We Are Different Part 18

PicsArt_02-21-08.46.28

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………..

Taeyeon baru saja tiba di paviliun belakang rumah yuri, ia tampak kelelahan setelah seharian menemani sunny

“Huh? Masih jam 9 ternyata” ucap nya sambil meletakkan jas kantor kemudian mengambilkan air minum untuknya

C0R60DZUkAE0HZD

“Hmmmweae???” Gumam taeyeon saat mendengar suara aneh dari arah kamar mandi, pintunya pun sedikit terbuka

Karena khawatir, taeyeon membawa sebuah sapu dan menghampiri kamar mandinya

Pintu kamar mandipun didorongnya agar terbuka lebar

Namun ia tak melihat siapapun, sampai suara itu kembali terdengar dari dalam bathub yang tertutupi kaca pembatas

Taeyeon kembali mengangkat gagang sapu itu memasuki kamar mandinya

*srekkkk!!!*

Saat kaca itu digeser ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya

2 yeoja yang tengah terlihat naked sedang menikmati puncaknya gairah cinta mereka

“Kyaaaaaa!!!!” Teriak taeyeon begitu salah satu dari yeoja itu menoleh

“T..ttaeyeon-ah” ucap yeoja itu ikut terkejut juga dan segera bangun

“Y…yyul??” Ucap taeyeon saat mengenali yeoja itu, iapun beralih menoleh pada yeoja lainnya yang masih terbarung di bathube “t…ttifany…???”

Tiffany hanya menolehnya sesaat hingga kesadarannya hilang karena masih dalam keadaan mabuk berat

“Y…yah taeyeon-ah mengapa kau ada disini?” Ucap yuri yang masih sangat gugup, iapun menutup kembali tubuh tiffany yang terlihat naked

“Heolll…. daebak…!!!” Ucap taeyeon menepuk nepukkan tangannya

Dan saat itu juga yoona dan jessica datang memasuki paviliun

“Eonnie apa yang terjadi?” Ucap yoona menghampiri mereka

“Oh my god!!!” Ucap jessica

“Y…yyah!! Kalian!! Mengapa kemari”

“Kami mendengar teriakan dari sini, aku pikir ada apa, ternyata kalian…..” ucap yoona tak melanjutkan ucapannya membuat yuri semakin salah tingkah

Namun tiba tiba ketiga yeoja itu tertawa terbahak bahak melihat ekspresi gugup yuri

“Hahahaha yah, tak perlu segugup itu hahahaha kkah lanjutkan aktivitas kalian kembali, mianhae mengganggumu” ucap taeyeon keluar dari toilet

“Aku pikir ada apa, yah taeyeon eonnie mengapa kau malah mengganggunya, barangkali mereka belum sempat klimaks hahaha” ucap yoona ikut keluar dari kamar mandi diikuti jessica yang masih menertawainya

“Yah kalian jangan jahat padanya hahahahha” ucap jessica

“Kau juga menertawainya baboyaa…” ucap taeyeon

Setelah jessica memberikan selimut kering pada yuri

Yuripun ikut keluar dengan membawa tubuh tiffany dan membaringkannya di kasur milik taeyeon

“Dia mabuk berat saat akan aku ajak pergi, makanya aku kesulitan membawanya” ucap yuri

“Aigoo… jadi karena itu kau mengambil kesempatan huh?” Ucap yoona

“Aniyo… dia yang memulainya, aku juga terbawa mabuk jadinya hehehe” ucap yuri tertawa malu

“Bagaimana tubuhnya? Ijinkan aku melihatnya… jebal…” ucap taeyeon mengusap usap kedua tangannya memohon

“Yah!!! Andwae!!!” Bentak yuri menepis tangan taeyeon yang hendak membukakan selimut yang menutupi tubuh tiffany

“Kau beruntung karena kau orang pertama yang melihatnya” ucap taeyeon

“Jinjja? Jadi selama bersamamu?”

“Dia bahkan selalu menolaknya” ucap taeyeon cemberut

Yuri pun tersenyum mencoba menahan rasa senangnya

“Kajja, kita harus kembali” ucap jessica segera berdiri

“Ah maja, bagaimana kalau kita juga melakukannya di bathube malam ini? Sepertinya seru” ucap yoona penuh semangat

“Yah!!” Bentak yuri dan taeyeon

Setelah mengantar yoona dan jessica sampai pintu, taeyeon pun kembali menghampiri yuri

“Lalu aku tidur dimana?” Ucap taeyeon

“Kau bisa mencari hotel”

“Yaish shirro… aku terlalu lelah, seharian ini aku membantu sunny di kantornya”

“Yasudah kau tidur saja dilantai” ucap yuri melempar satu bantal untuknya

“Yaish! Lagipula ini kamarku, kenapa kalian ada disini?” Ucap taeyeon yang akhirnya berbaring dilantai disamping kasur

“Kedua orang tua jessica ada disini”

“Nne? Mengapa tiba tiba?”

“Molla, mereka menyangka adikku akan segera menikah, dan yoona bilang ayah jessica sangat selektif jadi untuk sementara aku dan tiffany tidak tinggal disana, tapi saat aku akan menjemputnya dia malah sedang mabuk berat” ucap yuri memandang wajah tidur tiffany yang terlihat sangat lelap itu

“Tiffany mabuk berat? Tumben sekali”

“Aku juga tidak tahu” ucap yuri pandangannya menerawang ke langit langit kamar dan pikirannya kembali pada ucapan tiffany beberapa saat yang lalu. Ia yakin ada hal yang tak beres dengan kekasihnya itu

“Jadi selama orang tuanya disini kau akan tinggal di paviliun ini?”

“Ani, aku akan menyewa apartemen”

“Yul” ucap taeyeon

“Hmmm?”

“Aku juga akan pindah dan kembali ke rumahku”

“Wae?” Ucap yuri menatap kakak tirinya itu “apa keadaan omonim sudah membaik?”

“Yepp” ucap taeyeon “lagipula….”

“Wae?”

“Tadi saat aku jemput, dia menolakku dan lebih memilih naik taksi, aku pikir dia benar benar tak ingin melihatku” ucap taeyeon menatap tiffany

“Hemm….”

“Wae?” Tanya taeyeon

“Aku rindu bisa berkumpul keluarga dalam 1 rumah lagi, tidak bisakah ibumu jadi ibuku juga?” Ucap yuri memiringkan badannya menatap taeyeon

“Baboya… kau bisa datang ke rumahku kapanpun kau mau” ucap taeyeon

Namun yuri hanya terdiam menatapnya. Taeyeon pun ikut memikirkan adik tirinya itu

“Yul, setelah meninggalkan keluargamu apa ayahku pernah mengunjungi kalian?”

“Belum pernah sekalipun, bahkan eomma tak pernah memperlihatkan foto wajahnya padaku dan yoona” ucap yuri

“Wae?”

“Eomma bilang kita tak boleh mengusik hidupnya lagi karena appa sudah bahagia dengan keluarga barunya”

Taeyeon yang kini terdiam, mengingat kembali masa kecilnya yang sangat bahagia dan begitu dekat dengan ayahnya itu

“Lalu, apa mr lee ayah yang baik buatmu?”

“Nne”

“Yah, jangan coba menutupi keburukannya”

“Ani, mungkin dia terlihat buruk di mata orang lain, tapi dia tetaplah seorang ayah bagiku”

Taeyeon merubah posisinya menjadi duduk menghadap yuri, merasa penasaran dengan kisahnya itu

“Setelah diadopsinya aku memang sering merasakan kekerasan fisik, dipaksa berlatih taekwondo hingga aku berhasil mendapatkan sabuk hitam, bahkan diajari bagaimana caranya membunuh”

“Tapi dibalik semua itu dia hanya ingin agar aku terlihat berbeda dengan yeoja lainnya. dulu dia sering mengancamku ataupun pada adikku bahwa dia akan membunuh kami jika sewaktu waktu melaporkan tentang perusahaannya, dia selalu mengirimkan anak buahnya untuk mengikutiku dan yoona, aku pikir saat itu dia mnginginkanku mati, tapi ternyata anak buahnya hanya ingin melindungiku”

“tapi bukankah dulu kau memintaku untuk mengungkap kasus perusahaan ayamu?”

“nne… tapi mungkin sekarang aku tak akan melakukannya”

“huh, wae?”

“perusahaannya hanya memanfaatkan dan menghancurkan perusahaan perusahaan gelap. saat dia tahu aku memiliki perusahaan aku kira dia akan menghancurkannya, teryata tidak”

“jinjja?”

“begitu tuan choi yang merupakan ancaman terbesarnya hancur, dia sedikit berubah padaku” ucap yuri kembali menatap taeyeon

“dia bahkan menanyakan rencana pertunanganku dengan tiffany” lanjutnya

“heoll…. daebak…” ucap taeyeon

“ah aku ingat sesuatu” ucap yuri terbangun, iapun membuka tas kantornya

“wae?” tanya taeyeon ikut terbangun

………………………………………….

Keesokan harinya

Tiffany terbangun saat sebuah cahaya berhasil menembus kedua kelopak matanya

Ia melihat seorang yeoja berdiri tak jauh darinya baru saja membukakan jendela kamar

“Jessie?” Ucap tiffany begitu pandangannya mulai jelas pada yeoja itu

“Oh? Mian aku membangunkanmu”

“Gwaenchanna…” ucap tiffany terduduk diatas tempat tidur, ia mengusap kedua matanya yang masih terasa berat itu “nan odiga?” Lanjutnya saat tak mengenali ruangan yang ditempatinya itu

“Kamar paviliun” ucap jessica yang kini mulai duduk disamping tiffany

Iapun mengambil gelas berisi susu hangat yang baru saja dibuatnya kemudian diberikan pada sahabatnya itu

“Minumlah” ucap jessica

“Gomawo…” ucap tiffany menerima susu itu dan diminumnya sampai habis

“Eiyy… apa kau sehaus itu?” Ucap jessica mengambil kembali gelas yang sudah kosong itu dan ditaruhnya diatas meja

“Tenggorokanku terasa kering, kenapa aku ada disini?”

“Kau tak ingat semalam?” Ucap jessica memastikan

Tiffany terdiam mencoba mengingatnya, namun kemudian ia menggelengkan kepalanya

“Dia tidak akan ingat dengan kejadian semalam kalau mabuk berat, butuh beberapa hari mengingatnya kembali” ucap yuri yang sempat dikatakannya pagi tadi pada jessica

“Tadi malam kedua orang tuaku tiba, dan saat itu kau sedang mabuk berat” ucap jessica merapikan rambut tiffany yang sedikit berantakan

“Mwo? Jinjja? Lalu apa mereka tahu?”

“Aniyo, yuri memindahkanmu kesini tanpa mereka tahu”

“Yuri?”

“Nne, kekasihmu” ucap jessica

“lalu orang tuamu sekarang?”

“Mereka sedang ikut ke kantornya yul, ada sedikit sandiwara untuk mereka hehehe”

“Maksudmu?”

“Ini semua ulah adikku, krystal ingin sekali pergi kesini, tapi tak pernah diizinkan jadi dia berbohong pada orang tuaku kalau aku dan yoona akan segera menikah, akhirnya mereka datang”

“Nne? Jinjja? Heoll…” ucap tiffany terkejut

“Untuk itu, ayahku sangat selektif dalam memilih pasangan untuk anak anaknya dan karena peristiwa yang sangat mendadak itu akhirnya kami sedikit berbohong”

“Berbohong bagaimana?”

“Untuk sekarang rumah yul adalah rumah yoona, mianhae… selama ada orang tuaku kalian tidak bisa tinggal disana” ucap jessica menangkupkan kedua tangannya

“Ah… begitu, gwaenchanna..”

“Selain itu aku tak mungkin memberitahu ayahku jika yoona masih menganggur akhirnya dia bilang dia pemilik perusahaan yuri”

“Nne??”

“Hehehe ini hanya sementara” ucap jessica menggenggam kedua tangan sahabatnya untuk meminta restu atas kebohongan mereka

“Arra… tapi berbohong itu tidak baik jessie”

“Ini berbohong demi kebaikan”

“Yaish… ada ada saja” ucap tiffany mulai tertawa menggelengkan kepalanya

“Hahaha kau memang sahabat terbaikku” ucap jessica memeluk tiffany “lalu nanti kau akan tinggal dimana?” Lanjutnya

“Aku bisa tinggal di apartemenku”

“Ah maja”

“Apa semalam yuri juga tidur disini?”

“Tentu saja” ucap jessica menyilangkan kedua tangannya “bahkan kalian sempat bersenang senang” lanjutnya dalam hati

Namun jessica heran saat melihat ekspresi tiffany berubah muram

“Waeyo?”

“Aniyo, lalu taeyeon?”

Jessica hanya mengangkat dagunya menunjuk sebuah bantal dan selimut yang tertata diatas lantai samping tempat tidur

“Dia tidur di lantai?”

“Yeppp…” ucap jessica “apa yang kau rasakan sekarang? Apa masih pusing? Yul memintaku untuk menjagamu”

“Gwaenchanna….” ucap tiffany

“Tapi sepertinya hatimu sedang tak baik baik saja tiff, wae geurae?”

“Hemm…” gumam tiffany menghela nafas dan memeluk kedua lututnya

“Jessie” panggilnya

“Wae? Katakan padaku”

“Apa sebaiknya hubunganku dengan yuri diakhiri saja?” Ucap tiffany membuat jessica terkejut

“Mwo? Why..?? Apa efek mabukmu belum hilang”

“Ani”

“Yah, mengapa kau berkata seperti itu”

“Molla… aku rasa selama ini kami seperti orang asing”

“Bukankah yuri selalu perhatian padamu?”

“Nne… tapi…”

Jessica mendekatkan wajah menunggu jawaban selanjutnya dari tiffany

“Yuri berselingkuh”

“Mwo???” Ucap jessica terkejut

Flashback

Sepulangnya bekerja, tiffany sempat menolak saat dijemput taeyeon. Dan moodnya semakin buruk saat menerima ucapan sinis dari sunny. Akhirnya iapun memutuskan untuk naik taksi.

Saat diperjalanan jessica memberitahunya jika tidak ada siapapun di rumah karena ia dan kekasihnya akan menjemput krystal di bandara.

Begitu memasukkan kembali ponselnya kedalam tas, ia melihat pemandang keluar jendela dan tepat saat itu melewati gedung kantor milik yuri

“Ahjushi, berhenti disini saja” ucap tiffany pada supir taksi

“Oh nne agashi”

Setelah membayar taksi, tiffany berjalan menuju kantor itu

Namun begitu tiba di depan pintu utama, ia diberhentikan oleh satpam penjaga

“Agashi chankkaman, apa anda sudah membuat janji sebelumnya?”

“Aku kekasih yuri” ucap tiffany memperlihatkan kartu identitas miliknya

“Oh anda tiffany-shi, joseonghamnida agashi” ucap satpam itu mempersilahkan masuk begitu tau dia adalah tiffany

Begitu masuk, tiffany diantar oleh resepsionis ke ruangan kerja yuri yang berada lantai 12

“Ruangannya tepat didepan sana tiffany-shi” ucap resepsionis itu menunjuk kearah sebuah ruangan yang masih tertutup

“Nne, kamsahamnida” ucap tiffany, ia kembali berjalan setelah resepsionis itu kembali memasuki lift

“Apa aku akan mengganggunya?” Gumam tiffany begitu berhenti didepan pintu ruangan

Akhirnya tiffany pun memberanikan diri membuka pintu yang tak terkunci itu

“Huh? Odiga??” Ucapnya kembali saat tak melihat yuri didalam ruangan itu

“Jogiyeo, apa anda mencari yuri eonnie?” Ucap salah satu karyawan yang melewatinya

“Oh nne, odiga?” Ucap tiffany

Karyawan itu terdiam memperhatikan tiffany dari ujung kaki sampai ujung kepala, ada raut keraguan pada wajahnya karena saat itu tiffany hanya memakai dress biasa dengan wajah yang hanya sedikit dibaluti make up

“Aku tiffany, kekasihnya” ucap tiffany yang dapat membaca raut wajah karyawan itu

“Huh? Oh joseonghamnida agashi” ucap karyawan itu membungkukan badannya, hampir semua karyawan lama didalam gedung itu tahu jika nama kekasih yuri adalah tiffany hwang, namun mereka masih belum mengetahui wajahnya

“tapi yuri eonnie baru saja pergi bersama asistennya”

“nne? odiga? apa ada rapat dengan klien?”

“emmm… aku rasa tidak, karena yuri eonnie pergi setelah rapat selesai, mungkin mereka.. “

“woah… eonnie, aku rasa mereka benar benar berpacaran” ucap seorang yeoja menghampiri karyawan itu

“nne? nugu?”

“bos kita, yul eonnie dengan asisten barunya”

“mwo???” ucap karyawan itu tampak terkejut terutama tiffany yang ikut mendengarnya

“y..yah! j..jjangan asal bicara” ucap karyawan itu lagi

“aniyo.. aku baru saja melihat sns nya, lihatlah” ucap yeoja itu memperlihatkan unggahan sebuah foto dari pemilik akun instagram seo juhyun itu

“jogiyeo, bolehkah aku melihatnya?” ucap tiffany

“huh? nne…” ucap yeoja itu memberikan ponselnya dengan pandangan bingung karena baru melihat tiffany

Tiffany terdiam melihat postingan foto tersebut, ia melihat lokasi yang tertera hingga akhirnya pergi meninggalkan kedua yeoja itu

“yyah! baboya!!! mengapa kau tak bisa menjaga mulutmu?”

“wae? lagipula berita kedekatan mereka sudah menyebar di kantor ini, tapi… yeoja itu siapa?”

“dia kekasihnya, bodoh!”

“mwo???” ucap yeoja itu sangat terkejut

Begitu tiba di lokasi tempat unggahan foto itu, benar saja tiffany meemukan kekasihnya bersama seohyun yang berdiri tak jauh darinya sedang memilih milih sebuah cincin perhiasan

“ternyata rumit sekali, aku rasa kita sudah 1 jam berada disini” ucap yuri

“gwaenchanna… memang harus mendapatkan yang terbaik bukan?”

“aigoo… uri hyunie sepertinya sudah berpengalaman” ucap yuri mengacak acak rambut seohyun, sementara yeoja itu hanya tertawa menerima perlakuan yuri padanya

“omo omo! eonnie, sepertinya ini lebih bagus” ucap seohyun menunjuk pada salah satu cincin

“jinjja?” ucap yuri ikut mencondongkan wajahnya “aku ingin melihat yang ini” lanjutnya pada pelayan toko perhiasan itu

“nne…” ucap pelayan itu

Begitu dikeluarkan, seohyun langsung mencoba memakaikan cincin itu pada jarinya

“ottokhae?” tanya seohyun memperlihatkan jarinya

“yeoppoda… “ ucap yuri tersenyum senang “apa ini cincin couple?” tanya yuri pada pelayan itu

“nne agashi, terlihat sangat cocok dipakai pada jari kalian berdua” ucap pelayan itu membuat yuri dan seohyun tertawa

“kau suka?”

“tentu saja eonnie”

“kalau begitu aku pilih yang ini” ucap yuri

Tanpa terasa air mata tiffany telah mengalir melihat pemandangan itu, iapun meninggalkan toko perhiasan dengan perasaan yang sangat terluka

Flashback End

“Tiff, kau yakin dengan apa yang kau lihat?” Ucap jessica setelah mendengar cerita dari sahabatnya itu

Tiffany hanya mengangguk dan menundukkan wajahnya yang sudah terlihat basah oleh air mata

“Tapi aku rasa yuri hanya mencintaimu”

Namun isakan tiffany semakin terdengar, jessica pun segera memeluknya

“Akhir akhir ini sikapnya berubah”

“Berubah bagaimana?”

“Molla, kadang aku merasa dia seperti orang asing bagiku jessie”

“Itu hanya perasaanmu saja tiff, bukankah yuri selalu ada untukmu? Dia pangeran orionmu, dia tak akan mungkin mengkhianatimu”

“Lalu apa yang sudah kulihat? selama ini dia belum pernah meyinggung masalah pernikahan kecuali jika ada sesorang yang mendesaknya”

Jessica terdiam mendengar ucapan sahabatnya, ia sendiripun bingung.

“Kau yakin dengan keputusanmu?” Ucap jessica

Tiffany yang kini terdiam mendengar ucapan jessica

“Sebaiknya dibicarakan dulu baik baik, siapa tahu kalian hanya salah paham” ucap jessica mengusap lembut kepala tiffany

……….

Begitu tiba di kantor, yoona dengan perasaan gugupnya membukakan pintu mobil untuk kedua orang tua jessica termasuk krystal.

Pagi tadi kedua orang tua jessica memintanya untuk melihat lihat perusahaan yang telah dibangunnya dan itu membuat yoona sangat terkejut, ia baru ingat kalau dirinya masih berada didalam sandiwara yang telah dibuatnya sendiri

Sehingga mau tidak mau ia harus membawa kedua orang tua jessica ke kantor milik yuri. Ia sempat mengirimkan beberapa pesan pada yuri namun sampai sekarang masih belum dibalas

“Besar dan megah” ucap ayah jessica begitu keluar dari mobil

“Yaish, kemana yul mengapa sulit sekali dihubungi” ucap yoona dalam hati

Begitu keduanya sudah keluar, yoona hendak memasuki mobil kembali untuk memarkirkannya, namun saat itu seorang satpam menghampirinya

“Jogiyeo agashi” ucap satpam itu

“Nne?” Ucap yoona terkejut

“Biar aku saja yang memarkirkannya” ucap satpam itu sopan

“Huffhh…. aku pikir apa” gumam yoona dengan perasaan tenangnya khawatir dia akan diusir oleh satpam itu “yul sepertinya sudah memberitahunya”

“Mom… dad… kajja” ucap yoona mempersilahkan masuk

Lagi lagi yoona dibuat terkejut saat memasuki kantor, terlihat para karyawan kantor berbaris rapi dan tersenyum menyambut kedatangan mereka

Yoona bernafas lega saat melihat yuri ikut berdiri diantara mereka

“Aigoo… mereka ramah sekali” ucap ayah jessica begitu para karyawan membungkuk saat berjalan melewati mereka

Oh nne, disini sopan santun adalah nomor satu” ucap yoona mensejajarkan langkahnya

“Great! Lalu, dimana ruang kerjamu?”

“Huh? Eee…” gumam yoona terlihat bingung, masalahnya ia sama sekali tidak tahu ruang kerja siapapun didalam gedung ini

“Yoona-shi, anyeonghasimnika” ucap seorang yeoja menghampiri dan menyapa mereka

“Oh? Anyeong” ucap yoona

“Nugu?” Ucap ayah jessica

“Anyeonghasimnika tuan, saya seo juhyun asisten yoona-shi” ucap yeoja itu membungkukan badannya kembali

“Mari biar saya yang mengantar untuk melihat lihat gedung ini, karena yoona-shi sebentar lagi akan mengadakan rapat” ucap seohyun

“Begitu ya, baiklah” ucap ayah jessica “menantuku, hwaiting!” Lanjutnya menyemangati yoona

Sementara yoona hanya mengangguk dan tersenyum kikuk. Sampai akhirnya kedua orang tua jessica menghilang dari pandangannya

“Yah! raskal!” Ucap seseorang menepuk pundak yoona

“Kkamjagiya!” Gumam yoona terkejut membalikkan badannya “yaish!! Bikin kaget saja” lanjutnya saat melihat yuri

“Bagaimana pembukaannya? Luar biasa bukan?”

“Daebakk!! Eonnie gomawo” ucap yoona memeluk yuri

“Yah yah yah! Lepaskan! Yaish… orang orang melihat kita” ucap yuri merasa malu saat para karyawannya tertawa melihat mereka

Yuri pun menarik tangan yoona memasuki lift menuju ruangannya

“Aku pikir hidupku akan berakhir pagi ini” ucap yoona

“Hidupmu memang akan segera berakhir baboya, mau sampai kapan kau berbohong”

“Hehehe hanya butuh beberapa hari saja”

“Kapan kalian akan menikah?”

“Molla… besok mereka memintaku untuk melakukan fitting baju pengantin”

“Aigoo…. kenapa kau terlihat frustasi, bukankah harusnya bahagia akan segera menikah”

“Jessica terlihat senang sampai semalaman dia begadang membuatkan desain gaun pengantin”

“Lalu?”

“Aku memikirkan nasibmu” ucap yoona

“Yaish!!!” Gumam yuri melayangkan tangan ingin rasanya ingin memukul adiknya itu

“Mengapa baru menyadarinya sekarang” lanjutnya

“Hehehe apa boleh buat, ah iya, mengapa kita tak menikah di hari yang sama saja?” Ucap yoona

“Yah! Kau gila ya, bukankah kau sudah memberitahu mereka kalau aku sudah menikah”

“Ah kau benar ehehehe aku lupa”

“Menyebalkan” ucap yuri merasa jengkel, iapun duduk di kursi tempatnya bekerja

Namun saat itu pintu ruangan terbuka memperlihatkan seohyun yang membawa kedua orang tua jessica beserta krystal membuat kedua yeoja yang berada didalam ruangan itu terutama yuri yang langsung berdiri saat ayah jessica melihatnya duduk di tempat kursi pemilik perusahaan

“Huh? Bukankah kau bilang ini ruang kerja yoona?” Ucap ayah jessica pada seohyun

“N…nne…” ucap seohyun ikut gugup saat melihat yuri

“Ahahaha ini memang ruanganku dad, kami biasa mengobrol berdua dan eonnieku sangat senang duduk disana” ucap yoona

“Tapi bukankah kau sedang ada rapat?”

“Oh, eeem….” gumam yoona yang kini merasa skak mat

“Tadi klien meminta rapatnya dimundurkan karena masih dalam perjalanan” ucap yuri

Terjadi keheningan didalam ruangan itu sampai akhirnya yuri menyadari saat ayah jessica terus terusan menatapnya

“Ahaha mianhae” ucap yuri tertawa kaku, iapun pamit segera keluar dari ruangan itu diikuti seohyun

Yoona yang melihatnya kembali memucat karena khawatir ayahnya akan bertanya tanya tentang perusahaan yang sama sekali tidak ia mengerti itu.

“Eonnie, perusahaanmu besar sekali dan para karyawanmu selain menawan juga sangat sopan, bagaimana kalau aku ikut bekerja disini” ucap krystal terlihat semangat berbeda dengan yoona yang terkejut

“Nne??!!”

“Yep, sambil menunggu tahun ajaran baru bekerjalah membantu kakak iparmu” ucap nyonya jung

“Bagaimana perkembangan perusahaanmu?” Tanya ayah jessica

“Nne? Eee… baik baik saja, bahkan sedang meningkat”

“Aku ingin melihat perkembangannya”

“Eee… baiklah” ucap yoona mendekati meja kerjanya mulai membuka satu persatu laci mencari berkas berkas tentang perusahaan eonnie nya itu

“Ottokhae? Aku tidak mengerti” rutuk yoona dalam hati masih dalam posisi jongkok menyembunyikan rasa gugupnya dari kedua orang tua jessica

*toktoktok*

“Nne, masuklah” ucap yoona segera berdiri begitu pintu diketuk seseorang dari luar

Pintu ruanganpun terbuka, ia melihat taeyeon berjalan masuk membawa beberapa berkas di tangannya

“Yoona-shi, ini persentasi dan grafik perkembangan perusahaan bulan ini, semuanya sudah saya rekap” ucap taeyeon memberikan berkas berkas itu

“Ah nne, kamsahamnida taehyuk-shi” ucap yoona

“Biar aku lihat” ucap ayah jessica mengambil berkas berkas itu, ia mulai memakaikan kaca matanya dan memeriksa satu persatu berkas itu

Yoona hanya terdiam menunggu komentar dari calon ayah mertuanya itu

“Excuse me, wajahmu terlihat sangat cantik, tapi tampan juga, apa kau seorang namja? Ah tidak penting, apa kau bekerja disini? Ani.. ani.. maksudku apa kau sudah memiliki kekasih?” Ucap krystal mendekati taeyeon yang terkejut dan bingung mendapati pertanyaan pertanyaan itu

“Ehemm!” Gumam ayah jessica menatap tajam putrinya itu

“Yaish, tidak bisakah kau bersikap sedikit anggun, bagaimana orang orang akan jatuh hati padamu” ucap nyonya jung mencubit lengan krystal, iapun tersenyum menatap taeyeon “apa kau mau dengan putriku? Berapa umurmu?” Lanjutnya

“Huh? Emm… anu… joseonghamnida, aku akan segera menikah” ucap taeyeon membuat krystal lagi lagi merasa kecewa

“Haishh… mengapa orang orang yang setiap aku dekati selalu saja sudah memiliki kekasih” rutuk krystal membuat orang orang yang berada didalam ruangan itu tertawa

“Perkembangannya sangat bagus, kau sangat pintar mengendalikan perusahaan” ucap ayah jessica mengembalikan berkas berkas itu

“Makasih banyak dad, ini juga semua berkat kerja sama tim yang sangat kompak” ucap yoona tersenyum menatap taeyeon yang sudah datang tepat waktu

Telepon dalam ruangan itu tiba tiba berdering

“Ye?”

“Yoona-shi para klien sudah tiba, rapat akan segera dimulai”

“Oh ye… aku akan segera kesana” ucap yoona kemudian menutup telepon

“Para klien sudah tiba, aku permisi rapat dulu” pamit yoona pada keluarga jessica

“Kalau begitu, aku juga ingin melihat bagaimana jalannya rapat hari ini” ucap ayah jessica hampir saja membuat jantung yoona copot

“Nne??”

“Aku ingin melihat bagaimana calon menantuku memimpin perusahaannya”

“Oh, y…yye.. dad… kajja” ucap yoona dengan keringat dingin yang mulai mengalir, ia dan ayahnya pun keluar dari ruangan

“Eonnie hwaiting!!!” Teriak krystal

Ketika memasuki ruang rapat yang cukup luas, yoona melihat cukup banyak orang orang yang sudah duduk disana

Ia melihat yuri berjalan menghampirinya

“Oh? Daddy juga ikut rapat?” Tanya yuri

“Ya, apa masih tersisa kursi untukku?”

“Emm… sebenarnya sudah penuh” ucap yuri memeriksa kembali membuat yoona bernapas lega

“Tapi daddy bisa duduk di kursi milikku” lanjutnya, tentu saja membuat wajah yoona kembali memucat

“Yah, hitam!!! Dasar pemberi harapan palsu!!!” Rutuk yoona dalam hati

“Kajja” ucap yuri tersenyum ramah mengajak yoona ke depan layar presentasi

Dan ketika berjalan, yuri menyelipkan sebuah kertas pada tangan yoona

“Bacakan itu saat mempresentasikannya, ini rapat tentang jalannya kerjasama perusahaan klien dengan kita” bisik yuri

Begiti tiba di depan, yoona melihat smeua orang memandangnya dengan fokus

“Sial, mengapa aku harus berada di posisi seperti ini” ucap yoona dalam hati dengan senyum dipaksakan memandang mereka

“B..bbaiklah… emmm….” ucap yoona gugup, apalagi para klien semakin memperhatikannya terutama ayah jessica

“Ah ya, aku sangat berterima kasih pada kalian yang sudah hadir dan ikut bekerja sama dengan perusahaan ini, saya akan menjelaskan bagaimana jalannya kerja sama perusahaan agar dapat berjalan dengan baik” ucap yoona mencoba percaya diri dan ia melihat ayah jessica tersenyum padanya

“Dasar, kaku sekali” ucap yuri dalam hati

Dengan bantuan yuri ia pun berhasil menjelaskan satu persatu hingga pertanyaan pertanyaan dan tanggapan dari para klien sampai akhirnya rapat selesai

Para klien pun pamit dan pergi meninggalkan ruang rapat menyisakan yoona dan seohyun yang masih membereskan berkas berkas, serta kedua orang tua jessica

“Bravo!!!” Ucap ayah jessica menepuk tangan untuk yoona

“Daddy benar benar bangga padamu nak” ucap ayah jessica menepuk pundak yoona

“Nne… terima kasih dad”

“Sudah siang, Kajja kita pergi, biarkan calon menantu terbaik kita bekerja” ucap ayah jessica mengajak isterinya

Mereka pun keluar dari ruang rapat

“Kalau begitu biarkan karyawanku mengantar kalian” ucap yoona mencari cari karyawan yang dikenal olehnya

“Oh, eonnie!” Panggil yoona saat melihat yuri baru saja keluar dari ruang kerjanya

“Nne?”

“Bisakah kau antar mereka pulang?”

“Ye… baiklah, kajja” ucap yuri pada kedua orang tua jessica

“Gomawo eonnie” ucap yoona tersenyum manis pada eonnienya itu, yuri pun menengok dan memberi tatapan membunuh pada yoona

Setelah mengantar mereka ke depan gedung, yoona kembali memasuki lift menuju ruangannya

Namun saat menuju lantai 2 pintu lift terbuka ia bertemu dengan para kliennya yang tadi mengikuti rapat. Ia hendak membungkukan badannya namun mereka terlebih dulu melakukan itu hingga memasuki lift

“Aku pikir kalian sudah pulang”

“Aniyo yoona-shi, kami memang bekerja disini” ucap salah satu dari mereka

Nne??”

“Kami karyawan disini yoona-shi, rapat tadi hanya dibuat oleh yul noona dan meminta kami berpura pura jadi klien”

“Mwo???” Gumam yoona terkejut “yaish… pantas tak ada satupun kritik, ternyata ini hanya dibuat buat” lanjutnya dalam hati

“Tapi tadi anda sangat mengagumkan yoona-shi”

“Jinjja? Kalau begitu apa aku memang cocok jadi ceo disini?” Ucap yoona yang kini terlihat senang, namun itu hanya sesaat sampai ia melihat mereka langsung menggelengkan kepalanya

“Yaish!!!” Rutuk yoona

Begitu lift terbuka, iapun pamit dan memasuki ruangannya

“Huh? Aku pikir kau sudah pulang” ucap yoona saat melihat krystal masih berada disana sedang berbaring diatas soffa

“Rapatnya sudah selesai? Mana mom dan daddy??”

“Mereka sudah pulang” ucap yoona ikut duduk disamping krystal

“What??? Yaish, lagi lagi aku dilupakan”

“Gwaenchanna… di rumah akan terasa bosan”

“Ah aku lapar” ucap krystal memegang perutnya

“Aku juga, kajja kita cari makan” ucap yoona segera berdiri setelah melepas jas kantornya yang terasa risi dipakai

“Yoona-shi… saranghae…” ucap krystal dengan nada manjanya

“Yah, tidak bisakah kau memanggilku eonnie”

“Tidak, kajja” ucap krystal yang sudah merubah raut wajahnya jadi datar

……………………….

Yuri sudah tiba kembali di kantornya, namun ia heran saat melihat ruangannya kosong hanya terlihat jas kantor yoona yang tergeletak diatas meja

“Huh? Kemana yoona?”

“Dia pergi bersama krystal-shi” ucap seohyun

“Huffhhh… baguslah” ucap yuri merasa tenang “hyunie-ah, kau sudah makan?”

“Belum, aku menunggu eonnie kembali”

“Aigoo… perhatian sekali” ucap yuri mengusap kepala seohyun “kajja kita makan diluar saja”

Setelah memasuki restorang yang tak jauh dari kantor, mereka pun segera memesan makanan

Yuri membuka ponselnya memeriksa pesan masuk, namun tak ada satupun pemberitahuan yang masuk. Ia menunggu balasan pesan dari tiffany setelah ia tahu tiffany sudah pergi dari mansion saat mengantar kedua orang tua jessica ke rumahnya.

“Tiffany sudah pergi, dia akan tinggal di apartemennya” ucap jessica beberapa saat yang lalu di rumahnya

“Huh? Mengapa dia tak memberitahuku”

“Dia terlihat buru buru, mungkin mengejar waktu untuk bekerja, kau hubungi saja yul”

“Arasso, aku harus kembali ke kantor” ucap yuri hingga ia pamit dan meninggalkan rumah

“Pwffft….!!!!”

“Waeyo?” Tanya yuri yang sedari tadi melihat seohyun terus terusan menahan tawanya

“Eonnie, bolehkah aku tertawa?”

“Nne, Mengapa tidak” ucap yuri, seohyun pun langsung tertawa lepas memandang yuri “yah, apa ada yang aneh dariku?”

“Nne eonnie, lucu sekali melihatmu memakai seragam karyawan di perusahaanmu”

“Haish… aku pikir apa” rutuk yuri, iapun menyadari saat jas karyawannya masih ia pakai sehingga langsung dilepasnya

“Mengapa dilepas?”

“Karena pakaian ini, semua karyawan menertawaiku”

“Hahaha tapi kau tetap terlihat mengagumkan eonnie”

“Tentu saja, tak ada yang bisa menandingiku arra?” Ucap yuri memasang wajah cool nya

“Arasso…” ucap seohyun memberi 2 jempol

“Huh?” Gumam yuri kini ia yang memandang aneh pada seohyun

“Wae??? Apa ada yang aneh juga dariku?”

“Nne… kau berdandan ya?”

“Mwo? An… aniyo…” ucap seohyun terlihat gugup

“Hahaha aigoo…. kau lucu sekali, yah hyuni-ah… apa kau melakukannya untuk amber?”

“An anni…”

“Akui saja, amber yang memberitahu hubungan kalian hahaha”

“Haishh….”

“Ah iya, pantas sore ini dia bilang akan ke kantor, ternyata untuk menjemput kekasihnya hahahaha”

“Eonnie….”

“Tapi bibirmu terlalu merah, amber kurang menyukainya”

“Jinjja?”

“Nne… kemarilah” ucap yuri

Seohyunpun mendekatkan wajahnya dihadapan yuri. Yeoja itu mulai mengambil tisu dan mengusap usapnya pada bibir seohyun

“aigoo… tebal sekali, kau tak perlu merias wajahmu berlebihan, pakai make up sedikit saja wajahmu sudah sangat cantik” ucap yuri

Tanpa ia sadari seseorang sudah berdiri dibelakangnya

“Yul” panggil orang itu membuat yuri menoleh

“Huh? Fany-ah bagaimana kau tahu aku ada disini?” Ucap yuri segera berdiri

Tiffany hanya tersenyum simpul, sesekali ia memandang seohyun yang juga sedang memperhatikannya

“Yul, aku ingin bicara denganmu”

“Nne… kajja duduklah”

“ani, diluar saja”

“Huh? Eeeem… baiklah” ucap yuri, ia melihat tiffany berjalan keluar restoran

Hyuni-ah kau makanlah duluan, nanti aku akan kembali”

“Nne eonnie” ucap seohyun dengan wajah bingungnya

Yuripun keluar dari restoran menyusul tiffany, ia melihat yeoja itu berjalan menuju taman dekat restoran

“Mengapa tak bicara didalam saja sambil makan, apa kau sudah makan siang?” Ucap yuri setelah berhasil menyusul tiffany

“Yul” panggil tiffany dengan wajah yang masih menunduk

“Nne?”

“Aku pikir lebih baik hubungan kita diakhiri saja sampai disini” ucap tiffany dengan kedua matanya yang sudah basah

“N…nnne?” Gumam yuri terkejut dan bingung “w…wwaeyo?” Lanjutnya

“Terlalu sakit untukku”

“Aku tidak mengerti fany-ah” ucap yuri menggenggam kedua tangan kekasihnya itu

“Aku tahu aku berbeda dengan yang lain, sehingga membuatmu seperti ini sekarang”

Yuri hanya terdiam mencoba mencerna ucapan tiffany, namun ia tetap bingung dan tak mengerti

“Mianhae… aku tidak bisa mengungkapkan apapun, ini terlalu sakit bagiku yul, dan selama ini aku merasa kita sudah seperti orang asing yang berpura pura untuk dekat, kita sama sama banyak menyembunyikan hal apapun, jadi… lebih baik kita akhiri saja”

“Fany-ah…” ucap yuri kini air matanya mulai mengalir

“Aku akan kembali ke apartemenku, dan bisakah aku meminta darimu?”

“…………..”

“Jangan menghubungiku ataupun menemuiku, itu akan membuat hatiku semakin terluka” ucap tiffany melepaskan genggaman tangan yuri

“Gomawo” ucap tiffany tersenyum dengan air matanya yang masih mengalir, iapun meninggalkan yuri yang masih berdiri terpaku atas ucapan tiffany. Sampai ia menyadari saat tiffany sudah tidak ada

begitu memasuki taksi, selama di perjalanan tiffany menumpahkan tangisannya. ada rasa menyesal dalam dirinya karena telah mengucapkan kata berpisah pada orang yang masih sangat dicintainya itu, namun ia sendiri terlalu sakit untuk tetap bertahan.

setelah cukup lama dan isakan tiffany berhenti, supir taksi yang sedari tadi terdiam membiarkannya menangis kini mulai memberanikan diri untuk berbicara

“agashi joseonghamnida, kemana kau akan pergi?”

tiffany yang mendengarnya langsung menatap supir taksi itu dari pantulan kaca mobil, kemudian ia melihat ke jendela

“disini saja” ucap tiffany

“nne agashi” ucap supir taksi itu menepikan mobilnya

setelah membayar ongkos taksi, tiffany berniat berjalan jalan disekitar sana yang merupakan sebuah taman kota yang cukup luas, ia lebih memilih tempat terbuka untuk sedikit menghilangkan sedihnya dibanding berdiam diri didalam kamar karena itu hanya akan membuatnya terus menangis memikirkan yuri

tiffany segera memakaikan kaca mata hitam untuk menutupi kedua matanya yang sembab.

tak lama setelah menurunkan tiffany, supir taksi itu kembali mendapatkan penumpang tak jauh dari taman itu

“huh?” gumam penumpang itu begitu duduk

“wae geurae agashi?” tanya supir taksi itu menengok ke belakang, ia melihat penumpang itu sedang memegang sebuah ponsel berwarna pink

“sepertinya itu milik penumpang sebelumnya yang tertinggal, aigoo… sebegitu sedihnya dia sampai melupakan barangngnya”

“apa yang terjadi?”

“aku tidak tahu pasti, tapi sepanjang perjalanan dia terus menangis, sepertinya baru berpisah dengan kekasihnya”

“oh….” ucap namja itu, iapun tak sengaja menekan tombol power pada ponsel sehingga layarnya hidup

“jogiyeo, izinkan aku mengantarkan ponselnya, sepertinya dia masih berada di sekitar taman sini”

“omo chankkaman” ucap namja itu saat melihat sebuah foto yang dijadikan layar wallpaper ponsel itu

“waeyo?”

“aku mengenal pemilik ponsel ini”

“jinjja?”

“nne, dia tiffany hoobaeku saat kuliah dulu, biar aku coba menghubunginya” ucap namja itu

iapun membuka ponsel miliknya dan langsung menghubungi kontak tiffany

setelah beberapa saat ponsel tiffany berdering menerima panggilan

“wah kau benar, aigoo… kebetulan sekali” ucap supir taksi itu

“joseonghamnida ajushi, sepertinya aku tak jadi pergi dan harus mengembalikan ponsel ini padanya”

“gwaenchanna, kkah temui dia dan kau harus menghiburnya, dia sangat cantik” ucap supir taksi itu

sebelum pergi namja itu mengeluarkan beberapa lembar uang didalam dompetnya dan diberikan pada supir taksi itu

“ajushi terimalah”

“nne? wae? kau kan tak jadi pergi”

“gwaenchanna, ini rasa terima kasihku karena membuatku bisa bertemu dengannya”

“aigoo… hahaha nne nne pergilah, kamsahamnida” ucap supir taksi itu

namja itu pun meninggalkan taksi langsung berlari menuju taman

ia terus mengarahkan pandangannya kemanapun mencari sosok yeoja berpakaian dres warna pink yang telah diberi tahu supir taksi itu

setelah cukup jauh menelusuri taman, akhirnya namja itu menemukan sosok yeoja yang berpakaian dress pink sedang duduk membelakanginya di sekitar pinggir danau, namja itu segera menghampirinya untuk memastikan

“tiffany?” panggil namja itu

yeoja yang tengah duduk pun langsung menoleh ke arahnya

“nne?” ucap yeoja itu

“ternyata benar kau” ucap namja itu segera duduk disamping tiffany

“joseomhaeyo, nugunde?” ucap tiffany bingung

“apa kau tak mengenalku?”

tiffany membuka kaca mata hitamnya kembali memperhatikan wajah namja itu sambil mengingat

“henry sunbae?” ucap tiffany

“maja..” ucap namja itu terlihat senang “aigoo… lama sekali kita tak bertemu”

“nne… tapi mengapa sunbae tahu aku ada disini?” tanya tiffany

henry pun tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas nya

“ini” ucap henry menunjukkan ponsel milik tiffany dan menyerahkannya

“huh? mengapa ada padamu sunbae?”

“ponselmu ditemukan didalam taksi, begitu tau pemiliknya aku langsung mencarimu hehehe”

“gomawo sunbae, mian sudah merepotkanmu”

“eii…. gwaenchanna, justru aku senang bisa bertemu denganmu kembali”

tiffany hanya tersenyum mendengarnya.

Namja yang duduk disampingnya itu bernama henry lau sunbae nya semasa kuliah, tiffany mengenalnya saat mengikuti anggota club musik kampus, henry lah yang menjadi ketua saat itu dan keduanya cukup akrab

kedua cukup lama terdiam

“fany-ah”

“nne sunbae?”

“apa kau baik baik saja?”

“nne?”

“tadi ajushi pemilik taksi bilang padaku kalau kau menangis sepanjang jalan”

“g…gwaenchana sunbae, aku sudah baik baik saja sekarang”

“jinjja? tapi kau masih terlihat sedih”

“gwaenchanna, aku bisa mengatasinya”

“arasso aku tak akan memaksa, lagipula aku masih percaya kau adalah gadis yang selalu ceria dan penuh semangat seperti dulu”

tiffany kembali menanggapinya dengan tersenyum. kehadiran henry cukup membuat hatinya sedikit terhibur

“ah ya, apa kau sudah makan?” tanya henry

tiffany diam sejenak sampai ia menggelengkan kepalanya

“kajja kita makan, kau sedang tak sibuk kan?”

“tapi sunbae…”

“sesedih apapun suasana hatimu, kau tetap harus memikirkan tubuhmu, kajja” ucap henry segera berdiri mengulurkan tangannya

tiffany pun menggangguk dan menerima tangan henry. kedua nya mengunjungi sebuah restoran tak jauh dari taman

“sejak kapan sunbae berada di seoul? kalau tidak salah dulu bukankah sunbae meneruskan study di kanada?”

“aku baru sampai sini 2 bulan yang lalu dan sekarang aku akan kembali menjadi warga korea hehehe aku terlalu mencintai negara ini”

“apa sunbae sedang tak ada janji? bukankah tadi sudah memasuki taksi?”

“tidak ada, aku baru saja akan pulang tapi aku tak membawa mobil, ah ya kau bekerja di agensi mana sekarang?”

“apa yang kau bicarakan, aku hanya bekerja sebagai penjaga perpustakaan”

“heoll…. tak dapat kupercaya, aku pikir kau sudah menjadi seorang aktris”

“yah, sunbae bisa saja” ucap tiffany sedikit tertawa

“mengapa tak melanjutkan cita citamu? bukankah dulu kau ingin menjadi seorang penyanyi”

“hmm…. molla… tidak mudah bagi orang biasa sepertiku”

“ani, aku tetap memandangmu sebagai seorang musisi, kau pintar membuat lagu dan suaramu sangat indah, untuk itu aku memilihmu sebagai vokalis dulu” ucap henry membuat keduanya tertawa

“yaish… jangan terlalu memujiku, sunbae sendiri? apa masih terjun di dunia musik?”

“tentu saja, hidupku tak akan jauh dari musik, untuk itu aku ke korea untuk melanjutkan perusahaan appa di agensi musik”

“woah daebak” ucap tiffany kagum

“kau ingin menjadi aktris di agensiku?”

“hahaha jangan bercanda”

“aniyo, aku serius” ucap henry terlihat serius

“hemm… molla, umurku sudah 25 dan sangat banyak pemuda yang sangat berbakat”

“yah fany-ah, apa kau merasa setua itu huh? lalu bagaimana denganku” canda henry berhasil membuat tiffany kembali tertawa

………………

“Yul…” panggil taeyeon menghampiri yuri yang sedang berdiri diatas rooftop kantor

“Kenapa kau tahu aku ada disini?”

“seohyun yag memberitahuku, apa yang terjadi?” Ucap taeyeon mengusap punggung adik tirinya itu

“Hmm…. hubunganku dan tiffany sudah berakhir

“mwo? jinjja? waeyo?”

Yuri hanya tersenyum miris mengingat kembali saat tiffany tiba tiba meminta hubungannya diakhiri

“Apa itu karena kehadiranku? Kalau begitu biar aku yang berbicara padanya” ucap taeyeon

“Ani, bukan salahmu” ucap yuri menahan tangan taeyeon yang hendak pergi

“Ini semua salahku” ucap yuri kembali

“Apa yang terjadi?”

“Aku sendiri bingung, dia tak menjelaskan apa apa padaku, dia hanya selalu bilang jika dia merasa lelah”

“Aigoo… bisa bisanya keadaan menjadi seperti ini, padahal baru saja kalian sudah melakukan….” ucap taeyeon namun tak dilanjutkannya saat yuri menatapnya sendu

“Arasso mianhae” lanjutnya

Keduanya pun kembali terdiam memandang pemandangan kota seoul dengan pikirannya masing-masing

“Yul bagaimana kalau kau temui tiffany kem…”

*brukkk!!!* belum sempat taeyeon berucap, tiba tiba saja tubuh yuri tumbang tak sadarkan diri

Perlahan cairan merah kental keluar dari hidungnya

“Yah! Y…yul! Waeyo? Ireonna…” ucap taeyeon menggoyang goyangkan tubuh yuri namun tak ada respon dari yeoja itu

Taeyeon mencoba mengangkat tubuh yuri namun ia malah ikut terjatuh menimpa yeoja itu

“Ah sial, mengapa kau berat seka… tapi memang tubuhku yang kecil sih, haishhh…” gumam taeyeon terus berusaha mengangkat tubuh yuri

Setelah berhasil menggendong yuri, ia segera membawanya menuju rumah sakit.

Ia semakin cemas karena darah yang keluar dari hidung yuri tak kunjung berhenti, wajahnya pun semakin memucat

Begitu tiba, ia langsung berteriak meminta bantuan para petugas rumah sakit hingga yuri dibawa masuk ke ruang igd

“Lakukan yang terbaik arra? Atau aku tuntut rumah sakit ini!” Ucap taeyeon dengan wajah cemasnya

“Arraso agashi, sebaiknya anda tunggu diluar” ucap perawat ini segera menutup pintu

Taeyeon berjalan mondar mandir dengan perasaan yang masih cemas memikirkan keadaan yuri, tangannya begitu sibuk menekan ponselnya mencoba menghubungi seseorang yang sedari tadi sangat sulit dihubungi

“Yaish!!!” Gumam taeyeon, iapun segera meninggalkan rumah sakit

…………………..

Tiffany tengah duduk di kursi taman bersama namja yang tak sengaja bertemu dengannya di taman tadi sore

Saat ini keduanya sedang berada di taman dekat apatemen tiffany

“Aku masih tak menyangka akan bertemu denganmu lagi fany-ah”

“Nne? Wae?”

“Aniyo, aku sangat senang melihatmu lagi, kau sudah sangat berubah sekarang”

“Neomu Yeoppo?” Ucap tiffany

“Nne… kau sangat cantik” ucap henry membuat keduanya tertawa

“Apa kau haus? Aku akan membawakan air minum” ucap namja itu kembali

“Ani, untukmu saja sunbae”

“Geurae, kalau begitu tunggulah” ucap henry meninggalkannya

Tiffany terdiam mengangkat wajahnya melihat taburan bintang di langit, lagi lagi hatinya merasa sakit saat melihat sebuah bintang yang terlihat paling terang tepat diatas kepalanya

“Yah, akhirnya aku menemukanmu” ucap seseorang dengan nafas terengah engah membuat tiffany menoleh

Ia melihat taeyeon berdiri tak jauh darinya dengan pakaian dan rambut yang terlihat acak acak

“Kau?! Ada apa kemari”

“Yaish.. tentu saja aku mencarimu”

“Bukankah aku sudah bilang aku tak ingin lagi melihatmu”

“Nne… ttapi…”

“Fany-ah aku membawakanmu es krim, kau suka?” Ucap henry yang baru saja tiba

“Sunbae, sebaiknya kita pulang” ucap tiffany segera berdiri

“Huh? Nne”

“Yah! Chankkaman!” Ucap taeyeon kembali menghampiri mereka

“Aku haus, kemarikan minumanmu” ucap taeyeon merebut botol minuman yang digenggam henry, iapun meminumnya sampai habis

“Nuguseyo?” Tanya henry

“Kau tak mengenaliku? Kim taeyeon! Aku taeyeon!”

“Oh? Taeyeon-shi? Mianhae… kau terlihat berubah sampai aku tak mengenalimu” ucap henry begitu tau

“Kau sedang apa dengan tiffany malam malam begini?” Ucap taeyeon dengan pandangan sinisnya

“Eh… emmm… kami baru saja bertemu tadi” ucap henry gugup karena yang ia tahu taeyeon adalah kekasih tiffany “mianhae… aku tak bermaksud..”

“Gwaenchanna… dia sudah bukan siapa siapaku lagi” ucap tiffany terlihat kesal

“Mwo? Yah!” Ucap taeyeon namun tiffany kembali berlalu tak menghiraukannya

“Jogiyeo, sepertinya tiffany terlihat terganggu” ucap henry

“Memangnya aku pengganggu huh? Aku ada urusan dengannya” ucap taeyeon kembali berlari menyusul tiffany “jangan ikuti kami arra! Pulanglah, ini masalah keluarga!” Ucap taeyeon membalikkan badannya menunjuk namja itu

Tiffany sudah berdiri didepan lift apartemennya, namun taeyeon berhasil menyusulnya tepat saat lift terbuka

“Yah chankkaman” ucap taeyeon menahan tangan tiffany

“Ada apa lagi? Aku sudah tak memiliki urusan denganmu kim taeyeon” ucap tiffany memasuki lift

“Arraso, tapi jelaskan padaku mengapa kalian berpisah” ucap taeyeon menahan pintu lift

“Bukan urusanmu”

“Fany-ah, jika kau memang merasa terbebani dengan kehadiranku, jangan khawatir karena aku sudah pindah tak akan tinggal bersama kalian lagi, kau tak akan melihatku lagi, jangan tinggalkan yuri”

“Tak ada hubungannya dengan itu” ucap tiffany mencoba melepaskan tangan taeyeon

“Lalu kenapa? Yuri merasa sangat kehilanganmu, tidak kah kau sadar jika dia sangat mencintaimu huh?”

“Bisakah kau pergi dari sini?” Ucap tiffany, kedua matanya kini mulai berakhir

“Yah, jelaskan dulu padaku”

“Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, aku dan yul sudah tak bisa bersama lagi, mengerti?”

“Apa karena namja itu huh? Namja yang selalu menunggumu dari saat kuliah itu? Apa karena dia kau meninggalkan yuri?”

*plakkk!!!*

“Jaga ucapanmu kim taeyeon” ucap tiffany setelah menampar pipi taeyeon dan berhasil membuat tangan taeyeon terlepas hingga perlahan pintu lift mulai tertutup

“Yuri appo!!” Teriak taeyeon kembali menahan lift itu “dia berada di rumah sakit dan sekarang sangat menderita, tidak kah kau menyadarinya huh?” Lanjutnya

Tiffany sedikit terkejut mendengar itu, namun ia hanya bisa terdiam, awalnya ia tak ingin mempercayainya, namun kedua matanya melihat darah yang tertempel cukup banyak pada kemeja taeyeon

………………………..

“yah, perasaan tadi aku hanya mengajakmu makan, mengapa jadi pulang selarut ini” ucap yoona pada krystal

keduanya baru saja keluar dari gedung bioskop karena begitu selesai makan krysTal terus meminta untuk menemaninya menonton movie kesukaannya

“gwaenchanna, akhirnya aku bisa menonton film favoritku hahaha thanks yoong” ucap krystal memeluk lengan yoona “lagipula ini masih jam 7 pabo” lanjutnya

mengapa tak mengajak jessica saja”

“no no no! aku tak akan pernah lagi mengajaknya ke bioskop”

“kenapa?”

“dia selalu tertidur, bahkan saat baru tayang 10 menitpun” ucap krystal mempoutkan bibirnya merasa trauma atas eonnie nya itu

“hahaha maja… dia memang ratunya tidur” ucap yoona memikirkan jessica “bahkan saat melakukan hal itu pun dia selalu ketiduran ckckck” lanjutnya dalam hati

“setelah ini kita akan kemana lagi baby?” ucap krystal dengan nada manjanya

“tentu saja pulang memangnya kemana lagi” ucap yoona “omo! yaish…!! kau membuatku melewatkan sesuatu yang penting!” lanjutnya saat mengingat sesuatu

“why?”

Yoona memeriksa jam tangannya dan segera menarik tangan krystal

“masih ada waktu, kajja!” teriak yoona berlari membawa krystal

“yah yah yah!!! kita akan kemana?”

“aku harus menemui sahabatku”

“yaish… aku pikir apa, mengapa harus berlari lari seperti ini” kesal krystal sampai keduanya memasuki mobil

“kalau tidak kita akan terlambat”

“memangnya dia sedang dimana?”

“nanti kau akan tahu” ucap yoona segera mancapkan gas

tak butuh waktu lama keduanya sudah tiba di kantor polisi

“huh? sahabatmu seorang polisi? apa dia tampan? apa dia cantik?”

“cerewet sekali, dia bukan polisi?”

“lalu?” tanya krystal “omo!! apa dia seorang narapidana?!!” lanjutnya sebelum yoona menjawabnya

“dia tidak seperti yang kau pikirkan”

“maksudmu??” tanya krystal namun yoona tak menjawabnya karena begitu masuk ia langsung berlari menemui polisi

yoona kembali menemui krystal setelah berbincang dengan polisi

“masih ada waktu, kajja” ucap yoona menarik tangan krystal hingga keduanya memasuki sebuah ruangan tempat biasa ia menemui sooyoung

setetelah beberapa saat, pintu pun terbuka

“huh? ternyata kau tak sendiri, nugu?” tanya sooyoung begitu melihat yoona dan krystal

“dia adik iparku?”

“nne? dongsaengnya jessica? pantas mirip”

“yah! jangan samakan aku dengannya, sudah jelas lebih cantik aku arra?!” ucap krystal merasa tak terima

“arasso… bahkan galaknya pun sama”

“mwo??? yah!!” teriak krystal

“ssst…. bisakah kau diam? seharian ini kau sudah banyak berkicau” rutuk yoona

“hahaha kalian akrab sekali, oh ya tumben kau datang jam segini dan…..” ucap sooyoung melihat aneh pada yoona

“wae?”

“tumben pakaianmu rapi dan memakai dasi”

“ohh… emmmm…” gumam yoona bingung menjawabnya karena ia tak ingin memberitahu sooyoung telah terlibat dengan perusahaan karena dulu yoona sangat anti akan hal itu

“tentu saja, dia seorang ceo… tak sepertimu” ucap krystal menatap sinis pada sooyoung

“yah hobak, aku bertanya padanya bukan padamu”

“what did she say?” tanya krystal pada yoona

“hobak itu labu” ucap yoona

“mwo? labu? yah! wae!!”

“keningmu seperti labu halloween, sampai silau aku melihatnya” ledek sooyoung membuat krystal semakin kesal

“what!!! yah! berikan kunci ruanganmu, kau cari mati huh?!”

“aigoo… sepertinya ada yang saling jatuh cinta” ucap yoona yang sedari tadi memperhatikan keributan 2 yeoja itu

“ANIYO!!” jawab krystal dan sooyoung kompak

“yoong bisakah kau keluarkan si hobak ini, ruangan ini terlalu kecil untuk suara bisingnya”

“what did you say!! shiro! aku ingin tetap disini”

“waeyo? apa karena kau senang melihat wajahku?” goda sooyoung

“what the hell!” rutuk krystal segera keluar dari ruangan membuat sooyoung tertawa melihatnya

“aigoo… kau terlihat senang sekali” ucap yoona ikut tersenyum melihat sahabatnya

“dia lucu”

“hmm… arasso, nanti aku akan menjodohkannya denganmu”

“mwo? shirro…” tolak sooyoung “aku hanya senang karena akhirnya ada yang bisa menghiburku, disini sangat membosankan”

“arasso… nanti aku akan membawanya setiap menemuimu”

“apa dia pindah ke korea?”

“hemm…. begitulah, karena ulahnya juga sekarang hidupku jadi rumit”

“wae geurae?”

“aku akan segera menikah dengan jessica”

“mwo?? daebaak!! kapan?”

“molla…. aku hanya menuruti keinginan mereka saja”

“wae? mengapa kau terlihat tak bahagia?”

“aniyo, aku hanya merasa frustasi soo..”

“wae wae wae? ceritakan padaku”

“ayahnya sangat selektif karena tak ingin memiliki menantu seperti mantan jessica”

“yah paboyaa, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya”

“nne… tapi aku benar benar tersiksa, sampai aku harus berpura pura menjadi seorang CEO di kantor milik yuri”

“mwo?? kau bekerja di kantor? hahaha yah, akhirnya kau kena karmanya”

“yaish…! ini hanya sementara arra, aku sudah tak ingin bekerja disana lagi”

“yah bodoh, mau sampai kapan kau pengangguran huh? kau akan beri makan apa istri dan anakmu”

“arraso…. nanti aku pikirkan lagi”

“yah! dasar! ah iya apa sekarang masih tutup restoranku?”

“aniyo, masih tetap berjalan… siapa dulu pengurusnya hahaha”

“araso, jalankan dengan baik”

“mereka merindukanmu, bahkan luna tak bisa berhenti menangis”

“yaish dasar bocah itu, tapi.. aku juga merindukan mereka”

“di acara pernikahanku nanti apakah kau akan datang?”

“tenang saja” ucap sooyoung tersenyum

“hemmm…” gumam yoona

bagaimana yul eonnie?”

“sepertinya setelah ini aku akan dibunuh olehnya hahaha”

“eiyyy… bocah raskal, kkah pulanglah kasihan si hobak menunggumu lama”

“arasso, kau baik baiklah disini dan aku sudah menitipkan makanan, kali ini menu spesial dari restoranmu”

“daebak… gomawo…”

“nne, anyeong… aku akan merindukanmu” pamit yoona meninggalkan ruangan itu

“aniyo, aku yang akan merindukanmu” gumam sooyoung setelah yoona menghilang dari pandangannya

“yaish lama sekali!” ucap krystal dengan wajah kesalnya yang sudah menunggu didalam mobil

“mianhae… tapi sepertinya kau senang sekali, dia menitipkan salam juga untukmu”

“kau mau cari mati huh?” ucap krystal rasanya ingin memukul kakak iparnya itu “tapi mengapa dia dipenjara? wajahnya tak terlihat seperti penjahat”

“aigoo… bahkan sekarang kau mulai membicarakannya, dia memang tak bersalah”

“aku hanya penasaran, yaish….! lalu?”

“ceritanya panjang, mungkin butuh waktu sampai 2 hari untuk selesai, kau mau mendengarnya?”

“no thanks, kajja pulang” ucap krystal langsung memasang sabuk pengamannya

Yoona hanya tertawa menggelegkan kepalanya melihat krystal, iapun menyalakan mesin menginjakkan gas menuju rumahnya

Begitu sampai, jessica sudah berdiri menyambutnya di depan pintu

“yah, apa kau lembur huh?” ucap jessica melipat kedua tanganya diatas dada

“aniyo, kau tanyakan saja pada bocah itu kenapa pulang jam segini” ucap yoona menunjuk krystal yang sudah lebih dulu memasuki rumah

“yah kau juga bocah” ucap jessica tertawa sambil menjitak yoona, iapun membawakan tas yoona dan keduanya memasuki kamar

“hey! mandi dulu!!” ucap jessica saat melihat yoona langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur

“baby, apa kata orang tuamu saat pulang kemari tadi?” ucap yoona tersenyum menggoda

“hemm…. lumayan, kau membuat mereka senang”

“tetu saja, aku telah melakukan hal yang luar biasa di kantor, bukankah itu hebat? kau tak ingin memberikan hadiah untukku?” goda yoona menepuk tepukan tangannya pada lahan kasur yanga masih kosong disampingnya

“cih, apanya yang luar biasa, semuanya berkat sekenario yang yuri buat, LEKASLAH MANDI!!!” ucap jessica dengan ice glare nya

“arasoyo…” ucap yoona mempoutkan bibirnya segera bangun memasuki kamar mandi “dasar yul hitam, tak bisa menjaga rahasia” rutuknya dalam hati

…………………….

“Yuri appo!!” Teriak taeyeon kembali menahan lift itu “dia berada di rumah sakit dan sekarang sangat menderita, tidak kah kau menyadarinya huh?” Lanjutnya

Tiffany sedikit terkejut mendengar itu, namun ia hanya bisa terdiam, awalnya ia tak ingin mempercayainya, namun kedua matanya melihat darah yang tertempel cukup banyak pada kemeja taeyeon

“Kau mungkin sekarang akan merasa tenang karena bertemu dengan namja itu setelah berpisah dengan yuri, tapi tidak bagi yuri, tidak ada seorangpun yang bisa lebih baik dari yuri untuk menjadi pendampingmu” ucap taeyeon melepaskan tangannya kembali sehingga pintu lift mulai tertutup rapat

“Hufhh… mengapa aku jadi merasa emosional sekali” ucap taeyeon melonggarkan dasinya

Tiba tiba ponselnya berbunyi menerima panggilan

“Yoboseyo”

“Yah odiga?” Ucap seseorang dengan suara lemasnya

Taeyeon pun terkejut melihat kembali layar ponselnya

“Omo! Yul! Kau sudah sadar, gidaryeo! Aku segera kesana” ucap taeyeon mematikan teleponnya dan buru buru menuju rumah sakit

Tak butuh waktu lama iapun tiba memasuki ruangan tempat yuri dirawat

“kau kemana saja”

“Hanya keluar sebentar, kau bagaimana? Apa yang kau rasakan? Appo? Bagian mana?”

“Yaish… cerewet sekali, aku tidak apa apa, kajja kita pulang”

“Mwo? Andwae!! Kau harus menjalani pengobatan”

“Yah, kau pikir aku kenapa huh? Aku hanya kelelahan”

“Yaish, jangan menutupinya dariku! Aku tahu kau pasti putus asa, jangan khawatir kau pasti akan segera sembuh”

*pletakk!!!*

“Yah kau bicara apa huh, kau mabuk?” Ucap yuri menjitak kepala taeyeon

“Aku khawatir bodoh”

“Yaish!!! Apa kau pikir aku akan mati sekarang huh? Aku hanya kelelahan”

“Jinjja???”

“Nne, yuri-shi hanya kelelahan dan akibat mengalami stress” ucap perawat yang sedari tadi berdiri diantara mereka

“dengar kan? Jangan berpikir yang aneh aneh, kajja pulang”

“An..andwae…!! Kau masih harus istirahat, benarkan suster?” ucap taeyeon menahan tubuh yuri “baboya, aku bisa dibunuh tiffany kalau dia kemari” lanjutnya dalam hati

“Nne sebaiknya yuri-shi dirawat beberapa hari untuk memulihkan kesehatan anda”

“Sudah turuti saja, yah! Aku ini eonniemu, jangan membangkang!” Ucap taeyeon

“Haish… arasso” ucap yuri kembali berbaring dengan wajah kesalnya

Taeyeon pun kini tersenyum manis menarik selimut menutupi tubuh yuri

“Tidurlah yang nyenyak, eonnie disini akan menjagamu arraso?” Ucap taeyeon dengan nada lembut

“Yaish…!!!” Gumam yuri

………………..

Keesokan harinya

Yuri terbangun dan melihat tayeon masih tertidur diatas sofa, ia melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 10 pagi

“Huh? tumben sekali aku tidur lama?” Gumam nya

Yuripun  turun dari kasur pasien memasuki kamar mandi

Sementara taeyeon akhirnya terbangun setelah mendengar suara dari dalam kamar mandi, ia melirik ranjang pasien yang terlihat kosong

“huh tumben dia sudah bangun” gumam taeyeon, iapun mengubah posisinya menjadi duduk mengusap usap kedua matanya

“Yah mengapa kau tak membangunkanku?” Ucap yuri yang baru saja keluar

“Kau terlihat nyenyak, mana tega aku membangunkanmu, bagaimana keadaanmu sekarang?” Ucap taeyeon membantu memapah yuri menuju ranjang pasien

“Yaish…! Aku bisa melakukannya sendiri” ucap yuri menepis tangan taeyeon

“Yah! Jangan membangkang pada eonniemu, cepat berbaring lagi!” Ucap taeyeon mendorong tubuh yuri sampai terjatuh diatas ranjang, iapun kembali menyelimuti tubuh yuri

“Sampai kapan aku seperti ini?”

“Sampai ada orang yang menjengukmu, bukankah pasien harus mendapat jengukan? Hahaha”

“Heoll…. kau pikir aku separah itu huh?” Ucap yuri ingin memukul lengan taeyeon

Namun saat itu pintu ruangan terbuka membuat kedua yeoja itu menoleh

“Eonnie, bagaimana keadaanmu sekarang?” Ucap seohyun memasuki ruangan dengan raut khawatirnya

“Huh? Kenapa kau tahu aku ada disini?”

“Seluruh isi kantor tahu, kau tak ingat pingsan diatas rooftop huh?” Ucap taeyeon membuat yuri tertawa malu

“Mianhae aku baru kesini” ucap seohyun

“Gwaenchanna… lagipula aku tak apa apa, hanya kelelahan saja”

“Eiyy… aku pikir tiffany yang akan menjenguk yuri, dasar jahat! Lalu untuk apa tadi malam aku sampai mencarinya kemana mana?” Rutuk taeyeon dalam hati

“Apa schedule ku hari ini hyunie-ah?”

“Emm….” gumam seohyun membuka tab nya “hari ini tak ada rapat, tapi eonnie memiliki jadwal ikut mengantar yoong eonnie untuk fitting baju pengantin”

“Omo! Aku melupakannya, kajja taeng aku harus segera pergi” ucap yuri kembali bangun

“Yah!” Bentak taeyeon menahan yuri membuat kedua yeoja dihadapannya terdiam menatapnya “arasso, tunggu sebentar dan ganti pakaianmu, aku akan mengambilkan obat untukmu” lanjutnya

………………….

*tinggong*

“Huh? Sunbae?” Ucap tiffany saat membuka pintu apartemen melihat henry yang menekan bel

“Good morning”

“Morning, mengapa sunbae tahu apartemenku?”

“Tentu saja, tadi malam kan aku mengantarmu sampai taman, aku menanyakan satpam nomor kamarmu hehehe”

“Sunbae tak bekerja?”

“Ini hari weekend, kau akan pergi bekerja fany-ah?” Ucap henry yang melihat tiffany sudah berpakaian rapi

“Ani, aku ingin menjenguk temanku di rumah sakit”

“Kajja aku antar”

“Gwaenchanna sunbae, aku memakai taksi saja”

“Eiiyy…. kau harus berhemat, kajja ikut saja denganku” paksa henry, tiffany pun akhirnya menurut saja

Begitu tiba di rumah sakit

“Jogiyeo, apa disini ada pasien yang bernama kwon yuri?” Tanya tiffany pada seorang resepsionis

“Chankkaman agashi, aku akan memeriksanya” ucap resepsionis itu mulai mengetikan nama kwon yuri pada komputer

“Nne ada, pasien atas nama kwon yuri yang dibawa kemari kemarin malam”

“Bisakah beritahu aku dimana ruangannya?”

“Nne, yuri-shi berada di ruang rawat vip nomor 12”

“Kamsahamnida” ucap tiffany, iapun mengajak henry yang sedari tadi menunggunya

“Kwon yuri? Bukankah dia sahabatmu saat sekolah dulu?”

“Nne…”

“Woah… persahabatan kalian sangat erat bisa bertahan sampai sekarang, padahal dulu aku pikir kekasihmu adalah yuri, aku masih ingat dia yang sering menjemputmu setiap pulang dari kampus” ucap henry yang belum mengetahui yuri adalah kekasih tiffany

“Nne sunbae” ucap tiffany hanya mengiyakan

“Fany-ah aku akan menerima telepon, kau duluan saja” ucap henry memperlihatkan layar ponselnya yang berbunyi

“Nne…”

Setelah menelusuri koridor akhirnya tiffany menemukan ruang rawat vip nomor 12 dimana yuri dirawat. Dia tampak ragu untuk membuka pintu ruangan, akhirnya tiffany memutuskan untuk melihat dari kaca pintu

Namun sayangnya, kehadirannya kurang tepat waktu karena didalam ruangan itu sudah ada orang lain yang lebih dulu menjenguknya, seohyun.

Tiffany terdiam memperhatikan kedua yeoja itu yang terlihat sedang tertawa. Dan itu membuat tiffany sedikit menyesal telah datang.

“Sama sekali tak ada raut kesedihan setelah kami baru saja berpisah” ucap tiffany dalam hati

Ia pun menegakkan badannya kembali dan berjalan meninggalkan ruangan itu

“Fany-ah, apa kau sudah menemukannya?” Ucap henry yang datang menyusul

“Nne…” ucap tiffany dengan tatapan kosongnya terus berjalan

“Odiga? Mengapa tak masuk?”

“Ani, sepertinya aku salah orang”

“Nne?”

“Yang berada didalam ruangan itu ternyata orang lain” ucap tiffany tersenyum menatap henry

“Aigoo… hahaha bisa bisanya kau menjenguk orang yang salah, mengapa tak menghubungi dulu?”

“Ani… sunbae kajja sebaiknya kita pergi dari sini”

Tepat saat keduanya pergi, taeyeon datang dari arah lain membawakan obat obatan untuk yuri, namun ia heran saat melihat sebuah bungkusan yang tergeletak diatas kursi tunggu didepan ruangan yuri

“huh? milik siapa? perasaan tadi aku tak melihatnya?” gumam taeyeon saat membuka bungkusan yang berisi bubur dan sup yang masih panas itu

Taeyeon akhirnya membiarkan bungkusan itu dan memasuki ruangan

………….

Di ruang fitting

Jessica sedang menjelaskan beberapa desain yang dibuatnya pada pemilik butik itu sementara yoona berkeliling memperhatikan beberapa desain gaun dan kemeja pengantin yang terpajang di dalam ruangan itu

“Eonnie, kau tak menyangkanya kan, bahwa kau akan segera menikah?” Ucap krystal yang ikut bersama mereka

“Nne, apalagi dengan sangat mendadak ini” jawab yoona menatap datar adik iparnya itu

“Hehehe peace… bukankah lebih cepat lebih baik”

“Majaa….” ucap yoona

“Why? Mengapa kau tak terlihat bersemangat? Yah, apa kau menyesal akan menikahi eonnieku?” Ucap krystal dengan tatapan interogasinya

“Aniyo, bukan begitu”

“Lalu?”

“Yoong!” Panggil seseorang yang baru saja tiba bersama 2 orang lainnya

“Huh? Yul eonnie? Mengapa kemari, baru saja aku akan menjengukmu setelah selesai fitting” ucap yoona yang melihat kedatangan yuri

“shiro…. aku harus ikut, apa aku terlambat?”

“Aniyo, jessica masih berbicara dengan desainer, kau masih tetap akan memilihkan tuxedo untukku?”

“Yepp! Tentu saja, aku ini walimu” ucap yuri bersemangat, namun berbeda dengan yoona yang masih terlihat datar

“Wae?” Tanya yuri, namun ia terkejut saat yoona tiba tiba memeluknya

“Eonnie, mianhae” ucap yoona

“Huh? Waeyo? Apa kau berulah lagi?”

“Kau seharusnya tidak melakukan ini, hatimu pasti terluka sekarang” ucap yoona membuat yuri terdiam

“Gwaenchanna… aku baik baik saja”

“Aku akan berbicara dengan tiffany eonnie nanti”

“Eiyyy…. andwae, ini masalahku dengannya”

“Oh my god! Apa kalian bercerai?” Ucap krystal yang sedari tadi memperhatikan kedua yeoja itu

“Mereka belum menikah” ucap yoona akhirnya memberitahu krystal yang sebenarnya, ia pun sudah siap untuk dimarahi adik iparnya itu

“What?!!!!” Ucap krystal terkejut “amazing!!” Lanjutnya kembali dan kini yoona dan orang-orang disekitarnya yang terkejut

Krystalpun menyingkirkan tubuh yoona dan menggenggam erat kedua tangan yuri

“Eonnie, jangan khawatir… aku pasti akan mengobati lukamu” ucapnya kembali dengan tatapan yang bersungguh sungguh

“Yaish…. paboya..” rutuk yoona menjitak kepala krystal

“Wae…?!! Menggangguku saja” ucap krystal dengan wajah kesal mengusap usap kepalanya sementara yuri hanya melongo atas tindakannya, begitupun taeyeon dan seohyun

“Omo, yul” ucap jessica yang baru datang menghampiri mereka “apa kau sudah sembuh? Kenapa kemari?”

“Nne, aku tidak apa apa hanya kelelahan saja, kau sudah menemukan desainnya?”

“Yupp…! Desainnya aku sendiri yang buat, tapi hanya untukku, karena kau bilang kau yang akan memilihkan tuxedo untuk adikmu, kkah pilihlah, aku memilih 3 gaun berwarna pink, putih dan biru muda”

“Baiklah… akan aku pilihkan” ucap yuri bersemangat, iapun membawa yoona mencarikan tuxedo

“Taeyeon-ah, apa kata dokter? Apa yuri berbohong?” Tanya jessica

“Dia benar, hanya kelelahan dan mengalami stress”

“Hemm… ini pasti berat untuknya” ucap jessica ikut terlihat sedih

“Yaish… yah! Apa kau tak melihatku? Tenanglah, aku sangat bersedia menggantikan mantannya” ucap krystal

“Nne… lakukan saja, lalu aku tinggal mencoret namamu dari daftar keluarga” ucap jessica menyilangkan kedua tangannya membuat krystal mempoutkan bibirnya

“Kajja kita tunggu mereka di cafe” ucap taeyeon, dan mereka pun meninggalkan yuri dan yoona di gedung butik itu

….

Sambil menunggu yoona yang sedang dirias, yuri terus terusan memeriksa ponselnya dari pesan hingga sns

“Bahkan dia sudah mengganti passwordnya” ucap yuri dalam hati saat berulang kali gagal melakukan log in pada akun instagram milik ia dan tiffany yang sudah dibuat semenjak hari jadi mereka

Awalnya yuri tak memiliki akun sns apapun hingga tiffany menyarankan untuk membuat akun khusus mereka berdua walaupun kadang tiffany yang lebih sering memposting

Saat membuka pesan pun, beberapa sms yang ia kirimkan tidak ada satupun balasan dari tiffany

“Hemmm….” gumam yuri menopang dagunya

“Eonnie, bagaimana?” Ucap yoona yang baru saja keluar dari ruang ganti dengan tuxedo berwarna pink pilihan kakaknya itu. Yuri pun menoleh memperhatikan yoona

“Pink warna kesukannya, pasti dia akan terlihat bahagia jika ada disini, bahkan seharusnya tiffany yang memilihkan untuk yoona” ucap yuri dalam hati dengan pikirannya yang masih terpaku pada tiffany

“Yah eonnie, mengapa diam? Apa ini tak cocok untukku?” Tanya yoona heran

“Huh? Anniyo… kau sangat cocok memakainya, tapi….”

“Wae?”

“Aku rasa wajahmu ini sangat cantik, kau lebih cocok mengenakan gaun” ucap yuri mengusap usap dagu memperhatikan wajah adiknya itu

“Hahaha tentu saja, jangan bandingkan wajah dewiku dengan siapapun, tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikanku” ucap yoona langsung berpose anggun

“Araso, kalau begitu akan ku pilihkan gaun untukmu”

“Yaish!!! Kau ingin aku dibunuh jessica huh?”

“Hehehe aku bercanda, kau terlihat cocok” ucap yuri mengangkat kedua jempol tangannya

“Baiklah, aku pilih yang ini” ucap yoona pada pemilik butik itu

“Aigoo.. adikku sudah tumbuh dewasa sekarang” ucap yuri mengusap pundak yoona yang keduanya sedang menatap pantulan tubuh mereka pada cermin besar

“Apa kau senang eonnie?”

“geurom, kau sangat pintar memilih jessica sebagai pendampingmu”

“Hehehe tentu saja” ucap yoona tertawa bangga “aku berharap tiffany eonnie akan kembali padamu”

“Hemmm…. aku percaya pada takdir” ucap yuri

“mwo? Apa kau sudah menyerah? Lalu jika kau dengannya tidak ditakdirkan bersama bagaimana?”

“Apa boleh buat, aku tak bisa melawannya, biarkan dia bahagia dengan pilihannya”

“Yaish…” gumam yoona kembali memasuki ruang ganti

“Bagaimana bisa aku merelakannya pergi?” Ucap yuri menundukkan wajahnya, kini air mata yang sedari tadi ditahannya mulai keluar

……………………..

Mobil yang ditumpangi taeyeon telah memasuki pekarangan rumah yang terletak disebuah distrik jeonju. setelah selesai menemani yoona dan jessica melakukan fitting ia langsung membawa yuri ke rumahnya

“ini rumahmu? mengapa kau membawaku kemari?”

“yah, dulu kau bilang ingin merasakan tinggal bersama eomma, aku sudah mengabulkannya, tinggalah disini.. lagipula kau juga butuh istirahat dan udara segar, soal perusahaan aku sudah meminta amber dan seohyun yang mengurusnya, kajja” ucap taeyeon keluar dari mobil

“aigoo… anakku akhirnya pulang” ucap nyonya kim menyambut kedatangan taeyeon

“eomma mianhae kemarin aku tidur di rumah yuri setelah seharian membantu sunny di kantornya”

“gwaenchanna, kekasihmu tak ikut kemari?”

“aniyo dia masih sibuk, tapi aku membawa yuri kemari” ucap taeyeon, iapun melambaikan tangannya menyuruh yuri turun

“anyeong hasimnika omonim” sapa yuri membungkukan badannya

“yah, panggil eomma saja” ucap nyonya kim memeluk yuri “sudah lama tak bertemu”

“nne… joseonghamnida waktu itu aku tak sempat mejengukmu lagi, bagaimana kabar eomma sekarang?”

“gwaenchanna, lihat lagipula aku sudah sangat sehat berkatmu, gomawo sudah menjagaku terutama taeyeon”

“eomma, sekarang dia yang sedang sakit, maukah eomma membuatkan bubur untuknya?”

“omo, jinjja? nne nne eomma akan membuatkan bubur, kajja masuklah disini sangat dingin” ucap nyonya kim

“aku jadi merepotkanmu”

“aniyo… sekarang aku yang harus merawatmu, anggaplah aku seperti ibumu araso? jangan canggung”

“nne eomma, gomawo…”

“kkah istirahatlah didalam kamar”

“aniyo aku sudah banyak beristirahat, biar aku bantu eomma saja”

“andwae… biar aku saja, ini tak akan lama, kkah duduklah”

“sudahlah biar eommaku saja, kajja” ajak taeyeon “sebaiknya kau mengganti bajumu”

“ah ya aku ingin mandi” ucap yuri

“arasso, akan aku siapkan air hanyatnya, kau ambillah baju di lemari kamar”

Yuripun memasuki kamar taeyeon sementara kakak tirinya langsung memasuki kamar mandi menyiapkan air hangat untuk yuri

“yah mengapa lama sekali, air hangatnya sudah siap” ucap taeyeon saat melihat yuri masih berdiam diri

“taeyeon-ah” ucap yuri

“nne? wae?”

“bajumu tidak ada yag muat di badanku” ucap yuri mempoutkan bibirnya

“jinjja? ah maja, badanmu terlalu besar”

“mwo? yah, badanmu yang terlalu kecil”

“arasso…!! senang sekali meledekku, kkah mandilah aku akan membelikan pakaian untukmu”

“huh? jinjja?”

“geurom…. atau kau ingin memakai pakaian milik eomma?”

“hehehe aniyo”

“kkah mandilah” ucap taeyeon mendorong yuri memasuki kamar mandi dan iapun kembali mengenakan jaketnya segera pergi ke supermarket terdekat

beberapa saat kemudian

“yah, kau habis darimana? mana yul?”

“aku baru membelikan pakaian untuknya karena pakaianku tak ada yang muat, dia sedang mandi”

“kkah ajaklah kemari, makanan sudah siap”

“nne komandan” ucap taeyeon memasuki kamarnya, disana yuri sudah selesai mandi

“ini bajumu, nanti lekaslah makan” ucap taeyeon memberikan baju baru utuk yuri, iapun memasuki kamar mandi

“nne… gomawo eonnie” ucap yuri dengan aegyeonya

Beberapa saat kemudian yuri keluar dari kamar mandi dan melihat taeyeon masih duduk menunggunya

“yah taeyeon-ah yang benar saja” ucap yuri dengan wajah cemberutya

“waeyo?”

“ini terlalu besar untukku” ucap yuri mengangkat kedua tagannya dan terlihat sweater yag dikenakan yuri terlalu besar di tubuhnya karena taeyeon memilih ukuran jumbo

“hahaha kau benar, apa boleh buat aku tak tahu ukuran tubuhmu, yang ku tahu hanya ukuran bra sunny hahahaha” ucap taeyeon dengan tawa ahjumma nya

“yaish dasar pervert” rutuk yuri

“kajja kita makan!!!” ucap taeyeon dengan semangat membawa yuri ke ruang makan, disana sudah ada ibunya yang sedang menata piring

“omo, kau memasak banyak sekali eomma” ucap yuri saat meja makan itu terisi full dengan makanan

“kau harus makan yang banyak, tubuhmu kurus sekali yul”

“dia kurus karena baru saja berpisah dengan kekasihnya eomma” ledek taeyeon

“yaish… aniyo..”

“dia kurus karena banyak bekerja, tak sepertimu” ucap nyonya kim membela yuri “tapi benarkah kau berpisah dengan tiffany? wae?”

“nne? bagaimana eomma tahu kekasihku tiffany?”

“taeyeon banyak menceritakan tentangmu, eomma setuju jika tiffany memilihmu, yeoja sebaik dia tak pantas bersama taeyeon”

“yah eomma, apa aku sejahat itu?” ucap taeyeon mempoutkan bibirnya

“ye.. ye.., nappeun!!”

“lihatlah, bahkan eomma mengutukku” ucap taeyeon

“kau memang pantas mendapatkannya” ucap yuri membuat seisi rumah itu tertawa

“aigo… sudah lama sekali tak bisa merasakan seceria ini didalam rumah, yuri-ah tinggalah lebih lama lagi disini”

“wae eomma?”

“tentu saja karena kau anakku, taeyeon tak bisa membuat suasana rumah menjadi hangat”

“yaish… aku tak seperti dulu”

“nne… karena kejadian kemarin kau menjadi berubah sekarang, eomma berterima kasih pada yuri yang telah berhasil mengusir setan setan dalam tubuh taeyeon”

“hahahah… ibumu lucu sekali taeng”

“nne…tapi dia menusukku” rutuk taeyeon dengan wajah cemberutnya, namun akhirnya taeyeon bisa terseyum senang karena bisa melihat nyonya kim kembali terlihat bahagia berkat  kehadiran keluarga barunya itu

……………………………

“fany-ah, waeyo?” tanya henry yang sedari tadi melihat tiffany hanya terdiam selama perjalanan

“aniyo…” ucap tiffany

“setelah ini kemana tujuanmu?”

“pulang saja sunbae”

“mwo? yah, apa kau tak memiliki tujuan?”

“molla… aku tak tahu harus kemana sekarang, bukankah sunbae harus mengurus agensi?”

“ini weekend, aktris aktris dan para trainee pulang ke rumahnya masing masing untuk liburan”

“aku pikir menjadi seorang aktris itu berat dan hidupnya dikekang”

“tidak utuk agensiku, aku memberikan hari hari weekend untuk kebebasan mereka, mereka juga memiliki kehidupan masing masing terutama keluarga, aku tak ingin mereka merasa terkekang dan akhirnya seperti robot yang hanya bergerak sesuai perintah tak melakukannya dari hati” ucap henry membuat tiffany merasa kagum

Sunbae nya itu memang dikenal dengan namja yag sangat murah hati sejak ia kenal dari jaman kuliah, ia kerap kali menjadi idaman para yeoja. namun tiffany heran karena sampai sekarang henry masih saja belum memiliki kekasih

“kau ini sangat mengagumkan sunbae, tapi mengapa masih belum menikah?”

“hahaha banyak yang mengantri untuk memilikiku, tidakkah kau lihat bahwa aku sangat tampan huh?” ucap henry memasang pose cool nya

“yaish percaya diri sekali, lalu mengapa kau tak mengencani salah satunya?”

“aku tak menyukai mereka”

“kau gay?”

“aniyo…”

“lalu?”

Henry hanya tersenyum memandang tiffany “ada yang sedang ingin aku bahagiakan” ucapnya

“hahaha dasar, lekaslah menikah”

“arasso… asal calon istriku sepertimu hahaha”

“yaish…”

“kita mampir dulu kemari” ucap henry memberhentikan mobilnya didepan sebuah toko dvd musik

“ini toko favorite ku juga” ucap tiffany begitu mengenal toko yang juga sering dikunjunginya dikala bosan

“jinjja? daebak, aku juga selalu mendapatkan inspirasi dari sini hehehe”

Keduanya memasuki toko itu dan tiffany langsung antusias mendengarkan beberapa musik dari lagu terbaru hingga lagu lama

“tak sia sia aku membawanya kemari” ucap henry terseyum memperhatikan tiffany

“kau terlihat senang” ucap henry menghampiri

“ini tempat favoritku sunbae, sudah lama aku tak kemari”

“jinjja? kalau begitu bersensang senanglah, aku akan mengambil pesananku sebentar”

”nne” ucap tiffany kembali berkeliling menjelajahi tempat itu hingga langkahnya terhenti saat ia melihat sebuah sudut ruangan

“fany-ah tolong fotokan aku disini” ucap yuri terlihat begitu senang

“seluruh badan?”

“nne juseyo agashi” ucap yuri

“tiffany pun mengarahkan kameranya memfotokan yuri”

snsd yuri.jpg

“bagaimana?” ucap tiffany menunjukan hasilnya

“sempurna” ucap yuri dengan mata yag berbinar

Sekilas kenangannya bersama yuri kembali terlintas saat melihat tempat itu, Tiffany baru menyadari bahwa yuri menyukai tempat ini juga

“fany-ah, kau sudah puas?” ucap henry yang baru saja tiba

“nne, kau sudah selesai sunbae”

“nne, kajja kita pergi”

“kita akan kemana sunbae?”

“ah ya, aku ingin menunjukkan suatu tempat untukmu”

“odiga?”

“tempat yang mungkin membuatmu senang kembali” ucapnya mempercepat laju mobilnya

Hingga mereka pun tiba didepan sebuah gedung

“huh? flowers entertainment? bukankah ini kantor agensimu?”

“right…!!! kajja” ucap yuri keluar dari mobil segera membukakan pintu untuk tiffany

“mengapa kita kemari?”

“untuk memamerkan perusahaanku hahaha”

Keduanya pun memasuki gedung, benar saja didalam gedung itu cukup sepi hanya ada beberapa karyawan di bagian kantor

“omo oppa, baru kali ini aku melihatmu membawa seorang yeoja kemari”

“yeoppo?”

“nne, apa dia kekasihmu?”

“hemm.. calon istriku” bisik henry pada karyawannya itu, iapun kembali membawa tiffany

“yah sunbae, kau bilang apa padanya?” tanya tiffany saat melihat karyawan itu terlihat excited setelah dibisiki henry

“aku tak bilang apa apa” ucap henry mengangkat kedua pundaknya “tada…!!! sudah sampai” ucap henry kembali sambil membukakan pintu sebuah ruang studio  rekaman

“huh? mengapa membawaku kemari?”

“untuk mendegarkan suara indahmu kembali”

“nne?”

“aku yakin, dalam lubuk hatimu masih ada keinginan untuk kembali berbanyi”

“hmm…. kau benar”

“lakukanlah sekarang, tempat ini juga milikmu” ucap henry membawa tiffany ke ruangan tempat untuk rekaman itu

CGCTD2DWoAEDm1t

tiffany dengan gugup memasang headphone, ia melihat henry kembali masuk membawakan sebuah buku kecil

“huh? buku ini…”

“buku berisi lagu lagu yang kau buat saat menjadi anggota band dulu”

“kau masih saja menyimpannya sunbae” ucap tiffany membuka beberapa lembar buku berisi tulisannya itu

“tentu saja, barangkali kau masih mengingat nadanya, aku masih menyimpan semua instrumennya”

“jinjja?”

“geurom… kau sudah siap?”

“nne..”

Tiffany pun dengan percaya diri mulai menyanyikan lagu lagu yang pernah dinyakikannya dulu saat masih menjadi vokalis sebuah band kampus. sementara henry tak henti hentinya menyunggingkan senyuman melihat tiffany begitu menikmati

………………………………

Di rumah taeyeon

“ige mwoya…!!!” ucap taeyeon membuat yuri terkejut, keduanya sedang berbaring di kamar taeyeon dan sama sama sedang memainkan ponselnya

“waeyo?” tanya yuri penasaran

“namja ini benar benar tak pantang menyerah”

“nugu?”

“aku lupa namanya, dia berani beraninya memposting foto tiffany pada sns nya”

“mwo? tiffany?” ucap yuri segera mendekatkan dirinya pada taeyeon

“apa kau tak akan terluka melihatnya yul?” ucap taeyeon sebelum menunjukkan layar ponselya

“justru aku akan terluka jika tak melihatnya”

Taeyeonpun memberikan ponselnya yang memperlihatkan sebuah postingan bergambar foto tiffany yang sedang tersenyum manis memakai headphone sedang berada disebuah ruang studio rekaman

34283346492_d6c3dab869_b.jpg

“yeoppo” gumam yuri

“mwo? aku kira kau akan marah, aku akan meminta dia untuk menghapusnya”

“andwae.. biarkan saja taeng”

“yaish… waeyo? apa kau ingin melihat tiffany bersama dia huh?”

“bukankah namja itu memang sudah menyukainya sejak kuliah dulu”

“tapi aku tak setuju, tiffany lebih pantas bersamamu”

“jika pada akhirnya dia tak bahagia?”

“yah, apa kau seputus asa itu huh?”

“aniyo… aku hanya tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan,  bahkan aku tak tahu dimana letak kesalahanku” ucap yuri kembali berbaring

“yaish… rumit sekali”

“biarkan saja, lagipula tiffany terlihat senang di foto itu”

“masalah hati siapa yang tahu” ucap taeyeon

“yaish… kau mengingatkanku pada ucapan jessica, ah ya sedang apa ya mereka sekarang” ucap yuri kembali membuka ponselnya menghubungi jessica

Yuri menekan tombol panggilan pada kontak jessica. Cukup lama menunggu akhirnya telepon pun tersambung

“Yul… ada ap… ahh!!??”

“Huh? Kau sedang apa sica?” Tanya yuri

“An..anni… ah ah ah!! Yah! Pelan pelan, aku sedang menelepon ahhh….!!!” Ucap jessica terdengar sedang berbicara dengan orang lain

“Tutup saja, pengganggu” ucap seseorang yang suaranya dikenali oleh yuri

“Paboya…!! Dia eonniemu” ucap jessica

“Omo!! Yah, jangan biarkan suaraku terdengar”

“Yah!!! Aku sudah mendengarnya pabo!!” Ucap yuri

“Hehehe mianhae yul” ucap jessica tertawa malu

“Yaish… bisa bisanya aku menelepon kalian disaat…. ah menyebalkan, kalau begitu aku tutup saja” rutuk yuri

“Andwae!!! Jangan ditutup yul, araseoyo aku akan berhenti” ucap jessica “oh ya, kau kemana saja tak ada kabar? Kau tinggal dimana?”

“Kita baru saja bertemu sore tadi pabo, aku tinggal di rumah taeyeon di jeonju”

“Nne? Jauh sekali”

“Besok kesinilah bersama yoona, eomma ingin bertemu”

“Eomma?” Tanya jessica

“Ibunya taeyeon”

“Oh… aku mengerti, baiklah kita akan kesana”

“Nne…”

“Yul, bagaimana tiffany? Kau sudah menghubunginya?”

“Semua kontakku baru dia blokir”

“Mwo? Yaish… dasar perempuan jahat, nanti aku akan menghubunginya”

“Andwae… biarkan saja sica”

“Why? Bukankah itu sudah keterlaluan?”

“Biarkan saja” ucap yuri lagi

“Araso…”

“Sica-yaa kau adalah sahabatnya, aku ingin memintamu untuk tetap jadi sahabat dekatnya, tolong beritahu aku jika terjadi apa apa padanya”

“Tanpa kau minta juga aku akan melakukannya yul”

“Gomawo…”

“Jangan menyerah, aku yakin dia masih mencintaimu”

“Nne…”

Percakapan keduanya pun berakhir. Yuri menaruh ponselnya dan kembali berbaring, ia menoleh ke arah samping melihat taeyeon yang sudah terlelap bahkan mendengkur karena kelelahan setelah beberapa hari tenaganya banyak terkuras, yuri tertawa kecil melihatnya

superthumb

………………………

“Jadi? Kau baru putus dengan yuri? Selama ini kekasihmu yuri bukan taeyeon?” Ucap henry setelah mendengar semua yang diceritakan oleh tiffany

“Nne, mianhae aku tak seharusnya bercerita”

“Gwaenchanna… kau tak seharusnya memendam sendirian”

“Gomawo sunbae”

“Tapi bukankah kalian sudah bersahabat sangat lama”

“Memang ini kesalahanku, seharusnya aku tak mencintainya dari dulu” ucap tiffany tersenyum miris dengan kedua matanya yang sudah berkaca kaca

“Tidak ada yang perlu disalahkan fany-ah” ucap henry mengusap lembut pundak tiffany

“Sunbae, apa yang harus aku lakukan?”

“Apa kau masih mencintainya?” Ucap henry membuat tiffany terdiam dan akhirnya kedua air mata tiffany lolos

Tiffany pun menutup wajahnya yang sudah basah dengan kedua tangannya. Perlahan isakannya mulai terdengar

Henry pun segera memeluknya dari samping

“Gwaenchanna… perlahan kau pasti bisa melupakannya kalau kau memang mau melakukannya, kau pasti bisa fany-ah… apalagi mianhae, sebelumnya kau juga merasakan hal sama oleh taeyeon” ucap henry mengusap usap kepala tiffany

“Jangan pernah merasa sendiri, aku akan membantumu menghilangkan rasa kesepian agar kau tak terus menerus bersedih” lanjutnya “dan berhentilah berhubungan dengannya karena itu bisa membuatmu sakit”

Henry mengambil ponsel tiffany yang berada didalam saku jaket yeoja itu, iapun menghapus dan memblokir semua kontak yuri dan taeyeon agar tak bisa menghubungi tiffany lagi

……….

