonnie, mian aku baru menyadari jika kau tiffany eonnie, kau selalu saja terlihat cantik” ucap sooyoung

“gomawo youngie-yaa kau juga semakin tampan” canda tiffany

“yah, kalian jangan saling menggoda yaish…” ucap yuri, ketiganya pun kembali tertawa hingga tanpa mereka sadari tengah diawasi oleh beberapa anak buah tuan choi

“sasaran sudah berada disini, tapi sekarang sedang bersama sooyoung noona” ucap jinyoung salah satu anak buah tuan choi yang berdiri tak jauh dari ketiga yeoja itu

“tetap awasi dan ikuti gerak geriknya hingga pesta usai, lalu tangkap bahkan bunuh mereka saat pulang”

“baiklah”

……

taeyeon berjalan memasuki ruangan dimana pesta diadakan setelah berhasil masuk tanpa dicurigai karena kartu undangan yang diberikan oleh yuri.

ia terus berjalan melewati para tamu undangan yang sedang menikmati alunan musik klasik dalam pesta tersebut kepalanya masih sibuk menoleh ke segala arah mencari sosok yang selama ini dia rindukan hingga tak butuh waktu lama ia meenemukan sosok itu sedang duduk tak jauh darinya 

taeyeon pun tersenyum dan kembali melangkahkan kakinya menghampiri yeoja itu, namun baru beberapa langkah ia kembali terhenti saat melihat tuan choi membawa beberapa namja yang masih terlihat muda menghampiri yeoja itu

“sunny-ah mengapa kau diam saja? apa kau tak menikmati pesta yang sudah appa buat ini eoh?” ucap tuan kwon membuyarkan lamunan sunny

“anniyo, ada apa appa kemari”

“appa mengundang beberapa rekan perusahaan appa yang mungkin bisa berteman baik dan bekerja sama denganmu” ucap tuan choi memperlihatkan 3 orang namja yang sudah berdiri dibelakangnya, sementara sunny hanya menatap malas pada ketiga namja itu

“hmm… aku tak membutuhkan itu”

“yaish… jangan seperti itu, kkah nikmati perkenalan kalian, appa akan kembali menemui tamu undangan lainnya” ucap tuan choi berlalu meninggalkan putrinya bersama ketiga namja itu

“anyeong, apakah kami boleh duduk bergabung?”

“duduklah” ucap sunny

“perkenalkan kim jaejoong imnida” ucap salah satu namja itu mengulurkan tangannya

“sunny” jawab sunny membalas tangan jaeejong

“gongchan imnida” ucap namja kedua

“minwoo imnida” ucap namja ketiga, sunny pun tersenyum singkat menganggukkan kepalanya

“kim taehyuk imnida” ucap taeyeon yang baru saja ikut bergabung di meja mereka membuat sunny dan ketiga namja dihadapannya menoleh kearah pemilik nama itu

“nugu? apa aku sudah mempersilahkanmu duduk? tidak sopan” ucap sunny dengan nada sinisnya, ia memang terkenal dingin pada orang orang yang belum dikenalnya

“dia rekanku sekaligus dirut baru diperusahaan gameku sunny-ah hehe mianhae dia memang begitu” ucap yuri menepuk pundak taeyeon, beruntung ia datang disaat yang tepat

“oh begitu” ucap sunny singkat segera berdiri menyambut yuri

“selamat ulang tahun, kau masih saja terlihat pendek eoh” ucap yuri memberikan kado dan memeluk sunny

“yaish..! menyebalkan, gomawo..” ucap sunny membalas pelukan yuri “kau?” ucapnya kembali saat melihat tiffany berdiri dibelakang yuri

“dia datang sebagai kekasihku” ucap yuri

“ah… begitu, duduklah” ucap sunny

“anniyo, aku belum menemui ayahmu, kalian kembali mengobrol saja” ucap yuri “dan kau… kau jangan menggodanya, arra?” lanjutnya sambil menunjuk taeyeon

sunny pun kembali memandang taeyeon yang diketahuinya sebagai kim taehyuk itu. ada perasaan berbeda saat memandang namja itu. ia pun kembali duduk

“sunny-shi senang sekali mendengar anda akan bergabung dengan perusahaan tuan choi” ucap jaejoong

“nne… aku juga, aku harap kita bisa menjadi mitra dan bekerja sama dengan baik” tambah minwoo

“apa kau sudah memikirkan kembali dengan keputusan itu? apa yakin akan merasa nyaman?” ucap taeyeon membuat sunny kembali menatapnya

“maksudmu?” ucap sunny

“anniyo hanya saja apa tidakkah terlalu munafik jika menyukai apa yang sebenarnya tidak kita sukai?” ucap taeyeon tersenyum sinis

“yah, kau tak pantas berkata seperti itu padanya, kau tak tahu jika dia adalah pewaris perusahaan tuan choi huh?” ucap gongchan

sementara sunny hanya menatapnya sinis merasa tersinggung dengan ucapan taeyeon

“suka atau tidaknya bukankah ini sama sekali bukanlah urusanmu?” ucap sunny membuat taeyeon terdiam

“kau benar, itu memang bukan urusanku, aku hanya tak ingin kau mengambil langkah yang salah, karena jika kau sudah tersesat maka kau akan sulit untuk kembali” ucap taeyeon segera berdiri dan meninggalkan mereka, namun sunny masih terus menatap punggung taeyeon yang berjalan semakin menjauh

“sunny-shi?” panggil minwoo

“n..nne?” ucap sunny mengalihkan pandangannya pada minwo, namun saat kembali menoleh sayangnya sosok taeyeon sudah tak terlihat lagi

“sunny-shi bagaimana kalau kita..”

“mianhae aku harus menemui adikku, senang bisa mengenal kalian” ucap sunny segera berdiri dan meninggalkan ketiga namja itu

Sunny berjalan kearah dimana taeyeon pergi, entah kenapa tubuhnya merasa tertarik untuk kembali menemui namja bernama taehyuk pergi padahal ia sendiri merasa kesal pada namja itu. namun sayangnya sosok taehyuk tak ditemukannya karena banyaknya tamu undangan yang sedang melakukan dansa bersama para pasangannya. namun saat akan kembali tiba tiba seseorang menarik tangannya dan memeluk pinggang sunny membuat sunny terkejut segera melepaskan diri namun tangan orang itu cukup kuat hingga ia berhenti memberontak saat wajahnya terangkat melihat sosok yang berani memeluknya itu, kim taehyuk a.ka taeyeon

“kau mencariku?” ucap taeyeon tersenyum

“anniya, lepaskan aku” ucap sunny kembali berontak

“anniyo sampai musik berhenti, nikmati saja.. musik klasik akan membuat pikiranmu tenang jika diresapi” ucap taeyeon membuat sunny terdiam dengan ucapannya, perlahan tubuhnya pun ikut bergerak mengikuti gerakan taeyeon, tangannya mulai terangkat melingkari leher taeyeon dan keduanya menikmati dansa bersama para pasangan lainnya

“pundak ini….” ucap sunny dalam hati, sosok kim taehyuk entah kenapa mengingatkannya pada taeyeon

“apa kau baik baik saja?” ucap taeyeon

“maksudmu?”

“apa kau baik baik saja?” ucap taeyeon kembali

“anniyo” jawab sunny pelan namun masih dapat didengar taeyeon

….

“anyeong tuan choi” ucap yuri menyapa tuan choi yang sedang berkumpul dengan para ceo perusahaan besar

“hey yul, aigoo… kau semakin cantik saja” ucap tuan choi menyambut yuri dan mengajaknya bergabung

“ah ya aku dengar belum lama ini kau membuka perusahaan aplikasi games yang cukup terkenal” ucap tuan choi kembali membuat para ceo lain saling menatap kagum

“ahahaha anniyo, masih belum sesukses itu..” ucap yuri tertawa malu

“aigoo.. jangan merendah seperti itu, lihatlah dia masih sangat muda tapi jiwa pekerja kerasnya begitu membara, aku harap anakku sepertimu” puji tuan choi pada rekan rekannya

“hahaha tuan bisa saja, ah ya aku akan berdansa bersama kekasihku”

“nne.. nne.. nikmati pestanya yul” ucap tuan choi tersenyum memandang yuri yang sudah berjalan menuju tempat dansa, perlahan senyuman tuan choi pun berubah menjadi tersenyum smirk menatap yuri

“mengapa sedari tadi kau diam saja? apa kau tak nyaman?”

“hemm… sedikit, kenapa kau tak memberi tahuku jika ini ulang tahun sunny?” ucap tiffany tersenyum malu

“minhae… apa sebaiknya kita pulang sekarang?”

“an.. anniyo.. andwae, aku sudah tak apa apa sekarang, aku hanya merasa sedikit tak nyaman saat kau bersama mereka” ucap tiffany menoleh kembali menatap tuan choi dengan rekan rekannya

“ah.. akupun begitu hahaha, kajja kita berdansa”

“nne..? t..ttapi aku belum pernah berdansa, aku masih belum bisa”

“tenang saja, hanya ikuti gerakanku, lambat laun kau akan menikmati dan menyukainya” ucap yuri menghadap tiffany, menggenggam kedua tangannya hingga melingkarkan pada lehernya, kedua tangan yuri pun melingkar pada pinggang tiffany

“otthokhae?” tanya yuri setelah mulai berdansa

“aku menyukainya” ucap tiffany tersenyum mengangkat wajahnya memandang yuri, yuripun menurunkan wajahnya dan mencium bibir tiffany

………………..

pesta telah usai, yuri dan tiffany pun pamit untuk pulang

“mobil yang membawa mereka sudah bergerak, segera ikuti” ucap jinyoung yang sudah sigap didalam van bersama rekan rekannya, mereka pun mengikuti mobil yuri

“tidurlah, kau terlihat mengantuk fany-ah, mianhae membuatmu lelah karena belum beristirahat sepulang bekerja”

“gwaenchanna… aku senang bisa seperti ini denganmu yul, sangat jarang sekali” ucap tiffany

“hehehe aku juga senang, akan aku usahakan agar kita bisa selalu seperti ini” ucap yuri mengusap usap kepala tiffany

“Suasana tampak sepi, segera lakukan!” ucap jinyoung pada walkie talkie

“nne” ucap seseorang dibalik walkie talkie itu yang sudah mengendarai sebuah truk besar yang berada di belakang van yang dikendarai jinyoung dan rekan rekannya, namja itu pun menginjakkan gas mendahului van hingga kecepatan truk itu semakin bertambah dan…

*brakkk!!!!!* dengan kencang truk itu menabrak sebuah mobil yang berada didepannya hingga berhasil terguling beberapa kali

…………..

*prank!!!!*

“yah! apa yang kau lakukan” ucap jessica setelah mendengar sebuah benda jatuh di dapur

“manhae, piringnya licin saat akuncuci hingga jatuh hehehe” ucap yoona tersenyum innocent

“yaish… selalu saja ceroboh, chankkaman jangan disentuh nanti pecahannyabakan melukai tanganmu, aku akan membawakan sapu” ucap jessica meninggalkan yoona

perlahan senyuman yoona menghilang, tangannya meraba dadanya

“perasaan apa ini?” ucapnya dalam hati saat merasakan detak jantungnya tiba tiba berdetak begitu cepat

TBC

We Are Different part 10

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl


Diacara upacara kematian taeyeon

Yuri berjalan keluar begitu merasa tak nyaman dengan kehadiran Tuan Choi dan para anak buahnya.

Ia pun menghampiri amber yang sedang berdiri menghadap sebuah danau sambil menikmati rokok yang dihisapnya di luar gedung

“Yah, bisa bisanya kau melakukan hal ini di acara seperti ini” ucap yuri langsung merebut puntung rokok itu dan membuangnya ketempat sampah setelah bara pada rokok itu ia celupkan ke air danau

“Yaish… Kau menggangguku saja, aku merasa stress di dalam melihat orang2 menangis” ucap amber

“Hmmm… Mereka merasa kehilangan, babo!” 

“Aku tahu…” ucap amber, namun kini pandangannya teralihkan pada sebuah mobil berwarna hitam yang melintas dengan kecepatan yang sedikit kencang tak jauh di belakang yuri

Yuri pun ikut memutar badannya dan melihat mobil yang dipandangi amber sudah melaju jauh

“Ada apa?” tanya yuri merasa heran

“mobil itu terlihat aneh, apa keadaan di dalam baik baik saja?”

“Hmmm… Tuan choi dan anak buahnya baru saja tiba, aku malas melihatnya”

“Ah… Jadi karena itu ke keluar?”

“Anni, aku akan pergi ke suatu tempat sebentar, aku akan kembali lagi nanti”

“Oddiga? Apa aku perlu mengantarmu?”

“Menjenguk teman lamaku, andwae kau jaga adikku saja, dia sedang ikut membantu hyoyeon di dalam”

“Baiklah, hati hati bos” ucap amber melambaikan tangannya, ia pun berjalan memasuki gedung itu begitu melihat yuri sudah pergi dengan mobilnya

Setelah menempuh 30 menit perjalanan dengan kecepatan penuh akhirnya yuri tiba di klinik di sebuah desa yang berjarak sedikit jauh dari seoul

Ia memasuki klinik itu dan langsung tersenyum pada seorang yeoja berusia 2 tahun lebih muda darinya

“Saat mendengar suara mobil aku tahu itu pasti kau unnie” ucap yeoja itu

“Jinja? Wah instingmu tajam juga seolhyun-ah” ucap yuri pada yeoja yang memiliki nama kim seol-hyun itu

Seolhyun adalah seorang hoobae yuri di sekolah kursus bela diri dulu, keduanya tampak akrab seperti bersaudara karena yuri selalu memperlakukannya sebagai seorang adik layaknya yoona

Walaupun keduanya sudah berpisah setelah yuri lulus namun hubungan mereka masih dekat

Kini setelah lulus kuliahnya, seolhyun bekerja sebagai seorang dokter di sebuah desa di daerah ilsan. Yuri lah yang membantu membangun rumah untuk tempat tinggal seolhyun dan bahkan sebuah klinik cukup besar untuk kebutuhan dan rawat inap para penduduk desa yang membutuhkan perawatan

Kini klinik itu memiliki 10 karyawan yang dibagi sebagai perawat dan apoteker dan seolhyun yang menjadi kepala klinik

“Tentu saja.. Aku selalu mengikutimu saat masih berlatih bela diri dulu” ucap seolhyun bangga
“Hahaha baguslah, ah aku jadi rindu songsaengnim”

“Aku juga, unnie apa kau sudah makan?”

“Sudah seolhyun-ah, aku kemari untuk bertemu dengannya”

“Ah.. Aku mengerti, kajja” ucap seolhyun mengantar yuri ke klinik yang tak jauh dari rumahnya itu

Tak berapa lama keduanya pun tiba di sebuah ruang rawat, disana terbaring seorang yeoja yang masih terlelap dengan beberapa peralatan medis yang masih terpasang pada tubuhnya. Yuri pun langsung menghampiri dan berdiri disamping yeoja itu

“bagaimana keadaannya?” tanya yuri

“sudah mulai membaik unnie, beruntung dia memiliki tubuh yang kuat” ucap seolhyun

Yuri mengangguk paham dan kembali menatap yeoja itu

“lekaslah bangun dan bantu aku” ucap yuri dalam hati sambil tangannya mengusap usap kepala yeoja yang tengah terbaring lemah itu

………………………………

Yoona terbangun saat sebuah suara mengusik telinganya, perlahan kedua matanya terbuka dan melihat seorang yeoja yang sangat ia kenal sedang duduk menatapnya, yeoja itupun tersenyum padanya

“Bahkan dalam mimpipun kau terlihat sangat cantik” ucap yoona dalam hati, iapun kembali memejamkan matanya sambil menyunggingkan senyumnya karena merasa bahagia bisa bertemu kembali dengan yeoja yang sangat ia rindukan, jessica jung yang kini hadir kembali dalam mimpinya

“Yah! Mau sampai kapan kau tidur huh?” ucap seorang yeoja membuat yoona kembali membuka matanya dan kembali melihat jessica dihadapannya, kini kesadaran yoona sudah pulih dan ia benar benar melihat jessica yang nyata adanya

“Omo!! Mengapa kau ada disini?” ucap yoona dengan keterkejutannya hingga ia melompat dan duduk diatas tempat tidur

*plakk!!!*

“Dasar bodoh! tentu saja, ini apartemenku!” ucap jessica setelah memukul kepala yoona

“aw.. Yah! Appo…” ucap yoona mengusap usap kepalanya “tapi.. Apa aku masih bermimpi ya?” ucapnya kembali sambil mengangkat wajahnya menerawang menatap langit langit kamar

Jessica pun dengan cepat langsung menarik telinga yoona membuat yoona meringis

“Bagaimana? Apa sekarang kau masih berpikir kalau ini mimpi?”

“Aw aw aw…! Yah, ampun… arra arra.. ini bukan mimpi” ucap yoona mencoba melepaskan tangan jessica

Jessica pun melepaskan tarikannya pada telinga yoona

“Tapi.. Mengapa aku ada disini?” tanya yoona sambil mengusap udap telinganya yang sudah seperti kepiting rebus itu

“I don’t know, seseorang menekan bel pintu apartemenku dan saat ku buka ternyata kau sudah berbaring di depan pintu, apa yang terjadi?” ucap jessica mulai terlihat khawatir, kini ia duduk dijadapan yoona yang jaraknya cukup dekat

“M..mmolla, aku tak ingat” ucap yoona gugup karena wajah jessica cukup dekat dengannya

“Kau yakin? Kau sudah pingsan selama 12 jam”

“Jinja?” ucap yoona terkejut dan melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam “tapi.. Aku tak bisa mengingat apapun yang terjadi tadi pagi” lanjutnya

“Kau memakai pekaian serba hitam, apa kau sudah mengunjungi makam ibumu?”

“Eomma?” ucap yoona menundukkan wajahnya dan melihat tubuhnya memakai kemeja dan celana berwarna hitam

“Omo!! Aku baru ingat! Tadi pagi aku berada di dalam gedung saat upacara pemakaman!” ucap yoona kembali merasa terkejut setelah ingatannya kembali

“Huh? Upacara pemakaman? Siapa yang meninggal?” tanya jessica

“T.. Ttaeyeon unnie”

“Taeyeon? Mantan kekasih tiffany? Apa yang terjadi?” tanya jessica merasa terkejut tak menyangka

“Rumahnya terjadi pengeboman hingga semuanya hancur, dan dari bukti bukti yang didapat taeyeon unnie berada didalam rumahnya dan menjadi korban” ucap yoona dengan tatapan sedihnya, bagaimana pun juga ia tahu jika taeyeon adalah kakak tirinya

“Hmm.. Pantas aku tekan bel apartemennya sama sekali tak ada jawaban, dan dia telah mengganti passwordnya”

“Anniyo, fany unnie tak menghadiri acara itu, aku datang sendiri” ucap yoona

“Jinja? Mungkin dia sedang butuh waktu untuk menyendiri”

“Hmmm…” Gumam yoona memikirkan tiffany yang sudah ia anggap sebagai unne nya itu

Keduanya terdiam cukup lama hingga yoona kembali mengangkat wajahnya

“Ahjumma” panggil yoona membuat jessica menatapnya

“Mwo?” ucap jessica mulai kesal saat yoona kembali memanggilnya dengan panggilan itu

Namun rasa kesalnya perlahan menghilang saat yoona tiba tiba memeluknya

*degdegdegdeg* detak jantung jessica mulai berdetak cepat dalam pelukan yoona

“Mianhae… Jeongmal mianhae dengan apa yang sudah aku lakukan padamu” ucap yoona semakin mengeratkan pelukannya “Aku senang akhirnya kau kembali, aku mohon jangan pergi lagi, dan jangan pernah pergi lagi” lanjutnya

Jessicapun perlahan melepaskan pelukannya, ia melihat yoona masih menundukkan kepalanya karena merasa bersalah

“Tak apa jika kau membenciku, setidaknya jangan menghilang dari pandanganku, aku benar benar……”

*cuppp*

Belum sempat yoona melanjutkan bicaranya, jessica telah mengunci mulutnya dengan mulut jessica membuat yoona membelalakkan kedua matanya karena terkejut

*degdegdegdeg* detak jantung keduanya kembali berdetak cepat dengan kedua bibir yangasih menempel itu

Perlahan yoona memejamkan matanya, tangannya terangkat membingkai wajah jessica dan mulai membalas ciuman jessica

“Mmmh….” erang jessica ikut memejamkan matanya menikmati lumatan bibir yoona yang terasa lebih lembut dibandingkan dengan yang pernah yoona lakukan terhadapnya saat di tempat gym dulu

Tubuh jessica sedikit terdorong hingga perlahan ia berbaring diatas tempat tidur dengan posisinya yang berada dibawah tubuh yoona, meskipun posisinya berubah keduanya tak berniat untuk melepaskan pagutan bibirnya satu sama lain

Tangan jessica mulai mengusap dan menekan kepala yoona agar memperdalam ciumannya begitupun tangan yoona mulai turun melesap memasuki kaos tidur yang jessica kenakan

Jessica sedikit mengangkat tubuhnya membantu yoona melepaskan pengikat bra yang ia kenakan hingga berhasil terlepas, tangan yoona pun mengusap lembut punggung halus jessica, ia mulai melepaskan kaos jessica hingga semuanya terlepas dan menampilkan tubuh halus jessica yang membuatnya semakin mabuk kepayang

*ahayy… Deuh!!*

Lanjutin dan bayangin sendiri!! 😤 dasar keenakan 😒

……………………………………….

“fany-ah” panggil yuri ketika baru saja sampai dan melihat tiffany sedang berdiri sendirian didepan sebuah foto taeyeon yang sudah terpasang di rumah duka, yuri segera berlari menghampiri tiffany

“yul” panggil setelah membalikkan badannya dan menerima pelukan yuri

“gwaenchanna?” tanya yuri khawatir mengeratkan pelukannya dan mengusap kepala tiffany

“nne… gwaenchanna yul, tadi pagi aku hanya terlalu terkejut”

“uljimma… jangan menangis lagi” ucap yuri melepaskan pelukannya, kini kedua tangannya membingkai wajah tiffany

“nne..” ucap tiffany tersenyum menatap yuri, kini senyumannya tak dipaksakan lagi

Tiffany sudah merasa tenang setelah melihat yuri

“kajja, sudah mulai larut” ucap yuri menggenggam erat tangan tiffany dan membawanya keluar dari rumah duka

“yul” panggil tiffany menahan tangan yuri dan menghentikan langkahnya

“nne? ada apa?”

“apa kau sudah makan? aku lapar” ucap tiffany dengan senyum innocent nya

“huh?” gumam yuri heran dan melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 11 malam itu, tak biasanya tiffany merasa lapar pada jam segitu, namun ia mengerti pasti tiffany seharian hanya mengurung diri memikirkan taeyeon “baiklah kajja kita mencari makanan, aku juga lapar” ucap yuri kembali menggenggam tangan tiffany dan menuntunnya, tiffany pun kembali tersenyum

tak berapa lama keduanya tiba di sebuah kawasan tempat makan yang buka tengah malam, suasana disana masih cukup ramai karena terletak di pusat kota

“kau ingin makan apa?” tanya yuri sambil melihat lihat kedai makan yang berjejer rapi dengan beragam warna lampu lampu yang menghiasi setiap toko agar bisa menarik perhatian para pejalan kaki

“em… aku ingin ramyeon pedas dan tteokbokki” ucap tiffany membuat langkah yuri terhenti dan kini menatapnya datar pertanda ia tak mengizinkan keinginan tiffany, bagaimanapun juga perut tiffany pasti masih belum terisi makanan dan itu akan membuatnya sakit jika memakan pedas

“baiklah… ramyeon tak pedas dan kue beras manis saja” ucap tiffany pasrah, yuri pun berubah ekspresi menjadi tersenyum senang, ia kembali menarik tangan tiffany dan dengan semangat menuju kedai ramyeon idolanya yang selalu ia kunjungi bersama adiknya yoona

“aiigoo… lihatlah siapa yang datang, akhirnya aku bisa melihatmu kembali tampan” ucap ahjumma sang pemilik kedai ramyeon itu pada yuri yang baru saja masuk

“hahaha… ahjumma, apa aku semakin tampan?” canda yuri dengan menaruh jari jempol dan telunjuk dibawah dagunya membentuk huruf V itu sambil tersenyum smirk

“tentu saja kau semakin tampan anakku hahah, omo kau juga semakin cantik miyoung-ah, ah… kalian semakin terlihat cocok saja hahaha carilah tempat duduk, aku akan menyiapkan makanan kalian” ucap ahjumma itu masih tertawa senang berjalan menuju dapur

“ahjumma masih saja tak berubah” ucap tiffany tertawa kecil menatap punggung ahjumma itu

“kau benar, ah aku merindukkannya” ucap yuri ikut menatap ahjumma itu “kajja kita duduk” lanjutnya

keduanya pun duduk dan tak butuh waktu lama ahjumma sudah kembali membawakan 2 mangkuk ramyeon dan kue beras manis lalu dihidangkannya di meja YulTi

“tumben adikmu tak ikut” ucap ahjumma

“anni, ini kencan kita berdua hehehe” ucap yuri membuat tiffany mencubit lengannya merasa malu

“aigoo… dasar anak muda jaman sekarang, bahkan beberapa minggu yang lalu adikmu pun kemari membawa kekasihnya”

“jinjja?”

“nne… mereka sangat cocok, aigoo… tangkapan kalian memang sangat lah bagus hahaha” ucap ahjumma itu kembali tertawa diikuti yuri

“what? tangkapan?” ucap tiffany terkejut dengan suara pelannya, sementara yuri hanya mengedipkan sebelah matanya begitu mendengar ucapan tiffany

“makanlah, aku tinggal dulu ya, pelanggan malam ini lumayan banyak, nikmati kencan kalian”

“nne ahjumma, kamsahamnida..” ucap yuri dan tiffany

“yul, kenapa aku tak melihat yoong?”

“aku juga sempat kehilangannya setelah meninggalkannya di acara tadi siang, setelah aku kembali yoona sudah tak ada, aku sempat khawatir tapi tadi saat menjemputmu aku kembali menghubunginya dan yoona akhirnya menjawab teleponku, dia sedang bersama jessica”

“jessica?”

“nne, sahabatmu sudah kembali ke seoul”

“jinja?” ucap tiffany tersenyum senang karena sahabatnya sudah kembali “berarti malam ini yoong menginap di apartemen jessica?”

“nne… “ ucap yuri

setelah makan malam selesai, yuri mengantar tiffany ke apartemennya

“apa kau akan menemui yoong?”

“anniyo aku langsung pulang, kau lekaslah istirahat besok aku akan kembali kesini”

“apa kau tak ke kantor?”

“anni, sudah satu minggu ini mr lee jarang memanggil, mungkin karena ada kasus ini mr lee jadi membebaskanku, jadi aku tak terlalu sibuk” ucap yuri “lagipula aku pikir kau sedang membutuhkan seseorang untuk menghiburmu” lanjutnya

“nne… aku sangat membutuhkan itu” ucap tiffany tersenyum menatap yuri

“baiklah, besok aku akan kemari, sekarang lekaslah tidur” ucap yuri mendorong masuk tiffany kedalam apartemennya

“nne, kau hati hati dijalan yul” ucap tiffany

Yuri pun tersenyum melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan apartemen

………………………………………..

Keesokan harinya, tiffany sedang membereskan barang barang kenangannya ketika masih bersama taeyeon, ia masukkan barang barang itu kedalam kardus yang akan ia simpan, menurutnya kini barang barang itu tak lagi harus ia pandangi karena akan melukai hatinya meskipun kini ia sudah merelakan taeyeon pergi. Saat memasukkan barang terakhir, tiffany terdiam melihat barang itu sebelum memasukkannya kedalam kardus, ia membalikkan barang itu yang berupa sebuah bingkai berisi foto dirinya bersama taeyeon yang terlihat bahagia

“secepat itukah kau pergi? bahkan aku masih belum memaafkanmu” ucap tiffany memandang foto bergambar dirinya bersama dengan yeoja yang pernah dicintainya itu

*tingtong* tiba tiba bel pintu berbunyi, dan tepat saat itu sebuah sms masuk pada ponselnya

“aku sudah di depan pintu ^_^”

Tiffany pun tersenyum segera memasukkan foto itu kedalam kardus dan langsung berlari membukakan pintu, namun ia terkejut saat melihat orang yang sedang berdiri berhadapan dengannya itu, orang itu mengeluarkan senyum smirknya dan….

*slebb!!*

sebuah pisau tajam pun menembus perutnya tanpa sempat menghindar hingga tetes demi tetes darah keluar dan mengalir dari dalam perut yeoja itu, perlahan senyuman manis itupun menghilang

*brukkkk!!!*

“Kyaaaa….!!” teriak tiffany langsung terbangun, ternyata itu hanyalah mimpi buruk yang ia alami

Tiffany masih terdiam mengatur nafasnya yang masih terengah engah karena terkejut dan ketakutan, perlahan ia mengusap wajahnya mencoba menenangkan diri

*tingtong….*

Tiffany kembali terkejut mendengarkan bel pintu apartemennya berbunyi, kini suara itu terdengarnya

“Apa itu benar benar yuri?” ucapnya dalam hati, ia pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi yuri

“Yoboseyo, ada apa fany-ah?”

“Yul, apa kau sudah kesini?”

“Anni, aku baru selesai mandi dan bersiap siap, wae?”

“An..anniyo, lekaslah kem.. Kemari” ucap tiffany dengan suara terbata

“Apa yang terjadi fany-ah?” 

“Anni.. Aku hanya mengalami mimpi buruk”

“Baiklah aku akan segera kesana, kau tenangkan pikiranmu”

Tiffany mematikan teleponnya dan kini bel pintu kembali berbunyi, ia mulai bangun dan berjalan menuju pintu. Tiffany pun mengintip melalui lubang kecil pintu itu namun ia tak melihat siapapun disana dan kini ia kembali ketakutan

*tingtong*

“Kyaaa..” teriak tiffany karena terkejut belnya kembali berbunyi

“Pwffft… Hahaha ssst….” 

“Huh?” gumam tiffany merasa heran setelah mendengar sebuah suara tawa dibalik pintu, iapun mencoba memberanikan diri membukakan pintu itu

“Tada……!!!!” teriak yoona dan jessica yang sudah membawakan cake ulang tahun dan lilin yang sudah menyala itu

“Happy birthday too you… Happy birthday to you… Happy birhtday my tiffy… (Fanny unnie) happy birthday to you….” ucap jessica dan yoona menyanyikan lagu untuk tiffany sambil berjalan memasuki apartemen tiffany pun ikut berjalan mundur dan menerima cake itu

“happy birthday baby!! i miss yo so much” ucap jessica segera memeluk tiffany

“Yah, aku pikir ada apa” ucap tiffany dengan kedua mata yang berkaca kaca “gomawo…” lanjutnya

“Memangnga ada apa? Kami mendengar kau berteriak didalam, apa kau seterkejut itu tiff?” ucap jessica kembali tertawa

“Anniyo, ah lupakan saja” ucap tiffany kembali tersenyum menatap cake itu

“Let’s make a wish, maaf sedikit terlambat merayakannya” ucap jessica

“Gwaenchanna…” ucap tiffany memejamkan kedua matanya kemudian ia mulai meniup lilin itu

110801tiffany-jpg.jpeg

“Yeeaaay…..!!!” teriak jessica dan yoona senang

Saat itu pun yuri tiba di apartemen tiffany

“Uh? Ternyata ada kalian disini, apa ini sedang diadakan pesta?” ucap yuri melihat ketiga yeoja itu

“Hey yul, senang melihatmu kembali” ucap jessica merentangkan kedua tangannya

“Baboya… Harusnya aku yang bilang seperti itu” ucap yuri memeluk jessica

Namun ia segera melepaskannya saat melihat mata tajam predator yoona mulai membara

“Hey… Yoong, kemarin kau menghilang ternyata sedang bersama jessica, apa tidurmu pulas?” ucap yuri sementara yoona kembali menatapnya kesal

large

“Cih, apanya yg pulas dasar pengganggu, gara gara kau kebahagiaanku jadi terganggu” ucap yoona dalam hati, ia benar benar merasa kesal pada unnie nya itu

Flashback

Malam tadi

yoona baru saja melepaskan pakaian jessica hingga tubuh halus yeoja itu terlihat naked, jessica pun membuka pakaian yoona dan kini tubuh naked mereka telah berpadu dengan ditutupi selimut, posisi yoona masih berada diatas tubuh jessica dengan kedua tangan sebagai tumpuannya

Jessica tersenyum mengalungkan kedua lengannya pada leher yoona

“Take me” ucap jessica pelan namun masih dapat terdengar oleh yoona

Yoona pun ikut tersenyum dan kembali menenggelamkan bibirnya pada bibir jessica, perlahan ciumannya mulai turun ke leher membuat jessica mengerang

Saat ciuman yoona mulai bergerak turun tiba tiba ponsel yoona berbunyi menerima panggilan, awalnya yoona mengabaikan panggilan itu namun ponselnya terus terusan berbunyi membuatnya merasa terganggu

“Angkat dulu yoong, mungkin itu penting” ucap jessica mengangkat kepala yoona dan membingkai wajahnya sambil tersenyum

“Hmm… Baiklah” ucap yoona dengan malas

Iapun terbangun dan mengambil ponsel itu

Yoona terkejut saat melihat puluhan panggilan tak terjawab dari nomor yuri serta beberapa pesan masuk diterima dari unnienya itu. Ponselnya kembali berbunyi dengan nomor panggilan yang sama ,yoona pun segera mengangkatnya

“Yoboseyo unnie” ucap yoona

“Yoong? Yah, kau kemana saja? Aku sangat khawatir, amber kehilanganmu saat di tempat duka tadi ,kau sangat sulit dihubungi apa kau baik baik saja?” ucap yuri dengan nada khawatirnya

“Nne aku baik baik saja unnie, mianhae aku ketiduran dan baru saja bangun tadi” 

“Oddiga? Mengapa kau pergi tanpa meninggalkan jejak?”

“Aku.. Sedang berada di apartemen jessica” ucap yoona membalikkan badannya menatap kearah jessica yang sedang berbaring memunggunginya

“Huh? Jessica?”

“N..nne, tadi siang jessica baru saja tiba dan aku buru buru menjemputnya jadi aku tak sempat memberi tahu, mianhae” ucap yoona sedikit berbohong pada yuri karena tak ingin membuat unnie nya kembali khawatir

“Ah syukurlah, aku pikir ada apa apa denganmu, ah ya apa jessica tak ingin berbicara denganku?”

“An..andwae! D..ddia sudah tidur” ucap yoona gelagapan, ia takut yuri akan tahu apa yang sedang mereka lakukan tadi

“Oh iya pasti dia kelelahan, kau juga lekas istirahat yoong dan jangan tidur satu kasur bersama nya arra?!”

“N..nne.. Unnie, aku tidur di soffa” ucap yoona memelankan suaranya takut terdengar oleh jessica

Ia pun mengakhiri panggilannya, dan tersenyum senang. Dengan semangat ia menaruh ponsel itu dan kembali menghampiri jessica

“Manhae… Unnie ku yang menelepon” ucap yoona namun tak ada jawaban dari jessica yang masih terbaring membelakanginya, tubuhnya sudah tertutupi selimut kecuali bagian kepala dan lengannya yang mengapit selimut itu

Yoona pun merasa heran dan mendekati tubuh jessica, yoona membalikkan tubuh jessica hingga menghadapnya

“Huh?” gumam yoona sedikit terkejut dan tak percaya jika jessica sudah tertidur lelap

“Yah!” panggil yoona menempel tempelkan telunjuknya pada wajah jessica namun jessica tetap terlelap tak terusik sedikitpun

Sebuah fakta jika Jessica memang tak bisa diganggu gugat jika sudah terlelap seberisik apapun suasananya.

“Yaish!! Unnie!!!! Kau sudah mengusik rasa bahagiaku!!! Arrrghhh!” teriak yoona dalam hati sambil mengacak acak rambutnya merasa frustasi

tumblr_m31wh5k3hb1r45688

Flashback end

“Nne aku tidur sangat sangat sangat pulas” ucap yoona sambil melirik malas pada jessica yang sudah tersenyum innocent padanya

“Sekarang kita sudah kembali kumpul, sebaiknya apa yang akan kita lakukan untuk merayakan pesta ulang tahun tiffany?” ucap jessica

“Barbecue?” ucap tiffany

“Ah aku bosan, bagaimana kalau kita camping di hutan?” usul jessica

“Camping?” gumam yuri heran

“Aku setuju dengannya, kalau hanya pesta barbecue atau makan makan di restoran itu sudah biasa lagipula fany unnie pasti sangat butuh tempat untuk menyegarkan pikiran, bagaimana?” ucap yoona menyetujui pendapat jessica

Semuanya terdiam menunggu jawaban dari tiffany

“Baiklah, tapi bagaimana denganmu yul? Apa kau di izinkan appamu?” ucap tiffany

Kini semuanya beralih memandang yuri

“Tenang saja aku bisa pergi bersama kalian hari ini, kajja kita bersiap siap” ucap yuri, semuanya pun bersemangat  menyiapkan apapun untuk keperluan camp mereka hingga tak butuh 2 jam semuanya sudah siap dan dimasukkan ke bagasi mobil

“Apa sudah tak ada yg tertinggal?” ucap yuri ketika semuanya memasuki mobil, ialah yang mengemudi mobil

“Sepertinya ada, let’s go…!” teriak yoona dengan semangat yang sudah duduk disamping yuri, sementa jessica dan tiffany duduk di belakang kedua bersaudara itu

Yuri mulai menyalakan mesin dan menginjakkan gas meninggalkan apartemen. perjalanan pun dimulai

“Tapi, kemana tujuan kita?” tanya yuri membuat ketiga yeoja itu terdiam membeku

Ya, selama tadi mereka hanya memutuskan tanpa memikirkan kemana mereka akan tuju

Hingga semuanya tertawa merasa bodoh

“Aigoo… Bisa bisanya kita seperti ini” ucap yuri yang sudah berhenti tertawa

“Ah ya aku ingat, soo dulu seorang mahasiswa pecinta alam di kampusnya, aku akan menanyakan tempat yang bagus padanya” ucap yoona mulai membuka ponselnya mencari kontak sooyoung untuk dihubungi

Yuri pun langsung menoleh mendengar ucapan yoona, namun ia tak berniat untuk berbicara

“Yoboseyo” ucap sooyoung dibalik telepon

“Hey soo, akhirnya nomormu aktif, kemana saja eoh? Aku merindukanmu”

“Hahaha mianhae aku sibuk, bagaimana keadaanmu?”

“Aku baik baik saja, apa kau berada di restoran sekarang?” 

“Anniyo, aku sedang dalam perjalanan sepertinya aku tidak kesana, wae?”

“Sayang sekali, padahal aku ingin mengajakmu. Kalau begitu bisakah kau memberitahuku tempat yang sangat bagus untuk melakukan camping?”

“Camping?” ucap sooyoung

“Nne, dulu kan kau seorang mahasiswa pecinta alam, kau pasti banyak tahu tempat yang bagus”

“Yah! Dasar bodoh, aku kuliah di paris, aku hanya tahu tempat tempat yang bagus di daerah sana dan bagian eropa, kalau mau pergilah ke new caledonia hahaha”

“Yah! Menyebalkan, kalau begitu aku sudah salah meneleponmu” ucap yoona kesal mempoutkan bibirnya

“Hahahaha arra arra, aku tahu beberapa tempat yang bagus di seoul, pergilah ke songnisam park, disana pemandangannya sangat bagus dan spot camp yang sangat tepat”

“Songnisam? Baiklah, apa kau akan menyusul?”

“Anniyo, aku masih sibuk”

“Jangan bilang kau sebenarnya akan menjadi ceo perusahaan ayahmu”

“Hahaha yah sepertinya ucapanmu benar”

“Baiklah baiklah sekarang kau akan menjadi anak kantoran, chukkae…” ucap yoona malas

“Hahahaha sudahlah kkah pergilah nikmati masa kencanmu dengan jessica, aku akan memberikan kalian berdua hari libur”

“Huh? Bagaimana kau tahu jika jessica sudah berada di seoul?”

“Hanya menebak, memangnya dengan siapa lagi kau mau berlibur? Dengan yeoja aja kau kaku kecuali pada yeoja blonde itu hahaha”

“Yaish! Dasar, bye!!” ucap yoona kembali kesal dan mematikan panggilannya

“Songnisam?” ucap yuri ketika mendengar tadi yoona menyebutkan tempat itu

“Nne soo bilang disana pegunungan yang sangat bagus untuk camping, ottokhae?” ucap yoona membalikkan badannya menghadap kedua yeoja yang duduk di belakang “aih??” gumamnya saat melihat kedua yeoja itu sudah terlelap

“Apa boleh buat, diam berarti tanda setuju, kajja…!!” ucap yuri meninggikan kecepatan mobilnya setelah mengatur map menuju lokasi yang akan mereka kunjungi

………………………………………….

Di Perusahan Choi Group

“Tuan, target tidak ditemukan di rumah maupun kantornya sejak tadi pagi, apartemen yang ditinggali kekasihnya pun kosong” ucap mark salah satu anak buah tuan choi yang ditugaskan mengikuti kemanapun yuri pergi

“Sial, lagi lagi kita kehilangan jejak” ucap tuan choi

Tiba tiba telepon di ruangannya berdering

“Tuan apa anda sedang sibuk? Ada yang ingin bertemu”

“Nugu?”

“Yesung-shi”

“Biarkan dia masuk” ucap tuan choi kemudian mematikan teleponnya

Tak berapa lama yesung pun masuk

“Ada apa?”

“Tuan aku telah melacak keberadaan mereka”

“Oddiga?”

“Yuri hari ini meninggalkan seoul dan dipastikan mereka ikut dengannya, tim kami berhasil menemukan ini” ucap yesung memberikan kertas cetakan bukti pemesanan tiket pesawat, disitu nama yuri memang tertera telah memesan 4 tiket pesawat yang take off pada hari ini menuju paris

“Mungkin mereka sedang berlibur tuan, mr lee sudah tidak menggunakan yuri di perusahaannya” ucap yesung menjelaskan secar detail

“Hmm… Baiklah, pastikan kalian segera bergerak jika mereka kembali, dan kau…” ucap tuan choi menunjuk mark “kali ini aku memaafkanmu” lanjutnya ,mark pun menunduk meminta maaf, kedua anak buahnya pun segera meninggalkan ruangan tuan choi

Yesung berjalan memasuki lift dan meninggalkan gedung choi group, begitu sampai diluar ia menerima panggilan dan segera mengangkatnya

“Apa kau sudah menemui ayahku?”

“Nne noona, aku baru saja memberitahukan semuanya sesuai permintaanmu, kamsahamnida telah mempercayaiku tapi sepertinya mark marah terhadapku”

“Hahaha begitulah siasat dalam bekerja, meskipun kalian sama setidaknya ayahku bisa tau siapa saja yang bekerja keras untuknya ,kau harus bisa lebih cepat meskipun belum lama bekerja disini”

“Nne noona, sekali lagi terima kasih banyak” ucap yesung tersenyum senang mematikan teleponnya, iapun pergi untuk sedikit bersantai karena target untuk saat ini sedang tidak ada di seoul

…………………………………………

Setelah menempuh 4 jam perjalanan, keempat yeoja itupun sampai di parkiran mobil daerah songnisam park

“Yoong ireonna…” panggil yuri sedikit menggoyangkan tubuh yoona, yoona pun terbangun diikuti tiffany dan jessica

“Apa kita sudah sampai?”

“Nne… Aku sudah membiarkan kalian tertidur agar siap mendaki sekarang, kajja” ucap yuri mulai mengeluarkan barang barang dan mengenakan tas

Tas milik yuri dan yoona memang sedikit padat dan besar karena berisi barang barang dan alat alat camp dibanding milik jessica dan tiffany

Setelah semuanya siap merekapun melakukan pemanasan dan mulai mendaki, hari ini tak banyak para pengunjung yang akan melakukan camp karena memang bukan musimnya tapi untungnya cuaca sangat bagus

“Woah… Indah sekali” teriak jessica takjub melihat pemandangan setiap yang mereka pijak, itu membuatnya tak berhenti melakukan selca untuk mengabadikan moment itu dan segera mengunggahnya di media sosial sebelum sinyal ponselnya menghilang. Jessica berada lebih jauh didepan ketiga yeoja itu karena terlalu semangat mencari spot yang bagus untuk melakukan selca

“Aigoo… Lihatlah kelakuan american girl itu ckckck” ucap yoona terus memperhatikan jessica

“Tapi kau menyukainya kan?” goda yuri

“Tentu saja, dia satu datunya ahjumma yang bisa membuka hatiku” ucap yoona tersenyum memandang jessica dan berjalan cepat menyusul yeoja itu membuat yuri dan tiffany tertawa

“Kau sudah bisa tertawa, apa kau senang?” tanya yuri saat melihat tiffany tertawa

“Nne… Bersama kalian aku selalu dibuat tertawa” 

“Igo minumlah, kau sudah berkeringat, tak terasa kita sudah mendaki selama 1 jam setengah” ucap yuri memberikan air mineral pada tiffany dan mengelapi keringat yang membasahi kening yeoja itu

Tiffany pun menerima dan segera meminumnya, ia memang merasa kelelahan

“Pelan pelan, nanti kau akan tersedak” ucap yuri penuh perhatian membuat tiffany blushing

..

“yah! apa kau tak lelah? dari tadi kau berjalan jauh dariku” ucap yoona menghampiri jessica yang masih sibuk berfoto

“ah kau benar juga, lelah sekali” ucap jessica meletakkan tasnya

“minumlah” ucap yoona memberikan air mineral pada jessica

“gomawo…” ucap jessica segera meminumnya

Yoona ikut menelaan salivanya saat melihat leher jenjang jessica yang bergerak saat menelan air mineral itu

“wae?” tanya jessica yang menyadari yoona memperhatikannya

“anniyo, aku jadi merasa haus” ucap yoona mengambil botol air mineral yang digenggam jessica, iapun segera meminumnya

“hufhht…. sudah pukul 5 sore, berapa lama lagi kita sampai?”

“emm… sekitar satu jam”

“mwo? bagaimana kalau hari mulai gelap?”

“memangnya kenapa? kau tenang saja, begitu sampai kita bisa langsung beristirahat” ucap yoona

“hmm… baiklah” ucap jessica mulai menggendong tas nya dan kembali membuka ponselnya

“kau masih saja berfoto -____- “

“wae…? aku harus mengirim foto foto ini pada adikku, dia pasti merasa iri”

“yang kau bilang mirip denganku?”

“yepp you’re right” ucap jessica memberikan jempolnya

“berarti dia sangat cantik sepertiku hahaha” ucap yoona tertawa senang

“yah! siapa bilang, yang jelas aku lebih cantik darinya”

“aigoo… nne… ahjumma dihadapanku ini memang wanita tercantik di seoul” ucap yoona membuat jessica mempoutkan bibirnya namun merasa senang

“ck, terserah kau saja” ucap jessica

“yah, kau terus berfoto apa tak berniat mengajakku selca?”

“yaish… shiro!” ucap jessica memberikan merong

“hufthh…” gumam yoona pasrah melanjutkan langkahnya namun ia terkejut saat jessica berdiri dihadapanya dan menempelkan tubuhnya pada yoona

“kajja, say cheese…!!!” ucap jessica mengangkat ponselnya melakukan selca bersama yoona, yoona pun ikut bergaya

*cekrek*

B-cC2GCCcAAdptk.jpg

“woah cantik” ucap yoona melihat hasil gambar itu

“thanks…” ucap jessica senang

“aku memuji wajahku, bukan wajahmu” ucap yoona datar

“yaish… menyebalkan! aku tak mau berfoto denganmu lagi!” ucap jessica sebal segera berjalan mendahului yoona, sementara yoona hanya tertawa melihat tingkah jessica yang selalu membuatnya gemas itu

Akhirnya keempat yeoja itupun tiba di area tanah yang landai yang cocok dijadikan tempat untuk memasang tenda, mereka sengaja mencari jarak yang sedikit jauh dengan pendaki yang melakukan camping juga

Yuri dan yoona segera menurunkan tas nya dan memasang tenda sementara tiffany dan jessica mencari ranting ranting dan kayu untuk membuat api unggun karena suhu mulai terasa dingin setelah matahari tenggelam dan hari mulai gelap

tak butuh waktu lama tenda dengan ukuran yang lumayan besar pun sudah terpasang, yuri dan yoona mengambil tas mereka kemudian dimasukkan kedalam tenda termasuk tas milik tiffany dan jessica

“bagaimana? apa kalian kesulitan menyalakan apinya?” ucap yuri menghampiri jessica dan tiffany yang sedang  membuatkan api unggun

“nne, dari tadi apinya tak mau menyala” ucap jessica kesal

“hahaha aigoo… pantas saja tak mau menyala, sampai pagipun tak akan menyala jika seperti ini” ucap yuri tertawa saat melihat kayu kayu itu menumpuk, yuri membongkar kembali kau kayu itu dan mulai menata satu persatu sementara tiffany dan jessica terdiam memperhatikan

“Kayu kayu ini harus diposisikan seperti ini, harus ada celah diantara mereka agar udara bisa masuk dan api akan mudah menyala dan merambat” ucap yuri menjelaskan pada kedua yeoja itu

“wooah…” ucap tiffany dan jessica takjub saat api yang yuri nyalakan dengan cepat membakar kayu kayu pohon itu

Setelah melakukan barbecue dan makan malam, keempat yeoja itupun langsung terlelap karena merasa kelelahan

“engh…!” “anni… andwae,,,” gumam tiffany pelan dengan kedua mata yang masih terpejam

Yuri terbangun begitu mendengar suara tiffany, ia melihat wajah tiffany sudah berkeringat padahal cuaca sangat dingin

wajahnya mulai bergerak menggeleng gelengkan kepalanya, tiffany kembali mimpi buruk. yuri melihat yeoja dihadapannya itu terus mengigau terlihat ketakutan, iapun segera mengusap keringat diwajahnya

“fany-ah.. waeyoo?” ucap yuri terus mengusap wajah tiffany dan menggenggam tangannya

Tiffany perlahan membuka kedua matanya yang mulai berair

“yul..” panggil tiffany pelan dan langsung memeluk tubuh yuri

“wae? apa kau mimpi buruk lagi?” ucap yuri ikut memeluk tiffany dari samping, tiffany pun menganggukkan kepalanya dan menenggelamkan wajahnya diatas dada yuri

“gwaenchanna… aku disini, aku akan menjagamu, tidurlah..” ucap yuri mengusap usap punggung dan kepala tiffany dan masih memeluknya

To Be Continued

Part berikutnya mungkin di protect karena ada anu…

Yg mau password cukup DM instagram atau Whatsapp kalau bisa sertakan nama akun wp kalian yes. TOLONG jangan minta password lewat kolom komentar wp yess. Karna tidak akan dibalas 😂🙏

Dm / wa jug dibales engganya cuma Tuhan yang tahu 😂

KAMINGSUN!!


“TRUE or DARE”

“true!! true!! true!! karena jika kau memilih dare aku akan memintamu mencium bibirku sekarang!” ucap yoona semangat

“yah!!” teriak jessica kesal membuat yuri dan tiffany tertawa

We Are Different part 9

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl
……………………………………………

“Unnie, kau sedang tak sibuk? Bagaimana kalau kita hang out? Sudah lama kita tak pernah keluar bersama” ucap krystal yang tiba tiba memasuki kamar jessica dan mendapati kakaknya yang sedang berbaring diatas tempat tidurnya itu

“Hmm… Sorry aku sedang malas kryst, lagi pula sebentar lagi aku akan pergi”

“Kau akan pergi lagi? Why? Akhir akhir ini kau selalu pergi, bahkan kekasihmu selalu mencarimu”

“Aku ingin melanjutkan tesisku yang sempat tertunda, aku harus ke beberapa tempat untuk melakukan penelitian”

“Tapi.. Apa kau tak bosan? Ini sudah hampir satu minggu, aku merindukanmu” ucap krystal dengan nada sendunya dan berlalu meninggalkan kamar. Sementara jessica hanya terdiam menatap adiknya yang mulai menghilang dari pandangannya itu

“Mianhae kryst, entah kenapa hatiku masih terasa sakit setiap melihat wajahmu, sekilas kau begitu mirip dengannya” ucap jessica dalam hati

Flashback

malam itu setelah cukup lama tertidur setelah menempuh perjalan seoul – USA  jessica kembali terbangun karena merasa haus, iapun berjalan memasuki dapur untuk menegambil air minum, tepat pada saat itu krystal baru saja tiba

“unnie, you’re back!” teriak krystal begitu melihat jessica sudah kembali sementara jessica yang menoleh begitu mendengar suara adiknya langsung terdiam saat melihat wajah krystal yang tersenyum padanya

“yoona?” gumamnya saat menatap wajah krystal yang sangat mirip dengan yoona, saat itupun jantungnya kembali berdetak sangat cepat

krystalpun berlari memeluknya

“i really miss you” ucap krystal

“ah.. dia memang benar benar mirip dengan adikku” ucapnya kembali dalam hati

“aku juga merindukanmu kryst” ucap jessica melepaskan pelukannya, keduanyapun berbincang terutama krystal yang menceritakan banyak hal yang terjadi selama jessica meninggalkan LA, namun semenjak menyadari jika wajah krystal mirip dengan yeoja yang selalu mengganggu pikirannya itu jessica terus terusan menunduk menghindari bertatap mata dengan adiknya karena terus mengingatkannya pada yoona

Flashback end

setelah memulihkan pikirannya, jessica pun terbangun dan segera bersiap siap, hari ini ia berniat untuk menemui kedua orang tuanya

…………………………

seoul

Yuri dan tiffany baru saja keluar dari gedung teater setelah keduanya menonton sebuah pertunjukan teater musikal

“Bagaimana pertunjukan tadi? Kau menyukainya?” tanya tiffany antusias

“Emmm… Lumayan, aku menyukainya” ucap yuri tersenyum menatap sahabatnya itu

“Kyaaa…. Kau berhasil jessie, seleramu memang sangat bagus, gomawo…” ucap tiffany dalam hati dengan terus tersenyum riang

“Ya aku menyukai raut wajahmu yang selalu berubah ubah namun tetap manis saat menonton pertunjukan tadi, aku senang karena mu” ucap yuri dalam hati

Keduanya hanya tersenyum dengan isi pikiran masing-masing

“Ah sudah jam 9 malam, tak terasa ya” ucap tiffany setelah melihat jarum jam pada pergelangan tangannya

“Kau benar, mengapa waktu begitu cepat berlalu” ucap yuri menatap langit malam yang cerah itu

“Apa kita akan pulang?”

“Anniyo, hari ulang tahunmu masih tersisa beberapa jam lagi” 

“Tapi, apa kau tak lelah yul? Sedari pagi kau terus bersamaku bahkan kita sampai hampir kehabisan suara setelah menaiki wahana wahana lotte world tadi siang”

“Hahaha baboya, seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apa kau tak lelah?”

“Anniyo” ucap tiffany tersenyum menggelengkan kepalanya “selama bersamamu , seberapa lamapun waktunya, aku tak akan pernah merasa lelah yul” lanjutnya dalam hati, ia masih belum berani mengungkapkan perasaannya pada yuri

Keduanya kini berjalan memasuki sebuah taman

“kenapa kau terus terusan tersenyum sendiri seperti itu?” tanya yuri heran menatap raut wajah tiffany

“an.. anniyo” ucap tiffany gugup segera mengalihkan pandangannya “ak.. aku hanya menyukai langit malam ini, begitu cerah dan banyak bintang” lanjutnya sambil kembali tersenyum memandang langit

“ah kau benar, cuaca malam ini sangat mendukung untuk kencan kita hehehe” ucap yuri tertawa dan tersenyum memandang langit

“yul..” “fanny-ah” ucap kedua yeoja itu bersamaan dan saling memandang

“kau duluan saja” ucap yuri

“anniyo.. kau saja yul”

“hmm… Baiklah, aku ingin bertanya” ucap yuri terdiam sejenak “dulu kau pernah bercerita padaku tentang itu” ucap yuri menunjuk sebuah bintang yang terlihat paling terang diantara bintang bintang sekitarnya

“huh? bintang?” ucap tiffany belum mengerti ucapan yuri

“nne, orion” ucap yuri

“ah… orion, pangeran orion yang kau maksud? lalu, apa hubungannya dengan bintang?”

“yah, baboya… apa kau tidak tahu jika orion adalah sebuah rasi bintang”

“Jinja? hehe anniyo.. aku kira itu hanyalah sebuah nama pangeran di negeri negeri dongeng, jadi orion itu sebuah rasi bintang ya” ucap tiffany tertawa innocent

“nne salah satu rasi bintang paling terkenal, orion memang sekumpulan bintang yang membentuk pola seorang bergambar pria jika kita tarik garis garisnya, ada 13 bintang tepatnya”  ucap yuri kembali mengangkat jari telunjuk dan mengayun ayunkan seolah sedang menggambarkannya di langit

sementara tiffany memandangnya takjub seoerti melihat seorang pria dari yang telah yuri gambar

“woah… daebak, lalu jika orion memiliki 13 bintang, apa mereka juga memiliki nama?”

“nne.. ada rigel, betelgeuse, gamma orionis, alnilam, alnitak, kappa orionis, mintala, lota orionis, eta orionis, pi 3 orionis, lambda orionis, phi orionis, upsilon orionis” ucap yuri menyebutkan nama nama bintang itu sambil menghitung dengan ibu jarinya

“woah… kau benar benar daebak, jinjja” ucap tiffany menepuk nepukan kedua tangannya

“lalu, pangeranmu termasuk pada salah satu bintang mana diantara ke 13 itu?” ucap yuri

“bukankah mereka sama sama dalam rasi bintang orion?”

“anni… mereka memiliki cahaya yang berbeda”

“benarkah? ah molla… kami hanya bertemu satu kali dan itu sudah sangat lama”

“tapi kau masih belum bisa melupakannya kan?”

“nne…” ucap tiffany menundukkan kepalanya “bahkan mungkin aku tak bisa melupakannya” lanjutnya dalam hati

“cinta pertama memang sulit dilupakan” ucap yuri kembali memandang langit sementara tiffany langsung memandang yuri begitu mendengar ucapannya

tiffany hanya terdiam dalam pikirannya, satu sisi ia mencintai yuri namun sisi lain ia sadar jika ia masih belum bisa melupakan cinta pertamanya itu

“jangan bersedih, mungkin kau tak menyadari jika sebenarnya setiap hari kau selalu melihatnya, atau dia yang melihatmu” ucap yuri

“maksudmu?” ucap tiffany mengeryitkan dahinya membuat yuri terenyum

“jika dia adalah seorang pangeran yang sangat berarti bagimu, mungkin dia adalah rigel. bintang orion yang paling terang diantara bintang-bintang lainnya” ucap yuri menunjuk pada salah satu bintang yang paling terang itu

“dia akan terus terlihat setiap malam cerah, bahkan tetap terlihat paling terang, saat itu mungkin dia terus melihatmu” lanjutnya kembali tersenyum dan memandang tiffany

“hmm… tapi dia jauh yul” ucap tiffany sendu

“anniyo, dia sudah ada disini” ucap yuri

“huh, jinja? oddiga?” tanya tiffany menoleh ke segala arah untuk mencari namun ia tak menemukan manusia di sekitar mereka

“aiigoo.. dia ada disini” menunjuk dada tiffany membuat tiffany ikut menunduk memandang jari yuri “jika kau tak bisa melupakannya berarti dia sudah menjadi kenangan paling berarti untukmu, setiap kenangan yang tak bisa kau lupakan bukankah berarti sudah tersimpan di hati?” lanjutnya

“ah.. kau benar yul” ucap tiffany tersenyum malu

 “sekarang giliranmu” ucap yuri

“hehehe aku sudah lupa mau bicara apa” ucap tiffany menggaruk garukkan kepalanya yang tak gatal itu

“yah, dasar…” ucap yuri menjitak pelan kepala sahabatnya itu

“aku tak mungkin mengungkapkan perasaanku disaat seperti ini” ucap tiffany dalam hati memandang yuri yang kembali fokus memandang langit

keduanya terdiam cukup lama

“ah iya, sebenarnya aku penasaran padamu, bagaimana kau bisa sangat mengetahui tentang rasi orion?”

“eommaku, dia adalah seorang lulusan astronomi, dia banyak menceritakan tentang alam semesta setiap sebelum tidur”

“ah.. pantas, eomma mu adalah orang sangat hebat” ucap tiffany

“tentu saja”

waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, yuri mengeluarkan kue cake buatannya yang sudah ia bawa dan mengeluarkan lilin kecil yang sudah ia simpan di sakunya

“sudah waktunya” ucap yuri sambil menyalakan lilin yang sudah ditaruh diatas kue itu, tiffany kembali tersenyum senang melihatnya, walaupun yuri tak memberinya kejutan seperti perayaan ulang tahun yang dilakukan orang2 biasanya, tiffany tetap merasakan senang karena baginya bisa merayakan ulang tahun bersama yuri sudah merasa sangat bahagia

“jja..!! saengil chukkhae hamnida…  saengil chukkhae hamnida…

saranghaneun uri miyoungie… saengil chukkhae hamnida…” ucap yuri menyanyikan lagu ulang tahun sambil membawa kue itu dihadap wajah tiffany

3a8346dde535aaaf9bd30068875b65e5.jpg

“kya.. gomawo…” ucap tiffany tersenyum senang menampakkan eye smile nya

64621111201201300118593947840938288_001.jpg

“kkah make a wish dulu sebelum kau meniupnya”

“arra..” ucap tiffany kemudian memejamkan kedua matanya dengan kedua tangan yang mengepal, dengan tersenyum ia memanjatkan segala harapannya didalam hati dan tiffany pun meniup lilin itu hingga padam

“yaaayyy….!!!” teriak yuri senang, ia menaruh lilin itu kemudian menyuapkan potongan potongan kecil cake itu pada tiffany

“gomawo… Ini lezat yul” ucap tiffany

“Tentu saja, siapa dulu yang membuatnya”

“Jadi.. Kau yang membuatnya? Bukankah kau bilang tak bisa memasak?”

“Yah, kau tak tahu seberapa lama aku melakukan kursus demi membuat ini huh?”

“Hehehe aku hanya terkejut, mianhae.. Dan makasih banyak yul, aku sangat terharu dengan usahamu itu, ini sangat lezat” ucap tiffany kembali menerima suapan cake dari yuri hingga cake itu habis

“sekarang pejamkan kedua matamu kembali” ucap yuri

“huh? wae..?” tanya tiffany

“sudahlah, turuti saja perintahku”

“hmm… baiklah” ucap tiffany memejamkan kedua matanya tiffany namun tiba tiba ia merasakan tubuhnya dipeluk

“huh?”  gumam tiffany merasa heran membuka kedua matanya dan hendak melepaskan pelukan namun kedua tangan yuri menahannya

“biarkan seperti ini dulu, dan tetap pejamkan matamu” ucap yuri, tiffany pun mengangguk dan kembali memejamkan kedua matanya

Setelah cukup lama akhirnya yuri melepaskan pelukannya

“selesai, sekarang kau boleh membuka kedua matamu” ucapnya

tiffany kembali membuka kedua matanya

“huh, aneh sekali” ucap tiffany

“sudah larut, kajja kita pulang.. kau harus istirahat”

“kau tak ingin memberiku kado?” tanya tiffany

“huh? ah… anniyo, aku melupakannya hehehe” ucap yuri tertawa sambil menggaruk garukkan kepalanya sementara tiffany hanya mempoutkan bibirnya

keduanya pun kembali berjalan meninggalkan taman

“y..yyul” panggil tiffany setelah keduanya cukup lama terdiam

“nne?” ucap yuri menoleh pada yeoja disampingnya itu

“apa kau masih mengingat cinta pertamamu?” tanya tiffany, ia melihat yuri terdiam kembali sambil memandang kedepan

“hmm… tentu, aku masih ingat”

“nugu? apa vivian cinta pertamamu?”

“anniyo, aku bertemu cinta pertamaku sama sepertimu saat masih sekolah dulu”

“woah, apa dia tampan?”

“anniyo, dia seorang yeoja”

“apa dia cantik?”

“nne… dia memiliki wajah dan suara yang sangat cantik” ucap yuri kembali memandang tiffany “sepertimu” lanjutnya

“hmm… pasti dulu kau sangat bahagia”

“anniyo”

“wae? apa cintamu bertepuk sebelah tangan?”

“anni… “

“lalu? mestinya kan kau merasa bahagia yul”

“nne, aku memang bahagia saat pertama bertemu dengannya aku sudah langsung jatuh cinta padanya, tapi saat itu juga aku merasakan sakit”

“wae?”

“aku sudah lupa hehehe” ucap yuri mengacak acak rambut tiffany

“yaish… menyebalkan” kesal tiffany berjalan mendahului yuri

“apa yul masih mencintai cinta pertamanya sama sepertiku?” ucap tiffany dalam hati

“hey… chankkaman… jangan marah” ucap yuri menyusul langkah tiffany, hingga tiffany berhenti ketika sampai didepan apartemennya

“aku kira kau mencintaiku” ucap tiffany sedikit ragu, namun ia benar benar ingin tahu bagaimana perasaan yuri terhadapnya

“tentu saja aku mencintaimu” ucap yuri membuat kedua mata tiffany terbuka lebar dan sedikit membuka mulutnya karena terkejut

“karena kau sahabat terbaikku” ucap yuri kembali sambil tersenyum mengusap usap kepala tiffany “kkah, masuklah dan istirahat” lanjutnya

namun yuri melihat tiffany masih diam saja dengan sedikit menundukkan wajahnya

“wae??” tanya yuri, tangannya hendak memegang pundak tiffany namun tiffany langsung menghindar

“an.. anniyo, ak.. akku masuk dulu yul, bye” ucap tiffany segera meninggalkan yuri tanpa memandang yeoja dihadapnnya itu

Yuri hanya tersenyum memandang kepergian tiffany, iapun berjalan menuju basement apartemen untuk mengambil mobilnya

saat meninggalkan gedung teater yuri meminta amber untuk mengambil dan mengantarkan mobilnya ke apartemen tiffany karena yuri dan tiffany memilih berjalan. dan kini mobil milik yuri usdah berada disana.

………………

keesokan harinya, tiffany terbangun dan langsung tersenyum begitu menundukkan wajahnya dan melihat sebuah kalung berliontinkan setengah hati yang merupakan kalung couple

Flashback

malam tadi setelah memasuki apartemennya tiffany segera melempar tas kecil yang dibawanya dan dengan malas langsung berbaring diatas tempat tidurnya tanpa mengganti baju dahulu

namun ia kembali terbangun karena merasa tak nyaman tidur memakai pakaian itu, iapun melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 3 dinihari, tiffany terbangun berjalan ke dalam kamar mandi sambil membawa kaos untuk mengganti pakaiannya

setelah membuka baju mata tiffany tertuju pada sesbuah benda yang terlihat berkilau terkena cahaya lampu, benda itu tanpa ia sadari telah melingkar pada lehernya, awalnya tiffany merasa bingung namun kemudian  ia tersenyum, pikirannya kembali pada beberapa jam yang lalu saat merayakan hari ulang tahunnya bersama yuri dan saat itu yuri memeluknya cukup lama

Tiffany baru menyadari ternyata yuri memasangkan kalung itu padanya sebagai kado ulang tahunnya

“baboya…” ucap tiffany memukul kepalanya sendiri

setelah mengganti baju tiffany kembali berbaring diaatas tempat tidurnya, matanya tak langsung terpejam. ia mengambil ponsel dan mengirimkan sebuah pesan pada yuri

“apa kau sudah tidur? yah, baboya… kenapa kau tak memberitahuku tentang kalung ini?” tapi.. gomawo.. ^_^” – send

“hehehe surprise, kau menyukainya?” – yuri

“yah, aku pikir kau sudah tidur, tentu saja aku sangat menyukainya ^_^ tapi kenapa liotinnya hanya berbentuk setengah hati?” tanya tiffany

“karena setengahnya ada padaku dan aku memakainya sekarang” -yuri

tiffany kembali tersenyum senang meletakkan ponsel diatas dadanya setelah membaca balasan pesan dari sahabatnya itu hingga tak terasa ia kembali tertidur tanpa sempat membalas pesan yuri

Flashback end

setelah cukup lama memandang kalung itu, tiffany mengambil ponselnya hendak menghubungi yuri namun baru saja ia menekan tombol nomor tiba tiba yoona mengetuk pintu kamarnya

“unnie… apa kau sudah bangun?”

“nne sudah yoong, masuklah aku tak mengunci kamarku” ucap tiffany meletakkan kembali ponselnya dan mengubah posisinya duduk diatas tempat tidurnya

“un.. unnie..” panggil yoona pada tiffany dengan wajah yang memucat

“ada apa yoong?”

“t..ttaeyeon unnie…” ucap yoona sedikit menundukkan kepalanya, ia merasa ragu untuk mengatakannya

…………..

Yuri dan amber baru saja tiba dan memarkirkan mobilnya beberapa meter disekitaran rumah taeyeon yang sudah dibatasi garis polisi, banyak sekali polisi dan detektif disana yang sedang melakukan penyelidikan terhadap pemboman rumah taeyeon yang terjadi tadi malam.

yuri terdiam begitu melihat pemandangan dihadapannya, rumah taeyeon yang terlihat hancur tak tertisa, beruntung halaman rumah taeyeon sangat luas hingga tak sampai mengenai rumah tetangganya meskipun hampir seluruh pohon dan tanaman serta dinding pagar rumahnya ikut hancur

“hyoyeon-shi…” panggil yuri pada yeoja yang berdiri terdiam tak jauh dari sana

“aku terlambat” ucap hyoyeon kembali menundukkan kepalanya, raut wajahnya terlihat sangat menyesal merasa sangat bersalah karena terlambat menolong sahabat dekatnya itu “taeyeon tak bisa ditemukan karena semuanya sudah sangat hancur hingga sangat sulit melakukan identifikasi dari sisa sisa itu, para keparat itu memasang beberapa bom didalam rumahnya, aku berharap taeyeon tak berada disana tapi polisi berhasil menemukan itu” ucapnya kembali sambil matanya tertuju pada sebuah barang yang diletakan ditempat penyelidikan, mata yuri pun ikut tertuju pada barang itu

yuri terdiam memandang sebuah ponsel mirip milik taeyeon yang terlihat hangus, tangannya mengusap usap pundak hyoyeon untuk menenangkannya, ia tahu yeoja itu merasa sangat sedih dan tertekan

“Siwan-shi, apa ini milik taeyeon?” tanya yuri pada seorang detektif yang pernah menangani kasusnya saat berada di penjara dulu

“kau? kenapa ada disini?”

“taeyeon saudara tiriku”

“ah ya aku ingat, nne itu milik taeyeon-shi, ponsel itu ditemukan berada tak jauh dari rumahnya, taeyeon-shi memang berada di rumahnya karena hyoyeon-shi mengatakan jika ia baru saja tiba di rumahnya saat ditelepon olehnya, namun tiba ia tak mendengar suara taeyeon, diduga taeyeon-shi mendapatkan penyerangan karena hyoyeon-shi sempat mendengar suara pukulan sebelum akhirnya sambungannya terputus, dilihat dari kerusakan pada layar ini ponsel taeyeon dipukul atau diinjak oleh pelaku dan kemungkinan pelaku tidak hanya satu orang”

“apa bukti dari para pelaku masih belum ditemukan?”

“sejauh ini kami masih menyelidiki seseorang yang menghubungi pengacaranya dan mengatakan jika taeyeon-shi sedang dalam bahaya, sayangnya nomor penelepon itu tak bisa terdeteksi, saya kira ini bukan kasus yang kecil hingga membuat si pembunuh benar benar menghilangkan taeyeon-shi”

“hmm… tadi malam hyoyeon-shi sempat menghubungiku, tapi sayangnya saat itu sedang bersama sahabatku untuk merayakan ulang tahunnya” ucap yuri kembali memandang hyoyeon

“kami turut berduka cita atas kejadian ini yuri-shi”

“nne… kamsahamnida siwan-shi” ucap yuri membungkukan badannya pamit pada detektif itu

“sunbae, nugu?” tanya salah satu polisi yang baru saja menghapiri detektif bernama siwan itu

“jonghyun-ah, aku tugaskan padamu untuk mengawasi dia dan mencari tahu tentang perusahaan ayah tirinya, ku dengar sebelumnya taeyeon menangani tugas untuk membuka kedok beberapa perusahaan gelap dan salah satunya perusahaan besar borbound, aku rasa salah satu perusahan perusahaan gelap itu yang diberada dibalik kasus ini”

“nne sunbaenim”

……………

sore harinya di sebuah gedung, upacara kematian taeyeon digelar meskipun jasad taeyeon tak ada karena tubuh taeyeon ikut hancur bersama rumahnya akibat bom itu. hanya sebuah foto taeyeon yang terpajang disebuah peti kosong sebagai simbol.

ruangan itu sudah terisi banyak orang yang ingin melepaskan kepergian taeyeon, kebanyakan mereka adalah para polisi baik rekan rekan, para sunbae maupun para hoobae di kepolisian tempat taeyeon bekerja

Yuri menarik lengan kemejanya dan mengusap keringat pada dahinya begitu selesai memberikan beberapa hidangan kepada para pelayat, dari awal yuri memang berada disana untuk mengatur acara tersebut setelah mengetahui ibu taeyeon kembali dirawat di rumah sakit karena mengalami syok berat setelah mendapatkan kabar tentang putri satu ssatunya itu hingga yuri lah yang bertanggung jawab atas acara ini.

“unnie” panggil seseorang membuat yuri menoleh kearahnya

“yoong..” ucap yuri

“mianhae aku terlambat”

“gwaenchanna, kau datang sendirian?”

“nne.. sebenarnya tadi pagi aku bersama fanny unnie mendatangi rumah taeyeon unnie”

“mwo? lalu tiffany?”

“fanny unnie tidak bisa ikut kemari, setelah dari sana fanny unnie terus menangis dan mengurung diri didalam kamarnya”

“hmm…. pasti ini sangat berat untuknya” ucap yuri “miyoungie… mianhae..” lanjutnya dalam hati sambil memikirkan tiffany

“kau istirahat saja dulu, biar aku yang ikut membantu mereka menghidangkan makanan untuk tamu” ucap yoona, yuri pun mengangguk

ia terus memandang adiknya yang mulai berjalan menuju dapur, namun pandangannya teralihkan saat mendengar beberapa orang tiba di ruangan itu, ia melihat sunny yang langsung berlari dan menangis dihadapan peti sampai beberapa maid yang mengikuti kembali menenangkannya, pandangan yuri beralih pada seseorang berpakaian serba hitam diikuti beberapa bodyguard dibelakangnya, tuan choi. pandangan tuan choi dan yuri sempat bertemu saat saling berpapasan. yuri masih terdiam menatap tuan choi yang sudah tak lagi memandangnya

merasa ada yang memperhatikannya, tuan choi pun kembali membalikkan badannya dan saat itu pula yuri buru buru mengalihkan tatapannya dan berjalan meninggalkan tempat itu, sayangnya tuan choi mengetahui jika yuri tengah memandangnya

“adiknya pasti berada disini, cari dan tangkap dia” bisik tuan choi pada salah satu bodyguard yang berada disampingnya

“nne tuan” ucap bodyguard itu segera mberitahukan pada anak buah lainnya

“huh? oddiga?” ucap yoona saat melihat yuri berjalan keluar, ia baru saja keluar dari dapur hendak menghampiri yuri “unn… hmmp…!!” panggil yoona namun tepat saat itu seseorang berpakaian serba hitam muncul  dari belakang  langsung membekapnya dengan sapu tangan dan langsung menempelkan alat setrum pada tubuh yoona hingga membuatnya tak sadarkan diri, orang itupun menyeret dan membawa tubuh yoona melalui pintu belakang gedung sayangnya saat itu keadaan dapur sedang sepi hingga tak ada yang mengetahui hal itu

………………..

USA

“unnie, apa yang terjadi?” ucap krystal yang baru memasuki kamar jessica, ia melihat jessica sedang berbaring diatas tempat tidurnya setelah melewati acara makan malam yang sempat terjadi masalah

“kau sudah melihatnya kryst” ucap jessica

flashback

Tadi malam keluarga jessica dan keluarga tyler tengah mengadakan pertemuan keluarga dan makan malam bersama disebuah restoran. mereka sengaja mengadakan pertemuan keluarga untuk membicarakan acara pertunangan jessica dan tyler

“aku senang melihat kalian sudah kembali bersama, jessica adalah perempuan yang sangat baik” ucap ibu tyler membuka percakapan setelah makan malam selesai, sementara ibu jessica hanya tersenyum menanggapinya

“aku minta maaf karna sempat membuat jessica kecewa dan pergi, tapi aku senang pada akhirnya bisa membawanya kembali, jadi aku ingin memutuskan untuk segera mengadakan acara pertunangan kami” ucap tyler membuat jessica terkejut atas ucapan pria itu

“hmm.. lebih bagus memang begitu, kalian sangat cocok” ucap ayah jessica

“jadi, bagaimana pendapatmu nak?” tanya ibu jessica, orang orang disekitarnya pun memandang jessica yang masih terdiam

“i’m sorry” ucap jessica membuat keluarganya maupun keluarga tyler terkejut dan heran “i’m so sorry, aku tak bisa melanjutkan ini”

“apa maksudmu, sica?” ucap tyler

“mianhae, aku rasa aku tak bisa menerimanya, kita akhiri saja, aku benar benar minta maaf” ucap jessica membuat kedua orang tuanya saling berpadangan, jessica pun segera berdiri dan meninggalkan mereka

“jessica, apa maksudmu?” ucap tyler yang berhasil menyusul dan menahan jessica

“apa kalimatku kurang jelas tadi?”

“kau menolakku, but why? bukankah di seoul kau sudah menerimaku bahkan kau ikut denganku kemari?”

“ya, saat itu aku pikir aku bisa menerimamu kembali, ternyata aku tak bisa”

“bukankah sudah ku jelaskan jika perempuan itu hanyalah sahabatku?”

“nne, tapi bukan karena itu tyler”

“lalu apa?”

“aku… sudah tak memiliki perasaan yang sama terhadapmu, aku sudah tidak bisa mencintaimu lagi, maafkan aku” ucap jessica mendundukkan wajahnya

“why? karna perempuan korea sialan itu?”

“apa maksudmu?”

“aku tau perempuan korea sialan itu yang sudah membuatmu seperti ini” ucap tyler tersenyum sinis menatap jessica

“yah, mengapa kau memanggilnya seperti itu?!” ucap jessica mulai meninggikan suaranya

“sial, harusnya dulu aku benar benar memberinya pelajaran” ucap tyler

*plak!!!* jessica langsung menampar pipi tyler mendengar itu

“apa yang sudah kau lakukan padanya?” kesal jessica

“sica, aku hanya memberinya pelajaran , aku tau dia mencintaimu untuk itu aku menemuinya agar dia menjauhimu, seharusnya kau bersyukur aku telah membebaskanmu dari hubungan gila itu”

*plak!!* lagi lagi jessica menampar pipi tyler

ingatannya kembali saat yoona berubah sikap padanya, padahal hubungan mereka sempat membaik dan membuat jessica senang, namun saat yoona berubah sikap dan tiba tiba mencium bibirnya ia tahu jika itu agar membuatnya membenci yoona.

“cukup, mulai sekarang jangan pernah mengusik hidupku maupun perempuan itu!” ucap jessica

“why? mengapa kau memb…”

“aku mencintainya” ucap jessica memotong ucapan tyler

“what? hahaha jangan gila sica! hubungan kalian tidak masuk akal, bagaimana bisa seorang perempuan dengan perempuan? itu hanya lelucon gila”

“ya, mungkin ini memang gila, tapi aku memang mencintainya, jadi kumohon jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi, jadi kau bisa kembali bersama sahabatmu yang bisa menenangkanmu itu” ucap jessica mengeluarkan sebuah amplop dan menyerahkan kasar pada tyler, iapun meninggalkan tyler yang masih terdiam kesal menatap kepergiannya

tyler membuka amplop itu dan melihat beberapa lembar foto bergambar dirinya tengah berciuman mesra di bibir bahkan ada beberapa foto dirinya yang sedang tidur bersama tanpa sehelai pakaian yang hanya ditutupi selimut bersama perempuan yang ia sebut sebagai sahabatnya itu. tyler sangat terkejut karena jessica mengetahui itu tyler tak tahu darimana jessica mendapatkannya

“arrgggh!!!” teriak tyler mengacak acak rambutnya meluapkan kekesalannya

Flashback end

” i know.. but, aku hanya ingin meminta penjelasan darimu” ucap krystal

“penjelasan tentang apalagi?”

“tentang seorang perempuan bernama im yoona” ucap krystal membuat jessica terkejut langsung bangun dan duduk diatas tempat tidurnya

“k..kkryst, bagaimana kau…” ucap jessica masih gugup karena keterkejutannya

“aku tahu kau memutuskan tyler bukan hanya karna si brengsek itu berselingkuh dibelakangmu, aku rasa ada hal lain yang mengganggu pikiranmu, dan ternyata itu benar”

“tapi bagaimana kau bisa tahu?”

“hmm… dari status SNS mu saat tinggal di seoul kemarin sudah jelas jika kau sedang membenci seseorang dan pada akhirnya kau menyukainya, setelah kau kembali kesini banyak hal yang berubah darimu”

“yah, apa kau menguntitku”

“big no! lebih tepatnya aku, mom and daddy mengkhawatirkanmu bodoh!”

“hmmm…” gumam jessica kembali menundukkan wajahnya

“dia cantik juga” ucap krystal kembali membuat jessica mengangkat wajah dan menatapnya, pandangannya meminta penjelasan dari krystal

“aku sudah melihatnya di ponselmu, ada beberapa wajah yang terlihat candid, so aku pikir kau diam diam memotretnya kan?” ucap krystal

“kk…kkryst, apalagi yang kau tahu?” ucap jessica gugup

“aku pikir… kakakku mulai mencintai perempuan itu” ucap krystal memandang jessica yang kembali menundukkan wajahnya

“ini gila kryst, ini benar benar gila” ucap jessica mulai meneteskan air matanya

“mengapa kau bicara seperti itu?”

“aku tak seharusnya seperti ini, ada yang salah dengan perasaanku, benar benar bodoh”

“kau yang bodoh” ucap krystal membuat jessica menatapnya “apa yang salah dengan perasaanmu? kau sudah jelas mencintainya tapi kau terus menepis perasaanmu itu kan?”

“tapi hubungan ini rasanya terlihat gila”

“apanya yang gila? bukankah disini sudah biasa hubungan seperti itu?”

“ya.. but, how to explain it to mom and daddy?”

“just bring her here”

“aku takut kryst, aku takut mereka tak bisa menerimanya”

“kau tak takut aku mendahuluimu?” ucap krystal menyerahkan sebuah foto yang tertera pada layar ponselnya

ixw32a.jpg

“in.. ini…” ucap jessica terkejut, iapun mengambil ponsel itu dan membuka beberapa foto lainnya

“she’s my girlfriend” ucap krystal dengan wajah innocent nya

“what? lalu… mom and daddy?”

“tentu saja mereka sudah tau”

“what…?!!” ucap jessica kembali terkejut

“mereka sudah lama mengetahui hubunganku, bahkan aku selalu membawanya ke rumah, mom dan daddy menyukainya, kau sih… tadi malam malah langsung pergi tak langsung menjelaskannya pada mereka”

“t..ttapi…”

“aku sudah menjelaskannya pada mereka, awalnya mereka sempat marah saat kau tiba tiba pergi, tapi aku sudah menunujukkan beberapa foto pria brengsek itu”

“apa tentang yoona mereka tahu?”

“tentu saja, kau hanya perlu membawanya kemari, aku yakin pasti dia lebih muda darimu, aku jadi penasaran seberapa menyebalkannya dia hingga membuat unnieku yang seorang ice princess bisa jatuh cinta padanya”

“kryst… gomawo..” ucap jessica memeluk adik kesayangannya itu “mianhae atas sikapku padamu beberapa hari ini”

“it’s okay, aku tahu kau hanya terluka karena aku mirip dengannya” ucap krstal membuat jessica menunduk malu “ayo kemasi barang barangmu” ucap krystal segera berdiri, jessica pun dengan semangat segera mengambil kopernya

To Be Continued

…..

kamingsun….

“bagaimana keadaannya?” ucap yuri pada seorang dokter, keduanya tengah berdiri disamping seseorang yang masih terbaring tak sadarkan diri dengan beberapa alat medis yang terpasang pada tubuhnya

“mulai membaik, beruntung dia memiliki daya tahan tubuh yang kuat” ucap dokter itu

“hmm… lekaslah bangun dan bantu aku” ucap yuri dalam hati sambil tangannya mengusap usap lengan seseorang yang tengah terbaring itu

……………

yoona terbangun dan langsung saat melihat seorang yeoja sedang duduk menatapnya

“omo!! mengapa kau ada disini?” ucap yoona dengan keterkejutannya hingga ia melompat dan duduk diatas tempat tidur

*plak!!*

“Dasar bodoh! tentu saja, ini apartemenku!” ucap orang itu setelah memukul kepala yoona

“aw.. yah, appo..” ucap yoona mengusap usap kepalanya “tapi.. apa aku masih bermimpi ya?” lanjutnya mulai tersenyum kembali memandang yeoja dihadapannya itu

yeoja itupun dengan cepat langsung menjewer keras telinga yoona

…..

“secepat itukah kau pergi? bahkan aku masih belum memaafkanmu” ucap seorang yeoja pada sebuah foto bergambar dirinya bersama dengan yeoja yang pernah dicintainya itu

*tingtong* tiba tiba bel pintu berbunyi, dan tepat saat itu sebuah sms masuk pada ponselnya

“aku di depan pintu ^_^”

yeoja itupun tersenyum dan langsung berlari membukakan pintu, namun ia terkejut saat melihat orang yang sedang berdiri berhadapan dengannya itu, orang itu mengeluarkan senyum smirknya dan….

*slebb!!*

sebuah pisau tajam pun menembus perutnya tanpa sempat menghindar hingga tetes demi tetes darah keluar dan mengalir dari dalam perut yeoja itu, perlahan senyuman manis itupun menghilang

……………..

“bagus, bunuh satu persatu mereka hingga polisi kesulitan dengan kasus yang berdatangan ini, jangan sampai meninggalkan jejak atau kalian sendiri yang akan mati”

“nne..”

We Are Different part 8

wp-1487393605957.png

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

………………………………………………

 

“Baiklah silahkan taeyeon-shi untuk mengemukakan tuntutan terkait tentang peristiwa yang menyebabkan tuan kim ayah anda meninggal”

Taeyeon berdiri begitu namanya dipanggil, ia terdiam sejenak mengambil nafas, pandangannya tertuju pada yuri yang berada tak jauh dari hadapannya itu

“Aku mencabut semua tuntutan” ucap taeyeon membuat orang orang yang berada di ruang sidang terkejut dan bertanya tanya

“Taeyeon-ssi apa anda yakin?”

“bukan yuri pelakunya, aku sudah memeriksa beberapa bukti yang sudah cukup jelas, lagipula aku percaya bukan yuri yang melakukannya” ucap taeyeon dengan tegas

Setelah memeriksa dan mencocokkan beberapa alat bukti akhirnya hakim memutuskan bahwa yuri tak bersalah dan dinyatakan bebas membuat orang orang yang berada di pihak yuri merasa lega, orang orang yang berada di pihak taeyeon yang dulu membenci yuri pun kini percaya jika yuri bukanlah pelaku itu setelah mendengar dan melihat semua bukti

Akhirmya sidang pun berakhir dan yuri sudah diperbolehkan untuk meninggalkan tempat yang selama ini ia singgahi, namun setelah mengganti semua pakaiannya sebelum pergi yuri menemui taeyeon di rooftop gedung

Yuri menghampiri dan berdiri disamping taeyeon yang sudah berada disana, keduanya berdiri sambil memandang pemandangan seoul dari atas gedung kepolisian

“Aku kira kau benar benar membenciku” ucap yuri memulai percakapan

“Aku memang membencimu, tapi aku harus menerima kenyataan” ucap taeyeon, pikirannya kembali pada pernyataan hyoyeon yang membuatnya berubah pikiran

Flashback

1 hari sebelum kematian ayahnya, saat itu taeyeon sedang berada di ruang kerja apartemennya, hyoyeon datang menemuinya

“Bagaimana hasil penyelidikanmu? Aku rasa emosimu sudah berkurang” tanya hyoyeon

“Masih belum ada bukti yang jelas, semuanya hanya dugaan sementara”

“Bolehkah aku berpendapat?”

“Katakan”

“Aku rasa memang bukan yuri yang melakukannya” ucap hyoyeon membuat taeyeon berhenti membaca berkas berkas tentang kasus itu yang ia copy kan dari para penyidik

“Jangan membuat pemikiran baru yang akan memperumit” ucap hyoyeon

“Oke, aku akan menjelaskannya pertama apa kau tahu tempat kejadian itu?”

“Rumah yuri yang dulu yang sudah lama tak disinggahinya” ucap taeyeon

“Dalam ponsel ayahmu tak ada panggilan dari dari nomor milik yuri kan”

“Bisa saja yuri meminta ayahku untuk menemuinya menggunakan media lain, kau tahu? Yuri pernah mengancamku akan menghancurkan ayahku karena kasus lama yang membuatnya kehilangan ibunya”

“Taeyeon-ah dengar, pagi itu saat tuan kim memberikan surat wasiat padaku aku memeriksanya dan terdapat 2 surat, satu tertulis untukmu dan satu lagi tertulis nama seseorang, lalu waktu itu dia memintaku mengantarnya ke stasiun dan wajahnya tak terlihat seperti sedang mendapat ancaman, wajahnya terlihat tenang” ucap hyoyeon membuat taeyeon memandangnya karena tertarik

“Maksudmu? Ayahku membuat 2 warisan?”

“Nne… Dan orang itu bernama kwon yuri” ucap hyoyeon membuat taeyeon terkejut bukan main

“Jangan bercanda” ucap taeyeon

Hyoyeon membuka tas nya dan memberikan 2 amplop berisi surat warisan pada taeyeon

Taeyeon pun kembali terkejut saat membaca tulisan itu yang ia kenal benar jika itu tulisan ayahnya

“Wae..?” gumam taeyeon

“Aku sudah menyelidikinya” ucap hyoyeon

“Ayahmu adalah ayah kandung yuri juga taeng, setelah membaca surat itu aku penasaran dan mulai meminta rekan rekanku utuk mencari informasi, saat itu aku ingin mengajakmu hanya saja kondisimu sedang tidak memungkinkan” ucap hyoyeon

“Mm…mmwo?” ucap taeyeon terkejut

“Sebelum menikahi ibumu, tuan kim sudah memiliki isteri bernama kwon hyerin yang merupakan ibu kandung yuri, tuan kwon meninggalkan mereka saat yuri masih berumur 1 tahun dan ibunya sedang mengandung anak kedua, umurmu dengan yuri hampir sama karena hubungan tuan kim dengan ibumu juga sudah berlangsung lama sebelum menikahinya, namun saat itu tuan kim memilih ibumu dan tinggal beberapa saat di luar negeri sampai akhirnya ia bertemu dengan kwon hyerin saat menjalani operasi jantung”

“J..jjadi.. Ayahku seperti itu?”

“Nne… Aku sendiri mendengar penjelasan langsung dari seorang ahjumma yang begitu dekat dengan keluarga kwon saat sebelum kejadian itu yuri menemuinya untuk mengambil kunci rumahnya karena hari itu adalah hari peringatan kematian ibunya, yuri selalu datang setiap hari peringatan itu untuk menaruh foto foto perkembangan dirinya dengan yoona, ia sengaja melakukan itu karena ahjumma itu selalu bilang jika ayah yuri selalu datang berkunjung, ia berharap ayahnya dapat melihat foto foto itu”

Taeyeon terdiam memandang sebuah kalender. Ya, dia ingat setiap tahun di bulan itu ayahnya selalu pergi ke gangnam tanpa memberitahunya, namun hari itu tuan kim pergi tepat ditanggal kematian istri pertamanya, ia tak tahu jika yuri akan berkunjung ke rumahnya

“Aku pikir ahjumma itu akan menjadi saksi, namun ia mengatakan jika yuri memintanya untuk pergi menjauhi rumahnya menghindar dari para penyidik”

“Wae?” tanya taeyeon

“Molla, ia sendiri merasa bingung, seharusnya yuri meminta ahjumma itu menjadi saksi agar ia terbebas tapi justru yuri malah mengasingkan ahjumma itu”

Taeyeon terdiam tampak berpikir, ia pun setuju dan tertarik dengan ucapan hyoyeon

Flashback end

“Gomawo…” ucap yuri tersenyum menoleh kearah taeyeon dan merentangkan tangannya hendak memeluk yeoja itu

Namun  dengan cepat kedua tangan taeyeon menahan tubuh yuri agar tidak memeluknya

“Apa yang kau lakukan?”