Keesokan harinya

Taeyeon terbangun tak mendapati yuri disampingnya, iapun keluar dari kamar dan melihat ibunya sedang berada di dapur

“Eomma, kemana yul?” Ucap taeyeon memeluk ibunya dari belakang

“Dia sedang lari pagi, kkah kau juga pergilah berolah raga”

“Shiro… diluar sangat dingin, aku ingin memeluk eomma saja biar hangat”

“Haishh…. kkah mandilah, jangan ganggu eomma”

“Shirro…” ucap taeyeon dengan nada manjanya

“Omo omo omo!! Apa barusan aku mendengar sebuah aegyeo? Merinding sekali” ucap nyonya kim mengusap usap lehernya

“Haish…” gumam taeyeon melepaskan pelukannya “eomma memasak apa?” Lanjutnya hendak mengambil makanan yang masih dimasak itu

“Yaish! Pakai sumpit! Kau belum mencuci tanganmu” ucap nyonya kim menepis tangan taeyeon

“Aigoo… uri eomma pelit sekali” ucap taeyeon beralih membuka kulkas mengambil air minum untuknya

“Selamat pagi” ucap yuri yang baru saja masuk dan melepaskan sepatunya

Taeyeon hanya menjawab dengan mengangkat kedua alisnya karena masih sibuk minum

“Kau tidak kedinginan yul?” Tanya nyonya kim mengantarkan susu hangat untuk yuri

“Aniyeo, gomawo eomma”

“Yah eomma, kau tak membuatkannya untukku??” Ucap taeyeon

“Kau bisa membuatnya sendiri, lagipula kau kan tak olah raga”

“Yaish… pilih kasih, itulah mengapa aku tak ingin memiliki adik” rutuk taeyeon

“Kau mau?” Ucap yuri memberikan gelas susu yang masih berisi setengah itu

“Shiro” tolak taeyeon berlalu meninggalkan kedua yeoja itu

“Eomma, sedang membuat apa?” Ucap yuri menghampiri ke dapur

“Aku membuatkan sup ayam dan nasi goreng kimchi, kkah mandilah nanti kita sarapan”

“Nne… tapi eomma”

“Wae?”

“Adikku dan calon istrinya sedang dalam perjalanan menuju kemari, gwaenchanna?”

“Tentu saja… kalau begitu eomma akan menambahkan porsinya lagi”

“Eomma mianhae merepotkan”

“Eiyy… jangan pernah berkata seperti itu, kita ini keluarga sekarang”

“Araseoyo… gomawo eomma” ucap yuri memeluk dan mencium pipi nyonya kim

Beberapa saat kemudian setelah ketiga nya berkumpul di ruang makan, terdengar suara mesin mobil berhenti diluar rumah

Ternyata yang datang tak hanya satu mobil

“Huh? Sunny eonnie?” Ucap yoona saat keluar dari mobil dan melihat sunny juga baru tiba

“Yoong? Tahu begitu kita satu mobil saja kalau tahu kau mau kemari” ucap sunny

“Kau benar eonnie, lama tak melihatmu” ucap yoona memeluk sunny

“Aigoo… kau tinggi sekali sekarang, kau datang sendirian?”

“Aniyo, aku bersama calon istriku”

“Nne?” Gumam sunny terkejut, iapun melihat seorang yeoja baru saja menutup bagasi mobil setelah mengeluarkan beberapa barang

“Dia sunny eonnie, kakak kandung sooyoung” ucap yoona mengenalkannya pada jessica

Jessica pun membungkukan badannya dan mengulurkan tangan

“Jessica Jung imnida” ucap jessica setelah bersalaman dengan sunny

“Huh? Sepertinya aku pernah melihatmu, tapi… dimana ya” ucap sunny mengingat ingat

Sunny dan jessica memang pernah bertemu secara tidak sengaja saat keduanya baru tiba di incheon airport dan sempat mengalami tabrakan yang membuat tubuh sunny terjatuh

“Wajahnya memang pasaran” ucap yoona

“Yahh, kau mau mati huh?”

“Aniyo, aku maunya menikah denganmu hahaha” ucap yoona menjulurkan lidahnya dan tertawa

“Jadi? Berita pernikahan itu benar?”

“Tentu saja”

“Aigoo… jahat sekali kau mendahului eonniemu” ucap sunny mempoutkan bibirnya

“Hahaha lekaslah meminta taeyeon melamarmu”

“Yah, lama sekali kalian masuk, ppaliwa” ucap taeyeon yang baru saja membukakan pintu rumah

Ketiga yeoja itupun memasuki rumah taeyeon dan disambut oleh yuri dan nyonya kim

“Aigoo… jadi ini si calon pengantin eoh?” Ucap nyonya kim memeluk yoona dan jessica

“Nne… bagaimana? Apa kami terlihat cocok eomma?”

“Ye.. ye… kalian sangat cocok” ucap nyonya kim mengangkat 2 jempol tangannya

“Yah eomma, apa kau tak ingin menyambut calon menantumu juga?” Ucap taeyeon menarik tangan sunny

“Aigoo… eomma sampai lupa hehe, uri sunny kemana saja? Apa keluargamu baik baik saja?”

“Hehehe mianhae omonim, nne mereka semua sehat, eomma menitipkan ini untukmu” ucap sunny memberikan sebuket bunga

“Kajja kita makan, kalian pasti lapar setelah menempuh perjalanan jauh” ucap taeyeon

“Ah ya eomma kami juga membawakan buah buahan dan vitamin” ucap yoona, ia meminta jessica untuk memberikannya juga

“Aigoo… banyak sekali yang ku terima hari ini, apa aku sedang berulang tahun?” Ucap nyonya kim membuat mereka tertawa

Mereka pun segera duduk melingkar dan mulai menikmati sarapan pagi yang terlambat karena waktu sudah cukup siang itu

“Jadi? Kapan acara pernikahan kalian diadakan?”

“Minggu depan, eomma harus mendampingiku arra?” Ucap yoona

“Nne.. tentu saja”

“Eomma, bukankah dia jahat karena sudah mendahului aku dan yuri” ucap taeyeon mempoutkan bibirnya

“Kalian nya saja yang terlalu lama menunda, lihatlah sunny.. dia sekarang pasti kesulitan mengurus perusahaannya sekarang, kau harus selalu berada disampingnya, dan kau yul.. lekaslah dapatkan tiffany kembali” ucap nyonya kim menceramahinya “lagipula… eomma sudah tak sabar menggendong cucu” lanjutnya membuat orang orang didekatnya langsung tersedak bersamaan

……….

Sementara di sebuah kamar apartemen, tiffany tengah duduk menghadap kaca memperhatikan dirinya sendiri dengan tatapan kosong

7ced39f38a617c6c26337e0db9b8a050.png

Pandangannya kini beralih pada laci dihadapannya, ia pun membukanya dan mengambil sebuah kotak kecil berisi sebuah kalung berliontinkan setengah hati, kalung hati itu merupakan kado pemberian yuri saat dirinya tengah berulang tahun dan hal yang sangat berkesan dari kalung itu karena yuri memakaikan pada lehernya secara diam diam sampai tiffany tahu setelah berada di apartemen

“Hanya setengah hati, karena setengah laginya ada padaku” ucap yuri yang masih teringat oleh tiffany

Iapun kembali menaruh kalung itu kedalam kotak kecil, dan ditaruhnya kotak itu kedalam sebuah peti kayu besar yang sudah terisi beberapa barang yang pernah diberikan yuri untuknya. Tiffany telah mengumpulkan kembali barang barang yang berhubungan dengan yuri, ia berniat akan memberikannya kembali seperti apa yang pernah ia lakukan kepada taeyeon

“Tapi… dia tinggal dimana sekarang?” Gumam tiffany dalam hati, ia pun mengambil ponselnya namun ia teringat saat tak menemukan kontak yuri satupun karena henry telah memblokirnya

“Berhenti menghubunginya atau hatimu akan terluka kembali” ucap henry malam tadi

Dan karena itu tiffany kembali menaruh ponselnya. Namun ia masih memandanginya

“Ini hari minggu, dia akan seharian tidur atau pergi ke ilsan” ucapnya

Tiffany mengambil ponselnya dan menghubungi jessica, namun sayangnya jessica tak mengangkat telepon darinya

Karena pada saat itu jessica tengah bercanda tawa menikmati sarapan bersama keluarga barunya di jeonju hingga tak menyadari ponselnya terus terusan bergetar didalam tas nya

……………….

Hingga hari yang paling dinantikan keluarga jung pun tiba

To Be Continued

 

Advertisements

We Are Different part 17

PicsArt_02-21-08.46.28

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………..

“Baiklah kini giliran anda yang harus menjelaskan yoona-shi, apakah benar bukan anda yang menembak sooyoung-shi? apakah anda yang membawa sooyoung-shi terjun ke laut? padahal anda sudah tahu sooyoung-shi memiliki trauma berat

Yoona menundukkan kepalanya saat mengingat kembali kejadian itu, tangannya sedikit bergetar

“Yah! Katakan saja! Dimana kau menyembunyikan senjata setelah menembak anakku?! Huh?! kau juga membawanya kedalam laut! kau sudah membunuhnya!! apa ini balasanmu pada anakku yang selalu membantumu huh?!” Teriak tuan choi dengan penuh emosi

“nne… ak..akku mem..bb..bunuhnya” ucap yoona menggigit bibirnya yang terus bergetar

Orang orang kembali terkejut terutama yuri, jessica, tiffany, taeyeon dan orang orang yang berada di pihaknya. Suasana di ruangan itupun kembali gaduh

“Sudah ku bilang kan, dia pasti…”

“Harusnya itu yang kau katakan tuan choi” potong yoona mengangkat kembali wajahnya menatap namja itu “karena kau lah yang membunuhnya, kau membunuh anakmu sendiri” lanjutnya

Suasana pun semakin gaduh dan tuan choi tampak sangat terkejut dengan apa yang dikatakan yoona

“Bohong!” Teriak tuan choi “dia pasti berbohong!”

“Tuan choi, harap tenang” ucap hakim itu, ia terdiam menunggu susasana kembali tenang

“Yoona-shi, anda tidak bisa langsung menuduhnya, apakah ada bukti jika tuan choi pelakunya?”

“Nne” ucap yoona membuat suasana semakin tegang

“Malam itu aku berniat menemui sooyoung ke restoran miliknya karena sebelumnya kami sempat berseteru setelah tiba-tiba sooyoung memecatku, aku menghampirinya untuk meminta maaf dan berbaikan kembali, tapi saat itu ada beberapa mobil yang menyerang kami dengan senjata”

“Sooyoung langsung menarik tanganku kedalam mobil, kami dikejar sampai akhirnya mereka tak berhasil mengejar kami setelah sooyoung mengambil jalan pintas di daerah pegunungan”

“Apakah anda mengenali wajah orang orang yang mengejar anda?”

“Mereka adalah para anak buah tuan choi, orang orang yang mengejar kami adalah anak buahnya” ucap yoona sesekali matanya memandang kearah tuan choi

“Dia pasti bohong! Dia membunuh anakku!”

Yuri terus mengepalkan kedua tangannya menahan emosi yang mulai memuncak. Ingin rasanya ia meluapkan semua emosinya pada namja itu, namun hyoyeon dan taeyeon terus menenangkannya, bagaimanapun juga ia tak berhak melakukan itu. Yuri juga sedikit menyesal karena ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga jarang sekali ada waktu bersama adiknya. yuri tak bisa memberikan bukti yang kuat. Penjelasannya mengenai orang orang yang selalu mengincar nyawanya dan adiknya itupun tidak mempengaruhi bukti untuk yoona

“Lalu? Apa yang terjadi selanjutnya? Mengapa ditemukan senjata dan terdapat sidik jari sooyoung disana? Anda mengalami luka tembak dan darah sooyoung juga terdapat disana”

Yoona terdiam sejenak untuk menenangkan perasaannya yang kembali bergejolak

“Begitu keluar dari mobil sooyoung sempat mengeluarkan senjata itu dan mengarahkannya padaku”

“Awalnya aku pikir sooyoung ingin menembakku, tapi…” ucap yoona tertahan, air matanya kini berhasil lolos membasahi kedua pipinya

Flashback

Setelah sooyoung mengungkapkan semua emosinya, ia mulai mengarahkan pistol pada yoona.

Sementara yoona masih terpaku atas ungkapan perasaan sooyoung yang telah lama dipendamnya itu. Ia benar benar tak menyangka jika sahabatnya telah lama menyukainya.

Ia paham mengapa sekarang sooyoung semarah itu padanya.

Sehingga ia hanya pasrah ketika sooyoung mulai menarik pelatuk

Yoona memejamkan kedua matanya dan terus mendengar sooyoung meminta maaf padanya.

Beberapa tembakanpun terdengar, namun yoona kembali membuka kedua matanya dan melihat tubuh sooyoung sudah terbaring

“Sooyoung-ah!!!” Teriak yoona berlari menghampiri yeoja itu

“Ambilah ini dan pergilah” ucap sooyoung dengan terbata memberikan sebuah benda kecil dan alat berbentuk earphone pada yoona

Ia mulai terbatuk mengeluarkan darah setelah tubuhnya menerima tembakan

“Aniyeo…” ucap yoona mulai terisak, ia mulai mengangkat tubuh sooyoung dan membawanya pergi sebelum para pelaku datang

Ia terus berjalan membawa tubuh sooyoung hingga tiba di ujung tebing

Suara tembakan kembali berbunyi dan berhasil menembus lengan dan pinggang yoona hingga kedua yeoja itu kembali terjatuh

“Sial” gumam yoona saat mendengar langkah orang orang itu semakin dekat,

Dengan sisa kekuatannya ia kembali terbangun membawa tubuh sooyoung hingga keduanya tiba di tepi bukit. Yoona mendongakan kepalanya ke jurang tebing yang sudah langsung ke lautan itu

Melompat. Hanya itu satu satunya cara yang ada di pikiran yoona sekarang. Ia tak mungkin kuat lagi berlari setelah lengan dan pinggangnya tertembak

“Bertahanlah arra? Jangan lepaskan aku” ucap yoona memegang erat tubuh sooyoung

Iapun segera melompat ke lautan yang cukup tinggi itu, beruntung ombak laut cukup tenang sehingga tak membahayakan mereka

Yoona sekuat tenaga menggerakan seluruh tubuhnya agar dapat kembali ke permukaan membawa tubuh sooyoung hingga akhirnya berhasil

Kedua yeoja itu terbatuk karena menelan banyak air laut

Yoona mengangkat wajahnya kearah tebing dan melihat beberapa cahaya senter kearahnya, karena jarak yg cukup jauh mereka tak bisa menemukannya hingga akhirnya cahaya itu menghilang. Iapun kembali berenang kearah daratan yg cukup jauh

Ia kesulitan menggerakan tubuhnya karena hanya menggunakan kedua kakinya, lengan kanannya terlalu sakit digerakan dan tangan kirinya harus memegang tubuh sooyoung

“Kita akan mati tenggelam, lepaskan saja, lagipula aku sudah tak kuat lagi” ucap sooyoung menggerakan tubuhnya mencoba melepaskan diri

“Aniyo, bertahanlah” ucap yoona

Namun kedua yeoja itu terkejut saat samar samar mendengar sebuah deruman cukup keras dan sebuah benda besar muncul dan terjatuh dari arah bukit kearahnya. Benda itu adalah mobil sooyoung yang dijatuhkan dengan keadaan mesin yang hidup sehingga cahaya lampu mobil itu menyoroti mereka dan semakin mendekat

Yoona membelakakan kedua matanya berpikir jika mereka akan tertimpa mobil yang terjatuh kearah mereka. Ia dengan cepat menggerakan kedua kakinya namun ia kembali terkejut saat sooyoung dengan keras melepaskan diri dengan mendorong tubuh yoona

“An…andwae!!” Teriak yoona membalikkan badannya melihat tubuh sooyoung menjauh

Hingga akhirnya mobil itu memisahkan keduanya.

Tubuh yoona terhempas karena ombak yang berasal dari mobil

Ia kembali berenang menggerakan semua tubuhnya melupakan rasa sakit itu karena harus menemukan sooyoung, sahabatnya yang tidak bisa berenang dan memiliki trauma berat terhadap perairan dalam

Dengan menyalakan senter pada jam tangannya, ia dapat melihat mobil sooyoung semakin tenggelam. Namun ia tak bisa menemukan tubuh sooyoung, kemungkinan tubuhnya juga terhempas karena ombak yang datang berlawanan

“Andwae… sooyoung-ah!!” Teriak yoona terus berenang kesegala arah

Minimnya cahaya dan suasana malam hari membuatnya tak berhasil menemukan tubuh sooyoung, ia hampir saja pingsan karena kelelahan dan rasa sakitnya semakin menyiksa tubuh. Hingga akhirnya ia berenang ke arah daratan dengan sisa kekuatannya

Flashback End

Air mata yoona sudah mengalir deras kembali mengingat kejadian itu. ia terus menyesali dirinya yang tak berhasil menolong sahabatnya bahkan ia tak hadir pada upacara pemakamannya setelah keluarga sooyoung sepakat menyatakan jika sooyoung tak selamat.

“Tapi sooyoung yang tertembak” ucap yoona kembali

“Yah! Lelucon macam apa itu?! Sudah pasti kaulah yang menembaknya! Kau bilang para pelaku yang menyerang kalian tak berhasil menyusul”

“Yoona-shi, dengan hanya menuturkan keterangan anda belum bisa menguatkan bukti, karena bisa saja anda memanipulasinya, apakah anda memiliki bukti lainnya?”

Yoona terdiam, tangannya mulai merogoh saku pakaiannya dan mengeluarkan sebuah benda kecil beserta sebuah memory yang dikeluarkan benda itu

“Sooyoung yang memberikannya padaku” ucap yoona

Senyuman sinis tuan choi kini berubah jadi tegang, wajahnya tampak memucat melihat benda itu

“Y…yah! Itu pasti hanya rekayasa! Jangan pernah percaya ucapannya!” Teriak tuan choi

“Tuan tenanglah, kami akan memeriksa bukti ini dihadapan kalian”

Begitu alat pemutar rekaman itu dinyalakan, mulai terdengar beberapa rekaman berupa percakapan dari beberapa namja

Hingga wajah semua yang ada di ruang sidang terkejut mendengar ada suara tuan choi didalamnya

“Tuan, kami sudah berhasil menemukan yoona” ucap salah satu anak buah

“Tunggu apalagi, bunuh dia”

“Tap… tapi ttuan, sooyoung noona bersamanya”

“Mwo?”

“Sooyoung noona yang membawa yoona kabur dari kami dan…. noona baru saja mengungkapkan perasaannya pada yoona”

“Cih! Lelucon macam apa lagi!”

“Lalu.. harus bagaimana tuan? Sooyoung noona terus meminta kami pergi dan melepaskan yoona”

“Ani” ucap tuan choi dengan nada dinginnya “bunuh mereka berdua”

“T…ttapi tuan”

“Bunuh mereka!!!” Bentak tuan choi

Hingga rekaman itu selesai diputar suasana gaduh kembali terdengar di ruang persidangan, mereka tak menyangka tentang apa yang baru saja mereka dengar. Suara itu memang sangatlah jelas suara tuan choi.

“Ani! Itu bukan suaraku, bisa saja dia membuat buat rekaman itu! Yah, hubunganku dengan anakku sangat dekat, mana mungkin aku membunuh anakku sendiri” Ucap tuan choi menyunggingkan senyum smirknya

Para hakim pengadilan memberi waktu jeda untuk mendiskusikan masalah. Mereka memanggil para saksi dari pihak tuan choi untuk memberi alasan dan bukti yang kuat atas ucapan tuan choi. Sementara yoona kembali menundukkan wajahnya

“Yoona-shi, apa yang dikatakan tuan choi memang masuk akal, beberapa saksi telah mengatakan jika hubungan tuan choi dan sooyoung-shi tidak ada masalah bahkan mereka baru saja mengadakan pertemuan di restoran milik sooyoung, kami tidak bisa membenarkan keaslian rekaman itu, kecuali ada bukti lain lagi yang bisa anda tunjukkan”

“Aku tidak punya bukti lain lagi” ucap yoona masih menundukkan wajahnya

“Sudah ku bilang, memang dialah pelakunya, aku menuntut agar dia dikenakan hukuman mati atas anakku!” Ucap tuan choi disetujui orang orang yang berada di pihaknya

“Sica-yaa!” Ucap yoona saat melihat jessica kembali tak sadarkan diri, namun ia sendiri tak bisa menghampiri kekasihnya itu. Yoona hanya bisa melihat jessica dibawa oleh taeyeon dan tiffany meninggalkan ruang sidang

“Hadirin diharapkan tenang”

“Baiklah, karena yoona-shi tak bisa lagi memberikan bukti maka anda dinyatakan..”

Belum sempat hakim mengucapkan kalimatnya tiba tiba seseorang dari bangku para tamu yang hadir berdiri mengangkat tangannya. Membuat perhatian orang orang beralih padanya.

Orang itu hanya mengenakan hoodie berwarna hitam dengan topi dan masker yang menutupi wajahnya

“Bukan yoona pelakunya” ucap orang itu

“Jogiyeo, nuguseyo? Dan tolong buka topi dan masker anda”

“Aku adalah bukti terakhirnya” ucap orang itu mulai membuka topi dan maskernya

Semua orang tampak terkejut termasuk yoona, apalagi tuan choi begitu melihat wajahnya

“Sooyoung-ah” gumam yoona meneteskan air matanya antara percaya dan tak percaya begitu melihat sahabatnya

Sooyoungpun berjalan menghampiri para hakim

“Apa yang dikatakannya benar” ucap sooyoung menatap tegas pada para hakim itu

“Rekaman itu memang aku yang memberikannya pada yoona karena aku pikir aku tidak akan selamat setelah tertembak, tapi yoona membawaku lompat ke laut, kami hampir mati disana” ucap sooyoung

Flashback

“Kita akan tenggelam, lepaskan saja, lagipula aku sudah tak kuat lagi” ucap sooyoung menggerakan tubuhnya mencoba melepaskan diri

“Andwae bertahanlah” ucap yoona

Namun kedua yeoja itu terkejut saat samar samar mendengar sebuah deruman cukup keras dan sebuah benda besar muncul dan terjatuh dari arah bukit kearahnya. Benda itu adalah mobil sooyoung yang dijatuhkan dengan keadaan mesin yang hidup sehingga cahaya lampu mobil itu menyoroti mereka dan semakin mendekat

Sooyoung melihat yoona kesulitan membawa tubuhnya sementara mobil itu sudah mulai terjatuh ke arah mereka

Akhirnya dengan sekuat tenaga ia melepaskan genggaman yoona dan mendorong tubuh yoona agar menjauh

Beberapa saat setelahnya mobil itu terjatuh ditengah tengah keduanya sehingga sooyoung dan yoona terdorong ombak yang berlawanan arah

Sooyoung sempat tenggelam terbawa arus, ia berpikir jika dirinya akan mati karena tak bisa berenang. Sehingga ia hanya bisa pasrah

Namun sooyoung terkejut begitu punggungnya menabrak sebuah benda yang sangat keras, saat ia lihat ternyata itu adalah karang karang yang berada di tepian tebing

Tangan sooyoungpun mengangkat segala arah dan berhasil meraih ujung karang hingga ia berhasil selamat setelah berpegangan

Dengan sisa kekuatannya ia mengambil ponselnya yang berada didalam saku jaketnya, beruntung ponsel itu masih bisa dihidupkan dan ia langsung menghubungi seseorang

“Yoboseyo, noona kau dimana? Ku dengar kau sedang bersama yoona-shi” ucap seorang namja dibalik telepon

“Yesung-ah odiga?” Ucap sooyoung sambil terbatuk

“Noona apa yang terjadi?! Aku langsung mencarimu setelah mendengar kau bersama yoona-shi”

“Aku berada dilaut tepi tebing, cepat selamatkan aku, aku hampir mati disini”

“Mwo? Ar…arraso, bertahanlah noona aku akan segera menghampirimu, pastikan ponselmu tetap hidup” ucap yesung

“Arasso” ucap sooyoung mematikan teleponnya. Iapun kembali berpegangan erat pada karang dan sekuat tenaga agar tetap tersadar meskipun rasa sakit dan dingin telah menggerogoti tubuhnya

Dengan melacak ponsel milik sooyoung, akhirnya yesung bisa menemukan yeoja itu menggunakan perahu karet.

Yesung merupakan salah satu anak buah tuan choi yang berpihak pada sooyoung, awalnya ia merupakan salah satu informan tuan choi namun karena saat itu ia baru pemula anak buah yang lain selalu memperlakukannya tidak baik, sooyoung yang mengetahui yesung pun membantunya dan menjadikan yesung sebagai pengawal pribadinya. Sooyoung mempercayai yesung bisa diandalkan setelah mengetahui latar belakang kehidupannya, begitupun yesung selalu patuh terhadapnya. Termasuk saat ia diminta sooyoung untuk tak berpihak pada tuan choi dan menjadi informan palsu untuk melindungi yoona dan yuri.

Dan malam itu begitu ia mendengar kabar jika sooyoung dan yoona sedang dalam pengejaran, iapun segera menyusul dan mencari keberadaan kedua yeoja itu.

Setelah berhasil menyelamatkan tuannya, yesung diminta sooyoung untuk mencari yoona di area itu

Mereka pun berhasil menemukan yoona mengambang didekat pantai dengan keadaan tak sadarkan diri.

Yesung menarik tubuh yoona dan menaruhnya di tepi pantai hingga ia diemukan dan diselamatkan para nelayan.

Setelah itu sooyoung segera mendapatkan perawatan di daerah ilsan dan keberadaanya tidak diketahui oleh keluarganya

Flashback End

“Beruntung aku diselamatkan rekanku dan…..” ucap sooyoung terhenti, perlahan ia menundukkan wajahnya

“Ayahkulah pelakunya”

“S…ssoyoung-ah” panggil tuan choi dengan wajah pucatnya

“Dari dulu dia memang berusaha membunuh yoona dan yuri, dia juga telah membunuh kedua orang tua mereka” ucap sooyoung

“Ini beberapa bukti rencana pembunuhannya” lanjutnya mengeluarkan beberapa barang bukti dari dalam tasnya

“Tuan choi semakin terkejut, ia tak menyangka sooyoung putrinya sendiri yang membongkar segala kejahatannya”

“Pertama dia membunuh ibunya karena dulu, saat ibu yoona masih bekerja di rumahku telah mengetahui skandal perselingkuhan ayahku, dengan kedua mataku sendiri aku melihat appa mengancam akan membunuh nyonya kwon jika membocorkannya pada eomma, karena jika terbongkar maka ayahku tidak akan memiliki kekuasaan atas warisan haraboji, sampai ayahku tahu nyonya kwon mengidap penyakit jantung, ia menggantikan obat milik nyonya kwon hingga penyakitnya kambuh, appa meminta dokter untuk menggagalkan operasinya”

Sooyoung mengeluarkan semua memory yang didalamnya berisi rekaman cctv di rumahnya dimana tuan choi melakukan ancaman hingga menggantikan obat obatan

“Kedua tuan kim, seorang dokter yang ikut melakukan operasi pada nyonya kwon juga dibunuh ayahku setelah ia tahu tuan kim adalah ayah kandung yoona”

“Ketiga kim taeyeon” ucap sooyoung membuat sunny terkejut mendengar nama kekasihnya

“Appa meminta anak buahnya membunuh taeyeon karena merupakan seorang sersan kepolisian yang saat itu dekat dengannya, setelah tuan kim dibunuh appa khawatir jika taeyeon akan mengungkap kasus itu” ucap sooyoung

“Untuk buktinya, kalian biasa tanyakan langsung padanya” ucap sooyoung menunjuk seseorang yang duduk disamping yuri

“Karena taeyeon masih hidup” ucap sooyoung membuat orang orang dan taeyeon terkejut terutama sunny dan tiffany

“Ak..akku….” ucap taeyeon terbata karena bingung

“Omo! Dia masih hidup!” Ucap orang orang

“S…sunny-ah” panggil taeyeon

Sunny hanya menangis menatapnya marah

“Pembohong” ucap sunny, iapun berlalu meninggalkan ruang sidang

Taeyeon hanya berdiri terpaku memandang kepergian sunny yang kecewa padanya

…….

“Lalu appa tetap bersikukuh untuk membunuh yoona dan yuri karena ia tahu jika yuri mulai mencari tahu kasus kematian kedua orang tuanya yang janggal”

“Appa tak pernah memikirkan tentang nyawa siapa saja yang mengancamnya, termasuk anak sendiri” ucap sooyoung dengan air matanya yang sudah mengalir, dadanya terasa sesak karena akhirnya ia harus membongkar segala kebusukan ayahnya itu

Sooyoung sebenarnya ingin melakukannya dari dulu namun ia selalu menahannya karena bagaimanapun juga tuan choi adalah ayah kandungnya sendiri yang telah membesarkannya.

“S…sooyoung-ah.. appa tak berm..maksud”

“Tangkap saja dia” ucap istri tuan choi dengan kedua matanya yang sudah basah “beri saja dia hukuman”

Akhirnya sidangpun selesai dan kini tuan choi ditetapkan sebagai pelaku utama dibalik semua kejahatan yang menimpa yuri dan keluarganya. Orang orang yang terlibat dengannya termasuk anak buahnya pun ditangkap

Yuri segera berlari memeluk adiknya yang dinyatakan tak bersalah itu.

Jessica yang sudah siuman pun segera keluar dari mobil berlari menghampiri kekasihnya.

Acara sidang pun selesai. Orang orang mulai pergi meninggalkan gedung setelah tuan choi dibawa ke kantor polisi

“Sooyoung-shi, anda juga harus ikut kami ke kantor polisi untuk memberi keterangan terkait rencana penembakan pada yoona dan penculikan jessica-shi yang ada di dalam rekaman itu” ucap polisi

“Nne” ucap sooyoung, mengangkat kedua tangannya untuk dipasangkan borgol. Iapun berjalan mengikuti polisi yang membawanya

“Youngie-ah” panggil seseorang membuat sooyoung menoleh, ia melihat yoona berdiri tak jauh darinya dengan kedua matanya yang masih berair

Yoona pun kembali berlari memeluk sahabatnya itu

“Yah mengapa kau cengeng sekali eoh” ucap sooyoung begitu tangisan yoona terdengar

………

………

1 minggu kemudian

Yuri beserta keluarganya sedang menikmati sarapan pagi seperti biasanya.

“Ah ya aku lupa” ucap yuri segera berdiri dan menaruh sandwich yang dimakannya

“Odiga yul?” Tanya tiffany

“Aku lupa mengajaknya” ucap yuri segera meninggalkan ruang makan

Setelah beberapa saat ia kembali sambil menarik narik seseorang yang terus menolak ajakannya

“Yah, kau sudah lama tak ikut sarapan bersama.. kajja tiffany membuatkan sandwich terenak” ucap yuri terus menarik tangan orang itu

“An…anni yul, aku sarapan di kantor saja, aku sedang buru…”

“Ah eonnie!! Sudah lama tak melihatmu, kajja sarapanlah bersama kami” ucap yoona melambaikan tangan begitu melihat taeyeon

Jessicapun ikut ikut membantu mengeluarkan kursi untuk taeyeon hingga yuri berhasil mendudukinya

“Yah, kau selama ini selalu buru buru pergi ke kantor tanpa sarapan, tenang saja kantorku tak akan hilang, lagipula kerjaanmu juga bukan yang berat aigoo… sok sibuk sekali”

“B…bbukan begitu yul..” ucap taeyeon masih terlihat gugup, sesekali matanya melirik kearah tiffany yang masih sibuk mengolesi selai pada roti dengan wajah datarnya

Kini tiffany telah mengetahui bahwa namja yang dikenalnya sebagai taehyuk adalah taeyeon saat di persidangan. Taeyeon tampak khawatir akan hal itu, ia tahu tiffany pasti marah padanya karena dulu ia memintanya untuk menghilang dari pandangannya. Akhirnya setelah persidangan taeyeon selalu mencoba menghindar darinya karena ia tahu tiffany pasti tak ingin melihatnya lagi.

“Eonnie, mengapa melamun? Kau ingin roti selai apa sandwich?” Ucap yoona

“Oh? Eemm…. aku ingin sandwich” ucap taeyeon “dibawa saja, aku akan memakannya dikantor” lanjutnya segera berdiri

“Yah! Anja! Kau tak boleh pergi, aku ikut denganmu” ucap yuri

“Huh? Wae?”

“Sudah lama aku tak menservis mobilku, akhirnya dia koma hehehe” ucap yuri tertawa innocent

“Yaish… ppali… aku harus buru buru” ucap taeyeon yang semakin merasa tak nyaman

Bukan, bukan taeyeon yang merasa tak nyaman. Tapi tiffany, taeyeon tahu kehadirannya membuat yeoja itu tak nyaman karena sedari tadi hanya terdiam. Sekalipun bicara hanya sedikit itupun hanya pada yuri, jessica dan yoona tanpa pernah menatap taeyeon.

“Wae…? Apa sunny akan ke kantor?”

“An…anniyo…”

“Ah ya, kemarin dia menghubungiku jika dia merasa kesulitan karena mengambil alih penuh perusahaan ayahnya, sebaiknya kau pindah saja dan bantu kekasihmu taeng” ucap yuri dengan santainya

“Baboya… jangan bahas itu disini! Yaishh…” ucap taeyeon dalam hati

“Ah, hari ini kau jadi ke lapas yoong?” Ucap jessica begitu ingat yoona akan mengunjungi sooyoung yang masih ditahan

“Nne.. kau ingin ikut?”

“Aku di rumah saja” ucap jessica

Yoona hanya diam menatap kekasihnya, ada perasaan tak enak pada jessica karena kekasihnya itu mengetahui jika sooyoung mencintainya. Meskipun jessica telah menemui kantor polisi untuk memaafkan sooyoung dan mencabut kasus yang menimpanya sehingga masa hukumannya dikurangi.

“Apa sebaiknya aku tidak jadi pergi?” Ucap yoona

“Andwae… kau harus menemuinya yoong”

“Arasso…” ucap yoona melanjutkan sarapannya, sesekali ia melirik pada kekasihnya khawatir jika suasana hatinya akan berubah, namun jessica terlalu pintar untuk menyembunyikannya.

“Yul aku sudah selesai” ucap tiffany

“Ah nne, kajja” ucap yuri segera berdiri melonggarkan lengannya untuk tiffany

“Sebaiknya aku naik taksi saja, kau akan terlambat jika mengantarku” ucap tiffany

“Huh? Andwae… kita harus bersama” ucap yuri mengalungkan tangan tiffany pada lengannya

“Kajja taeng” lanjutnya

Selama perjalanan, taeyeon yang duduk sendiri di jok depan sesekali melirik kaca mobil yang memantulkan 2 yeoja yang duduk dibelakangnya, yuri dan tiffany

Ia melihat yuri terus terusan sibuk menerima telepon urusan kantor, sementara tiffany hanya terdiam memandang keluar jendela mobil

“Dia terlihat bosan, dasar yul babo” ucap taeyeon dalam hati

Ia pun berniat menyalakan musik agar suasana lebih santai. Namun sayang sekali saat musik mulai terdengar, taeyeon menyadari jika lagu yang diputarnya merupakan lagu kesukaan taeyeon dan tiffany yang sering diputar saat mereka masih menjadi sepasang kekasih hingga kedua yeoja itu terkejut

“Omo!!” Ucap taeyeon langsung mematikan musik, ia sedikit kesulitan mencari tombol power off karena terlalu gugup. Ia tak bisa membayangkan bagaimana ekspresi marah tiffany yang duduk dibelakangnya

“Yah!”

“Kkamjagiya!” Gumam taeyeon terkejut sata yuri membentaknya

“Aku sedang menelepon, kecilkan volumenya!” Ucap yuri

“N…nne… arasso” ucap taeyeon akhirnya berhasil mematikan musik

“Bwahaha!! Kau lucu sekali taeng, tak biasanya kau begitu” ucap yuri yang melihat ekspresi terkejut kakaknya itu

“Sial, awas kau kwon yul!” Rutuk taeyeon dalam hati

Keduanya pun tiba di gedung perpustakaan pusat tempat tiffany bekerja. Yuri segera keluar dan membukakan pintu mobil untuk tiffany. Begitupun taeyeon ikut keluar.

“Aku bekerja dulu, jangan lupakan makan siangmu arra?!” Ucap tiffany merapikan dasi yang dikenakan kekasihnya

“Aye aye sajangnim” ucap yuri mengusap lembut kepala tiffany dan menciumnya

“Ah ya, hari ini aku akan lembur, nanti biar taeyeon yang menjemputmu” ucap yuri

Taeyeonpun kembali dibuat terkejut oleh yuri

“N…nne?? Tidak usah yul, biar aku pakai taksi saja” ucap tiffany

“Andwae… oppa juga biasanya menjemputmu” ucap yuri “benarkan taeng?”

“Oh? N…ne..” ucap taeyeon tak bisa berbuat apa apa

“Baiklah aku berangkat, fanny-ah hwaiting!”

“Nne… hwaiting yul” ucap tiffany hingga mereka berpisah

“Yah, mengapa harus aku yang menjemputnya” ucap taeyeon setelah menginjakkan gas

“Waeyeo? Bukankah sudah biasa”

“Iya, karena kemarin aku adalah taehyuk”

“Maksudmu?”

“Dulu setelah putus, dia memintaku untuk menghilang dari hidupnya, dan sekarang dia sudah tahu jika taehyuk adalah aku”

“Ohh….” gumam yuri

“Mwo? Hanya itu??” Ucap taeyeon terkejut melihat tanggapan yuri

“Ah iya aku harus terkejut ya” ucap yuri terdiam sejenak “omo! Jinjja? Otthokhae…” lanjutnya dengan ekspresi yang berubah panik

“Yaish..!!!” Rutuk taeyeon ingin rasanya memukul yeoja yang duduk disampingnya itu sementara yuri hanya tertawa

“Wae…? Bukankah bagus jika sering bertemu, tenang saja tiffany pasti sudah memaafkanmu”

“Yah! Ini bukan soal memaafkan atau tidak, kau pasti tahu bagaimana perasaannya” ucap taeyeon

“Aigoo… dan setelah sekian lama akhirnya kau bicara tentang perasaannya, kemarin kemarin kemana saja eoh?” Ledek yuri

“Yaish! Yah, kajja kita berhenti dan berkelahi!” Ucap taeyeon memperlambat laju mobilnya

“Arasseo eonnie… mianhae… jebal” ucap yuri dengan aegyeonya

“Mengapa aku harus memiliki adik yang menyebalkan sepertimu” gumam taeyeon

“Yah, taehyuk oppa! Percuma saja kau menghindarinya, kita saja tinggal bersama, tentu setiap hari bakal selalu bertemu, jalani saja… tiffany tak akan sebenci itu”

“Lalu?”

“Paling dia tak akan pernah menganggap keberadaanmu hahaha” ucap yuri tertawa puas

*pletakkkk*

“Aww… appo…” rengek yuri mengusap usap kepalanya setelah menerima jitakan taeyeon

……………………….

Sel Tahanan

Seorang penjaga baru saja memasuki sel tahanan dan melewati beberapa ruangan hingga ia berhenti didepan sebuah ruang tahanan

Penjaga itupun membuka jendela ruangan itu

“Tahanan nomor 420, berdirilah” ucap penjaga itu

Salah satu penghuni ruangan itupun berdiri begitu kode nomor seragam tahanannya dipanggil

“Sooyoung-shi, anda menerima tamu”

Sooyoung berjalan menghampiri pintu begitu kunci dibukakan

“Nugu?”

“Sepertinya teman anda” ucap penjaga itu setelah memakaikan borgol pada kedua tangan sooyoung

Sooyoung mengikutinya dari belakang hingga tiba disebuah ruangan berukuran 2×2 meter yang dibagi kedalam 2 ruangan dengan pembatas kaca. 1 ruangan untuk tahanan dan 1 ruangan untuk pengunjung sehingga keduanya hanya bisa saling bertatap muka.

Begitu masuk sooyoung melihat seorang yeoja yang dikenalnya tengah duduk dengan wajah yang masih menunduk.

“Hey yoong, aku kira kau tak akan kemari” ucap sooyoung segera duduk dihadapan yoona yang menjadi pengunjung ketiga sooyoung setelah sunny dan nyonya choi

“H…hey… bagaimana kabarmu soo?” Ucap yoona yang masih terlihat gugup

“Aku baik baik saja”

“Ani”

“Huh?” Gumam sooyoung tak mengerti

“Wajahmu terlihat memar, apa kau dilukai orang orang yang berada satu sel denganmu”

“Hahaha tentu saja tidak, kau tak lihat saat di persidangan kemarin? Ini hanya bekas luka waktu kejadian itu” ucap sooyoung mengusap usap wajahnya

“Baboya…” ucap yoona menundukkan wajahnya

“Wae…? Yah, jangan menangis disini arra? Aku akan pergi jika kau kembali menangis”

“Arasso” ucap yoona kembali mengangkat wajahnya, namun kedua matanya sudah terlihat basah

“Yaish…” ucap sooyoung hendak berdiri

“Hajimaa…!”

“Arasso” ucap sooyoung dengan wajah cemberutnya

“Baboya, mengapa kau menyelamatkan nyawaku tanpa memikirkan nyawamu sendiri”

“Aku berhutang nyawa padamu, kau lupa? Lagipula kau kan tahu kalau aku memiliki 9 nyawa hahahaha”

“Yaish… apa kau pikir ini lucu huh?” Ucap yoona

“Ara… mianhae”

“Aku menitipkan makanan pada petugas”

“Untukku?”

“Tentu saja” ucap yoona

“Kapan kau bebas?” Ucapnya kembali

“Baboya… ini baru satu minggu, apa kau begitu merindukanku eoh?”

“Tentu saja, aku tak ingin menemuimu ditempat seperti ini lagi”

“Hahaha…. arasso, aku akan segera dibebaskan”

Yoona kembali terdiam menundukkan wajahnya

“Waktunya akan segera habis, kkah pulanglah” ucap sooyoung kembali

“Sooyoung-ah”

“Nne?”

“Kau adalah satu satunya sahabat terbaik yang aku miliki” ucap yoona

“Yah, semua orang juga tahu itu”

“Aku ingin kau hidup bahagia dengan pilihanmu”

“Maksudmu?” Ucap sooyoung tak mengerti

“Aku menyanyangimu, tapi… bukan aku orangnya yang bisa membahagaiakanmu”

“Yah rusa, aku tak mengerti ucapanmu”

“Yaish…!! Waktu itu kau bilang kau mencintaiku babo!”

“Huh? Jinja? Wae?” Ucap sooyoung dengan wajah bingungnya

“mwo? Yah yah yah! Apa kau tak ingat?”

Sooyoung kembali terdiam mencoba mengingat ingat

“Ah… di tebing itu?”

“N…nne..” ucap yoona kembali gugup

“Hahaha saat itu aku sedang kehabisan ide” ucap sooyoung tertawa malu

“Nne?”

“Aku sedang disadap oleh para anak buah ayahku, akupun menyadap mereka, aku sengaja mengatakan itu karena aku pikir ayahku akan berubah pikiran, tapi ternyata dia malah menginginkan aku mati hahaha”

“Yah! Apa kau pikir itu lelucon huh? Kau hampir mati sungguhan” ucap yoona terlihat marah

“Yang terpenting sekarang aku masih hidup” ucap sooyoung dengan wajah santainya

“Jangan melakukan hal bodoh itu lagi arra?!”

“Arasso sajangnim…”

“Tapi syukurlah kalau ucapanmu tak serius, aku jadi tidak terbebani lagi”

“Yah, lagipula mana mungkin aku mencintai yeoja bodoh sepertimu”

“Yaish…!” Kesal yoona, iapun segera berdiri “aku pulang dulu, hiduplah dengan baik arra?! Jangan sakit, aku akan mengunjungimu setiap hari” ucapnya kembali

“yaish.. tidak perlu, aku bosan melihat wajahmu”

“arasoo…. 3 hari sekali aku mengunjungimu”

“call!” Ucap sooyoung dengan semangat, ia melihat yoona pamit dan meninggalkan dirinya dalam ruangan itu. Dan saat itupun perlahan senyumannya menghilang

“Appo…” gumamnya sambil mengusap dadanya yang terasa sesak

…………..

Yoona berjalan meninggalkan lapas dengan perasaan tenang. Ia mulai membuka ponselnya dan menghubungi jessica

“Kau sudah menemui sooyoung?”

“Nne..!!”

“Waeyo? sepertinya kau senang sekali”

“Tentu saja, hatiku sudah kembali tenang sekarang” ucap yoona

“Syukurlah…” ucap jessica yang langsung bisa memahami kekasihnya itu

“Chagiya, kajja kita jalan-jalan, sudah lama kita tak menghirup udara segar”

“Odiga? Tapi sore nanti kita harus ke bandara”

“Huh? Wae?”

“Menjemput adikku, krystal sedang dalam perjalanan kemari”

“Nne?!!”

……..

……..

Di kantor

Yuri begitu sibuk memperhatikan layar tab nya, sesekali ia berganti menatap layar monitor komputer di hadapannya. Hari ini kerjaannya benar benar sibuk setelah cukup lama ditinggalkan karena kasus tuan choi kemarin

Tiba-tiba teleponnya berdering

“Nne?”

“Eonnie, sunny-shi ingin menemui anda”

“Oke, langsung masuk saja” ucap yuri kemudian menutup teleponnya

Tak berapa lama pintu ruangannya pun terbuka menampilkan sosok sunny yang baru saja masuk

“Syukurlah, kau kembali terlihat baik baik saja sekarang” ucap yuri menghampiri sunny dan memeluknya

“Tentu saja, aku harus memperbaiki perusahaanku”

“Bagaimana nyonya choi? Tuan choi? Sooyoung?”

“Yaish… kau seperti wartawan saja” ucap sunny memukul lengan yuri, keduanya pun duduk “eomma baik baik saja dan sekarang sedang mengurusi surat perceraian appa, dan aku sudah menemui adikku kemarin”

“Hemm… ini pasti berat untukmu”

“Tentu saja, tapi mereka memang lebih baik berpisah, lagipula semua harta perusahaan milik eomma”

“Gwaenchanna… kau pasti bisa, sunkyu-yaa.. hwaiting!!”

“Yah!!” Gertak sunny karena nama kecilnya kembali disebut

Namun keduanya kembali tertawa

“Ah ya, kenapa kau menemuiku, kau tak merindukan taeyeon?” Ucap yuri membuat sunny terdiam

“Dia ada disini hari ini?”

“Nne… kemarin kemarin dia menemui ibunya dan tinggal beberapa hari disana, untungnya keadaan nyonya kim menjadi lebih baik sekarang”

“Syukurlah”

“Kau tak ingin menemuinya?” Tanya yuri kembali

“Hem… aku kecewa padanya, dia sudah membohongiku selama ini”

“Setidaknya dia benar benar tak mati bukan? Seharusnya kau bersyukur, lagipula dia melakukan ini juga untuk melindungi adikmu dan keluargaku”

“Kau benar yul”

“Kkah, temui dia”

“Arasso…” ucap sunny segera berjalan meninggalkan ruang kerja yuri

Sunny kini sudah berada didepan pintu ruang kerja taeyeon, ia sedikit ragu untuk membukanya, namun saat tangannya mulai terangkat hendak memegang gagang pintu saat itu pula pintu tiba tiba terbuka

“Omo!” Gumam sunny terkejut

“Kkamjagiya!!” Ucap taeyeon yang ikut terkejut melihat sosok dihadapannya “s…ssunny?” Ucap taeyeon kembali

“Ap…apa aku mengganggumu?”

“Aniyo… kajja masuklah” ucap taeyeon menarik tangan sunny memasuki ruangannya kembali

“Duduklah, kau ingin minum apa? Aku baru saja ingin memesan kopi di kafe depan kantor”

“Kita minum disana saja” ucap sunny kembali berdiri

“Arasoo…” ucap taeyeon

Tak butuh waktu lama keduanya sudah duduk di kafe dan memesan minuman

“Kau sudah makan?” Tanya taeyeon

“Sudah tadi bersama klien, aku baru saja menemui yuri juga”

“Ah… begitu ya, apa ada masalah di kantor?”

“Begitulah, aku harus menggantikan ayahku, sooyoung juga belum bisa bebas dari penjara” ucap sunny terlihat lesu

“Gwaenchanna…. ada aku” ucap taeyeon mengusap usap tangan sunny

“Eiyy…. kata yuri kau tidak bisa berbuat apa apa di kantor”

“Hehehehe setidaknya aku bisa jadi penjagamu selama 24 jam” ucap taeyeon membuat sunny terdiam

“M…mianhae” ucap taeyeon kembali gugup

“Hemm…. paboya” ucap sunny tersenyum simpul

“Wae? Apa masih marah padaku?”

“Tadinya begitu, tapi ucapan yuri membuatku sadar”

“Ck, yuri lagi” ucap taeyeon cemberut “memang apa yang dia katakan?”

“Aku lebih takut kau benar benar menghilang” ucap sunny menatap penuh arti

Kedua pipi taeyeon langsung memerah semu mendengarnya, ia merasa tubuhnya seakan melayang

“Maafkan aku, saat itu aku tak bermaksud membohongimu selamanya” ucap taeyeon

“Aku mengerti, dan aku sangat berterima kasih padamu” ucap sunny

“Nne?”

“Saat itu kau selalu ada disampingku walaupun sebagai orang lain, dan kau sudah menyelamatkan adikku”

“Mwo? S…ssoyoung memberitahumu?”

“Tentu saja, dia memberitahuku kalau kau sebenarnya ikut bersama yesung dan menyarankan keberadaan sooyoung dirahasiakan, pantas waktu itu kau selalu meyakinkan aku, ckck dasar pembohong kelas kakap” ucap sunny

“Hehehe mianhae, yang paling penting sekarang sudah tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, jangan sedih lagi arra?”

“Arasso, asal kau selalu disampingku” ucap sunny

“Siap komandan!” Ucap taeyeon dan keduanya kembali tertawa

Tiba tiba ponsel taeyeon berdering menerima panggilan dari yuri

“Nne yul?”

“Odiga?”

“Aku sedang bersama sunny, wae?”

“Tiffany sebentar lagi pulang”

“Ah… arasso, aku akan menjemputnya sekarang”

“Gwaenchanna?”

“Nne…” ucap taeyeon, iapun mematikan teleponnya

“Nugu?”

“Yuri, kajja kita harus pergi”

“Odiga?”

“Menjemput kekasihnya, sebentar lagi jam kerjanya selesai” ucap taeyeon segera berdiri dan mengambil jas nya

“Mengapa tak dijemput yuri saja?” Ucap sunny dengan raut dinginnya. Dia masih belum menyukai tiffany.

“Yuri masih sangat sibuk, lagipula mobilnya sedang diperbaiki, kajja” ucap taeyeon memberikan tangannya

Sunny pun menerimanya, meskipun ia sangat malas harus bertemu dengan mantan dari kekasihnya itu

Hingga selama perjalanan sunny hanya terdiam menatap pemandangan diluar kaca

“Wae? Apa kau marah?” Tanya taeyeon

“Aniyo”

“Katakan padaku”

“Sedekat apa dia denganmu sekarang?” Ucap sunny masih dengan raut dinginnya

“dia ini sudah aku anggap seperti adikku sendiri seperti yuri, tenang saja aku hanya mencintaimu” ucap taeyeon meyakinkan kekasihnya itu

Sunny kembali terdiam

“Kajja kita menikah” ucap taeyeon

“N…nne?!” Gumam sunny terkejut

“Kau sudah siap ku nikahi?”

“N…nne… t…tapi…” ucap sunny gugup

“Wae?”

“Yah! Apa kau sedang melamarku? Yaish!!”

“Wae…? Mengapa kau jadi marah?”

“Molla!” Ucap sunny kembali memasang wajah cemberutnya “ige mwoya? Dia melamarku? Didalam mobil seperti ini? Ckck, benar benar tidak romantis!” Gumamnya dalam hati

Keduanya telah tiba didepan gedung perpus dan taeyeon melihat tiffany sudah duduk di halte bus. Iapun segera menepikan mobilnya

Tiffany menoleh saat melihat mobil yang dikenalnya berhenti dihadapannya dan melihat taeyeon keluar dari mobil menghampirinya

“Apa kau menunggu lama?”

“Baru saja, ah ya aku akan memakai taksi saja” ucap tiffany kembali menatap kearah lain

“Andwae… yuri memintaku menjemputmu”

“Gwaenchanna, aku akan menghibunginya nanti” ucap tiffany segera berdiri

“Aniyo… aku harus mengantarmu” ucap taeyeon

“Yah, dia bilang tidak mau, mengapa kau terus memaksanya? Biarkan saja dia pergi dengan taksi, itu keinginannya” ucap sunny yang sudah membuka jendela mobil, sekilas ia menatap dingin pada tiffany yang juga sedang menatapnya

“aku pergi dulu” ucap tiffany segera meninggalkan keduanya begitu taksi berhenti dihadapannya

“C…chankkaman” ucap tayeon namun taksi yang ditumpangi tiffany sudah kembali berjalan

“Kau ingin mengejarnya? Kejar saja” ucap sunny kembali menutup kaca pintu mobil

“Aniyo..” ucap taeyeon kembali memasuki mobilnya “mianhae… kajja kita mencari tempat makan saja, aku lapar” ucapnya kembali mencoba mencairkan suasana

……………………

“seharusnya dia sudah tiba” ucap jessica setelah ia dan yoona tiba di pintu kedatangan bandara. ia melihat jarum jam tangannya sudah menunjukkan pukul 7 malam dan krystal memberitahunya jika ia sudah sampai di bandara 10 menit yang lalu

“coba kau hubungi saja, mungkin kau lupa wajahnya” ucap yoona

“yaish… mana mungkin aku melupakan adikku” ucap jessica mencubit kekasihnya itu

Jessica pun mengambil ponselnya hendak menghubungi krystal

“yah where’re you huh?”

“kau sudah tiba ya, aku sedang di toilet”

“aku tunggu didekat pintu kedatangan”

“oke” ucap krystal

“kajja, kita cari tempat duduk, dia sedang di toilet” ucap jessica meggandeng kembali lengan yoona

setelah beberapa menit, seorang yeoja berambut panjang berjalan cepat menghampiri kedua yeoja itu

“eonnie!!” teriak yeoja itu membuat jessica dan yoona menoleh

“kryst…!!” ucap jessica segera berlari memeluk adiknya itu

“i miss you so much!”

“i’m not” ucap krystal membuat jessica memasang ice glarenya

“kau sendirian?” tanya krystal

“ani, tentu saja bersamanya” ucap jessica menarik tangan yoona hingga berdiri menghadap krystal

“it’s her? seriously?!!” ucap krystal terkejut begitu meihat sosok kekasih yang sangat dicintai kakaknya itu

“wae…?” ucap yoona “apa kau tak ingin memeluk kakak iparmu?”

“oh my godness!!!” ucap krystal memeluk yoona “kau terlihat dewasa saat kulihat di sns eonnieku, but… it’s that you now? kau lebih cocok jadi kekasihku” lanjutnya

*pletakk* jessica langsung menjitaknya setelah mendengar itu

“she’s mine!”

“arasso… hehehe” ucap krystal mengacungkan tanda peace sebelum jessica menerkamnya

“yah, kenapa kau bisa kemari? bukankah mom and dad melarangmu?”

“tentu saja”

“lalu?”

Krystal tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada telinga jessica

“aku bilang pada mereka bahwa kau akan segera menikah bulan ini, jadi kami buru buru kesini hehehe”

“m… mmwo..? jadi mereka..?”

“surprise…” ucap 2 orang yang sudah berdiri dibelakang mereka

“m..mom? dad..?” ucap jessica semakin terkejut saat kedua orang tuanya juga ternyata datang

kedua orang tuanya pun memeluk jessica yang masih terdiam itu

“we miss you… akhirnya kami dengar berita itu sekarang, kami sudah menunggu lama eoh?” ucap nyonya jung mengusap lembut kepala jessica

“yoona? kwon yoona?” ucap ayah jessica menunjuk yeoja yang berdiri disamping jessica

Yoona pun segera membungkukkan badannya menyapa kedua orang tua jessica, namun ia terkejut saat ayah yoona memeluknya

“terima kasih telah menjaga anakku selama di seoul”

“oh n.. nne” ucap yoona dengan gugupnya

“kajja kita ke rumah, kalian pasti lelah”

“no, kita belum makan malam, sebaiknya kita ke restoran sekaligus membicarakan kapan acara pernikahan kalian diadakan” ucap nyonya jung

“what???” ucap jessica terkejut

“kajja!” teriak krystal mendorong eonnienya yang masih terpaku itu

“lebih cepat lebih baik bukan? hehehe”

“yah, kau mau mati huh?”

Tak butuh waktu lama mereka sudah tiba di restoran keluarga

“kau terlihat masih sangat muda, apa pekerjaanmu?” ucap ayah jessica

“emm… aku…”

“dia memiliki perusahaan aplikasi dan games” ucap jessica

“that awesome!” ucap nyonya jung kagum

“kau sudah tak memiliki kedua orang tua tapi sangat luar biasa, sebelum dengan jessica apa kau tinggal sendiri?”

“aku bersama eonieku, tapi kita tidak tinggal bersama”

“sekarang kalian tinggal dimana?”

“kami sudah memiliki rumah” ucap jessica

“that’s good” ucap ayah jessica “kau tahu, dulu saat bersama kekasih sebelumnya, jessica selalu menghabiskan uang hasil pekerjaannya untuk kekasihnya itu tapi pada akhirnya dia diselingkuhi, ternyata dia hanya ingin memanfaatkan kekuasaan dari perusahaanku”

“dad… please jangan bahas orang itu lagi” ucap jessica dengan kesalnya

“daddy hanya ingin bercerita”

“ku pastikan jessica akan hidup bahagia, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya termasuk diriku sendiri” ucap yoona tersenyum meyakinkan dan itu berhasil membuat kedua pipi jessica blushing

Kedua orang tua jessica pun terseyum senang

“ah aku sangat iri” ucap krystal mempoutkan bibirnya

“bukankah kau juga bahagia dengan kekasihmu?”

“mereka sudah putus” ucap nyonya jung

“mwo? why?”

“dia diselingkuhi juga” ucap ayah jessica

“dad, aku juga ingin memiliki kekasih dari korea, izinkan aku tinggal disini please…”

“studymu bagaimana?”

“aku bisa pindah, please dad please…” ucap krystal terus memohon

“aku tak yakin kau akan belajar, di LA saja kerjaanmu hanya main dan main saja”

“sica eonnie yang akan megawasiku, aku akan tinggal bersama mereka”

“mwo??” ucap jessica terkejut

“baiklah, lagipula setelah memiliki baby nanti jessica pasti akan kesulitan, kau harus membantunya” ucap nyonya jung berhasil membuat yoona yang sedang minum langsung tersedak

“anyeonghaseyeo” ucap yuri baru saja tiba di restoran. ia membungkukkan badannya menyapa kedua orang tua jessica.  sebelumnya yoona telah memberitahunya untuk datang karena orang tua jessica ada di korea

“ah kau pasti kwon yuri, duduklah…” ucap ayah jessica

“nne, maaf saya baru saja pulang bekerja” ucap yuri segera duduk disamping krystal “kau pasti krystal” lanjutnya menatap yeoja disampingnya itu

“n..nne.. oh my godness!! you look so handsome! apa sudah memiliki kekasih? jadi kekasihku saja jika belum”

“yah, andwae” ucap jessica

“why? kau saja akan menikahi yang lebih muda darimu” ucap krystal tak ingin kalah

“dia sudah menikah” ucap jessica kembali melahap makanannya dengan santai, berbeda dengan yuri yang kembali terkejut

“sayang sekali” ucap krystal mempoutkan bibirnya

“apa kau juga bekerja diperusahaan yang sama dengan adikmu? adikmu sangat luar biasa” ucap ayah jessica

“nne?” gumam yuri belum mengerti

“ah nne, dia seorang karyawan di kantorku, dia sangat banyak membantuku” ucap yoona

“mwo?” gumam yuri

“aigoo.. kalian kakak beradik yang sangat kompak, kau tak membawa istri atau suamimu kemari?” ucap nyonya jung

“ah.. hahaha dia ada di rumah, aku belum memberitahunya kalau kalian datang” ucap yuri tersenyum ramah, kemudian iapun berubah ekspresi ketika memandang adiknya dan jessica “yah, membohogi orang tua itu tidak baik!” ucapnya kembali dalam hati

“ini darurat eonnie, jebal bantu aku” ucap yoona dalam hati seolah mengerti apa yang ada didalam pikiran yuri, ia tersenyum lebar mengangkat kedua alisnya untuk memberikan kode

“mian, aku ke toilet dulu” ucap yuri

Yoona pun sama izin pergi ke toilet setelah beberapa saat untuk menemui yuri

“eonnie, ini lebih parah dari yang kau pikirkan” ucap yoona setelah memasuki toilet dan melihat yuri sedang mencuci tanganya

“yah, kau lagi-lagi berulah, mengapa tiba tiba mereka ada disini?”

“aku juga awalnya tak tahu, aku tiba tiba diberitahu jessica jika krystal akan kemari, aku tak menyangka jika orang tuanya juga ikut, jessica juga belum tahu saat itu”

“lalu?” ucap yuri menggandengkan kedua tanganya diatas pinggang

“krystal sangat ingin pergi ke korea jadi dia memberitahukan pada orang tuanya jika kami akan segera menikah”

“mwo??” ucap yuri terkejut “yah, mengapa tak jujur saja”

“andwae… mereka sudah terlanjur kemari, ayah jessica memiliki riwayat penyakit jantung dan mereka sudah sangat berharap aku dan jessica segera menikah, akhirnya mereka begitu semangat kemari”

“yaish… ottokhaee?”

“eonnie tenang saja, kau hanya perlu mengikuti sandiwara ini”

“yah, apa kau pikir pernikahan adalah sebuah sandiwara huh?”

“ani, aku akan serius menikahi jessica”

“mwo? yah, lalu bagaimana dengan aku?”

“ck, gwaenchanna… setelah aku, kau bisa menikahi tiffany” ucap yoona

“mwo?”

“tenang saja, mereka hanya sementara ada disini, setelah melihat putrinya menikah, mereka akan kembali ke LA, untuk itu…”

“wae?”

“biarkan aku jadi atasanmu di kantor arra? ayahnya sangat selektif, call?? hehehe call!” ucap yoona berlalu meninggalkannya

“mwo? yah!” teriak yuri “yaish menyebalkan, selalu berlaku seenaknya!” rutuk yuri menyusul adiknya

Acara makan malam pun selesai

“apa kalian tinggal bersama?” ucap ayah jessica

“anniyeo, yul eonnie tinggal di apartemen bersama istrinya” ucap yoona sebelum yuri menjawabnya. iapun kembali tersenyum penuh arti pada yuri

“nne, aku tak ingin merepotkan adikku hahaha” ucap yuri tertawa dipaksakan

Yuri membantu membukakan pintu mobil untuk kedua orang tua jessica, ia membungkukan badannya begitu mobil itu akan berjalan

“hufht… hari yang menyebalkan” gumam yuri, namun ponselnya bergetar merima pesan

“eonnie, bawa tiffany eonnie pergi dari rumah ppali… aku akan mengulur perjalanan” – Yoona

“ige mwoya…???” rutuk yuri atas ulah adiknya itu, namun iapun memasuki mobilnya dan segera menuju rumahnya. mau tidak mau di harus mengikuti perintah adiknya itu. ia mencoba menghubungi tiffany agar segera pergi dari rumah, namun nomor kekasihnya mendadak tidak bisa dihubungi sehingga yuri harus buru buru tiba di rumah sebelum yoona dan keluarga jessica tiba.

sementara di rumah, tiffany tengah duduk di ruang makan dengan botol wine yang sudah berserakan, kepalanya melayang kesana kemari dengan mata yang terkantuk kantuk. tiffany tengah mabuk setelah meminum beberapa botol wine milik yuri

“yul babo! taehyuk babo! huh? taehyuk? cih, lelucon macam apa ini” ucap tiffany kemudian kembali meminum wine

“kenapa kalian menyakitiku diwaktu yang bersamaan” ucapnya kembali tersenyum miris

Tiffany medengar suara mobil dari luar, dan saat pintu rumah terbuka ia melihat yuri berjalan terburu buru kearahnya

“ige mwoya..?? mengapa kau mabuk” ucap yuri saat melihat beberapa wine dan makanan ringan berserakan

“tumben kau pulang cepat, ini masih jam 8” ucap tiffany enggan meatap kekasihnya

“fany-ah kita harus segera pergi dari sini ppali”

“mengapa tak kau saja yang pergi”

“kedua orang tua jessica datang ke korea dan sedang dalam perjalanan kemari, kita harus segera pergi”

“memangnya kenapa kalau mereka datang? tidak ada yang salah”

“aniyo, bukan begitu… keadaannya sedang rumit sekarang, nanti akan aku jelaskan, kajja” ucap yuri menarik tangan tiffany namun dengan cepat tiffany menepis

“aku tidak ingin pergi denganmu” ucap tiffany.  iapun berdiri dan berjalan meninggalkannya degan langkah sempoyongan karena efek alkohol

“kau mabuk, ada apa denganmu? tak biasanya kau seperti ini” ucap yuri membantu tiffany memeluknya dari belakang agar kekasihnya tidak jatuh

“molla, lepaskan aku!” ucap tiffany

…..

Mobil yang ditumpangi yoona dan keluarga jessica tiba di rumah yuri. namun yoona terkejut saat mobil yuri masih terparkir di depan rumah.

“mengapa ada mobil disini dan pintu rumah terbuka?” ucap ayah jessica, beruntung ia tak megetahui mobil yuri saat di restoran tadi

“ah it itu… mobilku hehehe, mungkin penjaga rumah belum pulang aigoo.. mengapa tidak ditutup” ucap jessica

Dan saat itu amber datang menghampiri merekau

“ah itu dia” ucap jessica “yah, mengapa kau membiarkan pintu terbuka eoh?” lanjutnya pada amber

“huh? naega?” ucap amber bingung dengan ucapan jessica

“kau sudah boleh pulang, terima kasih telah menjaga rumah” ucap yoona sedikit mendorong pundak amber agar segera pergi

“an.. anniyo aku ingin memeberikan berkas ini pada yuri, kulihat mobilnya sudah ada disini” ucap amber

“ah..hhaha, yul eonnie sudah tak menginap disini, dia sudah pulang ke apartemennya, baiklah akan aku berikan padanya nanti, kkah pulanglah” ucap yoona segera mengambil berkas berkas itu dan berlalu membawa kedua orang tua jessica masuk meninggalkan amber yang masih terlihat kebingungan

“eonnie, dia tampan sekali. apa dia penjaga rumah disini?” ucap krystal yang sedari tadi terpaku menatap amber

“nne… dia temanku juga dan rekan kerja di kantor hehehe kami sudah seperti keluarga” ucap yoona

begitu memasuki rumah, yoona menghela nafasnya lega saat tak melihat sosok yuri dan tiffany. namun itu hanya sesaat setelah melihat meja makan yang masih terlihat berantakan dengan beberapa botol wine dan makanan ringan yang berserakan. begitupun jessica ikut terkejut

“ah mom dad… kalian pasti sangat lelah, melihat lihat rumahnya besok lagi saja, kalian harus segera istirahat” ucap jessica menggandeng lengan kedua orang tuanya membawanya mencarikan kamar

Jessica membawa mereka ke salah satu kamar di lantai bawah, namun ia melihat lampu kecil yang terdapat dipintu itu berwarna merah menandakan pintu terkunci sementara hanya yuri yang memiliki kunci dan password pintu

“sial” gumam jessica

“ah aku lupa, kamar yang ini belum dibersihkan” ucap jessica kembali membawa kedua orang tuanya ke kamar selajutnya, namun lagi lagi kamar terkunci

“wae… mengapa terkunci lagi, aku tak bisa menghubungi yuri dan tiffany karena mereka juga pasti masih bersenyembunyi disini, aku juga tak bisa membawa mereka ke kamarku ataupun yoona, banyak barang barang yang… ah sial!” rutuk jessica dalam hati

dan saat tiba di lantai atas ia melihat pintu kamarnya, kamar yuri dan kamar tiffany tak terkunci

“aku tak mungkin membawa mereka ke kamarku, tapi ..” gumam jessica masih terlihat berpikir

“woah… daebak, rumah ini benar benar elegan” ucap krystal yang baru tiba menyusulnya “eonnie, kamarku yang mana?” lanjutnya menatap jessica yang masih kebingungan

Yoona baru saja membersihkan ruang makan dan membuang botol-botol wine itu. iapun segera buru-buru menyusul jessica

Begitu tiba dilantai atas, ia melihat kekasihnya masih berdiri terpaku sendirian

“sica-yaa… kemana mereka?” ucap yoona

“y,,yyoong apa yul dan tiffany sudah ditemukan?”

“ani, wae? sepertinya mereka bersembunyi di kam……” ucap yoona namun tiba tiba ucapannya terhenti

“krystal ada dikamar yuri dan kedua orang tuaku dikamar tiffany” ucap jessica dengan wajah khawatirnya

“mwo???” ucap yoona terkejut

“kyaaaaaa….!!!!”

Tiba-tiba terdengar sebuah teriakan yang membuat kedua yeoja itu terkejut

…………

Beberapa saat yang lalu

Tiffany masih meronta ronta melepaskan diri saat yuri membantunya berjalan. namun tiba tiba yuri melihat sebuah mobil tiba dan terparkir didekat mobilnya. ia semakin terkejut saat melihat dari kaca rumah, yoona diikuti keluarga jessica turun dari mobil itu. yuripun akhirnya mengangkat tubuh tiffany segera meninggalkan ruang makan

beruntung mereka cukup lama berada di diluar karena kedatangan amber hingga ia berhasil memasuki kamar

“yah! apa yang kau lakukan!” ucap tiffany mendorong tubuh yuri setelah menurunkannya

“sssst… pelankan suaramu” ucap yuri, ia kembali menarik tubuh tiffany memasuki kamar mandi

Yuri mengambil shower dan menyalakan air untuk membasuh wajahnya tiffany yang terlihat berantakan oleh make upnya

“kau selalu seperti ini setiap kali mabuk” ucap yuri mulai mengusap wajah tiffany dengan air

Tiffany hanya terdiam menatap yuri

“kau tahu?” ucap tiffany membuat yuri berhenti mengusap wajahnya

“nne?” gumam yuri

“adakalanya aku sangat ingin marah padamu” ucap tiffany membuat yuri terkejut terutama saat butir air mata mulai mengalir dari mata tiffany

“ada yang tak beres” gumam yuri dalam hati

“f..ffany-ah…” panggil yuri

Perlahan tiffany meutup kedua matanya diikuti tubuhnya yang melemas dan terjatuh

Yuri yang masih terkejut segera menangkap tubuh tiffany hingga kedua tubuh yeoja itu terjatuh memasuki bathub

“aww.. appo…” rengek yuri mengusap usap lengannya karena terbentur, posisi tubuhnya berada dibawah dan tubuh tiffany menindihnya

“fany-ah… apa kau pingsan?” ucap yuri kembali mengusap kepala tiffany yag bersandaar diatas dadanya

“aniyo, aku hanya lelah yul” ucap tiffany

“wae?” ucap yuri yang mengetahui ada yang tidak beres dengan kekasihnya itu

“aku lelah terus memendamnya sendiri, aku lelah terus menerus menutupi kebohonganku”

Yuri terdiam mendengarnya, ada rasa sesak didalam dadanya begitu mendengar hal itu. namun ia kembali tersadar saat tubuhnya mulai merasa basah

“ireonna…. kau akan kedinginan” ucap yuri dengan tangannya merogoh rogoh mencoba mengambilkan selang shower yang masih menyala dan membasahi tubuh mereka hingga bathub itu mulai terisi air dingin

Tiffany mengangkat kepalanya beralih memandang yuri, tubuhnya masih mengunci tubuh yuri dari atas

“aku sangat mencintaimu yul”

“fany-ah…”

“tapi kenapa harus seperti ini” ucap tiffany mulai menangis kembali meletakkan kepalanya diatas dada yuri

yuri kembali terpaku, ia sendiri bingung dengan apa yang terjadi pada tiffany. ia hanya bisa mengusap usap kepala kekasihnya itu mencoba mencari kata yang tepat agar tak melukai hati kekasihnya itu

“fanny-ah… kau pasti merasakan detak jantungku terdengar cepat” ucap yuri, perlahan isakan tiffany terhenti

“itu karena aku terlalu gugup setiap berada didekatmu…”

“karena aku terlalu mencintaimu… karena aku selalu jatuh cinta padamu lagi dan lagi” ucap yuri membuat tiffany mengangkat kembali wajahnya memandang yuri

“kau tak perlu bertanya apa aku mencintaimu atau tidak, karena kau pasti sudah mengetahuinya” ucap yuri tersenyum dan merapikan rambut tiffany

Senyuman tiffany mulai terukir dan perlahan ia menurunkan wajahnya, menutup kedua matanya.. dan… mencium lembut bibir yuri

Yuri mulai membalas ciuman kekasihnya, hingga bibir mereka saling melumat dari warm kiss hingga passionate kiss yang mulai memanas meskipun air dingin dari shower terus membasahi tubuh mereka, semetara tangan Tiffany semakin kuat mencengkram bahu yuri

Tangan yuri bergerak lembut memasuki baju tiffany dan mengusap lembut punggunya yang halus

Bibir mereka terlepas karena hampir kehabisan oksigen, keduanya kembali tersenyum saling memandang. yuri mencoba mengangkat tubuhnya namun tiffany mendorongnya dan mengunci tubuh yuri. ia kembali menurunkan wajahnya menciumi wajah yuri mulai dari kedua matanya, hidungnya, bibirnya hingga bergeser pada telinga yuri. yuri sedikit menggelitik merasakan geli saat tiffany  menggigit kecil telinganya hingga turun menjamahi lehernya yang jenjang  membuatnya geli, mendesah dan merasa hangat.

“Love you so much yul” ucap tiffany membisikkan kalimat mesra dengan lembut di telinganya

“Love you more than everything fany-ah” balas yuri, suaranya sedikit mendesah menahan birahinya yang mulai bangkit

kedua tangan yuri mengangkat pinggang tiffany hingga berganti posisi menjadi duduk dengan tubuh tiffany yang masih berada diatas menduduki tubuhnya

Tangan tiffany membingkai wajah yuri, membelainya dan mendekatkan wajahnya kembali mencium bibir yuri

“take me yul” bisik tiffany

Yuripun berganti menciumi bibir tiffany dan turun menjamahi leher jenjang tiffany. hingga suara desahan lembut tiffany  mulai terdengar

Tiffany menekan kepala yuri saat kekasihnya mulai menciumi belahan dadanya

*sretttt!!!* dengan sekali tarik kancing kancing kemeja tiffany terlepas.

tiffany mengangkat kedua tanganya membantu yuri melepaskan kemeja dan tanktop yang dikenakannya hingga hanya bra berwarna pink yang menutupi 2 gundukan miliknya

Yuri mendorong tubuh tiffany secara perlahan hingga posisinya kini berganti dengan tubuh tiffany yang berada dibawah yuri. kedua tangan tiffany beralih mulai membuka satu persatu kancing kemeja yuri. namun belum semuanya selesai dibuka, yuri sudah kembali menyerangnya dengan mencium bibir tiffany

“emmhh….” erang keduanya menikmati passionate kiss itu, tangan yuri meremas lembut punggung halus tiffany hingga berhasil menemukan pengait bra yang masih terpasang pada tubuh tiffany.

Dibukakannya pengait itu dan ditariknya bra tiffany hingga menampilkan dua gudukan putih dan halus dihadapan wajah yuri.

Yuri menelan saliva nya terdiam menatap kedua buah dada tiffany, karena itu baru pertama baginya setelah gagal melakukannya saat mandi bersama. kemarin kemarin ia sempat mengira akan melakukan hal ini ketika tifany tiba tiba memintanya untuk mandi bersama. namun saat itu keduanya terlalu gugup sehingga setelah tubuh keduanya memasuki bathub, mereka hanya terdiam lama. dan saat tiffany akan memulainya ia malah melihat yuri tertidur merasa sangat kelelahan setelah beberapa hari tidak bisa tidur karena masalah yang terjadi pada adiknya. hingga tiffany hanya membantu memandikannya. namun kini ia melihatnya dengan keadaan sadar membuat detak jantugnya semakin terdengar kencang tak beraturan.

ia pernah diberi tontonan sebuah film dewasa oleh yoona yang menampilkan seluruh tubuh naked sang pemain, namun ini baru pertama baginya melihat yang lebih indah dari milik para pemain film dewasa itu, nipple milik tiffany terlihat sangat indah berwarna pink dan lembut

Tiffany yang sedari terpejam mulai membukakan kedua matanya saat merasakan aktivitas yuri berhenti. ia melihat yuri masih terdiam memandang dadanya. tangan tiffany pun kembali menarik wajah yuri hingga sejajar dengan wajahnya

“semuanya milikmu” ucap tiffany tersenyum dan  menempelkan bibirnya pada bibir yuri

Yuri semakin bersemangat mendengar hal itu. ia kembali menurunkan wajahnya mencium setiap inci mulai dari wajahnya, lehernya hingga sampai pada belahan dadanya

saat mulutya tiba digundukan kenyal tersebut, tangan kanannya mulai meremas lembut gundukan satunya hingga erangan tiffany semakin terdengar jelas merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya itu

“akhh… take me yull.. hhh… take me…” erang tiffany membuat gairah yuri semakin memuncak

setelah cukup puas mengisap kedua puting lembut tiffany, yuri beralih menciumi perut lembut kekasihnya dan mulai turun setiap incinya.

tiffany mengangkat pinggangnya saat tangan yuri mulai meyelusup mencoba membukakan rok yang dikenakan tiffany dan berhasil menurunkan rok itu

tiffany semakin meremas kepala yuri.

Hingga tanpa mereka sadari, pintu kamar terbuka dan seseorang memasukinya.

orang itu merasa heran saat mendengar sebuah suara dari dalam kamar mandi, iapun berjalan menghampiri pintu kamar mandi yang sedikit terbuka itu, perlahan tangannya medorong daun pintu agar terbuka lebar dan…

“kyaaaaaaa……….!!!!!!” terdegar teriakan memecah keheningan malam

TBC

udah ah, authornya kek orang gila teriak teriak sendiri ngetik adegan ininya. ga sanggup :(((

We Are Different Part 16

PicsArt_02-21-08.46.28

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………..

Yuri dan tiffany kini berada dalam 1 mobil menuju rumahnya sementara taeyeon menggantikan yuri mengantar seohyun pulang

Awalnya yuri meminta semuanya memasuki mobil namun seohyun menolak karena masih harus berbelanja kebutuhan di minimarket, akhirnya taeyeon bersedia menggantikan untuk menemani seohyun setelah dimintai yuri. Karena keadaan tiffany yang kurang sehat dan suhu diluar semakin dingin, akhirnya yuri harus segera membawa tiffany pulang

Selama di perjalanan kedua yeoja itu hanya terdiam dengan pikirannya masing masing. Namun tiffany terkejut saat telapak tangan yuri tiba tiba menyentuh dahinya.

“Masih hangat, kenapa di cuaca sedingin ini kau keluar?” Ucap yuri tanpa melihatnya

“Emm… mianhae yul, aku terlalu mengkhawatirkan yoona yang pergi setelah bertengkar dengan jessica”

“Yoona? Mengapa tak ada yang memberitahuku?”

“Itu… aku tak ingin mengganggu pekerjaanmu” ucap tiffany menatap yuri yang sedari tadi masih fokus menyetir

“Mianhae” ucap tiffany kembali kini menundukkan wajahnya

“Gwaenchanna… tapi lain kali pakailah jaket yang tebal dan beri tahu aku apapun yang terjadi, apalagi yoong adikku” ucap yuri kini menatap wajah tiffany dan sedikit menyunggingkan senyumnya untuk menghilangkan kecanggungan mereka

“Nne… arasso…” ucap tiffany membalas senyuman kekasihnya itu meskipun didalam hatinya ada yang masih mengganggu.

Ya, yeoja yang dilihatnya bersama yuri beberapa saat yang lalu.

“Mengapa mereka hanya berdua? Mengapa keduanya terlihat begitu dekat? Ah.. ya, yuri memang selalu berbuat baik pada siapapun, tapi…. mengapa mengapa dan mengapa?” Begitulah yang ada di isi pikiran tiffany, ingin rasanya ia bertanya namun ia urungkan karena tak ingin suasana kembali canggung dan membebani yuri. Ia masih melihat yuri bersikap tak sehangat seperti biasanya. Tiffany berpikir bahwa itu karena yuri telah memergokinya bersama namja bernama taehyuk itu atau mungkin yuri masih marah padanya karena tak mendengar nasihat dari kekasihnya itu. Yuri selalu mengkhawatirkan keadaan tiffany namun ia malah pergi dengan kecerobohannya tak memakai jaket yang tebal sehingga membuat tubuhnya kembali demam.

“Sudah makan?” Tanya yuri

“Em…” belum sempat tiffany menjawab ternyata suara didalam perutnya sudah mendahului menjawab

“Hemmm….” gumam yuri

“Mianhae…” ucap tiffany kembali meminta maaf

“Gwaenchanna… nanti aku akan memasak” ucap yuri

Sesampainya di rumah, yuri langsung memasuki dapur mempersiapkan segala peralatan memasak dan bahan2nya dari kulkas

“Y..yyul, kau pasti lelah, biar aku saja yang memasak” ucap tiffany menahan tangan yuri yang baru saja akan memasang celemek

“Andwae… kau duduk saja disini” ucap yuri menarik tangan tiffany dan mendudukan tubuhnya di kursi ruang makan “badanmu kembali demam, akan aku buatkan bubur” ucap yuri mengusap lembut kepala tiffany

Yuri pun kembali memasuki dapur dan memasangkan celemek pada tubuhnya, menarik lengan kemeja kantornya yang belum sempat diganti dan mulai mencuci sayuran, memotong hingga memasaknya

Tiffany sedari tadi terus memperhatikan kekasihnya, ia kembali merasa bahagia memiliki yuri tetap begitu perhatian padanya hingga ia sejenak melupakan pikiran pikiran yang mengganggunya mengenai yeoja bernama seohyun itu.

“Ah ya, yul… jessica dari tadi siang sepertinya masih belum keluar dari kamarnya, apa kau tak keberatan membuatkan juga untuknya”

“Nne, tentu saja” ucap yuri mengangkat jempol tangannya keatas

Setengah jam kemudian yuri membawakan nampan dengan beberapa mangkuk yang terisi masakan diatasnya. Ditatanya masakan itu dihadapan kekasihnya.

“Huh? Mengapa hanya dua mangkuk yul?”

“Aku sudah makan jajangmyeon tadi” ucap yuri, iapun mengangkat nampan yang masih terdapat beberapa mangkuk itu “aku akan mengantarkannya kekamar jessica, kau makanlah fany-ah” lanjutnya

Tiffany hanya mengangguk dan melihat yuri mulai berjalan menuju kamar jessica yang berada di lantai 2

Pikiran tiffany kembali terganggu saat mengingat apa yang dikatakan yuri jika dirinya sudah makan diluar, ia kembali membayangkan jika yuri makan bersama yeoja itu. Dan itu membuat hatinya sedikit sesak, tiffany cemburu.

Yuri sudah sampai didepan pintu kamar jessica, ia melihat cahaya kecil berwarna hijau didekat gagang pintu menandakan jika pintu kamar itu tak terkunci

*toktoktok*

“Sica-yaa? Apa kau didalam? Ini aku, yuri” Ucap yuri setelah mengetuk pintu

“Nne yul, ada apa? Masuklah” ucap yeoja itu dari dalam kamar

Yuri pun membuka pintu memasuki kamar, ia melihat jessica tengah duduk menyandar menghadap keluar jendela yang terbuka. Kemudian iapun menghampiri yuri yang membawakan makanan

“Oh my god yul, kau membawakan ini untukku?”

“Tentu saja, aku yang memasaknya, tiffany berpikir kalau kau belum makan karena dari tadi siang tak keluar dari kamar”

“Aniyo.. dia salah, tadi sore aku keluar untuk mencari makanan tapi aku tak bisa masak hehehe jadi aku kembali kedalam kamar, kau memang pahlawanku yul hehehe ah aku lapar” ucap jessica segera melahap masakan dihadapannya itu

“Yaish… pelan pelan, kau seperti baru melihat makanan saja” ucap yuri mengambilkan beberapa lembar tissue untuk jessica

“Hehehe Aku jika sudah kelaparan memang begini yul” ucap jessica membersihkan sudut bibirnya

“Ah ya, apa tiffany sudah tidur?”

“Dia sedang makan dibawah” ucap yuri

“Huh? Mengapa kau masih disini, kkah temani kekasihmu” ucap jessica

“Aku masih ingin disini sebentar, ah ya apa kau sakit?” Ucap yuri menempelkan telapak tangannya pada dahi jessica

“Y..yah! Apa yang kau lakukan?!” Ucap jessica terkejut

“Aku hanya ingin mengetahui keadaanmu, kau baru saja dirawat kemarin dan itu terlalu singkat kau dirawat” ucap yuri

“Aigoo… kau seperti eommaku saja, aku baik baik saja yul jangan khawatir, kau seharusnya mengkhawatirkan tiffany, bukankah dia sedang sakit”

“Hemmm… nne” ucap yuri

“Wae?” Tanya jessica saat melihat ekspresi yuri berubah

“Tadi aku menemukannya di taman kota bersama taeye… taehyuk” ucap yuri hampir salah menyebutkan nama taeyeon yang

“Ah sudah kuduga” ucap jessica

“Nne?” Gumam yuri

“Namja itu pasti taeyeon” ucap jessica tersenyum namun ia kembali terkejut saat tiba tiba yuri membungkam mulutnya

“Y…yyah!!! Pelankan suaramu, yaish… sial mengapa kau selalu tau” ucap yuri sedikit memelankan suaranya karena khawatir didengar tiffany

“Bukankah kamar ini redup suara, dasar bodoh” ucap jessica menyingkirkan tangan yuri sementara yuri tertawa malu

“Tentu saja aku tau, l’m jessica jung!” Ucap jessica menepuk dadanya tersenyum bangga

“Hemm baiklah, dia memang taeyeon yang sedang menyamar, jangan beri tahu siapapun arra?! Apalagi tiffany”

“Arraseo araseo sajangnim” ucap jessica menatapnya datar

“Lalu?” Ucapnya kembali

“Nne?” Tanya yuri tak mengerti membuat jessica memutar kedua bola matanya

“Kau bilang tadi menemukan tiffany bersama taeyeon, dan ekspresimu berubah, apa kau sedang cemburu eoh?” Ucap jessica

“Aniyeo, aku tak cemburu” ucap yuri namun ia masih terlihat tak bersemangat

“Then?”

“Aku sedikit kecewa karena dia selalu ceroboh dan keras kepala, dia pergi mencari adikku dengan hanya memakai jaket yang tipis sementara cuaca diluar sangat dingin”

“Omo! Mianhe… aku tak tahu jika tiffany pergi mencari yoona” ucap jessica

“Gwaenchana, itu karena dia memang keras kepala, tapi kenapa dia sama sekali tak memberitahuku tentang ini”

“Ah ini karena salahku, aku dan yoona tadi pagi bertengkar dan menyebabkan dia pergi, maafkan aku yul” ucap jessica tertunduk merasa bersalah

“Ini bukan salahmu sica-yaa, jangan khawatir aku sudah meminta taeyeon mencarinya”

“Lalu bagaimana dengan keadaan tiffany? Apa dia kembali sakit?”

“Nne, badannya kembali panas” ucap yuri terlihat sedih

Jessica terdiam menatap yeoja dihadapannya itu mencoba mengartikan

“Hemm… kalian sama saja yul”

“Nne?” Ucap yuri tak mengerti

“Dia selalu menutupi hal yang menurutnya akan membuatmu khawatir, dan kau tak menyadari jika kau juga seperti itu, bahkan kau masih menutupi segala permasalahan yang terjadi jika kalian sedang dalam bahaya” ucap jessica

Yuri terdiam mencerna ucapannya, kini ia mengerti apa yang dikatakan jessica

“Kau benar” ucap yuri

“Yul, keadaan semakin memburuk bukan?”

“Nne… tuan choi masih mengirimkan para pembunuh untuk mengincar kita, tapi aku rasa seseorang selalu menggagalkan aksinya”

“Nne? Kau tau siapa orang itu?”

“Nne.. putrinya sendiri, sooyoung”

“Mwo? Sooyoung? Tapi… apa kau yakin?” Ucap jessica terkejut karena belum percaya, bahkan ia bertengkar dengan yoona karena membahas yeoja itu

“Dia sudah bersahabat dengan adikku sedari kecil dan sangat dekat, aku yakin dia yang selalu menyelamatkan adikku” ucap yuri

“Hemm….” gumam jessica tak bisa berkata apa apa, sejujurnya ia masih belum mengerti tentang yeoja bernama choi sooyoung itu, selama ini ia memang ingat jika sooyoung selalu berbuat baik dan sangat perhatian pada yoona, namun sisi lain ia masih menaruh curiga pada yeoja itu.

“Jangan terlalu dipikirkan, lagipula aku rasa ayahku tak akan membahayakan kita lagi”

“Nne? Maksudmu?”

“Tadi siang aku bertemu di acara pertemuan perusahaan, akhirnya ayahku tahu tentang perusahaan yang aku bangun tapi dia tak berkomentar apa apa bahkan saat aku dijodohkan dengan sunny, aku pikir mr lee akan menentukan ternyata dia malah berpihak pada pilihanku, bahkan besok aku diminta membawa tiffany untuk makan malam”

“What? Jinjja?!! Daeebak!” Ucap jessica menepuk kedua tangannya

“Tapi aku masih merasa janggal akan hal itu” ucap yuri

“Wae?”

“You know him right?” Ucap yuri yang telah menceritakan segala tentang ayah tirinya pada jessica

“Ah you’re right, kau tetap harus hati hati yul, tapi setidaknya aku senang mendengar berita tadi, itu tandanya kau akan segera menikah dengan tiffany bukan?” Ucap jessica membuat kedua pipi yuri bersemu merah

“Hahaha ah sudahlah, kau lanjutkan makanmu, aku akan menemui tiffany”

“Yah! Setidaknya rayakan berita bagus itu dengannya malam ini” ucap jessica membuat yuri kembali berbalik

“Yah! Neo Michoseo?!” Rutuk yuri membuat jessica tertawa begitupun yuri

“Baguslah setidaknya kau tertawa, jangan bersedih lagi ara? Yoong pasti segera pulang” ucap yuri kembali, iapun meninggalkan kamar jessica

Yuri berjalan memasuki ruang makan yang sudah terlihat kosong, begitupun tak ada sisa sisa piring kotor diatas meja. Tiffany sudah membersihkannya.

Iapun memasuki kamar tiffany dan mendapati kekasihnya sedang berbaring dengan posisi miring membelakanginya

Yuri mendekati tubuh tiffany kembali memeriksa dahinya, ia melihat tiffany sudah memejamkan kedua matanya

Setelah duduk cukup lama disamping tiffany, Yuri mulai berdiri merapikan selimut untuk menutupi tubuh kekasihnya itu. Ia mencondongkan tubuh dan mendekatkan wajahnya pada wajah tiffany

“I love you” bisik yuri setelah mengecup lembut kening kekasihnya itu

Yuripun meninggalkan kamar karena haris membersihkan tubuhnya setelah seharian bekerja.

Sementara tiffany kembali membuka kedua matanya setelah mendengar pintu kamarnya ditutup. Sebenarnya ia tak tidur dan bahkan sulit memejamkan matanya karena pikirannya masih merasa tak tenang.

………..

Keesokan harinya pagi pagi sekali seisi penghuni rumah yuri harus menelan kabar pahit karena menerima kabar jika yoona berada di rumah sakit dengan keadaan kritis setelah ditemukan oleh para nelayan yang baru saja pulang melaut, terdapat 2 tembakan pada tubuhnya dan hampir mati kehabisan darah namun beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan.

Begitu mereka sampai di rumah sakit, yoona sudah dipindahkan ke ruang icu setelah melakukan operasi.

Jessica tak henti hentinya menangis begitu tiba dan melihat keadaan yoona yang masih belum sadarkan diri dengan beberapa alat bantu yang masih terpasang pada tubuhnya.

Sementara yuri langsung diminta menemui dokter, tiffany menemani dan menenangkan jessica didalam ruangan meskipun awalnya ia ikut menangis.

“Bagaimana keadaannya dokter?” Tanya yuri masih terlihat khawatir

“Kami sudah mengeluarkan kedua peluru didalam tubuhnya, tembakan itu tak melukai bagian bagian yang fatal hanya saja keadaan yoona masih belum cukup baik karena kehabisan banyak darah”

“Tolong lakukan yang terbaik untuk adikku dokter”

“Nne, jangan khawatir yuri-shi.. yoona sudah melewati masa kritisnya, namun dengan keadaannya yang sekarang mungkin butuh beberapa hari untuk kembali sadar”

Setelah menerima keterangan dari dokter, yuri kembali mendatangi ruang icu tempat adiknya dirawat. Namun yuri tak langsung masuk, ia hanya berdiri didepan pintu ruangan dan melihat adiknya yang terbaring lemah dari kaca pintu

Perlahan air mata yuri mengalir, kedua tangannya mengepal erat menahan rasa amarah yang begitu besar terhadap pelaku yang membuat adiknya seperti itu.

“Yul” panggil taeyeon yang baru saja tiba menepuk pelan pundak yuri. Ia datang bersama amber

“Kajja” ucap amber mengajak 2 yeoja itu menjauhi ruangan itu

Ketiga yeoja itu kini sudah berada di rooftop rumah sakit

“Apa yang terjadi?”

“Aku berhasil melacak ponsel yoona dan ponsel itu ditemukan diatas tebing, yoona sepertinya sengaja melompat ke laut setelah tertembak” ucap amber

“Aku bersyukur ia masih mampu berenang dan selamat” ucap yuri masih terlihat sendu

“Apa kau sudah menemukan pelakunya?” Ucap yuri kembali

“Belum tapi….” ucap amber sedikit ragu untuk melanjutkan

Saat itu taeyeon menyerahkan ponselnya pada yuri.

Yuri melihat sebuah berita yang baru saja disiarkan, ia terkejut membelalakkan kedua matanya melihat tayangan berita yang disiarkan langsung itu

“Mwo? Sooyoung?” Ucap yuri

“Tidak hanya darah yoona, tapi darah sooyoung juga ditemukan diatas tebing itu” ucap taeyeon

“Maksudmu dia bersama yoona?”

“Nne, aku juga menemukan sebuah pistol dengan sidik jari sooyoung”

“Mwo? Sooyoung yang menembak adikku?!”

“Tadinya aku berpikir begitu, tapi isi peluru dalam pistol itu masih utuh” ucap taeyeon

“Darah sooyoung yang paling banyak tercecer disana dan baru saja diberita itu mobil sooyoung ditemukan di dasar laut didekat bawah tebing itu, untung kami tiba disana sebelum polisi tahu” lanjut taeyeon

“Ada kemungkinan sooyoung juga melompat ke laut, tapi hanya tubuh yoona yang ditemukan” ucap amber

“Sooyoung tak bisa berenang dan memiliki trauma pada perairan yang dalam” gumam yuri mengingat sahabat adiknya itu yang pernah diselamatkan yoona didanau

Yuri kembali melihat berita itu dan disana belum menerima kabar sooyoung ditemukan

“Polisi akan segera menemuimu dan menunggu keterangan dari yoona, akan ada dugaan jika adikmu berseteru dengan sooyoung, kau harus bersiap siap menanggapi mereka, tapi jangan khawatir, hyoyeon sudah diberitahu dan akan segera kemari, mereka tidak akan langsung memutuskan karena yoona masih belum sadar” ucap taeyeon

“Bukankah kau harus pergi oppa?” Ucap amber

“Yaish! Jangan panggil aku oppa!” Rutuk taeyeon mempoutkan bibirnya

“Huh? Kau akan pergi kemana lagi?” Tanya yuri

“Sunnyku, dia pasti menderita, ku yakin dia sudah berada di tkp sekarang” ucap taeyeon

“Ah.. nne pergilah dan kumpulkan informasi dari mereka”

Taeyeon pun bersama amber meninggalkan rumah sakit, sementara yuri kembali ke ruang icu.

Benar saja, tak lama setelahnya para polisi yang menyelidiki kasus itu datang menemui yuri untuk dimintai keterangan tentang aktivitas yoona sebelum kejadian.

Polisi belum menemukan tersangka dibalik penembakan itu begitupun mereka belum bisa memutuskan perkara pada yoona karena keadaannya yang belum sadar. Dengan dibantu hyoyeon sebagai pengacara yoona, tuntutan tuan choi yang menuduh yoona sebagai pelakunya pun tak bisa begitu saja diputuskan karena belum adanya beberapa bukti yang pasti.

…………

Taeyeon dan amber sudah tiba di tebing dan melihat garis polisi melintang disana, suasana disana cukup ramai terdapat beberapa polisi dan tim penyelidik yang masih melakukan olah TKP begitupun para wartawan yang sudah berkumpul karena kejadian ini menyangkut putri dari seorang pemilik perusahaan besar yang terkenal

Setelah melihat lihat akhirnya taeyeon dapat melihat sunny yang sedang diantar pengawalnya akan memasuki mobil

“Aku akan menemui kekasihku” ucap taeyeon

“Nne eonnie, aku akan menemui vivian” ucap amber

Kedua yeoja itupun berpisah.

Taeyeon segera berlari menghampiri yeoja yang sangat dicintainya itu

“Biar aku saja yang mengantarnya pulang, kau bersama tuan choi saja” ucap taeyeon yang sudah berdandan rapi seperti para pengawal

Pengawal itupun menyerahkan kunci mobil tanpa menaruh curiga terhadap taeyeon karena memiliki identitas pengawal yang dibuat oleh amber dan anak buah tuan choi sangat banyak sehingga mereka kadang tak mengenal satu sama lain

Taeyeon memperhatikan sunny yang masih terisak di jok belakang, iapun mulai menyalakan mesin dan melajukan mobil

“Gwaenchanna…. adikmu pasti selamat dan segera ditemukan” ucap taeyeon memberhentikan mobil

Sunny hanya terdiam keluar dari mobil namun ia terkejut saat melihat melihat dirinya bukan berada di depan rumahya. melainkan di sebuah tempat yang cukup sepi masih di area pegunugan. iapun segera membalikkan badannya setelah mendengar pintu mobil terbuka

“Kk…kkau?!!”

“Nne, ini aku yah! Aku bukan han…”

Belum sempat taeyeon melanjutkan bicaranya sunny sudah langsung berlari memeluknya dan kembali menangis

Taeyeonpun membalas pelukan sunny dan mengusap lembut kepalanya

“Adikku tidak bisa berenang” ucap sunny dalam isak tangisnya

“Sooyoung pasti diselamatkan seseorang”

“Tapi kenapa hanya yoona yang ditemukan, dan kenapa banyak darah sooyoung yang tercecer disana” ucap sunny

“Terjadi penembakan” ucap taeyeon membuat sunny langsung melepaskan pelukannya

“Bagaimana kau tahu?”

“Aku datang pertama bersama para penyelidik, jadi aku ikut mengolah TKP”

“Apa benar yang dikatakan ayahku jika yoona pelakunya?”

“Menurutku bukan, karena hanya pistol sooyoung yang ditemukan dan peluru didalamnya tak terpakai satupun”

“Lalu?”

“masih belum menemukan petunjuk, tapi aku yakin bukan yoona pelakunya kau juga jangan terpancing ucapan ayahmu”

Sunny hanya mengangguk setuju, kini ia sudah tak terlihat membenci taeyeon lagi. Bahkan ia ikut pindah ke jok depan disamping taeyeon

“jangan menangis lagi arra?” ucap taeyeon tangannya mengusap lembut pipi sunny yang masih terlihat basah oleh air matanya

Sunny hanya terdiam menerima perlakuan namja itu padanya, entah kenapa hatinya kini merasa lebih tenang. Ia sendiri bingung mengapa ia tiba tiba memeluk taehyuk padahal biasanya ia selalu bersikap dingin pada namja itu

Perlahan tanpa sunny sadari senyumannya terukir, taeyeon pun ikut tersenyum menatap yeoja di hadapannya itu.

…………………………………..

“Bagaimana keadaannya?” Ucap yuri pada kekasihnya setelah menerima kabar jika jessica pingsan karena terlalu lama menangis dan keadaannya yang masih kurang sehat

“Sudah siuman, tapi sekarang jessie tertidur setelah diberikan obat, dokter menyarankan agar jessie dirawat, dia sudah dipindahkan ke ruang rawat” ucap tiffany

“Kajja kita biarkan jessica istirahat” ucap yuri menarik tangan tiffany mengajaknya keluar ruangan

Tiffany tersenyum tenang karena sedari tadi yuri tak melepaskan genggaman tangannya hingga keduanya tiba di sebuah restoran didekat rumah sakit

“Kau pasti lapar” ucap yuri

“Nne.. aku lapar”

Setelah keduanya memesan makanan, tiffany terus memperhatikan yuri yang terlihat menyimpan beban pikiran

“Yul?” Panggil tiffany

“Nne?”

“Sebenarnya apa yang terjadi pada yoong? Kenapa tadi ada beberapa polisi yang datang?”

“Aku juga belum tahu pasti tapi yoong terkena tembakan” ucap yuri

“Nne?! Wae?!” Ucap tiffany terkejut

Yuri terdiam untuk berpikir, ia bingung harus bagaimana menjelaskannya pada tiffany tentang keadaan yang sebenarnya.

“Emmm… aku juga belum tahu pasti, polisi kemari untuk mendengarkan beberapa keterangan karena bukan hanya yoona yang tertembak”

“Nne?” Gumam tiffany kembali terkejut dan heran

“Sooyoung juga diduga ikut tertembak tapi tubuhnya belum diemukan”

“M…mmwo? Ap.. apa kalian sedang dalam bahaya yul? Siapa yang ingin membahayakan yoong?”

“Hey… tenanglah fany-ah” ucap yuri mengusap tangan kekasihnya yang mulai terlihat panik “semuanya akan baik baik saja” lanjutnya tersenyum menenangkan kekasihnya

“Kau yakin yul? Aku tak ingin terjadi apa apa pada kalian”

“Percayalah padaku, semuanya akan baik baik saja, sekarang makan lah”

…………….

Beberapa hari kemudian

Yuri sedang berada di ruang icu hanya dirinya bersama yoona yang masih belum sadarkan diri. Tiffany harus kembali bekerja dan taeyeon bersama amber masih menyelidiki kasus itu karena jasad sooyoung masih belum ditemukan.

“Yul” panggil seseorang yang baru saja membukakan pintu ruangan

“Hey hyo, masuklah” ucap yuri berdiri menyambut hyoyeon yang kini menjadi pengacara yoona

“Hanya kau yang disini?”

“Nne, aku meminta para polisi menjaga diluar dan tiffany harus kembali bekerja karena sudah lama mengambil cuti, bagaimana perkembangan kasus ini hyo?” ucap yuri

Yuri melihat hyoyeon membuka tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar kertas

“Tuan choi tetap bersikeras menuduh yoona sebagai pelakunya, kau tahu kini polisi berada dibawah kendalinya” ucap hyoyeon “sudah 5 hari jasad sooyoung belum ditemukan, kemungkinan dia tidak selamat dan besok akan dimulai hari peringatan kematiannya” lanjutnya

“Ini pasti berat untuknya setelah sadar nanti” ucap yuri menatap adiknya yang masih terlelap tak sadarkan diri itu

“Sore ini polisi akan mulai bertugas disini sampai adikmu sadar”

“Nne? Wae?”

“Yoona ditetapkan sebagai tersangka, kita harus bisa menemukan beberapa bukti yang kuat karena tuan choi tidak bisa berkuasa saat di pengadilan nanti”

“Satu satunya bukti yang kuat adalah keterangan dari yoona sendiri” ucap yuri

“Yoona tidak mungkin melakukannya” ucap jessica yang sedari tadi sudah berdiri didekat pintu, ia mendengar semua pembicaraan kedua yeoja itu

“Sica? Mengapa kemari, kau masih harus dirawat” ucap yuri segera menghampiri jessica yang masih mengenakan pakaian pasien dan infus yang terpasang

“Aku tidak tenang memikirkan yoona” ucap jessica menitikkan air matanya

“Tenanglah, semuanya akan baik baik saja sica-yaa” ucap yuri memeluk menenangkan jessica

“Omo! Yul!” Ucap hyoyeon yang sudah berdiri menatap yoona

Yuri dan jessica pun mengikuti arah pandangan yeoja itu, mereka meliat jari jari tangan yoona bergerak dan perlahan kedua matanya mulai terbuka

“Yoong!” Panggil yuri dan jessica bersamaan segera menghampiri yoona

“Eonnie…” panggil yoona dengan suara yang masih lemah saat pertama kali melihat sosok yuri

Kemudian yoona beralih menatap jessica yang sudah menangis menggenggam erat tangannya

“Syukurlah kau sadar..” ucap yuri mengusap lembut kepala adiknya itu

“Aku haus..” ucap yoona

Hyoyeon pun segera mengambilkan air minum karena berdiri tak jauh dari meja

“Hyo eonnie juga disini” ucap yoona saat beralih menatap hyoyeon

“Tentu saja, beberapa hari kedepan aku akan selalu disini” ucap hyoyeon mulai membantu yoona minum

“Tunggu sebentar arra, aku akan memanggil dokter” ucap yuri segera berlalu

Begitu selesai minum, yoona kembali menatap jessica

“Mengapa kau masih menangis?”

“Kau jahat!” Ucap jessica memukul pelan lengan yoona

“Mianhae…”

“Jangan terluka lagi” ucap jessica kembali menangis

“Arasseo” ucap yoona “boghoshippo..” lanjutnya tersenyum menatap kekasihnya, ia hendak mengangkat tangannya

“Akhh!!” Ringis yoona kembali menaruh tangannya

“Wae? Lenganmu terluka jangan banyak bergerak”

“Ah iya aku lupa hehe, tadi aku ingin menghapus air matamu”

“Baboyaa…”

“Jangan menangis lagi arra? Bukan hanya tanganku yang sakit, tapi hatiku juga sakit melihatmu seperti ini” ucap yoona

“Arasso…” ucap jessica tersenyum kemudian menundukkan wajahnya mendekati wajah yoona dan mencium lembut bibirnya

“Aigoo… yah! kalian berdua” ucap hyoyeon yang sedari tadi memperhatikan kedua yeoja itu

Ketiganya pun kini tertawa.

Tak berapa lama dokter tiba dan memeriksa tubuh yoona.

“Bagaimana adikku?” Tanya yuri

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, hanya butuh waktu untuk pemulihan” ucap dokter, iapun pamit keluar dari ruangan

“Ah ya, kenapa kau disini, kau masih harus dirawat” ucap dokter kembali saat menyadari ada pasien lain didalam ruangan itu

“Yah…! Kau juga sakit?” Ucap yoona yang baru menyadari kekasihnya memakai pakaian yang sama dengannya

“Anniyo… aku hanya kelelahan”

“Sica-yaa… kau harus kembali ke ruanganmu, para perawat pasti kehilanganmu sekarang” ucap hyoyeon

“Tapi aku masih merindukannya…” rengek jessica memeluk lengan yoona

“Yaish…” gumam hyoyeon, “yah! Yoona juga harus kembali istirahat, kajja aku antar” ucap hyoyeon

“Gwaenchanna.. setelah kau selesai aku akan meminta perawat agar kau dan yoong berada di satu ruangan, kkah kembalilah ke ruanganmu dulu” ucap yuri

“Eonnie daebak” ucap yoona mengangkat jempolnya

Jessica pun akhirnya pasrah dan kembali ke ruangannya bersama hyoyeon

“Apa yang kau rasakan sekarang?” Tanya yuri saat ekspresi yoona berubah

“Eonnie”

“Nne?”

“Bagaimana sooyoung?” Tanya yoona

“Jangan dipikirkan yoong, sekarang yang lebih penting adalah kesem..”

“Ini semua salahku” potong yoona

“Nne?” Ucap yuri tak mengerti

“Bagaimana sooyoung?” Tanya yoona kembali dengan kedua mata yang berkaca kaca

“Dia tidak ditemukan” ucap yuri membuat air mata yoona tumpah

Yuripun segera memeluk adiknya.

“Uljimma” ucap yuri mengusap kepala yoona dan membantu menghapus air matanya. Ia tahu yoona akan sangat sedih karena bagaimanapun juga sooyoung sangat berarti dalam hidupnya.

“Kau harus kuat yoong, masih ada yang harus kamu hadapi, tuan choi…” ucap yuri

“Aku sudah tahu eonnie” ucap yoona

“Lekaslah sembuh, kita hadapi bersama arra… tak akan aku biarkan lagi orang lain menyakitimu” ucap yuri

“Eonnie, kemana pakaian dan jaketku?” Ucap yoona

“Mwo? Mengapa kau menanyakan itu? Mungkin disimpan perawat, apa aku perlu mengambilnya?”

“Nne… ada sesuatu yang sangat penting disitu” ucap yoona

Yuri pun keluar ruangan mencari pakaian yang yoona pakai saat kejadian.

Yoona mengambil ponsel yuri yang berada diatas meja dan membuka situs berita

Tak lama setelahnya, yoona mengepal erat ponsel itu dengan tangan yang bergetar

“Mianhae…“ ucap yoona kembali menangis, ponsel itu pun terjatuh ke lantai dengan layar yang masih memperlihatkan berita tentang proses pemakaman putri pemilik perusahaan choi grup, choi sooyoung.

…………

“Yah, berhentilah minum… kau sudah menghabiskan 4 botol” ucap taeyeon menahan tangan sunny yang hendak menyicikan kembali wine kedalam gelas

Sudah 2 jam keduanya berada di ruang VIP sebuah bar setelah sunny meminta taeyeon untuk menemaninya, taeyeon paham jika sunny tengah tertekan dengan keadaan yang sedang terjadi sehingga ia hanya menurutinya.

Sunny menepis tangan taeyeon dan kembali meminum wine itu

“Dasar keras kepala” ucap taeyeon

Sunny yang mendengarnya hanya tersenyum dan beralih menatap lekat wajah taeyeon

“W…wae?” Ucap taeyeon gugup apalagi saat wajah sunny mendekatinya

Tangan sunny terangkat dan mengambil kaca mata hitam taeyeon

Wajah taeyeon segera berpaling menghindari kontak mata dengan yeoja itu karena takut identitasnya terbongkar

“Ini didalam ruangan dan cahayanya juga redup, kau terlihat aneh memakai kaca mata hitam” ucap sunny melempar kacamata itu

“Arasso… tapi kau tak harus membuangnya, ini kacamata kesukaanku” ucap taeyeon mempoutkan bibirnya kembali mengambil kacamata yang dibung sunny itu

“Hmm… kau sangat mirip seseorang” ucap sunny

“Nugu?”

“Dia juga sangat menyukai berbagai aksesoris yang menurutnya agar terlihat sangat cantik dan tampan” ucap sunny tertawa kecil memandang wine dingin dalam gelas itu, kemudian iapun meminumnya

“Tae…yeon?” Ucap taeyeon

“Ini juga ruangan yang dibelinya khusus tempat dia melampiaskan stresnya” ucap sunny mengadahkan kepalanya

“Ah iya aku baru sadar” ucap taeyeon dalam hati

“Kau belum bisa melupakannya? Aku masih ingat beberapa namja rekan ayahmu yang waktu itu mendekatimu” Ucap taeyeon

“Aku lebih menyukai sersan bodoh itu” ucap sunny

“Tapi dia sudah….”

“Bahkan aku bisa menyusulnya kapanpun” potong sunny

“Y…yyah! Jangan berkata bodoh” ucap taeyeon sedikit membentak

“Mengapa kau semarah itu” ucap sunny

“Yaish… kau mulai mabuk” ucap taeyeon

Sunny kembali mengambil botol wine kelimanya karena sudah habis namun tangan taeyeon kembali menahannya

“Berhentilah” ucap taeyeon

“Aku masih ingin minum!” Ucap sunny melepaskan tangan taeyeon namun genggaman namja itu terlalu kuat

“Yah, berhentilah berpikir bodoh, kau harus bisa menghadapi semuanya.. kau tak sendiri” ucap taeyeon

Sunny terdiam menatap namja dihadapannya itu, hingga tak terasa degup jantungnya kembali berdetak tak beraturan

Tangan sunny perlahan terangkat lalu menyingkirkan poni pendek taeyeon sehingga wajah namja itu terlihat jelas dihadapannya

“Mengapa kau… sangat mirip… dengan…” ucap sunny

Namun ia terkejut saat tiba tiba wakah taeyeon mendekat dan mencium bibirnya

Awalnya sunny terkejut, namun entah mengapa ia tak berniat melepaskannya.

Tangan sunny terangkat menekan kepala taeyeon hingga ciuman keduanya semakin memanas

Taeyeon membaringkan tubuh sunny diatas soffa tak berniat melepaskan bibirnya

“Emmmmmhhhh….” erang sunny meremas erat punggung taeyeon saat namja itu mulai menghisap leher jenjangnya

Punggungnya terangkat saat tangan taeyeon menyelusup kedalamnya untuk membukakan resleting dress yang dikenakan sunny hingga berhasil dibukanya

Bibir keduanya kembali berpagutan dan kini tangan sunny mulai membuka satu persatu kancing kemeja taeyeon namun saat kancing terakhir tangan taeyeon menahannya

“Aaahhh…..” erang sunny kembali saat taeyeon mulai menciuminya dari leher hingga turun kebawah membuat sunny kembali meremas kepala taeyeon

Setelah cukup puas, wajah taeyeon kembali keatas mencium leher sunny hingga pipinya

“I love you” bisik taeyeon pada telinga sunny kemudian iapun mengangkat wajahnya dan melihat sunny yang sedang terdiam menatapnya

Tangan sunny terangkat membelai wajah taeyeon sebelum akhirnya terjatuh dan kedua matanya tertutup erat karena keadaannya yang mabuk berat

(udah ya segitu aja wkwk)

“Hufhhtt…. untung kau mabuk” ucap taeyeon berdiri kembali memasang kancing kemejanya

“Aigoo.. kau membuatku hilang akal” ucap taeyeon menatap tubuh sunny, iapun kembali memasangkan dress pada tubuh yeoja itu dan mengangkatnya meninggalkan tempat itu

Sampai keesokan harinya

Sunny terbangun dan mendapati dirinya sudah terbaring didalam kamar

*toktoktok*

“Sunny-shi… saya membawakan sarapan untul anda” ucap seorang pelayan rumahnya

“Masuklah” ucap sunny menekan remote kunci pintu kamarnya

Pelayan itupun masuk membawakan meja dorong berisi beberapa makanan

“Apa yang terjadi tadi malam? Aku pulang jam berapa?”

“Anda pulang pulul 12 malam dengan keadaan mabuk berat sunny-shi, pengawal taehyuk yang mengantarkan anda kemari”

“Taehyuk?” Gumam sunny, cukup lama berpikir akhirnya ia teringat kemarin seharian penuh namja itu menemaninya kemanapun sampai ke bar

Sunny langsung terbangun dan duduk didepan sebuah cermin tang cukup besar, ia menyibakkan rambutnya dan melihat sebuah tanda merah kecil pada leher nya

Tangannya pun beralih maraba bibirnya, ia masih teringat jelas bagaimana rasa bibir namja itu

Namun entah kenapa sunny merasa tidak marah sedikitpun. Apalagi setelah mengingat kalimat yang diucapkan namja itu sebelum ia tak sadarkan diri.

“Apa dia masih disini?”

“Anniyo sunny-shi, tadi malam taehyuk-shi langsung pergi setelah mengantar anda”

Wajah sunny kini terlihat kecewa mendengar itu

“Tapi taehyuk-shi meninggalkan pesan untuk anda” ucap pelayan itu mengambil sebuah kertas dari dalam saku dan diberikannya pada sunny

“Hari ini keluargamu akan mengadakan upacara pemakaman sooyoung, jangan pergi dan istirahatlah jika kau masih lelah, tapi jika kau ingin pergi segera hubungi aku agar aku bisa menemanimu, ah ya, aku telah meminta perawatmu untuk menemanimu selama makan, dia tidak akan pergi dari kamar sampai kau menghabiskan makananmu”

Sunny sedikit menyunggingkan senyumnya membaca surat itu, iapun mengangkat wajahnya dan melihat pelayan itu berdiri dihadapannya

Namu ia harus tetap pergi, meskipun didalam hatinya masih berharap jika adiknya itu masih hidup.

………………..

“yoong…” panggil tiffany begitu memasuki ruangan dan melihat yoona sedang duduk diatas kursi roda menatap keluar jendela, yoona pun beraliha menatapnya

“eonnie, kau baru pulang?” ucap yoona memeluk tiffany

“nne, begitu yuri jemput aku langsung memintanya kemari, bagaimana keadaanmu?”

“semakin membaik” ucap yoona tersenyum, beruntung tiffany datang setelah dirinya berhenti menangis, karena yoona tahu hari ini hari upacara kematian sooyoung. beruntung tiffany tak meyadarinya, kecuali satu orang yang sedari tadi berdiri menatapnya, yuri. ia tahu yang tengah yoona rasakan

“syukurlah….” ucap tiffany melepaskan pelukannya “huh?” gumamnya saat melihat jessica tengah tertidur di ranjang pasien samping ranjang yoona

“sica sudah dipindahkan agar satu ruangan denganku, sekarang dia baru saja tertidur setelah diberi obat”

“aigoo… kalian sweet sekali” ucap tiffany menampakkan senyum bulan sabitnya “ah ya, eonnie membawakan makanan kesukaanmu” lanjutnya sambil mengangkat bungkusan yang sedari tadi dibawanya

“jajangmyeon ahjumma!” teriak yoona begitu melihatnya “ah bogoshippo…” lanjutnya

“nne… ahjumma menitipkan pesan untukmu agar lekas sembuh, kajja eonnie suapi” ucap tiffany “yul, kemarilah kau pasti belum makan juga”

“arasso…” ucap yuri namun saat baru beberapa langkah pintu ruangan kembali diketuk sehingga yuri harus berbalik dan membukakan pintu

“oh? hyuni-ah” ucap yuri melihat seohyun yang datang dengan pakaian kantor yang masih melekat pada tubuh yeoja itu

Tiffany pun ikut menoleh begitu mendengar nama yeoja itu disebut

“ah eonnie, aku kemari ingin menjenguk adikmu” ucap seohyun

“kajja masuklah” ucap yuri

“nugu?” ucap yoona saat melihat yeoja itu masuk dan berdiri dihadapannya

“anyeonghaseyo seo juhyun imnida” ucap seohyun membungkukan badannya “saya sekretaris yuri-shi di kantornya”

“yaish… bicara santai saja pada adikku” ucap yuri sedikit mengacak rambut seohyun

“ahaha nne eonnie”

“yeoppoda… eyy hitam, kau bisa saja memilihya” ucap yoona

“yah!” rutuk yuri membuat yoona dan seohyun tertawa

“eonnie, berapa umurmu? kau terlihat lebih muda dari yul” ucap yoona

“bahkan dia lebih muda beberapa bulan darimu” ucap yuri

“nne..” ucap seohyun

“y..yyoong, makanlah lagi” ucap tiffany yang sedari tadi terdiam

“ah ya aku lupa, dia tiffany” ucap yuri

“oh nne, anyeonghaseyeo eonnie” ucap seohyun kembali membungkukkan badannya pada tiffany, tiffany hanya membalasnya dengan tersenyum singkat

“kau sudah makan? kami membawa banyak jajangmyeon, kau mau?” ucap yuri

“oh anniyeo eonnie, aku juga kemari membawakan beberapa buah dan makanan untuk yoona eonnie” ucap seohyun memperlihatkan parsel yang dibawanya, iapun memberikannya pada yuri

“aigoo… gomawo, kau tak perlu repot repot membawakan apapun, cukup datang kesini jika kau mau” ucap yuri menerima parsel itu

“yah mengapa berisik sekali” ucap jessica yag baru saja terbangun

“oh kau sudah bangun chagiya, kemarilah.. ada banyak makanan” ucap yoona

“yah! tiffany! apa yang kau lakukan pada kekasihku!” ucap jessica mempoutkan bibirnya saat melihat tiffany menyuapi yoona, iapun segera mengambil jajangmyeon itu

“hahaha aigoo… apa kau cemburu eoh?!” ucap tiffany memukul lengan jessica, kemudian keduanya pun berpelukkan

“kau baru pulang bekerja baby?” ucap jessica

“nne, kau juga makanlah jessie.. ahjumma memberikan beberapa porsi jajangmyeon..”

“hah.. aku sedang tak nafsu” ucap jessica mengusap usap perutnya “omo! i like it!” ucapnya kembali saat matanya tertuju pada buah buahan yang menumpuk

“oh?!” gumam seohyun membuat jessica beralih menatapnya

nugu?”

“dia seohyun, sekretarisku di kantor” ucap yuri

seohyun pun membungkukan badannya pada jessica

“oh…” gumam jessica kembali mengambil buah buahan itu dan memakannya

“gwaenchanna, dia kekasih adikku, kajja duduklah” ucap yuri

“oh.. haha mianhae” ucap seohyun, kini kedua yeoja itu duduk diatas soffa

“ah ya hyuni-ah bagaimana keadaa kantor? mianhae… aku jadi melimpahkannya padamu untuk saat ini”

“semuanya berjalan degan baik eonnie, amber-shi juga membantuku.. eonnie tidak perlu khawatir, aku megerti keadaanmu, aku sudah membaca beritanya, ini pasti berat untukmu” ucap seohyun “tapi aku percaya bukan yoona eonnie pelakunya” ucapnya kembali menggenggam tangan yuri memberinya semangat

“gomawo hyuni-ah” ucap yuri tersenyum menatap yeoja dihadapannya itu

Berbeda dengan seseorang yang sedari tadi menatap kedua yeoja itu denga wajah sendunya

“ah aku makan terlalu banyak, aku ingin ke kamar mandi dulu” ucap yoona segera berlalu setelah perutnya merasa tak enak

“kau cemburu?” ucap jessica pada tiffany

“huh? an.. anniyo…” ucap tiffany gugup segera mengalihkan pandangannya

“sudah terlihat jelas baboya…” ucap jessica menjitak pelan kepala tiffany

“hufffht… gwaenchanna, yuri memang selalu ramah pada semua orang” ucap tiffany

“tapi hatimu berkata kau sedang tidak baik baik saja” ucap jessica merapikan poni poni tiffany

“hemm… arasseo, kau menang” ucap tiffany

“katakan saja padanya, bukankah setiap hubungan harus saling terbuka?”

“nne.. tapi… aku tak ingin membebani yuri hanya karena ini”

“yah!” teriak jessica membuat yuri dan seohyun menatapnya terutama tiffany yang terkejut karenanya

“kau dan kekasihmu sama sama menjengkelkan! menyebalkan sekali yaish…” ucap jessica menggembungkan pipinya merasa kesal pada sahabatnya itu

…………..

Taeyeon berjalan cepat memasuki rumah duka tempat diadakannya upacara kematian sooyoung, setelah melewati beberapa kerumunan orang akhirnya ia sampai didepan seseorang yang berdiri memunggunginya, sunny

Namun ia terkejut saat tubuh sunny terhuyung hampir jatuh, beruntung dengan sigap ia menangkap dan menahan tubuhnya, sunny mengalami pingsan setelah cukup lama menangisi kematian adiknya itu

Semua yang berada di ruangan terkejut terutama keluarga sunny

“Bawa saja sunny ke rumah” ucap tuan choi, taeyeon pun mengangguk dan segera mengangkat tubuh sunny meninggalkan rumah duka itu

Setelah beberapa jam, akhirnya sunny kembali sadar dan membuka matanya. Ia terkejut saat melihat taehyuk duduk menatapnya

“K…kkau?! Mengapa ada disini?!”

“Tadi kau pingsan, untung aku datang tepat waktu, mengapa kau tak memberitahuku dulu jika kau akan pergi kesana? Kau juga hanya makan sedikit”

“B…bbukan urusanmu, pergilah!”

“Hemm….” gumam taeyeon segera berdiri

“Odiga?” Tanya sunny

“Bukankah kau memintaku pergi?” Ucap taeyeon, namun sunny hanya diam saja. Taeyeonpun kembali melangkahkan kakinya

“Hajima…” ucap sunny membuat langkah taeyeon terhenti, namun ia kembali melangkah

“Yah!” Teriak sunny

“aku hanya ingin ke dapur membawakan makan untukmu” ucap taeyeon membuat wajah sunny memerah karena malu

Setelah cukup lama, sunny merasa tak tenang karena namja itu tak kunjung kembali.

Akhirnya ia terbangun keluar dari kamarnya

Saat menuruni tangga sunny mendengar suara didapur, iapun segera menghampirinya

“Kau sedang apa?” Tanya sunny saat melihat taeyeon hanya mengenakan kemejanya dibaluti celemek tengah mencuci beras

“Memangnya kau pikir aku sedang apa?” Ucap taeyeon memasukan beras itu kedalam panci kecil

“Cih, aku hanya bertanya” ucap sunny mempoutkan bibirnya merasa kesal sementara taeyeon tersenyum menatapnya

“Di rumahku banyak pelayan, kau hanya tinggal menyuruh mereka” ucap sunny kembali

“Tapi mereka tak bisa memasakkan makanan kesukaanmu kan?” Ucap taeyeon menopang wajahnya dihadapan sunny

*degdegdeg*

Degup jantung sunny kembali terdengar kencang karena ulah namja itu dan kembali membuatnya gugup

“Y…yyah! Mem..memang kau tahu apa huh?”

“Kau pernah dengar? Jika kita menyukai seseorang, maka kita akan selalu tahu apa yang dia sukai” ucap taeyeon kembali memasak

“jangan sok tahu!” ucap sunny meninggalkannya dan kembali memasuki kamar, ia tak ingin namja itu mengetahui wajahnya yang sudah memerah itu.

…………………

“Sudah ada jessica sekarang, aku rasa aku tak perlu lagi menginap” ucap yuri

“Nne… kkah pulanglah eonnie”

“Yah! Aku curiga padamu” ucap yuri memicingkan matanya

“Wae…? Yah, aku tak akan berbuat macam macam” ucap yoona

“Awas saja, yah sica-yaa… tendang saja dia kalau berbuat macam macam” ucap yuri

“Arass..”

“Aku juga meragukan jessica” potong tiffany membuat jessica merasa terciduk

“Mwo? Yah kalian!” Ucap yuri menunjuk kedua yeoja itu

“Aniyo… kami tak akan melakukan apa apa, kkah pulanglah kkah….” ucap jessica mendorong kedua yeoja itu keluar dari ruangan

“Haish….” gumam yuri “aku pulang dulu, kau lekaslah sembuh sica-yaa…” ucap yuri mengacak rambut jessica kemudian memelukanya

“Nne eonnie” ucap jessica dengan aegyeo nya

“Yan geumanhae! kau ingin ku bunuh, huh?!” ucap tiffany yang sangat membenci aegyeo itu, namun kemudian iapun memeluk sahabatnya

Jessica kembali memasuki ruangan dan melihat yoona masih duduk menghadap jendela yang terbuka

“Sudah gelap, tak ada yang bisa dilihat” ucap jessica menutup jendela itu namun ia heran daat melihat yoona diam tak menyahutnya, pandangannya terlihat kosong

“Wae?” Tanya jessica duduk dihadapan yoona

“Huh? Anniyeo” ucap yoona begitu sadar

“Ada yang menganggu pikiranmu”

“Kau bisa membaca pikiranku?” Tanya yoona

“Aku tak yakin tentang itu” ucap jessica

“Tak perlu dipikirkan” ucap yoona menarik kedua tangan jessica, ia mulai tersenyum menatap kekasihnya itu

“Jangan sedih lagi arra?!” Ucap jessica dengan kedua tangannya membingkai wajah yoona. Sementara yoona hanya mengangguk

wajah jessica pun mendekat dan menutup kedua matanya, yoona pun membalasnya dengan menempelkan bibirnya pada bibir jessica

“aku mencintaimu” ucap jessica namun yoona terkejut membuka kedua matanya karena yang didengarnya justru suara sooyoung diiringi suara tembakan

……………….

Yuri dan tiffany tengah berjalan menyusuri taman sebelum keduanya pulang

“Yul, akhir akhir ini kau terlihat pendiam dan sering melamun, apa yang mengganggu pikiranmu?”

“Huh? Em…. anniyeo” ucap yuri namun langkahnya terhenti saat tangan tiffany menahannya

“Gwaenchanna… katakan saja” ucap tiffany mendudukkan yuri diatas kursi taman

“Aku memikirkan sidang yang akan dihadapi yoona nanti” ucap yuri

“Kita pasti bisa melewatinya yul” ucap tiffany mengusap lengan yuri untuk menenangkan kekasihnya itu

“Tapi rasanya aku ingin marah pada diriku sendiri”

“Wae?”

“Akhir akhir ini aku terlalu sibuk bekerja sampai aku kadang tak terlalu memperhatikan yoona, sampai saat aku dimintai keterangan oleh polisi tentang yoona saja aku tak tahu” ucap yuri terlihat sedih

“Dan itu akan melemahkan bukti jika yoona tak bersalah” lanjutnya menundukkan wajahnya

“Aku yakin semua akan baik baik saja yul…” ucap tiffany memeluk kekasihnya

Setelah yuri kembali merasa tenang, keduanya kembali melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampai di rumah

“huh, hanya kita berdua ya disini” ucap yuri menyalakan lampu rumah

“ah benar” ucap tiffany

“ini kesempatan yang bagus untukmu” ucap jessica tiba tiba muncul ditelinga tiffany

ia teringat percakapannya saat di rumah sakit beberapa jam yang lalu

Flashback

“yah apa kau masih belum melakukannya?” tanya jessica

“yaish mengapa membahasnya disini” ucap tiffany mencubit lengan sahabatnya itu

“aku kira waktu itu yuri melakukanya setelah ada kabar bagus”

“nne?” ucap tiffany belum mengerti

“dia akan segera menikahimu”

“mwo?” ucap tiffany terkejut sekaligus bingung

“ah iya kau belum tahu ya, mungkin seharusnya ini kejutan untukmu, tapi aku malah memberitahumu hahaha mian”

“yaish… menyebalkan sekali, jangan membuatku berharap”

“aigoo… sepertinya ada yang sudah tak sabar hahaha… yah, malam ini aku rasa hanya ada kalian di rumah”

“maksudmu?” tanya tiffany

“oh my god…. ternyata kau juga lama  sekali berpikir, aku dan yoona disini, aku pikir taehyuk tak akan pulang, itu artinya hanya kalian berdua disana, ppali… jangan hilangkan kesempatan itu”

“mwo? maksudmu…..”

“right!” ucap jessica

Tiffany ingin memarahi jessica setelah mengetahui maksud yeoja itu, namun saat itu yuri memasuki ruangan setelah mengantar seohyun keluar rumah sakit.

Flashback End

“ige mwoya…!! jessica babo!!” rutuk tiffany memukul pukul kepalanya sendiri

“waeyo fany-ah, apa kau pusing?” tanya yuri yang melihat tingkah tiffany

“ah anniyo… k..kkau mau mandi yul? biar aku siapkan air hangat nya”

“gwaechanna biar aku saja” ucap yuri

“andwae, biar aku saja” ucap tiffany berjalan mendahului yuri memasuki kamar mandi

“huh? aneh sekali” gumam yuri, iapun menaruh tas, melepaskan jas kantor dan dasinya sebelum akhirnya memasuki kamar mandi,

Yuri melihat tiffany sudah mengisi bathtube

“sudah pas suhunya” ucap tiffany segera berdiri setelah selesai mengatur suhu air

Namun ia terdiam saat melihat yuri berdiri membelakanginya sedang menghadap cermin melepaskan satu persatu kancing kemejanya yang terlihat dari pantulan cermin

“lihatlah, dia terlihat seksi bukan?” ucap jessica dalam telinganya

Tiffany hanya menelan salivanya ketika melihat yuri mengangkat kedua tanganya untuk mengikat rambut dengan kemejanya yang sudah terbuka

43401375105335

“andwae, keadan sekarag sedang tidak baik” gumam tiffany menggigit bibirnya

“justru karena keadaan yang sedang terjadi ini, yuri sangat membutuhkan refleksi dan hanya kamu yang bisa melakukannya, kau mau yuri melakukannya dengan seohyun huh?” ucap jessica kembali

“mwo? andwae!!” ucap tiffany sedikit berteriak hingga yuri mendengarnya

“huh? kenapa fany-ah?” tanya yuri memandangnya khawatir dari pantulan kaca

“yy..yyul, kajja mandi bersama” ucap tiffany tiba tiba membuat yuri terkejut

“m..mwo? ar..arraso” ucap yuri terlihat gugup dan bingung

“mengapa aku segugup ini? bukankah dulu kami sudah terbiasa mandi bersama setiap pergi ke sauna, apa karena kini dia sudah jadi kekasihku? ah ottokhae…?” gumam yuri dengan keringat dingin yang mulai membasahi keningnya saat melihat tiffany mulai membukakan resleting

“yul bisakah tolong aku” ucap tiffany saat tanganya tak bisa meraih resleting pakaiannya itu

“oh.. ..nne” ucap yuri mulai medekat, tangannya terangkat mulai meraih resleting pada punggung tiffany

………….

………….

………….

………….

Setelah melewati 1 bulan pemulihan, Akhirnya yoona sudah harus menghadiri sidang di pengadilan meskipun masih dibantu kursi roda karena belum sembuh total. Ia didampingi hyoyeon sebagai pengacaranya

Begitu sampai, yoona melihat didalam gedung itu sudah ramai oleh para wartawan, para pemilik perusahaan rekan tuan choi dan keluarga besar tuan choi sendiri, mereka sedikit gaduh melihat kedatangan yoona, tak sedikit yang menatapnya tajam penuh amarah karena ia dituduh sebagai pelaku penembakan sooyoung

“Gwaenchanna…” ucap yuri mengusap pundak adiknya itu, ia tahu yoona pasti akan merasa gusar karena ini baru pertama baginya dan kondisi mentalnya masih lemah

Sidang pengadilan berjalan cukup tegang karena dari kedua belah pihak tetap saling bersikukuh membela

Sayangnya tuan choi yang memiliki kekuasaan penuh selalu berhasil menyudutkan yoona. Kurangnya bukti yang kuat membuat posisi yoona terancam

“Baiklah kini giliran anda yang harus menjelaskan yoona-shi, apakah benar bukan anda yang menembak sooyoung-shi? apakah anda yang membawa sooyoung-shi terjun ke laut? padahal anda sudah tahu sooyoung-shi memiliki trauma berat

Yoona menundukkan kepalanya saat mengingat kembali kejadian itu, tangannya sedikit bergetar

“Yah! Katakan saja! Dimana kau menyembunyikan senjata setelah menembak anakku?! Huh?! kau juga membawanya kedalam laut! kau sudah membunuhnya!! apa ini balasanmu pada anakku yang selalu membantumu huh?!” Teriak tuan choi dengan penuh emosi

“nne… ak..akku mem..bb..bunuhnya” ucap yoona menggigit bibirnya yang terus bergetar

Orang orang kembali terkejut terutama yuri, jessica, tiffany, taeyeon dan orang orang yag berada di pihaknya. Suasana di ruangan itupun kembali gaduh

To Be Continued

We Are Different Part 15

PicsArt_02-21-08.46.28

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………

Di kantor

Pagi itu taeyeon memasuki ruang kerja yuri dan menemukan sang penghuninya sedang duduk begitu serius memandang layar laptop dihadapannya

“Morning yul” ucap taeyeon sambil melempar kopi kaleng kearah yuri

Yuripun dengan sigap menangkap kaleng tersebut

“Yah, jangan bertindak bodoh, aku sedang serius” ucap yuri menaruh kaleng itu diatas meja kerja nya

“Hey santailah sedikit, ini masih pagi” ucap taeyeon membuka tutup kaleng kopi miliknya

“Ckck, lihatlah siapa yang sedang berbicara, bukankah dulu kau adalah manusia robot” ucap yuri meledek taeyeon yang dulu memiliki sifat yang sangat dingin dan selalu serius

“Eyyy, kan kau sendiri yang merubah sikapku”  ucap taeyeon santai

“Naega? Cih, sejak kapan kita akur”  ucap yuri tersenyum smirk, namun keduanyapun akhirnya tertawa

“Arasso aku kalah” ucap taeyeon

“Ada apa kau kemari? tumben”

“Aku bosan, aku butuh sesuatu yang segar”

“Baboyaa, kau pikir aku badut penghiburmu eoh?!” Ucap yuri mempoutkan bibirnya

“Setidaknya ceritakan padaku tentang tadi malam” ucap taeyeon tersenyum menggoda

“Huh? Ada apa dengan tadi malam?” Ucap yuri tak mengerti

“Yaish… tak usah menyangkal, aku mendengar semuanya?”

“Mwoyaa? Yah aku sungguh tak mengerti dengan ucapanmu”

“Hemmm… semalam kau dengan tiffany…”

Flashback

Setelah selesai membereskan acara barbecue taeyeon memasuki paviliun. iapun mengambil handuk berniat untuk mandi menghilangkan bau asap dari tubuhnya akibat terlalu lama memanggang daging saat pesta barbecue tadi

Namun setelah memasuki kamar mandi dan berniat mengisi bathub, saluran air tak kunjung mengalir setelah ia memutar kran

“wae?” gumam taeyeon

Ia kembali menghidupkan dan memeriksa selang air namun tetap saja tak menyala. Dengan membawa handuk, taeyeon keluar dari paviliun berniat untuk menumpang mandi di rumah yuri

*tingtong*

“yul…..” panggil taeyeon menekan bel pintu rumah, namun tak ada satupun yang menyahut dan membukakan pintu

*ceklek*“eh??” gumam taeyeon saat membuka pintu yang ternyata tak terkunci itu

“dasar ceroboh” ucap taeyeon, iapun memasuki rumah. Tampak didalam rumah terlihat sepi, ia berpikir jika semua penguninya sudah terlelap saat melihat pintu pintu kamar tertutup rapat

Taeyeon merasa kesulitan mencari letak kamar mandi karena tak begitu tau, iapun memutuskan untuk membangunkan yuri dan berjalan kearah kamarnya

*toktoktok*

“yul” panggil taeyeon mengetuk pintu kamarnya namun lagi-lagi tak ada sahutan dari dalam

Taeyeon menekan gagang pintu kamar

“oddi?” gumam taeyeon saat pintu kamar yuri terbuka namun tak ada sang pemilik didalam kamar tersebut

Taeyeon kembali menutup pintu, setelah beberapa langkah taeyeon mendengar sebuah suara yang dikenalnya berada didalam salah satu kamar, taeyeon pun mendekati kamar tersebut

Saat tangannya terangkat hendak mengetuk, tiba-tiba taeyeon mendengar suara rintihan dari dalam kamar tersebut

Taeyeon merasa penasaran begitu suara-suara itu semakin jelas terdengar, ia pun menempelkan telinganya pada pintu

“omo” gumam taeyeon begitu tau pemilik suara dua orang yang berada didalam kamar itu adalah yuri dan tiffany

“akh… appo…” rintih tiffany dari dalam kamar

“mianhae, karena kau baru pertama kali merasakannya, memang akan sedikit terasa sakit”

“arasso, tapi pelan pelan saja”

“hehehe jika sudah terbiasa kau pasti akan menikmatinya” 

“akh akh akh…. Yul… chankkaman” teriak tiffany kembali sedikit mendesah kesakitan

“omo omo!! Yah kwon yul!!!” gumam taeyeon terlihat kesal memikirkan kedua yeoja itu terlebih saat mendengar yuri malah tertawa

“hahaha.. appo?” Tanya yuri

“ani… geli hahaha” ucap tiffany kini terdengar ia malah tertawa

“ige mwoyaa?!!” gumam taeyeon kembali

“aku mulai lagi ya honey, sudah siap?”

“nne… tapi pelan pelan jebal” ucap tiffany merengek

Dengan perasaan yang campur aduk Taeyeon terus menempelkan telinganya pada pintu kamar mendengar aktivitas kedua yeoja itu hingga ia melupakan tujuannya untuk mencari kamar mandi

Flashback end

*plakk* cukup keras yuri memukul kepala taeyeon dengan beberapa lembar map kerjaan yang dipegangnya

“aww! yah, appo…!” ringis taeyeon mengusap usap kepalanya “kenapa kau memukulku, lagipula aku tak keberatan dengan hal itu”

“dasar bodoh, kau pikir aku melakukan apa malam tadi huh, dasar byuntaeng”

“jadi? tadi malam..” ucap taeyeon namun belum sempat ia melanjutkan ucapannya yuri kembali hendak memukulnya hingga membuat taeyeon berhenti

“tadi malam aku hanya mengobatinya”

“huh?” gumam taeyeon tak mengerti

“aku memang berada didalam kamarnya, saat itu tiffany muntah muntah karena  terlalu banyak minum wine, yah! kau kan yang memberinya wine?!”

“n..nne… tapi aku tak menyuruhnya untuk menghabiskan semua”

“mwo?!! tiffany menghabiskan semuanya?!!” ucap yuri terkejut

“aku tak memaksanya jinja!!” ucap taeyeon mengacungkan tanda peace jarinya

“yaish… awas saja kau membuatnya mabuk lagi”

“wae…? bukankah itu hal yang enak jika sambil melakukannya, akan terasa lebih… hoott…”

“YAH!! KIM TAEYEON!!” teriak yuri dengan kedua pipi yang mulai bersemu merah setelah digoda taeyeon

sementara kakak tirinya itu hanya tertawa puas

“yaish… kkah pergilah ke ruanganmu, kerjaanku jadi terganggu” ucap yuri kembali duduk

“shiro… aku ingin tahu pengobatan apa yang kau beri pada fany sampai dia….. mendesah” goda taeyeon sedikit pelan karena takut dipukul yuri kembali

“yah!!!” teriak yuri mengejar taeyeon yang sudah berlari

Begitupun di rumah, tiffany baru saja memperlihatkan leher dan punggungnya pada Jessica yang juga telah mencurigainya

“hahahaha!!! Ige mwoya…” ucap Jessica tertawa terbahak bahak “heol… yuri daebak, kenapa ini bisa terjadi?”

“tadi malam setelah acara barbecue selesai taehyuk oppa memberiku red wine”

“mwo? Wae?”

“aku mengeluh padanya akhir akhir ini aku sulit tidur, jadi oppa memberiku minuman itu agar aku bisa tidur, tapi aku tak sengaja menghabiskan semuanya”

“mwo???” gumam Jessica kembali terkejut, ia tak menyangka tiffany memium alkohol bahkan sampai menghabiskannya, karena selama ini Jessica melihat tiffany tak pernah meminum minuman beralkohol selain soju, itupun hanya sedikit

“Lalu? Kau jadi mabuk?” Tanya Jessica kembali

“nne.. dan yuri mengobatiku”

Flashback

Malam tadi setelah acara selesai, tiffany memasuki kamar mandi yang berada didalam kamarnya untuk mengganti baju dan membasuh wajahnya

“akhh!! pusing sekali” gumam tiffany berdiri memijit keningnya menghadap kaca kamar mandi

Tak berapa lama ia mendengar suara pintu kamar terbuka dan ditutup kembali

“yul” panggil tiffany dari dalam kamar mandi

“nne.. ini aku, kau sedang mandi?” ucap yuri

“aniyo…” ucap tiffany

tiffany kembali merasa mual dan akhirnya memuntahkan isi dalam perutnya, yuri yang mendengarnya segera memasuki kamar mandi merasa khawatir

“fany-ah wae?” Tanya yuri yang sudah berdiri disamping kekasihnya itu

“kepalaku pusing dan mual yul, sepertinya aku masuk angin” keluh tiffany

“omo, wajahmu pucat, badanmu juga panas” ucap yuri setelah memeriksa dahi tiffany, yuri pun membantu tiffany memijit leher belakangnya saat tiffany kembali muntah

“fany-ah.. apa kau mabuk?” Tanya yuri saat mencium bau alkohol

“nne… aku meminum wine, mianhae yul” ucap tiffany

“gwaenchanna…” ucap yuri mengusap usap punggung tiffany

Setelah membasuh wajahnya, yuri membawa tiffany keatas tempat tidur

“apa masih terasa pusing dan mual?”

Tiffany hanya mengangguk lemah

“kalau begitu tunggulah, aku akan membelikan obat” ucap yuri hendak berdiri, namun tangan tiffany menahan tangannya

“andwae… kau tahu aku benci obat-obatan” ucap tiffany memasang puppy eyesnya

“hmm… arasso, kau tidurlah aku akan membuatkan teh hangat” ucap yuri merapikan selimut yang menutupi tubuh tiffany, tiffany pun mengangguk dan memejamkan kedua matanya

“Yul, tidurlah disini malam ini” ucap tiffany

“Nne araseo, aku mandi dulu”

Setengah jam berlalu yuri keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya yang kembali terasa segar setelah bergulat dengan asap. Setelah mengganti pakaian yuri mengambil gelas berisi teh hangat untuk tiffany, iapun naik keatas tempat tidur hendak membangunkan kelasihnya itu. Namun ia melihat tubuh tiffany bergetar, yuripun kembali memeriksa tubuh tiffany

“fany-ah.. demammu kembali tinggi” ucap yuri

“badanku benar-benar tak enak yul, tapi aku tak ingin meminum obat” ucap tiffany terbangun dan duduk diatas temat tidur

“Minumlah ini” ucap yuri menyuapkan gelas berisi teh hangat itu

“ku obati dengan cara tradisional saja ya? Kau terkena masuk angin, dulu eomma selalu mengobati dengan cara ini jika aku terkena masuk angin” ucap yuri kembali

Tiffany pun mengangguk, yuri segera mengambil koin dan handbody

“kau harus membuka pakaianmu” ucap yuri membantu membukakan baju tidur tiffany hingga hanya memakai tanktop saja, yuri menarik kembali selimut dan menutupi tubuh bagian depan tubuh tiffany agar tak merasa kedingan

“aku mulai ya” ucap yuri, ia melihat tiffany kembali menganggukkan kepalanya. Iapun menyibakkan rambut panjang tiffany kesamping hingga leher jenjangnya terlihat. Yuri mulai mengkerik leher tiffany dengan koin setelah diolesi handbody

“akh… appo…” rintih tiffany

“mianhae, karena kau baru pertama kali merasakannya, memang akan sedikit terasa sakit”

“arasseo, tapi pelan pelan saja”

“hehehe jika sudah terbiasa kau pasti akan menikmatinya” ucap yuri, begitu selesai di leher, ia mulai mengkerik punggung tiffany

Hingga rintihan demi rintihan tiffany terdengar yang membuat seseorang dibalik pintu berpikir yang tidak-tidak terhadap kedua yeoja itu

“akh akh akh…. Yul… chankkaman” teriak tiffany kembali kesakitan

“hahaha.. appo?” Tanya yuri

“ani… geli hahaha” ucap tiffany kini terdengar ia malah tertawa

“aku mulai lagi ya honey, sudah siap?”

“nne… tapi pelan pelan jebal” ucap tiffany merengek

Yuri kembali melakukan aktifitasnya memberikan pengobatan alternatif pada tiffany dan dari pengobatan itu memberikan bekas guratan guratan merah pada leher dan punggung tiffany hingga pagi

Flashback End

Setelah mendengar cerita tiffany, Jessica kembali tertawa terbahak-bahak membayangkan bagaimana tersiksanya sahabatnya itu tadi malam, namun ia bersyukur kini tiffany sudah kembali sehat.

……………………….

Kantor

Yuri baru saja selesai menceritakan yang sebenarnya tentang tadi malam persis seperti yang tiffany ceritakan pada Jessica agar taeyeon tak terus menggodanya.

“jangan berpikiran yang tidak-tidak lagi arra?!” ucap yuri

“hahaha arasseo bos, tapi menurutku kau harus mengambil cuti yul”

“huh? Wae?”

“yah, luangkanlah waktumu bersama tiffany, kulihat kau sibuk sekali, jangan sampai menyesal pada akhirnya, sepertiku”

“mwo? Jadi kau merasa menyesal pada tiffany”

“nne.. aku akui itu, makanya jangan sampai aku merebut kembali tiffany darimu”

“mwo?! kau mau mati huh?”

“ani, aku hanya bercanda hehe”

“yaish…. mau kau kemanakan sunny huh?”

“ah maja, tapi dia sangat sulit sekali ku taklukan, dia hanya menginginkan taeyeon” keluh taeyeon mempoutkan bibirnya

“tapi taeyeon sudah meninggal, kau lupa?”

“ah.. ya, kau benar hehehe”

“haish… sampai kapan akan terus begini taeyeon-ah?”

“sampai semuanya baik-baik saja, untuk itu lekaskah luangkan waktumu dengan tiffany sebelum semuanya tak baik”

“hemm… aku begini juga untuk masa depanku dengannya, lagipula adanya kau sebagai dirut disini sama sekali tak membantu” ucap yuri
“baboya… kau sendiri yang memutuskan, kau tahu hidupku bukan ditempat seperti ini, kau seharusnya menjadikanku sebagai bodyguard misalnya”

“tak ada bodyguard yang tubuhnya mungil sepertimu”  ledek yuri

“yah!!” kesal taeyeon sementara yuri hanya menertawainya

Namun saat itu seohyun asisten yuri mengetuk pintu dan memasuki ruangannya membuat kedua yeoja itu menoleh padanya

“eonnie, apa aku mengganggu?”

“aniyeo.. kemarilah, ada apa hyuni-yaa?” ucap yuri

“aku mendapatkan telepon dari pemilik perusahaan choi grup, eonnie diundang dalam acara pertemuan bersama para pemilik perusahaan sekaligus memperkenalkan restoran milik putrinya ”

“huh, Tuan choi? Tumben sekali, dimana tempatnya?”

“Young Resto”

Yuri tampak berpikir sejenak namun ia terkejut begitu mengingat nama restoran itu

“mwo? Gawat!” Ucap yuri segera mengambil ponselnya untuk menghubungi yoona yang juga bekerja di restoran itu

Namun setelah beberapa kali nomor yoona sulit sekali untuk dihubungi, begitupun dengan jessica

“Sial, duaduanya sulit dihubungi,Taeyeon-ah kajja ikut aku” ucap yuri segera berdiri dan mengambil jas nya “kajja hyun” ucap yuri pada asistennya itu, kedua yeoja itupun mengikuti yuri dibelakang kecuali taeyeon yang kini sudah berjalan sejajar dengan yuri

“yah, wae?” Tanya taeyeon

“itu tempat adikku dan Jessica bekerja, yoona dalam bahaya” ucap yuri “kau pakai kumis dan kaca mata hitam, ppali” lanjutnya

“wae?” Tanya taeyeon kembali

“sekarang kau sebagai bodyguardku” ucap yuri memberikan kunci mobilnya

“mwo? Yah!!” teriak taeyeon namun yuri segera membukakan pintu mobil untuk seohyun dan dirinya. Akhirnya taeyeon pun mengikuti perintahnya

“hyunie-yaa kapan acaranya dimulai?” Tanya yuri

“jam 10 eonnie”

“masih ada waktu 1 jam lagi, semoga belum ada siapapun”

Begitu sampai, taeyeon yang masih dalam penyamarannya keluar dari mobil dan berjalan memasuki cafe resto milik sooyoung tersebut

“Maaf agashi, semua meja restoran sudah penuh karena akan ada acara” ucap salah satu pelayan menghampiri restoran

“Aigoo sayang sekali, kalau begitu aku mau memesan 3 gelas americano untuk ku bawa saja”

“Baiklah, tunggu sebentar” ucap pelayan tersebut mulai membuatkan pesanan taeyeon

Sambil menunggu taeyeon melihat ke segala arah didalam ruangan restoran tersebut untuk mencari sosok yoona

“jeogiyo, apakah ada salah satu pelayan yang bernama yoona disini?” Tanya taeyeon pada pelayan tersebut

“Nne?”

“Anu, aku memiliki teman kecil bernama kwon yoona, ku dengar dia bekerja di restoran pusat kota, beberapa hari kemarin aku mencarinya barangkali dia bekerja disini”

“Em… kemarin yoona-shi memang bekerja disini, tapi…” ucap pelayan tersebut sedikit memberi jeda dengan wajah ragunya

Sementara taeyeon begitu fokus menunggu jawaban selanjutnya

“dia sudah tidak bekerja disini” ucap seorang pelayan bertubuh paling tinggi tiba menghampiri rekannya yang sedang membuatkan kopi

“oh.. begitu ya, kamsahamnida” ucap taeyeon memperbaiki letak kacamata hitam yang dipakainya setelah melihat sooyoung yang berbicara

Taeyeon membawa 3 cup kopi itu dan masuk kedalam mobil yang terparkir cukup jauh dari restoran itu

“bagaimana?” tanya yuri

“yoona sudah tidak bekerja disana lagi” ucap taeyeon memberikan 2 cup kopi itu pada seohyun dan yuri

“jinjja? padahal tadi malam dia bilang jika hari ini akan bekerja” ucap yuri

“sooyoung sendiri yang memberitahuku” ucap taeyeon membuat yuri terdiam

“emm… jeogiyo, mianhae… sebenarnya apa yang sedang terjadi?” tanya seohyun yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka kebingungan

“aaahahaha… jangan dipikirkan hyuni-ah, bukan urusan perusahaan” ucap yuri

Seohyun pun hanya mengangguk

“ah ya, ku dengar kau lulusan universitas california?” tanya yuri mencoba mengalihkan pembicaraan, ia sendiri merasa sedikit tak enak karena sedari tadi mengabaikan asistennya itu

“ah nne eonnie” ucap seohyun

“mwo? berarti kau mengenal sunny?” ucap taeyeon saat mengingat kekasihnya pernah berada di universitas yang sama

“yah, kau pikir hanya ada satu mahasiswa yang bernama sunny eoh? USA sangat luas”

“tapi mahasiswa yang berasal dari korea mungkin bisa terhitung jumlahnya” ucap taeyeon tak ingin kalah

“sunny? ah apa dia bernama choi… sunny?” ucap seohyun mencoba mengingat

“maja!!” ucap taeyeon semangat, iapun menjulurkan lidahnya pada yuri

“nne, dia sunbae 2 tingkat berada diatasku, aku mengenalnya saat dia menjadi ketua di forum mahasiswa korea dikampus kami” ucap seohyun

“Bagaimana dia selama disana?” tanya taeyeon

“emm… molla… aku tak begitu tahu, karena disana dia terkenal dengan sifat yang sangat dingin, namun dia salah satu mahasiswa lulusan terbaik”

“hahaha uri sunny” ucap taeyeon tertawa bangga “lalu, apa dia memiliki kekasih selama disana?” lanjutnya

“emm…..” gumam seohyun kembali mengingat “molla… aku tak begitu dekat dengannya”

“yah! pertanyaan macam apa itu, kau sudah dengarkan kalau hyuni tidak begitu dekat kekasihmu” ucap yuri menjitak kepala taeyeon “ah sudah hampir jam 10, kajja kita kesana”

Taeyeonpun menyalakan mobil dan ketiganya menuju restoran, sudah terlihat beberapa mobil tamu yang tarparkir rapi disana

“kau ingin aku jadi dirutmu apa bodyguard?” tanya taeyeon sebelum ketiganya keluar

“bodyguardku saja, kau sudah tidak berguna menjadi dirut, kkah gantilah pakaianmu” ucap yuri membuka pintu mobil dan berjalan meninggalkan taeyeon memasuki restoran bersama seohyun

“yaish..!!! adik kurang hajar” rutuk taeyeon, iapun segera ,mengganti pakaiannya mengenakan kemeja putih dan jas hitam dilengkapi peralatan bodyguard

…..

Yuri berada dalam 1 meja bersama tuan choi dan mr lee ayah tirinya sementara taeyeon duduk bersama seohyun dan para bodyguard lainnya yang mengawal tuan mereka, namun taeyeon tetap mengawassi mereka karena sunny bersama mereka

“jarang sekali kita berkumpul seperti ini” ucap tuan choi pada para tamu dihadapannya “ah ya, youngie-yaa… kemarilah” ucap tuan choi kembali memanggil salah seorang yang mengenakan pakaian pelayan restoran itu

“nne…” ucap sooyoung menghampiri

“restoran ini adalah milik putriku, aku megundang kalian untuk memperkenalkannya, dulu aku memintanya untuk bergabung diperusahaan, tapi dia anak yang sangat sulit diatur dan memilih membangun restoran ini” ucap tuan choi membuat para tamu cukup ramai membicarakan putri tuan choi itu merasa kagum “kalau begitu silahkan nikmati hidangannya” lanjutnya, iapun kembali ke tempat duduknya

Sudah 1 jam acara makan makan berlangsug

“ah ya yul, ku degar kau meyetujui permintaan putriku agar perusahaanmu bekerja sama?” ucap tuan choi pada yuri

“nne…”

“aigoo…  lihat lah mr lee, putrimu sangat luar biasa sudah sukses membangun perusahaannya sendiri” ucap tuan choi bertepuk kagum

“saat itu dia menggunakan nama amber sebagai CEO, mana bisa aku tahu kalau putriku sagat luar biasa hahaha” ucap mr lee membuat para tamu yang berada satu meja dengan mereka tertawa termasuk yuri meskipun di dalam hatinya ia merasa khawatir karena pada akhirnya ayahnya tahu jika yuri memiliki perusahaan yang ia bangun sendiri. ia tahu jika mr lee hanya bersandiwara dihadapan para tamu pandangannya pun bertemu dengan pandangan mr lee

“usia putriku dan putrimu sudah matang, akan sangat baik jika kerjasama kita berlangsung seterusnya bukan?” ucap tuan choi membuat sunny yang sedari tadi terdiam kini mengangkat wajahnya

“appa… apa maksudmu?”

“tentu saja aku ingin menjodohkanmu dengan yuri, kalian terlihat cocok apalagi kalian sudah saling kenal dari kecil” ucap tuan choi kembali tertawa

“appa..!!” ucap sunny terlihat marah dan meninggalkan restoran

para pengawalnya hendak mengejar namun tuan choi menahan mereka

“biarkan saja” ucap tuan choi “jadi bagaimana menurutmu mr lee?” ucapnya kembali menatap serius pada ayah tiri yuri

Yuripun begitu serius menunggu apa yang akan diucapkan mr lee

“masalah itu aku serahkan pada putriku saja” ucap mr lee kini beralih menatap yuri

“mm…mianhae, aku sudah memiliki sesorang yang aku cintai” ucap yuri sedikit ragu dan khawatir

“hmmm…. apa boleh buat, putriku menolaknya” ucap mr lee membuat tuan choi pasrah, sebagian para tamu pun tertawa melihat mereka yang dianggapnya sebagai hiburan, namun sebagian ada juga yang menyuruh yuri menarik kembali keputusannya

Begitu acara selesai, saat yuri hendak meninggalkan restoran salah satu pengawal ayahnya menghampiri

“noona, mr lee meminta noona menemuinya di rumah”

“huh? araseo,tunggu sebentar aku akan memberitahu asistenku” ucap yuri

“nne noona, kami akan menunggu didalam mobil”

“huh? kemana taeyeon?” tanya yuri saat melihat hanya ada seohyun didalam mobil

“taeyeon oppa pergi beberapa saat yag lalu sebelum acara selesai, aku rasa dia mengejar putri tuan choi yang meninggalkan restoran”

“ah.. begitu, hyunie-ah aku diminta ayahku kerumahnya, apa kau bisa kembali ke kantor membawa mobil ini?”

“eh… it…itu… mianhae eonnie, aku belum bisa mengendarai mobil, ah tapi biar aku memakai taksi saja” ucap seohyun mengambil tasnya

“huh? jinja? gwaenchana?”

“nne eonnie”

“kalau begitu tinggalkan saja kuncinya didalam, kajja aku akan mengantarmu”

“nne? apa eonnie tak membawa mobil ini?”

“anniyeo, aku dijemput mereka” ucap yuri memandang mobil pengawal “biarkan taeyeon membawanya, kajja” ucapnya kembali kemudian megantar seohyun hingga mendapatkan taksi

………………………….

Sementara itu, taeyeon berhasil menyusul sunny yang meninggalkan acara makan siang bersama para pemilik perusahaan dengan rasa kesalnya

“Hey chankkaman!” Ucap taeyeon sedikit  berteriak menyusul langkah sunny, tangan sunny pun berhasil digenggamnya membuat yeoja itu menghentikan langkah

“Apa urusanmu? Lepaskan!” Ucap sunny mencoba melepaskan genggaman tangan taeyeon

“Kau urusanku” ucap taeyeon

Sunny hanya terdiam heran menatap taeyeon

“Kajja ikut bersamaku” ucap taeyeon kembali menarik tangan sunny berjalan

“Oddi? Shiro!!” Ucap sunny namun genggaman taeyeon terlalu kuat hingga sunny tak mampu melepaskannya meskipun ia terus memukul pundak taeyeon sampai berhenti didepan sebuah mobil lexus berwarna hitam

“Masuklah” ucap Taeyeon membuka pintu mobil

“Shiro!” Tolak sunny membuang muka

“Haishhh…. sudah masuk saja, kau mau ayahmu menyusul dan membawamu kembali kedalam restoran?”

Sunny langsung memasuki mobil itu setelah mendengar ucapan taeyeon, meskipun kesal tapi menurutnya itu lebih  baik jika harus kembali kedalam restoran

Taeyeon menginjakkan gas setelah melihat sunny selesai memasang seatbelt. Keduanya hanya terdiam selama perjalanan

“yah, odiga?” Tanya sunny

“emm… molla..” ucap taeyeon mengangkat kedua pundaknya

“yaish… kau hanya membuang waktuku, berhenti disini”

“shirro… bukan aku yang membuang waktumu, tapi kau sendiri, kau tak sadar kau sendiri yang meninggalkan acara?” ucap taeyeon

“yaish… menyebalkan” rutuk sunny

Namun saat itu ponsel sunny berbunyi menerima panggilan, sunny pun mengangkatya setelah tahu bukan ayahnya yang memanggilnya

“ada apa hyo?” ucap sunny setelah mengangkat telpon sementara taeyeon langsung memeperhatikannya begitu nama sahabatnya disebut

“……..”

“araseo, aku sedang dalam perjalanan, aku akan langsung kesana” ucap sunny, iapun menutup teleponnya

“apa yang hyoyeon bicarakan?” tanya taeyeon

“huh? mengapa kau tahu dia yang meneleponku?”

“eh? eee….tadi kau meyebutkan namanya, aku mengetahuinya dari yuri, ku dengar dia dekat denganmu”

“anni, kami tak begitu dekat”

“mwo? tapi kemarin aku dengar kalau kau dan dia dijodohkan”

“mwoya…!! lelucon macam apalagi itu! menyebalkan”

“mwo?” ucap taeyeon ikut terkejut “sial! jadi saat itu hyoyeon hanya mengecohku!” lanjutnya dalam hati mengingat saat hyoyeon mengunjungi rumah yuri dan mengatakan jika dia dijodohkan dengan sunny dan itu membuat taeyeon sangat terkejut sampai menjatuhkan masakan yang baru saja dibuatnya, ternyata itu hanya taktik taeyeon saja yang telah mencurigainya

“ada apa denganmu?” tanya sunny saat melihat taeyeon terpaku

“an..anni… hahaha” ucap taeyeon merasa lega

“tapi aku kesal, tadi ayahku menjodohkanku dengan yuri”

“mworagoo??!!!” ucap taeyeon kembali terkejut hingga menginjakkan rem tiba tiba, beruntung kduanya mengenakan seatbelt

“YAH!!! kau sudah gila huh?!!” teriak sunny yang ikut terkejut atas tindakan taeyeon

“m..mmianhae… aku sangat terkejut” ucap taeyeon menginjakan gas mobil kembali

“yaish… mengapa kau yang terkejut”

“tapi apa kau menerimanya?”

“kalau aku menerimanya untuk apa sekarang aku berada didalam mobil ini, aku langsung keluar karena kesal pada ayahku”

“haah… syukurlah..” ucap taeyeon terlihat lega

“wae…? kenapa kau yang senang”

“an..aniyeo…” ucap taeyeon “ah ya, ada apa hyoyeon meneleponmu?”

“dia memintaku menjenguk nyonya kim di rumah sakit”

“nyonya kim?” ucap taeyeon

“nne, kau bisa menurunkanku disini aku bisa naik saja taehyuk-shi, terimakasih telah membawaku pergi” ucap sunny

“an.. aniyo, biar aku antar kesana”

Begitu sampai, taeyeon mengikuti sunny memasuki rumah sakit itu untuk menjenguk ibunya. ada rasa rindu sekaligus rasa bersalah yang sangat besar dalam diri taeyeon karena telah membuat ibunya menderita, namun itulah satu satunya agar ibunya tidak berada dalam bahaya jika tahu taeyeon masih hidup

“kau tak masuk?” tanya sunny begitu memasuki ruagan sementara taeyeon berhenti didepan pintu

“anni.. aku tunggu disini saja” ucap taeyeon, sunny pun menutup pintu ruangan dan berjalan menghampiri nyonya kim yag sedak duduk menatap kosong pada jendela yang terbuka

“eomma… mianhae” gumam taeyeon

Perlahan air mata taeyeon mengalir memperhatikan ibunya dari kaca pintu, ia begitu merindukan ibu yang telah melahirkannya itu setelah lama tak menemuinya

1 jam kemudian keduanya sudah berada di cafe dekat rumah sakit setelah menjenguk ibu taeyeon

“kenapa kau terlihat murung?” tanya sunny karena sedari melihat taeyeon menjadi pendiam daripada sebelumnya

“eh? anniyo, melihat ahjumma tadi aku jadi teringat dengan kedua orang tuaku” ucap taeyeon

“nyonya kim sudah kehilangan dua orang sangat dicintainya, tuan kim dan… kim taeyeon” ucap sunny terlihat sedih begitu nama kekasihnya dia sebut

“kau juga sedih?”

“paboya.. tentu saja, apa kau tak tahu rasanya kehilangan seseorang yang sangat kau cintai?” ucap sunny dengan kedua mata yang sudah berkaca kaca

“bahkan ketika kau belum sempat memaafkannya” ucapnya kembali, kini air matanya kembali lolos

“mianhae sunny-ah” ucap taeyeon dalam hati, hatinya ikut merasakan sakit melihat sunny

“gwaenchanna, uljimma” ucap taeyeon mengambil tissue dan mengusapkannya pada pipi sunny

Sunny sedikit terkejut dan terdiam memandang namja dihadapannya itu, ada perasaan berbeda ketika tangan taeyeon menyentuh pipinya. Namun buru buru ia tepis tangan taeyeon dan merebut tissue darinya

“ak…aku ingin pulang” ucap sunny terlihat gugup

“araseo” ucap taeyeon ikut berdiri dan menyusul sunny yang sudah berjalan terlebih dahulu

……………………

Yuri telah berada di ruangan ayah tirinya mr. Lee beberapa jam setelah acara makan siang bersama di restoran

“Ap.. appa…” panggil yuri pada namja yang sedang berdiri membelakanginya itu, wajahnya terlihat sedikit memucat karena rasa takut pada ayah tirinya itu

“Duduklah” ucap mr. Lee berbalik dan segera duduk dihadapan yuri, yuripun duduk dihadapannya

“Ap.. appa.. mianhae.. aku lama tak memberitahumu soal perusahaanku” ucap yuri sedikit terbata

“Apa kau bermaksud merobohkan perusahaan ayahmu setelah bekerjasama dengan perusahaan choi grup?” Ucap mr lee dengan raut dinginnya

“T…tidak appa, aku sama sekali tidak bermaksud begitu”

“Hmmm… arasso, lanjutkan saja urusanmu” ucap mr lee membuat yuri mengangkat wajahnya merasa heran karena ayahnya tak terlihat marah sedikitpun

“N..nne??” Gumam yuri

“Mengapa kau menolak perjodohan dengan sunny?”

“Ap..appa… kau mungkin tadi sudah mendengarnya, aku sudah memiliki seseorang yang sangat aku cintai”

“Arasso, kau boleh kembali ke kantormu” ucap mr kwon

“Nne” ucap yuri segera berdiri, membungkuk dan pergi meninggalkan ruangan ayahnya

“Yul, besok malam bawalah kekasihmu kemari  untuk makan malam” ucap ayah yuri membuat yuri menghentikan langkahnya, lagi lagi ia merasa heran dengan sikap ayah tirinya itu

“Nne appa” ucap yuri menoleh, iapun kembali melanjutkan langkahnya

Setelah yuri pergi, jung moo selaku asisten mr lee mendekati tuannya itu

“Tuan, aku kira tuan akan marah pada yuri noona”

“Hmm… biarkan saja” ucap mr lee kembali duduk menyunggingkan senyum smirknya

………………………

Di rumah

Jessica dan tiffany baru saja selesai menikmati sarapan yang terlambat karena harus mendengar cerita tiffany. namun saat keduanya asik berbincang pintu rumah terbuka memperlihatkan sosok yoona

“huh? yoong, mengapa jam segini sudah pulang?” tanya tiffany heran

“nne, aku sedang malas eonnie” ucap yoona menghammpiri dan mengambil minuman untuknya

“huh dasar, kau pasti belum sarapan, akan aku buatkan sandwich” ucap tiffany memasuki dapur hingga menyisakan yoona dan jessica di ruang makan

“ada apa denganmu?” ucap jessica yang sedari tadi memperhatikan kekasihnya itu

“aku tidak akan bekerja disana lagi” ucap yoona

“wae? bukankah kau bilang restoran itu milikmu?”

“sudah bukan milikku lagi”

“sudah kubilang kan, berhentilah! sooyoung bukanlah sahabat yang baik untukmu” ucap jessica

“bagaimana bisa kau menyimpulkannya seperti itu?” ucap yoona

“yah bukalah kedua matamu, tidakkah kau sadar kau selalu dalam bahaya? aku yakin soal penculikan kemarin pun dia…”

*brak!!!* yoona menaruh gelas minum nya cukup keras hingga membuat jessica terkejut, ia kembali merasa kesal

“jangan mengada ada! aku dengannya sudah bersahabat dekat sejak kecil!”

“buktinya sekarang dia memecatmu kan? mau sampai kapan kau terus bergantung padanya huh? lihat yuri! dia bisa membangun perusahaan sendiri hingga sukses seperti itu, tidak kah kau berpikir sedikitpun untuk membantunya?” ucap jessica tak ingin kalah. kedua yeoja itu memang sama sama memiliki sifat yang keras

“jadi kau lebih menyukainya? huh? kenapa kau tak menikah saja dengannya?”

“yoong! berpikirlah dewasa! apa kau tak memikirkan hubungan kita? kita sudah bukan anak anak lagi, mau sampai kapan kita seperti ini terus!”

Yoona hanya terdiam masih merasa kesal pada jessica hingga terjadi keheningan antara keduanya

“ada apa ini?” taya tiffany begitu tiba membawakan sandwich yang telah dibuatnya, ia kebingungan saat atmosfer ruangan itu begitu hening dan canggung

“eonnie mianhae, aku sarapan diluar saja” ucap yoona, iapun mengambil jaketnya dan kembali meninggalkan rumah

“jeesie?” panggil tiffany pada sahabatnya yang tengah duduk memunggunginya

Namun tiffany melihat jessica menundukkan dan menutup wajahnya, perlahan tubuhnya bergetar dan terdengar suara isak tangis. iapun segera memeluk jessica untuk menenangkannya

“gwaenchanna… nanti aku akan bicara pada yoong”

“andwae… ini masalah ku dengannya tiff” ucap jessica masih dalam tangisnya

Tiffaypun mengeratkan pelukannya sambil mengusap punggung jessica

………………….

“huh? kemana orang-orang” ucap taeyeon begitu memasuki rumah dan melihat hanya ada tiffany yang sedang menonton TV

“jessica didalam kamarnya, mana yuri?” ucap tiffany

“aku pikir dia sudah di rumah, mungkin masih berada di kantornya”

“huh? oppa tak pergi ke kantor?”

“pagi tadi ada pertemuan para CEO, aku sempat ikut dengannya namun aku pergi lebih dulu, lagipula dia bersama hyunie”

“hyuni? nugu?”

“asisten barunya di kantor” ucap taeyeon membuat tiffany terdiam

“wae? apa kau cemburu eoh?” ucap taeyeon kembali mencubit hidung tiffany

“yah, ani…” ucap tiffany terlihat kesal

“ah ya, apa kau melihat yoona?”

“nne, tadi siang yoong sempat pulang tapi….”

“wae?”

“yoong bertengkar dengan jessie” ucap tiffany terlihat murung

“huh? ada masalah apa memang?”

“molla…” ucap tiffany mempotkan bibirnya “oppa, kajja kita cari yoona” lanjutnya

“mwo? odiga? wae?”

“yaish… kita harus bantu menyatukan mereka kembali, jessie sahabatku dan yoong adikku”

“araseo, kapan?”

“jigeum!”

“mwo? jigeum?! yah yah yah, ini sudah jam berapa fany-ah” ucap taeyeon melihat jam yang sudah menunjukkan jam 9 malam

“gwaenchana.. kau kan namja, aku sangat mengkhawatirkan yoong. dia harus pulang ke rumah, jebal..”

“yaish… araseo kajja” ucap taeyeon pasrah, iapun mengenakan jaketnya kembali

……………..

Di kantor

Yuri baru saja mengunci ruangan pribadinya dan hendak pulang, namun saat melewati koridor ia melihat satu ruangan kerja yang masih menyala. yuripun menghampirinya

“hyunie?” panggil yuri saat membuka pintu dan melihat seorang yeoja tengah duduk dengan beberapa berkasi dihadapanya

“oh eonnie, aku kira sudah pulang”

“anniyo, mengapa belum pulang?”

“masih ada beberapa laporan yang belum aku selesaikan eonnie”

“aigoo… pasti amber banyak meninggalkan kerjaan yang belum ia selesaikan, gwaenchana hyuni-ah dikerjakan besok lagi saja, ini sudah malam”

“jinjja eonnie?”

“geurom… kajja kita pulang bersama” ucap yuri tersenyum ramah membuat seohyun terpaku memandang atasannya itu

Keduanya pun meninggalkan kantor

“kau tinggal dimana?” tanya yuri

“tak jauh dari sini eonnie, aku sengaja mencari apartemen yang tak jauh agar bisa pergi kekantor berjalan kaki, dengan begitu aku bisa berhemat” ucap seohyun terlihat begitu bersemangat

“aigo.. kau lucu sekali, baiklah kalau begitu aku antar”

“nne? ah gwaenchanna eonnie aku tak ingin merepotkanmu”

“gwaenchanna… kau tak boleh menolak atasanmu, kajja” ucap yuri

Begitu diperjalanan, keduanya lebih banyak terdiam karena seohyun yang memiliki sifat pendiam masih merasa canggung pada atasannya itu

“Hyuni-ah apa kau sudah makan?” Ucap yuri

“Em…sud…” ucap seohyun namun tak dilanjutkannya saat terdengar suara bunyi didalam perut memotong ucapannya dan itu membuatnya malu

“Hahaha aigoo… kajja kita makan dulu, aku juga lapar” ucap yuri menarik tangan seohyun mencarikan kedai makanan untuk disinggahinya

tak butuh lama keduanya sudah sampai di kedai makan

“Aku ingin jajamyeon dan arak beras, kau?” Ucap yuri

“Aku japchae dan salad eonnie” ucap seohyun

“Baiklah” ucap yuri, iapun memanggil pelayan dan memesan makanan

Keduanya kembali berbincang sambil menunggu pesanan tiba. Yuri yang memiliki sifat ramah terhadap siapapun membuat keduanya mudah akrab dengan cepat

“Hyuni-ah, apa kau tinggal sendirian di apartemen?” Tanya yuri

“Anni, aku tinggal berdua dengan adikku, dia masih kuliah di soshi university”

“Daebak, kau memiliki keluarga yang pintar”

“Kamsahamnida eonnie, ayah dan ibuku menjadi dosen di seoul university, aku ingin sukses seperti mereka”

“Woah… aku ikut bangga”

“Tapi mereka sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan” ucap seohyun kini wajahnya terlihat sedih

“Omo, mianhae…”

“Gwaenchanna eonnie, aku tidak ingin orang lain ikut bersedih”

“Hyuni-ah, anggap saja aku eonniemu arra, aku juga memiliki seorang adik satu satunya dari keluarga yang aku miliki, sepertinya dia seumuran denganmu”

“Nne eonnie, ah aku belum tahu adikmu, apa dia juga bekerja di perusahaan?”

“Ani, dia sangat membencinya hahaha”

“Nne? Lalu?”

“Dulu dia bekerja di restoran, tapi sepertinya sudah tidak lagi?

“Nne? Wae eonnie? Apa dia yang tadi pagi kau cemaskan?”

“Maja, dia memang selalu membuatku cemas hahaha”

“Tapi sebenarnya apa yang terjadi?”

“Hyuni-ah aku beruntung kau bekerja di perusahaanku, kadang ada beberapa perusahaan yang selalu melakukan segala cara sekalipun melenyapkan nyawa untuk memajukan perusahaannya”

“Nne, aku pernah mendengar hal itu eonnie, tapi aku percaya eonnie adalah orang yang sangat baik”

Yuri hanya tertawa mendengar ucapan seohyun yang terlihatnya sangat polos itu

“Yah, mengapa kau begitu cepat menyimpulkannya eoh?”

“Aku sudah mendengar semua cerita tentangmu dari amber eonnie, jujur aku sangat mengagumimu” ucap seohyun begitu serius

Dan saat itupun pesanan mereka tiba

“Hyuni-ah, kau begitu suka sayur sayuran eoh?” Ucap yuri saat melihat seohyun begitu lahap memakan salad

“Geurom! sayuran segar akan membuat tubuh sehat, yah eonnie jangan pernah memakan junkfood lagi, araseo?!” Ucap seohyun begitu serius

“Huh? Wae?”

“Nanti kau akan mati besoknya”

“Yah! Hahahha aigooo” ucap yuri tertawa mendengar ucapan maknae nya itu

Keduanya pun kembali menikmati makan malam yang penuh tawa itu hingga yuri kembali mengantarnya

Dalam perjalanan yuri kembali membelikan kue ikan untuknya dan seohyun untuk dimakan selama perjalanan

“ah ada kue ikan, hyuni-ah kau mau?” ucap yuri segera menghampiri penjual kue ikan dan memesankan dua bungkus untuknya dan seohyun

“Eonnie, kau sudah banyak mentraktirku hari ini, aku merasa tidak enak”

“Gwaenchanna… aku tinggal memotong gajimu”

“Yaah… eonnie” rengek seohyun

“Hahaha aku hanya bercanda” ucap yuri tertawa namun, ia saat itu melihat 2 orang yang terlihat familiar tengah duduk di kursi taman, iapun menghampiri mereka

“Eonnie, odiga?” Ucap seohyun heran karena meninggalkan pesanannya

…….

“Yah, sudah ku bilang sebaiknya kita pulang saja, yoona mungkin sudah pulang atau menginap di hotel”

“Araseo, hah capek sekali” ucap tiffany segera duduk di kursi taman setelah ia dan taeyeon berkeliling mencari yoona kemana pun

Tiffany mengusap usap kedua tangannya yang terasa beku

“Yaish… mengapa kau memakai jaket yang tipis” ucap taeyeon saat melihat tiffany kedingan

“Tadi aku terlalu terburu buru, jadi salah ambil” ucap tiffany meniup tiupkan tangannya

Taeyeon yang melihatnya segera melepaskan jaket miliknya

“Igo, pakailah” ucap taeyeon menyerahkan jaket

“Shiro, aku tidak apa apa”

“Yaish, jangan berlagak, pakailah ppali” ucap taeyeon melempar jaketnya

“Yaish!” Ucap tiffany kesal, iapun mengenakan jaket milik taeyeon “nanti kau yang akan mati kedinginan” lanjutnya

“Gwaenchanna, aku ini namja tangguh, aku sudah biasa melewati hal ini” ucap taeyeon

“Huh percaya diri sekali” ucap tiffany, ia kembali mengusap usapkan kedua tangannya yang masih terasa dingin

“Yaish, kau juga tak memakai sarung tangan, kemarikan tanganmu” ucap taeyeon meraih kedua tangan tiffany

“Yah, apa yang kau lakukan!” Ucap tiffany terkejut menarik kembali kedua tangannya

“Membantu menghangatkan tanganmu, kemarilah” ucap taeyeon meraih kembali kedua tangan tiffany dan meniup tiupkannya

“Yah geumanhae..” ucap tiffany, ia sedikit tertawa karena merasa geli saat tangannya ditiupi taeyeon

“Ffuuuhh!!!! Wae..? Tanganku juga kedinginan, lagi pula tidak akan ada yang meli…” ucap taeyeon namun terhenti saat suara seseorang memanggilnya

“Tiffany?” Panggil yuri yang sudah berdiri di hadapan mereka

“Y…yyul?!” Ucap tiffany terkejut, iapun buru buru menarik tangannya yang sedang digenggam taeyeon

“eonni.. ternyata kau disini, cepat sekali kau menghilang, ini kue ikanmu” ucap seohyun memberikan bungkusan berisi kue ikan itu pada yuri namun ia terdiam saat pandanganya bertemu dengan pandangan eorang yeoja yang tengah duduk dihadapannya

………………

“Yah choi sooyoung!” Panggil yoona saat melihat sahabatnya akan memasuki mobil

Sooyoung pun sedikit terkejut karena melihat sahabatnya datang kembali, namun ia kembali membuang muka dan tetap memasuki mobil

“Yah!”

*toktoktok*

Yoona mencoba membuka pintu mobil sayangnya sooyoung terlanjur menguncinya. Namun yoona tak ingin kalah, ia terus mengetuk kaca pintu mobil

“Pulanglah, aku tak ingin melihatmu lagi” ucap sooyoung menyalakan mesin mobil, namun ia terkejut saat akan menginjakan gas karena yoona sudah berdiri dihadapan mobil

“Yah! Kau gila ya, kau bisa tertabrak!” Teriak sooyoung

“Lakukan saja jika membuatmu senang” teriak yoona

“Yaish!!” Gumam sooyoung memukul stir mobil, iapun mematikan mesin dan keluar dari mobil

“Yah! Sudah kubilang, aku membencimu! Jangan pernah muncul lagi dihadapanku” ucap sooyoung penuh amarah

“Jelaskan apa alasannya!”

Namun saat itu sebuah mobil melaju kencang dan menembakkan senjata kearah mereka, beruntung tembakannya melesat hingga tak mengenai yoona maupun sooyoung

Kedua yeoja itu tampak terkejut dan menundukkan wajahnya melindungi diri dibalik mobil

“Sial!” Gumam sooyoung, iapun membuka pintu mobil segera menarik tubuh yoona memasukannya kedalam mobil

Begitu keduanya masuk, sooyoung segera menginjakan gas meninggalkan restoran

Terjadi kejar kejaran antara mobil sooyoung dengan musuhnya, beruntung jalanan mulai terlihat sepi dan sooyoung memilih rute kearah pegunungan yang jarang sekali dilewati kendaraan pada malam hari

Yoona hanya terdiam memegang erat erat karena ketakutan

“Ap…apa yahg terjadi?” Ucap yoona

Namun sooyoung tak menjawabnya, ia terlalu fokus menyetir dengan kecepatan penuh

Hingga keduanya lolos dari kejaran mereka setelah sooyoung berhasil memasuki jalan pintas

“Odiga?” Tanya yoona kembali saat mobil yang mereka tumpngi memasuki hutan yang tampak sangat gelap

Begitu sampai di area terbuka, sooyoung mematikan mesin mobil dan membuka dashboard

“kita hentikan sekarang” ucap sooyoung mengambil sehuah pistol dari dalam dashboard

“Turunlah” ucap sooyoung mengarahkan pistol itu pada yoona

Yoonapun mengikuti perintah sooyoung, begitu keluar sooyoung melayangkan pukulan kearah kening yoona hingga mengeluarkan darah karena terkena gagang pistol

“Kenapa kau selalu menyusahkanku? Huh? Wae…!!!!” Teriak sooyoung terlihat sangat marah

“begitu ya, mianhae” ucap yoona menundukan wajahnya

“Yah, aku ingin membunuhmu, mengapa kau tak melawanku? Bangunlah”

“Ani”

“Wae?”

“Aku tak bisa memukul sahabatku sendiri” ucap yoona

“Geumanhae geumanhae geumanhae!!!! Aku muak mendengarnya” ucap sooyoung kembali mengarahkan pistolnya

Yoona mengusap darah pada keningnya, iapun tersenyum saat darah itu menempel pada jarinya

“Kenapa tak dari dulu kau melakukannya?” Ucap yoona dengan kedua mata yang berkaca kaca

“Kenapa kau selalu menolongku?” Ucapnya kembali membuat sooyoung terkejut

Yoona telah mengetahui semuanya tentang kejadian dimana tuan kim tertembak dan sooyounglah yang menyelamatkan eonnienya dari serangan itu sampai ia sendiri yang tertembak, ia juga sudah mengetahui jika sooyoung diam diam mengawasinya saat berada di dapur villa dengan jendela terbuka setiap yoona memasak, saat yoona tekena serangan jantung ia tahu sooyoung yang membukakan pintu kamar dan menghampirinya, sooyoung membuang botol obat itu karena ada salah satu anak buah tuan choi yang menyelinap dan mengganti obat obatan miliknya namun rencana itu gagal dan sooyoung mengangkat tubuh yoona segera membawanya ke rumah sakit dan terakhir saat diacara pelepasan kematian taeyeon sooyoung yang membiusnya dan membawa yoona meninggalkan gedung itu agar terhindar dari para anak buah tuan choi, ialah yang menaruh tubuh yoona didepan pintu apartemen jessica setelah tau jessica sudah kembali. Yoona telah mengetahui semuanya

Air mata yoona pun berhasil lolos mengingat semua yang dilakukan sahabatnya itu

Sementara sooyoung hanya terdiam

“Aku sangat berterima kasih padamu, tapi kenapa kau lakukan semua itu? Jika sebenarnya kau ingin membunuhku”

“Aku…. mencintaimu” ucap sooyoung

Kini yoona lah yang terkejut mendengar pengakuan sahabatnya itu

“Karena itulah aku ingin membunuhmu, kau hanya beban bagiku” ucap sooyoung

“M…mwo? S..ssejak kapan?” Ucap yoona terbata masih tak percaya

“Sejak kau menyelamatkan nyawaku”

“S…sooyoung-ah..”

yoona melihat air mata sooyoung mulai lolos membasahi kedua pipinya

“Kau mungkin membenciku setelah mendengar hal ini”

“Nne?”

“Akulah yang menculik jessica, aku ingin dia yang mati, aku menukar data tentangmu dengannya agar anak buahku mengincarnya bukan kau”

“M…mwo?” Ucap yoona kembali terkejut

“Untuk itu kajja akhiri saja sampai disini” ucap sooyoung menarik pelatuk dan mengarahkan pistol itu kembali

“Yah yoona-yaa!!! Ppali… nanti kau akan ketahuan ssaem” ucap yeoja bertubuh tinggi dari nya yang sudah berlari cukup jauh

“Yah sooyoung-ah chankkaman, aku sesak nafas” ucap yoona terduduk diatas rumput lapangan

“Yaish… bahkan gedung sekolahmu masih berada dibelakangmu” ucap sooyoung berjalan kembali menghampiri yoona

“Paboyaa… jantungku tak sekuat punyamu”

“Araseo” ucap sooyoung, iapun berjongkok dihadapan yoona

“Wae?” Ucap yoona heran

“Naiklah, ppali sebelum ssaem melihat kita”

“Huh? jinjja?”

“Geurom!! Ppali! Atau ku tinggalkan kau saja”

“Arasso” ucap yoona memeluk punggung sooyoung

9ace916b2677cb4de9ec65fd086b6b58.jpg

Yeoja itupun berdiri dan kembali berjalan membawa tubuh yoona

“Mianhae kalau tubuhku berat” ucap yoona

“Cih! Berat? Bahkan aku seperti membawa kapas hahaha”

“Yaish…!!!” Rutuk yoona menggelitiki tubuh sooyoung

“Yah yah yah!! Kau mau mati huh? Hahaha” ucap sooyoung menjatuhkan tubuhnya dan tubuh yoona hingga keduanya berbaring diatas lapangan saling menggelitiki

Akhirnya keduanya pun berhenti karena kelelahan

“Sooyoung-ah” panggil yoona

“Nne?” Ucap sooyoung memandangnya

“Besok kau akan meninggalkanku ke paris, apa kau akan melupakanku?”

“Nne? Hahaha jangan bodoh!” Ucap sooyoung tertawa, namun tawanya terhenti saat ia melihat air mata yoona mengalir

Yoonapun segera memeluk sooyoung dan kembali menangis

“Mengapa rasanya begitu sakit saat kau akan meninggalkanku”

“Yah, kau masih memiliki yuri dan tiffany eonni” ucap sooyoung, namun air matanyapun perlahan ikut mengalir

“Tapi mereka tak sepertimu”

“aigooo apa aku begitu spesial bagimu huh?”

“nne, kau sangat berarti bagiku” ucap yoona membuat sooyoung terdiam

“Yaish… mengapa kau cengeng sekali eoh?!” Ucap sooyoung melepaskan pelukannya

Yoona mengambil jari kelingking sooyoung dan dikaitkannya pada jarinya

“Berjanjilah padaku” ucap yoona

“Nne?” Ucap sooyoung heran

“Jangan lupakan aku arra? Begitu menginjakkan kaki di seoul setelah kembali nanti, harus aku orang pertama yang kau temui araseo?!”

“Aigoo… araseo sajangnim! Akan aku tepati janjiku” ucap sooyoung tersenyum

Keduanya pun kembali berpelukan

Dan beberapa tahun setelah lulus, sooyoung kembali ke seoul dan menepati janjinya untuk menemui yoona sebagai yang pertama yang ia temui.

Persahabatan keduanya kembali erat.

Sooyoung memejamkan kedua matanya yang terlihat basah dan perlahan ia melepaskan pelatuk senjata yang ia genggam erat itu

“mianhae.. aku mencintaimu”

*dorrr dorrr doorrr!!!*

Terdengar bunyi tembakan yang melengking di telinganya hingga membuat seseorang terbaring mengeluarkan darah dari tubuhnya yang tertembus oleh beberapa peluru

To Be Continued

NB :  selamat mengulang ke part sebelumnya karena bingung…

 

 

We Are Different part 14

PicsArt_02-21-08.46.28

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

…………………………………………….

“tempatnya sedikit berantakan, kekasihmu sepertinya sempat melakukan perlawanan” ucap vivian, sahabat yuri sekaligus seorang polisi yang menangani kasus penculikan jessica

yuri sengaja hanya meminta bantuan kepadanya tanpa diketahui pihak kepolisian lain.

kini yoona, yuri, vivian, taeyeon dan tiffany sudah berada di lokasi TKP setelah jessica diculik

“tetap saja jessica diculik” ucap yoona yang terlihat sedih

“Apa kau kau tak menemaninya?” tanya tiffany

“sica memintaku untuk menunggu di parkiran, bahkan dia sangat menolak jika aku ikut, dia baru saja marah kepadaku sebelumnya, jadi aku hanya menuruti perintahnya saja, aku tak tahu jika kejadiannya akan seperti ini” ucap yoona kembali tertunduk, satu sisi ia merasa menyesal karena itu

“hmm.. ini bukan salahmu yoong, jangan sedih jessica pasti segera ditemukan dengan selamat” ucap tiffany memeluk yoona dari samping mencoba menangkannya

“apa dia memberitahumu apa yang sedang ia cari?” tanya taeyeon yang ikut bersama mereka

“anniyo, dia tak menjelaskan apa apa, tapi aku rasa sikapnya sedikit berbeda seharian ini” ucap yoona membuat keempat yeoja dihadapannya langsung memperhatikannya

“kenapa dengan sikapnya?”

“dia lebih banyak diam dan tumben sekali menolak bergabung saat kami berkumpul dengan sooyoung” ucap yoona

“sooyoung?” gumam yuri heran

“nne, sudah beberapa hari ini aku tak bertemu dengannya dan dia kembali lagi ke restoran, aku sangat merindukannya jadi kami menghabiskan waktu bersama setelah restoran tutup”

“omo! chankkaman!” ucap yuri membuat keempat yeoja itu memandangnya. yuri langsung berlari keluar ruangan

Tak berapa lama yuri kembali membawa sebuah koper kecil berwarna hitam, iapun membukanya dan menyalakan layar dalam koper itu

“Apa yang akan kau lakukan yul?” tanya taeyeon

“Kemarin sica meminjam alat penyadap padaku, semoga saja alat itu masih aktif dan dapat menemukan lokasi dimana dia berada”

………………………………………

di rumah tuan choi

sooyoung baru saja keluar kamarnya dan hendak pergi meninggalkan rumah

“youngie-yaa” panggil tuan choi

“apa kau sedang buru buru?”

“anniyo, wae appa?”

“ada yang ingin appa bicarakan” ucap tuan choi kemudian berjalan memasuki ruang pribadinya, sooyoung pun langsung mengikutinya

“ada apa?” tanya sooyoung setelah duduk dihadapan ayahnya

“sejak kapan kau memiliki restoran dan bekerja disana?” tanya tuan choi membuat sooyoung terkejut karena akhirnya ayahnya mengetahui hal itu

“e……” gumam sooyoung bingung akan menjawab apa

“wae? bukankah appa selalu memintamu untuk bekerja di kantor membantu eonniemu?”

“appa, aku tak menyukai pekerjaan itu”

“geurae, appa tak akan memaksamu untuk membangun usaha apapun, setidaknya kau mau bekerja”

“yasudah kalau begitu aku pergi dulu” ucap sooyoung langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan

“apa kau bekerja sendirian?” tanya tuan choi secara tiba tiba membuat langkah sooyoung terhenti

“n..nne”

“lain kali appa akan mengunjungi restoranmu untuk mengetahui sejauh mana kesuksesan usaha mu youngie-yaa” ucap tuan choi

sooyoung hanya diam tak menjawabnya, hingga ia memutuskan untuk melanjutkan langkahnya meninggalkan ruangan tersebut

………………………………

*byurrr!!!!*

“emmmhh…!!!” erang jessica terbangun setelah dikejutkan dengan siraman air dingin, saat membuka kedua matanya ia melihat beberapa namja sudah berdiri dihadapannya. kini tubuhnya sudah diikat dengan mulutnya yang dibekap

“jadi kau yang bernama kwon yoona? huh, cukup lincah juga sampai bisa melenyapkan beberapa temanku” ucap namja itu tersenyum sinis sementara jessica hanya menatap mereka

“tapi sayangnya kau sedikit ceroboh” lanjut namja itu mengeluarkan kembali alat penyadap milik jessica yang ditemukannya itu

Flashback

beberapa jam sebelum penculikan, rupanya anak buah tuan choi sudah standby menunggu didepan restoran. hingga malam tiba mereka melihat dua orang yeoja keluar dari restoran yang sudah tutup itu

“bos itu target kita”

“sepertinya mereka belum akan pulang, mereka meninggalkan mobilnya, kalian berdua ikuti kedua yeoja itu jangan menyerang sebelum aku menyuruh, aku akan memasuki restoran untuk memeriksa”

“baik bos” ucap kedua namja itu, mereka pun segera keluar dari mobil untuk mengintai. sementara yang lain memasuki restoran

Para kaki tangan tuan choi dengan detail memeriksa satu persatu barang barang di dalam restoran itu hingga akhirnya menemukan alat penyadap itu pada baju seragam kerja

“sujin-ah, apa yang sedang mereka lakukan?” ucapnya saat menelepon anak buahnya yang sedang mengawasi yoona dan jessica

“mereka sedang menikmati makan malam ditaman bos”

“kalau begitu kembalilah ke mobil dan tunggu dibelakang restoran”

“huh? wae?”

“mereka akan kembali ke restoran, karena aku sudah menemukan barang yang dia tinggal”

“baik bos”

mereka pun segera kembali ke restoran dan memindahkan mobilnya ke belakang bangunan itu

setelah menunggu 1 jam, mereka melihat dua yeoja itu kembali dan salah satunya memasuki restoran. tanpa ia sadari 2 anak buah tuan choi sudah mengintainya hingga mereka berhasil membawa jessica yang diduga sebagai yoona

Flashback End

“apa kita harus menghubungi tuan choi dulu?” bisik rekannya

“tidak, tuan choi meminta langsung dibunuh saja” ucap namja itu mulai menodongkan pistol itu kearah kepala jessica “lagipula aku sudah muak melihatnya, dia sudah membunuh rekan rekanku” lanjutnya, jarinya mulai bergerak melepaskan pelatuk itu sementara jessica hanya memejamkan matanya ketakutan

*prankk!!!*

*dorrrr!! dorrr!!!* beberapa tembakan terdengar di dalam ruangan itu membuat 2 orang terbaring

“sica!!!” teriak yoona saat melihat kekasihnya tak sadarkan diri

*dorrr!!!* sebuah tembakan hampir saja mengenai kepala yoona

“yoong, gwaenchanna?” tanya yuri yang berada dibelakangnya

“nne”

“serang mereka!” teriak para anak buah tuan choi yang berhasil menghindar hingga terjadi baku tembak dan perkelahian antara para anak buah tuan choi yang cukup banyak melawan yoona, yuri, taeyeon dan vivian yang berhasil menemukan lokasi mereka

perlahan jessica membuka kedua matanya setelah tubuhnya terjatuh akibat dorongan anak buah tuan choi, ia melihat namja yang hampir membunuhnya sudah tergeletak tak bernyawa dengan beberapa tembakan pada kepala dan tubuhnya, matanya beralih pada beberapa orang yang sedang melakukan baku tembak dan ia melihat yoona diantara mereka

“yoong” panggil jessica dalam hati, air matanya mulai mengalir karena bahagia sekaligus khawatir melihat kekasihnya. namun ia melihat seseorang berlari menghampirinya, awalnya jessica terkejut dan ketakutan

“gwaenchanna?” ucap orang itu mulai melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki jessica. jessica kembali membuka kedua matanya setelah tau kalau orang itu bukanlah musuh, namun ia terkejut saat melihat wajah orang itu

“taeyeon?” ucap jessica setelah penutup mulutnya dilepas

apa tubuhmu ada yang terluka?” tanya taeyeon menghiraukan ucapan jessica

“an.. annie… bagaimana kau..”