“Tentu saja memelukmu” ucap yuri

“Dengar, aku melakukan ini bukan berarti aku menyukaimu”

“Arra…” ucap yuri tetap memeluk taeyeon

“Yah!!!” teriak taeyeon merasa kesal, namun ia terdiam menerima pelukan yuri, selama ini ia tak pernah menerima pelukan dari seorang teman senyaman itu, taeyeon memang tak pernah memiliki teman yang begitu dekat selain hyoyeon, baginya teman itu sama saja hanya ada disaat butuh kemudian akan meninggalkan saat taeyeon terpuruk

“Kau terlihat tampan jika tersenyum seperti itu taenggu-yaa, jangan selalu menjadi sersan yang menyebalkan” ucap yuri yang sudah melepaskan pelukannya

Taeyeon tersenyum masam, ia kembali memandang pemandangan dihadapannya

Tangannya memasuki saku jaket nya dan mengambil sebuah botol bir kecil hendak meminumnya, namun yuri yang melihatnya langsung merebut minuman itu

“Yah apa yang kau lakukan, kemarikan” ucap taeyeon hendak merebutnya namun dengan cepat yuri melempar botol itu kedalam tong sampah

“Yah!” teriak taeyeon kembali

“Yah!!!” teriak yuri lebih keras membuat taeyeon terkejut

“Wae…?” ucap taeyeon merendahkan suaranya

“Wae? Itu minuman beralkohol! Dasar bodoh”

“Memangnya kenapa? Aku bebas meminumnya sekarang, Lagipula aku sudah bukan seorang polisi” ucap taeyeon

“Mwo? Jangan bercanda”

“Aku sudah diberhentikan”

“Wae?”

Taeyeon hanya terdiam memandang wajah yuri yang masih menunggu jawabannya

“Mianhae” ucap taeyeon

“Huh?” gumam yuri tak mengerti

“Maafkan aku selalu menyakiti fisikmu”

“Hahaha… Kau lucu sekali, tentu saja aku sudah lama memendam dendam padamu”

*plak!!!* dengan cukup keras yuri memukul kepala taeyeon

“Yah!!” teriak taeyeon namun yuri sudah terlanjur berlari meninggalkannya

Taeyeonpun mengikuti yuri meninggalkan rooftop

“Yul!” teriak tiffany saat tiba di kantor polisi bersamaan dengan keluarnya yuri

Tiffanypun berlari memeluk sahabatnya itu

“Apa aku terlambat?” ucap tiffany kembali

“Anniyo, lagipula aku sudah bebas sekarang” ucap yuri tersenyum memandang tiffany dengan kedua tangan yang masih memeluk pinggang yeoja dihadapannya itu

“Jinja?” ucap tiffany dengan kedua mata yang berbinar

“Tentu saja, taeyeon mencabut semua tuntutannya dan dari segala bukti menunjukkan memang bukan aku pelakunya, haaah lega rasanya” ucap yuri merentangkan kedua tangannya

“taeyeon?”

“nne, entah kenapa hari ini dia begitu baik padaku, padahal kemarin dia sangat membenciku”

“hmm… begitu ya, syukurlah aku sangat senang kau akhirnya terbebas” ucap tiffany mengembangkan senyumnya meskipun hatinya sedikit menolak ketika nama mantan kekasihnya disebut  “Tapi yul..” ucap tiffany kembali

“Wae?” tanya yuri terlihat khawatir

“Yoong tadi malam pingsan dan sampai sekarang berada di rumah sakit”

“Mwo? Wae…?”

“Dokter bilang yoong kelelahan”

“Yaish… Kajja kita kesana” ucap yuri yang sudah terlihat sangat khawatir

Taeyeon yang sedari tadi berada dibelakang yuri sempat penasaran, namun ketika hendak menghampiri yuri kedua matanya bertemu dengan tatapan tiffany, taeyeon segera menghentikan langkahnya

Cukup lama berpandangan, tiffany segera membuang muka dan membalikkan badannya menyusul yuri

……………………….

“Baby, apa semuanya sudah lengkap?” ucap tyler sambil berjalan membawa koper besar milik jessica

“Nne” ucap jessica

Keduanya pun mengendarai sebuah mobil yang dikemudikan tyler menuju bandara, hari ini jessica akan dibawa kembali ke USA

Jessica terdiam memandang pemandangan luar jendela mobil, tangannya meraba bibirnya dan mengingat kembali ketika yoona mencium bibirnya

“Mengapa jantungku selalu berdetak cepat setiap mengingat itu” ucap jessica dalam hati dengan tangan kiri yang memegang dadanya

………………………………

Begitu tiba di rumah sakit, tiffany dan yuri segera bergegas menuju ruangan tempat dimana yoona dirawat, namun langkah mereka terhenti ketika melihat yoona baru saja keluar dari ruang administrasi dan telah memakai pakaiannya lengkap

“yoong?” panggil yuri membuat yeoja dihadapannya itu menoleh kearah yuri

“huh? unnie? mengapa ada disini? Baru saja aku akan ke kantor polisi untuk menemuimu” tanya yoona heran

“Yoong bukankah kau masih harus mendapat perawatan?” ucap tiffany terlihat khawatir

“Ahahaha aku sudah baik baik saja, lagipula kau sudah aku hanya kelelahan” ucap yoona menggaruk garuk kepalanya kemudian melirik yuri

“Yah, lain kali kurangi aktivitasmu, kajja kita pulang, kau masih harus istirahat” ucap yuri

“Dengar kata unniemu! Dasar rascal, kajja kalian pulang ke apartemenku saja” ucap tiffany

“Hehehe mianhae, kajja” ucap yoona menggandeng lengan kedua unnienya itu berjalan meninggalkan rumah sakit, namun setelah beberapa langkah yoona kembali berhenti

“Chankkaman! Kenapa unnie bisa berada disini dan mengajakku pulang?”

“Tentu saja aku aku sudah bisa menghirup udara bebas yoong” ucap yuri ikut menghentikan langkahnya dan tersenyum mengangkat wajahnya

“Mwo? Jadi unnie sudah bebas?” ucap yoona excited

“Tentu saja, kau tak ingin memberikan selam…” belum sempat yuri berbicara yoona sudah terlebih dahulu memeluknya senang

“Akhirnya, jangan meninggalkanku lagi” ucap yoona memeluk erat tubuh yuri

Tiffany tersenyum bahagia melihat kedua yeoja dihadapannya itu, namun yuri yang melihatnya langsung merentangkan tangannya dan tiffany bergabung berpelukkan dengan mereka

….

Setelah tiba diapartemen, saat hendak membukakan pintu tiba tiba seorang ahjumma yang merupakan tetangga kamarnya menghampiri membawakan sebuah kotak kecil

“tiffany-shi” panggil ahjumma itu membuat ketiga yeoja dihadapannya menoleh

“ah, nne ahjumma ada apa?”

“tiga jam yang lalu temanmu kemari dan menitipkan ini untukmu, dia bilang kau tidak ada diapartemen” ucap ahjumma itu menyerahkan kotak kecil yang dibawanya pada tiffany

“kamsahamnida ahjumma” ucap tiffany

“nne..” jawab ahjumma itu sambil berlalu meninggalkan ketiga yeoja itu

“huh? jessica?” ucap tiffany membaca tulisan nama jessic pada kotak itu

Tiffany, yoona dan yuri pun memasuki apartemen

“bukankah ulang tahunmu masih beberapa hari lagi?” ucap yuri ikut merasa heran

“nne, aneh sekali” ucap tiffany membolak balikkan kotak itu “coba ku lihat” lanjutnya sambil mulai membuka kotak itu

Setelah dibuka, tiffany tersenyum senang saat melihat sebuah case ponsel yang terlingat sangat cantik terutama case itu berwarna pink

“kyaaaa…. ini lucu sekali! aku sangat menyukainya, she’s really my bestfriend” ucap tiffany excited sambil memeluk hadiah pemberian dari jessica

“yah, kau bilang aku adalah satu satunya sahabat terbaik untukmu” ucap yuri sebal

“hhehe aku akan mengatakannya setelah kau memberiku kado nanti” ucap tiffany memberikan merong pada yuri

“sahabat yang baik tak akan menitipkan kado” ucap yoona yang sudah duduk di ruang makan sambil menikmati buah apel yang diambilnya dari kulkas

“ah.. benar juga” ucap tiffany “huh? ada suratnya” lanjutnya saat melihat kembali pada kotak itu, tiffany pun segera membuka dan membacanya

 

 

 

“happy birhtday my best Tiffy! i hope all your dream wish come true baby and i love you so much. aku orang yang pertama mengucapkan bukan? hehehe

 

“Tiff, maafkan aku yang pergi tanpa memberitahumu dulu aku harus kembali ke USA, tadi aku ke apartemenmu tapi kau tak ada, aku baru ingat kau akan menghadiri sidang yuri. aku harap kasusnya segera terselesaikan dan yuri bisa segera dibebaskan. agar tiket yang ku beri tak sia sia.

ah ya, aku akan mengucapkan terimakasih padamu atas semuanya selama aku tinggal disini, kau benar sahabat terbaikku, bahkan mungkin aku akan sangat bahagia jika kau menjadi kekasihku hahaha just kidding babe

jaga kesehatanmu baik baik tiff, aku pastikan kita akan bertemu kembali karna aku tahu aku pasti akan merindukanmu hehehe

lupakan semua kesedihanmu dan hiduplah bahagia dengan orang orang yang mencintaimu, I love you my Tiffy, chu!” 😘

“mwo?! jessie pergi?” ucap tiffany terkejut setelah membaca surat itu, yuri dan yoona pun ikut terdiam mendengar itu

“oddiga?” tanya yoona yang sudah menghampiri tiffany dan membaca surat itu, yoona ikut membelalakkan kedua matanya setelah membaca surat itu

“unnie ayo ikut aku” ucap yoona kembali sambil menarik tangan yuri membawanya keluar

“hey.. kalian mau kemana?” teriak tiffany yang masih berada di dalam apartemen, iapun segera berlari menyusul

“oddiga?” tanya yuri heran namun yoona terus melangkahkan kakinya cukup cepat dan ketiganya memasuki sebuah taksi meninggalkan apartemen tiffany

15 menit perjalanan, kini taksi itu menepi. ketiga yeoja itu tiba di bandara incheon. rupanya yoona buru buru ingin menyusul jessica dengan harapan  jika yeoja itu masih berada disana

“apa masih mungkin jessie masih berada disini? ahjumma bilang dia menitipkan surat itu sudah beberapa jam yang lalu yoong” ucap tiffany mengikuti langkah yoona

namun yoona masih terdiam, ia berhenti di sebuah layar besar yang menampilkan jadwal penerbangan dari incheon airport, ia melihat semua penerbangan ke USA sudah tidak terssedia, iapun kembali berjalan menuju tempat check in tiket

“permisi, apa semua penerbangan ke USA sudah take off?”

“nne, penerbangan terakhir sudah take off 2 jam yang lalu”

“ah begitu ya, kamsahamnida” ucap yoona membungkukkan badannya pada petugas itu, iapun kembali berjalan menghampiri yuri dan tiffany yang berdiri tak jauh darinya

“bagaimana?” tanya yuri

“dia sudah pergi” ucap yoona lemas kembali berjalan meninggalkan bandara

Yuri yang melihat perubahan pada yoona langsung menatap tiffany dan mengangkat alisnya menanyakan apa yang terjadi

“aku juga tidak mengerti yul, yang ku tahu mereka sering bertengkar seperti anjing dan kucing setiap kali bertemu”

Yuri dan tiffany pun segera menyusul yoona

……………..

di ruang pribadi tuan choi

“tuan, yuri sudah dibebaskan dari tahanan” ucap salah satu anak buah tuan choi

“sial! apa yang terjadi?”

“anak korban menarik semua tuntutan dan beberapa kumpulan bukti bukti yang menunjukkan jika yuri tak bersalah”

“dasar sersan bodoh!” umpat tuan choi kesal “lalu, apa ada yang membuntutinya sekarang?”

“nne, 3 orang sudah diarahkan untuk selalu membuntutinya, dari info yang saya dapat, yuri tak pulang ke rumahnya tuan”

“oddiga?”

“dia bersama 2 orang yeoja menuju sebuah apartemen dan hingga sekarang mereka masih berada disana, diduga adiknya juga berada di salah satu mereka”

“yesung-ah apa kau sudah mendapatkan identitas adiknya?”

“nne tuan, ini” ucap anak buah bernama yesung itu sambil menyerahkan berkas identitas adik yuri

“hmmm…” *srrak!!* tuan choi melempar berkas itu kasar ke atas mejanya “segera singkirkan mereka” lanjutnya

“baik tuan” ucap para anak buah tuan choi kemudian meninggalkan ruangannya

Yesung berjalan memisahkan diri dari tim nya, ia berjalan memasuki lift dan menekan tombol lantai 3 pada mansion milik tuannya itu

*tok tok tok* jimin mengetuk pintu salah satu kamar dalam mansion itu sambil sesekali menoleh ke segala arah dengan tatapan waspadanya

“masuklah” ucap seseorang dari dalam, pintu itupun terbuka secara otomatis

“apa aku mengganggu?” tanya yesung setelah memasuki kamar, ia melihat sooyoung sedang duduk di atas kursi di balkon

“anniyo, aku menunggu kabar darimu, bagaimana ayahku?”

“aku baru saja menemuinya dan memberitahu jika yuri sudah dibebaskan dari penjara, apa nuna juga sudah tahu?”

“tentu saja, apa ayahku menanyakan tentang adiknya?”

“nne, dan aku telah memberikan berkas identitas tentang adiknya dari yang nuna berikan kemarin, tuan choi meminta untuk segera membunuhnya, setelah meninggalkan kantor polisi yuri bersama seorang wanita mnuju rumah sakit dan menemui seseorang, namun setelah keluar mereka menjadi bertiga dan sampai sekarang mereka berada di sebuah apartemen”

“apa kau tahu alamatnya?”

“nne, ini” ucap yesung mengambil sebuah kertas kecil berisikan alamat sebuah apartemen dan memberikannya pada sooyoung

“sudah ada anak buah appa yang membuntuti mereka?’

“nne, jisung taeyang dan dragon sudah berada disana membuntutinya”

“hmm… ada lagi?”

“hanya itu nuna”

“baiklah, gomawo yesung-ah aku harus segera pergi dan jangan beri tahu ayahku tentang ini”

“nne nuna” ucap yesung menundukkan kepalanya memberi hormat pada majikannya itu

…………………………

Yuri berjalan memasuki kamar tiffany, ia melihat yoona sedang duduk terdiam memandang keluar jendela

“sepertinya yedongsaengku sedang bersedih” ucap yuri menghampiri yoona dan ikut duduk disampingnya

“aku sedang tak bersemangat” ucap yoona menatap yuri sekilas kemudian kembali memangku wajahnya dengan kedua tangannya

“wae..? apa ini ada hubungannya dengan jessica?” goda yuri membuat yoona menatapnya begitu nama yeoja itu disebut

“jadi itu benar?” ucap yuri kembali karena yoona hanya terdiam “kau selalu terlihat marah jika aku membicarakan jessica kemarin”

“hmm… sepertinya aku menyukainya” ucap yoona menundukkan wajahnya

“mwo? woah.. daebak” ucap yuri menepuk nepukkan kedua tangannya “aigoo.. yedongsaeng unnie sudah mulai dewasa sekarang” lanjutnya sambil mengusap rambut yoona

“tapi aku sudah membuatnya marah”

“huh? wae…?”

“aku mencium bibirnya”

“mm… mmwo?” ucap yuri terkejut “bagaimana bisa? tapi kau sudah mengungkapkannya kan?”

“aku sengaja melakukan itu, aku juga sudah mengungkapkannya beberapa kali tapi dia sepertinya tak mempercayaiku”

“pasti karena kau mengatakannya sambil bercanda kan? -____- ” 

“anniyo aku selalu serius mengatakannya, tapi tak apalah seperti ini, dia sudah pergi jauh membawa kemarahannya terhadapku”

“wae..? mengapa kau membuatnya marah? yah! ingat pesanku, jangan pernah menyakiti hati seseong apalagi dia seorang yeoja”

“dia sudah memiliki kekasih dan namja itu mengatakan akan menikahinya”

“hemm… rumit sekali, tapi apa kau yakin jessica tak menyukaimu?”

“molla… yang ku tahu dia selalu menolakku” ucap yoona kembali sendu

“jangan sedih, kau ini adikku yang paling cantik sekaligus tampan, pasti akan banyak yang mau padamu” ucap yuri merangkul pundak yoona, yoona pun tersenyum menatap unnienya itu meskipun senyumnya dipaksakan, karena bagaimanapun juga yoona tetap masih mencintai jessica

“hey kenapa kalian belum tidur?” ucap tiffany yang baru saja selesai mandi

“pembicaraan seorang adik dan kakak hehehe, kau lekaslah tidur fany-ah kau pasti lelah, kau juga yoong” ucap yuri segera berdiri dan memakai kembali jaketnya

“huh? kau mau kemana yul?” tanya tiffany heran

“aku harus ke rumah, mr. lee pasti mencariku”

“jadi kau tak menginap disini?” ucap tiffany terlihat sedikit kecewa

“nne.. mianhae.. tapi aku akan selalu berkunjung kemari, tolong jaga adikku ya” ucap yuri mengusap usap kepala tiffany membuat kedua pipi yeoja dihadapannya itu mulai memerah

“n.. nne t.. ttentu saja” ucap tiffany gugup

“kalau begitu aku pergi dulu” ucap yuri memeluk yoona “jaga kesehatanmu, jangan berlatih dulu untuk sementara waktu ini, call?” lanjutnya

“call” ucap yoona setuju

yuri pun diantar tiffany menuju pintu keluar

“aku pulang dulu” ucap yuri membalikkan badannya menghadap tiffany setelah tiba di pintu apartemen tiffany

“nne, jaga dirimu baik baik yul.. dan jika ayahmu jahat tidurlah disini”

“hahaha… baiklah” ucap yuri tertawa melihat kepolosan sahabat yang dicintainya itu, iapun memeluk tiffany kemudian kembali membalikkan badannya berjalan meninggalkan apartemen

tiffany menundukkan wajahnya dan memasukkan tangan kanannya kedalam saku bathrobe yang dikenakannya, kemudian ia mengeluarkan dua lembar tiket sebuah pertunjukkan teater, tiket itu ia dapatkan saat membuka kotak phone case yang diberikan oleh jessica bersama sebuah catatan kecil

“tadinya aku membeli 2 lembar tiket ini untuk kita menonton bersama untuk merayakan malam ulang tahunmu, ku pastikan pertunjukannya sangat bagus, tapi sayangnya aku harus segera pergi, so’ pergilah berkencan bersama yuri, dan segeralah ungkapkan perasaanmu padanya, ppali!! atau aku akan mengambil yul darimu”  

tiffany kembali tersenyum mengingat apa yang jessica tuliskan pada catatan itu, iapun segera mengangkat wajahnya dan berlari menyusul yuri yang masih berdiri menunggu pintu lift terbuka

“yul chankaman!” teriak tiffany membuat yuri menoleh kearahnya

“nne? ada apa fany-ah?” ucap yuri berjalan menghampiri tiffany yang belum sampai padanya

“apa minggu depan kau akan sibuk?”

“tentu saja tidak, minggu depan adalah hari ulang tahunmu, aku akan mengosongkan semua kegiatanku agar bisa bersamamu”

“ah kebetulan, kajja kita menonton pertunjukkan ini” ucap tiffany memperlihatkan sebuah poster kecil bersama 2 tiket pertunjukkan itu

“huh? apa ini?”

“pertunjukkan teater, ini terlihat seru”

“hmm…”

“wae? apa kau tak menyukainya?” ucap tiffany terlihat sedih melihat ekspresi yuri

“anniyo, hanya saja kau kan yang akan berulang tahun, seharusnya aku yang mengajakmu keluar fany-ah”

“yaish aku pikir apa, gwaenchanna… lagipula ini dari jessica, tadinya dia membelikan 2 tiket ini untukku dan untuknya tapi dia lebih dulu pergi”

“kenapa kau tak mengajak taeyeon?” tanya yuri membuat tiffany tersentak, hatinya kembali merasa tak enak mendengar nama mantan kekasihnya itu disebut yuri memang belum mengetahuinya

“an.. anniyo.. aku sedang ingin pergi bersamamu, ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu yul”

“ah… jadi kau merindukanku? hahaha baiklah… tapi…”

“tapi apa?”

“karena ini kencan pertama kita setelah sekian lamanya maka kau harus berdandan secantik mungkin”

“hahaha kau tenang saja babo!” ucap tiffany menjitak kepala yuri

saat itupun pintu lift terbuka setelah yuri tekan

“aku harus segera pergi” ucap yuri mengusap kepala tiffany kemudian berjalan memasuki lift

“nne, hati hati yul” ucap tiffany tersenyum memperlihatkan bulan sabit pada kedua matanya membuat yuri kembali terkesima, namun senyuman itu perlahan menghilang setelah pintu lift tertutup

sambil terus tersenyum dengan perasaan bahagia, tiffany berjalan memasuki apartemennya

………………………………………….

setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, jessica akhirnya sampai di USA dan diantarkan tyler ke rumahnya yang ia tinggali bersama adiknya krystal, ia sengaja tak langsung menuju rumah orang tuanya karena ingin beristirahat sejenak terlebih ia masih enggan bertemu kedua orang tuanya saat bersama tyler

begitu tiba, tyler membantu jessica membawakan barang barangnya kedalam rumah jessica

“sepertinya adikmu sedang pergi”

“hemm… sepertinya begitu”

“bagimana jika aku tidur di rumahmu?”

“what? no tyler, kau harus pulang”

“why? bukankah kita sudah biasa?”

“anni… aku sedang merasa sangat lelah”

“hmm… baiklah aku mengerti, kau segerah beristirahat, besok aku akan kembali” ucap tyler mengecup singkat bibir jessica

“hati hati” ucap jessica menutup pintu rumah dan menguncinya. ia terlalu malas berbincang lama dengan kekasihnya itu

Setelah selesai mandi, jessica langsung berbaring diatas tempat tidurnya karena merasa lelah, namun sebelum kedua matanya terpejam ia mengambil ponsel dan mengaktifkannya

jessica tersenyum ketika menerima dan membaca sebuah pesan yang masuk

“aku sudah mengajaknya dan dia mau pergi denganku, aku sedikit kecewa karena dia kembali menyebut nama orang itu, thanks so much tiketnya baby, aku akan segera mengungkapkannya, tiffany jjang!! ^_^ i love you jessie, aku akan selalu merindukanmu” – My Tiffy

Jessica kembali meletakkan ponsel itu diatas meja kamarnya, ia tak berniat membalas pesan dari sahabatnya itu, karena merasa sangat lelah perahan iapun memejamkan matanya dan dalam sekejap dirinya sudah berada di dunia mimpi

……………………………………

Taeyeon baru saja tiba di rumahnya, saat membukakan pintu tiba tiba ponselnya bergetar menerima panggilan, taeyeon mengambil ponsel yang berada di dalam saku jasnya dan mengangkat telepon itu setelah melihat nama yang tertera dilayar panggilan

“yoboseyo, ada apa hyo? kau begadang lagi?”

“taenggu-yaa oddiga?” tanya hyoyeon

“aku baru saja tiba di rumahku, wae?”

“andwae! kau tak boleh masuk! pergilah dari sana”

“mwo? wae..? aku baru saja tiba, aku lelah”

“andwae taenggu yah, kau dalam baha…”

*tut..tutt…tutt….* belum sempat hyoyeon menyelesaikan telepeonnya sudah terputus

saat mendengarkan hyoyeon, tanpa taeyeon sadari tak jauh darinya seseorang baru saja menembakkan sebuah senjata peredam suara kearahnya dan peluru itu menembus kakinya hingga membuat taeyeon terjatuh didepan pintu

“akhh!!!” teriak taeyeon kesakitan, ia melihat ponselnya tergeletak setelah terbanting, sambil menahan sakit pada kakinya taeyeon berusaha meraih ponsel itu namun seseorang sudah berdiri didekat ponsel itu dan menginjak ponsel itu sekuat tenaga hingga hancur, taeyeon terkejut dan mengangkat wajahnya melihat sosok itu namun sayangnya orang yang berdiri didekatnya itu mengenakan penutup kepala sehingga taeyeon tak dapat melihat wajahnya, tiba tiba 2 orang lain datang dan menyerang taeyeon dengan pemukul baseball

*bukkk!!! bukk!!!*

“akhh!!!”

tak henti henti nya ketiga orang itu memukuli dan menendang tubuh taeyeon kemudian menyeretnya kedalam rumah

*brukk!!!* tubuh taeyeon dilempar dengan keadaan terbaring taeyeon hanya bisa terdiam menahan rasa sakitnya sementara darah terus keluar dari kakinya yang terkena tembakan itu

“hancurkan tempat ini” ucap salah satu dari ketiga namja itu

mereka pun segera memasang beberapa bom waktu di setiap sudut ruangan dan dengan segera mereka meninggalkan rumah taeyeon setelah menekan waktu mundur dari bom itu

taeyeon mengangkat wajahnya melihat kearah salah satu bom yang terpasang tak jauh darinya itu, ia melihat sisa waktu yang hanya menyisakan 5 menit 37 detik. dengan bersusah payah ia berusaha bangun agar keluar dari rumahnya sebelum bom bom itu meledak dan menghancurkan tubuhnya, namun sayangnya luka tembakan dan pukulan pukan dari ketiga namja itu membuat tubuhnya sangat lemah hingga ia kembali terjatuh

“sial” gumam taeyeon yang masih terbaring lemah dilantai, wajahnya semakin memucat karena banyaknya darah yang keluar

ia kembali memandang waktu yang tertera pada bom itu yang hanya menyisakan waktu 3 menit  26 detik untuknya.

“apa aku harus berakhir seperti ini?” ucapnya kembali dalam hati, perlahan ia tersenyum memejamkan kedua matanya, saat itu pula air mata taeyeon mengalir seiring mengalirnya waktu yang terus berkurang pada bom bom itu

 

TBC

Nunggu banyak yang baca dan komen baru dilanjut 😁 hehe

We Are Different part 7

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

………………………………………………

Setelah mematikan televisi sooyoung berjalan menuju dapur, ia melihat yoona sedang membelakanginya sehingga tidak tahu kehadirannya, ia menghentikan langkahnya memperhatikan yoona yang sedang memotong beberapa gurita yang akan diolahnya perlahan sooyoung mengambil pisau dan menyembunyikannya dibalik punggung, ia kembali berjalan menghampiri yoona dalam diam

“akhh!!!!!” teriak yoona

“baboya.. pisau itu terlalu kecil untuk memotong gurita, kkah obati lukamu” ucap sooyoung menggeser yoona yang sedang meniup niup jarinya yang teriris pisau, sooyoungpun menggantikan posisi yoona dan mulai mengiris iris daging gurita itu

“gurita gurita itu tak ingin diam, hati hati dengan jarimu” ucap yoona

“tenang saja, aku tak sepertimu” ucap sooyoung yang dengan mudah memotong daging gurita itu kedalam beberapa bagian

“woah daebak” ucap yoona takjub

“mengapa kau masih disini, lekas obati jarimu”

“ini hanya luka kecil” ucap yoona menunjukkan luka di jari telunjuknya yang masih mengeluarkan darah itu

Sooyoung menghentikan kegiatannya dan menaruh kedua tangannya diatas pinggang sambil memandang yoona

“arraso… kau seperti eommaku saja” ucap yoona mempoutkan bibirnya dan mulai menyalakan kran membersihkan lukanya

“jadi kapan kau mulai berlatih?” tanya sooyoung

“molla, amber belum menghubungiku”

“kau benar benar ingin melakukannya?”

“nne, aku tidak mungkin terus bergantung pada unnieku, aku tahu bahaya besar sedang mengikuti kehidupan kami” ucap yoona sedikit menundukkan kepalanya memikirkan apa yang telah didengarnya beberapa hari lalu di kantor polisi

Flashback

Setelah yoona meninggalkan amber dan yuri, yoona tidak langsung pergi,ia bersembunyi dibalik dinding ruangan itu untuk mendengarkan pembicaraan dua yeoja itu, ia tahu itu pembicaraan yang serius

“jadi kau berhasil menangkap para pengintai itu? siapa mereka?” tanya yuri kembali serius, amber menegakkan badannya dan mulai mencondongkan tubuhnya mendekati yuri

“2 diantaranya mati tertembak, untungnya masih ada 1 orang yang hidup, mereka anak buah dari tuan choi”

“hmm…”

“eh? kau tak terkejut?”

“aku sudah menduganya, sebenarnya aku sudah tahu jika tuan choi pemilik rumah sakit itu, aku berpikir jika tuan choi berniat membunuhku dan yoona”

“karena itu untuk saat ini mianhae aku tak bisa membantumu keluar dari sini”

“Tapi masih ada hal yang ganjal” ucap yuri terlihat sedang berpikir

“Ganjal? Maksudmu?”

“Seharusnya aku yang tertembak padahal posisiku sangat mudah untuk dibidik, tapi justru tuan kim yang tertembak dan lagi….” ucap yuri mengingat kembali kejadian itu “posisi peluru yang menembus punggung tuan kim bukan posisi untuk membunuh, kalaupun tuan kim yang menjadi sasaran harusnya pada kepalanya atau bagian jantungnya”

“Jadi maksudmu pengintai itu melakukan kesalahan?”

“Aku rasa disana tidak hanya ada satu orang, aku mendengar sedikit keributan dan saat aku menyerang mereka aku yakin salah satu dari mereka terkena tembakanku, karena aku mendengar teriakannya dan dia terjatuh, lalu mendengar suara langkah kaki memasuki hutan”

“Apa menurutmu seseorang mencoba menggagalkan aksi penembakan itu?”

“Entahlah aku masih belum yakin”

“Apa kau sempat melihat wajahnya?”

“Sayangnya tidak”

“Daebak”

“Nne?” gumam yuri tak mengerti

“Pendengaranmu sangat tajam, itulah mengapa kau masih hidup sampai sekarang” ucap amber takjub

“Hahaha yah, aku bersyukur akan hal ini”

“Mianhae, aku belum bisa melakukan apa apa sekarang”

“gwaenchanna, aku hanya akan terus memintamu menjaga adikku”

“baiklah”

“dan latihlah dia bela diri”

“eh?? bukankah dulu kau melarangnya?”

“nne, tapi setelah kejadian ini pasti bahaya akan selalu mengintainya”

“arra, ah apa dia tahu tentang ayahmu?”

“anniyo, aku masih belum bisa memberitahunya, aku takut akan melukai jantungnya”

“baiklah, kalau begitu aku harus segera pergi mengawasi adikmu, aku akan segera melatihnya nanti”

“gomawo” ucap yuri memeluk amber

Setelah mendengar itu yoona langsung pergi, beruntung yuri dan amber tidak mengetahui keberadaannya. dan semenjak itu yoona selalu memikirkan apa yang dikatakan unnienya itu

Flashback end

cukup lama terdiam, pandangan yoona tertuju pada lengan sooyoung yang terluka

“Kenapa kau diam saja? Kau membuang buang air” ucap sooyoung menyadarkan yoona, ia pun segera mematikan kran air yang sedari tadi terus menyala

“Eh mianhae…” ucap yoona

“Untuk saat ini aku mungkin akan jarang berada di restoran”

“Huh? Wae?”

“Aku diminta membantu unnieku mengurus perusahaannya, jadi kau harus bisa mengurus restoran , lagipula kekasihmu juga berada disana”

“Begitu ya, hahaha dia bukan kekasihku bodoh”

“Tapi kau menyukainya”

“Yaish… Bagaimana bisa kau tahu?”

“Yah, wajah bodoh sepertimu sangat mudah ditebak”

“Hahaha menyebalkan”

“Kajja ,makanan sudah siap” ucap sooyoung menata makanan itu keatas nampan ,yoonapun membantu membawakannya dan keduanya menikmati makan malam bersama

……………………………..

Keesokan harinya

*ting tong* pagi pagi sekali bel pintu apartemen jessica berbunyi

Jessica yang sudah terbangun dan sedang menyiapkan sarapan pun segera berlari dengan semangat membuka pintu apartemennya

“Yah, kau sekarang jadi ra….” ucap jessica saat membuka pintu namun ucapannya terhenti saat bukan yoona yang berada dibalik pintu itu “tyler?” ucap jessica kembali menatap wajah pria dihadapannya itu

“Baby, ternyata kau memang disini” ucap tyler langsung memeluk jessica

Dengan cepat jessica melepaskan pelukan tyler

“Ada apa kau kemari?”

“Baby, selama ini aku selalu mencarimu”

“Kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi, tolong pergi dari hadapanku” ucap jessica mulai emosi ,ia menutup pintu apartemennya namun tyler menahan

“Baby, dengarkan penjelasanku dulu ,ini tak seperti yang kau pikirkan”

“Penjelasan apa lagi? Kau sendiri yang melepaskanku! Kau pikir aku tak tahu apa yang kau lakukan dengan wanita didalam kantormu itu, huh?!!” ucap jessica mulai menitikkan air matanya

“Baby, aku tak ada hubungan apa apa dengannya”

“Cukup! Aku muak mendengar alasan bodohmu itu!” teriak jessica mendorong keras pintunya namun tyler sekuat tenaga menahannya

“Dia sahabatku! Dia hanya mencoba menenangkanku ketika aku down!” teriak tyler membuat jessica melepaskan pintu itu

“Saat itu aku tak berniat melepaskanmu, saat itu pikiranku benar benar kacau dengan keadaan perusahaanku yang sedang tak baik, aku mencoba menghubungimu karena aku membutuhkanmu untuk menenangkanku, tapi berkali kali kamu menolaknya dan aku mengetahui kau sedang merayakan pesta bersama teman temanmu” ucap tyler kembali membuat jessica terdiam dalam tangisnya, kini emosinya mulai memudar

“saat tahu hal itu aku sangat kacau, disaat aku terjatuh tak ada satupun yang mengerti, maafkan aku saat itu aku dalam keadaan emosi dan putus asa, aku benar benar minta maaf atas apa yang telah aku ucapkan, aku sangat menyesal”

Jessica kembali menangis mendengar penjelasan dari tyler

Melihat jessica terdiam tyler kembali memeluknya

“Aku benar benar menyesal dengan keputusanku, aku selalu mencarimu kemana pun dan akhirnya aku bisa menemukanmu, aku mohon kembalilah padaku, aku benar benar sangat mencintaimu” ucap tyler

Saat itu juga yoona membalikkan badannya dibalik dinding tak jauh dari mereka, beberapa saat yang lalu saat tiba didepan apartemen, yoona bertemu dengan seorang pria yang tampak kebingungan sedang mencoba menghubungi seseorang, namun pria itu segera menaruh ponsel kedalam sakunya saat melihat yoona berjalan melewatinya

“Hey.. Excuse me” ucap pria itu

“Ya?” gumam yoona menghentikan langkahnya

“Apa kau penghuni apartemen disini?”

“Anniyo, aku ingin menemui temanku”

“Ah apa kau mengenal seorang perempuan bernama jessica jung?”

“Jessica jung?” ucap yoona tampak heran

“dia kekasihku yang sudah lumayan lama pergi dari USA, selama ini aku selalu mencarinya, aku mendapatkan kabar dari adiknya jika dia tinggal di apartemen ini”

Yoona terdiam mendengarnya, apalagi setelah pria ini mengatakan jika dia kekasih dari jessica jung, pria yang diceritakan telah meninggalkan jessica karena perempuan lain, yoona merasa geram namun ia sendiri bingung mengapa pria ini mencari jessica dan bahkan mencarinya sampai seoul.

“Ya, dia salah satu penghuni apartemen ini” ucap yoona setelah cukup lama terdiam

“Benarkah? Ah thanks god!” ucap pria itu tampak senang “kalau begitu, apakah kau tahu nomor kamarnya?” lanjutnya

“nomor 418” ucap yoona

“Ah thanks so much! Aku beruntung bertemu denganmu” ucap pria itu menggegam kedua tangan yoona

Pria itu pun berjalan memasuki gedung apartemen menuju kamar jessica, karena khawatir yoona mengikuti pria itu dari belakang

namun setelah keluar dari lift ia memperhatikan mereka cukup lama, awalnya ia akan menghampiri ketika melihat jessica sedang berusaha menutup pintu yang ditahan oleh pria bernama tyler itu, namun setelah mendengarkan penjelasan tyler yoona menghentikan niatnya dan ia melihat jessica berpelukan bersama pria itu, tanpa terasa itu membuat hati yoona terluka. ia pun segera pergi meninggalkan apartemen

…………………………………..

*tap tap tap*

suara langkah seseorang berlari membuat kedua mata yuri terbuka, ia melihat seseorang membukakan pintu sel dengan nafas yang tak teratur seusai berlari menuju tempatnya

“yy… yyul…!! huh huh huh huh!!”

“nne? apa yang terjadi?” tanya yuri melihat wajah vivian yang memucat

“ayahmu yul, kajja ikut aku” ucap vivian segera membawa yuri keluar dan memasuki mobil menuju rumah sakit

“ayahku? ada apa dengan tuan kim?” tanya yuri masih tak mengerti

“ayahmu mengalami kritis kembali”  ucap vivian dengan fokus mengendarai mobil yang dibawanya

Sesampainya di rumah sakit kedua yeoja itu segera berlari menuju ruang dimana tuan kim di rawat, begitu tiba sudah banyak orang orang dan polisi yang berdiri diluar ruangan, semuanya tampak begitu serius

“sir, bagaimana sekarang? apa yang terjadi?” ucap vivian kepada atasannya yang sudah berada disana

“kenapa dia ada disini?” tanya sersan yang menggantikan posisi taeyeon untuk sementara itu

“aku yang membawanya, bagaimana pun juga dia berhak tahu”

“sayangnya kalian terlambat” ucap sersan itu menundukkan kepalanya

“nne? apa yang terjadi?” tanya vivian

tanpa pikir panjang yuri berjalan dan membukakan pintu ruangan itu, ia tampak terkejut saat  mlihat taeyeon sedang menangis sambil memeluk tuan kim yang terbaring dengan kedua mata yang tertutup, semua alat yang terpasang pada tubuhnya telah dilepas

“tuan kim tidak dapat tertolong” ucap sersan itu

Yuri terdiam mematung atas apa yang telah dilihatnya, air matanya berhasil lolos membasahi pipinya, entah mengapa hatinya begitu sakit menerima kenyataan itu jika tuan kim yang ternyata ayah kandungnya sudah tidak ada di dunia ini tanpa sempat keduanya berbincang

Yuri kembali berjalan mundur, ia sempat melihat taeyeon yang melihat kehadirannya namun taeyeon tak berkata apa apa ataupun tak terlihat emosi saat melihat kehadiran yuri

“yul, kajja” ucap vivian menarik lengan yuri dan dibawanya ke rooftop rumah sakit

“mianhae aku terlambat membawamu” ucap vivian menundukkan kepalanya

saat itu juga tubuh yuri roboh dan menangis sejadi jadinya sambil terduduk

“appa…” ucap yuri dalam tangisnya “appa… wae…?” ucap yuri kembali

Sementara vivian terdiam menundukkan kepalanya

……………………………………..

Setelah beberapa hari tak masuk kini jessica kembali bekerja di restoran, namun ia merasa heran ketika tak melihat yoona maupun sooyoung didalam sana, biasanya ia selalu dijemput yeoja yang selalu mengganggunya bahkan kemarin pun yoona sama sekali tak menemuinya

“Luna-yaa apa kau tak melihat yoona dan sooyoung?” 

“Sooyoung unnie untuk beberapa hari ini tak bisa mengunjungi restoran, sedangkan yoong unnie sepertinya hari ini tak akan bekerja ,kau juga sudah beberapa hari ini tak masuk”

“Ah ya ada beberapa hal yang harus aku urus, Huh yoona? Why?”

“Molla.. kemarin wajahnya tampak buruk, dia juga hanya bekerja setengah hari”

“Ah begitu ya, kalau begitu aku ganti pakaian dulu, gomawo luna-yaa” ucap jessica kemudian berjalan memasuki ruang ganti “Aneh sekali, apa mungkin dia sedang bertengkar lagi dengan yuri?” gumamnya

………………………….

“Fany unnie?” panggil yoona saat melihat yeoja yang dikenalnya sedang berjalan dari arah halte menuju sebuah gedung rumah duka dimana acara penghormatan terakhir kematian tuan kim

“Oh hey yoong, kau juga akan mendatangi penghomatan terakhir tuan kim?” tanya tiffany segera menghampiri yoona dan keduanya kembali berjalan beriringan

“Nne aku ingin menemani yul unnie, kenapa unnie berangkat sendiri? Tak bersama taeyeon unnie?”

“Ah anni..y..” ucap tiffany namun tak dilanjutkannya begitu melihat kearah seseorang yang tak jauh dihadapannya

Ia melihat taeyeon yang sedang berdiri didepan peti jenazah ayahnya. Tiffany menghentikan langkahnya di bagian barisan belakang para pengunjung yang sedang memberikan penghormatan terakhir, suasana didalam sangat ramai oleh para pendatang yang menghadiri acara itu

“Wae..?” ucap yoona ikut melihat kearah yang dilihat tiffany

Yoona terkejut dan membulatkan kedua matanya ketika melihat taeyeon yang sedang berpelukan seorang yeoja yang dikenalnya “taeyeon unnie? Sunny unnie?” gumam yoona kemudian kembali memandang tiffany

“Hubungan kami sudah berakhir” ucap tiffany tersenyum miris memandang yoona, kedua matanya sudah terlihat berkaca kaca karena bagaimanapun juga melihat pemandangan itu membuat hatinya terasa sakit

“Gwaenchanna…” ucap yoona merangkul dan menepuk pundak tiffany

“Nne, aku akan baik baik saja… Gomawo yoong” ucap tiffany kembali tersenyum

“Sir, tersangka mendatangi tempat ini” ucap salah seorang polisi menghampiri dan memberitahukan atasannya

Suara polisi itu cukup keras membuat orang orang didalam ruangan itu sempat ramai membicarakan kasus itu, mereka tampak geram karena yang mereka tahu jika yuri benar benar tersangka dibalik penembakkan yang terjadi pada tuan kim

Tak berapa lama yoona dan tiffany melihat yeoja yang dikenalnya memakai pakaian serba hitam dengan kedua tangan yang di borgol memasuki ruangan itu, awalnya yoona tampak senang melihat unnie nya namun ia terkejut saat melihat seorang namja menghampiri yuri dan memukulnya

“Yah!! Dasar pembunuh!” teriak namja itu mencoba terus menyerang yuri namun para polisi dengan segera menahan namja itu, tidak hanya namja yang menyerang yuri, banyak para pengunjung pun yang menyoraki dan memaki yuri membuat vivian kembali membawa yuri keluar, awalnya yuri menolak namun karena melihat situasi akhirnya yuri kembali meninggalkan ruangan dan memasuki mobil

Saat itu juga yoona dan tiffany mengikutinya

“Unnie! Chankkaman!” teriak yoona begitu keempat yeoja itu tiba di base ment

“Huh? Yoong, kau juga datang kemari” ucap vivian saat menoleh kebelakang

“Nne, aku tahu jika yul akan kemari, bisakah kau beri waktu untukku dan unnieku?”

“Baiklah, kalian bisa berbicara didalam van itu, disana cukup luas” ucap vivian melepaskan geganggaman tangannya pada lengan yuri

“Kajja unnie” ucap yoona menggandeng lengan yuri dan memasuki sebuah van hitam milik vivian

Vivian pun membawa tiffany sedikit menjauhi mereka

Begitu duduk ,yoona memandang yuri yang terus terdiam sambil menunduk

“Kenapa kau tak menepisnya?” ucap yoona sambil mengusapkan ibu jarinya pada darah yang keluar dari ujung bibir yuri akibat pukulan namja itu

“Aku… “ ucap yuri menahan tangisnya

Yoonapun memeluk yuri

“Arra, memang menyakitkan.. Kau boleh menangis” ucap yoona

Tanpa menunggu lama tubuh yuri pun bergetar menumpahkan tangisannya dipelukan yoona

“Ini memang tak adil ketika 24 tahun kita tak mengetahui sosok seorang ayah, dan ketika dia ada justru malah pergi meninggalkan kita” ucap yoona mengusap usap punggung yuri

Yuri terkejut mendengar apa yang dikatakan adiknya itu, iapun segera melepaskan pelukannya

“Yoong, kau sudah tahu?”

“Nne… Aku tak sengaja mendengarnya saat kau berbicara dengan amber unnie” ucap yoona

“Yoong mianhae, bukan maksudku tak ingin memberitahumu” sesal yuri

“Gwaenchanna, awalnya memang aku terkejut saat mengetahui korban itu adalah ayah kandung kita , aku tahu kau tak akan membunuh sosok yang selalu kau kagumi sejak kecil meskipun kita tak pernah tahu sosoknya” ucap yoona merapikan poni poni rambut yuri yang terlihat berantakan “aku diberitahu amber jika appa meninggal, aku langsung segera kesini karena aku tahu kau pasti akan datang” lanjutnya

Yuri kembali menitikkan air matanya memandang yoona

“Aku belum sempat menanyakannya kenapa dia meninggalkan eomma padahal eomma selalu menceritakan hal hal yang bagus tentangnya padaku, bahkan eomma selalu memberitahuku jika aku tak boleh memebencinya” ucap yuri “bahkan aku belum sempat mengenalkanmu padanya” lanjutnya sambil menundukkan kepala

“Gwaenchanna, mianhae aku sebenarnya tak peduli tuan kim appaku atau bukan, karena bagiku sosok ayah yang ku kenal sejak kecil adalah kau, sejak kecil kau selalu menjadi tulang punggung membantu eomma untuk kita tetap bertahan hidup bahkan setelah eomma pergi pun kau tetap menjadi sosok orang tua bagiku” ucap yoona kembali memeluk yuri

Ingatan yoona kembali pada beberapa tahun silam dimana dirinya sedang didalam kantor kepala sekolah bersama kedua orang tua dari musuhnya, hara

Yoona dan hara telah terlibat keributan dilapangan basket saat jam olahraga berlangsung sehingga kedua orang tua masing masing baik yoona maupun hara dipanggil oleh kepala sekolah, kedua orang tua hara telah hadir kecuali yoona

“Yah, aku tak memiliki banyak waktu! Mana orang tuamu! Kepala sekolah, beri saja dia hukuman” ucap ayah hara yang tampak geram

“Mwo? Enak saja kau bicara, aku sudah sampai!” ucap yuri yang sudah berdiri didepan pintu

Yoona tersenyum saat melihat unnie nya itu

“Yah, siapa kau huh?” ucap ayah hara sambil menunjuk yuri

“Em.. Dia perwakilan dari orang tua yoona” ucap kepala sekolah

“Mwo? Yah, jangan bercanda! Sesibuk apa orang tuanya huh?” ucap ayah hara meninggikan suaranya

“Aku memang orang tuanya! Wae..? Apa kau takut huh?”  ucap yuri tak mau kalah

“Tuan, mianhae.. Kedua orang tua dari siswa ini memang sudah tidak ada ,jadi hanya yuri unnie nya yang bertanggung jawab” ucap kepala sekolah kembali

“Huh pantas kelakuannya seperti itu, karena tak pernah mendapatkan didikan orang tua”

“Yah ahjushi! Justru anakmu yang kurang mendapatkan didikan darimu, lihat saja wajahnya lebih banyak terluka dibanding adikku, sudah jelas dia yang membully adikku, adikku hanya ingin mempertahankan diri”

“Mwo? Yah..!” 

“Wae…? Ahjushi pikir aku tak dapat membuktikannya, pak kepala sekolah bisa menujukkan cctv jika mau, aku berani dikeluarkan dari sekolah ini jika dugaanku salah” ucap yuri memotong pembicaran ayah hara “kajja yoong” ucap yuri kembali sambil menarik tangan yoona dan menundukkan badannya pada kepala sekolah sebelum mereka meninggalkan ruangan

“Mwo??? Yah! Anak kurang ajar” teriak ayah hara menunjuk tunjuk yoona dan yuri yang sudah keluar dari ruangan

“Sudah sudah tuan, dilihat dari rekaman cctv itu memang benar..”

“Jadi kau ingin menghukum anakku? Kau berani menghukum anak dari perusahaan YJ group dibanding 2 anak tanpa orang tua itu?”

“Emm.. Mianhae tuan, sebenarnya kwon bersaudara sudah diangkat menjadi anak dari tuan lee, aku tak bisa memberitahumu tadi karena mereka tak ingin orang orang tahu”

“M..mmwo? Lee dari bourbound group?” ucap ayah hara tampak terkejut dengan wajah yang memucat

“Nne tuan” ucap kepala sekolah

Setelah meninggalkan ruangan kepala sekolah yuri membawa yoona ke kantin sekolah

“Apa kau terluka?” tanya yuri memeriksa wajah yoona, ia terlihat khawatir karena yoona tak bisa berkelahi

“Anniyo, saat hara membullyku dengan keras aku melemparkan bola basket yang ku genggam ke wajahnya, saat dia ingin membalas untungnya sonsaengnim tiba tepat waktu, hara sudah menaikkan kursi untuk memukulku, hampir saja”

“Ah syukurlah” ucap yuri mengusap kepala yoona

“Aku pikir kau akan memarahiku”

“Mwo? Anniyo, untuk apa aku memarahimu, seharusnya tadi aku tendang wajah ahjhusi itu yang sudah berani memakimu” ucap yuri yang terlihat kesal

“Hahaha andwae, nanti kau mendapat hukuman” ucap yoona tertawa

“Duduklah, kau ingin minum apa? Akan ku pesankan” ucap yuri

“Tapi unnie inikan bukan waktu istirahat”

“Kau tenang saja, lagipula salah mereka sendiri yang telah menyita waktu, lagipula kalaupun memasuki kelas kita pasti akan dimarahi guru”

“Tapi kenapa kau bisa tahu jika hara yang memulai duluan”

“Ah.. Itu, tadi saat berjalan di koridor tiffany memanggilku dan memberitahuku jika hara memang selalu membully orang orang, sebenarnya aku hanya berbicara asal asalan saat meminta kepala sekolah untuk mengecek cctv, tapi untunglah ucapanku benar hahaha” ucap yuri tertawa bangga

“Yaish… Aku ingin jus jeruk” 

“Baiklah ,tunggu disini” ucap yuri meninggalkan yoona untuk memesankan minuman

Yoona tersenyum memandang punggung yuri yang berjalan menjauh

Flashback end

“Harusnya aku tendang wajah ahjushi yang berani memukulmu itu” ucap yoona menirukan apa yang yuri katakan dulu

Yuri sedikit tertawa mendengarnya, kini ia sudah tak lagi menangis

“Andwae… Nanti kau akan dihukum kepala sekolah” ucap yuri menanggapinya

Keduanya kini tertawa dan melepaskan pelukan

“Kau harus segera keluar dari sel, kita harus segera membawa para pelaku menggantikan posisimu”

“Baiklah, tapi… Apa kau masih selalu bersama sooyoung?”

“Kau tenang saja” ucap yoona tersenyum memandang yuri

“Jaga dirimu baik baik yoong” ucap yuri

…….

Sementara diluar, tiffany dan vivian berdiri menunggu yuri dan yoona

Kedua yeoja itu sedari tadi tampak terdiam dengan kesibukan masing masing

Tiffany yang sibuk diam memainkan kakinya sedangkan vivian yang sibuk mengunyah permen karet, keduanya sesekali saling melirik satu sama lain hingga kini tatapan keduanya bertemu, tiffany langsung menundukkan kepalanya

“Ah ya, aku baru sadar kenapa kau ada disini? Bukankah seharusnya kau bersama taeyeon?” ucap vivian memulai percakapan

“Anniyo, kami sudah berpisah..” ucap tiffany

“Hmm… Pantas” ucap vivian mengangguk anggukkan kepalanya

“Apa selama didalam sel yuri hidup dengan baik?”

“Kenapa kau tak tanyakan langsung padanya?” ucap vivian

“Anniyo, dia selalu menutupi keadannya karena tak ingin membuatku khawatir”

“Ah… Begitu ya, nne dia hidup dengan baik, makan minum dan mandi sesuai jadwal”

“Syukurlah, gomawo telah menjaga yuri dengan baik, kalau begitu aku permisi pergi lebih dulu, tolong sampaikan pada yoona nanti” ucap tiffany mulai melamgkahkan kakinya

“Kapan aku akan mengungkapkannya?” ucap vivian membuat langkah tiffany terhenti

“Nne?” gumam tiffany merasa heran

“Atau mungkin apa yul yang sudah mengungkapkannya?” ucap vivian

“Maksudmu?” tanya tiffany masih belum mengerti

“Aigoo ternyata si bodoh itu memang pengecut” ucap vivian menepuk jidatnya

“Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan”

“Yah, sebenarnya aku tak berhak memberitahukan hal ini, tapi aku sudah muak melihat tingkah kalian, haishhh… Yuri menyukaimu!”

“Mwo? Tentu saja, dia sahabatku” ucap tiffany

“Yah, baboya…! Dia mencintaimu! Kau tahukan cinta itu apa?”

“Mwo??? C.. C…cinta? Anniyo, tak mungkin, bukankah kalian…”

“Nne.. Aku minta maaf saat kemarin hanya ingin menggodamu, lagipula aku hanya ingin memastikan apa cinta yuri memang benar benar bertepuk sebelah tangan, tapi setelah melihat tingkahmu aku sudah tahu jika kau juga menyukainya”

Tiffany semakin terkejut mendengarnya, selama ini ia selalu menyangka jika vivian dan yuri kembali bersama, namun yang lebih terkejut ketika ia mengetahui jika yuri mencintainya ternyata bukan karena hanya sekedar sahabat

“Yuri sudah mencintaimu saat pertama mengenalmu di sekolah, tapi saat itu kau justru mencintai taeyeon, jadi dia lebih memilih tetap menjadi sahabatmu sampai sekarang, sadarlah.. Apa perhatiannya padamu kurang dari yang taeyeon berikan, aku rasa lebih dari itu” ucap vivian

“Kenapa kau bisa tahu? Bukankah kau mantan kekasihnya?”

“Hmm… Sedikit memalukan mengatakan hal ini, kami dari kecil sudah bersahabat dan akan tetap bersahabat sampai kapanpun, selama menjelang pesta malam perpisahan yuri memintaku untuk berpura pura menjadi kekasihnya agar saat perpisahan tiba, awalnya aku menolaknya karena kita berbeda sekolah, tapi setelah aku tahu dia menyukai sahabatnya yang bernama tiffany hwang namun sudah memiliki kekasih akhirnya aku menerimanya, kau tahu perasaannya saat malam perpisahan ketika diatas panggung taeyeon menciummu? Ughh…! Hatinya benar benar hancur”

Air mata tiffany berhasil lolos dari kedua pipinya, ia benar benar terkejut mendengar penjelasan dari vivian sampai ia menutup mulut dengan telapak tangannya

Flashback

Tiffany dan yuri sedang bersantai menikmati jam istirahat mereka di sebuah taman dibawah pohon tempat kesukaan mereka

“Ah tak terasa sudah menjelang perpisahan” ucap yuri mengadahkan kepalanya memandang langit yang tampak cerah

“Kau benar, ah sedih sekali” ucap tiffany mempoutkan bibirnya

“Wae?”

“Kau tahu kan malam puncak nanti akan ada undian hukuman bagi yang tidak membawa pasangan harus tampil diatas panggung”

“Kau tenang saja, lagipula siswa tingkat akhir banyak yang tak memiliki pasangan”

“Tapi kau tahu sendiri yul nasibku disini seperti apa, sudah pasti hyomin akan beraksi”

“Kenapa kau terlihat cemas, gwaenchanna… Tunjukkan suara emasmu pada mereka” ucap yuri tersenyum menatap tiffany

“Huh? Memang kau pernah mendengarkan aku berbanyi?” 

“Anniyo hehehe” 

“Yaish… Aku tak bisa melakukannya”

“Wae…?”

“Aku hanya ingin bernyanyi untuk orion” ucap tiffany dalam hati

“Aku yang akan menjadi pasanganmu saat malam perpisahan nanti” ucap yuri membuat tiffany mengangkat wajahnya kembali

“Huh? Kau lagi?” ucap tiffany

“Hehehe apa boleh buat, kau bilang kau tak ingin bernanyi dihadapan mereka”

“Hemmmm…..” gumam tiffany menopang dagunya sambil memandang kearah lapangan basket, kedua matanya tertuju pada sosok kecil yang sedang bermain basket bersama teman temannya, sosok kecil yang tekenal pandai dalam berbagai mata pelajaran dan menjadi ketua tim basket di sekolahnya, kim taeyeon

“Kau masih mengharapkannya?” tanya yuri yang mengetahui arah tatapan tiffany

“Bahkan sampai tak terasa hingga mendekati perpisahan” ucap tiffany

Yuri terdiam memandang sahabatnya yang masih fokus menatap taeyeon itu

Begitu jam perlajaran berakhir, yuri meminta tiffany dan yoona untuk pulang terlebih dahulu karena alasan ada urusan di sekolah.

Dan setelah melihat yoona dan tiffany keluar dari gedung sekolah, yuri segera berlari menuju rooftop gedung, ia membuka pintu gudang tempat penyimpanan peralatan sekolah yang sudah tak terpakai, kemudian yuri mengambil sebuah peti kayu yang tersimpan didalam sebuah lemari ,ia terdiam memandang peti itu ,ia teringat saat pertama kali membuatkan peti kayu itu pada tiffany

“Igo” ucap yuri memberikan peti kayu yang dibuatnya pada tiffany

“Apa ini?” tanya tiffany heran

“Peti untuk menyimpan surat surat cintamu pada taeyeon, kau bilang kau tak berani memberikannya, bisa menyimpanannya disini, setidaknya saat setelah lulus nanti dan memiliki suami kau bisa membacanya kembali untuk mengenang cinta pertamamu”

“Yah, dia bukan cinta pertamaku”

“Ah terserah saja dia cinta pertamamu atau bukan hahaha”

“Tapi kau benar juga, aku akan menyimpannya” ucap tiffany dengan senyum bulan sabitnya, iapun menyimpan seluruh surat yang selalu ia buat untuk taeyeon didalam peti itu dan disimpannya kedalam lemari didalam gudang

Setelah cukup lama terdiam, yuri mengambil sebuah kunci peti itu, sebenarnya ia tak memberitahu tiffany jika ia juga memiliki kunci serep peti itu dan diam diam selalu membaca isi surat yang tiffany buat untuk taeyeon

Yuri membawa peti itu dan kembali turun, langkahnya menuju lapangan basket dimana masih ada tim basket sekolah yang sedang berlatih, yuri duduk di kursi penonton hingga sesi latihan usai ,yuri pun langsung mencari sosok yang ditunggunya didalam ruang ganti

“Taeyeon-ah!” panggil yuri pada sosok pendek yang sedang berjalan dan berbincang dengan temannya itu

Taeyeonpun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya melihat kearah yuri

“Ada apa?” ucap taeyeon

“Bisakah kita berbicara sebentar?”

“Untuk? Apa kau mengenalku?” ucap taeyeon menaikkan sebelah alisnya

“Ada hal yang penting yang ingin aku bicarakan, sebentar saja. Anniyo, aku kwon yuri dari kelas bisnis B”

“Baiklah” ucap taeyeon “kalian duluan saja” lanjutnya pada teman temannya itu hingga didalam ruang ganti hanya ada mereka berdua

“So?” ucap taeyeon

“Sebenarnya, aku hanya ingin memberikan ini” ucap yuri memberikan peti kayu kecil dan sebuah kunci pada taeyeon

Taeyeon kembali menaikkan sebelah alisnya merasa heran

“Itu surat cinta yang dibuat sahabatku untukmu sedari kelas pertama” ucap yuri

“Cih” decak taeyeon tersenyum meremehkan, ia memang sering mendapatkan surat surat cinta bahkan makanan dan coklat dari para penggemarnya di sekolah dan saat itu juga ia selalu menolaknya karena telah memiliki sunny, namun kini ia justru mendapatkan sekotak surat surat yang telah lama dipendam penggemarnya itu

“Setahuku kau sudah berpisah dengan sunny” ucap yuri membuat taeyeon geram dan menjatuhkan keras peti kayu itu beralih mencengkram keras kerah seragam yuri

“Yah! Tau apa kau huh? Jangan ikut campur urusanku!” ucap taeyeon

“Anniyo… Aku tak bermaksud menguntitmu, lagipula hampir seluruh sekolah sudah tahu” ucap yuri namun taeyeon semakin keras mencengkram kerah seragam yuri dan mendorong tubuhnya hingga membentur loker loker

“Jadi kau ingin meremehkanku?” 

“Anniyo, tidak sama sekali” ucap yuri membuat taeyeon melepaskan cengkraman pada kerah seragamnya

“Dia tiffany hwang sahabatku, dia benar benar telah lama menyukaimu, aku pastikan dia adalah orang yang sangat tulus, aku sudah sangat lama mengenalnya, aku harap dia benar benar bisa mengobati lukamu” ucap yuri kembali membuat taeyeon terdiam “aku harap kau bisa membuka hatimu” lanjutnya sambil menepuk pundak taeyeon kemudian pergi meninggalkannya

Taeyeon terdiam mencerna kembali apa yang diucapkan oleh yuri, pandangannya kini kembali ke peti kayu yang ia lempar. Taeyeon pun mengambil peti itu dan malam itu satu persatu taeyeon membaca surat yang tiffany buat hingga habis

Satu minggu kemudian

“Yul…. !!” teriak tiffany sambil berlari menghampiri yuri yang sedang berbaring dibawah pohon

“Wae…? Mengganggu tidurku sa…”

Belum sempat yuri melanjutkan bicaranya, tiffany sudah langsung memeluknya

“Yul, hari ini aku bahagia ,sangat bahagia!” ucap tiffany yang terus terusan tersenyum menampakkan bulan sabit pada kedua matanya

“Wae wae wae?? Kau baru saja mendapatkan jackpot eoh?”

“Anniyo… Bukan itu”

“Wae??”

“Taeyeon tadi menemuiku dan mengajakku berbicara hanya berdua! Kau tahu? Dia telah membaca surat surat ku!” ucap tiffany excited

“Waah… Chukkhae, lalu apa yang taeyeon ucapkan padamu?”

“Dia bilang masih sedikit sulit membuka hatinya tapi setelah membaca surat suratku dia akan berusaha membuka hatinya untukku dan memintaku menjadi pasangannya saat pesta perpisahan nanti, kyaaa!!!” teriak tiffany sambil tertawa dan meloncat loncat girang

Yuri pun ikut tertawa dan ikut meloncat, meskipun perasaannya sakit tapi baginya kebahagiaannya tiffany adalah kebahagiannya

“Tapi… Kau dengan siapa nanti?” ucap tiffany dengan raut wajah sedihnya

“Ah ya, aku juga hampir lupa memberitahumu, aku sudah mendapatkan pasangan untuk pesta nanti”

“Yah! Kau jahat sekali tak lekas memberitahuku, untung taeyeon datang tepat waktu”

“Hahaha kau benar” ucap yuri sambil tertawa dipaksakan

“Tapi… Nugu?”

“Emm.. Sebenarnya dia seseorang yang sudah lama aku sukai, tapi dia berbeda sekolah, kau jangan bilang siapa siapa ya”

“Baiklah rahasia terjaga, tapi… Kau sudah memiliki kekasih sekarang” ucap tiffany denga raut wajah yang kembali terlihat sedih

“Wae…?”

“Perhatianmu padaku akan terbagi bahkan mungkin kau akan melupakanku”

“Baboya…! Tentu saja tidak akan, aku akan tetap selalu ada untukmu, kau tenang saja lagipula dia berbeda sekolah hahaha”

“Ah… Kau benar hehehe, hmm… Bahagia sekali sekarang” ucap tiffany membaringkan tubuhnya diatas rumput dengan paha yuri sebagai bantalan kepala nya, perlahan tiffany memejamkan matanya

“Ya… Aku harap kau selalu bahagia” ucap yuri tersenyum memandang wajah tidur tiffany sambil mengusap usap rambut panjangnya itu membuat tiffany kembali tersenyum

Flashback end

“Aku.. Aku pergi dulu, mianhae” ucap tiffany segera berjalan meninggalkan basement setelah mendengarkan apa yang telah diceritakan vivian

“Huh? Apa aku salah bicara?” gumam vivian saat melihat kepergian tiffany

Tak berapa lama setelah tiffany pergi, yoona membuka pintu mobil dan keluar dari sana

“Kau sudah selesai berbicara dengan yul?”

“Nne, huh tiffany unnie oddiga?”

“Ah.. Dia sudah pulang, kau ingin ku antar?”

“Begitu ya, anniyo aku membawa motorku” ucap yoona “unnie, aku pergi dulu, jaga kesehatanmu” lanjutnya pada yuri yang baru saja membuka kaca mobil

“Nne yoong, hwaiting! Jangan terlalu dipaksakan jika kau lelah”

Yoonapun pergi meninggalkan mereka, ia memutuskan untuk mengunjungi restoran sebelum amber menjemputnya untuk memulai latihan

Hanya butuh waktu 15 menit yoona sampai disana, ia melihat papan “close” restoran itu sudah terpasang

Hari ini sangat banyak pengunjung sehingga bahan bahan di restoran cepat habis dan tutup lebih cepat

“Yah, kau kemana saja?” ucap jessica begitu melihat yoona baru saja memasuki restoran

“Menemui unnieku” ucap yoona berjalan melewati jessica tanpa melihat kearahnya

“Benarkah? Lalu bagaimana kabarnya sekarang?” tanya jessica berjalan mengikuti yoona

“Dia baik baik saja” ucap yoona sambil terus berjalan menuju dapur

“Key, aku lapar tolong masakkan makanan untukku” ucap yoona kembali pada key sang koki restoran yang sedang membereskan dapur

“Mianhae nuna, bahan bahan sudah habis aku dan irene baru akan belanja bahan bahan setelah selesai membereskan restoran” ucap key

“Ah begitu ya, yasudah kalau begitu” ucap yoona kembali berjalan meninggalkan dapur

“Kau lapar? Kajja kita makan diluar, aku jadi ketagihan untuk makan di kedai jajangmyeon ahjumma itu” ucap jessica kembali berjalan mengikuti yoona

“Tidak kau saja, lagipula aku tak terlalu lapar” ucap yoona masih terus mengacuhkan jessica dan berjalan keluar dari restoran namun jessica masih terus berjalan mengikutinya

“Chankkaman… Tumben kau berkata seperti itu, biasanya kau sangat shikshin” ucap jessicia

Baru saja yoona membalikkan tubuhnya hendak menghentikan jessica, seorang namja dengan pakaian rapinya menghampiri mereka

“Baby, apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya pria itu membuat yoona dan jessica menoleh

“Tyler? Nne restoran baru saja tutup” ucap jessica

Yoona terkejut saat tiba tiba tyler memeluk jessica tepat dihadapannya

“Aku lapar, ayo kita makan” ucap tyler menggenggam tangan jessica hendak membawanya pergi

“Wait” ucap jessica menghentikan langkahnya  “yoong kau mau kemana?” lanjutnya kembali menghentikan langkah yoona yang hendak meninggalkan mereka

“Aku akan pulang, wae? Kau sudah dijemput kekasihmu”

“Kami mau makan, apa kau mau ikut?” ucap jessica

“Anniyo” ucap yoona menatap jessica yang selalu terlihat indah dimatanya ,namun kini hati nya terasa sakit melihat keindahan itu

Cukup lama keduanya terdiam saling tatap

“Hey.. Bukankah kita pernah bertemu di apartemen kekasihku?” ucap tyler menghampiri kedua yeoja itu

“Ah.. Ya” ucap yoona tersenyum dipaksakan

“Pantas kau mengetahui ruangan apartemen jessica,ternyata kalian sudah saling mengenal, apa kau rekan kerjanya?” ucap taeyeon

“Annieyo, dia pemilik restoran tempatku bekerja” ucap jessica

“Huh? Begitu ya, i’m so sorry aku baru mengetahuinya”

“Gwaenchanna, aku pergi dulu” ucap yoona tersenyum pada jessica dan tyler kemudian berjalan meninggkan restoran

Sementara jessica masih terus memandangi kepergian yoona

“Baby, ayo” ucap tyler menggenggam tangan jessica dan membawanya memasuki mobil

“Jadi kalian sudah pernah bertemu?” tanya jessica setelah mengingat percakapan tyler dengan yoona tadi

“Yea.. Dia yang memberitahuku nomor apartemenmu” jawab tyler yang sesekali melihat ke arah kekasihnya itu

“Apa waktu dia mau menjemputku ya? Ada yang aneh dengan sikapnya hari ini” gumam jessica dalam hati memikirkan yoona

…………………………………

Yoona sudah di jemput amber dan dibawanya ke gedung fitness milik yuri pribadi yang selalu dipakainya untuk berlatih

“Woah… Ini semua milik unnieku?” ucap yoona takjub saat melihat isi ruangan besar itu terlihat lengkap dengan berbagai alat fitnrss bahkan terdapat ring arena tinju

“Tentu saja, kau baru mengetahuinya?”

“Nne, dulu aku pernah diajaknya tapi aku malas hehehe, apa hanya kau dan dia yang memakai ini?”

“Nne.. Aku pernah mengusulkan untuk membuka gedung ini untuk dipakai umum, tapi yul menolaknya, dia lebih suka berlatih dalam sepi”

“Dasar, selalu saja menyendiri” gumam yoona

Hari itu juga yoona mulai berlatih dengan amber sebagai pelatihnya

…………………………….

Beberapa hari kemudian

Di apartemen tiffany

Tiffany terbangun setelah beberapa hari mengurung diri didalam kamarnya , ia terdiam memandang langit langit kamar, pikirannya kembali memikirkan apa yang telah diceritakan oleh vivian tentang perasaan yuri padanya.

Tiffany mengambil ponselnya dan membuka album foto melihat gambar gambar dirinya bersama yuri

*dugdugdug*

“Ah kenapa dengan detak jantungku? Kenapa aku begitu bahagia melihat ini” ucap tiffany dalam hatinya, saat melihat foto yuri yang sedang mencium pipi nya

“Woah cute! Yul, kajja kita selca” ucap tiffany yang sudah siap memegang kamera. Namun yuri tiba tiba mencium pipinya untuk yang pertama kali tepat saat menekan tombol kamera itu 

“Yah! Apa yang kau lakukan yaish.. Untung taeyeon sedang tidak ada disini” ucap tiffany mempoutkan bibirnya “bisa bisa kau dihajar olehnya” lanjutnya sementara yuri hanya tertawa kemudian melihat hasil foto itu

“Hahaha gwaenchanna, pipimu sangat menggemaskan aku jadi tak tahan hahaha bagaimana hasilnya?”

“Yaish…” ucap tiffany menepuk keningnya saat melihat hasil foto itu

“Wah bagus sekali! Jangan di hapus ya”

“Shirro.. Aku tak ingin taeyeon marah” ucap tiffany mengotak atik kameranya

“Jebaljuseyo unnie.. Pwweaseee…” ucap yuri memohon dengan suara aegyeo nya

“Sudah, blee” ucap tiffany memberikan merong pada yuri dan menunjukkan layar kamera yang sudah tak memperlihatkan foto mereka

Yuri pun mempoutkan bibirnya kesal

Perlahan tiffany tersenyum mengingat kenangan foto itu, sebenarnya ia tak menghapusnya hanya menekan tombol hide hingga yuri tak mengetahuinya

“Kau tak bekerja?” ucap jessica yang sudah berdiri didepan pintu kamar tiffany

Karena terlalu fokus ,tiffany sampai tak menyadari kehadiran jessica

“Kau mengagetkanku saja jessie, annieyo aku sudah berhenti, duduklah” ucap tiffany mengganti posisinya duduk diatas tempat tidur

Jessicapun menghampiri dan duduk disamping sahabatnya

“Why?”

“Hotel itu milik taeyeon”

“Hmm… Apakah putus hubungan juga harus meninggalkan semuanya yang berhubungan dengannya tiff?” 

“Entahlah, hatiku masih begitu sakit”

“Arra.. Aku mengerti, Kau terlihat sangat berantakan” ucap jessica merapikan poni poni tiffany yang sedikit acak acakan itu

Jessica telah mengetahui hubungan taeny telah berakhir, pagi itu setelah tiffany meninggalkan apartemen taeyeon ia langsung menemui jessica dan menumpahkan semua kesedihannya. Jessica sendiri merasa sangat marah melihat sahabat dekatnya tersakiti, namun ia bingung tak bisa berbuat apa apa karena tiffany melarangnya saat akan menemui taeyeon untuk memarahinya. Tiffany sangat membenci pertengkaran

“Jessie, jika sekarang aku mencintai seseorang apa aku terlihat murahan?”

“What? Tentu saja tidak baby, justru itu lebih bagus setidaknya kau bisa melupakan taeyeon, siapa orang itu?”

“Y..yy..yuri” ucap tiffany ragu dan menundukkan kepalanya

“Hemm… Fany-ah, aku sudah tahu kau mencintainya sejak lama”

“Mwo? Bagaimana kau bisa tahu?”

“Kedua matamu terlihat berbinar setiap kali menceritakan tentangnya, bahkan kau yang tadinya bersedih setelah bertengkar dengan taeyeon langsung ceria dan terlihat bahagia saat yuri menemuimu, I know all of you baby”

“Tadi pagi vivian sahabatnya menceritakan semua tentang perasaan yuri padaku”

“Dan yuri mencintaimu?” ucap jessica membuat tiffany terkejut memandang jessica

“B..bbagaimana kau..”

“Yuri yang memberitahuku” potong jessica “setiap kali kita jalan berempat yuri selalu menceritakan tentangmu, aku pikir dia akan mengungkapkannya padamu secara langsung, ternyata justru kau tahu dari orang lain, huh.. Dasar kwon yul, tapi kau jangan kecewa fany-ah, dia hanya ingin menjaga perasaanmu yang saat itu masih bersama taeyeon”

“Kau sudah tahu perasaanku padanya, apa kau memberitahu itu pada yul?”

“Annieyo.. Aku bukan jembatan penghubung hubungan orang tiff, aku lebih suka melihat perasaan kalian bertemu pada waktunya” ucap jessica tersenyum memandang sahabatnya itu, hatinya ikut bahagia saat mengetahui kedua sahabatnya saling mencintai

“Aku baru menyadari jika aku telah lama menyukainya, perasaanku selalu berbeda saat bersamanya, tapi saat itu aku selalu menepisnya, aku takut persahabatan kita berubah jika aku mengungkapkan perasaanku, lagipula saat itu aku masih belum yakin dan aku tak ingin menyakiti taeyeon”

“Dan sekarang perasaanmu dan perasaan taeyeon sama sama terbebas, sudahlah.. Kalian sudah menemukan orang yang tepat, kini saatnya kau mulai menata kembali perasaanmu pada yuri” ucap jessica

“Tapi aku bingung bagaimana mememulainya” ucap tiffany terlihat sendu

“Yah! Kalian sudah kenal dan bersahabat sangat lama, bersikap seperti biasanya saja”

“Kau tahu aku adalah orang yang mudah gugup jessie” 

“Ck, arraso.. Akupun entah mengapa jadi seperti itu sekarang” ucap jessica mengalihkan padangannyankeluar jendela

“Why? Apa karena kekasihmu sudah kembali? Oh ya ,kemana dia?”

“Aku rasa bukan” ucap jessica “dia sedang pergi keluar bertenu dengan rekan bisnis nya”

“Lalu karena apa?”

“Apa kau pikir aku bisa menyukai seorang yeoja?” tanya jessica memandang tiffany

“Molla” ucap tiffany mengangkat kedua bahunya “tapi bukannya kau menyukaiku” lanjutnya dengan polos

“Hemm kau benar tiff” ucap jessica memandang datar pada tiffany

“Hehehe aku hanya bercanda, memang ada apa denganmu jessie?”

“Entahlah, sebelum tyler kembali ada seseorang yang membuat perasaanku berubah ubah”

“Wah, jinjja?” ucap tiffany terkejut “Tapi aku tak mengerti maksudmu” ucapnya kembali

“Tyler kembali dan telah menjelaskan semuanya ,tapi entah mengapa perasaanku biasa saja sedangkan orang itu sudah mampu membuat perasaanku beraduk aduk padahal aku belum lama mengenalnya”

“Hmm.. Itu karena dulu kau terlalu kecewa pada tyler, woah mungkin kau mulai jatuh cinta padanya”

“Kau benar aku terlalu benci pada tyler, tapi… Aku sendiri ragu pada perasaanku pada orang itu”

“Pilihlah mana yang terbaik untukmu, jessie”

Jessica hanya terdiam memandang tiffany

“Tapi… Yeoja itu bukan aku kan?” ucap tiffany kembali

“Yah!!! Tentu saja bukan” ucap jessica menjitak kepala tiffany keduanyapun tertawa

“sudah jam 4, aku harus pergi” ucap jessica setelah melihat jam tangannya

“Oddiga?” 

“Molla.. Hehe perasaanku mengatakan aku harus pergi”

“Huh? Dasar aneh, kau baru saja pulang bekerja, apa tak lelah? Mau ku temani?” 

“Andwae.. Kau istirahat saja, lagipula aku malu membawa yeoja dengan kedua mata yang membengkak, nanti orang mengira aku yang menyakitimu” ucap jessica memberikan merong pada tiffany

“Yaish..”

Jessica pun pergi meninggalkan apartemen, ia memberhentikan sebuah taksi

“Sudaj beberapa hari ini dia menghindariku, Huh mengapa aku terus memikirkanya? Apa dia sudah makan?” gumam jessica, ia mulai menekan tombol panggilan pada sooyoung

“Yoboseyo” ucap sooyoung dibalik telepon

“Soo, apa yoona bersamamu?”

“Annieyo, aku pikir dia sedang berlatih hari ini”

“Berlatih? Apa?”

“Nne, bela diri”

“What? Bukankah dia sedang sakit?”

“Nne.. Kau benar”

“Yah!! Kau sahabatnya, mengapa tak melarangnya”

“Hemmm… Apa boleh buat, itu keinginannya”

“Yaish… Apa kau tahu dia dimana?”

“Nne, akan aku kirimkan alamatnya”

*klik* jessica mengakhiri panggilanya dan tak berapa lama sooyoung mengirimkan pesan berisi sebuah alamat

Jessica pun langsung menuju ke alamat itu

Tak berapa lama taksi yang ditumpanginya berhenti didepan sebuah gedung yang cukup besar, jessica segera turun dan memasuki gedung itu

“Kenapa sepi sekali” gumamnya begitu masuk ,beruntung pintu gedung itu tak terkunci

Ia terus berjalan masuk melewati beberapa alat latihan fittness hingga mendengar sebuah suara tak jauh darinya ,jessica segera berjalan menuju sumber suara itu, ia tersenyum sekaligus kesal saat melihat yoona masih terlihat sedang berlatih bersama seorang yeoja berambut pendek

“Kau sudah cukup bagus dan sangat cepat menguasainya”

“Tentu saja, yul unnie selaluenceramahiku  jika kita melakukannya bersungguh sungguh maka akan terasa mudah”

“Hahaha tapi ini biasanya cukup sulit bagi pemula yoong” ucap amber, namun ia mengalihkan pandangannya saat melihat seorang yeoja yang berdiri di belakang yoona, yoona pun ikut membalikkan badannya

“Kenapa kau ada disini?” ucap yoona terlihat tak suka

“Harusnya aku yang bicara seperti itu” ucap jessica tak mau kalah

“Aku rasa latihanmu sudah cukup, kalau begitu aku pergi dulu” ucap amber menepuk pundak yoona dan segera meninggalkan kedua yeoja itu

Yoona pun mengalihkan padandangannya, ia mengambil handuk kecil dan mengelap keringatnya

“Bukan urusanmu” ucap yoona

“Wae…? Kenapa kau bersikap seperti ini padaku?” 

“Biasa saja” ucap yoona berjalan melewati jessica namun dengan segera jessica menahan tangan yoona

Ia sangat tidak menyukai seseorang yang memendam apapun padanya sekalipun orang itu membencinya

“Aku ini sudah lama belajar ilmu psikologi dan sudah lama juga aku membaca berbagai pikiran orang lain” ucap jessica

Yoona menghentikan langkahnya dan terdiam sejenak, kemudian ia berbalik menghadap jessica

“Berarti kau sudah mengerti dengan apa yang ada di pikiranku” ucap yoona kembali berbalik dan berjalan

“Aku tak bisa” ucap jessica menghentikan langkahnya “aku tak bisa membaca sikap maupun pikiranmu” lanjutnya menundukkan kepala

“Wae?” ucap yoona

“Karena kau sangat menyebalkan dan selalu berubah ubah” kesal jessica

“Lalu mengapa kau kemari?” ucap yoona membuat jessica tersentak dan merasa bingung

“Aku… Itu karena aku diberitahu jika kau sedang berlatih bela diri, kau tahu kan itu tak akan baik untuk kesehatanmu saat ini”

“Kenapa kau peduli?” ucap yoona membuat jessica merasa terskak mat kembali

“Wae…? Aku hanya ingin tahu mengapa kau bersikap seperti menghindari ku”

“Kau mungkin bisa belajar membaca pikiran orang lain, tapi kau tak belajar bagaimana arti cemburu” ucap yoona

Sebenarnya ia tak merasa kaget dan memiliki pikiran itu sebelumnya atas sikap yoona padanya, hanya saja ia masih ragu dengan perasaan yoona maupun perasaannya

“W…why..?” ucap jessica gugup

Yoona tak bisa menjawabnya, ia mulai berjalan menghampiri jessica dengan tatapan seriusnya

Hal itu membuat jessica semakin gugup dan perlahan ia memundurkan langkahnya hingga terhenti saat punggungnya menabrak sebuah alat fitness, detak jantungnya semakin tak karuan karena jarak tubuhnya dengan tubuh yoona begitu dekat jessica kembali mengangkat wajahnya menatap kedua mata yoona yang masih terlihat serius

Dengan cepat yoona menurunkan wajahnya dan mencium bibir jessica dalam dalam membuat yeoja dihadapnnya itu sangat terkejut dengan apa yang dilakukan yoona

Jessica mencoba mendorong tubuh yoona berusaha melepaskan diri namun tubuh yoona dengan kuat mengunci tubuhnya

“Mmmmhhh…..!!!” erang jessica mencoba menggeleng gelengkan wajahnya hingga ciuman yang cukup lama itu terlepas, yoona pun melepaskan tubuhnya dan mengambil nafas yang hampir kehabisan karena cukup lama berciuman itu

*plak!!!* dengan keras jessica menampar pipi yoona, tanpa mengucapkan apa apa ia berlari meninggalkan yoona yang masih berdiri mematung

Sementara yoona masih terdiam membiarkan jessica pergi, tangannya meraba pipinya yang terasa panas akibat tamparan jessica

2 hari yang lalu tyler menemuinya tanpa sepengetahuan jessica, tyler selalu melihat jessica terus bersikap aneh dan selalu menceritakan yoona padanya, ia juga tahu jika yoona menyukai jessica setelah jessica menceritakan itu padanya, jessica jika sedang merasa kesal pasti akan mengungkapkan kekesalannya itu, sata itu jessica memang merasa kesal pada yoona yang selalu menghindarinya.

Karena itu tyler mendatangi yoona dan mengancamnya agar menjauhi jessica dan membuat jessica kembali ke USA. Ia memberitahu yoona jika ayah jessica tak bisa menerima hubungan sesama jenis dan tyler mengatakan akan segera menikahi jessica jika ia kembali ke USA. Setelah itu yoona terus memikirkan apa yang diucapkan tyler, satu sisi ia memikirkan perasaannya namun sisi lain ia juga memikirkan perasaan orang tua jessica, sudah cukup lama juga jessica tinggal di seoul sudah pasti otang tuanya sangat merindukan jessica.

Akhirnya dengan terpaksa yoona melakukan hal itu pada jessica agar yeoja itu membencinya karena ia tahu jessica telah menolak perasaannya

“Akh!” rintih yoona mulai merasakan sakit pada jantungnya, ia segera mengambil kunci motor dan meninggalkan gedung

………………………………

Malam harinya yoona tiba di villa

“Uhhuk!! Uhhuk!!” yoona terus terbatuk sedari perjalanan pulang tadi, wajahnya terlihat pucat dengan keringat dingin yang sudah membasahi tubuhnya, ia terus memegang dada nya yang sudah mulai terasa sakit

“Soo…” panggil yoona saat memasuki villa yang terlihat sepi itu

Karena tak ada sahutan, iapun memasuki kamarnya

*bruukk!!* belum sampai ditempat tidurnya yoona terjatuh ke lantai akibat jantungnya yang semakin terasa sakit

Dengan sekuat tenaga ia merangkak menuju laci untuk mengambil obat miliknya

Tadi siang yoona terlalu semangat berlatih sampai lupa meminum obatnya bahkan yoona belum mengisi perutnya dengan makanan sedari pagi

“Akh…!!” teriak yoona kesakitan sambil menekan dadanya

Akhirnya dengan susah payah ia sampai dan membuka laci yang cukup tinggi itu, pandangannya mulai terlihat buram, ia mulai bangun dan merogoh rogoh isi laci mencari obat obatan miliknya

Namun setelah dapat, karena tangannya yang bergetar ia tak sengaja menjatuhkan botol kecil berisi obat obat miliknya hingga hingga botol itu menggelinding di lantai

“Sial” gumam yoona

“Akh…!!” *brukkk!!!*

Yoona kembali terjatuh ke lantai dan terbaring dengan posisi miring. Ia dapat melihat botol obat itu berada tak jauh dari hadapannya, yoona pun merentangkan tangannya mencoba meraih botol itu namun tak usai didapatkannya

*ceklek* 

Tiba tiba seseorang membukakan pintu kamar yoona dan berdiri disana

Yoona tak dapat melihat jelas wajah orang itu, karena kondisi kamarnya yang minim cahaya dan pandangannya yang buram

Orang itu berjalan menghampiri dan menundukkan kepalanya saat melihat botol kecil berisi obat milik yoona

Orang itu pun berjongkok dihadapan yoona dan meraih botol obat itu namun ia tak lekas memberikannya pada yoona

“T.. Ttolong aku…” ucap yoona dengan sekuat tenaga mengadahkan tangannya pada orang itu

Orang itu masih terdiam dan tiba tiba melempar botol obat kecil itu tepat masuk kedalam kotak sampah yang berada diujung kamar

Akhirnya pandangan yoona mulai memudar dan menjadi gelap

……………………………………

“Kau masih belum bisa membunuhnya? Huh?” 

“Mianhae, hanya saja waktunya yang selalu tidak tepat”

“Hari ini kau akan menemuinya bukan”

“Nne, akan aku lakukan hari ini”

……………………………..

“Anniyo, ini tidak mungkin!” ucap yuri “katakan ini hanya mimpi”

TBC


Maafkan lama, abis liburan 🙏

We Are Different part 6

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

…………………………………………….

10 tahun yang lalu

“Youngie-ya ppali, appa akan terlambat” ucap tuan choi yang sudah berdiri menunggunya, ia membukakan pintu mobil untuk sooyoung

Sooyoungpun segera berlari dan memasuki mobilnya, namun ia merasa heran saat melihat ada 2 anak kecil lain yang duduk di jok belakang

“Nugu?” ucap sooyoung yang sudah duduk disamping mereka

“Mereka putri dari pasien appa yang meninggal, sekarang kita akan mampir dulu ke panti asuhan karena appa harus mengantar mereka kesana” ucap tuan choi yang sudah berada di dalam mobil

Tuan choi pun membawa mereka menuju panti asuhan

Setibanya disana tuan choi langsung disambut pemilik panti dan beberapa wartawan dan awak media yang sudah menunggu untuk meliputnya

Di media, Tuan choi memang sangat terkenal sebagai pemilik rumah sakit yang selalu memberikan santunan pada keluarga pasien yang jika salah satu dari mereka meninggal dunia saat dirawat disana termasuk sekarang setelah satu pasien meninggal, media langsung menyorot tuan kim yang mengatakan jika akan membiayai kedua puteri dari pasien itu dan membawanya ke panti asuhan yang sudah lama ia dirikan itu.

“Appa akan berbicara bersama mereka, kalian bermain lah dulu bersama yang lain” ucap tuan choi pada keempat anak kecil diahadapannya itu kemudian meninggalkan mereka

“Ngomong ngomong kita belum kenal satu sama lain, choi sooyoung imnida” ucap sooyoung mengulurkan tangannya

“Kwon yuri, dan ini adikku” ucap yuri membalas uluran tangan sooyoung

“Kwon yoona imnida” ucap yoona membungkukkan badannya

“Dia adikmu?” tanya yuri pada sooyoung saat menatap sunny “siapa namamu?”

“Yah! Enak saja, aku ini unnie nya!” ucap sunny menggembungkan kedua pipi chubby nya membuat yuri dan yoona terkejut namun kemudian menertawainya bersama sooyoung

“Hahaha mianhae, tubuhmu terlihat lebih kecil dari nya” ucap yuri mencoba menghentikan tawanya

“Dasar menyebalkan, aku choi sunny” ucap sunny mengulurkan tangannya pada yuri dan yoona

Setelah berkenalan keempat yeoja itu terlihat akrab terutama dengan tingkah sooyoung yang sama dork nya dengan yoonyul

Mereka pun bergabung bersama anak anak panti asuhan lain yang sebagian ada yang sedang bermain bola di taman

“Hey kenapa dari tadi kau diam saja?” tanya yuri menghampiri sunny yang sedari tadi hanya duduk memperhatikan anak anak yang sedang bermain bola

“Moodku sedang buruk”

“Wae?”

“Teman dekatku sudah satu minggu tak masuk, dan aku baru mengetahui kabarnya jika ia pindah sekolah”

“Aigoo… Kau masih bisa menemuinya ke sekolah barunya”

“Sayangnya dia pindah ke luar negeri, dan dia pergi secara tiba tiba, menyebalkan!”

“Woah luar negeri? Aku juga ingin kesana agar bisa menemui appaku”

“Eh? Memang appa mu dimana?”

“Molla, eomma bilang dia tinggal diluar negeri”

“Ayahmu seorang nahkoda?”

“Anniyo, appa bersama keluarga baru nya disana”

“Ah… Aku mengerti ,mianhae tapi mengapa kau ingin bertemu ayahmu? Bukankah dia sudah jahat karena meninggalkan keluargamu?”