“kajja kita harus segera pergi dari sini” potong taeyeon membantu mengangkat tubuh jessica dan berhasil keluar dari gedung itu

“tunggulah disini, dan ini” ucap taeyeon memberikan sebuah pistol pada jessica setelah memasukkan dirinya kedalam mobil “tembak saja mereka jika menghampiri mobil, arrasso?” lanjutnya

“n..nne.. tapi.. kau..” ucap jessica namun taeyeon langsung menutup pintu mobil  dan berlari meninggalkannya

setelah menunggu beberapa lama, jessica melihat 4 orang keluar dari gedung itu, ia tersenyum saat melihat yoona salah satunya

“yoong…!!” teriak jessica berlari dan memeluk kekasihnya

“Gwaenchanna?” tanya yoona segera melapaskan pelukannya dan memeriksa jessica

“Nne…” ucap jessica tersenyum senang

“Anniyo, kau terluka” ucap yoona dengan kedua mata yang berkaca kaca, ia memandang jessica yang terdapat beberapa lebam pada wajahnya yang terlihat sangat pucat itu “kajja kita ke rumah sakit” ucap yoona langsung mengangkat tubuh jessica membawanya kedalam mobil

Sementara ketiga yeoja yang melihatnya hanya bisa tersenyum ikut senang

“Adikmu sudah terlihat dewasa sekarang yul” ucap vivian

“Nne… Akupun terkejut tak menyangka melihatnya seperti itu” ucap yuri ikut tersenyum

“Tapi… Bagaimana dengan mereka?” ucap taeyeon menoleh kembali menatap gedung kosong itu

“Biar aku yang mengurusnya, kalian pergilah dari sini karena polisi akan segera kemari” ucap vivian

“Aku berhutang banyak padamu” ucap yuri memeluk sahabatnya itu

“Tentu saja kau harus mentraktirku nanti hahaha” ucap vivian

Hingga merekapun meninggalkan vivian sendiri di tempat itu

…………………………….

Setelah kejadian itu, jessica langsung dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan beberapa perawatan

Yuri terdiam menatap jessica yang masih tertidur pulas

“Yul?” panggil seorang yeoja membuyarkan lamunan yuri

“Huh? Fany-ah, kau baru saja datang?”

“Nne.. Aku panggil tapi kau diam saja, sedang memikirkan apa?”

“Ah anniyo hehehe”

“Ah ya bagaimana keadaan jessica? Apa dia terluka parah?” ucap tiffany terlihat khawatir

“Tidak ada fany-ah, sica hanya perlu banyak istirahat”

“Lalu kamu? Yoong? Dan yang lain?”

“Kami semua baik baik saja”

“Hmmm… Syukurlah, eh? wajahmu terlihat pucat, apa kau kurang tidur lagi?” tanya tiffany membingkai wajah kekasihnya itu

“hehehe aku lupa, aku belum sempat tidur setelah berhasil membawa jessica”

“yaish kebiasaan, kajja kita pulang dulu, kau harus istirahat” ucap tiffany memegang erat tangan yuri dan membawana keluar ruangan dimana jessica dirawat

“tapi aku berencana untuk mengadakan barbecue, sore ini jessica sudah diperbolehkan pulang”

“benarkah? yasudah kalau begitu biar aku yang belanja, nanti kau menunggu saja didalam mobil” ucap tiffany

Benar saja, selama diperjalan yuri langsung tertidur pulas didalam mobil, awalnya ia sempat menolak ketika tiffany meminta kunci mobil agar dia yang mengemudi, namun karena ia benar benar merasa kelelahan akhirnya yuri mengalah hingga 2 jam berlalu keduanya sudah tiba di rumah milik yuri setelah tiffany berbelanja banyak bahan bahan untuk acara barbecue

“yul, ireonna.. kita sudah sampai” ucap tiffany mengusap usap rambut yuri

“enghh…? begitu ya?” ucap yuri yang masih memejamkan matanya enggan terbuka, tangannya mulai merogoh kesela sela pintu dengan mata tertutup namun akhirnya pintu mobil disampingnya dapat terbuka setelah dibantu oleh tiffany

Yuripun berjalan sambil terus memejamkan kedua matanya

“hahaha dasar yul” tawa tiffany menggelengkan kepalanya melihat yuri, iapun membantu yuri memapahnya hingga memasuki kamar

*brukk!!* yuri lagsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur

“yaish… lepas dulu sepatumu yul..” ucap tiffany

“hhmm?? nne.. smcbwdjfjidwgv” ucap yuri meracau dan kembali tertidur pulas

“yaish dasar” gumam tiffany, iapun merendahkan tubuhnya dan duduk diatas tempat tidur disamping yuri, tangannya mulai melepaskan satu persatu sepatu yang masih terpasang dikaki kekasihnya itu

Begitu selesai menaruh sepatu, tiffany kembali menghampiri yuri, ia mulai menghidupkan AC didalam kamar itu karena melihat dahi yuri yang berkeringat

Tiffany pun naik keatas kasur berniat membukakan jaket yang dipakai oleh yuri

“kekekeke… kau lucu sekali, sebegitu lelah eoh?” ucap tiffany tertawa kecil saat melihat wajah tidur yuri terlihat lucu baginya, ia pun mengusap usap wajah kekasihnya itu

“dari dulu aku selalu bahagia saat bersamamu, kenapa baru sekarang ini aku menyadari bahwa melihat wajahmu saat tertidur saja sudah sebahagia ini?” gumam tiffany. perlahan ia merendahkan tubuhnya hingga jarak wajahnya sangat dekat dengan wajah yuri “I really love you, yul” bisik tiffany memejamkan kedua matanya dan kembali merendahkan wajahnya hingga menempelkan bibirnya pada bibir yuri

Cukup lama tiffany mencium bibir yuri, tiba tiba saja ia terkejut saat tangan kanan yuri terangkat dan menekan kepalanya hingga ciuman keduanya semakin dalam

“emmhh……” erang tiffany

“y..yyul.. apa yang kau lakukan?” ucap tiffany dalam hati. namun ia masih melihat yuri yang terus memejamkan kedua matanya hingga akhirnya tiffany berhasil melepaskan diri

*degdegdegdeg* “kenapa jantungku berdebar seperti ini” ucap tiffany dalam hati, ia melihat yuri yang kembali tertidur pulas entah menyadari atau tidak atas apa yang sudah dilakukannya itu

Tiffany pun segera menyelimuti tubuh yuri dan berlari meninggalkan kamar

“omo!! kau mengagetkanku saja” ucap taeyeon yang hampir saja bertabrakan dengan tiffany yang baru saja keluar kamar, begitu pun tiffany yang ikut terkejut

“ad…ada apa kau kemari?” tanya tiffany gugup

“aku ingin menemui yuri, apa dia ada didalam?”

“an anniyo.. dia sedang tidur”

“yasudah biar ku bangunkan”

“andwae…! dia baru saja tidur dan sangat kelelahan”

“yaish… arrasso, apa bahan bahan makanan yang berada didepan itu untuk acara barbecue?” tanya taeyeon

“nne… kajja bantu aku menyiapkannya” ucap tiffany menarik tangan taeyeon menjauhi kamar yuri

………………………

“hemmmhh…” gumam jessica perlahan membuka kedua matanya setelah cukup lama tertidur

“hey” sapa yoona yang sudah duduk disampingnya

“yoong, berapa lama aku tertidur?” ucap jessica memulihkan kesadarannya

“emm… sekitar 11 jam” ucap yoona tersenyum pada kekasihnya

“omo!” ucap jessica terkejut “apa kau tak tidur?” lanjutnya

“anniyo, aku tidur disampingmu tadi, bagaimana keadaanmu?”

“lebih enak, apa aku sudah boleh pulang?”

“tentu saja, di rumah akan mengadakan barbecue atas kepulanganmu” ucap yoona tersenyum mengusap lembut kepala jessica

“jinjja?” gumam jessica terlihat senang, yoonapun mengangguk mengiyakan

“tapi sebelum pulang kau harus memakan bubur sup ini kemudian meminum obat” ucap yoona mengambil mangkuk berisi sup itu, iapun mulai mengaduk dan meniupinya hingga disuapkan pada jessica

“apa kau yang membuatnya?”

“anniyo, tadi siang tiffany eonnie menjengukmu dan membawakan sup dan bubur ini untukmu, tapi kau tertidur sangat pulas jadi dia kembali mengantar yul eonnie pulang” ucap yoona mengambil tissue dan membersihkan bubur yang menempel di sudut bibir jessica

Jessica kembali tersenyum melihat perlakuan manis kekasihnya itu

“wae?” tanya yoona heran

“nothing” jawab jessica kembali tersenyum

“Ah ya, tadi krystal menelpon”

“Omo! Jinjja?” ucap jessica terkejut “apa dia tahu tentang ini?” lanjutnya

“Anniyo, aku belum memberitahunya”

“Andwae…!! Dia dan keluargaku tak boleh tahu, mereka akan khawatir” 

“Arrasso, jja suapan terakhir, setelah ini kita siap siap untuk pulang” ucap yoona kembali menyuapkan bubur sup itu

………………………………

“Kau selalu saja terlihat diam, bahkan saat kekasihmu tidurpun” ucap taeyeon yang selalu memperhatikan terus saja terdiam selama menata perlengkapan barbecue yang diadakan di halaman rumah

“Nne? Kau bilang apa?” tanya tiffany tak menangkap ucapan taeyeon

“Aigoo… Rupanya kau melamun, memikirkan apa eoh?”

“Anniyo…” ucap tiffany

“Eiyyy, tadi kau keluar dari kamar yul kan, kalian sudah melakukan apa?” goda taeyeon

“An.. Anniyoo… Dasar bodoh, mengapa kau berkata seperti itu”

“Anni, hanya bertanya mengapa kau segugup itu?”

“Ak.. Aku biasa saja, kkah cucilah kentang kentang ini” ucap tiffany memberikan kantong plastik berisi kentang itu

“Arraso, tapi jawab dulu pertanyaanku”

“Pertanyaan apa?” tanya tiffany

“Apa kau dan yuri sudah melakukannya?” tanya taeyeon dengan mengangkat kedua jarinya

“Mwo? Yah!!” teriak tiffany memukul lengan taeyeon

“Wae? Aku hanya bertanya, kau hanya tinggal menjawab iya dan tidak, begitu saja” ucap taeyeon dengan wajah tanpa dosanya

“Yaish…” gumam tiffany meninggalkan taeyeon setelah mengambil kembali kentang itu

“Wae…? Kenapa kau tak menjawabnya?” tanya taeyeon yang ikut menyusul dan membantu tiffany membersihkan kentang kentang itu

“Apa untungnya bagimu? Itu masalah pribadi”

“Anni, yul itu sudah aku anggap sebagai adikku, jadi aku ingin tahu bagaimana dia terhadapmu”

“Mengapa kau tak menanyakan langsung padanya?” 

“Ck, bisa saja dia menyangkal”

“Kami belum pernah melakukannya, puas kau?”

“Jinjja? Jangan berbohong, ku lihat kalian sangat sangat sangatlah dekat dan harmonis”

“Yah!! Apa itu berarti kami harus melakukannya eoh? Dasar byunt!”

“Heol, daebak!” ucap taeyeon bertepuk tangan “tapi…wae?” tanya nya kembali

“Yaish… Apakah tidak ada pembahasan lain eoh?” ucap tiffany terlihat kesal

“Anni, lagipula kita sudah dewasa, jadi aku biasa saja membicarakan hal itu”

“Itu bagimu! Tidak bagiku! >_<“

“Aku tak akan menanyakan hal itu jika tak melihatmu terlihat gugup dengan wajah yang memerah saat keluar dari kamar yul”

“Yaish… Itu karena suhu didalam kamar sangat panas”

“Aahhahaha jadi karena panas ya, daebak” ucap taeyeon

“Yah! Jangan berpikir yang tidak tidak!” 

“Arraso, hanya saja bagiku rasanya aneh” ucap taeyeon

“Apanya yang aneh?”

“Setiap hubungan yang sangat dekat pasti hampir semuanya pernah melakukan hal itu, aku yakin yoona dan sica pun pasti pernah melakukannya”

“Mwo? Yah kim taehyuk! Mengapa kau mengatakannya padaku”

“Wae? Memangnya kenapa?” tanya taeyeon dengan ekspresi datarnya

“Anniyo, kau sendiri pasti selalu melakukannya”

“Tidak juga, aku dengannya sudah putus”

“Omo!” ucap tiffany terkejut

“Wae?”

“Apa kau mengatakan itu karena ingin menggodaku? Andwae!! Kau tak boleh macam macam padaku!”

“Yaish…! Baboya… Tentu saja tidak” ucap taeyeon jengkel “selama masih menjadi kekasihkupun kau selalu menolaknya” lanjutnya dalam hati

“Woah, sepertinya akan ada pesta disini” ucap hyoyeon yang baru saja tiba

“Hey hyo, kajja bergabunglah… Kebetulan sekali kau datang” ucap tiffany menghampiri hyoyeon

“Omo! Gawat” gumam taeyeon yang melihat kehadiran sahabatnya, ia pun kembali mrmbalikkan badannya berpura pura serius mencuci kentang dan sayuran lainnya

“Yah, kau bicara seperti itu agar aku membantumu menyiapkan makanan kan?”

“Hehehe tahu saja, apa boleh buat… Di runah hanya aku yang bisa memasak” ucap tiffany “ah dia juga lumayan” lanjutnya saat melihat taeyeon menghampiri mereka

Taeyeonpun mengangkat wajahnya dan kembali bertatapan dengan hyoyeon

“Ah.. Begitu, baiklah aku akan bergabung, kemana kekasihmu?” tanya hyoyeon kembali menatap tiffany

“Dia sedang”

“Aku disini” ucap yuri yang sudah berdiri menuangkan air mineral untuk diminumnya

“Omo! Kau mengagetkanku saja” ucap tiffany

“Baru bangun yul? Kau terlihat berantakan” ucap hyoyeon

“Nne… Tadi aku mengantuk sekali sampai tak sadar jika aku sudah berada dikamarku, siapa yang memindahkanku?” tanya yuri membuat taeyeon yang menatapnya langsung memandang tiffany

“Kk..kkau berjalan sendiri” ucap tiffany gugup setelah mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu. Namun ia bersyukur yuri tak mengingat apa yang sudah dilakukannya terhadap tiffany

“Kalau begitu aku mandi dulu” ucap yuri kembali memasuki rumah

“Wae?” tanya tiffany pada taeyeon yang masih menatapnya dengan senyuman yang sulit diartikan itu

…………..

Tak berapa lama yoona dan jessica pun tiba di rumah

“jesie…!!!” teriak tiffany berlari menyambut jessica “welcome home, miss you so much” lanjutnya segera memeluk sahabatnya itu

“miss you too baby” ucap jessica membalas pelukan tiffany “woah sepertinya sedang ada pesta” ucapnya kembali saat melihat beberapa orang berada di halaman rumah

“nne, kami mengadakan barbecue untuk menyambut kepulanganmu” jawab tiffany, tiffany pun membawa jessica bergabung bersama mereka

“hey sica, bagaimana keadaanmu?” ucap yuri yang sudah berada disana ikut membantu taeyeon memanggang daging

“sangat baik” ucap jessica tersenyum senang “ohh??” gumamnya saat pandangannya mengarah pada yeoja yang berdiri memunggunya disamping yuri. jessica pun berjalan menghampiri

“taeyeon?” ucap jessica membuat orang orang yang berada disana mengalihkan pandangannya pada jessica

“sial” gumam taeyeon dalam hati, ia masih terdiam memunggungi jessica

“yah, dia bukan taeyeon sica-yaa, dia namja” ucap yuri

Taeyeonpun membalikkan badannya dengan gugup menghadap jessica

“anyeong, kim taehyuk imnida, senang melihat anda baik baik saja jessica-shi” ucap taeyeon membungkukkan badannya, iapun kembali membalikkan melanjutkan aktivitasnya

“oh? tapi… dia.. sangat mirip”

“yah, apa tak ada yang ingin menyambutku?” ucap yoona yang baru saja tiba setelah memindahkan barang barang milik jessica dari mobil

“hey yoong, makanan belum siap sebaiknya kau bantu hyoyeon memotong daging daging itu, ppali” ucap yuri

“yaish… arrasso” ucap yoona mempoutkan bibirnya kesal, iapun bergabung membantu hyoyeon

“sica, kajja sebaiknya kau duduk saja jangan terlalu banyak melakukan aktivitas” ucap tiffany membawa jessica menjauhi pemanggang, keduanya pun duduk di tempat makan malam diadakan tak jauh dari sana

“tiff, apa kau mengenalnya?” tanya jessica yang masih memperhatikan taeyeon

“nugu?” ucap tiffany, iapun mengikuti arah pandangan jessica “namja itu?”

“tidak kah kau berpikir jika dia itu taeyeon?”

“jangan mengada ngada, dia taehyuk oppa sahabtnya yul”

“jinjja? tapi aku belum pernah mendengar tentang dia sebelumnya”

“hemm… molla” ucap tiffany “igo, aku sudah membungkuskan daging untukmu, aaa…” lanjutnya sambil menyuapkan daging yang sudah dibungkus oleh daun letuce

“thank you..” ucap jessica sambil mengunyah daging itu “aaa massyyytaah…” lanjutnya kegirangan membuat tiffany tertawa kecil

“tapi tiff..” ucap jessica kembali membuat tiffany menatapnya “tidak kah kau berpikir jika dia.. mirip… taeyeon?” ucap jessica setelah ada jeda karena ragu mengatakannya karena nama yang disebutkan adalah mantan kekasih sahabatnya itu

Tiffany terdiam mendengar ucapan jessica, iapun kembali menoleh menatap taeyeon yang masih sibuk bersama yang lain

“sejujurnya akupun awalnya terkejut sepertimu saat pertama kali melihatnya” ucap tiffany “saat itu yuri yang mengenalkannya padaku, tapi aku tak ingin menunjukkan keterkejutanku dihadapan yuri, yul juga menanyakan hal yang sama sepertimu” ucap tiffany kembali

“dan kau berpura pura bersikap biasa saja?”

“kau benar, aku bisa merasakan perasaan yul dan aku tak ingin menyakitinya”

“daebak, ternyata kau memang sudah mencintai yuri dari dulu” ucap jessica takjub

“lagipula kalaupun dia taeyeon, perasaanku sudah biasa saja” ucap tiffany mengalihkan pandangannya pada jessica

“syukurlah, aku khawatir tadi ucapanku menyakitimu, mianhae”

“gwaenchanna..” ucap tiffany “tapi jessie, aku ingin bertanya padamu”

“nne, katakan” ucap jessica mengambil minuman karena merasa haus

“kau sudah lumayan lama menjalin hubungan dengan yoong, apa… kalian sudah pernah melakukannya?” tanya tiffany ragu

“pwwffhhtt!!! yah, mengapa kau tiba tiba bertanya itu?” ucap jessica terkejut hampir menyemburkan air putih yang sedang diminumnya

“aku kesal dengan taehyuk oppa, dia terus mendesakku dengan pertanyaan itu” ucap tiffany mempoutkan bibirnya “dia juga berpikir jika kau dan yoong sudah melakukannya”

“m..mmwo? yaish kurang hajar” ucap jessica

“jadi??” ucap tiffany menatap serius pada jessica

“w…wae..?” ucap jessica gugup menatap sahabatnya itu

“apa yang diucapkannya benar?” tanya tiffany

“y..yyah! pertanyaanmu itu yaish..” ucap jessica menjitak pelan kepala tiffany

“aku hanya kesal dia terus menanyakan hal itu padaku, apa setiap pasangan harus melakukannya?”

“tidak juga, seharusnya mereka melakukannya setelah ada ikatan pernikahan, hanya saja kadang cinta membutakan segalanya, ada yang melakukannya karena nafsu saja, karena kebutuhan, karena cinta dan karena ingin mengikat karena dia adalah milik kita”

“jadi kau sudah melakukannya?” ucap tiffany terlihat kembali serius

“ck, baiklah aku mengakuinya” ucap jessica pasrah

“woah daebak” ucap tiffany terkejut

“kau sendiri? dulu kau bilang padaku belum pernah melakukan hal itu dengan taeyeon karena kau selalu belum merasa siap, apa perasaan mu seperti itu juga pada yul?” tanya jessica membuat tiffany membelalakkan kedua matanya

“e… anni…” ucap tiffany

“wae? kau sudah melakukannya dengan yul?”

“anniyo… tapi…”

“wae?” tanya jessica mendekatkan wajahnya pada tiffany karena penasaran

“entah mengapa perasaanku terasa terbakar setiap kali kami melakukan kissing”

“woah, lalu? apa yuri… mulai memintanya?”

“anni….”

“yaish.. kau membingungkan”

“yul tak pernah memintanya, dia pernah bilang ingin menjaga perasaanku dan tidak akan memintanya”

“dan kau kecewa dengan ucapannya?” ucap jessica mulai tertawa

“aninde…”

“yah, lantas mengapa tak segera menikah saja”

“yaish.. pernikahan bukan sesuau yang main main”

“arasso, lakukan saja jika kau ingin melakukannya” ucap jessica tersenyum memegang pundak tiffany, iapun mendekatkan wajahnya didekat telinga tiffany “apa perlu aku mengajarkannya padamu?” bisik jessica

“yah!!! jessica!!!” teriak tiffany dengan wajah yang sudah memerah membuat jessica tertawa terbahak bahak

“kalian seru sekali, apa yang dibicarakan?” ucap yuri yang baru saja tiba membawa daging yang sudah matang

“kau ingin tahu apa yang kami bicarakan?”

“nne… ceritakan padaku” ucap yuri sambil menata daging daging itu pada piring

“andwae…!!! kami tak membicarakan apa apa” ucap tiffany segera membungkam mulut jessica dengan tangannya

“huh? aneh sekali” ucap yuri bingung melihat kedua yeoja itu “yah yeddeuraa…. makanan sudah siap, kajja” teriaknya pada yang lain

Yang lain segera bergabung dan duduk melingkar di meja makan yang cukup besar itu. makan malampun dimulai dengan  beberapa tambahan cerita lucu dari masing masing terutama yoona, hyoyeon dan yuri yang lebih banyak menceritakan hal hal lucu sehingga membuat suasana malam itu tampak ceria

……………………………………

Kediaman tuan choi

“tuan, jisung bersama anak buah yang lain tewas saat melakukan penculikkan yoona, mereka kembali gagal” ucap yesung kaki tangan yang selalu berada disamping tuan choi itu

“sial! dasar bodoh mereka” umpat tuan choi kembali menelan kekecewaannya pada para anak buahnya

Yesungpun pamit dan meninggalkan ruangan tersebut. ia berjalan menuju lantai atas setelah mendapat panggilan dari sooyoung

*toktoktok*

“noona ini aku” ucap yesung setelah mengetuk pintu kamar sooyoung. ia menengok ke segala arah memastikan tak ada yang mengawasinya

“masuklah” ucap sooyoung dari dalam

Yesung pun memasuki kamar itu dan melihat sooyoung sedang duduk membersihkan beberapa senjata tajam miliknya

“yesung-ah bagaimana ayahku?” tanya sooyoung

“tuan choi saat ini tampak marah dan emosi karena jisung dan para anak buahnya gagal menculik dan membunuh yoona, bahkan mereka tewas” ucap yesung

“begitu ya, lalu apa kau sudah menemukan tempat dimana yoona tinggal saat ini?”

“belum noona, keberadaan mereka masih sulit dilacak, kami selalu kehilangan jejak setiap mengikuti yuri setiap pulang dari kantornya”

“hemm… begitu ya” ucap sooyoung meletakkan senjata senjata itu kembali ke tempatnya “kau boleh keluar yesung-ah, gomawo”

“nne.. tapi….” ucap yesung sedikit ragu, ia melihat sooyoung kembali menatapnya

“wae?” tanya sooyoung

“mengapa tuan choi begitu ingin membunuh kedua kakak beradik itu? apa hanya karena kesalahan dokter pada saat melakukan operasi untuk ibunya?”

“anniyo, lebih dari itu tapi aku tak bisa menjelaskannya padamu” ucap sooyoung

“nne baiklah, kalau begitu aku pamit dulu noona” ucap yesung. ia pun meninggalkan kamar sooyoung

Sementara sooyoung kembali terdiam, pandangannya tertuju pada foto bergambar dirinya bersama yoona

……………………..

3 jam berlalu, acara barbecue di rumah yuri telah usai setelah makanan diatas meja habis

“yah, sudah ku bilang jangan telalu banyak minum soju! kau jadi mabuk kan” ucap jessica memarahi yoona yang terlihat mabuk menyandarkan kepalanya pada meja

“anniyo.. aku tak mabuk hehehe” ucap yoona tertawa menatap jessica

“yaish, kajja kita ke kamar” ucap jessica merangkul tangan yoona membantunya berdiri

“chagiya, aku merindukanmu kajja kita bermain malam ini” bisik yoona

“mwo? shiro!! kau harus pergi bekeja besok”

“kalau begitu aku ingin tidur disini saja” ucap yoona kembali duduk dan menyandarkan kepalanya diatas meja

“yah andwae… kau akan mati kedinginan” ucap jessica kembali menarik tangan yoona

“aku tidak ingin masuk sebelum kau mau” ucap yoona

“yaish dasar bocah! kajja”

“call?” ucap yoona

“ck, arasso” ucap jessica pasrah

“what!!! yah, jessie..!!” ucap tiffany yang sedari tadi memperhatikan mereka

“omo! kau mendengarnya tiff” ucap jessica tersenyum innocent

“yah, kalian!” ucap tiffany menunjukk jessica dan yoona

“eonnie, sebaiknya kau segera menikah dengan eonniku, kau tak tahu? banyak sekali yeoja dan namja yang ingin menjadi kekasihnya” ucap yoona “dan lakukan saja sebelum orang lain mendahuluimu hehehe” ucapnya kembali

“yah!!! paboya!!” teriak tiffany menjitak kepala yoona

“hahaha apa yang dikatakan yoong benar, atau… kau ingin tidur bersama kami?” goda jessica

“yaish!! kalian gila! kkah pergilah” ucap tiffany mendorong kedua yeoja itu berjalan memasuki rumah

“hufht… untung tak ada yang mendengar” ucap tiffany saat kembali berjalan menuju halaman. beruntung tadi hanya ada mereka bertiga di meja makan sementara yuri, taeyeon dan hyoyeon sedang mematikan arang dan membereskan alat pemanggang

“kau masuk saja, biar aku yang membereskan ini” ucap taeyeon mengambil piring piring yang berada di tangan tiffany

“gwaenchanna.. aku belum mengantuk, sepertinya aku tak bisa tidur”

“kalau begitu minumlah ini” ucap taeyeon mengeluarkan tempat minum kecil dari jaketnya

“apa ini?”

“aku selalu meminum ini jika kesulitan tidur” ucap taeyeon

Tiffany pun menerimanya dan mulai membuka tutup botol itu, ia mencium botol itu sebelum meminumnya

“yah minum saja” ucap taeyeon

Awalnya tiffany tampak ragu dan kembali memandang taeyeon, namun kemudian iapun mulai meminumnya

“yack!! minuman apa ini? keras sekali”

“red wine” ucap taeyeon

“mwo? yah! kau seperti….” ucap tiffany namun ucapannya terhenti

ia kembali teringat beberapa tahun yang lalu saat menginap di rumah taeyeon

“fany-ah…” ucap taeyeon memeluk tiffany dari belakang, tangannya mulai meraba bagian bagian tubuh tiffany, kemudian iapun membalikkan badan kekasihnya hingga berhadapan dengannya

kedua tangan taeyeon membingkai wajah tiffany, tanpa ragu ia segera mencium bibir kekasihnya. tangannya kembali turun mengusap usap punggung tiffany

“jangan taeyeon-ah” ucap tiffany melepaskan ciumannya saat merasakan tangan taeyeon hampir membuka resleting dress pada punggungnya

“wae?”

“aku.. belum siap melakukannya”

“kita sudah 2 tahun” ucap taeyeon

“nne.. tapi.. jangan sekarang, aku mohon” ucap tiffany menundukkan kepalanya

“arasso” ucap taeyeon melepaskan kedua tangannya, iapun berjalan meninggalkan kamar

“oddiga? apa kau marah?” tanya tiffany mengikuti kekasihnya itu

Namun taeyeon terus berjalan tak menjawabnya sampai mereka sampai di ruang bawah tanah

“tempat apa ini?” tanya tiffany, namun ia sedikit terkejut saat taeyeon menyalakan lampu sehingga ruangan tersebut terlihat jelas dengan beberapa botol terpasang rapi pada rak rak besar di ruangan itu. ia melihat taeyeon mengambil satu botol besar dan kembali mematikan lampu ruangan

“apa itu?” tanya tiffany kembali

“red wine” ucap taeyeon “ini membantuku setiap kesulitan tidur, aku akan meminumnya bersama appa, kau tidurlah” ucap taeyeon kembali kemudian berjalan meninggalkan kekasihnya itu

Saat itu tiffany menyadari botol botol itu juga selalu terpajang di lemari kamar didalam rumah ataupun apartemen taeyeon, ia memang tahu jika taeyeon selalu mengalami insomnia dan ternyata red wine yang bisa membantunya

Flashback End

“wae?” tanya taeyeon yang melihat tiffany terdiam tak mlanjutkan ucapannya

“aninne, aku masuk dulu” ucap tiffany segera berjalan meninggalkan taeyeon yang masih bingung melihatnya

“omo! yah!! kenapa kau menghabiskan semuanya! kau akan mabuk!” teriak taeyeon saat melihat botol itu sudah kosong, namun tiffany terlanjur memasuki rumah

“kenapa kau berteriak sendiri?” tanya yuri yang baru saja mengahampirinya

“an.. anniyo” ucap taeyeon gugup segera memasukan botol kecil itu pada saku jaketnya

“alat alatnya sudah selesai aku bersihkan, sepertinya aku harus pulang” ucap hyoyeon menghampiri yuri dan taeyeon

“huh? mengapa tak menginap saja? masih ada beberapa kamar kosong”

“anninde, besok pagi aku harus pergi ke seoul hospital menjenguk ibunya taeyeon” ucap hyoyeon menatap namja dihadapannya itu

“ah ya bagaimana keadaannya?” tanya yuri

“kesehatannya mulai membaik, tapi beliau masih selalu melamun memikirkan taeyeon, kau datanglah mejenguknya, dia sudah tahu tentang masalah keluarga kalian” ucap hyoyeon

“apa dia mau menerimaku?”

“coba saja, kau bisa meminta dia untuk menemanimu kesana” ucap hyoyeon kembali menatap taeyeon “kalau begitu aku pulang dulu, gomawo atas makan malamnya” ucapnya kembali kemudian pamit pada yuri dan taeyeon

“nne.. hati hati di jalan hyo, kemarilah jika kau bosan” ucap yuri mengantar hyoyeon sampai memasuki mobil

“arasso” ucap hyoyeon, iapun menginjakkan gas meninggalkan kediaman yuri

“sepertinya dia masih mencurigaiku” ucap taeyeon saat yuri kembali menghampirinya

“hemm… bagaimana pun juga lambat laun identitasmu akan terbongkar taeyeon-ah”

“jangan sekarang” ucap taeyeon “lagipula aku akan meninggalkan korea setelah kasus ini selesai”

“yah jangan berkata bodoh, kkah istirahatlah biar aku yang mencuci piring piring ini di dalam rumah” ucap yuri

“arasso” ucap taeyeon menepuk pundak yuri, ia pun meninggalkannya menuju paviliun tempatnya tinggal

…………………………………

Keesokan harinya

“yoong ireonna… Kau harus pergi bekerja” ucap jessica pengusap usap kepala kekasihnya yang masih terlelap disampingnya itu

“10 menit lagi, aku masih lelah karena kau main kasar semalam” ucap yoona memeluk jessica dan kembali tertidur

“yah! kita tak melakukan apa apa dasar bodoh” ucap jessica menepuk pelan dahi yoona

“ah iya aku lupa hehehe ternyata itu hanya mimpi” ucap yoona membuka kedua matanya menatap wajah jessica yang jaraknya sangat dekat dengan wajahnya

*cuppp* dengan cepat ia mengecup bibir jessica memberikan kiss morning

“good morning” ucap yoona tersenyum menatap kekasihnya

“morning too, my love” ucap jessica giliran ia yang mencium bibir yoona “kkah mandilah, aku akan menyiapkan sarapan” ucapnya kembali sambil terbangun dan mengikat rambutnya

“tak ingin mandi bersama?” ucap yoona menarik tangan jessica hingga terjatuh diatas tubuhnya

“yaish…. shirro, dasar pervert” ucap jessica memukul kembali dahi yoona. ia pun kembali bangun meninggalkan yoona didalam kamar

…………………………..

Kediaman tuan choi

“sunny-ah bagaimana perkembangan perusahaan eletronikmu? apa kau berhasil bekerja sama dengan yuri?” ucap tuan choi saat menikmati sarapan pagi bersama keluarga

“nne.. kami sudah menandatangani kontrak kerja sama”

“baguslah,  apa kau menyukai yuri?”

“appa, dia teman masa kecilku”

“memangnya kenapa? kalian sudah saling mengenal satu sama lain, akan sangat bagus jika kalian bersama” ucap tuan choi

“appa…” ucap sunny merasa jengkel

“ah ya youngie-yaa siang ini appa akan mengunjungi restoranmu bersama para klien, siapkan beberapa makanan mewah” ucap tuan choi kini beralih pada sooyoung yang sedari tadi hanya terdiam menikmati sarapan

“mengapa sangat mendadak, aku belum menyiapkan bahan bahannya”

“gwaenchanna, kau bisa meminta pekerjamu menyiapkannya sekarang, lagipula appa akan kesana siang nanti, mungkin sedikit sore”

“arasso, kalau begitu aku pergi dulu” ucap sooyoung menghentikan makannya dan segera bersiap siap

“yah, habiskan dulu sarapanmu, apa kau tak ingin berangkat bersamaku” ucap sunny

“untuk hari ini aku akan sibuk” ucap sooyoung, iapun pamit dan segera berangkat

Saat diperjalanan, sooyoung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang

“yoboseyo, luna-yaa” ucap sooyoung setelah telepon itu diangkat penerimanya

“oh yoboseyo eonnie, tumben sekali kau menghubungiku”

“akan ada orang-orang penting yang akan membooking untuk nanti siang, bisakah kau dan yan lain datang lebih pagi?” ucap sooyoung

“arasso, sebenarnya aku sudah berada di restoran dan kebetulan hari ini restoran baru saja dibuka setelah beberapa hari tutup”

“nne?” gumam sooyoung heran

“huh? apa eonnie tidak tahu?”

“wae?”

“beberapa hari yang lalu ada kasus penculikkan sica eonnie disini, tempat ini menjadi berantakan namun untungnya sica eonnie sudah berhasil diselamatkan tanpa melibatkan polisi jadi restoran ini bisa kembali dibuka”

“apa yoona sudah berada disana sekarang?”

“nne..  kami baru saja membereskan barang barang”

“aku segera kesana” ucap sooyoung kemudian mematikan teleponnya, iapun kembali menancapkan gas menambah kecepatan

Tak butuh waktu lama sooyoung sudah tiba di restoran, iapun segera memasuki restoran tersebut dan menghampiri para pekerjanya yang masih sibuk menata barang barang

“yah apa yang terjadi dengan restoranku” ucap sooyoung langsung membalikkan tubuh yoona dan mencengkram kerah seragamnya

“huh? aku pikir kau sudah tau”

“mengapa kau tak memberitahuku!” ucap sooyoung semakin mencengkram erat kerah itu

“wae..? mengapa kau terlihat marah?”

Sooyoungpun melepaskan kerah baju yoona dengan kasar

“pergilah, dan jangan pernah kemari” ucap sooyoung membuat yoona dan pekerja yang lain terkejut

“yah choi sooyoung, ada apa denganmu?”

“ini restoran milikku, dan kau hampir saja menghancurkannya!” teriak sooyoung kembali marah

“yah chankkaman, mengapa sekarang kau jadi peduli pada restoran ini? kemarin kau kemana huh?” ucap yoona mulai terlihat kesal

“bukan urusanmu, pergilah aku muak melihatmu”

“shirro, apa karena masalah penculikan ini kau marah? semuanya sudah selesai, lagipula kau bisa datang dan pergi sesukamu, aku yang biasa bertanggung jawab menjalankan restoran selama ini”

Sooyoung kembali emosi dan

*bukk!!!* dengan kencang ia memukul wajah yoona hingga tejatuh

“omo! eonnie!!” teriak luna menghampiri yoona membantu mebangunkannya sementara yang lain segera menahan sooyoung

“lepaskan aku atau kalian aku pecat!” teriak sooyoung membuat yang lain terkejut dan takut, mereka pun segera melepaskan tangannya

“yah, aku tanya sekali lagi ada apa denganmu? bukankah kau tampak tak peduli dengan restoran ini?”

“anni, aku yang mengatur restoran ini mulai sekarang, dan aku memecatmu” ucap sooyoung

“wae?”

“aku akan memasukkan restoran ini kedalam bisnis perusahaan, bukankah kau membencinya? aku rasa kau tak berhak berada disini lagi”

“arasso, semoga kau sukses” ucap yoona melepaskan seragam restoran yang dikenakannya dan melemparkan pada sooyoung

Yoona pun pergi meninggalkan restoran. terjadi keheningan didalam restoran karena mereka masih merasa terkejut dan taku pada sooyoung

“kalian kembalilah bekerja seperti biasa, mianhae atas sikapku” ucap sooyoung

“nne eonnie.. tapi.. alangkah baiknya menyelesaikan masalah secara baik baik”

“arasso” ucap sooyoung menoleh pada jendela menatap yoona yang baru saja memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan restoran

……………………………

“hey morning my tiffy, kau tak bekerja?” ucap jessica saat melihat tiffany memasuki dapur mengambil air minum untuknya

“anniyo, kepalaku masih terasa pusing” ucap tiffany

“wae? apa kau sakit?” ucap jessica menghampiri tiffany dan memeriksa suhu badan tiffany

“anniyo, aku hanya merasa lelah dan badanku sedikit sak…” ucap tiffany menghentikan ucapannya “ah anni..” lanjutnya mengalihkan

“wae??” tanya jessica heran “omo! chankkaman, kau hanya memakan kemeja besar ini, rambutmu berantakan dan..” ucap jessica segera menyingkirkan rambut tiffany yang terurai sehingga lehernya terlihat jelas

“y..yyah!! apa yang kau lakukan” ucap tiffany menyingingkirkan tangan jessica langsung terlihat gugup

“omo! k..kkau!!”

“anni….” teriak tiffany iapun berlari memasuki kamarnya kembali dan menguncinya

“hahaha yah! buka fany-ah…!! ceritakan padaku ppali…!!” teriak jessica terus mengetuk kamar tiffany yang terkunci, ia tak bisa menghentikan tawanya

“jangan berpikir macam macam, aku tak melakukan apa apa” ucap tiffany dari dalam kamar

“arasso, tapi mengapa kau menghindariku, yah buka pintunya” ucap jessica masih meenertawai tiffany

perlahan pintu kamarpun terbuka

 

To Be Continued

pusing saya, ga tamat tamat 😦

Sepertinya part berikutnya akan di proteksi karena ada anu dan anu

kecuali di wattpad mungkin karena saya ga paham gimana proteknya

yang udah pernah dapet pasword gapapa ga perlu tanya lagi karena pw nya as always tetep yang itu

makasih yang udah setia ga bosen nunggu

We Are Different part 13

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………

“Lain kali hati hati, untung tanganmu tidak terluka” ucap jessica menyapu pecahan pecahan kaca itu

“Nne omonim” ucap yoona memperhatikan jessica

“Wae? Kenapa denganmu? Tadi kau tampak ceria”

“Molla ,tiba tiba perasaanku tak enak”

“Apa jantungmu terasa sakit lagi?”

“Anniyo, ah sudahlah aku sudah tak apa”

*ceklek*

Tepat saat itu pintu rumah terbuka membuat jessica dan yoona menoleh

“Yoong bantu aku bukakan pintu kamar” ucap yuri yang baru saja masuk sambil menggendong tiffany dengan brydal style

“Nne, kenapa dengan fany eonnie? Kalian kemana saja eoh” ucap yoona setelah membukakan pintu kamar

“Dia kelelahan sampai tertidur saat perjalanan pulang, kami baru saja menghadiri pesta” ucap yuri membaringkan tiffany diatas tempat tidur

“Omo! Aku baru ingat! Hari ini sunny eonnie ulang tahun kan? Kau baru saja dari sana?”

“Nne…”

“Omo omo, aku bisa dibunuh sooyoung besok” ucap yoona menepuk keningnya

“Gwaenchanna sooyoung tau kau tak datang, kkah tidurlah dan tutup pintunya”

“Yah apa yang akan kau lakukan pada fany eonnie?”

“Tentu saja menggantikan pakaiannya, dia tak akan nyaman tertidur dengan pakaian seperti ini”

“Jangan berbuat macam macam padanya” ucap yoona memicingkan matanya

“Yah! Tentu saja tidak, memangnya kau huh?” ucap yuri

“Mwo?”

“Yaish, kau pikir aku tak tahu apa yang kau lakukan di dalam tenda bersama jessica huh?”

“Omo! Eon..nie…” ucap yoona terkejut tak menyangka jika yuri ternyata mengetahuinya

“Ck, kali ini ku maafkan, kkah pergilah” ucap yuri

Yoona pun tertawa innocent dan meninggalkan kamar tiffany

…………………………..

Keesokan harinya

Yuri membuka pintu paviliun yang berada dibelakang rumahnya, ia pun berjalan memasuki sebuah kamar dan segera menghampiri seseorang yang masih terbaring dalam tidurnya

“Taeyeon-ah gwaenchanna? Taeyeon-ah…. Oppa…” panggil yuri menggoyang goyangkan pundak taeyeon

“Engghh… Wae..  Aku masih ngantuk” erang taeyeon sedikit membuka matanya melihat yuri namun ia kembali tertidur

“Syukurlah kalau kau baik baik saja” ucap yuri setelah melihat tubuh taeyeon tak terluka, ia mengkhawatirkannya tentang semalam

“Kalau begitu kajja kita berangkat ke kantor” ucap yuri kembali

Hmm… Wae…? Aku masih mengantuk”

“Yaish, kau kan dirut kantorku, ppali…”

“Yah, aku pikir semalam kau hanya bercanda”

“Anniyo aku mengatakan yang sebenarnya, kajja”

“Besok saja, aku mau kembali tidur.. Kkah pergilah”

Yuri terdiam mendengar ucapannya, matanya kembali tertuju pada luka bakar pada bagian leher belakang taeyeon, ia sedikit merasa bersalah karena bom itu meledak sebelum dia berlari jauh sehingga membuat kedua tubuh yeoja itu terpental. Beruntung yuri hanya mengalami luka ringan sementara taeyeon yang terlepas dari gendongannya sudah tak sadarkan diri dan mengalami luka bakar

“Hmm… Baiklah kau kembali istirahat saja” ucap yuri kembali berdiri hendak meninggalkan kamar namun saat itu ponsel di dalam saku jas nya berbunyi menerima panggilan

“Nne ini aku baru saja mau berangkat, Ada apa?” ucap yuri menerima telepon itu

“………………”

“Mwo? Sunny? Ada apa dia ke kantorku?” ucap yuri pada asisten di kantornya itu, suara yuri membuat taeyeon langsung membuka matanya saat menyebutkan nama kekasihnya itu

“…………………..”

“Ah.. Baiklah, aku sudah siap dan tinggal langsung berangkat, jika sunny datang lebih dahulu tunggu saja di ruanganku”

Yuri pun menutup teleponnya dan kembali berjalan meninggalkan kamar taeyeon namun, saat beberapa langkah tiba tiba sebuah tangan menahan pundaknya

“Omo!! Yah!! Kau membuatku terkejut saja” ucap yuri saat melihat taeyeon sudah berdiri dibelakangnya

“Chankkaman, tunggu aku, oke? Aku ikut ke kantor” ucap taeyeon

“Yaish tadi kau bilang tak ikut, baiklah 10 menit!” ucap yuri, taeyeon pun langsung mengambil handuknya dan berlari memasuki kamar mandi

…….

Yuri dan taeyeon sudah berada dalam perjalan menuju kantor milik yuri

“Yaish gara gara kau memintaku buru buru aku jadi tak sempat berdandan” kesal taeyeon yang masih merapikan dasi nya

“Kau sendiri yang meminta untuk ikut, tadi kau bilang ingin tidur saja” ucap yuri yang masih fokus menyetir

“Aku tak akan begini jika sunny tak akan datang, tapi ada apa dia ke kantormu?” 

“Molla, aku juga tak tak tahu” ucap yuri mengangkat kedua pundaknya

Namun yuri kembali memandang taeyeon

“Wae?” tanya taeyeon

“kau terlihat baik baik saja, bagaimana kau bisa menghindari anak buah tuan choi?”

“Ah.. Hahaha itu sih gampang sekali” ucap taeyeon tertawa puas

Flashback

Acara pesta ulang tahun sunny pun selesai, semua tamu undangan termasuk yuri dan tiffany pamit untuk pulang
Dan saat itu pula para anak buah tuan choi langsung siap siaga

“Ikuti mereka, aku harap malam ini kita benar benar berhasil” ucap salah satu pemimpin mereka

“Baik!”

Yuri dan tiffany memasuki lift sementara anak buah tuan choi yang mengikutinya segera turun melewati tangga begitu melihat pintu lift tertutup

Ketika didalam lift, yuri merasakan ponselnya bergetar didalam jasnya, ia pun mengambilnya dan melihat sebuah pesan masuk dari taeyeon

“Aku sudah didalam mobil, suasana disini cukup ramai oleh para tamu, aku akan segera menyalakannya ketika mereka datang”

“Baiklah, hati hati taeng..” balas yuri, iapun kembali memasukkan ponselnya kedalam saku jas

Yuri melepaskan jas nya dan memakaikannya pada tiffany

“Eh?” gumam tiffany terkejut

“Kau akan kedinginan” ucap yuri tersenyum

“Gomawo…” ucap tiffany tersenyum mengeratkan jas itu

“Bolehkah aku melepas ikat rambutmu?” ucap yuri kembali

“Nne? Wae?”

“Aku.. Lebih senang melihat rambutmu tergerai” ucap yuri tersenyum inncocent

“Yaish…” ucap tiiffany mencubit pelan lengan yuri, namun ia pun segera melepaskan pengikat rambutnya sehingga rambut panjangnya tergerai

Begitu lift terbuka, yuri yang berada dibelakang para tamu pun segera menajamkan penglihatannya dan berhasil melihat para anak buah tuan choi yang berjalan kearah mobil yuri yang diparkirkan, ia melihat mobilnya yang mulai menyala dan meninggalkan basemant diikuti para anak buah tuan chou

“Aku harap kau akan baik baik saja taeng” ucap yuri dalam hati

Yuri dan tiffany pun keluar dari lift itu

“Fany-ah… Kemari” ucap yuri menarik tangan tiffany berjalan ke arah lain

“Eh? Bukankah mobilmu terparkir disana?” ucap tiffany

Nne, tapi taehyuk oppa sudah membawanya dan pulang lebih awal, jadi aku meminta amber menjemput kita” ucap yuri

“Oh.. Begitu” ucap tiffany

Setelah beberapa langkah, mereka menemukan amber yang sudah berdiri menunggunya didepan mobil yang dibawanya
Mereka pun segera masuk dan berhasil meninggalkan gedung milik tuan choi tanpa diketahui anak buahnya

Saat diperjalanan taeyeon melihat pada kaca spion mobilnya 2 buah mobil hitam terus mengikutinya

“Apa yang harus aku lakukan?” ucap taeyeon dalam hati

Namun tiba tiba ponselnya berbunyi menerima pesan, taeyeon pun membukanya

“Oddiga? Apa kau kesulitan?” – yuri

“Nne… Sedikit, ada 2 mobil yang mengikutiku, 1 van dan 1 truk hitam, aku sedang berada dijalan guamdong” balas taeyeon

“Otthokae? Apa aku perlu menyusul?” – yuri

“Andwae, aku akan baik baik saja… Aku sudah menemukan ide, bye” balas taeyeon

Ia melihat ponselnya kembali berbunyi menerima pesan dari yuri, namun ia membiarkannya dan tetap fokus menyetir

“Kalian tidak akan bisa masuk” ucap taeyeon tersenyum smirk, ia menginjakkan gas menambah kecepatan dan memasuki sebuah terowongan yang memperlihatkan rambu rambu adanya pemeriksaan kendaraan

“Sial, kita tak bisa masuk, polisi akan menemukan senjata kita, kajja kita tunggu di pintu keluar” ucap anak buah tuan choi, mereka pun menuju arah lain

Setelah melewati pemeriksaan, taeyeon memelankan laju mobilnya, ia melihat map digital dalam mobil itu

“Bagus” gumamnya, iapun menepikan mobilnya dan mensetting mobil itu kedalam automatic driver

Begitu selesai taeyeon keluar dari mobil yang mulai berjalan otomatis itu.

Iapun berjalan kaki dan membuka sebuah pintu didalam terowongan itu yang menuju rel kereta bawah tanah, beruntung tak jauh dari sana ada stasiun bawah tanah. Dan taeyeon berhasil menghindari para anak buah tuan choi yang sedang memburu mobil itu

Begitu mobil itu keluar, anak buah tuan choi yang sudah siap menunggunya segera menginjakkan gas dan kembali mengikuti mobil itu

“Keadaan sudah sepi, lakukan sekarang!” ucap sang pemimpin anak buah itu pada walkie talkienya

Truk yang berada dibelakangpun mulai menambahkan kecepatan

*brakkk!!!*

Dengan keras truk itu menabrak bagian belakang mobil yuri sehingga membuat mobil itu terpental dan berguling beberapa kali

Begitu berhenti, para anak buah tuan choi mulai keluar dari mobilnya dan mendekati mobil yuri yang hampir hancur itu. Namun begitu dicek, mereka terkejut saat melihat sebuah bom wakgu yang terpasang dan sudah menyala itu

“Sial!!”

*DUARRRR!!!* 

Flashback end

“MWO? Kau membunuh mereka? Yah yah yah!” ucap yuri terkejut mendengarkan cerita taeyeon

“Tentu saja, membayar atas apa sudah mereka lakukan terhadapku, aku ingat merekalah yang memukul dan memasng bom di rumahku, mereka akan terus mengincar dan membunuhmu jika dibiarkan saja” ucap taeyeon sementara yuri hanya menggeleng gelengkan kepalaya merasa pasrah

Sesampainya di kantor, taeyeon langsung menarik tangan yuri memasuki gedung

“Yah! Mengapa buru buru sekali” ucap yuri menyeimbangkan langkahnya sedikit berlari

“Apa sunny sudah tiba?” tanya taeyeon pada resepsionis

“Nne, sekitar 10 menit yang lalu, sunny-shi sudah menunggu di ruang tamu” ucap reaepsionis itu

“Baiklah aku akan segera kesana” ucap taeyeon “lantai berapa yul?” lanjutnya

“Lantai 3” ucap yuri

Taeyeon melepaskan tangan yuri segera memasuki lift

“Eonnie, nuguseyo?” tanya resepsionis itu yang masih memperhatikan taeyeon

“Ah ya, dia dirut baru kita mulai hari ini, aku akan memperkenalkannya siang nanti, woori-ah apa pengganti asistenku sudah ada?”

“Nne eonnie, dia…”

“Asistenmu disini” ucap seorang yeoja yang sudah berdiri di belakang yuri

“Kau?” ucap yuri sedikit terkejut saat  menoleh dan melihat seolhyun

“Yah sunbae mengapa kau sekaget itu” ucap seolhyun

“Yah, bukankah kau seorang dokter dan harus mengurus klinikmu, mana mungkin kau menjadi asistenku”

“Ck, bukan aku… Aku kesini hanya mengantar sepupuku” ucap seolhyun menggeser tubuhnya memperlihatkan seorang yeoja yang sudah berdiri dibelakangnya

“Nugu?” tanya yuri, mempehatikan yeoja itu yang terlihat sangat rapi dengan jas kantor dan kaca mata bulat nya

“Hyunie-ah, dia yang akan menjadi bosmu, tampan bukan?”

“An..anyeonghaseyo, s…s.sseo juhyun imnida, aku yang waktu itu diterima untuk menjadi asisten anda yuri-shi” ucap yeoja itu terlihat canggung

“Ah.. Begitu, kenapa nama kalian hampir sama aku jadi bingung memanggilnya”

Baru saja yeoja itu membuka mulutmya untuk menjawab, seolhyun sudah terlebih dahulu menjawabnya

“Panggil saja juhyun” ucap seolhyun

“Ah eonnie…” bisik yeoja itu

“Juhyun? Hmm… Aku rasa kurang cocok, aku panggil kau hyunie saja, kajja ikut aku ke ruanganku” ucap yuri

“Yah yah yah! Bagaimana denganku?” ucap seolhyun

“Kau? Tentu saja kembali ke ilsan, kau tak boleh meninggalkan pasienmu”

“Baiklah, aku kemari hanya ingin mengantarnya, jaga dia arra? Jangan sampai kau menyakitinya”

“Arrasso cerewet sekali, kkah pergilah” ucap yuri

Ketiganya pun berpisah dan seohyun mengikuti yuri ke ruangannya

“Apa amber sudah mengarahkanmu tentang perusahaan ini?” tanya yuri setelah duduk didalam ruangannya “hey duduklah” lanjutnya saat melihat seohyun masih berdiri

“Ah nn..nne…” ucap seohyun segera duduk dihadapan yuri

“Jadi?”

“Nne yuri-shi, amber-shi sudah memperkenalkan perusahaan ini dan saya sudah bisa menghafalnya letak letak keseluruhan dan bagian bagian lain di perusahaan ini”

“Wow, ingatanmu tajam juga ,lalu apa kau sudah mengetahui tentangku?”

“Nne, nama anda kwon yuri, anda pemilik penuh perusahaan ini yang disamarkan atas nama amber-shi”

“Hmm.. Baiklah, hanya itu yang ingin aku tanyakan, untungnya kau sudah banyak tahu, ah ya berapa umurmu?”

“22 yuri-shi”

“Kalau begitu hyunie-ah panggil saja aku eonnie? Dan tak perlu bica formal lagi”

“Nne?” gumam seohyun heran

“Disini sudah seperti rumah dan keluarga, jadi tak perlu formal lagi padaku ataupun pada karyawan lain, perusahaan ini kami jalani senyaman mungkin tetapi tetap harus pada tanggung jawab dan serius bekerja”

“Baiklah yu… Ah eonnie” ucap seohyun mengangguk

“Tugasmu hari ini… pertama buatkan kopi untukku, kau sudah tahu kesukaanku?”

“Nne, americano tanpa gula”

“Sip, lalu setelah itu hubungi seluruh karyawan untuk hadir di acara rapat besar pukul 10 nanti, akan ada perkenalan dirut baru di perusahaan ini, untuk sementara itu saja tugasmu”

“Nne eonnie” ucap seohyun segera pamit dan keluar ruangan

“Haah… Lucu sekali dia seperti adikku, ah apa dia sudah bangun ya” ucap yuri menyandarkan punggungnya

………………………………….

“Gara gara kau terlambat bangun kita jadi kesiangan” ucap jessica mempoutkan bibirnya

“Apa boleh buat, jika tidur bersamamu aku selalu malas membuka kedua mataku, terlalu nyaman hehehe” ucap yoona innocent sambil terus fokus mengemudi mobil. Keduanya sedang menuju ke restoran dimana mereka bekerja

“Yasudah mulai nanti malam tidurlah sendiri!”

“Shirro… Aku tak bisa tidur jika tanpamu” ucap yoona cemberut

“Yah, kau tak bisa bangun terlambat terus babo!”

“Arraso.. Aku akan bangun lebih awal tuan putri”

“Yaish… Awas saja” ucap jessica

Tak berapa lama keduanya tiba dan segera memasuki restoran yang sudah terlihat ramai pengunjung

“Yah! Bisa bisanya kalian terlambat” ucap sooyoung yang sedang menjaga kasir

“Omo! Youngie-ya…!!!” teriak yoona segera berlari dan memeluk sooyoung

“Yah yah yah! Kau tak malu diperhatikan para pengunjung eoh? Lagipula jessica bisa membunuhku” ucap sooyoung yang melihat jessica sedang menatapnya datar itu

“Aku tak peduli, boghoshippoyo…” ucap yoona mengeratkan pelukannya

“Arra… Lepaskan dulu, aku kesulitan bernapas” ucap sooyoung, yoona pun melepaskan pelukannya

Jessica pun ikut memeluk menyambutnya

“Kau kemana saja eoh? Segitu sibukkah?”

“Nne… Aku sibuk” ucap sooyoung “sibuk mengurusi seseorang” lanjutnya dalam hati sambil memandang yoona

“Yaish, apa kau sudah sarapan? Kajja kita makan, aku rindu mengobrol denganmu” ucap yoona

“Yah yah yah, lalu siapa yang akan menjaga kassa?”

“Tenang saja” ucap yoona kemudian melirik jessica yang baru saja mengganti pakaiannya

“Arra… Sana pergilah” ucap jessica datar dan berjalan menuju kassa menggantikan sooyoung

Namun jessica terus memperhatikan sooyoung dan yoona yang sudah duduk di meja pengunjung yang mulai asik berbincang. Ia mulai memasang earphone pada salah satu telinganya, karena diam diam jessica telah menempelkan alat penyadap pada pakaian sooyoung saat memeluknya tadi

Flashback

Tengah malam tadi jessica terbangun karena merasa haus, ia melihat yoona sudah terlelap disampingnya

Saat jessica berjalan keluar kamarnya menuju dapur, tak sengaja ia melihat sebuah pintu ruangan yang sedikit terbuka dengan caya lampu yang terlihat remang remang, karena penasaran iapun menghampiri ruangan itu

“Yul” panggil jessica setelah membuka pintu itu dan melihat yuri didalamnya

“Mengapa kau belum tidur?” ucap yuri setelah melihat jessica menghampirinya

“Aku terbangun karena merasa haus, lalu aku melihat ruangan ini sedikit terbuka, kau sedang apa?”

“Mempersiapkan beberapa alat untuk besok” ucap yuri

Jessica hanya mengangguk melihat lihat ruangan itu memang berisi peralatan yang tak pernah ia lihat sebelumnya, namun ia paham alat alat itu pasti sangat canggih dan dibutuhkan yuri saat ini, tiba tiba pandangannya tertuju pada alat yang berbentuk kecil yang baru saja yuri masukkan kedalam kopernya

“Itu apa yul?” tanya jessica

“Alat penyadap, kita bisa menempelkannya dimanapun setelah melepaskan perekat dan menekan tombol kecil ini, lalu bisa kita dengarkan dengan earphone ini” ucap yuri menunjukkan alat itu

“Woah kecil sekali” ucap jessica menerima dan memperhatikan alat penyadap itu

“Jika besar maka akan mudah diketahui musuh”

“Apa kau memiliki lagi?”

“Nne, wae?”

“Aku ingin meminjamnya”

“Baiklah, pastikan kau tak ketahuan” ucap yuri memberikan kotak kecil berisi alat penyadap itu

“Arraso… Kau tenang saja” ucap jessica tersenyum puas menerima alat itu

Flashback end

Jessica pun mulai mendengarkan percakapan mereka

…………………..

Kantor

“Jadi memang kau yang tadi malam itu?” ucap sunny memandang taeyeon yang sudah duduk dihadapannya

“Memangnya siapa lagi, tapi ada apa kau kemari?”

“Aku ingin bertemu dengan yuri”

“Huh? Yah, aku seorang dirut disini, kau bisa mengatakan apapun padaku”

“Hmm… Aku ingin perusahaanku bisa bekerja sama dengan perusahaan ini” 

“M..mmwo?” ucap taeyeon terkejut

“Wae? Sepertinya kau tak senang”

“An.. anniyo…” ucap taeyeon gugup

“Call” ucap yuri yang sudah berdiri didepan pintu membuat kedua yeoja itu menoleh menatapnya

“Nne…?” gumam taeyeon terkejut

“Ku dengar kau seorang ceo perusahaan produksi gadget, aku rasa akan cocok jika kita bekerja sama” ucap yuri tersenyum menghampiri sunny

“Call” ucap yuri tersenyum senang

“sejujurnya aku masih kesulitan berada di posisi ini, untuk itu aku meminta bantuanmu yuri-ah” lanjutnya memeluk lengan yuri

“Arrasso… Kita akan bahas di rapat besok, sering seringlah datang kemari jika kau mengalami hal yang sulit”

“Call!!” ucap sunny “baiklah besok datanglah ke kantorku, kita adakan meeting” lanjutnya kemudian iapun pamit dan meninggalkan mereka

“Yah yah yah!! Apa maksudmu” ucap taeyeon

“Wae? Bukankah ini ide bagus? Dengan begini kita bisa memanfaatkannya untuk membongkar perusahaan hitamnya”

“Aku tak masalah dengan hal itu, tapi yang ku lihat baru saja tak bisa dibiarkan” ucap taeyeon terlihat kesal

“Nne?” gumam yuri tak mengerti

“Sunny memeluk lenganmu! Dasar bodoh! Kau ini sudah memiliki kekasih!” ucap taeyeon sedikit marah

“Aigo… Hahaha jadi kau cemburu eoh?” ucap yuri mengacak acak rambut pendek taeyeon kemudian meninggalkan ruangan itu

“Yaish… Menyebalkan” ucap taeyeon mempoutkan bibirnya kesal

……………………………….

 Keesokan harinya

“taeyeon-ah aku harus segera pergi, bisa kah kau menolongku?” ucap yuri yang baru saja memasuki ruang kerja taeyeon

“nne, apa?”

“jemput tiffany pulang”

“mwo? memang kau mau kemana?”

“kau lupa? aku harus pergi ke kantor choi grup menemui sunny dan menandatangani kontrak kerja sama perusahaan”

“mwo?? yah yah yah aku harus ikut”

“andwae… hanya aku dan asisten ku”

“yah, kau akan berada dalam bahaya, aku harus mengawasimu”

“bukan karena ingin melihat sunny mu?”

“ah.. hahaha salah satunya itu, jebal…”

“tidak, kau jemput tiffany saja, aku tak punya banyak waktu, bye taeng”

“yah yah yah!!” teriak taeyeon namun yuri bersama asistennya terlanjur meninggalkan ruangannya

Dengan terpaksa taeyeon pun mengambil kunci mobil dan meninggalkan kantor untuk menjemput tiffany

Sesampainya disana taeyeon melihat tiffany sudah berdiri di halte bis tak jauh dari gedung perpus. Ia pun segera menepikan mobilnya dan membuka kaca pintu mobil

“Taehyuk-ssi?” panggil tiffany heran

“Yul tak bisa menjemputmu karena ada rapat, jadi aku yang menggantikannya, kajja” ucap taeyeon membukakan pintu untuk tiffany

“Ah begitu ya, mianhae merepotkanmu taehyuk-ssi” ucap tiffany

“Anniyo, lagipula aku sedang tak sibuk” ucap taeyeon mulai melajukan mobilnya

Selama perjalanan keduanya hanya tampak diam tak ada percakapan

Tiffany yang diam menikmati pemandangan luar dan taeyeon yang selalu diam diam memperhatikannya

“Emm… Fany-ah” panggil taeyeon membuat yeoja disampingnya itu menoleh

“Nne?”

“Apa kau sudah makan?”

“Belum, kenapa?”

“Emm… Aku lapar hehehe” ucap taeyeon tersenyum innocent

“Aigo.. Hahaha baiklah akan aku temani anda makan taehyuk-ssi”

“Yah, behenti memanggilku seperti itu, bicaralah seperti biasa saja..”

“Nne? Lalu aku harus memanggilmu apa?”

“Panggil saja unn… Eh oppa”

“Oppa?” ucap tiffany heran

“Nne… Seperti yul memanggilku itu”

“Baiklah, oppa” ucap tiffany

“Kalau begitu kita mampir dulu ke restoran” ucap taeyeon kembali menepikan mobilnya dan memarkir didepan sebuah restoran

Sesampainya disana taeyeon langsung memesan makanan setelah keduanya duduk

“Kau yakin tak ingin makan?” tanya taeyeon karena tiffany hanya memesan jus strawberry saja

“Nne…” 

“Yah, aturlah pola makanmu dengan baik” ucap taeyeon membuat tiffany memandangnya heran

“Kau akan membuat yuri khawatir” ucap taeyeon kembali setelah melihat ekspresi tiffany padanya

“Nne.. Oppa, baru kali ini aku menemukan namja cerewet sepertimu”

“Mwo? Yah aku bicara seperti ini demi kebaikanmu” ucap taeyeon

Tiffany baru saja membuka mulutnya hendak bicara namun pelayan restoran sudah datang membawakan makanan  dan minuman pesanan mereka hingga membuatnya kembali terdiam

“Kau yakin tak ingin makan” tanya taeyeon kembali

“Tidak, palliwa… Kita harus segera pulang!” Ucap tiffany segera meminum jus miliknya

“Arraso ahjumma, cerewet sekali” ucap taeyeon

“Mwo? Yah!” kesal tiffany membuat taeyeon tersenyum melihatnya

“Wae?” tanya tiffany masih terlihat kesal

“Anni” ucap taeyeon menjulurkan lidahnya pada tiffany namun taeyeon kembali tersenyum mengalihkan pandangannya yang lain “aku senang melihatmu seperti ini fany-ah, karena selama bersamaku dulu aku tak pernah merasakannya” lanjutnya dalam hati

Cukup lama keduanya saling terdiam, taeyeon kembali memandang tiffany yang terus terusan sibuk dengan ponselnya

“Yah, apa kau pikir kau sedang duduk sendirian eoh? Aku bukan boneka”

“Wae…? Lagipula kau sedang makan, tak baik makan sambil bicara”

“Tapi kau selalu fokus pada ponselmu, kau tak ingin memandang wajahku?”

“Huh? Wae?” tanya tiffany heran

“Aku ini pria tampan, apa kau tak terpesona?” ucap taeyeon tersenyum smirk

“Anni” jawab tiffany datar

“Yaish… Arraso, aku tak akan menggodamu lagi”

“Oppa, berapa umurmu?”

“Wae?” 

“Dengan wajah dan sifatmu yang seperti itu aku rasa kau masih anak usia remaja”

“Yah! Sembarangan, aku ini lebih tua darimu”

“Arraso, anak kecil tak akan memiliki pikiran byunt sepertimu”

“Mwo? Yah, apa maksudmu” ucap taeyeon kesal

“Kau pikir aku tak tahu kalau sedari tadi kau selalu memperhatikan butt para yeoja yang berjalan melewatimu” ucap tiffany sedikit berbisik takut didengar orang lain

“Hehehehe kau tahu saja” ucap taeyeon tertawa innocent

“Dasar byuntae!” rutuk tiffany

“Apa boleh buat ,yul yang mengajarkanku”

“Mwo? Yah! Yul tak seperti itu”

“Aigoo… Istrinya tak terima, arraso aku hanya bercanda”

“Yaish menyebalkan, selesaikan makanmu ppalii..!!” ucap tiffany mempoutkan bibirnya

“Arra…” ucap taeyeon ikut memasang wajah cemberutnya, iapun kembali melanjutkan makan

……………………………………………..

Di rumah tuan choi

*toktoktok* seseorang mengetuk pintu ruang pribadi tuam choi

“Masuklah” ucap tuan choi, pintu pun terbuka terlihat beberapa anak buah tuan choi menghampiri dengan membawa beberapa berkas

“Tuan, kami sudah berhasil menemukan mereka, tapi…”

“Tapi apa?”

“Ini.. Tuan” ucap salah satu anak buahnya menyerahkan amplop besar pada tuan choi

Tuan choi pun membukanya dan melihat beberapa lembar foto

d70a2b97f3df6fbfaa97f50d9a1c0a4b.jpg.png

“sooyoung?” ucap tuan choi heran

“nne tuan, dan salah satu dari 2 yeoja itu adalah kwoon yoona, mereka bertiga terlihat bersama pagi tadi dan ternyata yoona bekerja di sebuah restoran bersama dengan sooyoung noona”

“sooyoung bekerja di restoran?”

“menurut pemilik restoran yang terdahulu, sooyoung noona yang telah membeli restoran itu tuan, dan kami berpikir…. jika sooyoung noona berteman dengan yoona”

“bawa mereka sekarang juga!” ucap tuan choi terlihat geram

setelah anak anak buahnya keluar dari ruangan, tuan choi kembali mengambil dan melihat beberapa foto yang memperlihatkan kedekatan sooyoung dengan kedua gadis itu. tiba tiba ia baru saja teringat tentang masa kecil sooyoung yang sempat bersahabat dengan yoona karena sering bermain di panti asuhan, namun ia tak menyangka jika mereka ternyata masih bersahabat hingga sekarang. dengan geram tuan choi meremas semua foto yang ia genggam itu

…………………………….

Resoran

Begitu memasuki dapur, yoona tersenyum saat melihat jessica berdiri membelakanginya asih sibuk membuat minuman jus

“Baby” panggil yoona memeluk jessica dari belakang

“yah, jangan lakukan ini ditempat umum bodoh”

“arrasoo… kau galak sekali ahjumma” ucap yoona mempoutkan bibirnya

“kenapa kau kemari, aku sedang membuatkan makanan dan minuman untuk kalian”

“habis kau lama sekali, aku pikir kau kesulitan karena yang lain sudah pulang”

“anniyo.. aku sudah selesai, kkah bantu aku membawanya” ucap jessica sambil membawa nampan berisi makanan sementara yoona membawa nampan berisi 2 gelas jus

“kenapa hanya ada 2?”

“aku tak ikut gabung”

“wae?” tanya yoona namun jessica tak menjawabnya

keduanya berjalan keluar dapur menghampiri sooyoung yang sedang duduk menunggunya. restoran sudah ditutup karena stok habis lebih cepat, sehingga para pekerja lain sudah pulang menyisakan yoona, jessica dan sooyoung saja.

“yah mengapa lama sekali eoh, aku curiga apa yang kalian lakukan di dapur”

“yah! kami tak berbuat apa apa” ucap jessica mempoutkan bibirnya

“nne… aku hanya memeluknya dari belakang hehehe” ucap yoona tertawa innocent

“nanti saja dibereskannya, duduklah” ucap sooyoung saat melihat jessica kembali berdiri setelah menata makanan diatas meja

“aku tak ikut, kalian lanjutkan saja mengobrol berdua”

“wae?” tanya yoona kembali

“hmm… aku mengantuk, bye..” ucap jessica kembali ke belakang

“yaish… dasar putri tidur” rutuk yoona sementara sooyoung hanya terdiam memandang punggung jessica yang semakin menjauh

“tadi sampai mana pembicaraan kita soo?” ucap yoona kembali sambil menikmati makanannnya

“nne? eee… apa ya, aku lupa hehhe”

“yaish… ah iya aku baru ingat, mianhae… waktu itu aku tak hadir diacara pesta ulang tahun sunny unnie, aku benar benar tak ingat soo”

“gwaenchanna… lagipula pestanya biasa saja karena yang datang hanya rekan rekan perusahaan ayahku”

“ah begitu, unnie mu jadi? turun ke perusahaan?”

“nne.. tapi dia masih bodoh, aku pikir ayahku memintanya untuk bekerjasama dengan perusahaan yuri unnie”

“benarkah? bukankah ayahmu tak menyukai?”

“ayahku hanya tak menyukai ayah tirimu”

“baguslah, aku juga tak menyukainya” ucap yoona kemudian melanjutkan makannya sementara sooyoug hanya memandangnya

Tanpa mereka tahu, jessica masih berdiri dibalik dinding mendengarkan pecakapan mereka

…………………

Begitu tiba di rumahanya, yuri melihat tiffany yang sedang dijemput taeyeon masih belum tiba. iapun menghidupkan ponselnya untuk mengecek, yuri menerima beberapa pesan masuk dari tiffany dan akhirnya tau jika kekasihnya sedang menemani taeyeon makan di restoran. yuri kembali memasukkan ponselnya kedalam saku kemejanya setelah membalas pesan dari tiffany.

 “sepi sekali” gumamnya sambil berjalan menuju dapur, ia membuka laci dan mengambil ramyeon untuk dimasaknya

beberapa menit kemudian saat sedang masak mie ramennya, tiba tiba bel pintu rumahnya berbunyi. yuri pun segera membukakan pintu

“hey hyo, sudah lama tak melihatmu” ucap yuri tersenyum menyapa hyoyeon dan memeluknya

“akhir akhir ini aku sibuk, banyak sekali kasus yul”

“hahahaha kau terlihat lelah, kajja masuklah, apa kau sudah makan? aku sedang membuat ramyeon kau mau?”

“anniyo, aku sudah makan sebelum kemari, ah ya, amber yang memberitahuku alamat rumahmu, mian aku tak menghubungimu dulu kalau aku mau kemari”

“gwaenchanna.. tapi tunggu sebentar, aku ingin mengangkat ramyeonku dulu, kau ambil saja apapun yang ingin kau makan di kulkas”

“nne… aku mau soju” ucap hyoyeon berjalan menuju kulkas “kau juga yul?” lanjutnya

“nne…” ucap yuri

keduanya pun kembali menuju ruang makan sambil yuri menikmati ramyeomnya.

“tumben kau kemari saat hari hari sibukmu hyo” ucap yuri

“aku bingung harus bagaimana, ada seuatu yang terus mengganjal pikiranku yul”

“apa memang?”

“taeyeon” ucap hyoyeon membuat yuri berhenti mengunyah makanannya

“ah ya, bagaimana keadaan ibunya?” tanya yuri mencoba mengalihkan

“kesehatan fisiknya baik baik saja, tapi dia masih memikirkan taeyeon, aku juga” ucap hyoyeon

“wae?”

“yul, apa menurutmu taeyeon semudah itu tewas? aku masih merasa ada yang janggal dari peristiwa kemarin, jasadnya sama sekali tak ditemukan dan… aku selalu merasa jika taeyeon masih hidup”

“itu hanya perasaanmu hyo” ucap yuri

“hufth… entahlah, apa kau tidak berpikir juga kalau itu janggal?”

“jika aku terus memikirkannya, itu akan melukai perasaanku hyo, bagaimanapun juga taeyeon adalah eonnieku”

“kau benar, mianhae…” ucap hyoyeon

“anniyo, aku yang seharusnya meminta maaf padamu” ucap yuri dalam hati

*tingtong* tepat pada saat itu bel pintu rumahnya kembali berbunyi

“mungkin itu tiffany, tunggu sebentar” ucap yuri berjalan membukakan pintu, benar saja saat dibuka kekasihnya yang datang dan langsung memeluk yuri

“mianhae.. apa kau sudah kelaparan yul?” ucap tiffany

“annieyo, aku sudah memasak ramyeon hehehe”

“yaish… sudah ku bilang kau harus belajar masak, jangan makan ramyeon terus” omel tiffany sementara yuri hanya tersenyum innocent

“dia sendiri juga  belum makan yul” ucap taeyeon yang sudah berdiri dibelakang tiffany

“mwo? yah, wae..? oppa apa kau tak mengajaknya makan . bukankah kalian mampir ke restoran”

“nne, aku memang makan disana, tapi kekasihmu sangat cerewet dan tak ingin makan karena tahu kalau kau belum makan, sudah kalian duduk saja, aku akan memasak untuk kalian” ucap taeyeon berjalan memasuki rumah yuri. namun setelah mask dan berjalan menuju dapur, taeyeon terkejut saat melihat hyoyeon yang juga melihatnya

“taeyeon?” panggil hyoyeon merasa heran dan terkejut membuat yuri dan tiffany ikut menatapnya

“o.. omo!” ucap taeyeon dalam hati

“taeyeon?” panggil hyoyeon kembali mulai berjalan menghampiri taeyeon

“a.. anyeong haseyo kim taehyuk imnida” ucap taeyeon membungkukkan badannya

“huh?” gumam hyoyeon

“ah hyoyeon-ah kau salah menduganya, dia taehyuk oppa senior sekaligus sahabatku yang juga tinggal disini, dia dirut diperusahaanku” ucap yuri menghampiri keduanya

“kenapa aku baru melihatnya? bukankah dulu aku selalu datang ke kantormu yul?”

“dia memang baru saja menyelesaikan wamilnya, untuk sementara dia tinggal disini”

“oh.. begitu” ucap hyoyeon menganggukkan kepalanya “mianhae aku salah menduga, kau sangat mirip dengan sahabatku, kebetulan aku sangat merindukannya, aku kim hyoyeon” ucap hyoyeon membalas jabatan tangan taeyeon

“nne.. gwaenchanna, kalau begitu aku permisi dulu” ucap taeyeon kembali berjalan menuju dapur sementara hyoyeon masih memperhatikannya

“sepertinya ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama eoh” goda yuri menyenggol lengan hyoyeon

“anniyo… oh iya, aku baru tau kalau kalian sudah menjadi pasangan, chukkhae.. kapan aku menerima undangan pernikahan kalian?” ucap hyoyeon memberi selamat, ketiga yeoja itu kembali duduk sambil menunggu taeyeon yang sedang memasak

“gomawo… tapi yul masih..” ucap tiffany

“secepatnya hyo, doakan saja” potong yuri tersenyum menatap dan menggenggam erat tangan tiffany

“aigoo… tega sekali kalian melakukannya didepanku” ucap hyoyeon mempoutkan bibirnya

“dan kau kapan eoh?”

“aku sedang bingung tentang masalah itu yul”

“huh? wae?”

“kau masih ingat sunny putri pertama tuan choi?”

“tentu saja, dari dulu sampai sekarang kami masih berteman”

“ah.. pantas tuan choi pernah bercerita jika perusahaan yang sunny jalankan akan bekerja sama denganmu, apa itu benar?”

“nne.. baru saja tadi siang aku menemui kantornya, tapi mengapa kau bicara tentangnya?”

“tuan choi memintaku untuk menjadi tunangan sunny” ucap hyoyeon

“mwo??” ucap tiffany dan yuri

*prangg!!!* bersamaan dengan suara pecahnya piring di dapur membuat ketiga yeoja itu mengalihkan pandangannya pada taeyeon

…………………………………….

Restoran

“sudah mulai larut, kau tak ingin lagi tidur di villaku?” ucap sooyoung memakaikan jaketnya berdiap siap untuk pulang setelah keduanya cukup lama mengobrol

“anniyo, aku tidur di rumah saja”

“arraso, sekarang kau sudah memiliki istri akan sulit menginap diluar hahaha”

“hahaha kau benar, menyenangkan ternyata”

“mwo? yah apanya yang menyenangkan?” ucap sooyoung penasaran “yah yah yah bocah, apa kau sudah melakukannya?”

“tentu saja, kami selalu melakukannya setiap malam hahaha” ucap yoona mengeluarkan tawa aligatornnya

“yaish… dasar bodoh!!!” rutuk jessica yang mendengarkan lewat alat penyadapnya di ruangan lain

“omo omo! hahaha daebak! siapa yang mengajarkanmu? ternyata kau sudah tak bocah lagi”

“tentu saja dari video video yang selalu kita tonton di villa hahaha”

“yaish… dasar bocah byunt, hati hati jessica bisa mendengarmu, bisa bisa kau dibunuh hahaha”

“tenang saja, dia sedang tidur” ucap yoona santai

“TENTU SAJA AKU MENDENGARKANMU BABO, AWAS KAU KWON YOONA!!!” ucap jessica dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya

“baiklah, aku pulang dulu mau pulang bersama?”

“anni, akan lama mmbangunkannya, kau duluan saja soo”

“oke, tapi awas! segera pulang setelah kekasihmu bangun, jangan sampai kalian melakukannya disini, arrasso?!”

“yaish… aku tau tempat, kkah pulanglah” ucap yoona mendorong tubuh sooyoung hingga kedepan pintu, namun sebelum keluar langkah sooyoung berhenti dan kembali membalikkan badannya, ia terdiam memandang dinding yang membatasi dapur

“huh? wae? apa ada barangmu yang tertinggal?” tanya yoona saat melihat sooyoung masih berdiri

“anniyo, aku pulang dulu, bye..” ucap sooyoung kembali berjalan dan meninggalkan restoran

Saat itu juga jessica langsung berlari menuju lantai atas memasuki ruang peribadi mereka sebelum yoona menyusulnya

tak berapa lama, yoonapun membuka pintu dan melihat jessica sedang duduk diatas tempat tidur

“eh? kau sudah bangun ternyata” ucap yoona tersenyum senang berbeda dengan jessica yang menatapnya tajam

“kemarilah” ucap jessica mulai melepaskan satu persatu kancing seragam kerja yang ia kenakan

“dengan senang hati” ucap yoona segera berlari hendak memeluk kekasihnya namun

*plak!!!!*

“aw..!! yah appo…” ucap yoona mengusap  usap kepalanya yang baru saja dipukul oleh jessica

“lalu kalau ini bagaimana?” uca jessica menari telinga kanan yoona cukup kencang

“aw aw aw ampun!! aw!! eomma…” rengek yoona dengan kepalanya mengikuti arah tarikan tangan jessica

“yaishh!!! mengapa kau begitu menyebalkan!!!” teriak jessica memarahi kekasihnya itu, iapun melepaskan tangannya dari telinga yoona yang  sudah berwarna merah padam akibat tarikannya itu

“wae..? kenapa kau tiba tiba marah dan memukulku? apa kau baru saja datang bulan?” tanya yoona

“kau sudah…!! arrgh…molla, aku sangat kesal padamu” ucap jessica membuang muka

“wae..? katakan padaku, jangan marah…” ucap yoona memegang kedua pundak jessica mencoba menenangkan

“jangan berani memegangku!”

“ar.. arraso..” ucap yoona segera melepaskan kedua tangannya “kau sangat menyeramkan” lanjutnya namun dengan suara pelan

“WHAT DID YOU SAY??!!!” teriak jessica kembali mengangkat tangannya karena mendengar ucapan yoona

“an..nniyoo mianhae..” ucap yoona segera mengatupkan kedua tangannya didepan jessica agar tak kembali menerima pukulan maut dari kkasihnya itu

“hhaahh… sudahlah, aku mau pulang” ucap jessica segera berdiri

“mwo?? andwae… kau tak boleh meninggalkanku, jangan kembali ke USA jebal.. aku tak ingin kehilanganmu lagi” ucap yoona memeluk kaki jessica untuk menahannya

“oh my gosh, bisa bisanya aku mencintai yeoja babo ini” ucap jessica dalam hati sambil mengusap usap kasar wajahnya

“yah! maksudku aku ingin pulang ke rumah yul!” ucap jessica

“eh?? aku kira kau pergi ke USA hehehe” ucap yoona kembali tertawa innocent sambil melepaskan kedua tangan yang menahan kaki jessica, ia pun segera berdiri dan berlari menyusul jessica yang sudah pergi lebih dulu

“baby… chankkaman…” teriak yoona berlari menyamakan langkah jessica yang sangat cepat

“jangan sentuh! aku sedang kesal padamu” ucap jessica saat merasakan tangan yoona menggenggam tangannya

“arraso.. tapi berhenti dulu” ucap yoona menahan kedua pundak jessica dan membalikkan badannya sehingga keduanya saling berhadapan “kau boleh kesal dan marah padaku, tapi kau tak boleh kedinginan, aku tak ingin kau sakit” ucap yoona memakaikan jaket miliknya pada jessica membuat jessica sadar jika ia keluar tak memakai jaket

Jessica pun terdiam, hatinya kembali merasakan hangat menerima perlakuan yoona yang selalu berhasil membuatnya luluh. karena meskipun kepolosan yoona sangat menyebalkan dan selalu membuatnya kesal, tapi perlakuan dan ketulusannya selalu membuat jessica mencintai yoona dan tak ingin melepaskannya

“kajja sebaiknya kita mencari makanan dulu, aku lapar” ucap yoona mencoba menggenggam tangan jessica penuh hati hati khawatir jessica akan marah padanya, namun jessica hanya terdiam sambil tetap melangkahkan kakinya mengikuti yoona

setelah cukup lama berjalan, keduanya menemukan kedai makanan

“ahjumma, tolong bungkuskan tteokbokki dan kue ikan” ucap yoona sambil memberikan selembaran uang pada penjual itu

“nne..” ucap penjual itu segara membungkuskan pesanan yoona

Setelah menerima makanan itu, yoona kembali menggenggam tangan jessica dan membawanya duduk di kursi taman

“kajja kita makan, kau juga pasti lapar” ucap yoona membukakan 2 kotak makanan berisi tteokbokki dan kue ikan itu, ia pun memberikan garpu kecil pada jessica

“aku tak lapar” ucap jessica dengan wajah dinginnya, ia menatap yoona yang terdiam menatapnya, namun kemudian melihat yeoja itu kembali fokus pada makanannya membuat jessica kembali kesal

“kkah, makanlah aku sudah meniupinya agar tak terlalu panas” ucap yoona menyodorkan kue ikan pada mulut jessica yang tentu saja membuat jessica terkejut

“sudah ku bilang aku tidak mau, kau saja yang makan”

“kau boleh marah dan kesal padaku, tapi kau tak boleh sakit” ucap yoona kembali menyuapi makanan itu, jessicapun membuka mulutnya menerima potongan kue ikan itu

“bagaimana rasanya? enak?” tanya yoona, namun jessica hanya menjawabnya dengan mengangguk sambil menikmati makanan itu

“ah kau benar ini sangat lezat hehehe tau gitu aku membeli banyak” ucap yoona setelah ikut memakannya

Yoona memberikan kotak berisi kue ikan itu pada jessica namun yeoja itu kembali menolaknya membuat yoona mempoutkan bibirnya

“arraso… akan aku suapi” ucap yoona membuat jessica tersenyum senang menatap kekasihnya yang sedang fokus mendinginkan kue ikan itu

“omo omo!” ucap yoona yang berhasil memergoki jessica yang tersenyum memandangnya

“wae?” tanya jessica kembali memasang tatapan dinginnya

“aku baru menyadari jika dihadapanku ini seorang bidadari cantik hehehe” goda yoona berhasil membuat kedua pipi jessica memerah

“yaish… jangan menggodaku!” ucap jessica pura pura kesal namun tak dapat menyembunyikan senyumnya, yoona pun ikut tertawa dan kembali menyuapi makanan itu pada kekasihnya

kini suasana keduanya kembali menghangat

“baby, bukankah setiap hubungan itu harus saling terbuka?”

“tentu saja, memangnya kenapa?”

“anniyo, hanya saja sejujurnya aku masih belum mengerti mengapa kau tiba tiba marah padaku”

“aku sangat kesal padamu” ucap jessica mempoutkan bibirnya

“wae?? apa aku mengatakan hal yang salah dan menyakitimu?”

jessica kembali terdiam menatapnya, sebenarnya ia ingin sekali memarahi kekasihnya yang dengan polosnya bercerita tentang hal hal pribadi hubungan mereka pada sooyoung, hal itu membuatnya sangat malu. namun ia tak bisa melakukan itu karena yoona pasti akan bertanya dan curiga mengapa ia bisa tahu padahal sedang tak bersama mereka.

“anniyo, lupakan saja aku tak ingin membahasnya”

“mianhae… tapi… sampai kapan kau marah padaku?” ucap yoona mempoutkan bibirnya

“sampai detik ini”

“nne??!” gumam yoona terkejut

“aku tak bisa lama lama marah pada orang yang sangat menyebalkan sepertimu” ucap jessica “mianhae sudah menyakitimu” lanjutnya sambil mengusap usap lembut kepala dan telinga yoona yang sempat dijewernya

“gomawo..” ucap yoona memeluk kekasihnya itu

*cuppp* yoona pun mencium bibir jessica dan tersenyum menatap kekasihnya itu

“i love you more than food” ucap yoona

“love you too more than everything” ucap jessica

“kajja kita pulang” ucap yoona menggenggam erat tangan kekasihnya, keduanya kembali menuju restoran untuk mengambil mobil mereka

“kau tunggu disini sebentar, ada barang yang tertinggal” ucap jessica setelah keduanya tiba didepan mobil mereka yang terparkir

“nne? tak ingin ku temani?”

“tidak, hanya sebentar, tunggu saja disini oke?” ucap jessica segera berlari memasuki restoran

“arasso” ucap yoona menatap punggung jessica yang akhirnya menghilang setelah memasuki restoran, iapun berdiri menunggu kekasihnya didepan mobil

jessica berjalan memasuki ruang ganti pakaian, ia memeriksa satu persatu seragam karyawan mencari seragam yang dikenakan sooyoung karena alat penyadap yang ia tempelkan masih terdapat di seragam itu, namun ia kesulitan mencari alat itu yang berbentuk sangat kecil

“dimana ya? aku yakin ini pakaian yang ia kenakan” ucap jessica memeriksa seragam itu dengan teliti, tanpa sadar seseorang sudah berdiri dibelakangnya dan mulai menutup pintu ruangan itu

*trekk!!!* jessica segera membalikkan badannya begitu mendengar suara pintu ruangan tertutup, ia terkejut saat melihat seseorang dengan pakaian serba hitam dan menutupi sebagian wajahnya oleh topi yang ia kenakan itu berdiri dihadapannya

“kau mencari benda ini?” ucap orang itu mengangkat tangannya memperlihatkan benda kecil yang jessica cari

Jessica semakin terkejut melihat nya, ia tahu bahaya sedang mengancamnya, jessicapun mencoba melawan orang itu agar bisa meloloskan diri namun sayang tenaga orang itu begitu kuat sehingga dapat mencengkram dan mengunci tubuhnya

Jessica berusaha memberontak dan mencoba berteriak namun sayang, orang itu lebih cepat bertindak dan berhasil membekap wajah jessica dengan sapu tangan yang sudah diberikan bius sehingga membuat jessica perlahan menjadi tak sadarkan diri

orang itupun mengikat kedua tangan dan kaki jessica yang sudah tak sadarkan diri, ia segera membawanya melalui pintu belakang restoran tanpa diketahui siapapun termasuk yoona yang cukup lama menunggunya

“lama sekali” ucap yoona menatap jam tangannya, ia kembali menatap pintu restoran yang masih terbuka itu namun sayangnya ia tak bisa melihat kedalam karena ruangan utama tampak gelap, ia hanya melihat sedikit cahaya dari ruangan belakang

yoona awalnya ingin masuk, namun ia teringat dengan ucapan jessica yang memintanya untuk menunggu. ia tak ingin jessica kembali marah padanya.

Namun tiba tiba ia melihat sebuah mobil van hitam melaju dengan cepat dari arah belakang restoran, membuat yoona curiga dan segera berlari memasuki restoran karena merasakan firasat yang tak enak tentang kekasihnya

“sica…?” panggil yoona

“jessica..?” panggilnya kembali namun tetap tak ada jawaban dari kekasihnya, iapun mengecek semua ruangan dan tak menemukan jessica dimanapun hingga ia memasuki ruang ganti dan melihat ruangan itu terlihat berantakan

“sial!! sica…..!!!” teriak yoona mengacak acak rambutnya saat teringat dengan mobil van hitam tadi. Jessica telah diculik

TBC

ada yang masih ingat dengan cerita2 sebelumnya?

hehehe maapin ya sempat hiatus karena beberapa hal… 😅

Dear Reader

anyeong readers dan followers saya yang tercinta 🙇😅

ada yang masih inget saya?

cuma mau kasih tau kalo saya punya wattpad hehehe 😁

dan mungkin ff terbaru bakal di post disana. tergantung seberapa banyak yg baca sih

follow dan mampir kuy

nama akun nya @im_sone09 atau ini linknya https://www.wattpad.com/user/im_sone09

makasih…. 🙏

Mending wattpad apa tetep di wordpress?

 

Unexpected Love [2/3]

PicsArt_06-20-03.24.30

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Tiffany Hwang, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………

1 bulan yang lalu

“jessica-shi, anda harus segera melakukan operasi dan memdapatkan perawatan serius demi kesehatan anda”

“aku masih merasa baik baik baik saja dokter, aku hanya butuh obat untuk menghilangkan rasa sakit saja”

“mau sampai kapan? kesembuhan anda sangatlah penting”

“entahlah” ucap jessica terdiam “dokter sudah memeriksa penyakitku dan mungkin dokter sudah tahu berapa lama lagi umurku untuk bertahan hidup”

“hmm…. dokter bukanlah Tuhan yang bisa menentukan umur seseorang, sebaiknya penyakitmu segera ditangani”

“berapa lama lagi?” tanya jessica kembali dengan wajah seriusnya

“kurang lebih dari satu tahun tergantung bagaimana kau menjaga tubuhmu” ucap dokter itu terasa berat

“baiklah, beri aku obat penahan sakit selama itu”

“Kau selalu saja keras kepala” ucap dokter itu kemudian menuliskan resep obat dan diberikannya pada jessica

“jessica-shi, obat penghilang sakit tak akan bisa membuatmu sembuh, penyakitmu harus segera diangkat” ucap dokter itu kembali saat jessica melangkahkan kakinya, namun ia hanya terdiam dan kembali berjalan

Begitu keluar dari ruang dokter, jessica terdiam menyandarkan punggungnya pada dinding, perlahan tubuhnya luruh. iapun menumpahkan air matanya, karena bagaimanapun juga ia merasa sedih atas kondisi badannya terlebih saat ia tahu masa hidupnya tak akan lama lagi

Jessica terlalu takut membayangkan hal itu, ia akan sendirian dan merasakan kesepian terlebih dua sahabatnya sama sama sibuk.

tangisnya kembali tumpah, beruntung koridor itu tampak sepi. namun tak berapa lama, jessica melihat sepasang kaki berada dihadapannya, iapun mengangkat wajahnya dan melihat seorang yeoja berpakaian seragam pasien sedang menunduk menatapnya. buru buru jessica menghapus air matanya namun ia melihat yeoja itu memasukkan tangannya kedalam saku kemudian mengeluarkan sapu tangan dan memberikannya pada jessica tanpa bicara apapun.

setelah menerima saputangan itu, jessica melihat yeoja itu kembali berjalan tanpa berbicara padanya hingga memasuki ruangan tempat dirinya dirawat.

Flashback End

dan jessica kini melihat yeoja itu kembali dihadapannya. ia tak menyangka jika yeoja itu adalah yoona adik dari tiffany. saat mengantar keluarga tiffany dari rumah sakit, jessica tak begitu memperhatikan yoona, apalagi waktu itu ia mengenakan masker yang menutupi sebagian wajahnya

“t..ttif, aku akan mengambil minum” ucap jessica

“nne…”

begitu keluar, jessica melihat ibu tiffany sedang duduk dan iapun menghampirinya

“omonim.. bolehkah aku duduk?”

“eh? nne.. nne.. silahkan jessica-shi”

“ah hahaha lebih baik omonim memanggilku jessica saja” ucap jessica tertawa malu

“ah.. baiklah, kalau begitu panggil aku eomma saja, anggap saja aku ibumu sica”

“n..nn eom..ma” ucap jessica ragu

“kau sudah makan sica?”

“nne.. sudah, eomma apa aku boleh bertanya tentang yoong?”

“nne… tentu saja”

saat itupun ibu tiffany menceritakan semua tentang yoona bahkan keluarganya. entah kenapa dia begitu anusias mengenal tentang keluarga tiffany.

……………………………………………..

Beberapa hari kemudian

di kampus

“yah jamur, wae? kau terlihat seram” ucap yuri yang memergoki tiffany yang sedang tersenyum senyum sendiri

“anniyo, ah ya yul apa kau masih ingat yeoja yang waktu itu datang ke restoran dan pergi bersamaku”

“jessica jung?”

“huh? kau sudah tahu dia?”

“tentu saja, siapa yang tak mengenalnya. memangnya kenapa?”

“huh? mengapa hanya aku yang baru tahu jika dia seorang penyanyi terkenal, bahkan dari naungan agensi impianku, aku baru saja mendownload lagu lagunya kemarin, suaranya sangat indah” ucap tiffany

“nne.. tapi sayangnya dia sudah keluar”

“m..mmwo?!!” ucap tiffany terkejut

“yah, jangan bilang kau baru mengetahuinya”

“j..jinjja? wae?”

“huh.. sudah kuduga” ucap yuri menatapnya datar “molla… aku hanya melihat taeyeon yang menjelaskannya di media, dia dikeluarkan pihak agensinya”

“mwo? jinjja?”

“mengapa kau seterkejut itu?” ucap yuri heran yang tak biasanya melihat sahabatnya seperti itu yang bahkan ia tahu tiffany jarang sekali mengetahui aktor aktris maupun penyanyi karena terlalu sibuk

“tentu saja, bukankah mereka terkenal”

“Entahlah, banyak sekali opini, tapi ku dengar karena banyak fans taengsic yang tak menyukainya karena sifatnya yang dingin dan sombong”

“mwo? menurutku itu sama sekali tak benar”

“tapi kenapa dia bisa mengenalmu?”

“waktu itu kita pernah bertemu saat aku bekerja di minimarket” ucap tiffany namun ia terdiam “apa dia mabuk karena masalah itu?” lanjutnya dalam hati

“aku juga pernah beberapa kali melihatnya di rumah sakit saat menjenguk yoona, mungkin dia sakit” ucap yuri

“sakit?” gumam tiffany dalam hati

………………………………………..

di butik, jessica baru saja mengantarkan pelanggannya keluar.

“sekali lagi kamsahamnida jessica-shi, kami sangat puas dengan hasil desain gaun yang anda buat, ternyata selain bernyanyi kau juga sangat berbakat menjadi desaigner”

“kamsahamnida..” ucap jessica tersenyum membungkukan badannya

hingga mereka pun meninggalkan butik. begitu masuk kembali ia merogoh saku jasnya mengambil ponsel

“hallo baby”

“hey sica… kemana saja baru menghubungiku eoh?”

“hehehe mianhae aku sibuk”

“yaish.. alasan klasik, boghosippho..”

“aku juga merindukanmu my taenggu, ah apa aku mengganggumu?”

“baboya.. tentu saja tidak, bagaimana keadaanmu sekarang?”

“tentu saja aku baik baik saja, taenggu.. ku dengar SMent akan mengadakan audisi?”

“nne.. satu bulan lagi, ada apa?” omo omo, apa kau akan mengikuti lagi?”

“Yah mana mungkin… apa kau sibuk?”

“anni, aku memiliki waktu kosong 4 jam, kajja kita bertemu”

“baiklah, kita bertemu di basecamp”

“yaaayyyy… on the way!” ucap taeyeon antusias

……………………………………..

Restoran

“hmmm… dia tak datang” gumam tiffany dalam hati menatap meja pengunjung nomor 18 yang selalu jessica duduki. sudah beberapa hari ini jessica memang selalu mengunjungi restoran tempatnya bekerja dan selalu memilih meja nomor 18, angka kesukaannya. namun sayangnya hari ini yeoja yang diharapkannya itu tak datang hingga jam kerja tiffany berakhir.

“tiff…” panggil seseorang membuat tiffany langsung menoleh kearah sumber suara, senyumnya mengembang saat ia melihat jessica berdiri disamping mobilnya yang sedang terparkir

“jessie…” gumam tiffany dalam hati

“hmm… sepertinya ada yang mau kencan lagi, baiklah aku pergi duluan ya.. bye jamur” ucap yuri memeluk tiffany kemudian berlalu

“hati hati yul…” teriak tiffany, iapun kembali membalikkan badannya dan berjalan menghampiri jessica

“kau terlambat” ucap tiffany terlihat kesal

“omo, apa kau menungguku?”

“an.. anniyo..” ucap tiffany salah tingkah

“kajja ikut aku”

“huh? oddiga? aku harus bekerja lagi nanti”

“ikut saja, ini sesuatu yang penting…” ucap jessica membukakan pintu mobil untuk tiffany

Setelah 20 menit perjalanan, mereka sampai di basecamp studio milik sooyoung

“ini rumahmu?” tanya tiffany saat turun dan melihat bangunan yang cukup besar dihadapannya itu

“bukan, kajja kita masuk” ucap jessica menarik tangan tiffany membuat yeoja itu terkejut dengan kedua pipinya yang memerah

“yah, kau lama sekali” ucap taeyeon yang sudah lama menunggunya

“hehehe mian, taeng aku membawa temanku” ucap jessica menarik tangan tiffany hingga berdiri sejajar dengannya

“omo! taeyeon eonnie!” gumam tiffany merasa terkejut

“huh? teman?” ucap taeyeon heran “anyeong.. kim taeyeon imnida” lanjutnya

“ah any..nyeong, tiffany hwang imnida” ucap tiffany membungkukan badannya namun masih merasa gugup, ia tak menyangka jika jessica akan membawanya menemui penyanyi solo terkenal yang pernah satu grup dengannya itu

“taeyeon-ah.. tolong lihatlah kemampuan suaranya”

“nne?” gumam taeyeon dan tiffany bersamaan

“j..jjesie.. mmaksudmu?” ucap tiffany

“kajja” ucap jessica menarik kembali tangan tiffany dan membawanya ke ruang studio rekaman dalam rumah itu

“bernyanyilah, tunjukan suara indahmu padanya” ucap jessica memasangkan headphone pada tiffany

“jessie..” ucap tiffany merasa malu

“bernyanyi saja, jangan gugup” ucap jessica kembali, iapun meninggalkan tiffany didalam ruangan itu dan berdiri disamping taeyeon dibalik kaca pembatas sambil memandang tiffany

Tiffany masih terdiam dengan rasa gugupnya, apalagi dihadapannya berdiri 2 orang penyanyi terkenal yang kemampuan bernyanyinya tak bisa diragukan lagi. namun ia melihat jessica kembali tersenyum mengepalkan tangannya keatas memberi semangat pada tiffany. perlahan rasa percaya diri tiffany pun muncul

Tiffany terdiam sejenak memejamkan matanya untuk benar benar menghilangkan kegugupannya sebelum akhirnya mulai bernyanyi

0b0087071d09178dd57e090cd57d0e571238764802_full

Taeyeon terpaku dan sedikit membuka mulutnya saat mendengarkan tiffany bernyanyi dibalik earphonenya membuat jessica tersenyum menatap sahabatnya itu

“bagaimana taeng?” ucap jessica

“suaranya indah” ucap taeyeon “tapi… bagaimana kau bisa mengenalnya? apa dia juga seorang penyanyi terkenal?”

“ceritanya panjang, dia hanya seorang pelayan restoran yang kadang mengisi hiburan dengan bernyanyi di restoran itu”

“aku rasa suaranya terlalu indah untuk menjadi seorang penyanyi hiburan, tapi… mengapa kau membawanya kemari?”

“dia memiliki impian untuk menjadi sepertimu”

“SMent?” ucap taeyeon dan mendapat anggukan dari jessica

“Tolong buat impiannya terwujud taeng” ucap jessica

Taeyeon dan jessica kembali terdiam dan memasang kembali earphonenya

Begitu selesai, jessica kembali mengantar tiffany karena harus bekerja kembali di mini market

“jessie, mengapa kau mengajakku dan menyuruhku bernyanyi tadi? aku sangat malu”

“wae? suaramu sangat indah”

“tapi.. mengapa kau membawa taeyeon eonnie?”

“karena… aku pikir kau layak bersanding dengannya diatas panggung nanti, menggantikanku”

“huh?” gumam tiffany tak mengerti

“sebentar lagi akan ada audisi dan bahkan audisi entah sebagai penyanyi solo ataupun partner taeyeon yang menggantikanku, aku yakin kau akan lolos dan bisa langsung menggantikanku”

Tiffany terkejut mendengar hal itu, namun ia kembali teringat jika jessica sudah keluar dari agensi itu

“tapi.. wae?” ucap tiffany

“wae??” ucap jessica heran

“kenapa kau keluar, jessie” ucap tiffany sedikit ragu membuat jessica terdiam sejenak namun ia kemudian tersenyum

“memang sudah seharusnya” ucap jessica

“apa kau sakit?” tanya tiffany membuat senyuman jessica seketika menghilang, ia terkejut atas ucapan tiffany, beruntung tiffany tak menyadarinya

“anniyo… hanya sedikit masalah”

“tapi kulihat kau dan taeyeon eonnie baik baik saja tadi”

“tentu saja, kami sudah lama bersahabat”

“hmmm… begitu ya”

“why? mengapa kau masih terlihat ragu”

“jika aku daftar dan diterima, bagaimana eomma dan yoong nanti”

“ah ya kau masih memiliki waktu satu bulan, sebaiknya kau berhenti bekerja di minimarket tiff”

“huh? wae?”

“untuk yoong, aku sudah bertanya dan belajar dari dokter, kita bisa berusaha membuat yoong dapat berinteraksi dengan baik lagi, bahkan semoga saja yoong bisa ceria kembali, yoong membutuhkan orang orang didekatnya”

akhirnya tiffany pun menyetujuinya.

Hari demi hari jessica lebih sering menghabiskan waktunya bersama keluarga tiffany terutama dengan yoona. hingga yoona sedikit demi sedikit mulai merespon bahkan mulai bisa tersenyum dengan candaan tiffany dan jessica. tak jarang kedua yeoja itu membawa yoona jalan jalan meskipun tak jauh, tapi hal itu berhasil membuat yoona kembali seperti dulu meskipun masih sedikit canggung. hal itu tentu saja membuat tiffany dan ibunya bahagia terutama jessica, ia juga merasa bahagia menjadi bagian dari mereka karena ibu tiffany selalu memperlakukannya seperti pada anak kandung sendiri.

Dan selama itu pula tiffany memiliki waktu untuk berlatih sampai hari audisi tiba sesuai jadwal yang telah diterimanya.

ia senang begitu masuk ruang audisi dan melihat taeyeon yang menjadi salah satu yang menyeleksi, keduanya sudah cukup dekat karena jessica selalu membawanya ke studio untuk latihan dan taeyeonlah yang menjadi pelatihnya

Begitu keluar jessica yang menunggunya di basement segera berlari menghampiri tiffany

“bagaimana?” tanya jessica namun ia hanya melihat tiffany terus menundukkan kepalanya membuat jessica khawatir

“aku lolos dan aku bisa jadi partner duet taeyeon eonnie” ucap tiffany tersenyum dengan kedua matanya yang berkaca kaca

jessica yang mendengarnya langsung memeluknya bahagia

“chukkae” ucap jessica

“gomawo…” ucap tiffany melepaskan pelukannya dan keduanya terlihat menangis bahagia “ini semua berkat mu jessie”

“bukan aku, tapi karena usahamu”

“eonnie.. chukkae” ucap seseorang yang sudah berdiri dibelakang tiffany membawakan sebuah bunga untuk

“omo! yoong!!” teriak tiffany terkejut sekaligus senang menerima kejutan dari adiknya yang hadir

setelah mengantar tiffany, jessica langsung buru buru menjemput yoona dan beruntung saat tiba nama tiffany masih belum dipanggil sehingga ketika memasuki ruang audisi yoona dapat melihatnya kecuali jessica yang menunggunya diluar. bagaimanapun juga ia tak bisa menampakkan wajahnya lagi di gedung mantan agensinya itu

Tiffany memeluk yoona merasakan bahagia

…………………………………………….

Beberapa hari kemudian

Di restoran

hari ini tiffany mengundurkan diri bekerja di restoran yang sudah ia tekuni selama 2 tahun itu, karena kini ia akan melanjutkan impiannya sebagai seorang penyanyi setelah berhasil lolos audisi di SMent. untuk itu tiffany pun pamit kepada teman teman termasuk sang pemiik restoran

“chukkae…” ucap sang pemilik restoran memeluk tiffany diikuti teman teman pelayan restoran lainnya

“gomawo.. aku akan merindukan kalian”

“eonnie, jangan lupakan kami setelah terkenal nanti” ucap teman temannya itu

“hahaha tenang saja, aku akan selalu berkunjung kemari” ucap tiffany, iapun dibawa teman temannya kembali memasuki dapur restoran untuk menikmati masa masa terakhirnya

“gomawo sudah mewujudkan impian sahabatku yang sempat tertunda” ucap yuri pada jessica yang sama sama masih berdiri di depan restoran

“hmm… bukan karenaku” ucap jessica

“tapi… kenapa kau keluar?” tanya yuri membuat jessica menoleh menatapnya

“memang sudah seharusnya” jawab jessica

“kau… tak sedang sakit kan?”

“hahaha tentu saja tidak” ucap jessica tertawa

“omo, aku tak menyangka kau bisa tertawa, aku pikir kau benar benar seorang ice princess”

“yah!!” ucap jessica mengangkat tangannya namun yuri sudah berlari memasuki restoran

………………………………………………..

Setelah dari restoran, jessica kembali mengantar tiffany pulang

“kenapa kau terlihat murung?” tanya jessica yang melihat tiffany hanya diam melihat keluar jendela

“aku memikirkan yoong” ucap tiffany memandang jessica “aku akan tinggal di dorm nanti, aku tak bisa menjaganya”

“jangan terlalu dipikirkan, aku yang akan menjaganya, lagipula keadaan yoona sudah mulai membaik” ucap jessica tersenyum menenangkan tiffany

Namun ia malah melihat tiffany kembali terdiam memandangnya

“why?”

“jessie, mengapa kau melakukan ini padaku?” tanya tiffany

“hmm… entahlah” ucap jessica mengangkat kedua pundaknya

“yaish…”

……………………………….

sudah beberapa minggu tiffany tinggal di dorm dan mulai disibukkan dengan debut dan promosi ke berbagai radio maupun siaran Televisi sebagai anggota penyanyi duet baru yang sekarang bernama taeny. memiliki paras cantik dan indah membuatnya mudah dikenal dan diterima oleh masyarakat.

karena hal itu pula Tiffany menjadi jarang bertemu dengan jessica.

Tiffany dan taeyeon baru saja menyelesaikan schedule terakhirnya dihari itu.

“akhirnya selesai juga, apa kau lelah fany-ah?” ucap taeyeon mengenakan seatbelt nya, keduanya baru saja memasuki mobil dan taeyeon lah yang mengemudi

“hmm… lumayan eonnie, aku tak menyangka jika schedule nya akan semakin padat”

“hehehe maklumi saja, tapi kau senang kan?”

“tentu saja eonnie” ucap tiffany dengan eye smilenya

“yah bisa kah kau berhenti memanggilku eonnie”

“wae..?”

“aku terasa tua jika dipanggil itu”

“hehehe baiklah, taenggu? aku selalu mendengar jessie memanggil itu padamu”

“hmm… oke, sebenarnya aku memiliki banyak nama panggilan”

“jinjja?” ucap tiffany antusias

“taetae, taenggu, taehyuk, taeng, emm… oppa”

“nne? oppa?”

“nne.. mereka selalu saja memanggilku itu, aigoo… apa wajahku masih kurang cantik, menyebalkan”

“hahaha… kau lucu sekali, tapi.. menurutku wajahmu memang tampan taeng”

“yaish… hati hati kau jatuh cinta padaku” ucap taeyeon

“ah ya, apa hari ini ada schedule”

“jika ada, mana mungkin aku yang menjadi supirmu.. tentu saja kosong, wae?”

“apa aku dibolehkan pulang?”

“nne, tentu.. kau akan pulang?”

“nne” jawab tiffany menganggukkan kepalanya “aku rindu pada eomma dan adikku” lanjutnya

“baiklah, jam berapa aku mengantarmu?”

“andwae… tidak perlu, kau istirahat saja taeng. lagipula sekarang sudah jam 4 pagi, aku akan berangkat pukul 7 nanti”

“hmm.. yasudah, tapi kau harus hati hati didepan publik”

“jangan khawatir, aku sudah banyak belajar dari jessica”

“jessica? fany-ah apa kau dekat dengannya sekarang?”

“emm… seperti itu lah, wae?”

“anniyo, hanya saja aku heran, aku sudah mengenalnya lebih dari 7 tahun.. setahuku dia sangat dingin pada orang yang tak dikenal ataupun baru dikenalnya”

“akupun dulu berpikir begitu”

“tapi sebenarnya hatinya sangat hangat, dia selalu melakukan apapun dengan tulus” ucap taeyeon

“nne.. aku bisa merasakannya” ucap tiffany dalam hati

“taeng, aku masih belum mengerti”  ucap tiffany kembali

“wae?”

“mengapa jessie bisa keluar dari taengsic?”

“ah? emm… itu karena…” ucap taeyeon diam sebentar mencari alasan lain sementara tiffany terus menatapnya menunggu jawaban “jessica tidak memperpanjang masa kontraknya”

“benarkah?” ucap tiffany tanpa rasa curiga “sayang sekali, padahal waktu itu aku baru bertemu dengannya”

“nne, jessica ingin fokus pada bisnis butiknya dan menjadi seorang desaigner” ucap taeyeon sementara tiffany hanya menganggukan kepalanya

Setibanya di dorm, taeyeon langsung memasuki kamar untuk istirahat sementara tiffany segera membereskan barang barang yang akan dibawanya untuk pulang, hari ini kesempatannya untuk bertemu dengan keluarganya setelah hampir satu bulan ia disibukkan menjadi member taeny bersama partner nya taeyeon.

begitu siap tiffany membuka pintu kamar taeyeon yang tak terkunci, ia melihat yeoja itu sudah terlelap kemudian iapun menutupnya kembali dan mengenakan kaca mata hitam beserta topi penyamarannya. kini ia tak bisa bebas kemanapun setelah dikenal banyak oleh para fans nya.

begitu sampai di rumah, tiffany langsung disambut hangat oleh yoona dan ibunya

“eonnie, boghosippo” ucap yoona memeluk tiffany

“nado.. bagaimana kabarmu dan eomma?”

“kami baik baik saja, apa kau sudah tau?”

“tau apa?”

“mulai lusa aku sudah mulai sekolah”

“huh? jinjja? mengapa tak memberitahuku dari awal?” ucap tiffany terkejut

“apa boleh buat eonnie terlalu sibuk sampai tak menjawab telepon dariku.. jessica eonnie selalu mengajariku dan satu minggu yang lalu dia mengantarku untuk mengikuti tes di sekolah, dan aku lolos”

“jessica?”

“nne, sica eonnie selalu kesini setiap hari” ucap yoona terlihat senang

“ternyata dia memang melakukannya” ucap tiffany dalam hati “berarti hari ini dia akan kemari” lanjutnya sambil tersenyum senyum sendiri merasa senang

“kalau begitu eonnie mandi dulu, eonnie baru saja pulang dari siaran”

“omo, kau pasti lelah sayang, kkah mandilah lalu segera istirahat” ucap ibu tiffany

…………………………………….

“soo tolong ambilkan tissue” ucap jessica sedikit berteriak dari dalam kamarnya

Pintu kamarpun terbuka

“omo sica! hidungmu berdarah lagi? banyak sekali” ucap sooyoung langsung berlari menghampiri dan membantu membersihkan darah yang keluar dari hidung sahabatnya itu

“nne.. menyebalkan sekali”

“kajja kita ke rumah sakit saja”

“andwae.. aku harus bertemu yoona, hari ini kami akan ke lotte world”

“yah, pikirkan kesehatanmu! kau tak lihat tubuhmu semakin kurus?”

“aku baik baik saja” ucap jessica

“terserah kau saja” ucap sooyoung terlihat dingin sambil membuang tissue yang dipegangnya cukup keras kesamping jessica. sooyoung merasa kesal dan marah pada sahabatnya itu. iapun berlalu meninggalkan kamar jessica

dan saat itupula pandangan jessica mulai terlihat buram saat melihat tubuh sooyoung yang meninggalkan kamarnya, ia mulai memijat pelipisnya mencoba menetralkan kembali namun tetap saja

…………………………………………..

setelah tertidur selama 4 jam tiffany membuka kedua matanya karena perutnya terasa kosong. ia pun berjalan keluar kamar dan melihat yoona sedang duduk menonton TV

“yoong eomma oddiga?”

“eomma sedang pergi berbelanja, tapi eomma sudah membuatkan makanan untuk eonnie”

“jinjja? wah.. aku lapar sekali, kajja makan”

“eonnie saja, aku sudah makan”

“yoong jam berapa jessica datang kemari?”

“hari ini sica eonnie tak datang”

“eh? wae?”

“molla..”

Tiffany terdiam mendengar itu, ada sedikit rasa kecewa karena yeoja yang dinantikannya ternyata tak jadi datang ke rumahnya. ia pun kembali memasuki kamarnya dan tak jadi makan hingga tiffany kembali tertidur.

cukup lama tertdur, tiba tiba tiffany merasakan sesuatu yang dingin menempel pada kedua pipinya, perlahan iapun membuka kedua matanya dan melihat seorang yeoja tersenyum menatapnya

IMG_8092_filtered.jpg

“wake up” ucap jessica dengan kedua tangannya yang masih membingkai wajah tiffany

“jessie…” ucap tiffany terbangun dan duduk diatas tempat tidurnya, keduanya pun langsung berpelukan “aku merindukanmu” ucap tiffany kembali

“aku juga, bagaimana masa debutmu?” ucap jessica melepaskan pelukannya

“cukup melelahkan, bulan depan kami akan mengadakan konser, ternyata belum ada satu hari tiketnya sudah terjual habis”

“woah.. daebak, mianhae.. aku jarang membuka internet jadi tertinggal berita, kalau tahu aku akan menunggu tiket itu”

“jangan khawatir, aku sudah membeli banyak hehehe”

“jinjja?”

“tentu saja”

“kalau begitu bangunlah dan segera mandi, kita akan pergi”

“huh? oddiga? aku sudah mandi”

“kalau begitu cuci muka saja, tadinya aku akan mengajak yoong ke lotte world tapi aku datang terlambat dan waktunya tak akan cukup, jadi kita jalan jalan saja sambil mencari kado untuk ulang tahun sahabatku sooyoung”

“baiklah 10 menit!” ucap tiffany bergegas memasuki kamar mandi sementara jessica hanya tertawa melihat tingkah yeoja itu yang tak berubah

begitu siap, tiffany keluar dari kamarnya dan melihat jessica bersama yoona sedang duduk menonton tv

“kajja, aku sudah siap” ucap tiffany

“eonnie, aku tak jadi ikut” ucap yoona

“huh? wae?”

“aku akan ke rumah haraboji bersama eomma dan menginap disana selama satu hari”

“jinjja? tapi eonnie tak bisa menginap”

“gwaenchanna… kalian nikmati saja waktu kencan berdua” ucap yoona sambil tertawa

“y..yyah! bicara apa kau” ucap tiffany terlihat salah tingkah dengan kedua pipi yang memerah

“kkah prgilah, nanti waktu kencan kalian akan terbuang” ucap yoona mendorong jessica dan tiffany keluar rumah kemudian kembali menutup pintu rumahnya

“yaish… sifat menyebalkannya kembali muncul” ucap tiffany pura pura terihat kesal

“hahaha kalian sangat lucu, kajja” ucap jessica memasuki mobil nya diikuti tiffany

“kita akan kemana?”

“emm… pusat kota, tapi kita akan restoran dulu karena kau belum mengisi perutmu”

“huh? kenapa kau bisa tahu?”

“makanan di atas meja masih utuh, yoong bilang itu untukmu tapi kau malah tidur lagi”

“ahaahaha bahkan aku saja sudah lupa jessie” ucap tiffany

“……………….”

“wae?” tanya tiffany melihat jessica terdiam memandangnya

“kau satusatunya wanita yang memanggil aku jessie”

“eh?? mianhae.. apa kau tak suka?”

“anniyo… aku menyukainya” ucap jessica tersenyum memandang yeoja yang duduk disammpingnya itu, begitupun tiffany yang ikut memamerkan senyum bulan sabitnya

sesampainya disana mereka pun langsung menuju restoran dan jessica menemani tiffany mengisi perutnya dan begitu selesai keduanya menuju mall

“sepertinya kita sangat ahli dalam hal penyamaran, sejauh ini belum ada yang menyadari kehadiranmu” ucap jessica membetulkan kacamata hitamnya

“nne.. untung saja, sejujurnya aku lebih menyukai tiffany yang dulu sebelum seperti sekarang ini yang tak bebas” ucap tiffany mempoutkan bibirnya

“jangan khawatir, semuanya pasti selalu ada rintangan tapi kau harus tetap menghadapinya” ucap jessica mengusap usap kepala tiffany membuat yeoja dihadapannya itu terkejut dan salah tingkah

cukup lama berkeliling akhirnya jessica mendapatkan barang yang akan dijadikannya kado untuk sooyoung. namun saat keduanya berjalan

“omo bukankah itu tiffany eonnie?” ucap seseorang yang tedengar jelas oleh jessica dan tiffany

“jessie ini tak baik” bisik tiffany sambil mempercepat jalannya

“ah iya sepertinya itu tiffany! dia bersama siapa? dia bukan taeyeon eonnie”

“mereka pasti akan mengikuti kita, tiff apa kau siap?” ucap jessica

“nne?” gumam tiffany belum mengerti, namun ia terkejut saat tiba tiba tangan jessica meraih tangannya dan menggenggamnya dengan erat, jessica mulai berlari menariknya

“omo mereka lari!” teriak orang orang itu dan ikut mengikuti jessica dan tiffany

“mereka kadang kadang menyeramkan” ucap jessica mempererat tangannya terus berlari

sementara tiffany malah terus tersenyum memandang tangannya yang terus digenggam erat oleh jessica sampai tak menyadari mereka memasuki sebuah photobox

“sepertinya kita aman disini” ucap jessica mulai mengintip keluar tanpa melepaskan tangannya “apa kau baik baik saja?” ucap jessica kembali

“ah? n.. nne…” ucap tiffany gugup

kita harus bersembunyi dulu sampai mereka pergi” ucap jessica

“nne…” ucap tiffany kembali

cukup lama keduanya terdiam, jessica baru menyadari tempatnya bersembunyi saat melihat lihat isi ruangan itu

“omo, aku baru sadar kalau ini photobox hahaha” ucap jessica tertawa

namun tiffany kembali tersenyum memandang yeoja dihadapannya itu, lagi lagi ia merasa senang melihat jessica yang terlihat lebih ceria itu

“kajja sambil menunggu kita foto foto saja” ucap jessica membuka dompetnya dan mengeluakan kartu miliknya

jessica mulai melepaskan syal dan kacamata nya, tiffany pun mengikutinya

“kajja.. “ ucap jessica menekan tombol dan waktu mulai bergerak mundur

36083_snsd-tiffany-and-jessicas-selca

“aww kyeopta..” ucap jessica girang “jja, simpanlah” lanjutnya memberikan foto itu pada tiffany

“huh? hanya satu?” tanya tiffany heran

“nne… jangan dihilangkan, agar kau akan tetap mengingatku saat melihat foto itu hehehe” ucap jessica namun tiffany kembali merasa heran

“maksudmu?”

“ah sepertinya sudah aman, kajja kita pergi dari sini” ucap jessica kembali menggandeng tangan tiffany

……

“mianhae gara gara aku kau jadi begini, aku tak menyangka jika kau seterkenal itu dengan cepat” ucap jessica

“gwaenchanna…” ucap tiffany tersenyum “lagipula aku menyukainya” lanjutnya dalam hati sambil memandang langit yang sudah tampak gelap

Jessica dan tiffany bejalan menyusuri taman kota karena mobilnya yang terparkir cukup jauh

“mungkin akan sulit merasakan seperti ini lagi nanti” ucap jessica

“huh? wae? bukankah kita ahli menyamar?”

“nne… tapi kau akan semakin sibuk, kau akan jauh dari tiffany yang dulu” ucap jessica menghentikan langkahnya dan berdiri dihadapan tiffany

“mengapa kau mengatakan itu?” tanya tiffany

“bukan apa apa” ucap jessica tersenyum “jauh didepan sana masih banyak rintangan sulit yang akan kau hadapi, aku hanya berharap kau akan selalu menjaga kesehatanmu” lanjutnya sambil merapikan jaket yang tiffany kenakan

keduanya kembali berjalan sambil bergandengan tangan, kini mereka tak lagi merasa canggung

“selama bersamamu, aku rasa rintangan rintangan yang aku hadapi terasa ringan, jessie” ucap tiffany dalam hati sambil terus tersenyum memandang tangannya yang digenggam erat oleh yeoja disampingnya itu

……………………………………

satu bulan berlalu, hari yang dinantikan pun tiba. tiffany terlihat gelisah duduk di ruang rias sebelum tampil diatas panggung

“fany-ah wae?”

“aku merasa gugup taeng, ini kali pertamaku dalam konser”

“yah tenanglah… kau sudah terbiasa bernyanyi diatas panggung, tak beda jauh dengan ini, hanya saja penontonnya lebih banyak”

“aku takut melakukan kesalahan”

“jangan khawatir, kau bukan malaikat.. semua orang pasti melakukan kesalahan. percaya diri saja” ucap taeyeon mengusap usap pundak tiffany

“gomawo.. aku sudah merasa baikan” ucap tiffany mulai tersenyum

“kajja, sebentar lagi kita perform” ucap taeyeon mengulurkan tangannya

“chankkaman, aku cek ponselku sebentar” ucap tiffany mulai membuka ponselnya, ia melihat beberapa pesan masuk namun yang ia buka hanya dari 1 orang yang ditunggunya

“aku sudah di bangku penonton bersama eomma, yoona dan sahabatmu, hwaiting!!” – jessica

Tiffany kembali melebarkan senyumnya membaca isi pesan itu, iapun berdiri dan menerima tangan taeyeon untuk segara menuju panggung

begitu masuk, tiffany mendengar teriakan para penggemarnya dan musikpun mulai terdengar, ia menoleh kearah taeyeon yang juga sedang memandangnya, ia melihat yeoja menganggukan kepalanya dan mulai mengangkat mic.

-post blog- snsd+taeyeon+tiffany+lost+in+love

“tiffany eonnie cantik sekali” ucap yoona diseujui tiga yeoja disampingnya itu terutama jessica yang sedari tadi terus melebarkan senyumnya memandang tiffany

namun setelah membawakan beberapa lagu, jessica kembali merasakan pusing dan penglihatannya kembali buram. ia tak bisa melihat tiffany dengan jelas dan tiba tiba ia merasakan cairan keluar dari hidungnya, tangannya mengusap cairan itu yang ternyata adalah darah, jessica kembali mimisan. iapun buru buru menutupnya khawatir diketahui orang lain

“aku ke kamar mandi dulu” ucap jessica

“nne eonnie apa perlu ku temani?”

“andwae… eonnie hanya sebentar” ucap jessica segera berlalu meninggalkan konser

setelah berlari akhirnya jessica menemukan kamar mandi dan segera masuk

namun saat jessica masih membersihkan hidungnya di dalam toilet, ia mendengar beberapa yeoja memasuki kamar mandi dan berbincang bincang dibalik pintu

“Ini konser pertama setelah debutnya tiffany menjadi taeny, aku rasa ini konser terbaik yang pernah aku lihat” ucap salah satu yeoja

“nne, walaupun tiffany pendatang baru aku rasa dia memang cocok menggantikan jessica” ucap yeoja yang lain

“aku setuju denganmu jiyeon-ah, tiffany lebih ramah dan selalu tersenyum dibanding jessica yang selalu terlihat dingin, pantas saja dia dikeluarkan, aku sangat bersyukur” ucap yeoja itu

“tapi ku dengar tiffany dekat dengan jessica, waktu itu salah satu foto di berita memperlihatkan mereka yang terlihat sedang kencan disebuah mall”

“jinjja? aku harap berita itu palsu, aku sangat tak setuju jika tiffany dekat dengan jessica, aku membenci yeoja itu”

Jessica hanya terdiam mendengar hal itu didalam toilet

“aku setuju, dan aku rasa taeny pasangan yang sangat cocok, apa kalian tak berpikir jika mereka menjalin hubungan yang serius?”

“aku rasa begitu, aku selalu melihat taeyeon eonnie sangat perhatian padanya”

“kyaaa… aku sangat mendukung mereka”

“aku juga, aku harap mereka benar benar menjadi sepasang kekasih selamanya” ucap yeoja itu disetujui teman teman lainnya.

“aku tak setuju jika tiffany dengan jessica, aku pernah mendengar temanku pernah bertemu dengannya di rumah sakit, aku rasa jessica memiliki penyakit parah”

“jinjja? heol… pantas dia dikeluarkan, jika dia kekasih tiffany apa tak kasihan kalau dia akan meninggalkan tiffany?”

“hahaha tenang saja, apa kalian melupakan taeyeon yang selalu disampingnya?” ucap yeoja itu diikuti tawa teman temannya. merekapun meninggalkan kamar mandi hingga menyisakan jessica yang sedari tadi mendengarkan semuanya

perlahan pintu toilet terbuka dan jessica berjalan memandang dirinya didepan cermin kamar mandi. ia kembali mengingat ucapan ucapan para yeoja tadi yang sedikit membuat hatinya terasa sakit.

……………………..

“lama sekali eonnie, konsernya sudah berakhir” ucap yoona saat jessica kembali

“jinjja? mianhae..”

“eonnie, apa kau sakit? wajahmu terlihat pucat”

“ah anniyo.. hanya karena gelap saja lampunya”

“kalau begitu kajja, kita akan terlambat” ucap yoona menarik tangan jessica

“huh? oddiga?”

“belakang panggung menemui tiffany eonnie, eomma dan yul eonnie sudah disana” ucap yoona

keduanya pun berjalan ke belakang panggung dan mencari ruang make up dimana taeny berada

begitu masuk jessica melihat tifany yang sedang tersenyum senang memeluk ibunya

“eonnie.. chukkae.. konsermu sukses” ucap yoona segera berlari memeluk tiffany bergantian

“gomawo aku semangat karena kalian” ucap tiffany

“tayeon-shi… terima kasih telah menjaga tiffany, aku dengar kau sangat baik padanya” ucap ibu tiffany memeluk taeyeon

“ah.. bukan apa apa omonim, memang sudah seharusnya kami saling menjaga” ucap taeyeon

jessica hanya terdiam memandang mereka, ia masih berdiri didepan pintu hingga tiffany memandangnya

“yah, mau sampai kapan kau berdiri disitu eoh?”

“eh? ah iya hehehe mianhae” ucap jessica segera menghampiri dan memeluk tiffany “chukkae..” lanjutnya kemudian memberikan bunga yang dibawanya untuk tiffany

“gomawo..” ucap tiffany tersenyum senang menerima bunga itu

mereka pun kembali berbincang, namun saat itu jessica hanya terdiam memandang mereka, perasaannya benar benar sedang tidak baik. beruntung rasa sakit dan darahnya sudah menghilang setelah meminum beberapa pil yang selalu dibawanya.

“sudah malam, eomma harus pulang karena yoong juga besok harus berangkat sekolah” ucap ibu tiffany

“hmm.. padahal aku masih merindukan kalian” ucap tiffany mempoutkan bibirnya terlihat sedih

“gwaenchanna… bisa pulang jika tak ada schedule kan” ucap taeyeon

“ah ya aku ingat hehehe tapi apa kau berani mengantar jemput aku hehe” canda tiffany

“nne.. tentu saja?” ucap taeyeon tersenyum senang

akhirnya merekapun pamit dan meninggalkan ruang rias

“jessie, chankkaman” ucap tiffany menahan tangan jessica

“eh? wae?” tanya jessica membalikkan badannya

“gwaenchanna?” ucap tiffany menempelkan telapak tangannya diatas kening jessica

“y..yah apa yang kau lakukan, aku baik baik saja”

“kau hanya diam saja tadi, aku pikir kau sedang sakit”

“anniyo.. aku baik baik saja”

“hmm.. syukurlah, apa kau akan mengantarkan mereka?”

“nne..”

“gomawo, hati hati dijalan.. dan segera hubungi aku setelah sampai rumah nanti” ucap tiffany memeluk yeoja dihadapannya itu

“hmm.. bye..” ucap jessica tersenyum singkat, iapun meninggalkan tiffany menyusul yoona dan ibunya

namun setelah tiba di dorm dan menunggu beberapa jam tiffany tak kunjung menerima telpon maupun pesan dari jessica, hingga ia tertidur.

………………………………

sudah satu bulan semenjak konser pertama tiffany jessica tak pernah menghubunginya bahkan telepon dan pesan yang beberapa kali tiffany kirimkan pun jarang sekali dibalas, kalaupun dibalas hanya seperlunya saja membuat tiffany bingung terlebih yoona memberitahunya semenjak hari itupun jessica tak lagi ke rumahnya

“kau melamun lagi fany-ah” ucap taeyeon membuyarkan lamunan tiffany yang terus memikirkan jessica

“taeng apa jessica selalu menghubungimu?” tanya tiffany

“nne, kenapa?”

“mengapa dia jarang sekai menghubungiku, apa dia sanagt sibuk?”

“emm… nne, dia sangat sibuk” ucap taeyeon sedikit canggung, iapun segera meninggalkan kamarnya

taeyeon mengambil ponselnya dan mulai menekan tombol panggilan

“hallo?”

“sica?”

“nne? ada apa taeng?”

“kau baik baik saja? kau dimana?”

“nne.. aku baik baik saja, aku sedang bersama sooyoung di butik”

“hufhht….” gumam taeyeon membuang nafas lega

“wae?”

“anniyo, hanya saja tiffany mengeluh kau jarang sekali menghubunginya, aku jadi mengkhawatirkan keadaanmu”

“hahaha aku baik baik saja, bukankah tadi malam kita baru saja chatt”

“tapi kenapa kau tak menghubungi tiffany? apa kau memang jarang membalas pesannya?”

“benarkah? hehehe aku jarang membuka ponselku, kadang saat aku pegang yang aku buka hanya darimu”

“apa kalian sedang ada masalah?”

“anniyo.. apa dia hidup dengan baik?”

“nne… aku selalu menjaganya hehehe jangan khawatir” ucap taeyeon

“apa kau menyukainya?”

“nne… siapa yang tak jatuh cinta dengan eye smilenya, setiap hari aku selalu dibuat jatuh cinta olehnya” ucap taeyeon membuat jessica terdiam

“sica?” panggil taeyeon

“nne, mianhae taeng aku sedang ada pertemuan dengan pelangganku”

“ah.. ya baiklah, tetap jaga kondisimu sica”

“nne.. kau juga, dan jangan lupa datang di pesta ulang tahunku nanti”

“omo! aku baru ingat hahaha”

“yah!!” umpat jesssica namun taeyeon segera menutupnya. ia kembali berlari memasuki kamar

“fany-ah.. kajja”

“huh? oddiga?”

“mencari kado untuk jessica”

“nne??” gumam tiffany masih tak mengerti

“aku baru ingat besok jessica ulang tahun dan malam ini akan diadakan pesta di basecamp, kajja kau harus ikut”

“benarkah?” ucap tiffany tersenyum senang, akhirnya dia bisa bertemu dengan seseorang yang selalu ia rindukan itu, namun senyumnya pelahan menghilang kembali “mengapa aku baru tahu tanggal ulang tahunnya sekarang” lanjutnya dalam hati

Hari itu pula taeny menghabiskan waktu kosongnya untuk mencarikan kado untuk jessica serta mencari pakaian yang akan dikenakannya untuk pesta ulang tahun sahabatnya itu hingga hari yang dinantikan pun tiba. beruntung malam itu jadwal kegiatan taeny selesai lebih cepat sehingga begitu selesai keduanya langsung mengganti pakaian dan segera menuju basecamp di rumah studio milik sooyoung

begitu tiba , suasana di sekitar rumah cukup ramai dengan para tamu yang kebanyakan teman kampus mereka yang hadir

“sepertinya kita terlambat” ucap taeyeon saat mendengar teriakan teriakan para tamu

Tiffany terus memperhatikan keramaian yang tak jauh dari hadapannya sambil berjalan menghampiri, ia sangat penasaran dengan keramaian itu hingga satu persatu ia bisa melewati orang orang yang menghalangi pandangannya.

Tiffany tersenyum saat melihat jessica berdiri tak jauh darinya sedang memberikan tanda tangan pada teman temannya yang mengidolakannya, namun yeoja itu masih tak menyadari kedatangannya

B0s6B-FCAAAryyO

jessica yang selalu ia pikirkan itu masih tetap terlihat anggun dimatanya terlebih balutan dress putih yang menyempurnakan penampilannya membuat jantung tiffany kembali bergetar

namun saat akan kembali berjalan menghampiri jessica, tiffany melihat sooyoung sudah berjalan dan berdiri dibalik punggung jessica dengan kedua tangan yang menyembunyikan seikat bunga mawar dibalik punggungnya

jessicapun membalikkan tubuhnya menghadap sooyoung

“sica.. aku mencintaimu” ucap sooyoung memberikan bunga mawar itu beserta bungkusan yang ia keluarkan dari dalam saku tuxedonya

Tiffany terkejut melihat pemandangan itu, ia melihat jessica tersenyum dengan yang dilakukan sooyoung

teriakan teman temannya kembali terdengar terlebih saat sooyoung membukakan bungkusan kecil yang berisi sebuah cincin dan langsung dikenakan pada jari jessica

“omo!” ucap taeyeon yang sudah berdiri disamping tiffany ikut merasa terkejut

“jika kau menolakku, kau bisa membuang cincin itu sekarang” ucap sooyoung berhenti sejenak

“dan jika kau menerimaku….” lanjutnya

“cium cium cium!!!” teriak teman temannya

“jessie…” gumam tiffany namun ia membelalakkan kedua matanya saat jessica tersenyum kemudian mencium bibir sooyoung membuat suasana kembali ramai dengan tepuk tangan, jessica telah menerima sooyoung. teman temannya merasakan bahagia terutama taeyeon yang tak menyangka jika kedua sahabatnya saling mencintai. taeyeon segera berlari menghampiri kedua sahabatnya dan bergabung bersama tamu yang lain.

kecuali satu orang yang sedari tadi berdiri mematung memandang pemandangan dihadapannya. tanpa terasa air mata tiffany mengalir, tangannya meremas kado yang dibawanya. sebuah liontin couple yang ia belikan untuknya dan jessica. rencananya malam ini tiffanypun ingin mengungkapkan perasaannya pada jessica. namun hal yang tak disangkanya pun terjadi, kini ia mengerti mengapa jessica tak pernah menghubunginya.

perlahan tiffany berjalan mundur dan meninggalkan pesta tanpa diketahui orang orang disekitarnya. namun tanpa ia tahu, jessica memandang kepergiannya.

“mianhae” ucap jessica dalam hati

………………………

keesokan harinya tiffany terbangun dan mendapati dirinya berada di ruangan asing. namun saat menoleh kesamping ia melihat kepala taeyeon sedang bersandar sambil duduk diatas kursi. taeyeon tengah tertidur

“taeng…” panggil tiffany sambil mengusap kepalanya

“uhmm… oh? fany-ah kau sudah sadar, syukurlah” ucap taeyeon setelah terbangun

“aku dimana?” tanya tiffany

“kau berada di ruang rawat rumah sakit, tadi malam kau pingsan di dalam mobil” ucap taeyeon terlihat sedih “mengapa kau tak memberitahuku jika kondisi badanmu sedang tak baik, bahkan aku tak tahu kau meninggalkan pesta, mianhae..” lanjutnya

“benarkah? bukan salahmu taeng.. aku hanya tak ingin mengacaukan pesta ulang tahunnya” ucap tiffany tersenyum dipaksakan, hatinya kembali merasa sakit begitu mengingat tadi malam

TBC

Unexpected Love [1/3]

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Tiffany Hwang, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………

Orang orang bilang… Cinta sejati itu akan datang tanpa kita duga, tanpa kita tahu darimana dan kapan dipertemukan. kadang, kita selalu sibuk mencari cinta sejati kita sekeras apapun, namun sangat sulit didapatkan. tanpa pernah berpikir dan menduga, bahwa sebenarnya ia berada didekat kita.

…………….

Seorang yeoja baru saja memasuki sebuah mini market dengan langkah buru burunya. Begitu masuk, kepalanya menoleh ke segala arah karena tak melihat sang penjaga kasir ditempatnya

“Eonnie” panggil seorang yeoja yang baru saja keluar dari gudang

“Ah hara-yaa, apa aku terlalu lama? Mianhae..” ucap yeoja itu membungkukan badannya merasa menyesal

“Anniyo, lagipula aku juga baru selesai mengganti pakaian” ucap yeoja bernama koo hara itu “oh? Apa kau berlari? Kau sangat berkeringat, igo minumlah” lanjutnya saat melihat yeoja itu terlihat kelelahan, hara pun memberikan botol minuman miliknya

“Gomawo… Nne, aku takut kau terlalu lama menungguku, kau akan pulang kemalaman hara-yaa” ucap yeoja itu

“Gwaenchanna… Lagipula aku dijemput kekasihku” ucap hara mengalihkan pandangannya pada seorang namja yang sedang duduk di kursi pengunjung, namja itu pun melambaikan tangannya

“Hah… Syukurlah, aku khawatir kau pulang sendiri, karena bus terakhir sudah berangkat”

“Ah.. Jadi karena itu eonnie berlari kesini, kkah ganti pakaianmu aku akan menunggu”

“Nne..” ucap yeoja itu segera memasuki toilet mengganti pakaiannya dengan seragam penjaga kasir minimarket itu

Selesai mengganti pakaiannya, yeoja itu terdiam memandang pantulan dirinya didepan sebuah cermin, ia terdiam memandang wajahnya yang terlihat sangat kelelahan. Bagaimana tidak? Pagi sampai siang ia harus kuliah, dari siang sampai sore bekerja sampingan sebagai pelayan restoran dan malamnya ia harus menjaga mini market sampai pagi hingga waktu istirahatnya sangat sedikit.

“Hufth… Fany-ah, hwaiting!!” gumam yeoja itu mengangkat kedua tangannya yang terkepal memberi semangat untuk dirinya

Iapun mengambil sebuah benda kecil didalam saku dan di pasangkannya, name tag bertuliskan namanya, Tiffany Hwang.

Begitu selesai, hara pamit dan meninggalkan tiffany yang menggantikannya bekerja di mini market itu

Tiffany melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 12 malam, ia melihat ke meja pengunjung yang sudah kosong. Karena sudah larut, pengunjung minimarket sudah mulai berkurang dan jarang. Hal itu membuatnya memiliki kesempatan untuk membaca buku ataupun mengerjakan tugas tugas kuliahnya yang selalu ia bawa

……………………………………….

Malam itu, seorang yeoja baru saja keluar dari sebuah gedung agensi musik tempatnya bekerja. Langkahnya terlihat berat, ia berhenti didapan gedung itu dan mengadahkan kepalanya

“SM Entertainment” ia tersenyum membaca didalam hati tulisan yang terpasang diatas gedung itu

SMent merupakan perusahaan tempatnya bekerja sebagai seorang penyanyi dan model yang membuat dirinya cukup dikenal. Ia sangat mencintai tempatnya bekerja itu meskipun terbilang sangat ketat dan tak jarang membuatnya tertekan oleh aturan aturan, namun hal itulah yang membuat namanya dikenal banyak orang dan memiliki beberapa penggemar.

Perlahan senyumnya menghilang beralih menjadi tatapan sendu ketika kenangan itu memudar karena malam itu juga ia harus berhenti, lebih tepatnya dipaksa berhenti oleh pihak perusahaan itu.

Dengan langkah berat iapun kembali berjalan meninggalkan gedung itu, namun saat beberapa langkah, seorang yeoja baru saja keluar dari gedung itu dan berlari menghampirinya

“Sica…!! Jessica!! Chankkaman!!” teriak yeoja itu memanggilnya

Namun sang pemilik nama itu terus berjalan tak menghiraukan yeoja itu

“Yah! Sica… Chankkaman aku ingin bicara sebentar, jebal…” ucap yeoja itu menyamakan langkahnya setelah berhasil menyusul

“Ada apa lagi taeng?”

“Sica, aku yakin tuan lee tak semudah itu memberhentikanmu”

“Apa kau tak dengar semua yang dia katakan tadi?”

“Tapi aku yakin dia mengatakan hal itu hanya memberikanmu waktu agar kau beristirahat dan lebih fokus pada penyembuhanmu, aku juga ingin kau sembuh sica-yaa” ucap yeoja itu menggenggam tangan jessica

“Aku dikeluarkan, kim taeyeon” ucap jessica dengan nada beratnya, hampir saja air matanya tumpah namun ia berusaha menahannya

“Anniyo… Apa aku juga perlu mengundurkan diri sica-yaa”

“Yah baboyaa, andwae… Kau masih bisa berkarir solo taeng”

“Tapi apa gunanya jika partner duetku tak ada disampingku? Kita akan kembali bernyanyi setelah kau sembuh”

Jessica Jung dan Kim Taeyeon merupakan penyanyi Duo dengan nama panggung TaengSic yang cukup dikenal di seoul. Keduanya sudah 4 tahun meniti karir di agensi naungannya itu. Selain partner, mereka merupakan pasangan sahabat yang sangat dekat meskipun keduanya memiliki sifat yang sama, keras kepala.

“andwae, jangan lakukan itu” ucap jessica

“Sica-ya.. Apa yang harus aku lakukan?” ucap taeyeon mulai menitikkan air matanya

“Taeyeon-ah dengar, karirmu sedang meningkat, masalah keluarnya aku tak akan membuat impianmu pupus, jangan membuat fansmu kecewa, aku yakin kau bisa melakukannya” ucap jessica membingkai wajah taeyeon dan menghapus air mata sahabatnya itu

“Aku akan selalu ada untukmu sica”

“Hmm.. Kau akan sulit menemuiku karena kau akan sangat sibuk, jangan pernah memaksa kabur arra! Kau boleh menemuiku jika sedang ada waktu kosong, aku janji aku akan baik baik saja”

“Tapi dengan sifat dinginmu, apa kau yakin bisa melakukannya? Yah, bersikap hangatlah agar memiliki banyak teman, kau hanya tinggal sendiri di seoul”

“Arrasso, sekarang kkah pulanglah.. Besok pagi kau harus bersiap siap menghadiri pers atas keluarnya aku”

“shirro, aku ingin mengantarmu”

“Aandwae.. Aku sedang ingin sendiri taenggu, jebal”

“Hmm… tapi jangan terlalu larut arraso?!”

“Nne.. Eomma” ucap jessica tersenyum kemudian memeluk sahabatnya itu, yeoja yang dekat dengannya sejak sekolah hingga sekarang dan menjadikan mereka sahabat bahkan seperti keluarga

Cukup lama berpelukan, keduanya pun saling melambaikan tangan sebelum akhirnya berpisah

Jessica melanjutkan langkahnya menyusuri kota seoul yang mulai terlihat sepi

Ia terus berjalan sambil menundukkan kepalanya hingga tak terasa langkahnya terhenti didepan sebuah mini market

Jessicapun menghapus air matanya agar tak diketahui orang jika ia baru saja menangis

“Anyeong.. Selamat malam” sapa seorang yeoja penjaga minimarket itu tersenyum ramah pada jessica

Jessica sempat terpaku menatap senyuman yeoja yang memiliki eye smile itu. Namun ia buru buru membalas sapaannya dengan menganggukan kepalanya

……………………………………….

Tiffany mengangkat kepalanya untuk merengganggkan urat lehernya yang terasa kaku karena sedari tadi fokus mengisi tugas kuliah

“Oh?” gumam nya saat melihat pintu minimarket terbuka

“Anyeong.. Selamat malam” sapa tiffany membungkukkan badannya dan tersenyum pada yeoja itu

“Eh? Ada apa dengannya? Matanya terlihat sembab” ucapnya kembali dalam hati

Yeoja itu hanya terdiam menganggukan kepalanya membalas sapaan tiffany kemudian kembali berjalan untuk mengambil beberapa minuman

Cukup lama menunggu, tiffany kembali berdiri saat yeoja itu berjalan menghampirinya dan menaruh 5 botol soju

“Ada lagi agashi?” tanya tiffany

Yeoja itu hanya membalasnya dengan gelengan kepala

“baiklah, totalnya 29000 won” ucap tiffany

yeoja itu pun membuka dompetnya

“wajahnya terlihat familiar, sangat cantik, apa dia seorang aktris?” ucapnya dalam hati

“ehhemm…” gumam yeoja itu membuat lamunan tiffany tersadar

“ah.. mm..mmianhae” ucap tiffany segera menerima uang itu

“Agashi, apa…”

“nne ambil saja semua kembaliannya” ucap yeoja itu memotong ucapan tiffany hingga kemudian berlalu keluar dari mini market

“t..ttapi.. Bukan itu, yaish..” ucap tiffany mempoutkan bibirnya saat yeoja itu sudah terlebih dahulu keluar

………………………………………..

Jessica duduk didepan minimarket itu setelah membeli beberapa botol soju yang akan diminumnya sendiri berharap pikiran stresnya akan berkurang, namun sampai menghabiskan 2 botol pikirannya tetap kacau memikirkan kembali kejadian sore tadi

Flashback

“sica-ya.. gwaenchanna? apa kata dokter?” ucap taeyeon menghampiri jessica yang baru saja memasuki gedung SMEnt

“gwaenchanna.. mianhae membuatmu khawatir, huffht.. untung saja aku pingsan setelah kita perform” ucap jessica

“kau yakin? wajahmu masih terlihat pucat” ucap taeyeon masih terlihat khawatir

“jinjja? mungkin karena make up ku memudar hehehe”

“yaish… Anak ini” ucap taeyeon mengacak acak rambut sahabatnya itu

“sica noona, kau diminta menghadap tuan lee di ruangannya”

“oh? baiklah” ucap jessica merapikan dirinya “yaish… gara gara kau rambutku jadi berantakan”

taeyeon hanya tertawa innocent dengan tanda peace nya

“minho-yaa ada apa? apa aku juga?” tanya taeyeon setelah melihat jessica meninggalkan ruangan mereka

“anni, hanya jessica noona, aku juga tidak tahu” jawab namja itu

Jessica pun segera memasuki ruangan tuan lee dan melihat bos nya sedang duduk membaca berkas berkas

“tuan apa kau memanggilku?”

“nne kemari dan duduklah” ucap tuan lee menaruh berkas berkasi itu

“ada apa tuan?”

“bacalah dan jelaskan padaku” ucap tuan lee memberikan berkas itu. jessica langsung menerimanya namun ia mebelalakkan kedua matanya dan terkejut setelah mebaca berkas itu yang menunjukkan keterangan dokter tentangnya

“kalau memang sengaja merahasiakannya, kau datang pada dokter yang salah karena sunny keponakanku” ucap tuan lee

sementara jessica hanya terdiam menundukkan kepalanya, ia sendiri merasa bingung harus berbicara apa karena rahasianya akhirnya diketahui sang pemilik perusahaan yang telah membesarkan namanya itu

“sudah berapa lama kau membohongiku?” ucap tuan lee kembali karena jessica tak kunjung berbicara

“2 tahun tuan”

“jadi sudah selama itu hingga sekarang kankermu mulai memasuki stadium 3”

jessica kembali menundukkan kepalanya mendengar itu

“sica, kau dan taeyeon memang termasuk visual di perusahaan ini, tapi kau sudah tahu peraturan dari perusahaan ini”

“nne tuan”

Tuan lee mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang

“nne tuan?” ucap seseorang dibalik telepon itu

“minji-ah, transferkan semua hasil kerja jessica pada rekeningnya dan segera siapkan pers untuk besok” ucap tuan lee membuat jessica terkejut mengangkat wajahnya memandang bosnya itu

“nne? t..tapi tuan” ucap minji sang manager dari taengsic itu

namun tuan lee mematikan teleponnya tanpa menjawabnya

“t..ttuan” ucap jessica

“jika kau akan menghadiri pers nanti, jangan pernah beri tahu siapapun jika kau keluar karena penyakit kankermu” ucap tuan lee kembali fokus pada layar tab nya

dengan langkah berat jessica keluar dari ruangan pribadi bosnya itu.

“sica-ya..” panggil taeyeon yang sedari tadi berdiri dibalik pintu

“taeyeon-ah apa kau mendengarnya?”

“n..nne, mianhae..” ucap taeyeon menundukkan kepalanya, namun jessica dapat melihat air mata yang mengalir dipipi taeyeon

“uljimma… kajja bantu aku membereskan barang barangku” ucap jessica menarik tangan sahabatnya itu

Flashback End

Jessica tersenyum miris mengingat hal itu hingga tiba tiba kepalanya terasa semakin pusing, jessica menyadari jika soju yang sedang diminumnya merupakan botol kelima dari yang sudah ia habiskan

perlahan ia merendahkan kepalanya hingga menyandar diatas meja

……………………………………….

“hufht… akhirnya selesai juga” ucap tiffany tersenyum senang dan merenggangkan otot otot tangannya begitu tugas kuliahnya selesai “omo, sudah jam 2… oh??” gumanya saat melihat yeoja tadi masih terduduk di kursi pengunjung yang disediakan mini market itu

Tiffany pun berjalan keluar menghampiri yeoja itu yang terlihat menyandarkan kepalanya diatas meja

“agashi…” panggil tiffany namun yeoja itu tak bergerak

“ck, kau mabuk” ucap tiffany kembali saat melihat 5 botol soju yang sudah terlihat kosong diatas meja itu

Tiffany kembali melangkahkan kakinya memasuki mini market namun langkahnya terhenti saat angin bertiup menerpa tubuhnya, ia kembali membalikkan badannya dan berjalan menghampiri yeoja itu

Tiffany melepaskan jaket tebal yang dipakainya dan dipakaikan pada tubuh yeoja yang tengah tertidur pulas itu

“meskipun kau tertidur pulas, angin malam tak akan baik untuk tubuhmu” ucap tiffany  mengeratkan jaketnya pada tubuh yeoja itu hingga ia kembali memasuki mini market

waktu demi waktu terlewati, setiap jam tiffany menoleh kearah yeoja yang sedang tertidur pulas itu khawatir terjadi apa apa dan berharap yeoja itu bangun. namun hingga waktu menunjukkan pukul 5 pagi saat jam kerja nya selesai ia masih melihat yeoja itu tertidur

“aku pergi dulu seohyun-ah… hwaiting!!” pamit tiffany pada rekan yang menggantikannya kerja itu

iapun kembali berjalan menghampiri yeoja itu

“agashi…”

“………………….”

“agashi??” panggilnya kembali kali ini sambil sedikit menggoyangkan tubuh yeoja itu namun ia terkejut saat tiba tiba tubuh yeoja itu roboh dan terjatuh

“omo!! agashi…!!” panggil tiffany kembali terlihat panik, ia membalikkan tubuh yeoja itu dan memangkunya, tangannya langsung memeriksa tubuhnya dan terasa panas

“yaish… rumah sakit cukup jauh, aku tak bisa mengantarnya kesana, otthokae..” gumamnya

“Seohyun-ah…!!!” teriak tiffany memanggil rekannya itu

“nne eonnie? omo! apa yang terjadi?” ucap ucap yeoja bernama seo juhyun itu

“molla… kajja bantu aku mengangkatnya” ucap tiffany

“omo!! eonnie!!!” ucap seohyun terkejut saat melihat wajah yeoja itu

“nne? wae seohyun-ah?”

“dd..ddia… jessica eonnie”

“jessica? nugu?” ucap tiffany heran

“jessica jung! penyanyi pasangan duet taeyeon eonnie, taengsic!”

“molla.. aku tak menonton tv”

“yaish.. mereka cukup terkenal eonnie, otthokae?”

“aku juga bingung, apa kita antar ke agensinya saja?” ucap tiffany

“nne eonnie, mereka juga pasti memiliki dorm”

“andwae” ucap jessica tiba tiba terbangun namun masih terlihat sangat lemah itu, tangannya terangkat menggenggam tangan tiffany

“omo!! agashi, kau mengagetkanku saja, apa aku antar saja ke rumah sakit”

“andwae, aku mohon” ucap jessica menggeleng gelengkan kepalanya dengan air matanya yang mulai mengalir

Tiffany mengangkat wajahnya memandang seohyun, namun yeoja dihadapannya itupun mengangkat kedua pundaknya

Tiffany kembali menundukkan wajahnya namun ia melihat jessica sudah kembali tertidur

“yah.. agashi… ieronna.. kemana aku harus mengantarmu” panggil tiffany menggoyang goyangkan tubuh jessica namun yeoja itu tak kembali terbangun

“untuk sementara lebih baik dibawa ke rumah eonnie saja”

“mwo..??? y..yyah, aku tak mungkin membawanya”

“apa boleh buat eonnie, akupun harus bekerja”

“haish… baiklah, kajja bantu aku”

Dengan dibantu seohyun, tiffany memasukkan yeoja itu kedalam taksi dan membawa yeoja itu ke rumahnya

“hufht… benar benar hari yang sangat melelahkan” ucap tiffany memandang wajah tidur jessica yang baru saja ia baringkan diatas tempat tidurnya

setelah mengganti pakaiannya, tiffany mengambil salah satu bantal disamping jessica hingga kemudian ia berbaring diatas lantai disamping tempat tidur miliknya yang dipakai jessica, ukuran tempat tidurnya memang hanya untuk ukuran satu orang. akhirnya tiffany harus merelakan dirinya tidur diatas lantai

“masih ada waktu 2 jam” gumanya saat mengambil jam weekernya dan mengatur alarm

karena kelelahan, dengan cepat tiffany langsung terlelap

……………………………………..

jessica terbangun dari tidurnya, namun ia terkejut saat melihat dirinya berada ditempat asing

“dimana aku?” ucapnya melihat lihat isi ruangan yang terlihat cukup kecil dibanding kamar diapartemennya

ia memejamkan matanya kembali sambil memijat mijat kepalanya yang masih terasa pusing, jessica mencoba mengingat kembali tentang semalam

“molla… aku juga bingung, apa kita antar ke agensinya saja?” ucap tiffany

“nne eonnie, mereka juga pasti memiliki dorm”

“andwae” ucap jessica tiba tiba terbangun namun masih terlihat sangat lemah itu, tangannya terangkat menggenggam tangan tiffany

“omo!! agashi, kau mengagetkanku saja, apa aku antar saja ke rumah sakit”

“anni, aku mohon” ucap jessica

jessica kembali membuka kedua matanya setelah dapat mengingatnya, ia menoleh kearah meja disamping tempat tidur dan mengambil sebuah bingkai foto yang memperlihatkan seorang yeoja sang pemilik kamar itu

“ternyata memang dia yang membawaku” ucapnya dalam hati

jessicapun bangun dan berjalan keluar dari kamar itu untuk mencari kamar mandi, ia melihat waktu sudah menunjukan pukul 12 siang

………………………………

“baiklah pertemuan kita hari ini sudah cukup, aku harap kalian dapat mengerjakan tugas dengan baik” ucap seorang dosen “tiffany… tiffany-shi…” ucapnya kembali sebelum berjalan keluar kelas

“yah.. fany-ah… ireonna.. ssaem memanggilmu” bisik yuri menggoyang goyangkan tubuh tiffany

“omo! n..nne ssaem!” ucap tiffany langsung terbangun dan duduk tegap memandang ssaemnya itu

“cuci wajahmu agar jam selanjutnya kau tidak tidur, kali ini kau ku maafkan” ucap dosen itu membuat seisi kelas menertawai tiffany

nne ssaem, kamsahamnida” ucap tiffany membungkukan badannya

“yah fany-ah, sudahlah kau bekerja di salah satu saja.. apa kau tak lelah?”

“tentu saja aku lelah yul”

“mau sampai kapan kau seperti ini?” tanya yuri, kini keduanya berjalan keluar kelas karena sudah tidak ada jam kuliah

“sampai adikku sembuh” ucap tiffany membuat yuri terdiam, ia tahu sahabatnya itu adalah satu satunya tulang punggung keluarga setelah ayah tiffany meninggal karena kecelakaan yang sekaligus membuat adiknya mengalami depresi berat. sementara ibu tiffany hanya bisa terdiam menjaga adiknya di rumah sakit. berbeda dengan kehidupan yuri yang terbilang cukup meskipun keduanya sama sama jauh dari keluarga mereka.

“kau akan langsung bekerja?”

“tentu saja” ucap tiffany tersenyum ceria kembali

“kalau kau lelah istirhat saja, aku bisa membuatkan surat izin untuk bos”

“anniyo… aku baik baik saja yul, kajja kita akan terlambat” ucap tiffany menarik tangan yuri menuju motor milik sahabatnya itu

“kau selalu saja keras kepala, nanti jika kau pingsan lagi bagaimana?” ucap yuri memberikan helm pada tiffany

“ada kwon yuri yang siap menggendongku hehehehe” ucap tiffany tertawa memakaikan helmnya “omo!!” gumamnya kembali sebelum duduk

“wae?” ucap yuri

“aku jadi teringat yeoja yang pingsan tadi malam” ucap tiffany “mabuk tepatnya” lanjutnya dalam hati

“nugu?”

“dia……” ucap tiffany “seorang yeoja, tapi aku tak mengenalnya, aku membawanya ke rumahku”

“apa kita harus ke rumah untuk memeriksanya?”

“anniyo, aku sudah menuliskan surat untuknya”

“tapi apa kau yakin dia orang baik?”

“nne… lagipula dirumahku tak ada barang barang berharga hahaha”

“yaish… kau ini, kajja naiklah”

tiffany kembali memikirkan yeoja yang dia tahu jessica jung seorang penyanyi yang diberitahu seohyun dan ID card yang dilihatnya tadi malam. ia sengaja tak memberitahu yuri karena khawatir akan ada masalah besar

………………………………………….

begitu selesai membasuh wajahnya, jessica kembali kedalam kamar untuk mengambil tas nya karena dia harus segera pulang. namun ia melihat secarik kertas yang tertempel pada tas miliknya itu

“mianhae jessica-shi aku tak bisa mengantarmu pulang dan sekarang meninggalkanmu karena harus pergi kuliah, aku juga tak bisa pulang cepat karena langsung bekerja. aku harap kau baik baik saja dan tidak kembali mabuk, ah ya aku meninggalkan ramyeon jika kau lapar. aku akan pulang terlambat dan jika jessica-shi mau pulang tolong kuncikan pintu ini dan taruh saja di rak sepatuku, kamsahamnida”

jessica mengambil kunci yang ikut tertempel ditasnya dan iapun meninggalkan rumah milik tiffany, tepat saat itu ponselnya berbunyi menerima panggilan

“hallo taeyeon-ah”

“yah oddiga? kau sulit sekali dihubungi dan tak membalas pesanku”

“mianhae aku baru saja membuka ponselku”

“kau baik baik saja?” ucap taeyeon terdengar khawatir

“nne… apa kau baru saja menghadiri pers??”

“nne… mianhae”

“kau tak perlu meminta maaf”

keduanya kembali terdiam karena situasi itu

“sica.. apa yang kau butuhkan sekarang?” ucap taeyeon

“anniyo, aku baik baik saja”

“yaish… kau selalu saja bilang begitu”

“hehehe yah apa kau sudah makan? jangan melewati makan siangmu”

“dasar bodoh, harusnya aku yang berkata itu padamu… kau sendiri bagaimana?”

“aku sudah makan”

“kau dimana sekarang? sooyoung mencarimu”

“sooyoung? ada apa dia mencariku?”

“tentu saja aku memintanya untuk menjagamu, bos meminta managerku untuk memadatkan jadwalku jadi aku tak selalu bisa didekatmu, jadi aku menghubunginya”

“yah!! dasar bodoh”

“aku hanya mengatakannya jika jika kau sakit, tak lebih”

“yaish… baiklah aku akan memintanya menjemputku sekarang”

“nne… semoga kau selalu baik baik saja, bilang padaku jika kau akan ke rumah sakit, bilang pada youngie jika kau merasakan apa apa, jangan dipendam lagi”

“arasso… aku pergi dulu, bye taeng” ucap jessica mematikan teleponnya. ia pun pergi meninggalkan rumah tiffany setelah menguncinya

……………………………………………..

Satu bulan berlalu

Tiffany mengunjungi rumah sakit pusat untuk menemui adiknya yang sedang masa perawatan disana, kebetulan hari itu adalah hari minggu jadi tiffany libur untuk bekerja dan kuliahnya

“eomma” ucap tiffany begitu masuk membuat ibunya menoleh

“fany-ah.. kenapa baru sekarang kau kemari” ucap ibu tiffany memeluk putrinya

“mianhae… banyak sekali pekerjaan yang harus lembur, apa yang terjadi? bagaimana keadaan yoong?” ucap tiffany beralih menatap adiknya Yoona yang sedang terbaring dengan tatapan kosongnya. yoona menderita tekanan dan depresi karena mengetahui ayahnya tidak selamat dalam kecelakaan lalu lintas saat akan menjemputnya di sekolah, yoona sangat dekat dengan ayahnya

“tetap seperti biasa, hanya saja hutang kita sudah terlalu menumpuk, pihak rumah sakit sudah meminta kita untuk merawat yoong di rumah”

Dibalik pelukan ibunya, tiffany menghapus air matanya yang hampir mengalir itu. iapun memaksakan senyumnya melepaskan pelukan

“aku akan berbicara pada pihak administrasi” ucap tiffany. iapun kembali keluar dari ruangan dan terdiam sejenak dibalik pintu menumpahkan air matanya

…………………………………………………..

“sica, ireonna… dasar, gampang sekali kau tidur” ucap sooyoung yang sudah memarkirkan mobilnya di basement rumah sakit, hari ini ia mengantar jessica

sudah satu bulan setelah keluarnya jessica dari taengsic membuatnya mulai memikirkan kondisi kesehatannya. karena nasihat dari taeyeon ia menjadi terdorong untuk sembuh sambil merintis karirnya sebagai seorang desaigner

“hehehe u know me babe” ucap jessica

keduanya pun turun dan memasuki rumah sakit. namun saat keluar dari lift dari jarak yang cukup jauh pandangan jessica tertuju pada seorang yeoja yang sedang berjalan menuju ruang administrasi rumah sakit

“huh?? dia…. “ gumam jessica melepaskan kacamata hitamnya memandang lekat yeoja itu memastikan

“sica, wae? kajja dokter sudah menunggumu” ucap sooyoung yang melihat jessica terdiam

“anniyo..” ucap jessica kembali berjalan

……………………………………………

“jadi memang adikku tak bisa dirawat lagi disini?” ucap tiffany

“minhae tiffany-shi, sudah merupakan kebijakan rumah sakit kecuali anda sudah bisa melunasi semua biaya maka pasien bisa kembali dirawat”

“hmm… baiklah, tapi apakah bisa jika adikku dipulangkan besok?”

“bisa tiffany-shi, kami akan menyiapkan obat obatan untuk adik anda”

“kamsahamnida, aku akan sesegera mungkin melunaskan hutang hutangnya” ucap tiffany

“nne…”

Tiffany pun meninggalkan ruangan itu namun saat keluar ia hampir bertabrakan dengan seorang yeoja

“omo! mianhae..” ucap tiffany membungkukkan badannya

“n..nne.. gwaenchanna..” ucap yeoja itu  memandang tiffany yang kembali berjalan sambil menundukkan wajahnya “ada apa dengannya?” lanjutnya

“soo, kau kenapa?” uccap jessica yang baru saja menyusul

“anniyo, aku hanya hampir bertabrakan dengannya” ucap sooyoung kembali memandang yeoja itu membuat jessica ikut menoleh dan melihat seorang yeoja yang dilihatnya satu jam yang lalu membuat jessica terkejut dan langsung saja memasuki ruangan administrasi pusat itu

“ahjushi, apa perempuan tadi seorang pasien?” tanya jessica pada petugas itu

“yang baru saja keluar tadi yang seusia agashi?”

“nne…”

“anniyo, adiknya yang sudah beberapa bulan dirawat disini tapi sayangnya dengan terpaksa besok mereka harus membawanya pulang”

“eh? wae?” tanya jessica sementara sooyoung hanya menatap mereka bingung, baru kali ini ia melihat jessica banyak bicara bahkan menanyakan seseorang. karena selama ini sikapnya sangat dingin pada siapapun kecuali padanya dan taeyeon.

“keluarganya sudah menyimpan hutang yang sangat banyak dan menurut kebijakan rumah sakit adiknya harus segera dipulangkan”

“apa sakitnya sangat parah?”

“nne, selain karna kondisi tubuhnya yang hanya memiliki satu ginjal juga kondisi psikis pasien yang harus mendapatkan perawatan khusus”

“memang berapa biaya hutangnya?”

“sudah mencapai 200 juta won dan itu sudah kebijakan dari rumah sakit untuk segera memulangkan pasien sampai mereka bisa melunasinya, tapi untuk obat obatan yang dibutuhkan kami akan memberikannya”

“hmm.. kamsahamnida ahjushi, mianhae aku banyak bertanya, dia temanku” ucap jessica kemudian pamit dan keluar dari ruangan

“sica, nugu? apa dia benar teman mu? mengapa aku tak mengenalnya?” tanya sooyoung setelah keduanya tiba di basement

“molla, aku juga tak mengenalnya” ucap jessica

“huh? lalu?” ucap sooyoung semakin bingung

“dia pernah menolongku”

“ah.. begitu” ucap sooyoung mulai menjalankan mobilnya sementara jessica terdiam menatap keluar kaca

……………………………………….

keesokan harinya

“yul, hari ini aku izin tak masuk kuliah dan bekerja karena harus menjemput adikku pulang” ucap tiffany menelpon yuri

“oh?! yoong sudah sembuh?”

“lumayan, dia sudah diperbolehkan dirawat di rumah” ucap tiffany

“baiklah aku akan ke tempatmu dan kita akan menjemput yoong bersama”

“andwae.. kau masuk saja lagipula aku sudah diperjalanan”

“wae? aku bisa menyusul ke rumah sakit”

“tak usah yul.. ibuku sudah menyewa mobil, kau lanjutkan kuliah saja”

“baiklah, aku akan ke rumahmu sepulang kerja nanti, kau hati hati dijalan chagiyaa”

“nne… yeobo” ucap tiffany mengakhiri teleponnya

sesampainya di rumah sakit ia segera menuju ruangan dimana adik dan ibunya berada, namun baru saja ia masuk seorang yeoja yang sedari tadi berdiri didepan pintu masuk menyapanya

“hey” sapa yeoja itu membuat tiffany menghentikan langkahnya

“oh?! jessica-shi?” ucap tiffany mencoba menebak kembali setelah melihat yeoja itu, ia sedikit lupa karena sudah lama tak melihat yeoja itu terlebih penampilannya jessica yang terlihat lebih rapi

“nne” ucap jessica

“anyeong? kebetulan kita bertemu lagi” ucap tiffany setelah membungkukkan badannya

“anniyo, aku memang menunggumu, aku tak tahu dimana ruangannya jadi aku menunggu disini?”

“eh?? wae jessica-shi? apa waktu itu ada barangmu yang tertinggal di rumahku?”

“tidak juga, aku hanya ingin mengembalikan jaketmu, aku baru menyadari jaketmu kupakai hingga pulang, aku ingin mengembalikannya dari dulu hanya saja aku lupa jalannya dan kebetulan kemarin aku melihatmu disini”

“ah.. begitu, kamsahamnida jessica-shi” ucap tiffany

“an..anniyo, seharusnya aku yang berterima kasih karena kau telah menolongku, mianhae sudah merepotkanmu”

“tidak apa apa jessica-shi” ucap tiffany tersenyum kembali menampakkan eye smilenya membuat jessica terpaku

“b..bbaiklah kalau begitu, aku permisi” ucap jessica pamit, mereka pun kembali berpisah dan tiffany segara menemui ibu dan adiknya

“hufht…” gumam jessica membuang nafasnya kasar begitu memasuki mobil

“fany-ah…” panggil ibu tiffany segara memeluk putrinya itu

“eomma.. wae? mengapa menangis?”

“ada seseorang yang membayarkan setengah dari hutang biaya rumah sakit”

“mwo? jinjja?” ucap tiffany terkejut sementara ibunya hanya menjawabnya dengan mengangguk

Tiffany langsung melepaskan pelukan ibunya dan berlari menuju ruangan administrasi

“ahjushi, apa benar ada yang membayarkan biaya rumah sakit adikku?” ucap tiffany

“omo! kau mengagetkan ku saja, nne.. ada yang membayarkan setengahnya, jadi biaya rawat adikmu tinggal 100 juta won, chukkae…”

“nugu?”

“dia tak mau memberikan identitasnya, dia bilang dia adalah temanmu”

“temanku? kapan dia kemari ahjushi?”

“sekitar 2 jam yang lalu”

“dia sama sekali tak memberitahu?”

“nne…”

“hmm… baiklah, kamsahamnida ahjushi” ucap tiffany kemudian meninggalkan ruangan itu dengan penuh tanda tanya dalam pikirannya

……………………………………

“fanny-ah barang barang kita terlalu banyak, sepertinya akan sulit jika dengan bus, halte bus juga cukup jauh dari rumah”

“benar juga, eomma dan yoong tunggu sebentar eonnie akan mencari taksi”

“pakai mobilku saja” ucap seseorang membuat tiffany dan ibunya menoleh

“jessica-shi? ah andwae. rumahku cukup jauh, aku bisa memanggil taksi” ucap tiffany

“akan sulit membawa barang barang sebanyak ini kedepan, mobilku berada disana, kajja” ucap jessica langsung membawa barang barang milik keluarga tiffany itu

“omo! kajja eomma, yoong” ucap tiffany membawa barang barang sementara ibunya mendorong kursi roda membawa yoona

“jessica-shi mianhae merepotkanmu” ucap tiffany yang sudah menyamakan langkahnya dengan jessica

“tak apa, ini keinginanku” ucap jessica

setelah memasukkan barang barangnya dan menggendong yoona kedalam mobil, tiffany pun masuk dan duduk di jok depan disamping jessica yang mengemudi

“masukkan alamatmu disini” ucap jessica menunjukkan layar gps yang terpasang didalam mobilnya itu

“nne…” ucap tiffany

selama diperjalanan, mereka tampak canggung apalagi tiffany melihat ibunya dan yoona tertidur

“jessica-shi…”

“cukup panggil jessica” potong jessica “ada apa?” lanjutnya

“ah nne.. mian, kita baru saja bertemu dari satu bulan yang lalu tapi aku sudah banyak merepotkanmu” ucap tiffany terlihat malu dan canggung karena jessica yang terlihat dingin

“gwaenchanna” ucap jessica kali ini menoleh dan tersenyum pada tiffany

“omona, dia cantik sekali” ucap tiffany dalam hati namun ia buru buru mengalihkan pandangannya keluar

………………………………………..

sesampainya disana jessica kembali membantu mengantarkan barang barang kedalam rumah tiffany sementara yoona dan ibunya sudah terlebih dahulu masuk setelah berterima kasih pada jessica

“rumahmu sangat kecil dan seingatku kamar tidur hanya ada satu” ucap jessica saat diantar tiffany menuju mobilnya

“nne.. itu untuk eomma dan yoong”

“lalu kau?”

“aku bisa tidur di soffa ruang tengah”

“kau selalu tidur di soffa?”

“anniyo, dulu aku tinggal sendiri disini sementara eomma dan yoong di gangnam, hanya saja rumah disana sudah dijual untuk  biaya pengobatan adikku”

“apa tak sebaiknya mencari rumah yang lebih besar lagi?” tanya jessica

sementara tiffany hanya menjawabnya dengan tersenyum menggelengkan kepalanya membuat jessica teringat dengan kondisi keuangan mereka

“mianhae.. kalau begitu aku pamit” ucap jessica berjalan menuju mobilnya

“jessie…” panggil tiffany membuat jessica membalikkan badannya namun ia terkejut saat tiffany tiba tiba memeluknya

“gomawo… aku bersyukur hari ini orang orang sangat baik pada keluargaku termasuk kau” ucap tiffany dalam pelukannya, air matanya pun mulai lolos dari pipinya

jessica hanya terdiam mendengar yang dikatakannya.

Ia sendiri terkejut ketika menyadari apa yang sudah diperbuatnya. Tak biasanya ia peduli pada orang apa lagi dengan yang tak dikenalnya.

……………………………………………

sudah dua hari akhirnya tiffany kembali masuk kuliah, seperti biasa sesampainya di kampus yuri selalu datang lebih awal dan menunggunya

“fany-ah” sapa yuri melambaikan tangannya namun ada yang bereda dari sahabatnya itu

Tiffany tampak diam dan cuek menatap yuri sambil berjalan melewatinya tak seperti biasanya yang selalu terlihat senang ketika bertemu dengannya

“huh?” gumam yuri heran

“yah jamur, ada apa denganmu? mengapa wajahmu tampak kusut?” tanya yuri menyusul dan duduk disampingnya

“aku kecewa padamu” ucap tiffany enggan menatapnya

“wae? apa karena aku tak menjemputmu?”

“anni”

“wae? apa karena aku tak ke rumahmu kemarin? mianhae… bos tak mengizinkanku, bukannya aku sudah mengirim pesan untukmu” ucap yuri

“ck, tak usah berpura pura bodoh”

“huh?? wae? aku tak mengerti”

“sudah ku bilang aku tak ingin kau menghabiskan uangmu untuk biaya adikku, yul 100 juta won bukan jumlah yang sedikit”

“mwo? maksudmu?” ucap yuri semakin tak mengerti

“kau kan yang mebayarkan setengah dari biaya hutang rumah sakit?”

“mwoya..? jadi ada yang membayarinya?”

“huh? bukan kau?”

“baboya… bukankah kau selalu melarangku, mana mungkin aku melakukan apa yabg kau larang”

“yaish… lalu siapa” ucap tiffany terlihat bingung

“jadi, ada yang membiayai sebanyak itu, apa kau tak menanyakan identitasnya?”

“mereka bilang orang itu tak ingin identitasnya tidak diketahui, tapi itu dari temanku, dan temanku yang paling dekat dan peduli siapa lagi kalau bukan kau” ucap tiffany kembali memicingkan kedua matanya menatap yuri

“yah, bukan aku.. aku berani bersumpah” ucap yuri mengangkat 2 jarinya

“akhhh…! lalu siapa, aku tak ingin memiliki banyak hutang” ucap tiffany kembali terlihat frustasi

“aku pikir orang itu tulus melakukannya dan tak meminta kau menggantinya, buktinya dia tak memberikan kartu identitasnya, aku yakin dia orang yang sangat baik” ucap yuri berhasil menenangkan sahabatnya itu

…………………………………

“akhirnya kita kesini juga” ucap sooyoung ketika mobil yang ia kendarai bersama jessica baru saja tiba didepan sebuah rumah yang cukup besar

“jadi tempat ini memang selalu kosong?” ucap jessica menatap rumah itu yang terlihat sepi

“nne… semenjak kau dan taeyeon bekerja di perusahaan itu dan menjadi penyanyi terkenal aku jadi kesepian disini”

Rumah itu merupakan studio musik milik sooyoung yang sengaja dibangun untuk tempat sooyoung, jessica dan taeyeon latihan olah vocal dan basecamp mereka sepulang sekolah sampai kuliah. namun semenjak lulus mereka jadi jarang bertemu terlebih jessica dan taeyeon diterima di agensi musik SMEnt yang terkenal di seoul kecuali sooyoung yang sebenarnya tak tertarik di dunia musik, ia sengaja membangun studio itu demi kedua sahabatnya yang sangat menyukai musik

“mianhae… kau tahu agensi itu sangat ketat untuk meminta izin keluar”

“arraso, setidaknya kau sudah keluar sekarang hahaha”

“yah!!” kesal jessica memukul lengan sooyoung

keduanya pun memasuki rumah itu dan mulai membereskan, membuka kain kain penutup barang barang didalam rumah tu termasuk ruang studio rekaman

“kau kan seorang CEO, mengapa kau tak menggunakan studio ini juga?”

“yah kau meledekku? sampai sekarang aku tak bisa bernyanyi, lagipula aku membangun ini memang hanya untuk kita”

“berarti aku boleh kembali menggunakannya?”

“tentu saja, aku tahu kau rindu bernyanyi” ucap sooyoung memberikan salah satu kunci rumah itu pada jessica

“yeaay…!!!” teriak jessica berlari lari senang

sooyoung tersenyum menatap sahabatnya kembali terlihat sesenang itu

“tetaplah ceria seperti itu sica-yaa, karena aku sakit jika melihatmu kesakitan” ucap sooyoung dalam hati, ia sudah mengetahui penyakit yang diderita jessica tanpa sepengetahuan sahabatnya itu. ia tahu jessica tengah merahasiakan itu padanya. meskipun begitu sooyoung tak marah dan berjanji akan selalu melindungi jessica.

………………………………………………

hari demi hari berlalu, namun saat itu juga kesehatan jessica mulai menurun karena penyakit kanker yang dideritanya. dokter memang selalu memintanya untuk dirawat segera ditangani namun jessica selalu mengundurnya dengan alasan tak bisa meninggalkan butik yang ia bangun selama ini. semenjak keluar dari dunia musik jessica membuka usaha butiknya dan menjadi seorang desaigner bahkan masih diminta beberapa perusahaan fashion untuk dijadikan model. bahkan tak jarang ia dipanggil perushaan musik untuk bergabung dan kembali menjadi penyanyi solo agar dapat menyaingi mantan agensi yang pernah menaunginya itu, namun jessica selalu menolaknya karena tak pernah ingin bersaing dengan Taeyeon sahabatnya yang saat ini tengah naik daun.

sepulangnya dari rumah sakit, jessica merasa lapar dan memutuskan untuk mengunjungi sebuah restoran

“selamat datang agashi” ucap pelayan restoran itu mengantar jessica ke meja pengunjung “ini menunya agashi, silahkan” ucap pelayan itu kembali

setelah mencatat pesanan milik jessica pelayan itu pun berlalu

jessica terdiam memandang keluar jendela, namun saat itu ponselnya berbunyi menerima telepon dari sahabatnya

“hallo, soo ada apa?”

“yah! mengapa kau ke rumah sakit tanpa memberitahuku? bukankah sudah ku bilang biar aku yang selalu mengantarmu”

“hehehe mianhae, kau bilang akan ada rapat bersama clien mu, jadi aku pikir kau sibuk”

“tapi kau lebih penting sica-yaa… aku bisa mengatur waktu rapat kembali”

“aww so sweet…”

“yah aku berkata serius”

“arasso.. kau galak sekali, tak usah khawatir soo lagipula aku sudah pulang”

“sekarang kau dimana?”

“restoran, aku lapar hehehe”

“yah, jangan memakan yang sembarangan, kirimkan alamat lokasimu, aku akan segera kesana sekarang”

“anniyo.. aku hanya memesan salad sayur dan buah buahan, baiklah akan aku kirim” ucap jessica mematikan teleponnya dan segera mengirim lokasi restoran itu

begitu pesanannya tiba, ia langsung menikmatinya sambil menunggu sahabatnya tiba.

suasana restoran cukup ramai, alunan musik pun mulai terdengar dan seorang yeoja baru saja naik keatas panggung kecil yang disediakan oleh restoran itu. Jessica mendengar penyanyi itu berbicara menyapa para pengunjung, awalnya ia masih menikmati makanannya enggan melihat. namun saat yeoja itu mulai bernyanyi, ia langsung mengangkat wajahnya tertarik dengan suara yeoja itu saat bernyanyi. Jessica membelalakkan kedua matanya begitu melihat yeoja yang sedang bernyanyi diatas panggung

snsd jessica wild romance official pictures

76fbbba1e4be5c98e388308cbbd8ca50.jpg

“tiffany?” gumamnya

selain menjadi pelayan restoran, tiffany tak jarang menerima pekerjaan tambahan sebagai pengisi acara di restoran tempatnya bekerja itu setelah jam kerjanya selesai. ia sangat senang melakukannya karena menjadi seorang penyanyi adalah impiannya sejak kecil, namun mau tidak mau impiannya harus tertunda karena keadaan. meskipun begitu, ia tetap senang dan tak berhenti bernyanyi, para pengunjungpun menyukai suaranya yang sangat merdu, termasuk jessica.

sampai tak menyadari ia terus terusan tersenyum memandang tiffany yang sedang bernyanyi itu. dan saat itu pula kedua mata mata merela bertemu

awalnya tiffany terkejut saat melihat jessica berada didalam restoran itu apalagi yeoja yang biasa bersikap dingin itu sedang tersenyum padanya

snsd-jessica-wild-romance-screencaps-13

Tiffany melihat jessica sedikit mengangguk menyapanya, tiffanypun membalasnya dengan senyuman khas nya, eye smile membuat jessica semakin melebarkan senyumnya.

“aku menyukai senyuman itu” ucap jessica dalam hati

Namun sooyoung yang baru saja tiba mengalihkan perhatiannya karena berdiri tepat menghalangi tubuh tiffany diatas panggung

“yah, serius sekali kau sampai tak mendengar panggilanku” ucap sooyoung

“yaish.. menghalangi saja, duduklah” ucap jessica sebal

“wae?” ucap sooyoung heran, iapun mengikuti arah pandang jessica dan melihat seorang yeoja yang sedang bernyanyi diatas panggung itu “nugu? wajah dan suaranya sangat cantik, tapi… rasanya aku pernah melihatnya” lanjutnya

“kau dari kantor langsung kemari? apa kau sudah makan?” ucap jessica saat melihat sooyoung masih memakai kemeja dan jas kantornya bahkan dasinya masi terpasang rapi

“nne… melelahkan sekali” ucap sooyoung melepaskan jas dan dasinya, ia pun melipat tangan kemejanya kemudian mengambil jus strawberry milik jessica dan menghabiskannya tanpa sisa

“yah!! pesan sendiri dasar bodoh!” kesal jessica mempoutkan bibirnya

“pesankan untukku hehehe” ucap sooyoung mengacak acak rambut jessica merasa gemas

“apa dia kekasihnya?” ucap tiffany memandang jessica yang kini tak duduk sendirian itu, apalagi mereka terlihat sangat akrab

Tiffany barus saja menyelesaikan lagu terakhirnya dan ia pun turun dari atas panggung. ia melihat jessica masih fokus pada yeoja yang duduk disampingnya itu sebelum akhirnya masuk kembali ke ruang ganti

“daebak!! kau selalu terlihat mengagumkan fany-ah” ucap yuri betepuk tangan merasa senang

“hmm…” gumam tiffany terlihat tak bersemangat, iapun mengganti pakaiannya karena pekerjaannya sudah selesai

“wae? kenapa dengan wajahmu?”

“anniyo.. hehehe” ucap tiffany mengacak acak dan menggelitiki yuri hingga keduanya keluar dari restoran

…………………………………

“huh? kemana dia?” tanya jessica dalam hati saat melihat panggung sudah terlihat sepi tak ada sosok tiffany. ia terlalu sibuk berbincang dengan sooyoung hingga tak menyadari jika tiffany sudah selesai perform sedari tadi

Jessica pun menoleh ke segala arah mencari sosok tiffany, hingga akhirnya ia menemukan yeoja itu didepan restoran dan sudah berganti pakaian

Jessica berdiri dan baru saja mau menyusulnya, namun saat itu ia melihat seseorang membawa motornya berhenti didepan tiffany dan memberikan satu helm untuknya. tiffany pun langsung duduk dibonceng oleh yeoja itu

“oddiga?” tanya sooyoung yang melihat jessica cukup lama berdiri

“anniyo” ucap jessica kembali duduk

……………………………………

keesokan harinya jessica kembali mengunjungi restoran itu dan berharap bertemu kembali dengan tiffany, kali ini dia datang satu jam lebih awal dari kemarin. namun sudah 20 menit ia tak kunjung melihat tiffany diatas panggung

“jessie?” panggil seorang yeoja yang ternyata adalah tiffany yang sedang mebawakan nampan berisi pesanan milik jessica. yeoja yang dipanggilnya pun ikut terkejut saat melihat tiffany

“tiffany?” ucap jessica menatapnya heran

“aku memang bekerja sebagai pelayan restoran ini, kemarin hanya kerja tambahan saja” ucap tiffany seolah mengerti raut wajah jessica

“ah.. begitu” ucap jessica mengangguk paham

“apa kau datang sendiri?”

“nne..” ucap jessica

“tapi mianhae aku tak bisa menemanimu, karena aku bisa dipecat jika ketahuan bos sedang berbincang dengan pengunjung” ucap tiffany

“gwaenchanna, tapi jam berapa kau selesai bekerja?”

“sekitar 1 jam lagi, wae?”

“ada yang ingin aku bicarakan, aku akan menunggu sampai kau selesai bekerja”

“baiklah, silahkan nikmati makanannya” ucap tiffany yang lagi lagi memberikan eye smilenya pada jessica

Satu jam berlalu tiffany sudah selesai bekeja dan mengganti baju nya. jessicapun menunggunya didepan restoran akhirnya melihat tiffany keluar, namun ia bersama seorang yeoja yang dilihatnya kemarin. mereka kembali terlihat sangat dekat dan akrab.

“mianhae menunggumu lama” ucap tiffany tersenyum

“it’s okay” ucap jessica kembali dengan wajah dinginnya, entah kenapa perasaannya kembali merasa buruk ditambah saat melihat tiffany kembali berjalan menghampiri yeoja itu

“sepertinya aku akan pulang bersamanya yul”

“jadi sekarang kau memiliki teman eoh? aku pikir hanya aku” ucap yuri mempoutkan bibirnya pura pura kesal

“yah! dasar, kkah pulanglah..” ucap tiffany mendorong tubuh yuri dan keduanya kembali tertawa

“arraso… kau jangan melewatkan makan malammu sebelum berangkat bekerja, aku titip salam untuk eomma dan yoong”

“nne mamanim.. kau juga hati hati” ucap tiffany, kedua yeoja itu pun berpelukan hingga mereka berpisah

Tiffany berjalan memasuki mobil jessica, jessica meliriknya dan masih melihat tiffany tersenyum sendiri memasang seatbelt nya

“kekasihmu?” ucap jessica

“huh? hahaha anniyo… dia sahabatku” ucap tiffany membuat jessica entah kenapa tiba tiba tersenyum dan merasa senang mendengarnya

“jadi kau akan membawaku kemana? mianhae.. aku hanya memiliki waktu sebentar karena harus kembali bekerja”

“hanya mengantarmu pulang”

“huh?” gumam tiffany heran

“wae?” tanya jessica

“anniyo.. jadi kau menungguku hanya untuk mengantarku pulang?”

“nne…” ucap jessica

Begitu diperjalanan, keduanya tampak sama sama diam masih merasa canggung

“omo! jessie bisakah menepi sebentar?”

“nne?” ucap jessica heran, iapun menepikan mobilnya dan tiffany segera keluar

Jessica melihat tiffany berlari tak jauh di depan mobilnya berhenti, ia memperhatikan yeoja itu yang rupanya hendak membantu seorang nenek yang kesulitan menyebrangi jalan raya yang cukup lebar. perlahan senyum jessica pun mengembang bahkan ia sedikit tertawa saat tiffany yang juga kesulitan membawa nenek itu karena lalu lintas yang cukup ramai terlebih tidak ada zebra cross dan rambu rambu yang tertera

Jessicapun membuka pintu mobilnya dan menghampiri mereka

“kajja” ucap jessica memeluk lengan nenek itu dari samping kanannya sementara tiffany dari samping kiri. akhirnya merekapun berhasil membantu nenek itu dan kembali kedalam mobil

“gomawo” ucap tiffany tersenyum senang

“hmm? nne…” ucap jessica kembali melajukan mobilnya, namun ia heran saat tiffany terus memperhatikannya “wae?” ucap jessica kembali ketika memergoki tiffany sedang memandangnya

“bolehkah aku mengatakan sesuatu?” ucap tiffany

“katakan saja”

“jessie, kau memang terlihat sangat dingin dari luar, tapi hatimu sangatlah hangat” ucap tiffany membuat jessica terkejut karena selama ini orang orang selalu memandangnya sebagai orang yang sangat dingin, saat masih menjadi penyanyi pun fans lebih banyak menyukai taeyeon yang memiliki sikap ramah dan bahkan jessica selalu dijuluki ice princss oleh para penggemarnya

Jessica tersenyum dan entah mengapa ia merasa sangat bahagia saat tiffany mengatakan hal itu

“mengapa kau diam saja? apa kau marah?” ucap tiffany

“anni… gomawo” ucap jessica tersenyum menatap tiffany

“ah ya, kemarin aku membaca artikel tentangmu”

“lalu?” ucap jessica

“kau seorang penyanyi terkenal dan sangat cantik” ucap tiffany membuat jessica hampir tertawa melihat wajah polos tiffany mengatakan itu

“apa spesialnya?”

“aku iri padamu, jessie”

“wae?”

“karena aku sangat ingin sepertimu” ucap tiffany membuat jessica terdiam “menjadi salah satu kebanggaan SMEnt adalah satu impian terbesarku” lanjutnya

“kau memiliki wajah cantik dan suaramu juga bahkan lebih bagus dariku” ucap jessica membuat tiffany terkejut

“jinjja? jangan meledekku”

“anniyo.. aku jujur mengatakannya, bahkan aku sangat menyukai suaramu” ucap jessica membuat tiffany terus terusan tersenyum

“wae?” tanya jessica heran

“anni.. entah kenapa aku merasa bahagia saat kau mengatakan itu, kita seperti sudah sangat dekat padahal baru saling mengenal dan bertemu dalam beberapa hari” ucap tiffany membuat jessica terdiam menatap yeoja yang duduk disampingnya itu

“nne.. aku juga heran mengapa aku bisa senyaman ini dengan seseorang yang baru saja aku kenal ini” ucap jessica dalam hati

sesampainya di rumah, tiffany dan jessica langsung disambut oleh ibunya tiffany

“jess…sica-shi?” ucap ibu tiffany mengingat ingat yeoja yang dihadapannya

“nne omonim, ternyata kau masih mengingatku” ucap jessica tersenyum dan membungkukkan badannya

“aigoo… kau memang sangat cantik, mianhae waktu mengantar yoong aku tak begitu jelas melihatmu, tiffany selalu menceritakan tentangmu”

“nne?” ucap jessica heran kemudian menatap tiffany

“ann.. anniyo.. aku tak bicara macam macam, aku hanya memperlihatkan fotomu di sebuah majalah, kajja sebaiknya kita masuk” ucap tiffany terlihat salah tingkah

“apa eomma dan yoong sudah makan?” ucap tiffany kembali

“eomma sudah makan, tapi yoong masih tak ingin makan fany-ah” ucap ibu tiffany terlihat sedih

“biar aku coba membujuknya” ucap tiffany mulai menyiapkan makanan untuk diknya itu, iapun memasuki kamar yoona dan jessica mengikutinya

Begitu masuk, jessica melihat seorang yeoja sedang duduk terdiam daiatas tempat tidurnya

“yoong.. mengapa masih belum makan eoh? apa yoong menunggu eonnie pulang?” ucap tiffany dengan sedikit beraegyeo

Yoona pun mengangkat wajahnya dan keduamatanya bertemu dengan tatapan jessica

“kau?” ucap jessica tekejut

TBC

Tadinya mau 1 shoot, ternyata kepanjangan. sebenernya udah selesai cuma nunggu respon yg lain aja dulu suka apa engga nya hehe soalnya udah lama ga nulis a.ka ngetik cerita jadi sedikit sulit. maafkan terlalu biasa, karena menulis tak semudah melupakan si dia.. aih

Lanjut??

We Are Different part 12

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………

12 tahun yang lalu

Setelah mengalami insiden tenggelam di danau, sooyoung segera dilarikan ke rumah sakit dan langsung mendapatkan perawatan, beruntung yoona telah menyelamatkannya. Namun, ia tetap harus di rawat selama beberapa hari karena mengalami syok

Siang itu sooyoung terbangun dan melihat tidak ada siapapun di ruang rawat kecuali dirinya, iapun mengambil ponsel miliknya yang tergeletak diatas meja ruangan itu

“yoboseyo”

“appa” ucap sooyoung

“ada apa youngie-ah? bagaimana keadaanmu sekarang?”

“aku baik baik saja, apa sudah boleh pulang hari ini?”

“andwae, kau masih harus dirawat selama beberapa hari agar kondisimu benar benar pulih youngie-ah”

“appa oddiega? mengapa tak ada satu pun yang menemaniku disini?”

“appa berada di kantor, appa sangat sibuk sayang, eomma sedang pergi, appa akan meminta sunkyu untuk menemanimu sepulang sekolahnya nanti” ucap ayah sooyoung dibalik telepon

Sooyoung terdiam pandangannya tertuju pada jam dinding yang menunjukkan pukul 10 pagi, sementara sunny eonni nya pulang sekolah jam 4 sore karena ada les bahasa

“baiklah” ucap sooyoung, iapun mengakhiri teleponnya

Sooyoung terdiam menatap langit langit ruangan itu, ia merasa bosan berada disana namun ia sendiri tak bisa melakukan apa apa, ia terlalu takut pada ayahnya yang melarangnya untuk keluar

*toktoktok* pandangan sooyoung beralih ke arah pintu ruangan saat seseorang dari luar mengetuk dan membuka pintu itu

“hey, apa aku menganggumu?” ucap seorang yeoja yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu, yeoja yang telah menyelamatkan nyawa sooyoung, yoona

“anniyo, masuklah” ucap sooyoung, yoona pun segera memasuki ruangan dan berjalan menghampiri sooyoung

“mengapa kau kemari? kau tak sekolah?” tanya sooyoung

“tadi pagi aku berangkat sampai istirahat, lalu aku pergi kemari hehehe aku malas dengan pelajaran bahasa asing, ssaemku sangat galak”

“yah! baboya… jadi karena itu kau membolos? kau bisa dihukum”

“tidak juga, aku mengkhawatirkanmu” ucap yoona membuat sooyoung terdiam

Selama ini baru kali ini sooyoung mengenal seseorang yang seusianya merasa peduli terhadapnya, karena disekolahnya meskipun sooyoung seorang chaebol ia selalu tertindas dan sering dibully bahkan selalu mendapat perlakuan kasar oleh teman temannya.

“mengapa kau diam saja?” tanya yoona heran

“anniyo” ucap sooyoung “gangnam sangat jauh, kau berani ke seoul sendiri?”

“tentu saja aku berani, aku sering ke seoul untuk mengirimkan kue kue pesanan pelanggan milik kepala panti asuhan, ah ya aku membawakan kue juga untukmu” ucap yoona mengangkat kantong plastik yang ia bawa untuk ditunjukkan pada sooyoung, iapun segera membukanya

“kau tak menjualnya?”

“anniyo, aku sudah membelinya”

“kau tinggal di panti, apa kau punya uang?”

“yah! kasar sekali, tentu saja aku punya” ucap yoona mempoutkan bibirnya namun hal itu membuat sooyoung tertawa merasa lucu oleh tingkah yoona

“tapi.. mengapa disini sepi sekali? teman temanmu tak menjengukmu?” ucap yoona kembali namun membuat sooyoung berhenti tertawa

“mereka tak akan kemari”

“wae..?”

“kau akan merasakannya ketika sekolah di sekolah para chaebol”

Yoona hanya mengangguk anggukan kepalanya, meskipun ia sebenarnya tak mengerti

“mengapa kau menolongku?”