“Aku hanya ingin mengetahui wajahnya” ucap yuri mengadahkan kepalanya memandang langit

“Yul!! Kajja bermain lagi! Kita tertinggal” teriak salah seorang namja yang sedang bermain bola

“Ah iya ,aku lupa aku sedang bermain” ucap yuri kemudian berlari bergabung berasama teman teman barunya

“Dasar bodoh” gumam sunny tertawa memandang yuri yang sudah bergabung bersama

“Yoong oper bolanya padaku!” teriak sooyoung yang terus berlari, namun karena terlalu fokus pada bola sooyoung  tak melihat sebuah batu yang berukuran cukup besar sehingga membuat kakinya tersandung, karena kehilangan keseimbangan sooyoung terjatuh dan tubuhnya terus mengguling akibat keadaan tanah yang miring, sooyoung baru menyadari jika ia berlari di atas permukaan tanah yang cukup dekat dengan danau

*byurr!!!*

Akhirnya tubuh sooyoung terjatuh kedanau yang dalam itu

“Youngie-yaa!!” teriak anak anak lain segera berlari ke tepi danah memanggil manggil nama sooyoung

“Hupp… Hwaah.. Tool… Hmmpp…”

Sooyoung terus menggerak gerakan tangan dan kakinya agar tubuhnya tidak tenggelam namun bukannya menepi ia malah semakin menjauhi pinggiran danau, ia berusaha meminta tolong pada teman temannya karena sooyoung tak bisa berenang, namun tangan dan kakinya mulai melemas kelelahan, perlahan tubuhnya semakin tenggelam dan sooyoung berpikir jika hidupnya akan berakhir disana

“Panggil tuan choi atau orang dewasa ppali!!” ucap salah satu temannya, yang lain pun segera berlari meminta pertolongan

“Anniyo, ini akan terlambat dia akan tenggelam” gumam yoona, iapun melepas sandalnya dan menceburkan tubuhnya kedalam danau

“Yoong!!” teriak yuri, iapun menyusul yoona menceburkan dirinya

Yoona terus berenang, ia terkejut saat tak lagi melihat tubuh sooyoung, yoona pun mengambil napas dan mulai menyelam, beruntung ia segera mendapati tubuh sooyoung dan menariknya ke permukaan, yuri yang menyusulnya segera membantu menarik tubuh yoona dan sooyoung ke tepi danau hingga tubuh sooyoung yang lemas tak sadarkan diri itu segera dibaringkan

Yoona menepuk nepuk wajah sooyoung untuk memeriksa kesadarannya namun sooyoung masih tak sadarkan diri , ia pun melakukan CPR

“Youngie-yaa ireonna” ucap sunny yang sudah menangis

“Youngie!! Ada apa ini?” ucap tuan choi yang baru tiba

“Uhhuk!! Uhhukk”

Sooyoung terbatuk tepat saat ayahnya tiba, ia terdiam memandang yoona telah berhasil menyelamatkan nyawanya dan sooyoungpun didudukkan

“Youngie-ya kajja kita ke rumah sakit!” ucap ayah sooyoung segera mengangkat tubuh putrinya itu dan membawanya memasuki mobil bersama sunny

Yoona beserta anak anak lain berlari mengikutinya hingga sooyoung memasuki mobil dan dibawanya ke rumah sakit

Saat melewatinya sooyoung terus memandang yoona yang telah menyelamatkan nyawanya itu

………………

“Yah!! Tower!!” teriak yoona membuyarkan lamunannya

“Eh? Kapan kau tiba yoong?” ucap sooyoung yang terkejut akibat teriakan yoona

“Dari tadi aku sudah disini memanggilmu beberapa kali, tapi kau malah asik dengan imajinasimu” ucap yoona terlihat kesal

“Hehehe mianhae, ada apa?”

“Anni aku hanya khawatir melihatmu seperti itu, apa yang sedang kau pikirkan?”

“Tidak ada, kau sudah makan?”

“Belum, ah aku jadi lapar, kau mau ku buatkan ramyeon?”

“Anni, kau saja yang makan, aku tinggal tidur ya” ucap sooyoung segera berdiri hendak memasuki kamarnya

“Chankkaman” ucap yoona menahan pundak sooyoung hingga berbalik menghadapnya

“Wae?”

“Bagaimana dengan lenganmu? Apa sudah diobati?”

“Ah.. Ini” ucap sooyoung mengangkat lengannya “nne, setelah pulang tadi aku langsung ke dokter”

“Bagaimana jatuhmu hingga separah itu? Wajahmu juga ada luka gores”

“Aku tak ingat, lagipula lenganku sudah membaik”

“Cih, apanya yang membaik lenganmu berdarah beberapa jam yang lalu babo! Lagipula selama ini kau kemana saja? Aku jarang melihatmu “

“Kau tenang saja, aku pulang ke rumah dan beberapa hari ini aku tidur disana ,ada urusan keluarga”

“Ada masalah apa? Sepertinya sangat serius”

“Anniyo, hanya urusan biasa, sudah sana makan”

Yoona pun berdiri dan meninggalkannya sementara sooyoung kembali terdiam

“Sampai kapan?” ucap sooyoung dalam hati menatap punggung yoona dengan kedua tangannya yang mengepal

………………………

Keesokan harinya

“Yul!!” teriak seorang yeoja berseragam polisi membukakan pintul sel

Yuri pun mengangkat wajahnya

“Vivian? Ada apa kemari?”

“Harusnya aku yang bertanya, apa yang terjadi di rumahmu? Mengapa eommaku dipindahkan?” tanya vivian segera duduk disamping yuri

Vivian adalah teman kecil yuri dan yoona. Yang sekarang bekerja sebagai polisi di daerah jeonju

“Kau pasti tahu”

“Nne aku tahu ada penembakkan ,tapi wae? Aku tau kau bukan pelakunya”

“Hmm… Belum saatnya aku ceritakan”

“Yah! Aku sudah meminta izin dipindah tugaskan kemari, aku berpihak padamu! Kajja apa yang harus aku lakukan agar kau bisa segera keluar dari sini”

“Yah, cerewet sekali”

“Yaish… Aku khawatir padamu babo!” ucap vivian mengunci leher yuri dengan lengannya

“Yah yah yah! Lepaskan aku…!”

“Shirro!” ucap vivian terus mengunci yuri yang terus meronta

“Y..yyul” ucap seorang yeoja yang sudah berdiri di depan pintu sel membuat kedua yeoja itu menatapnya

“Uh? Tiffany?” ucap yuri terlihat senang saat melihat tiffany, sudah beberapa hari ini ia tak melihatnya dan yuri sangat merindukannya

“Mm..mmianhae mengganggu kalian, aku akan menunggu disana” ucap tiffany segera meninggalkan yuri

“Wae? Padahal dia bisa saja bergabung” ucap vivian merasa heran

“Mungkin dia masih mengira kita masih berhubungan” ucap yuri

“Uh? Tentu saja kita masih, sejak kapan kita bermusuhan”

“Baboya…! Bukan itu maksudku, dulu kau pernah menjadi kekasihku” ucap yuri menjitak kepala vivian

“Apanya yang kekasih, kau yang memaksaku berpura pura menjadi pasanganmu di pesta perpisahan sekolahmu, yah! Kau belum membayarnya!” ucap vivian

“Sssst…. Jangan terlalu keras, nanti fany dengar” ucap yuri membungkam mulut vivian

“Hemmmpp…h!!” gumam vivian

“Arra… Nanti aku bayar” ucap yuri melepaskan tangannya “aku akan menemuinya dulu, jangan ganggu kami, arra?!”

“Arrasoo…” ucap vivian menatap yuri yang sudah berjalan keluar, perlahan vivian pun tersenyum smirk

…..

“Fany-ah kau datang sendiri?” ucap yuri menghampiri tiffany

“Nne, jessica sedang bekerja jadi tak bisa menemaniku”

“Dasar es batu, jahat sekali dia belum menjengukku” gumam yuri mengacak pinggangnya

“Apa vivian selalu datang kesini?”

“Anniyo baru hari ini saja, ah ya kau kemana saja eoh?”

“Hehe mianhae aku baru saja sembuh”

“Wae? Kau sakit apa?” ucap yuri langsung duduk disamping tiffany dan memeriksanya

“Hahaha gwaenchanna” ucap tiffany merasa geli saat tangan yuri memeriksa dahi dan lehernya “aku hanya terkena demam, ini karena cuaca yang terlalu dingin” ucap tiffany mengusap usap kedua telapak tangannya

“Hmm… Kau terlihat semakin kurus, apa taeyeon tetap menjagamu dengan baik?” ucap yuri membetulkan jaket tebal yang dikenakan tiffany dan menarik resletingnya

Tiffany terdiam mendengar nama taeyeon, hatinya kembali terasa sakit atas kejadian tak terduga beberapa hari yang lalu di di apartemen kekasihnya itu

Flashback

Malam itu setelah dari rumah sakit menemui nyonya kim, tiffany memutuskan untuk pulang. namun saat taksi yang ditumpanginya melewati apartemen taeyeon ia memutuskan untuk mengunjunginya berharap taeyeon berada disana

begitu tiba ia menekan password apartemen taeyeon, ia tersenyum saat aroma pewangi baru yang taeyeon katakan pagi tadi mulai tercium dihidungnya

*piiip*

ia pun memasuki apartemen taeyeon setelah pintu terbuka

“taenggu, kau didalam?” panggil tiffany memasuki kamar taeyeon

ia tersenyum saat melihat taeyeon sedang terbaring diatas tempat tidurnya, tiffany mendekati dan duduk disampingnya tangan tiffany mulai mengusap wajah taeyeon

perlahan taeyeon yang kesadarannya memulih mulai membuka kedua matanya dan menatap tiffany

“kau kemana saja? aku sangat mengkhawatirkanmu” ucap tiffany tersenyum menatap taeyeon

taeyeon pun terbangun dan duduk disamping tiffany, ia memijit kepalanya yang masih terasa pusing

“fany-ah ada apa kau kemari?” tanya taeyeon

“aku hanya ingin memastikan”

“kau pikir ini jam berapa?” ucap taeyeon terlihat kesal

“mianhae, kau sangat sulit dihubungi dari tadi siang dan aku mendapat kabar jika omonim dibawa ke rumah sakit dan dirawat, setelah dari kantor polisi aku langsung kesana” ucap tiffany

Taeyeon hanya terdiam mendengarnya, ia mendekatkan wajahnya hendak menicum bibir tiffany

“taeng… kau mabuk?” tanya tiffany karena mencium bau alkohol dan menahan taeyeon dengan memegang kedua pundak yeoja itu

belum sempat taeyeon menjawab, pintu kamar mandi di dalam kaarnya terbuka dan seorang yeoja yang memakai bathrobe baru saja keluar

“taeng sepertinya shower……. “ ucap sunny namun tak melanjutkan bicaranya saat kedua matanya bertemu dengan pandangan tiffany “tiff.. tiffany?” panggil sunny merasa terkejut

“sunny?” ucap tiffany yang tak kalah terkejut, ketiga nya cukup lama terdiam

“t.. ttaeng” ucap tiffany memandang taeyeon meminta penjelasan, ia sudah mengetahui hubungan sunny dan taeyeon yang pernah menjadi pasangan kekasih sebelum dia bersama taeyeon namun ia tak menyangka jika mantan kekasih taeyeon berada di apartemen kekasihnya itu

“ann.. anniyo, ini tidak seperti yang kau pikirkan fany-ah” ucap sunny

Kedua mata tiffany sudah berkaca kaca, bagaimanapun juga ia merasakan sakit

“taeyeon-ah tolong jelaskan” ucap tiffany

“dia memang bersamaku malam ini fany-ah” ucap taeyeon sedikit menundukkan wajahnya “sudah beberapa hari ini kami memang sering bertemu” lanjutnya

“mwo? apa maksudnya taeng?” ucap tiffany semakin tak mengerti

“mianhae, aku masih mencintainya” ucap taeyeon membuat kedua yeoja dihadapannya terkejut mendengar itu

“t.. taeyeon-ah jangan bercanda, kau mabuk” ucap sunny

“anniyo, perasaanku tak pernah bercanda, selama ini aku selalu mencoba melupakanmu dengan bersama tiffany, aku pikir aku bisa melakukannya namun aku tak bisa sunny-ah” ucap taeyeon memandang sunny dengan tatapan seriusnya sementara air mata tiffany tak henti hentinya mengalir, selama ini taeyeon yang selalu ia percayai telah membohonginya

“fany-ah mianh..”

*plakkk!!!* belum sempat taeyeon menyelesaikan ucapannya tiffany sudah menampar keras pipi taeyeon ia pun berlari meninggalkan apartemen taeyeon

“taeyeon-ah jika ini lelucon ini sangatlah tidak lucu!” ucap sunny yang mulai kesal

“apa kau pikir ini lelucon?”

“kau sudah melukai perasaan tiffany!”

“kau pikir kau tidak melakukannya padaku? huh?” ucap taeyeon mulai berdiri menghadap sunny “apa selama meninggalkanku kau pernah memikirkan perasaanku sunny-ah? apa kau pernah berpikir berapa lama aku menahan sakitku menunggumu?”

“cukup taeng!” ucap sunny mulai terisak, ia hendak berjalan meninggalkan taeyeon namun taeyeon segera menahan dan memeluknya

“aku mencintaimu sunny, aku masih sangat mencintaimu” ucap taeyeon mengeratkan pelukannya

namun pada akhirnya sunny melepaskan pelukan taeyeon dan meninggalkan apartemen dengan perasaan yang tak menentu

Flashback end

“ini menyakitkan yul” ucap tiffany pelan

“Nne?” gumam yuri tak mendengarnya

“Aku baik baik saja, taeyeon menjagaku dengan baik” ucap tiffany tersenyum menatap yuri

“Ah baguslah, jangan sakit lagi fany-ah itu akan membuatku sakit juga” ucap yuri mengusap kepala tiffany dan memeluknya

Tanpa terasa air mata tiffany kembali lolos saat yuri memeluknya, ingin rasanya ia menumpahkan tangisannya di pelukan yuri yang baginya selalu terasa nyaman

Yuri hendak melepaskan pelukannya namun tangan tiffany menahannya

“Jangan lepaskan” ucap tiffany

“Eh?” gumam yuri tak mengerti

“Biarkan seperti ini dulu” ucap tiffany

Ia kembali menumpahkan air matanya dalam diam

Flashback

“Huh huh huh!!”

Yuri mengusap keringat diatas keningngya dan mengatur nafasnya setelah berlari ke segala tempat di sekolah setelah yoona memberitahunya jika tiffany menangis setelah bertengkar dengan taeyeon, ia memicingkan matanya saat melihat sosok yeoja yang sedang duduk dibawah sebuah pohon di taman sekolah yang tak jauh darinya. Yuri kembali berlari menghampiri yeoja itu setelah dugaannya benar jika yeoja itu adalah tiffany

“Orion kau dimana? Tolong aku, tolong hilangkan sakit hatiku” ucap tiffany dalam hati dan terus menangis

“Fany-ah wae?” ucap yuri

Tiffany masih terdiam terus menangis, kedua matanya yang basah menatap yuri yang terlihat mengkhawatirkannya

Tiffany pun memeluk yuri dan membenamkan wajahnya pada pundak sahabatnya itu

“Apa yang terjadi? Ku dengar kau bertengkar dengan kekasihmu? Wae? Bukankah hubungan kalian baru satu minggu?” tanya yuri bertubi tubi

Namun hanya tangisan tiffany yang menjawabnya

“Jika dia memang menyakitimu, tunggulah sebentar aku akan memberi pelajaran untuknya” ucap yuri mulai merasa kesal, ia tak pernah ingin melihat tiffany menangis karena hatinya juga ikut merasakan sakit

“Andwae yuri-yaa” ucap tiffany menahan yuri yang hendak pergi “ini salahku” lanjutnya kembali menangis

“Lalu kenapa kau yang menangis? Kau akan menangis jika ada yang melukaimu, aku harus menanyakannya pada taeyeon” ucap yuri

Namun tiffany menarik lengan yuri dan kembali memeluknya

“Fany-ah kau pikir aku tak pernah memperhatikanmu? setelah kau bersama taeyeon kau selalu menangis, wae? Ceritakan saja padaku jika taeyeon menyakitimu”

“Anniyo, ini salahku yul” ucap tiffany

“Kau selalu berkata seperti itu, sebegitu besarkah rasa cintamu padanya?”

Tiffany terdiam mendengarnya, kini isakannya mulai tak terdengar lagi

“Nne, aku yang salah karena terlalu mengharapkannya bahkan mungkin aku terlalu mencintainya” ucap tiffany

Kini yuri yang terdiam mendengar itu, hatinya merasakan sakit yang teramat dalam mendengar pengakuan tiffany

“Arraso aku tak akan membalasnya, aku hanya akan memberikan pundakku padamu”

Tiffany semakin mengeratkan pelukannya, yuripun terus mengusap usap rambut tiffany

Flashback end

………………………………

Setelah terdiam cukup lama, Tiffany mengusap air matanya dan mulai melepaskan pelukannya

“Gomawo” ucap tiffany kembali tersenyum

“Apa kau sangat merindukanku? Sampai segitunya” ucap yuri menaik turunkan sebelas alisnya

“Nne ,aku sangat merindukanmu babo! Kapan kau akan terbebas yul?”

“Molla, situasinya sedang rumit” ucap yuri

“Omo! Kau membawa makanan unnie! Ah kebetulan aku sedang lapar” ucap vivian yang baru saja muncul, ia mendekati tiffany dan membuka kotak besar yang berada disampingnya

“Ah ya aku lupa, aku kemari membawa makanan untukmu yul, aku khawatir kau tidak bisa menjaga pola makanmu karea kau sangat selektif terhadap makanan”

“Ah..hahaha aku hanya trauma terhadap makanan” ucap yuri menggaruk garukkan kepala belakangnya. Semenjak pernah keracunan makanan Yuri memang sedikit trauma terhadap jenis makanan ditempat yang asing baginya.

“Arraso aku mengerti, makanan yang kubuat masih segar dan bebas racun hehehe kau tenang saja” ucap tiffany membukakan tupperware dan memberikannya pada yuri

“Apa aku boleh memakannya juga?” ucap vivian

“Tentu saja kau bilang kau lapar, aku membawa banyak makanan” ucap tiffany memberikan  satu kotak berisi makanan pada vivian

“Woah gomawo unnie” ucap vivian senang menerima kotak itu, kini posisinya pindah duduk disamping yuri

“Kau pasti kesulitan karena kedua tanganmu di borgol, kajja aku suapi” ucap vivian mulai menyuapkan makanan pada yuri, yuri pun menerimanya dengan senang

“Aaa… Masytaaah…” ucap yuri menepuk tepukkan tangannya

“Ehmm… Yul, sebaiknya aku pulang”

“Eh? Waeyo…?”

“Aku… Aku harus pergi bekerja” ucap tiffany mulai melangkahkan kakinya hendak meninggalkan ruangan

“baiklah, hati hati di jalan unnie!” ucap vivian melambaikan tangnnya pada tiffany

“yah!!” teriak yuri

“wae? aku sudah dipindah tugaskan sebagai penjagamu disini, jadi mulai sekarang aku yang berhak mengatur jadwal kunjungan”

“yaish…

“gwaenchanna, aku akan mengunjungimu lagi, ah anni… aku akan menunggumu pulang yul” ucap tiffany iapun kembali membalikkan badannya namun lagi lagi yuri menahannya

“chankkaman” ucap yuri mendekati tiffany kedua tangannya merapikan jaket yang dipakai tiffany “kau bilang cuaca diluar sangat dingin kau harus menutup tubuhmu, jangan sakit lagi arra?” ucap yuri mengusap rambut tiffany

“n… nne… aku pergi dulu yul” ucap tiffany buru buru segera meninggalkannya karena tak ingin wajah merahnya terlihat oleh yuri

“hahahaha”

“kenapa kau tertawa? dasar bodoh, aku masih ingin melihat wajahnya”

“kau yang bodoh, tidak kah kau sadar jika yeoja itu cemburu padaku?” ucap vivian melanjutkan tawanya

“mwo? tiffany? hahaha jangan bicara yang bukan bukan”

“yaish dasar tidak peka, dari aku kuliah di london sampai lulus belum pernah mendengar kabar kau memiliki kekasih” ledek vivian

“kau tau, aku…”

“arra arra… aku tau, itu karena kau mencintai tiffany unnie”

“hehehe sudahlah jangan bahas itu”

“jadi dia masih bersama dengan si sersan itu? wah… daebak”

“yah!!!” teriak yuri

“arraso, kajja lanjutkan ceritamu, apa yang sebenarnya terjadi waktu itu?”

Yuri terdiam, ia sedikit ragu untuk menceritakannya

“kau tenang saja, hanya ada aku dan kau disini, ppali..” ucap vivian menebak raut wajah yuri

“memang bukan aku yang melakukannya, sebenci dan semarah apapun perasaanku aku tak akan melakukannya”

“kenapa dia ada didalam rumahmu? apa kalian ada janji untuk saling bertemu dan sebenarnya siapa namja yang tertembak itu?”

“dia…… ayahku”

“mwo??” ucap vivian terkejut

“saat itu ahjumma memberitahuku, aku langsung berlari menuju rumahku untuk segera melihatnya dan aku benar benar melihatnya”

“hhmmm…. apa ayahmu mungkin seorang mafia?”

“anniyo, dia seorang dokter, tapi aku sudah tahu pelaku dibalik penembakan ini”

“dokter? kemarin aku juga baru saja menangani kasus pembunuhan seorang dokter, kau tahu? cara membunuhnya sangat keji sekali”

“jinja? apa pelakunya sudah tertangkap?”

“sepertinya belum, setelah mengetahui kasus tentangmu aku langsung meminta dipindahkan kemari”

“yaish kau ini”

“wae? kau ini lebih penting, kau harus lekas bertindak dan keluar dari sini, kau harus segera menangkap para pelaku”

……………………..

“Kau melamun?” ucap jessica menghampiri yoona yang sedang duduk memandang ikan ikan yang berada di akuarium

“Anniyo, aku sedang berbincang dengan mereka” ucap yoona

“Eh? Sejak kapan ikan bisa berbicara?” tanya jessica bingung ikut memandang ikan ikan hias itu

“Sejak nenek moyang kita belum lahir, kau nya saja yang tak pernah memperlajarinya”

“Yah! Jangan membodohiku, aku tak pernah mendengar ada pelajaran bahasa ikan”

“Yah, untuk apa aku berbohong.. Kau pikir sedari tadi apa yang aku lakukan? Yaish bahkan kau tak sopan tidak menyapa mereka, kau tau? Salah satu dari mereka ada ikan yang sudah halmoni”

“Jinjja? Ah anyeong halmoni” ucap jessica sedikit menundukkan kepalanya pada ikan ikan itu sementara yoona berusaha untuk menahan tawanya ,tentu saja jessica kembali menjadi korban kebohongannya

“Ada apa kau kemari? Kau sudah membereskan semuanya?”

“Tentu, lihat saja semuanya sudah rapi.. Ah aku lupa, kemarin kau bertemu dengan yul, bagaimana kabarnya? Aku belum menemuinya, ah ottokhae” ucap jessica dengan raut khawatir memikirkan yuri

“Yah kenapa dengan raut wajahmu? Dia baik baik saja, dia makan dengan baik dan tidur dengan baik juga jadi kau tak perlu kesana karena sudah tahu kabarnya” ucap yoona menatapnya kesal

“Wae…? Aku ingin melihatnya secara langsung, lagipula dia pasti membutuhkan teman untuk mendengarkannya, yul pasti melewati hari hari yang rumit” ucap jessica

“Yaish…” gumam yoona segera berdiri dan meninggalkannya keluar restoran

“Yah yah yah, oddiga?” ucap jessica berlari menyusulnya

“Pulang, lagipula sudah malam aku sudah mengantuk”

“Lalu aku?” ucap jessica menghentikan langkahnya dihadapan yoona

“Kau? Kau pulang ke apartemenmu memangnya kemana lagi” ucap yoona kembali berjalan

“Kau tidak mengantarku?”

“Anniyo” ucap yoona mengabaikannya

“Yaah…!!” teriak jessica ,iapun berjalan kembali memasuki restoran, sialnya rekan rekan kerjanya yang lain sudah pulang “haish… ottokhae” gumamnya

namun saat membalikkan tubuhnya jessica terkejut saat sebuah tubuh seseorang sudah berdiri dihadapannya

“kyaaaaaa…..!!!!!”

“yah, berisik sekali” ucap orang itu menyalakan lampu restoran

“yah! kau senang sekali membuatku terkejut, yaish!!! menyebalkan” ucap jessica merasa kesal saat melihat orang itu adalah yoona

“kau nya saja yang mudah terkejut, kajja” ucap yoona menarik tangan jessica, ia kembali mematikan lampu restoran dan menguncinya

“kau bilang tak ingin mengantarku” ucap jessica masih merasa kesal

“aku tak mungkin tega membiarkanmu”

“kau senang sekali menarik ulur hati seseorang” 

“benarkah? mianhae… “ ucap yoona masih terus berjalan menatap kedepan dengan tangannya yang masih menggenggam tangan jessica “lagipula kau bisa memberhentikan taksi, kenapa kau memintaku mengantarmu?” lanjutnya

“ah benar juga, jessica babo” ucap jessica dalam hati “percaya diri sekali, siapa juga yang meminta diantar olehmu, lepaskan aku ingin pulang”

“shirro, aku lapar, kau tak lapar?”

“ah benar juga” gumamnya dalam hati “baiklah, kita makan dimana? jangan terlalu jauh, ini sudah mulai larut malam” ucap jessica

Yoona tak menjawabnya, ia hanya terus berjalan dengan menarik tangan jessica hingga keduanya sampai disebuah kedai makanan

“ahjumma, 2 porsi seperti biasa” ucap yoona pada seorang ahjumma pemilik kedai tersebut

“hey yoong, kau tak bersama unnie mu?”

“anniyo, aku bersamanya” ucap yoona menunjuk pada jessica, jessica pun membungkukkan badannya menyapa ahjumma itu

“omo! kekasihmu?” ucap ahjumma itu tertegun saat melihat jessica

“nne” jawab yoona

“an.. “

” aigoo yeoppoda…” ucap ahjumma sebelum jessica melanjutkan ucapannya “kajja duduklah” lanjutnya sambil membawa nampan berisi 2 mangkok jajangmyeon dan 22 botol soju yang sudah siap disajikan

“kamsahamnida ahjumma…” ucap yoona saat menerima makanan tersebut

“nne, nikmati kencan makan malam kalian hehehe” ucap ahjumma itu kemudian berlalu pergi

“yah apa maksud ucapanmu tadi” ucap jessica

“yang mana?” tanya yoona

“haish… lupakan” ucap jessica, keduanya pun mulai menikmati jajangmyeon yang sudah berada dihadapan mereka

“aaah… masyta.. sudah lama sekali aku tak makan disini, kau suka?” ucap yoona dengan jajangmyeon yang masih menggembul di pipinya

“nne ini memang lezat, kau selalu kemari? sepertinya ahjumma itu sangat mengenalmu”

“tentu saja, sepulang sekolah aku selalu kemari bersama unnieku”

“woah sudah lama sekali kedai ini”

“ini memang kedai jajangmyeon paling terkenal disini, ah yul unnie juga pasti merindukannya, sudah lama sekali kami tidak pernah kesini”

tanpa terasa jessica tersenyum mendengar itu

“wae?” tanya yoona

“anniyo, aku hanya senang hubunganmu dengan yuri sudah membaik” ucap jessica

“hmm… kau bilang kau memiliki dongsaeng?”

“nne, dia sekarang tingkat akhir high school”

“apa kau tak merindukannya?”

“walaupun dia menyebalkan sepertimu tentu saja aku merindukannya, tapi hampir setiap hari dia menelponku ataupun sebaliknya”

“kenapa kau memilih seoul?”

“molla, kedua orang tuaku memang berasal dari negara ini tapi sekarang ini adalah pertama kalinya untukku menginjakkan kaki di seoul, awalnya aku ragu namun setelah mengenal tiffany yang juga tinggal sendirian, aku jadi yakin akupun bisa”

“apa kau begitu memang karena ingin melupakan seseorang?”

“hmm…” gumam jessica mulai mengambil soju dan meminumnya “aku hanya ingin memulai kehidupanku yang baru, aku sudah terlalu muak menangisi namja brengsek itu” lanjutnya

“apa yang terjadi?” tanya yoona

Jessica hanya memandang yoona merasa ragu jika menceritakannya karena ia tahu yoona tak pernah luput dari mengerjainya

“yah, mengapa memandangku seperti itu? aku juga bisa bersikap serius” ucap yoona

“dia tiba tiba mumutuskan hubungan tanpa alasan, padahal kami sudah merencanakan tanggal pertunangan kami yang akan diadakan beberapa bulan lagi, tapi saat aku menemui kantornya untuk memastikan, sayangnya aku melihat si brengsek itu bersama perempuan lain”

“woah daebak, pasti yeoja itu lebih cantik darimu”

“yah!!!” teriak jessica memandang tajam pada yoona tanpa ia sadari hampir semua pengunjung kedai merasa terkejut karena teriakannya itu

“aku bercanda hehehe aku yakin namja itu suatu saat nanti akan menyesal telah melepaskan  yeoja secantikmu” ucap yoona melanjutkan makannya

Kini emosi jessica mulai menurun, lagi lagi yoona telah membuat perasaannya naik turun

“dasar menyebalkan” gumam jessica

“tenang saja, kau akan merasa bahagia disini” ucap yoona tersenyum memandang jessica begitupun jessica yang terdiam memandang yoona, keduanya cukup lama saling memandang

“ak.. aku sudah kenyang” ucap jessica

“jinja? makananmu masih tersisa”

“ini terlalu banyak untukku, lain kali jangan memesankan 1 porsi untukku”

“baiklah, kajja kita pulang” ucap yoona mulai berdiri

Yoona kembali mengantar jessica ke apartemennya

“gomawo… kau ingin mampir?” ucap jessica setelah kduanya tiba didepan apartemen jessica

“anniyo aku langsung pulang saja” ucap yoona “ah ya, besok bangunlah pukul 6 pagi”

“eh? wae?? bukankah restoran buka jam 10?”

“pokoknya bangun saja dan lekas bersiap siap, aku akan menjemputmu jam 7, bye..” ucap yoona melambaikan tangannya dan berlari meninggalkan jessica

“huh? dasar” ucap jessica namun kemudian tersenyum menatap punggung yoona yang semakin menjauh dan menghilang dibalik lift

…………………….

keesokan harinya sesuai apa yang diucapkan yoona tadi malam, pukul 7 pagi ia tiba di apartemen jessica

“good morning” ucap yoona tersenyum saat pintu apartemen jessica terbuka

“ternyata kau memang kesini, masuklah aku baru saja membuatkan sarapan” ucap jessica yang sudah terlihat rapi

“tentu saja, aku tak pernah mengkhianati lidahku sendiri” ucap yoona berjalan mengikuti langkah jessica

“jadi, apa yang membuatmu memintaku bangun pagi?” tanya jessica sambil memberikan potongan  sandwich yang dibuatnya

“kita akan pergi”

“pergi? oddiga?”

“jalan jalan, membuatmu senang”

“eh? bukankah ini bukan hari libur kerja?” tanya jessica bingung

“tentu saja bukan, apa kau tak lelah? kau juga butuh bersenang senang, kau tenang saja aku sudah memberitahukan yang lain”

“hhh… kau ini, selalu saja berlaku seenaknya”

“tentu saja aku melakukan ini untukmu” ucap yoona

“yy..yah, kk.. kau ini” ucap jessica merasa gugup dengan kedua pipi yang hampir blushing

“kajja kita berangkat” ucap yoona mulai berdiri dan kembali menggenggam tangan jessica

“c.. changkaman, aku ingin mengambil ponselku” ucap jessica menahan tangan yoona

“baiklah, aku akan menunggu dibawah” ucap yoona kemudian berjalan meninggalkan jessica

“hufhht… apa apaan ini” ucap jessica membuang nafas dengan kedua tangan yang memegang dadanya, iapun berjjalan memasuki kamar untuk mengambil tas kecil dan ponsel yang sedang di charger nya. namun alis jessica terangkat saat mencabut kabel pengisi daya yang membuat layar ponselnya menyala dan memperlihatkan beberapa panggilan dari sebuah nomor kontak

Dahinya mengkerut saat membuka kunci layar dan melihat pemilik nomor yang berkali kali memanggilnya itu, jessica pun menutup kembali layar ponselnya setelah menghapus nomor panggilan itu namun saat akan memasukkan ponselnya kedalam tas tiba tiba ponselnya kembali berbunyi menerima panggilan

saat dilihat, nomor kontak yang sama kembali meneleponnya membuat jessica terdiam cukup alama menatap layar ponsel yang terus berkedip menerima panggilan itu

Namun jessica segera menekan tombol merah menolak panggilan itu dan mematikan ponselnya, iapun segera menemui yoona yang sudah menunggunya

“yah lama sekali” ucap yoona yang sudah terlihat kesal

page.jpg

“mianhae” ucap jessica “eh? kita akan mengendarai motor?” lanjutnya menatap heran pada yoona yang sudah menggunakan helm dan duduk disebuah motor

“nne, apa kau tak suka?”

“anniyo, mana helm untukku?” tanya jessica, yoonapun memberikan satu helm untuk jessica dan segera dipakainya

“kau tak ingin berpegangan padaku?”

“shirro” ucap jessica yang sudah duduk dibelakang yoona

“baiklah” ucap yoona, iapun segera menghidupkan mesin motor dan tanpa jessica duga yoona langsung menarik gas membuat seseorang yang duduk dibelakangnya merasa terkejut hingga akhirnya kedua tangan jessica memeluk pinggang yoona dengan erat

Yoona pun tersenyum senang

………………………………………

*tingtong* suara bel pintu apartemen taeyeon berbunyi saat seseorang menekannya dari luar

“fany-ah?” ucap taeyeon saat membukakan pintu dan melihat tiffany berdiri disana “kenapa tak langsung masuk saja? aku tak mengganti password pintuku”

“gwaenchanna” ucap tiffany singkat

“masuklah” ucap taeyeon

“anniyo” ucap tiffany masih berdiri didepan pintu membuat taeyeon membalikkan badannya “aku kemari hanya ingin mengembalikan ini semua” ucap tiffany memberikan kotak besar berisi barang barang yang taeyeon berikan selama masih menjalin hubungan bersama

Taeyeonpun dengan kaku menerima kotak itu

“wae..?” tanya taeyeon

“aku rasa aku tak pantas menerimanya lagi” ucap tiffany “dan ini..” lanjutnya sambil melepaskan cincin yang dikenakannya dan diberikan pada taeyeon. cincin itu adalah cincin couple yang diberikan taeyeon sebagai perayaan hari anniversary hubungan mereka yang sudah menginjak 3 tahun dari awal hubungan mereka dimulai, saat itu tiffany merasa sangat bahagia memakai cincin itu. namun sekarang justru memakai cincin itu membuatnya terluka

Taeyeon hanya terdiam memandang tiffany, ia merasa sangat bersalah pada yeoja dihadapannya itu namun ia sendiri tak bisa melakukan apa apa

“aku pergi, terima kasih atas semuanya” ucap tiffany segera membalikkan badannya

saat itu taeyeon buru buru meletakkan kotak besar itu dan berlari mengejar tiffany

“fany-ah, chankkaman!” ucap taeyeon menarik tangan tiffany dan memeluknya

Tiffany mencoba melepaskan diri dari pelukan taeyeon namun taeyeon terlalu erat memeluknya

“mianhae… jeomngmal mianhae” ucap taeyeon mulai menitikkan air matanya begitu pun tiffany “kau memiliki hati yang sangat tulus, tapi aku tak bisa menjaga ketulusan itu, aku sangat menyesal dengan keputusanku tapi aku tak bisa terus membohongimu” lanjutnya, taeyeon mulai melepaskan pelukannya

“gwaencahanna” ucap tiffany buru buru menghapus air matanya

“kau bisa membenciku” ucap taeyeon menatap wajah tiffany yang masih menunduk

“aku tak akan melakukannya” ucap tiffany “hanya saja, untuk saat ini bisakah menghilang dari kehidupanku? rasanya sangat menyakitkan saat melihat wajahmu taeng, mianhae” 

“aku mengerti, aku tak akan mengganggumu sampai tiba saatnya kita bertemu kembali” ucap taeyeon

“aku harap hanya aku satu satunya perempuan yang kau lakukan seperti ini” ucap tiffany melangkahkan kakinya meninggalkan taeyeon yang terdiam mematung memandang kepergian tiffany

……………………………………

“kyaaa yeppoda..! lihat, warna ikan ikan itu berwarna warni!” ucap jessica excited dan terus memotret beberapa jesi ikan yang ditemuinya sementara yoona ikut tersenyum senang memandang ikan ikan itu

keduanya tengah berada didalam sebuah ruangan yang diatasnya terdapat akuarium besar, yoona mengajak jessica menikmati beberapa pemandangan ikan di sea world

“kau senang?”

“nne, kau tahu? padahal rumah kedua orang tuaku di USA tepat berada di pinggir laut, tapi belum pernah sekalipun aku berenang disana”

“eh? wae…? bukankah berenang itu sangat menyenangkan? kalau aku mungkin sudah setiap hari menghabiskan waktu dengan berenang”

“aku juga ingin begitu, tapi tetanggaku saat berenang disana tiba tiba diserang oleh hiu”

“omo! menyeramkan sekali”

“itulah kenapa aku tak pernah berenang disana, kau masih mau?”

“hahaha kalau begitu kasusnya sepertinya aku perlu berpikir kembali” ucap yoona membuat keduanya tertawa

“sudah sore, apa kau tak lapar?” ucap yoona kembali setelah melihat jarum jam pada jam tangannya

“uhm.. aku lapar” ucap jessica menganggukkan kepalanya

Yoona pun membawanya ke sebuah restoran seafood

“kau tak memiliki alergi pada sea food kan?” tanya yoona sebelum memesan makanan

“tidak, aku hanya memiliki alergi pada mentimun”

“ah.. haha kau tenang saja disini tidak ada mentimun” ucap yoona

Keduanyanya pun duduk sambil menunggu makanan yang dipesannya tiba

“sambil menunggu kita sebaiknya melakukan apa?” tanya yoona

“emm…  ah ya, aku belum pernah mendengar kisah cintamu, sekarang giliranmu” ucap jessica

“kisah cinta? aku tak memilikinya”

“yah jangan bohong, wajah player sepertimu itu tak mungkin jika tak memiliki kekasih”

“yah, haha aku mengatakan yang sebenarnya”

“heol… tak bisa ku duga” ucap jessica

“tapi aku pernah menyukai seseorang selama 6 tahun ini”

“mwo? jinja? lalu?”

“molla hahaha”

“yah! nugu? apa kau pernah mengungkapkannya?”

“aku tak pernah mengungkapkannya, bahkan aku sendiri bingung dengan perasaanku”

“wae?”

“perasaan itu sudah hilang setelah aku mengenal seseorang”

“hmm… berarti yang kau rasakan selama 6 tahun pada orang itu hanya rasa kagum”

“ah..hahaha begitu ya”

“huh.. untuk seseorang yang belum pernah memiliki kekasih mana bisa mengartikan perasaan sendiri”

“dulu aku selalu berpikir jika memiliki kekasih hanya merepotkan” ucap yoona

“yah tidak semuanya seperti itu babo! lalu apa sekarang kau sedang menyukai seseorang?”

“nne…”

“apa kau benar benar menyukainya atau sekedar mengaguminya atau bahkan mencintainya?”

“mungkin tiga tiganya”

“woah daebak! tapi kau tak bisa secepat itu menyimpulkannya”

“molla… aku hanya merasakan bahagia setiap melihatnya”

“apa kau sudah mengungkapkannya?”

“aku selalu mengatakannya, tapi dia tak pernah menanggapinya”

“mungkin karena dia masih belum yakin padamu, begitulah bagi orang yang suka jahil” ucap jessica memberikan merong pada yoona

“hahaha dia nya saja yang bodoh”

“kalian selalu bertemu setiap hari?” tanya jessica

“nne…”

“kenapa kau bisa menyukainya?”

“molla, apa cinta itu butuh alasan?”

“emm… i don’t know, mungkin untuk mengetahui mana suka kagum dan cinta”

“begitu ya, entahlah.. melihat wajahnya saja jantungku selalu berdebar sangat kencang”

“hahaha aigoo… kau sudah dewasa sekarang”

“yah! memang kau pikir aku berumur berapa eoh?”

“bukan karena umurmu, tapi karena kekonyolanmu itu babo!”

“hahaha begitu ya”

“siapa orang yang sukai? mungkin aku bisa membantumu”

“emm… dia seorang yeoja”

“eiyy… gwaenchanna… aku sudah terbiasa sekarang, nugu?”

“seorang yeoja yang sedang berada dihadapanku saat ini” ucap yoona memandang lekat kedua mata jessica

“mm.. mmwo?” ucap jessica terkejut

Yoona hanya tersenyum mengangkat kedua alisnya

“y.. yyah! jangan bercanda!” ucap jessica merasa gugup, ia sendiri masih berpikir jika yoona sedang menjahilinya

“kau bisa lihat sendiri kan, dia tak pernah mempercayaiku” ucap yoona

tepat saat itu makanan datang dan yoona mulai sibuk memakan sea food yang sudah dihidangkan itu berbeda dengan jessica dengan perasaannya yang kembali tak menentu

“makanlah, tak perlu dipikirkan” ucap yoona

“siapa juga yang memikirkan itu” ucap jessica segera melahap makanan dihadapannya itu

keduanya terdiam saling menikmati makanan masing masing

“setelah ini kau ingin aku bawa kemana?” ucap yoona memulai pembiaraan lagi

“pulang saja, lagipula ini sudah mulai malam”

“baiklah”

Begitu selesai, yoona kembali mengantarkan jessica pulang ke apartemennya

“terima kasih untuk hari ini” ucap jessica membalikkan badannya ssetelah sampai didepan pintu apartemennya

“kau senang?”

“nne, sangat sangat senang” 

“baguslah, tapi aku tak bisa mengajakmu seperti ini setiap hari”

“hahaha dasar bodoh, tentu saja.. kita harus kembali bekerja, kkah pulanglah”

“uh? tak ada kisseu?”

“yah!!” teriak jessica mengangkat tangannya hendak memukul yoona

“arraso.. aku hanya bercanda hehe”

“yaish..!”

“tapi yang tadi aku serius mengatakannya”

“huh?” gumam jessica tak mengerti

“aku benar benar menyukaimu” ucap yoona  tersenyum kemudian melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan jessica yang mematung karena ucapan yoona

keasadarannya mulai kembali saat yoona tak terlihat lagi, iapun memasuki apartemennya dan tak terasa sedari tadi bibirnya terus tersenyum namun tiba tiba ponselnya kembali berbunyi menerima panggilan masuk, jessica pun membuka tas nya untuk mengambil ponsel itu. jessica terkejut saat melihat terdapat puluhan panggilan tak terjawab dari nomor yang sama yang meneleponnya pagi tadi. nomor itupun kini kembali memanggilnya membuat jessica bimbang, ia hanya terdiam memandang nomor yang tak lagi memiliki nama itu, meskipun begitu ia masih hapal pemilik nomor itu, tyler kwon. mantan kekasih yang mengkhianatinya itu. satu sisi ia masih merasa sakit hati terhadap mantan kekasihnya itu namun sisi lain ia masih bingung dengan perasaannya sendiri. jessica masih terdiam memandang lampu led yang terus berkedip yang menandakan panggilan masih belum berakhir

“hallo”

……………………………….

dengan perasaan berbunga bunga yoona memasuki villa yang menjadi tempat tinggalnya bersama sooyoung

“aku pulang…” teriak yoona

“yah kau kemana saja hari ini bolos bekerja” ucap sooyoung yang sedang menonton TV

“hehehe aku ingin menenangkan pikiran”

“jadi kau kencan bersama jessica? sampai bolos bersamaan”

“hehehe begitulah, mianhae aku tak bermaksud menduakanmu youngie-yaa…” ucap yoona memeluk sooyoung dan hendak menciumnya namun sooyoung segera menyingkirkan kepala yoona

“yaaah!! baboyaa!!” teriak sooyoung

“hehehe kau sudah makan?” tanya yoona

“sudah, tapi aku lapar lagi hehehe” ucap sooyoung mengusap usap perutnya

“yaish… shikshin! aku membawa beberapa gurita kecil, aku akan membuatkan sannakji, lagipula aku juga lapar lagi hehehe”

“yaish kau juga shikshin! kkah buatkan untukku” ucap sooyoung mendorong yoona, yoona pun berjalan menuju dapur dan mulai membuat sannakji

Setelah cukup lama, sooyoung mematika televisinya dan terdiam, ia menoleh kearah dapur dan melihat yoona yang masih serius membuatkan makanan untuknya

Sooyoungpun mulai berdiri dan berjalan menuju dapur, ia melihat yoona  membelakanginya sehingga tidak tahu kehadirannya, ia menghentikan langkahnya memperhatikan yoona yang sedang memotong beberapa gurita yang akan diolahnya perlahan sooyoung mengambil pisau dan menyembunyikannya dibalik punggung, ia kembali berjalan menghampiri yoona dalam diam

“akhh!!!!!”

……………………………..

*tap tap tap*

suara langkah seseorang berlari membuat kedua mata yuri terbuka, ia melihat seseorang membukakan pintu sel dengan nafas yang tak teratur seusai berlari menuju tempatnya

“yy… yyul…!! huh huh huh huh!!”

“nne? apa yang terjadi?” tanya yuti melihat wajah vivian yang memucat

TBC

We Are Different part 5

 

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

…………………………………………….

“yuri-shi, mohon maaf untuk saat ini anda harus ditahan selama belum adanya beberapa bukti yang kuat jika anda bukan pelaku atas kejadian ini dan kami masih perlu melakukan beberapa investigasi terhadap kejadian yang menimpa tuan kim, mari ikut kami ke kantor polisi” ucap salah satu anggota kepolisian pusat

“Nne” ucap yuri, kedua tangannya mulai diborgol

“Chankkaman!” ucap tiffany menghentikan langkah para polisi yang hendak membawa yuri ke kantor polisi

Yuri pun menoleh ke arahnya

“Izinkan aku membersihkan dan mengobati lukanya” lanjut tiffany

Kedua polisi itu melihat ke arah yuri yang hampir sebagian wajahnya masih mengeluarkan darah akibat menerima beberapa pukulan dan tendangan dari taeyeon

“Gwaenchanna, aku akan membersihkannya di kantor polisi nanti” ucap yuri tersenyum menatap tiffany

“Andwae” ucap tiffany tertahan dengan memegang pergelangan tangan yuri

“Ahjushi, bolehkah aku membawanya ke ruang rawat disini untuk mengobatinya?” lanjutnya menoleh pada 2 namja dihadapannya itu

“Baiklah, tapi jangan terlalu lama”

“Nne” ucap tiffany segera memeluk lengan yuri dan membawanya masuk ke sebuah ruang rawat yang kosong ,yuri pun didudukannya diatas tempat tidur

Ia hanya terdiam menatap tiffany yang berjalan memasuki kamar mandi dan kembali keluar membawa wadah berisi air, tiffany pun menarik sebuah kursi yang tak jauh darinya dan duduk dihadapan yuri, ia mulai membuka kantong plastik berisi kapas dan obat luka yang sudah ia bawakan

Yuri terus menatap tiffany yang begitu serius membersihkan darah pada sekitar luka yang berada di wajahnya, keduanya hanya terdiam tak ada percakapan

“Bagaimana taeyeon?” ucap yuri setelah keduanya cukup lama terdiam

“…………………..” tiffany hanya diam tak menjawab, ia masih membersihkan wajah yuri membuat yuri kembali terdiam, ia tahu tiffany sangat marah entah padanya atau pada taeyeon. Saat ia dipukuli taeyeon, tiffany yang melerai keduanya ,namun saat itu tiffany membawa taeyeon pergi menjauhinya

Hati yuri merasa sakit melihatnya terutama saat itu juga yoona menatapnya penuh kemarahan dan ikut pergi meninggalkannya, namun akhirnya tiffany kembali dan kini berada dihadapannya

Setelah selesai mengobati lukanya, tiffany terdiam menundukkan kepala dengan posisi masih duduk menghadap yuri. Yuri ikut menunduk dan melihat kedua tangan tiffany mengepal erat ,tangan yuri yang masih terborgol mencoba memegang kedua tangan tiffany, namun ia terkejut saat tiffany menepisnya

Tiffany mengangkat wajahnya dan mengusap air mata yang sudah membanjiri kedua pipinya itu

“Fany-ah” panggil yuri

Perlahan isakan tiffany makin terdengar, tangannya mulai memukul mukul dada yuri

“Fany-ah” panggil yuri kembali

Perasaannya kembali sakit saat ketakutannya menjadi kenyataan yaitu  melihat sahabat yang sangat dicintainya menangis karenanya

Yuri mengangkat kedua tangannya yang terborgol, ia memasukan lingkaran tangannya pada kepala tiffany dan kemudian memeluk yeoja dihadapannya itu

Tubuh tiffany bergetar, ia menangis dengan menenggelamkan wajahnya pada pundak yuri, perlahan kedua tangannya terangkat membalas pelukan yuri

“Mianhae.. Jeongmal mianhae..” ucap yuri

“Buktikan pada mereka jika kau bukanlah pelakunya yul” ucap tiffany dalam tangisnya

Yuri semakin mengeratkan pelukannya mendengar ucapan tiffany, satu sisi ia merasa bersyukur tiffany ternyata mempercayainya, namun sisi lain ia tahu akan ada banyak masalah besar yang akan ia hadapi. Yuri sebenarnya ingin meledakkan tangisnya mengingat kembali masalah yang ia hadapi terutama tentang kenyataan yang sudah ia ketahui tentang tuan kim yang ternyata adalah ayah kandungnya. Namun tidak ada tempat untuknya bersandar, ia tak pernah ingin menangis dihadapan tiffany karena ia tahu itu akan semakin melukainya

*tok tok tok*

“Yuri-shi, tim investigator sudah menunggu anda di kantor” ucap salah satu polisi yang masuk ke ruangan itu

Yuri kembali mengangkat kedua tangannya melepaskan pelukannya, beruntung meskipun kedua tangannya terborgol ia masih bisa membingkai wajah tiffany dan menghapus air matanya

“Yaish… Kau terlihat buruk saat menangis, uljimma..” ucap yuri tersenyum kembali mengusap air mata yang terus mengalir pada pipi tiffany

“Kau yang membuatku menangis bodoh” ucap tiffany, iapun tersenyum kecil menatap yuri

“Aku titip yoong, sampaikan kata maafku padanya” ucap yuri, ia mulai berdiri dan berjalan meninggalkan tiffany yang kembali menangis di dalam ruangan itu

………

“Yoong… Chankkaman…” teriak jessica yang terus berlari mengikuti langkah yoona yang sangat cepat

Namun yoona terus berjalan tanpa menghiraukannya

“Akh…!” rintih yoona menghentikan langkahnya saat tiba tiba merasakan sakit di bagian jantungnya

“Yoong wae? Kau baik baik saja?” tanya jessica yang sudah dapat menyulunya

Jessica semakin terlihat khawatir saat melihat raut wajah yoona yang semakin terlihat sedang menahan sakit

“Kau harus minum obatmu, kajja” ucap jessica memeluk lengan yoona dan memapahnya hingga mereka masuk kedalam taksi

Tak berapa lama keduanya sampai di apartemen jessica, ia langsung membaringka  yoona diatas tempat tidur miliknya

“Tunggu sebentar aku akan membawakan air minum dan obat untukmu” ucap jessica, ia berjalan keluar sementara yoona hanya terdiam menatap yeoja itu dengan masih menahan sakit

Jessica kembali memasuki kamarnya membawakan segelas air mineral dan sebuah kantong berisi obat obatan. Ia duduk disamping yoona dan membantunya mengangkat tubuh yoona hingga menyandar pada punggung kasur

“Minumlah” ucap jessica perlahan menempelkan gelas itu pada mulut yoona, yoona pun menerimanya

“Sekarang kau minum obat” lanjutnya, jessica membuka kantong berisi onat obatan itu dan membaca aturannya satu persatu “ah.. Yang ini diminum sebelum makan”

Jessica mengeluarkan obat itu dan menyuapkannya pada yoona, namun tangan yoona segera menahannya

“Ini obat apa?” tanya yoona

“Ini obatmu, yuri yang memberikannya padaku, kau harus meminumnya secara rutin” jawab jessica

“Aku tak butuh itu” ucap yoona

“Yah ,kau harus menghargai unnie mu!”

“Aku tak memiliki unnie”

“Dasar bodoh, kau pikir kau hidup sampai sekarang karena siapa huh? Hargai unniemu! Dia itu sangat menyayangimu! Seharusnya saat keadaan seperti ini kau ada disampingnga untuk menguatkannya! Bukan malah meninggalkannya!” ucap jessica merasa kesal

Yoona kembali terdiam menundukkan wajahnya membuat jessica merasa bersalah karena membentaknya

“Mm…mmianhae” ucap jessica

Yoona mengambil tangan jessica membuka telapak tangannya ,ia mengambil obat itu dan meminumnya

“Ada lagi?” tanya yoona melirik pada kantong obat yang masih dipegang jessica

“Eh? An.. Anniyo, hanya 2 butir itu yang diminum sebelum makan, sekarang tidurlah dulu.. Satu jam lagi akan aku bangunkan” ucap jessica membaringkan tubuh yoona dan menyelimutinya “aku akan membuatkan bubur untukmu” lanjutnya hendak berdiri namun tangan yoona menahannya membuat jessica kembali menoleh

“Gomawo..” ucap yoona , keduanya terdiam saling tatap

“aku tidak tahu sampai kapan aku bisa menjaganya, aku tak bisa selalu melindunginya untuk itu tolong jaga adikku”

“why me…?” ucap jessica 

“entahlah, nuraniku yang berkata begitu, hanya kau yang tahu tentang penyakit jantung adikku, aku tidak ingin tiffany tahu” ucap yuri

“hmm… itu karena kau sangat mirip dengan adikku, dia juga seumuran denganmu jadi aku merasa sedang merawat adikku” ucap jessica setelah mengingat percakapannya dengan yuri beberapa hari yang lalu, kemudian ia pun berjalan meninggalkan kamar

Setelah melihat jessica pergi, yoona menatap kosong ke langit langit kamar ,pikirannya kembali memikirkan yuri. Ia sedikit tersentuh mengingat ucapan jessica beberapa saat yang lalu, ia memang berpikir jika tidak ada yuri ia tak tahu hidupnya seperti apa dahulu. Dan seharusnya ia berada disamping yuri sekarang, satu sisi yoona yakin jika bukan yuri pelakunya ,namun sisi lai  ia mengingay unnienya itu bekerja dibawah perusahaan ayah tirinya yang ia tahu sangat berbahaya itu sehingga membuatnya meragukan keyakinannya terhadap yuri. Karena efek obat yang diminumnya, yoona merasakan ngantuk dan kedua matanya perlahan terpejam

…………………………………………..

Di Mansion Mr lee

“agashi, apa anda sudah mengetahui berita tentang yuri noona?” ucap salah satu pengawalnya yang baru saja memasuki ruang pribadi mr lee

“hmm… “ jawab mr lee yang masih terfokus memeriksa beberapa dokumen

“mian agashi, tadi pihak kepolisian menelepon dan meminta agashi untuk memenuhi panggilan ke kantor polisi” ucap pria itu

Mr lee terdiam mendengarnya, ia meletakkan kembali dokumen yang baru saja diperiksanya itu kedalam laci

“apa sudah ada pihak media yang mengetahui dan meliput?” tanya mr lee

“tidak ada agashi, tim kami sudah mengatasinya, hanya saja… saat hari kejadian terjadi keributan di rumah sakit antara yuri noona dengan salah seorang polisi, yuri noona menerima beberapa pukulan dari polisi itu, tapi kami belum dapat melihat orang itu dengan jelas karena dia membelakangi kamera cctv, kejadian itu membuat perhatian banyak para pengunjung rumah sakit”

*tok tok tok* seseorang baru saja mengetuk pintu ruangan dan pintu pun terbuka

“agashi, apa anda memanggilku?” tanya amber

“kemarilah” ucap mr lee “saat itu kau bersamanya, apa anak itu sengaja melakukannya?”

“aku yakin tidak agashi, saat itu aku memang mengawasinya saat yuri pergi mengunjungi pemakaman, namun kami tidak berada dalam satu mobil karena yuri membawa teman temannya dan yoona” ucap amber “namun saat akan kembali pulang, sebuah mobil dengan 3 orang namja didalamnya mengikuti mobil yuri “ lanjutnya

“kau berhasil menangkap mereka?”

“nne agashi, mereka membawa beberapa senapan, hanya satu orang yang masih bertahan hidup, dia masih ditahan di dalam gudang. tapi… saat itu aku tak melihat yuri didalam mobilnya, aku menelponnya dan dia memberitahuku akan mengunjungi rumahnya di gangnam dengan kereta, aku pikir diantara mereka juga mengikutinya”

“bawa aku padanya” ucap mr lee “dan kau, cari informasi tentang orang yang tertembak itu juga polisi yang menghajar yul”

“baik tuan” ucap amber dan anak buahnya itu, Mr lee pun berjalan mengikuti amber untuk menemui salah satu anak buah yang tertangkap itu

………………………………….

Di sebuah gedung salah satu tempat rahasia milik choi grup, tuan choi duduk dengan ditemani beberapa anak buahnya yang berdiri di sampingnya dan beberapa juga menjaga gedung itu.

tak berapa lama 2 orang namja bertubuh kekar datang mebawa seorang namja dengan beberapa luka di wajahnya

*brukk!!* 2 pengawal mendorong namja itu dengan keras ke hadapan tuan choi

“akh!!” teriak namja itu kesakitan “t.. ttuan.. ampuni aku” lanjutnya segera bangun dan berlutut di hadapan tuan choi

“hanya menghadapi seorang wanita saja kau gagal” ucap tuan choi melempar puntung rokok yang dihisapnya pada wajah namja itu

“b..bbukan begitu tuan, aku sudah membidiknya tepat pada kepalanya, tapi anak buahku tiba tiba mendorongku hingga membuat tembakanku melesat”

Tuan choi menoleh pada 2 pengawal yang membawa namja itu

“kami hanya menemukannya sendiri tuan” ucap salah satu pengawal itu

“an..anniyo, kami berangkat berdua dari pemakaman”

“dan kemana anak buahmu itu? berikan identitasnya” ucap tuan choi

namja itu terdiam “m..mianhae tuan, anak buahmu sangat banyak aku tidak dapat mengenalnya karena kami sama sama memakai penutup wajah”

Tuan choi berdiri memasukkan tangan kanannya kedalam jasnya, ia mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya tepat pada kepala namja itu

“tt..ttunggu ttuan, dia terkena tembakan, aku melihatnya dengan jelas, jika dia masih hidup mungkin bisa segera menem..”

*dorrr!!!!*  *brukk*

tubuh namja itu terkulai tak bernyawa dengan kepala yang mulai mengeluarkan banyak darah setelah tertembus peluru

“bersihkan, dan temukan orang yang baru saja diucapkannya itu”

“baik tuan” ucap para anak buahnya itu

Tuan choi baru saja beberapa langkah hendak meninggalkan gedung itu, seorang anak buah lainnya datang dengan tergesa gesa

“tuan, kami sudah menemukan data dari kedua anak kwon hyerin” ucap orang itu memberikan berapa lembar kertas berisi foto dan data diri

Tuan choi menerimanya dan membuka lembaran kertas itu, namun wajahnya begitu terkejut

“kwon yuri? dari bourbound company?! apa ini?!!” ucap tuan kwon meninggikan suaranya

“nne, yuri merupakan anak angkat dari mr lee namun hanya yuri yang tinggal bersama mr lee, aku pikir mungkin hanya yuri yang diangkat menjadi putri mr lee sedangkan kwon yoona adiknya aku masih belum dapat menemukannya karena sehun, xiumin dan jisoo yang saat itu bertugas membunuh mereka masih belum kembali sampai sekarang, kemungkinan besar mereka tertangkap oleh mr lee”

*sraaak!!!* tuan choi dengan keras melempar dokumen itu pada wajah anak buahnya yang bernama dong wook itu

“sial!!! kenapa ini bisa terjadi! arrrgghh…!! kita dalam masalah besar jika mereka tahu!” teriak tuan choi membuat semua anak buah yang melihatnya terkejut

“jj.. jjadi bbagaimana tuan? apa yang harus kita lakukan?”

“kita bersiap siap saja, jika mereka sudah mengetahuinya,  apa boleh buat kita tak boleh gegabah karena mereka bukan lawan yang mudah” ucap tuan choi “tapi aku aku ingin kalian lenyapkan kim jun pyo serta keluarganya sebelum mereka tahu pelakunya”

“Tapi tuan, bukankah putri dari dokter kim seorang sersan?”

“Tenang saja, aku bisa mengatasinya” ucap tuan choi tersenyum smirk memandang sebuah foto

………………………………………

Apartemen jessica

Jessica kembali duduk disamping yoona yang tengah tertidur dari 1 jam yang lalu, ia meletakkan mangkok berisi bubur yang baru saja dibuatnya itu

Ia tak langsung membangunkan yoona, jessica terdiam memandang wajah tidur yoona

“Wajahmu terlihat tenang jika sedang tertidur, tapi setelah terbangun mengapa kau begitu menyebalkan” ucap jessica dalam hati, tanpa ia sadara kedua tangannya terangkat dan membingkai wajah yoona hingga perlahan yoona membuka kedua matanya

“Omo! Apa yang sudah aku lakukan?!” ucap jessica dalam hati dan segera melepaskan kedua tangannya begitu sadar

“K..kkau cepat sekali terbangun” ucap jessica

“Tanganmu sangat dingin” ucap yoona, ia terbangun dan duduk menyandar pada punggung kasur
“Eh? Kk..kau tahu ya, hehe mian” ucap jessica bertambah gugup iapun langsung mengambil mangkok berisi bubur itu “sekarang makanlah, aku sudah buatkan bubur untuk mu”

Yoona terdiam tak menerima bubur itu, ia hanya menatap jessica lekat

“Kenapa kau melakukan ini?” tanya yoona

“Eh? Maksudmu?”

“Kau diminta yul unnie untuk menjagaku?”

“Tentu saja, kau sedang sakit dan tak ada yang merawatmu, kau sendiri saja tak bisa merawat diri”

“Wae…”

“Wae?” ucap jessica bingung

“Apa kalian berpacaran?” ucap yoona mengangkat sebelah alisnya

“Anniyo…”

“Lalu?”

“Yuri tidak bisa selalu menjaga dan melindungimu, entahlah aku pikir dia sedang menyembunyikan sesuatu hal yg mungkin sangat berbahaya hingga ia ingin selalu melindungimu, tapi dia tak pernah ingin menceritakannya, apa mungkin kau sudah tahu?” ucap jessica, yoona kembali terdiam mencerna apa yang jessica katakan

“Anniyo” ucap yoona

“Lagipula dia tidak ingin tiffany tahu jadi dia menitipkanmu padaku karena tak memiliki teman lain, aigoo…” 

“Ah kau benar, fany unnie tidak boleh tahu hal ini” ucap yoona

“Jadi sekarang kau harus menurut padaku, kkah makan lah aku sudah susah payah membuatkanmu bubur” ucap jessica memberikan mangkuk bubur itu pada yoona

“Kenapa kau tak menolaknya? Bukankah kau membenciku?” tanya yoona

“Kau memang sangat sangat sangat menyebalkan, tapi aku tak membencimu”

“Wae? Apa kau menyukaiku?”

“What? Yah!” teriak jessica mengangkat tangannya

“Jangan pukul aku, aku sedang sakit” ucap yoona dengan tenang sebelum jessica melayangkan pukulannya

“Yaish…! Jadi kau punya tameng sekarang, eoh? Jika tak ingin ku pukul berhentilah bersikap menyebalkan” ucap jessica menurunkan tangannya kembali

“Arraso, ahjumma”

“Yah! Aku bukan ahjumma!”

“Arra… Nona jessica jung sooyeon”

“Eh? Mengapa kau tahu namaku?”

“Kau sendiri yang memberikan identitasmu saat di restoran, dasar bodoh”

“Ah iya, aku melupakannya” ucap jessica tertawa innocent

Yoona pun mulai melahap bubur yang dibuat oleh jessica hingga habis

“Aku harus pulang” ucap yoona setelah meletakkan mangkuk yang sudah kosong itu

“Baiklah..” ucap jessica segera berdiri

“Eh? Aku pikir kau akan menahanku dan meminta aku menginap disini” ucap yoona mempoutkan bibir

“Baboya, kau sudah memiliki rumah.. Lagipula aku hanya memiliki 1 tempat tidur”

“Gwaenchanna…” ucap yoona

“Andwae! Aku tak ingin tidur 1 kasur bersamamu” ucap jessica

“Huh? Aku tidak mengatakan hal itu, maksudku kau bisa tidur di soffa” ucap yoona innocent

“What?! Yaish! Sudah sana pulang! Lagipula sudah mulai larut malam” ucap jessica mendorong punggung yoona hingga keluar

“Kau tidak akan mengantarku?” tanya yoona

“Tidak, aku masih trauma keluar malam sendirian”

“Kau kan bisa menginap di rumahku”

“Mwo? Shirro! Dasar pervert!” ucap jessica langsung menutup pintunya

“Gomawo… Aku akan menghubungimu setelah sampai di rumah” ucap yoona menatap pintu dihadapannya yang sudah tertutup itu

Jessica yang masih berdiri dibalik pintu itu hanya tersenyum tak menjawab. Perlahan ia mendengar langkah yoona semakin menjauh dan menghilang.

……………………………

*tap tap tap tap* seseorang berjalan cepat di sebuah koridor rumah sakit yang sudah terlihat sepi, ia melihat jarum jam tangan yang dikenakannya itu menunjukkan pukul 11 malam. Setelah sampai didepan pintu ruangan yang dituju, iapun segera memasuki ruangan itu dan melihat taeyeon sedang duduk terdiam memandang sorang perempuan yang terbaring tak dengan jarum infus dan oksigen yang terpasang

“Taeng, bagaimana kabar nyonya kim?” 

“Eomma sangat syok dan jatuh pingsan hyo” ucap taeyeon saat melihat sahabat sekaligus pengacara ayahnya itu

“Appa dan eomma mu pasti akan segera baik baik saja” ucap hyoyeon mengusap pundak taeyeon

“Hmm… Hyo, bolehkah aku menjadi seorang pembunuh?”

“Dasar bodoh, kau bicara apa? Kajja kita keluar, kau butuh udara segar” ucap hyoyeon, taeyeon pun mengangguk dan keduanya berjalan meninggalkan ruang rawat nyonya kim

Tak berapa lama keduanya tiba disebuah club malam dan taeyeon memesan meja vip disana

“Yah bodoh, kau ini sudah menjadi seorang sersan, mengapa kau masih saja mengunjungi tempat seperti ini” ucap hyoyeon sedikit berteriak karena suasana disana begitu berisik dengan iringan musik DJ

“Kau juga seorang pengacara tapi mengapa mengikutiku dan ikut minum, lagipula aku sedang di skors” ucap taeyeon mulai menuangkan bir pada gelas miliknya dan hyoyeon

“Itu karena kau mengajakku kesini dan hanya ada minuman minuman seperti ini disini, eh? Wae..?”

*plak*

“Aku tak mengajakmu bodoh, kau yang mengikutiku, aku memukul seorang pembunuh” ucap taeyeon memukul kepala hyoyeon

“Hahaha aku ini mengkhawatirkanmu, aku tau jika pikiranmu terguncang kau akan kemari, aku tak ingin menjadi pengacaramu karena kejadian beberapa tahun lalu”

“Huh? Memang aku sudah berbuat apa?”

*plak!!* 

“Yaish… Bisa bisanya kau lupa, kau hampir membunuh seorang namja ditempat seperti ini karena mabuk berat setelah kau bertengkar dengan kekasihmu!” ucap hyoyeon kini membalas pukulan pada kepala taeyeon

“Ah… Ya aku ingat hehehe” ucap taeyeon tertawa innocent sambil terus meminum beberapa gelas bir sampai ia mulai mabuk berbeda dengan hyoyeon yang baru menghabiskan setengah gelas

“Taeng, aku ingin bertanya sesuatu padamu”

“Nne, katakan”

“Apa kau memiliki saudara?” tanya hyoyeon

“Yah! Baboya, kau sudah mengenalku sejak kita berumur 13 tahun, bahkan kau tinggal di rumahku selama 5 tahun, kau pikir kau melihat siapa lagi selain aku?”

“Ah… Begitu ya”

“Wae…?”

“Jangan beri tahu taeyeon tentang hal ini”

Tiba tiba hyoyeon teringat ucapan tuan kim

“Anniyo, mungkin aku mulai mabuk”

“Kajja kita kesana” ucap taeyeon menunjuk pada kerumunan orang yang sedang menikmati alunan musik

“Shirro, aku disini saja lagipula cahayanya membuat kedua mataku pusing”

“Yah! Lepaskan kacamata bulatmu itu, kau setia sekali terus memakainya hahaha” ucap taeyeon mulai berdiri

Namun tiba tiba sunny datang dan menghampiri mereka

“Taeyeon-ah! Gwaenchanna? Aku baru mengetahui kabar yang menimpa ayahmu” ucap sunny terlihat khawatir menatap taeyeon

Taeyeon terdiam memandangnya, dengan sisa kesadarannya ia kembali teringat dengan kejadian kemarin malam bersama yeoja dihadapannya itu

“Gwaenchanna…” ucap taeyeon, iapun kembali duduk “ada apa kau kemari sunny-ah?” lanjutnya

“Tentu saja aku sangat mengkhawatirkanmu” ucap sunny

Taeyeon tersenyum miris sambil sedikit menundukkan wajahnya

“Ini karena ayahmu” ucap taeyeon dalam hati

Flashback

“Hiks hiks” pagi pagi sekali sunny menangis didalam kelas membuat orang orang bingung melihatnya

*brak!!* suara pintu kelas terbuka dengan keras, taeyeon berlari menghampirinya

“Sunny-ah, apa yang terjadi?” tanya taeyeon dengan nada khawatirnya

“Appa jahat padaku”

“Wae…?” 

“Dia ingin aku meneruskan perusahaannya setelah lulus nanti”

“Gwaenchanna… Itu tidak akan sulit”

“Shirro, kau tahu aku sangat berbeda dengan appaku! Aku benci appa” teriak sunny dalam tangisnya

“Sst… Uljimma…” ucap taeyeon memeluk kekasihnya itu

Beberapa bulan setelah melewati ujian kelulusan

“Taeyeon-ah”

“Nne?” ucap taeyeon yang berbaring diatas rumput hijau dengan paha sunny yang menjadi bantal kepalanya

Keduanya sedang berada di taman sekolah seperti yang sering dilakukannya pada waktu istirahat karena keduanya berbeda kelas

“Apa aku harus pergi keluar negeri agar aku tak bekerja di perusahaan appaku?”

“Andwae…!! Kau akan meninggkalkanku?” ucap taeyeon yang langsung terbangun

Sunny hanya terdiam menatapnya

Hingga beberapa hari setelahnya sunny menemui taeyeon di lapangan basket

“Hey baby, baru saja aku akan menjemputmu ke kelas” ucap taeyeon

“Taeyeon-ah ada hal ingin aku bicarakan berdua denganmu” ucap sunny

Teman teman taeyeon yang berada disana pun segera meninggalkan lapangan begitu mendengar apa yang dikatakan sunny, pasangan taeyeon dengan sunny memang sangat disegani oleh para siswa di sekolahnya karena sunny merupakan seorang putri dari penyumbang terbesar di sekolah, sedangkan taeyeon selain putri seorang dokter terkenal juga sebagai siswa yang memiliki nilai tertinggi di sekolah setiap tahunnya

Sunny terlihat sedikit ragu, namun akhirnya ia memberikan sebuah amplop berwarna putih pada taeyeon

“Apa ini? Surat cinta?” tanya taeyeon menerima amplop itu dan membukanya

Namun setelah membacanya raut wajah taeyeon berubah dengan tangannya sedikit bergetar

“K…kkau… Akan menerimanya?”

Sunny hnya terdiam menundukkan kepalanya. Surat yang diterima taeyeon adalah surat pemberitahuan sebuah ubiversitas di USA yang menerima sunny sebagai mahasiswa baru disana

“Kau akan meninggalkanku?”

“Taeyeon-ah, aku tak bisa menuruti keinginan appaku, perusahaan itu bukan keinginanku” ucap sunny mulai menitikan air matanya

“Kita bisa lalu bersama, aku akan selalu berada disampingmu”

“Aku tidak bisa” ucap sunny menggeleng gelengkan kepalanya

“Baiklah, aku akan menunggumu” ucap taeyeon

“Anni, kita akhiri saja” ucap sunny membuat taeyeon terkejut

“Wae…? Kita sudah berjanji akan selalu bersama sampai tua nanti, apa kau melupakan itu?”

“Aku tidak bisa” ucap sunny berlari meninggalkan taeyeon yang masih berdiri mematung

Sejak saat itu setiap hari sebelum perayan kelulusan tiba, taeyeon selalu berusaha menemui sunny namun sunny selalu menolak dan menghindarinya hingga taeyeon benar benar kecewa dan salah satu temannya memberitahukan jika ada seorang siswa yang mengaguminya sejak kelas 1, ia menerima saran dari temannya agar mendekati yeoja itu untuk membuat sunny cemburu, taeyeon pun mencobanya dan menemui yeoja yang mengaguminya itu, bernama tiffany hwang. hingga keduanya menjadi sepasang kekasih, namun sayangnya sunny tetap pada keputusannya hingga ia benar benar pergi meninggalkan korea.

Keduanya bertemu kembali setelah sunny kembali ke korea dan taeyeon diundang ayahnya dalam pesta penyambutannya

“Kenapa kau tampak terkejut? Aku diundang oleh ayahmu” ucap taeyeon

“Kau dekat dengan appaku?”

“Entahlah, aku hanya sedang menyelidiki beberapa perusahaan gelap”

“Jangan terlalu dekat dengan appaku”

“Wae? Ah.. Ku dengar kau pulang untuk bergabung di perusahaan ayahmu, aku rasa aku masih ingat dulu kau sangat membenci hal itu”

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan”

“Hey kenapa kita begitu tegang, aku tak marah tentang hal itu lagipula tiffany sudah menjagaku selama beberapa tahun ini” ucap taeyeon tersenyum menatap sunny

Berbeda dengan raut wajah sunny yang berubah

“Aku pergi dulu” ucap sunny dengan nada dinginnya

Taeyeon kembali tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya sambil menatap sunny yang berjalan menjauhinya, ia tahu sunny sedang cemburu padanya

Flashback end

Taeyeon mengepalkan kedua tangannya erat

“Taeyeon-ah.. Gwaencha…”

Belum selesai sunny berbicara, taeyeon tiba tiba memeluknya erat

“Anniyo, aku tidak sedang baik baik saja sunny-ah” ucap taeyeon menitikkan air matanya

Sunny pun membalas pelukan taeyeon

“Aku sangat membenci ayahmu, tapi aku tak bisa membencimu” ucap taeyeon dalam hati

Waktu sudah menunjukkan pulu 03.00 dinihari

“Taeyeon-ah kajja pulang” ucap sunny mencoba membangunkan taeyeon yang tertidur menyandarkan kepalanya diatas meja

Taeyeon hanya bergumam enggan terbangun, ia sudah sangat mabuk setelah menghabiskan beberapa botol bir

“Hyo bangunlah, kajja kita bawa taeyeon pulang” ucap sunny menggoyangkan hyoyeon yang juga tertidur namun ia tidak sampai mabuk hanya kelelahan setelah seharian bekerja

“Ah, nne..” ucap hyoyeon mulai mengaitkan lengan taeyeon pada pundaknya

“Hyo, aku mual” gumam taeyeon yang sedikit terbangun

“Mwo?! Yah yah chankkaman!!” ucap hyoyeon

“Huuwweeee mmmmpph!!” 

Belum sempat taeyeon memuntahkan isi perutnya hyoyeon sudah membekap mulutnya dengan jaket milik taeyeon

“Sunny-ah aku akan membawanya ke toilet, kau tunggulah di mobil” ucap hyoyeon, iapun langsung membawa taeyeon ke dalam toilet hingga ia bajunya selamat dari muntahan taeyeon

“Sudah ku katakan, jangan munum terlalu banyak! Dasar bodoh” ucap hyoyeon memijat mijat leher taeyeon

“Sudah selesai hyo, hah.. Perutku rasanya diaduk aduk” ucap taeyeon membilas wajahnya dengan air, kini kesadarannya mulai pulih

“Salahmu sendiri bodoh” ucap yeoja disampingnya itu

Hyoyeon pun kembali memapah taeyeon karena masih terasa pusing

Begitu sampai di apartemen, hyoyeon dan sunny membaringkan taeyeon diatas tempat tidurnya

“Kau akan menginap disini?” tanya sunny

“Nne, dia sedang sangat tertekan dengan kejadian yang menimpa kedua orang tuanya, aku khawatir dia selalu seperti ini”

“Terus jaga dia hyo, aku juga sangat mengkhawatirkannya” ucap sunny kembali menatap wajah taeyeon yang sudah tertidur

“Kenapa saat itu kau meninggalkannya sunny-ah, taeng sangat mencintaimu”

“Aku….” ucap sunny tak meneruskannya

“Apa kau masih mencintainya?” tanya hyoyeon membuat sunny terkejut

“Ap.. Apa maksudmu?” ucap sunny gugup

“Anni, aku hanya bertanya” ucap hyoyeon innocent

*plak!!* 

“Yaish…!! Dasar bodoh!” ucap sunny kesal setelah memukul lengan hyoyeon

“Kau tidurlah disini, aku akan kebawah mencari kopi” ucap hyoyoen kemudian berjalan meninggalkan apartemen taeyeon
………

*Your destination number is not answer, please try again*

“yaish… kau kemana taeng?” ucap tiffany kesal setelah beberapa kali menekan panggilan nomor kekasihnya itu, sudah hampir 3 jam ia menunggu taeyeon di dalam ruang rawat nyonya kim

Setelah melerai perkelahian tiffany membawa taeyeon menjauhi yuri karena jika terus melihat yuri ia tahu kekasihnya akan terus emosi. setelah mulai tenang taeyeon dipanggil atasannya untuk menemuinya, tiffany pun mengantar taeyeon ke kantor polisi. namun karena sangat lama menunggu tiffany mengirim sms pada taeyeon ia akan keluar dan meminta taeyeon untuk menunggunya jika telah selesai berbicara dengan atasannya itu. tiffany pun kembali ke rumah sakit untuk menemui yuri karena dari perkelahian itu ia sangat mengkhawatirkan yuri yang memiliki banyak luka diwajahnya, ia tahu yuri tidak bersalah meskipun ia sudah mengetahui apa yang terjadi. ia begitu mengkhawatirkan yuri yang tak bisa berkelahi sehingga menerima beberapa pukulan dari taeyeon dan itu membuat hati tiffany ikut terluka, ia sangat ingin memarahi taeyeon namun ia tahu itu malah akan memperburuk keadaan

Setelah menemui yuri, tiffany kembali ke kantor polisi untuk menemui taeyeon, namun ia tidak menemukan taeyeon, dan salah satu rekan taeyeon yang berada disana memberitahunya jika nyonya kim jatuh pingsan setelah mengetahui kabar yang menimpa suaminya dan taeyeon sedang menuju kesana. tiffany pun segera menyusulnya, dan baru tiba di rumah sakit pukul 12 malam setelah bertanya pada tetangga rumah taeyeon dimana ibunya dirawat karena taeyeon tak kunjung menjawab panggilan teleponnya. ia tiba di rumah sakit 1 jam setelah taeyeon meninggalkan rumah sakit

Tiffany merasa kelelahan dan beristirahat di ruang rawat nyonya kim sambil menunggu taeyeon

“ah sudah jam 2, besok siang aku harus bekerja, aku tidak bisa meminta cuti” gumam tiffany, iapun segera berdiri dan memakaikan kembali jaket tebalnya

“omonim, aku pergi dulu, semoga lekas sembuh, besok aku akan kembali kesini” ucap tiffany mengusap usap lebut lengan dan kepala nyonya kim

Tiffany pun meninggalkan rumah sakit

Namun saat diperjalanan ia kembali mengkhawatirkan kekasihnya itu, karena arah taksi yang ditumpanginya melewati apartemen taeyeon iapun memutuskan untuk beristirahat disana dan berharap taeyeon berada disana

Tiffany menekan password apartemen taeyeon, ia tersenyum saat aroma pewangi baru yang taeyeon katakan pagi tadi mulai tercium dihidungnya

*piiip*

ia pun memasuki apartemen taeyeon setelah pintu terbuka

…………….

“huffft… dingin sekali” gumam hyoyeon mengusap usap cup berisi cappucino hangat yang baru saja ia beli di sebuah mini market tak jauh dari apartemen, kini ia telah kembali ke apartemen dan pintu lift yang membawanya terbuka

“omo!!” teriak hyoyeon saat akan menabrak seorang yeoja yang akan memasuki lift “aku pikir kau hantu, mianhae” lanjutnya sambil terus menatap yeoja itu

yeoja itu mengangkat wajahnya menatap hyoyeon

“tiff… fany?” ucap hyoyeon terkejut saat melihat wajah yeoja itu, kedua matanya tampak merah seperti baru saja menangis

“fany-ah.. chankam…” belum sempat hyoyeon melanjutkan ucapannya pintu lift yang membawa tiffany sudah tertutup dan berjalan.

“yaish… ini buruk!” ucap hyoyeon kembali dan berlari menuju kamar taeyeon, namun saat akan masuk, ia bertabrakan dengan sunny yang baru saja keluar

“s…ssuny-ah apa yang terjadi?” tanya hyoyeon menggenggam pergelangan tangan sunny, ia melihat yeoja itu terisak

“lepaskan aku hyo” ucap sunny

“oddiga?” tanya hyoyeon kembali

“tolong lepaskan tanganku, aku ingin pergi” ucap sunny kembali terisak

“baiklah..” ucap hyoyeon melapaskan tangan sunny, ia melihat sunny kmbalu berjalan meninggalkan apartemen

Hyoyeonpun masuk dan menghampiri taeyeon, ia melihat taeyeon terduduk diatas tempat tidur sambil menundukkan kepalanya

“taeng apa yang telah terjadi?” ucap hyoyeon

…………………………………

Keesokan harinya

Yuri baru saja memasuki ruang tahanan tempatnya ditahan, ia baru saja menemui beberapa polisi, investigator dan detektif yang mengusut kasus yang menimpa padanya dan tuan kim

Dengan kedua tangan yang terus terborgol ia menyandarkan punggungnya pada dinding ruangan dan mulai terduduk menundukkan kepalanya sambil mengingat percakapannya bersama para polisi beberapa saat yang lalu

“apa kau yakin dengan ucapanmu kemarin jika salah satu pelaku tertembak?”

“nne, aku mendengar teiakannya”

“yuri-shi, kami sudah mengolah TKP disana, kami tak menemukan darah, peluru ataupun jejak, meskipun ada beberapa semak yang rusak tapi itu tidak bisa membantu”

“hmm… aku tak bisa menjelaskan hal lain lagi setelah itu” ucap yuri menundukkan wajahnya

“minhae, karena bukti pertama yang memegang senjata saat kejadian itu dan tidak cukup bukti jika ada orang lain maka kini kau ditetapkan sebagai tersangka dan besok harus menghadiri sidang pertama dan akan tetap ditahan sampai hakim memutuskan, aku harap tuan kim segera sadar dari komanya dan bisa segera menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi”

(fyi : author ga ngerti hkm di seoul kek gimana jd ikut pasal 66 ayat 1 & 2 aja hehe mhn maaf jika salah)

“nne.. tapi aku rasa tuan kim masih dalam bahaya, tolong selalu jaga dia” ucap yuri

Ketua polisi itu terdiam tampak berpikir sambil memandang kedua bola mata yuri

“baiklah, aku akan mengirim anak buahku untuk berjaga disana”

“sir, Mr lee sudah tiba disini” ucap salah satu polisi yang datang menghampiri

“kajja yuri-shi ikut kami” ucap para polisi itu, yuri pun dibawa ke ruang kunjungan dan melihat ayah tirinya sedang duduk menunggunya

“kalian sudah melakukan tugas dengan baik, terima kasih telah menjaga putriku dan tak menyakitinya” ucap mr lee kembali menatap wajah yuri yang masih menyisakan beberapa bekas luka pukulan

“mianhatta agashi, saat itu sersan taeyeon yang merupakan puteri dari tuan kim merasa sangat emosi dan tidak bisa mengontrol emosinya”

“gwaenchanna aku baik baik saja appa” ucap yuri tersenyum menatap ayah tirinya itu

“aku tidak bisa membantumu lebih” ucap mr lee menatap yuri “aku akan menyerahkan semuanya pada kalian, jadi tolong lakukan tugas kalian dengan baik dan jaga anakku” lanjutnya sambil menatap satu persatu para polisi yang berada disana

“baik agashi” ucap para polisi

Mr lee pun pamit dan meninggalkan kantor polisi karena harus kembali ke kantornya.

……………………………………

Sudah 3 hari yuri ditahan setelah melaksanakan sidang pertama yang membuatnya ditetapkan sebagai tersangka dan kembali mendekam di penjara. dan selama itu pula yang hadir hanya mr lee dan taeyeon serta para anak buah mr lee

yuri sedang terdiam didalam ruangannya, seorang polisi datang membuka pintu ruangan itu

“yuri-shi, ada keluarga yang ingin menemui anda” ucap polisi itu

“nugu?” gumam yuri, iapun terbangun dan berjalan menuju ruang kunjungan, ia trsenyum saat melihat seseorang sedang duduk menunggunya

“yoong” ucap yuri membuat yeoja itu menoleh kearahnya

Yuripun duduk dihadapannya

“baru tiga hari kau sudah terlihat kurus” ucap yoona

“begitu ya, makanan disini tidak seenak makanan luar, apa kau membawa beberapa makanan untukku?”

“tentu saja, aku tau kau sangat pilih pilih makanan, aku membawakanmu jajangmyeon” ucap yoona mengangkat sebuah box berisi beberapa makanan

“omo omo! kyaaaa… gomawo..” ucap yuri berteriak senang

Keduanya pun menikmati beberapa makanan yang dibawa oleh yoona, beruntung mr lee meminta pada para polisi untuk memberi yuri perlakuan berbeda dari para tahanan lain dan disetujui

“ah perutku benar benar terasa enak sekarang” ucap yuri mengusap usap perutnya

“yaish… bersihkan dulu kotoran di wajahmu, dari dulu kau selalu saja berantakan jika makan, bagaimana saat kau makan bersama kekasihmu nanti eoh?” ucap yoona mengambil beberapa tissue dan diusapkannya pada pajah yuri yang terlihat kotor oleh sisa bumbu jajangmyeon yang dimakannya

Yuri terdiam, matanya berkaca kaca melihat perlakuan yoona padanya. sudah beberapa tahun lamanya ia belum pernah lagi merasakan perhatian dari adiknya itu seperti yang dilakukannya sekarang

“wae..?” ucap yoona menatap kedua mata yuri yang hampir menangis

“anniyo, aku hanya senang melihatmu yoong”

“hmm… sebenarnya aku kesal padamu, tapi….”

“wae?”

“aku lebih takut kehilanganmu” ucap yoona sedikit merendahkan suaranya namun masih bisa didengar oleh yuri

“aku akan baik baik saja” ucap yuri menggenggam kedua tangan yoona

“apa kau selalu menangis di dalam sana?”

“anniyo.. yah! kau pikir aku anak kecil eoh?”

“kau memang sudah dewasa tapi kau ini cengeng!” ucap yoona memberikan merong pada yuri

“yaish…!! menyebalkan”

“wajahmu terlihat sangat buruk” ucap yoona menatap luka luka biru yang masih terlihat disudut bibir dan pada dahi yuri

“benarkah? tapi para tahanan disini mengatakan jika aku terlihat tampan” ucap yuri mengusap usap dagunya

“kenapa kau tak melawannya?”

“aku tidak bisa”

“lalu apa gunanya sabuk hitammu?” ledek yoona

“hahaha… walaupun pukulannya tak seberapa aku tetap tak bisa melawannya”

“wae…?” ucap yoona kesal

“tenagaku akan terbuang sia sia melawan si pendek itu hahaha” ucap yuri tertawa

“yaish… kalau begitu biar aku yang membalasnya”

“berkelahi saja kau tak bisa”

“aku akan berlatih! lihat saja, akan ku pastikan dia meminta maaf padamu”

“dia memukulku karena ayahnya tertembak yoong” ucap yuri dengan nada yang mulai terdengar serius

“aku tau, bagaimanapun juga itu tindakan yang tidak tepat, namanya menghakimi sendiri”

“omo! sejak kapan otakmu menjadi pintar”

“sejak meninggalkan mansion”

“hmm… arra, sekarang kau sudah mendapatkan kebebasan”

“tentu saja, kau tak ingin sepertiku?”

“tentu saja ingin, dasar bodoh”

“tinggalah bersamaku setelah keluar nanti”

Yuri terdiam mendengarnya

“andwae, itu akan membahayakanmu, bahkan aku tak tahu bahaya seperti apa lagi setelah aku keluar nanti” ucap yuri dalam hati memandang adiknya itu

“yoong berlatihlah ilmu bela diri untuk menjaga dirimu”

“shirro, kau bilang kau akan selalu menjagaku, jadi untuk apa aku melakukan itu”

“dasar bodoh, setidaknya kau akan baik baik saja selama aku tak bersamamu”

“arasso…”

“hey yul” sapa amber yang baru saja memasuki ruang kunjungan “oh kau juga disini yoong, senang rasanya melihat kalian kembali akur” lanjutnya

“hey.. kemana saja kau eoh?”

“hehehe mianhae aku sibuk, yoong bisakah tinggalkan kami berdua dulu sebentar?”

“wae…? aku ini bukan lagi anak kecil”

“yaish.. ini tentang ayahmu, kau masih mau mendengarnya?”

“anniyo, aku pergi unnie aku harus kembali ke restoran”

“oke hati hati yoong dan titipkan salam ku pada jessica” ucap yuri terbangun hendak memeluk yoona

*pletak!!!* 

bukannya balasan pelukan yang didapat melainkan jitakan pada kepalanya

“aw.. appo..” gumam yuri mengusap usap kepalanya

“andwae!”

“wae..?”

“anniyo, aku tetap tak akan mengatakannya, aku pergi” ucap yoona berjalan meninggalkan ruang itu

“yaish… menyebalkan” gumam yuri dan kembali duduk

“hahaha senang sekali melihat kalian kembali akur” ucap amber yang sedari tadi tertawa melihat tingkah kedua kakak beradik itu

“apanya yang akur” ucap yuri mempoutkan bibirnya

“so, apa kau hidup dengan baik disini? mianhae aku baru mengunjungimu sekarang”

“gwaenchanna…”

“aku sebenarnya ingin kau mengajukan banding dan segera keluar dari sini, aku bisa saja menjadi saksi dan membawa tersangka yang mengintai yoona saat dipemakaman itu, hanya saja itu terlalu berbahaya untukmu yul”

“hmm.. aku sudah menduganya, akupun tak bisa berkata apa apa selain menunggu ap… Eh tuan kim sadar” ucap yuri

“tak apa jika kau ingin menyebutnya appa” ucap amber membuat yuri terkejut

“kau sudah tau?”

“baboya, tentu saja.. kau memintaku menyembunyikan ahjumma agar polisi tak menanyakannya mengapa tuan kim berada di rumahmu, tentu saja saat itu ahjumma menjelaskan semuanya, ia terus menangis memaksaku membawanya kemari untuk menjadi saksi, tapi aku sudah menahannya dan membawanya pergi jauh”

“haha dia memang pemaksa” ucap yuri

“ahjumma menitipkan ini padamu” ucap amber memberikan sebuah amplop, yuri membukanya dan melihat beberapa foto bergambar barang barang didalam sebuah kotak

“apa ini?”

“entahlah, dia memintamu untuk mengingatnya” ucap amber

“tentu saja aku mengingatnya” ucap yuri dalam hati

“hmm… sayangnya aku memiliki ingatan yang buruk hehehe aku pikir dia akan menitipkan makanan, dasar ahjumma” ucap yuri kesal

“kau ingin makan apalagi? bukankah adikmu sudah membawakannya untukmu”

“ah kau benar hehehe”

“yaish… kau ini bos yang bodoh” ucap amber

“mwo? yah! aku ini yang menggajimu bahkan kau terus menerima uang dari games games yang aku ciptakan!”

“hahaha yah anggap saja itu sisi baiknya dari kau hahaha” ucap amber tertawa puas

“jadi kau berhasil menangkap para pengintai itu? siapa mereka?” tanya yuri kembali serius, amber menegakkan badannya dan mulai mencondongkan tubuhnya mendekati yuri

“2 diantaranya mati tertembak, untungnya masih ada 1 orang yang hidup, mereka anak buah dari tuan choi”

“hmm…”

“eh? kau tak terkejut?”

“aku sudah menduganya, sebenarnya aku sudah tahu jika tuan choi pemilik rumah sakit itu, aku berpikir jika tuan choi berniat membunuhku dan yoona”

“karena itu untuk saat ini mianhae aku tak bisa membantumu keluar dari sini”

“gwaenchanna, aku hanya akan terus memintamu menjaga adikku”

“nne”

“dan latihlah dia bela diri”

“eh?? bukankah dulu kau melarangnya?”