“aku sudah tak ingin mendengar dan melihat kematian lagi, cukup ibuku”

“kau bisa saja ikut tenggelam dan mati”

“setidaknya kau tak mati sendirian kan? hehehe” canda yoona membuat sooyoung memukul lengannya

Semenjak saat itu yoona sering menjenguk sooyoung sepulang sekolah atau ketika dirinya bolos hingga sooyoung sudah diperbolehkan untuk pulang. kini keduanya berteman dekat meskipun sooyoung masih merasa kaku. namun yoona selalu mampu mencairkan suasana hingga suatu hari saat mengantarkan kue yoona tak sengaja menemukan sooyoung sedang dipukuli oleh 5 orang siswa seusianya disebuah taman yang tampak sepi, kini ia paham maksud dari perkataan sooyoung saat dirawat di rumah sakit dulu.

“yah!! apa yang kalian lakukan pada temanku huh?” teriak yoona membuat kelima siswa itu menoleh kearahnya

“mwo? teman? hahaha” ucap salah satu siswa membuat keempat temannya ikut tertawa

“yah, sejak kapan kau memiliki teman huh?” ucap siswa itu kembali sambil menarik kerah seragam yang dikenakan sooyoung

“yah!!! sekali lagi kau menyentuhnya, kau akan mati!” teriak yoona

“mwo? kajja habisi dia” ucap siswa itu melepaskan kerah seragam sooyoung mulai berjalan menghampiri yoona diikuti keempat temannya

“omo! ottokhae..” ucap yoona dalam hati, ia mulai merasa panik karena ia sendiri tak bisa berkelahi

Hingga akhirnya yoona lah yang dipukuli oleh kelima siswa itu, ia mencoba melawan dengan menggerak gerakkan tangan dan kakinya sebisanya namun tetap saja tubuh kecilnya tak bisa melawan kelima siswa itu

Merasa tak tahan sooyoung pun menoleh kesegala arah, pandangannya terhenti pada sebuah batu yang cukup besar, iapun segera mengambil batu itu

*dukkk!!!* sebuah suara terdengar cukup keras membuat keheningan ditaman itu

*brukkk* tubuh seseorang diantara kelima siswa itu ambruk setelah menerima hantaman batu yang di emparkan oleh sooyoung, siswa itu tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari kepalanya

Yoona membelalakkan kedua matanyamelihat hal itu, bahkan sooyoung dan keempat siswa didekatnya ikut terkejut

“yah, apa yang kalian lakukan? Sore begini anak sekolahan tak boleh berkeliaran” teriak seorang petugas kepolisian yang kebetulan sedang melewati taman membuat keenam yeoja itu menoleh dan melihat petugas itu berjalan cepat menghampiri mereka

takut tertangkap keempat siswa itu langsung berlari meninggalkan yoona, sooyoung serta temannya yang sudah tak sadarkan diri itu. yoona dan sooyoungpun demikian, mereka mencoba berlari namun yoona kembali terjatuh karena kaki kanannya terluka setelah dipukuli kelima siswa itu

“youngie-ya.. kau juga pergilah, ppali!! kau bisa tertangkap”

“andwae, kau akan tertangkap”

“gwaenchanna” ucap yoona namun sooyoung tetap terdiam disamping yoona hingga keduanya tertangkap dan dibawa ke kantor polisi

“nne.. sykurlah kalau begitu” ucap salah satu petugas saat menerima telepon dri pihak rumah sakit

“yah, kalian berdua! siapa yang mendidikmu hingga melakukan kejahatan seperti ini huh? beruntung anak itu masih bisa diselamatkan, dasar bodoh!” ucap petugas itu membentak kedua yeoja dihadapannya yang hanya bisa menunduk

“dimana anakku?” ucap seorang namja paruh baya setelah memasuki kantor polisi

“omo! tuan” ucap petugas itu segera berdiri dan membungkukkan badannya memberi hormat, para petugas lain pun melakukan hal yang sama

“appa” ucap sooyoung terkejut saat mendengar dan melihat ayahnya yang baru saja tiba

“youngie-ah…” panggil ibu sooyoung yang baru saja masuk dan berlari memeluk sooyoung “apa yang terjadi? mengapa kau terlihat seperti ini sayang?” ucapnya kembali sambil menangis

“eomma…” ucap sooyoung

“maaf tuan, anak anak ini termasuk putri anda telah melakukan kekerasan hingga mengakibatkan seorang anak terluka parah hingga dilarikan ke rumah sakit”

*plak!!!* dengan keras tuan choi menampar pipi sooyoung membuat orang orang yang berada didalam kantor polisi itu terkejut termasuk istrinya

“dasar anak nakal! apa aku pernah mengajarimu melakukan hal itu huh? untuk apa kau disekolahkan jika kelakuanmu seperti ini? bikin malu keluarga saja” bentak tuan choi memarahi sooyoung yang mulai menangis ketakutan

“t..ttuan, mohon tenang” ucap petugas itu

“s..ssebenarnya aku yang salah” ucap yoona terbata karena ikut merasa takut, “saya yang melakukannya tuan bukan sooyoung, sooyoung tak melakukan apa apa” lanjutnya sambil menundukkan kepalanya kembali

Ayah sooyoung menarik kerahnya hendak memukul yoona namun sooyoung segera berlari menahannya

“appa andwae..” ucap sooyoung sambil menangis memeluk kaki ayahnya

“baiklah, aku serahkan saja pada kalian” ucap ayah sooyoung mulai mereda “dan kau, jangan dekati anakku lagi” ucapnya kembali sambil menunjuk pada yoona

Keluarga sooyoung pun meninggalkan kantor polisi termasuk sooyoung sendiri

hingga hanya yoona yang masih ditahan di kantor polisi karena telah mengakui perbuatannya

“yah, tubuhmu kecil tapi sudah bisa melakukan kekerasan dan bisa bisanya kau mencari masalah pada keluarga choi, kau tak tahu siapa mereka huh?” bentak polisi itu pada yoona

“yah!! jangan membentak adikku!” ucap yuri meninggikan suaranya membuat petugas itu menoleh dan melihat seorang anak sudah berdiri di depan pintu

“nuguyaa?”

“aku eonninya, wae?”

“yah, aku yang ku panggil adalah orang tua kalian”

“kami sudah tak memiliki orang tua” ucap yuri

“yaish.. pantas saja kalian kurang mendapatkan didikan seperti ini, kau tahu? adikmu sudah memukuli seorang siswa sampai dilarikan rumah sakit”

“mwo? yah! tarik kembali ucapanmu! adikku tak mungkin melakukan hal itu!” ucap yuri

*plak!!*

“aww” rintih yuri saat petugas itu memukul kepalanya

“dasar bodoh, sudah jelas adikmu yang mengakuinya, sudahlah aku tak ingin berdebat dengan anak kecil, kkah bawa adikmu pulang”

“m..mmwo? jadi aku tidak dipenjara?” ucap yoona terkejut

“dasar bodoh, kau masih anak anak! tapi kau harus menyelesaikan ini” ucap petugas itu memberikan sebuah kertas yang baru saja dicetak, yuri pun menerima dan membacanya

“itu tagihan biaya rumah sakit anak yang dia lukai, orang tuanya hanya menuntut untuk membayar seluruh biaya perawatan anaknya itu, kalian harus melunasinya besok, sekarang pulanglah” ucap petugas itu kembali

“kajja yoong” ucap yuri membawa yoona meninggalkan kantor polisi

“Hey, chankkaman!” panggil petugas itu kembali

“Ada apa ahjushi, bukankah urusan adikku sudah selesai” ucap yuri

“Nne.. Nne… Bawel sekali, ambillah” ucap petugas itu memberikan beberapa lembar uang

“Mwo? Untuk apa? Tadi kau memarahi kami” ucap yuri

“Dasar bodoh, tentu saja untuk kalian, ambil dan pulanglah, anak kecil dilarang berkeliaran malam malam”

“Kamsahamnida ahjushi” ucap yoona menerima uang itu dan segera berlari meninggalkan kantor polisi

“Yah kwon yoona!! Dasar!” teriak yuri, iapun membungkukkan badannya pamit pada petugas itu setelah berterima kasih

Kini keduanya berjalan melewati sebuah taman setelah yuri berhasil menyusul adiknya, hari sudah mulai gelap dan keduanya hanya berjalan saling terdiam

“Yah, mengapa kau mengambil uangnya” ucap yuri

“Wae? Bukankah ahjushi itu sendiri yang memberi? Eomma bilang kita tak boleh menolak pemberian dari orang lain” ucap yoona innocent

“Ya.. Tapi kita harus lihat dulu siapa yang memberinya”

“Petugas kepolisian” jawab yoona

“Yah! Bukan itu maksudku.. Yaish!”

“Wae..? Apa aku salah bicara?”

“Anniyo, lupakan” ucap yuri malas menanggapi

Keduanya kembali terdiam sambil terus berjalan menyusuri taman

“unnie, bolehkah aku melihatnya?” tanya yoona meminta kertas tagihan itu

“andwae.. ini tak seberapa” ucap yuri

“yaish…!!” gumam yoona dengan mudah merebut kertas itu dari tangan yuri, iapun melihatnya dan langsung membelalakkan kedua matanya melihat total tagihan biaya rumah sakit yang sangat besar itu

“omo! semahal ini?”

“hmm..” jawab yuri mengangkat kedua alisnya

“un..unnie.. mengapa kau tak memarahiku atau memukulku saja?” ucap yoona mengehentikan langkahnya

“untuk apa? pukulan tak akan menyelesaikan masalah” ucap yuri

“apa kau tak marah?”

“baboya… tentu saja aku marah” ucap yuri mengangkat tangan kanannya, yoona pun langsung memejamkan kedua matanya siap menerima pukulan dari yuri, namun yang ia rasakan bukan pukulan

“eh?” gumam yoona terkejut

Yuri malah mengusap kepalanya dan merapikan rambutnya yang terlihat berantakan membuat yoona kembali membuka kedua matanya

“rasa khawatirku lebih besar dari amarahku, kau ini dongsaengku, satu satunya yang ku miliki sekarang, aku lebih takut kehilanganmu” ucap yuri tersenyum kembali mengusap kepala yoona

Yoona hanya terdiam, kedua matanya mulai berair mendengar ucapan yuri, iapun langsung memeluk unnienya itu

“unnie… mianhae.. hiks hiks” ucap yoona menangis memeluk yuri

Yuri pun membalas pelukan yoona dan mengusap usap punggung menenangkan  dongsaengnya itu.

……..

setelah kejadian itu, sudah 2 minggu sooyoung tak menemui yoona dan selalu menghindar jika tak sengaja melihat yoona yang sedang mengantarkan kue kue langganannya di seoul. ia masih merasa bersalah pada yoona namun ia terlalu takut dan mengira yoona membencinya. namun hal itu membuatnya terus dihantui rasa bersalah hingga pada suatu hari ia mengunjungi panti asuhan dimana yoona tinggal.

Sooyoung berjalan menuju taman karena tak menemukan yoona didalam kamarnya, tak berapa lama ia melihat dari kejauhan anak anak panti sedang bermain di taman termasuk yoona yang sedang asik bermain bola bersama para namja seusianya

sooyoung pun perlahan menghampiri lapangan, namun yoona masih tak menyadari kehadirannya

“yoong, aku haus.. ambilkan minum untukku ppali” ucap yuri saat melihat sooyoung sedang berdiri disamping lapangan

“yaish..! baiklah” ucap yoona segera berlari meninggalkan lapangan untuk mengambilkan minum, namun langkahnya terhenti saat melihat sooyoung berdiri di hadapannya

kedua yeoja itu tampak terkejut, apalagi sooyoung yang mulai gelagapan salah tingkah. yoona kembali berjalan menghampirinya

“y..yyoong…” sapa sooyoung dengan gugup saat melihat yoona menatapnya tajam

*plakkk!!!*

“aww” rintih sooyoung mengsuap lengannya setelah menerima pukulan dari yoona

“yah, kau kemana saja? aku selalu mencarimu, bahkan aku selalu gagal menemukanmu di sekolah”

“k..kkenapa kau mencariku?”

“yaish… tentu saja untuk menemuimu, dasar bodoh, kajja temani aku mengambilkan air minum” ucap yoona menggandeng tangan sooyoung

“c..chankkaman!” ucap sooyoung menahan tangan yoona

“wae?”

“apa kau tak marah padaku?”

“huh? wae?” tanya yoona terlihat heran

“m.. mmasalah di kantor polisi saat itu” ucap sooyoung menundukkan kepalanya kembali merasa bersalah

“ah… jadi karena hal itu kau menghindariku huh?”

“n..nne, aku takut kau marah”

“mwo? dasar bodoh! Aku lebih marah saat kau menghindariku, kau ini sahabatku” ucap yoona membuat sooyoung mengangkat wajahnya, ia melihat yoona tersenyum tulus padanya membuat kedua matanya mulai berkaca kaca

“wae?” tanya yoona

“anniyo”  ucap sooyoung memeluk sahabatnya itu, air matanya pun berhasil lolos “boghoshippo” ucapnya kembali

“nado… aku juga sangat merindukanmu, ah bagaimana sekarang? apa masih ada yang mengganggumu?” ucap yoona tersenyum membalas pelukan sooyoung

“anniyo, berkatmu mereka jadi takut terhadapku, dan aku mulai memiliki beberapa teman di sekolah hehehe, gomawo..” ucap sooyoung tersenyum senang yoona pun ikut tertawa

Yuri ikut tersenyum memandang mereka dari kejauhan.

…………………………….

2017

*toktoktok*

Sooyoung menoleh kearah pintu kamarnya dan melihat pintu itu perlahan terbuka

“youngie-yaa sarapan sudah siap, kajja appamu sudah menunggu dibawah” ucap ibu sooyoung

“nne, eomma duluan saja, 5 menit lagi aku turun” ucap sooyoung, ibunya pun kembali menutup pintu kamarnya

sooyoung kembali memandang sebuah bingkai foto yang sedari tadi digenggamnya, foto bergambar dirinya bersama sahabatnya itu

20160211110328_1_1455188608.jpg

“hmm…” gumamnya masih terdiam menatap foto itu, iapun meletakkannya didalam laci mejanya dan segera berjalan menuju ruang makan, ia melihat eomma dan appanya sudah duduk menikmati sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor

“sunny eonnie oddiega?” tanya sooyoung yang sudah duduk disamping ibunya

“seperti biasa, dia masih tak ingin keluar dari kamarnya, hmm… Padahal malam nanti malam ulang tahunnya, apa pesta nanti malam dibatalkan saja?” ucap ibu sooyoung pada suaminya

“Mana bisa aku membatalkannya, aku sudah menyebarkan undangan, bibi han tolong antarkan makanan untuk sunny, pastikan dia siap untuk pestanya malam nanti” ucap tuan kwon dengan nada dinginnya

“biar aku saja yang mengantarkannya, aku makan bersama eonnie ya” ucap sooyoung berdiri kembali ikut membantu bibi han menata makanan diatas nampan

setelah semuanya disiapkan, sooyoung pun berjalan menuju kamar sunny yang berada dilantai paling atas mansion

begitu masuk ia melihat sunny sedang duduk terdiam memandang keluar jendela yang terbuka

“sampai kapan kau terus meratapinya? itu tak akan membuat taeyeon kembali” ucap sooyoung menghampiri sunny dan meletakkan makanan yang dibawanya di meja

sunny masih terdiam enggan menjawab, hanya kedua matanya menatap tajam pada sooyoung, ia merasa kesal terhadap ucapan adiknya itu

“wae,,? apa aku salah bicara?” tanya sooyoung

“lebih baik kau pergi daripada memperburuk moodku” ucap sunny kembali mengalihkan pandangannya keluar jendela

“hemm… baiklah mianhae, aku tak bermaksud seperti itu, aku hanya tak ingin kau melakukan hal yang sia sia” ucap sooyoung

“kau benar, tapi ini masih menyakitkan” ucap sunny menundukkan kepalanya, air matanya kembali lolos. bagaimana pun juga kepergian taeyeon yang secara tiba tiba membuat dirinya drop

“arra… aku mengerti perasaanmu, cukup sampai disini kau menangisinya sekarang sudah beberapa bulan dia pergi” ucap sooyoung memeluk kakaknya dari belakang

“aku tak bisa” ucap sunny dalam tangisnya

“Nanti malam adalah pesta ulang tahunmu, siapa tahu hatimu bisa sembuh dengan bertemu beberapa rekan kerja appa” ucap sooyoung ,namun jawaban yang ia dapati malah tatapan tajam sunny

“Arra arra… Aku hanya bercanda” ucap sooyong kembali

“Kau selalu saja menyebalkan” ucap sunny

“Lebih baik sekarang kau makan, lalu bersiap siap untuk pesta malam nanti”

“Apa konsepnya?” 

“Aigo… Jadi kau tak tahu?”

“Bahkan aku tak ingat jika besok hari ulang tahunku”

“Yaish…. Baiklah, kalau begitu biar aku pikirkan” ucap sooyoung terdiam sejenak memandang kakaknya itu

“Emm…. Dengan melihat keadaanmu, aku pikir pesta topeng lebih baik”

“Wae? Apa wajahku terlihat buruk?” tanya sunny meraba raba wajahnya

“Nne… Lihatlah” ucap sooyoung memegang kedua pundak sunny dan memutarnya hingga keduanya menghadap sebuah cermin yang cukup besar “sudah berapa hari kau menangisinya eoh? Bahkan kedua matamu masih terlihat sembab”

“Kau benar, baiklah aku setuju dengan pendapatmu”

“Kalau begitu habiskan makananmu, aku akan membicarakan hal ini pada appa” ucap sooyoung mengusap usap pundak sunny, ia pun berjalan meninggalkan kamar eonninya itu

………………………………………..

Apartemen Tiffany

Yuri terbangun dan melihat disampingnya sudah tidak ada kekasihnya, tiffany. malam tadi setelah pulang dari kantor ia memutuskan untuk menginap di apartemen tiffany,  semenjak keduanya berhasil saling mengungkapkan perasaannya di pegunungan songnisam park, kini usia hubungan mereka sudah mwnginjak 3 bulan

Setelah kesadarannya terkumpul yuri duduk diatas tempat tidur dan mengambil ponselnya, ia melihat beberapa pesan masuk dari amber. yuri terdiam membaca satu persatu pesan itu

Sementara tiffany dengan pakaian rapinya sudah berada di dapur baru saja membuat sandwich

“good morning” ucap yuri memeluk kekasihnya dari belakang membuat tiffany tersenyum dan menghentikan aktivitasnya

Tiffany pun membalikkan badannya

*cupp*

“morning too” ucap tiffany setelah memberikan morning kissnya pada bibir yuri, keduanya pun kembali tersenyum

“Huh? kau sudah mau pergi?” tanya tiffany saat melihat yuri sudah memakai pakaian yang sudah rapi

“nne, aku akan berkunjung ke ilsan, kau juga akan bekerja?”

“Nne.. Tapi akhir akhir ini kau sering ke ilsan, kau menemui siapa?”

“Menemui sahabatku yang baru saja sembuh dari kecelakaan”

“Sahabat?”

“Nne, baiklah kita berangkat bersama, aku akan mengantarmu” ucap yuri mengusap usap lembut kepala tiffany

“tapi aku berangkat jam 8 nanti, masih ada waktu satu jam”

“gwaenchanna, mengapa kau bangun pagi sekali?”

“aku ingin menyiapkan sarapan untukmu, kajja aku sudah membuat sandwich” ucap tiffany menarik tangan yuri ke ruang makan

Keduanya pun duduk berhadapan sambil menikmati sarapan pagi yang disiapkan oleh tiffany

“Fany-ah” panggil yuri menatap kekasihnya itu

“Nne?” ucap tiffany yang masih sibuk mengunyah sandwich miliknya

“Emm… Ada 2 hal yang ingin aku bicarakan”

“Katakan saja, sepertinya itu terdengar penting”

“Nne, ini sangat penting hehehe pertama… Maukah kau menemaniku menghadiri pesta ulang tahun temanku malam nanti?”

“Tentu saja” ucap tiffany tersenyum, tangannya mulai menggenggam tangan yuri “lalu yang kedua?”

“Emm….” gumam yuri terlihat ragu

“Katakan saja” ucap tiffany mengusap usap tangan yuri

“Mau kah kau tinggal bersamaku?” ucap yuri ragu, perlahan keringat pada dahinya mulai muncul khawatir tiffany akan menolak tawarannya

Karena mau tak mau mereka harus meninggalkan apartemen yang mereka tempati sekarang

Flashback

1 jam yang lalu. setelah menerima pesan dari amber, yuri langsung meneleponnya.

“Hallo, yuri-ah apa kau menerima pesan dariku?” ucap amber begitu menerima telepon dari yuri

“Nne, kau yakin itu benar?”

“Tentu saja, beberapa hari ini aku sering melihat sebuah mobil yang selalu terparkir tak jauh dari sini, mobil itu juga sama dengan mobil yang selalu mengikutimu, mereka juga selalu mengawasi apartemen ini, tempat kekasihmu sudah tak aman yul, kalian harus segera pindah dari sana sebelum mereka menghancurkan apartemen ini dan terjadi sesuatu pada kekasihmu ataupun adikmu”

“Kau benar, apa kau sudah menyiapkannya?”

“Nne, aku sudah menyimpan kunci rumah beserta alamatnya, ku pastikan disana aman, dan pakailah mobil milikku, mereka sudah menargetkan mobil yang kau pakai saat pergi kemarin, aku sudah menyimpan kuncinya juga di loker”

“Baiklah, gomawo…”

“Nne, hati hati yul”

“Kau juga” ucap yuri kemudian mengakhiri panggilannya

Flashback End

“Mau kah kau tinggal bersamaku?”

“Wae? Bukankah kita belum menikah?”

“Nne… Tapi, aku tak bisa membiarkanmu sendiri, aku selalu ingin bersamamu, aku juga khawatir kau kembali mengalami mimpi buruk setiap malam, lagipula aku tak akan berbuat macam macam padamu sampai aku menikahimu, aku janji” ucap yuri panjang lebar dan terlihat begitu serius membuat tiffany tertawa merasa lucu

“Wae…?” tanya yuri heran

“Anniyo… Hahaha kau lucu sekali yul”

“Jadi? Apa kau mau?”

“Hmmm… Aku sudah hampir 5 tahun tinggal disini, terlalu banyak kenangan indah yg sulit aku lupakan” ucap tiffany membuat yuri tercekat

Ia pun terdiam oleh ucapan tiffany, ia tahu apartemen ini dipilihkan oleh taeyeon saat dirinya diterima di seoul university, saat itu taeyeon lah yang memberikan apartemen untuknya, awalnya taeyeon menawarkan rumahnya agar tiffany menenpatinya selama taeyeon melanjutkan studynya di kepolisian, namun tiffany menolaknya. Rumah taeyeon ia rasa terlalu mewah dan tiffany merasa tak nyaman. Akhirnya taeyeon mengalah dan memahami sifat kesederhanaan tiffany.

“Aku hanya bercanda” ucap tiffany tersenyum kembali mengusap tangan yuri untuk menghilangkan ketegangan kekasihnya itu

“Aku…” ucap yuri masih tertunduk

“Kapan kau akan membawaku? Aku harus siap siap membereskan barang barangku” ucap tiffany membuat yuri mengangkat wajahnya kembali

“An…aniyoo… Masalah itu biar aku yg tangani, aku akan menjemputmu setelah pekerjaanmu selesai nanti”

“Baiklah, kajja kita berangkat” ucap tiffany menggenggam tangan yuri

Keduanya pun segera meninggalkan apartemen

……………………………………….

Yoona terbangun membuka kedua matanya begitu pipi kanannya merasakan sentuhan yang terasa dingin, namun ia tersenyum saat melihat wajah seseorang yang tersenyum sedang menatapnya terlebih rasa dingin pada pipinya kini terasa halus saat tangan jessica mengusap usap lembut dan membingkai wajahnya

Jessica memang bangun lebih awal dan setelah selesai mandi ia berjalan menghampiri kekasihnya yang masih terlelap, ia pun duduk disamping yoona. Jessica tersenyum memandang kekasihnya itu, ia sangat menyukai wajah tidur yoona yang terlihat polos dan alami. Ia pun menempelkan telapak tangannya yang terasa dingin oleh basuhan air pada wajah yoona hingga kekasihnya itu terbangun.

“Wake up” ucap jessica tanpa suara hanya menggerakan mulutnya

“Hmmm…. Wae?” gumam yoona sedikit mengangkat tubuhnya kemudian duduk menyandarkan punggungnya “ini masih jam 8 pagi” lanjutnya saat melirik pada jam weeker tak jauh darinya

“Kita harus bersiap siap” ucap jessica berjalan membuka lemari pakaiannya untuk mengganti baju

“Oddiega? Bukankah kita masih berangkat 2 jam lagi”

“Bukan itu, kita harus segera membereskan barang barang dan pergi dari sini”

“Hah?” gumam yoona masih tak mengerti

“Tadi yul menghubungi ponselmu, dan saat aku angkat dia meminta kita untuk melakukan hal itu, kit harus segera pindah dari sini”

“Wae?” tanya yoona

“Orang orang yang ingin membahayakan kalian sudah mengincar tempat ini, jadi tempat ini sudah tak aman lagi, yul juga mengajak tiffany”

“Ah begitu, baiklah”

“Kkah mandilah, aku akan menyiapkan sarapan” ucap jessica

“Shirro… Aku ingin melihatmu mengganti pakaian dulu” ucap yoona dengan senyum evilnya

“Yah!! Dasar pervert, andwae!” ucap jessica hendak meninggalkan kamar setelah mendapatkan pakaiannya, namun dengan segera yoona terbangun dan menarik tangan jessica

“Kyaaaaa….” teriak jessica saat tubuhnya tertarik dan terjatuh diatas tubuh yoona, kedua tubuh yeoja itu kini sudah kembali berada diatas kasur

“Yy..yah! Apa yang akan kau lakukan?” tanya jessica saat wajah yoona perlahan mendekati wajah jessica, ia mencoba memberontak namun yoona berhasil mengunci tubuhnya hingga tak bisa bergerak, jessica hanya terdiam pasrah dan memejamkan kedua matanya

*cupp*

“Good morning” ucap yoona tersenyum setelah mencium singkat bibir jessica membuat kekasihnya itu kembali membuka kedua matanya

“Huh?” gumam jessica heran

“Aku belum mengucapkan itu tadi, kkah ganti bajumu” ucap yoona melepaskan tubuhnya yang telah mengunci tubuh jessica ,ia pun berjalan memasuki kamar mandi

“Yaish, aku pikir apa” ucap jessica namun ia tersenyum setelah mengingat apa yang dilakukan yoona barusan

Jessica pun bangun dan segera mengganti pakaiannya kemudian bersiap siap menyiapkan sarapan untuknya dengan kekasihnya itu

…………

Begitu sampai di tempat kerja tiffany, yuri membukan pintu mobil untuk kekasihnya itu

“Setelah pekerjaanmu selesai segera hubungi aku, nanti aku akan menjemputmu, lalu kita fitting pakaian untuk pesta nanti” ucap yuri

“Fitting? Sepertinya temanmu bukan orang yang biasa” 

“Hmm… Begitulah, dia putri rekan perusahan, sebenarnya dia teman kecilku juga”

“Ah otthokhae… Aku takut membuatmu malu”

“Wae…? Itu tak akan terjadi, tenang saja aku selalu disampingmu, ku pastikan orang orang justru akan iri melihatku karena membawa seorang bidadari hehehe”

“Hahaha kau bisa saja, kkah nanti kau akan terlambat ke kantor” ucap tiffany merapikan dasi yuri

“Baiklah” ucap yuri memeluk tiffany dan mengecup kening kekasihnya itu “fany-ah hwaiting!” lanjutnya memberi semangat pada tiffany

“Nne hwaiting!” jawab tiffany ,keduanya pun tertawa dan yuri memasuki mobilnya meninggalkan perpustakaan pusat ,tempat dimana tiffany bekerja

Setelah melaju, yuri menginjakkan gas menambah kecepatan mobilnya untuk menuju ilsan, hari ini ia tak berniat berangkat ke kantor

Setelah menempuh 1 jam perjalanan, ia pun sampai di ilsan tepatnya di klinik SH dimana taeyeon dirawat

Yuri melihat taeyeon baru saja selesai melatih kakinya untuk kembali berjalan normal setelah cukup lama mendapatkan perawatan akibat terkena timah panas yang menembus tulangnya, yuripun langsung menghampiri yeoja itu di taman klinik

“Bagaimana kakimu?” ucap yuri membuat taeyeon menoleh kearahnya

“Sudah lebih baik dari sebelum sebelumnya dan aku sudah mulai terbiasa dengan alat ini, akhirnya kau kemari ,kemana saja eoh?” ucap taeyeon

“Aigooo… Kau merindukanku? Hahaha mianhae, aku baru saja mempublikasikan perusahaanku”

“Yaish… Percaya diri sekali, aku merasa bosan disini, bawa aku pergi ppali…”

“Yah, kau masih harus mendapat perawatan agar lekas sembuh taeyeon-ah”

“Tidak kah kau lihat jika aku sudah baik baik saja?”

“Haishh.. Akan aku tanyakan dulu” ucap yuri, iapun menoleh mencari seolhyun “seolhyun-ah bisakah kau kemari?” lanjutnya memanggil hoobae nya yang didapati tak jauh darinya sedang berbincang dengan yeri

“Oh nne” ucap seolhyun segera menghampiri sunbae nya itu

“Bagaimana keadaan taeyeon sekarang?” tanya yuri

“Kesehatan tubuhnya sudah semakin membaik sunbae, alat yang terpasang pada tulang kakinya juga sudah bisa digerakan dengan baik, tapi taeyeon-shi masih harus memakai alat untuk mempermudah kakinya berjalan”

“Jadi apa dia sudah boleh pulang?”

“Nne, tapi pasien masih harus meminum beberapa obat dan masih harus mengeceknya secara rutin”

“Baiklah segera siapkan ya, aku akan membawanya pulang hari ini”

“Nne sunbae” ucap seolhyun kemudian berlalu meninggalkan kedua yeoja itu

“Kajja kita mencari sarapan sambil menunggu obatmu” ucap yuri membantu memapah taeyeon

“Yaish aku sudah bisa berjalan” ucap taeyeon menepis tangan yuri

“Baiklah kajja” ucap yuri kini tangannya beralih menggenggam tangan taeyeon dan menariknya berjalan meninggalkan klinik mencari tempat makan yang tak jauh dari sana

Sementara taeyeon hanya terdiam menerima perlakuan adik tirinya itu

….

“Apa hidupku masih terancam?” ucap taeyeon setelah selesai menikmati sarapan paginya

“Tentu saja, tapi sejauh ini mereka belum mengetahui keadaanmu yang sebenarnya” 

“Ah jadi aku sudah mati ya”

“Nne, mianhae aku yang mengonsepnya karena jika mereka tau kau masih hidup akan sangat berbahaya untukmu”

“Tapi bagaimana ibuku?”

“Emm… Mianhae, ibumu sangat syok hingga sampai sekarang masih mendapat perawatan di rumah sakit pusat, tapi hyoyeon dan keluarganya sudah menjaga ibumu disana”

“Rumahku sudah hancur, mungkin apartemenku juga tak akan aman”

“Nne, akan sangat berbahaya juga jika kau tinggal di hotel”

“Lalu?”

“Aku akan membawamu ke rumahku”

“Apa disana aman?” 

“Tentu saja, bahkan adikku, jessica serta tiffany juga akan tinggal disana”

“Mwo? T…ttiffany?” ucap taeyeon terkejut

“Nne, aku rasa tidak apa jika mereka akhirnya tau jika kau masih hidup”

“An..anni, andwae… Bisakah kau carikan tempat tinggal lain?”

“Wae…? Hanya itu sementara tempat paling aman, lagipula kau masih belum aman”

“Tapi bisakah aku tak tinggal dengan tiffany?”

“Wae…?” ucap yuri

“Kau tahu aku sudah berpisah dengannya? Dia tak ingin melihat wajahku lagi sampai dia sudah siap, aku tak ingin menyakitinya”

“Hmmm… Arraso aku mengerti, aku akan menanyakan amber dulu” ucap yuri, iapun mengambil ponselnya dan segera menghubungi amber, tak butuh waktu lama yuri mengakhiri panggilannya

“disana ada paviliun yang terpisah dari rumahku, kau bisa tinggal disana dan mungkin tiffany tak akan tahu keberadaanmu” ucap yuri

“Baguslah, kau jangan beri tahu mereka dulu tentang keberadaanku”

“Arrasso Mamanim” ucap yuri menundukan kepalanya

“Yaish…!!” ucap taeyeon menjitak kapala yuri dan keduanya pun tertawa

“Tapi besok ulang tahun sunny, apa nanti malam akan diadakan pesta di rumah tuan choi?”

“Ne aku mendapatkan undangan, ah bukankah dia mantan kekasihmu? Saat hari peringatan terakhirmu dia terlihat sangat terpukul, aku jadi merasa bersalah padanya”


“Apa menurutmu itu pesta besar?”

“Sepertinya begitu, beberapa rekan perusahaan juga menerima undangan, sepertinya tuan choi mengundang banyak para pemilik perusahaan perusahaan besar, terlebih sunny akan diangkat menjadi pemimpin perusahaan tuan choi tapi tuan choi masih tetap berada dibelakangnya, mungkin sunny hanya dimanfaafkannya karena bisa menarik perhatian para rekan bisnisnya”

“Mwo…? Kalau begitu bawa aku malam nanti” ucap taeyeon 

“Mwoo??? Yah Andwae.. Kau mau mati sungguhan huh?” ucap yuri tak kalah terkejut

“Anni, tapi sunny dalam bahaya yul! Dia tak boleh masuk kedalam jurang setan ayahnya”

“Wae…?”

“Dasar bodoh, aku tak akan pernah membiarkan kekasihku dalam bahaya”

“Mwoo? Kekasih? Jadi k..kkau? Yah! Apa hubunganmu dengan tiffany berakhir karena dia?”

“Anniyo… Semua karena salahku, dari awal aku memang hanya mencoba melupakan sunny dengan menerima tiffany, tapi bagaimanapun juga pada akhirnya aku tetap tak bisa melepaskannya”

“Mwo? Yah!!!” teriak yuri menarik kerah baju taeyeon merasa marah “yaish! Tahu begitu aku tak akan mengeluarkanmu dari rumahmu!” lanjutnya sambil melepaskan cengkramannya

“Nne… Karena itu tiffany tak ingin melihat wajahku lagi, tapi bodohnya dengan tulus dia bilang telah memaafkanku” ucap taeyeon tersenyum sedih menundukkan kepalanya

“Karena dia memang selalu memiliki hati yang tulus tak sepertimu” ucap yuri masih merasa kesal

“Nne kau benar, aku harap ada seseorang yang tulus dan lebih baik dariku yang bisa membahagiakannya” ucap taeyeon mengangkat wajahnya menatap yuri

Sementara yuri hanya terdiam

“Jadi kau tetap ingin menemui sunny?”

“Nne… Jebal” ucap taeyeon memohon

………………………

“Untuk sementara kalian akan tinggal disini” ucap amber begitu ketiga yeoja itu tiba di sebuah rumah yang memiliki halaman cukup luas itu setelah menjemput yoona dan jessica

“Woah besar sekali, ini milikmu?” ucap yoona

“Anniyo, ini milik yul. Aku menggunakan uangnya untuk membelikan rumah ini, lokasinya cukup aman dan strategis, aku masih harus menyelesaikan beberapa urusan, aku tinggal dulu” ucap amber mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan yoonsic

“Benar benar selera unnieku” ucap yoona masih takjub menoleh ke segala ruangan di dalam rumah yg cukup besar itu, namun pandangannya terhenti pada tatapan jessica yang sedang memandangnya

“Wae?” tanya yoona

“Seharusnya kita juga memiliki rumah, kapan kau akan menikahiku?”

“Arrasso, setelah restoran kita sukses aku akan membangun rumah untuk kita”

“Yah bukankah itu milik sooyoung”

“Anniyo, restoran itu milikku, sooyoung yang memberikannya untukku”

“Yaish kau tak bisa seenaknya menerima, apalagi restoran itu bukan restoran kecil kecilan”

“Wae…? Bukankah kita tak boleh menolak pemberian orang”

“Kau memintanya bahkan memaksanya membangun restoran kan?”

“Nne, tapi dia menurutinya, dan sekarang aku memilikinya untuk awal usahaku”

“Yaish… Sudahlah, aku akan kalah jika berdebat denganmu” ucap jessica berjalan mendahului yoona memasuki kamar

“Kenapa kau terlihat marah?” tanya yoona setelah berhasil menyusul kekasihnya

“Anni, aku tidak marah” ucap jessica enggan menatap yoona, ia mulai membuka koper dan mengeluarkan isinya untuk ditata kedalam lemari

Yoona pun ikut membuka koper miliknya

“Yah, apa yang kau lakukan?” ucap jessica

“Tentu saja menata baju bajuku”

“Yaish kau memiliki kamar sendiri, kita tak boleh tidur bersama”

“Wae…?”

“Yah! Dasar bodoh, kita sedang tinggal bersama yuri dan tiffany”

“Ah ahahaha aku baru ingat” ucap yoona tertawa menggaruk garukkan kepalanya “arra, aku akan kekamarku, tapi tengah malam nanti kamarku jangan dikunci, arrasso?”

“Why?”

“Tentu saja agar aku bisa diam diam memasuki kamar dan tidur bersamamu” ucap yoona dengan tawa innocent

“Yaish… get out! dasar pervert!” ucap jessica mendorong tubuh yoona keluar dari kamar nya, iapun melihat yoona yang masih tertawa berjalan menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar jessica

“Kau terlalu polos sampai tak pernah menyadari jika bahaya sudah berada di sekelilingmu” ucap jessica dalam hati

Jessica memang diam diam mencurigai sooyoung setelah mengetahui kronologis kasus penembakkan ayah yuri, dan menemui yoona yang tak sadarkan diri didepan pintu apartemennya. Ditambah ucapan yuri yang memintanya selalu memperhatikan yeoja itu jika sedang bersama yoona. Jessica telah menduga jika sooyoung terlibat di dalam kasus itu

………………………………..

“Ini beberapa obat yang harus rutin diminum, aku sudah menuliskan aturan minumnya disana” ucap seolhyun memberikan kotak berisi obat obatan pada yuri

“Nne, gomawo seolhyun-ah, maafkan dia kalau selama ini merepotkanmu”

“Anniyo, memang sudah tugasku, tapi kau masih memiliki hutang padaku”

“Huh? Hutang apa?”

“Kau masih belum menceritakan apa yang sebenarnya terjadi”

“Hahaha yaish… Arraso nanti akan aku mengunjungimu lagi, kalau begitu aku pergi dulu” ucap yuri kemudian berlalu meninggalkan klinik

“Dia kekasihmu?” tanya taeyeon begitu yuri memasuki mobil, taeyeon sudah terlebih dahulu duduk didalam

“Anni, yah mengapa kau duduk dibelakang, pindah! Aku bukan supirmu”

“Hahaha arasso, aigoo tadinya aku mau tidur” ucap taeyeon, iapun langsung pindah ke jok depan

Setelah melihat taeyeon mengenakan sabuk pengaman, yuripun menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan ilsan

……

“Wae? Kenapa kau terus memandangku? Kau jatuh cinta padaku?” ucap taeyeon yang sedari tadi memergoki yuri selalu memperhatikannya setiap berhenti di lampu merah

“Anniyo, aku memperhatikan luka bakar di bagian leher dan telinga belakangmu”

“Ah ini, gara gara ini juga rambutku harus dipotong pendek, menyebalkan”

“Hahaha kau benar, aku bahkan baru menyadarinya jika rambutmu pendek, pantas terlihat berbeda” 

“Yaish menyebalkan”

“Tapi kau terlihat seperti namja, tampan”

“Omo omo! Apa sekarang kau benar benar jatuh cinta padaku?” ucap taeyeon pura pura terlihat terkejut dan ketakutan

“Hahaha dasar bodoh, mana mungkin aku jatuh cinta pada orang pendek sepertimu, lagipula aku sudah memiliki kekasih” ucap yuri tersenyum senang memikirkan wajah cantik tiffany

“Nugu?”

“Sejak kapan kau peduli padaku, bukankah biasanya kau tak peduli terhadap apapun?” sindir yuri

“Yaish… Arra, aku akan diam” ucap taeyeon kembali mengalihkan pandangannya

“Ini sudah beberapa bulan dari kasus itu dan aku masih belum bisa mengumpulkan beberapa bukti terhadap tuan choi” ucap yuri membuka kembali percakapan setelah keduanya cukup lama terdiam, taeyeonpun kembali menatapnya

“Pasti karena banyaknya anak buah dari tuan choi”

“Nne, mereka selalu saja mengincar nyawaku dan adikku”

“Lalu ayahmu?”

“Dia terlihat tak peduli terhadap hal itu, pekerjaanku pun di kantor tidak terlalu berat kali ini, jadi aku manfaatkan untuk fokus pada perusahaan game ku”

“Apa yang harus aku lakukan untuk membantumu?” ucap taeyeon membuat yuri menoleh menatapnya

“Wae? Bukankah waktu itu kau yang mengatakannya?” ucap taeyeon kembali

“Segeralah sadar dan bantu aku”

Yuri tersenyum ketika dirinya mengingat pernah mengucapkan itu saat taeyeon belum sadar dari koma nya, rupanya ia tak tahu jika sebenarnya taeyeon mendengarkan ucapannya

“Baiklah, karena sudah beberapa bulan kau meninggal, aku rasa orang orang sudah melupakanmu, apalagi dengan penampilanmu yang sekarang”

“Lalu? Apa yang akan kau lakukan padaku?”

“Emm… Sebaiknya kita perbaiki dulu penampilanmu, kau masih terlihat buruk, let’s go!” ucap yuri terlihat semangat dan menambah kecepatan mobilnya

Setelah menempuh satu jam perjalanan, keduanya tiba di seoul

“Kenapa kau mengajakku ke tempat seperti ini?” ucap taeyeon memperbaiki topi yang ia kenakan untuk melindungi wajahnya, yuri baru saja membawanya memasuki sebuah mall besar di seoul

“Untuk merubah penampilanmu, kajja” ucap yuri menarik tangan taeyeon dan memasuki sebuah salon kecantikan

Keduanyapun langsung disambut pemilik salon itu

“Aigoo… Uri yul kemana saja baru kesini eoh?”

“Hahaha mianhae aku terlalu sibuk gyuri-ah” ucap yuri memeluk teman yang pernah satu kampus dengannya itu, keduanya cukup dekat karena yuri salah satu pelanggan salonnya

“Kau masih terlihat tampan, apa yang mau kau ubah lagi?”

“Anniyo bukan aku, tapi oppaku” ucap yuri tersenyum dan menggeser tubuhnya yang telah menutupi tubuh taeyeon yang berdiri di belakangnya

“Omo!” teriak gyuri sampai menutup mulutnya saat melihat taeyeon “yah, mengapa kau baru memberi tahuku jika kau memiliki oppa yang sangat cute tampan eoh?” bisik gyuri membuat yuri tertawa

“Mianhae, aku saja baru ingat jika memiliki kakak laki laki, dia baru saja pulang wajib militer” bohong yuri

“Ah begitu, kalau begitu kajja ikuti aku, berhubung pelangganku adalah seorang namja jadi aku sendiri yang akan melayaninya kekekekekk”

“yah, apa kau yakin dia bisa merubahku menjadi namja? ini salon kecantikan” bisik taeyeon

“kau tenang saja, dia sudah ahlinya merubah gaya apapun” jawab yuri

“hey mengapa diam saja, kajja” ucap gyuri

“Dia sedikit pemalu, ah ya gyuri-ah carikan pakaian untuk menghadiri sebuah pesta untuknya dan ubah dia setampan mungkin” ucap yuri

“Arrasso, serahkan saja padaku” ucap gyuri mengacungkan jempolnya

“kkah masuklah, aku akan pergi sebentar menjemput kekasihku, hubungi aku jika sudah selesai” ucap yuri memberikan sebuah ponsel pada taeyeon

………………………………..

“Yoong kajja antar aku” ucap jessica menghampiri yoona yang asik menonton TV

“Oddiega?” 

“I’m on period, aku lupa membelinya”

“Huh sayang sekali, berarti malam ini kita tak bisa..”

“Yah! Jangan memulai, kau jadi ingin mengantarku atau tidak” potong jessica

“Hehehe aku bercanda aigoo.. Kau seram sekali, kajja kita let’s go” ucap yoona segera mengambil jaketnya

“Kita jalan kaki saja, saat perjalanan kesini tadi aku lihat sebuah mini market tak jauh dari sini” ucap jessica memeluk lengan kekasihnya itu sementara yoona hanya tersenyum

Beberapa menit setelah yoonsic pergi, mobil yang ditumpangi yuri dan tiffany tiba

“Dandanlah secantik mungkin, aku akan kembali menjemputmu” ucap yuri setelah membukakan pintu mobil untuk tiffany

“Eh? Kau akan pergi lagi yul?”

“Nne, aku harus menjemput temanku, kita akan pergi ke pesta bersamanya lagipula dia juga akan tinggal disini tapi di paviliun belakang”

“Arraso aku akan bersiap siap, kau hati hati di jalan yul” ucap tiffany kembali tersenyum dan memberikan kecupan singkat di pipi kelasihnya itu

Yuri pun segera meninggalkan rumah untuk menjemput taeyeon

……….

Begitu sampai

“Yah! Lama sekali eoh! Menyebalkan” ucap taeyeon yang sudah cukup lama berdiri menunggu yuri menjemputnya

“Mianh… Omo!” ucap yuri terkejut saat melihat perubahan pada penampilan taeyeon, wajahnya terlihat lebih cerah dengan tatanan rambut pendek gaya barunya membuat taeyeon benae benar terlihat seperti seorang namja

(Cr : taenghuan51.com)

“Wae…? Ada apa dengan ekspresi menyebalkanmu itu” ucap taeyeon memandang yuri datar

“An..anniyo, kau tampan sekali oppa!” ucap yuri sedikit beragyeo sambil menggodanya

“Yah! Agyeomu membuatku mual, kajja kita harus pergi dari sini”

“Nne oppa.. Jebal…” ucap yuri

Keduanya pun berjalan menuju basement dan memasuki mobil

“Yah, mengapa kau duduk didepan, pindah ke belakang!” ucap yuri saat melihat taeyeon duduk disampingnya

“Wae? Tadi kau memintaku duduk didepan”

“Aku membawa kekasihku, ppali”

“Yaish, arasso” ucap taeyeon kesal, iapun berpindah ke jok belakang”

Diperjalanan

“Taeng aku sudah memberitahu tiffany kalau kau akan tinggal di paviliun”

“Mwo? Yah!! Lalu apa tiffany terlihat marah?”

“Anniyo, dia belum tahu jika itu kau, aku tak memberitahunya”

“Haah… Syukurlah, kau membuatku jantungan”

“Tapi tetap saja kau akan bertemu dengannya”

“Mwo? Otthokhae..?” 

“Aku rasa dia tak akan mengenali penampilan barumu, aku saja hampir tak mengenalimu”

“Yah! Aku telah bersamanya beberapa tahun, bagaimana jika dia tetap mengenaliku huh?”

“Ya… Apa boleh buat, kau harus mengakuinya”

“Yaish… Menyebalkan” ucap taeyeon

*piip piiippp* suara klakson mobil terdengar setelah mobil yuri tiba di rumah barunya itu

“Sudah sampai, kajja” ucap yuri

“Ini rumahmu? Mengapa kita kemari?” ucap taeyeon heran

“Untuk menjemput kekasihku” ucap yuri tersenyum memandang pintu rumahnya yang mulai terbuka, taeyeon pun ikut menoleh

Namun taeyeon sangat terkejut saat tampak seorang yeoja mengenakan dress putih yang berjalan kearahnya, tiffany terlihat sangat anggun

“Y..yyul, jja…jjadi” ucap taeyeon terbata

“Nne dia kekasihku sekarang, kau tak tahu berapa lama aku menunggunya taeng aku senang sekaligus sedih setelah mengetahui hubungan kalian berakhir” ucap yuri membuat taeyeon terdiam menatap yuri yang sudah keluar dari mobil menyambut kekasihnya itu

“Bagaimana penampilanku yul? Apa aku terlihat jelek?” tanya tiffany memutar mutarkan tubuhnya dihadapannya yuri, wajahnya terlihat malu

“Anniyo, kau sangat cantik fany-ah, dan selalu terlihat cantik” ucap yuri tersenyum tenang

“Hahaha kau bisa saja, kajja” ucap tiffany

“Chankkaman, ada seseorang yang ingin aku kenalkan”

“Nne? Nugu?”

“Hey turunlah” panggil yuri pada taeyeon yang masih terdiam didalam mobilnya, tiffanypun ikut menoleh saat pintu mobil terbuka dan menampilkan sosok namja dengan tampilan yang sangat rapi

Perlahan taeyeon berjalan menghampiri kedua yeoja itu dengan kepala yang masih menunduk

Perkanalkan dirimu, ini tiffany… Kekasihku” ucap yuri setelah ada jeda, ia sendiri sedikit ragu dan khawatir jika rahasia taeyeon akan terbongkar

“anyeong, tiffany hwang imnida” ucap tiffany tersenyum mengangkat tangan kanannya

Taeyeon pun mengangkat wajahnya dan kini keduanya saling bertatapan dalam jarak yang dekat

*deg deg deg deg…* detak jantung taeyeon langsung berdetak keras saat melihat wajah tiffany dengan dandanan senada seperti biasanya namun terlihat nampak berbeda dari yang biasanya saat mereka masih menjadi pasangan kekasih, wajah tiffany yang sekarang terlihat begitu cerah

“T..ttae…” ucap taeyeon namun ia terkejut dengan ucapannya yang hampir menyebutkan namanya

“Nne?” ucap tiffany tak mendengarnya

“Taehyuk, kim taehyuk” ucap taeyeon membungkukan badannya dan menjabat tangan tiffany

“Ah… Taehyuk oppa, senang berkenalan denganmu” ucap tiffany tersenyum kembali pada taeyeon “kajja kita berangkat” ucapnya kembali pada yuri

“Nne kajja” ucap yuri membukakan pintu mobilnya untuk tiffany “ayo oppa” lanjutnya pada taeyeon yang masih terpaku

“Ah n.. Nne” ucap taeyeon segera memasuki mobil

Tiffany duduk disamping yuri yang mengemudikan mobil sementara taeyeon duduk di jok belakang

Selama diperjalanan menuju rumah sunny taeyeon lebih memilih diam memperhatikan interaksi mantan kekasihnya yang kini telah menjadi kekasih adik tirinya itu. Satu sisi ia bersyukur saat tiffany tak mengenalnya, namun sisi lain hatinya sedikit sakit melihat hal itu terlebih tiffany memang sudah tak ingin mengenalnya. Namun ia bersyukur bisa meoihat tiffany terlihat bahagia bersama yuri

…………………………………

Maksud hati ingin berbelanja di sebuah mini market, yoona dan jessica justru malah mengunjungi sebuah mall besar tak jauh dari sana hingga keduanya tak menyadari hari sudah gelap

“Mwo? Sudah jam 9, kau sih keasikan berbelanja” ucap yoona setelah melihat jam tangannya

“Yah bukankah kau sendiri yang menawariku kemari”

“Hehehe apa boleh buat, kau terlihat menyeramkan tadi”

“Mwo?” ucap jessica kembali menatapnya tajam

“Anniyo… Aku hanya bercanda, kajja kita pulang dan makan malam di rumah saja” ucap yoona menggandeng tangan kekasihnya itu

Keduanya kembali berjalan menuju tempat tinggal barunya

Namun ditengah perjalanan saat keduanya melewati gang sepi, saat berbelok langkah mereka terhenti ketika melihat segerombolan pria yang sedang mabuk dan bermain main di gang itu

“Omo! Pertanda buruk” ucap yoona, jessica pun ikut terkejut melihatnya

“Sebaiknya kita putar arah dan mencari taksi saja yoong” ucap jessica mengeratkan genggaman tangannya pada lengan yoona

Sayangnya saat keduanya berbalik salah seorang dari kelima pria yang sedang mabuk itu melihat keduanya

“Hey… Noona noona, oddiega? Mengapa berputar arah? Kemarilah bersenang senang bersama kami hahaha” ucap namja itu diiringi tawa teman temannya, mereka mulai berjalan mengikuti yoona dan jessica

“Jangan dengarkan, kajja” ucap jessica kembali melangkahkan kakinya

“Hey mau kemana? Kenapa buru buru sekali?” ucap seorang namja yang tiba tiba muncul dari gang lain yang sudah menghadang mereka

“Wow, sukjin-ah kau datang diwaktu yang tepat, apa kau membawa soju pesanan kami?”

“Tentu saja, ah.. Sepertinya ada yang akan bergabung bersama kita” ucap pria bernama sukjin itu mendekati yoona dan jessica yang mulai berjalan mundur

Langkah keduanya terhenti saat kelima namja itu sudah berada dekat di belakangnya

“Yoong aku takut” bisik jessica ketakutan dan memejamkan kedua matanya, yoona pun memeluknya

“Hey jangan takut noona, aigoo… Butt mu seksi sekali” ucap sukjin dengan tangannya hendak menyentuh butt jessica

“Yah, jangan sentuh! Itu milikku!” ucap yoona kesal menepis tangan namja itu

“Aigoo.. Jadi kalian sepasang kekasih eoh? Sayang sekali kalau begitu, bagaimana jika kalian bersama kami saja? Kami lebih nikmat hahaha” ucap bos dari keenam namja itu kembali tertawa ,tangannya hendak merangkul pundak jessica

“Jangan mimpi” ucap yoona langsung menarik rangan namja itu dan memutarnya

“Akkkh!!!” teriak namja itu kesakitan mambuat teman temannya terkejut

“Yah mengapa kalian diam saja, bantu aku!” ucap namja itu membuat kelima temannya tersadar dan mulai menyerang yoona, yoona pun mendorong namja itu dan melindungi tubuh jessica dari serangan para namja yang sedang mabuk itu hingga terjadi perkelahian

Jessica semakin ketakutan dan khawatir melihat yoona beberapa kali diserang namun ketakutan itu perlahan berubah menjadi rasa kagum, yoona yang ia lihat kini berbeda dari yoona yang saat pertama kali ia temui dengan kasus yang sama saat bertemu dengan beberapa preman. Dulu yoona hanya berpura pura pingsan untuk menyelamatkan dirinya namun kini ia melihat yoona dengan sigap melawan para namja itu hingga satu persatu mereka tersungkur menerima pukulan dari yoona

*brukkk!!!*

“Akh!! Ampun noona, kami tak akan mengganggu lagi” ucap salah satu namja yang terakhir dibuat K.O oleh yoona

“Awas saja aku menemui kalian yang sedang mwngganggu seorang yeoja lagi, akan kupatahkan leher kalian satu persatu! Arrasso?!” ucap yoona mengancam mereka

“Nne.. Arrasso…” ucap keenam namja itu yang masih terbaring kesakitan

“Kajja” ucap yoona menggengam tangan jessica membawanya meninggalkan gang itu

“Y..yyong benarkah itu kau?” ucap jessica masih merasa terkejut

“Wae…? Apa kau melihat malaikat pencabut nyawa disekelilingku?”

“Anniyo, aku hanya tak menyangka”

“Entahlah, aku seperti mendapat kekuatan saat orang lain ingin menyentuhmu, dan aku baru sadar jika aku sudah berlatih beladiri” ucap yoona

“Aku tidak ingin terjadi hal yang buruk padanya, tapi aku juga tidak bisa selalu menjaganya, bahkan mungkin suatu saat aku tidak bisa ada disampingnya lagi” ucap yuri, kini wajahnya terlihat serius

“Wae? Kau terdengar seperti akan pergi jauh”

“Untuk saat ini aku tak bisa melindunginya, untuk itu aku ingin memintamu untuk selalu disampingnya, percayalah walaupun dia menyebalkan tapi yoong anak yang baik, dia akan selalu melindungi seseorang yang ia cintai”

Jessica tersenyum mengingat kembali ucapan yuri yang terbukti itu, iapun semakin mengeratkan pelukannya pada lengan kekasihnya itu

“Wae? Kau sesenang itu?”

“Tentu saja, setidaknya kau jadi bisa menjaga dirimu bahkan melindungiku, gomawo…”

“Nne? Hanya itu?” ucap yoona menghentikan langkahnya

Keduanya sudah sampai didepan rumah

“Memangnya apa lagi?” tanya jessica innocent membalikkan badannya menghadap yoona

“Anniyo…” ucap yoona kembali berjalan mendahuluinya, namun saat melewati tangan jessica meraih tangan yoona dan menariknya cukup hingga yoona kembali berbalik

*cupp* dengan cepat jessica membingkai wajah yoona dan mencium bibirnya yang tentu saja membuat yoona terkejut atas perlakuannya

Namun yoona tersenyum senang dengan kedua tanganya terangkat memeluk pinggang jessica dan membalas ciuman kekasihnya itu

………………..

Yuri, tiffany dan taeyeon telah tiba digedung milik tuan choi tempat diadakannya pesta ulang tahun sunny.

“Sepertinya kita sedikit terlambat, oppa apa kau sudah memakai topengmu?” tanya yuri yang mulai memakaikan topeng begitupun tiffany

“Ah aku lupa menaruhnya, kalian duluan saja sepertinya topengku terjatuh”

“Yaish… Baiklah, kau langsung masuk saja nanti, gunakan ini” ucap yuri memberikan kartu undangan pada taeyeon

“Nne… Bersenang senanglah” ucap taeyeon

Yuri dan tiffany pun mulai berjalan memasuki lift ,saat itu taeyeon mulai memakaikan topengnya yang sedari tadi ia simpan didalam saku jasnya, iapun keluar dari mobil dan memasuki lift yang lain

“apa kami terlambat?” ucap yuri saat disambut oleh sooyoung

“sedikit, kira kira satu jam lah” ucap sooyoung diikuti tawa yuri

“hahah mianhae, pestanya sudah mulai?”

“nne, langsung bergabung saja, ah ya apa hanya kalian berdua?” tanya sooyoung

“nne, adikku dan kekasihnya menghilang sedari pagi ,ah ya dia kemkasihku sekarang”

“omo! anyeong eonnie, mian aku baru menyadari jika kau tiffany eonnie, kau selalu saja terlihat cantik” ucap sooyoung

“gomawo youngie-yaa kau juga semakin tampan” canda tiffany

“yah, kalian jangan saling menggoda yaish…” ucap yuri, ketiganya pun kembali tertawa hingga tanpa mereka sadari tengah diawasi oleh beberapa anak buah tuan choi

“sasaran sudah berada disini, tapi sekarang sedang bersama sooyoung noona” ucap jinyoung salah satu anak buah tuan choi yang berdiri tak jauh dari ketiga yeoja itu

“tetap awasi dan ikuti gerak geriknya hingga pesta usai, lalu tangkap bahkan bunuh mereka saat pulang”

“baiklah”

……

taeyeon berjalan memasuki ruangan dimana pesta diadakan setelah berhasil masuk tanpa dicurigai karena kartu undangan yang diberikan oleh yuri.

ia terus berjalan melewati para tamu undangan yang sedang menikmati alunan musik klasik dalam pesta tersebut kepalanya masih sibuk menoleh ke segala arah mencari sosok yang selama ini dia rindukan hingga tak butuh waktu lama ia meenemukan sosok itu sedang duduk tak jauh darinya 

taeyeon pun tersenyum dan kembali melangkahkan kakinya menghampiri yeoja itu, namun baru beberapa langkah ia kembali terhenti saat melihat tuan choi membawa beberapa namja yang masih terlihat muda menghampiri yeoja itu

“sunny-ah mengapa kau diam saja? apa kau tak menikmati pesta yang sudah appa buat ini eoh?” ucap tuan kwon membuyarkan lamunan sunny

“anniyo, ada apa appa kemari”

“appa mengundang beberapa rekan perusahaan appa yang mungkin bisa berteman baik dan bekerja sama denganmu” ucap tuan choi memperlihatkan 3 orang namja yang sudah berdiri dibelakangnya, sementara sunny hanya menatap malas pada ketiga namja itu

“hmm… aku tak membutuhkan itu”

“yaish… jangan seperti itu, kkah nikmati perkenalan kalian, appa akan kembali menemui tamu undangan lainnya” ucap tuan choi berlalu meninggalkan putrinya bersama ketiga namja itu

“anyeong, apakah kami boleh duduk bergabung?”

“duduklah” ucap sunny

“perkenalkan kim jaejoong imnida” ucap salah satu namja itu mengulurkan tangannya

“sunny” jawab sunny membalas tangan jaeejong

“gongchan imnida” ucap namja kedua

“minwoo imnida” ucap namja ketiga, sunny pun tersenyum singkat menganggukkan kepalanya

“kim taehyuk imnida” ucap taeyeon yang baru saja ikut bergabung di meja mereka membuat sunny dan ketiga namja dihadapannya menoleh kearah pemilik nama itu

“nugu? apa aku sudah mempersilahkanmu duduk? tidak sopan” ucap sunny dengan nada sinisnya, ia memang terkenal dingin pada orang orang yang belum dikenalnya

“dia rekanku sekaligus dirut baru diperusahaan gameku sunny-ah hehe mianhae dia memang begitu” ucap yuri menepuk pundak taeyeon, beruntung ia datang disaat yang tepat

“oh begitu” ucap sunny singkat segera berdiri menyambut yuri

“selamat ulang tahun, kau masih saja terlihat pendek eoh” ucap yuri memberikan kado dan memeluk sunny

“yaish..! menyebalkan, gomawo..” ucap sunny membalas pelukan yuri “kau?” ucapnya kembali saat melihat tiffany berdiri dibelakang yuri

“dia datang sebagai kekasihku” ucap yuri

“ah… begitu, duduklah” ucap sunny

“anniyo, aku belum menemui ayahmu, kalian kembali mengobrol saja” ucap yuri “dan kau… kau jangan menggodanya, arra?” lanjutnya sambil menunjuk taeyeon

sunny pun kembali memandang taeyeon yang diketahuinya sebagai kim taehyuk itu. ada perasaan berbeda saat memandang namja itu. ia pun kembali duduk

“sunny-shi senang sekali mendengar anda akan bergabung dengan perusahaan tuan choi” ucap jaejoong

“nne… aku juga, aku harap kita bisa menjadi mitra dan bekerja sama dengan baik” tambah minwoo

“apa kau sudah memikirkan kembali dengan keputusan itu? apa yakin akan merasa nyaman?” ucap taeyeon membuat sunny kembali menatapnya

“maksudmu?” ucap sunny

“anniyo hanya saja apa tidakkah terlalu munafik jika menyukai apa yang sebenarnya tidak kita sukai?” ucap taeyeon tersenyum sinis

“yah, kau tak pantas berkata seperti itu padanya, kau tak tahu jika dia adalah pewaris perusahaan tuan choi huh?” ucap gongchan

sementara sunny hanya menatapnya sinis merasa tersinggung dengan ucapan taeyeon

“suka atau tidaknya bukankah ini sama sekali bukanlah urusanmu?” ucap sunny membuat taeyeon terdiam

“kau benar, itu memang bukan urusanku, aku hanya tak ingin kau mengambil langkah yang salah, karena jika kau sudah tersesat maka kau akan sulit untuk kembali” ucap taeyeon segera berdiri dan meninggalkan mereka, namun sunny masih terus menatap punggung taeyeon yang berjalan semakin menjauh

“sunny-shi?” panggil minwoo

“n..nne?” ucap sunny mengalihkan pandangannya pada minwo, namun saat kembali menoleh sayangnya sosok taeyeon sudah tak terlihat lagi

“sunny-shi bagaimana kalau kita..”

“mianhae aku harus menemui adikku, senang bisa mengenal kalian” ucap sunny segera berdiri dan meninggalkan ketiga namja itu

Sunny berjalan kearah dimana taeyeon pergi, entah kenapa tubuhnya merasa tertarik untuk kembali menemui namja bernama taehyuk pergi padahal ia sendiri merasa kesal pada namja itu. namun sayangnya sosok taehyuk tak ditemukannya karena banyaknya tamu undangan yang sedang melakukan dansa bersama para pasangannya. namun saat akan kembali tiba tiba seseorang menarik tangannya dan memeluk pinggang sunny membuat sunny terkejut segera melepaskan diri namun tangan orang itu cukup kuat hingga ia berhenti memberontak saat wajahnya terangkat melihat sosok yang berani memeluknya itu, kim taehyuk a.ka taeyeon

“kau mencariku?” ucap taeyeon tersenyum

“anniya, lepaskan aku” ucap sunny kembali berontak

“anniyo sampai musik berhenti, nikmati saja.. musik klasik akan membuat pikiranmu tenang jika diresapi” ucap taeyeon membuat sunny terdiam dengan ucapannya, perlahan tubuhnya pun ikut bergerak mengikuti gerakan taeyeon, tangannya mulai terangkat melingkari leher taeyeon dan keduanya menikmati dansa bersama para pasangan lainnya

“pundak ini….” ucap sunny dalam hati, sosok kim taehyuk entah kenapa mengingatkannya pada taeyeon

“apa kau baik baik saja?” ucap taeyeon

“maksudmu?”

“apa kau baik baik saja?” ucap taeyeon kembali

“anniyo” jawab sunny pelan namun masih dapat didengar taeyeon

….

“anyeong tuan choi” ucap yuri menyapa tuan choi yang sedang berkumpul dengan para ceo perusahaan besar

“hey yul, aigoo… kau semakin cantik saja” ucap tuan choi menyambut yuri dan mengajaknya bergabung

“ah ya aku dengar belum lama ini kau membuka perusahaan aplikasi games yang cukup terkenal” ucap tuan choi kembali membuat para ceo lain saling menatap kagum

“ahahaha anniyo, masih belum sesukses itu..” ucap yuri tertawa malu

“aigoo.. jangan merendah seperti itu, lihatlah dia masih sangat muda tapi jiwa pekerja kerasnya begitu membara, aku harap anakku sepertimu” puji tuan choi pada rekan rekannya

“hahaha tuan bisa saja, ah ya aku akan berdansa bersama kekasihku”

“nne.. nne.. nikmati pestanya yul” ucap tuan choi tersenyum memandang yuri yang sudah berjalan menuju tempat dansa, perlahan senyuman tuan choi pun berubah menjadi tersenyum smirk menatap yuri

“mengapa sedari tadi kau diam saja? apa kau tak nyaman?”

“hemm… sedikit, kenapa kau tak memberi tahuku jika ini ulang tahun sunny?” ucap tiffany tersenyum malu

“minhae… apa sebaiknya kita pulang sekarang?”

“an.. anniyo.. andwae, aku sudah tak apa apa sekarang, aku hanya merasa sedikit tak nyaman saat kau bersama mereka” ucap tiffany menoleh kembali menatap tuan choi dengan rekan rekannya

“ah.. akupun begitu hahaha, kajja kita berdansa”

“nne..? t..ttapi aku belum pernah berdansa, aku masih belum bisa”

“tenang saja, hanya ikuti gerakanku, lambat laun kau akan menikmati dan menyukainya” ucap yuri menghadap tiffany, menggenggam kedua tangannya hingga melingkarkan pada lehernya, kedua tangan yuri pun melingkar pada pinggang tiffany

“otthokhae?” tanya yuri setelah mulai berdansa

“aku menyukainya” ucap tiffany tersenyum mengangkat wajahnya memandang yuri, yuripun menurunkan wajahnya dan mencium bibir tiffany

………………..

pesta telah usai, yuri dan tiffany pun pamit untuk pulang

“mobil yang membawa mereka sudah bergerak, segera ikuti” ucap jinyoung yang sudah sigap didalam van bersama rekan rekannya, mereka pun mengikuti mobil yuri

“tidurlah, kau terlihat mengantuk fany-ah, mianhae membuatmu lelah karena belum beristirahat sepulang bekerja”

“gwaenchanna… aku senang bisa seperti ini denganmu yul, sangat jarang sekali” ucap tiffany

“hehehe aku juga senang, akan aku usahakan agar kita bisa selalu seperti ini” ucap yuri mengusap usap kepala tiffany

“Suasana tampak sepi, segera lakukan!” ucap jinyoung pada walkie talkie

“nne” ucap seseorang dibalik walkie talkie itu yang sudah mengendarai sebuah truk besar yang berada di belakang van yang dikendarai jinyoung dan rekan rekannya, namja itu pun menginjakkan gas mendahului van hingga kecepatan truk itu semakin bertambah dan…

*brakkk!!!!!* dengan kencang truk itu menabrak sebuah mobil yang berada didepannya hingga berhasil terguling beberapa kali

…………..

*prank!!!!*

“yah! apa yang kau lakukan” ucap jessica setelah mendengar sebuah benda jatuh di dapur

“manhae, piringnya licin saat akuncuci hingga jatuh hehehe” ucap yoona tersenyum innocent

“yaish… selalu saja ceroboh, chankkaman jangan disentuh nanti pecahannyabakan melukai tanganmu, aku akan membawakan sapu” ucap jessica meninggalkan yoona

perlahan senyuman yoona menghilang, tangannya meraba dadanya

“perasaan apa ini?” ucapnya dalam hati saat merasakan detak jantungnya tiba tiba berdetak begitu cepat

TBC

We Are Different part 10

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl


Diacara upacara kematian taeyeon

Yuri berjalan keluar begitu merasa tak nyaman dengan kehadiran Tuan Choi dan para anak buahnya.

Ia pun menghampiri amber yang sedang berdiri menghadap sebuah danau sambil menikmati rokok yang dihisapnya di luar gedung

“Yah, bisa bisanya kau melakukan hal ini di acara seperti ini” ucap yuri langsung merebut puntung rokok itu dan membuangnya ketempat sampah setelah bara pada rokok itu ia celupkan ke air danau

“Yaish… Kau menggangguku saja, aku merasa stress di dalam melihat orang2 menangis” ucap amber

“Hmmm… Mereka merasa kehilangan, babo!” 

“Aku tahu…” ucap amber, namun kini pandangannya teralihkan pada sebuah mobil berwarna hitam yang melintas dengan kecepatan yang sedikit kencang tak jauh di belakang yuri

Yuri pun ikut memutar badannya dan melihat mobil yang dipandangi amber sudah melaju jauh

“Ada apa?” tanya yuri merasa heran

“mobil itu terlihat aneh, apa keadaan di dalam baik baik saja?”

“Hmmm… Tuan choi dan anak buahnya baru saja tiba, aku malas melihatnya”

“Ah… Jadi karena itu ke keluar?”

“Anni, aku akan pergi ke suatu tempat sebentar, aku akan kembali lagi nanti”

“Oddiga? Apa aku perlu mengantarmu?”

“Menjenguk teman lamaku, andwae kau jaga adikku saja, dia sedang ikut membantu hyoyeon di dalam”

“Baiklah, hati hati bos” ucap amber melambaikan tangannya, ia pun berjalan memasuki gedung itu begitu melihat yuri sudah pergi dengan mobilnya

Setelah menempuh 30 menit perjalanan dengan kecepatan penuh akhirnya yuri tiba di klinik di sebuah desa yang berjarak sedikit jauh dari seoul

Ia memasuki klinik itu dan langsung tersenyum pada seorang yeoja berusia 2 tahun lebih muda darinya

“Saat mendengar suara mobil aku tahu itu pasti kau unnie” ucap yeoja itu

“Jinja? Wah instingmu tajam juga seolhyun-ah” ucap yuri pada yeoja yang memiliki nama kim seol-hyun itu

Seolhyun adalah seorang hoobae yuri di sekolah kursus bela diri dulu, keduanya tampak akrab seperti bersaudara karena yuri selalu memperlakukannya sebagai seorang adik layaknya yoona

Walaupun keduanya sudah berpisah setelah yuri lulus namun hubungan mereka masih dekat

Kini setelah lulus kuliahnya, seolhyun bekerja sebagai seorang dokter di sebuah desa di daerah ilsan. Yuri lah yang membantu membangun rumah untuk tempat tinggal seolhyun dan bahkan sebuah klinik cukup besar untuk kebutuhan dan rawat inap para penduduk desa yang membutuhkan perawatan

Kini klinik itu memiliki 10 karyawan yang dibagi sebagai perawat dan apoteker dan seolhyun yang menjadi kepala klinik

“Tentu saja.. Aku selalu mengikutimu saat masih berlatih bela diri dulu” ucap seolhyun bangga
“Hahaha baguslah, ah aku jadi rindu songsaengnim”

“Aku juga, unnie apa kau sudah makan?”

“Sudah seolhyun-ah, aku kemari untuk bertemu dengannya”

“Ah.. Aku mengerti, kajja” ucap seolhyun mengantar yuri ke klinik yang tak jauh dari rumahnya itu

Tak berapa lama keduanya pun tiba di sebuah ruang rawat, disana terbaring seorang yeoja yang masih terlelap dengan beberapa peralatan medis yang masih terpasang pada tubuhnya. Yuri pun langsung menghampiri dan berdiri disamping yeoja itu

“bagaimana keadaannya?” tanya yuri

“sudah mulai membaik unnie, beruntung dia memiliki tubuh yang kuat” ucap seolhyun

Yuri mengangguk paham dan kembali menatap yeoja itu

“lekaslah bangun dan bantu aku” ucap yuri dalam hati sambil tangannya mengusap usap kepala yeoja yang tengah terbaring lemah itu

………………………………

Yoona terbangun saat sebuah suara mengusik telinganya, perlahan kedua matanya terbuka dan melihat seorang yeoja yang sangat ia kenal sedang duduk menatapnya, yeoja itupun tersenyum padanya

“Bahkan dalam mimpipun kau terlihat sangat cantik” ucap yoona dalam hati, iapun kembali memejamkan matanya sambil menyunggingkan senyumnya karena merasa bahagia bisa bertemu kembali dengan yeoja yang sangat ia rindukan, jessica jung yang kini hadir kembali dalam mimpinya

“Yah! Mau sampai kapan kau tidur huh?” ucap seorang yeoja membuat yoona kembali membuka matanya dan kembali melihat jessica dihadapannya, kini kesadaran yoona sudah pulih dan ia benar benar melihat jessica yang nyata adanya

“Omo!! Mengapa kau ada disini?” ucap yoona dengan keterkejutannya hingga ia melompat dan duduk diatas tempat tidur

*plakk!!!*

“Dasar bodoh! tentu saja, ini apartemenku!” ucap jessica setelah memukul kepala yoona

“aw.. Yah! Appo…” ucap yoona mengusap usap kepalanya “tapi.. Apa aku masih bermimpi ya?” ucapnya kembali sambil mengangkat wajahnya menerawang menatap langit langit kamar

Jessica pun dengan cepat langsung menarik telinga yoona membuat yoona meringis

“Bagaimana? Apa sekarang kau masih berpikir kalau ini mimpi?”

“Aw aw aw…! Yah, ampun… arra arra.. ini bukan mimpi” ucap yoona mencoba melepaskan tangan jessica

Jessica pun melepaskan tarikannya pada telinga yoona

“Tapi.. Mengapa aku ada disini?” tanya yoona sambil mengusap udap telinganya yang sudah seperti kepiting rebus itu

“I don’t know, seseorang menekan bel pintu apartemenku dan saat ku buka ternyata kau sudah berbaring di depan pintu, apa yang terjadi?” ucap jessica mulai terlihat khawatir, kini ia duduk dijadapan yoona yang jaraknya cukup dekat

“M..mmolla, aku tak ingat” ucap yoona gugup karena wajah jessica cukup dekat dengannya

“Kau yakin? Kau sudah pingsan selama 12 jam”

“Jinja?” ucap yoona terkejut dan melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam “tapi.. Aku tak bisa mengingat apapun yang terjadi tadi pagi” lanjutnya

“Kau memakai pekaian serba hitam, apa kau sudah mengunjungi makam ibumu?”

“Eomma?” ucap yoona menundukkan wajahnya dan melihat tubuhnya memakai kemeja dan celana berwarna hitam

“Omo!! Aku baru ingat! Tadi pagi aku berada di dalam gedung saat upacara pemakaman!” ucap yoona kembali merasa terkejut setelah ingatannya kembali

“Huh? Upacara pemakaman? Siapa yang meninggal?” tanya jessica

“T.. Ttaeyeon unnie”

“Taeyeon? Mantan kekasih tiffany? Apa yang terjadi?” tanya jessica merasa terkejut tak menyangka

“Rumahnya terjadi pengeboman hingga semuanya hancur, dan dari bukti bukti yang didapat taeyeon unnie berada didalam rumahnya dan menjadi korban” ucap yoona dengan tatapan sedihnya, bagaimana pun juga ia tahu jika taeyeon adalah kakak tirinya

“Hmm.. Pantas aku tekan bel apartemennya sama sekali tak ada jawaban, dan dia telah mengganti passwordnya”

“Anniyo, fany unnie tak menghadiri acara itu, aku datang sendiri” ucap yoona

“Jinja? Mungkin dia sedang butuh waktu untuk menyendiri”

“Hmmm…” Gumam yoona memikirkan tiffany yang sudah ia anggap sebagai unne nya itu

Keduanya terdiam cukup lama hingga yoona kembali mengangkat wajahnya

“Ahjumma” panggil yoona membuat jessica menatapnya

“Mwo?” ucap jessica mulai kesal saat yoona kembali memanggilnya dengan panggilan itu

Namun rasa kesalnya perlahan menghilang saat yoona tiba tiba memeluknya

*degdegdegdeg* detak jantung jessica mulai berdetak cepat dalam pelukan yoona

“Mianhae… Jeongmal mianhae dengan apa yang sudah aku lakukan padamu” ucap yoona semakin mengeratkan pelukannya “Aku senang akhirnya kau kembali, aku mohon jangan pergi lagi, dan jangan pernah pergi lagi” lanjutnya

Jessicapun perlahan melepaskan pelukannya, ia melihat yoona masih menundukkan kepalanya karena merasa bersalah

“Tak apa jika kau membenciku, setidaknya jangan menghilang dari pandanganku, aku benar benar……”

*cuppp*

Belum sempat yoona melanjutkan bicaranya, jessica telah mengunci mulutnya dengan mulut jessica membuat yoona membelalakkan kedua matanya karena terkejut

*degdegdegdeg* detak jantung keduanya kembali berdetak cepat dengan kedua bibir yangasih menempel itu

Perlahan yoona memejamkan matanya, tangannya terangkat membingkai wajah jessica dan mulai membalas ciuman jessica

“Mmmh….” erang jessica ikut memejamkan matanya menikmati lumatan bibir yoona yang terasa lebih lembut dibandingkan dengan yang pernah yoona lakukan terhadapnya saat di tempat gym dulu

Tubuh jessica sedikit terdorong hingga perlahan ia berbaring diatas tempat tidur dengan posisinya yang berada dibawah tubuh yoona, meskipun posisinya berubah keduanya tak berniat untuk melepaskan pagutan bibirnya satu sama lain

Tangan jessica mulai mengusap dan menekan kepala yoona agar memperdalam ciumannya begitupun tangan yoona mulai turun melesap memasuki kaos tidur yang jessica kenakan

Jessica sedikit mengangkat tubuhnya membantu yoona melepaskan pengikat bra yang ia kenakan hingga berhasil terlepas, tangan yoona pun mengusap lembut punggung halus jessica, ia mulai melepaskan kaos jessica hingga semuanya terlepas dan menampilkan tubuh halus jessica yang membuatnya semakin mabuk kepayang

*ahayy… Deuh!!*

Lanjutin dan bayangin sendiri!! 😤 dasar keenakan 😒

……………………………………….

“fany-ah” panggil yuri ketika baru saja sampai dan melihat tiffany sedang berdiri sendirian didepan sebuah foto taeyeon yang sudah terpasang di rumah duka, yuri segera berlari menghampiri tiffany

“yul” panggil setelah membalikkan badannya dan menerima pelukan yuri

“gwaenchanna?” tanya yuri khawatir mengeratkan pelukannya dan mengusap kepala tiffany

“nne… gwaenchanna yul, tadi pagi aku hanya terlalu terkejut”

“uljimma… jangan menangis lagi” ucap yuri melepaskan pelukannya, kini kedua tangannya membingkai wajah tiffany

“nne..” ucap tiffany tersenyum menatap yuri, kini senyumannya tak dipaksakan lagi

Tiffany sudah merasa tenang setelah melihat yuri

“kajja, sudah mulai larut” ucap yuri menggenggam erat tangan tiffany dan membawanya keluar dari rumah duka

“yul” panggil tiffany menahan tangan yuri dan menghentikan langkahnya

“nne? ada apa?”

“apa kau sudah makan? aku lapar” ucap tiffany dengan senyum innocent nya

“huh?” gumam yuri heran dan melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 11 malam itu, tak biasanya tiffany merasa lapar pada jam segitu, namun ia mengerti pasti tiffany seharian hanya mengurung diri memikirkan taeyeon “baiklah kajja kita mencari makanan, aku juga lapar” ucap yuri kembali menggenggam tangan tiffany dan menuntunnya, tiffany pun kembali tersenyum

tak berapa lama keduanya tiba di sebuah kawasan tempat makan yang buka tengah malam, suasana disana masih cukup ramai karena terletak di pusat kota

“kau ingin makan apa?” tanya yuri sambil melihat lihat kedai makan yang berjejer rapi dengan beragam warna lampu lampu yang menghiasi setiap toko agar bisa menarik perhatian para pejalan kaki

“em… aku ingin ramyeon pedas dan tteokbokki” ucap tiffany membuat langkah yuri terhenti dan kini menatapnya datar pertanda ia tak mengizinkan keinginan tiffany, bagaimanapun juga perut tiffany pasti masih belum terisi makanan dan itu akan membuatnya sakit jika memakan pedas

“baiklah… ramyeon tak pedas dan kue beras manis saja” ucap tiffany pasrah, yuri pun berubah ekspresi menjadi tersenyum senang, ia kembali menarik tangan tiffany dan dengan semangat menuju kedai ramyeon idolanya yang selalu ia kunjungi bersama adiknya yoona

“aiigoo… lihatlah siapa yang datang, akhirnya aku bisa melihatmu kembali tampan” ucap ahjumma sang pemilik kedai ramyeon itu pada yuri yang baru saja masuk

“hahaha… ahjumma, apa aku semakin tampan?” canda yuri dengan menaruh jari jempol dan telunjuk dibawah dagunya membentuk huruf V itu sambil tersenyum smirk

“tentu saja kau semakin tampan anakku hahah, omo kau juga semakin cantik miyoung-ah, ah… kalian semakin terlihat cocok saja hahaha carilah tempat duduk, aku akan menyiapkan makanan kalian” ucap ahjumma itu masih tertawa senang berjalan menuju dapur

“ahjumma masih saja tak berubah” ucap tiffany tertawa kecil menatap punggung ahjumma itu

“kau benar, ah aku merindukkannya” ucap yuri ikut menatap ahjumma itu “kajja kita duduk” lanjutnya

keduanya pun duduk dan tak butuh waktu lama ahjumma sudah kembali membawakan 2 mangkuk ramyeon dan kue beras manis lalu dihidangkannya di meja YulTi

“tumben adikmu tak ikut” ucap ahjumma

“anni, ini kencan kita berdua hehehe” ucap yuri membuat tiffany mencubit lengannya merasa malu

“aigoo… dasar anak muda jaman sekarang, bahkan beberapa minggu yang lalu adikmu pun kemari membawa kekasihnya”

“jinjja?”

“nne… mereka sangat cocok, aigoo… tangkapan kalian memang sangat lah bagus hahaha” ucap ahjumma itu kembali tertawa diikuti yuri

“what? tangkapan?” ucap tiffany terkejut dengan suara pelannya, sementara yuri hanya mengedipkan sebelah matanya begitu mendengar ucapan tiffany

“makanlah, aku tinggal dulu ya, pelanggan malam ini lumayan banyak, nikmati kencan kalian”

“nne ahjumma, kamsahamnida..” ucap yuri dan tiffany

“yul, kenapa aku tak melihat yoong?”

“aku juga sempat kehilangannya setelah meninggalkannya di acara tadi siang, setelah aku kembali yoona sudah tak ada, aku sempat khawatir tapi tadi saat menjemputmu aku kembali menghubunginya dan yoona akhirnya menjawab teleponku, dia sedang bersama jessica”

“jessica?”

“nne, sahabatmu sudah kembali ke seoul”

“jinja?” ucap tiffany tersenyum senang karena sahabatnya sudah kembali “berarti malam ini yoong menginap di apartemen jessica?”

“nne… “ ucap yuri

setelah makan malam selesai, yuri mengantar tiffany ke apartemennya

“apa kau akan menemui yoong?”

“anniyo aku langsung pulang, kau lekaslah istirahat besok aku akan kembali kesini”

“apa kau tak ke kantor?”

“anni, sudah satu minggu ini mr lee jarang memanggil, mungkin karena ada kasus ini mr lee jadi membebaskanku, jadi aku tak terlalu sibuk” ucap yuri “lagipula aku pikir kau sedang membutuhkan seseorang untuk menghiburmu” lanjutnya

“nne… aku sangat membutuhkan itu” ucap tiffany tersenyum menatap yuri

“baiklah, besok aku akan kemari, sekarang lekaslah tidur” ucap yuri mendorong masuk tiffany kedalam apartemennya

“nne, kau hati hati dijalan yul” ucap tiffany

Yuri pun tersenyum melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan apartemen

………………………………………..

Keesokan harinya, tiffany sedang membereskan barang barang kenangannya ketika masih bersama taeyeon, ia masukkan barang barang itu kedalam kardus yang akan ia simpan, menurutnya kini barang barang itu tak lagi harus ia pandangi karena akan melukai hatinya meskipun kini ia sudah merelakan taeyeon pergi. Saat memasukkan barang terakhir, tiffany terdiam melihat barang itu sebelum memasukkannya kedalam kardus, ia membalikkan barang itu yang berupa sebuah bingkai berisi foto dirinya bersama taeyeon yang terlihat bahagia

“secepat itukah kau pergi? bahkan aku masih belum memaafkanmu” ucap tiffany memandang foto bergambar dirinya bersama dengan yeoja yang pernah dicintainya itu

*tingtong* tiba tiba bel pintu berbunyi, dan tepat saat itu sebuah sms masuk pada ponselnya

“aku sudah di depan pintu ^_^”

Tiffany pun tersenyum segera memasukkan foto itu kedalam kardus dan langsung berlari membukakan pintu, namun ia terkejut saat melihat orang yang sedang berdiri berhadapan dengannya itu, orang itu mengeluarkan senyum smirknya dan….

*slebb!!*

sebuah pisau tajam pun menembus perutnya tanpa sempat menghindar hingga tetes demi tetes darah keluar dan mengalir dari dalam perut yeoja itu, perlahan senyuman manis itupun menghilang

*brukkkk!!!*

“Kyaaaa….!!” teriak tiffany langsung terbangun, ternyata itu hanyalah mimpi buruk yang ia alami

Tiffany masih terdiam mengatur nafasnya yang masih terengah engah karena terkejut dan ketakutan, perlahan ia mengusap wajahnya mencoba menenangkan diri

*tingtong….*

Tiffany kembali terkejut mendengarkan bel pintu apartemennya berbunyi, kini suara itu terdengarnya

“Apa itu benar benar yuri?” ucapnya dalam hati, ia pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi yuri

“Yoboseyo, ada apa fany-ah?”

“Yul, apa kau sudah kesini?”

“Anni, aku baru selesai mandi dan bersiap siap, wae?”

“An..anniyo, lekaslah kem.. Kemari” ucap tiffany dengan suara terbata

“Apa yang terjadi fany-ah?” 

“Anni.. Aku hanya mengalami mimpi buruk”

“Baiklah aku akan segera kesana, kau tenangkan pikiranmu”

Tiffany mematikan teleponnya dan kini bel pintu kembali berbunyi, ia mulai bangun dan berjalan menuju pintu. Tiffany pun mengintip melalui lubang kecil pintu itu namun ia tak melihat siapapun disana dan kini ia kembali ketakutan

*tingtong*

“Kyaaa..” teriak tiffany karena terkejut belnya kembali berbunyi

“Pwffft… Hahaha ssst….” 

“Huh?” gumam tiffany merasa heran setelah mendengar sebuah suara tawa dibalik pintu, iapun mencoba memberanikan diri membukakan pintu itu

“Tada……!!!!” teriak yoona dan jessica yang sudah membawakan cake ulang tahun dan lilin yang sudah menyala itu

“Happy birthday too you… Happy birthday to you… Happy birhtday my tiffy… (Fanny unnie) happy birthday to you….” ucap jessica dan yoona menyanyikan lagu untuk tiffany sambil berjalan memasuki apartemen tiffany pun ikut berjalan mundur dan menerima cake itu

“happy birthday baby!! i miss yo so much” ucap jessica segera memeluk tiffany

“Yah, aku pikir ada apa” ucap tiffany dengan kedua mata yang berkaca kaca “gomawo…” lanjutnya

“Memangnga ada apa? Kami mendengar kau berteriak didalam, apa kau seterkejut itu tiff?” ucap jessica kembali tertawa

“Anniyo, ah lupakan saja” ucap tiffany kembali tersenyum menatap cake itu

“Let’s make a wish, maaf sedikit terlambat merayakannya” ucap jessica

“Gwaenchanna…” ucap tiffany memejamkan kedua matanya kemudian ia mulai meniup lilin itu

110801tiffany-jpg.jpeg

“Yeeaaay…..!!!” teriak jessica dan yoona senang

Saat itu pun yuri tiba di apartemen tiffany

“Uh? Ternyata ada kalian disini, apa ini sedang diadakan pesta?” ucap yuri melihat ketiga yeoja itu

“Hey yul, senang melihatmu kembali” ucap jessica merentangkan kedua tangannya

“Baboya… Harusnya aku yang bilang seperti itu” ucap yuri memeluk jessica

Namun ia segera melepaskannya saat melihat mata tajam predator yoona mulai membara

“Hey… Yoong, kemarin kau menghilang ternyata sedang bersama jessica, apa tidurmu pulas?” ucap yuri sementara yoona kembali menatapnya kesal

large

“Cih, apanya yg pulas dasar pengganggu, gara gara kau kebahagiaanku jadi terganggu” ucap yoona dalam hati, ia benar benar merasa kesal pada unnie nya itu

Flashback

Malam tadi

yoona baru saja melepaskan pakaian jessica hingga tubuh halus yeoja itu terlihat naked, jessica pun membuka pakaian yoona dan kini tubuh naked mereka telah berpadu dengan ditutupi selimut, posisi yoona masih berada diatas tubuh jessica dengan kedua tangan sebagai tumpuannya

Jessica tersenyum mengalungkan kedua lengannya pada leher yoona

“Take me” ucap jessica pelan namun masih dapat terdengar oleh yoona

Yoona pun ikut tersenyum dan kembali menenggelamkan bibirnya pada bibir jessica, perlahan ciumannya mulai turun ke leher membuat jessica mengerang

Saat ciuman yoona mulai bergerak turun tiba tiba ponsel yoona berbunyi menerima panggilan, awalnya yoona mengabaikan panggilan itu namun ponselnya terus terusan berbunyi membuatnya merasa terganggu

“Angkat dulu yoong, mungkin itu penting” ucap jessica mengangkat kepala yoona dan membingkai wajahnya sambil tersenyum

“Hmm… Baiklah” ucap yoona dengan malas

Iapun terbangun dan mengambil ponsel itu

Yoona terkejut saat melihat puluhan panggilan tak terjawab dari nomor yuri serta beberapa pesan masuk diterima dari unnienya itu. Ponselnya kembali berbunyi dengan nomor panggilan yang sama ,yoona pun segera mengangkatnya

“Yoboseyo unnie” ucap yoona

“Yoong? Yah, kau kemana saja? Aku sangat khawatir, amber kehilanganmu saat di tempat duka tadi ,kau sangat sulit dihubungi apa kau baik baik saja?” ucap yuri dengan nada khawatirnya

“Nne aku baik baik saja unnie, mianhae aku ketiduran dan baru saja bangun tadi” 

“Oddiga? Mengapa kau pergi tanpa meninggalkan jejak?”

“Aku.. Sedang berada di apartemen jessica” ucap yoona membalikkan badannya menatap kearah jessica yang sedang berbaring memunggunginya

“Huh? Jessica?”

“N..nne, tadi siang jessica baru saja tiba dan aku buru buru menjemputnya jadi aku tak sempat memberi tahu, mianhae” ucap yoona sedikit berbohong pada yuri karena tak ingin membuat unnie nya kembali khawatir

“Ah syukurlah, aku pikir ada apa apa denganmu, ah ya apa jessica tak ingin berbicara denganku?”

“An..andwae! D..ddia sudah tidur” ucap yoona gelagapan, ia takut yuri akan tahu apa yang sedang mereka lakukan tadi

“Oh iya pasti dia kelelahan, kau juga lekas istirahat yoong dan jangan tidur satu kasur bersama nya arra?!”

“N..nne.. Unnie, aku tidur di soffa” ucap yoona memelankan suaranya takut terdengar oleh jessica

Ia pun mengakhiri panggilannya, dan tersenyum senang. Dengan semangat ia menaruh ponsel itu dan kembali menghampiri jessica

“Manhae… Unnie ku yang menelepon” ucap yoona namun tak ada jawaban dari jessica yang masih terbaring membelakanginya, tubuhnya sudah tertutupi selimut kecuali bagian kepala dan lengannya yang mengapit selimut itu

Yoona pun merasa heran dan mendekati tubuh jessica, yoona membalikkan tubuh jessica hingga menghadapnya

“Huh?” gumam yoona sedikit terkejut dan tak percaya jika jessica sudah tertidur lelap

“Yah!” panggil yoona menempel tempelkan telunjuknya pada wajah jessica namun jessica tetap terlelap tak terusik sedikitpun

Sebuah fakta jika Jessica memang tak bisa diganggu gugat jika sudah terlelap seberisik apapun suasananya.

“Yaish!! Unnie!!!! Kau sudah mengusik rasa bahagiaku!!! Arrrghhh!” teriak yoona dalam hati sambil mengacak acak rambutnya merasa frustasi

tumblr_m31wh5k3hb1r45688

Flashback end

“Nne aku tidur sangat sangat sangat pulas” ucap yoona sambil melirik malas pada jessica yang sudah tersenyum innocent padanya

“Sekarang kita sudah kembali kumpul, sebaiknya apa yang akan kita lakukan untuk merayakan pesta ulang tahun tiffany?” ucap jessica

“Barbecue?” ucap tiffany

“Ah aku bosan, bagaimana kalau kita camping di hutan?” usul jessica

“Camping?” gumam yuri heran

“Aku setuju dengannya, kalau hanya pesta barbecue atau makan makan di restoran itu sudah biasa lagipula fany unnie pasti sangat butuh tempat untuk menyegarkan pikiran, bagaimana?” ucap yoona menyetujui pendapat jessica

Semuanya terdiam menunggu jawaban dari tiffany

“Baiklah, tapi bagaimana denganmu yul? Apa kau di izinkan appamu?” ucap tiffany

Kini semuanya beralih memandang yuri

“Tenang saja aku bisa pergi bersama kalian hari ini, kajja kita bersiap siap” ucap yuri, semuanya pun bersemangat  menyiapkan apapun untuk keperluan camp mereka hingga tak butuh 2 jam semuanya sudah siap dan dimasukkan ke bagasi mobil

“Apa sudah tak ada yg tertinggal?” ucap yuri ketika semuanya memasuki mobil, ialah yang mengemudi mobil

“Sepertinya ada, let’s go…!” teriak yoona dengan semangat yang sudah duduk disamping yuri, sementa jessica dan tiffany duduk di belakang kedua bersaudara itu

Yuri mulai menyalakan mesin dan menginjakkan gas meninggalkan apartemen. perjalanan pun dimulai

“Tapi, kemana tujuan kita?” tanya yuri membuat ketiga yeoja itu terdiam membeku

Ya, selama tadi mereka hanya memutuskan tanpa memikirkan kemana mereka akan tuju

Hingga semuanya tertawa merasa bodoh

“Aigoo… Bisa bisanya kita seperti ini” ucap yuri yang sudah berhenti tertawa

“Ah ya aku ingat, soo dulu seorang mahasiswa pecinta alam di kampusnya, aku akan menanyakan tempat yang bagus padanya” ucap yoona mulai membuka ponselnya mencari kontak sooyoung untuk dihubungi

Yuri pun langsung menoleh mendengar ucapan yoona, namun ia tak berniat untuk berbicara

“Yoboseyo” ucap sooyoung dibalik telepon

“Hey soo, akhirnya nomormu aktif, kemana saja eoh? Aku merindukanmu”

“Hahaha mianhae aku sibuk, bagaimana keadaanmu?”

“Aku baik baik saja, apa kau berada di restoran sekarang?” 

“Anniyo, aku sedang dalam perjalanan sepertinya aku tidak kesana, wae?”

“Sayang sekali, padahal aku ingin mengajakmu. Kalau begitu bisakah kau memberitahuku tempat yang sangat bagus untuk melakukan camping?”

“Camping?” ucap sooyoung

“Nne, dulu kan kau seorang mahasiswa pecinta alam, kau pasti banyak tahu tempat yang bagus”

“Yah! Dasar bodoh, aku kuliah di paris, aku hanya tahu tempat tempat yang bagus di daerah sana dan bagian eropa, kalau mau pergilah ke new caledonia hahaha”

“Yah! Menyebalkan, kalau begitu aku sudah salah meneleponmu” ucap yoona kesal mempoutkan bibirnya

“Hahahaha arra arra, aku tahu beberapa tempat yang bagus di seoul, pergilah ke songnisam park, disana pemandangannya sangat bagus dan spot camp yang sangat tepat”

“Songnisam? Baiklah, apa kau akan menyusul?”

“Anniyo, aku masih sibuk”

“Jangan bilang kau sebenarnya akan menjadi ceo perusahaan ayahmu”

“Hahaha yah sepertinya ucapanmu benar”

“Baiklah baiklah sekarang kau akan menjadi anak kantoran, chukkae…” ucap yoona malas

“Hahahaha sudahlah kkah pergilah nikmati masa kencanmu dengan jessica, aku akan memberikan kalian berdua hari libur”

“Huh? Bagaimana kau tahu jika jessica sudah berada di seoul?”

“Hanya menebak, memangnya dengan siapa lagi kau mau berlibur? Dengan yeoja aja kau kaku kecuali pada yeoja blonde itu hahaha”

“Yaish! Dasar, bye!!” ucap yoona kembali kesal dan mematikan panggilannya

“Songnisam?” ucap yuri ketika mendengar tadi yoona menyebutkan tempat itu

“Nne soo bilang disana pegunungan yang sangat bagus untuk camping, ottokhae?” ucap yoona membalikkan badannya menghadap kedua yeoja yang duduk di belakang “aih??” gumamnya saat melihat kedua yeoja itu sudah terlelap

“Apa boleh buat, diam berarti tanda setuju, kajja…!!” ucap yuri meninggikan kecepatan mobilnya setelah mengatur map menuju lokasi yang akan mereka kunjungi

………………………………………….

Di Perusahan Choi Group

“Tuan, target tidak ditemukan di rumah maupun kantornya sejak tadi pagi, apartemen yang ditinggali kekasihnya pun kosong” ucap mark salah satu anak buah tuan choi yang ditugaskan mengikuti kemanapun yuri pergi

“Sial, lagi lagi kita kehilangan jejak” ucap tuan choi

Tiba tiba telepon di ruangannya berdering

“Tuan apa anda sedang sibuk? Ada yang ingin bertemu”

“Nugu?”

“Yesung-shi”

“Biarkan dia masuk” ucap tuan choi kemudian mematikan teleponnya

Tak berapa lama yesung pun masuk

“Ada apa?”

“Tuan aku telah melacak keberadaan mereka”

“Oddiga?”

“Yuri hari ini meninggalkan seoul dan dipastikan mereka ikut dengannya, tim kami berhasil menemukan ini” ucap yesung memberikan kertas cetakan bukti pemesanan tiket pesawat, disitu nama yuri memang tertera telah memesan 4 tiket pesawat yang take off pada hari ini menuju paris

“Mungkin mereka sedang berlibur tuan, mr lee sudah tidak menggunakan yuri di perusahaannya” ucap yesung menjelaskan secar detail

“Hmm… Baiklah, pastikan kalian segera bergerak jika mereka kembali, dan kau…” ucap tuan choi menunjuk mark “kali ini aku memaafkanmu” lanjutnya ,mark pun menunduk meminta maaf, kedua anak buahnya pun segera meninggalkan ruangan tuan choi

Yesung berjalan memasuki lift dan meninggalkan gedung choi group, begitu sampai diluar ia menerima panggilan dan segera mengangkatnya

“Apa kau sudah menemui ayahku?”

“Nne noona, aku baru saja memberitahukan semuanya sesuai permintaanmu, kamsahamnida telah mempercayaiku tapi sepertinya mark marah terhadapku”

“Hahaha begitulah siasat dalam bekerja, meskipun kalian sama setidaknya ayahku bisa tau siapa saja yang bekerja keras untuknya ,kau harus bisa lebih cepat meskipun belum lama bekerja disini”

“Nne noona, sekali lagi terima kasih banyak” ucap yesung tersenyum senang mematikan teleponnya, iapun pergi untuk sedikit bersantai karena target untuk saat ini sedang tidak ada di seoul

…………………………………………

Setelah menempuh 4 jam perjalanan, keempat yeoja itupun sampai di parkiran mobil daerah songnisam park

“Yoong ireonna…” panggil yuri sedikit menggoyangkan tubuh yoona, yoona pun terbangun diikuti tiffany dan jessica

“Apa kita sudah sampai?”

“Nne… Aku sudah membiarkan kalian tertidur agar siap mendaki sekarang, kajja” ucap yuri mulai mengeluarkan barang barang dan mengenakan tas

Tas milik yuri dan yoona memang sedikit padat dan besar karena berisi barang barang dan alat alat camp dibanding milik jessica dan tiffany

Setelah semuanya siap merekapun melakukan pemanasan dan mulai mendaki, hari ini tak banyak para pengunjung yang akan melakukan camp karena memang bukan musimnya tapi untungnya cuaca sangat bagus

“Woah… Indah sekali” teriak jessica takjub melihat pemandangan setiap yang mereka pijak, itu membuatnya tak berhenti melakukan selca untuk mengabadikan moment itu dan segera mengunggahnya di media sosial sebelum sinyal ponselnya menghilang. Jessica berada lebih jauh didepan ketiga yeoja itu karena terlalu semangat mencari spot yang bagus untuk melakukan selca

“Aigoo… Lihatlah kelakuan american girl itu ckckck” ucap yoona terus memperhatikan jessica

“Tapi kau menyukainya kan?” goda yuri

“Tentu saja, dia satu datunya ahjumma yang bisa membuka hatiku” ucap yoona tersenyum memandang jessica dan berjalan cepat menyusul yeoja itu membuat yuri dan tiffany tertawa

“Kau sudah bisa tertawa, apa kau senang?” tanya yuri saat melihat tiffany tertawa

“Nne… Bersama kalian aku selalu dibuat tertawa” 

“Igo minumlah, kau sudah berkeringat, tak terasa kita sudah mendaki selama 1 jam setengah” ucap yuri memberikan air mineral pada tiffany dan mengelapi keringat yang membasahi kening yeoja itu

Tiffany pun menerima dan segera meminumnya, ia memang merasa kelelahan

“Pelan pelan, nanti kau akan tersedak” ucap yuri penuh perhatian membuat tiffany blushing

..

“yah! apa kau tak lelah? dari tadi kau berjalan jauh dariku” ucap yoona menghampiri jessica yang masih sibuk berfoto

“ah kau benar juga, lelah sekali” ucap jessica meletakkan tasnya

“minumlah” ucap yoona memberikan air mineral pada jessica

“gomawo…” ucap jessica segera meminumnya

Yoona ikut menelaan salivanya saat melihat leher jenjang jessica yang bergerak saat menelan air mineral itu

“wae?” tanya jessica yang menyadari yoona memperhatikannya

“anniyo, aku jadi merasa haus” ucap yoona mengambil botol air mineral yang digenggam jessica, iapun segera meminumnya

“hufhht…. sudah pukul 5 sore, berapa lama lagi kita sampai?”

“emm… sekitar satu jam”

“mwo? bagaimana kalau hari mulai gelap?”

“memangnya kenapa? kau tenang saja, begitu sampai kita bisa langsung beristirahat” ucap yoona

“hmm… baiklah” ucap jessica mulai menggendong tas nya dan kembali membuka ponselnya

“kau masih saja berfoto -____- “

“wae…? aku harus mengirim foto foto ini pada adikku, dia pasti merasa iri”

“yang kau bilang mirip denganku?”

“yepp you’re right” ucap jessica memberikan jempolnya

“berarti dia sangat cantik sepertiku hahaha” ucap yoona tertawa senang

“yah! siapa bilang, yang jelas aku lebih cantik darinya”

“aigoo… nne… ahjumma dihadapanku ini memang wanita tercantik di seoul” ucap yoona membuat jessica mempoutkan bibirnya namun merasa senang

“ck, terserah kau saja” ucap jessica

“yah, kau terus berfoto apa tak berniat mengajakku selca?”

“yaish… shiro!” ucap jessica memberikan merong

“hufthh…” gumam yoona pasrah melanjutkan langkahnya namun ia terkejut saat jessica berdiri dihadapanya dan menempelkan tubuhnya pada yoona

“kajja, say cheese…!!!” ucap jessica mengangkat ponselnya melakukan selca bersama yoona, yoona pun ikut bergaya

*cekrek*

B-cC2GCCcAAdptk.jpg

“woah cantik” ucap yoona melihat hasil gambar itu

“thanks…” ucap jessica senang

“aku memuji wajahku, bukan wajahmu” ucap yoona datar

“yaish… menyebalkan! aku tak mau berfoto denganmu lagi!” ucap jessica sebal segera berjalan mendahului yoona, sementara yoona hanya tertawa melihat tingkah jessica yang selalu membuatnya gemas itu

Akhirnya keempat yeoja itupun tiba di area tanah yang landai yang cocok dijadikan tempat untuk memasang tenda, mereka sengaja mencari jarak yang sedikit jauh dengan pendaki yang melakukan camping juga

Yuri dan yoona segera menurunkan tas nya dan memasang tenda sementara tiffany dan jessica mencari ranting ranting dan kayu untuk membuat api unggun karena suhu mulai terasa dingin setelah matahari tenggelam dan hari mulai gelap

tak butuh waktu lama tenda dengan ukuran yang lumayan besar pun sudah terpasang, yuri dan yoona mengambil tas mereka kemudian dimasukkan kedalam tenda termasuk tas milik tiffany dan jessica

“bagaimana? apa kalian kesulitan menyalakan apinya?” ucap yuri menghampiri jessica dan tiffany yang sedang  membuatkan api unggun

“nne, dari tadi apinya tak mau menyala” ucap jessica kesal

“hahaha aigoo… pantas saja tak mau menyala, sampai pagipun tak akan menyala jika seperti ini” ucap yuri tertawa saat melihat kayu kayu itu menumpuk, yuri membongkar kembali kau kayu itu dan mulai menata satu persatu sementara tiffany dan jessica terdiam memperhatikan

“Kayu kayu ini harus diposisikan seperti ini, harus ada celah diantara mereka agar udara bisa masuk dan api akan mudah menyala dan merambat” ucap yuri menjelaskan pada kedua yeoja itu

“wooah…” ucap tiffany dan jessica takjub saat api yang yuri nyalakan dengan cepat membakar kayu kayu pohon itu

Setelah melakukan barbecue dan makan malam, keempat yeoja itupun langsung terlelap karena merasa kelelahan

“engh…!” “anni… andwae,,,” gumam tiffany pelan dengan kedua mata yang masih terpejam

Yuri terbangun begitu mendengar suara tiffany, ia melihat wajah tiffany sudah berkeringat padahal cuaca sangat dingin

wajahnya mulai bergerak menggeleng gelengkan kepalanya, tiffany kembali mimpi buruk. yuri melihat yeoja dihadapannya itu terus mengigau terlihat ketakutan, iapun segera mengusap keringat diwajahnya

“fany-ah.. waeyoo?” ucap yuri terus mengusap wajah tiffany dan menggenggam tangannya

Tiffany perlahan membuka kedua matanya yang mulai berair

“yul..” panggil tiffany pelan dan langsung memeluk tubuh yuri

“wae? apa kau mimpi buruk lagi?” ucap yuri ikut memeluk tiffany dari samping, tiffany pun menganggukkan kepalanya dan menenggelamkan wajahnya diatas dada yuri

“gwaenchanna… aku disini, aku akan menjagamu, tidurlah..” ucap yuri mengusap usap punggung dan kepala tiffany dan masih memeluknya

To Be Continued

Part berikutnya mungkin di protect karena ada anu…

Yg mau password cukup DM instagram atau Whatsapp kalau bisa sertakan nama akun wp kalian yes. TOLONG jangan minta password lewat kolom komentar wp yess. Karna tidak akan dibalas 😂🙏

Dm / wa jug dibales engganya cuma Tuhan yang tahu 😂

KAMINGSUN!!


“TRUE or DARE”

“true!! true!! true!! karena jika kau memilih dare aku akan memintamu mencium bibirku sekarang!” ucap yoona semangat

“yah!!” teriak jessica kesal membuat yuri dan tiffany tertawa

We Are Different part 9

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl
……………………………………………

“Unnie, kau sedang tak sibuk? Bagaimana kalau kita hang out? Sudah lama kita tak pernah keluar bersama” ucap krystal yang tiba tiba memasuki kamar jessica dan mendapati kakaknya yang sedang berbaring diatas tempat tidurnya itu

“Hmm… Sorry aku sedang malas kryst, lagi pula sebentar lagi aku akan pergi”

“Kau akan pergi lagi? Why? Akhir akhir ini kau selalu pergi, bahkan kekasihmu selalu mencarimu”

“Aku ingin melanjutkan tesisku yang sempat tertunda, aku harus ke beberapa tempat untuk melakukan penelitian”

“Tapi.. Apa kau tak bosan? Ini sudah hampir satu minggu, aku merindukanmu” ucap krystal dengan nada sendunya dan berlalu meninggalkan kamar. Sementara jessica hanya terdiam menatap adiknya yang mulai menghilang dari pandangannya itu

“Mianhae kryst, entah kenapa hatiku masih terasa sakit setiap melihat wajahmu, sekilas kau begitu mirip dengannya” ucap jessica dalam hati

Flashback

malam itu setelah cukup lama tertidur setelah menempuh perjalan seoul – USA  jessica kembali terbangun karena merasa haus, iapun berjalan memasuki dapur untuk menegambil air minum, tepat pada saat itu krystal baru saja tiba

“unnie, you’re back!” teriak krystal begitu melihat jessica sudah kembali sementara jessica yang menoleh begitu mendengar suara adiknya langsung terdiam saat melihat wajah krystal yang tersenyum padanya

“yoona?” gumamnya saat menatap wajah krystal yang sangat mirip dengan yoona, saat itupun jantungnya kembali berdetak sangat cepat

krystalpun berlari memeluknya

“i really miss you” ucap krystal

“ah.. dia memang benar benar mirip dengan adikku” ucapnya kembali dalam hati

“aku juga merindukanmu kryst” ucap jessica melepaskan pelukannya, keduanyapun berbincang terutama krystal yang menceritakan banyak hal yang terjadi selama jessica meninggalkan LA, namun semenjak menyadari jika wajah krystal mirip dengan yeoja yang selalu mengganggu pikirannya itu jessica terus terusan menunduk menghindari bertatap mata dengan adiknya karena terus mengingatkannya pada yoona

Flashback end

setelah memulihkan pikirannya, jessica pun terbangun dan segera bersiap siap, hari ini ia berniat untuk menemui kedua orang tuanya

…………………………

seoul

Yuri dan tiffany baru saja keluar dari gedung teater setelah keduanya menonton sebuah pertunjukan teater musikal

“Bagaimana pertunjukan tadi? Kau menyukainya?” tanya tiffany antusias

“Emmm… Lumayan, aku menyukainya” ucap yuri tersenyum menatap sahabatnya itu

“Kyaaa…. Kau berhasil jessie, seleramu memang sangat bagus, gomawo…” ucap tiffany dalam hati dengan terus tersenyum riang

“Ya aku menyukai raut wajahmu yang selalu berubah ubah namun tetap manis saat menonton pertunjukan tadi, aku senang karena mu” ucap yuri dalam hati

Keduanya hanya tersenyum dengan isi pikiran masing-masing

“Ah sudah jam 9 malam, tak terasa ya” ucap tiffany setelah melihat jarum jam pada pergelangan tangannya

“Kau benar, mengapa waktu begitu cepat berlalu” ucap yuri menatap langit malam yang cerah itu

“Apa kita akan pulang?”

“Anniyo, hari ulang tahunmu masih tersisa beberapa jam lagi” 

“Tapi, apa kau tak lelah yul? Sedari pagi kau terus bersamaku bahkan kita sampai hampir kehabisan suara setelah menaiki wahana wahana lotte world tadi siang”

“Hahaha baboya, seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apa kau tak lelah?”

“Anniyo” ucap tiffany tersenyum menggelengkan kepalanya “selama bersamamu , seberapa lamapun waktunya, aku tak akan pernah merasa lelah yul” lanjutnya dalam hati, ia masih belum berani mengungkapkan perasaannya pada yuri

Keduanya kini berjalan memasuki sebuah taman

“kenapa kau terus terusan tersenyum sendiri seperti itu?” tanya yuri heran menatap raut wajah tiffany

“an.. anniyo” ucap tiffany gugup segera mengalihkan pandangannya “ak.. aku hanya menyukai langit malam ini, begitu cerah dan banyak bintang” lanjutnya sambil kembali tersenyum memandang langit

“ah kau benar, cuaca malam ini sangat mendukung untuk kencan kita hehehe” ucap yuri tertawa dan tersenyum memandang langit

“yul..” “fanny-ah” ucap kedua yeoja itu bersamaan dan saling memandang

“kau duluan saja” ucap yuri

“anniyo.. kau saja yul”

“hmm… Baiklah, aku ingin bertanya” ucap yuri terdiam sejenak “dulu kau pernah bercerita padaku tentang itu” ucap yuri menunjuk sebuah bintang yang terlihat paling terang diantara bintang bintang sekitarnya

“huh? bintang?” ucap tiffany belum mengerti ucapan yuri

“nne, orion” ucap yuri

“ah… orion, pangeran orion yang kau maksud? lalu, apa hubungannya dengan bintang?”

“yah, baboya… apa kau tidak tahu jika orion adalah sebuah rasi bintang”

“Jinja? hehe anniyo.. aku kira itu hanyalah sebuah nama pangeran di negeri negeri dongeng, jadi orion itu sebuah rasi bintang ya” ucap tiffany tertawa innocent

“nne salah satu rasi bintang paling terkenal, orion memang sekumpulan bintang yang membentuk pola seorang bergambar pria jika kita tarik garis garisnya, ada 13 bintang tepatnya”  ucap yuri kembali mengangkat jari telunjuk dan mengayun ayunkan seolah sedang menggambarkannya di langit

sementara tiffany memandangnya takjub seoerti melihat seorang pria dari yang telah yuri gambar

“woah… daebak, lalu jika orion memiliki 13 bintang, apa mereka juga memiliki nama?”

“nne.. ada rigel, betelgeuse, gamma orionis, alnilam, alnitak, kappa orionis, mintala, lota orionis, eta orionis, pi 3 orionis, lambda orionis, phi orionis, upsilon orionis” ucap yuri menyebutkan nama nama bintang itu sambil menghitung dengan ibu jarinya

“woah… kau benar benar daebak, jinjja” ucap tiffany menepuk nepukan kedua tangannya

“lalu, pangeranmu termasuk pada salah satu bintang mana diantara ke 13 itu?” ucap yuri

“bukankah mereka sama sama dalam rasi bintang orion?”

“anni… mereka memiliki cahaya yang berbeda”

“benarkah? ah molla… kami hanya bertemu satu kali dan itu sudah sangat lama”

“tapi kau masih belum bisa melupakannya kan?”

“nne…” ucap tiffany menundukkan kepalanya “bahkan mungkin aku tak bisa melupakannya” lanjutnya dalam hati

“cinta pertama memang sulit dilupakan” ucap yuri kembali memandang langit sementara tiffany langsung memandang yuri begitu mendengar ucapannya

tiffany hanya terdiam dalam pikirannya, satu sisi ia mencintai yuri namun sisi lain ia sadar jika ia masih belum bisa melupakan cinta pertamanya itu

“jangan bersedih, mungkin kau tak menyadari jika sebenarnya setiap hari kau selalu melihatnya, atau dia yang melihatmu” ucap yuri

“maksudmu?” ucap tiffany mengeryitkan dahinya membuat yuri terenyum

“jika dia adalah seorang pangeran yang sangat berarti bagimu, mungkin dia adalah rigel. bintang orion yang paling terang diantara bintang-bintang lainnya” ucap yuri menunjuk pada salah satu bintang yang paling terang itu

“dia akan terus terlihat setiap malam cerah, bahkan tetap terlihat paling terang, saat itu mungkin dia terus melihatmu” lanjutnya kembali tersenyum dan memandang tiffany

“hmm… tapi dia jauh yul” ucap tiffany sendu

“anniyo, dia sudah ada disini” ucap yuri

“huh, jinja? oddiga?” tanya tiffany menoleh ke segala arah untuk mencari namun ia tak menemukan manusia di sekitar mereka

“aiigoo.. dia ada disini” menunjuk dada tiffany membuat tiffany ikut menunduk memandang jari yuri “jika kau tak bisa melupakannya berarti dia sudah menjadi kenangan paling berarti untukmu, setiap kenangan yang tak bisa kau lupakan bukankah berarti sudah tersimpan di hati?” lanjutnya

“ah.. kau benar yul” ucap tiffany tersenyum malu

 “sekarang giliranmu” ucap yuri

“hehehe aku sudah lupa mau bicara apa” ucap tiffany menggaruk garukkan kepalanya yang tak gatal itu

“yah, dasar…” ucap yuri menjitak pelan kepala sahabatnya itu

“aku tak mungkin mengungkapkan perasaanku disaat seperti ini” ucap tiffany dalam hati memandang yuri yang kembali fokus memandang langit

keduanya terdiam cukup lama

“ah iya, sebenarnya aku penasaran padamu, bagaimana kau bisa sangat mengetahui tentang rasi orion?”

“eommaku, dia adalah seorang lulusan astronomi, dia banyak menceritakan tentang alam semesta setiap sebelum tidur”

“ah.. pantas, eomma mu adalah orang sangat hebat” ucap tiffany

“tentu saja”

waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, yuri mengeluarkan kue cake buatannya yang sudah ia bawa dan mengeluarkan lilin kecil yang sudah ia simpan di sakunya

“sudah waktunya” ucap yuri sambil menyalakan lilin yang sudah ditaruh diatas kue itu, tiffany kembali tersenyum senang melihatnya, walaupun yuri tak memberinya kejutan seperti perayaan ulang tahun yang dilakukan orang2 biasanya, tiffany tetap merasakan senang karena baginya bisa merayakan ulang tahun bersama yuri sudah merasa sangat bahagia

“jja..!! saengil chukkhae hamnida…  saengil chukkhae hamnida…

saranghaneun uri miyoungie… saengil chukkhae hamnida…” ucap yuri menyanyikan lagu ulang tahun sambil membawa kue itu dihadap wajah tiffany

3a8346dde535aaaf9bd30068875b65e5.jpg

“kya.. gomawo…” ucap tiffany tersenyum senang menampakkan eye smile nya

64621111201201300118593947840938288_001.jpg

“kkah make a wish dulu sebelum kau meniupnya”

“arra..” ucap tiffany kemudian memejamkan kedua matanya dengan kedua tangan yang mengepal, dengan tersenyum ia memanjatkan segala harapannya didalam hati dan tiffany pun meniup lilin itu hingga padam

“yaaayyy….!!!” teriak yuri senang, ia menaruh lilin itu kemudian menyuapkan potongan potongan kecil cake itu pada tiffany

“gomawo… Ini lezat yul” ucap tiffany

“Tentu saja, siapa dulu yang membuatnya”

“Jadi.. Kau yang membuatnya? Bukankah kau bilang tak bisa memasak?”

“Yah, kau tak tahu seberapa lama aku melakukan kursus demi membuat ini huh?”

“Hehehe aku hanya terkejut, mianhae.. Dan makasih banyak yul, aku sangat terharu dengan usahamu itu, ini sangat lezat” ucap tiffany kembali menerima suapan cake dari yuri hingga cake itu habis

“sekarang pejamkan kedua matamu kembali” ucap yuri

“huh? wae..?” tanya tiffany

“sudahlah, turuti saja perintahku”

“hmm… baiklah” ucap tiffany memejamkan kedua matanya tiffany namun tiba tiba ia merasakan tubuhnya dipeluk

“huh?”  gumam tiffany merasa heran membuka kedua matanya dan hendak melepaskan pelukan namun kedua tangan yuri menahannya

“biarkan seperti ini dulu, dan tetap pejamkan matamu” ucap yuri, tiffany pun mengangguk dan kembali memejamkan kedua matanya

Setelah cukup lama akhirnya yuri melepaskan pelukannya

“selesai, sekarang kau boleh membuka kedua matamu” ucapnya

tiffany kembali membuka kedua matanya

“huh, aneh sekali” ucap tiffany

“sudah larut, kajja kita pulang.. kau harus istirahat”

“kau tak ingin memberiku kado?” tanya tiffany

“huh? ah… anniyo, aku melupakannya hehehe” ucap yuri tertawa sambil menggaruk garukkan kepalanya sementara tiffany hanya mempoutkan bibirnya

keduanya pun kembali berjalan meninggalkan taman

“y..yyul” panggil tiffany setelah keduanya cukup lama terdiam

“nne?” ucap yuri menoleh pada yeoja disampingnya itu

“apa kau masih mengingat cinta pertamamu?” tanya tiffany, ia melihat yuri terdiam kembali sambil memandang kedepan

“hmm… tentu, aku masih ingat”

“nugu? apa vivian cinta pertamamu?”

“anniyo, aku bertemu cinta pertamaku sama sepertimu saat masih sekolah dulu”

“woah, apa dia tampan?”

“anniyo, dia seorang yeoja”

“apa dia cantik?”

“nne… dia memiliki wajah dan suara yang sangat cantik” ucap yuri kembali memandang tiffany “sepertimu” lanjutnya

“hmm… pasti dulu kau sangat bahagia”

“anniyo”

“wae? apa cintamu bertepuk sebelah tangan?”

“anni… “

“lalu? mestinya kan kau merasa bahagia yul”

“nne, aku memang bahagia saat pertama bertemu dengannya aku sudah langsung jatuh cinta padanya, tapi saat itu juga aku merasakan sakit”

“wae?”

“aku sudah lupa hehehe” ucap yuri mengacak acak rambut tiffany

“yaish… menyebalkan” kesal tiffany berjalan mendahului yuri

“apa yul masih mencintai cinta pertamanya sama sepertiku?” ucap tiffany dalam hati

“hey… chankkaman… jangan marah” ucap yuri menyusul langkah tiffany, hingga tiffany berhenti ketika sampai didepan apartemennya

“aku kira kau mencintaiku” ucap tiffany sedikit ragu, namun ia benar benar ingin tahu bagaimana perasaan yuri terhadapnya

“tentu saja aku mencintaimu” ucap yuri membuat kedua mata tiffany terbuka lebar dan sedikit membuka mulutnya karena terkejut

“karena kau sahabat terbaikku” ucap yuri kembali sambil tersenyum mengusap usap kepala tiffany “kkah, masuklah dan istirahat” lanjutnya

namun yuri melihat tiffany masih diam saja dengan sedikit menundukkan wajahnya

“wae??” tanya yuri, tangannya hendak memegang pundak tiffany namun tiffany langsung menghindar

“an.. anniyo, ak.. akku masuk dulu yul, bye” ucap tiffany segera meninggalkan yuri tanpa memandang yeoja dihadapnnya itu

Yuri hanya tersenyum memandang kepergian tiffany, iapun berjalan menuju basement apartemen untuk mengambil mobilnya

saat meninggalkan gedung teater yuri meminta amber untuk mengambil dan mengantarkan mobilnya ke apartemen tiffany karena yuri dan tiffany memilih berjalan. dan kini mobil milik yuri usdah berada disana.

………………

keesokan harinya, tiffany terbangun dan langsung tersenyum begitu menundukkan wajahnya dan melihat sebuah kalung berliontinkan setengah hati yang merupakan kalung couple

Flashback

malam tadi setelah memasuki apartemennya tiffany segera melempar tas kecil yang dibawanya dan dengan malas langsung berbaring diatas tempat tidurnya tanpa mengganti baju dahulu

namun ia kembali terbangun karena merasa tak nyaman tidur memakai pakaian itu, iapun melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 3 dinihari, tiffany terbangun berjalan ke dalam kamar mandi sambil membawa kaos untuk mengganti pakaiannya

setelah membuka baju mata tiffany tertuju pada sesbuah benda yang terlihat berkilau terkena cahaya lampu, benda itu tanpa ia sadari telah melingkar pada lehernya, awalnya tiffany merasa bingung namun kemudian  ia tersenyum, pikirannya kembali pada beberapa jam yang lalu saat merayakan hari ulang tahunnya bersama yuri dan saat itu yuri memeluknya cukup lama

Tiffany baru menyadari ternyata yuri memasangkan kalung itu padanya sebagai kado ulang tahunnya

“baboya…” ucap tiffany memukul kepalanya sendiri

setelah mengganti baju tiffany kembali berbaring diaatas tempat tidurnya, matanya tak langsung terpejam. ia mengambil ponsel dan mengirimkan sebuah pesan pada yuri

“apa kau sudah tidur? yah, baboya… kenapa kau tak memberitahuku tentang kalung ini?” tapi.. gomawo.. ^_^” – send

“hehehe surprise, kau menyukainya?” – yuri

“yah, aku pikir kau sudah tidur, tentu saja aku sangat menyukainya ^_^ tapi kenapa liotinnya hanya berbentuk setengah hati?” tanya tiffany

“karena setengahnya ada padaku dan aku memakainya sekarang” -yuri

tiffany kembali tersenyum senang meletakkan ponsel diatas dadanya setelah membaca balasan pesan dari sahabatnya itu hingga tak terasa ia kembali tertidur tanpa sempat membalas pesan yuri

Flashback end

setelah cukup lama memandang kalung itu, tiffany mengambil ponselnya hendak menghubungi yuri namun baru saja ia menekan tombol nomor tiba tiba yoona mengetuk pintu kamarnya

“unnie… apa kau sudah bangun?”

“nne sudah yoong, masuklah aku tak mengunci kamarku” ucap tiffany meletakkan kembali ponselnya dan mengubah posisinya duduk diatas tempat tidurnya

“un.. unnie..” panggil yoona pada tiffany dengan wajah yang memucat

“ada apa yoong?”

“t..ttaeyeon unnie…” ucap yoona sedikit menundukkan kepalanya, ia merasa ragu untuk mengatakannya

…………..

Yuri dan amber baru saja tiba dan memarkirkan mobilnya beberapa meter disekitaran rumah taeyeon yang sudah dibatasi garis polisi, banyak sekali polisi dan detektif disana yang sedang melakukan penyelidikan terhadap pemboman rumah taeyeon yang terjadi tadi malam.

yuri terdiam begitu melihat pemandangan dihadapannya, rumah taeyeon yang terlihat hancur tak tertisa, beruntung halaman rumah taeyeon sangat luas hingga tak sampai mengenai rumah tetangganya meskipun hampir seluruh pohon dan tanaman serta dinding pagar rumahnya ikut hancur

“hyoyeon-shi…” panggil yuri pada yeoja yang berdiri terdiam tak jauh dari sana

“aku terlambat” ucap hyoyeon kembali menundukkan kepalanya, raut wajahnya terlihat sangat menyesal merasa sangat bersalah karena terlambat menolong sahabat dekatnya itu “taeyeon tak bisa ditemukan karena semuanya sudah sangat hancur hingga sangat sulit melakukan identifikasi dari sisa sisa itu, para keparat itu memasang beberapa bom didalam rumahnya, aku berharap taeyeon tak berada disana tapi polisi berhasil menemukan itu” ucapnya kembali sambil matanya tertuju pada sebuah barang yang diletakan ditempat penyelidikan, mata yuri pun ikut tertuju pada barang itu

yuri terdiam memandang sebuah ponsel mirip milik taeyeon yang terlihat hangus, tangannya mengusap usap pundak hyoyeon untuk menenangkannya, ia tahu yeoja itu merasa sangat sedih dan tertekan

“Siwan-shi, apa ini milik taeyeon?” tanya yuri pada seorang detektif yang pernah menangani kasusnya saat berada di penjara dulu

“kau? kenapa ada disini?”

“taeyeon saudara tiriku”

“ah ya aku ingat, nne itu milik taeyeon-shi, ponsel itu ditemukan berada tak jauh dari rumahnya, taeyeon-shi memang berada di rumahnya karena hyoyeon-shi mengatakan jika ia baru saja tiba di rumahnya saat ditelepon olehnya, namun tiba ia tak mendengar suara taeyeon, diduga taeyeon-shi mendapatkan penyerangan karena hyoyeon-shi sempat mendengar suara pukulan sebelum akhirnya sambungannya terputus, dilihat dari kerusakan pada layar ini ponsel taeyeon dipukul atau diinjak oleh pelaku dan kemungkinan pelaku tidak hanya satu orang”

“apa bukti dari para pelaku masih belum ditemukan?”

“sejauh ini kami masih menyelidiki seseorang yang menghubungi pengacaranya dan mengatakan jika taeyeon-shi sedang dalam bahaya, sayangnya nomor penelepon itu tak bisa terdeteksi, saya kira ini bukan kasus yang kecil hingga membuat si pembunuh benar benar menghilangkan taeyeon-shi”

“hmm… tadi malam hyoyeon-shi sempat menghubungiku, tapi sayangnya saat itu sedang bersama sahabatku untuk merayakan ulang tahunnya” ucap yuri kembali memandang hyoyeon

“kami turut berduka cita atas kejadian ini yuri-shi”

“nne… kamsahamnida siwan-shi” ucap yuri membungkukan badannya pamit pada detektif itu

“sunbae, nugu?” tanya salah satu polisi yang baru saja menghapiri detektif bernama siwan itu

“jonghyun-ah, aku tugaskan padamu untuk mengawasi dia dan mencari tahu tentang perusahaan ayah tirinya, ku dengar sebelumnya taeyeon menangani tugas untuk membuka kedok beberapa perusahaan gelap dan salah satunya perusahaan besar borbound, aku rasa salah satu perusahan perusahaan gelap itu yang diberada dibalik kasus ini”

“nne sunbaenim”

……………

sore harinya di sebuah gedung, upacara kematian taeyeon digelar meskipun jasad taeyeon tak ada karena tubuh taeyeon ikut hancur bersama rumahnya akibat bom itu. hanya sebuah foto taeyeon yang terpajang disebuah peti kosong sebagai simbol.

ruangan itu sudah terisi banyak orang yang ingin melepaskan kepergian taeyeon, kebanyakan mereka adalah para polisi baik rekan rekan, para sunbae maupun para hoobae di kepolisian tempat taeyeon bekerja

Yuri menarik lengan kemejanya dan mengusap keringat pada dahinya begitu selesai memberikan beberapa hidangan kepada para pelayat, dari awal yuri memang berada disana untuk mengatur acara tersebut setelah mengetahui ibu taeyeon kembali dirawat di rumah sakit karena mengalami syok berat setelah mendapatkan kabar tentang putri satu ssatunya itu hingga yuri lah yang bertanggung jawab atas acara ini.

“unnie” panggil seseorang membuat yuri menoleh kearahnya

“yoong..” ucap yuri

“mianhae aku terlambat”

“gwaenchanna, kau datang sendirian?”

“nne.. sebenarnya tadi pagi aku bersama fanny unnie mendatangi rumah taeyeon unnie”

“mwo? lalu tiffany?”

“fanny unnie tidak bisa ikut kemari, setelah dari sana fanny unnie terus menangis dan mengurung diri didalam kamarnya”

“hmm…. pasti ini sangat berat untuknya” ucap yuri “miyoungie… mianhae..” lanjutnya dalam hati sambil memikirkan tiffany

“kau istirahat saja dulu, biar aku yang ikut membantu mereka menghidangkan makanan untuk tamu” ucap yoona, yuri pun mengangguk

ia terus memandang adiknya yang mulai berjalan menuju dapur, namun pandangannya teralihkan saat mendengar beberapa orang tiba di ruangan itu, ia melihat sunny yang langsung berlari dan menangis dihadapan peti sampai beberapa maid yang mengikuti kembali menenangkannya, pandangan yuri beralih pada seseorang berpakaian serba hitam diikuti beberapa bodyguard dibelakangnya, tuan choi. pandangan tuan choi dan yuri sempat bertemu saat saling berpapasan. yuri masih terdiam menatap tuan choi yang sudah tak lagi memandangnya

merasa ada yang memperhatikannya, tuan choi pun kembali membalikkan badannya dan saat itu pula yuri buru buru mengalihkan tatapannya dan berjalan meninggalkan tempat itu, sayangnya tuan choi mengetahui jika yuri tengah memandangnya

“adiknya pasti berada disini, cari dan tangkap dia” bisik tuan choi pada salah satu bodyguard yang berada disampingnya

“nne tuan” ucap bodyguard itu segera mberitahukan pada anak buah lainnya

“huh? oddiga?” ucap yoona saat melihat yuri berjalan keluar, ia baru saja keluar dari dapur hendak menghampiri yuri “unn… hmmp…!!” panggil yoona namun tepat saat itu seseorang berpakaian serba hitam muncul  dari belakang  langsung membekapnya dengan sapu tangan dan langsung menempelkan alat setrum pada tubuh yoona hingga membuatnya tak sadarkan diri, orang itupun menyeret dan membawa tubuh yoona melalui pintu belakang gedung sayangnya saat itu keadaan dapur sedang sepi hingga tak ada yang mengetahui hal itu

………………..

USA

“unnie, apa yang terjadi?” ucap krystal yang baru memasuki kamar jessica, ia melihat jessica sedang berbaring diatas tempat tidurnya setelah melewati acara makan malam yang sempat terjadi masalah

“kau sudah melihatnya kryst” ucap jessica

flashback

Tadi malam keluarga jessica dan keluarga tyler tengah mengadakan pertemuan keluarga dan makan malam bersama disebuah restoran. mereka sengaja mengadakan pertemuan keluarga untuk membicarakan acara pertunangan jessica dan tyler

“aku senang melihat kalian sudah kembali bersama, jessica adalah perempuan yang sangat baik” ucap ibu tyler membuka percakapan setelah makan malam selesai, sementara ibu jessica hanya tersenyum menanggapinya

“aku minta maaf karna sempat membuat jessica kecewa dan pergi, tapi aku senang pada akhirnya bisa membawanya kembali, jadi aku ingin memutuskan untuk segera mengadakan acara pertunangan kami” ucap tyler membuat jessica terkejut atas ucapan pria itu

“hmm.. lebih bagus memang begitu, kalian sangat cocok” ucap ayah jessica

“jadi, bagaimana pendapatmu nak?” tanya ibu jessica, orang orang disekitarnya pun memandang jessica yang masih terdiam

“i’m sorry” ucap jessica membuat keluarganya maupun keluarga tyler terkejut dan heran “i’m so sorry, aku tak bisa melanjutkan ini”

“apa maksudmu, sica?” ucap tyler

“mianhae, aku rasa aku tak bisa menerimanya, kita akhiri saja, aku benar benar minta maaf” ucap jessica membuat kedua orang tuanya saling berpadangan, jessica pun segera berdiri dan meninggalkan mereka

“jessica, apa maksudmu?” ucap tyler yang berhasil menyusul dan menahan jessica

“apa kalimatku kurang jelas tadi?”

“kau menolakku, but why? bukankah di seoul kau sudah menerimaku bahkan kau ikut denganku kemari?”

“ya, saat itu aku pikir aku bisa menerimamu kembali, ternyata aku tak bisa”

“bukankah sudah ku jelaskan jika perempuan itu hanyalah sahabatku?”

“nne, tapi bukan karena itu tyler”

“lalu apa?”

“aku… sudah tak memiliki perasaan yang sama terhadapmu, aku sudah tidak bisa mencintaimu lagi, maafkan aku” ucap jessica mendundukkan wajahnya

“why? karna perempuan korea sialan itu?”

“apa maksudmu?”

“aku tau perempuan korea sialan itu yang sudah membuatmu seperti ini” ucap tyler tersenyum sinis menatap jessica

“yah, mengapa kau memanggilnya seperti itu?!” ucap jessica mulai meninggikan suaranya

“sial, harusnya dulu aku benar benar memberinya pelajaran” ucap tyler

*plak!!!* jessica langsung menampar pipi tyler mendengar itu

“apa yang sudah kau lakukan padanya?” kesal jessica

“sica, aku hanya memberinya pelajaran , aku tau dia mencintaimu untuk itu aku menemuinya agar dia menjauhimu, seharusnya kau bersyukur aku telah membebaskanmu dari hubungan gila itu”

*plak!!* lagi lagi jessica menampar pipi tyler

ingatannya kembali saat yoona berubah sikap padanya, padahal hubungan mereka sempat membaik dan membuat jessica senang, namun saat yoona berubah sikap dan tiba tiba mencium bibirnya ia tahu jika itu agar membuatnya membenci yoona.

“cukup, mulai sekarang jangan pernah mengusik hidupku maupun perempuan itu!” ucap jessica

“why? mengapa kau memb…”

“aku mencintainya” ucap jessica memotong ucapan tyler

“what? hahaha jangan gila sica! hubungan kalian tidak masuk akal, bagaimana bisa seorang perempuan dengan perempuan? itu hanya lelucon gila”

“ya, mungkin ini memang gila, tapi aku memang mencintainya, jadi kumohon jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi, jadi kau bisa kembali bersama sahabatmu yang bisa menenangkanmu itu” ucap jessica mengeluarkan sebuah amplop dan menyerahkan kasar pada tyler, iapun meninggalkan tyler yang masih terdiam kesal menatap kepergiannya

tyler membuka amplop itu dan melihat beberapa lembar foto bergambar dirinya tengah berciuman mesra di bibir bahkan ada beberapa foto dirinya yang sedang tidur bersama tanpa sehelai pakaian yang hanya ditutupi selimut bersama perempuan yang ia sebut sebagai sahabatnya itu. tyler sangat terkejut karena jessica mengetahui itu tyler tak tahu darimana jessica mendapatkannya

“arrgggh!!!” teriak tyler mengacak acak rambutnya meluapkan kekesalannya

Flashback end

” i know.. but, aku hanya ingin meminta penjelasan darimu” ucap krystal

“penjelasan tentang apalagi?”

“tentang seorang perempuan bernama im yoona” ucap krystal membuat jessica terkejut langsung bangun dan duduk diatas tempat tidurnya

“k..kkryst, bagaimana kau…” ucap jessica masih gugup karena keterkejutannya

“aku tahu kau memutuskan tyler bukan hanya karna si brengsek itu berselingkuh dibelakangmu, aku rasa ada hal lain yang mengganggu pikiranmu, dan ternyata itu benar”

“tapi bagaimana kau bisa tahu?”

“hmm… dari status SNS mu saat tinggal di seoul kemarin sudah jelas jika kau sedang membenci seseorang dan pada akhirnya kau menyukainya, setelah kau kembali kesini banyak hal yang berubah darimu”

“yah, apa kau menguntitku”

“big no! lebih tepatnya aku, mom and daddy mengkhawatirkanmu bodoh!”

“hmmm…” gumam jessica kembali menundukkan wajahnya

“dia cantik juga” ucap krystal kembali membuat jessica mengangkat wajah dan menatapnya, pandangannya meminta penjelasan dari krystal

“aku sudah melihatnya di ponselmu, ada beberapa wajah yang terlihat candid, so aku pikir kau diam diam memotretnya kan?” ucap krystal

“kk…kkryst, apalagi yang kau tahu?” ucap jessica gugup

“aku pikir… kakakku mulai mencintai perempuan itu” ucap krystal memandang jessica yang kembali menundukkan wajahnya

“ini gila kryst, ini benar benar gila” ucap jessica mulai meneteskan air matanya

“mengapa kau bicara seperti itu?”

“aku tak seharusnya seperti ini, ada yang salah dengan perasaanku, benar benar bodoh”

“kau yang bodoh” ucap krystal membuat jessica menatapnya “apa yang salah dengan perasaanmu? kau sudah jelas mencintainya tapi kau terus menepis perasaanmu itu kan?”

“tapi hubungan ini rasanya terlihat gila”

“apanya yang gila? bukankah disini sudah biasa hubungan seperti itu?”

“ya.. but, how to explain it to mom and daddy?”

“just bring her here”

“aku takut kryst, aku takut mereka tak bisa menerimanya”

“kau tak takut aku mendahuluimu?” ucap krystal menyerahkan sebuah foto yang tertera pada layar ponselnya

ixw32a.jpg

“in.. ini…” ucap jessica terkejut, iapun mengambil ponsel itu dan membuka beberapa foto lainnya

“she’s my girlfriend” ucap krystal dengan wajah innocent nya

“what? lalu… mom and daddy?”

“tentu saja mereka sudah tau”

“what…?!!” ucap jessica kembali terkejut

“mereka sudah lama mengetahui hubunganku, bahkan aku selalu membawanya ke rumah, mom dan daddy menyukainya, kau sih… tadi malam malah langsung pergi tak langsung menjelaskannya pada mereka”

“t..ttapi…”

“aku sudah menjelaskannya pada mereka, awalnya mereka sempat marah saat kau tiba tiba pergi, tapi aku sudah menunujukkan beberapa foto pria brengsek itu”

“apa tentang yoona mereka tahu?”

“tentu saja, kau hanya perlu membawanya kemari, aku yakin pasti dia lebih muda darimu, aku jadi penasaran seberapa menyebalkannya dia hingga membuat unnieku yang seorang ice princess bisa jatuh cinta padanya”

“kryst… gomawo..” ucap jessica memeluk adik kesayangannya itu “mianhae atas sikapku padamu beberapa hari ini”

“it’s okay, aku tahu kau hanya terluka karena aku mirip dengannya” ucap krstal membuat jessica menunduk malu “ayo kemasi barang barangmu” ucap krystal segera berdiri, jessica pun dengan semangat segera mengambil kopernya

To Be Continued

…..

kamingsun….

“bagaimana keadaannya?” ucap yuri pada seorang dokter, keduanya tengah berdiri disamping seseorang yang masih terbaring tak sadarkan diri dengan beberapa alat medis yang terpasang pada tubuhnya

“mulai membaik, beruntung dia memiliki daya tahan tubuh yang kuat” ucap dokter itu

“hmm… lekaslah bangun dan bantu aku” ucap yuri dalam hati sambil tangannya mengusap usap lengan seseorang yang tengah terbaring itu

……………

yoona terbangun dan langsung saat melihat seorang yeoja sedang duduk menatapnya

“omo!! mengapa kau ada disini?” ucap yoona dengan keterkejutannya hingga ia melompat dan duduk diatas tempat tidur

*plak!!*

“Dasar bodoh! tentu saja, ini apartemenku!” ucap orang itu setelah memukul kepala yoona

“aw.. yah, appo..” ucap yoona mengusap usap kepalanya “tapi.. apa aku masih bermimpi ya?” lanjutnya mulai tersenyum kembali memandang yeoja dihadapannya itu

yeoja itupun dengan cepat langsung menjewer keras telinga yoona

…..

“secepat itukah kau pergi? bahkan aku masih belum memaafkanmu” ucap seorang yeoja pada sebuah foto bergambar dirinya bersama dengan yeoja yang pernah dicintainya itu

*tingtong* tiba tiba bel pintu berbunyi, dan tepat saat itu sebuah sms masuk pada ponselnya

“aku di depan pintu ^_^”

yeoja itupun tersenyum dan langsung berlari membukakan pintu, namun ia terkejut saat melihat orang yang sedang berdiri berhadapan dengannya itu, orang itu mengeluarkan senyum smirknya dan….

*slebb!!*

sebuah pisau tajam pun menembus perutnya tanpa sempat menghindar hingga tetes demi tetes darah keluar dan mengalir dari dalam perut yeoja itu, perlahan senyuman manis itupun menghilang

……………..

“bagus, bunuh satu persatu mereka hingga polisi kesulitan dengan kasus yang berdatangan ini, jangan sampai meninggalkan jejak atau kalian sendiri yang akan mati”

“nne..”

We Are Different part 8

wp-1487393605957.png

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

………………………………………………

 

“Baiklah silahkan taeyeon-shi untuk mengemukakan tuntutan terkait tentang peristiwa yang menyebabkan tuan kim ayah anda meninggal”

Taeyeon berdiri begitu namanya dipanggil, ia terdiam sejenak mengambil nafas, pandangannya tertuju pada yuri yang berada tak jauh dari hadapannya itu

“Aku mencabut semua tuntutan” ucap taeyeon membuat orang orang yang berada di ruang sidang terkejut dan bertanya tanya

“Taeyeon-ssi apa anda yakin?”

“bukan yuri pelakunya, aku sudah memeriksa beberapa bukti yang sudah cukup jelas, lagipula aku percaya bukan yuri yang melakukannya” ucap taeyeon dengan tegas

Setelah memeriksa dan mencocokkan beberapa alat bukti akhirnya hakim memutuskan bahwa yuri tak bersalah dan dinyatakan bebas membuat orang orang yang berada di pihak yuri merasa lega, orang orang yang berada di pihak taeyeon yang dulu membenci yuri pun kini percaya jika yuri bukanlah pelaku itu setelah mendengar dan melihat semua bukti

Akhirmya sidang pun berakhir dan yuri sudah diperbolehkan untuk meninggalkan tempat yang selama ini ia singgahi, namun setelah mengganti semua pakaiannya sebelum pergi yuri menemui taeyeon di rooftop gedung

Yuri menghampiri dan berdiri disamping taeyeon yang sudah berada disana, keduanya berdiri sambil memandang pemandangan seoul dari atas gedung kepolisian

“Aku kira kau benar benar membenciku” ucap yuri memulai percakapan

“Aku memang membencimu, tapi aku harus menerima kenyataan” ucap taeyeon, pikirannya kembali pada pernyataan hyoyeon yang membuatnya berubah pikiran

Flashback

1 hari sebelum kematian ayahnya, saat itu taeyeon sedang berada di ruang kerja apartemennya, hyoyeon datang menemuinya

“Bagaimana hasil penyelidikanmu? Aku rasa emosimu sudah berkurang” tanya hyoyeon

“Masih belum ada bukti yang jelas, semuanya hanya dugaan sementara”

“Bolehkah aku berpendapat?”

“Katakan”

“Aku rasa memang bukan yuri yang melakukannya” ucap hyoyeon membuat taeyeon berhenti membaca berkas berkas tentang kasus itu yang ia copy kan dari para penyidik

“Jangan membuat pemikiran baru yang akan memperumit” ucap hyoyeon

“Oke, aku akan menjelaskannya pertama apa kau tahu tempat kejadian itu?”

“Rumah yuri yang dulu yang sudah lama tak disinggahinya” ucap taeyeon

“Dalam ponsel ayahmu tak ada panggilan dari dari nomor milik yuri kan”

“Bisa saja yuri meminta ayahku untuk menemuinya menggunakan media lain, kau tahu? Yuri pernah mengancamku akan menghancurkan ayahku karena kasus lama yang membuatnya kehilangan ibunya”

“Taeyeon-ah dengar, pagi itu saat tuan kim memberikan surat wasiat padaku aku memeriksanya dan terdapat 2 surat, satu tertulis untukmu dan satu lagi tertulis nama seseorang, lalu waktu itu dia memintaku mengantarnya ke stasiun dan wajahnya tak terlihat seperti sedang mendapat ancaman, wajahnya terlihat tenang” ucap hyoyeon membuat taeyeon memandangnya karena tertarik

“Maksudmu? Ayahku membuat 2 warisan?”

“Nne… Dan orang itu bernama kwon yuri” ucap hyoyeon membuat taeyeon terkejut bukan main

“Jangan bercanda” ucap taeyeon

Hyoyeon membuka tas nya dan memberikan 2 amplop berisi surat warisan pada taeyeon

Taeyeon pun kembali terkejut saat membaca tulisan itu yang ia kenal benar jika itu tulisan ayahnya

“Wae..?” gumam taeyeon

“Aku sudah menyelidikinya” ucap hyoyeon

“Ayahmu adalah ayah kandung yuri juga taeng, setelah membaca surat itu aku penasaran dan mulai meminta rekan rekanku utuk mencari informasi, saat itu aku ingin mengajakmu hanya saja kondisimu sedang tidak memungkinkan” ucap hyoyeon

“Mm…mmwo?” ucap taeyeon terkejut

“Sebelum menikahi ibumu, tuan kim sudah memiliki isteri bernama kwon hyerin yang merupakan ibu kandung yuri, tuan kwon meninggalkan mereka saat yuri masih berumur 1 tahun dan ibunya sedang mengandung anak kedua, umurmu dengan yuri hampir sama karena hubungan tuan kim dengan ibumu juga sudah berlangsung lama sebelum menikahinya, namun saat itu tuan kim memilih ibumu dan tinggal beberapa saat di luar negeri sampai akhirnya ia bertemu dengan kwon hyerin saat menjalani operasi jantung”

“J..jjadi.. Ayahku seperti itu?”

“Nne… Aku sendiri mendengar penjelasan langsung dari seorang ahjumma yang begitu dekat dengan keluarga kwon saat sebelum kejadian itu yuri menemuinya untuk mengambil kunci rumahnya karena hari itu adalah hari peringatan kematian ibunya, yuri selalu datang setiap hari peringatan itu untuk menaruh foto foto perkembangan dirinya dengan yoona, ia sengaja melakukan itu karena ahjumma itu selalu bilang jika ayah yuri selalu datang berkunjung, ia berharap ayahnya dapat melihat foto foto itu”

Taeyeon terdiam memandang sebuah kalender. Ya, dia ingat setiap tahun di bulan itu ayahnya selalu pergi ke gangnam tanpa memberitahunya, namun hari itu tuan kim pergi tepat ditanggal kematian istri pertamanya, ia tak tahu jika yuri akan berkunjung ke rumahnya

“Aku pikir ahjumma itu akan menjadi saksi, namun ia mengatakan jika yuri memintanya untuk pergi menjauhi rumahnya menghindar dari para penyidik”

“Wae?” tanya taeyeon

“Molla, ia sendiri merasa bingung, seharusnya yuri meminta ahjumma itu menjadi saksi agar ia terbebas tapi justru yuri malah mengasingkan ahjumma itu”

Taeyeon terdiam tampak berpikir, ia pun setuju dan tertarik dengan ucapan hyoyeon

Flashback end

“Gomawo…” ucap yuri tersenyum menoleh kearah taeyeon dan merentangkan tangannya hendak memeluk yeoja itu

Namun  dengan cepat kedua tangan taeyeon menahan tubuh yuri agar tidak memeluknya

“Apa yang kau lakukan?”

“Tentu saja memelukmu” ucap yuri

“Dengar, aku melakukan ini bukan berarti aku menyukaimu”

“Arra…” ucap yuri tetap memeluk taeyeon

“Yah!!!” teriak taeyeon merasa kesal, namun ia terdiam menerima pelukan yuri, selama ini ia tak pernah menerima pelukan dari seorang teman senyaman itu, taeyeon memang tak pernah memiliki teman yang begitu dekat selain hyoyeon, baginya teman itu sama saja hanya ada disaat butuh kemudian akan meninggalkan saat taeyeon terpuruk

“Kau terlihat tampan jika tersenyum seperti itu taenggu-yaa, jangan selalu menjadi sersan yang menyebalkan” ucap yuri yang sudah melepaskan pelukannya

Taeyeon tersenyum masam, ia kembali memandang pemandangan dihadapannya

Tangannya memasuki saku jaket nya dan mengambil sebuah botol bir kecil hendak meminumnya, namun yuri yang melihatnya langsung merebut minuman itu

“Yah apa yang kau lakukan, kemarikan” ucap taeyeon hendak merebutnya namun dengan cepat yuri melempar botol itu kedalam tong sampah

“Yah!” teriak taeyeon kembali

“Yah!!!” teriak yuri lebih keras membuat taeyeon terkejut

“Wae…?” ucap taeyeon merendahkan suaranya

“Wae? Itu minuman beralkohol! Dasar bodoh”

“Memangnya kenapa? Aku bebas meminumnya sekarang, Lagipula aku sudah bukan seorang polisi” ucap taeyeon

“Mwo? Jangan bercanda”

“Aku sudah diberhentikan”

“Wae?”

Taeyeon hanya terdiam memandang wajah yuri yang masih menunggu jawabannya

“Mianhae” ucap taeyeon

“Huh?” gumam yuri tak mengerti

“Maafkan aku selalu menyakiti fisikmu”

“Hahaha… Kau lucu sekali, tentu saja aku sudah lama memendam dendam padamu”

*plak!!!* dengan cukup keras yuri memukul kepala taeyeon

“Yah!!” teriak taeyeon namun yuri sudah terlanjur berlari meninggalkannya

Taeyeonpun mengikuti yuri meninggalkan rooftop

“Yul!” teriak tiffany saat tiba di kantor polisi bersamaan dengan keluarnya yuri

Tiffanypun berlari memeluk sahabatnya itu

“Apa aku terlambat?” ucap tiffany kembali

“Anniyo, lagipula aku sudah bebas sekarang” ucap yuri tersenyum memandang tiffany dengan kedua tangan yang masih memeluk pinggang yeoja dihadapannya itu

“Jinja?” ucap tiffany dengan kedua mata yang berbinar

“Tentu saja, taeyeon mencabut semua tuntutannya dan dari segala bukti menunjukkan memang bukan aku pelakunya, haaah lega rasanya” ucap yuri merentangkan kedua tangannya

“taeyeon?”

“nne, entah kenapa hari ini dia begitu baik padaku, padahal kemarin dia sangat membenciku”

“hmm… begitu ya, syukurlah aku sangat senang kau akhirnya terbebas” ucap tiffany mengembangkan senyumnya meskipun hatinya sedikit menolak ketika nama mantan kekasihnya disebut  “Tapi yul..” ucap tiffany kembali

“Wae?” tanya yuri terlihat khawatir

“Yoong tadi malam pingsan dan sampai sekarang berada di rumah sakit”

“Mwo? Wae…?”

“Dokter bilang yoong kelelahan”

“Yaish… Kajja kita kesana” ucap yuri yang sudah terlihat sangat khawatir

Taeyeon yang sedari tadi berada dibelakang yuri sempat penasaran, namun ketika hendak menghampiri yuri kedua matanya bertemu dengan tatapan tiffany, taeyeon segera menghentikan langkahnya

Cukup lama berpandangan, tiffany segera membuang muka dan membalikkan badannya menyusul yuri

……………………….

“Baby, apa semuanya sudah lengkap?” ucap tyler sambil berjalan membawa koper besar milik jessica

“Nne” ucap jessica

Keduanya pun mengendarai sebuah mobil yang dikemudikan tyler menuju bandara, hari ini jessica akan dibawa kembali ke USA

Jessica terdiam memandang pemandangan luar jendela mobil, tangannya meraba bibirnya dan mengingat kembali ketika yoona mencium bibirnya

“Mengapa jantungku selalu berdetak cepat setiap mengingat itu” ucap jessica dalam hati dengan tangan kiri yang memegang dadanya

………………………………

Begitu tiba di rumah sakit, tiffany dan yuri segera bergegas menuju ruangan tempat dimana yoona dirawat, namun langkah mereka terhenti ketika melihat yoona baru saja keluar dari ruang administrasi dan telah memakai pakaiannya lengkap

“yoong?” panggil yuri membuat yeoja dihadapannya itu menoleh kearah yuri

“huh? unnie? mengapa ada disini? Baru saja aku akan ke kantor polisi untuk menemuimu” tanya yoona heran

“Yoong bukankah kau masih harus mendapat perawatan?” ucap tiffany terlihat khawatir

“Ahahaha aku sudah baik baik saja, lagipula kau sudah aku hanya kelelahan” ucap yoona menggaruk garuk kepalanya kemudian melirik yuri

“Yah, lain kali kurangi aktivitasmu, kajja kita pulang, kau masih harus istirahat” ucap yuri

“Dengar kata unniemu! Dasar rascal, kajja kalian pulang ke apartemenku saja” ucap tiffany

“Hehehe mianhae, kajja” ucap yoona menggandeng lengan kedua unnienya itu berjalan meninggalkan rumah sakit, namun setelah beberapa langkah yoona kembali berhenti

“Chankkaman! Kenapa unnie bisa berada disini dan mengajakku pulang?”

“Tentu saja aku aku sudah bisa menghirup udara bebas yoong” ucap yuri ikut menghentikan langkahnya dan tersenyum mengangkat wajahnya

“Mwo? Jadi unnie sudah bebas?” ucap yoona excited

“Tentu saja, kau tak ingin memberikan selam…” belum sempat yuri berbicara yoona sudah terlebih dahulu memeluknya senang

“Akhirnya, jangan meninggalkanku lagi” ucap yoona memeluk erat tubuh yuri

Tiffany tersenyum bahagia melihat kedua yeoja dihadapannya itu, namun yuri yang melihatnya langsung merentangkan tangannya dan tiffany bergabung berpelukkan dengan mereka

….

Setelah tiba diapartemen, saat hendak membukakan pintu tiba tiba seorang ahjumma yang merupakan tetangga kamarnya menghampiri membawakan sebuah kotak kecil

“tiffany-shi” panggil ahjumma itu membuat ketiga yeoja dihadapannya menoleh

“ah, nne ahjumma ada apa?”

“tiga jam yang lalu temanmu kemari dan menitipkan ini untukmu, dia bilang kau tidak ada diapartemen” ucap ahjumma itu menyerahkan kotak kecil yang dibawanya pada tiffany

“kamsahamnida ahjumma” ucap tiffany

“nne..” jawab ahjumma itu sambil berlalu meninggalkan ketiga yeoja itu

“huh? jessica?” ucap tiffany membaca tulisan nama jessic pada kotak itu

Tiffany, yoona dan yuri pun memasuki apartemen

“bukankah ulang tahunmu masih beberapa hari lagi?” ucap yuri ikut merasa heran

“nne, aneh sekali” ucap tiffany membolak balikkan kotak itu “coba ku lihat” lanjutnya sambil mulai membuka kotak itu

Setelah dibuka, tiffany tersenyum senang saat melihat sebuah case ponsel yang terlingat sangat cantik terutama case itu berwarna pink

“kyaaaa…. ini lucu sekali! aku sangat menyukainya, she’s really my bestfriend” ucap tiffany excited sambil memeluk hadiah pemberian dari jessica

“yah, kau bilang aku adalah satu satunya sahabat terbaik untukmu” ucap yuri sebal

“hhehe aku akan mengatakannya setelah kau memberiku kado nanti” ucap tiffany memberikan merong pada yuri

“sahabat yang baik tak akan menitipkan kado” ucap yoona yang sudah duduk di ruang makan sambil menikmati buah apel yang diambilnya dari kulkas

“ah.. benar juga” ucap tiffany “huh? ada suratnya” lanjutnya saat melihat kembali pada kotak itu, tiffany pun segera membuka dan membacanya

 

 

 

“happy birhtday my best Tiffy! i hope all your dream wish come true baby and i love you so much. aku orang yang pertama mengucapkan bukan? hehehe

 

“Tiff, maafkan aku yang pergi tanpa memberitahumu dulu aku harus kembali ke USA, tadi aku ke apartemenmu tapi kau tak ada, aku baru ingat kau akan menghadiri sidang yuri. aku harap kasusnya segera terselesaikan dan yuri bisa segera dibebaskan. agar tiket yang ku beri tak sia sia.

ah ya, aku akan mengucapkan terimakasih padamu atas semuanya selama aku tinggal disini, kau benar sahabat terbaikku, bahkan mungkin aku akan sangat bahagia jika kau menjadi kekasihku hahaha just kidding babe

jaga kesehatanmu baik baik tiff, aku pastikan kita akan bertemu kembali karna aku tahu aku pasti akan merindukanmu hehehe

lupakan semua kesedihanmu dan hiduplah bahagia dengan orang orang yang mencintaimu, I love you my Tiffy, chu!” 😘

“mwo?! jessie pergi?” ucap tiffany terkejut setelah membaca surat itu, yuri dan yoona pun ikut terdiam mendengar itu

“oddiga?” tanya yoona yang sudah menghampiri tiffany dan membaca surat itu, yoona ikut membelalakkan kedua matanya setelah membaca surat itu

“unnie ayo ikut aku” ucap yoona kembali sambil menarik tangan yuri membawanya keluar

“hey.. kalian mau kemana?” teriak tiffany yang masih berada di dalam apartemen, iapun segera berlari menyusul

“oddiga?” tanya yuri heran namun yoona terus melangkahkan kakinya cukup cepat dan ketiganya memasuki sebuah taksi meninggalkan apartemen tiffany

15 menit perjalanan, kini taksi itu menepi. ketiga yeoja itu tiba di bandara incheon. rupanya yoona buru buru ingin menyusul jessica dengan harapan  jika yeoja itu masih berada disana

“apa masih mungkin jessie masih berada disini? ahjumma bilang dia menitipkan surat itu sudah beberapa jam yang lalu yoong” ucap tiffany mengikuti langkah yoona

namun yoona masih terdiam, ia berhenti di sebuah layar besar yang menampilkan jadwal penerbangan dari incheon airport, ia melihat semua penerbangan ke USA sudah tidak terssedia, iapun kembali berjalan menuju tempat check in tiket

“permisi, apa semua penerbangan ke USA sudah take off?”

“nne, penerbangan terakhir sudah take off 2 jam yang lalu”

“ah begitu ya, kamsahamnida” ucap yoona membungkukkan badannya pada petugas itu, iapun kembali berjalan menghampiri yuri dan tiffany yang berdiri tak jauh darinya

“bagaimana?” tanya yuri

“dia sudah pergi” ucap yoona lemas kembali berjalan meninggalkan bandara

Yuri yang melihat perubahan pada yoona langsung menatap tiffany dan mengangkat alisnya menanyakan apa yang terjadi

“aku juga tidak mengerti yul, yang ku tahu mereka sering bertengkar seperti anjing dan kucing setiap kali bertemu”

Yuri dan tiffany pun segera menyusul yoona

……………..

di ruang pribadi tuan choi

“tuan, yuri sudah dibebaskan dari tahanan” ucap salah satu anak buah tuan choi

“sial! apa yang terjadi?”

“anak korban menarik semua tuntutan dan beberapa kumpulan bukti bukti yang menunjukkan jika yuri tak bersalah”

“dasar sersan bodoh!” umpat tuan choi kesal “lalu, apa ada yang membuntutinya sekarang?”

“nne, 3 orang sudah diarahkan untuk selalu membuntutinya, dari info yang saya dapat, yuri tak pulang ke rumahnya tuan”

“oddiga?”

“dia bersama 2 orang yeoja menuju sebuah apartemen dan hingga sekarang mereka masih berada disana, diduga adiknya juga berada di salah satu mereka”

“yesung-ah apa kau sudah mendapatkan identitas adiknya?”

“nne tuan, ini” ucap anak buah bernama yesung itu sambil menyerahkan berkas identitas adik yuri

“hmmm…” *srrak!!* tuan choi melempar berkas itu kasar ke atas mejanya “segera singkirkan mereka” lanjutnya

“baik tuan” ucap para anak buah tuan choi kemudian meninggalkan ruangannya

Yesung berjalan memisahkan diri dari tim nya, ia berjalan memasuki lift dan menekan tombol lantai 3 pada mansion milik tuannya itu

*tok tok tok* jimin mengetuk pintu salah satu kamar dalam mansion itu sambil sesekali menoleh ke segala arah dengan tatapan waspadanya

“masuklah” ucap seseorang dari dalam, pintu itupun terbuka secara otomatis

“apa aku mengganggu?” tanya yesung setelah memasuki kamar, ia melihat sooyoung sedang duduk di atas kursi di balkon

“anniyo, aku menunggu kabar darimu, bagaimana ayahku?”

“aku baru saja menemuinya dan memberitahu jika yuri sudah dibebaskan dari penjara, apa nuna juga sudah tahu?”

“tentu saja, apa ayahku menanyakan tentang adiknya?”

“nne, dan aku telah memberikan berkas identitas tentang adiknya dari yang nuna berikan kemarin, tuan choi meminta untuk segera membunuhnya, setelah meninggalkan kantor polisi yuri bersama seorang wanita mnuju rumah sakit dan menemui seseorang, namun setelah keluar mereka menjadi bertiga dan sampai sekarang mereka berada di sebuah apartemen”

“apa kau tahu alamatnya?”

“nne, ini” ucap yesung mengambil sebuah kertas kecil berisikan alamat sebuah apartemen dan memberikannya pada sooyoung

“sudah ada anak buah appa yang membuntuti mereka?’

“nne, jisung taeyang dan dragon sudah berada disana membuntutinya”

“hmm… ada lagi?”

“hanya itu nuna”

“baiklah, gomawo yesung-ah aku harus segera pergi dan jangan beri tahu ayahku tentang ini”

“nne nuna” ucap yesung menundukkan kepalanya memberi hormat pada majikannya itu

…………………………

Yuri berjalan memasuki kamar tiffany, ia melihat yoona sedang duduk terdiam memandang keluar jendela

“sepertinya yedongsaengku sedang bersedih” ucap yuri menghampiri yoona dan ikut duduk disampingnya

“aku sedang tak bersemangat” ucap yoona menatap yuri sekilas kemudian kembali memangku wajahnya dengan kedua tangannya

“wae..? apa ini ada hubungannya dengan jessica?” goda yuri membuat yoona menatapnya begitu nama yeoja itu disebut

“jadi itu benar?” ucap yuri kembali karena yoona hanya terdiam “kau selalu terlihat marah jika aku membicarakan jessica kemarin”

“hmm… sepertinya aku menyukainya” ucap yoona menundukkan wajahnya

“mwo? woah.. daebak” ucap yuri menepuk nepukkan kedua tangannya “aigoo.. yedongsaeng unnie sudah mulai dewasa sekarang” lanjutnya sambil mengusap rambut yoona

“tapi aku sudah membuatnya marah”

“huh? wae…?”

“aku mencium bibirnya”

“mm… mmwo?” ucap yuri terkejut “bagaimana bisa? tapi kau sudah mengungkapkannya kan?”

“aku sengaja melakukan itu, aku juga sudah mengungkapkannya beberapa kali tapi dia sepertinya tak mempercayaiku”

“pasti karena kau mengatakannya sambil bercanda kan? -____- ” 

“anniyo aku selalu serius mengatakannya, tapi tak apalah seperti ini, dia sudah pergi jauh membawa kemarahannya terhadapku”

“wae..? mengapa kau membuatnya marah? yah! ingat pesanku, jangan pernah menyakiti hati seseong apalagi dia seorang yeoja”

“dia sudah memiliki kekasih dan namja itu mengatakan akan menikahinya”

“hemm… rumit sekali, tapi apa kau yakin jessica tak menyukaimu?”

“molla… yang ku tahu dia selalu menolakku” ucap yoona kembali sendu

“jangan sedih, kau ini adikku yang paling cantik sekaligus tampan, pasti akan banyak yang mau padamu” ucap yuri merangkul pundak yoona, yoona pun tersenyum menatap unnienya itu meskipun senyumnya dipaksakan, karena bagaimanapun juga yoona tetap masih mencintai jessica

“hey kenapa kalian belum tidur?” ucap tiffany yang baru saja selesai mandi

“pembicaraan seorang adik dan kakak hehehe, kau lekaslah tidur fany-ah kau pasti lelah, kau juga yoong” ucap yuri segera berdiri dan memakai kembali jaketnya

“huh? kau mau kemana yul?” tanya tiffany heran

“aku harus ke rumah, mr. lee pasti mencariku”

“jadi kau tak menginap disini?” ucap tiffany terlihat sedikit kecewa

“nne.. mianhae.. tapi aku akan selalu berkunjung kemari, tolong jaga adikku ya” ucap yuri mengusap usap kepala tiffany membuat kedua pipi yeoja dihadapannya itu mulai memerah

“n.. nne t.. ttentu saja” ucap tiffany gugup

“kalau begitu aku pergi dulu” ucap yuri memeluk yoona “jaga kesehatanmu, jangan berlatih dulu untuk sementara waktu ini, call?” lanjutnya

“call” ucap yoona setuju

yuri pun diantar tiffany menuju pintu keluar

“aku pulang dulu” ucap yuri membalikkan badannya menghadap tiffany setelah tiba di pintu apartemen tiffany

“nne, jaga dirimu baik baik yul.. dan jika ayahmu jahat tidurlah disini”

“hahaha… baiklah” ucap yuri tertawa melihat kepolosan sahabat yang dicintainya itu, iapun memeluk tiffany kemudian kembali membalikkan badannya berjalan meninggalkan apartemen

tiffany menundukkan wajahnya dan memasukkan tangan kanannya kedalam saku bathrobe yang dikenakannya, kemudian ia mengeluarkan dua lembar tiket sebuah pertunjukkan teater, tiket itu ia dapatkan saat membuka kotak phone case yang diberikan oleh jessica bersama sebuah catatan kecil

“tadinya aku membeli 2 lembar tiket ini untuk kita menonton bersama untuk merayakan malam ulang tahunmu, ku pastikan pertunjukannya sangat bagus, tapi sayangnya aku harus segera pergi, so’ pergilah berkencan bersama yuri, dan segeralah ungkapkan perasaanmu padanya, ppali!! atau aku akan mengambil yul darimu”  

tiffany kembali tersenyum mengingat apa yang jessica tuliskan pada catatan itu, iapun segera mengangkat wajahnya dan berlari menyusul yuri yang masih berdiri menunggu pintu lift terbuka

“yul chankaman!” teriak tiffany membuat yuri menoleh kearahnya

“nne? ada apa fany-ah?” ucap yuri berjalan menghampiri tiffany yang belum sampai padanya

“apa minggu depan kau akan sibuk?”

“tentu saja tidak, minggu depan adalah hari ulang tahunmu, aku akan mengosongkan semua kegiatanku agar bisa bersamamu”

“ah kebetulan, kajja kita menonton pertunjukkan ini” ucap tiffany memperlihatkan sebuah poster kecil bersama 2 tiket pertunjukkan itu

“huh? apa ini?”

“pertunjukkan teater, ini terlihat seru”

“hmm…”

“wae? apa kau tak menyukainya?” ucap tiffany terlihat sedih melihat ekspresi yuri

“anniyo, hanya saja kau kan yang akan berulang tahun, seharusnya aku yang mengajakmu keluar fany-ah”

“yaish aku pikir apa, gwaenchanna… lagipula ini dari jessica, tadinya dia membelikan 2 tiket ini untukku dan untuknya tapi dia lebih dulu pergi”

“kenapa kau tak mengajak taeyeon?” tanya yuri membuat tiffany tersentak, hatinya kembali merasa tak enak mendengar nama mantan kekasihnya itu disebut yuri memang belum mengetahuinya

“an.. anniyo.. aku sedang ingin pergi bersamamu, ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu yul”

“ah… jadi kau merindukanku? hahaha baiklah… tapi…”

“tapi apa?”

“karena ini kencan pertama kita setelah sekian lamanya maka kau harus berdandan secantik mungkin”

“hahaha kau tenang saja babo!” ucap tiffany menjitak kepala yuri

saat itupun pintu lift terbuka setelah yuri tekan

“aku harus segera pergi” ucap yuri mengusap kepala tiffany kemudian berjalan memasuki lift

“nne, hati hati yul” ucap tiffany tersenyum memperlihatkan bulan sabit pada kedua matanya membuat yuri kembali terkesima, namun senyuman itu perlahan menghilang setelah pintu lift tertutup

sambil terus tersenyum dengan perasaan bahagia, tiffany berjalan memasuki apartemennya

………………………………………….

setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, jessica akhirnya sampai di USA dan diantarkan tyler ke rumahnya yang ia tinggali bersama adiknya krystal, ia sengaja tak langsung menuju rumah orang tuanya karena ingin beristirahat sejenak terlebih ia masih enggan bertemu kedua orang tuanya saat bersama tyler

begitu tiba, tyler membantu jessica membawakan barang barangnya kedalam rumah jessica

“sepertinya adikmu sedang pergi”

“hemm… sepertinya begitu”

“bagimana jika aku tidur di rumahmu?”

“what? no tyler, kau harus pulang”

“why? bukankah kita sudah biasa?”

“anni… aku sedang merasa sangat lelah”

“hmm… baiklah aku mengerti, kau segerah beristirahat, besok aku akan kembali” ucap tyler mengecup singkat bibir jessica

“hati hati” ucap jessica menutup pintu rumah dan menguncinya. ia terlalu malas berbincang lama dengan kekasihnya itu

Setelah selesai mandi, jessica langsung berbaring diatas tempat tidurnya karena merasa lelah, namun sebelum kedua matanya terpejam ia mengambil ponsel dan mengaktifkannya

jessica tersenyum ketika menerima dan membaca sebuah pesan yang masuk

“aku sudah mengajaknya dan dia mau pergi denganku, aku sedikit kecewa karena dia kembali menyebut nama orang itu, thanks so much tiketnya baby, aku akan segera mengungkapkannya, tiffany jjang!! ^_^ i love you jessie, aku akan selalu merindukanmu” – My Tiffy

Jessica kembali meletakkan ponsel itu diatas meja kamarnya, ia tak berniat membalas pesan dari sahabatnya itu, karena merasa sangat lelah perahan iapun memejamkan matanya dan dalam sekejap dirinya sudah berada di dunia mimpi

……………………………………

Taeyeon baru saja tiba di rumahnya, saat membukakan pintu tiba tiba ponselnya bergetar menerima panggilan, taeyeon mengambil ponsel yang berada di dalam saku jasnya dan mengangkat telepon itu setelah melihat nama yang tertera dilayar panggilan

“yoboseyo, ada apa hyo? kau begadang lagi?”

“taenggu-yaa oddiga?” tanya hyoyeon

“aku baru saja tiba di rumahku, wae?”

“andwae! kau tak boleh masuk! pergilah dari sana”

“mwo? wae..? aku baru saja tiba, aku lelah”

“andwae taenggu yah, kau dalam baha…”

*tut..tutt…tutt….* belum sempat hyoyeon menyelesaikan telepeonnya sudah terputus

saat mendengarkan hyoyeon, tanpa taeyeon sadari tak jauh darinya seseorang baru saja menembakkan sebuah senjata peredam suara kearahnya dan peluru itu menembus kakinya hingga membuat taeyeon terjatuh didepan pintu

“akhh!!!” teriak taeyeon kesakitan, ia melihat ponselnya tergeletak setelah terbanting, sambil menahan sakit pada kakinya taeyeon berusaha meraih ponsel itu namun seseorang sudah berdiri didekat ponsel itu dan menginjak ponsel itu sekuat tenaga hingga hancur, taeyeon terkejut dan mengangkat wajahnya melihat sosok itu namun sayangnya orang yang berdiri didekatnya itu mengenakan penutup kepala sehingga taeyeon tak dapat melihat wajahnya, tiba tiba 2 orang lain datang dan menyerang taeyeon dengan pemukul baseball

*bukkk!!! bukk!!!*

“akhh!!!”

tak henti henti nya ketiga orang itu memukuli dan menendang tubuh taeyeon kemudian menyeretnya kedalam rumah

*brukk!!!* tubuh taeyeon dilempar dengan keadaan terbaring taeyeon hanya bisa terdiam menahan rasa sakitnya sementara darah terus keluar dari kakinya yang terkena tembakan itu

“hancurkan tempat ini” ucap salah satu dari ketiga namja itu

mereka pun segera memasang beberapa bom waktu di setiap sudut ruangan dan dengan segera mereka meninggalkan rumah taeyeon setelah menekan waktu mundur dari bom itu

taeyeon mengangkat wajahnya melihat kearah salah satu bom yang terpasang tak jauh darinya itu, ia melihat sisa waktu yang hanya menyisakan 5 menit 37 detik. dengan bersusah payah ia berusaha bangun agar keluar dari rumahnya sebelum bom bom itu meledak dan menghancurkan tubuhnya, namun sayangnya luka tembakan dan pukulan pukan dari ketiga namja itu membuat tubuhnya sangat lemah hingga ia kembali terjatuh

“sial” gumam taeyeon yang masih terbaring lemah dilantai, wajahnya semakin memucat karena banyaknya darah yang keluar

ia kembali memandang waktu yang tertera pada bom itu yang hanya menyisakan waktu 3 menit  26 detik untuknya.

“apa aku harus berakhir seperti ini?” ucapnya kembali dalam hati, perlahan ia tersenyum memejamkan kedua matanya, saat itu pula air mata taeyeon mengalir seiring mengalirnya waktu yang terus berkurang pada bom bom itu

 

TBC

Nunggu banyak yang baca dan komen baru dilanjut 😁 hehe

We Are Different part 7

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

………………………………………………

Setelah mematikan televisi sooyoung berjalan menuju dapur, ia melihat yoona sedang membelakanginya sehingga tidak tahu kehadirannya, ia menghentikan langkahnya memperhatikan yoona yang sedang memotong beberapa gurita yang akan diolahnya perlahan sooyoung mengambil pisau dan menyembunyikannya dibalik punggung, ia kembali berjalan menghampiri yoona dalam diam

“akhh!!!!!” teriak yoona

“baboya.. pisau itu terlalu kecil untuk memotong gurita, kkah obati lukamu” ucap sooyoung menggeser yoona yang sedang meniup niup jarinya yang teriris pisau, sooyoungpun menggantikan posisi yoona dan mulai mengiris iris daging gurita itu

“gurita gurita itu tak ingin diam, hati hati dengan jarimu” ucap yoona

“tenang saja, aku tak sepertimu” ucap sooyoung yang dengan mudah memotong daging gurita itu kedalam beberapa bagian

“woah daebak” ucap yoona takjub

“mengapa kau masih disini, lekas obati jarimu”

“ini hanya luka kecil” ucap yoona menunjukkan luka di jari telunjuknya yang masih mengeluarkan darah itu

Sooyoung menghentikan kegiatannya dan menaruh kedua tangannya diatas pinggang sambil memandang yoona

“arraso… kau seperti eommaku saja” ucap yoona mempoutkan bibirnya dan mulai menyalakan kran membersihkan lukanya

“jadi kapan kau mulai berlatih?” tanya sooyoung

“molla, amber belum menghubungiku”

“kau benar benar ingin melakukannya?”

“nne, aku tidak mungkin terus bergantung pada unnieku, aku tahu bahaya besar sedang mengikuti kehidupan kami” ucap yoona sedikit menundukkan kepalanya memikirkan apa yang telah didengarnya beberapa hari lalu di kantor polisi

Flashback

Setelah yoona meninggalkan amber dan yuri, yoona tidak langsung pergi,ia bersembunyi dibalik dinding ruangan itu untuk mendengarkan pembicaraan dua yeoja itu, ia tahu itu pembicaraan yang serius

“jadi kau berhasil menangkap para pengintai itu? siapa mereka?” tanya yuri kembali serius, amber menegakkan badannya dan mulai mencondongkan tubuhnya mendekati yuri

“2 diantaranya mati tertembak, untungnya masih ada 1 orang yang hidup, mereka anak buah dari tuan choi”

“hmm…”

“eh? kau tak terkejut?”

“aku sudah menduganya, sebenarnya aku sudah tahu jika tuan choi pemilik rumah sakit itu, aku berpikir jika tuan choi berniat membunuhku dan yoona”

“karena itu untuk saat ini mianhae aku tak bisa membantumu keluar dari sini”

“Tapi masih ada hal yang ganjal” ucap yuri terlihat sedang berpikir

“Ganjal? Maksudmu?”

“Seharusnya aku yang tertembak padahal posisiku sangat mudah untuk dibidik, tapi justru tuan kim yang tertembak dan lagi….” ucap yuri mengingat kembali kejadian itu “posisi peluru yang menembus punggung tuan kim bukan posisi untuk membunuh, kalaupun tuan kim yang menjadi sasaran harusnya pada kepalanya atau bagian jantungnya”

“Jadi maksudmu pengintai itu melakukan kesalahan?”

“Aku rasa disana tidak hanya ada satu orang, aku mendengar sedikit keributan dan saat aku menyerang mereka aku yakin salah satu dari mereka terkena tembakanku, karena aku mendengar teriakannya dan dia terjatuh, lalu mendengar suara langkah kaki memasuki hutan”

“Apa menurutmu seseorang mencoba menggagalkan aksi penembakan itu?”

“Entahlah aku masih belum yakin”

“Apa kau sempat melihat wajahnya?”

“Sayangnya tidak”

“Daebak”

“Nne?” gumam yuri tak mengerti

“Pendengaranmu sangat tajam, itulah mengapa kau masih hidup sampai sekarang” ucap amber takjub

“Hahaha yah, aku bersyukur akan hal ini”

“Mianhae, aku belum bisa melakukan apa apa sekarang”

“gwaenchanna, aku hanya akan terus memintamu menjaga adikku”

“baiklah”

“dan latihlah dia bela diri”

“eh?? bukankah dulu kau melarangnya?”

“nne, tapi setelah kejadian ini pasti bahaya akan selalu mengintainya”

“arra, ah apa dia tahu tentang ayahmu?”

“anniyo, aku masih belum bisa memberitahunya, aku takut akan melukai jantungnya”

“baiklah, kalau begitu aku harus segera pergi mengawasi adikmu, aku akan segera melatihnya nanti”

“gomawo” ucap yuri memeluk amber

Setelah mendengar itu yoona langsung pergi, beruntung yuri dan amber tidak mengetahui keberadaannya. dan semenjak itu yoona selalu memikirkan apa yang dikatakan unnienya itu

Flashback end

cukup lama terdiam, pandangan yoona tertuju pada lengan sooyoung yang terluka

“Kenapa kau diam saja? Kau membuang buang air” ucap sooyoung menyadarkan yoona, ia pun segera mematikan kran air yang sedari tadi terus menyala

“Eh mianhae…” ucap yoona

“Untuk saat ini aku mungkin akan jarang berada di restoran”

“Huh? Wae?”

“Aku diminta membantu unnieku mengurus perusahaannya, jadi kau harus bisa mengurus restoran , lagipula kekasihmu juga berada disana”

“Begitu ya, hahaha dia bukan kekasihku bodoh”

“Tapi kau menyukainya”

“Yaish… Bagaimana bisa kau tahu?”

“Yah, wajah bodoh sepertimu sangat mudah ditebak”

“Hahaha menyebalkan”

“Kajja ,makanan sudah siap” ucap sooyoung menata makanan itu keatas nampan ,yoonapun membantu membawakannya dan keduanya menikmati makan malam bersama

……………………………..

Keesokan harinya

*ting tong* pagi pagi sekali bel pintu apartemen jessica berbunyi

Jessica yang sudah terbangun dan sedang menyiapkan sarapan pun segera berlari dengan semangat membuka pintu apartemennya

“Yah, kau sekarang jadi ra….” ucap jessica saat membuka pintu namun ucapannya terhenti saat bukan yoona yang berada dibalik pintu itu “tyler?” ucap jessica kembali menatap wajah pria dihadapannya itu

“Baby, ternyata kau memang disini” ucap tyler langsung memeluk jessica

Dengan cepat jessica melepaskan pelukan tyler

“Ada apa kau kemari?”

“Baby, selama ini aku selalu mencarimu”

“Kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi, tolong pergi dari hadapanku” ucap jessica mulai emosi ,ia menutup pintu apartemennya namun tyler menahan

“Baby, dengarkan penjelasanku dulu ,ini tak seperti yang kau pikirkan”

“Penjelasan apa lagi? Kau sendiri yang melepaskanku! Kau pikir aku tak tahu apa yang kau lakukan dengan wanita didalam kantormu itu, huh?!!” ucap jessica mulai menitikkan air matanya

“Baby, aku tak ada hubungan apa apa dengannya”

“Cukup! Aku muak mendengar alasan bodohmu itu!” teriak jessica mendorong keras pintunya namun tyler sekuat tenaga menahannya

“Dia sahabatku! Dia hanya mencoba menenangkanku ketika aku down!” teriak tyler membuat jessica melepaskan pintu itu

“Saat itu aku tak berniat melepaskanmu, saat itu pikiranku benar benar kacau dengan keadaan perusahaanku yang sedang tak baik, aku mencoba menghubungimu karena aku membutuhkanmu untuk menenangkanku, tapi berkali kali kamu menolaknya dan aku mengetahui kau sedang merayakan pesta bersama teman temanmu” ucap tyler kembali membuat jessica terdiam dalam tangisnya, kini emosinya mulai memudar

“saat tahu hal itu aku sangat kacau, disaat aku terjatuh tak ada satupun yang mengerti, maafkan aku saat itu aku dalam keadaan emosi dan putus asa, aku benar benar minta maaf atas apa yang telah aku ucapkan, aku sangat menyesal”

Jessica kembali menangis mendengar penjelasan dari tyler

Melihat jessica terdiam tyler kembali memeluknya

“Aku benar benar menyesal dengan keputusanku, aku selalu mencarimu kemana pun dan akhirnya aku bisa menemukanmu, aku mohon kembalilah padaku, aku benar benar sangat mencintaimu” ucap tyler

Saat itu juga yoona membalikkan badannya dibalik dinding tak jauh dari mereka, beberapa saat yang lalu saat tiba didepan apartemen, yoona bertemu dengan seorang pria yang tampak kebingungan sedang mencoba menghubungi seseorang, namun pria itu segera menaruh ponsel kedalam sakunya saat melihat yoona berjalan melewatinya

“Hey.. Excuse me” ucap pria itu

“Ya?” gumam yoona menghentikan langkahnya

“Apa kau penghuni apartemen disini?”

“Anniyo, aku ingin menemui temanku”

“Ah apa kau mengenal seorang perempuan bernama jessica jung?”

“Jessica jung?” ucap yoona tampak heran

“dia kekasihku yang sudah lumayan lama pergi dari USA, selama ini aku selalu mencarinya, aku mendapatkan kabar dari adiknya jika dia tinggal di apartemen ini”

Yoona terdiam mendengarnya, apalagi setelah pria ini mengatakan jika dia kekasih dari jessica jung, pria yang diceritakan telah meninggalkan jessica karena perempuan lain, yoona merasa geram namun ia sendiri bingung mengapa pria ini mencari jessica dan bahkan mencarinya sampai seoul.

“Ya, dia salah satu penghuni apartemen ini” ucap yoona setelah cukup lama terdiam

“Benarkah? Ah thanks god!” ucap pria itu tampak senang “kalau begitu, apakah kau tahu nomor kamarnya?” lanjutnya

“nomor 418” ucap yoona

“Ah thanks so much! Aku beruntung bertemu denganmu” ucap pria itu menggegam kedua tangan yoona

Pria itu pun berjalan memasuki gedung apartemen menuju kamar jessica, karena khawatir yoona mengikuti pria itu dari belakang

namun setelah keluar dari lift ia memperhatikan mereka cukup lama, awalnya ia akan menghampiri ketika melihat jessica sedang berusaha menutup pintu yang ditahan oleh pria bernama tyler itu, namun setelah mendengarkan penjelasan tyler yoona menghentikan niatnya dan ia melihat jessica berpelukan bersama pria itu, tanpa terasa itu membuat hati yoona terluka. ia pun segera pergi meninggalkan apartemen

…………………………………..

*tap tap tap*

suara langkah seseorang berlari membuat kedua mata yuri terbuka, ia melihat seseorang membukakan pintu sel dengan nafas yang tak teratur seusai berlari menuju tempatnya

“yy… yyul…!! huh huh huh huh!!”

“nne? apa yang terjadi?” tanya yuri melihat wajah vivian yang memucat

“ayahmu yul, kajja ikut aku” ucap vivian segera membawa yuri keluar dan memasuki mobil menuju rumah sakit

“ayahku? ada apa dengan tuan kim?” tanya yuri masih tak mengerti

“ayahmu mengalami kritis kembali”  ucap vivian dengan fokus mengendarai mobil yang dibawanya

Sesampainya di rumah sakit kedua yeoja itu segera berlari menuju ruang dimana tuan kim di rawat, begitu tiba sudah banyak orang orang dan polisi yang berdiri diluar ruangan, semuanya tampak begitu serius

“sir, bagaimana sekarang? apa yang terjadi?” ucap vivian kepada atasannya yang sudah berada disana

“kenapa dia ada disini?” tanya sersan yang menggantikan posisi taeyeon untuk sementara itu

“aku yang membawanya, bagaimana pun juga dia berhak tahu”

“sayangnya kalian terlambat” ucap sersan itu menundukkan kepalanya

“nne? apa yang terjadi?” tanya vivian

tanpa pikir panjang yuri berjalan dan membukakan pintu ruangan itu, ia tampak terkejut saat  mlihat taeyeon sedang menangis sambil memeluk tuan kim yang terbaring dengan kedua mata yang tertutup, semua alat yang terpasang pada tubuhnya telah dilepas

“tuan kim tidak dapat tertolong” ucap sersan itu

Yuri terdiam mematung atas apa yang telah dilihatnya, air matanya berhasil lolos membasahi pipinya, entah mengapa hatinya begitu sakit menerima kenyataan itu jika tuan kim yang ternyata ayah kandungnya sudah tidak ada di dunia ini tanpa sempat keduanya berbincang

Yuri kembali berjalan mundur, ia sempat melihat taeyeon yang melihat kehadirannya namun taeyeon tak berkata apa apa ataupun tak terlihat emosi saat melihat kehadiran yuri

“yul, kajja” ucap vivian menarik lengan yuri dan dibawanya ke rooftop rumah sakit

“mianhae aku terlambat membawamu” ucap vivian menundukkan kepalanya

saat itu juga tubuh yuri roboh dan menangis sejadi jadinya sambil terduduk

“appa…” ucap yuri dalam tangisnya “appa… wae…?” ucap yuri kembali

Sementara vivian terdiam menundukkan kepalanya

……………………………………..

Setelah beberapa hari tak masuk kini jessica kembali bekerja di restoran, namun ia merasa heran ketika tak melihat yoona maupun sooyoung didalam sana, biasanya ia selalu dijemput yeoja yang selalu mengganggunya bahkan kemarin pun yoona sama sekali tak menemuinya

“Luna-yaa apa kau tak melihat yoona dan sooyoung?” 

“Sooyoung unnie untuk beberapa hari ini tak bisa mengunjungi restoran, sedangkan yoong unnie sepertinya hari ini tak akan bekerja ,kau juga sudah beberapa hari ini tak masuk”

“Ah ya ada beberapa hal yang harus aku urus, Huh yoona? Why?”

“Molla.. kemarin wajahnya tampak buruk, dia juga hanya bekerja setengah hari”

“Ah begitu ya, kalau begitu aku ganti pakaian dulu, gomawo luna-yaa” ucap jessica kemudian berjalan memasuki ruang ganti “Aneh sekali, apa mungkin dia sedang bertengkar lagi dengan yuri?” gumamnya

………………………….

“Fany unnie?” panggil yoona saat melihat yeoja yang dikenalnya sedang berjalan dari arah halte menuju sebuah gedung rumah duka dimana acara penghormatan terakhir kematian tuan kim

“Oh hey yoong, kau juga akan mendatangi penghomatan terakhir tuan kim?” tanya tiffany segera menghampiri yoona dan keduanya kembali berjalan beriringan

“Nne aku ingin menemani yul unnie, kenapa unnie berangkat sendiri? Tak bersama taeyeon unnie?”

“Ah anni..y..” ucap tiffany namun tak dilanjutkannya begitu melihat kearah seseorang yang tak jauh dihadapannya

Ia melihat taeyeon yang sedang berdiri didepan peti jenazah ayahnya. Tiffany menghentikan langkahnya di bagian barisan belakang para pengunjung yang sedang memberikan penghormatan terakhir, suasana didalam sangat ramai oleh para pendatang yang menghadiri acara itu

“Wae..?” ucap yoona ikut melihat kearah yang dilihat tiffany

Yoona terkejut dan membulatkan kedua matanya ketika melihat taeyeon yang sedang berpelukan seorang yeoja yang dikenalnya “taeyeon unnie? Sunny unnie?” gumam yoona kemudian kembali memandang tiffany

“Hubungan kami sudah berakhir” ucap tiffany tersenyum miris memandang yoona, kedua matanya sudah terlihat berkaca kaca karena bagaimanapun juga melihat pemandangan itu membuat hatinya terasa sakit

“Gwaenchanna…” ucap yoona merangkul dan menepuk pundak tiffany

“Nne, aku akan baik baik saja… Gomawo yoong” ucap tiffany kembali tersenyum

“Sir, tersangka mendatangi tempat ini” ucap salah seorang polisi menghampiri dan memberitahukan atasannya

Suara polisi itu cukup keras membuat orang orang didalam ruangan itu sempat ramai membicarakan kasus itu, mereka tampak geram karena yang mereka tahu jika yuri benar benar tersangka dibalik penembakkan yang terjadi pada tuan kim

Tak berapa lama yoona dan tiffany melihat yeoja yang dikenalnya memakai pakaian serba hitam dengan kedua tangan yang di borgol memasuki ruangan itu, awalnya yoona tampak senang melihat unnie nya namun ia terkejut saat melihat seorang namja menghampiri yuri dan memukulnya

“Yah!! Dasar pembunuh!” teriak namja itu mencoba terus menyerang yuri namun para polisi dengan segera menahan namja itu, tidak hanya namja yang menyerang yuri, banyak para pengunjung pun yang menyoraki dan memaki yuri membuat vivian kembali membawa yuri keluar, awalnya yuri menolak namun karena melihat situasi akhirnya yuri kembali meninggalkan ruangan dan memasuki mobil

Saat itu juga yoona dan tiffany mengikutinya

“Unnie! Chankkaman!” teriak yoona begitu keempat yeoja itu tiba di base ment

“Huh? Yoong, kau juga datang kemari” ucap vivian saat menoleh kebelakang

“Nne, aku tahu jika yul akan kemari, bisakah kau beri waktu untukku dan unnieku?”

“Baiklah, kalian bisa berbicara didalam van itu, disana cukup luas” ucap vivian melepaskan geganggaman tangannya pada lengan yuri

“Kajja unnie” ucap yoona menggandeng lengan yuri dan memasuki sebuah van hitam milik vivian

Vivian pun membawa tiffany sedikit menjauhi mereka

Begitu duduk ,yoona memandang yuri yang terus terdiam sambil menunduk

“Kenapa kau tak menepisnya?” ucap yoona sambil mengusapkan ibu jarinya pada darah yang keluar dari ujung bibir yuri akibat pukulan namja itu

“Aku… “ ucap yuri menahan tangisnya

Yoonapun memeluk yuri

“Arra, memang menyakitkan.. Kau boleh menangis” ucap yoona

Tanpa menunggu lama tubuh yuri pun bergetar menumpahkan tangisannya dipelukan yoona

“Ini memang tak adil ketika 24 tahun kita tak mengetahui sosok seorang ayah, dan ketika dia ada justru malah pergi meninggalkan kita” ucap yoona mengusap usap punggung yuri

Yuri terkejut mendengar apa yang dikatakan adiknya itu, iapun segera melepaskan pelukannya

“Yoong, kau sudah tahu?”

“Nne… Aku tak sengaja mendengarnya saat kau berbicara dengan amber unnie” ucap yoona

“Yoong mianhae, bukan maksudku tak ingin memberitahumu” sesal yuri

“Gwaenchanna, awalnya memang aku terkejut saat mengetahui korban itu adalah ayah kandung kita , aku tahu kau tak akan membunuh sosok yang selalu kau kagumi sejak kecil meskipun kita tak pernah tahu sosoknya” ucap yoona merapikan poni poni rambut yuri yang terlihat berantakan “aku diberitahu amber jika appa meninggal, aku langsung segera kesini karena aku tahu kau pasti akan datang” lanjutnya

Yuri kembali menitikkan air matanya memandang yoona

“Aku belum sempat menanyakannya kenapa dia meninggalkan eomma padahal eomma selalu menceritakan hal hal yang bagus tentangnya padaku, bahkan eomma selalu memberitahuku jika aku tak boleh memebencinya” ucap yuri “bahkan aku belum sempat mengenalkanmu padanya” lanjutnya sambil menundukkan kepala

“Gwaenchanna, mianhae aku sebenarnya tak peduli tuan kim appaku atau bukan, karena bagiku sosok ayah yang ku kenal sejak kecil adalah kau, sejak kecil kau selalu menjadi tulang punggung membantu eomma untuk kita tetap bertahan hidup bahkan setelah eomma pergi pun kau tetap menjadi sosok orang tua bagiku” ucap yoona kembali memeluk yuri

Ingatan yoona kembali pada beberapa tahun silam dimana dirinya sedang didalam kantor kepala sekolah bersama kedua orang tua dari musuhnya, hara

Yoona dan hara telah terlibat keributan dilapangan basket saat jam olahraga berlangsung sehingga kedua orang tua masing masing baik yoona maupun hara dipanggil oleh kepala sekolah, kedua orang tua hara telah hadir kecuali yoona

“Yah, aku tak memiliki banyak waktu! Mana orang tuamu! Kepala sekolah, beri saja dia hukuman” ucap ayah hara yang tampak geram

“Mwo? Enak saja kau bicara, aku sudah sampai!” ucap yuri yang sudah berdiri didepan pintu

Yoona tersenyum saat melihat unnie nya itu

“Yah, siapa kau huh?” ucap ayah hara sambil menunjuk yuri

“Em.. Dia perwakilan dari orang tua yoona” ucap kepala sekolah

“Mwo? Yah, jangan bercanda! Sesibuk apa orang tuanya huh?” ucap ayah hara meninggikan suaranya

“Aku memang orang tuanya! Wae..? Apa kau takut huh?”  ucap yuri tak mau kalah

“Tuan, mianhae.. Kedua orang tua dari siswa ini memang sudah tidak ada ,jadi hanya yuri unnie nya yang bertanggung jawab” ucap kepala sekolah kembali

“Huh pantas kelakuannya seperti itu, karena tak pernah mendapatkan didikan orang tua”

“Yah ahjushi! Justru anakmu yang kurang mendapatkan didikan darimu, lihat saja wajahnya lebih banyak terluka dibanding adikku, sudah jelas dia yang membully adikku, adikku hanya ingin mempertahankan diri”

“Mwo? Yah..!” 