“nne, tapi setelah kejadian ini pasti bahaya akan selalu mengintainya”

“arra, ah apa dia tahu tentang ayahmu?”

“anniyo, aku masih belum bisa memberitahunya, aku takut akan melukai jantungnya”

“baiklah, kalau begitu aku harus segera pergi mengawasi adikmu, aku akan segera melatihnya nanti”

“gomawo” ucap yuri memeluk amber

“yah! kau ini memang bos yang menyebalkan baiknya yaish…” ucap amber membalas pelukan yuri

Ia pun  pergi dan yuri kembali kedalam ruangannya

……………………………..

di restoran

“kemana dia? apa dia sakit lagi?” gumam jessica saat tak melihat yoona sedari pagi

“kau mencari si rusa?” tanya sooyoung mengejutkan jessica

“yaish… anniyo, tapi kemana dia?”

“kantor polisi mengunjungi unnie nya” ucap sooyoung

“oh.. begitu” ucap jessica kembali melakukan aktivitasnya mengelap meja “mwo??!! ke kantor polisi? jinja?” ucapnya kembali merasa excited

“yaish! yah! kau membuat jantungku hampir copot!” ucap sooyoung mengusap usap dadanya

“hehhe mianhae eh? kenapa dengan lenganmu?” ucap jessica saat melihat sebuah perban melilit lengan kanannya “wajahmu juga ada luka gores, apa kau berkelahi?” 

“anniyo, kemarin aku terjatuh”

“ah… pantas sudah beberapa hari aku tak melihatmu”

Sooyoung mengambil jaketnya dan mengenakannya

jessica kembali membalikkan badannya namun seseorang tiba tiba sudah berdiri dihadapannya

“boo!!!”

“kyaaaa!!!”

*cekrek cekrek cekrek*

“aaahahaha…. aku mendapatkannya! soo…!! aku mendapatkan wajah terkejutnya hahaha aigoo.. jelek sekali!” teriak yoona sambil tertawa aligator

“YAHH!!! IM YOONA!” teriak jessica dengan tatapan devil nya

“omo!” yoona langsung berlari dan jessica segera mengejarnya sambil melayangkan gagang sapu yang diambilnya

“yah!! kemarikan ponselmu atau kau akan mati!!” teriak jessica terus mengejar yoona, beruntung restoran sudah tutup sehingga hanya ada mereka dan karyawan lain yang tertawa menontonnya, yoona mengoper ponselnya pada sooyoung, sooyoung pun mngoper ponselnya pada jinki yang ikut bergabung

🎵 You better run run run run run
Deoneun mot bwa geodeocha jullae
You better run run run run run
Nal butjabado gwanshim kkeodullae Hey🎵

“ah lagu yang cocok untuk mereka” ucap luna setelah memutar musik ikut memecah keributan didalam restoran tersebut

…………

Setelah lelah berlari lari jessica, yoona dan sooyoung duduk di soffa pengunjung

“Aigoo tangan ku merah karena gagang sapu yang kau pukulkan” ucap yoona memperlihatkan lengannya yang memiliki beberapa bekas kemerahan

“Itu karena salah mu sendiri bodoh” 

“Hehehe mianhae, sudah ku bilang aku sangat suka jika kau sedang marah”

“Yah! Menyebalkan”

“Ah ya aku lupa, soo mulai besok aku akan belajar kungfu!” ucap yoona exicited sambil melayang layangkan tangannya

“Yah yah yah, turun kan tanganmu” ucap sooyoung namun yoona malah terus berpura pura menyerangnya

“Aku akan menjadi petinju internasional, wacauww!! Hiatt!!” 

*plak!!!* akhirnya pukulan yoona mengenai lengan sooyoung

“Aw!!! Yah! Appo…” teriak sooyoung meringis kesakitan memegang lengannya

Yoona terkejut saat lengan baju sooyoung berubah warna

“Omo! Kau berdarah?” ucap yoona

Belum sempat sooyoung berbicara yoona sudah menarik jaketnya dan melepaskan ya hingga melihat perban putih yang melilit lengannya sudah berwarna merah padam

“Wae…?” ucap yoona terlihat khawatir

“Dia terjatuh” ucap jessica

“Jinja? Kajja kita ke rumah sakit!” ucap yoona hendak membangunkan sahabatnya itu

“Andwae, aku baik baik saja.. Aku hanya tinggal mengganti perbannya”

“Tapi darahmu sangat banyak! Yah bodoh, kau habis melakukan apa sampai terjatuh begitu parah?”

“Hehehe biasa, in acton! Aku pergi dulu menemui dokterku” ucap sooyoung

“Apa aku perlu mengantarmu?”

“Andwae, kau antar saja jessica pulang”

“Baiklah, mianhae…” ucap yoona

Sooyoung pun pergi meniggalkan restoran

Begitu pun yoona dan jessica mulai menaiki bis, setelah keduanya cukup dekat yoona selalu mengantarnya pulang karena jessica masih trauma sendirian di luar

“Dasar bodoh! Bukan nya membangunkanku kau malah membiarkan bus kita melewati 1 halte” ucap jessica merasa kesal, keduanya harus kembali berjalan karena bus yang membawa mereka kebablasan

“Hehehe apa boleh buat, aku terlalu terpaku menatap wajah tidurmu”

“Yah! Jangan coba coba menggodaku” ucap jessica mengepalkan tinjunya

“Hehehe arraso” ucap yoona

Tiba tiba jessica menghentikan langkahnya dan memegang tangan yoona membuat yeoja itu juga menghentikan langkahnya

“Wae?” tanya yoona

Jessica menarik lengan jaket yang dikenakan yoona hingga memperlihatkan tangan putihnya

“Apa kau benar benar terluka?” ucap jessica memeriksa tangan yoona, ia sebenarnya khawatir setelah yoona mendapatkan beberapa pukulan dan gagang sapu yang dilayangkannya

“Anniyo, aku baik baik saja”

“Tapi tadi tanganmu merah merah”

“Oh… Hahaha itu karena aku memiliku kulit yang putih jadi cepat membekas jima terkena pukulan, tapi itu akan hilang kembali dalam beberapa saat”

“Jinja? Gwaenchanna?”

“Yaish yeoja macam apa kau setelah memukul lalu kembali merasa khawatir”

“Yah, itu karena kau sendiri yang sangat menyebalkan”

“Kau kan tahu….”

“Arra arra arra aku menyukai wajah marahmu” ucap jessica melanjutkan apa yang akan yoona katakan

“Eh? Hahahaha anak pintar” ucap yoona mengusap usap kepala jessica

“Ah ya, tadi pagi kau benar benar menemui yuri?”

“Nne… Wae?”

“Anniyo, aku hanya senang mendengarnya”

“Dia menitipkan salam untukmu” ucap yoona dengan wajah tak sukanya

“Jinja…?” ucap jessica excited

“Yah yah yah! Ekspresi macam apa itu” ucap yoona kesal

“Tapi tumben kau menemuinya sendiri, aku pikir kau benar benar marah padanya”

“Ya.. Aku memang marah padanya, tapi entahlah aku tak tahu mengapa selalu mengikuti perintahmu”

“Wow daebak, apa kau menyukaiku?”

“Sepertinya begitu” ucap yoona berjalan mendahului jessica sementara jessica kembali menghentikan  langkahnya merasa terkejut

Entah perasaannya merasa senang atau hanya keterkejutan semata, entahlah jessica selalu merasa hal aneh dengan tingkah yoona yang selalu tiba tiba

…………………

“bunuh yuri begitu dia terbebas nanti”


TBC

mohon maaf seharusnya ini diunggah kemarin2, karena ada kendala di lp yang sudah tua renta jadi terganggu

Oh ya, gomawo atas jawaban jawaban kalian beserta alasannya

Hampir semuanya memiliki pendapat yang sama

Sebenarnya author juga sependapat dengan kalian, karena author bukanlah anak gawel jadi ngga terlalu suka ff yg pake “lawh guweh” hehehe benar juga kata kalian, jadi sulit membayangkannya karena mereka dari korea rasanya aneh kalo pake bahasa gawel

Tapi author masih menyadari jika tulisan author masih jauh banget dari kata sempoa. 

Mohon maaf yass

We Are Different part 4

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………..

Taeyeon terbangun begitu mendengar alarm jamnya berbunyi. ia mengusap usap kedua matanya dan melihat dirinya sudah terbaring diatas tempat tidur kamar miliknya. ia terkejut saat melihat tubuhnya tak memakai pakaian sehelaipun kecuali selimut tebal yang menutupi tubuhnya, taeyeonpun langsung terbangun dan duduk diatas tempat tidur tersebut. Ia menoleh melihat pakaian yang dikenakannya semalam berserekan diatas lantai. ia menunduk dengan kedua tangan yang menumpu kepalanya mencoba mengingat apa yang sudah terjadi padanya tadi malam, namun pikirannya terhenti begitu mendengar bunyi shower kamar mandi berhenti, ia sadar tak hanya dirinya yang berada didalam kamar tersebut. tak berapa lama ia melihat seorang yeoja yang masih mengenakan  melangkah keluar dari kamar mandi tersebut

“sunny?” ucap taeyeon begitu melihat wajah yeoja itu

“lekaslah mandi, hari ini kau tak bekerja?” ucap sunny dengan ekspresi yang terlihat biasa, berbeda dengan taeyeon wajahnya terlihat pucat karena terkejut

“apa yang terjadi tadi malam?” tanya taeyeon tak menjawab pertanyaan sunny

“lebih baik kau ingat ingat sendiri, aku tak ingin berbohong padamu” ucap sunny mulai melepaskan bathrobe yang ia kenakan dihadapan taeyeon, posisinya memang memunggungi taeyeon tapi tetap saja membuat taeyeon semakin gugup

“ap.. apa yang sedang kau lakukan?” ucap taeyeon

“tentu saja mengganti pakaianku, memangnya apa lagi? aku sudah cukup lelah dengan apa yang kita lakukan semalam, kau benar benar liar”

“mwo?” ucap taeyeon kembali terkejut

Flashback

Setelah mengunjungi rumah kedua orang tuanya, taeyeon mengunjungi sebuah club malam untuk menenangkan pikirannya

Begitu sampai, ia langsung menghabiskan beberapa gelas alkohol dan mulai menikmati alunan musik didalam club tersebut

“Kau masih saja selalu kesini” ucap seorang yeoja membuat taeyeon mengangkat wajahnya melihat yeoja itu

“Sunny?”

“Baboyaa, kau sudah menghabiskan berapa gelas hingga membuatmu seperti ini? Dasar polisi tak berguna” ucap sunny saat melihat taeyeon sangat mabuk hingga kesulitan mengenalinya

*brak!!!* taeyeon meletakkan gelas yang digenggamnya begitu keras setelah mendengar kalimat terakhir yang diucapkan sunny membuat yeoja dihadapannya itu terkejut

“Ya, aku memang polisi tak berguna hahaha kau benar sunny-ah”

“Ada apa denganmu taeng?” tanya sunny terlihat khawatir

“Anniyo, lagipula aku tak mabuk kau pulanglah”

“Anniyo, kau yang harus pulang taeng, kau sudah mabuk berat, kajja” ucap sunny mulai merangkul dan mengaitkan tangan taeyeon pada pundaknya

Sunnypun memapah taeyeon yang sudah mabuk meninggalkan club dan mengantarnya pulang ke apartemen taeyeon

Begitu sampai sunny langsung membaringkan taeyeon yang hampir hilang kesadarannya, namun saat berbalik dan hendak meninggalkan kamar tiba tiba taeyeon terbangun dan menahan tangan sunny

“Kajjima” ucap taeyeon

“Eh? Aku harus pulang taeng, kau tidurlah”

“Kau selalu saja meninggalkanku” ucap taeyeon membuat sunny terdiam “dulu kita sama sama berjanji akan menikah dan hidup bahagia setelah lulus sekolah, tapi kau tiba tiba memutuskan akan pergi ke USA dan menghilang dari kehidupanku”

“T… Ttaeng…” ucap sunny mencoba melepaskan genggaman tangan taeyeon namun taeyeon menarik tangannya hingga tubuh sunny terjatuh keatas tempat tidur menimpa taeyeon yang segera memeluknya

“Apa kau melupakan hal itu? Apa kau sudah melupakanku?” ucap taeyeon

“Taeyeon-ah kau mabuk, lepaskan aku kau sudah memiliki tiff… mmmhhh….” ucap sunny namun ucapannya terpotong saat tiba tiba taeyeon menindih tubuh sunny dan mencium bibirnya

Sunny mencoba memberontak namun taeyeon begitu kuat menahan tubuhnya

“Sesakit ini kah perasaanku?” ucap taeyeon setelah mengangkat kepalanya

Sunny berniat melepaskan diri saat merasakan taeyeon mulai melepaskan cengkramannya namun ia melihat air mata taeyeon mulai mengalir

“Wae…? Ada apa denganmu taeng?” ucap sunny membingkai wajah taeyeon yang menunduk, namun air mata taeyeon mengalir semakin deras

“Uljimma..” ucap sunny kembali menghapus air mata taeyeon yang tak ingin berhenti

Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya dan kembali menunduk menangis mengingat masalah yang terjadi pada ayahnya

Sunnypun kembali mengangkat wajah taeyeon dan mencium bibirnya

“Uljimma… Aku… Juga merindukanmu” ucap sunny kembali mencium bibir taeyeon

Taeyeon perlahan membuka kedua matanya menatap wajah sunny, tangan taeyeon mulai memeluk leher sunny dan menekan yeoja itu untuk memperdalam ciumannya hingga keduanya semakin merasakan kenikmatan

*dan terjadilah asdfjflflfjfkdl*

*cut!*

Flashback end

Taeyeon mengusap usap kasar wajahnya begitu mengingat kejadian tadi malam

“Kau bisa melupakannya” ucap sunny yang sudah paham menatap taeyeon

“Sunny-ah.. Mm.. Mmianhae” ucap taeyeon merasa bersalah

“Hmm… Aku harus segera pergi, mandilah” ucap sunny kemudian meninggalkan taeyeon yang hanya terdiam

Sunny adalah mantan kekasih taeyeon, keduanya sudah menjalin hubungan sejak kelas 1 SMA dan merupakan pasangan teromantis di sekolahnya, namun setelah menempuh ujian kelulusan tiba tiba sunny memutuskan hubungan keduanya karena akan melanjutkan kuliahnya ke USA, taeyeon yang saat itu kecewa mencoba melampiaskan dengan mendekati tiffany yang ia tahu gadis itu telah lama mengagumi taeyeon. Awalnya taeyeon hanya ingin membuat sunny cemburu dan menyesal atas keputusannya, namun sunny tetap meninggalkannya. Hingga akhirnya taeyeon menyadari kesalahannya dan memutuskan untuk mencoba mencintai tiffany hingga hubungannya bertahan sampai saat ini. Namun kini taeyeon bertemu sunny kembali saat ayah sunny mengundangnya di acara pesta menyambut kedatangan sunny. Taeyeon hanya mencoba bersikap biasa meskipun pada kenyataannya ia masih belum bisa melupakan sunny.

…………………………………………..

“Hey tiffy, hari minggu begini kau tetap pergi bekerja?” sapa jessica saat dirinya berpapasan dengan tiffany di depan gedung apartemen

“Hay jessie, anniyo aku akan pergi menemui taeyeon, tadi malam dia tak bisa dihubungi”

“Aigoo, padahal kemarin siang kalian sudah bertemu”

“Hehehe tetap saja komunikasi harus terus berjalan, taeng selalu melupakan malamnya, makanya aku harus selalu menghubunginya, kau baru saja pergi joging?”

“Nne, udara pagi disini sejuk sekali” ucap jessica merentangkan kedua tangannya menikmati hembusan angin pagi

“Eh? Apa hanya aku yang merasa kedinginan?” ucap tiffany merasa heran, ia sendiri memakai jaket tebal dan melihat orang orang mengenakan jaket juga “kalau begitu aku pergi, jessie aku membuatkan sarapan untukmu”

“Ah.. Okay thanks baby ,nanti aku ke apartemenmu, take care” ucap jessica, keduanya pun berpisah

Jessica memasuki apartemen miliknya, namun baru saja beberapa langkah bel pintu apartemennya berbunyi, iapun kembali untuk membukakan pintu

“Uh? Kau? Ada apa kemari?” tanya jessica menaikkan sebelah alisnya begitu melihat yoona mengunjungi apartemennya

“tadi aku baru saja berolah raga ah kau juga ya? Mengapa kita tidak bertemu ya haha” ucap yoona dengan wajah cerianya

“Aku tidak bertanya hal itu, ada apa kau kemari?”

“Hey aku ini tamu, kau tak mempersilahkan aku masuk?” ucap yoona membuat jessica memutar kedua bola matanya

“Hhh… Masuklah” ucap jessica pasrah

“Wah apartemenmu rapi sekali” ucap yoona begitu masuk dan duduk diatas soffa, jessica tak menjawabnya ia hanya berjalan meninggalkannya ke dapur

Tak berapa lama jessica pun kembali dengan membawakan dua gelas minuman untuknya dan satu lagi diberikan pada yoona

“Gomawo..” ucap yoona menerima minuman itu

“Ada apa kemari? kau sendirian?” tanya jessica kembali

“Aku hanya ingin berkunjung, nne memangnya bersama siapa lagi?”

“Unnie mu tak ikut?” tanya jessica membuat raut wajah yoona berubah

“Anni” jawab yoona singkat

“Oh.. Begitu” 

“Mengapa kau menanyakannya? Kau menyukainya?” tanya yoona dengan nada yang ketus

“Anniyo, aku hanya bertanya” ucap jessica

“Oh”

“Kenapa dengan anak ini? Tadi terlihat ceria sekarang jadi menyebalkan lagi” ucap jessica dalam hati

“Aku ingin membeberitahumu, mulai besok kau sudah bisa bekerja di restoran” ucap yoona

“Mwo? Yah sejak kapan aku menerimanya?”

“Sejak sekarang” 

“Yaish… Aku tid”

*tingtong* bel pintu apartemen jessica berbunyi kembali, jessica pun berdiri dan berjalan untuk membukakan pintu

“Yeoppodaa..” gumam yoona saat melihat jessica menyibakkan dan mengikat rambut panjangnya yang sebelumnya tergerai

“Good morning” sapa seorang yeoja begitu pintu dibukakan

“Hey yul! Good morning, tumben pagi pagi kau kesini” ucap jessica senang dan mempersilahkan yuri masuk

“Nne, tadinya aku ingin mengunjungi apartemen tiffany tapi tak ada orang disana, jadi sekalian saja aku kemari”

“Ah.. Begitu ya, dia memang sedang pergi mengunjungi rumah taeyeon, kau kalah cepat yul”

“Hahaha kau ini”

“Ada apa kau kemari?” ucap yoona dengan raut wajah tak sukanya begitu melihat yuri masuk

“T…tternyata ada kau yoong, aku hanya ingin berkunjung sebentar, mianhae aku mengganggu waktu kalian” ucap yuri terkejut begitu melihat adiknya sudah berada disana

“Gwaenchanna, kami tidak sedang ada acara, kau ingin minum apa yul?” ucap jessica

“Yaish, tadi dia tidak menawariku minuman” ucap yoona dalam hati melirik sebal pada jessica “aku pulang dulu” lanjutnya membuat langkah jessica terhenti

“Andwae, biar aku saja yang pergi” ucap yuri menahan tangan yoona

“Eh? Ada apa dengan kalian?” tanya jessica heran

“Lepaskan aku” ucap yoona dengan nada dinginnya

Yuri pun segera melepaskan tangannya

“Aku harus pulang, tiba tiba moodku memburuk” ucap yoona kemudian kembali berjalan dan meninggalkan apartemen jessica

“Maafkan sikap adikku, dia sebenarnya tak seperti itu” ucap yuri tersenyum malu

“It’s okkay yul, aku sudah biasa menghadapi sikapnya, tapi… Ada apa dengan kalian? Kalian terlihat seperti sedang bertengkar”

“Anniyo, hanya masalah kecil” ucap yuri

“Jinja? Kalau hanya masalah kecil mana mungkin dia terlihat sangat marah seperti itu”

Yuri terdiam mendengarnya, ia terlihat ragu untuk menceritakannya pada jessica namun yeoja dihadapannya itu sudah memahami raut wajah yuri

“Aku bukanlah seseorang yang mudah akrab dengan orang lain, tapi rasanya berbeda saat mengenal tiffany dulu, sama denganmu yul, rasanya kau selalu memiliki daya tarik para yeoja, apa kau pernah melakukan ritual?”

“Hahaha kau bicara apa sica, yah! aku tak pernah melakukan hal semcam itu ,mungkin ini karena wajahku saja yang terlihat berkharisma” ucap yuri mengusap usap dagunya

“Yaish percaya diri sekali”

“Hubunganku dengan yoona memang sedang tak baik, bahkan sudah lama dia tidak tinggal di rumah” 

“Mwo?? Pantas waktu itu dia berkata seperti itu” ucap jessica begitu mengingat awal pertemuannya dengan yoona setelah meninggalkan rumah sakit

“Memang yoong berbicara apa padamu?”

“Anniyo, aku sudah lupa” ucap jessica

“Yaish… Kau ini”

………………………………..

Tiffany telah sampai di apartemen taeyeon dan langsung masuk kedalam

“Good morning taeng ^_^” sapa tiffany begitu memasuki kamar taeyeon dan melihat kekasihnya sedang duduk memainkan ponselnya

“Uh tumben kau kesini tak menghubungiku dulu pany-ah, untung aku sedang berada di rumah” ucap taeyeon segera berdiri memeluk dan memberikan morning kiss pada kekasihnya

“Tadi malam kau kemana? Nomormu tak bisa dihubungi, apa kau melupakan makan malammu?”

“Ah ya, setelah pulang dari jeonju aku lupa mencharger ponselku, mianhae.. Tapi aku tak melupakan makan malam”

“Syukurlah ^_^” ucap tiffany kembali memeluk kekasihnya namun raut wajahnya berubah “eh? Kau mengganti parfum taeng?” tanya tiffany begitu mencium aroma yang asing di dalam kamar taeyeon

“Ah.. Y..yya, eh anniyo, ini bukan parfum, aku mengganti pewangi ruang kamarku” ucap taeyeon dengan wajah yang memucat, pasalnya wangi parfum sunny masih menyebar didalam kamarnya

“Ah.. Begitu ya, wanginya sangat enak tumben sekali kau membeli pewangi yang sangat feminim hahaha” ucap tiffany menertawai kekasihnya itu

“Hahaha memangnya tidak boleh eoh? Kau lupa jika selain tampan aku juga sangat cantik” ucap taeyeon memberikan merong pada tiffany

“Yaish… Andwae! Kau cukup tampan saja!” kesal tiffany mencubit pinggang taeyeon

Keduanyapun kembali bercanda tawa. Taeyeon kembali merasa tenang karena tiffany tak mencurigainya

“Wajahmu terlihat pucat, apa kau sakit?” tanya tiffany menempelkan punggung telapak tangannya diatas dahi taeyeon

“Anniyo.. Aku baik baik saja” ucap taeyeon melepaskan tangan tiffany

“Apa kau mabuk semalam?” tanya tiffany memicingkan kedua matanya

“Hehehe sedikit” ucap taeyeon yang langsung mendapat jeweran ditelinganya

“Kau bilang tak akan mabuk lagi! Apa kau pergi ke sebuah club lagi eoh?!”

“An.. Anniyo… Aku hanya meminum soju bersama appa di rumah”

“Aku pikir kau pergi ke club lagi! Kalian ini, pasti kalian mabuk semalaman. Huh.. Appa sama anak sama saja” ucap tiffany membuat taeyeon terdiam

“Aku tak seperti appaku” ucap taeyeon dengan nada dinginnya

“Apanya, kalian sama saja”

“Aku bilang aku tak seperti appaku!” ucap taeyeon kembali dengan meninggikan suaranya membuat tiffany terkejut

“Ada apa denganmu taeng?” ucap tiffany dengan wajah ketakutan

“An..anniyo, mianhae..” ucap taeyeon segera memeluk tiffany

“Mianhae.. Pany-ah” ucap taeyeon kembali didalam hati

…………………………..

Keesokan harinya

Yuri terbangun dan langsung membuka ponselnya ,ia terenyum begitu melihat layar wallpaper yang bergambar dirinya bersama tiffany sedang tersenyum senang bersama anjing kesangannya bermama Hani. Foto itu diambil saat tiffany berulang tahun yang ke 20, saat itu yuri memberikan kado seekor anak anjing yang lucu yang kemudian diberi nama hani oleh yuri

mereka pun melakukan foto bersama untuk mengabadikannya dan sejak saat itu yuri menggunakan foto itu sebagai wallpaper pada ponselnya hingga sekarang. Yuri selalu membuka ponselnya setiap bangun pagi agar bisa melihat tiffany, baginya hanya melihat yeoja itu di dalam foto saja sudah membuatnya bahagia.

Kini tatapan yuri tertuju pada tanggal kalender yang tertera dilayar ponselnya , hari ini adalah hari peringatan kematian eomma nya yang ke 16 tahun

yuri menekan tombol panggilan pada ayah tirinya itu

“appa, hari ini aku tidak akan pergi ke kantor”

“wae?”

“aku akan mengunjungi makam eomma, hari ini hari kematian eomma”

“pergilah bersama amber”

“nne”

“baiklah” ucap mr lee kemudian menutup telponnya

yuripun segera terbangun dan memasuki kamar mandi

……………………………..

“Selamat pagi…” sapa para karyawan begitu melihat yoona dan sooyoung baru saja tiba memasuki restoran ,namun mereka terlihat heran saat yoona tak menjawabnya dan langsung berjalan menuju ruang ganti, tak seperti biasanya yang selalu terlihat ceria bahkan selalu bercanda

“Dari kemarin moodnya sedang buruk” ucap sooyoung seolah mengerti raut wajah para karyawannya

“Ah begitu ya, pantas wajahnya terlihat suram” ucap jinki membuat orang orang didalam restoran tersebut tertawa

Mereka pun kembali membersekan dan menata restoran sebelum dibuka

*cring cring cring!!* bunyi lonceng yang tergantung pada pintu restoran berbunyi begitu seseorang membukakan pintu

“Selamat pagi… Mianhae noona, restoran kami masih belum buka” ucap jinki

“Anniyo.. Aku kemari bukan..” ucap jessica yang datang tersebut

“Ada apa kau kemari?” potong yoona yang sudah berdiri disamping jinki, jinki pun meninggalkan keduanya

“Yah, kau bilang mulai sekarang aku sudah bisa bekerja, yasudah klo begitu aku pulang” ucap jessica hendak membalikkan badannya namun yoona segera menahan tangannya

“Gantilah pakaianmu” ucap yoona menarik tangan jessica dan membawanya ke ruang ganti karyawan

“Yaish…!! Kalau bukan karena yul yang meminta aku tidak akan pernah mau bekerja bersama orang menyebalkan ini!” rutuk jessica setelah melihat yoona meninggalkan ruang ganti

Flashback

“Kalian terlihat seperti sedang bertengkar”

“Anniyo, hanya masalah kecil” ucap yuri

“Pasti adikmu sendiri yang membuat ulah hingga membuat kalian bertengkar”

“Bukan, ini karena salahku”

“Aku tak percaya, sifatmu dan adikmu sangatlah berbeda ,you’re all really different”

“Dulu yoong tak seperti itu, dia orang yang sangat ceria, akulah yang membuatnya berubah menjadi seperti sekarang”

“Yah, kwon yul! Kau selalu saja setengah setengah jika bercerita, sebenarnya inti malasahnya apa?” 

“Aku tidak bisa memberitahumu sekarang, mianhae”

“Baiklah aku tak akan memaksamu”

“Bisakah aku meminta bantuanmu?” ucap yuri

“Sure, katakan”

“Ku lihat kau dengan adikku sangat dekat”

“Anniyo, itu tidak seperti yang kau lihat”

“Aku tidak ingin terjadi hal yang buruk padanya, tapi aku juga tidak bisa selalu menjaganya, bahkan mungkin suatu saat aku tidak bisa ada disampingnya lagi” ucap yuri, kini wajahnya terlihat serius

“Wae? Kau terdengar seperti akan pergi jauh”

“Untuk saat ini aku tak bisa melindunginya, untuk itu aku ingin memintamu untuk selalu disampingnya, percayalah walaupun dia menyebalkan tapi yoong anak yang baik, jebal…”

“Hhhh… Akan aku pikirkan kembali”

“Aku percaya padamu, sica” ucap yuri memegang kedua tangan jessica dan menatapnya

*Deg.. Deg.. Deg..* 

“Omo, ada apa ini?” ucap jessica dalam hati begitu merasakan detak jantungnya terdengar kencang

“Besok adalah peringatan hari kematian ibuku, bisakah kau membujuk adikku untuk datang? Dia tak pernah mengunjungi makan eomma”

“Jadi kedua orang tua kalian memang sudah tidak ada? Tapi kenapa adikmu tak pernah ingin mengunjunginya?”

“Nne, ayahku pergi meninggalkan eomma saat aku masih kecil, saat itu aku baru berusia 1 tahun jadi aku tak bisa mengingat wajah ayahku, saat berumur 10 tahun hari itu adikku berulang tahun, tapi yoong sedang dirawat di rumah sakit karena terkena tyfus, sepulang sekolah aku segera membelinya kado dan mengunjungi rumah sakit, namun sayangnya kadoku malah tertinggal, setibanya disana aku justru mendapati ibuku dibawa ke ruang UGD, ahjumma bilang penyakit jantung eomma tiba tiba kambuh, dan hari itu juga aku dan adikku kehilangan uri eomma, semenjak saat itu sikap adikku berubah dan dia masih marah terhadap eomma” ucap yuri tersenyum sedih sambil mengusap air matanya yang hampir mengalir

“M..mmianhae..” ucap jessica yang sudah menitikkan air matanya merasakan kesedihan yuri, ia pun mengusap usap pundak yuri

“Jangan bersedih lagi, aku akan mencoba membantumu” ucap jessica kembali membuat yuri mengangkat wajahnya

“Gomawo” ucap yuri memeluk jessica
Flashback end

Kini jessica telah rapi memakai seragam kerjanya dan segera keluar menghampiri yoona, ia melihat yoona sudah berdiri bersama karyawan lainnya termasuk sooyoung

“mulai hari ini kita mendapatkan teman baru yang akan bekerja disini, perkenalkan dirimu” ucap yoona dengan nada dinginnya

“Nne, anyeong.. Jessica jung imnida, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik dan mohon bantuannya” ucap jessica menyapa para karyawan lain ,mereka sudah terlihat akrab dan mengantar jessica ke dapur

“Rasanya aku pernah melihatnya” ucap sooyoung

“Oddiga?”

“Entahlah aku lupa, yah seleramu bagus juga, dia cantik”

“Yah! Jangan coba merayunya!” ucap yoona kesal

“Hahaha anniyo… Kau tenang saja, eh? Kau akan tetap bekerja hari ini?”

“Tentu saja, memangnya kenapa?”

“Kau tak akan menemui ibumu?”

“Kau wakili saja, aku malas kesana”

“Yaish… Anak durhaka! Baiklah aku pergi dulu” ucap sooyoung, “baguslah kau tak pergi, tetaplah disini dan jangan pergi kesana” lanjut sooyoung dalam hati

“Oddiga? Bukankah bora sedang berada di LA?” tanya yoona

“Ada beberapa hal harus aku urus” ucap sooyoung, iapun pergi meninggalkan restoran

Restoran mulai dibuka dan beberapa saat kemudian para pengunjung yang kebanyakan orang orang kantor mulai berdatangan membuat para karyawan restoran tersebut sibuk termasuk jessica dan yoona

“Yah antarkan ini pada meja nomor 19” ucap yoona memberikan nampan berisi makanan pada jessica

“Bisakah kau memanggil namaku? Dasar tidak sopan, aku ini lebih tua darimu!” 

“Nne ,unnie bisakah kau antarkan ini? Jebaljuseyoo” ucap yoona dengan aegyoo nya

“Mengapa dia bisa berubah dengan cepat seperti itu, yaish.. Menyebalkan” ucap jessica dalam hati , ia segera mengambil nampan dan meninggalkan yoona

…………………………

Choi mansion

seorang namja dengan pakaian jas dokternya datang menemui tuan choi

“tuan, hari ini adalah hari peringatan kematian kwon hyerin” ucap namja itu

“berita bagus min joong, itu berarti kedua anak dari hyerin akan datang menemui makam mendiang ibunya” ucap tuan choi pada namja bernama min joong itu “kalian lekaslah bergerak” lanjutnya kepada para anak buahnya yang sudah berkumpul

mereka pun langsung bergerak sesuai perintah tuan choi untuk membunuh yuri dan yoona

“kalau begitu aku permisi tuan, aku harus segera kembali ke rumah sakit” ucap min joong

“min joong-ssi, kau yang menghubungiku jika kedua putri hyerin masih hidup dan mengetahui kejadian 15 tahun yang lalu kan”

“nne tuan, beberapa hari yang lalu adiknya sempat di rawat di rumah sakit dan aku bertemu dengan yuri”

“dan saat itu dia membicarakan tentang ibunya?”

“nne tuan, itulah mengapa aku segera menghubungi anda”

“mengapa saat itu kau tak segera melenyapkannya?”

Min joong terdiam mengingat kembali saat pertemuannya dengan yuri, saat itu ia memang berniat akan membunuh yuri

“jadi… yang dirawat itu…”

“ya, dia adikku, yoong. tapi dia sudah pergi dari sini” ucap yuri melanjutkan ucapan min joong

“b..bbegitu ya, eh? wae..? dia masih harus mendapat perawatan” ucap dokter itu masih dengan nada gugupnya, sebutir keringat dingin mengalir pada pelipisnya

“dia tak akan mau, oh ya aku baru tahu ahjushi sekarang bekerja disini”

“oh n..n.. nne… aku sudah 7 tahun bekerja disini setelah dipindah tugaskan dari yonsei hospital”

“begitu ya, oh ya bagaimana hasil pemeriksaan adikku?” tanya yuri

“itu… em.. yoona…” ucap dokter itu, tangannya yang berada dibawah meja perlahan membuka laci dan mengambil sebuah jarum suntikan yang sudah terisi cairan tanpa sepengetahuan yuri “dari hasil pemeriksaan pertama yoona memiliki penyakit jantung bawaan yang bisa disebabkan karena faktor keturunan, namun adikmu harus kembali diperiksa untuk benar benar memastikan jika itu benar atau salah dan harus segera ditangani, sayangnya kau bilang adikmu sudah pergi”

“aku rasa memang dia terkena penyakit itu” ucap yuri menundukkan wajahnya, ia teringat dari kecil sering mendapati yoona yang selalu tiba tiba merasakan sakit pada jantungnya dan memiliki fisik yang lemah, namun yoona selalu menolak jika diajak untuk berobat. yuri sedikit menyesal karena dulu tidak membawa adiknya berobat

“adikmu bisa sembuh jika segera ditangani sejak sekarang”

“nne aku akan mencoba membujuknya, bisakah kau berikan obat untuk sekarang?”

“nne tentu saja, rumah sakit ini sudah memiliki obat yang sangat bagus untuk penyakit itu, tapi… aku rasa adikmu harus segera mengambil tindakan operasi”

“aku meragukannya” ucap yuri terdiam sejenak “bahkan dokter dokter ahli jantung dari yonsei hospital rumah sakit terbaik pun gagal menyelamatkan ibuku” lanjutnya menatap wajah keterkejutan min joong

“y..yyul, it… itu…” ucap min joong terbata, tangannya semakin mengeratkan jarum suntikan yang ia sembunyikan dibawah meja itu. dugaannya benar jika yuri akan mengungkit masalah itu bahkan ia tahu yuri sudah mencurigainya

“bodohnya saat itu aku masih terlalu polos merasa sangat senang saat aku dan adikku dikirim ke panti asuhan dan segala kehidupanku dibiayai oleh pemilik rumah sakit itu, padahal itu hanya untuk menutupi masalah itu, benarkan? ahjushi?”

wajah min joong semakin memucat tak bisa berkata apa apa

“aku pergi dulu, permisi” ucap yuri setelah melihat dokter dihadapannya terdiam cukup lama, ia mengambil kertas resep diatas meja yang sudah dituliskan dokter itu sebelumnya

begitu melihat yuri berjalan membelakanginya, min joong segera berdiri dengan menyembunyikan jarum suntik itu dibelakang punggungnya dan berjalan mengikuti yuri, ia sudah bersiap akan menyuntikkan jarum yang sudah berisi cairan itu pada yuri namun saat sudah siap tiba tiba pintu ruangannya terbuka dari luar dan seorang perawat masuk hingga min joong langsung menurunkan kembali dan menyembunyikan jarum itu

beruntung saat itu yuri tidak mengetahuinya

Flashback end

“mianhae tuan, saat itu rumah sakit sedang ramai, aku tak bisa gegabah”

“kau boleh pergi sekarang” ucap tuan choi yang sudah berdiri memunggunginya memandang pemandangan diluar jendela

“baik tuan” ucap min joong segera meninggalkan ruang pribadi tuan choi

“bunuh dia” ucap tuan choi pada salah satu penjaganya

………………………………………..

di rumah kedua orang tua taeyeon

“Ahjushu apa ini tidak terlalu cepat untuk menuliskan surat wasiat? anda bahkan terlihat sangat sehat” ucap pengacara tuan kim yang diminta untuk menemuinya

“masalah kematian tidak akan ada yang tahu hyoyeon-ah, jangan beritahu taeyeon tentang hal ini”

“nne ahjushi”

“hyoyeon-ah, bisakah kau antar aku ke stasiun?”

“nne? anda akan pergi tanpa membawa mobil?”

“nne, aku ingin mengunjungi rumah temanku di gangnam”

“baiklah, kajja” ucap hyoyeon

Setelah pamit hyoyeonpun mengatar tuan kim ke stasiun

“hyoyeon-ah, gomawo”

“nne ahjushi, ini bukan apa apa”

“berteman baiklah dengan taeyeon seperti aku dengan appamu”

“hehehe tentu saja ahjushi, hanya saja taeyeon begitu sibuk sekarang”

“ingatkan dia untuk selalu sering menemui ibunya, dan tolong jaga istriku”

“eh? mengapa anda berkata seperti itu?”

“anniyo, hanya ingin berpesan padamu”

“hahaha kau membuatku merinding saja”

“kkah pergilah, aku juga akan pergi”

“nne, hati hati dijalan ahjushi” ucap hyoyeon

keduanya pun berpisah di stasiun

………………………………

“yul, apa kau lama menungguku?” ucap tiffany yang baru saja tiba

tadi siang setelah tiffany bisa dihubungi, yuri memintanya untuk menemuinya disebuah kafe tempat biasa mereka bertemu

“anniyo, aku juga baru saja tiba beberapa menit yang lalu, duduklah aku sudah memesankan minuman bebarap makanan untukmu”

“gomawo, yul mianhae tadi pagi selama perjalan aku menaruh ponselku di dalam tas jadi aku tak tahu jika kau menghubungiku” ucap tiffany dengan raut menyesal

“gwaenchanna, apa aku mengganggu waktumu dengan taeyeon?”

“anniyo, saat kau menghubungiku tadi aku memang sedang dalam perjalanan pulang”

“eh? kalian tidak pergi berkencan? ini hari minggu”

“anni, taeyeon sedang dalam mood yang buruk”

“dan kau masih selalu jadi pelampiasan kemarahannya?”

“anniyo.. taeyeon tidak marah marah hari ini”

“syukurlah, akan ku dandani wajah tampannya jika berani membentakmu lagi” canda yuri mengepalkan tangan dan mengadahkannya keatas

“hahaha nne, pukulah dia yuri-ah, tapi sebelum memukulkan mungkin wajah tampanmu sudah dihabisi olehnya” ucap tiffany sambil tertawa

“ah ya, aku lupa aku tak bisa berkelahi hehehe” ucap yuri menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal itu

Selama ini tiffany memang tak pernah tahu jika yuri sudah mendapatkan sabuk hitam dalam taekwondo yang sudah  ia jalani saat masih sekolah

saat mengetahui yuri yang mengambil ponsel dan dompet jessica dari para perampok itu awalnya tiffany curiga namun saat itu menjelaskan padanya jika bukan dia yang mengambil dompet itu melainkan seorang polisi yang menjadi teman yuri. tiffany pun mempercayainya.

Ia sengaja menutupi hal itu karena tiffany sangat membenci perkelahian, sejak kecil tiffany memiliki trauma dan jantung yang lemah terhadap kekerasan akibat sering melihat perkelahian di daerah sekitar rumahnya, ia akan terkejut dan tubuhnya melemah jika melihat perkelahian

“jadi ada apa kau memintaku bertemu? kau tak bekerja?”

“anniyo, pekerjaanku tak terlalu sibuk sekarang dan aku sudah meminta izin appaku”

“ahh… apa kau merindukanku?”

“hahaha ya aku  merindukanmu miyoung-shi”

“yaish…!! tinggal kau satu satunya yang selalu memanggil nama itu, menyebalkan”

“apa boleh buat, aku menyukainya” ucap yuri kembali tertawa tanpa menyadari kedua pipi tiffany sudah memerah karena ucapannya

“jadi kau rela tak bekerja dan menemuiku karena merindukanku atau ingin meledekku eoh?” ucap tiffany mempoutkan bibirnya merasa sebal

“dua duanya hehehe, terlebih hari ini peringatan hari kematian eomma”

“omo!! yul” ucap tiffany terlihat sangat terkejut

“wae…?”

“mianhae… jeongmal mianhae, aku melupakan hal itu” ucap tiffany dengan kedua mata yang berkaca kaca merasa sangat bersalah pada yuri

“gwaenchanna, aku juga hampir lupa hehehe”

“kau ini, pantas kau memakai pakaian serba hitam, kalau begitu kajja kita kesana, tapi antar aku ke apartemenku dulu untuk mengganti pakaian” ucap tiffany segera berdiri

“yah, mengapa terburu buru, aku sudah memesan beberapa makanan, duduklah kembali. lagipula yoong masih belum selesai bekerja”

“eh? yoong akan hadir?” tanya tiffany dengan wajah berbinarnya

“semoga saja, aku meminta jessica untuk membujuknya”

“jessica? sejak kapan kau dekat dengannya?”

“eem… entahlah, wae? apa kau cemburu?”

“anniyo, aku hanya terkejut sekaligus senang, kau tahu? jessica adalah yeoja yang sangat dingin, aku tak meyangka jika kau bisa dekat dengannya”

“mungkin dia menyukaiku” ucap yuri dengan cuek

*plakkk!!* tiffany memukul kepala yuri

“dasar bodoh!”

“aw appo… mengapa kau memukulku?” ucap yuri mengusap usap kepalanya yang sebenarnya tak terasa sakit karena tiffany hanya memukulnya pelan

“mana mungkin dia menyukaimu, jessie hanya menyukai seorang namja, babo!”

“mengapa kau semarah itu? aku kan tidak tahu” ucap yuri mempoutkan bibirnya

“an.. anniyo, aku tak marah” ucap tiffany salah tingkah

“noona, ini pesanan anda” ucap seorang pelayan kafe yang menghampiri meja yulti dan menyakjikan beberapa makanan yang telah dipesan yuri

“banyak sekali pesananmu” ucap tiffany melihat beberapa makanan yang berada dihadapannya

“entahlah aku sedang ingin makan banyak” ucap yuri mulai menyuapkan makanan pada mulutnya

“seharusnya dari dulu, agar tubuhmu tak kurus seperti itu” ucap tiffany, ia tersenyum melihat yuri yang sedang menikmati makanannya

“Kau tak makan?” tanya yuri saar melihat tiffany hanya minum jus miliknya

“Anni, aku sudah makan tadi”

“Ah… Taeyeon memang koki yang handal selain menjadi polisi”

“Hahaha ,belajarlah masak agar bisa memasakkan makanan untukku”

“Shirro, aku hanya ingin kau yang memasak”

“Yaish… Kkah lanjutkan makanmu, aigoo makanmu sangat berantakan sekali” ucap mengambil tissue  dan mengusapkannya pada dagu yuri

………………………………………………

“haaah… akhirnya selesai juga” ucap jessica setelah selesai menyapu lantai semua ruangan restoran. sudah satu jam yang lalu restoran tersebut tutup karena banyaknya pengunjung membuat bahan bahan di restoran tersebut cepat habis, jadi hari ini hanya sampai sore

“Ini” ucap yoona memberikan segelas jus strawberry pada jessica

“gomawo” ucap jessica menerima jus itu, keduanya pun duduk di kursi pengunjung

“kau lelah?”

“hmm… lumayan, ramai juga pengunjung restoranmu”

“tentu saja, itu semua karena sang pemilik yang tampan sekaligus cantik ini ikut bekerja disini?” ucap yoona mengusap usap dagunya

“eiyyy… percaya diri sekali” ucap jessica “adik sama kakak sama saja” lanjutnya dalam hati

“hahaha aku berkata sesuai fakta, bagaimana hari pertamamu bekerja? kau suka?”

“emmm… lumayan, ada juga yang menyebalkannya”

“wae? katakan padaku siapa yang membuatmu kesal? biar aku kasih hukuman” ucap yoona mengacak pinggang

“kau.. bodoh!” ucap jessica menjitak pelan kepala yoona

“eh? hehehe kalau begitu aku tak jadi memberi hukuman” ucap yoona memberikan tanda peace nya, jessica pun tak bisa menahan tawanya

“setelah ini kau akan langsung pulang?” tanya yoona

“anniyo” jawab jessica

“oddiga”

“menemanimu”

“eh? menemaniku?”

“nne, kita harus pergi menemui ibumu, kau tak merindukannya?” ucap jessica membuat yoona terdiam

“ibuku sudah lama tidak ada” ucap yoona mengalihkan pandangannya

“i know, dan hari ini hari peringatannya kan?”

“bagaimana kau tau? kau diberitahu unnieku?” ucap yoona menatap sinis pada jessica

“anniyo, tiffany yang memberitahuku” bohong jessica, karena ia tahu yoona akan kembali sensitif jika membahas yuri “apa kau cemburu?” goda jessica

“Anniyo, untuk apa aku cemburu pada seorang ahjumma”

“Yah! Kau senang sekali memanggilku iti ,aku ini masih muda!” kesal jessica

“Hahahaha” 

“Kenapa kau tertawa?”

“Kau lucu saat sedang marah, walaupun kau kejam tapi kau terlihat cantik saat sedang marah”

Kedua pipi jessica memerah mendengarnya

“Yyah! Dasar penggoda, kajja sebaiknya kita pergi”

“aku tak ingin pergi” ucap yoona

“wae..? kau tak merindukannya?” tanya jessica, yoona kembali terdiam sedikit menundukkan wajahnya

“kajja” ucap jessica menggenggam tangan yoona membuat yeoja itu mengangkat wajahnya dan melihat jessica yang sudah berdiri dihadapannya tersenyum menatapnya

Yoona pun ikut berdiri dan berjalan mengikuti jessica yang berjalan sambil terus menggenggam tangannya hingga keduanya meninggalkan restoran

“ahirnya dia jinak juga” ucap jessica dalam hati .

tepat saat keduanya keluar, yuri datang bersama tiffany untuk menjemput keduanya dan mereka pun berangkat menuju pemakaman

“mereka tiba!” ucap seorang namja pada kawan kawannya yang sudah lama bersembunyi didalam mobil yang terparkir di pemakaman itu. kawan kawannya pun langsung bergegas melihat keluar jendela dan melihat 4 orang yeoja yang baru saja tiba berjalan menuju sebuah makam yang mereka incar

“sial!” ucap salah satu diantara mereka berlima tersebut

“kajja kita lakukan sekarang” mereka pun sudah siap dengan senjata kedap suara yang digenggamnya

“chankkaman, sasaran hanya 2 orang, apa kita tahu yang mana?” 

keempat orang itu pun terdiam saling menatap satu sama lain kemudian saling menggelengkan kepalanya

“kita tidak bisa membunuh semuanya, lagipula ini tempat terbuka yang luas, dan lihatlah hari ini masih banyak pengunjung disini”

“baiklah, kita tunggu mereka selesai dan kita akan ikuti mereka” ucap ketua dari kelima orang itu

Yuri, Yoona, Tiffany dan Jessica telah tiba dan berdiri didepan sebuah pohon dimana didekat pohon itu terkubur abu dari mendiang kwon hyerin

“eomma kami datang, dan aku membawa yoong kemari” ucap yuri meletakkan rangkaian bunga didepan pohon tersebut

“kajja tiff” bisik jessica menarik tangan tiffany untuk meninggalkan kedua kakak beradik itu

“nne ucap tiffany

Keduanyapun berjalan sedikit menjauh dari makam tersebut

“hey, kedua yeoja itu berjalan menjauhi makam, itu berarti 2 yeoja yang masih berada disana adalah kedua putrinya” ucap salah satu namja itu membuat kawan kawannya kembali membidik sasaran

“kita tetap tidak bisa melakukannya sekarang, posisi kita sangat tidak memungkinkan, jika kita tertangkap sama saja kita tidak akan dibiarkan hidup oleh tuan choi”

“nne, dia benar” ucap namja yang lain

“sial!! baiklah kita tunggu saja”

….

“yoong, kau tak ingin berkata apa apa pada eomma?” tanya yuri yang melihat sedari tadi hanya dia yang berbicara

“…………………….” yoona terdiam sejenak menatap kebawah pohon itu

“eomma, bogoshippo” ucap yoona pelan namun dapat didengar yuri

Kedua kakak beradik itupun berjalan menghampiri tiffany dan jessica yang menunggunya

“kalian pulanglah duluan, aku akan mengunjungi rumah lamaku di gangnam” ucap yuri memberikan kunci mobilnya pada tiffany

“eh? kenapa kita tidak pergi bersama sama saja?” tanya tiffany

“andwae, yoong dan sica pasti kelelahan setelah bekerja, kalian pulang saja duluan” 

“baiklah kalau begitu, kau hati hati dijalan yul”

“nne” ucap yuri, mereka pun berpisah dan yuri berjalan menuju stasiun yang tak jauh dari sana

….

“mereka berpencar, ottokhae? kita hanya membawa satu mobil”

“biar aku yang menangani orang itu, kalian ikuti mereka” ucap ketua dari mereka memasukan senjata laras panjangnya kedalam tas gitar yang dibawanya dan keluar dari mobil

“aku ikut denganmu” ucap salah satu dari mereka, akhirnya kedua orang itu segera berjalan menuju stasiun membuntuti yuri sementara yang lain mengikuti ketiga yeoja itu dengan mobil

…………………

Yuri baru saja memasuki gerbong kereta dan duduk di atas kursi penumpang, tiba tiba ponselnya berbunyi menerima panggilan

“yoboseyo, ada apa amber?”

“oddiga?”

“eh? kau tadi datang ke pemakaman? aku akan pergi ke gangnam mengunjungi rumah lamaku, ada barang barang yang ingin aku ambil”

“oh begitu. nne, tadi aku dibelakang kalian. tapi setelah kalian berpisah ada sebuah mobil yang mencurigakan mengikuti mobilmu”

“jinjja? siapa mereka?”

“aku belum mengetahuinya, tapi aku sedang berada dibelakang mereka sekarang”

“terus ikuti dan lindungi mereka”

“kau tenang saja, yang membuntuti mobilmu hanya ada 3 orang, aku bisa mengatasi hal itu, bagaimana denganmu? apa ada yang membuntutimu?”

“aku rasa tidak ada” ucap yuri menoleh ke segala arah memperhatikan para penumpang

“baiklah akan ku tutup, jaga dirimu baik baik yul”

“nne..”

Yuri pun mengakhiri panggilan itu, ia menatap kluar jendela dan kereta pun meluncur menuju gangnam

……..

Setelah satu jam perjalanan, yuri terbangun saat merasakan laju kereta yang ditumpanginya melambat. ia menoleh kearah jendela kereta tersebut suadh memasuki staisun gangnam

Begitu kereta berhenti para penumpangpun turun termasuk yuri dan 2 orang yang membuntuti tak jauh darinya

………………..

Hyoyeon memasuki kamar apartemennya setelah pekerjaannya selesai, ia segera melepaskan jas yang dikenakannya dan meregangkan otot ototnya yang terasa kaku setelah hampir seharian bekerja sebagai seorang pengacara

Setelah duduk, ia membuka koper kecil yang selalu dibawanya yang berisi beberapa surat penting termasuk surat warisan milik tuan kim

Hyoyeon membuka amplop surat itu, ia menaikkan sebelah alisnya saat melihat terdapat 2 surat didalamnya dengan nama yang berbeda

“kwon yuri?” gumam hyoyeon merasa heran “nugu? kenapa tuan kim membagi warisan itu untuk orang ini juga?” lanjutnya

…………………………………………

“anyeong ahjumma” sapa yuri saat mengunjungi sebuah rumah sederhana didaerah gangnam

“ah yul, kau sudah sangat dewasa sekarang, aigoo… kau tumbuh dengan cepat” ucap seorang ahjumma yang membukakan pintu rumah dan segera memeluk yuri

“hahaha apa aku semakin cantik?”

“geurom… kau sangat cantik seperti hyerin, kajja masuklah”

“tentu saja, ibuku adalah perempuan tercantik di desa ini hahaha”

“arraso.. aku memang kalah cantik dari ibumu” ucap ahjumma itu

“tapi kau juga cantik dan sangat baik ahjumma” ucap yuri memeluknya dari belakang

Ahjumma yang sudah berumur separuh baya itu adalah park shinnyoung yang merupakan tetangga sekaligus teman dekat ibunya, setelah yuri dipindahkan ke panti asuhan shinnyoung lah yang mengurus rumahnya, yuri dan yoona sangat jarang mengunjungi rumahnya setelah diadopsi oleh mr lee dan tinggal di seoul

“gomawo.. kau selalu saja pintar merayu, apa kau dan yoongie sudah menikah?”

“hahaha belum ahjumma, masih belum ada namja yang melamarku” ucap yuri mempoutkan bibirnya

“itu karena wajah tampanmu disukai oleh banyak yeoja bukan namja hahha”

“hahaha aku memang tampan” ucap yuri mengusap usap dagunya

“kau ingin mengunjungi rumahmu?”

“nne, sudah lama sekali aku tidak kesana”

“entah kau datang disaat waktu yang tepat atau tidak yuri-yaa”

“eh? memangnya kenapa?”

“kim jun pyo tadi pagi datang kemari dan mungkin sekarang masih berada di rumahmu karena belum mengembalikan kunci”

“kim jun pyo? nugu?” tanya yuri

“ayahmu” 

Yuri membelalakkan kedua matanya merasa sangat terkejut mengetahui hal itu, iapun segera berdiri

“ahjumma aku harus segera kesana” ucap yuri segera berlari keluar menuju rumahnya yang berada dipaling ujung desa itu

Yuri terus berlari dengan pikiran dan perasaan yang entah bagaimana, pasalnya sejak kecil ia tak pernah mengetahui tentang ayah kandungnya, baik nama maupun wajahnya. ibunya memang selalu menceritakan tentang ayahnya setiap yuri menanyakan hal itu namun tak sekalipun menyebutkan nama ayahnya maupun dimana ayahnya berada. kini setelah 20 tahun lebih akhirnya yuri dapat mengetahui nama ayahnya bahkan orang iru kini sedang berada di rumahnya.

“eomma, apa appa memiliki wajah yang tampan?”

“tentu saja, kau sangat mirip dengannya”

“shirro, aku mirip dengan eomma”

“hahaha geurom.. kau dan yoong memiliki wajah yang cantik seperti eomma”

“kenapa appa pergi?”

“dia sudah menggapai impiannya sekarang, appamu sudah menjadi seorang dokter yang sukses di luar negeri”

“jinjja? kenapa kita tidak ikut bersamanya?”

“kita tidak akan bisa bersamanya lagi yul”

“wae..?”

“appamu sudah memiliki kehidupan yang baru dan mungkin sudah melupakan kita”

“berarti appa adalah seorang malaikat yang baik dan jahat”

“kenapa kau berkata seperti itu?”

“songsaengnim bilang dokter itu seperti malaikat karena selalu menyembuhkan banyak orang, appa seorang dokter. tapi appa juga jahat karena meninggalkan kita”

ibu yuri hanya tersenyum mendengar kata kata polos yang selalu keluar dari bibir putri pertamanya itu, ia mengusap usap kepala yuri

“aku ingin segera dewasa agar menjadi seorang dokter juga”

“eh? bukankah kau ingin menjadi seorang polisi?”

“anniyo, setelah aku tau appaku, aku ingin menjadi dokter agar aku bisa bertemu dengan appa dan membawanya kembali”

“hhmm… mau jadi apapun kau dengan adikmu nanti, eomma berharap kalian selalu menjadi anak yang baik yul” ucap ibunya memeluk yuri “jangan pernah membenci appamu” lanjutnya

Yuri mengusap air mata yang sudah mengalir diatas pipinya itu setelah mengingat kenangan bersama eommanya saat ia masih kecil, tanpa terasa ia sudah sampai dan berhenti dihadapan rumahnya

………..

Tuan kim membuka jendela kamar dan merasakan angin berhembus memasuki ruangan, tampak pemandangan hutan yang hijau dari luar jendela tersebut. ia sedang berada disebuah rumah, tempat pernah ia singgahi di masa lalu bersama isteri pertamanya, kwon hyerin

tuan kim ingat hari ini adalah hari kematian mantan isterinya itu, hingga membuatnya ingin mengunjungi rumah lamanya itu

Didalam kamar tersebut tampak rapi, ia membuka laci mengambil sebuah kotak besar dan membukanya

5.jpg

“kwon Yoona & Kwon Yuri” ucap tuan kim membaca nama dibalik foto yang dilihatnya itu

“kalian sudah tumbuh dewasa sekarang dan yuri lahir di tahun yang sama dengan taeyeon, bahkan aku tak menyangka kalian pernah berada di sekolah yang sama” ucap tuan kim kembali, tanpa terasa ia tersenyum menatap 2 yeoja dalam foto tersebut

Flashback

“Dokter kim, seorang pasien mengalami kritis karena penyakit jantung yang dideritanya dan harus segera melakukan operasi”

“Baiklah, segera persiapkan semuanya” ucap tuan kim, mereka pun dengan segera menuju ruang operasi diikuti taeyeon

“Taeyeon-ah tunggu disini, appa harus mengganti pakaian dan appa akan melakukan operasi, jika kau ingin segera pulang kau hubungi eomma saja”

“Aku akan menunggu appa, kau segeralah masuk, aku tidak akan kemana mana” ucap taeyeon

Setelah mendengar taeyeon, tuan kim pun memasuki ruang ganti untuk bersiap siap melakukan operasi

Begitu masuk, tuan kim terkejut saat melihat seorang yeoja yang sangat ia kenali ternyata yang menjadi pasien nya, ia benar benar tak menyangka jika pasien itu adalah mantan isterinya, kwon hyerin.

Hyerin menoleh menatap lemah tuan kim yang sudah berdiri disampingnya

“aku pikir kau masih tinggal diluar negeri” ucap hyerin dengan nadalemahnya

“mengapa kau tak pernah memberitahuku dari dulu jika kau memiliki penyakit ini?”

hyerin hanya tersenyum menatap tuan kim

“jika suatu saat terjadi sesuatu padaku tolong temui anakku walaupun hanya sekali, mereka sangat merindukanmu” ucap hyerin, perlahan kedua matanya tertutup karena efek bius yang sudah berjalan

“kajja kita mulai” ucap para dokter lain yang sudah memasuki ruang operasi

Namun sayangnya ucapan hyerin menjadi kenyataan, karena ada human error saat menjalani operasi membuat hyerin kehilangan nyawanya, terlebih dihadapan pria yang masih sangat dicintainya

Tuan kim merasa sangat syok dengan apa yang terjadi, namun ia masih bisa menutupinya.

ketika jenazah hyerin dibawa keluar tuan kim ikut berjalan keluar dan melihat sosok anak kecil seusia taeyeon sedang bersama seorang dokter yang menghampirinya

“Dokter, bagaimana ibuku?” ucap anak itu

Dokter hanya terdiam menatap anak kecil itu, perlahan ia berjongkok menyamakan tingginya dan memegang pundak anak itu

“Ibumu… Mianhae, ibumu tidak bisa diselamatkan”

“Eomma…!! Kajjimaa…!” ucap anak kecil itu dalam tangisnya mengikuti jenazah hyerin yang dibawa para perawat

“diakah putriku?” ucap tuan kim menatap anak itu yang semakin menjauh. kemudian tatapannya tertuju pada taeyeon yang ikut terdiam memandang mereka

“Taeyeon-ah…”

“………….”

“Taeyeon-ah…” ucap tuan kim menggoyangkan pundaknya membuat taeyeon tersadar dan menoleh

“Appa…”

“Kajja ikut appa” ucap tuan kim

Hingga sampai di sebuah ruangan. Tuan kim menemui choi soojin yang sudah berkumpul bersama para dokter yang tadi bersamanya di ruang operasi

“Ini satu satunya kesalahan yang terjadi, kepala kim demi nama baik rumah sakit dan nama baik anda beserta dokter yang lain, untuk sementara saya akan mengirim kalian keluar negeri” ucap sang pemilik rumah sakit

“Tapi, bagaimana dengan pasien itu dan keluarganya?” ucap tuan kim

“Aku sudah meminta untuk merubah semua data, dan kau jangan khawatir mereka bukanlah keluarga yang mengerti, orang itu hanya memiliki dua orang putri yang masih dibawah umur”

“……………..” tuan kim tampak terdiam

“Atau kau ingin rumah sakit ini ditutup, dan kau akan mendekam di penjara”

Wajah tuan kim berubah menjadi pucat setelah mendengar itu, keringat dingin mulai membanjiri punggungnya

“Aku akan mengurus semuanya karena aku masih menghormatimu, pergilah malam ini, akan aku kirimkan tiket untukmu dan keluargamu” ucap orang itu kembali

“tapi.. bisakah aku meminta satu hal lagi?” ucap tuan kim

“tolong jaga anak anak pasien yang meninggal itu”

“baiklah, akan aku urus, sekarang kalian boleh pergi dan siapapun yang membocorkan hal ini, aku tak akan membiarkan kalian hidup dengan tenang”

Flashback

“mianhae… jeongmal mianhae, harusnya saat itu aku membawa kalian tinggal bersamaku” ucap tuan kim menghapus air mata yang mulai mengaliri pipinya

*brak!!!* tiba tiba pintu kamar tersebut terbuka cukup keras membuat tuan kim terkejut, ia melihat seorang yeoja berdiri disana

“kau…” ucap yuri terkejut menunjuk tuan kim

“yuri… kwon yuri” ucap tuan kim saat melihat wajah yeoja dihadapannya mirip dengan wajah dari foto yang dipegangnya itu

“tuan kim, kau…” ucap yuri berjalan perlahan menghampiri tuan kim

“anakku” ucap tuan kim mengangkat tangannya membelai wajah yuri, air matanya kembali lolos membasahi pipinya

“mau jadi apapun kau dengan adikmu nanti, eomma berharap kalian selalu menjadi anak yang baik yul, jangan pernah membenci appamu”  ucap ibunya yang selalu ia simpan dalam ingatannya

“ap.. appa..” ucap yuri dengan suara bergetarnya

namun

*DORR DORR!!!* terdengar 2 tembakan memecah keheningan hutan dan menembus punggung seseorang yang berada didalam kamar itu

“tuan kim!!!” teriak yuri saat tubuh pria paruh baya itu tumbang dalam pelukannya, telapak tangan kanannya merasakan sebuah cairan yang keluar dari punggung tuan kim, yuri terkejut saat melihat telapak tangannya sudah dilumuri banyak darah yang keluar dari punggung tuan kim

“uhhuk.. uhhhuk..” tuan kim terbatuk dan mengeluarkan darah dari dalam mulutnya

Yuri masih terus memeluknya, namun telinga tajamnya mendengar sebuah suara dibalik semak semak hutan yang mengarah jendelanya, dengan cepat ia mengeluarkan pistol yang berada didalam jas nya dan menagrahkannya ke hutan

*dorr dorr dorrr!!*

“akh!!!” terdengar teriakan seseorang dibalik semak semak itu setelah yuri melepaskan beberapa kali tembakan kearahnya

…………

beberapa saat yang lalu 2 orang tak jauh dari balik jendela yang terbuka itu sudah siap dengan senjata yang digenggamnya

“sasaran yang pas”

“chankkaman, ada orang lain disana” 

“aku tak peduli, orang itu sudah tua, dia tak akan tahu atau mungkin aku harus membunuh keduanya hahaha” ucap namja itu, ia memicingkan sebelah matanya dan mulai menekan pelatuk senapan yang digenggamnya

“anniyo, ini tidak boleh terjadi” ucap orang disampingnya

tepat saat namja itu hendak melepaskan tembakannya, seseorang disampingnya tiba tiba mendorongnya hingga tembakan itu melesat namun saayangnya mengenai tubuh tuan kim

“sial!! apa yang kau lakukan?” teriak namja itu memarahi kawannya

namun tiba tiba beberapa tembakan menyerang mereka dari dalam kamar itu membuat keduanya terkejut dan segera melindungi diri

“akh!!!” teriak salah satu dari mereka karena terlambat menghindar dan sebuah peluru menembus lengannya hingga mebuatnya terjatuh

Namja yang melihat rekannya tergeletak itu langsung berlari meninggalkannya memasuki hutan

seseorang yang tergeletak itu perlahan bergerak, ia masih sadar karena hanya lengannya yang tertembak

“akh! sial, aku tak boleh tertangkap” ucap orang itu, iapun dengan susah payah segera berlari meninggalkan tempat itu

…………………

“sial!! aku tak bisa mengejarnya” ucap yuri dalam hati saat mendengar langkah kaki yang semakin menjauh memasuki hutan

“tuan kim, bertahanlah…” ucap yuri mulai membaringkan tuan kim diatas tempat tidur

Tuan kim terus terbatuk mengeluarkan darah yang terus terusan keluar dari dalam mulutnya

Yuripun dengan segera menghubungi ambuans dan polisi

…………………….

Taeyeon baru saja merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, ia berniat akan memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan pikirannya yang masih kacau

namun tiba tiba saja ponselnya berbunyi, saat mengakat telepon tersebut taeyeon sangat terkejut begitu menerima kabar jika ayahnya tertembak dan mengalami kondisi yang sangat kritis, dengan segera ia terbangun mengambil jaketnya

Taeyeon menginjakkan gas mobilnya dalam dalam dengan membuat mobil melaju dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit dimana ayahnya berada

“kwon yuri” ucap taeyeon dalam hati dengan tatapan amarahnya, mengeratkan cengkraman kedua tangannya pada setir mobil

…………………

Yuri duduk terdiam sambil menunduk menunggu di depan sebuah ruang operasi dimana tuan kim sedang ditangani

“Jadi dia… tuan kim adalah Appaku”

“Yang membuat eomma meninggal adalah appaku sendiri?” gumam yuri

ia mengusap air matanya mulai mengalir

*tap tap tap* terdengar suara langkah kaki yang cepat mendekati ruang operasi, yuri menoleh dan melihat taeyeon bersama para polisi yang menjemputnya sedang berjalan cepat menghampirinya, taeyeon langsung berlari saat melihat yuri

*bukkk!!!!* dengan keras taeyeon memukul wajah yuri membuat tubuh yeoja itu terjatuh

“Apa yang sudah kau lakukan pasa appaku huh?!!!” teroak taeyeon mengangkat kerah baju yuri dan kembali memukulnya beberapa kali

Para polisi yang berada disana mencoba melepaskan dan menangkan taeyeon namun taeyeon memberontak dan memukuli yuri

“Taeyeon-ah!! Yul!!” teriak tiffany yang baru saja tiba bersama jessica dan yoona

TBC

We Are Different part 3

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

………………………………….

Di kantor Bourbound

“Hey yul” sapa amber yang baru saja memasuki ruang kerja yuri

“Hey, sudah lama tak melihatmu”

“Yaa setelah kau pindah tugaskan, pekerjaanku yang sekarang sangat merepotkan”

“Hahaha mianhae… Ada apa kemari?”

“Aku ingin memberikan ini” ucap amber membuka tasnya mengeluarkan sebuah dompet dan ponsel

“Eh? Apa ini?” tanya yuri membolak balikan ponsel dan membuka dompet pink itu

“Itu dompet dan ponsel, babo!” 

“Yah! Aku tau.. Maksudku ini maksudnya apa?”

“Ah.. Itu, dua hari yang lalu aku sudah menemukan orang orang yang menyerang adikmu, mereka mengaku hanya berniat merampok seorang yeoja dan mengambil ponsel beserta dompetnya tapi saat itu yoong datang untuk menggagalkan dan mereka langsung menyerang adikmu, mereka mengira adikmu seorang namja jadi mereka melayangkan pukulan yang keras pada adikmu” terang amber pada yuri

“Begitu ya, kurang hajar mereka.. Tapi kau tak membunuh mereka kan?”

“Hahaha tadinya sih aku berniat begitu”

“Mwo?! Yah!”

“Aku hanya bercanda haha, setelah kau memintaku untuk tak membunuh, aku tak pernah melakukan itu lagi” ucap amber menepuk pundak yuri “aku hanya melumpuhkan mereka dan mengirimnya ke bui” tambahnya

“Syukurlah”

“Aku harus segera pergi”

“Nne, aku titip dia ya”

“Aye aye kapten!” ucap amber, ia pun pergi meninggalkan ruang kerja yuri

Begitu melihat pintu ditutup, yuri kembali memperhatikan 2 objek yang dipegangnya. Ia meletakkan ponsel dan membuka dompet berwarna pink itu

“Jessica jung soyeon?” ucapnya sambil membaca kartu identitas yang ia keluarkan dari dompet itu

“Dia bukan warga negara korea”

*duukkkk* 

“Ah m..mmianhae”

“Oh.. Jadi perempuan yang berada di rumah sakit itu” ucapnya saat mengingat kembali kejadian beberapa hari yang lalu

Yuri memasukkan kembali kartu identitas itu kedalam dompet, kini ia mengambil ponsel berwarna putih itu dan yuri mencoba menghidupkan ponsel itu
“Eh?” gumam yuri saat melihat isi batre ponsel itu yang terlihat kosong “dasar anak itu (amber), bukannya di charger dulu” tambahnya

Yuri pun mulai mengisi daya batre ponsel itu

*kring kring kring* telepon didalam ruang kerja yuri berdering

“Nne?” ucap yuri setelah mengangkat panggilan itu

“Noona, mr lee meninta anda menghadiri rapat perusahaan yang akan diadakan 5 menit lagi”

“Arraso, aku segera kesana”

*trek* begitu menutup telepon ,yuri mengambil dompet itu dan memasukannya kedalam laci meja kerjanya

………………………………

Kantor polisi

“Bagaimana? Apa benar mereka pelakunya?” tanya tiffany begitu melihat taeyeon keluar dari ruang bui

“Sepertinya begitu, mereka sering berkeliaran di gang sekitar supermarket itu, dan mereka baru tertangkap 2 hari yang lalu oleh seseorang yang tak diketahui identitasnya dan dia mengirim mereka kesini” ucap taeyeon “kau bisa melihat dan memastikan mereka yang telah merampas dompet dan ponselmu, aku sudah memanggil salah satu dari mereka untuk menemuimu” ucap taeyeon kembali pada jessica

“Kajja” ucap tiffany menarik tangan jessica dan memasuki ruang pengunjung untuk bertemu dengan pelaku

Begitu masuk dan melihat seorang namja sedang duduk, jessica terkejut melihatnya

“Nne, memang itu orangnya. Dia adalah ketua dari geng” ucap jessica, iapun duduk berhadapan dengan namja itu yang dihalangi sebuah meja

*brakk!!*

“Yah! Kemarikan ponsel dan dompetku!” teriak jessica sambil menggebrak meja membuat namja itu kaget

“Ak..aku tidak tau” ucap namja itu terlihat ketakutan sambil mengusap usap lehernya yang tiba tiba merasakan hawa dingin, begitupun tiffany, taeyeon dan seorang pejaga. Mereka melakukan hal sama karena tiba tiba merasakan hawa dingin

“Mengapa tiba tiba aku jadi kedinginan begini” ucap taeyeon

“Aku juga” ucap tiffany mengusap usap kedua lengannya

“What?! Bagaimana bisa kau tak tahu, kau sendiri yang mengambilnya!” ucap jessica manatap tajam namja itu

“Ak..akku benar benar tidak tahu, waktu itu seseorang mendatangi basecamp kami dan mengambil dompet dan ponsel milikmu, tapi aku tak tau identitasnya, dia menutupi sebagian wajahnya”

Namja itu pun dibawa kembali ke ruang tahanan

“Yaish…! Ah ottokhae…” ucap jessica mengacak acak rambutnya sambil berjalan keluar dari kantor polisi bersama taeyeon dan tiffany

“Kau jangan khawatir jessie, orang itu yang membawa mereka kemari pasti bukanlah orang jahat dan akan mengembalikan ponsel serta dompetmu” ucap tiffany mengusap usap pundak jessica untuk menenangkannya

“Coba dihubungi saja nomormu” ucap taeyeon

“Ah taetae benar, jja aku akan menghubungi nomormu” ucap tiffany, iapun mengeluarkan ponselnya mulai menghubungi nomor kontak jessica

“Your number destination is not active, please try again” 

Tiffany mencoba sekali lagi menghubunginya namun tetap yang terdengar hanya suara operator

“Sayang sekali, sepertinya memang sedang tak aktif” ucap tiffany menatap jessica

“Jangan khawatir, pasti akan dikembalikan” ucap taeyeon

“Hufht.. Semoga saja, gomawo taeyeon-ah, mian telah merepotkanmu”

“Anniyo, memang sudah kewajibanku, setelah ini kalian akan kemana?”

“Aku akan mengajak jessie jalan jalan untuk menghilangkan stress nya”

“Kalau begitu kalian hati hati, mianhae aku tak bisa ikut” ucap taeyeon

“Gwaenchanna…” ucap tiffany, iapun memeluk taeyeon kemudian keduanya berpisah karena taeyeon masih harus bekerja di kantor polisi

“Bisakah kalian tak selalu memperlihatkan kemesraan kalian di depanku” ucap jessica setelah keduanya berjalan menjauhi kantor polisi

“Hehehe wae? Kau cemburu jessie?” kekeh tiffany menggoda jessica

“Nne.. Aku cemburu!” ucap jessica merangkul pundak tiffany “tapi….” ucap jessica kembali sambil menghentikan langkahnya

“Tapi apa?” tanya tiffany

“Apa yang sudah kalian lakukan selama 2 tahun itu?”

“Aku bersama taeng? Seperti hal nya sepasang kekasih biasa, memang kenapa?”

“Ah… Begitu, jadi bagaimana melakukannya?”

“Maksudmu?” tanya tiffany tak mengerti

“Ah c’mon… 😒 beberapa hari yang lalu kau menginap di rumahnya dan kau mengeluh jika tangan kananmu terasa pegal, so…..”

“Mwo? Yah! Kau pikir aku melakukan apa? Waktu itu tanganku pegal karena semalaman membantunya mengetik beberapa laporan kerjanya, yaish… Dasar byunt!” 

“Hahaha… Aku kan sahabatmu, jadi aku berhak mengetahuinya, jadi.. Apa kalian sudah melakukan itu?”

“Yah, kau memerasku jessie 😒 anniyo, kami belum pernah melakukannya”

“Mwo? Kenapa bisa? Setiap pasangan kekasih yang hubungannya sudah lama biasanya melakukan itu”

“Nne… Tapi tidak untuk kami”

“Wae?”

“Aku hanya belum siap, taeyeon memang sering memintanya, tapi aku selalu merasa aku masih belum siap” ucap tiffany “terlebih… Dengan perasaanku yang juga selalu menolak keinginanku” lanjutnya dalam hati sambil memegang dadanya

“Hahaha kau memang benar benar polos! memang sebaiknya kau melakukannya setelah kalian menikah nanti, tapi kau juga harus hati hati tiff”

“Hati hati?”

“Nne, katamu taeyeon selalu memintanya tapi kau juga selalu menolaknya, bisa bisa kekasihmu melampiaskan hasratnya pada yang lain” ucap jessica dengan wajah seriusnya

“Maksudmu dia selingkuh? Anniyo… Taeyeon tak mungkin melakukan itu! Babo!”

“Hahaha aku hanya bercanda”

“Yaish… Kau senang sekali menjahiliku”

“Karena kaulah satu satunya yang selalu bisa membuatku tertawa lepas tiff hehehe lagipula kau gadis yang sangat polos aigoo, oh ya kita mau kemana sekarang? Tak terasa kita sudah berjalan jauh”

“Itu karena kau terus mengoceh jessie, kau ini.. Diluarnya saja tampak dingin, tapi sebenarnya kau orang yang sangat sangat sangat banyak bicara”

“Hehehe peace 😁✌  so? Where did we go?”

“Emmm… Ah ha, apa kau lapar jessie?”

“Nne aku lapar”

“Aku ingat adikku sekarang sudah bekerja di restoran, bagaimana kalau kita kesana”

“Oke, tapi aku baru tahu kau memiliki adik”

“Anniyo, sebenarnya dia adik yul tapi aku juga sudah menggapnya sebagai adikku sendiri, dia sangat lucu kau pasti akan selalu tertawa karena nya”

“Baiklah.. Tapi kau tahu sendiri aku bagaimana terhadap orang yang baru aku kenal”

“Hahaha kau tenang saja, walaupun cuek dia orang yang mudah akrab dengan siapapun, dia juga tampan.. Kau juga pasti akan menyukainya” ucap tiffany excited

“Arraso, kajja kita kesana aku sudah lapar”

Keduanya menghentikan sebuah taksi dan segera meluncur

“Aku masih belum tahu alamatnya, sebaiknya aku telpon dia dulu”

……………………….

“yah, ireonna.. ini sudah siang kau tak lapar?” ucap sooyoung membangunkan yoona yang masih terbungkus selimut

“sebentar lagi soo, isi badanku terasa remuk setelah bekerja beberapa hari ini” jawab yoona dengan suara seraknya enggan membuka mata

“hahaha yah, kau baru bekerja 3 hari babo! lagipula ini kan keinginanmu”

Flashback

Beberapa hari yang lalu setelah meninggalkan apartemen yoona segera kembali ke villa dan menemui sooyoung

“youngie-yaa…!!!” teriak yoona memanggil sooyoung begitu memasuki villa

“aku disini” ucap sooyoung yang sedang duduk di soffa sambil menonton TV

“youngie-ya” panggil yoona kembali

“nne kemarilah” ucap sooyoung melambaikan tangannya

*pletaaakkk!!!!* sooyoung segera meluncurkan jitakannya pada kepala yoona begitu yeoja itu duduk disampingnya

“aww appo..! kenapa kau memukulku?!”

“itu karena kau menghilang! semalam kau kemana huh? bukannya membeli makanan!” ucap sooyoung kesal “hey, kenapa denganmu? kau berkelahi?” lanjutnya saat pandangan sooyoung tertuju pada luka disudut bibir yoona

“ah.. ini hehe ceritanya panjang, ada yang jauh lebih penting lagi soo!”

“shiro! ceritakan dulu padaku” ucap sooyoung tak mau kalah

“ck, kau ini.. arraso, tadi malam saat menuju depstore aku tak sengaja melihat seorang yeoja sedang diganggu para namja  yang sedang mabuk”

“dan kau menolongnya? sejak kapan kau menjadi orang yang peduli? hahaha”

“awalnya aku tak bermaksud begitu, entahlah tiba tiba aku merasa tubuhku ditarik untuk menghampirinya”

“lalu?”

“seperti yang kau lihat, gara gara mereka wajah cantik sekaligus tampan ku jadi tercemar”

“hahaha…!! dan semalam kau menginap di rumah yeoja yang kau tolong? bagaimana? apa dia cantik?”

“anniyo, tadi malam aku menginap di rumah sakit”

“eh? wae…?”

“entahlah, tiba tiba saat terbangun aku sudah berada disana”

“lalu apa kata dokter?”

“molla, aku langsung pergi saat yul unnie menemuiku”

*plak!!!* sooyoung memukul kepala yoona

“baboyaa.. setidaknya kau ambil obatmu dulu”

“ck, kau pikir aku sakit eoh??” ucap yoona mempoutkan bibirnya merasa kesal “sudahlah lupakan, ada hal yang jauh lebih penting soo, jebal bantu aku”

“apa itu?”

“aku harus bekerja, kajja bangunlah restoran dan aku akan bekerja disitu”

“mworago?? pwwfftt…. hahahaha!!!”

“yah! aku serius bodoh!”

“hahaha… sejak kapan? hahaha kau lucu…”

“yaish… menyebalkan!”

“tapi wae..? bukankah kau orang yang sangat malas”

“kau tahu, setelah aku mengantar ahjumma itu aku baru sadar jika dia berada di gedung apartemen yang sama dengan fany unnie, dan sialnya aku bertemu dengannya” ucap yoona “dia tahu jika aku kabur, aku sebisa mungkin mencari alasan dan aku berkata jika aku sudah bekerja” tambahnya

“hmm… masalah itu tenanglah, kita bisa atur dan menyewa restoran jika fany unnie ingin menemuimu”

“anniyo.. aku tak ingin membohonginya”

“dasar, senang sekali menyusahkanku, arraso.. kapan kita memulainya?”

“jiggeum!”

“mwo?? sekarang? yah! apa kau serius?”

“tentu saja, aku mau mandi dulu, kau bersiap siaplah!” ucap yoona segera berlari memasuki kamarnya

“arraso, dasar!” ucap sooyoung menggeleng gelengkan kepalanya

Pada hari itu juga sooyoung dan yoona menemukan sebuah restoran di pusat kota, sooyoung membeli restoran yang sudah lama berdiri itu sehingga tak perlu lagi mencari pekerja, sooyoung juga lah menjadi pemilik restoran sementara yoona ikut menjadi pelayan restoran itu bersama 4 pekerja yang sudah lama bekerja di restoran tersebut key dan irene sebagai koki sedangkan jinki dan luna sebagai pelayan ditambah dengan yoona. karena letaknya yang strategis dan kelezatan segala makanannya restoran yang sudah berganti nama menjadi young resto tersebut selalu banyak dikunjungi pengunjung sehingga yoona harus bekerja keras. beruntung yoona cepat akrab dan dekat dengan para pekerja restoran tersebut.

Flashback END

“soo, apa hari sabtu restoran tetap buka?”

“tentu, hari sabtu restoran akan ramai dikunjungi karena banyak pasangan yang menikmati malam minggu, memangnya kau?”

“yaish…”

“hahaha kau tak perlu bekerja jika lelah, aku kesana dulu” ucap sooyoung meninggalkan kamar yoona

Baru saja akan terlelap kembali tiba tiba ponsel yoona berdering, awalnya ia mengabaikan panggilan itu namun dering ponselnya terus berbunyi, akhirnya dengan malas tanpa melihat nama si pemanggil yoona pun mengangkat teleponnya

“yoboseyo..”

“yoong… kau sedang bekerja ya? mian mengganggumu”

“nugu?” ucap yoona dengan malas

“ini aku, tiffany”

“huh? fany unnie?!” ucap yoona terkejut hingga posisinya langsung duduk diatas tempat tidur

“nne ini aku, yaish… jangan jangan kau tak menyimpan nomorku..?!”

“ann.. anni.. aku tadi sedang tidak fokus hehehe mian, tapi ada apa kau menelponku?”

“aku dan temanku sedang dalam perjalanan menuju restoran tempatmu bekerja, tapi bisakah kau kirim alamat restoran itu?”

“m..mmworagoo..??? un unnie oddiga?”

“aku masih didalam taksi”

“ah oke nanti aku kirim alamatnya lewat pesan” ucap yoona segera menutup telepon

Yoona melempar ponselnya dan berlari membuka jendela kamarnya

“Youngie-yaaa!!! chankkaman!!!” teriak yoona dari jendela kamarnya yang berada dilantai atas, tepat saat itu sooyoung baru saja menyalakan mesin mobilnya

begitu mendengar teriakan yoona, sooyoungpun kembali mematikan mobilnya dan membuka kaca jendela mobil

“yah! ada apa?” ucap sooyoung mengeluarkan kepalasnya ke jendela mobil

“Tunggu aku! Jangan berangkat dulu!” teriak yoona, iapun segera menutup kembali jendela kamarnya kemudian berlari menyusul sooyoung

*brak!!* 

“Kajja berangkat!” ucap yoona setelah memasuki mobil

“Huh? Kau kenapa ikut? Dan… Yah!! Mandi dulu!!” 

“Ini darurat soo! Ppali..! Aku mandi disana saja ppali!!”

“Arraso.. Dasar pelayan rasa bos” ucap sooyoung, iapun segera menginjakkan gas menuju restorannya sementara yoona membuka kembali ponselnya untuk mengirim alamat restoran tempatnya bekerja pada tiffany

……….

*ting!!!* suara ponsel tiffany berbunyi menerima sebuah pesan, iapun membukanya

“Ah dapat, ahjushi…! Tolong antar kami ke young resto di jalan xxxx pusat kota”

“Arachi” ucap sopir taksi itu

“Jessie ,mengapa kau melamun?”

“Aku masih memikirkan orang yang mengambil ponselku”

“Apa mungkin dia orang yang telah menolongmu itu?” 

“Ah kau benar!” ucap jessica menepuk kedua tangannya “tapi… Anni anni.. Tidak mungkin”

“Wae…? Bukankah kau bilang saat itu hanya ada kau, kelima namja yang mengganggumu dan orang yang menolongmu?”

“Nne.. Tapi, orang bodoh itu saja pingsan setelah dipukul oleh mereka, mana mungkin dia berani mendatangi kembali dan menghajar mereka” ucap jessica mengingat kembali saat melihat wajah namja itu terlihat babak belur saat di kantor polisi

“Ah kau benar juga, tapi bisa saja. Apa kau mengetahui namanya?”

“Saat dia mengantarku sempat memberitahukan namanya, tapi saat itu aku sedang benar benar kesal padanya jadi aku tak peduli dan tak ingat”

“Hahaha wae…? Bukankah dia yang sudah menolongmu?”

“Nne, tapi dia membalasnya dengan menyusahkanku, kau tahu? Dia mirip sekali dengan adikku, tapi sifatnya sangat sangat sangat menyebalkan!”

“Hahaha hati hati, bisa bisa kau menyukainya”

“Yaish, shiro! Kalaupun aku menyukai seorang perempuan aku tidak ingin orang itu adalah dia”

……………………………..

Di kantor kepolisian

“Eh? Aku pikir kau ikut bersama kekasihmu” ucap hyunji seorang petugas kepolisian yang juga rekan taeyeon

“Anniyo, aku akan jeonju menemui ayahku” ucap taeyeon yang masih sibuk membereskan beberapa berkas diatas meja kerjanya

Begitu selesai ia langsung pergi menuju jeonju tempat kedua orang tuanya tinggal

Selama diperjalanan pikiran taeyeon terus melayang memikirkan banyak hal yang mengganjal, tiba tiba ia teringat dengan kejadian 15 tahun yang lalu saat ia masih menduduki bangku Sekolah Dasar

Saat itu taeyeon baru saja dijemput oleh ayahnya saat jam pelajaran telah berakhir. Taeyeon langsung memasuki mobil begitu ayahnya tiba

“Appa, aku mendapatkan nilai matematika tertinggi saat ulangan harian tadi” ucap taeyeon dengan wajah cerianya namun beru saja tuan kim menoleh ponsel didalam saku jas nya berbunyi

“Yoboseyo” ucap tuan kim

“…………………”

“Jinja? Baiklah saya segera ke rumah sakit sekarang” ucap tuan kim kemudian mematikan teleponnya

Taeyeon melihat raut wajah ayahnya berubah, tuan kim menginjakkan gas mobilnya semakin dalam

“Appa, apa yang terjadi?”

“Taeyeon-ah, appa harus segera pergi ke rumah sakit karena ada pasien yang sedang mengalami kritis, bisakah kau tunggu apa disana nanti?”

“Nne appa”

Setelah 15 menit perjalan, keduanya tiba. Di yonsei hospital tempat ayah taeyeon bekerja sebagai kepala dokter ahli jantung.

Begitu turun ,seorang dokter datang menghampiri dengan tergesa gesa

“Dokter kim, pasien bernama kwon hyerin mengalami kritis dan harus segera melakukan operasi”

“Baiklah, segera persiapkan semuanya” ucap tuan kim, mereka pun dengan segera menuju ruang operasi diikuti taeyeon

“Taeyeon-ah tunggu disini, appa harus mengganti pakaian dan appa akan melakukan operasi, jika kau ingin segera pulang kau hubungi eomma saja”

“Aku akan menunggu appa, kau segeralah masuk, aku tidak akan kemana mana” ucap taeyeon

Setelah mendengar taeyeon, tuan kim pun memasuki ruang ganti untuk bersiap siap melakukan operasi

Sementara taeyeon kecil duduk menunggunya di depan ruang operasi

“Eomma!!” teriak seorang yeoja seusia taeyeon yang baru saja tiba bersama seorang ahjumma

Anak itu berlari hendak memasuki ruang operasi, namun beberapa perawat menahannya

“Nak, kau tak diizinkan masuk” ucap salah satu perawat

“Tapi eommaku berada didalam! Aku ingin melihat eommaku!”

Anak itu terus memberontak meski ditahan oleh beberapa perawat

“Yah! Bisakah kau diam? Kau sangat berisik kau pikir ini dimana?” ucap taeyeon dengan nada ketusnya

“Diam katamu? Kau pikir kau siapa? Ibuku berada didalam sana!” ucap anak itu

“Kau pikir kau akan melakukan apa jika sudah berada didalam sana? Ibumu sedang dalam masa operasi” ucap taeyeon

Anak itupun terdiam, namun saat itu pintu ruang operasi terbuka membuat pandangan taeyeon dan anak itu tertuju kesana, mereka melihat beberapa perawat dengan tergesa gesa berlari keluar dan masuk ruang operasi.

“Bagaimana ini? Aku belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya ,aku bisa dipecat!” ucap seorang perawat yang dapat didengar oleh taeyeon dan anak itu saat berjalan melewati mereka

Baik taeyeon maupun anak itu hanya terdiam memperhatikan mereka.

Namun begitu seorang dokter keluar dari ruang operasi, anak itu langsung berlari menghampiri

“Dokter, bagaimana ibuku?” ucap anak itu

Dokter hanya terdiam menatap anak kecil itu, perlahan ia berjongkok menyamakan tingginya dan memegang pundak anak itu

“Ibumu… Mianhae, ibumu tidak bisa diselamatkan”

Taeyeon membulatkan kedua matanya begitu mendengar ucapan dokter itu, ia sendiri merasa terkejut. Taeyeon terus memandangi anak itu yang menangis histeris dan ikut berlari mengikuti jasad ibunya yang baru saja dibawa keluar daruang operasi, tampak seluruh tubuhnya ditutupi oleh kain putih

“Eomma…!! Kajjimaa…!” ucap anak kecil itu dalam tangisnya

Taeyeon sendiri masih terdiam syok

“Taeyeon-ah…”

“………….”

“Taeyeon-ah…” ucap seseorang sambil menggoyangkan pundaknya membuat taeyeon tersadar dan menoleh

“Appa…”

“Kajja ikut appa” ucap tuan kim

Taeyeon pun ikut berjalan mengikuti ayahnya meskipun pandangannya masih terus tertuju pada para perawat yang membawa jasad ibu itu

Hingga sampai di sebuah ruangan. Taeyeon melihat beberapa dokter dan beberapa orang yang mengenakan jas kantoran dengan rapi

“Ini satu satunya kesalahan yang terjadi, kepala kim demi nama baik rumah sakit dan nama baik anda beserta dokter yang lain, untuk sementara saya akan mengirim kalian keluar negeri” ucap sang pemilik rumah sakit

“Tapi, bagaimana dengan pasien itu dan keluarganya?” ucap tuan kim

“Aku sudah meminta untuk merubah semua data, dan kau jangan khawatir mereka bukanlah keluarga yang mengerti, orang itu hanya memiliki dua orang putri yang masih dibawah umur”

“……………..” tuan kim tampak terdiam

“Atau kau ingin rumah sakit ini ditutup, dan kau akan mendekam di penjara”

Wajah tuan kim berubah menjadi pucat setelah mendengar itu, keringat dingin mulai membanjiri punggungnya

“Aku akan mengurus semuanya karena aku masih menghormatimu, pergilah malam ini, akan aku kirimkan tiket untukmu dan keluargamu” ucap orang itu kembali

Taeyeon terdiam mendengarnya, ia tak terlalu paham dengan pembicaraan mereka hingga ayahnya menghampiri dan membawanya pergi

Begitu mobil yang ditumpanginya keluar dari basement parkir & melewati depan rumah sakit, taeyeon kembali melihat anak seusianya yang baru saja kehilangan ibunya itu sedang duduk termenung didepan pintu rumah sakit, taeyeon mengangkat tubuhnya untuk melihat anak itu hingga mobil itu berbelok dan anak itu tidak bisa terlihat lagi oleh taeyeon

“Appa, apa yang terjadi?” 

“Taeyeon-ah malam ini kita akan pindah”

“Pindah? Wae..?”

“Appa dipindah tugaskan”

“Tapi aku ingin tetap tinggal disini” ucap taeyeon

“Diamlah, pakai sabuk pengamanmu appa akan menghubungi eomma mu untuk bersiap siap” ucap tuan kim dengan nada dinginnya

Dan malam itu juga taeyeon beserta keluarganya pindah ke London dan taeyeon melanjutkan sekolahnya disana. Mereka kembali pindah ke seoul saat taeyeon menginjak bangku SMA. Ayah taeyeonpun kembali menjadi dokter di yonsei university

Flashback

Hanya butuh 1 jam akhirnya taeyeon tiba di rumah kedua orang tuanya

“Taeng tumben sekali kau pulang nak, kau sendirian?” ucap ibu taeyeon begitu menyambut putrinya

“Nne eomma, aku ingin bertemu appa”

“Appamu sedang memancing di danau, kau sudah makan taeng?”

“Sudah eomma, aku akan menemui appa dulu” ucap taeyeon

Iapun berjalan menuju danau yang berada tak jauh dari rumahnya, dulu danau itu sering ia gunakan sebagai tempat bermainnya saat sebelum pindah ke london. Kini danau itu sudah terlihat berubah karena telah dipasangi tembok pembatas.

“Tumben appa memancing sendirian” ucap taeyeon pada seorang pria yang sudah paruh baya dihadapannya

“Taeyeon-ah, kapan kau datang?”

“Baru saja appa”

“Kajja bantu appa ambil ember ikan ini, biar eomma yang memasaknya” ucap tuan kim segera berdiri dan membereskan peralatan pancingnya, taeyeonpun  segera membantunya

“Tumben kau kemari, ada perlu apa? Biasanya kau melupakan kedua orang tuamu”

“Hehehe Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan appa”

“Aigoo.. Dari kecil hingga sekarang kau selalu banyak bertanya, tak salah aku memasukanmu ke kepolisian”

……………………………………

Setelah sampai, Tiffany dan Jessica segera memasuki restoran tempat dimana yoona bekerja

“selamat datang ^_^” sapa seorang pelayan restoran pada mereka dan mengantarnya pada meja pengunjung “silahkan, ini menu nya”

“sebenarnya aku juga ingin berte….” ucap tiffany sambil menerima buku menu

“unnie…!!” teriak yoona pada tiffany, kini penampilannya telah rapi dengan seragam pelayan setelah mandi, beuntung ia tepat waktu

Yoonapun berjalan cepat kearah tiffany

“suguhkan semua menu yang ada disini, dia unnieku” ucap yoona kembali pada pelayan bernama jinki itu

“baik noona” ucap jinki kemudian berlalu meninggalkan mereka

“aigoo kau terlihat dewasa sekarang memakai seragam kerjamu, oh ya yoong aku membawa sahabatku kemari, perkenalkan” ucap tiffany

Jessica yang awalnya fokus melihat lihat menu makanan pun mengangkat wajahnya dan menengok

“kau….?!!!” ucap jessica menunjuk yoona

“woah…! ahjumma!!” ucap yoona senang

“eh? kalian sudah saling kenal ya?” ucap tiffany

Jessica segera berdiri

*plak!!!* jessica memukul kepala yoona dan menjewer telinganya

“aw aw aw… appo ahjumma”

“yah, kembalikan ponselku!!” ucap jessica sambil terus menjewer telinga yoona

“ah ah bukan aku yang mengambilnya”

“bohong! aku sudah menemui para perampok itu dan katanya ponsel dan dompetku sudah diambil, saat itu hanya kau yang tahu kejadiannya”

“nne tapi bukan aku adudududuh…!!” ucap yoona terus meringis mencoba melepaskan tangan jessica

Sementara tiffany yang melihatnya begitu kebingungan, beruntung susasana restoran masih terlihat sepi hanya ada mereka karena baru dibuka 1 jam yang lalu

Namun tiba tiba ponsel tiffany berbunyi

“jessie.. nomormu menelponku” ucap tiffany memperlihatkan layar ponselnya yang terlihat menerima panggilan dari nomor jessica

jessicapun melepaskan tangannya dari telinga yoona yang sudah terlihat memerah, sementara yoona langsung mengusap telinganya yang terasa panas itu sambil mempoutkan bibirnya

“sudah kubilang bukan aku! dasar nenek sihir!”

“yah! kau ingin ku jewer lagi huh?!” ucap jessica hendak mengangkat tangannya lagi “fany-ah ayo angkat” tambahnya ketika baru ingat

“nne..” ucap tiffany segera mengangkatnya “yoboseyo..?”

“nne, yoboseyo..” ucap seseorang dibalik telepon

“………………..”

Namun keduanya terdiam

“yul..?” ucap tiffany yang mengenali suara itu

“tiffany?” ucap yuri bersamaan

“bagaimana ponsel temanku bisa berada ditanganmu?” tanya tiffany

“ah nne, aku berniat akan mengembalikannya makanya aku menghubungi nomor panggilan terakhir di ponsel ini, aku tak mneyangka jika itu nomormu”

“ponsel itu beberapa hari yang lalu diambil oleh para perampok yang menggangu jessica, jadi apa kau yang membawa mereka ke kantor polisi?” ucap tiffany

“emm… itu…..”

“ah sudahlah yang penting sudah ketemu, aku tak menyangka juga jika itu kau, kemarilah yul aku sedang bersama jessica dan yoong”

“y.. yyong?”

“nne, aku akan menunggumu.. akan ku kirimkan alamatnya” ucap tiffany segera mengakhiri telepon

……..

Setengah jam kemudian yuri sudah berada di restoran dan keempat yeoja itu kini duduk saling berhadapan, yuri duduk disamping tiffany sementara yoona dan jessica duduk bersampingan menghadap yulti

“ah jessica ini ponsel dan dompet milikmu, perkenalkan aku kwon yuri” ucap yuri mengeluarkan tas kecil berisi dompet dan ponsel milik jessica, ia mengulurkan tangannya

“terima kasih banyak… nne aku jessica jung” ucap jessica membalas uluran tangan yuri

“uh? kau yang waktu itu di rumah sakit kan? aku juga berterima kasih padamu karena telah membawa dan menjaga adikku di rumah sakit” ucap yuri

“ah bukan apa apa, itu karena adikmu telah menolongku” ucap jessica tersenyum dipaksakan saat melirik kearah yoona

sementara yoona hanya terdiam, memicingkan matanya menatap tajam ke arah yuri

“jadi kau selalu mengawasiku” ucap yoona dalam hati

*glekk!* yuri hanya bisa menelan ludahnya menerima tatapan tajam yoona

“eh? yoong dirawat di rumah sakit? wae…?” tanya tiffany terlihat khawatir

“an anniyo, aku tak apa apa unnie, itu karena perutku sedang kosong saja hehehe” ucap yoona

“anni, kau sakit yoong” ucap yuri cepat membuat ketiga yeoja itu terdiam

“ee… ahahha adikku bukan hanya karena perut kosong, dia terkena anemia jadi aku diberi obat oleh dokter untuknya” ucap yuri mengeluarkan kantong obat obatan kemudian diberikannya pada yoona “diminum yang teratur yoong”

Dengan malas yoona pun menerimanya “nne unnie”

“dengarlah kata unniemu! jangan berbohong lagi, arasso?!” ucap tiffany mengusap lembut kepala yoona

“arraso unnie” ucap yoona dengan aegyonya

Sementara yuri kembali terdiam memandang mereka

Begitu makanan dihidangkan keempat yeoja itupun menikmatinya. hanya tiffany dan yoona yang aktif berbincang dan bersenda gurau sementara jessica dan yuri hanya jadi pendengar

“ah ya, jessie katamu kau akan mencari pekerjaan, yoong apa disini masih ada lowongan?” ucap tiffany polos

“ah itu…” ucap jessica

“oh aku pikir ahjumma ini sedang dipindah tugaskan ke seoul” ledek yoona melirik jessica “tapi kau bisa mengambil kerja sambilan, disini masih ada lowongan sebagai pelayan restoran” ucap yoona kembali

“ah… i’m die!!” ucap jessica dalam hati karena ketahuan berbohong pada yoona

“uh? aku baru kau sudah bekerja jessie” ucap tiffany terlihat biasa karena tak mengetahuinya

“ah..hahaha” ucap jessica tertawa dipaksakan

“oke mulai besok ahjumma sudah bisa mulai bekerja disini” ucap yoona

“mwo..? yah! memang restoran ini milik siapa bisa seenakmu, huh?”

“tentu saja milikku” ucap yoona

Yuri yang mendengarnya langsung memandang kearah yoona

“mwo..? aku membeli restoran ini sekaligus ikut bekerja disini, apa itu salah?” ucap yoona pada yuri

“an anniyo.. aku bangga padamu yoong” ucap yuri

“ah… aku juga sangat bangga padamu yoong! ternyata dugaanku benar! tapi mengapa waktu itu kau bilang hanya seorang pelayan eoh?” ucap tiffany memeluk yoona dari samping

“hehehe aku hanya ingin memberikanmu kejutan unnie” ucap yoona

“kita sudah selesai makan, bagaimana kalau malam ini kita jalan jalan? lagipula sudah lama sekali kita tidak pernah bersama sama lagi” ucap tiffany

“eh tapi…” ucap yuri melirik yoona

“kajja” ucap yoona terenyum riang pada tiffany dan segera menggandengnya. akhirnya keempatnya pun pergi jalan jalan menyusuri kota seoul dan berhenti disebuah timezone

malam itu tiffany dan yoona tampak senang menikmati segala jenis permainan sementara yuri dan jessica hanya terus mengikuti dan menontonnya dari belakang, jessica jarang mengikuti permainan jika diajak karena memang tidak terlalu suka games dan tidak bisa melakukannya sementara yuri lebih senang memperhatikan tiffany yang terus terusan mengeluarkan senyum bulan sabitnya begitu pun ia senang melihat yoona tertawa kembali meskipun tanpa menganggap kehadirannya. ya, keduanya hanya berpura pura baik baik saja di depan tiffany

dan selama itu pula jessica diam diam memperhatikan yuri yang selalu tersenyum menatap tiffany hingga keduanya duduk kursi pengunjung menunggu tiffany dan yoona yang sedang bermain basket

“kalian terlihat sangat dekat” ucap jessica membuat yuri menoleh kearahnya

“nne, kami sudah bersama selama 6 tahun lebih” ucap yuri

“mengapa kau tak menjadikannya sebagai kekasihmu?” canda jessica

“hahaha… aku tak bisa, dia sudah memiliki kekasih”

“tapikan mereka berpacaran dari 2 tahun yang lalu, saat sebelum mereka bersama?”

“anniyo, mereka sudah dekat dari kami masih bersekolah, tapi mereka sempat terputus saat lulus dan taeyeon menempuh akademi kepolisiannya hingga mereka kembali bersama lagi setelah taeyeon lulus”

“pantas kekasihnya begitu membencimu hahaha tapi mengapa kau tak mengungkapkan saja?” ucap jessica membuat yuri terdiam menatapnya

“sepertinya kau sangat paham mengenai perasaan”

“hahaha…” jessica tertawa malu begitupun yuri ikut tertawa

“aku hanya tak ingin melukainya”

“benarkah, aku lihat kau orang yang baik” ucap jessica

“bagaimana bisa? kita hanya bertemu baru dua kali, heol.. apa jangan jangan kau seorang peramal” ucap yuri

*pletak!!!* jessica menjuruskan jitakannya pada kepala yuri

“yah, aku bukan peramal, lagipula tiffany selalu menceritakan hal hal yang baik tentangmu berbeda dengan cerita tentang kekasihnya”

“jinja hahaha”

“so?”

“sudah ku bilang aku tak ingin melukainya”

“yah! alasan yang tak logis, jika kau memang tak ingin melukai seseorang maka kau harus selalu menjaganya”

Yuri kembali terdiam menatap jessica

“wae…?” tanya jessica heran

“kemarikan ponselmu” ucap yuri mengadahkan tangannya

“untuk apa?” ucap jessica sambil memberikan ponselnya

“mengetahui nomormu” ucap yuri segera menekan nomor miliknya dan memanggil nomor itu hingga nomor jessica muncul pada ponsel milik yuri

“eh?” gumam jessica masih heran

“aku rasa kau bukan orang yang biasa, kau kan masih berhutang padaku atas ponsel dan dompetmu”

“nne… lalu?”

“mungkin suatu saat aku membutuhkanmu” ucap yuri tersenyum menatap jessica

01.jpg

Membuat jessica tertegun menatap yuri yang tersenyum padanya

………………………………………..

Tayeon menginjakkan gas nya dalam dalam saat kembali menuju seoul, pikirannya kini benar benar kacau

beberapa saat yang lalu.

setelah menikmati makan malam bersama dengan kedua orang tuanya, taeyeon menemui ayahnya di ruang pribadi miliki tuan kim

“apa yang membawamu kemari tae”

“appa, bukankah appa selalu mengajariku tentang kejujuran”

“nne, itu sangat penting tapi kenapa kau berkata seperti itu?”

“karena aku ingin bertanya padamu” ucap taeyeon berhenti sejenak “appa, apa yang terjadi sebelum kita pindah ke london dulu?” lanjutnya

Tuan kim membelalakkan kedua matanya tampak terkejut

“anniyo, tidak ada yang terjadi, appa hanya dipindah tugaskan kesana” ucap tuan kim

“apa benar kematian kwon hyerin karena kesalahan para dokter?” ucap taeyeon “termasuk appa yang berada didalamnya” lanjutnya dengan suara ragunya

“……………………..” tuan kim tmpak terdiam tak bisa menjawab “tae, bagaimana kau..”

“putrinya adalah teman masa sekolahku” ucap taeyeon memotong ucapan tuan kim dan kembali membuat ayahnya terkejut

“appa, mengapa kau melakukan hal itu?” ucap taeyeon kembali dengan suaranya yang bergetar menahan rasa kecewanya

“taeyeon-ah…” ucap tuan kwon terhenti sejenak “apa kau akan memenjarakan ayahmu sendiri?” lanjutnya

taeyeon terdiam menundukkan kepalanya, kedua tangannya mengepal menahan amarahnya, pasalnya kini ayahnya memang mengakui kesalahan fatal yang telah diperbuatnya namun ia sadar jika orang itu juga adalah seorang ayah yang telah membesarkan serta membuatnya jadi putri yang dibanggakan

“appa… wae..?” ucap taeyeon, air matanya berhasil lolos

“taeyeon-ah, mianhae…” ucap tuan kim hendak memeluk putrinya itu namun taeyeon segera bergeser menolaknya

“saat itu appa terlalu takut, dan appa tak ingin membuat rumah sakit yang telah membesarkan nama appa jadi hancur, appa sangat dibanggakan di rumah sakit itu sehingga appa tak menyangka jika appa melakukan kesalahan saat melakukan operasi jantung pada pasien itu” ucap tuan kim kembali

“siapa pemilik rumah sakit itu hingga menjadikan appa sebagai monster?”

“choi soojin” ucap tuan kim membuat taeyeon membelalakkan kedua matanya merasa sangat terkejut

Taeyeon melangkahkan kakinya hendak meninggalkan ruangan namun tangan tuan kim menahannya

“taeyeon-ah, kau tak ingin kehilangan appa dan eomma kan?” ucap tuan kim

Taeyeon beberapa kali memukul keras setirnya merasa benar benar kesal memikirkan kembali percakapan bersama ayahnya itu

………………………………..

“yeobo, kemana anak anak?” tanya tuan choi begitu sampai di rumahnya

“sunny bilang sedang mengunjungi temannya, youngie sepertinya tiur di villa lagi”

“dasar anak nakal” ucap tuan choi, namun tiba tiba ponselnya berbunyi menerima panggilan, begitu melihat nama yang tertera pada panggilan itu tuan choi berjalan menjauhi isterinya

“ada apa?” tanya tuan choi begitu mengangkatnya

“tuan, tentang kejadian 15 tahun yang lalu, anak dari kwon soojin masih hidup dan mereka kini telah mengetahui kasus ini”

“mwo? sial! bagaimana bisa? apa keberadaan mereka sudah diketahui?”

“untuk saat ini kami masih mencarinya, mereka sudah tidak tinggal di panti asuhan lagi”

“segera cari sampai dapat dan segera lenyapkan! atau kalian sendiri yang akan lenyap!”

“b..bbaik tuan, kami akan segera mencarinya”

Tuan choi tampak gelisah dan kesal setelah menutup telepon itu, ia tidak menyangka jika kejadian 15 tahun yang lalu kini akan kembali mengancamnya

TBC

Fyi

Rumah sakit yonsei itu milik tuan choi soojin, ayahnya sooyoung

Ayahnya sooyoung belum tau kalau yuri itu sebenarnya anak dari pasien yang jadi korban kasus itu

dan untuk yg taeny shipper, mohon maaf di akhir cerita ini mereka ngga akan bersama lagi jadi sekedar pemberitahuan biar kalian ga kecewa dan nyesel baca ff ini, sekali lagi maaf ya..

We Are Different part 2


Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

………………………………….

“Ugh…..!!! Huft selesai juga” ucap jessica setelah selesai memindahkan barang barang di dalam apartemen baru yang akan ia tinggali selama di seoul

Jessica tinggal berada di gedung yang sama bersama tiffany, hanya berada dua lantai diatasnya

Begitu melihat ruangannya sudah terlihat rapi, ia duduk di soffa untuk meregangkan otot ototnya

“Jessie….!!” teriak tiffany yang baru saja tiba memasuki apartemen jessica “woah kau sudah membereskan semua ini dari pagi? Daeeeeebak!!”

“Seperti yang kau lihat, kau baru pulang bekerja?” ucap jessica saat melihat tiffany masih memakai seragam kerjanya

Tiffany bekerja sebagai resepsionis sebuah hotel berbintang di seoul.

“Nne tadi aku langsung kesini, mianhae aku tak membantumu”

“It’s okay tiff, kau sudah makan?”

“Belum, oh ya aku membawakanmu jus strawberry” ucap tiffany menyerahkan jus yang ia beli itu

“Thanks babe, kau ada acara malam ini?”

“Nne, taeyeon mengajakku makan malam diluar, wae?”

“Tadinya aku mau mengajak makan malam denganmu, tapi lain kali saja”

“Mianhae…” ucap tiffany dengan raut wajah sedihnya

“It’s okay honey, kau bilang kalian sangat jarang memiliki waktu bersama, now it’s your time with your first love”

“She’s not my first love”

“Eh? Bukankah kau bilang dia kekasih pertamamu?”

“Nne, tapi dia bukan cinta pertamaku”

“Then who?”

Tiffany terdiam, perlahan senyumnya mulai merekah saat pikirannya harus kembali mengingat seseorang yang pertama kali membuka hatinya

“Dia….. Seseorang yang berbeda” ucap tiffany

Flashback

10 tahun yang lalu

“Fany-ssi tolong jual kue kue ini di sekitar taman, cuaca cerah seperti ini pasti disana banyak sekali pengunjung” ucap seorang perempuan setengah baya yang baru saja selesai memasukkan kue kue yang ia buat kedalam keranjang

“Nne ahjumma” ucap tiffany semangat, ia pun menerima keranjang yang lumayan berat karena terisi banyak kue itu

Dengan ceria tiffany berjalan berkeliling taman menjual kue kue itu, hari itu begitu cerah dan tiffany sangat menyukai langit biru yang menurutnya sangat indah, melihatnya ia merasakan hati yang tenang

Begitu sampai, ia melihat sekumpulan namja seusianya sedang bermain bola ditaman, tiffany pun duduk menontonnya sekalian mengistirahatkan kakinya setelah cukup lama berkeliling, meskipun taman lumayan banyak pengunjung yang datang namun baru setengah kerangjang kue yang terjual

Tak berapa lama ia melihat salah satu namja yang sedang bermain bola itu berjalan kearahnya

“Noona, apa yang kau bawa?”

“Ah kebetulan, aku membawa banyak kue yang kujual, ini sangat lezat” ucap tiffany memberikan senyum bulan sabitnya

“Jinja? Baiklah aku ambil” ucap namja itu mengambil beberapa kue dan memakannya

“Dia terlihat tampan” ucap tiffany dalam hati memandang namja yang sedang menikmati kue yang dijualnya itu

“Ottokhae?” tanya tiffany

“Hmm… Lumayan” ucap namja itu

“Yah daesung-ah kau sedang apa? Kajja main lagi” ucap seorang namja lain menghampirnya

“Yah, ini sangat lezat cobalah” ucap daesung

“Benarkah?” ucap namja itu kemudian ikut mengambil dan memakan kue itu “memang lezat, kau akan mentraktirku kan?” tambahnya

“Ambil saja sesukamu” ucap daesung

“Yah! Kemarilah! Disini ada banyak kue!” teriak namja itu, teman teman daesung yang lain pun menghentikan permainan dan menghampiri, kini tiffany dikelilingi 6 orang namja yang mulai menikmati kue yang dijualnya itu, tentu saja membuat tiffany senang karena makanan yang dijualnya hampir habis

“Aku sudah kenyang, kajja kita main lagi” ucap daesung langsung berjalan meninggalkan tiffany begitupun kelima temannya mengikuti

“Hey… Chankkaman” ucap tiffany

“Wae…?”

“Kalian belum membayar”

“Mwo? Bukankah tadi kau yang menawarkan kue itu?”

“Nne tapi aku menawarkan agar kau membelinya”

“Begitu ya” ucap daesung, ia memandang teman temannya yang terdiam menunggunya  “aku tak membawa uang” tambahnya

Kelima teman daesung pun tertawa mendengar kawannya itu dan kembali berjalan meninggalkan tiffany

“Yah! Kalian harus membayarnya!” teriak tiffany, kali ini nadanya cukup tinggi karena kesal merasa dipermainkan, ia berlari memegang tangan daesung untuk menahannya pergi

“Sudah ku bilang aku tak punya uang! Pergilah!” ucap daesung kasar sambil mendorong tiffany hingga tubuhnya terjatuh dan keranjang yang dibawanyapun ikut terjatuh sehingga membuat kue kue didalamnya berserakan. Perlahan air mata tiffany mengalir melihat kue kue itu terlihat kotor dengan tanah tanah yang menempel

“Yah, bayarlah apa yang sudah kau beli” ucap seorang yeoja yang sudah berdiri di dekat tiffany

“Cih, kau temannya huh? Sudahlah kajja lanjutkan permainan kita” ucap daesung kembali membalikkan badannya

*dukkkk* tiba tiba tubuh daesung terdorong ke depan dan hampir terjatuh saat sebuah kaki menendang punggungnya, dengan kesal daesung membalikan tubuhnya dan melihat yeoja tadi yang berani menendangnya

“Bukan seperti itu caramu memperlakukan seorang yeoja, apa kau juga memperlakukan ibumu seperti itu huh?” ucap yeoja itu dengan nada tenangnya

“Sial!” ucap daesung ia pun berjalan cepat dan melayangkan tinjuannya pada yeoja itu

*ssssseeett!!* *brukkk!!!* “akhh!!” teriak daesung saat dengan mudahnya yeoja itu menghindar dan balik menyerangnya sehingga membuat tubuh daesung terhempas kembali ke tanah

Teman teman daesung yang melihatnya langsung ikut menyerang yeoja itu namun lagi lagi mereka lah yang terkena serangan yeoja itu hingga keenam namja itu terkapar kesakitan

“Jika ku lihat kalian seperti itu lagi pada seorang yeoja, tak akan pernah ku maafkan” ucap yeoja itu melempar dompet yang berhasil ia ambil dari saku celana daesung dan mengambil semua uang didalamnya

Yeoja itu berjalan menghampiri tiffany yang masih terduduk diatas tanah setelah terjatuh, ia pun membereskan beberapa kue yang masih terlihat bersih kemudian membangunkan tiffany dan mengajaknya berjalan menjauhi keenam namja yang masih kesakitan itu

“Sudahlah jangan menangis lagi, apa ini cukup?” ucap yeoja itu menyeka air mata tiffany kemudian memberikan lembaran uang yang ia ambil dari dompet daesung

“Aku hanya sedikit ketakutan setiap melihat perkelahian, ini sudah cukup bahkan ini kelebihan 4 lembar” ucap tiffany

“Benarkah? Kalau begitu aku akan mengembalikannya” ucap yeoja itu membalikkan badanya namun tangan tiffany menahannya

“Chankkaman”

“Nne?”

“G… Gggomawo…” ucap tiffany gugup, sebenarnya hatinya tiba tiba berdetak lebih cepat saat melihat yeoja itu memberikan pelajaran pada keenam namja itu, membereskan kue kuenya dan membantu mengangkat tubuhnya untuk berdiri

“Nne, lain kali jangan langsung memberikan kue mu sebelum orang itu memberikan uang padamu”

“Arraso… Sekali lagi gomawo, aku jadi memiliki hutang padamu, bagaimana aku bisa membayarnya? Aku akan melakukan apa saja untuk membayar hutangku” ucap tiffany

“Emm… Apa ya?” ucap yeoja itu tampak sedang berpikir “apa kau tak keberatan memberikanku beberapa kue itu? Aku sangat lapar hehehe”

“Em.. Boleh saja, t..ttapi.. Kue ini sudah terjatuh, pasti ini kotor”

“Gwaenchanna…” ucap yeoja itu mengambil beberapa kue itu “ini masih bisa dibersihkan” tambahnya sambil mengusap usap kue itu menghilangkan tanah tanah kecil yang masih menempel

“Hey.. Itu kotor, kau bisa sakit” ucap tiffany hendak menahan yeoja itu namun sayangnya yeoja itu dengan cepat memasukan kue itu kedalam mulutnya

“Hmm… Ini lezat, kau yang membuatnya?”

“Aniyo, ahjumma yang membuat ini” ucap tiffany

Kini kedua yeoja itu duduk bersampingan dibawah sebuah pohon di tepi danau

“Kau sering jual kue ini berkeliling?”

“Aniyo, biasanya kami membuka stand di dekat sungai han, tapi kemarin saat akan berjualan tiba tiba stand milik ahjumma sudah tidak ada disana” ucap tiffany, wajahnya terlihat sedih

“Wae..?”

“Molla…”

“Jadi karena itu kau menjualnya dengan berkeliling? Apa kau tak merasa lelah dan kepanasan?”

“Tentu saja, tapi ini tak sebanding dengan ahjumma yang telah merawat dan membesarkanku sedari aku bayi”

“Memang kedua orang tuamu kemana?”

“Entahlah, ahjumma yang sudah lama bekerja di rumahku bilang mereka hanya datang menyerahkan aku lalu mereka pergi ke negara lain dan tak pernah kembali”

“Hmm… Mianhae”

“Gwaenchanna, oh ya aku merasa tak enak karena kau memakan kue yang kotor, lain kali akan kubuatkan kue kue untukmu”

“Jinja? Gomawo…”

“Ani.. Harusnya aku yang berterima kasih padamu”

“Kau tau? Kau terlalu cantik untuk berjualan kue, tidak kah kau menjadi seorang model saja?”

*pletak!!* 

“Baboya.. Aku tak menyukai hal semacam itu” ucap tiffany setelah menjitak kepala yeoja itu

“Hehehe… Lalu apa yang kau suka?”

“Emm… Aku suka bernyanyi, aku suka membuat beberapa lagu” 

“Jadi kau ingin menjadi penyanyi terkenal dengan lagu ciptaanmu sendiri?”

“Nne!” ucap tiffany mantap

“Baiklah tunjukan padaku suara emasmu” ucap yeoja itu

“Eh? Hahaha tapi aku malu”

“Yah, mana ada seorang penyanyi terkenal tapi pemalu”

“Shiro.. aku takut kau menertawaiku”

“Kau bilang kau mau melakukan apa saja untukku, aku ingin menjadi orang pertama yang mendengar lagu ciptaanmu sebelum jutaan orang mendengarnya” ucap yeoja itu dan berhasil membuat kedua pipi tiffany memerah

“Baiklah, tapi berjanjilah kau tak akan menertawaiku, karena kau orang pertama yang mendengarnya, yaksok?” ucap tiffany mengangkat jari kelingkingnya

“Geurae…” ucap yeoja itu mengaitkan jari kelingkingnya pada jari tiffany

“Baiklah, ini lagu ciptaanku sendiri” ucap tiffany

Tiffany diam sejenak sambil memejamkan kedua matanya untuk mengatur nafasnya sementara yeoja itu tersenyum memperhatikannya

Dengan kedua mata yang masih terpejam tiffany mulai membuka mulutnya dan mulai bernyanyi

~Naege ssodajin nunbusin bichen neoya

Memareun nae mame dasi kkocheul piwojun

You are my once in a lifetime

Geudaem neolbgo keun uju

Nareul kkaewojun dasi utge han ojig han saram

You arw my, you are my once in a lifetime

Once in a lifetime…. ~~

Tiffany membuka kedua matanya sambil masih tersenyum merasa senang dengan lagu yang dinyanyikannya itu, namun dahinya mengkerut saat menoleh dam melihat yeoja disampingnya itu terdiam menatapnya

“W..wwae…? Kenapa kau diam saja? Apa kau tak su…?” tanya tiffany

“Daebak!!! Aku belum pernah mendengar suara seindah itu” potong yeoja itu sambil menepuk tepukkan kedua tangannya merasa takjub

“Yaish..!! Pintar sekali kau berbohong” ucap tiffany kesal

“Aniyoo, aku berkata jujur padamu, aku benar benar merasa terbang saat mendengarmu bernyanyi, aku yakin sebentar lagi pasti kau akan menjadi penyanyi yang sangat terkenal!” ucap yeoja itu semangat

Tanpa terasa kedua pipi tiffany kembali memerah dibuatnya

“Jinja? Kau senang?”

“Tentu saja, aku jadi ingin selalu disampingmu agar selalu kau nyanyikan hehehe”

“Kk…kkau ini” ucap tiffany gugup

“Sayangnya aku harus segera pergi” ucap yeoja itu melihat jam tangannya

“Oddiga?” tanya tiffany, wajahnya terlihat sedih merasa tak rela jika harus berpisah dengan yeoja itu

“Kedua orang tuaku menungguku dirumah”

“Begitu ya”

“Nne, gomawo atas kue nya… Aku pergi dulu” ucap yeoja itu mulai berdiri namun saat akan membalikkan badannya, tiffany menahan tangannya

“Chankkaman”

“Nne?”

“Apa kita akan bertemu lagi?”

“Tentu saja, kau bisa panggil nama pangeran orion sebanyak tiga kali jika ada yang mengganggumu, maka aku akan datang menolongmu hahaha”

“Pangeran orion? Kenapa pangeran? Kau seorang yeoja”

“Ah…hahaha iya aku lupa” ucap yeoja itu menggaruk garuk rambutnya

“Dasar kau, baiklah aku akan memanggilmu pangeran orion” ucap tiffany tersenyum

“Baiklah aku pergi dulu tuan putri, bye..” ucap yeoja itu berlari menjauhi tiffany

Tiffany terus tersenyum melihat punggung yeoja itu yang semakin menjauh dari pandangannya, ia tertawa saat melihat yeoja itu menghampiri para namja yang telah berbuat nakal padanya, mereka terlihat ketakutan namun yeoja itu ternyata hanya mengembalikan uang yang kelebihan ia ambil untuk tiffany

Yeoja itu kembali berjalan menuju halte dan tubuhnya menghilang dari pandangan tiffany

Flashback End

“Aw… So sweet, tapi… Apa dia juga lagi lagi seorang yeoja? 😒

“Nne… Hehe dialah yang membuatku menyukai seorang yeoja, bagiku dia lebih gentle daripada pria”

“Lalu kenapa kau tak berpacaran dan menikah saja dengannya?”

“Aku tak bisa” ucap tiffany, kini wajahnya terlihat sendu

“Why? Apa dia telah menikah dengan orang lain?”

“Karena aku tak pernah bertemu dengannya lagi” ucap tiffany menundukkan kepalanya “hari itu adalah hari pertama dan terakhirku bertemu dengannya, dia tak pernah terlihat lagi”

“Kau mengetahui nama nya kan? Kita bisa mencarinya”

“Hufht… Yang ku tahu dia bernama pangeran orion” ucap tiffany menundukkan kepalanya

“Don’t be sad… Sekarang kau sudah memiliki seseorang yang mencintaimu” ucap jessica memeluk sahabatnya itu, tiffany pun tersenyum kembali membalas pelukan jessica

………………….

Di kantor bourbound 

021.jpg

Sudah 15 menit taeyeon berada didalam gedung itu untuk menemui yuri

“Ya, hancurkan saja jika kau ingin melakukannya”

“Kau menantangku huh?”

“Anniyo, aku sendiri sudah muak”

“Jangan coba memperdayaku, aku tak pernah mempercayaimu kwon yuri” ucap taeyeon tersenyum smirk “kau sama saja seperti ayahmu, licik dan tak pantas berada di dunia ini” ucapnya kembali sambil berjalan meninggalkan yuri

“Lalu bagaimana dengan ayahmu?” ucap yuri membuat langkah kaki taeyeon terhenti. “Yang begitu mudahnya menutup kasus malapraktik operasi jantung pada ibuku, hanya karena keluargaku orang biasa” ucap yuri kembali “saat itu aku hanya memiliki eomma dan yoong”

Taeyeon masih terdiam tak berniat membalikkan badannya, ia sendiri merasa terkejut dengan ucapan yuri

“Bisakah aku juga menghancurkannya?” ucap yuri

Taeyeon mengepalkan kedua tangannya merasa geram, dengan cepat ia langsung membalikkan badannya, mencengkram erat kerah kemeja yuri dan mendorongnya ke dinding

“Apa maksudmu huh?! Ayahku tak pernah melakukan kesalahan!” teriak taeyeon

“Aku hanya meminta keadilan sebagai seorang anak terhadap kematian ibuku, kau tau? rasanya sakit sekali” ucap yuri dengan tenang

Dengan kasar taeyeon melepaskan kedua tangannya, kemudian ia pergi meninggalkan yuri, pikirannya benar benar bingung setelah mendengarkan yuri. Taeyeon sendiri baru mengetahui jika yuri bukanlah putri kandung dari mr. Lee

Setelah melihat taeyeon pergi, yuri kembali duduk di kursi kerjanya, ia terdiam mengingat kembali percakapannya bersama taeyeon

“Hufht…!!! Rumit sekali” gumam yuri, ia menoleh ke ujung mejanya, kemudian menekan sebuah tombol, kini layar cctv didalam ruangan pribadi di kantornya kembali normal.

Saat hari pertama bekerja di kantor mr lee, tanpa sepengetahuan orang lain yuri telah mengatur semua yang berada didalam ruang kerja nya, termasuk cctv yang selalu mengawasinya

*ceklek* tiba tiba pintu ruangan terbuka, terlihat seorang yeoja seusianya dengan pakaian serba hitam membawa 2 cup kopi memasuki ruangan

“Tadi itu nugu?” tanya yeoja itu sambil menyerahkan 1 cup kopi pada yuri

“Gomawo, ah.. Kau melihatnya? Dia temanku”

“Aku baru tahu kau memiliki teman yang begitu pendek, tapi wajahnya kaku sekali, padahal aku sudah tersenyum padanya”

“Hahaha… Fail! Amber, kau datang sendiri? Apa mr lee dan para bodiguard lain juga sudah datang?”

“Nne aku sendirian kemari mianhae sedikit telat, tapi sepertinya mr lee dan yang lain belum tiba”

“Syukurlah”

“Wae…? Dan yah! Kau masih saja memanggilnya seperti itu saat di kantor! Dia ayahmu!”

“Ah ya, hehehe aku lupa”

“Yaish babo! Oh ya, bagaimamana adikmu? Apa sudah pulang kembali?”

“Anni, dia sepertinya memang tak akan kembali”

“Mwo? Jinja? Heol… Daebak!”

“Yah! Apa maksudmu”

“Hehehe senang sekali terbebas”

“Begitulah… Dia juga mengajakku”

“Baboyaa, kalian berdua akan mati”

“Kau benar, maka dari itu aku tak bisa semudah itu pergi dari lingkaran setan ini”

“Lalu apa yang ingin kau lakukan?”

“Emm…  apa kau masih memihak padaku?”

“Tentu saja, aku berhutang nyawa padamu”

“Bisakah aku meminta tolong padamu?”

……………………………….

Apartemen jessica

“Segarnya…!” ucap jessica sambil bersenandung, ia baru saja selesai mandi setelah tiffany pergi

Begitu selesai mengganti baju, ia kembali memasuki dapur & membuka kulkas

“Yaish… Bagaimana bisa aku mengajak tiffany makan malam, kulkasku saja masih kosong ,jessica babo!” rutuk jessica pada dirinya

Ia pun kembali kedalam kamarnya mengambil tas kecil

Sebelum pergi jessica kembali menghubungi tiffany

“Yoboseyo, ya ada apa jessie?”

“Tiff, apa aku mengganggu?”

“Anniyo, kami masih di perjalanan, wae?”

“Aku ingin pergi berbelanja, bisakah kau beritahu aku jalannya?”

“Eh? Kau yakin? Ini sudah jam 8 malam jessie”

“Why? Bagiku ini masih sore”

“Tapi ini memasuki musim dingin, biasanya jalanan akan sepi, itu akan berbahaya jika kau pergi sendirian”

“Kau seperti ibuku saja, gwaenchanna tak akan terjadi apa apa padaku”

“Yah, aku ini mengkhawatirkanmu babo! Baiklah, sekitar 500 meter ke arah utara ada sebuah supermarket, aku biasa belanja disana untuk kebutuhan makanan, sebaiknya kau naik taksi saja”

“Nne eomma, gomawo…”

“Hey… Ttt…”

*tuuutt tuuttt tuuutt* belum sempat tiffany melanjutkan bicaranya jessica sudah terlebih dahulu mematikan telepon. Ia pun pergi meninggalkan apartemen

“Ini tak sedingin di USA, sebaiknya aku jalan kaki saja lagipula masih terlihat ramai” gumam jessica

……………………………………..

Di sebuah villa

*ceklek* sooyoung baru saja memasuki villa itu dan melihat sahabatnya sedang menonton tv

Kini yoona tak lagi tinggal di hotel, setelah meminta kunci salah satu villa milik keluarganya pada ayahnya, sooyoung meminta yoona untuk tinggal disana karena villa itu juga sangat jarang di huni

“Yah, kemana saja kau” ucap yoona kesal

“Tentu saja kencan, memangnya kau? Yang katanya memiliki wajah cantik sekaligus tampan tapi tak pernah memiliki kekasih” ledek sooyoung membuat yoona melempar bantal kearahnya

“Aku hanya malas memiliki kekasih, mereka merepotkan”

“Hahaha kau ini, oh ya beberapa hari yang lalu saat di pesta yul unnie menanyakanmu”

“Jinja? Lalu kau bilang apa?”

“Aku bilang kau tinggal di hotel” ucap sooyoung

“Yah, baboyaa…! Dia tahu aku tak membawa apa apa saat pergi, dia akan curiga aku memakai uang siapa”

“Kau tenang saja, aku sudah memberitahunya kalau memakai kartu milikku”

“Yaish… Tamatlah aku” ucap yoona menenggelamkan wajahnya pada bantal soffa

“Wae..? Bukankah kau bilang jika kau bukan lagi keluarganya?”

“Aniyo, kemarin hanya kekesalanku saja”

“Babo, lalu pulanglah”

“Shirro, aku tak pernah ingin kembali kesana”

“Dasar labil, ah aku lapar lagi” ucap sooyoung berjalan menuju ruang makan, namun ia terkejut saat membuka kulkas “yah! Mengapa masih kosong? Bukankah aku sudah meminta padamu untuk membeli banyak makanan” teriak sooyoung

“Ah iya, hehehe aku lupa… Aku segera pergi sekarang…” ucap yoona buru buru mengambil jaket kemudian pergi meninggalkan villa

………………………

Begitu selesai berbelanja, jessicapun kembali berjalan menuju apartemennya. Namun saat ia melewati sebuah jalanan yang sudah tampak sepi tiba tiba dari sebuah gang sempit keluar 5 orang namja dan berjalan menuju kearahnya

“Noona mengapa kau sendirian? Apa perlu kami temani?” ucap salah satu namja itu

“Nne, lagipula kau terlihat kesulitan membawa barang barang yang begitu banyak” ucap namja lain

“Anniyo, aku bisa sendiri” ucap jessica kembali berjalan melewati kelima namja itu

Namun kelima namja itu berjalan mengikuti jessica dan berhasil menggalangi jessica dan mengelilinya

“Mengapa terburu buru? Bagaimana kalau kita bersenang senang?”

“Yah! Minggir!” teriak jessica mencoba menerobos namun kelima namja itu satu persatu memegang jessica dan menahannya

Jessica terus meronta namun genggaman namja2 itu terlalu kuat ,kini jessica tampak ketakutan terlebih jalanan disana sangat sepi

“Periksa tasnya dan ambil semua uangnya” ucap salah satu namja yang terlihat seperti ketua dari geng itu

Salah satu namja dari mereka pun menarik tas kecil jessica hingga tali tas itu putus

“Akhh!!” teriak jessica kesakitan pada pundaknya saat namja itu secara paksa menarik tasnya

“Andwae… Aku mohon” ucap jessica saat namja itu mengambil dompet dan ponsel miliknya kemudian diberikannya pada bos mereka

“Yah! Kembalikan dompet dan ponsel itu padanya” ucap seseorang yang sudah berdiri tak jauh dari mereka

“Ini bukan urusanmu, pergilah jika kau masih ingin hidup”

“Aku tak ingin pergi jika kau tak mengembalikannya”

“Mwo? Hahaha kau ingin mati?”

“Tidak juga, aku masih ingin hidup”

“Yaish..! Hajar dia!” ucap bos dari geng itu, namja yang memegangi jessica pun melepaskan tangannya dan keempat namja itu berjalan menghampiri orang itu mulai menyerangnya, namun orang itu pun berhasil ditahan oleh keempat namja itu

“Cih! Dasar so’ jagoan, sudah kubilang jangan ikut campur” ucap bos geng itu menghampiri

*bukkkk!!!* dengan sekali pukulan orang itu pun tersungkur ke atas aspal

“Aw… Appo… Sial, tau begitu dulu aku ikut belajar bela diri bersama unnieku” gumam orang itu dalam hati, ia merasa kesakitan pada dadanya setelah menerima pukulan dari bos geng itu

“Yah! Bangunlah… Apa kau memang tak bisa berkelahi huh?” ucap namja itu kembali mencengkram dan mengangkat orang itu

“Akhh..!! Jan.. Tung..ku akhh!!” teriak orang itu terlihat sangat kesakitan sambil memegangi dadanya

“Mwo? Yah! Jangan mempermainkanku!” ucap namja itu

“Anniyo, ak..akku.. Memiliki penyakit j…jjantung” ucap orang itu kemudian tak sadarkan diri

“B..bbos… Apa dia mati?”

“Molla, kajja kita pergi sebelum polisi datang” ucap namja itu, kelima namja itupun langsung berlari meninggalkan jessica dan seseorang yang terbaring tak sadarkan diri

Melihat itu jessica langsung berlari menghampiri orang itu

“Help..!! Ah ottokhae… Tak ada orang disini, ponselku juga tak ada” ucap jessica terlihat panik, iapun mulai membuka masker dan topi orang itu, namun jessica tampak terkejut saat melihat rambut panjang terurai setelah topi itu dibukanya,ia tak menyangka jika orang itu seorang yeoja

“Oh my god! Mirip sekali dengan krystal” ucap jessica menutup mulutnya karena terkejut saat melihat wajah yeoja itu

Namun tiba tiba yeoja itu membuka kedua matanya

“Apa mereka sudah pergi?” ucap yeoja itu

“Omo!!” teriak jessica kembali terkejut

“Wae…? Aku bukan hantu” ucap yeoja itu terbangun dan duduk diatas aspal ,ia mengusap usap jaketnya

“Jadi kau tidak benar benar pingsan?”

“Tentu saja, aku bisa mati sungguhan dihajar mereka jika tak melakukan ini”

“Yaish!! Jadi sakit jantungmu itu…?”

“Tentu saja tidak, ah tapi pukulannya sakit sekali..” ucap yeoja itu kembali memegang dadanya yang terkena pukulan namja itu “Sialan mereka! Lihat saja nanti kalau aku sudah bisa bela diri” ucapnya kembali

Keduanyapun kembali berdiri dan yeoja itu membalikkan badannya berjalan meninggalkan jessica tanpa bicara apa apa lagi, jessica ingin menghentikannya namun baru beberapa langkah yeoja di hadapannya itu tiba tiba terjatuh tak sadarkan diri

“Oh my god! Hey…!” teriak jessica segeraa berlari menghampiri yeoja itu “hey… Kau tak sedang berpura pura kan? Bangunlah…!” ucap jessica kembali menggoyang goyangkan tubuh yeoja itu namun tetap tidak ada respon membuat jessica semakin panik

“Ottokhae…?!!” ucap jessica menggigit kuku kuku jarinya , hal yang selalu dilakukannya jika sedang merasa panik

Jessica berlari ke arah jalan raya yg cukup terang dan beruntung tak berapa lama ia berhasil mendapatkan taksi

Dengan segera jessica membawa yeoja itu ke rumah sakit

………….

Keesokan harinya

Jessica terbangun dan sadar bahwa ia tertidur diatas kursi dipinggir tempat tidur pasien, ia melihat sosok yeoja sedang terbaring dihadapannya, yeoja yang semalam telah menolongnya sekaligus merepotkannya. tanpa terasa jessica tersenyum saat memandang wajah yeoja itu. Malam tadi karena terlalu panik dan suasana yang gelap membuatnya tak terlalu memperhatikan wajah yeoja itu

11.jpg

“Hmm… Wajahnya mirip sekali dengan adikku, krystal. Aku pikir kau pria, kau tak terlihat seperti perempuan saat menyembunyikan rambut pada topi & tudung hoodie mu, kau… Terlihat tampan” ucap jessica dalam hati “ah tidak tidak! Mengapa aku berkata seperti itu! Dia ini perempuan! Jessica babo!” ucapnya kembali sambil menggeleng gelengkan kepalanya menepis pikiran dan ucapannya barusan itu

Jessica menegakkan badannya bersandar pada punggung kursi saat melihat yeoja itu bergerak dan mulai membuka kedua matanya

“Engh….” gumam yeoja itu mengedip ngedipkan matanya

“Kau sudah sadar, apa yang kau rasakan sekarang?” tanya jessica

“Aku dimana?” tanya yeoja itu tak menjawab pertanyaan jessica

“Kau di rumah sakit, semalam kau tak sadarkan diri setelah berpura pura tak sadarkan diri, dasar bodoh! Kau membuatku panik saja!”

“Begitu ya” ucap yeoja itu datar, iapun mengangkat tubuhnya

“Eh eh eh apa yang ingin kau lakukan?” tanya jessica

“Pulang, memangnya apa lagi? Aku sudah ditunggu temanku, gara gara kau aku jadi tidur disini” ucap yeoja itu

“What?! Yah! Itu kah caramu berterima kasih padaku?!” ucap jessica kesal “oke sama sama, asal kau tahu! Kemarin sedari pagi aku mengangkut angkut barang di apartemen sampai sore dan aku ke supermarket untuk berbelanja, apa kau pikir aku juga tak lelah, huh?!” tambahnya dengan nada yang meninggi

“Siapa?” tanya yeoja itu

“Aku lah!”

“Yang tanya” ucap yeoja itu dengan tatapan datarnya

“What! Yah!!” teriak jessica semakin kesal

“Ssst… Kau berisik, aku haus” ucap yeoja itu kembali menyandarkan punggungnya pada sandaran punggung tempat tidur yang sudah ia tinggikan

“Kau…!!” ucap jessica jengkel karena lagi lagi yeoja dihadapannya itu menghiraukan ucapannya dengan wajah tanpa dosanya, saking kesal jessica mengangkat tangannya hendak memukul wajah yeoja itu namun niatnya urung ketika pandangannya tertuju pada bekas luka pukulan di sudut mulut yeoja itu, kini jessica beralih merasa sedikit bersalah, karenanya yeoja itu dipukuli oleh para namja yang telah menggangunya itu

“Baiklah, aku segera kembali” ucap jessica menurunkan kembali tangannya, iapun berbalik meninggalkan ruangan

Namun saat membuka pintu dan keluar, tak sengaja jessica menabrak seseorang yang hendak memasuki ruangan itu

*dukkk*

“eh, mianhae…” ucap jessica bersamaan dengan orang itu

orang itu menundukkan kepalanya menyapa jessica kemudian memasuki ruangan itu sementara jessica masih memandangnya sambil berjalan keluar

“nugu?” gumamnya

sambil berjalan di koridor rumah sakit, jessica mengingat seseorang yang bertabrakan dengannya tadi, penampilan orang itu terlihat tertutup sama seperti yeoja menyebalkan yang sedang dirawat karenanya  itu. orang itu memakai pakaian serba hitam mulai dari celana, jaket yang dikenakan, topi dan kaca mata hitamnya

“omo!!” ucap jessica menutup mulutnya dengan kedua tangannya “jangan – jangan orang itu bos dari komplotan orang orang jahat tadi malam! mungkin dia ingin memabalas dendam! ah ottokhae.. aku harus segera menggagalkannya, aku tak ingin hidup di seoul hanya untuk terlibat pembunuhan” ucapnya kembali

Dengan cepat jessica membalikkan badannya dan berlari menuju ruangan tempat yeoja menyebalkan itu dirawat

…………………………

Yoona hendak memejamkan matanya kembali ketika melihat jessica berjalan keluar namun niatnya urung ketika melihat seseorang memasuki ruangannya dirawat.

“ada apa kau kemari?” ucap yoona tak berniat memandang orang itu

“yoong… bagaimana keadaannmu sekarang?” tanya orang itu terlihat khawatir, ia membuka tudung jaket, topi serta kaca mata hitamnya, kini rambut coklat panjang tergerai, orang itu adalah yuri unnienya

ia sengaja menutupi sebagian wajahnya itu untuk menghindari pengawasan dari para bodyguard mr. lee dan yuri berhasil menghindari mereka untuk keluar dari kantor

“bukan urusanmu, pergilah urusi perusahaan terkutuk itu” ucap yoona dengan nada kesalnya

“yoong aku mohon jangan seperti ini”

“sudah kubilang pergi!!” teriak yoona menolehkan kepalanya kearah yuri, namun pandangannya bukan tertuju pada yuri, ia melihat jessica sedang berdiri terpaku tepat dibelakang yuri sedang menatapnya. yuri pun ikut menoleh kebelakang saat melihat yoona menatap kearah lain

“eh.. emm… mm. mmianhae..” ucap jessica terbata, iapun membungkukkan badannya dan segera keluar ruangan

“nugu?” ucap yuri kembali menatap yoona

Namun yoona terdiam enggan menjawab, ia hanya menatap tajam pada yuri

“aku benar benar mengkhawatirkanmu, kau pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apa apa selain yang kau pakai”

“sudah kubilang ini bukan urusanmu! dan kau….” ucap yoona tertahan “sudah bukan siapa-siapa lagi bagiku”

Bagai tertusuk pisau, hati yuri benar benar merasa sakit mendengar ucapan yoona adik kandungnya sendiri, satu satunya keluarga yang ia miliki, adik yang selalu ingin ia lindungi. namun ia tahu sekarang yoona sudah bukan dongsaeng kecil yang polos lagi, peikirannya sudah semakin dewasa dan satu hal lagi, seperti yang selama ini ditakutkannya terjadi, kini adiknya membencinya. bahkan tak ingin menganggapnya sebagai unnie lagi.

“mianhae..” ucap yuri pelan menundukkan kepalanya

“aku muak melihatmu” ucap yoona, ia melepaskan jarum infusan yang tertancap pada tangannya dan segera mengambil jaket miliknya

“setidaknya kau membawa uang yoong” 

“cih, uang? aku lebih baik berhutang daripada memakan uang haram yang kalian ambil dari banyak nyawa yang terbunuh!” ucap yoona tersenyum sinis

Saat berjalan melewati yuri, tangan yuri menahan tangan yoona hingga tubuh keduanya berhadapan

“pakailah ini” ucap yuri memasukkan kartu ATM miliknya pada saku yoona, yoona hendak mengeluarkan kembali kartu itu namun tangan yuri menahannya “itu uang tabungan hasil kerjaku tanpa terlibat dengan perusahaan, kau jangan khawatir, paswordnya tanggal, bulan dan tahun kelahiranmu”

yoona mengingat saat dia masih tinggal di rumah mr. lee memang setiap malam selalu melihat yuri tak pernah tidur, selalu saja sibuk dengan beberapa layar monitor dan beberapa perangkat yang berserakan di meja. namun yoona pada saat itu tak mengerti apa yang dikerjakan unnienya itu dan yoona bukanlah seseorang yang peduli.

Itu memanglah pekerjaan yuri, sudah 2 tahun ia bersama amber berhasil menciptakan beberapa aplikasi dan game untuk android serta bentuk games lainnya, sebenarnya hanya yuri yang menciptakan namun ia tak ingin mr. lee mengetahui hal itu hingga ia meminta amber untuk mengataskan namakan dirinya sebagai pembuat games yang diciptakannya itu, beruntung amber termasuk orang yang ia percayai karena kejujurannya dan selalau membantu yuri. amber adalah satu satunya anak buah mr. lee yang ia percayai.

cukup lama terdiam, yoona menyingkirkan tangan yuri yang masih menggenggam lengannya, ia kembali berjalan meninggalkan unnie nya itu

……………………………

Setelah tak sengaja memasuki ruangan dan melihat pertengkaran kedua yeoja itu jessica kembali berjalan keluar ruangan

“baboya!!! pikiranku terlalu jauh, orang itu bukan pembunuh! dan dia…. seorang yeoja! ah shit! mengapa disini banyak sekali yeoja yang terlihat tampan! taeyeon, yeoja menyebalkan itu… dan… arggh! kenapa lagi dengan otak ku! hey sadar jessica jung!!” gumamnya sambil terus mondar mandir di koridor depan ruang rawat yoona

namun langkah jessica terhenti saat pintu ruangan itu terbuka, jessica melihat yoona si yeoja menyebalkan baginya itu keluar dari ruangan itu dengan jaketnya

“kajja” ucap yoona meraih pergelangan tangan jessica dan membawanya menjauhi ruangan itu sementara yuri masih terdiam didalam ruangan

“he…heyy.. oddiga?” ucap jessica sedikit berlari menyamakan langkahnya dengan yoona yang berjalan cukup cepat

“pergi dari sini” ucap yoona memandang terus kedepan

“wae..? bukankah kau sedang dirawat? bahkan kau belum menerima hasil pemeriksaan dokter”

“aku tidak apa apa, aku pingsan karena lapar” 

Kini keduanya sudah memasuki taksi dan pergi meninggalkan rumah sakit

*ceklek* seorang perawat baru saja memasuki ruangan

“loh? kemana pasien itu?” ucap perawat itu saat melihat tepat tidur pasien terlihat kosong,  hanya melihat seorang yeoja baru saja membalikkan badannya

“dia sudah pergi”

“eh? kenapa bisa? ah ya, apa agashi anggota keluarganya?”

“ya, aku unnienya”

“kalau begitu mari ikut saya, dokter pemeriksa pasien sudah menunggu diruangannya untuk memberikan hasil pemeriksaan adik agashi, mari”

“ah nne..” ucap yuri berjalan mengikuti perawat itu

Tak berapa lama keduanya sampai, perawat itu membuka pintu dan mempersilahkan yuri untuk masuk, begitu masuk yuri melihat seorang dokter sedang duduk memperhatikan beberapa berkas, dokter itu pun mengangkat wajahnya begitu mengetahui pintu ruangannya terbuka, namun wajahnya tampak terkejut melihat seseorang yang sudah berdiri di hadapannya itu

“y..yyuri?” ucap dokter itu kembali untuk memastikan

“nne, ini aku ahjushi” ucap yuri membungkukkan badannya menyapa namja yang sudah berumur hampir setengah abad itu, dokter itu memiliki nama kim min joong seorang dokter ahli jantung

“jadi… yang dirawat itu…”

“ya, dia adikku, yoong. tapi dia sudah pergi dari sini” ucap yuri melanjutkan ucapan min joong

“b..bbegitu ya, eh? wae..? dia masih harus mendapat perawatan” ucap dokter itu masih dengan nada gugupnya, sebutir keringat dingin mengalir pada pelipisnya

“dia tak akan mau, oh ya aku baru tahu ahjushi sekarang bekerja disini”

“oh n..n.. nne… aku sudah 7 tahun bekerja disini setelah dipindah tugaskan dari yonsei hospital”

“begitu ya, oh ya bagaimana hasil pemeriksaan adikku?” tanya yuri

“itu… em.. yoona…” ucap dokter itu, tangannya yang berada dibawah meja perlahan membuka laci dan mengambil sebuah jarum suntikan yang sudah terisi cairan tanpa sepengetahuan yuri

…………………………..

Di dalam taksi

setelah meninggalkan rumah sakit selama perjalanan baik yoona maupun jessica sama sama terdiam, tak ada percakapan. keduanya begitu sibuk dengan pikiran masing masing

yoona menundukkan kepalanya melihat kartu atm yang terselip di sakunya, atm yang diberikan yuri beberapa saat yang lalu

Sebeneranya yoona merasa bersalah atas bentakan yang ia ucapkan pada unnienya hingga melihat yuri mengeluarkan air mata dihadapannya, ia tahu yuri merasakan sakit hati mendengar ucapannya itu karena yoona pun merasakan hal yang sama. hanya saja rasa bencinya terlalu besar. dulu yoona membenci yuri karena selalu dipukuli mr. lee ataupun anak buahnya karena selalu membelanya setelah yoona melakukan kesalahan. dan kini ia membenciya karena yuri kini menjadi bagian dari mereka. yoona selalu membencinya karena ia mengkhawatirkan unnienya itu, terlalu banyak pengorbanan yang selalu yuri berikan padanya. yoona tidak ingin kehilangan unnie nya namun ia sendiri tak bisa berbuat apa apa hingga satu satunya jalan adalah dengan membenci dan menjauhi yuri.

“kita akan pergi kemana?” tanya jessica memulai percakapan setelah cukup lama keduanya terdiam

“molla…”

“what? tadi itu siapa? kakakmu? mengapa kau tak pergi dengannya? kau harus pulang, pasti keluargamu sangat mengkhawatirkanmu, rumahmu dimana? akan aku antar” ucap jessica

“aku tak memiliki keluarga”

“lalu tadi siapa? jika kau tak punya keluarga lalu selama ini kau tinggal dimana? jangan membodohiku”

“bukan siapa siapa, dan kau ingin tau aku tinggal dimana?” ucap yoona, ia merapatkan tubuhnya, kepalanya mulai mendekati wajah jessica hingga membuat yeoja itu gugup

“aku adalah seorang pembunuh berantai yang kejam yang selalu berkeliaran, jadi aku tak memiliki rumah” bisik yoona pada jessica

“what?!!” teriak jessica “kalau begitu, ahjushi tolong antar kami ke kantor polisi! orang disampingku ternyata seorang pembunuh” ucap jessica

“nn… nne…” jawab sopir taksi itu

“mwoya?? yah yah yah! aku bercanda! ahjushi aku bukan pembunuh jangan antar kami kesana”

“dasar pembohong!” ucap jessica memasang wajah sinisnya pada yoona

“arraso, mianhae..” ucap yoona mempoutkan bibirnya, kini wajah datarnya berubah dengan aegyo membuat jessica terkejut

“apa apaan ini!” ucap jessica dalam hati

“orang menyebalkan sepertimu tak pantas dimaafkan!” ucapnya kembali dengan nada yang terdengar

“setidaknya aku sudah meminta maaf, aku bukan pembunuh kau tenang saja”

“baboya.. tentu saja saat kau pertama kali mengucapkan aku sudah tak percaya, mana ada seorang pembunuh kejam bisa kalah dengan 5 orang namja lalu berpura pura pingsan, dasar bodoh” ucap jessica dalam hati sambil menahan tawanya

“baiklah ku maafkan, sekarang rumahmu dimana? lekaslah pulang, akan aku antar”

“andwae, aku bisa sendiri. lebih baik kau yang pulang duluan, kau tinggal dimana? sepertinya kau bukan asli warga negara disini”

“di depan, ahjushi tolong berhenti didepan sana” ucap jessica

“heol… daebak” gumam yoona

Taksipun berhenti dan keduanya kembali berjalan setelah membayar

“aku memang bukan warga asli korea, aku dari USA dan baru beberapa hari tinggal disini”

“kenapa kau pindah kesini? bukankah disana menyenangkan?”

“ada yang sedang ingin aku lupakan” ucap jessica reflek

“woah, apa itu? mantan kekasihmu? apa karena kau tak jadi menikah dan pasanganmu pindah kelain hati?”

Jessica menghentikan langkahnya, ia menundukkan kepalanya dan mengepalkan kedua tangannya

“baboya.. mengapa bisa bisanya aku berkata seperti itu pada bocah menyebalkan ini!!” ucap jessica dalam hati

“aku bercanda, hahaha” ucap jessica tertawa dipaksakan “pekerjaanku dipindah tugaskan ke seoul jadi mau tidak mau aku harus pindah”

“oh…” ucap yoona datar

“dasar menyebalkan!” ucap jessica kembali dalam hati

“sudah sana pulang! aku sudah sampai” 

Yoona menghentikan langkahnya menatap sebuah gedung apartemen dihadapannya, ia baru menyadari jika gedung ini juga apartemen dimana tiffany tinggal

“nne” ucap yoona

“syukurlah dia tak mampir, aku bisa terkena darah tinggi jika terus terusan bersama bocah menyebalkan ini” ucap jessica dalam hati

“aku masuk” ucap jessica kemudian mengembalikkan badannya

“ahjumma, chankkaman!” teriak yoona menghentikan langkah jessica

“apa lagi? dan…. what?!! yah! aku bukan seorang ahjumma, yaish!!” ucap jessica kesal kembali berjalan menghampiri yoona

*pletakkk!!!* sebuah jitakan pun meluncur pada kepala yoona

“aw, appo…” ucap yoona mengelus elus kepalanya

“salahmu sendiri, ada apa lagi?”

“aku ingin mengetahui namamu”

“yaish… itu tak penting, bahkan aku berharap kita tidak akan pernah bertemu”

“ah… begitu ya, baiklah aku akan memanggilmu ahjumma, aku im yoona kau bisa memanggilku yoong”

“yah!! aku bukan ahjumma!” teriak jessica namun yoona segera mendorong kedua pundaknya hingga memasuki lift apartemen dan menekan tombol tutup

“bye… ahjumma, ingat namaku ya! seorang gadis cantik sekaligus tampan yang pernah menolongmu!” ucap yoona tersenyum riang sambil melambai lambaikan tangannya seiring pintu lift tertutup

“aku bukan ahjumma…!!! kyaaaa!!!” teriak jessica didalam lift setelah meluncur keatas, beruntung didalam lift hanya ada dirinya

Yoona tersenyum setelah mendengar teriakan didalam lift, iapun membalikkan badannya segera meninggalkan apartemen itu namun baru beberapa langkah seseorang memanggilnya

“yoong..?”

“f..ffany unnie” ucap yoona begitu melihat orang yang memanggilnya itu

“kau darimana?”

“ah.. eee.. aku baru saja mengantar seorang ehjumma”

“oh begitu ya” ucap tiffany, ia berjalan menghampir yoona

“aw aw aw…!! appo… ampun unnie…!!” teriak yoona saat tiffany berhasil menjewer telinga kanannya

“kau kemana saja eoh? dasar nakal, bisa bisanya kau kabur dari rumah, kau tau? yul selalu mencarimu dan sangat mengkhawatirkanmu!” ucap tiffany memarahi yoona, kini ia melepaskan jewerannya itu

“arra.. mianhae” ucap yoona mengusap usap telinganya yang terasa panas sudah berwarna merah padam itu

“jelaskan padaku” ucap tiffany dengan nada interogasinya

“aku tidak kabur” ucap yoona

Tiffany tak berbicara, ia hanya menyilangkan kedua tangannya diatas dada

“e… aku hanya bermain dan menginap di villa temanku” ucap yoona

lagi lagi tiffany hanya terdiam dengan kedua tangannya yang masih menyilang diatas dada, kini ia menaikkan sebelah alis dengan tatapan tajamnya memandang yoona

“arra.. arra…” ucap yoona menyerah aku memang kabur dari rumah, aku tak akan kembali dalam beberapa hari”

“wae.. kau tau aku dan yul sangat khawatir padamu” ucap tiffany, kini wajahnya berubah terlihat khawatir

“aku baik baik saja, dan akan selalu baik baik saja”

“jinjja? lalu luka disudut bibirmu itu apa?” 

“ah.. hahaha ini, tadi malam aku baru saja menolong seorang ahjumma yang sedang diganggu para namja, tak sengaja aku terkena pukulan mereka” ucap yoona, namun tawanya terhenti saat melihat tiffany sedikit menunduk dan mulai mengeluarkan air mata

“kenapa kalian selalu terluka” ucap tiffany dengan suara paraunya, ia benar benar menangis

“unnie..” ucap yoona segera memeluk tiffany “aku baik baik saja, aku janji aku akan selalu baik baik saja, kau tak usah khawatir lagi” tambahnya sambil mengusap usap punggung tiffany

“kenapa kau melakukan ini? apa kau dengan yul bertengkar hebat?” ucap tiffany menghapus air matanya

“anniyo…” ucap yoona melepaskan pelukannya “unnie, aku sudah dewasa sekarang, aku juga ingin sepertimu dan yul unnie, merasakan dunia luar”

“bukankah kau memang selalu diluar” ucap tiffany

“eh? hahaha kau benar juga” ucapnya sambil menggagruk garukkan kepalanya yang tak gatal “maksudku, aku ingin hidup mandiri dan memiliki pekerjaan, aku tak bisa terus terusan hanya bermain aku juga ingin merasakan jadi orang dewasa seperti yang lain” 

tiffany terdiam memandang yoona

“wae…? apa kau meragukan perkataanku?”

“nne, sedikit” ucap tiffany polos

“yah! unnie macam apa kau? yaish… menyebalkan” ucap yoona pura pura memasang wajah sebalnya

“hehehe mianhae, aku hanya terlalu khawatir padamu”

“ck, sudah kubilang aku akan baik baik saja, lagipula tadi pagi aku sudah bertemu dengan yul unnie dan menjelaskan semuanya”

“hmm… kau tak bohong lagi kan?”

“anniyo, kau bisa menanyakannya langsung”

“baiklah aku percaya padamu, tapi kau sekarang tinggal dimana? tinggalah bersamaku jika tak ingin pulang ke rumah”

“shiro, aku ingin mencoba hidup mandiri dan lagipula aku sudah mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal” ucap yoona menjulurkan lidahnya

“wah chukkae… kau bekerja dimana?”

“ah.. e.. itu…” ucap yoona terlihat berpikir “ah ha.. aku bekerja sebagai pelayan restoran, ya itu maksudku hehe mian aku sedikit malu mengatakannya”

“aigoo.. kau ini, tapi mengapa sebagai pelayan? kenapa tak ikut bekerja bersama yul saja diperusahaan appamu? atau mendirikan restoran”

“anniyo, aku ingin memulainya dari bawah saja, aku yakin suatu saat nanti aku akan sukses unnie! hwaiting!!” ucap yoona melayangkan kepalan tangannya ke udara

“nne, hwaiting yoong! aku bangga padamu” ucap tiffany mengusap usap kepala yoona

“gomawo… kalau begitu masuklah, kau terlihat lelah”

“nne.. tanganku pegal sekali, malam tadi taeyeon…” ucapan tiffany terhenti ketika melihat yoona memandangnya serius “ah anni.. bukan apa apa hahaha baiklah aku masuk dulu, tapi kau tak ingin ikut? sudah lama tak ke apartemenku”

“ah… kenapa tak dilanjutkan, aku jadi penasaran dan juga ingin merasakannya hehehe”

*pletakkk!* lagi lagi yoona mendapatkan jitakan pada kepalanya

“baboyaa.. kau pikir apa yang sudah kami lakukan! dasar byunt!!”

“hahaha…!! kkah masuklah, aku kapan kapan saja mengunjungimu, hari ini aku harus bekerja”

“begitu ya, yoong hwaiting!!! kapan kapan kita rayakan pekerjaanmu”

“nne.. aku yang akan mentraktir kalian nanti haha”

“dengan senang hati my baby” *cup* ucap tiffany sambil mengecup pipi yoona “kalau begtu aku masuk dulu ya, kau hati hati dijalan dan saat bekerja yoong” ucapnya kembali sambil memasuki lift

“aye aye kapten!!” ucap yoona mengangkat tangannya memberikan hormat, sambil tersenyum menatap tiffany. perlahan pintu lift pun tertutup

“fanny unnie, mianhae” ucap yoona meninggalkan apartemen

TBC

We Are Different part 1

PicsArt_01-10-10.39.52[1].jpg

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………..

Di sebuah rumah di sudut kota Newyork, seorang yeoja berambut pirang begitu sibuk memasukkan beberapa pakaiannya kedalam koper pink bertuliskan nama dirinya, Jessica Jung

*tuktuktuk* suara pintu kamarnya terdengar diketuk dari luar membuat yeoja itu menoleh kearah pintu

“masuklah” ucap jessica, tak berapa lama pintu kamarnya terbuka memperlihatkan sosok yeoja yang baru saja pulang dari sekolahnya

“eh?? are you seriously want to go?” ucap yeoja itu tampak terkejut dengan apa yang sedang dilakukan jessica

“yeah” jawab jessica singkat

“but why?”

“hmmm… aku tak bisa hidup seperti ini terus kryst”

“haruskah dengan pergi jauh? kau bisa mencari pria lain yang lebih baik disini, tak perlu pergi jauh”

” I can’t”

“why?”

“aku masih belum bisa melupakan rasa sakit ini, aku sedikit trauma”

“hmm… I see, baiklah jika kau ingin meninggalkan adikmu sendirian disini, pergilah cari kebahagaian yang baru”

“kryst…..”

“hahaha just kidding, you still my best sister” ucap krystal memeluk jessica

“tinggalah bersama mom and daddy jika kau kesepian disini”

“yaish… aku tidak mau, disana tidak bebas” ucap krystal mempoutkan bibirnya

“haha dasar bad girl, tapi kau harus berjanji padaku jaga dirimu baik baik, oke?”

“of course aku bisa menjaga diriku, seharusnya aku yang bilang itu padamu, kau lebih manja dariku”

*pletakkk* jessica menjitak kepala krystal begitu mendengar ejekkan adikknya itu

“tentu saja aku juga bisa menjaga diriku baik baik, ah aku harus segera bersiap siap.. pesawatku berangkat satu jam lagi” ucap jessica melihat jarum jam dan melepaskan jam tangannya, ia pun berdiri dan mengabil handuk untuk segera mandi

“pesawat? kemana kau akan pergi?” tanya krystal menghentikan langkah jessica

“seoul” ucap jessica sambil tersenyum, berbeda dengan krystal yang tampak terkejut mendengarnya

Sudah 2 bulan jessica menikmati rasa sakit hatinya karena mantan kekasih yang sudah berjanji akan menikahinya dalam waktu dekat itu. Tyler kwon, pria yang sangat dicintainya selama 2 tahun itu telah diam diam berselingkuh pada yeoja lain dan diketahui jessica saat mengunjungi apartemennya. Hal itu membuat hati jessica sangat terluka dan merasa trauma ,ia lebih sering mengurung diri didalam rumahnya selama 2 bulan itu.

…………………

Seoul

Didalam ruang makan sebuah mansion besar 3 orang penghuni mansion tersebut sedang menikmati makan siang bersama. Seorang namja paruh baya dan 2 orang yeoja kakak beradik itu tampak diam menikmati makan siang tanpa ada percakapan, terutama salah satu yeoja yang sedari awal terlihat malas bergabung diantara mereka.

“Karena kalian sudah berada disini, aku ingin memberitahukan pada kalian?” ucap namja itu memandang satu persatu yeoja dihadapannya itu

“Apa itu?”
tanya salah satu yeoja dihadapannya sementara yang satu hanya diam terlihat tak peduli

“Kau sudah saatnya bergabung di perusahaan” ucap namja itu

Pria paruh baya yang memiliki nama Mr lee adalah pemiliki salah satu perusahaan besar yang cukup sukses, namun sayang banyak sekali cara kotor yang ia lakukan didalam perusahaan tersebut. Mr lee adalah sosok yang sangat berbahaya dan licik, sehingga perusahaannya selalu lolos dari jerat hukum ataupun segala pemeriksaan – pemeriksaan. Perusahaan lain yang bekerjasama dengannya ibarat seekor mangsa jinak yang sangat mudah dimangsa oleh mr lee, dengan cepat perusahaan itu akan bangkrut dan seluruh asetnya berpindah pada mr lee.

Dua yeoja di hadapannya, kwon yuri dan kwon yoona merupakan kakak beradik yang menjadi putri angkatnya. Berawal dari mr lee yang bertemu dengan yuri saat melewati sebuah lapangan dan melihat yuri sedang berkelahi melawan 5 orang namja yang merupakan anak buah mr lee, saat itu salah satu dari anak buahnya tak sengaja menabrak yoona yang masih kecil saat sedang berjalan membuat yoona terjatuh dan terluka, yuri meminta pada namja itu untuk meminta maaf pada adiknya namun ia malah dilecehkan oleh namja itu. Ia pun semakin marah hingga akhirnya terjadi perkelahian. Mr lee melihat dengan cepat kelima namja itu terkapar tak berdaya karena yuri. Ia terus memperhatikan kedua yeoja itu hingga memasuki sebuah panti asuhan tak jauh dari lapangan itu.

Mr lee pun mengetahui jika kwon bersaudara itu merupakan anak yatim piatu. Beberapa hari kemudian ia mengunjungi panti asuhan itu tentu saja untuk mengadopsi, awalnya ia hanya meminta yuri untuk dijadikan putri angkatnya namun yuri tidak ingin menerima jika tanpa yoona. Mr lee pun menyetujuinya.

Mr lee sengaja memilih seorang yeoja yang akan dijadikan putrinya untuk taktik pada perusahaannya, yuri yang tampak cantik dan kuat telah menarik perhatiannya.

Setelah tinggal bersama ayah tirinya itu yuri selalu dilatih beberapa pelatihan yang dilakukan oleh pria, ia selalu diperlihatkan oleh mr lee bagaimana menjadi seseorang yang licik dan bahkan selalu diperlihatkan bagaimana pemilik perusahaan yang menjadi korban itu dibunuh dihadapannya hingga akhirnya yuri dan yoona mengetahui siapa mr lee. Mereka selalu berusaha kabur namun mr lee selalu mudah menangkap mereka kembali, hingga tubuh yuri memiliki banyak luka akibat dari hukuman. Mr lee bisa saja membunuh kedua kakak beradik itu karena bisa menjadi ancaman untuknya, namun ia tahu selama itu yuri tak pernah membocorkan pada siapapun.

Yuri adalah sosok yang tak banyak bicara, berbeda dengan dirinya yang sangat ceria saat masih hidup di panti asuhan dulu. Sementara yoona, mr lee tak pernah peduli terhadapnya, ia tahu yoona tak pernah menyukainya dan sangat jarang tinggal di rumah. Namun mr lee selalu tahu apa yang dilakukan kedua putri angkatnya itu karena ia memiliki banyak anak buah yang selalu membuntutinya. Ia bisa sewaktu waktu meminta pada anak buahnya untuk membunuh kedua kakak beradik itu jika membocorkan tentangnya pada polisi ataupun orang lain.

..

Yuri tampak terdiam mendengar apa yang dikatakan ayah tirinya itu, ia tahu jika itu akan diucapkannya

Sementara yoona menggenggam erat sendok dan garpu, ia tampak geram mendengar apa yang dikatakan mr lee, ingin rasanya ia membunuh namja dihadapannya itu

*brak!!* dengan keras yoona meletakkan sendok dan garpu yang dipegangnya, ia memandang tajam kedua mata yuri kemudian berdiri dan pergi meninggalkan ruangan tersebut

“Yoong…!!” teriak yuri memanggil adiknya itu, iapun ikut berdiri dan menyusul yoona

“Yoong… Kau mau kemana?”

“Pergi, aku muak! Kajja” ucap yoona

“Yoong” ucap yuri menahan tangan yoona membuat langkahnya terhenti

“Wae…? Cih, jadi kau menerimanya?”

“Ani, bukan begitu tapi…”

“Pergilah, sekarang kau sama saja seperti anjing anjing liar itu” ucap yoona terlihat kesal

“Yoong…”

*bukkk!!!* yoona memukul keras wajah yuri hingga terjatuh

“Jangan pernah memanggil namaku lagi, bilang pada tuan mu aku tak ingin berurusan dengannya lagi dan berhentilah memata mataiku, anggap saja aku tak pernah mengenal kalian” ucap yoona kemudian berlalu meninggalkan mansion besar itu

Mr lee tersenyum sinis melihat kedua kakak beradik itu ,ia mendengar apa yang diucapkan oleh yoona

“Obati lukamu lalu temui aku di ruanganku malam nanti” ucap mr lee berjalan kembali memasuki mansion

“Jangan melukainya” ucap yuri membuat langkah mr lee terhenti

“Jangan apa apakan yoona, aku tau dia pasti tak akan membocorkan semuanya.. Jadi jangan lukai dia, aku mohon” ucap yuri kembali memandang punggung mr lee

Mr lee tertawa kecil mendengarnya, tanpa menoleh ia kembali berjalan memasuki mansion itu

Setelah melihat ayah tirinya pergi, yuri berdiri dan membersihkan tanah tanah yang pada lengannya, ia mengusap bibirnya yang terasa perih akibat pukulan dari yoona

“Yul? Kau sedang apa? Omo, kau terluka” ucap seorang yeoja yang baru saja menghampirinya

“Eh kau, ada apa kemari pany-ah, kau tak bekerja?” ucap yuri menarik lengan tiffany menjauhi mansion

“Aku hanya bekerja setengah hari, sore ini aku harus menjemput sahabatku ke bandara tapi aku meminta izin pada bosku terlalu cepat jadi aku memutuskan untuk menemuimu, kau sudah makan siang yul?”

“Sudah baru saja ,kajja kita pergi dari sini, ayahku sedang berada disini” ucap yuri mengajak tiffany memasuki mobilnya, iapun membawa tiffany meninggalkan mansionnya

Yuri dan tiffany sudah lama bersahabat, mereka bertemu saat yuri menjadi siswa baru di sebuah sekolahan elite, ia melihat tiffany setiap hari selalu dibully oleh setiap siswa di sekolahnya karena merupakan siswa yang diterima karena beasiswa sosial, tiffany bukanlah seorang anak chaebol sehingga selalu mendapat bully.

Flashback

Di sebuah kantin sekolah, tiffany sedang duduk menikmati makan siangnya

*byurr!!!* segelas jus jeruk tumpah pada piring makanan tiffany

“Oopss sorry, aku sengaja melakukannya” ucap hyomin seorang putri dari pemilik salah satu perusahaan terbesar di seoul. Tak hanya memiliki paras yang sangat cantik, Kedua orang tuanya merupakan salah satu penyumbang terbesar di sekolah sehingga tak ada yang berani padanya.

Hyomin selalu membenci tiffany karena tak sedikit juga namja ataupun yeoja yang menyukai tiffany, bukan hanya memiliki paras cantik, senyum bulan sabit yang indah tiffany juga memiliki otak yang cerdas sehingga selalu mendapat peringkat pertama di kelas. Hyomin selalu menganggap tiffany adalah musuh terbesarnya.
“Gwaenchanna”
ucap tiffany mengambil piring itu dan berjalan meninggalkan hyomin cs’ yang tersenyum licik padanya hingga saat akan melangkahkan kaki ia menjulurkan kakinya membuat kaki tiffany tersandung dan terjatuh hingga alat makan yang dipegangnya berserakan

“Hahahahaha” tawa hyomin cs semakin meledak melihat itu

Tiffany menundukkan wajahnya melihat pakaiannya kotor terkena tumpahan makanan itu, ia mengepalkan kedua tangannya merasa sangat kesal, ini bukan pertama kalinya ia dipermalukan oleh hyomin namun semakin hari perbuatan hyomin padanya semakin parah.

Tiffany mengangkat wajahnya menatap kesal pada hyomin

“Mwo..? Apa yang kau lihat huh? Kau mulai berani padaku?” ucap hyomin menarik kerah seragam tiffany kemudian mendorongnya membuat tubuh tiffany mundur beberapa langkah, ia kehilangan keseimbangan hingga akan kembali terjatuh namun tubuh seseorang memeluknya dari belakang menahan tubuh tiffany

“Gwaenchanna?” tanya orang itu membuat tiffany segera membalikkan badannya, ia melihat sosok yang tak dikenalnya sedang menatapnya

Tiffany dan yuri memang belum saling mengenal, namun setelah beberapa bulan yuri bersekolah disana ia selalu memperhatikan tiffany

“Yah buat apa kau menahan sampah itu,  kau putri dari perusahaan mana? Jangan jangan kau sama sepertinya” tanya hyomin

“Kajja bersihkan pakaianmu” ucap yuri pada tiffany menghiraukan ucapan hyomin

“What?!” gumam hyomin terkejut karena ada yang berani mengabaikannya

Dengan kesal hyomin berjalan dan mendorong punggung yuri

“Yah! Aku sedang bertanya padamu bodoh!” teriak hyomin, para siswa yang berada disamping memperhatikan mereka

“Yoong, antar dia” ucap yuri pada yoona yang sedari tadi berada didekatnya, yoona pun mengajak tiffany

Yuri kembali membalikkan badannya ,dengan tenang ia berjalan menghampiri hyomin

Hyomin sedikit terkejut menatap wajah yuri, ia baru sadar jika paras yeoja dihadapannya itu terlihat tampan dimatanya

“Bourbound” ucap yuri

“Woah! Bourbound company!” ucap salah satu siswa yang mendengar, hyomin pun ikut terkejut mendengarnya

Hyomin tahu beberapa nama perusahaan terbesar di seoul termasuk bourbound Company yang terkenal sangat sukses itu.

Hyomin kembali terkejut saat wajah yuri semakin mendekati wajahnya hingga bibir yuri hanya berjarak 5 cm dari telinganya

“Jangan pernah mengganggunya lagi…” bisik yuri “atau perusahaan ayahmu akan hancur” lanjutnya kemudian membalikkan badannya berjalan meninggalkan kantin. Tentu saja yuri hanya berpura pura mengancamnya.

Hyomin membelalakkan kedua matanya, wajahnya menjadi pucat setelah mendengar yang dikatakan yuri. Ia tahu bourbound company memang perusahaan yang tak bisa diremehkan

“Kau kenapa?” tanya hyuna

“An.. Ani, kajja kita pergi” ucap hyomin buru buru meninggalkan kantin

Dan semenjak saat itu hyomin cs ataupun siswa lain tak pernah lagi berani mengganggu tiffany. Tiffany pun memiliki dua sahabat kakak beradik yang selalu berada disampingnya.

Flashback End

………..

Yuri dan tiffany telah sampai disebuah taman, begitu duduk tiffany membuka tas nya dan mengeluarkan kotak p3k kecil yang selalu ia bawa kemanapun

“Aigoo… Kau tak pernah berubah” ucap yuri tertawa kecil

“Diamlah..” ucap tiffany mulai mengobati luka pada sudut bibir yuri “kau dipukul ayahmu lagi? Kenapa dia selalu kasar padamu? Bahkan sampai kau dewasapun” ucap tiffany kembali

Yuri terdiam, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain melihat beberapa anak kecil yang sedang bermain di taman itu, yuri tersenyum miris karena melihat bayangan dirinya bersama yoona yang selalu menghabiskan masa kecil bersama di taman

“Bukan ayahku” ucap yuri, ia kembali memandang tiffany yang terlihat menaikkan sebelah alisnya “yoong”

“Huh yoong? Wae…? Kalian bertengkar?”

“Bahkan dia keluar dari rumah”

“Kabur maksudmu?” tanya tiffany

Yuri menundukkan kepalanya tak menjawab

“Wae…? Ada masalah apa dengan kalian? Akhir akhir ini memang ku lihat kalian tak sedekat dulu tapi aku kira itu hanya perasaanku lagipula kau tak pernah bercerita”

“Ya, dia memang sudah berubah tak seperti aku yang terus menjadi keledai bodoh ayahku” ucap yuri pelan

“Huh? Kau berkata apa?” tanya tiffany tak bisa mendengar jelas

“Yoong kabur karena aku menerima perintah orang itu untuk bergabung dengan perusahaannya”

“Ayahmu?”

*tukkk*

“Ayah tiri” ucap yuri sambil menjitak pelan kepala tiffany

“Arra… Sama saja” ucap tiffany mempoutkan bibirnya “tapi mengapa yoong marah? Bukankah itu bagus jika kau jadi penerus? Mungkin ayahmu sudah ingin beristirahat”

“Ayahku tetap menjadi pemimpin, aku hanya diminta untuk jadi umpannya”

“Umpan?”

“Kau tak akan mengerti” ucap yuri tertawa sambil mengacak acak rambut tiffany

“Yaish… Ara, aku memang tak pernah paham dunia seperti itu”

“Aku mengkhawatirkan yoong”

“Hmm… Tentu saja aku juga, kita akan mencarinya, dia bisa tinggal bersamaku nanti” ucap tiffany menggenggam erat tangan yuri

Yuri terdiam memandang kedua bola mata yeoja di hadapannya itu, tiffany memang selalu menjadi orang yang sangat berarti baginya selain yoona. Yuri hanya percaya pada 2 orang ini.

“Jangan sedih…” ucap tiffany memeluk yuri

*drrtttt drrrttt* ponsel didalam saku jaket yuri bergetar menerima panggilan, tiffany pun melepaskan pelukannya

“Yoboseyo”

“Noona, mr lee meminta anda menemuinya sekarang”

“Aku sedang bersama temanku, mungkin satu jam lagi aku menemuinya”

“Baiklah akan aku sampaikan”

“Nne, kamsahamnida” ucap yuri kemudian mematikan panggilannya

“Ayahmu?” tanya tiffany

Yuri hanya mengangkat kedua alis sambil meminum americano kopi favorit nya itu

“Dasar orang tua plinplan, padahal tadi dia meminta aku menemuinya malam nanti, ini masih pukul 2 sore” ucap yuri

“Hahaha kau lucu sekali aigoo… Orang tua memang suka begitu”

“Kau ke bandara bersama siapa?”

“Tentu saja sendiri”

“Kekasihmu tak mengantar? Apa perlu aku antar?”

“Dia masih sibuk, andwae kau temui saja ayahmu, nanti kau dipukul lagi”

“Yah, putuskan saja yeoja seperti itu apa tak ada yang lebih baik lagi huh? Mencari kekasih itu yang seperti aku”

“Yaish shirro, jangan menceramahiku kau sendiri tak pernah memiliki kekasih setelah putus dari vivian ,padahal itu saat masa sekolah”

“Hahaha apa boleh buat” ucap yuri “aku hanya mencintaimu” tambahnya dalam hati

“Kkah temui ayahmu, lagipula sahabatku sudah mau sampai”

“Baiklah, igo pakai mobilku biar aku jalan kaki saja”

“Andwae aku akan mengantarmu”

“Baiklah, kajja”

Tiffany pun mengantar yuri kembali ke mansion besar itu.ia menepikan mobilnya begitu sampai didepan mansion

“tak apa jika mobilmu aku pakai?”

“tentu saja, minhae tak bisa mengantarmu”

“gwaenchanna, kkah masuklah”

“hati hati dijalan” ucap yuri, iapun keluar dari mobil memasuki mansion

“jangan terluka lagi, aku mohon” ucap tiffany menatap punggung yuri yang semakin menjauh, iapun meninggalkan mansion itu

……..

“Hey buddy, mengapa wajahmu kusut sekali eoh?” tanya yeoja berperawakan tinggi menghampiri dan merangkul pundak yoona yang baru saja tiba di lapangan basket taman

“Moodku memang sedang buruk soo”

“Wae? Duduklah” ucap yeoja bernama choi sooyoung itu “oy! Belikan 2 minuman” ucapnya kembali pada temannya sambil memberikan beberapa lembar uang

“Aku kabur”

“Eh? Hahaha jangan bercanda” ucap sooyoung tak percaya karena melihat yoona tak membawa apa apa

“Bahkan aku sudah tak ingin menjadi bagian dari mereka” ucap yoona

“Tak biasanya idiot sepertimu bicara serius seperti ini hahaha” ucap sooyoung mengacak acak rambut sahabatnya itu

Yoona hanya terdiam menundukkan kepalanya membuat sooyoung ikut diam, kini ia tahu sahabatnya memang sedang tak bercanda

“Wae? Bukankah sangat enak hidup menjadi seorang anak dari pemilik perusahaan besar? Bahkan keluargamu lebih suskses dari keluargaku” ucap sooyoung

“Aku tak sepertimu”

“Kau masih membenci ayahmu? Seperti ayahku saja”

“Kalau begitu kita bertukar saja ,biar aku menjadi anak ayahmu agar sama sama membenci ayahku”

*pletakk!!*

“Baboyaaa! Tentu saja aku tak mau” ucap sooyoung menjitak kepala yoona

“Agar aku bisa menghancurkannya” ucap yoona pelan namun sooyoung masih dapat mendengarnya

“Hmm… Lalu yul?” tanya sooyoung

“Jangan pernah sebut nama dia lagi”

“Mwo? Kau juga kini membencinya? Wae…? Bukankah kalian sangat dekat, bahkan aku selalu iri melihatmu memiliki unnie yang sangat peduli pada adiknya, tak seperti si lee sunkyu pendek”

“Yah! Sunny unnie juga kakakmu”

“Tapi dia tak sebaik yul ,bahkan kami terlihat seperti orang asing”

“Itu karena sunny unnie sudah lama tinggal di USA, setelah pulang kalian pasti akan akrab”

“Molla, dia memang hari ini akan pulang ke seoul, tapi aku tak peduli padanya”

“Adik yang bodoh”

“Memangnya kau tidak? Kau sendiri sekrang membenci unnie mu”

“Soo, bagiamana perasaanmu jika sunny unnie diminta bergabung dengan perusahaan ayahmu?”

“Pertanyaanmu memang nyata, dia pulang karena akan meneruskan perusahaan appa, tentu saja aku bahagia”

“Wae?”

“Dulu appa memintaku yang meneruskan perusahaannya tapi dengan melihat pergaulanku yang selalu bersama orang orang idiot ini dia meragukanku hehehe aku memang tak pernah ingin terjun di dunia seperti itu”

“Begitu ya”

“Wae? Apa yul unnie diminta meneruskan perusahaan ayahmu?”

“sudahlah jangan bahas hal itu, aku muak”

“geurae… kajja kita makan saja, aku lapar” ucap sooyoung merangkul pundak mengajaknya mencari kedai makan

*sreeettt*

Seseorang baru saja memasukkan senapan jarak jauh miliknya kedalam tas setelah beberapa saat yang lalu membidik yoona, orang itu membuka ponselnya dan menghubungi tuannya

“yoboseyo mr lee”

“bagaimana?”

“dia tidak membocorkan ataupun membahasnya, dia mengatakan jika tak ingin membahas itu lagi pada temannya itu”

“hmm… pergilah dari situ, mulai sekarang jangan membuntutinya lagi”

“baik mr”

…………………

Jessica baru saja tiba di incheon airport setelah menempuh beberapa jam perjalanan dari USA. Setelah mengambil kopernya di bagasi, iapun berjalan ke pintu kedatangan dimana banyak sekali orang orang yang menunggu kedatangan orang yang tiba, jessica meneoleh kesana kemari sambil membaca setiap tulisan nama nama yang dipegang oleh orang orang yang akan menjemput, namun tak satupun jessica menemukan namanya

“Kemana dia?” ucap jessica, iapun membuka ponselnya

 “Yoboseyo..”

“Ah jessie, kau sudah sampai?”

“Yepp, kau jadi menjemputku?”

“Nne tentu saja, aku hampir sampai”

“Baiklah, aku tunggu di pintu kedatangan”

“Oke, kau memakai pakaian berwarna apa?”

“Kemeja putih, jeans hitam dan aku membawa koper berwarna pink”

“Baiklah”

*klik* jessica mematikan teleponnya, sambil memasukkan kembali ponselmya kedalam tas ia berjalan mencari tempat duduk yang kosong namun tak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang

*dukkk*

“Ah.. S..ssorry.. Aku sedang lengah” ucap jessica membangunkan yeoja yang terjatuh karena ditabraknya itu

“Yaish, kau buta ya!” ucap orang itu kesal dan menepis tangan jessica, ia pun berdiri

“Sudahlah unnie, dia sudah meminta maaf, kajja appa sudah menunggu”

Kedua yeoja berperawakan sangat tinggi dan pendek itupun meninggalkan jessica yang masih berdiri mematung karena perilaku orang itu padanya

“Kasar sekali, ah apa masyarakat disini memang seperti itu? Tapi dia tak seperti orang itu” ucap jessica, iapun mendapatkan tempat duduk dan menunggu temannya sambil memainkan game pada ponselnya

Tak berapa lama pandangan jessica tertuju pada sepasang sepatu berwarna pink tepat berada dihadapannya, iapun mengangkat wajahnya melihat pemiliki sepatu itu dan melihat sosok yeoja  sedang berdiri menatapnya

“Jessie? Jessica jung?” sapa  yeoja itu

“Ya, tiffany?” ucap jessica

“Kyaaaaaaa….!!” keduanya berteriak dan saling berpelukan merasa senang hingga tak menyadari beberapa orang memperhatikan mereka

“Akhirnya kita bertemu, woah kau lebih cantik dari yang aku lihat di profil pict mu” ucap tiffany tersenyum senang

“Dan senyummu memang benar benar cantik” ucap jessica ikut tersenyum senang

“Aigoo… Bahasa koreamu sangat lancar, kau pasti sangat pintar”

“Hahaha tentu saja, aku selalu meminta kedua orang tuaku berbicara korea jika mengobrol”

Jessica telah mengenal tiffany selama hampir 1 tahun, namun selama itu pula mereka belum pernah bertemu satu sama lain. Awalnya keduanya hanya berkenalan di dunia maya, saat itu jessica adalah penggemar SNSD girl group korea yang sangat terkenal di banyak negara termasuk di negaranya begitupun tiffany, keduanya selalu saling membalas komentar hingga akhirnya saling bertukar nomor.  Entah mengapa jessica merasa nyaman jika berbagi cerita pada tiffany, baginya tiffany selain menjadi pendengar yang baik juga selalu memberikan masukan masukan pada jessica. Saat jessica mengalami masalah dengan mantan kekasihnya tiffany yang selalu mensuportnya hingga membuat jessica berpikir untuk pergi ke seoul, awalnya tiffany melarangnya karena meskipun kedua orang tua jessica berasal dari seoul namun jessica belum pernah mengunjungi korea dan tak memiliki satupun saudara disana. Namun jessica memiliki sifat yang keras sehingga tiffany mengalah.

“Kajja ke apartemenku, aku sudah memesan beberapa makanan” ucap tiffany mengambil koper milik jessica

Jessica tersenyum menatap punggung tiffany yang berjalan didepannya

“Kau memang benar benar baik tiff, bahkan lebih baik dari semua temanku yang setiap hari selalu bertemu” ucap jessica dalam hati

Setelah menempuh 30 menit perjalan keduanya tiba di sebuah apartemen tepat dengan kedatangan pengirim makanan yang telah tiffany pesan

“Apa masih ada tempat yang kosong disini?”

“Emm.. Sepertinya masih ada beberapa di lantai lantai atas, wae?”

“Aku akan lama tinggal disini”

“Jadi kau memang benar benar akan memulai hidup yang baru?”

“Nne…”

“Kenapa tak tinggal bersamaku saja?”

“Baboyaa, aku tak ingin menyusahkanmu”

“Geurae… Tapi aku akan selalu ada untukmu honey”

“Aw cheesy..” 

“Hahahaha” keduanya tertawa dan memasuki apartemen milik tiffany

“Besok lagi saja mencarinya, malam ini kau menginaplah disini”

“Apa kekasihmu tak akan marah?”

“Tentu saja, lagipula aku selalu menceritakan tentangmu padanya, dan dia tahu jika kau akan mengunjungi seoul, kkah mandilah aku akan menyiapkan makan malam kita”

“Nne..” ucap jessica

Iapun membuka kopernya mengambil beberapa pakaian, kemudian memasuki kamar mandi

Sementara tiffany berjalan menuju ruang santai mengambil beberapa piring untuk acara makan malam bersama sahabatnya itu, ruangan ruangan di dalam apartemen tiffany memang sangat sederhana dan tidak dilengkapi ruang makan, hanya ada 1 kamar tidur ruang santai (ruang tv), kamar mandi dan dapur serta balkon.

*tit tit tit tit* *ceklek* pintu apartemen tiffany terbuka setelah terdengar bunyi pasword yang ditekan seseorang dari luar, sosok yeoja baru saja memasuki apartemennya, ia berjalan begitu cepat mencari tiffany

“Apa ini?!” ucap orang itu sedikit meninggikan suaranya saat melihat banyak makanan yang tertata

“Ah taeng, kau mengagetkanku saja, kajja bantu aku”

Yeoja itu bernama kim taeyeon kekasih tiffany, keduanya sudah menjadi sepasang kekasih selama 2 tahun. Taeyeon bekerja sebagai sersan di kepolisian pusat, taeyeon memiliki sifat yang dingin dan keras sangat berbanding terbalik dengan tiffany, saat bulan bulan pertama menjalin hubungan keduanya memang baik baik seperti halnya pasangan kekasih yang bahagia namun seiring berjalannya waktu setelah taeyeon diangkat menjadi sersan, sifatnya perlahan berubah terlebih ia begitu membenci keluarga yuri. Ia telah mengetahui kebusukan perusahaan mr lee dan selalu berusaha mencari bukti bukti kejahatan pada perusahaan itu meskipun kepala pusat telah menutup segala kasus yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.

Meskipun keduanya selalu berdebat tapi tiffany tetap mencintai taeyeon.

“Mana orang itu?!” tanya taeyeon masih terlihat kesal

“Orang itu?”

“Aku melihat mobil yuri dibawah, kau bersamanya kan?!” ucap taeyeon

“Ah.. Itu, yul tak ada disini aku yang memakai mobilnya”

“Wae? Kau pikir aku ini siapa bagimu? Mengapa kau tak memintaku mengirimkan mobil untukmu?”

“Kau tak ingat pagi tadi kau beberapa kali menolak teleponku? Sudahlah aku sedang tak ingin berdebat, aku memakai mobil yul untuk menjemput sahabatku jessica di bandara, kau baru pulang bekerja? Pasti belum makan, kajja kita makan malam bersama” ucap tiffany tersenyum memeluk lengan taeyeon namun saat itu keduanya melihat jessica sudah berdiri di depan pintu kamar mandi

“An…anyeong..” sapa jessica sedikit gugup, sebenarnya ia telah cukup lama berdiri disana dan melihat pertengkaran tiffany dan taeyeon, ia merasa bersalah pada tiffany

“Ah jessie kau sudah selesai, kemarilah ini kekasihku, bagaimana? Tampan kan?” ucap tiffany menarik jessica hingga berdiri di hadapan yeoja yang memakai seragam polisi tersebut

“Jessica jung imnida” ucap jessica membungkukkan badan kemudian mengulurkan tangannya

“Kim taeyeon imnida” ucap taeyeon membalas uluran tangan jessica

“Kajja kita makan, aku sudah lapar” ucap tiffany menarik tangan kedua yeoja itu

“Anni, aku ada pertemuan dengan ceo choi grup dan mungkin aku diundang makan malam disana aku harus segera pergi, aku kemari hanya ingin memastikan apa kau baik baik saja” ucap taeyeon kini nada bicaranya merendah

“Begitu ya, sayang sekali tapi nanti kau jangan lupa untuk makan ya” ucap tiffany

“Nne, aku pergi dulu ,mian sudah marah padamu” ucap taeyeon

“Gwaenchanna, kau hanya kelelahan” ucap tiffany tersenyum dan memeluk taeyeon

*cupp* tiffany mencium singkat bibir taeyeon, kemudian yeoja itu pun pergi meninggalkan apartemen tiffany

“Aku melihat semuanya tadi” ucap jessica menatap tiffany yang baru saja mengantar taeyeon ke depan pintu

“Jinjja? Ah ottokhae, aku jadi malu hehehe mianhae, seperti yang pernah aku ceritakan padamu, kami memang selalu bertengkar”

“Justru aku yang minta maaf, ini karenaku”

“Anniyo, taeng marah karena cemburu pada yul”

“Yul? Nugu? Kau belum pernah menceritakan tentang orang itu padaku”

“Itu karena waktu bicaraku lebih sedikit dibanding mendengarkan jutaan ceritamu jessie 😒

“Hehehe mianhae, so let’s talk about him right now, n.o.w!” ucap jessica sambil menyuapkan beberapa makanan pada mulutnya begitupun tiffany

“Her not him”

“A woman again?” ucap jessica

Jessica memang merasa heran pada tiffany, saat mengetahui jika kekasih tiffany seorang yeoja awalnya jessica merasa terkejut tak menyangka, di daerah tempat tinggalnya hal itu memang sudah biasa namun jessica tak pernah menyangka jika sahabatnya juga seperti itu, namun akhirnya ia bisa menerimanya karena jessica tahu cinta memang tak mengenal gender. Dan jessica tahu tiffany sangat mencintai taeyeon.

“Dia sahabat dekatku, dia juga pahlawanku”

“She must be important for you”

“Tentu saja she is everything”

“Kau tak sedang berselingkuh padanya kan?” tanya jessica memicingkan kedua matanya

“Anniyo, dia itu sahabatku bahkan aku sudah menganggapnya sudara”

“Tapi mengapa kekasihmu sangat cemburu padanya?”

“Entahlah, taeyeon juga sangat membenci keluarganya, dia selalu bilang jika yuri sangat berbahaya”

“Maybe she is mafia”

“Aku sudah mengenalnya selama 6 tahun jessie”

“Berarti kekasihmu saja yang terlalu over”

“Begitulah…”

“Kekasih yul juga pasti akan cemburu padamu”

“Hahaha baboya, dia tak pernah memiliki kekasih, terakhir putus dengan kekasihnya saat lulus sekolah”

“Maybe she love you” ucap jessica

Tiffany langsung terdiam mendengarnya, raut wajahnya tampak berubah

“Anni.. Tidak mungkin” ucap tiffany pelan

“Huh? Kau berkata apa?”

“Anniyo, sudah malam kajja kita tidur kau pasti kelelahan” ucap tiffany

Keduanya berbaring diatas tempat tidur, tiffany langsung tertidur pulas karena merasa lelah sementara kedua mata jessica masih terjaga menatap langit langit kamar

“Ini akan menjadi awal dari kehidupanku yang baru, semoga kebahagiaanku kembali, thanks god telah mengirim orang yang sangat baik padaku, semoga aku akan selalu bertemu orang orang yang baik lagi” ucap jessica tersenyum menatap wajah tidur tiffany

Iapun memejamkan kedua matanya

………………..

“Ini kuncinya, silahkan..” ucap seorang resepsionis hotel memebrikan sebuah kunci pada yoona

Yoona telah memesan kamar hotel untuk ditinggalinya selama beberapa hari

Setelah memasuki kamar hotel ia meletakkan ransel barunya yang berisi beberapa baju baru

Ia duduk diatas tempat tidur melepaskan jaketnya dan mengeluarkan kartu kredit milik sahabatnya, sooyoung

“Kau akan tinggal dimana?” tanya sooyoung

“Molla”

“Mianhae untuk sekarang ini aku tak bisa mengajakmu ke rumahku, hari ini unnieku datang jadi akan ada pesta penyambutan di rumahku”

“Gwaenchanna”

“Igo, pesanlah hotel dan belilah beberapa pakaian” ucap sooyoung memberikan kartu kredit miliknya pada yoona “kau ini bodoh sekali kabur tak membawa apa apa” tambahnya

“Kau sendiri tau aku tak pernah memakai uang ayahku”

“Setidaknya kau bawa pakaian pakaianmu, babo”

“Hehehe benar juga”

“Aku harus segera ke bandara, unnieku sebentar lagi sampai” ucap sooyoung segera berdiri namun saat hendak melangkahkan kakinya tangan yoona menahannya

“Gomawo..” ucap yoona

“Nne, pergilah berbelanja” ucap sooyoung menepuk nepuk kedua pundak yoona

Sooyoung memang sudah mengetahui luar dalam diri yoona, meskipun pergaulan keduanya tampak nakal namun sooyoung memiliki kecerdasan dan bisa menempatkan dirinya dalam situasi apapun termasuk tentang dunia perusahaan, hanya saja ia tak pernah ingin ikut campur. Dan baginya yoona adalah adik yang selalu ingin ia lindungi. Mengingat yoona pernah menolong nyawanya

Yoona tersenyum menatap kartu kredit itu ,iapun membuka ponselnya menghubungi sooyoung

“Wae?”

“Aku sudah memesan hotel dan membeli beberapa pakaian”

“Baguslah”

“Kau sedang dalam pesta? Bagaimana disana?”

“Membosankan, ayahmu dan yul unnie juga berada disini”

“Mereka diundang? Bukankah ayahmu sangat membenci orang itu?”

“Hanya menghargai para ceo”

“Apa unnie mu terlihat cantik?”

“Hah.. Pendeknya masih tetap sama, tapi dia sedang dalam mood yang buruk hari ini”

“Hahaha wae…?”

“Saat tiba di bandara dia tertabrak seorang yeoja hingga terpental dan jatuh”

“Omo, hahaha”

“Kau tau, yeoja yang menabraknya sangatlah cantik! Sampai aku lupa membangunkan unnieku”

“Yaish… Kau ini, bora mau kau kemanakan huh? Lalu siapa nama yeoja itu?”

 “Bodohnya aku lupa mengajaknya berkenalan”

“Hahaha sudah kuduga”

“Aku dipanggil ayahku, sudah dulu ya kau mandi sana”

“Hahaha geurae unnie.. Gomawo..”

“Nne.. Hubungi aku jika terjadi apa apa”

“Sarangahe unnie”

“Yaish…!!” *klik* sooyoung mematikan telponnya sementara yoona tertawa terbahak bahak

Ia tersenyum menatap langit langit

“Hemm… Sepertinya aku harus memiliki kekasih, tapi aku masih belum bisa melupakannya” ucap yoona

Perlahan mata yoona pun tertutup dan melanjutkan petualangannya di dunia mimpi mencari sosok yeoja yang selalu hadir disana, yeoja yang selama 6 tahun dicintainya itu

…….

“Huh? Ini pesta besar ternyata, aku kira hanya makan malam biasa” ucap taeyeon saat melihat beberapa mobil mewah berjejer rapi basemant mansion

Taeyeon pun memarkirkan mobilnya, ia berjalan dan disambut para pelayan. malam ini ia diundangnya dalam acara penyambutan kedatangan putri tuan choi dari USA tersebut, taeyeon sangat dekat dengan tuan choi semenjak dimintanya untuk menyelidik tentang perusahaan bourbound.

“Ah sersan kemarilah bergabung” ucap tuan choi yang sedang berkumpul bersama beberapa pengusaha lain

Saat berjalan taeyeon menjadi pusat perhatian para pengusaha yang berada dalam pesta tersebut

“Mianhae aku sedikit terlambat” ucap taeyeon membungkukan badannya dan menyapa para pengusaha yang sedang berkumpul dengan tuan choi itu, namun saat itu pandangannya berhenti pada sosok yang ikut bergabung dalam perjamuan itu, keduanya tampak terdiam saling memandang

Raut wajah taeyeon berubah dan menatap tajam pada yeoja itu, sementara yeoja yang ditatapnya tersenyum menyapanya membuat taeyeon langsung membuang muka merasa tak suka bahkan kesal

“Ambillah beberapa makanan, kau pasti baru pulang bertugas sampai tak sempat mengganti pakaianmu” ucap tuan choi

“Ah nne tuan” ucap taeyeon iapun berjalan menuju stand makanan yang sudah disediakan

Namun saat akan mengambil minuman ia menghentikan langkahnya saat melihat yeoja yang ditemuinya tadi sudah berdiri dihadapannya sedang tersenyum menatap taeyeon

page.jpg

“Sudah lama tak bertemu” ucap yeoja itu

“Apa maumu, kwon yuri” ucap taeyeon

“Jangan salah paham, aku hanya ingin menyapamu, ternyata kau masih membenciku, tidak bisakah kita berteman? Kau ini kekasih sahabatku”

“Cih, aku tak memiliki teman seorang pengusaha kotor sepertimu, tak akan pernah” ucap taeyeon, iapun melangkahkan kakinya mendekati yuri “aku akan segera mengungkap segala kebusukan perusahaanmu, jadi bersiap siaplah untuk hancur dan kau tak akan mengganggu kekasihku lagi” bisik taeyeon

Yuri membelalakkan kedua matanya terkejut mendengar itu

Taeyeon pun berjalan meninggalkan yuri yang masih berdiri mematung sambil tersenyum smirk

Keringat dingin mulai keluar dari pelipis yuri, ia masih berdiri terdiam namun matanya mulai melirik tertuju pada sosok yang sedang berdiri mengamati tak jauh darinya, yuri melihat orang itu mulai berbicara pada headset yang terpasang pada telinganya

Yuripun memejamkan kedua matanya, mulai berkonsentrasi mempertajam pendengarannya

“Ada yang mencurigakan dari sosok yeoja yang diundang oleh tuan choi, ia terdengar baru saja mengancam noona, beritahu yang lain dan mr lee, dia memakai seragam polisi”

Yuri membuka kembali kedua matanya, ia mulai menoleh ke segala arah memperhatikan satu persatu anak buah ayahnya mulai bergerak mencari sosok taeyeon

Ia mengambil minuman jus dan kembali berkumpul bersama tamu lainnya namun saat itu ia tersandung dan kehilangan keseimbangan

*byurrr!!* gelas berisi jus yang digenggamnya pun tumpah mengenai punggung seseorang yang mengenakan pakaian seragam kepolisian, taeyeon

Orang orang disekitar terkejut melihatnya namun akhirmya mereka tertawa melihat tingkah yuri

“Ah mianhae.. Aku kesulitan memakai dress ini jadi tersandung, mianhae.. Ah.. Ottokhae..” ucap yuri terlihat panik lalu mengambil beberapa tissue membersihkan noda jus yang tertempel pada seragam taeyeon

“Aigoo… Wanita cantik ini lucu sekali hahaha” ucap orang orang

“Gwaenchanna” ucap taeyeon dengan kesal segera menepis tangan yuri

“Hahaha.. Kau gantilah pakaian sersan, youngie-yaa berikan pakaian untuknya, kkah antar dia ke kamarmu”

“Nne appa”

Yuri melihat taeyeon memasuki lift dan menghilang dari pesta

“Hufffttt….” yuri membuang nafasnya saat melihat beberapa anak buah ayahnya masih kesana kemari kesulitan mencari taeyeon

Beruntung pesta itu sangat besar dengan cahaya yang redup hingga orang orang tak begitu memperhatikan para tamu lain
“Baboyaa, seragammu itu membuat orang orang disini tampak gelisah, kau tak sadar jika mereka sewaktu waktu bisa membunuhmu, disini tak hanya ayahku yang seorang iblis” ucap yuri dalam hati memandang datu persatu para pengusaha yang menjadi tamu
TBC

Setelah dibaca ternyata trailer percakapan jungsisnya beda, yaudah yg penting intinya sama hehe

Second Chance END

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………….


Nungguin ya??

Hehe 😁😁

Second Change part 18

picsart_09-15-12.37.07.jpg

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

…………………………………………

Soshi university

Yoona dan irene baru saja tiba di kampusnya

“unnie, semalam kau kemana saja? sakit appa bertambah parah” ucap yeri begitu melihat yoona langsung berlari menghampirinya

Yoona menghentikan langkahnya, ia melihat irene manatapnya heran

“kau duluan saja, aku akan berbicara dengan adikku sebentar” ucap yoona

“oke” jawab irene, iapun berjalan meninggalkan yoona dan yeri

“semalam aku menginap di rumah irene, ada tugas penting yang harus dikerjakan yeri-ah”

“oh.. begitu, tapi apa hari ini unnie akan pulang?”

“sepertinya beberapa hari kedepan aku tak bisa pulang”

“wae…? sebegitu sulit dan penting kah tugas kuliah unnie? appa sedang membutuhkanmu”

“begitulah, hmm.. appamu seorang dokter yeri-ah dan besok pasti akan segera sembuh”

“nne.. tapi setidaknya jenguklah appa, yah! dia juga appamu, babo!”

“sudahlah, ada yang perlu dibahas lagi? aku harus segera masuk”

“anni… setelah selesai kuliah nanti pulanglah…” ucap yeri

“hhm… sampai ketemu nanti” ucap yoona berjalan meninggalkan adiknya itu

“Yeri-yaa!!” teriak seorang yeoja

“Hey joy!!” ucap yeri melambaikan tangannya pada yeoja bernama joy itu

 

Yoona melanjutkan berjalan menuju kelasnya sendirian, namun pada saat melewati koridor tanpa sengaja ia berpapasan dengan krystal yang sedang berlari melewatinya, keduanya saling bertatapan sejenak hingga yoona mengalihkan pandangannya ke arah lain dan melanjutkan berjalan

“Apa dia masih marah padaku gara gara hal itu? Ah mengapa aku memikirkannya, setidaknya dia jadi tak menggangguku lagi” gumam krystal dalam hati kemudian melanjutkan tujuannya

“Daddy!!” teriak krystal kembali menghampiri yuri yang masih berdiri didepan kampus

“Hey… Bisa bisanya kau melupakan dompetmu”

“Hehehe bukan lupa, tapi tak sengaja terjatuh, mian membuat daddy memutar arah lagi”

“It’s okay… Lagipula tak terlalu jauh, kkah masuklah.. Belajar yang rajin ya baby agar seperti daddy”

“Shiro.. Aku tak mau sepertimu yang selalu sibuk, aku ingin menjadi seorang penyanyi” ucap krystal memberikan merong pada yuri

“Hmm… Baiklah, asal kau tak melupakan daddy setelah terkenal nanti” 

“Tentu saja tidak, aku lebih baik tak memiliki kekasih daripada melupakanmu aku harus segera pergi, bye dad…” ucap krystal melambaikan tangannya kemudian berlalu setelah melihat yuri membalasnya

Yuri masih berdiri terdiam menatap gedung kampus itu kemudian ia menoleh ke segala arah seperti mencari seseorang namun ia tak berhasil melihat orang itu, yuri pun membuka ponselnya

“Kuliah yang rajin, hwaiting ^^” ketik yuri pada pesan lalu ia kirimkan pada kontak nomor seseorang dalam ponselnya

“Yoong?” sapa seseorang membuat yoona mengalihkan pandangannya

“Hyunie” jawabnya

“Apa aku tak salah lihat? Tumben sekali kau berada di perpustakaan” ucap seohyun kemudian duduk disamping yoona

“Hmmm…” gumam yoona hanya mengangguk

“Tadi hara dan irene mencarimu, kenapa kau sendirian?”

“Entahlah, aku sedang ingin menyendiri”

“Perasaanmu sedang tak baik yoong?”

“Begitulah..”

“Kau bisa menceritakannya padaku” ucap seohyun, yoona kembali terdiam menatapnya

……….



Seperti biasanya setiap pagi setiba di kantornya yuri mengunjungi restoran milik jessica untuk membeli kopi kesukaannya terlebih ada seseorang yang selalu ingin dilihatnya

*cringcringg* suara bel pintu restoran berbunyi begitu seseorang membukanya

“Selamat pagi yuri-shi, 1 cup americano?” sapa sooyoung begitu melihat yuri masuk

“Yupp… Hehehe” jawab yuri

Yuri menolehkan kepalanya ke segala arah mencari sosok yang selalu dirindukannya, jessica jung

Namun sosok itu tak dilihatnya, hingga sooyoung telah kembali menghampirinya sambil membawa pesanan yuri

“Youngie-ah kemana jessica?” tanya yuri

“Hari ini sica tidak bisa datang yuri-shi” jawab sooyoung

“Eh? Wae…? Apa dia sibuk?”

“Anni… Tadi pagi sahabatnya menelpon dan memberitahukan jika sica sedang sakit”

“Sakit?” ucap yuri terkejut

“Nne…”

“Ternyata kau disini yuri-shi, kajja kau sudah ditunggu karyawan lain untuk rapat kantor” ucap victoria yang baru saja memasuki restoran

“Ah, nne… Kalau begitu aku pergi ke kantor dulu, bye youngie-ah” pamit yuri pada sooyoung kemudian berlalu menuju kantornya bersama victoria

“Apa jadwalku hari ini padat vic?” tanya yuri

“Nne.. Hari senin akan selalu padat dan lembur yuri-shi”

Yuri terdiam menatap ponselnya ,pikirannya merasa tak tenang saat mengetahui jessica sedang sakit namu  sayangnya ia belum bisa melakukan apa apa karena pekerjaannya

“Sica-yaa ku dengar kau sedang sakit, benarkah? Apa kau sarapan dengan baik?” *send* ketik yuri pada sms untuk dikirimnya pada jessica

“Yuri-shi, bisa kita mulai?” ucap victoria setelah keduanya berada di ruang rapat bersama karyawan lainnya

“Ah.. Nn.. Nnne, mian” ucap yuri, iapun memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya

….

“Taeng sakitmu semakin parah, apa sebaiknya kau dirawat saja?” ucap tiffany mengusap usap rambut taeyeon, wajahnya terlihat khawatir melihat wajah taeyeon yang begitu pucat

“Gwaenchanna… Apa yoong sudah bisa dihubungi pany-ah?” ucap taeyeon dengan suara lemahnya

“Masih tak bisa dihubungi taeng, tapi irene teman satu kelasnya di kampus sudah memberi tahu jika yoong bermalam di rumahnya tadi malam dan mereka tengah bersama sekarang di kampus”

“Hmm… Ini salahku” ucap taeyeon kembali menitikkan air mata

Pikirannya kembali memikirkan kejadian kemarin

Flashback

Menjelang siang taeyeon terbangun dari tidurnya, ia merasakan haus namun saat menoleh gelas yang ditaruh disampingnya telah kosong

“Haaah… Ada apa denganku, mengapa lemah begini” ucap taeyeon saat berusaha terbangun

*tingtong* tiba tiba bel rumahnya berbunyi

“Yoong…” Panggil taeyeon, namun suaranya yang parau tak bisa membuat yoona mendengarnya

*tingtong* suara bel pintu rumahnya kembali berbunyi

Dengan sekuat tenaga taeyeon bangun dan berjalan untuk membukakan pintu rumahnya

“Nne.. Chankkaman” ucap taeyeon

*ceklek* taeyeonpun berhasil membuka pintu rumahnya

“Hai, taeng” ucap seorang yeoja menyapa taeyeon

“Sica?” ucap taeyeon sedikit terkejut

“apa aku menganggu?”

“aniyo.. masuklah” ucap taeyeon

“eh? mengapa rumahmu sangat sepi taeng?”

“fany dan yerim sedang pergi ke busan mengunjungi rumah halmoni, duduklah”

“ah… begitu..”

“well… ada apa sica? tumben sekali kau kemari” ucap taeyeon sambil menghidangkan minuman untuk jessica, ia berusaha menguatkan tubuhnya yang masih terasa lemah itu ia bersyukur jessica tak mengetahui keadaannya, taeyeon pun duduk di dekat jessica

“aku… ingin menebus semua kesalahanku taeng”

“maksudmu?”

“aku ingin bertemu dengan anak kandungku, ini memang sudah terlambat, tapi mulai sekarang aku akan mencoba menjadi ibu yang baik untuknya, tapi… apa benar kau telah merawatnya sampai sekarang?”

“hmm… kau tenang saja, dia hidup dengan baik disini sica”

“benarkah?” ucap jessica dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya itu “mianhae..” ucapnya kembali

“gwaenchanna… dia sudah melekat di keluarga ini”

“apa aku bisa melihatnya?”

“nne… bahkan kau sudah bertemu dengannya, sica” ucap taeyeon

Sementara jessica menatapnya heran

“dia berada di kamarnya, sepertinya masih tertidur. kau bisa melihatnya sica” ucap taeyeon kembali sambil menatap tangga

Jessica pun ikut melihat kearah tangga, ia kembali menatap taeyeon dan melihat yeoja dihadapannya itu mengangguk. jessica pun berdiri dan mulai berjalan menaiki tangga rumah taeyeon, begitu sampai diatas ia terlihat bingung ketika melihat ada dua kamar

“sebelah kananmu” ucap taeyeon kembali dari bawah

Jessica kembali berjalan kearah kamar yang ditunjukkan taeyeon, dengan hati berdebar perlahan ia membuka pintu kamar itu dan melihat sosok yeoja yang sedang terbaring dibawah selimut putihnya

*deg deg deg* detak jantungnya semakin berdetak cepat seiring jaraknya yang semakin mendekat, kini jessica sudah berada dihadapan putri kandungnya. ia melihat wajah putrinya tertutup selimut, setelah duduk disampingnya perlahan ia mengangkat tangannya memegang selimut itu dan mulai membukanya untuk melihat wajah putrinya itu

*degdegdeg* jessica sangat terkejut begitu selimut itu dibukanya dan melihat wajah yang dikenalnya berada dihadapannya, ia tak menyangka jika putri kandungnya selama ini adalah sosok yang baru saja kenal dan dekat dengannya itu, Im yoona

“y…yy..yyoong” ucap jessica terbata dengan air mata yang kembali mengalir

Merasa ada yang mengusiknya yoonapun perlahan membuka kedua matanya, ia melihat sosok yeoja tengah duduk dihadapannya sedang menatapnya, perlahan pandangannya semakin jelas dan yoona terkejut saat melihat jessica berada didekatnya

“sica unnie?” ucap yoona langsung terbangun dan duduk diatas tempat tidurnya

Saat itu juga jessica langsung memeluknya erat sambil menangis

“yyoong…” ucap jessica dalam tangisnya

“sica unnie kenapa? mengapa berada disini dan tau rumahku?”

“mianhae… jeongmal mianhae…” ucap jessica semakin mengeratkan pelukannya

Yoona merasa heran dan tak mengerti, ia melihat taeyeon baru saja tiba dan berdiri di depan pintu kamarnya, tiba tiba yoona teringat dengan gambaran gambaran masa kecilnya dengan posisi yang sama

“appa, mengapa kita kemali? ini lumah siapa?” tanya yoona yang sudah digendong taeyeon menuju rumah yang terlihat asing baginya

“kryst…” ucap sosok yeoja yang baru saja membukakan pintu begitu melihat taeyeon dan yoona

“duduklah disini dan tunggu sebentar, appa akan berbicara sebentar dengannya” ucap taeyeon setelah mendudukkan yoona diatas kursi ruang tamu

Yoona hanya mengangguk, ia melihat taeyeon dan yeoja itu berjalan menjauhinya dan berapa lama ia melihat appa nya kembali berjalan menghampirinya bersama yeoja itu

“appa, nugu?” tanya yoona melihat yeoja asing dihadapannya

“dia… ibumu” ucap taeyeon

“anniyo… dia bukan eomma” ucap yoona

“dia ibumu sayang, mulai sekarang yoong akan tinggal bersamanya”

“belsama appa & eomma juga?”

“anni.. hanya yoong”

“shillo.. yoong ingin belsama appa, eomma dan yeli..!!” ucap yoona mulai menangis

Setelah beberapa hari tinggal bersama jessica yoona masih mearasa asing dan selalu menolak apapun yang diberikan oleh jessica

“yoong.. mommy membawakan ddeokbokki dan es krim, katanya ini kesukaanmu” ucap jessica girang begitu memasuki kamar yang ditempati yoona

“shilo…”

“why..? bukankah yoong suka?”

“yoong ingn appa eomma dan yelim” ucap yoona kembali menangis

setiap hari yoona terus menagis dan menolak untuk makan hingga akhirnya jessica merasa tak tega dan mengembalikan yoona pada taeyeon

Flashback End

“mom…my..” ucap  terbata, kini ia telah mengingat semuanya

Jessica melepaskan pelukannya begitu mendengar yoona

“nne… ini mommy kandungmu yoong, mianhae telah meninggalkanmu selama ini” ucap jessica dalam tangisnya

Perlahan air mata yoona pun luruh, ia masih tak percaya jika selama ini taeyeon dan tiffany bukanlah orang tua kandungnya dan lebih mengejutkannya lagi jessica jung yang merupakan orang tuanya.  pandangan yoona kembali tertuju menatap taeyeon yang masih menatapnya dengan kedua air matanya yang telah mengalir, saat itu pula emosi yoona kembali, ia terbangun melepaskan pelukan jessica

“apa lagi ini? apa lagi yang kalian sembunyikan? huh?” ucap yoona namun ia melihat taeyeon terdiam dan jessica yang masih menangis

“katakan ini hanya lelucon!” ucap yoona kembali, ia mengambil tasnya dan berlari meninggalkan kamarnya

“yoong…!!” teriak jessica dan taeyeon

Jessica segera berlari menyusul yoona

“yoong… mianhae… jebal” ucap jessica mencoba menghentikan langkah kaki yoona namun yoona masih terdiam tak menghiraukannya hingga memasuki mobil dan meninggalkan rumahnya

Flashback End

“ini bukan salahmu taeng, berhetilah menyalahkan dirimu, itu akan memperburuk kesehatanmu honey” ucap tiffany tersenyum dan buru buru menghapus air matanya yang mulai mengalir itu beruntung taeyeon tak melihatnya, tiffany juga merasakan sakit melihat taeyeon begitu menderita

“aku harus bagaimana fany-ah” ucap taeyeon

“yang terpenting kau harus segera sehat kembali taeng, lalu kita selesaikan ini bersama” ucap tiffany

Taeyeon kembali menatap tiffany, ia mulai tersenyum merasakan sedikit tenang karena tiffany selalu menghangatkan suasana hatinya itu

……

Soshi University

“hmm…. jadi kau sedang memiliki masalah dengan keluarga lalu kau kabur yoong”

“begitulah, lagipula mereka bukan keluargaku”

“jangan berkata seperti itu, ku lihat keluarga kalian begitu hangat sangat berkunjung ke rumahmu yoong bahkan aku selalu merasa iri dengan kedua orang tuaku yang selalu sibuk dengan pekerjaannya”

“pada akhirnya itu hanya sebuah kebohongan”

“aku memang tak tahu detail masalahmu karena kamu tak ingin menceritakannya, tapi aku hanya ingin mengingatkanmu, tak ada tempat sebaik rumah yoong”

“aku tau, aku hanya sedang ingin menyendiri hyunie”

“baiklah… aku mengerti perasaanmu, lalu nanti malam dan selama kabur nanti kau akan tinggal dimana?”

“hotel mungkin”

“lebih baik kau simpan uangmu, rumahku akan terbuka untukmu yoong” ucap seohyun tersenyum sambil memegang kedua pundak yoona

“hyunie..” ucap yoona menatap seohyun

“kau bisa tinggal di rumahku, lagipula kedua orang tuaku masih berada di jerman”

“gg.. gomawo.. hyunie” 

“never mind, lagipula kau sahabat terbaik yang selalu menghiburku” ucap seohyun memeluk yoona tanpa menyedari air mata yoona telah mengalir

………….

Yuri melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 3 sore, ia kembali menatap ponselnya, wajahnya terlihat gelisah karena pesan yang dikirimkan pada jessica tak kunjung mendapat balasan begitupun yuri telah mencoba beberapa kali menelponnya namun tak pernah diangkat

“sica-ya.. gwaenchanna?” gumam yuri

……..

Jam mata kuliah telah berakhir, krystal dan seulgi segera membereskan alat tulisnya begitu melihat dosen keluar kelas

“kryst apa kau sudah meminta maaf pada yoong unnie?”

“minta maaf? untuk apa aku meminta maaf padanya” ucap krystal tertawa sinis

“tapi apa kau tak merasa jika yang kau lakukan malam itu terlalu kejam?”

Krystal terdiam mengingat kembali kejadian malam itu di pesta penutupan ospek

Flashaback

Krystal merasa kesal setelah melihat yoona menggodanya namun langsung berpaling pada perempuan lain yang pernah dilihatnya di kampus, ia merasa telah dipermainkan oleh yoona. krystal pun berjalan meninggalkan mereka mencari tempat lain, tak berapa lama seulgi bersama kedua sunbae nya menghampiri krystal namun lagi lagi krystal merasakan kesal saat mereka menyebutkan nama yoona hingga ia memilih meninggalkan kedua sunbaenya itu mengajak seulgi ke mencari tempat lain

“kryst mengapa kita meningglakan mereka?”

“mereka menyebalkan, wae…? kau ingin bersama mereka? kkah pergilah” ucap krystal kesal

“anniyo…”

“nne kau bergabunglah bersama mereka biarkan krystal bersamaku, lagipula ia terlihat kesal” ucap amber yang tiba tiba sudah berada disamping krystal dan merangkulnya

Namun seseorang mendorongnya dari belakang

“yah! apa yang kau lakukan?! jangan pernah menyentuhnya!” ucap seseorang itu membuat amber dan krystal menoleh menatapnya, ia melihat yoona sudah berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya

“hey…  whats up bro? apa masalahmu huh?” ucap amber

“jangan pernah menyentuhnya, aku tau kau sedang merencanakan sesuatu!” ucap yoona penuh emosi hendak memukul amber namun beruntung irene dan hara datang tepat waktu dan langsung menahan yoona sebelum erjadi keributan

“yoongi-ah tahan emosimu” ucap irene

“nne, ini bukan tempat yang tepat” tambah hara

“hahaha kalian ini lucu sekali hahaha, sungguh hiburan yang menarik” ucap amber menepukkan kedua tangannya

“kau tak perlu mengurusku yoong, kau cukup mengurus yeoja yeoja mu” ucap amber kembali membuat yoona semakin emosi

“kurang ajar!” ucap yoona berhasil melepaskan genggaman tangan irene dan hara, iapun segera menghapiri amber hendak menghajarnya, yoona berhasil mendorong amber hingga terjatuh

*plak!!!!*

orang orang disekitar itu terdiam begitu krystal dengan keras menampar pipi yoona

“yah mengapa kau menamparku? harusnya dia” ucap yoona pada krystal

“what? that’s your fault!”

“tapi dia telah merencakan hal jahat padamu kryst”

“sudah ku bilang jangan pernah mengganggu dan mencampuri urusanku! kau bukan siapa siapa bagiku” bentak krystal, ia segera membangunkan amber dan berjalan meninggalkan yoona dan teman teman tanpa menyadari amber tersenyum licik menatap yoona

Flashback End

“dia memang pantas mendapatkannya, bahkan tadi pagi saat bertemu dengannya pun dia tak ingin menatapku”

“jinjja? mungkin dia marah padamu”

“I don’t care, itu tandanya aku tak akan pernah diganggunya lagi”

“tapi dia sangat baik dan peduli padamu kryst” ucap seulgi

Krystal terdiam memikirkan ucapan seulgi, pikirannya kembali mengingat apapun yang selalu dilakukan yoona padanya walaupun selalu menjengkelkan tapi krystal menyadari jika yoona sangat baik dan peduli padanya

“ah sudahlah, kajja kita pergi” ucap krystal

setelah jam perkuliahan berakhir yoona memutuskan menerima tawaran seohyun untuk menginap di rumahnya, mereka pun bertemu dan pulang bersama namun keduanya berhenti di sebuah super market untuk berbelanja

“hyunie banyak sekali sayuran dan daging yang kau beli”

“hari ini selain kau, kakak sepupu ku juga akan berkunjung ke rumah dan dia memintaku untuk memasakkan makanan untuk sahabatnya yang sedang sakit” ucap seohyun

“benarkah? berarti apa aku akan mengganggu?”

“tentu saja tidak, lagipula dia datang hanya sendiri.. dan dia orang yang welcome pada siapapun, ku pastikan kalian akan cepat akrab”

“hehehe begitu ya”

Begitu tiba di rumah seohyun, yoona membantu seohyun mempersiapkan makan malam

“hyunie, apa kau selalu seperti ini setiap kedua orang tuamu pergi? memasak sendirian?”

“anni… aku akan memasak jika ada tamu yang akan menginap di rumahku, jika tidak ada aku akan meminta maid memasakkannya untukku”

“kau suka memasak?”

“nne… kau yoong?”

“anni, eomma yang selalu memasak”

“allohha…. sweety!!” teriak seorang yeoja begitu memasuki rumah seohyun

“ah dia sudah datang, tunggu sebentar yoong” ucap seohyun, ia melepaskan apronnya dan segera berlari menuju ruang tamu

Yoona mendengar percakapan seohyun dengan kakak sepupunya itu

“jadi kau sedang memasak, apa aku perlu membantumu?” ucap orang itu

“tak perlu unnie kau pasti lelah, lagipula aku bersama temanku”

“benarkah? hahaha syukurlah”

“nne… kkah kenalkan dirimu” ucap seohyun, keduanya sudah tiba di dapur. yoona langsung membalikkan badannya menyapa kakak sepupu seohyun

“annye…ong.. eh? ahjumma?”

“yah! sudah ku bilang jangan panggil itu, yaisshh!! ternyata kau yoong”

“eh? kalian sudah saling mengenal?”

“nne.. dia putri sahabatku, hyunie-ah apa kau memasak banyak hari ini?” ucap hyoyeon

“nne… aku juga membuatkan bubur untuk sahabat unnie yang sedang sakit itu, bagaimana keadaannya sekarang?” tanya seohyun

“semakin buruk” ucap hyoyeon sementara yoona kembali terdiam mendengar percakapan mereka

Tak berapa lama semua masakan telah dihidangkan dan ketiganya mulai menikmati makan malam bersama di rumah seohyun

“heol… aku tak menyangka dunia sesempit ini, calon sepupuku ternyata masih anak dari sahabatku sedniri” ucap hyoyeon

“mwo? anni…” ucap seohyun dan yoona bersamaan

“kami hanya bersahabat dekat” ucap seohyun

“nne…” tambah yoona

“aigoo… nne nne baguslah, kalian jangan menikah dulu sebelum aku menikah”

“eiyy… lekaslah menikah!” ucap seohyun

“nicole masih sibuk dengan pekerjaannya, oh ya yoong bagaimana appamu? tangannya sudah sembuh?”

“nne.. kau bisa lihat sendiri nanti”

“aku akan sulit berkunjung ke rumahmu untuk sekarang sekarang”

“eh? bukankah malam ini kau akan kesana?”

“anni”

“lalu bubur yang akan kau berikan?”

“itu untuk sahabatku, jessica”

“jj..jjessica? jessica jung?”

“nne, dia sahabatku dan aku yang menjadi managernya saat dia masih menjadi aktris, ah aku sudah selesai, juhyun-ah ambilkan buburnya aku harus segera berangkat”

“nne unnie” ucap seohyun segera menuju dapur mengambil bubur yang dibuatnya

Yoona tampak terdiam

“jangan termakan emosi saat menghadapi masalah yoong”

Tiba tiba ucapan seohyun kembali dibenaknya, yoona menatap hyoyeon yang sedang serius menatap ponselnya

“unnie..” panggil yoona

“nne?”

“apa kau sahabat dekat appa ku dan jessica?”

“tentu saja, kami satu kampus dulu, wae..?”

“emm… kalau begitu, apa kau tau jika aku adalah anak kandung dari jessica jung?” ucap yoona pelan namun hyoyeon begitu terkejut mendengarnya

“kk…kkau…? sudah.. tau?” 

“nne… bisakah kau menceritakannya padaku? tapi aku mohon jangan beritahu siapapun dulu”

“tt..ttentu… setelah mengantar bubur nanti aku akan menemuimu, apa kau menginap disini?”

“nne”

“jja, ini buburnya unnie” ucap seohyun setelah kembali dari dapur

“baiklah aku pergi dulu, juhyun-ah nanti aku akan kembali, aku ingin mengobrol dengan bocah rascal ini”

“oke unnie aku tidak akan mengunci pintunya”

Hyoyeonpun segera pergi untuk mengantarkan bubur pada jessica

……

“Sudah jam 9 malam” gumam yuri begitu melihat jam tangannya, ia masih berada di kantor nya, yuri melihat semua karyawannya telah pulang termasuk victoria

Yuri kembali membuka ponselnya mencoba menghubungi jessica kembali

*tuuuttt tuuuuttt tuuuutt*

“hallo” ucap seseorang dibalik teleponnya terdengar lemah

“hallo sica-ya.. bagaimana keadaanmu?”

“yul?”

“nne.. ini aku, bagaimana ku dengar kau sakit”

“nne… sedikit, kau masih berada di kantor?”

“nne, apa kau sudah makan?”

“aku sedang tidak nafsu”

“wae…? kau bersama siapa disana?”

“sendirian, hyoyeon sedang pergi mengunjungi sepupunya”

“tunggulah sebentar aku akan segera kesana” ucap yuri

Belum sempat jessica membalasnya teleponnya telah dimatikan oleh yuri, dan dengan segera yuri menuju rumah jessica

Tak berapa lama ia pun sampai dan begitu berjalan menuju apartemen tepat hyoyeon datang

“yul?”

“hey hyo, kau baru datang?”

“nne… ah kebetulan, kau akan menemui jessica kan? bisakah kau antarkan ini dan membujuknya untuk makan? aku ada urusan mendadak”

“ah nne” ucap yuri menerima bubur yang dibawakan hyoyeon, ia melihat hyoyeon langsung berlari meninggalkan apartemen

Yuri kembali berjalan dan memasuki kamar jessica yang terlihat redup

“sica-ya…” panggil yuri begitu melihat mantan isterinya sedang terbaring diatas tempat tidurnya

“yul..” ucap jessica terbangun, yuripun langsung membantu jessica ke posisi duduk

“badanmu panas sekali, kenapa tak di rawat saja?”

“shiro.. aku tak suka rumah sakit”

“hmm… kalau begitu sekarang kau harus makan, hyoyeon menitipkan ini tadi dia pergi lagi karena ada urusan penting”

“begitu ya, tapi aku tak nafsu makan yul”

“kau harus makan, jja akan aku suapi” ucap yuri

Jessica terdiam menatap yuri yang mulai mengambil piring dan memasukkan bubur itu kemudian kembali menghampiri jessica

“ini lezat sekali sica aku sudah mencobanya, sekarang giliranmu memakannya” ucap yuri sambil mengaduk aduk bubur itu dan mulai menyuapkannya pada jessica

Awalnya jessica menolak namun hatinya kembali luluh saat melihat yuri tersenyum untuknya hingga akhirnya ia menerima suapan dari yuri, yuri terlihat begitu lembut dan perhatian padanya hingga tak terasa bubur itu telah habis

“wah.. daebak!! jika seperti ini berarti aku harus tetap berada disini agar kau mau makan hehehe” ucap yuri

“nne… tetaplah disini yul” ucap jessica membuat yuri terdiam, ia mulai melihat air mata jessica mengalir dipipinya

“sica..” ucap yuri memeluk jessica dan merasakan jessica mulai menangis dalam pelukannya

“gwaenchanna.. aku akan selalu berada disini untukmu” ucap yuri kembali sambil mengusap usap lembut punggung jessica

………………

Di rumah seohyun

Yoona dan hyoyeon duduk di kursi taman setelah memastikan seohyun telah tertidur di kamarnya

“jadi kau kabur dari rumahmu?” ucap hyoyeon

“nne…”

“apa kau marah pada mereka?”

“bahkan mungkin aku membenci appaku, ah anni… kim taeyeon”

“kau tidak seharusnya seperti itu yoong”

“dia telah membuat sahabatnya kecelakaan dan bercerai dengan istrinya”

“kenapa kau bisa menyimpulkan itu?”

“dia berselingkuh dengan ibu kandungku bahkan telah menyembunyikan rahasia besar tentang siapa diriku”

“jadi kau menyalahkannya? ada hal yang tak kau ketahui yoong”

“apa?”

“kau tak seharusnya membencinya, walaupun dia tak ada hubungan darah denganmu tetap saja dia appamu, seseorang yang telah membesarkanmu mengurusmu bahkan telah berjuang mati matian menyembuhkan penyakit kanker yang kau derita saat masih kecil dulu”

“kanker?”

“nne, bahkan kau 2 kali mengalaminya”

“apa karena itu jessica membuangku?”

“dia tidak membuangmu”

“lalu?”

Hyoyeon terdiam, ia mengambil cangkir berisi kopi dan meminumnya sementara yoona masih menatapnya

“saat itu yul baru satu bulan sadar dari koma nya selama satu tahun lebih tapi kondisinya masih sangat rentan.. sayangnya saat akan mengenalkanmu yang masih bayi padanya kau jatuh sakit dan di vonis kanker, sica khawatir jika yul tahu akan mengancam nyawanya”

“karena itu dia membuangku?”

“berhentilah berkata seperti itu, ia menitipkannya pada taeyeon, dia memang sempat putus asa dengan kondisimu tapi taeyeon dan istrinya selalu berusaha menyembuhkanmu, ia mencoba menggantikan bayi untuknya”

“krystal?”

“nne.. jangan pernah menyalahkan taeyeon atau sica, mereka memang pernah melakukan kesalahan di masa lalu, tapi aku rasa taeyeon telah membalasnya lebih dari cukup dengan merawatmu hingga sembuh total dari kanker dan membiayai pengobatan yul sampai ia menjual seluruh perusahaan yang diwariskan kedua orang tuanya”

“sss…semuanya?”

“nne… untuk membayar kesalahannya taeyeon tak pernah memikirkan dirinya sendiri”

Yoona terdiam mendengarnya, ia menundukkan kepalanya dengan air mata yang mulai luruh pada kedua pipinya, ia merasa sangat bersalah pada taeyeon ia menyadari jika taeyeon sellau memberikan apa yang dia butuhkan dan selalu membuatnya dan keluarganya bahagia dari kecil hingga sekarang

Yoona telah memasuki kamar dan terdiam memeluk bantal

“yoong.. kenapa kau terlihat sedih eoh?” ucap taeyeon

“appa, aku dibully teman satu kelasku” ucap yoona mulai menangis

“jinjja? heol… bisa bisanya kesayangan appa diperlakukan seperti itu, kajja ikut appa”

“oddiga appa?”

“membeli es krim hehehe dan appa akan mengajarkanmu ilmu agar kau tak akan di bully lagi”

jinjja?”

“geuromm… kajja sebelum eomma tahu”

keesokan harinya

*kringkringkring*

“pany-ah.. angkat telponnya” ucap taeyeon yang sedang menonton TV

“yoboseyo?” sapa tiffany setelah mengangkat telepon

“……………..”

“mwo?”

“…………….”

“ah… baiklah kami akan segera kesana”

Tiffany menutup teleponnya dengan geram ia menghampiri suaminya yang sedang asik menonton acara kartun kesukaannya, crayon shinchan

“yah kim taeyeon!!”

“w…waee kenapa kau berteriak baby?”

Tiffany segera menarik tangan taeyeon dan membawanya pergi, beberapa menit yang lalu pihak sekolah menelponnya untuk meminta kehadirannya oleh kepala sekolah karena yoona terlibat perkelahian dengan teman satu kelasnya. Tiffany begitu terkejut saat tiba di ruang guru dan melihat beberapa anak dengan kondisi babak belur termasuk yoona yang terlihat berantakan sedang tersenyum innocent padanya. akhirnya mereka pun membawa yoona pulang ke rumah.

“yah! siapa yang mengajarkanmu seperti ini eoh? eomma tak pernah menginginkan kesayangan eomma melakukan kekerasan”

“appa yang mengajarkanku”

“pany-ah… itu bukan kekerasan, tapi bentuk pembelaan diri, uri yoongie telah dibully oleh teman temannya”

“tapi tidak harus dengan membalasnya seperti itu, lihatlah seragam yoong sobek dan rusak”

“berarti bagus dong, lihatlah yoong sama sekali tidak terluka  padahal musuh musuhnya banyak berarti uri yoongie sangat hebat, yaaay!!” ucap taeyeon senang dan melakukan *toss* dengan yoona

“yaish,,, like father like son, yah kim taeyeon!! tidak ada jatah malam ini!!” ucap tiffany kemudian berlalu memasuki kamarnya

“andwae… pany-ah… ampun” ucap taeyeon mempoutkan bibirnya

“appa, jatah itu apa?” tanya yoona polos

“eh? yah pany-ah… bantu aku menjawabnya… hiks hiks”

 

“appa…” ucap yoona dalam tangisnya mengingat masa masa indah bersama taeyeon yang selalu membuatnya merasa menjadi anak yang paling bahagia

TBC

Second Chance part 17

picsart_09-15-12-37-071

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………..

“mianhae… jeongmal mianhae…” ucap taeyeon dalam tangisnya

Tiffany terdiam menatap taeyeon yang masih terisak setelah menceritakan semua tentang masa lalunya itu

“aku tau kau mungkin membenciku setelah mendengar ini, aku memang bukan ayah yang…” ucap taeyeon kembali, namun tiffany segera menutup bibir taeyeon dengan jari telunjuknya

“jangan katakan itu taeng, jangan pernah… kau adalah suami yang baik, kau adalah ayah yang luar biasa.. aku tak membencimu, setiap orang pasti memiliki masa lalu dan aku tak peduli bagaimana masa lalumu itu, yang lalu biarlah berlalu, selama hidup bersamamu sampai saat ini aku selalu merasa bahagia begitupun yeri dan yoong, kau adalah appa yang luar biasa baik, aku bahkan merasa sangat bersyukur telah memilikimu taeng” ucap tiffany memeluk erat taeyeon

“tapi yoong membenciku sekarang” ucap taeyeon

Tiffany perlahan melepaskan pelukannya, kedua tangannya membingkai wajah taeyeon dan menghapus air mata suaminya itu

“yoong tidak membencimu, itu hanya lah emosinya sesaat taeng, apa dia tau semua ceritanya dari awal hingga akhir?” tanya tiffany, taeyeon hanya menggelengkan kepalanya

“itulah mengapa yoong emosi padamu, karena dia tidak tahu permasalahannya hingga akhir, kau jangan khawatir taeng, lagipula tadi pagi yoong terlihat mengkhawatirkanmu”

“aku harus bagaimana?”

“biar aku yang akan berbicara padanya, jangan dijadikan beban lagi taeng, kita hadapi ini bersama sama”

“fany-ah…” ucap taeyeon menatap tiffany, air matanya kembali mengalir

“sst… uljimma, saat seperti ini aku jadi merasa posisi kita sedang tertukar taeng hehehe seorang suami tidak seharusnya menangis eoh…” ucap tiffany memeluk teyeon kembali

Taeyeon memeluknya semakin erat

“kau tau, aku merasa sangat bersyukur memilikimu fany-ah, gomawo… aku tanpamu bukanlah apa apa” ucap taeyeon

“aku tanpamu pun bukan apa apa taeng…” ucap tiffany melepaskan pelukannya

perlahan wajah taeyeon dan tiffany semakin mendekat hingga akhirnya kedua bibir mereka bertemu dan sentuhan demi sentuhan hangat dari tubuh mereka saling bertemu merasakan manisnya cinta dalam kehidupan mereka

…………

“saya rasa pembahasan kita hari ini dicukupkan sampai disini, senang bertemu dengan kalian” ucap yuri tersenyum pada para client nya itu

“nne yuri-shi, kami juga merasa senang bisa bekerja sama dengan anda, saya tak menyangka jika anda sangat profesional seperti Mr kwon”

“gomawo.. tapi saya masih harus banyak belajar lagi”

“baiklah kalau begitu kami pamit dulu, semoga perusahaan kita dapat bekerja sama dengan baik”

“nne…” ucap yuri ramah

Yuri berjalan mengantarkan para clientnya keluar restoran, setelah melihat mereka pergi yuri kembali memasuki restoran itu dan menghampiri sooyoung yang sedang berdiri di depan mesin kassa

“sudah selesai yuri-shi?” tanya sooyoung

“nne…”

“ini” ucap sooyoung memberikan bill pada yuri, yuripun memberikan kartu debit miliknya

Sambil menunggu, yuri melihat ke segala arah di dalam restoran mencari sosok jessica, namun yeoja itu tak dilihatnya

“sooyoung-shi, kemana pemilik restoran ini?”

“maksud anda jessica?”

“nne…”

“dia berada dilantai atas didalam ruangannya yuri-shi”

“apa dia sedang sibuk?”

“anni… anda ingin bertemu dengannya?”

“nne.. jika boleh, oh ya lebih baik kita bicara biasa saja, rasanya tak enak jika berbicara formal”

“tentu saja, hahaha baiklah kau cukup panggil aku youngie atau terserah apa saja, kau duduklah sebentar akan aku panggilkan dia, ini kartumu”

“oke , gomawo youngie” ucap yuri, iapun berjalan dan memilih duduk disamping jendela yang mengarah pada gedung miliknya

*ceklek*

“sica ada yang ingin bertemu denganmu”

“nugu?” tanya jessica yang sedang asik bermain game pada ponselnya itu

“si CEO perusahaan depan restoran kita”

“yuri?”

“yupp… ppali dia sudah menunggumu” ucap sooyoung kemudian meninggalkan jessica yang masih terdiam didalam ruangan pribadinya

“omo! kenapa aku gugup begini, aaah ottokhae…” ucap jessica menggigit gigit jarinya sambil berjalan mondar mandir

Iapun segera berdiri didepan cermin besar dan memperbaiki penampilannya

“hmm rapi, oke kau siap sica” ucap jessica dalam hati, ia berjalan turun dan menghampiri yuri yang sedang terdiam menatap keluar jendela

“yul…” panggil jessica, yuripun menoleh kearahnya

“hey..” ucap yuri

“emm… ada apa kau mencariku?” tanya jessica setelah duduk dihadapan yuri

“ada banyak hal yang ingin aku bicarakan padamu, apa kau punya cukup waktu?”

“sure…” ucap jessica tersenyum kembali menatap yuri “apa yang ingin kau bicarakan yul?”

“emm… bagaimana kabarmu?” tanya yuri sedikit gugup

Jessica sedikit menundukkan kepalanya menahan senyumnya dan menyembunyikan pipinya yang mulai memerah itu

“seperti yang kau lihat, aku baik baik saja yul.. kau?”

“syukurlah, aku juga baik baik saja..”

“krystal?” tanya jessica

“dia juga semakin membaik sekarang”

“syukurlah..”

“sica, maafkan aku atas sikapku kemarin, tak seharusnya aku bersikap seolah tak mengenalmu..” ucap yuri menundukkan kepalanya

“gwaenchanna… aku mengerti yul” ucap jessica kebali tersenyum

“dan soal krystal….”

“it’s okay yul, mungkin lebih baik seperti ini” ucap jessica memahami maksud yuri

“anni.. aku tak bermaksud seperti itu, aku akan segera memberi tahunya”

“yul, sudah banyak sekali kesalahan yang aku lakukan padamu dan krystal, aku tak ingin membuatnya kembali terluka”

“krystal harus tau sica.. lagipula aku akan menjelaskan padanya agar dia mau mengerti”

“mianhae…” ucap jessica merasa bersalah

“sica..”

“nne..?”

“soal anak kandung kita…”

Jessica sedikit terkejut mendengar itu, ia pun menundukkan kepalanya merasa bersalah

“mianhae…”

“apa sebaiknya kita menemuinya?” tanya yuri

“hmm… biar anak kandung kita aku yang bertanggung jawab yul, aku akan segera menemuinya”

“tapi….”

“gwaenchanna… saatnya aku menebus semua kesalahanku, dan ketika aku dengannya sudah dekat nanti perlahan aku akan memberitahukan tentangmu agar dia mau memahaminya”

“hmm… baiklah, dia anak yang baik walaupun sedikit rascal.. dia tinggal bersama taeyeon” ucap yuri

“nne.. aku akan segera menemuinya nanti”

“gomawo… aku senang kau sudah berubah sica” ucap yuri tersenyum pada jessica, pipi jessica kembali memerah melihat senyuman mantan suaminya itu, ya.. jessica selalu jatuh cinta pada yuri yang selalu tersenyum tulus padanya

“aku juga karena belajar darimu yul, bisakah kita bisa berteman baik sekarang”

“Tentu, datanglah padaku kapanpun kau butuh sica” ucap yuri

“baiklah, kau juga yul… datanglah padaku kapanpun kau butuh”

“kalau begitu aku harus kembali ke kantorku”

“ah nne…”

Keduanya pun berdiri dan jessica mengantar yuri hingga depan restorannya

“semoga kau bahagia dengan siapapun yang menjadi pasanganmu sica” ucap yuri

“nne… kau juga yul” ucap jessica tersenyum namun hatinya sedikit merasakan sakit mengatakan hal itu

Yuripun berjalan menuju kantornya

“woah.. kalian cepat sekali akrabnya” ucap sooyoung merangkul pundak jessica sambil memandangi punggung yuri yang semakin menjauh

“tentu saja, kajja kita masuk” ucap jessica membalikkan badannya, keduanya berjalan memasuki restoran tepat saat itu yuri membalikkan badannya dan melihat sooyoung yang sedang berjalan sambil merangkul jessica

“hmm….” gumam yuri

……………………………

“Hey kalian sudah pulang, kkah eomma sudah menyiapkan pakaian yang akan kalian pakai untuk acara kalian”  ucap tiffany begitu melihat yoona dan yeri baru saja memasuki rumahnya

“Nne… Gomawo eomma, kami bersiap siap dulu” ucap yoona

Kedua kakak beradik itupun langsung memasuki kamar mereka masing masing

2 jam kemudian yoona sudah siap dengan penampilannya, ia berjalan memasuki kamar yeri

“Yeri-ah, kau sudah siap?” 

“Sedikit lagi, omo kau tampan sekali yoong” ucap tiffany yang sedang merapikan rambut yeri

“Benarkah? Ini karena pakaian yang eomma pilihkan untukku” ucap yoona senang

“Nne.. Aku juga suka dengan penampilanku sekarang, gomawo eomma” ucap yeri

“Tentu saja, Eomma akan selalu memberikan yang terbaik untuk 2 kesayangan eomma ini, tapi sayangnya eomma dan appa tak bisa ikut, mianhae..”

“Gwaenchanna, aku akan gantikan kalian” ucap yoona

“Ah.. Senang rasanya melihat kalian akur, anak anak eomma sudah mulai tumbuh dewasa sekarang” ucap tiffany dengan eye smile nya

“Eomma, bagaimana keadaan appa?” tanya yeri

“Appa masih tertidur demamnya masih saja belum turun, tapi kalian tidak usah memikirkan itu.. Appa pasti segera pulih, oh ya yoong… Bisakah eomma meminta tolong?”

“Nne eomma”

“Eomma membuatkan susu hangat untuk appa, tapi eomma lupa mengantarkan kedalam kamar, bisakah yoong antarkan? Eomma masih belum selesai merias yerim”

“Oh.. Nne eomma” ucap yoona

Yoona pun berlalu ke dapur mengambil susu hangat dan mengantarkannya ke dalam kamar orang tuanya itu. Begitu masuk, yoona berjalan menghampiri taeyeon yang sedang terbaring diatas tempat tidurnya, ia terdiam ketika melihat wajah taeyeon yang sangat pucat dan taeyeon terlihat menggigil dan sedikit mengigau dengan kedua mata yang terpejam

Dengan refleks tangan yoona terangkat dan menempelkan telapak tangannya pada dahi taeyeon

“Panas sekali” gumam yoona pelan

Iapun membalikkan badannya hendak pergi namun tiba tiba igauan taeyeon menghentikan langkahnya

“Yoong.. Mianhae…” ucap taeyeon dengan suara paraunya

Yoona menatap bibir taeyeon yang terus bergerak meskipun suaranya sangat pelan dan parau. Ia terdiam sejenak menatap taeyeon namun kemudian kembali membalikkan badannya dan pergi meninggalkan kamar orang tuanya

…………

“Kkangseul.. Where are you? Aku sudah di kampus” ketik krystal pada ponselnya kemudian dikirimnya pada seulgi teman dekatnya itu

Tak berapa lama ponselnya bergetar menerima balasan pesan dari seulgi

“Aku masih dalam perjalanan, tunggulah sebentar”

“Hurry up! Aku kesepian disini”

“Bukankah disana sudah ramai?”

“Yep, but I don’t have a friend except you, so hurry kkangseul!!” 

“Arra… 15 menit lagi aku sampai, berbaurlah dengan yang lain… Atau dengan yoong unnie ㅋㅋㅋㅋ” 

“Yaish…!! Kenapa bahas orang itu!” ucap krystal, ia tak membalas pesan terakhir dari seulgi karena kesal namun setelah itu krystal menoleh ke segala arah mencari seseorang

“Hey, kau mencariku ya?” ucap yoona yang sudah berdiri disamping krystal

“Yah! Stupid! Kau mengejutkanku!” ucap krystal sambil mendengus kesal

“Aku sudah dari tadi menyapamu ,tapi kau tak mendengarnya, kau mencari siapa?” ucap yoona

“Bukan urusanmu” ucap krystal ketus

“Igo” ucap yoona memberikan sebuah kotak yang sudah dibungkus

“Apa ini?” tanya krystal heran

“Ini milikmu, kau akan terlihat cantik saat memakainya” ucap yoona ,krystal pun menerimanya dan mengecek isinya

“Dress? Milikku?”

“Nne…”

“Yah, mengapa ini ada padamu? Apa yang sudah kita lakukan?”

“Banyak sekali yang kita lakukan, dulu” 

“What?!! Yah, apa kau telah meniduriku?”

“Mwo? Anniyo..  saat itu kau memintaku membelikannya dan kau memakainya saat menghadiri pernikahan teman orang tuaku”

“Oh… Berapa yang harus aku ganti?” ucap krystal membuka dompetnya

“Anni… Kau tak usah membayarnya” ucap yoona menahan tangan krystal

“Noway! Aku tak ingin menerima barang pemberian dari player sepertimu”

“Mwo? Yah, aku tak seperti itu..” ucap yoona

“Ternyata kau disini” ucap seorang yeoja setelah menghampiri yoonkryst, keduanyapun memandang yeoja itu

“Eh?? Kau…?” tanya yeoja itu terkejut sambil menunjuk krystal

Yoona pun ikut terkejut

“Chankkaman” ucap yoona pada krystal, iapun segera menarik yeoja itu menjauhi krystal

“Player tetap saja player!” kesal krystal, iapun meninggalkan tempatnya berdiri tadi

“Bukankah dia krystal?” tanya yeoja itu

“Nne.. Ada apa kau kemari yeri-ah?” ucap yoona

“Sejak kapan kau dekat dengannya? Wah ternyata benar kau sudah lama mengaguminya hahaha” ucap yeri sambil menertawai yoona

“Yah, bukan urusanmu! Ada apa kau kemari? Menggangguku saja”

“Disana ada pidato kepala pemimpin fakultas kedokteran, hanya aku yang tak didampingi orang tua ,kajja temani aku” ucap yeri memasang wajah melasnya pada yoona

“Yaish.. Arasso.. Tapi aku akan memberitahunya du.. Eh? Kemana dia?” ucap yoona saat melihat krystal sudah tak ada ditempat pertemuan dengannya tadi

“Ppaliwa…” ucap yeri menarik tangan unnienya itu

“Hufhhtt… Kkangseul.. Where are you? Lama sekali” ucap krystal sambil berjalan menyusuri halaman kampusnya yang terlihat ramai, pesta penutupan sudah dimulai satu jam yang lalu

“Hey.. Akhirnya kau datang juga, kau sendirian? Kemana kedua orang tuamu?” ucap seseorang membuat krystal menoleh kearahnya

“Amber? Daddy masih sibuk dengan pekerjaannya” ucap krystal

Flashback

“Hallo, ada apa baby?” ucap yuri begitu menerima telepon dari krystal

“Dad, malam ini akan ada pesta penutupan acara pengenalan kampus, bisakah kau datang?” ucap krystal

“Hmm.. Mianhae, daddy masih ada beberapa kali pertemuan rapat dengan para client, sepertinya daddy akan lembur gwaenchanayo?”

“Hmm… It’s okay” ucap krystal

“Hey.. Jangan sedih, daddy akan segera menyusul jika pekerjaan daddy selesai lebih cepat, oke?”

“Really? Jadi aku boleh pergi?”

“Tentu saja, itu acaramu.. Asal kau bisa menjaga dirimu baik baik”

“Of course! Kalau begitu aku akan bersiap siap dulu, bye dad.. Love you” ucap krystal

“Nado.. Love you too baby” ucap yuri kemudian mengakhiri teleponnya dan kembali bekerja

Flashback end

“Begitu ya, sama saja dengan kedua orang tuaku”

“Tentu saja ,kedua orang tuamu rekan bisnis perusahaan daddy ku, mungkin sekarang mereka sedang rapat” ucap krystal

“Jinjja? Bagaimana kau tau?”

“Grandpa yang memberitahuku”

“Berita yang bagus” 

“Apanya yang bagus?” tanya krystal heran

“Appa ku dan daddymu rekan bisnis, akan lebih bagus lagi jika kita menjadi menantu dari mereka bukan?”

“Hahaha in your dream!” ucap krystal, keduanya pun tertawa

“Jujur saja, kau terlihat sangat cantik dengan dress yang kau pakai malam ini” ucap amber

“Tentu saja, aku seorang princess haha”

“Yeah.. Ice princess”

“Yah!!” ucap krystal memukul lengan amber

Keduanya kembali bercanda tawa dan mulai terlihat akrab

“Kryst.. Ternyata kau disini, aku mencarimu kemana mana dan kau tak mengangkat telepon dariku, huh” ucap seulgi setelah berhasil menemukan krystal

“Sorry, ponselku aku silent lagipula kau lama sekali” ucap krystal

“Well.. Aku pergi dulu, sampai bertemu di panggung dansa princess” ucap amber pada krystal, ia menatap sinis pada hara dan irene yang sudah bergabung saat datang bersama seulgi. Krystal membalasnya dengan tersenyum, ia tau jika hubungan amber dengan 2 sunbae didepannya itu tidak baik

“Soojung-ah apa kau tak melihat yoong?” tanya hara

“Yah!! Jangan panggil aku itu!”

“Wae.. Bukankah itu nama koreamu? Lidah ku terlalu sulit menyebutkan nama krystal”

“Itu bisa, babo!! Jangan panggil nama itu aku tak suka”

“Wae.. Apa yang salah dengannya?” ucap hara pada irene

“Sudahlah maafkan dia, kryst apa yang kau lakukan tadi bersama amber” ucap irene

“Why? Bukan urusanmu”

“Anni.. Bukan begitu, kau harus tau.. Amber sangat berbahaya” ucap irene

“I don’t think so, kenapa kau berkata seperti itu? Kau disuruh oleh si manusia menyebalkan itu ya?!”

“Anni… Sudah banyak korban yang disakiti oleh amber kryst”

“Aku tak peduli dengan ucapanmu itu selama tak melihat bukti, aku bahkan tak mengenal kalian, lebih baik kalian nasehati bos kalian itu!” ucap krystal

“Yah, yoona tak seperti itu” ucap hara

“Really? Bahkan beberapa saat yang lalu.. Ah sudahlah ,aku malas membahas orang itu, lebih baik kalian pergi! Kkah temui bosmu, kajja seulgi-ah”

“Ah nn.. Nnn..nne” ucap seulgi terbata, ia merasa takut jika krystal sudah terlihat marah itu

…………

“Jessica-shi, sepertinya ini milik kwon’s company” ucap salah satu karyawan restorannya sambil menyerahkan beberapa berkas

“Ah.. Benar sepertinya yul lupa membawanya kembali” ucap jessica ketika menerima berkas bersampulkan kwon’s company itu

“Sini aku antarkan” ucap sooyoung

“Besok saja soo, sepertinya kantor sudah tutup” ucap jessica

“Anni.. Lihat lah lampu ruangannya masih menyala, itu ruang CEO, dulu aku pernah kesana saat mengantarkan kopi untuk CEO yang lama”

“Ah.. Kalau begitu aku saja yang mengantarnya” ucap jessica merebut kembali berkas itu dengan semangat

“Kau tak lelah sica-yaa? Ini sudah larut malam”

“Gwaenchanna… Kalian boleh pulang duluan” ucap jessica

“Baiklah.. Hmmm sepertinya ada yang sedang ingin pendekatan, kajja kita tak boleh mengganggunya” ucap sooyoung pada karyawan lainnya sambil tersenyum menggoda jessica

“An.. Anniyo.. Bukan seperti itu, hah.. Sudahlah aku pergi dulu” ucap jessica terlihat gugup

Jessica segera berlari meninggalkan restorannya karena tak ingin ketahuan oleh para karyawannya dengan kedua pipi yang memerah karena ucapan sooyoung

“10.24 PM” gumamnya saat melihat jarum jam pada pergelangan tangannya, jessica sudah berdiri di depan gedung kwon’s company

“Agashi chankkaman” ucap dua orang penjaga kantor menghentikan langkah jessica yang akan memasuki kantor itu

“Gwaenchanna minjung-ah, dia bosku” teriak sooyoung pada salah satu penjaga yang sudah mengenalnya itu

Dua orang penjaga itupun mempersilahkan jessica dengan sopan

“Mianhae agashi..” ucap minjung

“Gwaenchanna, aku jessica jung.. Aku ingin mengantarkan berkas berkas ini, sepertinya tertinggal saat yuri mengadakan rapat siang tadi”

“Ah begitu, kamsahamnida jessica-shi biar aku yang mengantarkannya”

“Apa yuri masih berada di kantor?” 

“Nne jessica-shi”

“Kalau begitu biar aku saja yang mengantarkan, boleh aku tau dia berada dilantai berapa?” 

“Ah nne, yuri-shi berada di lantai 9 jessica-shi, mari saya antar” ucap minjung

“Ah tak perlu, biar aku sendiri” 

“Baiklah.. Silahkan jessica-shi” ucap minjung mempersilahkan jessica setelah pintu lift terbuka

Begitu sampai di lantai 9, dengan berjalan lambat jessica menelusuri koridor mencari ruangan yuri

Tak berapa lama iapun menemukan satu ruangan dengan lampu yang masih menyala, jessica tersenyum saat melihat sebuah siluet dari balik kaca ruangan

*toktoktok* jessica mengetuk pintu ruangan itu

“Masuklah…” ucap seseorang dari dalam

Jessica pun membuka pintu ruangan pribadi yuri itu, ia kembali tersenyum saat melihat yuri begitu serius bekerja

“Kenapa tak langsung pulang saja vic?” tanya yuri masih serius menatap layar tab miliknya

“Ehmm… Ini aku yul” ucap jessica membuat yuri mengalihkan pandangannya

“Oh s..ssica.. Mianhae aku tak melihatmu tadi”

“Gwaenchanna.. Aku kemari ingin mengantarkan ini” ucap jessica sambil memberikan beberapa berkas kantor

“Oh my god! Aku pikir itu hilang, aku sudah mencari kemana mana, terima kasih banyak sica-yaa.. Untung kau menemukannya”

“Kau masih saja selalu lupa yul” ucap jessica tertawa kecil memandang yuri

“Hehehe mianhae..” ucap yuri menggaruk kepalanya

“Kau lembur sendirian yul?” tanya jessica menoleh ke segala arah tak melihat asistennya itu

“Nne.. Aku meminta victoria untuk menghadiri pesta di kampus menggantikanku untuk mendampingi krystal”

“Oh… “ ucap jessica “yeoja itu sudah dekat dengan yul dan kryst” tambahnya dalam hati

“Restoranmu sudah tutup sica?” tanya yuri membuyarkan lamunan jessica

“Ah nne… Baru saja”

“Kau boleh pulang sica, kau pasti sangat kelelahan, sekali lagi gomawo sudah menjadi malaikat penolongku” ucap yuri tersenyum senang menatap jessica

“Ah..hahaha kau bisa saja” ucap jessica tersipu malu mendengarnya

“Y..yyul apa kau keberatan jika aku menemanimu disini?” ucap jessica kembali

T..ttentu tidak, tapi apa kau tak lelah sica? Kau sudah bekerja dari pagi”

“Anniyo, lagipula aku sudah istirahat tadi sore”

“Hmm baiklah, duduklah sica.. Oh ya kau kedinginan? mau ku buatkan teh hangat?”

“Tidak usah yul, aku membawakan ini untukmu” ucap jessica menyerahkan 1 cup kopi

“Woah americano, untukku?” tanya yuri

“Tentu saja yul”

“Gomawooo…” ucap yuri terlihat senang

Jessica tersenyum menatapnya

Flashback

Di sebuah kafe

“Ini pesanan anda” ucap sang pelayan menghidangkan beberapa makanan dan minuman diatas meja yuri dan jessica

“Hmm? Kau hanya memesan kopi? Kau tak makan yul?” tanya jessica heran

“Aku tak lapar hehehe ini sudah membuatku kenyang”

“Eiyy… Itulah kenapa tubuhmu kurus, kau suka sekali dengan kopi, apa enaknya?”

“Emm… Entahlah haha, kau mau mencobanya?”

Jessica pun mengangguk dan menerima kopi itu

“Apa namanya?” tanya jessica sambil menghirup aroma kopi itu

“Americano”

“Baiklah aku akan meminumnya”

Yuri mengangguk tersenyum menatap kekasihnya yang terlihat polos itu, namun ia tertawa saat melihat ekspresi jessica setelah meminum kopi itu

“Kyaaa!! Pait sekali!! Yah seobang! Kenapa kau meminum kopi yang buruk ini!! Hingg 😭” ucap jessica segera meminum jus miliknya

“Hahaha ini tak buruk sica, inilah kopi.. Kau akan menyukainya jika benar benar menghayatinya ketika meminumnya, pikiranku akan merasa tenang setelah meminum kopi”

“Huh terserah kau saja, aku tak akan pernah meminumnya lagi!” kesal jessica sambil mempoutkan bibirnya

Flashback

“Sica, kenapa kau melamun? Duduklah..”

“Ah.. Nne..” ucap jessica, iapun duduk diatas soffa dalam ruangan itu

“Mianhae.. Aku akan menyelesaikan tugasku dulu sebentar sica”

“Gwaenchanna..” ucap jessica

Jessica terdiam menatap yuri yang begitu serius mengerjakan pekerjaannya, namun perlahan matanya begitu berat merasakan ngantuk

Setelah satu jam yuri mematikan layar komputer dan tab nya, membereskan segala berkas berkas yang berada diatas meja kerjanya

“Hufhtt… Akhirnya selesai juga” ucap yuri sambil melemaskan otot lehernya, namun ia terdiam saat pandangannya tertuju pada soffa dan melihat jessica yang sudah terlelap diatasnya. Yuripun berjalan menghampirinya

“Mianhae.. Kau pasti kelelahan” ucapnya sambil berjongkok dihadapan wajah jessica

*deggdeggdegg* detak jantung yuri terdengar begitu cepat

“Kau selalu terlihat cantik di mataku sica, bagaimana bisa aku berpaling darimu” ucap yuri dalam hati

Perlahan wajah yuri mendekat hingga jarak wajahnya dengan wajah jessica begitu dekat, yuri menatap lekat bibir jessica yang terlihat manis baginya, iapun menutup matanya dan dengan lembut mencium bibir jessica

“Emmh….” erang jessica, iapun terbangun dari tidurnya

Namun jessica terkejut saat dirinya sudah berada didalam mobil yang sedang melaju

“Kau sudah bangun sica, tidurmu sangat lelap jadi aku tak tega jika membangunkanmu” ucap yuri membuat jessica menoleh menatapnya

“Ah.. Yyyul” ucap jessica “ternyata tadi hanyalah mimpi” tambahnya sambil tangannya memegang bibirnya

“Kau masih tinggal di apartemen yang lama?” 

“Nne..”

“Baiklah..” ucap yuri iapun melajukan gasnya mengantar jessica pulang

Tak berapa lama merekapun tiba didepan apartemen milik jessica

“Gomawo yul” ucap jessica

Keduanya tengah berdiri berhadapan didepan mobil yuri

“Harusnya aku yang berterimakasih padamu karena telah menemaniku tadi” ucap yuri

“Aku senang menemanimu” ucap jessica refleks ,iapun segera menutup mulutnya setelah menyadari ucapannya itu

Keduanya kembali terdiam canggung

“Kk..kkalau begitu masuklah, kau akan kedinginan jika berlama lama diluar” ucap yuri gugup

“Ah nne.. Kau juga hati hati di jalan yul” ucap jessica

Yuri memasuki mobilnya, ia membukakan jendela mobilnya kembali menatap jessica

“Aku pulang dulu” ucap yuri tersenyum

“Nne..” 

Yuripun menginjakkan gas meninggalkan apartemen jessica hingga mobil yang dilajukannya perlahan menghilang dari pandangan jessica

“Hmm…” gumam jessica tersenyum senang, iapun membalikkan badannya berjalan memasuki apartemennya

“Tumben wajahmu terlihat senang setelah pulang bekerja, kemarin kau berteriak teriak karena kelelahan” ucap hyoyeon yang sedang menonton TV

“Hehehe nne aku senang sekali malam ini hyo”

“Wae…? Eh? Kau membeli jas baru lagi?” tanya hyoyeon

“Anni.. Eh?” ucap jessica heran begitu melihat yang dipakainya “ini milik yul” ucapnya dalam hati

Jessica kembali tersenyum senang

“Wae… Tingkahmu aneh sekali” ucap hyoyeon

“Ah sudahlah aku ingin mandi lalu beristirahat, bye hyoo…” ucap jessica kemudian berlari lari kecil sambil bersenandung memasuki kamarnya

Setelah mandi, dengan bathrobe yang masih dikenakannya jessica berbaring diatas tempat tidurnya, pandangannya menerawang memandang langit langit kamarnya sambil kembali memikirkan yuri

Begitupun yuri melakukan hal yang sama di dalam kamarnya

“Manis” ucap yuri tersenyum sambil tangannya menyentuh bibirnya itu

………………..

” yoong… Ireonna, hari ini eomma dan yerim akan pergi ke rumah halmeoni tapi appa tak bisa ikut karena keadaannya masih buruk, eomma titip appa ya” ucap tiffany membangunkan yoona

“Hmm… Nne…” jawab yoona masih terlelap malas untuk membuka kedua matanya

Tiffany pun kembali turun memasuki kamarnya

“Taeng, mianhae harus meninggalkanmu” ucap tiffany menghampiri taeyeon yang masih terbaring lemas

“Gwaenchanna dan sampaikan maafku tak bisa menjenguk halmeoni”

“Baiklah kami berangkat dulu, kau bisa memanggil yoong jika membutuhkan sesuatu tapi dia masih terlelap” 

“Hmm… Hati hati di jalan chagiya” ucap taeyeon

“Get well soon honey” ucap tiffany mengecup singkat bibir taeyeon kemudian berlalu meninggalkan rumah bersama yeri

“Hmm.. Semoga mereka bisa kembali membaik” gumam tiffany sambil serius mengendarai mobilnya

“Nne? Eomma bilang apa?” tanya yeri

“Anniyo… “ ucap tiffany tersenyum

Di rumah yuri

Yuri baru saja selesai memasak untuk sarapan yang akan dinikmatinya bersama krystal

“Morning my handsome daddy” ucap krystal begitu semangat turun dari tangga

“Morning too my baby kryst.. Tumben kau sudah terlihat rapi pagi pagi begini, biasanya sulit sekali dibangunkan”

“Hehehe hari ini aku mau keluar, bolehkah dad?”

“Berarti kau akan meninggalkan daddy di rumah sendirian?” ucap yuri memasang wajah sedih

“Hmm… Hanya hari ini, daddy juga bisa pergi berjalan jalan dengan victoria unnie”

“Baiklah.. Kau pergi bersama siapa kryst?”

“Emm… Amber”

“Amber? Bukankah kemarin kau sempat membencinya?”

“Begitulah, kemarin dia sangat menyebalkan”

“Lalu sekarang?” goda yuri

“Masih tetap menyebalkan hehehe”

“Aigoo.. Sepertinya putri kesayangan daddy sudah dewasa sekarang”

“Dad.. Dia hanya temanku”

“Baiklah… Pergilah bersenang senang, tapi harus sarapan bersama daddy dulu sekarang”

“Tentu, lagipula dia belum menjemputku”

……



Menjelang siang taeyeon terbangun dari tidurnya, ia merasakan haus namun saat menoleh gelas yang ditaruh disampingnya telah kosong

“Haaah… Ada apa denganku, mengapa lemah begini” ucap taeyeon saat berusaha terbangun

*tingtong* tiba tiba bel rumahnya berbunyi

“Yoong…” Panggil taeyeon, namun suaranya yang parau tak bisa membuat yoona mendengarnya

*tingtong* suara bel pintu rumahnya kembali berbunyi

Dengan sekuat tenaga taeyeon bangun dan berjalan untuk membukakan pintu rumahnya

“Nne.. Chankkaman” ucap taeyeon

*ceklek* taeyeonpun berhasil membuka pintu rumahnya

“Hai, taeng” ucap seorang yeoja menyapa taeyeon

“Sica?” ucap taeyeon sedikit terkejut

TBC

Second Chance part 16

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………..

“kami pulang…!” teriak yeri dan yoona yang baru saja memasuki rumahnya
Yoona melihat taeyeon sudah berada dirumahnya sedang membersihkan alat pemanggang daging

“Hey buddy, kemarilah bantu appa” ucap taeyeon saat melihat yoona berdiri menatapnya

“Mengapa jam segini kau sudah pulang?” tanya yoona

“Hari ini pekerjaanku tak begitu banyak, lagipula kita sedang kedatangan tamu” ucap taeyeon

“Hey… Kalian sudah besar sekarang” ucap hyoyeon yang baru saja mencuci beberapa sayuran

“anyeong, ahjumma” sapa yoona

“yah! cukup panggil aku unnie! aku masih belum tua, yaish..” ucap hyoyeon kesal membuat yeri dan taeyeon tertawa

“Woaaahh appa, kita akan barbecue hari ini?” ucap yeri senang

“Nne.. Karena eomma masih bekerja jadi ini appa yang akan mengurus kalian, kemarilah bantu appa” ucap taeyeon, yeripun segera berlari membantu menata peralatan

“Nanti aku menyusul” ucap yoona kemudian berlalu memasuki kamarnya

“Nne.. Nanti lekas kemari bantu appa” teriak taeyeon

Setelah selesai membersihkan diri, yoona berdiri didepan jendela kamarnya terdiam memandang keluarganya yang sudah mulai melakukan barbecue, ia melihat yeri yang sedang duduk menunggu sambil memainkan garpu, hyoyeon yang sedang membantu taeyeon memanggang daging dan perhatiannya kembali terfokus pada taeyeon yang terlihat kesulitan memanggang daging

“Aw aw!! Mengapa apinya melompat lompat, hyo.. Tolong lindungi aku” teriak taeyeon terus terusan mengusap lengannya yang terkena percikan api api kecil saat memanggang daging

“apa sebaiknya kita memakai baju astronot taeyeon-ah” ucap hyoyeon yang ikut kepanasan menerima cipratan bara api itu

“ide bagus hyo, aaah… sepertinya yang ini sudah matang, yeri-ah.. Kemarilah” ucap taeyeon, yeri pun langsung menghampirinya dan menerima suapan daging yang berikan taeyeon

“Appa.. Ini sulit sekali digigit” ucap yeri

“Eh? Benarkah?”

“ini dalamnya masih belum matang taeng”

“Nne appa, ini tidak enak dan sedikit pahit” ucap yeri melepehkan kembali daging itu dan membuangnya

“Jinjja? Padahal sudah terlihat hampir gosong, ottokhae… Pany-ah lekaslah pulang” ucap taeyeon mempoutkan bibirnya

Yoona menutup kembali tirai jendela kamarnya kemudian berbaring diatas tempat tidurnya tak berniat bergabung bersama keluarganya itu

“hatiku masih terasa sakit setiap ingat apa yang jessica unnie katakan, appa.. aku tak menyangka kau sejahat itu” ucap yoona sambil terdiam memandang foto dirinya bersama kedua orang tuanya yang terlihat bahagia dan kompak itu

taeyeon-tiffany-yoonA-instagram.jpg

*toktoktok* tak berapa lama pintu kamar yoona diketuk dari luar

“yoong…” panggil seseorang dari luar, kemudian pintu pun terbuka dan yoona melihat sosok taeyeon masuk kedalam kamarnya. Yoona langsung menyimpan kembali foto keluarganya itu

“yoong kenapa tak ikut bergabung?”

“aku sedang malas, ada apa appa kemari?”

“jja, appa membawakan daging panggang kesukaanmu, tapi ini sedikit gosong hehe mian” ucap taeyeon berjalan menghampiri yoona

“bawa saja kembali, aku sedang tidak nafsu makan?”

“wae…? yerim bilang kau belum makan selain sarapan, lambungmu bisa sakit, apalagi kau sudah banyak melakukan kegiatan di kampus, jja makanlah.. apa mau appa suapi eoh?” ucap taeyeon yang sudah duduk disamping yoona berbaring, ia mengambil potongan daging itu dengan garpu dan menyuapkannya pada yoona

“shiroo…. sudah ku bilang aku tidak maa…” *prang!!!* 

Daging daging panggang yang telah dibumbui itu jatuh berserakan dengan piring yang pecah setelah terjatuh akibat di dorong oleh yoona membuat taeyeon terkejut, yoona pun ikut terkejut atas apa yang telah dilakukannya. ia menolak disuapi taeyeon dan mendorong tangan taeyeon namun tak menyangka jika dorongannya terlalu kuat membuat piring yang dipegang oleh taeyeon terlepas dan jatuh ke lantai

“ada apa denganmu yoong? akhir akhir ini sikapmu berubah” tanya taeyeon

“aku…. membencimu” ucap yoona menundukkan kepalanya

“wae..? apa kesalahan yang sudah appa lakukan padamu?”

“bukan padaku, tapi pada yul unnie” ucap yoona

*deggg!!* tiba tiba taeyeon merasakan sakit pada dadanya

“mma…mmaksudmu?”

“maksudmu katamu? appa lupa dengan apa yang telah dilakukan appa padanya dulu? yang membuatnya kecelakaan dan koma hingga hilang ingatan?!!” ucap yoona mulai emosi

“yoong…” ucap taeyeon, hatinya kembali sakit mengingat itu terlebih kini yoona telah mengetahuinya. ia baru melihat yoona semarah ini padanya

“dan appa telah membuat hubungan mereka hancur! appa macam apa? aku tak menyangka jika kau sejahat itu dibalik sikap bijaksanamu!!!” teriak yoona

Yoona menaik turunkan nafasnya merasakan emosi yang semakin meningkat, ia melihat taeyeon hanya menundukkan kepalanya

“aku malu memiliki appa sepertimu!!” ucap yoona kembali

taeyeon mengepalkan kedua tangannya dengan kepala yang masih menunduk, matanya terpejam menahan sakit di hatinya, perlahan ia berjalan menghampiri meja mengambil beberapa tissue, taeyeon menurunkan badannya mengambil daging daging dan piring piring pecah yang telah berserakan itu sementara yoona masih terus memandangnya dengan penuh emosi dengan air mata yang telah mengalir

“kau benar yoong, ayah macam apa aku ini? bahkan sampai saat ini aku masih sangat merasa bersalah padanya dan bahkan aku membenci diriku sendiri” ucap taeyeon tenang dengan wajahnya yang masih menunduk, perlahan air mata taeyeonpun mengalir membuat yoona terkejut melihatnya, selama ini ia tak pernah melihat taeyeon menangis bahkan terlihat sedih dihadapannya

“jangan pernah berpikir jika aku merasa bahagia atas kejadian itu yoong, appa juga masih memiliki hati..” tambah taeyeon

“hati? jika appa memiliki hati, appa tak akan mengkianati sahabat appa sendiri!” ucap yoona

Air mata taeyeon kembali mengalir mendengarnya ia kembali mengepalkan tangannya hingga tak menyadari darah mulai menetes dati tangannya karena terlalu kuat meremas pecahan piring kaca yang sedang digenggamnya

“mianhae… jongmal mianhae…” ucap taeyeon yang mulai terisak, yoona pun ikut terisak

“wae.. appa.. wae…?” ucap yoona

“appa memang mencintai jessica saat itu hingga akhirnya appa menusuk sahabat appa sendiri dari belakang, tapi setelah memiliki tiffany dan kalian, appa tak pernah berpikir untuk melakukan kesalahan itu lagi, appa selalu berusaha menjadi appa yang baik untuk kalian agar kalian selalu bahagia terutama kau yoong”

“untuk apa kita bahagia jika diluar sana ada seseorang yang sedang terluka, apa appa melupakan itu? huh?!!”

“anni… appa tak pernah melupakan yul, bahkan appa berjanji akan selalu berusaha menebus semua kesalahan appa padanya dengan apapun yang appa lakukan untuknya”

“pada kenyataannya appa tak bisa membuat mereka kembali” 

“mianhae… appa sudah semaksimal mungkin membantunya tapi mereka memang belum bisa kembali, appa hanya seorang ayah yang selalu ingin menebus semua kesalahan di masa lalu appa dengan menjaga dan membuat keluarga appa bahagia dan berusaha kembali menjadi sahabat yang baik untuk yul”

“jika yul unnie akhirnya tau? apa yang akan kau lakukan?” tanya yoona sinis

“appa akan melakukan apapun untuknya, bahkan jika yul meminta nyawaku, akan appa berikan” ucap taeyeon sambil menghapus air matanya, ia terkejut saat menyadari dan melihat telapak tangannya banyak mengeluarkan darah akibat pecahan piring, taeyeon langsung menutupnya kembali tak ingin yoona tahu

yoona terdiam sedikit terkejut mendengar ucapan taeyeon, ia tau jika appanya berbicara serius, perlahan emosinya menurun setelah mendengarkan appanya itu

“appa… eomma menelfon” teriak yeri dari bawah

taeyeon mulai menghapus air matanya dan berdiri setelah membersihkan lantai yang kotor akibat bumbu daging yang menempel itu

“appa akan menjemput eomma dulu, kau makan lah yoong… appa tak ingin kau sakit, mianhae membuatmu sakit karena appa atas kejadian ini” ucap taeyeon berjalan keluar kamar

“hey buddy, omo! tanganmu berdarah, wae..?” tanya hyoyeon terkejut saat menghampiri taeyeon yang sedang membersihkan darah pada tangannya itu

“ah.. ini, aku tak sengaja menjatuhkan piring dan tanganku terluka saat membereskan pecahan pecahannya, hyo.. mianhae aku akan meninggalkanmu sebentar karena harus menjemput tiffany”

“it’s okay.. aku akan menjaga mereka” ucap hyoyeon

“kalau begitu aku pergi dulu”

“oke buddy, take care”

“oh ya hyo, bisa kah aku meminta tolong padamu, yoong belum makan, dia sedang berada didalam kamarnya”

“oh.. begitu, oke kau tenang saja aku akan mengantarkan makan untuknya”

“gomawo… bye..” ucap taeyeon kemudian berlalu meninggalkan rumahnya

…………………….

“sica-yaa.. sudah selesai, kajja kita pulang” ucap sooyoung setelah membereskan beberapa barang di dalam restoran, para karyawan lain telah lebih dulu pulang hingga menyisakan sooyoung dan jessica

“oh sudah ya, mianhae… aku tak membantumu sampai akhir”

“kau tenang saja aku sudah biasa melakukan ini, lagipula kau terlihat kelelahan sica”

“hhm… memang sangat melelahkan, aku tak menyangka jika restoranku banyak dikunjungi”

“tentu saja, kau pintar memilih letak ini.. Sangat strategis apalagi sekarang banyak gedung dan perusahaan baru disini jadi kebanyakan para pekerja memilih tempat ini untuk bertemu client nya”

“nne… tapi itu menyedihkan buatku” ucap jessica sendu memandang gedung tinggi dihadapannya itu

“wae…?”

“anniyo.. kajja kita mencari tempat makan yang enak, gara gara banyak pengunjung kita sampai kehabisan bahan untuk dimakan sendiri”

“hahaha kau seharusnya senang, lagipula aku bosan makan di restoranmu”

“yah! kau bilang restoran kita itu terbaik”

“hehehe memang, tapi sebelum makan kita harus membeli segala bahan untuk besok sica, kau masih kuat?”

“mwo? apa bahan bahan dan barang yang akan dibeli sangat banyak?”

“tentu saja, bahan bahan di restoran kan sudah habis”

“yah yah yah! tidak bisa kah kita istirahat sebentar? rasanya aku ingin pingsan” ucap jessica dengan wajah memelasnya

“hahaha aku hanya bercanda, kau tenang saja bagian itu sudah diatur karyawan lain sica-yaa.. lagipula ada beberapa produsen yang datang mengirim kesini besok, kajja kita makan”

“yaaaay!! let’s go!!” ucap jessica semangat sambil merangkul pundak sahabatnya itu tanpa menyadari seseorang dari lantai atas gedung sedang memperhatikannya

dag.jpg

……….

Keesokan harinya

Yoona dan yeri menuruni tangga rumahnya dengan dandanan yang sudah rapi hendak berangkat ke kampusnya

“good morning babies.. kajja sarapan pagi sudah siap” ucap tiffany dengan eye smile nya menyapa kedua putri kesayangannya itu

Yeri langsung berlari dan duduk disamping taeyeon dan tiffany sementara yoona menghentikan langkahnya saat kedua matanya menatap taeyeon yang juga sedang menatapnya

wqw.jpg

keduanya saling terdiam, tak seperti pagi sebelumnya biasanya taeyeon dengan ceria mengajak yoona sarapan setiap pagi. hingga pandangan taeyeon beralih ketika tiffany meletakkan piring berisi sandwich dihadapannya. yoona pun duduk disamping tiffany dan taeyeon yang terhalang satu kursi kosong

“eiyy, eomma lupa membawakan susu nya” ucap tiffany hendak berdiri mengambil susu didalam kulkas

“biar aku saja” ucap taeyeon dan yoona bersamaan membuat pandangan tiffany dan yeri tertuju pada keduanya

“omo, kalian kompak sekali hahaha… sudah kalian duduk saja lanjutkan sarapannya, biar eomma yang mengambil, lagipula tanganmu sedang terluka taeng” ucap tiffany membuat pandangan yoona tertuju pada telapak tangan kanan taeyeon yang sudah dibaluti perban

“omo, tangan appa kenapa?” tanya yeri terkejut

“ah.. ini appa tak sengaja memegang bara bekas panggangan tadi malam” ucap taeyeon

“nne… appamu seorang dokter ahli tapi ceroboh dalam hal memasak” ucap tiffany saat kembali mengambil susu

“hehehe… itu kan memang bidang yang berbeda chagiyaa…” ucap taeyeon tertawa innocent

“wuuu alasan” ucap tiffany sambil menarik hidung taeyeon

Yoona masih terdiam menikmati sarapannya, ia memikirkan luka pada tangan taeyeon, ia tahu jika appanya itu sedang berbohong, malam tadi saat akan memasuki kamar mandi yoona melihat bekas darah diatas lantai disamping tempat tidurnya dan ia semakin yakin darah yang dilihatnya itu adalah milik taeyeon setelah memeriksa kotak sampah didapurnya dan menemukan beberapa kapas bekas darah dan pecahan kaca piring yang dipecahkannya

“yoong kenapa kau diam saja baby?” tanya tiffany membuyarkan lamunan yoona

“anni.. aku hanya sedang memikirkan untuk acara nanti malam eomma”

“eh? memang ada acara apa?”

“malam nanti akan ada acara penutupan program pengenalan kampus eomma, semacam pesta penutupan” ucap yeri

“ah.. begitu, apa kedua orang tua diharuskan ikut?” tanya tiffany

“nne… disana juga nanti ada pertemuan kedua orang tua”

“tapi… sepertinya eomma dan appa tak bisa hadir babbies, mianhae..” ucap tiffany membuat ketiga yeoja dihadapannya itu menatapnya

“eh? wae eomma?” tanya yeri

“appamu sedang kurang sehat…” ucap tiffany membuat taeyeon memandangnya

“loh? naega?” tanya taeyeon heran

“nne… badanmu sangat panas saat aku cubit hidungmu tadii” ucap tiffany melayangkan tangannya dan menempelkan kembali pada dahi taeyeon “omo! bahkan sekarang semakin panas, kau demam taeng.. lebih baik hari ini kau tak perlu berangkat ke rumah sakit, aku tak ingin sakitmu semakin parah” tambah tiffany mulai panik, yeri pun terlihat khawatir pada taeyeon, yoona kembali memandang wajah taeyeon yang terlihat pucat

“gwaenchanna… ini hanya demam, lagipula aku seorang dokter fany-ah, aku tahu menanganinya nanti juga lekas sembuh, nanti malam juga kita bisa menghadiri acara di kampus” ucap taeyeon tersenyum

“andwae… dokter juga seorang manusia taeng yang bisa sakit, kau harus istirahat”

“benar apa yang dikatakan eomma, appa istirahat saja di rumah” ucap yoona tanpa memandang taeyeon

“nne appa, yeri tak ingin appa bertambah sakit” tambah yeri

“hmm… baiklah kalau begitu, kkah lanjutkan kembali sarapannya nanti kalian terlambat”

“honey kajja aku antar kedalam kamar, akan kubuatkan bubur nanti”

“nne…” ucap taeyeon sambil berdiri “kalian hati hati dijalan, appa istirahat dulu” tambahnya pada kedua putrinya itu

“nne appa, get well soon.. saranghae” ucap yeri dan berdiri mencium kedua pipi taeyeon sementara yoona hanya diam masih duduk diposisinya, taeyeon memandangnya sebentar kemudian kembali berjalan masuk kedalam kamarnya diantar oleh tiffany

“wae… kenapa kau terlihat sedih?” tanya yoona pada adiknya itu

“tentu saja, baru kali ini aku melihat appa sakit, bahkan tangannya terluka, tadi malam appa sangat semangat membuat makanan untuk kita” ucap yeri

“hmm… uljimma, nanti dia lekas sembuh, uri appa kan seorang dokter handal, kajja kita berangkat” ucap yoona

Yoona dan yeripun pamit pada tiffany kemudian keduanya berangkat ke kampusnya.

…..

“yah, ice princess.. kau terlambat..” ucap sooyoung dengan tatapan datarnya pada jessica yang baru saja tiba di restoran

“minhae… jika kelelahan aku akan susah dibangunkan hehehe”

“kkah.. antarkan bunga ini pada meja nomor 17” ucap sooyoung memeberikan sebuket bunga pada jessica

“bunga? kenapa restoran kita menyediakan bunga?”

“anni.. ini titipan salah seorang pengunjung itu, sepertinya mereka sedang mengadakan meeting”

“oh.. nne…” ucap jessica menerima nampan itu, namun setelah beberapa langkah ia berhenti membalikkan badannya kembali “eh? yah choi sooyoung!! i’m the bos! kenapa datang datang langsung disuruh mengantarkan bunga ini”

“hahaha sudahlah kkah antarkan ppali, mereka sudah menunggu.. ada hal penting yang belum aku selesaikan” ucap sooyoung memutar kembali tubuh jessica mendorong pundaknya untuk kembali berjalan

“nomor berapa soo, aku lupa” ucap jessica kembali menoleh mencari sooyoung

“tujuh belas…” ucap sooyoung dengan makanan menyumpal dalam mulutnya

“yah! ternyata kau malah makan! awas kau!” ucap jessica dengan tatapan esnya, kemudian ia berjalan menuju meja pengunjung bernomor 17 itu

Jessica melihat meja itu berisi 8 orang dengan style kantoran dengan 7 namja dan seorang yeoja yang duduk membelakanginya, iapun berjalan menghampiri meja itu

“excuse me…” ucap jessica membuat 8 orang itu mengalihkan perhatian padanya sebentar termasuk seorang yeoja di hadapannya yang menoleh kearahnya

“ini bunga milik anda mrs…..” jessica tak melanjutkan ucapannya saat kedua matanya memandang sepasang mata yeoja dihadapannya itu

“oh nne…” ucap yeoja itu, iapun terdiam saat memandang jessica

gr3g.jpg

“…………………………”

“gomawo..” ucap yuri tersenyum menerima bunga itu setelah beberapa saat keduanya saling diam

“oh nn.. nnne..” ucap jessica gugup, ia melihat yuri kembali membalikkan badannya setelah menerima bunga itu

Jessicapun kembali berjalan menghampiri choi sooyoung

*pletakk!!!* 

“aw…! wae…?” tanya sooyoung mengusap usap kepalanya yang baru saja dijitak oleh jessica

“yah, kenapa harus aku yang mengantarkan bunga itu!” kesal jessica mempoutkan bibirnya

“kau bilang kau juga ingin menjadi seorang pelayan sica, lagipula pelayan lain sedang sibuk melayani pengunjung lain”

“kenapa tidak kau saja, babo!”

“hehehe aku kan sedang sarapan, tidak baik meninggalkan makanan yang sedang dinikmati sica-yaa..”

“menyebalkan”

“kau pasti belum makan siang, mau kubuatkan apa?”

“hmm… molla, aku sedang tidak nafsu”

“wae? tumben, apa kau tak lapar? kau juga pasti tak sarapan”

“hmm… buatkan sandwich dan jus jeruk saja soo, antarkan ke ruanganku ya” ucap jessica, ia kembali menatap meja nomor 17 itu dan melihat yuri masih serius berbincang dengan para client nya

“okkay…” ucap sooyoung

………………….

Soshi University

“hey” sapa seseorang menghampiri krystal yang sedang duduk bersama seulgi menikmati makan siangnya di restoran kampus

Krystalpun menoleh kearah suara tersebut, namun ia kembali membuang muka setelah melihat orang yang menyapanya itu

“ada apa kau kemari” ucap krystal ketus

“woo… santai..” ucap orang itu kemudian duduk disamping krystal yang masih enggan menatapnya

“aku kemari hanya ingin memberikan ini” ucap orang itu, krystal kembali menoleh dan melihat seikat bunga mawar merah

“rose?” ucap krystal heran

“yes, for you” ucap orang itu tersenyum pada krystal

“aku tak suka bunga” ucap krystal masih dengan nada dinginnya

“ah c’mon… ini hanya permintaan maafku tentang kemarin kemarin, terimalah”

“maaf?” ucap krystal sinis

“yupp, maafkan aku atas sikap dan ucapanku kemarin, kau tau? itu hanya tugas seorang senior dan panitia kedisiplinan.. aku tak benar benar ingin merendahkanmu, bahkan aku merasa sangat bersalah padamu setelah melecehkanmu, ayolah maafkan aku” ucap orang itu tersenyum saat krystal kembali menatapnya

Krystal terdiam tak menerima bunga itu

“baiklah” ucap krystal menerima bunga itu dan menaruhnya diatas meja sementara seulgi terlihat khawatir pada krystal tentang amber yang sedang merencanakan hal jahatnya itu

“good girl.. aku tau kau wanita yang baik and smart” puji orang itu membuat emosi krystal perlahan memudar

“amber” ucap orang itu mengulurkan tangannya

“kwon krytsal jung” ucap krystal menerima jabatan tangan amber

“nama yang cantik, oke aku harus kembali ke lapangan siang ini ada pertandingan basket aku harap kau menontonnya sebentar lagi akan dimulai, see you kryst” ucap amber tersenyum mengedipkan sebelah matanya pada krystal kemudian berjalan meninggalkan kedua yeoja itu

“kryst… apa kau memaafkannya?” tanya seulgi

“sure, dia sudah meminta maaf bahkan memberiku bunga mawar, aku belum pernah menerima pemberian bunga dan ungkapan maaf dari seseorang selama ini”

“why?”

“aku mendengar dari irene unnie agar kita hati hati dengan amber dan kawan kawannya”

“who’s irene?”

“dia sunbae yang merawatku saat sakit dulu, dia memberitahuku untuk menyampaikannya padamu bahwa amber memiliki rencana buruk padamu”

“ahh… temannya si yeoja aneh itu,  kau jangan mudah percaya seulgi-ah, bisa saja sunbae itu berkata seperti itu karena menyukaiku”

“aku rasa dia tak mengenalmu, lagipula yoong unnie kan teman dekatnya”

“lalu kenapa jika dia teman dekatnya?”

“babo-yaa.. mana mungkin irene unnie menyukai seseorang yang disukai sahabatnya itu, lagipula irene unnie sepertinya orang baik”

“kau jangan mudah menilai seseorang seulgi-ah”

“hmm.. terserah kau saja, aku hanya ingin memberitahumu, aku berkata seperti itu karena khawatir terhadapmu” ucap seulgi mempoutkan bibirnya

“tapi kemana orang itu, tumben hari ini tak menggangguku”

“tumben kau mencarinya, apa kau merindukannya” goda seulgi

“yaish enak saja, aku justru bersyukur dia tak menggangguku lagi”

“hahaha…. oh my god! aku lupa” ucap seulgi saat melihat jam tangannya

“why..?”

“irene unnie tadi memberitahuku,dia bersama teman temannya akan bertanding basket setelah upacara penutupan tadi, kajja kita harus menontonnya pasti seru” ucap seulgi menarik tangan krystal

Tak berapa lama keduanya pun tiba di lapangan basket soshi university yang sudah terlihat ramai, setelah berkeliling mencari akhirnya keduanya menemukan bangku kosong dibagian tengah

“mereka sudah main” ucap seulgi

Krystalpun menonton pertandingan basket itu, ia melihat yoona berada di lapangan bersama timnya dan ia melihat amber dan timnya sebagai lawannya

“dia pemain basket? heool…” ucap krystal dalam hati memandang datar pada yoona yang sedang serius mendrible bola

“kyyaaaaa…!!!”

“unnie keren!”

“saranghae unnie..”

teriak beberapa yeoja setelah melihat tembakan yoona tepat memasuki ring basket dan menghasilkan 3 point

banyak mahasiswa baru yang mengagumi yoona setelah menonton aksinya selama bermain basket, yoona memang termasuk pemain terbaik dalam tim nya dengan memiliki wajah berkarismanya membuat para yeoja maupun namja banyak menyukainya

“yaish.. tebar pesona” gumam krystal saat memandang yoona yang sedang tersenyum melambaikan tangannya pada para yeoja yang menyorakinya

Permainanpun berakhir dengan skor akhir yang dimenangkan oleh tim yoona

“kajja kita kesana” ucap seulgi kembali menarik tangan krystal

“kesana? shiro… kau saja” ucap krystal malas

“yasudah, kau tunggu disini ya aku akan memberikan minuman ini pada irene unnie dulu” ucap seulgi kemudian berlari ke pinggir lapangan tempat irene dan tim nya berkumpul

“sunbae, chukkae…” ucap seulgi setelah menghampiri irene

“wah ternyata kau menonton pertandingan ini, mianhae aku tak melihatmu”

“gwaenchanna… kau harus tetap fokus saat bertanding, ini.. aku membawkan minuman untuk mu sunbae” ucap seulgi memberikan botol berisi air mineral dingin pada irene

“wah gomawo..” ucap hara merebut minuman itu dan langsung meminum habis

“yah! itu untukku, yaish…” ucap ierene kesal namun hara sudah terlanjur melarikan diri

“gwaenchanna sunbae, kau ambil milkku saja tapi mianhae ini sudah ku minum”

“ah aku haus, boleh kah aku meminumnya?”

“nne… tentu saja sunbae”

“gomawo seulgi-ah, ohya.. Mulai sekarang kau tak perlu memanggilku sunbae”

“Eh? Wae sunbae?”

“Panggil aku unnie saja”

“Emm… Baiklah unnie”

Krystal merasa bosan setelah hampir lama duduk menunggu seulgi yang tak kunjung kembali itu, akhirnya ia berdiri dan berjalan mencari teman dekatnya itu

“hey kau disini” ucap amber memberhentikan krystal

“hmm…” jawab krystal

“mana temanmu?”

“sedang menemui sunbae nya, dia menyuruhku menunggu tapi ini sudah sepuluh menit dia tak kembali”

“hahaha ckckck baru sepuluh menit”

“it’s too long for me and i didn’t like waiting”

“okay… well, duduklah aku akan menemanimu” ucap amber yang sudah lebih dulu duduk dibangku penonton, krystalpun ikut duduk disampingnya

“kau kalah” ucap krystal

“yeah… kalah dari seorang musuh sangat memalukan bagiku” ucap amber

“musuh? who’s that?” tanya krystal

“siapa lagi, kau sebaiknya berhati hati padanya” ucap amber memandang kearah yoona

“why?”

“karena dia musuhku, dan kau bisa terluka olehnya”

“begitu ya” ucap krystal memandang wajah yoona dari yang cukup jauh darinya

“boleh kah aku meminumnya? tenggorokanku masih terasa kering” ucap amber menunjuk pada botol mineral yang dipegang krystal

“sure, but ini bekas ku”

“it’s okay, i like it” ucap amber mengambil botol itu dan langsung meminumnya “woah… bahkan terasa manis setelah kau tempelkan bibirmu” tambahnya

“stupid..” ucap krystal sedikit tertawa

“nanti malam kau akan datang?” tanya amber

“hmm… I don’t know, tergantung jawaban daddy ku”

“hey… kau sudah dewasa, kau tak perlu meminta izin daddy mu”

“I can’t… aku harus tetap meminta izin padanya”

“well… apa aku perlu ikut meminta izin padanya?”

“hahaha tidak perlu”

“tapi kau harus datang, kau akan menyesal jika tak menghadiri pesta ini”

“okay… akan ku usahakan”

“great…! that’s my girl…” ucap amber senang

“your girl?”

“yeah”

“hahhaha in your dream” ucap krystal sambil tertawa

……

“hey kemana krystal?” tanya yoona setelah menghampiri seulgi dan irene yang sedang asik berbincang

“dia menunggu dibangku penonton unnie, tadi kryst tidak mau saat aku ajak kesini” ucap seulgi, ketiga yeoja itu menoleh kearah bangku penonton namun mereka terkejut

“mwo?? yaish kurang hajar!!” kesal yoona saat melihat krystal dan amber duduk berdua di bangku penonton, ia mengepalkan kdeua tangannya hendak menghampiri dua orang itu

“yoong… tahanlah, jangan hampiri mereka” ucap irene menahan yoona

“wae…? aku tak terima melihat kryst didekati orang jahat itu”

“jangan sekarang, amber bersama teman temannya, lihatlah” ucap irene menunjuk kearah pojok lapangan, yoona melihat teman teman amber sedang berkumpul sambil tertawa tawa melihat kearah amber

“apa yang mereka lakukan? sepertinya ada yang tak beres” ucap yoona hendak menghampiri amber dan krystal namun lagi lagi irene menahannya

“yoong jangan sekarang, nanti akan ku beritahu sesuatu padamu”

“beritahu apa?”

“sebaiknya jangan disini, kajja kita ke resto”

“tapi krystal…”

“sudah biarkan saja dulu, biar kau tau sesuatu dulu yoong ini sangat penting”

“baiklah, kajja”

……………………..

“engghhh…..” erang taeyeon begitu terbangun dari tidurnya, ia melihat tiffany sedang duduk daisampingnya sedang membaca novel, iapun mengangkat tubuhnya dan duduk bersandar

“fany-ah.. jam berapa sekarang?” panggil taeyeon

“eh? kau sudah bangun honey, sudah jam 3 sore”

“omo, aku lupa memberi tahu sunkyu kalau aku tak bisa bekerja hari ini”

“kau tenang saja aku sudah memberitahunya tadi pagi, jja minumlah” ucap tiffany menyerahkan segelas air mineral pada taeyeon

“gomawo…” ucap taeyeon menerima gelas itu dan meminumnya

“panasmu masih belum turun honey” ucap tiffany setelah memeriksa dahi taeyeon

“hmm… tumben sekali” ucap taeyeon kembali berbaring

“taenggu…”

“nne chagiya?”

“apa yang sedang membebani pikiranmu?”

“maksudmu?”

“kau sangat jarang sakit kecuali saat ada yang menggangu pikiranmu, lagipula dari tadi malam kau terlihat murung”

“hmm….”

“so, ceritakan padaku.. jangan ada yang disembunyikan diantara kita” ucap tiffany sambil tersenyum menatap taeyeon

aku takut” ucap taeyeon

“takut? takut kenapa taeng?”

“aku takut setelah menceritakan ini kau akan membenciku dan pergi meninggalkanku”

“taeng… lebih baik sakit karena kejujuran daripada bahagia karena kebohongan, aku tak akan meninggalkanmu, i’m promise” ucap tiffany terdengar tulus

“aku adalah seorang suami dan ayah yang sangat jahat” ucap taeyeon menundukkan kepalanya

“annii.. kau tidak seperti itu taeng..” ucap tiffany mengusap air mata taeyeon yang mulai keluar

“bahkan yoona membenciku”

“why..? aku masih belum mengerti taeng”

“kau tau mengapa aku sangat ingin berusaha melakukan apapapun untuk yuri?”

“karena kau sahabat baiknya?”

“anni… justru aku adalah sahabat paling buruk untuknya, aku telah menusuknya dari belakang, aku telah mengkhianatinya dan aku telah membuatnya kecelakaan dan koma”

Taeyeonpun menceritakan semua tentang masa lalunya dari awal permasalahan terjadi termasuk memberitahu tiffany ia pernah menjalin hubungan dengan jessica dibelakang yuri hingga akhirnya masalah besar itu terjadi.

“mianhae… jeongmal mianhae…” ucap taeyeon

Tiffany terdiam menatap taeyeon yang masih terisak setelah menceritakan semua tentang masa lalunya itu

TBC

 Terimakasih buat yg selalu suport

Buat yg sempat ngoment

Dan selalu sabar menunggu 

Jangan bosen ya

 

Second Chance part 15

picsart_09-15-12.37.07.jpg

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………..

“Yoong mianhae membuatmu menunggu lama” ucap jessica begitu memasuki mobil yoona

“Gwaenchanna unnie, sudah selesai dibereskan?”

“Nne.. Kajja kita pergi dari sini”

Yoonapun mulai melajukan mobilnya meninggalkan restoran milik jessica

Namun selama di perjalanan yoona selalu melihat kearah jessica yang hanya diam saja memandang pemandangan luar dan sesekali menunduk, wajahnya terlihat sedih

“Unnie gwaenchanna?” tanya yoona

“Hmm.. Nne” ucap jessica tersenyum memandang yoona

“Kau ingin aku antar kemana unnie?”

“Emm… Ah didepan sana, tolong menepi yoong” tunjuk jessica

“Taman?” ucap yoona merasa heran

“Nne.. Aku sedang ingin ke taman”

“Tapi ini sudah mulai gelap unnie lagipula suhu diluar mulai dingin”

“Gwaenchanna…” ucap jessica

Yoonapun menepikan mobilnya disamping sebuah taman besar

“Yoong gomawo telah mengantarku, aku senang bisa kenal denganmu..” ucap jessica tersenyum memandang yoona

“Nne unnie, apa aku perlu menemanimu?”

“Tidak perlu yoong, kau pasti sudah ditunggu kedua orang tuamu, sekali lagi gomawo…” ucap jessica kemudian membuka pintu mobil dan keluar berjalan memasuki taman

Sementara yoona masih terdiam memandang jessica hingga tubuhnya tak terlihat lagi

Suasana di taman lumayan sepi hanya terlihat beberapa pasangan berlalu lalang dengan pakaian tebalnya karena mulai memasuki musim dingin

Jessica menemukan sebuah bukit rumput tempat bermain kelinci dan beberapa kursi tak jauh dari sana, iapun berjalan dan duduk dikursi itu sambil terus mengusap kedua tangannya yang terasa dingin

Taman adalah tujuannya jika jessica sedang merasakan sedih ataupun pikirannya sedang tidak tenang

Setelah duduk ia kembali terdiam dengan wajah yang kembali sendu mengingat kejadian beberapa saat yang lalu yang berhasil membuat hatinya sesak, mata jessica mulai berkaca kaca namun tiba tiba ia merasakan seseorang menyentuh pundaknya, jessica pun mengangkat wajahnya dan melihat yoona baru saja menutupi punggungnya dengan baju hangat miliknya

“Kau bisa kedinginan unnie” ucap yoona saat jessica memandangnya

“Yoong, kenapa kau ada disini?”

“Tadi aku melihatmu pergi tanpa memakai baju hangat, suhu malam ini sangat dingin aku khawatir unnie kedinginan”

“Ah.. Nne, aku lupa meninggalkan baju hangatku saat membereskan ruanganku di restoran tadi, gomawo yoong.. Tapi kau sendiri jadi tak memakai baju hangat” ucap jessica mulai terlihat khawatir hendak melepaskan baju hangat yang dipakaikan yoona untuknya itu namun dengan segera yoona menahannya

“Gwaenchanna… Aku sudah terbiasa, lagi pula aku membeli kopi hangat, ini untukmu” ucap yoona menyerahkan 1 cup kopi hangat pada jessica

“Sekali lagi gomawo… Aku menyusahkanmu”

“Anni…”

Keduanya kembali terdiam dengan pikiran masing masing, yoona melihat jessica kembali menunduk menatap kosong pada cup kopi yang digenggamnya

“Unnie.. kau yakin kau baik baik saja?” tanya yoona kembali

“Nne..” jawab jessica pelan

“Aku juga selalu duduk berdiam diri di taman jika perasaanku sedang tak baik, suasana tenang disini membuat pikiran nyaman” ucap yoona membuat jessica menatapnya dengan kedua mata yang terlihat berkaca kaca

“Tapi akan lebih tenang ketika masalah dan rasa sakit dikeluarkan” ucap yoona kembali sambil merentangkan kedua tangannya

Jessica pun langsung memeluknya dan yoona merasakan tubuh yeoja itu bergetar mulai menangis. Membuatnya terdiam mengusap usap lembut punggung jessica

“Mengapa hatiku ikut merasakan sakit melihatnya seperti ini? Padahal aku baru mengenalnya beberapa waktu yang lalu” ucap yoona dalam hati sambil terus memeluk jessica yang masih dalam tangisnya

Beberapa saat kemudian jessica mulai menegakkan tubuhnya melepaskan pelukannya pada yoona, ia melihat yoona kembali tersenyum menatapnya

“Kau benar yoong, hatiku sedang tidak baik baik saja sekarang”

“Aku mungkin bukan pemberi solusi yang baik, tapi aku bisa menjadi pendengar yang baik untukmu unnie”

“Hmm… Kau lucu sekali yoong” ucap jessica mulai tersenyum

“Jadi.. Apa masalahmu unnie? Bukankah tadi kita tertawa seperti tak ada beban” tanya yoona, jessica kembali menunduk memegang erat kopi yang sudah tak terasa hangat lagi itu

“Tadi aku bertemu dengan yul” ucapnya

“Yul unnie? Dia sudah kembali?” tanya yoona, ia melihat jessica menganggukkan kepalanya

“Bersama krystal” tambah jessica

“K..kkr..krystal?” ucap yoona terkejut, beruntung jessica masih menunduk hingga tak menyadari keterkejutan yoona

“Bukankah itu kabar yang baik unnie?” ucap yoona kembali

“Nne… Seharusnya aku senang melihat mereka kembali, harusnya aku senang melihat yul dan krystal baik baik saja sekarang dan harusnya aku juga senang… Melihat krystal tak mengenaliku” ucap jessica tersenyum dengan air matanya yg kembali mengalir

“Mwo?? Wae…? Bukankah unnie adalah eommanya?” tanya yoona kembali terkejut

Flashback

Setelah jessica dan yuri cukup lama terdiam berdiri saat bertemu disaat yang tak terduga, krystal memanggil yuri membuat keduanya menoleh dan melihat krystal bersama victoria sudah duduk di meja pengunjung restoran

“Daddy.. Ayo duduk” ucap krystal, ia sempat melirik kearah jessica dan pandangan keduanya bertemu

Namun belum sempat mulut jessica terbuka untuk memanggilnya, krystal sudah kembali mengalihkan pandangannya dan terlihat asik berbincang dengan yeoja yang duduk disampingnya

Krystal tak mengenali jessica

“Permisi” ucap yuri pada jessica dan sooyoung

keduanya pun menggeser tubuhnya dan jessica melihat yuri berjalan melewati dengan menunduk tanpa memandang dan seolah tak mengenalnya

“Yul…” panggil jessica dalam hati

Flashback end

“Aku bukan eommanya, lagipula aku memang tak pantas menjadi eommanya” ucap jessica

“Kenapa unnie bicara seperti itu?”

“Krystal bukan putri kandungku, aku memang sangat menyayanginya terutama yul yang sangat sangat mencintanya, tapi dengan kesibukanku dulu membuat perhatianku menjadi berkurang sehingga membuat yul berpikir jika aku lebih memikirkan pekerjaanku, aku menyadarinya.. Aku memang orang yang sangat buruk”

“Anniyo… Jangan pernah berpikir seperti itu unnie”

“Sekarang krystal tak mengenaliku, mungkin ia hilang ingatan saat sadar dari koma nya seperti yul dulu”

“Yul unnie pernah mengalaminya?” tanya yoona pura pura belum pernah mengetahuinya

“Nne… Lagi lagi karenaku”

“Karenamu?” tanya yoona terkejut

“Aku… Aku… Sempat berselingkuh dengan sahabatnya, kim taeyeon, mungkin ini karma untukku” ucap jessica kembali menangis

Seperti tersambar petir, itulah yang yoona rasakan sekarang saat mengetahui satu hal besar tentang yuri, jessica dan appa nya kim taeyeon

“K..kkkim.. Taeyeon?” ucap yoona terbata

“Saat itu aku telah menikah dengan yul dan sedang mengandung anakku, tapi dengan bodohnya aku memiliki prasangka buruk pada yul yang selalu pulang kerja larut malam hingga aku melakukan kesalahan yang besar, sampai akhirnya yul mengetahui hubunganku dengan taeyeon dan membuatnya tertabrak sebuah mobil karenaku hingga mengalami hal yang sama dengan krystal, yul mengalami koma selama satu tahun lebih dan menjadi hilang ingatan setelah sadar dan sembuh”

“Meskipun ingatan yul telah hilang dan kami kembali bersama tapi aku selalu ditakuti rasa bersalah hingga aku melampiaskan dengan terus fokus pada pekerjaanku yang tak disukai yul, aku memang berniat untuk melepaskannya dari dulu”

“Wae..? Bukankah unnie masih mencintainya”

“Aku masih sangat mencintainya yoong, tapi aku tak bisa terus merasa bersalah padanya”

“Aku mengerti perasaan unnie, tapi.. Selama kita masih hidup bukankah lebih baik jika diperbaiki bersama? Aku yakin yul unnie pasti masih sangat mencintaimu”

“Sudah terlambat yoong, yul sudah memulai hidup barunya sekarang, bahkan tadi dia terlihat seperti tak mengenaliku”

“tidak ada kata terlambat untuk merubah diri menjadi lebih baik unnie”

“hmm… kau benar yoong, aku harus bisa memperbaiki diriku dan mulai terbiasa tanpanya”

“jika Tuhan mengijinkan, pasti yul unnie dan krystal akan kembali padamu unnie” ucap yoona

Jessica terdiam menatap yoona

“eh.. ww.. wwae? apa kata kataku salah?”

“hmm… anniya, aku merasa tersentuh dengan ucapanmu yoong, aku tak menyangka kau bisa begitu dewasa”

“itu… appaku yang mengajarkan”

“wah… appamu pasti orang yang sangat luar biasa”

“anniyo.. dia adalah orang yang sangat jahat” ucap yoona dalam hati

“yoong gomawo, berkatmu hati dan pikiranku mulai kembali tenang, aku belum pernah berbicara tentang kehidupanku pada siapapun kecuali padamu sekarang, kita baru saja kenal beberapa saat yang lalu tapi entah mengapa aku begitu nyaman bercerita padamu”

“benarkah? kalau begitu unnie bisa datang padaku kapanpun kau mau bercerita”

“nne… sekali lagi gomawo, sekarang pulanglah yoong sudah mulai larut malam, kau juga pasti sangat kedinginan”

“aku akan mengantarmu pulang unnie”

“tak usah yoong, aku sudah menghubungi sahabatku dan dia akan menjemputku, sebentar lagi juga pasti dia datang”

“kalau begitu aku akan menemanimu sampai sahabat unnie tiba”

“aigoo… kau ini, baiklah”

…………………

“kau mengenalnya yuri-shi?” tanya victoria setelah yuri duduk bergabung

“anni.. nugu?”

“soo bilang dia pemilik restoran ini” ucap victoria

“ahh… begitu ya”

Yuri terdiam mengingat kembali pertemuannya dengan jessica sore tadi, ia merasa bersalah karena berpura pura tak mengenali jessica mantan isterinya itu

“kenapa kita harus kembali bertemu sica-yaa” gumam yuri menatap sebuah foto bergambar dirinya dengan jessica pada layar ponsel miliknya

“daddy, apa aku mengganggu?” ucap krystal dengan sedikit membuka pintu ruang kerja yuri, keduanya sudah berada didalam rumah

“tidak kryst, kemarilah…” ucap yuri tersenyum memandang krystal, krystalpun langsung berjalan menghampiri yuri

“daddy sedang apa? mengapa wajah daddy terlihat sedih?”

“benarkah? anniyo… daddy hanya sedang memikirkan tentang pekerjaan, mengapa kesayanganku belum tidur?”

“hmm… aku tak bisa tidur, maukah daddy menemaniku?”

“tentu saja, kajja daddy temani” ucap yuri kemudian menggendong krystal dan berjalan memasuki kamar putri kesayangannya itu

……………..

“aku pulang…” ucap yoona begitu memasuki rumahnya

“nne…” teriak tiffany dari dapur

“eomma ini pesananmu, mianhae menunggu lama” ucap yoona menyerahkan beberapa bungkusan berisi daging yang dibelinya, sore tadi tiffany menelpon yoona memintanya untuk membeli itu

“gwaenchanna.. lagipula itu untuk besok pagi sayang”

“lalu sekarang eomma sedang memasak apa?”

“ini, ramyun untuk appamu, dia terlambat makan malam sayang”

“oh.. begitu” ucap yoona

“yoong kapan pulang? kajja temani appa memakan ramyun” ucap taeyeon yang baru saja memasuki dapur

Yoona menoleh dan melihat taeyeon sedang mengusap usap rambutnya yang basah dengan handuk, ia baru saja selesai mandi dan berkeramas

“appa saja, aku sudah kenyang” ucap yoona sedikit dingin, hatinya kembali sakit mengingat kembali ucapan jessica tentang hubungan yang pernah dijalin keduanya

“eh? tumben sekali, biasanya selalu ada ruang di perutmu hehehe” ucap taeyeon

“sudah full, aku ke kamar dulu, sudah mengantuk” ucap yoona langsung berjalan melewati taeyeon dengan sikap dinginnya

“kenapa dengannya?” tanya taeyeon heran

“mungkin yoong kelelahan, jja ramyunnya sudah matang” ucap tiffany menyerahkan mangkuk yang berisi ramyun itu

Keesokan harinya dengan dandanan yang sudah rapi yoona turun dari kamarnya yang berada dilantai atas dan berjalan menuju ruang keluarga, ia melihat yeri taeyeon dan tiffany sudah duduk menikmati sarapan pagi, namun yoona kembali merasa marah saat melihat taeyeon

“yoong, kajja sarapan” ucap taeyeon yang melihat yoona

“anniyo, aku mau langsung berangkat ke kampus sekarang” ucap yoona masih bersikap dingin pada taeyeon

“wae? eomma sudah membuatkanmu sandwich, apa dibawa saja sayang biar yoong memakannya didalam mobil?” ucap tiffany

“tidak perlu eomma, aku sudah ada janji sarapan bersama teman temanku, aku pergi dulu ya, bye” ucap yoona berjalan keluar rumahnya tanpa memberi ciuman pada taeny yang biasa dilakukannya setiap hari membuat taeny merasa heran

“ada apa ya dengannya?” tanya tiffany mulai terlihat khawatir

“nanti akan aku tanyakan padanya” ucap taeyeon tersenyum menenangkan tiffany

“appa, krystal teman satu sekolahku yang pernah menjadi pasienmu dulu ku lihat sekarang sudah kembali sembuh dan kuliah di soshi”

“benarkah? syukurlah… oh ya, bagaimana masa pengenalan kampusmu baby?”

“mahasiswa kedokteran hanya terus berada didalam ruangan tak seperti yang lain, hanya mendengarkan beberapa materi tentang kampus”

“begitu ya, syukurlah.. eomma khawatir kau dijahili para senior”

“eomma tenang saja, lagipula hampir seluruh kampus sudah mengetahui jika aku dongsaengnya si preman kampus”

“hahaha baguslah kalau begitu” ucap taeyeon tak bisa menahan tawanya

“yaish… ajaranmu taeng” ucap tiffany mencubit pinggang taeyeon

“awww… enak hehehe” goda taeyeon

“yah..!” ucap tiffany hendak mencubitnya kembali sementara yeri hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua orang tuanya itu

*tiiintiiinnn*  suara klakson mobil terdengar dari luar

“ah sepertinya joy sudah menjemputku, aku berangkat dulu appa eomma” ucap yeri berdiri dan menciumi kedua orang tuanya

“Baby chankkaman, bawakan ini untuk unniemu” ucap tiffany mengambil tupperware dan memasukkan beberapa potong sandwich, kemudian diberikannya pada yeri

“nne… nanti akan aku berikan padanya, bye eomma appa.. saranghae”

“nado saranghae baby, hati hati ya” ucap tiffany melambaikan tangannya setelah mengantar yeri kedepan pintu

di kampus, yoona baru saja keluar dari mobilnya setelah diparkir. saat berjalan menuju kampusnya ia melihat krystal baru saja tiba dan keluar dari mobil yang mengantarnya, yoona sempat melihat sekilas yuri yang mengendarai mobil itu sebelum akhirnya melaju meninggalkan kampus, pandangan yoona kembali tertuju pada krystal, iapun langsung berlari menghampirinya

“kryst…” sapanya

Krystalpun menoleh, ia memutar kedua bola matanya begitu melihat yeoja pervert yang pernah ditampar olehnya, ia kembali membalikkan badannya mengacuhkan yoona

“kryst… chankkaman” ucap yoona kembali mencoba berjalan sejajar dengan krystal

“yah, what do you want?!!” ucap krystal mulai kesal

“kryst, apa kau benar benar tak mengingatku?” tanya yoona membuat krystal berhenti berjalan dan memandangnya

“No, who are you?” jawabnya kemudian kembali berjalan

“aku yoong… dulu kita begitu dekat”

“liar, daddy ku bilang saat sekolah aku tak memiliki teman”

“anniyo… kita dekat, sangat dekat bahkan kita sama sama saling menyukai” ucap yoona kembali membuat krystal berhenti berjalan

“what? yah don’t be liar! aku tak mengingatmu dan aku tak mengenalmu” ucap krystal kembali berjalan namun setelah beberapa langkah ia kembali membalikkan badannya melihat yoona yang masih terdiam

“bahkan sekarang hatiku merasa biasa saja saat melihatmu, dasar pervert! jangan pernah menggangguku lagi” ucap krystal kemudian berjalan kembali meninggalkan yoona yang terdiam mematung setelah mendengarkan ucapan krystal

“kryst…” gumam yoona

“yah rusa! kenapa kau diam mematung disini eoh?” ucap hara dan irene yang baru saja datang dan merangkul pundak yoona

“nne, apa yang sedang kau pikirkan buddy?” tanya irene

“anniyo.. kajja” ucap yoona

ketiga nya kembali berjalan menuju klinik tempat mereka bertugas, langkah irene terhenti saat melihat seorang yeoja sedang berjalan didepannya

“hey kau, kau sudah sehat sekarang?” tanya irene membuat yeoja didepannya menoleh ke arahnya

ah nne sunbae, gomawo kemarin telah merawatku” ucap yeoja itu

“nne.. itu memang tugasku, aku irene dari jurusan sains, kau?”

“aku kang seulgi dari desain grafis”

“wah, kau menyukai seni?”

“nne sunbae, kau menyukai alam ya?” tanya seulgi polos

“ahahaha anniyo… Kau lucu sekali, oh ya kau berteman dengan yeoja yang menjengukmu ke klinik itu kan?”

“nne sunbae dia krystal”

“tolong sampaikan padanya untuk berhati hati dengan senior bernama amber, aku tak sengaja mendengar dia merencanakan sesuatu yang licik bersama teman temannya untuk krystal”

“benarkah?”

“nne… sebaiknya kalian berhati hati dengan mereka”

“nne sunbae gomawo… akan aku sampaikan pada kryst”

“kalau begitu aku bertugas dulu di klinik, jika kau merasa kurang sehat jangan terlalu dipaksakan lagi seulgi-ah”

“nne sunbae sekali lagi gomawo…” ucap seulgi, keduanya pun berjalan kearah yang berbeda

“seulgi-ah..” panggil irene kembali, orang yang dipanggilpun membalikkan badannya

“nne?” ucap seulgi

“hwaiting!!” ucap irene dengan bahasa isyarat dan mengepalkan kedua tangannya memberi semangat pada seulgi membuat yeoja itu tersenyum dengan kedua pipi yang memerah

Tim panitia medis berjalan menuju lapangan tempat para mahasiswa baru dikumpulkan termasuk yoona dan kedua sahabatnya ikut ke lapangan untuk memeriksa kondisi para mahasiswa baru

Yoona tersenyum melihat krystal yang terlihat menggosok gosokkan kedua tangannya merasa kedinginan iapun berjalan menghampirinya

“Pakailah, ini akan sedikit membuat tanganmu hangat” ucap yoona membuat krystal menoleh kearahnya

“Tak perlu” ucapnya dingin

Namun tanpa diduga yoona menarik kedua tangan krystal membuat yeoja itu terkejut

“Yah! What’re you doing?!” tanya krystal menarik tangannya yang sudah terpasang sarung tangan, namun krystal perlahan merasakan kedua tangannya sedikit hangat

“Suhu dingin akan membuat tenagamu berkurang” ucap yoona tenang, ia mulai melepaskan syal yang dililit di lehernya kemudian dipasangkannya pada leher krystal sementara krystal hanya terdiam

“Hangat” ucapnya dalam hati saat merasakan lehernya tak lagi merasa kedinginan

“Kau baik baik saja?” tanya yoona

“Hmm..” jawab krystal menganggukkan kepalanya singkat

“Segera beritahu aku jika kau butuh apapun, aku akan memeriksa mahasiswa yang lain dulu” ucap yoona tersenyum pada krystal yang terdiam menatapnya kemudian yoona berjalan ke arah mahasiswa lain

“Nugu?” tanya seulgi pada krystal

“I don’t know” jawab krystal

“Dia baik sekali, dan terlihat tampan” ucap seulgi

Krystal memandang sarung tangan dan syal yang diberikan padanya dari yoona

“Apa ucapannya tak bohong?” ucap krystal dalam hati

Namun krystal melihat yoona berjalan menuju soerang yeoja yang terlihat sedang menunggunya, dari kejauhan krystal terus memperhatikannya

“Yoong, kau dicari adikmu” ucap salah satu teman yoona

“Oh nne, aku kesana dulu ya” ucap yoona kemudian menghampiri yeri yang sedang menunggunya

“Ada apa yeri-ah?”

“Kau sudah sarapan unnie? 

“Belum, hah lapar sekali” jawab yoona mengusap usap perutnya dengan wajah memelas

“Yah, kau bilang akan pergi sarapan dengan teman temanmu, jja.. eomma menyuruhku mengantarkan ini untukmu” ucap yeri menyerahkan tupperware berisi potongan potongan sandwich pada yoona

“Aigoo… Gomawo uri dongsaeng” ucap yoona senang dan mengusap usap lembut kepala yeri

“Yaish, dia bilang kami sama sama saling menyukai tapi sekarang terlihat mesra, Dasar player!” ucap krystal terlihat kesal saat melihat yoona dan yeoja dihadapannya dari kejauhan

………….

Jessica terus terusan tersenyum sambil bernyanyi menyirami bunga bunga yang ditanamnya didepan restoran

“Yeoppodda…” gumamnya senang

Pandangannya tak sengaja tertuju pada kaca restorannya dan ia terkejut saat melihat seseorang yang dikenalnya dibalik pantulan kaca itu, jessica pun menoleh kebelakang dan benar saja ia melihat yuri sedang berjalan menuju restorannya dengan memakai kaca mata hitamnya

“Omo!” ucap jessica, iapun buru buru bersembunyi dibalik dinding disamping restorannya sebelum yuri melihatnya

Dengan hati hati jessica terus memandangi yuri

“Tampan” gumam jessica

Ia terus memperhatikan yuri hingga memasuki restoran miliknya dan tak berapa lama yuri keluar dengan membawa cup coffee ditangannya, jessica melihat yuri kembali berjalan menuju kantornya

“Yah, apa yang sedang kau lakukan sica?” tanya sooyoung yang hendak membuang sampah

“Eh? Anniyoo… Hanya mencari semut” ucap jessica buru buru berdiri dan langsung berjalan memasuki restorannya

“Huh? Aneh sekali” ucap sooyoung merasa heran

“Americano, hmm… Tetap tak berubah” ucap jessica saat memeriksa bill pesanan yuri, iapun membantu pelayan lainnya membersihkan kaca kaca, restorannya baru saja dibuka

*kringkring* suara bel pintu restoran kembali berbunyi, jessica melihat seorang yeoja yang pernah dilihatnya memasuki restoran miliknya

“Unnie, 1 cup americano please” ucap yeoja itu pada pelayan, jessica terus memperhatikannya

“Hey vic, tumben kau pesan kopi” ucap sooyoung yang baru saja masuk

“Ini untuk bosku” ucap yeoja bernama victoria itu

“Ah.. Jadi dia asisten yul di kantornya, tapi kenapa yul memintanya membelikan kopi lagi?” ucap jessica dalam hati

“Bukankah dia baru saja membelinya tadi” ucap sooyoung

“Nne, tapi dia tak sengaja menumpahkannya saat kakinya tersandung” ucap victoria

“Ckckck cerobohnya tetap tak berubah” ucap jessica kembali

“Ah.. Begitu, baiklah.. Kau tak pesan minuman?” tanya sooyoung

“Anni.. Untuk bosku saja, you know me..”

“Yeah…” ucap sooyoung

Tak berapa lama cup americano diberikannya pada victoria

Victoria pun keluar dan sempat tersenyum pada jessica saat berpapasan dengannya

……………………..

“oke waktunya break.. kami beri waktu 1 jam” ucap ketua panitia

Para mahasiswa pun bubar untuk beristirahat makan siang termasuk krystal dan seulgi yang sudah berada di restoran soshi, keduanya langsung memesan makanan

Yoona kembali tersenyum saat berhasil menemukan krystal yang sedang duduk berdua dengan temannya, iapun berjalan menghampirinya

“akh..!!” rintih krystal jarinya tergores sumpit yang baru dibelahnya

“omo, jarimu berdarah!” ucap seulgi terkejut melihat darah mulai menetes dari jari telunjuk krystal, krystal mengangkat jarinya yang terluka hendak dihisapnya

“jangan dihisap, bakteri dalam air liurmu bisa saja masuk kedalam lukamu dan membuat infeksi” ucap yoona yang berhasil menahan tangan krystal

“bukan urusanmu” ucap krystal ketus hendak memasukkan kembali kembali jarinya pada mulutnya namun lagi lagi yoona menahannya

Yoona menarik tangan krystal dan mulai membersihkan darah pada jarinya yang terluka dengan tissue yang sedikit ditetesi alkohol

“sssshh…” desis krystal merasakan perih saat yoona menempelkan tissue yang sudah ditetesi alkohol itu pada lukanya, yoona pun memandangnya saat mendengar krystal kesakitan

“tahanlah, ini hanya akan terasa perih sebentar” ucap yoona tenang

Krystal terdiam memandang yoona yang begitu serius mengobati lukanya hingga selesai menempelkan plester pada jarinya

“jja, selesai..kau bisa melanjutkan makanmu” ucap yoona tersenyum memandang krystal yang terlihat salah tingkah saat kedua matanya saling berpandangan dengan yeoja dihadapannya itu

“aku sudah tak nafsu setelah melihat darah” ucap krystal

“benarkah? kalau begitu jja, aku membawakan sandwich untukmu” ucap yoona membuka kotak tupperware yang berisi sandwich itu

“sudah ku bilang aku tak nafsu” ucap krystal

“kau pasti akan suka setelah memakannya, ini buatan eommaku… dulu kau sangat menyukainya” ucap yoona memberikan potongan sandwich itu pada tangan krystal

Krystalpun akhirnya memakan sandwich itu, ia terdiam sejenak saat mulai menggigit dan merasakan sandwich yang diberikan oleh yoona itu

“bagaimana? enak bukan?” tanya yoona

“hmm.. lumayan” ucapnya “benar, ini lezat sekali” tambahnya dalam hati

“kau juga mau?” tawar yoona pada seulgi hendak memberikan potongan sandwich itu namun krystal segera menahannya

“dia sudah memiliki makanannya” ucap krystal, ia memberi kode lewat matanya pada seulgi

“ah.. nn..nne unnie gomawo.. Lagipula aku tidak terlalu suka sandwich”

“ah begitu ya, yasudah kalau begitu” ucap yoona hendak memakan sandwich itu namun lagi lagi krystal menahannya

“yah, kau sudah memberikannya padaku, kenapa kau memakannya” ucap krystal

“eh? aku hanya menawarkanmu untuk dimakan bersama, tidak semuanya”

“di LA jika kau memberikan makanan pada seseorang berarti kau tak boleh memintanya kembali” ucap krystal

“ah benarkah? aku baru mendengarnya, yasudah kalau begitu ini untukmu, harus dihabiskan ya, aku akan memakan ramyun milikmu yang tak kau makan”

“ewwh… apa kau tak jijik?”

“wae..? aku hanya tinggal meminta sumpit lagi”

“tapi itu terkena tetesan darahku”

“gwaenchanna.. lagipula itu darahmu” ucap yoona tersenyum innocent, iapun mengambil sumpit yang baru dan mulai memakan ramyun milik krystal

ketiga yeoja itupun menikmati makan siangnya bersama

“dulu appamu bekerja di restoran ini” ucap yoona

“my daddy? tidak mungkin, dia seorang CEO”

“nne… tapi dia sempat bekerja disini saat kau masih dirawat di rumah sakit appaku, jika tak percaya tanyakan saja pada ayahmu, bahkan dia sempat kuliah disini walaupun hanya sebentar”

“Jadi dia yeoja yang pernah daddy ceritakan kemarin” ucap krystal dalam hati

“kau dekat dengan my daddy?” tanya krystal

“tentu saja, kami sangat dekat”

“tapi umurmu?”

“aku hanya satu tahun lebih tua darimu, aku seniormu di soshi high school”

“kau sedang tak bohong agar aku percaya padamu kan?”

“tentu saja, untuk apa aku bohong.. sikapmu memang sangat dingin dan kejam, tapi kita sempat dekat dan bahkan kau memintaku untuk menyatukan yul unnie dengan eommamu”

“my mommy?” ucap krystal heran

“eh?” gumam yoona terkejut oleh ucapannya sendiri yang kelepasan

“emm.. maksudku kau memintaku mencari pasangan yang cocok untuknya”

“lalu apa kau tahu tentang mommy ku? daddy tak pernah menceritakannya padaku, apa dia masih hidup? atau tidak?” tanya krystal

“eh? emm.. aku tidak tau tentang itu”

“jangan bohong”

“anni…”

“awas saja kau ketahuan membohongiku, aku tidak akan pernah memaafkanmu” ucap krystal dengan death glare nya

*glekkk!!* yoona menelan saliva nya begitu mendengar ucapan krystal

“ottokhae…” ucapnya dalam hati

TBC

Second Chance part 14

picsart_09-15-12-37-071

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………..

Yuri baru saja tiba dan langsung disambut hangat oleh para karyawan kantornya ketika memasuki gedung kwon’s company

“anyeong…” sapa yuri membalas para karyawannya dan tersenyum ramah pada mereka, tak sedikit karyawan yeoja yang langsung jatuh hati padanya. Mereka berjalan mengikuti yuri untuk mengantar ke depan ruangan miliknya

Begitu tiba di depan ruangannya, yuri terdiam memandangi pintu ruangannya

“ahjushi, bisakah aku minta tolong padamu?” ucap yuri pada seorang office boy

“nne tentu saja yuri-shi, apa yang bisa saya bantu?”

“bisakah kau lepas pintu ruanganku?”

“eh? kenapa dilepas yuri-shi?” heran OB itu begitupun karyawan yang lain ikut merasa heran

“nne, kenapa dilepas yuri-shi? apa pintu ini terlihat buruk?”

“anni… aku ingin ruanganku tertap terbuka untuk kalian, jika ingin bertemu dan ada yang ingin diperlukan jangan sungkan sungkan untuk datang padaku, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik untuk memajukan perusahaan ini” ucap yuri membuat para karyawan bertepuk senang merasa kagum pada atasannya itu

Setelah pintu dilepas yuri pun masuk kedalam ruangannya dan karyawan yang lain telah kembali ke tempatnya masing masing

“hmm… ini hari pertamaku bekerja, semoga kehidupanku bisa jadi lebih baik sekarang” ucap yuri dalam hati, ia berdiri didepan jendela gedung melihat pemandangan luar

*kringkringkring* telepon didalam ruangan kerja yuri berdering

“yoboseyo..”

“yoboseyo yuri-shi, seseorang yang akan menjadi sekretaris anda sudah tiba”

“baiklah, langsung masuk saja kemari” ucap yuri lalu mematikan teleponnya “aigoo.. padahal pintunya sudah aku lepas” ucapnya kembali, iapun duduk di kursi kerjanya yang baru itu. Tuan kwon telah mengganti semua barang barang yang ada di ruangan yang pernah ditempatinya

Yuri membuka dan melihat beberapa berita pada layar komputernya, pandangannya tertarik pada sebuah berita yang menyebutkan nama mantan isterinya itu

“Jessica Jung mengakhiri kontraknya dengan SMent?” ucap yuri saat membaca judul dan iapun tertarik untuk membaca berita tentang mantan isterinya itu namun saat akan membacanya seorang yeoja masuk kedalam ruangan yuri

“yuri-shi? anyeong…” sapa seorang yeoja yang sudah berdiri didekat pintu, yuri mengangkat kepalanya dan melihat yeoja itu membungkuk lalu melambaikan tangan padanya

“oh, anyeong…” jawab yuri mengclose layar berita yang dibacanya dan berdiri menyapa yeoja itu

page.jpg

“silahkan duduk” ucap yuri

“ah nne.. kamsahamnida” ucap yeoja itu kemudian duduk dihadapanyuri yang dihalangi oleh meja kerja yuri

“sebelumnya perkenalkan nama saya victoria, saya diminta oleh tuan kwon untuk menjadi asisten anda yuri-shi”

“ah begitu… senang bertemu dengan anda victoria-shi, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik”

“nne… tapi… mohon maaf yuri-shi, saya berasal dari china jadi bahasa korea saya tidak begitu lancar”

“gwaenchanna… kau bisa menggunakan bahasa inggris jika kesulitan berbicara” ucap yuri

“kamsahamnida yuri-shi”

“sebaiknya kita tak perlu bicara formal vic, rasanya aneh buatku hehe”

“tapi yuri-shi, tuan kwon..”

“ah sudahlah lupakan aturan appaku, kita buat aturan baru mulai sekarang, oke?”

“baiklah yuri-shi, gomawo…”

…………………………………
Di apartemen

“sica-yaa, ku dengar yul sudah berada di seoul dan krystal sudah sadar dari koma nya” ucap hyoyeon yang baru saja datang

“ah.. begitu ya, syukurlah”

“mwo? mengapa kau biasa saja?”

“memang harusnya seperti apa?”

“biasanya kau akan terlihat senang jika membicarakan yul”

“hmm… begitu ya” ucap jessica tersenyum miris

“wae..?”

“anniyo.. sudah satu tahun lebih yul tak pernah memberi kabar, bahkan saat dia kembalipun tak menghubungiku, dia sudah nyaman dengan kehidupannya hyo”

“mengapa harus yul dulu yang menghubungimu? mengapa tak kau duluan?”

“sudahlah, jangan dibahas”

“arasso…. lalu, hari ini rencanamu akan melakukan apa?  semenjak kau keluar dari SMent dan memutuskan hubunganmu dengan taecyeon kau hanya berdiam diri terus di apartemenmu, apa tak bosan”

“tentu saja bosan, aku hanya ingin menghindari media yang ingin meliputku terus, tapi siang ini aku akan pergi ke restoranku”

“ah… aku bahkan baru ingat kau memiliki restoran hahaha sudah lama sekali kita tak pernah kesana”

“kau benar, mulai sekarang aku akan fokus pada restoranku”

“apa si tower itu yang masih mengelolanya?”

“nne… aku merindukannya, sudah lama tak bertemu dengannya”

“ah nado… apa dia sudah memiliki kekasih ya sekarang”

“aku harap belum, jadi aku akan memintanya menikahiku”

“mwo??? yah, kau serius sica?”

“tentu saja aku bercanda, pabo. aku mau mengganti baju dan pergi ke restoran kau ingin ikut?”

“lain kali saja, badanku rasanya pegal pegal”

“yah, apa yang sudah kau lakukan dengan kekashimu?” tanya jessica dengan nada introgasinya (like mother like son 😂)

“tentu saja jalan jalan, memangnya apa lagi”

“anni… lupakan” ucap jessica kemudian meninggalkan hyoyeon di ruang TV

……………….

Di restoran kampus

“Yoong kenapa sedari tadi kau diam saja?” tanya hara

“Nne, apa kau masih memikirkan yeoja yang menamparmu tadi? Memang siapa dia? Apa kau mengenalnya?”

“Hmm… Sepertinya aku salah orang, aku pulang duluan ya” ucap yoona memakaikan tas nya dan berdiri

“Kau tak ingin makan dulu bersama kami?”

Yoona hanya menggelengkan kepalanya “aku sedang tak nafsu, aku duluan.. Bye..” ucapnya sambil berlalu meninggalkan kedua sahabatnya

“Nne.. Hati hati” ucap irene dan hara melambaikan tangannya

“Ada apa dengannya hari ini ya?”

“Entahlah, mungkin karena yeoja tadi”

“Wah… Tindakannya saat memeluk yeoja itu tadi benar benar daebak!” ucap hara menepukkan kedua tangannya

“Ah… Aku baru ingat, dia yeoja yang akan dijadikan korban taruhan oleh amber” ucap irene

“Jinjja?” tanya hara terkejut

…..

Jessica mengendarai mobilnya menuju restoran miliknya yang berada di pusat kota seoul itu, namun raut wajahnya berubah saat merasakan sesuatu pada mobil yang dikendarainya itu

“Eh? Ada apa dengan mobilku? Aneh sekali”

Jessica terkejut saat melihat lampu tanda bahan bakar mobilnya mulai berkedip kedip

“Aigoo… Bisa bisanya aku lupa mengisi bahan bakar mobilku, ckckck”

Jessicapun menepikan mobilnya disebuah mini market, dan segera menghubungi sahabatnya

“Hallo hyo.. Kau masih di apartemenku?” 

“Nne.. Wae?” tanya hyoyeon

“Mobilku kehabisan bahan bakar dan sepertinya tak akan cukup jika ku bawa ke pom”

“Kau hubungi saja mobil derek”

“Kau saja ya, aku tak mengerti mengurusnya”

“Mwo? Yah, kau hanya tinggal meneleponnya”

“Unnie.. Jebal…” ucap jessica dengan nada memohonnya

“Yaish…! Arasso… Kau dimana?” 

“Nanti aku kirimkan alamatnya, gomawo.. Bye.. Mmuah” ucap jessica kemudian mematikan teleponnya

“Huffhht… Dingin sekali” ucap jessica mengeratkan baju hangat dan syal yang dipakainya, iapun menutup sebagian wajah dan memakai kaca mata hitamnya kemudian berjalan memasuki mini market untuk memesan kopi hangat sambil menunggu hyoyeon

Namun sudah satu jam jessica menunggu sahabatnya tak kunjung tiba

“Hyo, kau dimana?” ucap jessica menelepon hyoyeon

“Aku masih diperjalanan sedang terjebak macet, sepertinya ada kecelakaan lalu lintas”

“Apa masih jauh?”

“Sepertinya begitu, kau naik bus atau kereta saja sica”

“Yaish.. Arasso..” ucap jessica kemudian menutup teleponnya

Ia kembali menutup sebagian wajahnya dengan syal dan berjalan menghampiri pelayan mini market itu

“Unnie, apa didekat sini ada stasiun atau pemberhentian bus?”

“Hmm.. Stasiun kereta lumayan jauh dari sini, tapi diseberang jalan ada halte bus” ucap pelayan itu sambil menunjuk

“Ah begitu, kamsahamnida”

“Nne..”

Jessica berjalan menuju halte, beruntung suasana dijalan begitu sepi hanya melihat sebuah mobil yang melaju pelan tak jauh darinya

Iapun kembali melangkahkan kakinya saat melihat lampu hijau pejalan menyala

………………………….

Yoona terdiam mengendarai mobil menuju rumahnya, pikirannya masih teringat dengan kejadian beberapa waktu yang lalu saat pertama kalinya ia bertemu dengan krystal, yoona yakin jika yeoja itu adalah krystal si hantu yang pernah bersamanya

“Aku harus menanyakannya pada appa” gumamnya

Sambil mengemudi tangan kiri yoona mulai merogoh isi tasnya untuk mengambil ponsel, namun sayang tas nya malah terjatuh

Yoona mengurangi kecepatan mobilnya, saat melihat keadaan jalanan lumayan sepi dengan masih mengendarai mobilnya ia pun menundukkan badannya untuk mengambil tas yang terjatuh disamping kakinya

Setelah ponsel didalam tas berhasil diambil nya yoona kembali menaikkan badannya, namun ia terkejut saat melihat lampu merah didepannya dan seseorang sedang berjalan menyebrangi zebra cross. Dengan refleks yoona menginjakkan remnya dalam dalam

*ckiiiitttt!!!!* suara rem mobil yoona terdengar membuat seseorang itu menoleh dan terkejut

“Kyaaaa!!!” jerit orang itu

*dukkk!!!* 

“Aw…!! Appo…” rintih yoona mengusap keningnya yang terbentur stir saat mobilnya berhenti, ia melihat sudah tidak ada orang didepannya, yoona pun langsung keluar dari mobilnya

“Omo!!” ucapnya terkejut saat melihat orang tadi telah terbaring tak sadarkan diri didepan mobilnya, yoona menoleh kesegala arah namun tak ada satupun orang disana kecuali penjaga mini market yang sedang berjaga lumayan jauh darin lokasinya berada

Yoona menurunkan tubuhnya dan memeriksa tubuh orang itu yang memakai pakaian tertutup dan kacamata hitam yang masih terpasang

“Huftthh… Masih bernafas, Aku berhasil tak menabraknya, tapi kenapa dia pingsan ya? Omo! Apa dia memiliki penyakit jantung? Ottokhae…” ucap yoona, iapun langsung mengangkat tubuh yeoja itu dan memasukkannya kedalam mobil miliknya, dengan segera ia membawa yeoja itu ke rumah sakit terdekat

Tak berapa lama iapun tiba di rumah sakit dan yeoja itu segera ditangani

“Bagaimana dokter?” tanya yoona khawatir

“Pasien hanya pingsan karena efek terkejut, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, sekarang pasien sedang tertidur” ucap dokter itu

“Tapi.. Dia tidak memiliki penyakit jantung kan?”

“Mwo? Anniya… Hahaha unniemu baik baik saja tidak memiliki riwayat penyakit apapun”

“Eh? unnie?”

“Nne, dia saudaramu kan? Sangat mirip denganmu, Rasanya aku pernah melihatnya tapi.. Diamana ya” ucap dokter itu terlihat sedang berpikir

“Ah..hahaha kalau begitu apa aku sudah boleh melihat keadaannya?”

“Ah.. Ya.. Tentu saja, setelah bangun pasien sudah bisa dibawa pulang” ucap dokter itu

Yoona pun segera memasuki ruang rawat dimana orang itu ditangani, ia melihat yeoja itu masih tertidur

“Jessica jung??!” ucap yoona terkejut saat melihat wajah yeoja yang masih terbaring itu

Yoona sempat tidak mengenalnya saat membawa yeoja itu karena wajahnya tertutup syal dan kaca mata hitam

Tak berapa lama jessica perlahan membuka kedua matanya terbangun dan melihat seseorang duduk disampingnya

“Unn..nnie… Mianhae..” ucap yoona membantu jessica duduk

“Eh? Nugu?” tanya jessica

“Aku.. Yoong, yang hampir menabrakmu tadi”

“Ah.. Begitu ya, gwaenchanna.. Mian aku terlalu terkejut tadi” ucap jessica

“Anni.. Ini salahku”

“Gwaenchanna.. Aku sudah merasa baik baik saja, apa aku sudah boleh keluar dari sini?”

“Nne.. Kau mau kemana? Biar aku antarkan unnie”

“Apa tak merepotkanmu?”

“Anni.. Anggap saja ini permohonan maaf dariku”

“Haha aigoo.. Sudah kubilang aku baik baik saja, tapi jika kau tak repot baiklah aku tak menolak hehehe”

Keduanya pun berjalan meninggalkan rumah sakit

“Jadi, kau ingin ku antar kemana?”  tanya yoona setelah keduanya memasuki mobil

“Aku akan mengunjungi restoranku di pusat kota”

“Ah… Jadi sekarang unnie mulai mengurus restoran setelah keluar dari sment ya”

“Nne.. Apa kau mengenalku?”

“Eh? Nne.. Tentu saja, aku salah satu penggemarmu, tapi apa kau lupa denganku?”

“Benarkah? Emm.. Nugu? Hehe mian ingatanku sedikit buruk”

“Aku yoong, dulu kita pernah bertemu saat di acara pernikahan gyuri unnie”

“Ah… Kau yang datang bersama yul?”

“Nne.. Kau benar”

“Apa kau kekasih yuri?”

“Eh? Hehe anniya.. Aku teman satu kampus dengannya dulu saat yul unnie kuliah di soshi”

“Ah begitu, kebetulan sekali”

Keduanya tampak mulai akrab selama perjalanan terus berbincang, tak biasanya jessica mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya, namun ketika mengenal yoona ia merasakan hal yang berbeda seolah telah memiliki ikatan yang kuat. Meskipun begitu jessica masih belum mengetahui tentang yoona

Keduanyapun tiba

“Jadi ini restoran milikmu? Terlihat keren unnie, apa kau yang mendesain nya?”

“nne aku yang mendekorasinya tapi selama ini sahabatku yang mengurusnya selama aku sibuk di SMent, kajja akan ku kenalkan padanya lagipula aku ingin mentraktirmu karena telah mengantar dan menghiburku selama perjalanan tadi”

“Eh.. Hehehe tak usah unnie” ucap yoona malu malu

“Ayolah.. Apa kau tak lapar?”

“Emm…” *kruuukk…kruukk…kruukkk* belum sempat yoona menjawabnya, suara perutnya telah menjawab lebih dulu membuat yoona menunduk malu

“Hahaha aigoo.. Kau lucu sekali, kalau begitu kajja, aku akan marah jika kau menolak” ucap jessica

Yoona pun menurut dan mengikuti jessica memasuki restoran miliknya itu

“Anyeong jessica-shi” ucap karyawan yang membukakan pintu untuk jessica, jessicapun membalas tersenyum

“Hai sica.. “ sapa seorang yeoja

“Youngie-yaa… Boghoshippo..” ucap jessica langsung berjalan dan memeluk sooyoung sahabatnya itu

“Yah, kemana saja kau baru kemari eoh?” ucap sooyoung

“Hehe mian, kau tenang saja mulai sekarang aku akan terus berada disini”

“Mwo? Jadi kau benar benar pensiun dari dunia hiburan?”

“Begitulah, aku ingin memulai hidup baru hehe oh ya aku membawa teman kemari, perkenalkan”

“Anyeong.. Im yoona-imnida unnie bisa memanggilku yoongie” ucap yoona membungkukkan badanya dan mengulurkan tangan

“choi sooyoung-imnida, kau masih muda.. yah sica-yaa sekarang seleramu berpindah ya”

“anni.. dia hanya temanku”

“tapi dia sangat mirip denganmu, barangkali kalian jodoh hehehe” ucap sooyoung mengggodanya

“yah! kau ini, kajja kita duduk” ucap jessica mengajak kedua yeoja itu

“excuse me…” ucap seorang yeoja hendak membayar bill

Sooyoung melihat para karyawannya terlihat sibuk

“sica-ya.. kalian duluan saja” ucap soyoung berjalan ke mesin kasir untuk melayani yeoja itu, jessica sempat berhenti dan melihat yeoja dengan berpakaian kantor yang terlihat rapi itu kemudian kembali berjalan menuju meja pengunjung

“ah kwon yuri sudah membayar semuanya Vic” ucap sooyoung pada yeoja itu

“eh? benarkah?”

“nne, pekerja baru?” tanya sooyoung

“dia CEO baru perusahaanku soo”

“jinjja? muda sekali umurnya”

“nne… dia putera Tuan kwon”

“ah.. pantas, tapi kenapa dia meninggalkanmu dan terlihat buru buru tadi?”

“dia ditelpon keluarganya katanya ada urusan penting yang mendadak”

“oh.. begitu, wah.. kau bisa mendekatinya, dia terlihat cocok dengamu”

“hahahaha kau ini, kami baru saja berkenalan.. aku bahkan baru tahu jika Tuan kwon memiliki putri lagi, setahuku hanya vivian”

“begitu ya, berarti kau harus lebih dekat dengan keluarga kwon agar tau lebih dalam hahaha”

“yaish…! kau sedang kedatangan tamu?” tanya victoria

“nne.. dia pemilik restoran ini”

“begitu ya, aku pikir ini milikmu pribadi, tapi rasanya aku pernah melihatnya”

“anniya, ini milik sahabatku, aku hanya diminta untuk mengelolanya, tentu saja.. dia mantan seorang aktris dan penyanyi terkenal”

“pantas.. cantik juga, dia kekasihmu?”

“hahaha anni… dia sahabatku”

“bisa saja sahabat jadi cinta” ucap victoria, keduanya memandang jessica yang sedang sibuk berbincang dengan yeoja dihadapannya

“hahaha… ada ada saja, walaupun dia sering digosipkan berhubungan dengan banyak namja dan yeoja tapi sebenarnya dia seseorang yang sulit ditaklukan hatinya”

“woo… sepertinya kau banyak tahu tentangnya”

“siapa bilang, dia orang yang sangat penuh dengan rahasia” ucap sooyoung

Keduanya melihat jessica menoleh kearahnya

“sepertinya dia menunggumu, kalau begitu aku akan kembali ke kantor, bye soo…”

“bye… semangat bekerja vic!” ucap sooyoung

Sooyoungpun menghampiri dan duduk bergabung bersama jessica dan yoona

“lama sekali, kami sudah lapar” kesal jessica

“hehehe mian… tadi temanku yang bekerja di perusahaan itu” tunjuk sooyoung pada dua gedung besar yang berdiri diseberang restoran membuat jessica dan yoona menoleh

“gedung baru ya? perasaan dulu saat aku kesini disana masih sebuah gedung kosong yang baru dibangun”

“sudah lama, kau saja yang lama tak pernah kesini”

“begitu ya, hehehe” ucap jessica tertawa innocent

Setelah memesan makanan, ketiganya kembali mengobrol
………….

*tingtong…*

“oh yul, kau baru pulang bekerja?”

“nne eomma, apa krystal ada didalam?”

“nne.. dia sedang mengurung diri didalam kamar setelah berbicara dengan appamu, sepertinya krystal sedang merasa kesal”

“apa yang terjadi?”

“eomma tidak tahu sayang, tadi krystal tak ingin diajak bicara”

“kalau begitu aku akan mencoba berbicara dengannya”

“nne..”

Yuri berjalan memasuki kamar krystal, ia melihat krystal sedang terdiam menatap keluar jendela yang terbuka, ia tersenyum melihat kebiasaan anak kesayangannya itu yang menyukai duduk didekat jendela yang terbuka

“hey.. ada apa dengan kesayanganku? mengapa wajahnya terlihat kusut?” tanya yuri membuat krystal menoleh begitu mendengar suara yuri, iapun langsung berlari memeluk yuri

“daddy…”

“hmm… apa yang membuatmu sedih kryst?”

“aku tidak sedih, aku hanya sedang kesal dad…”

“wae…? ceritakan pada daddy” ucap yuri, keduanya berjalan dan kemudian duduk diatas tempat tidur krystal

“hari ini hari pertama pengenalan kampus, tapi banyak sekali orang yang sangat menyebalkan disana, terutama senior bernama amber itu belum lagi ada seseorang yang tiba tiba memelukku, yaish! pervert!”

“kenapa dengan amber?”

“dia mengataiku stupid girl dengan wajah menyebalkannya itu dad, aku tak terima”

“mwo? berani sekali dia pada anak kesayangan daddy” ucap yuri dengan wajah kesal dan menarik lengan bajunya

“aku meminta grandpa untuk mengeluarkannya dari kampus, tapi grandpa bilang ia tak bisa melakukan itu karena orang tua amber salah satu penyumbang terbesar dikampus dan ayahnya rekan grandpa di perusahaan” ucap krystal mempoutkan bibirnya

“benarkah? woah daebak!”

“yaish.. mengapa daddy malah memujinya!”

“eh? anni.. daddy tak sedang memujinya, lalu orang memelukmu bagaimana?”

“saat itu aku sedang mencari temanku yang sedang istirahat di klinik dan aku bertemu dengan seorang senior, tapi tiba tiba dia memelukku erat sekali sampai aku kesulitan bernapas”

“lalu?”

“aku menamparnya”

“eh? mm.. mme..menamparnya?”

“tentu saja, aku tak mengenalnya tapi dia langsung saja memelukku, pervert!” kesal krystal

“hahaha lucu sekali, kau bersabar saja baby.. masa pengenalan kampus memang begitu, tapi nanti juga mereka akan meminta maaf kembali, kau sudah makan kryst?”

“belum.. tadi aku tak nafsu, tapi sekarang aku lapar hehehe”

“aigoo… yasudah kajja kita pulang, daddy akan memasakkan makanan yang spesial untuk kesayangan daddy”

“really? yaaayyy!!” ucap krystal girang “but dad…” ucap krystal kembali

“hmm..?”

“gendong” ucap krystal dengan wajah memelasnya

“aigoo… kajja” ucap yuri memasang punggungnya, krystalpun dengan senang langsung memeluk punggung yuri dan digendongnya

saat keluar kamar yuri melihat nyonya kwon sedang berada di dapur dan menggelengkan kepalanya begitu melihat dirinya sedang menggendong krystal

“eomma, kami pulang dulu”

“kalian tak makan malam disini saja?”

“anni.. aku ingin masak makanan spesial untuk krystal”

“aigoo.. baiklah, kalian hati hati dijalan ya”

“nne…” ucap keduanya kompak

Diperjalanan

“dad, mengapa jam segini sudah pulang? biasanya orang kantoran biasa pulang malam, apa pekerjaan daddy sudah selesai?”

“belum” ucap yuri tenang

“loh? lalu mengapa daddy pulang?”

“karena kesayangan daddy sedang bersedih”

“oh my god.. i’m so sorry dad…”

“it’s okay honey”

“kalau begitu ayo kembali ke kantor, aku boleh ikut kan?”

“eh? tapi kau belum makan kryst”

“gwaenchanna… kita bisa membeli makanan diluar dan memakannya di kantor, aku janji tak akan menganggu pekerjaan daddy, let’s go dad..”

“hmm… baiklah, lagipula didepan kantor daddy ada restoran, kita bisa makan dulu disana”

Yuri memutar balik arah dan melaju menuju kantornya kembali. tak berapa lama mereka pun tiba, setelah memarkirkan mobilnya yuri menggandeng tangan krystal berjalan menuju sebuah restoran yang berada di seberang kantornya

“yuri-shi…” panggil seseorang membuat yuri dan krystal membalikkan tubuhnya dan melihat victoria berjalan kearahnya mmbawa beberapa berkas

“hai vic.. mian tadi aku meninggalkanmu di restoran”

“gwaenchanna.. aku pikir kau tak akan kembali”

“hehehe aku baru ingat jika pekerjaanku belum selesai, kau darimana?”

“aku baru selesai membawa berkas berkas yang harus dperiksa dari gedung sebelah, disana baru selesai didakan rapat”

“eh? apa aku telah melewatkannya?”

“aku sudah menggantikannya kau tak perlu khawatir yuri-shi, karena sekarang kau disini aku akan memberitahukan hasil rapat tadi”

“baiklah kalau begitu, tapi aku harus mengantar kryst makan, gwaenchanna? oh ya perkenalkan kryst” ucap yuri merangkul pundak krystal

“anyeong.. saya victoria asisten yuri-shi” ucap victoria sopan

“anyeong… kwon krystal  jung, unnie bisa memanggilku krystal” ucap krystal tersenyum membalas uluran tangan victoria

“dia putri kesayanganku” ucap yuri membuat victoria terkejut mendengarnya namun masih bisa ia sembunyikan

“ah.. begitu, putrimu cantik sekali”

“tentu saja, kajja kita ke restoran” ucap yuri

Ketiganya kembali berbincang sambil berjalan menuju restoran

………………………

“hahahaha!!!” sooyoung tertawa terbahak bahak saat ketiga yeoja itu berbincang terutama jessica yang menjadi sasasaran pembicaraan sooyoung dan yoona

“yah! tertawa mu puas sekali” kesal jessica yang merasa terbully

“lagian kau enak sekali dibully sica-ya hahaha”

“yaish menyebalkan, kajja yoong kita pulang saja, lagipula sudah sore”

“nne…”

*drrttt…ddrrtttt…* ponsel yoona bergetar menerima panggilan dari kontak bernama *byunt eomma*

“eh? eommaku menelpon”

“yasudah kau angkat saja dulu dan tunggu aku di luar yoong, aku ingin mengambil beberapa data restoran dulu dan melihat ruangan baruku” ucap jessica

“nne..” jawab yoona, iapun berjalan keluar restoran terlebih dahulu dan segera mengangkat telepon dari eommanya itu

“sulli-ah.. handle dulu, aku akan mengantar dia ke ruangannya.. mulai sekarang sica akan ikut bergabung bekerja disini” ucap sooyoung pada salah satu karyawan restoran

“oh.. nne unnie”

Sooyoung pun mengantar jessica kedalam ruangan yang akan ditempatinya yang berada di lantai atas.

“oh my god! yah! menagapa berantakan sekali ruanganku!” ucap jessica saat memasuki ruangan itu

“hehehe mian aku terlalu sibuk jadi tak sempat membereskannya”

“pantas kekasihmu yang seorang suster itu memutuskanmu”

“itu karena kami sama sama sibuk dan tak ada waktu, yaish.. sudahlah jangan bahas si pendek itu, lagipula kau tenang saja, sebentar lagi asisten cantik perusahaan sebelah akan menjadi pasanganku sica-yaa”

“in your dream, jika dia tau kau pemalas pasti dia tak akan mau”

“hehehe aku akan jadi orang yang rajin setelah mendapatkannya”

“hah.. sudahlah kajja bantu aku membereskan ruangan ini, kasihan yoong menungguku lama nanti” ucap jessica

Keduanya mulai membereskan barang barang yang berada diruangan itu sementara yoona yang akan mengantarkan jessica pulang sudah menunggunya didalam mobil, sebelumnya jessica mengirimkan sms padanya jika ia akan membereskan ruangannya terlebih dulu dan yoona pun membalasnya jika ia bersedia menunggu

Tak berapa lama keduanya selesai membereskan ruangan itu

“kau yakin tidak akan kembali ke panggung hiburan?” tanya sooyoung

“nne… aku akan memulai hidup yang baru”

“memulai hidup yang baru itu harusnya menikah, kau tak ada pikiran kesana?”

“hmm… nothing”

“tapi suaramu indah sekali sica-yaa.. sesekali hiburlah pengunjung disini dengan suara indahmu, lagipula sepertinya kau sudah dilupakan fansmu”

“nne.. kau tenang saja aku tau bagaimana menarik perhatian para pengunjung, yaish… enak saja, tapi bagus juga sih jika penggemarku menghilang, aku jadi bisa merasakan hidupku normal kembali”

“kau ingin menghandle semuanya sepertiku?”

“nne… kecuali memasak hehehe”

“baiklah, tapi jangan terlalu kelelahan.. hyoyeon bilang fisikmu lemah”

“yaish.. yeoja itu mengapa malah membocorkannya”

“yah! itu justru bagus, jadi aku bisa memantaumu”

“aahh… kau perhatian sekali padaku, apa sebenarnya kau menyukaiku?” goda jessica menyenggol lengan sooyoung

“jika aku menyukaimu maka aku harus menjadi orang yang paling sabar seseluruh mahluk di bumi ini” ucap sooyoung memandangnya datar

“yaish… menyebalkan, sudahlah aku pulang dulu, kajja antar aku aku kedepan” ucap jessica menggandeng lengan sooyoung

Sooyoung kembali mengantar jessica, keduanya berjalan turun

Namun tepat didepan pintu restoran, jessica dan sooyoung hampir bertabrakan dengan 3 orang yeoja yang baru saja masuk kedalam restoran membuat jessica terkejut melihatnya

re.jpg

“yul…” “sica”

ucap keduanya bersamaan

TBC

 

Protected: Monster END

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Second Chance part 13

 

picsart_09-15-12.37.07.jpg

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member | Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………….

SMent

“sica masa kontrakmu telah habis, tapi karena kau termasuk aktris yang populer kau bisa memperpanjang kontrakmu”

“hmm… aku tak akan memperpanjang kontrakku” ucap jessica pada rapat pertemuannya dengan mr. lee

“kau yakin? namamu dikenal karena agensi ini. kau bukan apa apa tanpa agensi ini”

“nne, aku memang bukan apa apa dan bukan siapa siapa lagi mulai sekarang, aku tetap akan berhenti, terimakasih telah membesarkan namaku”

“baiklah jika itu memang keputusanmu”

Jessica keluar ruangan diikuti hyoyeon

“Sica apa kau yakin dengan keputusanmu?”

“Nne…”

“Lalu kau akan menjadi apa setelah ini? Dan aku bagaimana?”

“Aku akan tetap menjadi aku, dan kau… Yah! Kekasihmu itu seorang pengacara kaya, lekaslah menikah!”

“Ah kau benar juga hehehe, tapi aku mengkhawatirkanmu.. Nanti siapa yang akan mengurusmu jika aku tak ada”

“Kau tenang saja, lagi pula aku akan tetap memintamu tetap tinggal di apartemenku”

“Ah kau benar, tapi… Mwo?? Yah, bilang saja kau ingin terus dimasaki olehku, yaishh!!”

“Hahaha tentu saja, ah sudahlah aku ingin bertemu taec oppa dulu”

“Kencan? Tumben.. Sudah lama kau tak bertemu dengannya”

“Maka dari itu aku akan bertemu dengannya malam ini, aku merindukannya”

“Baiklah, kkah pergilah.. Aku juga ingin bertemu nicole”

Taeyeon tak henti hentinya tersenyum memandang yeoja dihadapannya itu, keduanya tengah duduk didalam ruangan di sauna. taeyeon tak menyangka jika hari ini akan bertemu dengan sahabatnya yang telah lama tak memberikan kabar, kwon yuri

Flashback

Taeyeon baru saja membereskan berkas berkas data pasiennya yang baru saja selesai diperiksa

*toktoktok* seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya dari luar

“masuklah” ucap taeyeon yang masih sibuk dengan berkas berkas itu hingga tak melihat seseorang yang baru saja membuka pintu dan memasuki ruangannya

“honey… sesibuk itukah sampai tak ingin membukakan pintu untukku?” ucap seorang yeoja dengan nada manjanya

Merasa suara itu asing dan bukanlah suara tiffany, taeyeon segera mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya taeyeon saat melihat seorang yeoja yang sedang tersenyum menatapnya. Taeyeonpun langsung berjalan menghampirinya

*plakkk* taeyeon memukul kepala yeoja dihadapannya itu

“aww….! Appo…” rengek yeoja itu mengusap-usap kepalanya

“Paboya!! Ku pikir siapa, ternyata kau yul aigoo…”

“Hehe mianhae, aku hanya ingin memberikan kejutan untukmu” ucap yuri tertawa innocent

“Gomawo… Kau berhasil membuatku terkejut” 

“Wae? Apa ada yang aneh dengan penampilanku?”

“Banyak, bahkan aku hampir tak mengenalimu”

“Jinjja?”

“Nne… Kajja kita ke sauna, sudah lama sekali tak kesana”

“Baiklah, tunggu sebentar aku akan menelpon dulu” ucap yuri segera berjalan menjauhi taeyeon

Flashback End

“wae? Mengapa kau memandangku seperti itu?” tanya yuri yang memergoki taeyeon sedang memandangnya

“Anniyo, aku hanya tak menyangka kau kembali yul, kapan kau tiba?”

“Kemarin, aku sedang mengantar putriku berbelanja dan kebetulan mall itu dekat dengan rumah sakitmu jadi aku sekalian berkunjung”

“P..pputri?” tanya taeyeon terkejut

“Daddy!!” teriak seorang yeoja tak jauh dari mereka membuat yultae menoleh kearahnya, mereka melihat seorang yeoja tersenyum melambaikan tangannya

“Hey, kemarilah.. Apa kau kesulitan mencari alamat yang daddy berikan?”

“Tidak, tapi apa yang daddy lakukan ditempat seperti ini? Mengapa banyak sekali ahjumma dan ajushi disini?”

“Ini sauna, sauna disini sangat berbeda dengan sauna di USA kryst”

“Oh.. Begitu”

“Kryst??” ucap taeyeon 

“Dia sudah sembuh sekarang, Berkatmu taeng, aku berhutang besar padamu”

“Naega?” tunjuk taeyeon pada dirinya

“Tentu”

Flashback

Setelah sidang perceraian yulsic tiba tiba nyonya kwon menelpon yuri mengabarkan jika sesuatu terjadi pada krystal. Saat itu juga yuri bersama taeyeon segera menuju rumahnya.

Begitu sampai taeyeon beserta para perawat yang lain yang telah dihubunginya segera memeriksa keadaan krystal yang tiba tiba tubuhnya mengalami kejang kejang sementara yuri beserta keluarganya hanya diperbolehkan menunggu diluar kamar.

Tak berapa lama taeyeon keluar dari kamar itu

*ceklek* taeyeon bersama para perawat yang mebantunya baru saja keluar dari kamar tempat krystal dirawat, yuri yang melihatnya langsung berlari menghampirinya

“taeng… bagaimana keadaan krystal?”

“yy..yyul… mmm..mianhae…” ucap taeyeon dengan suara yang bergetar sambil menundukkan kepalanya

“Wae..? Mengapa kau meminta maaf? Bagaimana keadaan krystal taeng?”

“Aku… Tak bisa…”

“Taeng, jangan bercanda!” bentak yuri langsung mencengkram keras kerah kemeja yang dikenakan taeyeon, sementara yeoja dihadapannya hanya bisa menunduk.

“Omo, sunbae! Cepatlah kemari!” teriak sunny tiba tiba yang masih berada didalam kamar krystal membuat taeyeon dan yang lain segera menoleh, mereka langsung memasuki kamar itu

“Ada apa sunny-ah?”

“Denyut nadinya telah kembali” ucap sunny

Taeyeon pun segera memeriksa kembali keadaan krystal, benar ia merasakan denyut nadi krystal telah kembali padahal beberapa menit yang lalu keadaan krystal semakin parah dan denyut nadinya telah berhenti hingga akhirnya ia benar benar menyerah.

Taeyeon melepaskan stetoskopnya kemudian memandang yuri yang terlihat cemas

“Krystal telah kembali, ini benar benar suatu keajaiban” ucap taeyeon dengan kedua matanya yang telah berkaca kaca

Yuripun langsung meneteskan kedua matanya tak bisa menahan sedih sekaligus bahagianya

“Tapi… Tak ada tanda krystal untuk sadar”

“Jika begini caranya, krystal mungkin harus dibawa ke USA tempat dimana aku dirawat dulu” ucap yuri

“Tapi.. Apa keadaannya akan memungkinkan?” tanya nyonya kwon

“Eomma, dulu aku tak sempat membawanya karena keadaanku yang tak mampu, jadi biarkan sekarang aku membawanya”

“Bisakah kau relakan saja? Dia… Bukan anak kandungmu yul” ucap mr. Kwon tiba tiba membuat semua orang yang berada didalam rumah terkejut

“Appa, aku telah mencintainya dan membesarkannya sejak dia bayi. Bagaimana mungkin dia bukan anakku, walaupun kryst bukan darah dagingku aku tetap selalu mencintainya, kryst tetap putriku” ucap yuri

“Mianhae.. Kau benar yul, sekarang kau bisa membawanya kesana.. Appa akan sewakan pesawat pribadi untukmu” ucap mr. Kwon

“Appa.. Gomawo..” ucap yuri langsung memeluk mr. Kwon

Saat itu juga yuri langsung membawa krystal ke USA dibantu para tim medis

Flashback End

“bukankah itu karena pengobatan disana?” tanya taeyeon

Krystal telah duduk bergabung bersama yultae

“Anni… Beberapa jam setelah sampai di rumah sakit sana tiba tiba krystal sadar taeng, aku sangat terkejut.. Bahkan tim medis disana belum sempat melakukan apapun padanya, karena sudah terlanjur berada disana appa memintaku untuk tetap merawat krystal sampai benar benar pulih, sekalian aku melanjutkan studyku disana dengan bantuan teman temanku, akhirnya keadaan krystal sudah kembali normal dan aku telah menyelesaikan studyku dengan cepat” ucap yuri tersenyum senang menatap taeyeon yang sudah terlihat berkaca kaca mendengarnya, bahkan ia sendiri bingung harus berkata apa

“Apa dia dokter yang telah menyelamatlanku?” tanya krystal

“Yupp, berterima kasihlah padanya” ucap yuri mengusap lembut kepala krystal

“Arasso… Terimakasih banyak ahjumma” ucap krystal langsung memeluk taeyeon

“Yah, aku belum menjadi ahjumma!” ucap taeyeon mempoutkan bibirnya

“Hehehe just kidding, wajahmu imut sekali apa kau sudah menikah?” tanya krystal polos

“Bahkan dia sudah memiliki dua orang putri kryst”

“Oh my gosh, benarkah?” tanya krystal terkejut

“Yupp!!”

“Daddy, apa kau masih lama? Aku pulang duluan ya, aku sudah berjanji akan pulang lebih cepat untuk belajar memasak bersama grandma” ucap krystal

“Nne.. Bawa saja mobil daddy, hati hati ya”

Setelah pamit, krystal segera berjalan meninggalkan yuri dan taeyeon

“Yul, apa jessica sudah tahu kabar ini?”

“Entahlah”

“Eh? Mengapa kau berkata seperti itu?”

“Saat aku menghilangkan kabarku aku benar benar tak berhubungan dengan siapapun di korea kecuali keluargaku, aku ingin fokus dan benar benar merubah hidupku taeng, aku tak bisa seperti kemarin terus”

“Hmm… Ada benarnya juga yul, pantas kau benar benar terlihat berubah”

“Tapi… Aku masih belum bisa melupakannya” ucap yuri tersenyum miris

“Apa krystal tak menanyakannya?”

“Bahkan dia tak ingat siapa ibunya, aku belum pernah memberitahukan tentang jessica padanya”

“Mwo? Apa krystal hilang ingatan?”

“Nne, sama sepertiku, tapi aku bersyukur setelahnya ia memiliki ingatan yang tajam jadi begitu sembuh perlahan krystal bisa mengejar keterlambatan sekolahnya”

“Daebak, Tapi… Apa tak sebaiknya kau beri tahu sica padanya?”

“Aku tak ingin dia merasakan sedih lagi taeng, lagipula sica tak pernah mempedulikannya, mungkin karena kryst bukanlah anak kandung kami”

“Eh? Eee… Itu…”

“Sebenarnya aku masih memikirkan ucapan appaku waktu itu, aku menanyakannya kembali pada appa dan sica dulu, dan… dia membenarkan, aku tak mengerti mengapa sica melakukan itu padaku tapi aku tak pernah menyesal memiliki krystal”

“Apa kau akan membenci jessica?”

“Anni… Aku tak pernah bisa membencinya taeng, hanya saja… Anak kandungku sudah berusia 19 tahun sekarang , dan selama itu aku telah bersalah padanya, aku merasa menjadi orang tua yang paling jahat karena telah membuang anaknya”

“Kau tak seperti itu yul, kau jangan khawatir.. Dia hidup dengan baik”

“Eh? Apa kau juga mengetahuinya?”

“Nne..”

“Jahat sekali kau tak pernah memberitahuku taeng”

“Yul, dengan keadaanmu kemarin aku tak mungkin memberitahumu”

“Hmm.. Kau benar, jika kau sudah tau.. Bisakah aku bertemu dengannya?”

“Bahkan kau pernah bertemu dengannya yul”

……….

Soshi university

“Yoong!!” teriak seseorang memanggil yoona yang sedang bermain basket bersama temannya, kini yoona telah aktif menjadi anggota tim basket kampusnya. Ia sengaja melakukan itu agar dapat menyibukkan dirinya dan segera melupakan krystal. Dengan kesibukkan itu pun akhirnya yoona sudah bisa terbiasa hidup tanpa bayang bayang krystal dalam pikirannya

“Eh hyunie” tanya yoona menghampiri seohyun

“Kau sedang latihan ya? Apa aku menggganggumu? Mianhae..”

“Anniyo… Aku hanya sedang bermain main, ada apa hyunie kemari?”

“Ini, aku ingin memberikan kertas formulir panitia program pengenalan kampus untuk mahasiswa baru, yoong ingin ikut mendaftar?”

“Hyunie ikut?” 

“Nne.. Makanya aku mengajakmu”

“Kalau begitu aku juga ikut, tapi tolong isikan dataku ya hehehehe tanganku tiba tiba lemas”

“Yaish… Dasar, baiklah.. Aku isikan sekarang ya”

“Oke boss!! Eh sekalian kedua sahabatku ya”

“Apa mereka mau?”

“Pasti mau..”

“Baiklah…”

“Kalau begitu aku bermain lagi ya”

“Kkah.. Pergilah”

“Oke, gomawo… Nanti aku antar kau pulang jika sudah selesai”

“Nne..”

Yoonapun berlari ke lapangan basket dan kembali bermain bersama teman temannya. Dulu hubungan keduanya sempat renggang setelah seohyun mengungkapkan perasaannya pada yuri dan ternyata ditolak secara halus oleh yuri, meskipun begitu seohyun merasakan sakit dan mengira jika yuri menyukai yoona dilihat dari kedekatan mereka, namun tak berapa lama seohyun tahu jika yoona dan yuri tak memiliki hubungan apapun selain teman dekat. Akhirnya hubungan yoona dan seohyun kembali dekat dan bersahabat.

………….

“Oppa, mengapa kau mengajakku ke tempat ini?” tanya jessica yang baru saja memasuki sebuah sauna bersama taecyeon

“Cuaca diluar sangat dingin, aku hampir membeku saat syuting tadi.. Jadi kita butuh penghangat, lagipula tempat ini kebanyakan para ahjumma dan ahjushi jadi kita tak akan diganggu para fans dan paparazi”

“Hmm… Arasso…”

Keduanya telah duduk didalam sebuah ruangan setelah selesai mengganti pakaian sauna

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan”

“Oppa, ayo kita putus”

“Eh?” gumam taecyeon terkejut

“Oppa, aku telah bertemu dengan pihak agensiku, aku memutuskan tak akan memperpanjang kontrakku”

“Wae…? Bukankah menjadi aktris dan penyanyi terkenal itu impianmu?”

“Nne, dulu. Sekarang aku akan berhenti ,lagipula selama satu tahun ini kesibukanku hanya sedikit, dan banyak juga aktor dan aktris pendatang baru. Ini kesempatanku untuk mundur, untuk itu.. Jadi ayo kita putus”

“Kau benar benar serius dengan keputusanmu?”

“Tentu saja”

“Hmm… Baiklah, lalu nanti apa alasan kita putus saat diliput di media?”

“Bilang saja kau berselingkuh?”

“Mwo? Shiro… Nanti para fans ku akan membenciku, belum lagi aku pasti akan dibunuh soo hyun, kenapa tidak kau saja yang selingkuh”

“Yah, aku tak bisa melakukan itu, yaish!!”

“Hahaha rumit sekali kita, padahal selama ini kita hanya berpura pura”

“Kau benar oppa, ah sudahlah nanti aku akan menjelaskannya pada media saat pers terkait mundurnya aku dari SMent”

“Baiklah, sica hwaiting!!” ucap taecyeon menyemangati

“Kau kapan akan melamar soo hyun unnie”

“Paboya… Tentu saja secepatnya, gara2 hubungan kita, hubunganku dengannya jadi tersiksa”

“Hehehe mianhae… Untung soo hyun unnie bisa sabar”

“Tentu saja, kekasihku tak jahat sepertimu”

“Mwo? Kau ingin mati huh?? Dia mau melakukan ini karena aku dongsaeng kesayangannya”

“Aigoo…. Ice princess kembali lagi, nne nne.. Uri dongsaeng kesayangan oppa juga” ucap taecyeon mengacak acak kepala jessica membuat jessica kesal namun keduanya kembali tertawa

Tanpa mereka sadari tak jauh dari sana yuri melihatnya

Flashback

“Wah sudah menjelang malam, ayo kita pulang taeng”

“Kita sudah seperti ahjumma saja hahaha”

Keduanya pun berjalan menuju ruang ganti pakaian, namun tak sengaja saat melewati sebuah ruangan yuri melihat seorang yeoja yang mirip dengan jessica, ia pun berhenti dan memperjelas penglihatannya

“Taeng, bukankah itu jessica?” tanya yuri menunjuk pada seorang yeoja tak jauh darinya

“Mana? Ah… Kau benar, dia memang sica, ayo kita hampiri”

“Chankkaman, kita tak bisa menghampirinya taeng”

“Wae…?”

“Lihatlah” ucap yuri, taeyeon kembali menoleh kearah jessica dan baru menyadari ia tak sendirian disana, yultae melihat jessica duduk berdua bersama seorang namja dan keduanya tampak tertawa senang

“Taecyeon?” gumam taeyeon

“Ternyata dia masih bersama pria itu” ucap yuri

“Apa tak sebaiknya kita hampiri?”

“Tak usah taeng, kajja antar aku pulang saja, krystal pasti akan mengamuk jika aku pulang terlambat”

“Yasudah kalau begitu, kajja”

…………………………….

Sesampainya di rumah kedua orang tua yuri

“Apa aku perlu menunggu?”

“Tak usah taeng aku kan membawa mobilku, lagipula aku pasti diminta makan malam disana, baru nanti pulang ke rumahku, kau ikut makan malam saja disini taeng”

“Ah tak usah yul, aku sudah ditunggu istriku”

“Oh.. Begitu, yasudah kalau begitu, gomawo telah mengantarku taeng, aku titip dia ya”

“Nne… Aku pergi dulu yul, bye..”

“Bye..”

Setelah melihat mobil yang dikendarai taeyeon pergi, yuri berjalan memasuki rumah kedua orang tua, ia segera berjalam menuju ruang makan dan melihat keluarganya sudah berkumpul

“Yul, akhirnya kau datang juga.. Untung kami baru mau memulai, kemarilah sayang pimpin do’a” ucap nyonya kwon membukakan kursi untuk yuri

“Grandma, biar aku saja yang memimpin do’a” ucap krystal

“Aigoo… Cucu grandma religius, baiklah kalau begitu”

Suasana makan malam keluarga kwon terlihat sangat harmonis terlebih dengan kehadiran yuri dan krystal yang telah diterima oleh keluarga yuri

“Daddy, tadi siang aku mendapat surat dari soshi university, aku diterima menjadi mahasiswa disana”

“Jinjja? Wah chukkae… Uri krystal memang pintar”

“Kalau begitu besok kita belanja, grandma akan membelikanmu perlengkapan untuk kuliah nanti” ucap nyonya kwon

“Eomma… Kau tak usah melakukan itu, biar aku saja”

“Wae… Krystal cucuku, lagipula kau kan baru diangkat menjadi CEO, kau harus fokus pada pekerjaanmu”

“Kau benar yul, biar krystal bersama grandma” ucap mr.kwon

“Hmm… Baiklah kalau begitu, kapan mulai masuk sayang?”

“Minggu depan, daddy.. Tapi aku takut”

“Takut kenapa baby?”

“Aku takut dibully”

“Tenang saja, daddy akan menghajar mereka yang berani membully mu, lagipula uri krystal kan memiliki kekuatan ice princess, masa kalah sama mereka”

“Nanti grandpa akan usir siapapun yang membullymu hahaha” ucap mr. Kwon

“Wah kejam sekali” ucap yuri dan krystal bersamaan

……..

“Appa pulang..!” teriak taeyeon begitu sampai di rumahnya

“Taeng.. Mengapa kau terlihat senang sekali malam ini?”

“Tentu saja, anak anak sudah tidur?”

“Nne.. Yoong lebih cepat tidur karena setiap hari bermain basket, dan yeri.. Ada berita bagus taeng”

“Apa itu baby?”

“Yerim diterima di fakultas kedokteran sushi university”

“Woah daebak!! Penerusku”

“Kita harus memberinya kejutan taeng”

“Benar, lagipula 2 minggu lagi yeri ulang tahun, kita bisa memberinya kejutan”

“Lalu kenapa dengan hari ini taeng? Mengapa kau begitu senang eoh?”

“Kau mau tau?”

“Tentu saja, yah jangan jangan kau habis digodai yeoja seksi? 😒 ucap tiffany dengan nada interogasinya

“Mwo? Tentu saja bukan”

“Lalu apa?”

“Kalau mau tahu, harus memberiku…?”

“Memberi apa?”

“Kissseu…”

“Yaish! Shiro!”

“Yasudah.. Ah aku mengantuk” ucap taeyeon berpura pura menguap dan berjalan memasuki kamarnya

“Yah yah yah!” kesal tiffany mengikuti suaminya itu

“Kasih atau tidak?” goda taeyeon kembali

“Hmm.. Menyebalkan, baiklah kemarilah” ucap tiffany

Dengan semangat taeyeon menghampiri dan malah mengangkat tubuh tiffany

“Kyaaaa!! Lepaskan aku, aku baru saja selesai mandi!” teriak tiffany

Taeyeon langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dan langsung menindih tubuh tiffany hingga tak bisa meronta

“Barusan kau bilang kemari, berarti kau membutuhkanku”

“Yah! Itu karna kau memintaku menciummu”

*cupp!* taeyeon mencium singkat bibir tiffany

“Sudah” ucap taeyeon

“Berarti menyingkirlah dari atas tubuhku, yaish!!”

“Shiro!!”

“Wae…?”

“Karena aku menginginkannya lagi” ucap taeyeon melumat kembali bibir tiffany

Mengetahui suaminya sedang kumat ,tiffanypun membalas ciuman taeyeon hingga keduanya saling menikmati

Dan terjadilah asdshdlfldofndpamxjd 😂

*ah sudahlah, bayangkan sendiri bersama oreo. author ga khhuaatt!!* (lambaikan tangan) 😂

………

Satu minggu kemudian

Pagi pagi sekali para panitia sudah berkumpul di hall kampus untuk melakukan briefing sebelum melakukan tugasnya mengatur para mahasiswa baru dalam acara program pengenalan kampus yang diadakan selama 3 hari tersebut.

“Hooaem… Aku masih mengantuk, yah! Im choding, mengapa kita harus jadi panitia acara ini yaish!!” ucap hara dengan wajah ngantuknya

“Bukan aku, hyunie yang meminta.. Tenyata membosankan ya” ucap yoona

“Tapi sebentar lagi kita akan bertemu para hoobae, ku dengar banyak sekali hoobae yang cantik” ucap irene yang terlihat bersemangat

“Nne.. Kau benar juga, lagipula kita jadi panitia kesehatan, aku harap banyak hoobae yang pingsan nanti hahaha” ucap hara

“Kita harus berterima kasih pada hyunie karena telah menempatkan kita di posisi ini”

“Sayangnya musuh kita juga ikut kepanitiaan”

“Benarkah? Nugu?”

“Yah, kau tak lihat jika amber menjadi panitia kedisiplinan” ucap yoona, ketiganya menatap amber dan kawan kawannya yang berdiri tak jauh dari mereka, sekilas tatapan yoona dan amber bertemu, dengan senyum sinis amber memberikan tanda fuck you pada yoona

“Aigoo… Pagi pagi sudah mencari masalah” ucap irene menarik lengan bajunya hendak menghajar amber namun yoona dam hara menahannya

“Paboyaa kita sedang jadi panitia, bisa bisa kita yang mendapatkan masalah” 

“Nne, yoong benar.. Bersabarlah, begitu acara ini selesai kita hajar dia” ucap hara

“Yoong ,ku dengar dongsaengmu juga kuliah disini?”

“Nne.. Dia di kedokteran”

“Woah daebak, pasti dia sangat pintar..” ucap hara excited

“Nne.. Sangat berbeda dengan eonnienya” ledek irene

“Yah! Aku ini memang tak pintar, tapi aku banyak disukai, percuma pintar tapi tak ada yang suka” bela yoona

“Tapi aku suka dengan dongsaengmu” ucap hara

“Mwo?? Yah, bukan berarti yeri tak ada yang menyukai, kau harus antri  yang ke seribu”

“Hahaha sudahlah menyerah saja, kau pasti sangat jauh dari kriteria yeri” ucap irene

“Yaish… Kalian lihat saja, tak butuh berapa lama aku pasti bisa mengambil hatinya”

“Tapi sebelum kau melakukan itu, langkahi dulu mayatku” ucap yoona

“Yaish.. Kalau begitu caranya aku menyerah 😒 ucap hara pasrah

Ketiganya pun tertawa menghiraukan pidato ketua panitia hingga terkena teguran

Tak berapa lama satu persatu mahasiswa baru tiba di kampus

 **

“Yuppp sampai, daddy perlu mengantarmu sampai dalam?” tanya yuri begitu sampai mengantarkan krystal didepan kampus

“Tak usah dad, aku bukan anak kecil lagi”

“Aigoo… Uri krystal memang sudah besar” ucap yuri mengusap usap rambut krystal

“Aku berangkat dad”

“Nne… Disana ada teman dekat daddy, namanya yoong unnie ,jika ada orang yang jahat padamu kau bisa minta perlindungan dari dia, dia salah satu preman kampus hehe”

“Tak perlu, daddy tenang saja.. Aku akan langsung lapor pada grandpa agar langsung dikeluarkan”

“Omo omo! Uri krystal tak kalah menyeramkannya”

“Yasudah aku pergi dulu, daddy semangat bekerjanya, hwaiting!!” 

“Nne, krystal juga, hwaiting!!” 

Krystal pun keluar dari mobil dan melambaikan tangannya begitu mobil yui melaju. Kemudian ia berjalan menuju kampus barunya

Seluruh mahasiswa baru tiap fakultas telah beebaris dilapangan dan sudah mulai melakukan aktivitasnya

“Hey, kau terlihat pucat, apa kau sakit?” tanya krystal pada salah seorang mahasiswa baru yang berbaris disampingnya

“Aku hanya sedikit pusing”

“Kau izin saja pada panitia, daripada sakitmu bertambah parah”

“Gwaenchanna.. Oh ya perkenalkan, kang seulgi imnida” ucap yeoja bernama seulgi mengulurkan tangannya

“Krystal, kwon krystal jung, mari berteman baik” ucap krystal membalas uluran tangan seulgi

“Nne.. Senang berteman denganmu”

“Kalau kau merasakan sakit, kau bisa mengatakannya padaku”

“Nne.. Kau tenang saja”

“Yah! Dua orang yang disana, apa yang sedang dibicarakan!” teriak seorang panitia pada krystal dan seulgi

“Emm.. I didn’t anything” ucap krystal yang tak begitu fasih berbahasa korea

“Aah… Mahasiswa luar ternyata, pantas… Mereka selalu bodoh dalam budaya korea” ucap panitia itu membuat mahasiswa lain menoleh menatap krystal

“Yah, amber.. Apa itu tidak keterlaluan? Kau sudah mempermalukannya didepan umum” bisik panitia lain pada amber panitia kedisiplinan yang memarahi krystal

“Memang itu kan tugasku?” jawab amber, kemudian tersenyum sinis menatap krystal

“Mwo? Yah, you think i’m stupid?!” ucap krystal tak terima

“Yeah, you’re stupid” ucap amber “bitch” ucapnya lagi dengan isyarat mulutnya namun krystal dapat memahaminya

“What? Shut up you’re mounth!” kesal krystal mulai kehabisan kesabarannya

“Kryst.. Tenanglah, kau tak boleh melawannya kau bisa dihukum”

“Tapi dia sudah mempermalukanku, kau tak lihat mulutnya yang busuk itu? Dia harus diberi pelajaran”

“Apa? Kau berani pada para panitia, heyy… Panitia kemarilah ada seorang mahasiswa bodoh disini yang menantangku” teriak amber

“Shit! You’re asshole!” umpat krystal dalam hati ia hendak berjalan menghampiri amber dan menghajarnya namun

*brukk!!* tiba tiba seulgi pingsan membuat yang lain  terkejut melihatnya

“Selgi-ah..!!” teriak krystal menghampiri teman barunya itu

Panitia kesehatan pun datang membawa seulgi ke klinik kampus

Sementara yang lain kembali dibariskan dan amber kembali bergabung bersama teman temannya

“Yah, apa tadi tak terlalu berlebihan?” tanya teman amber

“Hahaha dia terlihat menarik”

“Mwo? Apa kau menyukainya?”

“Stupid, aku hanya akan memakainya”

“Tapi dia terlihat seram, apa kau yakin bisa menaklukannya?”

“Bagaimana jika kita bertaruh?” tantang teman amber yang lain

“Oke”

“Deal”

“Lihat saja kurang dari satu bulan aku bisa mendapatkannya” ucap amber

“Jika tidak berhasil?”

“Kalian bebas ke diskotik dan bersenang senang disana”

Amber dan kawannya tertawa senang sambil memandang krystal yang tak menyadarinya

Sementara irene yang tak sengaja mendengar saat melewati mereka segera berjalan menuju klinik kampus

“Gila, benar benar gila!” umpat irene menghampiri kedua sahabatnya

“Wae..?” tanya hara yang sedang asik berbaring sambil memakan snack nya

Amber dan kawan kawannya sedang taruhan untuk memanfaatkan seorang hoobae”

“Biarkan saja, bukan urusan kita” ucap yoona terlihat tak peduli

“Nne.. Mengapa kau yang panik” ucap hara

“Yaish.. Apa kalian tak kasihan padanya? Dia bisa bunuh diri!” 

“Eiyyy… wait wait wait” ucap hara menempelkan telapak tangannya pada dahi irene

“Yah, kau pikir aku gila! Aku serius!” kesal irene

“Arasso.. Nanti kita akan membantunya” ucap yoona

“Tapi.. Aku belum tahu siapa hoobae itu hehehe” ucap irene tertawa innocent

Kedua sahabatnyapun langsung menghajarnya

**

“Baiklah, acara hari ini sudah selesai kalian sudah boleh pulang dan besok harus berkumpul lagi sebelum jam 8, arasso!?” ucap ketua panitia

“Nne…” jawab para mahasiswa baru

Krystal melihat jam tangannya, iapun teringat dengan seulgi teman barunya yang sedang dirawat di klinik. Ia pun berjalan menuju klinik berniat untuk mengunjunginya dan mengajaknya pulang

“Yah! Ireonna..!! Kalian ini ditugaskan jadi panitia kesehatan malah tidur!” rutuk eunji sang dokter penjaga klinik membangunkan yoona, irene dan hara yang tertidur pulas didalam klinik

Ketiganya pun terbangun dan mengumpulkan nyawanya masing masing

*toktoktok* *ceklek*

“Excusme apa seulgi masih berada di dalam?” tanya krystal yang baru saja masuk klinik

“Nne.. Sepertinya masih, masuk saja kedalam” jawab eunji yang sedang membereskan peralatan klinik

“Hoaemmm… Selesai juga ternyata” ucap yoona mengucek ngucek (duh bahasanya apa mengucek 😂) kedua matanya, ia masih duduk di ranjang pasien yang peruangan hanya dibatasi kain kain panjang

“Seulgi-ah.. Where are you?” ucap krystal berjalan membuka satu persatu kain pembatas ruangan itu dan…

*sreeeetttt…!!* ia membuka kain dan melihat seseorang sedang duduk dan menghadap kearahnya, orang itupun sedikit terkejut dan memandangnya

 rthssrt.jpg

“haaaah… mengapa aku harus memimpikannya lagi” gumam yoona terus mengucek ngucek kedua matanya

“permisi, apa unnie melihat seulgi, kang seulgi?” tanya krystal

“anni….yyoo.. ini b.. ..bukan .. mm..mmimpi?” ucap yoona terbata kembali memandangi yeoja dihadapannya itu

*plak!!* hara menepuk pundak yoona

“yah, bangunlah… kau sedang ditanya, kau mencari siapa?” ucap hara pada yoona kemudian bertanya pada krystal

“aku menc….

*gerppp!!!*

“kryst!!!” teriak yoona langsung memeluk tubuh krytal membuat krystal terkejut

“yy…yyah! lepaskan.. kau siapa?” tanya krystal masih dalam pelukan yoona

“kau kemana saja eoh? kenapa baru hadir sekarang? apa kau kesepian disana?” tanya yoona bertubi tubi membuat kedua sahabatnya yang melihatnya merasa heran termasuk krystal

dengan sekuat tenaga akhirnya krystal bisa melepaskan diri dari pelukan yoona, dan

*plak!!!*

“awww!!” gumam irene dan hara yang melihatnya

“yah! apa yang kau lakukan? dasar pervert!!” teriak krystal memarahi yoona setelah menampar keras pipi yoona

“aduh.. appo… yah, kau telah melupakanku?” tanya yoona terus mengusap usap pipi yang terkena tamparan krystal

“crazy!!” umpat krystal

“kryst?” panggil seulgi yang menghampirinya setelah mendengar keributan

“seulgi-ah kajja kita pulang, banyak sekali orang – orang gila hari ini!” ucap krystal masih kesal

Krystalpun menarik seulgi sementara yoona masih terdiam mengusap usap pipinya yang masih terasa panas akibat tamparan dari krystal

“Yah, kau berani sekali yoong, daeeebak!!!” ucap hara menepuk tepukan tangannya

“apanya yang daebak!” kesal yoona

“tadi itu… nugu?” tanya irene

“dia kryst… omo? kalian bisa melihatnya?” ucap yoona terkejut

“paboya!! kau pikir dia hantu? sepertinya nyawamu belum terkumpul” ucap hara

Begitu tau yoona langsung berlari keluar klinik dan melihat dua yeoja yang sudah berjalan cukup jauh

“kryst… benarkah itu kau?” gumam yoona

TBC

Nih… yang mau krystalnya hidup

Disini yuri benar benar berubah, dari penampilannya pokoknya apapun lah, jadi si taeyeon terkejut a.ka pangling ngeliatnya, begituh

Ngeliat ucapan amber jadi inget tiffany dan para hatters yang ngejudging tanpa mikir dulu 😢

bagi yang amber shipper maap yah, ini  cuma FF 🙏

Second Chance part 12

 

picsart_09-15-12.37.07.jpg

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

part ini ceritain tentang bagaimana adanya yoona dan krystal dulu

………………………………………..

Beberapa tahun yang lalu

 “yappp, suapan terakhir!!” ucap tiffany begitu semangat melayangkan sendok berisi bubur pada yoona, yoona pun membuka mulutnya kemudian memakan bubur itu

“aaammm… masytaaaah!!” teriak yoona

“omo omo omo! uri yoongie berhasil menghabiskan satu mangkuk bubur hari ini?” tanya taeyeon takjub begitu masuk kedalam ruangan rumah sakit tersebut, ia melepaskan jas dokternya dan segera menghampiri yoona dan tiffany

“tentu saja, eomma bilang kalau yoong menghabiskan bubul ini yoong boleh pulang, yoong tidak mau dicini lagi, yoong juga kangen yelim” ucap yoona kecil dengan suara imutnya

“hhm… eommamu benar, yoong hari ini akan pulang” ucap taeyeon yang sudah duduk disamping yoona

“jinjja?”

“geurom.. “

“yaaaayyy!!!” teriak yoona girang dan langsung memeluk taeyeon

“yoong, tunggu disini dulu ya eomma dan appa akan keuar sebentar” ucap tiffany

“alasso…” ucap yoona

Tiffany pun berjalan menggandeng lengan taeyeon keluar ruangan dimana yoona dirawat. mereka memasuki ruangan tempat kerja taeyeon

“taeng, apa kanker pada kepala yoona benar benar hilang?” tanya tiffany yang terlihat cemas

“nne, usaha kita selama 4 tahun ini berhasil sayang, yoona sudah benar benar sembuh” ucap taeyeon membuat kedua mata tiffany berkaca-kaca dan langsung memeluk suaminya itu

Flashback

Saat itu taeyeon baru saja selesai menangani sebuah keluarga yang baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas, mereka adalah sepasang suami isteri dan bayinya yang masih berumur 2 bulan, namun karena kecelakaan yang dialami begitu fatal, hanya sang bayi yang berhasil selamat

Baru saja ia duduk di kursi ruang kerjanya, seseorang langsung masuk kedalam ruangannya membuat taeyeon terkejut karena orang itu tak mengetuk pintu terlebih dahulu

“ss…ssica?” ucap taeyeon kembali terkejut saat melihat orang itu membuka tudung kepalanya dan sosok itu adalah jessica, ia melihat jessica datang tak sendirian, ia menggendong seorang bayi mungil yang terlihat tertidur

“taeng, tolong bantu aku” ucap jessica yang langsung menangis menghampiri taeyeon

“kk..kau kemana saja? mengapa tak pernah memberi kabar padaku? bagaimana keadaan yul sekarang?” tanya taeyeon karena sudah sangat lama ia tak pernah mendengar kabar tentang sahabatnya setelah yuri dibawa ke amerika

“bukan waktunya untuk membicarakan itu taeng, jebal..”

“okk.. okke.. katakan apa yang terjadi sekarang? mengapa wajahmu terlihat pucat?” tanya taeyeon, ia melihat jessica menangis kembali, iapun membiarkannya dengan mengusap usap pundak sahabatnya itu. tak berapa lama ia mengusap air matanya dan mulai mengatur nafas

“t..ttaeng, ini krystal bayiku” ucap jessica menunjukkan bayi mungil yang sedang tertidur lelap pada taeyeon

“bayi yang sangat lucu, sangat mirip dengan yuri, berapa usianya?” tanya taeyeon mengambil bayi itu dari jessica dan menggendongnya

“9 bulan” ucap jessica kemudian menangis kembali

“hey.. gwaenchanna? apa yang terjadi sica?”

“kryst… krystal mengidap kanker pada otaknya taeng” ucap jessica dalam tangisnya, tubuh jessica terjatuh ke lantai karena tak bisa menahannya begitupun taeyeon sangat terkejut mendengarnya

“oh my god, apa sudah ditangani?” tanya taeyeon

Jessica hanya menggelengkan kepalanya

“aku tak yakin, usianya masih sangat rentan”

“sica, tidak ada yang tak mungkin.. mengapa tak langsung ditangani? rumah sakit disana lebih maju, mengapa kau membawanya kesini?”

“t..ttaeng, untuk kali ini tolong aku”

“apa yang bisa aku lakukan?”

“satu bulan yang lalu yuri terbangun dari komanya”

“benarkah? syukurlah, thanks god” ucap taeyeon tak dapat menahan air matanya mendengar kabar bahagia itu

“yuri juga tampak senang begitu ku beritahu kami telah memiliki bayi, namun beberapa hari terakhir kesehatan krystal menurun dan saat diperiksa aku tak menyangka jika krystal mengidap penyakit itu, aku masih belum memperlihatkan krystal pada yul”

“apa yul tahu yang terjadi pada krystal?” tanya taeyeon, jessica menggelengkan kepalanya

“kondisi yul masih sangat rawan, dokter tak mengizinkan yul untuk berpikir yang berat, akan sangat bahaya jika ia tahu apa yang terjadi dengan krystal taeng, begitupun yul akan tahu jika krystal menjalani pengobatan disana”

“hmm… ini sangat rumit, lalu apa yang akan kau lakukan?”

“tolong…. carikan aku bayi taeng” ucap jessica ragu

“mwo?? kau akan membuang krystal? yah, kau tak boleh melakukan itu sica”

“taeng aku mohon… aku tak ingin kehilangan lagi, melihat kejadian yang menimpa yul kemarin membuatku cukup tersiksa”

“tapi krystal darah dagingmu dan yul, kau harus yakin jika krystal akan sembuh”

“aku hanya tak ingin yul tahu dan membuatnya tersiksa, aku tak ingin kehilangan yul” ucap jessica tak bisa menahan tangisnya

Tayeon terdiam menatapnya, ia sendiri bingung apa yang harus ia lakukan, ia sangat bahagia mengetahui sahabatnya sudah sadar dari koma dan tak ingin sesuatu kembali terjadi pada yuri. namun ia juga merasa iba pada bayi mungil itu

“baiklah, berikan bayi itu padaku dan aku akan memberikan seorang bayi untukmu” ucap taeyeon, jessica mengangkat wajahnya begitu mendengar itu, ia melihat taeyeon sedang menelpon seseorang

“sunny-ah lekasklah ke ruanganku” ucap taeyeon pada seseorang dibalik teleponnya, iapun langsung menutupnya, tak berapa lama seorang perawat mengetuk pintu ruangan dan masuk kedalam

“ada apa sunbae?” tanya perawat bernama sunny yang merupakan asisten taeyeon itu

“tentang pasien yang ku tangani apa sudah ada anggota keluarganya yang datang?”

“nne sunbae, baru saja seorang ahjumma yang mengaku anggota keluarganya datang”

“apa bayi itu akan dibawa oleh keluarganya?”

“emm… soal itu, mereka menyerahkannya pada pihak rumah sakit karena mereka bilang bukanlah keluarga yang mampu”

“bagaimana kondisi bayi itu?”

“suatu keajaiban, kondisinya baik baik saja sunbae”

“kalau begitu bawalah kemari, sudah ada seseorang yang akan merawatnya” ucap taeyeon menoleh pada jessica yang terdiam mendengarkan percakapan taeyeon bersama asistennya itu, sunny pun ikut menoleh menatap jessica

“ah begitu, baiklah aku akan membawanya kemari” ucap sunny menganggukkan kepalanya kemudian berlalu meninggalkan ruangan

“kau bisa membawanya, tapi umurnya masih 2 bulan apa yul ataupun yang lain tak akan merasa curiga dengan perbedaan usia mereka? aku akan membuatkan surat kondisi kesehatan untuk pihak bandara agar dia bisa diperbolehkan naik pesawat, beruntung bayi itu dalam keadaan sehat”

“gwaenchanna… yul masih belum mengetahuinya, terimakasih banyak taeng, aku sangat berhutang padamu” ucap jessica

Setelah sunny kembali masuk dan menyerahkan bayi itu pada jessica, jessica bersiap siap untuk kembali ke amerika. taeyeon mengantarnya ke bandara

“mianhae… jeongmal mianhae” ucap jessica dalam tangisnya sambil menciumi pipi krystal yang tertidur pulas, kemudian ia menyerahkannya pada taeyeon

“aku akan berusaha menyembuhkannya”

“gomawo taeng” ucap jessica memeluk sahabatnya itu dan segera pamit pada taeyeon

“sampaikan salamku untuk yul, aku sangat bahagia.. aku harap yul mau memaafkanku”

“yul mengalami amnesia taeng, aku harap dia benar benar melupakan kejadian itu” ucap jessica

“oh ya, apa nama krystal akan diapakai oleh bayi itu?”

“nne, yul sudah ku beritahu namanya, kau bisa mengganti nama krystal”

“baiklah”

Setelah itu taeyeon pulang ke rumahnya dan menceritakan semuanya pada tiffany, beruntung tiffany mau menerimanya dengan sepenuh hati merawat bayi jessica

“yoona… im yoona, bayi ini kita beri nama itu” ucap tiffany

“nama yang indah, dan yoong akan menjadi seorang eonnie” ucap taeyeon mengusap perut tiffany yang tengah mengandung

Selama 1 tahun yoona menjalani pengobatan dan berhasil menghilangkan kanker itu bersamaan dengan lahirnya kim yerim. sayangnya setelah beberapa bulan kanker itu tumbuh lagi. meskipun begitu taeyeon dan tiffany tak pernah menyerah hingga 3 tahun menjalani pengobatan, yoona benar benar bebas dari penyakit itu

Flashback End

“apa ibu kandung yoong tau hal ini?”

“nne, aku sudah memberi tahunya”

“apa yoong akan diambil?”

“nne, mereka telah kembali ke korea” ucap taeyeon

“aku tak ingin kehilangan yoong” ucap tiffany mulai menangis

“uljimma… kau harus merelakannya, bagaimanapun juga dia bukan anak kandung kita, aku sudah berjanji jika yoong sembuh akan mengembalikannya”

“kau saja yang mengantarkannya taeng, aku tak sanggup”

“baiklah, kau bisa pulang lebih dulu baby, jangan bersedih lagi” ucap taeyeon

Setelah itu taeyeon membawa yoona menuju rumah yuri dimana jessica menunggunya

“appa, mengapa kita kemali? ini lumah siapa?” tanya yoona yang sudah digendong taeyeon menuju rumah yang terlihat asing baginya

“kryst…” ucap jessica yang baru saja membukakan pintu begitu melihat taeyeon dan anak kecil dalam gendongannya

“duduklah disini dan tunggu sebentar, appa akan berbicara sebentar dengannya” ucap taeyeon setelah mendudukkan yoona diatas kursi ruang tamu

Yoona hanya mengangguk, ia melihat taeyeon dan yeoja itu berjalan menjauhinya

“apa kau akan membawanya?” tanya taeyeon

“nne, aku akan menceritakan semuanya pada yul, Mr. kwon sudah tahu jika krystal  yang kami rawat bukanlah anak kandung yul”

“hmm..baiklah” ucap taeyeon, keduanya kembali menghampiri yoona

 

“appa, nugu?” tanya yoona melihat yeoja asing dihadapannya

“dia… ibumu” ucap taeyeon

“anniyo… dia bukan eomma” ucap yoona

“dia ibumu sayang, mulai sekarang yoong akan tinggal bersamanya”

“belsama appa & eomma juga?”

“anni.. hanya yoong”

“shillo.. yoong ingin belsama appa, eomma dan yeli..!!” ucap yoona mulai menangis

Tangisan yoona semakin menjadi saat melihat taeyeon dengan terpaksa meninggalkannya di rumah yuri, saat itu disana hanya ada jessica karena yuri masih berada di rumah kedua orang tuanya

Namun setelah 3 hari jessica mengunjungi rumah taeyeon sambil membawa yoona, ia menyerahkan kembali yoona pada keluarga taeyeon karena yoona terus memberontak dan menangis membuat jessica tak tega melihatnya. dengan bahagia keluarga taeyeon menerima kembali yoona.

sayangnya setelah itu jessica telah melupakan anak kandungnya itu begitu kariernya naik. ia tak pernah lagi menanyakan keadaan yoona.

………………………………………………

Back to 2016

“anniyo… dia bukan eomma” ucap yoona 

“dia ibumu sayang, mulai sekarang yoong akan tinggal bersamanya”

“belsama appa & eomma juga?”

“anni.. hanya yoong”

“shillo.. yoong ingin belsama appa, eomma dan yeli..”

*pukpukpuk* 

“yoong, ieronna.. kita sudah sampai” ucap taeyeon membangunkan yoona yang tertidur didalam mobil, keduanya baru saja pulang dari rumah sakit

“ah, nne appa..” ucap yoona mengedip kedipkan kedua matanya mengumpulkan nyawa, ia melihat sudah berada didalam garasi rumahnya

“yoong.. taeng.. kalian sudah pulang, lekaslah mandi, eomma sudah menyiapkan makan malam” ucap tiffany begitu menyambut kedatangan yoona dan taeyeon

Tiffany melihat yoona masuk kedalam kamarnya, iapun segera menghampiri taeyeon

“taeng, bagaimana hasilnya? apa yoong benar benar terkena penyakit itu”

“anniyo… tidak ada yang terjadi dengannya, yoong baik baik saja sayang” ucap taeyeon memeluk pinggang istrinya itu

“kau tak bohong kan taeng?”

“my baby, untuk apa aku bohong? uri yoongie baik baik saja, lihatlah” ucap taeyeon menunjukkan kertas hasil pemeriksaan yoona yang menunjukkan negative mengidap penyakit skizofrenia

sore tadi yoona dibawa taeyeon ke rumah sakitnya untuk diperiksa, yoona yang mengetahui kedua orang tuanya telah curiga hanya menurut saja

“haaah… syukurlah, thanks god..” ucap tiffany mengepalkan dan mencium kedua tangannya

“tak ada yang dikhawatirkan lagi sekarang”

“tapi mengapa selama beberapa hari ini yoong terlihat sedih dan tak bersemangat taeng?”

“tadi saat diperjalanan yoong bercerita padaku tentang kegalauannya karena yeoja bernama juhh…. siapa itu”

“juhyun..”

“ahh.. benar, juhyun, dia juga merindukan yul”

“hmm.. begitu ya, ah iya, bagiamana yul? apa belum pernah ada kabar tentangnya?”

“belum honey, ah aku lapar..”

“mandi dulu”

“dItemani olehmu kan?”

“shiro!! aku masih belum selesai menata peralatan makan” ucap tiffany yang langsung berlari meninggalkan kamar. taeyeon tertawa kecil melihatnya, namun itu hanya sebentar, tawanya hilang saat melihat surat hasil pemeriksaan yoona, ia kembali memasukkan surat kedalam tasnya

“mianhae pany-ah” gumam taeyeon saat melihat obat-obatan untuk penyakit skizofrenia

Taeyeon masuk kedalam kamar mandi, namun disana ia berdiri membiarkan shower mengguyur kepala dan seluruh tubuhnya, ia terdiam memejamkan mata memikirkan kembali apa yang telah dikatakan jiyoung rekannya beberapa jam yang lalu setelah memeriksa yoona

Flashback

“yeoja itu bernama krystal” ucap jiyoung

“krystal?” ucap taeyeon kembali

“nne, yoong bilang krystal berumur sekitar satu tahun dibawahnya, krystal selalu mengikutinya dan meminta tolong padanya”

“minta tolong apa?”

“menyatukan kedua orang tuanya yang telah bercerai, tapi dia bilang krystal telah pergi dan sudah satu minggu tak pernah kembali menemuinya lagi”

“apa yoong terkena penyakit itu?” tanya taeyeon, ia melihat jiyoung terdiam dan perlahan menganggukkan kepalanya

“karena itu belum berlangsung lama, aku akan memberikannya beberapa obat dan kau bisa membantu mengobatinya dengan terapi, membuatnya banyak berinteraksi dengan orang – orang”

“baiklah, gomawo jiyoungie”

“nne… semoga putrimu lekas sembuh”

Flashback End

Taeyeon masih terdiam dibawah guyuran air shower, pikirannya kembali mencermati perkataan – perkataan yang diucapkan jiyoung

“yeoja itu bernama krystal” ucap jiyoung

“krystal…” gumam taeyeon mengingat ucapan jiyoung “kwon krystal jung” ucapnya kembali

“dia meminta tolong yoong untuk menyatukan kedua orang tuanya yang telah bercerai”

“yul dan sica bercerai…” ucap taeyeon mencoba mencocokkan

“yah, kau benar benar menyukai yul?”

“anniya… aku melakukan ini karena ada maksud lain, aku tak benar benar menyukainya”

“maksudmu?” tanya taeyeon

“emm… aku hanya ingin membuat jessica unnie cemburu melihatnya”

“oh my god, yoong.. mengapa kau melakukan itu?” tanya tiffany

“aku… ingin membantu yul unnie agar bisa kembali bersama jessica unnie” ucap yoona menunduk

Taeyeon kembali teringat dengan percakapannya bersama yoona saat di pesta pernikahan gyuri

“tapi dia bilang krystal telah pergi dan sudah satu minggu tak pernah kembali menemuinya lagi” ucap jiyoung

“satu minggu yang lalu? saat itu hari dimana sidang perceraian yul dan sica, lalu mendapat kabar jika krystal……..” ucap taeyeon

“apa krystal benar benar menemui yoong?”

*toktoktok*

“taeng… mengapa lama sekali? anak – anak sudah menunggu” ucap tiffany membuyarkan taeyeon

“oh.. nne… aku segera kesana” ucap taeyeon langsung buru-buru membersihkan badannya

……

Makan malam

“besok yoong akan masuk kuliah kembali” ucap yoona

“jinjja? syukurlah… tapi jika yoong masih merasa kurang sehat lebih baik tetap istirahat di rumah”

“anni.. yoong sudah merasa baik baik saja, eomma jangan khawatir”

“nne… sekarang makan lah yang banyak sayang, yeri juga… “

“nne..” ucap yeri dan yoona

Begitu makan malam selesai, yoona memasuki kamarnya dan berbaring diatas tempat tidurnya, ia membuka ponselnya dan melihat beberapa pesan masuk dari kedua sahabatnya hara dan irene yang merindukannya, yoona tersenyum dan melakukan chat bersama mereka

begitu menunggu balasan chat mereka, yoona tak sengaja membuka sebuah galeri foto

“kau berfoto saja denganku, kajja say cheese!!!” ucap yoona mengeluarkan ponselnya dan menekan tombol kamera krystal pun ikut tersenyum melihat kearah kamera

“mana, aku ingin melihatnya… apa aku terlihat?”

Yoona melihat hasil kamera itu, ia terdiam melihat hasilnya

“mengapa kau diam saja? aku ingin melihatnya”

“tentu saja terlihat, ponselku ini sangat canggih, segala jenis hantupun bisa terlihat” ucap yoona memasukkan ponselnya kedalam saku

“yah, mengapa kau memasukkan kedalam sakumu! aku ingin melihatnya! yaish…”

yoona teringat kembali pada krystal, ia tersenyum memandang sebuah foto

picsart_10-27-09-32-331

bergambar dirinya dengan krystal, saat itu memang ia tertangkap oleh kamera ponsel yoona

“aku kesepian tanpamu” gumam yoona

kepalanya menoleh kesamping kanan melihat sebuah kalung berliontin cincin

2015052918362945473.jpg

“aku merindukanmu” ucapnya sambil mengusap usap tempat tidurnya yang biasa ditempati oleh krystal

“dulu kehadiranmu membuatku gila, dan sekarang aku kembali gila saat kehilanganmu” ucapnya, perlahan matanya terasa berat dan akhirnya yoona terlelap

……………………..

Soshi University

“yoong…!!” teriak irene dan hara sambil berlari menghampiri yoona yang baru saja keluar dari mobilnya

“bogoshippo…” ucap irene memeluk sahabatnya itu diikuti hara

“aku hanya satu minggu tak masuk, kalian ini”

“nne.. hanya satu minggu, tapi rasanya sepi tanpa si pembuat ulah” ucap hara

“hhahaha aku memang pantas dirindukan, kajja kita masuk”

ketiganya berjalan menuju kelas sambil terus berbincang

“sepertinya si tampan hari ini tak masuk, dia sama sepertimu sudah satu minggu tak pernah kelihatan”

“nne, apa kalian……” ucap hara

“apa?” kata yoona

“menikah” ucap irene dan hara membuat yoona berhenti berjalan

“mwo???”

“nne, apa kalian menikah? kalian sama sama tak masuk selama satu minggu, apa kalian sebenarnya sudah menikah dan melakukan perjalanan bulan madu?”

*pletak!! pletakk!!!*

“aaahh… appo…” rengek hara dan irene kesakitan sambil mengusap kepalanya setelah menerima jitakan dari yoona

“baboyaa…!! aku dengannya tak menikah”

“lalu mengapa dia tak masuk sama sepertimu? juhyun selalu datang menanyakan hal itu”

“benarkah? yul sudah pindah dari kampus ini”

“mwo??? jinjja?? secepat itu?” ucap hara dan irene bersamaan, mereka tampak terkejut

“nne…”

“woah daebak”

“apa yang terjadi dengan hyunie?”

“dia selalu datang menanyakan yul dan kau yoong, tapi 3 hari terakhir ini dia tak pernah menemui kita lagi”

“nne… kasihan dia terlihat begitu sedih”

“ah, itu dia” tunjuk irene, mereka melihat seohyun sedang berjalan menuju gedung jurusannya

“aku harus menemuinya, kalian duluan saja ke kelas” ucap yoona langsung berlari meninggalkan kedua sahabatnya

“eh? apa yang terjadi dengan mereka bertiga?”

“entahlah, kajja kita masuk”

Yoona mempercepat langkahnya menyusul seohyun

“hyunie!” teriaknya, orang yang dipanggilpun menoleh, seohyun tampak terkejut saat melihat yoona namun dengan cepat ia membuang muka dan kembali berjalan membuat yoona merasa heran. ia pun kembali berjalan menyusul seohyun

“hyunie, chankkaman…” ucap yoona mencoba mensejajarkan langkahnya

“ada apa?” tanya seohyun ketus

“emm… mengapa hyunie terlihat seperti sedang menghindariku?”

“anni.. mianhae aku sedang buru buru”

“oh.. nne.. sampai bertemu kembali” ucap yoona tak lagi mengikuti seohyun

…………..

“anniyo… dia bukan eomma” ucap yoona 

“dia ibumu sayang, mulai sekarang yoong akan tinggal bersamanya”

“belsama appa & eomma juga?”

“anni.. hanya yoong”

“shillo.. yoong ingin belsama appa, eomma dan yeli..”

*pukpukpuk* 

“yoong…” ucap hara membangunkannya

yoona tertidur di kelasnya saat mata kuliah berlangsung

“engghh….”

“ireonna… mr. henry memanggilmu”

“yoona, why did you asleep?” tanya mr. henry

“oh, sorry mister I  was feel my body’s unwell”

“ah.. I see, you can take a break on clinic”

“thanks mister” ucap yoona, ia segera berdiri dan meninggalkan kelasnya

Begitu sampai di klinik kampus, yoona langsung berbaring namun ia hanya terdiam menatap langit langit

“mengapa mimpi aneh itu selalu kembali terulang?” gumamnya mencoba mengingat apa yang dimimpikannya, namun sayang mimpi itu tak begitu jelas dalam ingatannya

………………………………….

Hari demi hari, bulan demi bulan hingga memasuki tahun ajaran baru telah dilewati yoona dengan kehidupannya yang sudah terbiasa tanpa krystal, meskipun begitu ia tak pernah berniat melupakannya…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Taeyeon baru saja membereskan berkas berkas data pasiennya yang baru saja selesai diperiksa

*toktoktok* seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya dari luar

“masuklah” ucap taeyeon yang masih sibuk dengan berkas berkas itu hingga tak melihat seseorang yang baru saja membuka pintu dan memasuki ruangannya

“honey… sesibuk itukah sampai tak ingin membukakan pintu untukku?” ucap seorang yeoja dengan nada manjanya

Merasa suara itu asing dan bukanlah suara tiffany, taeyeon segera mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya taeyeon saat melihat seorang yeoja yang sedang tersenyum menatapnya

TBC

Second Chance part 11

 

picsart_09-15-12.37.07.jpgWriter : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Im Yoona, Jessica Jung, Seojuhyun, Kwon Yuri, Tiffany Hwang, kim Taeyeon, Choi Sooyoung and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

Jangan ada Baper diantara kita

…………………………………………….

“aku pulang..” ucap yoona saat memasuki rumahnya

“yoong, dari mana saja? kenapa baru pulang sayang?” tanya tiffany langsung menghampiri yoona, wajahnya terlihat khawatir

“aku seharian bersama hyunie eomma”

“mengapa tak memeberi tahu eomma eoh?”

“hehehe ponselku mati, aku tak membawa charger, mianhae..”

“huh kebiasaan, tapi… mengapa mata yoong merah? habis menangis?”

“anniiyo..” ucap yoona

“hmm… kemarilah” ucap tiffany merentangkan kedua tangannya kemudian memeluk anak kesayangannya itu “eomma tak bisa dibohongi sayang, wae..? ceritakan pada eomma” ucap tiffany kembali

Yoona membalas pelukan tiffany, perlahan tubuhnya bergetar dan yoona kembali menangis

Flashback

“oh ya, katamu kau ingin membicarakan suatu hal?” tanya yoona

“nne.. tapi aku malu mengatakannya” 

“tak perlu malu, lagipula aku juga ingin mengatakan suatu hal untuk hyunie?”

“benarkah? apa itu?”

“nanti saja setelah mendengar hyunie”

“baiklah, sebenarnya aku malu.. tapi aku tak bisa terus memendamnya, lagipula aku lihat yoong cukup dekat dengannya, jadi aku pikir yoong adalah orang yang tepat untuk mengetahuinya”

“maksud hyunie?” tanya yoona heran

“sebenarnya aku… sangat menyukai yul unnie”

*prankkk!!!* yoona menjatuhkan sendoknya setelah mendengar itu

“yoong? kenapa?” tanya seohyun terkejut

“an..anniyo… aku hanya terkejut hehehe” ucap yoona buru buru bersikap biasa kembali

“jadi… hyunie menyukai yul unnie ya?” tanya yoona meyakinkan

nne… aku sudah lama menyukainya, dan aku senang saat tahu yoong dekat dengannya”

“wae..?”

“setidaknya aku bisa mengetahui tentang yul unnie padamu, aku terlalu malu untuk menanyakannya langsung, apa… yul unnie sudah memiliki kekasih?”

“dia baru saja berpisah”

“jinjja? pantas aku selalu melihatnya merenung”

“hmmm… begitulah”

“sekarang giliranmu yoong, apa yang ingin kau katakan?” tanya seohyun

“eh? emm… aku lupa lagi hehehe”

“mwo? yaish… bisa bisanya kau lupa”

“hehehe mianhae…”

“nanti setelah ingat segera beri tahu aku, arasso?”

“nne… ah sudah malam, kajja kita pulang”

“nne kajja, malam ini aku sangat bahagia berkatmu yoong, gomawo… kau sahabat terbaikku” ucap seohyun memeluk lengan yoona. Seementara yoona hanya tersenyum miris  dengan menahan sesak pada dadanya

Flashback end

………………………………..

Yoona memasuki kamarnya dan melihat krystal sedang duduk menunggunya, hatinya kembali merasakan sakit saat melihat wajah krystal karena kembali teringat dengan yuri

krystal yang melihat yoona baru saja masuk langsung berjalan menghampirinya

“yoong, kau darimana saja?” tanya krystal

yoona terdiam tak ingin menjawab sambil berjalan melewatinya

“wae…?” tanya krystal kembali menghampiri yoona yang duduk terdiam disamping tempat tidurnya

“bisakah kau keluar?” ucap yoona

“nne.. tapi ada yang ingin ku bicarakan dahulu padamu”

“Aku sedang tak ingin bicara” ucap yoona yang sudah berbaring membelakangi krystal

“hmm… baiklah, mianhae..” ucap krystal, ia berdiri dan menatap yoona kembali yang tetap dengan posisinya krystalpun berjalan dan menghilang

Karena merasa lelah, yoona langsung tertidur

………………………………

“kalian sudah pulang dari rumah sakit?”

“nne.. sica meminta untuk beristirahat di apartemennya, dia tak nyaman jika tidur di rumah sakit”

“hmm.. kebiasaan, apa dia makan dengan baik?” tanya yuri 

“nne… awalnya dia sulit sekali untuk makan, tapi setelah ku beri tahu bubur dan sup itu buatanmu, dia langsung saja memakannya dengan lahap hahaha”

“benarkah? syukurlah kalau begitu, untung nicole datang ke rumahku jadi bisa aku titipkan bubur untuknya”

“yul..”

“nne..?”

“apa nicole ke rumahmu untuk mengantarkan surat dari pengadilan?”

“hhmm… nne..”

“aku akan mencoba berbicara kembali dengan jessica”

“gwaenchanna.. kau tak perlu melakukan itu hyo, itu sudah keputusannya”

“anniyo.. aku rasa jessica masih sangat mencintaimu”

“……………………..” yuri terdiam mendengarnya

“aku tau kau juga masih mencintainya” ucap hyoyeon

“tentu saja, tapi jessica seorang aktris terkenal sekarang, jika kami kembali itu akan merusak mimpinya, bukan hanya sica tapi kau juga akan terkena dampaknya hyo”

“tapi kalian bisa menyembunyikannya”

“nne… tapi itu hanya akan terus membuatku sakit”

“hmm… kau benar, jika sudah begini aku jadi pusing”

“hehehe gwaenchanna jangan terlalu dipikirkan, aku dan sica akan baik baik saja dengan keadaan seperti ini”

“hmm.. aku pergi dulu yul, aku harus menemui nicole dan sica untuk membicarakan sidang nanti”

“nne.. aku titip sica, bye..”

Setelah mengakhiri teleponnya, yuri kembali menatap krystal yang masih terbaring dalam tidur panjangnya dengan beberapa alat medis terpasang pada tubuhnya, ia pun berjalan menghampiri dan ikut berbaring disamping putri kesayangannya itu

“mianhae… maafkan appa yang tak bisa menjaga keluarga, tapi appa janji akan selalu menjagamu kryst, lekaslah bangun.. appa sangat merindukanmu” ucap yuri sambil mengusap lembut rambut krystal

……………………………………..

Yoona terbangun dan melihat jam yang masih menunjukkan pukul 2 dinihari, ia membalikkan tubuhnya namun ia mengkerutkan dahinya saat tak melihat krystal didalam kamarnya, biasanya yeoja itu selalu berbaring dan tidur disampingnya. ia mengingat kembali beberapa jam yang lalu telah bersikap dingin dan mengusir krystal

“jangan pernah melampiaskan kemarahan pada orang lain yoong, itu akan melukai perasaannya”

Yoona terdiam mengingat nasihat dari taeyeon, setelah nyawanya terkumpul ia berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya mencari krystal, namun yeoja itu tak ditemukannya di berbagai ruangan di rumah yoona.

“hufhhtt…” yoona membuang nafas dan menggelengkan kepalanya saat menemukan krystal tengah terkantuk kantuk diatas kursi yang berada di rooftop rumahnya, yoona kembali memasuki kamarnya dan tak berapa lama ia naik keatas roftop menghampiri krystal dengan membawa selimut

“engh..?” krystal terbangun saat merasakan sesuatu menyentuhnya dan melihat yoona baru saja menyelimutinya

“kau bisa mati kedinginan” ucap yoona

“paboyaa…  aku ini hantu” ucap krystal tersenyum

“tapi kau masih hidup, kenapa kau tidur disini?”

“molla.. aku ketiduran hehehe aku merasa kepalaku sedang diusap lembut, itu akan membuatku mudah tertidur” ucap krystal tersenyum innocent

“pabo, mengapa tak tidur didalam kamar saja”

“aku tak ingin memperburuk moodmu”

“hmm… moodku memang sedang buruk”

“wae…?”

“lupakan, aku sedang tak ingin membahasnya”

“baiklah… mengapa kau terbangun?”

“itu karena aku tak melihatmu didalam kamarku”

“omo, jadi kau merindukanku? hahaha”

“hmm.. sepertinya begitu” ucap yoona membuat krystal langsung terdiam

“…………….”

“wae..? mengapa kau menatapku seperti itu?” tanya yoona

“ann..anniyoo..” jawab krystal gugup dan langsung membuang tatapannya, kedua pipinya tampak merah

“kau bilang ada yang ingin kau bicarakan”

“oh.. itu, nne… ada yang ingin ku bicarakan, tapi aku tak ingin memperburuk moodmu”

“gwaenchanna.. katakan saja”

“nanti kau akan marah padaku”

“anniyo..”

“yaksok?” tanya krystal mengangkat jari kelingkingnya

“aigoo.. orang ini, geurae..” ucap yoona mengaitkan jari kelingkingnya

“ini tentang keluargamu”

“ada apa dengan mereka?”

“adikmu telah mencurigai sifatmu, dan kemarin malam tanpa sepengetahuan kita dia telah merekammu saat kita berada disini, lalu dia memberitahukannya pada kedua orang tuamu, dan itu membuat mereka mengkhawatirkanmu dan mengira jika kau terkena penyakit halusinasi, terutama eommamu… dia menangis mengkhawatirkanmu” ucap krystal

“………………………” yoona terdiam mendengarnya

“mianhae… ini salahku” ucap krystal merasa bersalah

“hmm… apa boleh buat”

“eh?” tanya krystal heran

“karena mereka sudah melihatnya mungkin mereka memang harus mengetahuinya”

“kau akan memberitahukan semuanya tentang ini?”

“anni..”

“lalu? kau akan membiarkan mereka mencurigaimu dan mengira kau mengidap penyakit itu”

“begitulah”

“andwae… mereka akan menganggapmu gila yoong, terutama eommamu, dia sangat mengkhawatirkanmu, dia bilang dia sangat takut kehilanganmu untuk yang kedua kalinya, memang dulu apa yang telah terjadi padamu?”

“benarkah?”

“yah! apa kau tak ingat?”

“anni hehehe mungkin aku hampir mati karena kenakalanku hehehe dulu aku anak yang sangat nakal”

“yaish…”

“kajja kita tidur di kamar, aku masih mengantuk”

Krystal kembali tersenyum saat melihat yoona menarik tangannya dan membawanya masuk kedalam kamar. setelah keduanya berbaring, dengan cepat yoona tertidur kembali. berbeda dengan krystal yang terus terdiam menatap wajah yoona

“kau terlihat manis saat sedang bersikap seperti ini” gumam krystal, tanpa sadar tangannya mengusap lembut wajah yeoja dihadapannya itu

……………………………..

Keesokan harinya

“kenapa kau masih seperti itu?” tanya yoona yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi

“aku di rumah saja, aku sedang malas pergi” ucap krystal masih terbaring diatas tempat tidur yoona

Yoona yang mendengarnya langsung menghampiri dan menempelkan telapak tangannya pada dahi krystal

“ap..apa yang kau lakukan?” tanya krystal gugup

“aku pikir kau sakit”

“anniyo… aku hanya sedang malas, lagipula aku ini hantu.. mana mungkin aku sakit”

“ah.. kau benar, kalau begitu aku pergi dulu, nanti turunlah.. aku akan menyiapkan sarapan untukmu” ucap yoona kemudian berlalu meninggalkan kamarnya

“mungkin aku memang benar benar menyukainya” gumam krystal memegang dadanya

…..

“eh? kau sudah rapi, mau pergi?” tanya hyoyeon

“nne, aku akan pergi, kau tak perlu ikut hyo”

“baiklah, tapi jangan lupa nanti siang kau ada jadwal syuting”

“nne.. aku pergi dulu”

Setelah menempuh satu jam perjalanan, jessica sampai di gedung SMent perusahaan yang telah membesarkan namanya itu. ia akan menemui mr. lee sang pemilik perusahaan itu

*brak!!!* Mr. lee memukul keras meja dihadapannya setelah mendengar apa yang diucapkan jessica

“tentu saja tidak bisa!jika media tau dan seluruh orang tau kau sudah berkeluarga, kau akan hancur dan membuat rugi perusahaan, kau ini icon dalam grupmu dan penyanyi solo yang sedang naik daun, jangan betindak bodoh!” ucap mr. lee

“aku bisa berhenti dan keluar dari SM”

“kau siap untuk menjadi seorang pengangguran? kau siap mengganti rugi pihak sponsor? kau siap menerima orang orang yang akan membencimu? kau tak ingat jika semua yang kau miliki karena mereka tau jika kau seorang single, huh? kau hanya akan mempermalukan dirimu sendiri dengan membodohi orang orang yang mengidolakanmu”

Jessica terdiam mendnegarnya, apa yang dikatakan mr. lee memang ada benarnya, jika ia membocorkan tentang kehidupannya maka akan berdampak besar bagi dirinya maupun perusahaan yang telah membesarkan namanya itu, tentu saja jessica juga tak akan sanggup mengganti semua kerugian. Mr. lee telah tau tentang kehidupan jessica, ia tau jika jessica telah memiliki suami dan seorang anak

“pulanglah dan lupakan tindakan bodohmu itu, lagipula bukankah lusa kau harus menghadiri sidang perceraianmu, jangan sampai media tau atau kau akan hancur, ingat itu”

Merasa tak tahan jessicapun pergi meninggalkan perusahaan itu.

……………..

Soshi university

“guys, tadi Mr. Henry menelponku hari ini tak bisa masuk karna sedang ada perlu” ucap ketua kelas setelah jam mata kuliah sebelumnya baru saja berakhir

“yaaaaaayyy!!!” teriak para mahasiswa termasuk hara dan irene

“senang sekali bisa berakhir lebih awal, kajja kita makan” ucap hara senang

“kajja, eh? yoong kenapa kau masih disini?” tanya irene

“wae..?”

“biasanya kau langsung keluar dan berlari menjemput pangeranmu” ucap irene

“nne… biasanya kau langsung menemui si tampan kwon” tambah hara

“oh…  anni, hari ini aku akan langsung pulang”

“eh? tumben sekali, kau sedang ada acara di rumah?”

“anni”

“yoong!” panggil seseorang yang sudah berdiri di depan pintu kelasnya, yeoja itu melambaikan tangannya saat yoona, irene dan hara menoleh kerahnya

“eh, itu dia.. hey yul” ucap hara

“sekarang bergantian eoh? sang pangeran yang menjemput pangeran hahaha” ucap irene

“kalian sudah makan?” tanya yuri

“belum” ucap hara dan irene kompak

“kajja kita makan” ajak yuri

“wah, kau akan mentraktir kita?”

“anniyo… tentu saja kalian bayar sendiri sendiri”

“wuuuuu!!” teriak hara dan irene menghajar yuri, ketiganya terus bercanda sambil berjalan menuju restoran sementara yoona sedari tadi hanya terdiam mengikuti mereka

“hey..!!” sapa seseorang membuat keempat yeoja itu berhenti

“hyunie” gumam yoona pelan

“kalian mau kemana?”

“kami akan pergi makan, kau sudah makan?” ucap yuri

“emm… belum” ucap seohyun merasa gugup

“kalau begitu ikut saja bersama kami”

“nne.. si kwon hitam akan yang akan membayar semuanya hahaha” ucap irene

“yah!!”

Yoona kembali merasakan sakit saat melihat yeoja yang disukainya sedang tertawa senang, biasanya hanya yoona yang selalu bisa membuatnya tertawa lepas seperti itu namun kini yoona sadar jika yang dicintai seohyun memang bukanlah dirinya

“mian, aku tak bisa ikut bergabung, aku harus segera pulang” ucap yoona membalikkan badannya setelah pamit, namun jalannya terhenti saat tangan yuri menggenggam tangannya

“wae? kenapa kau pergi?”

“aku ingin pulang” ucap yoona

“setidaknya makan bersama kami dulu yoong, tumben sekali biasanya kau sangat senang setiap mendengar makanan” ucap irene

“anni.. aku pulang saja” ucap yoona melepaskan genggaman tangan yuri

“kalau begitu aku akan mentraktir semuanya, tapi kau harus ikut yoong” ucap yuri

“kalian saja aku sedang benar benar ingin pulang”

“apa kau sakit?” tanya yuri langsung menempelkan telapak tangannya pada dahi yoona

“uuuu… so sweet” gumam hara dan irene yang melihatnya kecuali seohyun yang terdiam melihatnya, ia sedikit merasakan cemburu

Yoona yang melihat seohyun langsung menepis tangan yuri

“anniyo.. sudah ku bilang aku ingin pulang” ucap yoona sedikit ketus pada yuri kemudian langsung pergi meninggalkan keempat yeoja itu

“ada apa dengannya?” tanya hara

“mungkin dia sedang PMS, sudahlah nanti juga akan membaik, kajja kita makan” ucap irene

Yuri masih terdiam menatap yoona yang semakin menjauh dari pandangannya, ia merasa khawatir dan heran pada sikap yoona padanya

“haaah… aku bisa gila jika berlama lama berada diantara mereka” rutuk yoona yang sudah meninggalkan kampus

Setibanya dirumah, yoona tak melihat siapapun disana karena tiffany sudah berangkat ke panti asuhan, iapun langsung berjalan memasuki kamarnya. ia tersenyum saat krystal masih berada didalam kamarnya

“kau tak ikut appaku?” tanya yoona

“anni, aku kan sudah bilang jika aku sedang malas.. tapi sekarang aku merasa bosan berdiam diri terus”

“kalau begitu kajja kita pergi”

“eh? kemana? kau tak kuliah?”

“aku sudah tidak ada jam kuliah, katamu kau bosan.. aku juga bosan, jadi kajja kita pergi saja”

“baiklah” ucap krystal semangat

“chankkaman” ucap yoona menahan tangan krystal

“wae?”

“kau tak enak dipandang jika pergi memakai baju seragam sekolah”

“eh? lalu aku harus memakai dress yang panjang itu? shiro.. itu menyulitkanku berjalan, lagipula tak akan ada yang melihatku kecuali kau”

“tetap saja aku tak nyaman, kau bisa memakai milik adikku” ucap yoona menarik tangan krystal memasuki kamar yeri

“kkah gantilah”

“apa adikmu tak akan marah jika kau membakar pakaiannya?”

“kau tenang saja, ppali..”

“arasso… kau tunggu diluar”

Tak berapa lama krystal keluar dari kamar yeri dengan pakaian yang sudah digantinya

“aku memilih yang ini, bagaimana?”

“kau memakai  baju yang sama denganku”

“ah iya, aku baru menyadarinya hehehe mian, kalau begitu aku akan ganti”

“gwaenchanna… kau tak usah menggantinya, kita bisa menjadi couple hari ini, tunggulah.. aku akan membakarnya”

f.jpg

“oh nn..nne..” ucap krystal gugup

Setelahnya mereka berdua pergi meninggalkan rumah

“kita akan kemana?” tanya yoona

“aku ingin ke pantai, sebentar lagi sore pasti menyenangkan melihat sunset nanti”

“baiklah, kita kesana”

“let’s go!!” teriak krystal semangat

selama perjalanan keduanya tampak senang sambil bernyanyi mengikuti lagu yang dimainkan yoona dalam mobilnya

~Neomu banjjak banjjak nooni booshuh~ : yoona

~no no no no no~ : krsytal

~Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun~ : yoona

~oh oh oh oh oh~ : krystal

~Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee.. O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah~) ~ : yoona & krystal

Sesampainya dipantai, krystal langsung berlari lari senang, sementara yoona terus berjalan mengikutinya

“kyaaaa… yeoppodda….!!! disini juga sepi” teriak krystal girang

“tentu saja, ini bukan hari libur”

keduanyapun duduk ditepi pantai, yoona menatap krystal yang tersenyum memejamkan kedua matanya sambil menikmati angin sore

“kau menyukainya?” tanya yoona

“nne… appaku selalu mengajakku ke pantai, dia juga sangat menyukai pantai”

“pantas dia hitam”

“yah! walaupun begitu appaku terlihat tampan”

“nne.. sampai sampai banyak yeoja di kampus yang tergila gila padanya”

“haahhaha memang kau tidak yoong?”

“tentu saja tidak, oh? apa eommamu selalu merasa cemburu jika ada yeoja yang mendekati appamu? pasti dulu juga banyak yang menyukai appamu”

“hahaha tentu saja, eomma sangat menyeramkan jika sedang merasa cemburu”

“jinjja?”

“nne… bahkan atmosfer disekitarnya akan berubah”

“aigoo.. menyeramkan”

“tapi appaku selalu bisa meredakan cemburunya”

“dengan?”

“I don’t know, appa selalu memabawa eomma kedalam kamar jika itu terjadi” ucap krystal polos

“eh?” gumam yoona terkejut

“wae?”

“an.. anni… hehehe ganti topik, eem… masa sekolahmu bagaimana? oh ya, kita berada dalam satu sekolah dulu, kau hanya satu tahun dibawahku, apa kau tak mengenalku?”

“molla… aku tak begitu mengenal banyak orang di sekolahku, aku bukan orang yang peduli pada orang lain”

“hmm… sudah terlihat, kau pasti memiliki sifat yang dingin”

“anniyo.. aku ini orang yang baik”

“baik?? oh my god perlu memikirkannya seribu kali”

“yaishh… geurom.. aku ini baik”

“nne… nne.. nne…”

“yaish, nadamu itu seolah tak mempercayaiku”

“tentu saja tidak, selama ini yang kurasakan darimu hanya penindasan, pabo”

“hehehe benarkah?”

“tentu saja”

Merasa haus, yoona membuka tas yang digendongnya untuk mengambil air mineral didalamnya, namun saat yoona menarik botol itu tiba tiba sebuah kotak kecil terjatuh dari dalam tasnya

“apa itu?” tanya krystal sambil mengambil kotak kecil itu “cincin?” tanya nya kembali saat membuka kotak kecil itu

“memangnya apa lagi? cireng?” ucap yoona

“cincin untuk siapa?”

“tadinya ingin aku berikan untuk seseorang, tapi tak jadi”

“wae..? cincin ini sangat cantik”

“kau suka?”

“tentu saja”

“kalau begitu untukmu saja”

“eh? wae… katamu kau akan memberikannya untuk seseorang”

“sudah kubilang, aku tak jadi memberikannya, jadi untukmu saja”

“jinjja?”

“nne… sini aku pakaikan” ucap yoona mengeluarkan cincin itu dari kotaknya, lalu memegang pergelangan tangan krystal dan memasangkannya sementara krystal dengan detak jantung yang sangat cepat hanya bisa terdiam, wajahnya tampak memerah seperti kepiting rebus

“eh? sepertinya kebesaran, jari tanganmu kurus sekali… pasti karena sudah lama kau tak makan”

“hmm… sayang sekali” ucap krystal melepaskan cincin itu

“gwaenchanna, kau tetap bisa memakainya” ucap yoona, ia melepaskan kalung yang dikenakannya lalu memasukkan cincin itu sebagai liontin kalung

“coba angkat rambutmu” ucap yoona, krystal pun menurut

perlahan yoona memakaikan kaung dengan liontin cicncin itu pada leher krystal

“cantik” uap yoona tersenyum menatap krystal

Krystal menunduk menatap cincin itu, kemudian ia kembali menatap yoona

cukup lama keduanya saling tatap, perlahan wajah krystal dan yoona saling mendekat dan mendekat… hingga jarak kedua bibirnya hanya tersisa beberapa senti lagi

*deg….deg…deg….* krystal menutup kedua matanya dengan detak jantung yang begitu cepat

“hatssyyii!!!!” belum sempat bibir keduanya bertemu, yoona segera memalingkan wajahnya saat tau akan bersin

“ah ada debu masuk ke hidungku, aku memiliki alergi hehehe” ucap yoona innocent

“k..kau membawa tissue?” tanya krystal yang masih merasa gugup

“nne…” ucap yoona kemudian mengeluarkan tissue dari dalam tasnya

“lihat, mataharinya sudah mulai turun, indah sekali” ucap yoona sambil menunjuk ke arah matahari

“ah kau benar…”

keduanya terdiam menatap sunset hingga matahari telah menghilang dari pandangan mereka

“kajja kita pulang” ucap yoona

Selama diperjalanan, krystal selalu diam diam menatap yoona yang sedang fokus mengemudikan mobilnya

“kau tak usah menggantinya, kita bisa menjadi couple hari ini”

“Aku tak tau setelah kau sadar nanti kalung ini akan tetap ada atau tidak, aku berharap ini akan selalu terpasang agar suatu saat nanti ketika kita kembali bertemu aku akan mengenalimu”

Lagi lagi ia tersenyum dengan kedua pipi yang bersemu merah setiap mengingat ucapan2 yoona itu sambil memegang cincin yang diberikan yoona untuknya

“kenapa kau tersenyum seperti itu?” tanya yoona yang berhasil memergoki krystal yang sedang menatapnya

“an..anniyo..” jawabnya gugup

“kau terpesona dengan ketampananku?”

“yaish…percaya diri sekali”

“hahahaha… akuilah, aku memang tampan bahkan lebih tampan dari kekasihmu”

“aku tak memiliki kekasih”

“berarti lebih tampan dari mantan mantan kekasihmu”

“aku tak memiliki mantan”

“mwo? jadi kau belum pernah berpacaran?” tanya yoona terkejut

“nne…”

“daebakkk!!!” kalau aku…”

“tak usah diberitahu, aku sudah tau… kau pasti playgirl kelas kakap saat sekolah”

“hahaha aku tak seperti itu, itu kasar sekali”

“lalu halusnya?”

“aku hanya ingin membagi kasih sayangku pada orang orang, appaku bilang jadilah orang yang penyayang”

“tapi bukan berarti setiap orang kau jadikan pacar paboyaaa”

“apa boleh buat mereka yang menginginkan, aku ini terlalu baik sampai mau menolak saja aku tak sanggup… kau ingatkan aku yang tak menolak saat kau meminta bantuanku?”

“itu karena kau takut ku makan, pabo!”

“hehehe anni.. tentu saja karena aku tulus”

“lalu kenapa tak kau pacari yeoja bernama hyunie itu?” tanya krystal membuat yoona terdiam

“jangan bahas itu”

“wae..? apa kau baru saja ditolak olehnya?”

“……………………………”

“jadi itu benar? huahahahahaha… aku tak menyangka jika seorang playgirl telah ditolak hahaha…!!”

“ck, aku tak ditolaknya.. hanya saja aku terlambat mengungkapkannya”

“sama saja, jika kau mengungkapkan perasaanmu kau akan tetap ditolak olehnya hahaha”

“yaish… puas sekali tertawamu, lagipula asal kau tau..”

“apa?”

“hyunie mencintai appamu”

“mwo?? oh my god! andwae…!! itu tidak boleh terjadi”

“tadi kau tertawa senang”

“anni… aku hanya menertawaimu, jika tau begini aku tentu tak setuju.. tolong lakukan sesuatu”

“apa yang harus aku lakukan, bahkan aku sendiri merasa sakit setiap melihatnya”

“tapi apa appaku juga menyukainya?”

“tentu saja tidak, paboya… kau bilang yul unnie sangat mencintai eommamu”

“oh iya, hehehe appa tidak mungkin menyukainya”

“tapi bisa saja, yul unnie kan sudah lama tak merasakan kasih sayang seorang kekasih, bisa saja hyunie berhasil mencuri hatinya”

“mwo? yah mengapa kau berkata seperti itu yaishhh!!!”

“aku hanya memperkirakan”

“menyebalkan!”

sesampainya di rumah, krystal langsung menghilang karena masih kesal pada yoona, sementara yoona hanya tersenyum menggelengkan kepalanya

“yoong dari mana saja? tadi yul kesini mencarimu” ucap tiffany

“benarkah? aku baru saja dari pantai”

“pantai? dengan siapa?”

“krystal”

“krystal? nugu?”

“ah.. emm.. itu.. temanku hehehe oh ya ada apa yul unnie mencariku?”

“dia bilang dia mengkhawatirkanmu, yul mengira jika kau marah padanya, kalian sedang ada masalah?”

“anniyo… hanya salah paham, yul unnie salah mengira saja”

“oh.. kalau begitu lekas hubungi dia agar tak ada salah paham lagi”

“nne.. aku kedalam kamar dulu eomma”

Beberapa menit setelah yoona memasuki kamarnya, taeyeon tiba dirumahnya

“appa pulang…” ucap taeyeon kemudian memeluk tiffany yang menyambutnya

“kau pulang lebih awal”

“nne.. pasienku hari ini tak banyak, oh ya besok kau ingin ikut?”

“kemana?”

“sidang perceraian yul”

“eh? mereka jadi berpisah?”

“begtulah…” ucap taeyeon terlihat sedih

“hmm.. mungkin itu memang yang terbaik, jangan sedih…”

“nne.. aku hanya membayangkan bagaimana perasaan yul”

“kau harus menghiburnya…”

“tentu saja, kau akan ikut?”

“mianhae… sepertinya tak bisa”

“gwaenchanna, kau istirahat saja dirumah, oh ya anak anak sudah tidur?”

“nne… yoong baru saja masuk kedalam kamarnya, dia baru pulang dari pantai”

“pantai? tumben sekali, dengan yul?”

“bukan.. dengan temannya, mungkin yoong ingin menghibur hatinya dari hyunie”

“oh.. hahaha aigoo… uri yoongie sudah besar sekarang”

“taeng, kapan kau akan memeriksa keadaan yoong? aku khawatir penyakitnya akan semakin parah”

“nne.. kau sabar saja, aku bukan ahlinya di bidang itu tapi aku sudah menghubungi rekanku dan dia akan datang minggu besok, kau tenang saja honey”

“hmm… kalau begitu kkah mandilah, air panasnya sudah disiapkan”

“waw… kajja baby, kita mandi bersama” ucap taeyeon langsung mengangkat tubuh tiffany

“kyaaaaa!!!” teriak tiffany mencoba melepaskan diri namun taeyeon segera membawanya berlari memasuki kamar mandi didalam kamarnya dan segera menguncinya

*dah, selanjutnya pikirkan sendiri apa yang mereka lakukan didalam sana 😂*

…………….

Keesokan harinya

“Morning” ucap yoona menyapa krystal namun yeoja disampingnya masih terdiam tak menjawab

“Wae…? Apa kau masih marah padaku?” tanya yoona

“Diamlah, moodku sedang buruk” ucap krystal enggan memandang yoona

“Aigoo… Ice princess muncul lagi, yasudah aku akan berangkat, aku ingin ikut denganku atau appa?”

“Pergilah, aku akan ikut appamu” 

“Baiklah… Jangan merindukanku, bye…” ucap yoona

“Yaish… Menyebalkan sekali orang itu”

…….

Sesampainya di kampus yoona segera mencari yuri untuk meminta maaf, ia sudah tak lagi merasa kesal padanya. Namun yuri tak berhasil ditemuinya

Hingga selesai perkuliahan yoona kembali mencarinya

“Yul tak masuk hari ini, ku dengar dia sedang sakit” ucap seorang mahasiswa yang berada satu kelas dengan yuri

“Benarkah? Kalau begitu gomawo…” ucap yoona

Setelah keluar dari kelas, yoona mengambil ponselnya untuk menghubungi taeyeon namun setelah beberapa kali dihubungi taeyeon tak kunjung mengangkatnya. Yoona pun menutupnya mengira jika taeyeon masih sibuk menangani pasien

“Halo.. Eomma”

“Nne ada apa yoong?”

“Apa eomma memiliki alamat rumah yul unnie?”

“Nne, kalau tak salah taeng menyimpannya”

 “Bisakah aku memintanya?”

“Nne… Chankkaman”

Tak berapa lama yoona menerima pesan masuk berisi sebuah alamat

Iapun segera pergi menemui alamat rumah itu.

Tak butuh berapa lama ia sampai didepan sebuah mansion besar

“Woah, yul unnie benar benar chaebol” gumam yoona menatap takjub rumah besar itu

*tingtong* yoona segera menekan bel pintu

Tak berapa lama seorang maid keluar membukakan pintu

“Anyeong… Benarkah ini rumah yul unnie?”

“Oh nne.. Anda siapa?”

“Aku teman dekatnya dikampus, yul unnie tak masuk hari ini aku dengar dia sedang sakit jadi aku kemari untuk menjenguknya”

“Eh? Tapi noona sedang tidak ada disini?! dia sedang menghadiri sidang perceraiannya”

“mwo? kk..kkalau begitu aku permisi, gomawo ahjumma”

*drrrrrttt…. drrrttt…* baru saja yoona memasuki mobilnya tiba tiba ponselnya bergetar

“yoboseyo, yoong ada apa tadi kau menelponku”

“appa, kau dimana sekarang?”

“aku baru saja selesai menghadiri sidang perceraian yul”

“mwo? appa dimana sekarang?”

“masih di dekat gedung, appa sedang menunggu yul”

*klik* yoona langsung mematikan teleponnya begitu tau posisi taeyeon

“apa krystal mengetahui semuanya, andwae.. itu tak boleh terjadi” gumam yoona, ia menginjakkan gas dalam dalam menuju gedung persidangan

…………………..

“ssst… uljimma, ini keputusan kita” ucap yuri menenangkan jessica yang tak bisa menahan tangisnya

“mianhae… jeongmal mianhae…” ucap jessica dengan suara parau

“gwaenchanna… kau tak boleh seperti ini, nanti siang jadwal syutingmu kan?”

“berjanjilah kau akan baik baik saja” ucap jessica

“nne.. aku janji, kau juga sica.. kau harus jaga kesehatanmu, jika lelah istirahatlah, jika benar benar tak sanggup melakukannya berhentilah, jangan terlalu memaksakan tubuhmu untuk bekerja, aku tidak ingin melihatmu sakit lagi, aku akan selalu mencoba memperhatikanmu dari jauh”

“anniyo… jangan lakukan itu yul itu akan membuatmu sakit, segeralah lupakan aku dan carilah penggantiku”

“apa kau juga akan melakukan itu?” tanya Yuri

Sementara seseorang disamping Yuri dan Jessica yang menyaksikan pembicaraan keduanya benar benar tak bisa menahan kesedihannya

“kenapa? kenapa kau membohongiku yoong, jadi appa dan eomma sudah lama menandatangi surat perceraian itu, kau telah membohongiku.. hiks hiks hiks” ucap krystal tak bisa menahan tangisnya, hatinya lebih sakit dari yang dirasakan kedua orang tuanya

*ceklek* pintu ruangan itu terbuka

“sica, sudah waktunya kau pergi…” ucap hyoyeon

“kau harus pergi” ucap yuri

“nne…” ucap jessica berjalan keluar ruangan

“sica…” panggil yuri kembali, jessica yang mendengarnya langsung berbalik dan berlari memeluk seseorang yang paling dicintainya itu dan jessica kembali menangis dipelukan yuri

Hyoyeonpun ikut menangis merasakan kesedihan kedua sahabatnya itu, namun ia sendiri tak bisa melakukan apa apa

Diam diam yuri mengeluarkan air matanya karena benar benar tak kuat menahannya, namun dengan cepat ia menghapusnya karena tak ingin jessica tahu

“ssst…. uljimma, kkah ppergilah” ucap yuri mulai melepaskan pelukannya

jessica masih terus menunduk dan membalikkan badannya kembali berjalan meninggalkan yuri

“sica hwaiting!!!” teriak tersenyum yuri menyemangati saat jessica kembali menoleh menatapanya

jessica pun tersenyum walau hatinya masih benar benar merasakan sakit karena kebodohannya

Perlahan senyuman yuri menghilang setelah jessica menghilang dari pandangannya, kini diruangan itu hanya ada dirinya dan krystal yang masih terus menangis.

*toktoktok* “yul…” panggil seseorang dari luar dan membukakan pintu, orang itu melihat yuri tengah terdiam sambil duduk

“yul…” panggil orang itu lagi membuat yuri mengangkat kepalanya

“taeng…”

“gwaenchanna?” tanya taeyeon berjalan menghampiri sahabatnya itu, yuri hanya diam menggelengkan kepalanya

ia kembali menundukkan kepalanya dan perlahan tubuhnya bergetar, ia tak bisa lagi menahan kesedihannya, taeyeon yang melihatnya langsung memeluk tubuh yuri dan membiarkan sahabatnya menumpahkan segala bebannya

“appa… hiks hiks” ucap krystal, namun sayang kedua orang dihadapannya tak bisa melihat dan mendengarnya

“app… akkhhh!!!!” teriak krystal merasakan sakit yang hebat pada  dadanya

*dddrrrttt… dddrrrt….* ponsel yuri terus terusan bergetar menerima sebuah panggilan

taeyeon yang merasakannya langsung mengambil ponsel itu dari saku jaket yuri

“yul.. telepon dari eomma” ucap taeyeon

yuri menghapus air matanya dan segera mengangkat telepon itu

“hallo eomma”

“………………………….”

*prak!!!* yuri menjatuhkan ponselnya membuat taeyeon terkejut

“y..yyyul apa yang terjadi”

“kryst…. andwae..!! taeng kau harus menolongnya”

“nne? ada apa dengannya? kajja kita ke rumahmu!”

Taeyeon dan yuri segera berlari meninggalkan ruangan itu dan bergegas menuju rumahnya

“ap… appa… akhh!! jangan pp..pergi.. akkhh sak..iitt!!” ucap krystal yang terbaring diruangan itu sambil merintih kesakitan

Yoona langsung berlari memasuki gedung setelah tiba, namun gedung itu tampak sepi hanya ada beberapa OB yang sedang membersihkan ruangan

“ahjushi… apa disini telah diadakan sidang perceraian?”

“nne… baru saja selesai satu jam yang lalu”

yoona langsung merogoh sakunya dan mengambil ponsel, ia segera menelpon appanya kembali namun taeyeon tak mengangkatnya

“appa… oddiga..?” gumam yoona yang sudah terlihat panik sambil berjalan ke segala arah mencari appanya karena krystal pasti tak akan jauh dari sana

Namun yoona mematikan teleponnya saat perlahan mendengar sebuah tangisan, ia mengenali suara itu

“kryst…!! kau dimana?” teriak yoona, ia kembali mempertajam pendengarannya dan memeriksa satu persatu ruangan

hingga ruangan terakhir ia buka dan yoona terkejut saat melihat krystal sedang berbaring dengan raut wajah kesakitan

“kryst!!!” teriak yoona langsung berlari menghampiri dan memangkunya

“yy…yyongg…” ucapnya

“kau kenapa?”

“rasanya sakit sekali yoong, mengapa kau membohongiku?”

“mianhae.. aku hanya tak ingin melihatmu menangis lagi”

“pada akhirnya aku telah mengetahui semuanya”

“kita harus segera pergi dari sini, kau harus kuat” ucap yoona mulai mengangkat tubuh krystal namun tiba tiba ia melihat tubuh krystal semakin samar dan hampir menghilang

“kryst.. ad.. ada denganmu? kau tak boleh menghilang”

“akkhh!!!!” krystal kembali berteriak kesakitan

“kryst!!”

“ak..ku… mungkin akan segera pergi selamanya yoong”

“mwo? andwae.. kau harus bertahan aku akan segera membawamu ke rumahmu, bertahanlah” ucap yoona mencoba mengangkat kembali tubuh krystal namun lagi lagi tangannya hanya bisa menembusnya, tubuh krystal kembali terbaring dilantai

“aku harus pergi” ucap krystal

“andwae.. aku mohon”

“yoong… gomawo, walaupun kau telah membohongiku, aku tau maksudmu melakukan itu… gomawo sudah menemaniku selama ini hingga aku tak merasa kesepian, gomawo atas segala bantuanmu untuk menyatukan eommaku”

“anni.. kau tak boleh mengatakan itu, kau harus tetap berada disampingku kryst aku mohon” ucap yoona mulai menitikkan air matanya

Krystal mengakat tangannya mencoba menghapus air mata di pipi yoona namun sayang tangannya hanya menembusnya

“aku… mencintaimu yoong” ucap krystal membuat yoona membelakkan kedua matanya karena terkejut

“aku mencintai im yoona” ucap krystal kembali namun perlahan tubuhnya menghilang dari pandangan yoona

“andwae! kau tak boleh pergi!” ucap yoona saat tak lagi melihat tubuh krystal dihadapannya

“kryst!!!!!” teriak yoona memanggilnya

“Tuhan aku mohon, jangan ambil krystal… aku.. juga mencintainya” ucap yoona dalam tangisnya, ia memegang dadanya yang sudah bedetak cepat setelah mendengar pengakuan dari krystal jika yeoja itu mencintainya, yoona baru menyadari jika ia memiliki perasaan yang sama terhadap krystal. yoona mencintai krystal

………

*ceklek* taeyeon bersama para perawat yang mebantunya baru saja keluar dari kamar tempat krystal dirawat, yuri yang melihatnya langsung berlari menghampirinya

“taeng… bagaimana keadaan krystal?”

“yy..yyul… mmm..mianhae…” ucap taeyeon dengan suara yang bergetar sambil menundukkan kepalanya

TBC

yang baper angkat kakinya….