“Wae…? Ahjushi pikir aku tak dapat membuktikannya, pak kepala sekolah bisa menujukkan cctv jika mau, aku berani dikeluarkan dari sekolah ini jika dugaanku salah” ucap yuri memotong pembicaran ayah hara “kajja yoong” ucap yuri kembali sambil menarik tangan yoona dan menundukkan badannya pada kepala sekolah sebelum mereka meninggalkan ruangan

“Mwo??? Yah! Anak kurang ajar” teriak ayah hara menunjuk tunjuk yoona dan yuri yang sudah keluar dari ruangan

“Sudah sudah tuan, dilihat dari rekaman cctv itu memang benar..”

“Jadi kau ingin menghukum anakku? Kau berani menghukum anak dari perusahaan YJ group dibanding 2 anak tanpa orang tua itu?”

“Emm.. Mianhae tuan, sebenarnya kwon bersaudara sudah diangkat menjadi anak dari tuan lee, aku tak bisa memberitahumu tadi karena mereka tak ingin orang orang tahu”

“M..mmwo? Lee dari bourbound group?” ucap ayah hara tampak terkejut dengan wajah yang memucat

“Nne tuan” ucap kepala sekolah

Setelah meninggalkan ruangan kepala sekolah yuri membawa yoona ke kantin sekolah

“Apa kau terluka?” tanya yuri memeriksa wajah yoona, ia terlihat khawatir karena yoona tak bisa berkelahi

“Anniyo, saat hara membullyku dengan keras aku melemparkan bola basket yang ku genggam ke wajahnya, saat dia ingin membalas untungnya sonsaengnim tiba tepat waktu, hara sudah menaikkan kursi untuk memukulku, hampir saja”

“Ah syukurlah” ucap yuri mengusap kepala yoona

“Aku pikir kau akan memarahiku”

“Mwo? Anniyo, untuk apa aku memarahimu, seharusnya tadi aku tendang wajah ahjhusi itu yang sudah berani memakimu” ucap yuri yang terlihat kesal

“Hahaha andwae, nanti kau mendapat hukuman” ucap yoona tertawa

“Duduklah, kau ingin minum apa? Akan ku pesankan” ucap yuri

“Tapi unnie inikan bukan waktu istirahat”

“Kau tenang saja, lagipula salah mereka sendiri yang telah menyita waktu, lagipula kalaupun memasuki kelas kita pasti akan dimarahi guru”

“Tapi kenapa kau bisa tahu jika hara yang memulai duluan”

“Ah.. Itu, tadi saat berjalan di koridor tiffany memanggilku dan memberitahuku jika hara memang selalu membully orang orang, sebenarnya aku hanya berbicara asal asalan saat meminta kepala sekolah untuk mengecek cctv, tapi untunglah ucapanku benar hahaha” ucap yuri tertawa bangga

“Yaish… Aku ingin jus jeruk” 

“Baiklah ,tunggu disini” ucap yuri meninggalkan yoona untuk memesankan minuman

Yoona tersenyum memandang punggung yuri yang berjalan menjauh

Flashback end

“Harusnya aku tendang wajah ahjushi yang berani memukulmu itu” ucap yoona menirukan apa yang yuri katakan dulu

Yuri sedikit tertawa mendengarnya, kini ia sudah tak lagi menangis

“Andwae… Nanti kau akan dihukum kepala sekolah” ucap yuri menanggapinya

Keduanya kini tertawa dan melepaskan pelukan

“Kau harus segera keluar dari sel, kita harus segera membawa para pelaku menggantikan posisimu”

“Baiklah, tapi… Apa kau masih selalu bersama sooyoung?”

“Kau tenang saja” ucap yoona tersenyum memandang yuri

“Jaga dirimu baik baik yoong” ucap yuri

…….

Sementara diluar, tiffany dan vivian berdiri menunggu yuri dan yoona

Kedua yeoja itu sedari tadi tampak terdiam dengan kesibukan masing masing

Tiffany yang sibuk diam memainkan kakinya sedangkan vivian yang sibuk mengunyah permen karet, keduanya sesekali saling melirik satu sama lain hingga kini tatapan keduanya bertemu, tiffany langsung menundukkan kepalanya

“Ah ya, aku baru sadar kenapa kau ada disini? Bukankah seharusnya kau bersama taeyeon?” ucap vivian memulai percakapan

“Anniyo, kami sudah berpisah..” ucap tiffany

“Hmm… Pantas” ucap vivian mengangguk anggukkan kepalanya

“Apa selama didalam sel yuri hidup dengan baik?”

“Kenapa kau tak tanyakan langsung padanya?” ucap vivian

“Anniyo, dia selalu menutupi keadannya karena tak ingin membuatku khawatir”

“Ah… Begitu ya, nne dia hidup dengan baik, makan minum dan mandi sesuai jadwal”

“Syukurlah, gomawo telah menjaga yuri dengan baik, kalau begitu aku permisi pergi lebih dulu, tolong sampaikan pada yoona nanti” ucap tiffany mulai melamgkahkan kakinya

“Kapan aku akan mengungkapkannya?” ucap vivian membuat langkah tiffany terhenti

“Nne?” gumam tiffany merasa heran

“Atau mungkin apa yul yang sudah mengungkapkannya?” ucap vivian

“Maksudmu?” tanya tiffany masih belum mengerti

“Aigoo ternyata si bodoh itu memang pengecut” ucap vivian menepuk jidatnya

“Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan”

“Yah, sebenarnya aku tak berhak memberitahukan hal ini, tapi aku sudah muak melihat tingkah kalian, haishhh… Yuri menyukaimu!”

“Mwo? Tentu saja, dia sahabatku” ucap tiffany

“Yah, baboya…! Dia mencintaimu! Kau tahukan cinta itu apa?”

“Mwo??? C.. C…cinta? Anniyo, tak mungkin, bukankah kalian…”

“Nne.. Aku minta maaf saat kemarin hanya ingin menggodamu, lagipula aku hanya ingin memastikan apa cinta yuri memang benar benar bertepuk sebelah tangan, tapi setelah melihat tingkahmu aku sudah tahu jika kau juga menyukainya”

Tiffany semakin terkejut mendengarnya, selama ini ia selalu menyangka jika vivian dan yuri kembali bersama, namun yang lebih terkejut ketika ia mengetahui jika yuri mencintainya ternyata bukan karena hanya sekedar sahabat

“Yuri sudah mencintaimu saat pertama mengenalmu di sekolah, tapi saat itu kau justru mencintai taeyeon, jadi dia lebih memilih tetap menjadi sahabatmu sampai sekarang, sadarlah.. Apa perhatiannya padamu kurang dari yang taeyeon berikan, aku rasa lebih dari itu” ucap vivian

“Kenapa kau bisa tahu? Bukankah kau mantan kekasihnya?”

“Hmm… Sedikit memalukan mengatakan hal ini, kami dari kecil sudah bersahabat dan akan tetap bersahabat sampai kapanpun, selama menjelang pesta malam perpisahan yuri memintaku untuk berpura pura menjadi kekasihnya agar saat perpisahan tiba, awalnya aku menolaknya karena kita berbeda sekolah, tapi setelah aku tahu dia menyukai sahabatnya yang bernama tiffany hwang namun sudah memiliki kekasih akhirnya aku menerimanya, kau tahu perasaannya saat malam perpisahan ketika diatas panggung taeyeon menciummu? Ughh…! Hatinya benar benar hancur”

Air mata tiffany berhasil lolos dari kedua pipinya, ia benar benar terkejut mendengar penjelasan dari vivian sampai ia menutup mulut dengan telapak tangannya

Flashback

Tiffany dan yuri sedang bersantai menikmati jam istirahat mereka di sebuah taman dibawah pohon tempat kesukaan mereka

“Ah tak terasa sudah menjelang perpisahan” ucap yuri mengadahkan kepalanya memandang langit yang tampak cerah

“Kau benar, ah sedih sekali” ucap tiffany mempoutkan bibirnya

“Wae?”

“Kau tahu kan malam puncak nanti akan ada undian hukuman bagi yang tidak membawa pasangan harus tampil diatas panggung”

“Kau tenang saja, lagipula siswa tingkat akhir banyak yang tak memiliki pasangan”

“Tapi kau tahu sendiri yul nasibku disini seperti apa, sudah pasti hyomin akan beraksi”

“Kenapa kau terlihat cemas, gwaenchanna… Tunjukkan suara emasmu pada mereka” ucap yuri tersenyum menatap tiffany

“Huh? Memang kau pernah mendengarkan aku berbanyi?” 

“Anniyo hehehe” 

“Yaish… Aku tak bisa melakukannya”

“Wae…?”

“Aku hanya ingin bernyanyi untuk orion” ucap tiffany dalam hati

“Aku yang akan menjadi pasanganmu saat malam perpisahan nanti” ucap yuri membuat tiffany mengangkat wajahnya kembali

“Huh? Kau lagi?” ucap tiffany

“Hehehe apa boleh buat, kau bilang kau tak ingin bernanyi dihadapan mereka”

“Hemmmm…..” gumam tiffany menopang dagunya sambil memandang kearah lapangan basket, kedua matanya tertuju pada sosok kecil yang sedang bermain basket bersama teman temannya, sosok kecil yang tekenal pandai dalam berbagai mata pelajaran dan menjadi ketua tim basket di sekolahnya, kim taeyeon

“Kau masih mengharapkannya?” tanya yuri yang mengetahui arah tatapan tiffany

“Bahkan sampai tak terasa hingga mendekati perpisahan” ucap tiffany

Yuri terdiam memandang sahabatnya yang masih fokus menatap taeyeon itu

Begitu jam perlajaran berakhir, yuri meminta tiffany dan yoona untuk pulang terlebih dahulu karena alasan ada urusan di sekolah.

Dan setelah melihat yoona dan tiffany keluar dari gedung sekolah, yuri segera berlari menuju rooftop gedung, ia membuka pintu gudang tempat penyimpanan peralatan sekolah yang sudah tak terpakai, kemudian yuri mengambil sebuah peti kayu yang tersimpan didalam sebuah lemari ,ia terdiam memandang peti itu ,ia teringat saat pertama kali membuatkan peti kayu itu pada tiffany

“Igo” ucap yuri memberikan peti kayu yang dibuatnya pada tiffany

“Apa ini?” tanya tiffany heran

“Peti untuk menyimpan surat surat cintamu pada taeyeon, kau bilang kau tak berani memberikannya, bisa menyimpanannya disini, setidaknya saat setelah lulus nanti dan memiliki suami kau bisa membacanya kembali untuk mengenang cinta pertamamu”

“Yah, dia bukan cinta pertamaku”

“Ah terserah saja dia cinta pertamamu atau bukan hahaha”

“Tapi kau benar juga, aku akan menyimpannya” ucap tiffany dengan senyum bulan sabitnya, iapun menyimpan seluruh surat yang selalu ia buat untuk taeyeon didalam peti itu dan disimpannya kedalam lemari didalam gudang

Setelah cukup lama terdiam, yuri mengambil sebuah kunci peti itu, sebenarnya ia tak memberitahu tiffany jika ia juga memiliki kunci serep peti itu dan diam diam selalu membaca isi surat yang tiffany buat untuk taeyeon

Yuri membawa peti itu dan kembali turun, langkahnya menuju lapangan basket dimana masih ada tim basket sekolah yang sedang berlatih, yuri duduk di kursi penonton hingga sesi latihan usai ,yuri pun langsung mencari sosok yang ditunggunya didalam ruang ganti

“Taeyeon-ah!” panggil yuri pada sosok pendek yang sedang berjalan dan berbincang dengan temannya itu

Taeyeonpun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya melihat kearah yuri

“Ada apa?” ucap taeyeon

“Bisakah kita berbicara sebentar?”

“Untuk? Apa kau mengenalku?” ucap taeyeon menaikkan sebelah alisnya

“Ada hal yang penting yang ingin aku bicarakan, sebentar saja. Anniyo, aku kwon yuri dari kelas bisnis B”

“Baiklah” ucap taeyeon “kalian duluan saja” lanjutnya pada teman temannya itu hingga didalam ruang ganti hanya ada mereka berdua

“So?” ucap taeyeon

“Sebenarnya, aku hanya ingin memberikan ini” ucap yuri memberikan peti kayu kecil dan sebuah kunci pada taeyeon

Taeyeon kembali menaikkan sebelah alisnya merasa heran

“Itu surat cinta yang dibuat sahabatku untukmu sedari kelas pertama” ucap yuri

“Cih” decak taeyeon tersenyum meremehkan, ia memang sering mendapatkan surat surat cinta bahkan makanan dan coklat dari para penggemarnya di sekolah dan saat itu juga ia selalu menolaknya karena telah memiliki sunny, namun kini ia justru mendapatkan sekotak surat surat yang telah lama dipendam penggemarnya itu

“Setahuku kau sudah berpisah dengan sunny” ucap yuri membuat taeyeon geram dan menjatuhkan keras peti kayu itu beralih mencengkram keras kerah seragam yuri

“Yah! Tau apa kau huh? Jangan ikut campur urusanku!” ucap taeyeon

“Anniyo… Aku tak bermaksud menguntitmu, lagipula hampir seluruh sekolah sudah tahu” ucap yuri namun taeyeon semakin keras mencengkram kerah seragam yuri dan mendorong tubuhnya hingga membentur loker loker

“Jadi kau ingin meremehkanku?” 

“Anniyo, tidak sama sekali” ucap yuri membuat taeyeon melepaskan cengkraman pada kerah seragamnya

“Dia tiffany hwang sahabatku, dia benar benar telah lama menyukaimu, aku pastikan dia adalah orang yang sangat tulus, aku sudah sangat lama mengenalnya, aku harap dia benar benar bisa mengobati lukamu” ucap yuri kembali membuat taeyeon terdiam “aku harap kau bisa membuka hatimu” lanjutnya sambil menepuk pundak taeyeon kemudian pergi meninggalkannya

Taeyeon terdiam mencerna kembali apa yang diucapkan oleh yuri, pandangannya kini kembali ke peti kayu yang ia lempar. Taeyeon pun mengambil peti itu dan malam itu satu persatu taeyeon membaca surat yang tiffany buat hingga habis

Satu minggu kemudian

“Yul…. !!” teriak tiffany sambil berlari menghampiri yuri yang sedang berbaring dibawah pohon

“Wae…? Mengganggu tidurku sa…”

Belum sempat yuri melanjutkan bicaranya, tiffany sudah langsung memeluknya

“Yul, hari ini aku bahagia ,sangat bahagia!” ucap tiffany yang terus terusan tersenyum menampakkan bulan sabit pada kedua matanya

“Wae wae wae?? Kau baru saja mendapatkan jackpot eoh?”

“Anniyo… Bukan itu”

“Wae??”

“Taeyeon tadi menemuiku dan mengajakku berbicara hanya berdua! Kau tahu? Dia telah membaca surat surat ku!” ucap tiffany excited

“Waah… Chukkhae, lalu apa yang taeyeon ucapkan padamu?”

“Dia bilang masih sedikit sulit membuka hatinya tapi setelah membaca surat suratku dia akan berusaha membuka hatinya untukku dan memintaku menjadi pasangannya saat pesta perpisahan nanti, kyaaa!!!” teriak tiffany sambil tertawa dan meloncat loncat girang

Yuri pun ikut tertawa dan ikut meloncat, meskipun perasaannya sakit tapi baginya kebahagiaannya tiffany adalah kebahagiannya

“Tapi… Kau dengan siapa nanti?” ucap tiffany dengan raut wajah sedihnya

“Ah ya, aku juga hampir lupa memberitahumu, aku sudah mendapatkan pasangan untuk pesta nanti”

“Yah! Kau jahat sekali tak lekas memberitahuku, untung taeyeon datang tepat waktu”

“Hahaha kau benar” ucap yuri sambil tertawa dipaksakan

“Tapi… Nugu?”

“Emm.. Sebenarnya dia seseorang yang sudah lama aku sukai, tapi dia berbeda sekolah, kau jangan bilang siapa siapa ya”

“Baiklah rahasia terjaga, tapi… Kau sudah memiliki kekasih sekarang” ucap tiffany denga raut wajah yang kembali terlihat sedih

“Wae…?”

“Perhatianmu padaku akan terbagi bahkan mungkin kau akan melupakanku”

“Baboya…! Tentu saja tidak akan, aku akan tetap selalu ada untukmu, kau tenang saja lagipula dia berbeda sekolah hahaha”

“Ah… Kau benar hehehe, hmm… Bahagia sekali sekarang” ucap tiffany membaringkan tubuhnya diatas rumput dengan paha yuri sebagai bantalan kepala nya, perlahan tiffany memejamkan matanya

“Ya… Aku harap kau selalu bahagia” ucap yuri tersenyum memandang wajah tidur tiffany sambil mengusap usap rambut panjangnya itu membuat tiffany kembali tersenyum

Flashback end

“Aku.. Aku pergi dulu, mianhae” ucap tiffany segera berjalan meninggalkan basement setelah mendengarkan apa yang telah diceritakan vivian

“Huh? Apa aku salah bicara?” gumam vivian saat melihat kepergian tiffany

Tak berapa lama setelah tiffany pergi, yoona membuka pintu mobil dan keluar dari sana

“Kau sudah selesai berbicara dengan yul?”

“Nne, huh tiffany unnie oddiga?”

“Ah.. Dia sudah pulang, kau ingin ku antar?”

“Begitu ya, anniyo aku membawa motorku” ucap yoona “unnie, aku pergi dulu, jaga kesehatanmu” lanjutnya pada yuri yang baru saja membuka kaca mobil

“Nne yoong, hwaiting! Jangan terlalu dipaksakan jika kau lelah”

Yoonapun pergi meninggalkan mereka, ia memutuskan untuk mengunjungi restoran sebelum amber menjemputnya untuk memulai latihan

Hanya butuh waktu 15 menit yoona sampai disana, ia melihat papan “close” restoran itu sudah terpasang

Hari ini sangat banyak pengunjung sehingga bahan bahan di restoran cepat habis dan tutup lebih cepat

“Yah, kau kemana saja?” ucap jessica begitu melihat yoona baru saja memasuki restoran

“Menemui unnieku” ucap yoona berjalan melewati jessica tanpa melihat kearahnya

“Benarkah? Lalu bagaimana kabarnya sekarang?” tanya jessica berjalan mengikuti yoona

“Dia baik baik saja” ucap yoona sambil terus berjalan menuju dapur

“Key, aku lapar tolong masakkan makanan untukku” ucap yoona kembali pada key sang koki restoran yang sedang membereskan dapur

“Mianhae nuna, bahan bahan sudah habis aku dan irene baru akan belanja bahan bahan setelah selesai membereskan restoran” ucap key

“Ah begitu ya, yasudah kalau begitu” ucap yoona kembali berjalan meninggalkan dapur

“Kau lapar? Kajja kita makan diluar, aku jadi ketagihan untuk makan di kedai jajangmyeon ahjumma itu” ucap jessica kembali berjalan mengikuti yoona

“Tidak kau saja, lagipula aku tak terlalu lapar” ucap yoona masih terus mengacuhkan jessica dan berjalan keluar dari restoran namun jessica masih terus berjalan mengikutinya

“Chankkaman… Tumben kau berkata seperti itu, biasanya kau sangat shikshin” ucap jessicia

Baru saja yoona membalikkan tubuhnya hendak menghentikan jessica, seorang namja dengan pakaian rapinya menghampiri mereka

“Baby, apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya pria itu membuat yoona dan jessica menoleh

“Tyler? Nne restoran baru saja tutup” ucap jessica

Yoona terkejut saat tiba tiba tyler memeluk jessica tepat dihadapannya

“Aku lapar, ayo kita makan” ucap tyler menggenggam tangan jessica hendak membawanya pergi

“Wait” ucap jessica menghentikan langkahnya  “yoong kau mau kemana?” lanjutnya kembali menghentikan langkah yoona yang hendak meninggalkan mereka

“Aku akan pulang, wae? Kau sudah dijemput kekasihmu”

“Kami mau makan, apa kau mau ikut?” ucap jessica

“Anniyo” ucap yoona menatap jessica yang selalu terlihat indah dimatanya ,namun kini hati nya terasa sakit melihat keindahan itu

Cukup lama keduanya terdiam saling tatap

“Hey.. Bukankah kita pernah bertemu di apartemen kekasihku?” ucap tyler menghampiri kedua yeoja itu

“Ah.. Ya” ucap yoona tersenyum dipaksakan

“Pantas kau mengetahui ruangan apartemen jessica,ternyata kalian sudah saling mengenal, apa kau rekan kerjanya?” ucap taeyeon

“Annieyo, dia pemilik restoran tempatku bekerja” ucap jessica

“Huh? Begitu ya, i’m so sorry aku baru mengetahuinya”

“Gwaenchanna, aku pergi dulu” ucap yoona tersenyum pada jessica dan tyler kemudian berjalan meninggkan restoran

Sementara jessica masih terus memandangi kepergian yoona

“Baby, ayo” ucap tyler menggenggam tangan jessica dan membawanya memasuki mobil

“Jadi kalian sudah pernah bertemu?” tanya jessica setelah mengingat percakapan tyler dengan yoona tadi

“Yea.. Dia yang memberitahuku nomor apartemenmu” jawab tyler yang sesekali melihat ke arah kekasihnya itu

“Apa waktu dia mau menjemputku ya? Ada yang aneh dengan sikapnya hari ini” gumam jessica dalam hati memikirkan yoona

…………………………………

Yoona sudah di jemput amber dan dibawanya ke gedung fitness milik yuri pribadi yang selalu dipakainya untuk berlatih

“Woah… Ini semua milik unnieku?” ucap yoona takjub saat melihat isi ruangan besar itu terlihat lengkap dengan berbagai alat fitnrss bahkan terdapat ring arena tinju

“Tentu saja, kau baru mengetahuinya?”

“Nne, dulu aku pernah diajaknya tapi aku malas hehehe, apa hanya kau dan dia yang memakai ini?”

“Nne.. Aku pernah mengusulkan untuk membuka gedung ini untuk dipakai umum, tapi yul menolaknya, dia lebih suka berlatih dalam sepi”

“Dasar, selalu saja menyendiri” gumam yoona

Hari itu juga yoona mulai berlatih dengan amber sebagai pelatihnya

…………………………….

Beberapa hari kemudian

Di apartemen tiffany

Tiffany terbangun setelah beberapa hari mengurung diri didalam kamarnya , ia terdiam memandang langit langit kamar, pikirannya kembali memikirkan apa yang telah diceritakan oleh vivian tentang perasaan yuri padanya.

Tiffany mengambil ponselnya dan membuka album foto melihat gambar gambar dirinya bersama yuri

*dugdugdug*

“Ah kenapa dengan detak jantungku? Kenapa aku begitu bahagia melihat ini” ucap tiffany dalam hatinya, saat melihat foto yuri yang sedang mencium pipi nya

“Woah cute! Yul, kajja kita selca” ucap tiffany yang sudah siap memegang kamera. Namun yuri tiba tiba mencium pipinya untuk yang pertama kali tepat saat menekan tombol kamera itu 

“Yah! Apa yang kau lakukan yaish.. Untung taeyeon sedang tidak ada disini” ucap tiffany mempoutkan bibirnya “bisa bisa kau dihajar olehnya” lanjutnya sementara yuri hanya tertawa kemudian melihat hasil foto itu

“Hahaha gwaenchanna, pipimu sangat menggemaskan aku jadi tak tahan hahaha bagaimana hasilnya?”

“Yaish…” ucap tiffany menepuk keningnya saat melihat hasil foto itu

“Wah bagus sekali! Jangan di hapus ya”

“Shirro.. Aku tak ingin taeyeon marah” ucap tiffany mengotak atik kameranya

“Jebaljuseyo unnie.. Pwweaseee…” ucap yuri memohon dengan suara aegyeo nya

“Sudah, blee” ucap tiffany memberikan merong pada yuri dan menunjukkan layar kamera yang sudah tak memperlihatkan foto mereka

Yuri pun mempoutkan bibirnya kesal

Perlahan tiffany tersenyum mengingat kenangan foto itu, sebenarnya ia tak menghapusnya hanya menekan tombol hide hingga yuri tak mengetahuinya

“Kau tak bekerja?” ucap jessica yang sudah berdiri didepan pintu kamar tiffany

Karena terlalu fokus ,tiffany sampai tak menyadari kehadiran jessica

“Kau mengagetkanku saja jessie, annieyo aku sudah berhenti, duduklah” ucap tiffany mengganti posisinya duduk diatas tempat tidur

Jessicapun menghampiri dan duduk disamping sahabatnya

“Why?”

“Hotel itu milik taeyeon”

“Hmm… Apakah putus hubungan juga harus meninggalkan semuanya yang berhubungan dengannya tiff?” 

“Entahlah, hatiku masih begitu sakit”

“Arra.. Aku mengerti, Kau terlihat sangat berantakan” ucap jessica merapikan poni poni tiffany yang sedikit acak acakan itu

Jessica telah mengetahui hubungan taeny telah berakhir, pagi itu setelah tiffany meninggalkan apartemen taeyeon ia langsung menemui jessica dan menumpahkan semua kesedihannya. Jessica sendiri merasa sangat marah melihat sahabat dekatnya tersakiti, namun ia bingung tak bisa berbuat apa apa karena tiffany melarangnya saat akan menemui taeyeon untuk memarahinya. Tiffany sangat membenci pertengkaran

“Jessie, jika sekarang aku mencintai seseorang apa aku terlihat murahan?”

“What? Tentu saja tidak baby, justru itu lebih bagus setidaknya kau bisa melupakan taeyeon, siapa orang itu?”

“Y..yy..yuri” ucap tiffany ragu dan menundukkan kepalanya

“Hemm… Fany-ah, aku sudah tahu kau mencintainya sejak lama”

“Mwo? Bagaimana kau bisa tahu?”

“Kedua matamu terlihat berbinar setiap kali menceritakan tentangnya, bahkan kau yang tadinya bersedih setelah bertengkar dengan taeyeon langsung ceria dan terlihat bahagia saat yuri menemuimu, I know all of you baby”

“Tadi pagi vivian sahabatnya menceritakan semua tentang perasaan yuri padaku”

“Dan yuri mencintaimu?” ucap jessica membuat tiffany terkejut memandang jessica

“B..bbagaimana kau..”

“Yuri yang memberitahuku” potong jessica “setiap kali kita jalan berempat yuri selalu menceritakan tentangmu, aku pikir dia akan mengungkapkannya padamu secara langsung, ternyata justru kau tahu dari orang lain, huh.. Dasar kwon yul, tapi kau jangan kecewa fany-ah, dia hanya ingin menjaga perasaanmu yang saat itu masih bersama taeyeon”

“Kau sudah tahu perasaanku padanya, apa kau memberitahu itu pada yul?”

“Annieyo.. Aku bukan jembatan penghubung hubungan orang tiff, aku lebih suka melihat perasaan kalian bertemu pada waktunya” ucap jessica tersenyum memandang sahabatnya itu, hatinya ikut bahagia saat mengetahui kedua sahabatnya saling mencintai

“Aku baru menyadari jika aku telah lama menyukainya, perasaanku selalu berbeda saat bersamanya, tapi saat itu aku selalu menepisnya, aku takut persahabatan kita berubah jika aku mengungkapkan perasaanku, lagipula saat itu aku masih belum yakin dan aku tak ingin menyakiti taeyeon”

“Dan sekarang perasaanmu dan perasaan taeyeon sama sama terbebas, sudahlah.. Kalian sudah menemukan orang yang tepat, kini saatnya kau mulai menata kembali perasaanmu pada yuri” ucap jessica

“Tapi aku bingung bagaimana mememulainya” ucap tiffany terlihat sendu

“Yah! Kalian sudah kenal dan bersahabat sangat lama, bersikap seperti biasanya saja”

“Kau tahu aku adalah orang yang mudah gugup jessie” 

“Ck, arraso.. Akupun entah mengapa jadi seperti itu sekarang” ucap jessica mengalihkan padangannyankeluar jendela

“Why? Apa karena kekasihmu sudah kembali? Oh ya ,kemana dia?”

“Aku rasa bukan” ucap jessica “dia sedang pergi keluar bertenu dengan rekan bisnis nya”

“Lalu karena apa?”

“Apa kau pikir aku bisa menyukai seorang yeoja?” tanya jessica memandang tiffany

“Molla” ucap tiffany mengangkat kedua bahunya “tapi bukannya kau menyukaiku” lanjutnya dengan polos

“Hemm kau benar tiff” ucap jessica memandang datar pada tiffany

“Hehehe aku hanya bercanda, memang ada apa denganmu jessie?”

“Entahlah, sebelum tyler kembali ada seseorang yang membuat perasaanku berubah ubah”

“Wah, jinjja?” ucap tiffany terkejut “Tapi aku tak mengerti maksudmu” ucapnya kembali

“Tyler kembali dan telah menjelaskan semuanya ,tapi entah mengapa perasaanku biasa saja sedangkan orang itu sudah mampu membuat perasaanku beraduk aduk padahal aku belum lama mengenalnya”

“Hmm.. Itu karena dulu kau terlalu kecewa pada tyler, woah mungkin kau mulai jatuh cinta padanya”

“Kau benar aku terlalu benci pada tyler, tapi… Aku sendiri ragu pada perasaanku pada orang itu”

“Pilihlah mana yang terbaik untukmu, jessie”

Jessica hanya terdiam memandang tiffany

“Tapi… Yeoja itu bukan aku kan?” ucap tiffany kembali

“Yah!!! Tentu saja bukan” ucap jessica menjitak kepala tiffany keduanyapun tertawa

“sudah jam 4, aku harus pergi” ucap jessica setelah melihat jam tangannya

“Oddiga?” 

“Molla.. Hehe perasaanku mengatakan aku harus pergi”

“Huh? Dasar aneh, kau baru saja pulang bekerja, apa tak lelah? Mau ku temani?” 

“Andwae.. Kau istirahat saja, lagipula aku malu membawa yeoja dengan kedua mata yang membengkak, nanti orang mengira aku yang menyakitimu” ucap jessica memberikan merong pada tiffany

“Yaish..”

Jessica pun pergi meninggalkan apartemen, ia memberhentikan sebuah taksi

“Sudaj beberapa hari ini dia menghindariku, Huh mengapa aku terus memikirkanya? Apa dia sudah makan?” gumam jessica, ia mulai menekan tombol panggilan pada sooyoung

“Yoboseyo” ucap sooyoung dibalik telepon

“Soo, apa yoona bersamamu?”

“Annieyo, aku pikir dia sedang berlatih hari ini”

“Berlatih? Apa?”

“Nne, bela diri”

“What? Bukankah dia sedang sakit?”

“Nne.. Kau benar”

“Yah!! Kau sahabatnya, mengapa tak melarangnya”

“Hemmm… Apa boleh buat, itu keinginannya”

“Yaish… Apa kau tahu dia dimana?”

“Nne, akan aku kirimkan alamatnya”

*klik* jessica mengakhiri panggilanya dan tak berapa lama sooyoung mengirimkan pesan berisi sebuah alamat

Jessica pun langsung menuju ke alamat itu

Tak berapa lama taksi yang ditumpanginya berhenti didepan sebuah gedung yang cukup besar, jessica segera turun dan memasuki gedung itu

“Kenapa sepi sekali” gumamnya begitu masuk ,beruntung pintu gedung itu tak terkunci

Ia terus berjalan masuk melewati beberapa alat latihan fittness hingga mendengar sebuah suara tak jauh darinya ,jessica segera berjalan menuju sumber suara itu, ia tersenyum sekaligus kesal saat melihat yoona masih terlihat sedang berlatih bersama seorang yeoja berambut pendek

“Kau sudah cukup bagus dan sangat cepat menguasainya”

“Tentu saja, yul unnie selaluenceramahiku  jika kita melakukannya bersungguh sungguh maka akan terasa mudah”

“Hahaha tapi ini biasanya cukup sulit bagi pemula yoong” ucap amber, namun ia mengalihkan pandangannya saat melihat seorang yeoja yang berdiri di belakang yoona, yoona pun ikut membalikkan badannya

“Kenapa kau ada disini?” ucap yoona terlihat tak suka

“Harusnya aku yang bicara seperti itu” ucap jessica tak mau kalah

“Aku rasa latihanmu sudah cukup, kalau begitu aku pergi dulu” ucap amber menepuk pundak yoona dan segera meninggalkan kedua yeoja itu

Yoona pun mengalihkan padandangannya, ia mengambil handuk kecil dan mengelap keringatnya

“Bukan urusanmu” ucap yoona

“Wae…? Kenapa kau bersikap seperti ini padaku?” 

“Biasa saja” ucap yoona berjalan melewati jessica namun dengan segera jessica menahan tangan yoona

Ia sangat tidak menyukai seseorang yang memendam apapun padanya sekalipun orang itu membencinya

“Aku ini sudah lama belajar ilmu psikologi dan sudah lama juga aku membaca berbagai pikiran orang lain” ucap jessica

Yoona menghentikan langkahnya dan terdiam sejenak, kemudian ia berbalik menghadap jessica

“Berarti kau sudah mengerti dengan apa yang ada di pikiranku” ucap yoona kembali berbalik dan berjalan

“Aku tak bisa” ucap jessica menghentikan langkahnya “aku tak bisa membaca sikap maupun pikiranmu” lanjutnya menundukkan kepala

“Wae?” ucap yoona

“Karena kau sangat menyebalkan dan selalu berubah ubah” kesal jessica

“Lalu mengapa kau kemari?” ucap yoona membuat jessica tersentak dan merasa bingung

“Aku… Itu karena aku diberitahu jika kau sedang berlatih bela diri, kau tahu kan itu tak akan baik untuk kesehatanmu saat ini”

“Kenapa kau peduli?” ucap yoona membuat jessica merasa terskak mat kembali

“Wae…? Aku hanya ingin tahu mengapa kau bersikap seperti menghindari ku”

“Kau mungkin bisa belajar membaca pikiran orang lain, tapi kau tak belajar bagaimana arti cemburu” ucap yoona

Sebenarnya ia tak merasa kaget dan memiliki pikiran itu sebelumnya atas sikap yoona padanya, hanya saja ia masih ragu dengan perasaan yoona maupun perasaannya

“W…why..?” ucap jessica gugup

Yoona tak bisa menjawabnya, ia mulai berjalan menghampiri jessica dengan tatapan seriusnya

Hal itu membuat jessica semakin gugup dan perlahan ia memundurkan langkahnya hingga terhenti saat punggungnya menabrak sebuah alat fitness, detak jantungnya semakin tak karuan karena jarak tubuhnya dengan tubuh yoona begitu dekat jessica kembali mengangkat wajahnya menatap kedua mata yoona yang masih terlihat serius

Dengan cepat yoona menurunkan wajahnya dan mencium bibir jessica dalam dalam membuat yeoja dihadapnnya itu sangat terkejut dengan apa yang dilakukan yoona

Jessica mencoba mendorong tubuh yoona berusaha melepaskan diri namun tubuh yoona dengan kuat mengunci tubuhnya

“Mmmmhhh…..!!!” erang jessica mencoba menggeleng gelengkan wajahnya hingga ciuman yang cukup lama itu terlepas, yoona pun melepaskan tubuhnya dan mengambil nafas yang hampir kehabisan karena cukup lama berciuman itu

*plak!!!* dengan keras jessica menampar pipi yoona, tanpa mengucapkan apa apa ia berlari meninggalkan yoona yang masih berdiri mematung

Sementara yoona masih terdiam membiarkan jessica pergi, tangannya meraba pipinya yang terasa panas akibat tamparan jessica

2 hari yang lalu tyler menemuinya tanpa sepengetahuan jessica, tyler selalu melihat jessica terus bersikap aneh dan selalu menceritakan yoona padanya, ia juga tahu jika yoona menyukai jessica setelah jessica menceritakan itu padanya, jessica jika sedang merasa kesal pasti akan mengungkapkan kekesalannya itu, sata itu jessica memang merasa kesal pada yoona yang selalu menghindarinya.

Karena itu tyler mendatangi yoona dan mengancamnya agar menjauhi jessica dan membuat jessica kembali ke USA. Ia memberitahu yoona jika ayah jessica tak bisa menerima hubungan sesama jenis dan tyler mengatakan akan segera menikahi jessica jika ia kembali ke USA. Setelah itu yoona terus memikirkan apa yang diucapkan tyler, satu sisi ia memikirkan perasaannya namun sisi lain ia juga memikirkan perasaan orang tua jessica, sudah cukup lama juga jessica tinggal di seoul sudah pasti otang tuanya sangat merindukan jessica.

Akhirnya dengan terpaksa yoona melakukan hal itu pada jessica agar yeoja itu membencinya karena ia tahu jessica telah menolak perasaannya

“Akh!” rintih yoona mulai merasakan sakit pada jantungnya, ia segera mengambil kunci motor dan meninggalkan gedung

………………………………

Malam harinya yoona tiba di villa

“Uhhuk!! Uhhuk!!” yoona terus terbatuk sedari perjalanan pulang tadi, wajahnya terlihat pucat dengan keringat dingin yang sudah membasahi tubuhnya, ia terus memegang dada nya yang sudah mulai terasa sakit

“Soo…” panggil yoona saat memasuki villa yang terlihat sepi itu

Karena tak ada sahutan, iapun memasuki kamarnya

*bruukk!!* belum sampai ditempat tidurnya yoona terjatuh ke lantai akibat jantungnya yang semakin terasa sakit

Dengan sekuat tenaga ia merangkak menuju laci untuk mengambil obat miliknya

Tadi siang yoona terlalu semangat berlatih sampai lupa meminum obatnya bahkan yoona belum mengisi perutnya dengan makanan sedari pagi

“Akh…!!” teriak yoona kesakitan sambil menekan dadanya

Akhirnya dengan susah payah ia sampai dan membuka laci yang cukup tinggi itu, pandangannya mulai terlihat buram, ia mulai bangun dan merogoh rogoh isi laci mencari obat obatan miliknya

Namun setelah dapat, karena tangannya yang bergetar ia tak sengaja menjatuhkan botol kecil berisi obat obat miliknya hingga hingga botol itu menggelinding di lantai

“Sial” gumam yoona

“Akh…!!” *brukkk!!!*

Yoona kembali terjatuh ke lantai dan terbaring dengan posisi miring. Ia dapat melihat botol obat itu berada tak jauh dari hadapannya, yoona pun merentangkan tangannya mencoba meraih botol itu namun tak usai didapatkannya

*ceklek* 

Tiba tiba seseorang membukakan pintu kamar yoona dan berdiri disana

Yoona tak dapat melihat jelas wajah orang itu, karena kondisi kamarnya yang minim cahaya dan pandangannya yang buram

Orang itu berjalan menghampiri dan menundukkan kepalanya saat melihat botol kecil berisi obat milik yoona

Orang itu pun berjongkok dihadapan yoona dan meraih botol obat itu namun ia tak lekas memberikannya pada yoona

“T.. Ttolong aku…” ucap yoona dengan sekuat tenaga mengadahkan tangannya pada orang itu

Orang itu masih terdiam dan tiba tiba melempar botol obat kecil itu tepat masuk kedalam kotak sampah yang berada diujung kamar

Akhirnya pandangan yoona mulai memudar dan menjadi gelap

……………………………………

“Kau masih belum bisa membunuhnya? Huh?” 

“Mianhae, hanya saja waktunya yang selalu tidak tepat”

“Hari ini kau akan menemuinya bukan”

“Nne, akan aku lakukan hari ini”

……………………………..

“Anniyo, ini tidak mungkin!” ucap yuri “katakan ini hanya mimpi”

TBC


Maafkan lama, abis liburan 🙏

We Are Different part 6

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

…………………………………………….

10 tahun yang lalu

“Youngie-ya ppali, appa akan terlambat” ucap tuan choi yang sudah berdiri menunggunya, ia membukakan pintu mobil untuk sooyoung

Sooyoungpun segera berlari dan memasuki mobilnya, namun ia merasa heran saat melihat ada 2 anak kecil lain yang duduk di jok belakang

“Nugu?” ucap sooyoung yang sudah duduk disamping mereka

“Mereka putri dari pasien appa yang meninggal, sekarang kita akan mampir dulu ke panti asuhan karena appa harus mengantar mereka kesana” ucap tuan choi yang sudah berada di dalam mobil

Tuan choi pun membawa mereka menuju panti asuhan

Setibanya disana tuan choi langsung disambut pemilik panti dan beberapa wartawan dan awak media yang sudah menunggu untuk meliputnya

Di media, Tuan choi memang sangat terkenal sebagai pemilik rumah sakit yang selalu memberikan santunan pada keluarga pasien yang jika salah satu dari mereka meninggal dunia saat dirawat disana termasuk sekarang setelah satu pasien meninggal, media langsung menyorot tuan kim yang mengatakan jika akan membiayai kedua puteri dari pasien itu dan membawanya ke panti asuhan yang sudah lama ia dirikan itu.

“Appa akan berbicara bersama mereka, kalian bermain lah dulu bersama yang lain” ucap tuan choi pada keempat anak kecil diahadapannya itu kemudian meninggalkan mereka

“Ngomong ngomong kita belum kenal satu sama lain, choi sooyoung imnida” ucap sooyoung mengulurkan tangannya

“Kwon yuri, dan ini adikku” ucap yuri membalas uluran tangan sooyoung

“Kwon yoona imnida” ucap yoona membungkukkan badannya

“Dia adikmu?” tanya yuri pada sooyoung saat menatap sunny “siapa namamu?”

“Yah! Enak saja, aku ini unnie nya!” ucap sunny menggembungkan kedua pipi chubby nya membuat yuri dan yoona terkejut namun kemudian menertawainya bersama sooyoung

“Hahaha mianhae, tubuhmu terlihat lebih kecil dari nya” ucap yuri mencoba menghentikan tawanya

“Dasar menyebalkan, aku choi sunny” ucap sunny mengulurkan tangannya pada yuri dan yoona

Setelah berkenalan keempat yeoja itu terlihat akrab terutama dengan tingkah sooyoung yang sama dork nya dengan yoonyul

Mereka pun bergabung bersama anak anak panti asuhan lain yang sebagian ada yang sedang bermain bola di taman

“Hey kenapa dari tadi kau diam saja?” tanya yuri menghampiri sunny yang sedari tadi hanya duduk memperhatikan anak anak yang sedang bermain bola

“Moodku sedang buruk”

“Wae?”

“Teman dekatku sudah satu minggu tak masuk, dan aku baru mengetahui kabarnya jika ia pindah sekolah”

“Aigoo… Kau masih bisa menemuinya ke sekolah barunya”

“Sayangnya dia pindah ke luar negeri, dan dia pergi secara tiba tiba, menyebalkan!”

“Woah luar negeri? Aku juga ingin kesana agar bisa menemui appaku”

“Eh? Memang appa mu dimana?”

“Molla, eomma bilang dia tinggal diluar negeri”

“Ayahmu seorang nahkoda?”

“Anniyo, appa bersama keluarga baru nya disana”

“Ah… Aku mengerti ,mianhae tapi mengapa kau ingin bertemu ayahmu? Bukankah dia sudah jahat karena meninggalkan keluargamu?”

“Aku hanya ingin mengetahui wajahnya” ucap yuri mengadahkan kepalanya memandang langit

“Yul!! Kajja bermain lagi! Kita tertinggal” teriak salah seorang namja yang sedang bermain bola

“Ah iya ,aku lupa aku sedang bermain” ucap yuri kemudian berlari bergabung berasama teman teman barunya

“Dasar bodoh” gumam sunny tertawa memandang yuri yang sudah bergabung bersama

“Yoong oper bolanya padaku!” teriak sooyoung yang terus berlari, namun karena terlalu fokus pada bola sooyoung  tak melihat sebuah batu yang berukuran cukup besar sehingga membuat kakinya tersandung, karena kehilangan keseimbangan sooyoung terjatuh dan tubuhnya terus mengguling akibat keadaan tanah yang miring, sooyoung baru menyadari jika ia berlari di atas permukaan tanah yang cukup dekat dengan danau

*byurr!!!*

Akhirnya tubuh sooyoung terjatuh kedanau yang dalam itu

“Youngie-yaa!!” teriak anak anak lain segera berlari ke tepi danah memanggil manggil nama sooyoung

“Hupp… Hwaah.. Tool… Hmmpp…”

Sooyoung terus menggerak gerakan tangan dan kakinya agar tubuhnya tidak tenggelam namun bukannya menepi ia malah semakin menjauhi pinggiran danau, ia berusaha meminta tolong pada teman temannya karena sooyoung tak bisa berenang, namun tangan dan kakinya mulai melemas kelelahan, perlahan tubuhnya semakin tenggelam dan sooyoung berpikir jika hidupnya akan berakhir disana

“Panggil tuan choi atau orang dewasa ppali!!” ucap salah satu temannya, yang lain pun segera berlari meminta pertolongan

“Anniyo, ini akan terlambat dia akan tenggelam” gumam yoona, iapun melepas sandalnya dan menceburkan tubuhnya kedalam danau

“Yoong!!” teriak yuri, iapun menyusul yoona menceburkan dirinya

Yoona terus berenang, ia terkejut saat tak lagi melihat tubuh sooyoung, yoona pun mengambil napas dan mulai menyelam, beruntung ia segera mendapati tubuh sooyoung dan menariknya ke permukaan, yuri yang menyusulnya segera membantu menarik tubuh yoona dan sooyoung ke tepi danau hingga tubuh sooyoung yang lemas tak sadarkan diri itu segera dibaringkan

Yoona menepuk nepuk wajah sooyoung untuk memeriksa kesadarannya namun sooyoung masih tak sadarkan diri , ia pun melakukan CPR

“Youngie-yaa ireonna” ucap sunny yang sudah menangis

“Youngie!! Ada apa ini?” ucap tuan choi yang baru tiba

“Uhhuk!! Uhhukk”

Sooyoung terbatuk tepat saat ayahnya tiba, ia terdiam memandang yoona telah berhasil menyelamatkan nyawanya dan sooyoungpun didudukkan

“Youngie-ya kajja kita ke rumah sakit!” ucap ayah sooyoung segera mengangkat tubuh putrinya itu dan membawanya memasuki mobil bersama sunny

Yoona beserta anak anak lain berlari mengikutinya hingga sooyoung memasuki mobil dan dibawanya ke rumah sakit

Saat melewatinya sooyoung terus memandang yoona yang telah menyelamatkan nyawanya itu

………………

“Yah!! Tower!!” teriak yoona membuyarkan lamunannya

“Eh? Kapan kau tiba yoong?” ucap sooyoung yang terkejut akibat teriakan yoona

“Dari tadi aku sudah disini memanggilmu beberapa kali, tapi kau malah asik dengan imajinasimu” ucap yoona terlihat kesal

“Hehehe mianhae, ada apa?”

“Anni aku hanya khawatir melihatmu seperti itu, apa yang sedang kau pikirkan?”

“Tidak ada, kau sudah makan?”

“Belum, ah aku jadi lapar, kau mau ku buatkan ramyeon?”

“Anni, kau saja yang makan, aku tinggal tidur ya” ucap sooyoung segera berdiri hendak memasuki kamarnya

“Chankkaman” ucap yoona menahan pundak sooyoung hingga berbalik menghadapnya

“Wae?”

“Bagaimana dengan lenganmu? Apa sudah diobati?”

“Ah.. Ini” ucap sooyoung mengangkat lengannya “nne, setelah pulang tadi aku langsung ke dokter”

“Bagaimana jatuhmu hingga separah itu? Wajahmu juga ada luka gores”

“Aku tak ingat, lagipula lenganku sudah membaik”

“Cih, apanya yang membaik lenganmu berdarah beberapa jam yang lalu babo! Lagipula selama ini kau kemana saja? Aku jarang melihatmu “

“Kau tenang saja, aku pulang ke rumah dan beberapa hari ini aku tidur disana ,ada urusan keluarga”

“Ada masalah apa? Sepertinya sangat serius”

“Anniyo, hanya urusan biasa, sudah sana makan”

Yoona pun berdiri dan meninggalkannya sementara sooyoung kembali terdiam

“Sampai kapan?” ucap sooyoung dalam hati menatap punggung yoona dengan kedua tangannya yang mengepal

………………………

Keesokan harinya

“Yul!!” teriak seorang yeoja berseragam polisi membukakan pintul sel

Yuri pun mengangkat wajahnya

“Vivian? Ada apa kemari?”

“Harusnya aku yang bertanya, apa yang terjadi di rumahmu? Mengapa eommaku dipindahkan?” tanya vivian segera duduk disamping yuri

Vivian adalah teman kecil yuri dan yoona. Yang sekarang bekerja sebagai polisi di daerah jeonju

“Kau pasti tahu”

“Nne aku tahu ada penembakkan ,tapi wae? Aku tau kau bukan pelakunya”

“Hmm… Belum saatnya aku ceritakan”

“Yah! Aku sudah meminta izin dipindah tugaskan kemari, aku berpihak padamu! Kajja apa yang harus aku lakukan agar kau bisa segera keluar dari sini”

“Yah, cerewet sekali”

“Yaish… Aku khawatir padamu babo!” ucap vivian mengunci leher yuri dengan lengannya

“Yah yah yah! Lepaskan aku…!”

“Shirro!” ucap vivian terus mengunci yuri yang terus meronta

“Y..yyul” ucap seorang yeoja yang sudah berdiri di depan pintu sel membuat kedua yeoja itu menatapnya

“Uh? Tiffany?” ucap yuri terlihat senang saat melihat tiffany, sudah beberapa hari ini ia tak melihatnya dan yuri sangat merindukannya

“Mm..mmianhae mengganggu kalian, aku akan menunggu disana” ucap tiffany segera meninggalkan yuri

“Wae? Padahal dia bisa saja bergabung” ucap vivian merasa heran

“Mungkin dia masih mengira kita masih berhubungan” ucap yuri

“Uh? Tentu saja kita masih, sejak kapan kita bermusuhan”

“Baboya…! Bukan itu maksudku, dulu kau pernah menjadi kekasihku” ucap yuri menjitak kepala vivian

“Apanya yang kekasih, kau yang memaksaku berpura pura menjadi pasanganmu di pesta perpisahan sekolahmu, yah! Kau belum membayarnya!” ucap vivian

“Sssst…. Jangan terlalu keras, nanti fany dengar” ucap yuri membungkam mulut vivian

“Hemmmpp…h!!” gumam vivian

“Arra… Nanti aku bayar” ucap yuri melepaskan tangannya “aku akan menemuinya dulu, jangan ganggu kami, arra?!”

“Arrasoo…” ucap vivian menatap yuri yang sudah berjalan keluar, perlahan vivian pun tersenyum smirk

…..

“Fany-ah kau datang sendiri?” ucap yuri menghampiri tiffany

“Nne, jessica sedang bekerja jadi tak bisa menemaniku”

“Dasar es batu, jahat sekali dia belum menjengukku” gumam yuri mengacak pinggangnya

“Apa vivian selalu datang kesini?”

“Anniyo baru hari ini saja, ah ya kau kemana saja eoh?”

“Hehe mianhae aku baru saja sembuh”

“Wae? Kau sakit apa?” ucap yuri langsung duduk disamping tiffany dan memeriksanya

“Hahaha gwaenchanna” ucap tiffany merasa geli saat tangan yuri memeriksa dahi dan lehernya “aku hanya terkena demam, ini karena cuaca yang terlalu dingin” ucap tiffany mengusap usap kedua telapak tangannya

“Hmm… Kau terlihat semakin kurus, apa taeyeon tetap menjagamu dengan baik?” ucap yuri membetulkan jaket tebal yang dikenakan tiffany dan menarik resletingnya

Tiffany terdiam mendengar nama taeyeon, hatinya kembali terasa sakit atas kejadian tak terduga beberapa hari yang lalu di di apartemen kekasihnya itu

Flashback

Malam itu setelah dari rumah sakit menemui nyonya kim, tiffany memutuskan untuk pulang. namun saat taksi yang ditumpanginya melewati apartemen taeyeon ia memutuskan untuk mengunjunginya berharap taeyeon berada disana

begitu tiba ia menekan password apartemen taeyeon, ia tersenyum saat aroma pewangi baru yang taeyeon katakan pagi tadi mulai tercium dihidungnya

*piiip*

ia pun memasuki apartemen taeyeon setelah pintu terbuka

“taenggu, kau didalam?” panggil tiffany memasuki kamar taeyeon

ia tersenyum saat melihat taeyeon sedang terbaring diatas tempat tidurnya, tiffany mendekati dan duduk disampingnya tangan tiffany mulai mengusap wajah taeyeon

perlahan taeyeon yang kesadarannya memulih mulai membuka kedua matanya dan menatap tiffany

“kau kemana saja? aku sangat mengkhawatirkanmu” ucap tiffany tersenyum menatap taeyeon

taeyeon pun terbangun dan duduk disamping tiffany, ia memijit kepalanya yang masih terasa pusing

“fany-ah ada apa kau kemari?” tanya taeyeon

“aku hanya ingin memastikan”

“kau pikir ini jam berapa?” ucap taeyeon terlihat kesal

“mianhae, kau sangat sulit dihubungi dari tadi siang dan aku mendapat kabar jika omonim dibawa ke rumah sakit dan dirawat, setelah dari kantor polisi aku langsung kesana” ucap tiffany

Taeyeon hanya terdiam mendengarnya, ia mendekatkan wajahnya hendak menicum bibir tiffany

“taeng… kau mabuk?” tanya tiffany karena mencium bau alkohol dan menahan taeyeon dengan memegang kedua pundak yeoja itu

belum sempat taeyeon menjawab, pintu kamar mandi di dalam kaarnya terbuka dan seorang yeoja yang memakai bathrobe baru saja keluar

“taeng sepertinya shower……. “ ucap sunny namun tak melanjutkan bicaranya saat kedua matanya bertemu dengan pandangan tiffany “tiff.. tiffany?” panggil sunny merasa terkejut

“sunny?” ucap tiffany yang tak kalah terkejut, ketiga nya cukup lama terdiam

“t.. ttaeng” ucap tiffany memandang taeyeon meminta penjelasan, ia sudah mengetahui hubungan sunny dan taeyeon yang pernah menjadi pasangan kekasih sebelum dia bersama taeyeon namun ia tak menyangka jika mantan kekasih taeyeon berada di apartemen kekasihnya itu

“ann.. anniyo, ini tidak seperti yang kau pikirkan fany-ah” ucap sunny

Kedua mata tiffany sudah berkaca kaca, bagaimanapun juga ia merasakan sakit

“taeyeon-ah tolong jelaskan” ucap tiffany

“dia memang bersamaku malam ini fany-ah” ucap taeyeon sedikit menundukkan wajahnya “sudah beberapa hari ini kami memang sering bertemu” lanjutnya

“mwo? apa maksudnya taeng?” ucap tiffany semakin tak mengerti

“mianhae, aku masih mencintainya” ucap taeyeon membuat kedua yeoja dihadapannya terkejut mendengar itu

“t.. taeyeon-ah jangan bercanda, kau mabuk” ucap sunny

“anniyo, perasaanku tak pernah bercanda, selama ini aku selalu mencoba melupakanmu dengan bersama tiffany, aku pikir aku bisa melakukannya namun aku tak bisa sunny-ah” ucap taeyeon memandang sunny dengan tatapan seriusnya sementara air mata tiffany tak henti hentinya mengalir, selama ini taeyeon yang selalu ia percayai telah membohonginya

“fany-ah mianh..”

*plakkk!!!* belum sempat taeyeon menyelesaikan ucapannya tiffany sudah menampar keras pipi taeyeon ia pun berlari meninggalkan apartemen taeyeon

“taeyeon-ah jika ini lelucon ini sangatlah tidak lucu!” ucap sunny yang mulai kesal

“apa kau pikir ini lelucon?”

“kau sudah melukai perasaan tiffany!”

“kau pikir kau tidak melakukannya padaku? huh?” ucap taeyeon mulai berdiri menghadap sunny “apa selama meninggalkanku kau pernah memikirkan perasaanku sunny-ah? apa kau pernah berpikir berapa lama aku menahan sakitku menunggumu?”

“cukup taeng!” ucap sunny mulai terisak, ia hendak berjalan meninggalkan taeyeon namun taeyeon segera menahan dan memeluknya

“aku mencintaimu sunny, aku masih sangat mencintaimu” ucap taeyeon mengeratkan pelukannya

namun pada akhirnya sunny melepaskan pelukan taeyeon dan meninggalkan apartemen dengan perasaan yang tak menentu

Flashback end

“ini menyakitkan yul” ucap tiffany pelan

“Nne?” gumam yuri tak mendengarnya

“Aku baik baik saja, taeyeon menjagaku dengan baik” ucap tiffany tersenyum menatap yuri

“Ah baguslah, jangan sakit lagi fany-ah itu akan membuatku sakit juga” ucap yuri mengusap kepala tiffany dan memeluknya

Tanpa terasa air mata tiffany kembali lolos saat yuri memeluknya, ingin rasanya ia menumpahkan tangisannya di pelukan yuri yang baginya selalu terasa nyaman

Yuri hendak melepaskan pelukannya namun tangan tiffany menahannya

“Jangan lepaskan” ucap tiffany

“Eh?” gumam yuri tak mengerti

“Biarkan seperti ini dulu” ucap tiffany

Ia kembali menumpahkan air matanya dalam diam

Flashback

“Huh huh huh!!”

Yuri mengusap keringat diatas keningngya dan mengatur nafasnya setelah berlari ke segala tempat di sekolah setelah yoona memberitahunya jika tiffany menangis setelah bertengkar dengan taeyeon, ia memicingkan matanya saat melihat sosok yeoja yang sedang duduk dibawah sebuah pohon di taman sekolah yang tak jauh darinya. Yuri kembali berlari menghampiri yeoja itu setelah dugaannya benar jika yeoja itu adalah tiffany

“Orion kau dimana? Tolong aku, tolong hilangkan sakit hatiku” ucap tiffany dalam hati dan terus menangis

“Fany-ah wae?” ucap yuri

Tiffany masih terdiam terus menangis, kedua matanya yang basah menatap yuri yang terlihat mengkhawatirkannya

Tiffany pun memeluk yuri dan membenamkan wajahnya pada pundak sahabatnya itu

“Apa yang terjadi? Ku dengar kau bertengkar dengan kekasihmu? Wae? Bukankah hubungan kalian baru satu minggu?” tanya yuri bertubi tubi

Namun hanya tangisan tiffany yang menjawabnya

“Jika dia memang menyakitimu, tunggulah sebentar aku akan memberi pelajaran untuknya” ucap yuri mulai merasa kesal, ia tak pernah ingin melihat tiffany menangis karena hatinya juga ikut merasakan sakit

“Andwae yuri-yaa” ucap tiffany menahan yuri yang hendak pergi “ini salahku” lanjutnya kembali menangis

“Lalu kenapa kau yang menangis? Kau akan menangis jika ada yang melukaimu, aku harus menanyakannya pada taeyeon” ucap yuri

Namun tiffany menarik lengan yuri dan kembali memeluknya

“Fany-ah kau pikir aku tak pernah memperhatikanmu? setelah kau bersama taeyeon kau selalu menangis, wae? Ceritakan saja padaku jika taeyeon menyakitimu”

“Anniyo, ini salahku yul” ucap tiffany

“Kau selalu berkata seperti itu, sebegitu besarkah rasa cintamu padanya?”

Tiffany terdiam mendengarnya, kini isakannya mulai tak terdengar lagi

“Nne, aku yang salah karena terlalu mengharapkannya bahkan mungkin aku terlalu mencintainya” ucap tiffany

Kini yuri yang terdiam mendengar itu, hatinya merasakan sakit yang teramat dalam mendengar pengakuan tiffany

“Arraso aku tak akan membalasnya, aku hanya akan memberikan pundakku padamu”

Tiffany semakin mengeratkan pelukannya, yuripun terus mengusap usap rambut tiffany

Flashback end

………………………………

Setelah terdiam cukup lama, Tiffany mengusap air matanya dan mulai melepaskan pelukannya

“Gomawo” ucap tiffany kembali tersenyum

“Apa kau sangat merindukanku? Sampai segitunya” ucap yuri menaik turunkan sebelas alisnya

“Nne ,aku sangat merindukanmu babo! Kapan kau akan terbebas yul?”

“Molla, situasinya sedang rumit” ucap yuri

“Omo! Kau membawa makanan unnie! Ah kebetulan aku sedang lapar” ucap vivian yang baru saja muncul, ia mendekati tiffany dan membuka kotak besar yang berada disampingnya

“Ah ya aku lupa, aku kemari membawa makanan untukmu yul, aku khawatir kau tidak bisa menjaga pola makanmu karea kau sangat selektif terhadap makanan”

“Ah..hahaha aku hanya trauma terhadap makanan” ucap yuri menggaruk garukkan kepala belakangnya. Semenjak pernah keracunan makanan Yuri memang sedikit trauma terhadap jenis makanan ditempat yang asing baginya.

“Arraso aku mengerti, makanan yang kubuat masih segar dan bebas racun hehehe kau tenang saja” ucap tiffany membukakan tupperware dan memberikannya pada yuri

“Apa aku boleh memakannya juga?” ucap vivian

“Tentu saja kau bilang kau lapar, aku membawa banyak makanan” ucap tiffany memberikan  satu kotak berisi makanan pada vivian

“Woah gomawo unnie” ucap vivian senang menerima kotak itu, kini posisinya pindah duduk disamping yuri

“Kau pasti kesulitan karena kedua tanganmu di borgol, kajja aku suapi” ucap vivian mulai menyuapkan makanan pada yuri, yuri pun menerimanya dengan senang

“Aaa… Masytaaah…” ucap yuri menepuk tepukkan tangannya

“Ehmm… Yul, sebaiknya aku pulang”

“Eh? Waeyo…?”

“Aku… Aku harus pergi bekerja” ucap tiffany mulai melangkahkan kakinya hendak meninggalkan ruangan

“baiklah, hati hati di jalan unnie!” ucap vivian melambaikan tangnnya pada tiffany

“yah!!” teriak yuri

“wae? aku sudah dipindah tugaskan sebagai penjagamu disini, jadi mulai sekarang aku yang berhak mengatur jadwal kunjungan”

“yaish…

“gwaenchanna, aku akan mengunjungimu lagi, ah anni… aku akan menunggumu pulang yul” ucap tiffany iapun kembali membalikkan badannya namun lagi lagi yuri menahannya

“chankkaman” ucap yuri mendekati tiffany kedua tangannya merapikan jaket yang dipakai tiffany “kau bilang cuaca diluar sangat dingin kau harus menutup tubuhmu, jangan sakit lagi arra?” ucap yuri mengusap rambut tiffany

“n… nne… aku pergi dulu yul” ucap tiffany buru buru segera meninggalkannya karena tak ingin wajah merahnya terlihat oleh yuri

“hahahaha”

“kenapa kau tertawa? dasar bodoh, aku masih ingin melihat wajahnya”

“kau yang bodoh, tidak kah kau sadar jika yeoja itu cemburu padaku?” ucap vivian melanjutkan tawanya

“mwo? tiffany? hahaha jangan bicara yang bukan bukan”

“yaish dasar tidak peka, dari aku kuliah di london sampai lulus belum pernah mendengar kabar kau memiliki kekasih” ledek vivian

“kau tau, aku…”

“arra arra… aku tau, itu karena kau mencintai tiffany unnie”

“hehehe sudahlah jangan bahas itu”

“jadi dia masih bersama dengan si sersan itu? wah… daebak”

“yah!!!” teriak yuri

“arraso, kajja lanjutkan ceritamu, apa yang sebenarnya terjadi waktu itu?”

Yuri terdiam, ia sedikit ragu untuk menceritakannya

“kau tenang saja, hanya ada aku dan kau disini, ppali..” ucap vivian menebak raut wajah yuri

“memang bukan aku yang melakukannya, sebenci dan semarah apapun perasaanku aku tak akan melakukannya”

“kenapa dia ada didalam rumahmu? apa kalian ada janji untuk saling bertemu dan sebenarnya siapa namja yang tertembak itu?”

“dia…… ayahku”

“mwo??” ucap vivian terkejut

“saat itu ahjumma memberitahuku, aku langsung berlari menuju rumahku untuk segera melihatnya dan aku benar benar melihatnya”

“hhmmm…. apa ayahmu mungkin seorang mafia?”

“anniyo, dia seorang dokter, tapi aku sudah tahu pelaku dibalik penembakan ini”

“dokter? kemarin aku juga baru saja menangani kasus pembunuhan seorang dokter, kau tahu? cara membunuhnya sangat keji sekali”

“jinja? apa pelakunya sudah tertangkap?”

“sepertinya belum, setelah mengetahui kasus tentangmu aku langsung meminta dipindahkan kemari”

“yaish kau ini”

“wae? kau ini lebih penting, kau harus lekas bertindak dan keluar dari sini, kau harus segera menangkap para pelaku”

……………………..

“Kau melamun?” ucap jessica menghampiri yoona yang sedang duduk memandang ikan ikan yang berada di akuarium

“Anniyo, aku sedang berbincang dengan mereka” ucap yoona

“Eh? Sejak kapan ikan bisa berbicara?” tanya jessica bingung ikut memandang ikan ikan hias itu

“Sejak nenek moyang kita belum lahir, kau nya saja yang tak pernah memperlajarinya”

“Yah! Jangan membodohiku, aku tak pernah mendengar ada pelajaran bahasa ikan”

“Yah, untuk apa aku berbohong.. Kau pikir sedari tadi apa yang aku lakukan? Yaish bahkan kau tak sopan tidak menyapa mereka, kau tau? Salah satu dari mereka ada ikan yang sudah halmoni”

“Jinjja? Ah anyeong halmoni” ucap jessica sedikit menundukkan kepalanya pada ikan ikan itu sementara yoona berusaha untuk menahan tawanya ,tentu saja jessica kembali menjadi korban kebohongannya

“Ada apa kau kemari? Kau sudah membereskan semuanya?”

“Tentu, lihat saja semuanya sudah rapi.. Ah aku lupa, kemarin kau bertemu dengan yul, bagaimana kabarnya? Aku belum menemuinya, ah ottokhae” ucap jessica dengan raut khawatir memikirkan yuri

“Yah kenapa dengan raut wajahmu? Dia baik baik saja, dia makan dengan baik dan tidur dengan baik juga jadi kau tak perlu kesana karena sudah tahu kabarnya” ucap yoona menatapnya kesal

“Wae…? Aku ingin melihatnya secara langsung, lagipula dia pasti membutuhkan teman untuk mendengarkannya, yul pasti melewati hari hari yang rumit” ucap jessica

“Yaish…” gumam yoona segera berdiri dan meninggalkannya keluar restoran

“Yah yah yah, oddiga?” ucap jessica berlari menyusulnya

“Pulang, lagipula sudah malam aku sudah mengantuk”

“Lalu aku?” ucap jessica menghentikan langkahnya dihadapan yoona

“Kau? Kau pulang ke apartemenmu memangnya kemana lagi” ucap yoona kembali berjalan

“Kau tidak mengantarku?”

“Anniyo” ucap yoona mengabaikannya

“Yaah…!!” teriak jessica ,iapun berjalan kembali memasuki restoran, sialnya rekan rekan kerjanya yang lain sudah pulang “haish… ottokhae” gumamnya

namun saat membalikkan tubuhnya jessica terkejut saat sebuah tubuh seseorang sudah berdiri dihadapannya

“kyaaaaaa…..!!!!!”

“yah, berisik sekali” ucap orang itu menyalakan lampu restoran

“yah! kau senang sekali membuatku terkejut, yaish!!! menyebalkan” ucap jessica merasa kesal saat melihat orang itu adalah yoona

“kau nya saja yang mudah terkejut, kajja” ucap yoona menarik tangan jessica, ia kembali mematikan lampu restoran dan menguncinya

“kau bilang tak ingin mengantarku” ucap jessica masih merasa kesal

“aku tak mungkin tega membiarkanmu”

“kau senang sekali menarik ulur hati seseorang” 

“benarkah? mianhae… “ ucap yoona masih terus berjalan menatap kedepan dengan tangannya yang masih menggenggam tangan jessica “lagipula kau bisa memberhentikan taksi, kenapa kau memintaku mengantarmu?” lanjutnya

“ah benar juga, jessica babo” ucap jessica dalam hati “percaya diri sekali, siapa juga yang meminta diantar olehmu, lepaskan aku ingin pulang”

“shirro, aku lapar, kau tak lapar?”

“ah benar juga” gumamnya dalam hati “baiklah, kita makan dimana? jangan terlalu jauh, ini sudah mulai larut malam” ucap jessica

Yoona tak menjawabnya, ia hanya terus berjalan dengan menarik tangan jessica hingga keduanya sampai disebuah kedai makanan

“ahjumma, 2 porsi seperti biasa” ucap yoona pada seorang ahjumma pemilik kedai tersebut

“hey yoong, kau tak bersama unnie mu?”

“anniyo, aku bersamanya” ucap yoona menunjuk pada jessica, jessica pun membungkukkan badannya menyapa ahjumma itu

“omo! kekasihmu?” ucap ahjumma itu tertegun saat melihat jessica

“nne” jawab yoona

“an.. “

” aigoo yeoppoda…” ucap ahjumma sebelum jessica melanjutkan ucapannya “kajja duduklah” lanjutnya sambil membawa nampan berisi 2 mangkok jajangmyeon dan 22 botol soju yang sudah siap disajikan

“kamsahamnida ahjumma…” ucap yoona saat menerima makanan tersebut

“nne, nikmati kencan makan malam kalian hehehe” ucap ahjumma itu kemudian berlalu pergi

“yah apa maksud ucapanmu tadi” ucap jessica

“yang mana?” tanya yoona

“haish… lupakan” ucap jessica, keduanya pun mulai menikmati jajangmyeon yang sudah berada dihadapan mereka

“aaah… masyta.. sudah lama sekali aku tak makan disini, kau suka?” ucap yoona dengan jajangmyeon yang masih menggembul di pipinya

“nne ini memang lezat, kau selalu kemari? sepertinya ahjumma itu sangat mengenalmu”

“tentu saja, sepulang sekolah aku selalu kemari bersama unnieku”

“woah sudah lama sekali kedai ini”

“ini memang kedai jajangmyeon paling terkenal disini, ah yul unnie juga pasti merindukannya, sudah lama sekali kami tidak pernah kesini”

tanpa terasa jessica tersenyum mendengar itu

“wae?” tanya yoona

“anniyo, aku hanya senang hubunganmu dengan yuri sudah membaik” ucap jessica

“hmm… kau bilang kau memiliki dongsaeng?”

“nne, dia sekarang tingkat akhir high school”

“apa kau tak merindukannya?”

“walaupun dia menyebalkan sepertimu tentu saja aku merindukannya, tapi hampir setiap hari dia menelponku ataupun sebaliknya”

“kenapa kau memilih seoul?”

“molla, kedua orang tuaku memang berasal dari negara ini tapi sekarang ini adalah pertama kalinya untukku menginjakkan kaki di seoul, awalnya aku ragu namun setelah mengenal tiffany yang juga tinggal sendirian, aku jadi yakin akupun bisa”

“apa kau begitu memang karena ingin melupakan seseorang?”

“hmm…” gumam jessica mulai mengambil soju dan meminumnya “aku hanya ingin memulai kehidupanku yang baru, aku sudah terlalu muak menangisi namja brengsek itu” lanjutnya

“apa yang terjadi?” tanya yoona

Jessica hanya memandang yoona merasa ragu jika menceritakannya karena ia tahu yoona tak pernah luput dari mengerjainya

“yah, mengapa memandangku seperti itu? aku juga bisa bersikap serius” ucap yoona

“dia tiba tiba mumutuskan hubungan tanpa alasan, padahal kami sudah merencanakan tanggal pertunangan kami yang akan diadakan beberapa bulan lagi, tapi saat aku menemui kantornya untuk memastikan, sayangnya aku melihat si brengsek itu bersama perempuan lain”

“woah daebak, pasti yeoja itu lebih cantik darimu”

“yah!!!” teriak jessica memandang tajam pada yoona tanpa ia sadari hampir semua pengunjung kedai merasa terkejut karena teriakannya itu

“aku bercanda hehehe aku yakin namja itu suatu saat nanti akan menyesal telah melepaskan  yeoja secantikmu” ucap yoona melanjutkan makannya

Kini emosi jessica mulai menurun, lagi lagi yoona telah membuat perasaannya naik turun

“dasar menyebalkan” gumam jessica

“tenang saja, kau akan merasa bahagia disini” ucap yoona tersenyum memandang jessica begitupun jessica yang terdiam memandang yoona, keduanya cukup lama saling memandang

“ak.. aku sudah kenyang” ucap jessica

“jinja? makananmu masih tersisa”

“ini terlalu banyak untukku, lain kali jangan memesankan 1 porsi untukku”

“baiklah, kajja kita pulang” ucap yoona mulai berdiri

Yoona kembali mengantar jessica ke apartemennya

“gomawo… kau ingin mampir?” ucap jessica setelah kduanya tiba didepan apartemen jessica

“anniyo aku langsung pulang saja” ucap yoona “ah ya, besok bangunlah pukul 6 pagi”

“eh? wae?? bukankah restoran buka jam 10?”

“pokoknya bangun saja dan lekas bersiap siap, aku akan menjemputmu jam 7, bye..” ucap yoona melambaikan tangannya dan berlari meninggalkan jessica

“huh? dasar” ucap jessica namun kemudian tersenyum menatap punggung yoona yang semakin menjauh dan menghilang dibalik lift

…………………….

keesokan harinya sesuai apa yang diucapkan yoona tadi malam, pukul 7 pagi ia tiba di apartemen jessica

“good morning” ucap yoona tersenyum saat pintu apartemen jessica terbuka

“ternyata kau memang kesini, masuklah aku baru saja membuatkan sarapan” ucap jessica yang sudah terlihat rapi

“tentu saja, aku tak pernah mengkhianati lidahku sendiri” ucap yoona berjalan mengikuti langkah jessica

“jadi, apa yang membuatmu memintaku bangun pagi?” tanya jessica sambil memberikan potongan  sandwich yang dibuatnya

“kita akan pergi”

“pergi? oddiga?”

“jalan jalan, membuatmu senang”

“eh? bukankah ini bukan hari libur kerja?” tanya jessica bingung

“tentu saja bukan, apa kau tak lelah? kau juga butuh bersenang senang, kau tenang saja aku sudah memberitahukan yang lain”

“hhh… kau ini, selalu saja berlaku seenaknya”

“tentu saja aku melakukan ini untukmu” ucap yoona

“yy..yah, kk.. kau ini” ucap jessica merasa gugup dengan kedua pipi yang hampir blushing

“kajja kita berangkat” ucap yoona mulai berdiri dan kembali menggenggam tangan jessica

“c.. changkaman, aku ingin mengambil ponselku” ucap jessica menahan tangan yoona

“baiklah, aku akan menunggu dibawah” ucap yoona kemudian berjalan meninggalkan jessica

“hufhht… apa apaan ini” ucap jessica membuang nafas dengan kedua tangan yang memegang dadanya, iapun berjjalan memasuki kamar untuk mengambil tas kecil dan ponsel yang sedang di charger nya. namun alis jessica terangkat saat mencabut kabel pengisi daya yang membuat layar ponselnya menyala dan memperlihatkan beberapa panggilan dari sebuah nomor kontak

Dahinya mengkerut saat membuka kunci layar dan melihat pemilik nomor yang berkali kali memanggilnya itu, jessica pun menutup kembali layar ponselnya setelah menghapus nomor panggilan itu namun saat akan memasukkan ponselnya kedalam tas tiba tiba ponselnya kembali berbunyi menerima panggilan

saat dilihat, nomor kontak yang sama kembali meneleponnya membuat jessica terdiam cukup alama menatap layar ponsel yang terus berkedip menerima panggilan itu

Namun jessica segera menekan tombol merah menolak panggilan itu dan mematikan ponselnya, iapun segera menemui yoona yang sudah menunggunya

“yah lama sekali” ucap yoona yang sudah terlihat kesal

page.jpg

“mianhae” ucap jessica “eh? kita akan mengendarai motor?” lanjutnya menatap heran pada yoona yang sudah menggunakan helm dan duduk disebuah motor

“nne, apa kau tak suka?”

“anniyo, mana helm untukku?” tanya jessica, yoonapun memberikan satu helm untuk jessica dan segera dipakainya

“kau tak ingin berpegangan padaku?”

“shirro” ucap jessica yang sudah duduk dibelakang yoona

“baiklah” ucap yoona, iapun segera menghidupkan mesin motor dan tanpa jessica duga yoona langsung menarik gas membuat seseorang yang duduk dibelakangnya merasa terkejut hingga akhirnya kedua tangan jessica memeluk pinggang yoona dengan erat

Yoona pun tersenyum senang

………………………………………

*tingtong* suara bel pintu apartemen taeyeon berbunyi saat seseorang menekannya dari luar

“fany-ah?” ucap taeyeon saat membukakan pintu dan melihat tiffany berdiri disana “kenapa tak langsung masuk saja? aku tak mengganti password pintuku”

“gwaenchanna” ucap tiffany singkat

“masuklah” ucap taeyeon

“anniyo” ucap tiffany masih berdiri didepan pintu membuat taeyeon membalikkan badannya “aku kemari hanya ingin mengembalikan ini semua” ucap tiffany memberikan kotak besar berisi barang barang yang taeyeon berikan selama masih menjalin hubungan bersama

Taeyeonpun dengan kaku menerima kotak itu

“wae..?” tanya taeyeon

“aku rasa aku tak pantas menerimanya lagi” ucap tiffany “dan ini..” lanjutnya sambil melepaskan cincin yang dikenakannya dan diberikan pada taeyeon. cincin itu adalah cincin couple yang diberikan taeyeon sebagai perayaan hari anniversary hubungan mereka yang sudah menginjak 3 tahun dari awal hubungan mereka dimulai, saat itu tiffany merasa sangat bahagia memakai cincin itu. namun sekarang justru memakai cincin itu membuatnya terluka

Taeyeon hanya terdiam memandang tiffany, ia merasa sangat bersalah pada yeoja dihadapannya itu namun ia sendiri tak bisa melakukan apa apa

“aku pergi, terima kasih atas semuanya” ucap tiffany segera membalikkan badannya

saat itu taeyeon buru buru meletakkan kotak besar itu dan berlari mengejar tiffany

“fany-ah, chankkaman!” ucap taeyeon menarik tangan tiffany dan memeluknya

Tiffany mencoba melepaskan diri dari pelukan taeyeon namun taeyeon terlalu erat memeluknya

“mianhae… jeomngmal mianhae” ucap taeyeon mulai menitikkan air matanya begitu pun tiffany “kau memiliki hati yang sangat tulus, tapi aku tak bisa menjaga ketulusan itu, aku sangat menyesal dengan keputusanku tapi aku tak bisa terus membohongimu” lanjutnya, taeyeon mulai melepaskan pelukannya

“gwaencahanna” ucap tiffany buru buru menghapus air matanya

“kau bisa membenciku” ucap taeyeon menatap wajah tiffany yang masih menunduk

“aku tak akan melakukannya” ucap tiffany “hanya saja, untuk saat ini bisakah menghilang dari kehidupanku? rasanya sangat menyakitkan saat melihat wajahmu taeng, mianhae” 

“aku mengerti, aku tak akan mengganggumu sampai tiba saatnya kita bertemu kembali” ucap taeyeon

“aku harap hanya aku satu satunya perempuan yang kau lakukan seperti ini” ucap tiffany melangkahkan kakinya meninggalkan taeyeon yang terdiam mematung memandang kepergian tiffany

……………………………………

“kyaaa yeppoda..! lihat, warna ikan ikan itu berwarna warni!” ucap jessica excited dan terus memotret beberapa jesi ikan yang ditemuinya sementara yoona ikut tersenyum senang memandang ikan ikan itu

keduanya tengah berada didalam sebuah ruangan yang diatasnya terdapat akuarium besar, yoona mengajak jessica menikmati beberapa pemandangan ikan di sea world

“kau senang?”

“nne, kau tahu? padahal rumah kedua orang tuaku di USA tepat berada di pinggir laut, tapi belum pernah sekalipun aku berenang disana”

“eh? wae…? bukankah berenang itu sangat menyenangkan? kalau aku mungkin sudah setiap hari menghabiskan waktu dengan berenang”

“aku juga ingin begitu, tapi tetanggaku saat berenang disana tiba tiba diserang oleh hiu”

“omo! menyeramkan sekali”

“itulah kenapa aku tak pernah berenang disana, kau masih mau?”

“hahaha kalau begitu kasusnya sepertinya aku perlu berpikir kembali” ucap yoona membuat keduanya tertawa

“sudah sore, apa kau tak lapar?” ucap yoona kembali setelah melihat jarum jam pada jam tangannya

“uhm.. aku lapar” ucap jessica menganggukkan kepalanya

Yoona pun membawanya ke sebuah restoran seafood

“kau tak memiliki alergi pada sea food kan?” tanya yoona sebelum memesan makanan

“tidak, aku hanya memiliki alergi pada mentimun”

“ah.. haha kau tenang saja disini tidak ada mentimun” ucap yoona

Keduanyanya pun duduk sambil menunggu makanan yang dipesannya tiba

“sambil menunggu kita sebaiknya melakukan apa?” tanya yoona

“emm…  ah ya, aku belum pernah mendengar kisah cintamu, sekarang giliranmu” ucap jessica

“kisah cinta? aku tak memilikinya”

“yah jangan bohong, wajah player sepertimu itu tak mungkin jika tak memiliki kekasih”

“yah, haha aku mengatakan yang sebenarnya”

“heol… tak bisa ku duga” ucap jessica

“tapi aku pernah menyukai seseorang selama 6 tahun ini”

“mwo? jinja? lalu?”

“molla hahaha”

“yah! nugu? apa kau pernah mengungkapkannya?”

“aku tak pernah mengungkapkannya, bahkan aku sendiri bingung dengan perasaanku”

“wae?”

“perasaan itu sudah hilang setelah aku mengenal seseorang”

“hmm… berarti yang kau rasakan selama 6 tahun pada orang itu hanya rasa kagum”

“ah..hahaha begitu ya”

“huh.. untuk seseorang yang belum pernah memiliki kekasih mana bisa mengartikan perasaan sendiri”

“dulu aku selalu berpikir jika memiliki kekasih hanya merepotkan” ucap yoona

“yah tidak semuanya seperti itu babo! lalu apa sekarang kau sedang menyukai seseorang?”

“nne…”

“apa kau benar benar menyukainya atau sekedar mengaguminya atau bahkan mencintainya?”

“mungkin tiga tiganya”

“woah daebak! tapi kau tak bisa secepat itu menyimpulkannya”

“molla… aku hanya merasakan bahagia setiap melihatnya”

“apa kau sudah mengungkapkannya?”

“aku selalu mengatakannya, tapi dia tak pernah menanggapinya”

“mungkin karena dia masih belum yakin padamu, begitulah bagi orang yang suka jahil” ucap jessica memberikan merong pada yoona

“hahaha dia nya saja yang bodoh”

“kalian selalu bertemu setiap hari?” tanya jessica

“nne…”

“kenapa kau bisa menyukainya?”

“molla, apa cinta itu butuh alasan?”

“emm… i don’t know, mungkin untuk mengetahui mana suka kagum dan cinta”

“begitu ya, entahlah.. melihat wajahnya saja jantungku selalu berdebar sangat kencang”

“hahaha aigoo… kau sudah dewasa sekarang”

“yah! memang kau pikir aku berumur berapa eoh?”

“bukan karena umurmu, tapi karena kekonyolanmu itu babo!”

“hahaha begitu ya”

“siapa orang yang sukai? mungkin aku bisa membantumu”

“emm… dia seorang yeoja”

“eiyy… gwaenchanna… aku sudah terbiasa sekarang, nugu?”

“seorang yeoja yang sedang berada dihadapanku saat ini” ucap yoona memandang lekat kedua mata jessica

“mm.. mmwo?” ucap jessica terkejut

Yoona hanya tersenyum mengangkat kedua alisnya

“y.. yyah! jangan bercanda!” ucap jessica merasa gugup, ia sendiri masih berpikir jika yoona sedang menjahilinya

“kau bisa lihat sendiri kan, dia tak pernah mempercayaiku” ucap yoona

tepat saat itu makanan datang dan yoona mulai sibuk memakan sea food yang sudah dihidangkan itu berbeda dengan jessica dengan perasaannya yang kembali tak menentu

“makanlah, tak perlu dipikirkan” ucap yoona

“siapa juga yang memikirkan itu” ucap jessica segera melahap makanan dihadapannya itu

keduanya terdiam saling menikmati makanan masing masing

“setelah ini kau ingin aku bawa kemana?” ucap yoona memulai pembiaraan lagi

“pulang saja, lagipula ini sudah mulai malam”

“baiklah”

Begitu selesai, yoona kembali mengantarkan jessica pulang ke apartemennya

“terima kasih untuk hari ini” ucap jessica membalikkan badannya ssetelah sampai didepan pintu apartemennya

“kau senang?”

“nne, sangat sangat senang” 

“baguslah, tapi aku tak bisa mengajakmu seperti ini setiap hari”

“hahaha dasar bodoh, tentu saja.. kita harus kembali bekerja, kkah pulanglah”

“uh? tak ada kisseu?”

“yah!!” teriak jessica mengangkat tangannya hendak memukul yoona

“arraso.. aku hanya bercanda hehe”

“yaish..!”

“tapi yang tadi aku serius mengatakannya”

“huh?” gumam jessica tak mengerti

“aku benar benar menyukaimu” ucap yoona  tersenyum kemudian melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan jessica yang mematung karena ucapan yoona

keasadarannya mulai kembali saat yoona tak terlihat lagi, iapun memasuki apartemennya dan tak terasa sedari tadi bibirnya terus tersenyum namun tiba tiba ponselnya kembali berbunyi menerima panggilan masuk, jessica pun membuka tas nya untuk mengambil ponsel itu. jessica terkejut saat melihat terdapat puluhan panggilan tak terjawab dari nomor yang sama yang meneleponnya pagi tadi. nomor itupun kini kembali memanggilnya membuat jessica bimbang, ia hanya terdiam memandang nomor yang tak lagi memiliki nama itu, meskipun begitu ia masih hapal pemilik nomor itu, tyler kwon. mantan kekasih yang mengkhianatinya itu. satu sisi ia masih merasa sakit hati terhadap mantan kekasihnya itu namun sisi lain ia masih bingung dengan perasaannya sendiri. jessica masih terdiam memandang lampu led yang terus berkedip yang menandakan panggilan masih belum berakhir

“hallo”

……………………………….

dengan perasaan berbunga bunga yoona memasuki villa yang menjadi tempat tinggalnya bersama sooyoung

“aku pulang…” teriak yoona

“yah kau kemana saja hari ini bolos bekerja” ucap sooyoung yang sedang menonton TV

“hehehe aku ingin menenangkan pikiran”

“jadi kau kencan bersama jessica? sampai bolos bersamaan”

“hehehe begitulah, mianhae aku tak bermaksud menduakanmu youngie-yaa…” ucap yoona memeluk sooyoung dan hendak menciumnya namun sooyoung segera menyingkirkan kepala yoona

“yaaah!! baboyaa!!” teriak sooyoung

“hehehe kau sudah makan?” tanya yoona

“sudah, tapi aku lapar lagi hehehe” ucap sooyoung mengusap usap perutnya

“yaish… shikshin! aku membawa beberapa gurita kecil, aku akan membuatkan sannakji, lagipula aku juga lapar lagi hehehe”

“yaish kau juga shikshin! kkah buatkan untukku” ucap sooyoung mendorong yoona, yoona pun berjalan menuju dapur dan mulai membuat sannakji

Setelah cukup lama, sooyoung mematika televisinya dan terdiam, ia menoleh kearah dapur dan melihat yoona yang masih serius membuatkan makanan untuknya

Sooyoungpun mulai berdiri dan berjalan menuju dapur, ia melihat yoona  membelakanginya sehingga tidak tahu kehadirannya, ia menghentikan langkahnya memperhatikan yoona yang sedang memotong beberapa gurita yang akan diolahnya perlahan sooyoung mengambil pisau dan menyembunyikannya dibalik punggung, ia kembali berjalan menghampiri yoona dalam diam

“akhh!!!!!”

……………………………..

*tap tap tap*

suara langkah seseorang berlari membuat kedua mata yuri terbuka, ia melihat seseorang membukakan pintu sel dengan nafas yang tak teratur seusai berlari menuju tempatnya

“yy… yyul…!! huh huh huh huh!!”

“nne? apa yang terjadi?” tanya yuti melihat wajah vivian yang memucat

TBC

We Are Different part 5

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

…………………………………………….

“yuri-shi, mohon maaf untuk saat ini anda harus ditahan selama belum adanya beberapa bukti yang kuat jika anda bukan pelaku atas kejadian ini dan kami masih perlu melakukan beberapa investigasi terhadap kejadian yang menimpa tuan kim, mari ikut kami ke kantor polisi” ucap salah satu anggota kepolisian pusat

“Nne” ucap yuri, kedua tangannya mulai diborgol

“Chankkaman!” ucap tiffany menghentikan langkah para polisi yang hendak membawa yuri ke kantor polisi

Yuri pun menoleh ke arahnya

“Izinkan aku membersihkan dan mengobati lukanya” lanjut tiffany

Kedua polisi itu melihat ke arah yuri yang hampir sebagian wajahnya masih mengeluarkan darah akibat menerima beberapa pukulan dan tendangan dari taeyeon

“Gwaenchanna, aku akan membersihkannya di kantor polisi nanti” ucap yuri tersenyum menatap tiffany

“Andwae” ucap tiffany tertahan dengan memegang pergelangan tangan yuri

“Ahjushi, bolehkah aku membawanya ke ruang rawat disini untuk mengobatinya?” lanjutnya menoleh pada 2 namja dihadapannya itu

“Baiklah, tapi jangan terlalu lama”

“Nne” ucap tiffany segera memeluk lengan yuri dan membawanya masuk ke sebuah ruang rawat yang kosong ,yuri pun didudukannya diatas tempat tidur

Ia hanya terdiam menatap tiffany yang berjalan memasuki kamar mandi dan kembali keluar membawa wadah berisi air, tiffany pun menarik sebuah kursi yang tak jauh darinya dan duduk dihadapan yuri, ia mulai membuka kantong plastik berisi kapas dan obat luka yang sudah ia bawakan

Yuri terus menatap tiffany yang begitu serius membersihkan darah pada sekitar luka yang berada di wajahnya, keduanya hanya terdiam tak ada percakapan

“Bagaimana taeyeon?” ucap yuri setelah keduanya cukup lama terdiam

“…………………..” tiffany hanya diam tak menjawab, ia masih membersihkan wajah yuri membuat yuri kembali terdiam, ia tahu tiffany sangat marah entah padanya atau pada taeyeon. Saat ia dipukuli taeyeon, tiffany yang melerai keduanya ,namun saat itu tiffany membawa taeyeon pergi menjauhinya

Hati yuri merasa sakit melihatnya terutama saat itu juga yoona menatapnya penuh kemarahan dan ikut pergi meninggalkannya, namun akhirnya tiffany kembali dan kini berada dihadapannya

Setelah selesai mengobati lukanya, tiffany terdiam menundukkan kepala dengan posisi masih duduk menghadap yuri. Yuri ikut menunduk dan melihat kedua tangan tiffany mengepal erat ,tangan yuri yang masih terborgol mencoba memegang kedua tangan tiffany, namun ia terkejut saat tiffany menepisnya

Tiffany mengangkat wajahnya dan mengusap air mata yang sudah membanjiri kedua pipinya itu

“Fany-ah” panggil yuri

Perlahan isakan tiffany makin terdengar, tangannya mulai memukul mukul dada yuri

“Fany-ah” panggil yuri kembali

Perasaannya kembali sakit saat ketakutannya menjadi kenyataan yaitu  melihat sahabat yang sangat dicintainya menangis karenanya

Yuri mengangkat kedua tangannya yang terborgol, ia memasukan lingkaran tangannya pada kepala tiffany dan kemudian memeluk yeoja dihadapannya itu

Tubuh tiffany bergetar, ia menangis dengan menenggelamkan wajahnya pada pundak yuri, perlahan kedua tangannya terangkat membalas pelukan yuri

“Mianhae.. Jeongmal mianhae..” ucap yuri

“Buktikan pada mereka jika kau bukanlah pelakunya yul” ucap tiffany dalam tangisnya

Yuri semakin mengeratkan pelukannya mendengar ucapan tiffany, satu sisi ia merasa bersyukur tiffany ternyata mempercayainya, namun sisi lain ia tahu akan ada banyak masalah besar yang akan ia hadapi. Yuri sebenarnya ingin meledakkan tangisnya mengingat kembali masalah yang ia hadapi terutama tentang kenyataan yang sudah ia ketahui tentang tuan kim yang ternyata adalah ayah kandungnya. Namun tidak ada tempat untuknya bersandar, ia tak pernah ingin menangis dihadapan tiffany karena ia tahu itu akan semakin melukainya

*tok tok tok*

“Yuri-shi, tim investigator sudah menunggu anda di kantor” ucap salah satu polisi yang masuk ke ruangan itu

Yuri kembali mengangkat kedua tangannya melepaskan pelukannya, beruntung meskipun kedua tangannya terborgol ia masih bisa membingkai wajah tiffany dan menghapus air matanya

“Yaish… Kau terlihat buruk saat menangis, uljimma..” ucap yuri tersenyum kembali mengusap air mata yang terus mengalir pada pipi tiffany

“Kau yang membuatku menangis bodoh” ucap tiffany, iapun tersenyum kecil menatap yuri

“Aku titip yoong, sampaikan kata maafku padanya” ucap yuri, ia mulai berdiri dan berjalan meninggalkan tiffany yang kembali menangis di dalam ruangan itu

………

“Yoong… Chankkaman…” teriak jessica yang terus berlari mengikuti langkah yoona yang sangat cepat

Namun yoona terus berjalan tanpa menghiraukannya

“Akh…!” rintih yoona menghentikan langkahnya saat tiba tiba merasakan sakit di bagian jantungnya

“Yoong wae? Kau baik baik saja?” tanya jessica yang sudah dapat menyulunya

Jessica semakin terlihat khawatir saat melihat raut wajah yoona yang semakin terlihat sedang menahan sakit

“Kau harus minum obatmu, kajja” ucap jessica memeluk lengan yoona dan memapahnya hingga mereka masuk kedalam taksi

Tak berapa lama keduanya sampai di apartemen jessica, ia langsung membaringka  yoona diatas tempat tidur miliknya

“Tunggu sebentar aku akan membawakan air minum dan obat untukmu” ucap jessica, ia berjalan keluar sementara yoona hanya terdiam menatap yeoja itu dengan masih menahan sakit

Jessica kembali memasuki kamarnya membawakan segelas air mineral dan sebuah kantong berisi obat obatan. Ia duduk disamping yoona dan membantunya mengangkat tubuh yoona hingga menyandar pada punggung kasur

“Minumlah” ucap jessica perlahan menempelkan gelas itu pada mulut yoona, yoona pun menerimanya

“Sekarang kau minum obat” lanjutnya, jessica membuka kantong berisi onat obatan itu dan membaca aturannya satu persatu “ah.. Yang ini diminum sebelum makan”

Jessica mengeluarkan obat itu dan menyuapkannya pada yoona, namun tangan yoona segera menahannya

“Ini obat apa?” tanya yoona

“Ini obatmu, yuri yang memberikannya padaku, kau harus meminumnya secara rutin” jawab jessica

“Aku tak butuh itu” ucap yoona

“Yah ,kau harus menghargai unnie mu!”

“Aku tak memiliki unnie”

“Dasar bodoh, kau pikir kau hidup sampai sekarang karena siapa huh? Hargai unniemu! Dia itu sangat menyayangimu! Seharusnya saat keadaan seperti ini kau ada disampingnga untuk menguatkannya! Bukan malah meninggalkannya!” ucap jessica merasa kesal

Yoona kembali terdiam menundukkan wajahnya membuat jessica merasa bersalah karena membentaknya

“Mm…mmianhae” ucap jessica

Yoona mengambil tangan jessica membuka telapak tangannya ,ia mengambil obat itu dan meminumnya

“Ada lagi?” tanya yoona melirik pada kantong obat yang masih dipegang jessica

“Eh? An.. Anniyo, hanya 2 butir itu yang diminum sebelum makan, sekarang tidurlah dulu.. Satu jam lagi akan aku bangunkan” ucap jessica membaringkan tubuh yoona dan menyelimutinya “aku akan membuatkan bubur untukmu” lanjutnya hendak berdiri namun tangan yoona menahannya membuat jessica kembali menoleh

“Gomawo..” ucap yoona , keduanya terdiam saling tatap

“aku tidak tahu sampai kapan aku bisa menjaganya, aku tak bisa selalu melindunginya untuk itu tolong jaga adikku”

“why me…?” ucap jessica 

“entahlah, nuraniku yang berkata begitu, hanya kau yang tahu tentang penyakit jantung adikku, aku tidak ingin tiffany tahu” ucap yuri

“hmm… itu karena kau sangat mirip dengan adikku, dia juga seumuran denganmu jadi aku merasa sedang merawat adikku” ucap jessica setelah mengingat percakapannya dengan yuri beberapa hari yang lalu, kemudian ia pun berjalan meninggalkan kamar

Setelah melihat jessica pergi, yoona menatap kosong ke langit langit kamar ,pikirannya kembali memikirkan yuri. Ia sedikit tersentuh mengingat ucapan jessica beberapa saat yang lalu, ia memang berpikir jika tidak ada yuri ia tak tahu hidupnya seperti apa dahulu. Dan seharusnya ia berada disamping yuri sekarang, satu sisi yoona yakin jika bukan yuri pelakunya ,namun sisi lai  ia mengingay unnienya itu bekerja dibawah perusahaan ayah tirinya yang ia tahu sangat berbahaya itu sehingga membuatnya meragukan keyakinannya terhadap yuri. Karena efek obat yang diminumnya, yoona merasakan ngantuk dan kedua matanya perlahan terpejam

…………………………………………..

Di Mansion Mr lee

“agashi, apa anda sudah mengetahui berita tentang yuri noona?” ucap salah satu pengawalnya yang baru saja memasuki ruang pribadi mr lee

“hmm… “ jawab mr lee yang masih terfokus memeriksa beberapa dokumen

“mian agashi, tadi pihak kepolisian menelepon dan meminta agashi untuk memenuhi panggilan ke kantor polisi” ucap pria itu

Mr lee terdiam mendengarnya, ia meletakkan kembali dokumen yang baru saja diperiksanya itu kedalam laci

“apa sudah ada pihak media yang mengetahui dan meliput?” tanya mr lee

“tidak ada agashi, tim kami sudah mengatasinya, hanya saja… saat hari kejadian terjadi keributan di rumah sakit antara yuri noona dengan salah seorang polisi, yuri noona menerima beberapa pukulan dari polisi itu, tapi kami belum dapat melihat orang itu dengan jelas karena dia membelakangi kamera cctv, kejadian itu membuat perhatian banyak para pengunjung rumah sakit”

*tok tok tok* seseorang baru saja mengetuk pintu ruangan dan pintu pun terbuka

“agashi, apa anda memanggilku?” tanya amber

“kemarilah” ucap mr lee “saat itu kau bersamanya, apa anak itu sengaja melakukannya?”

“aku yakin tidak agashi, saat itu aku memang mengawasinya saat yuri pergi mengunjungi pemakaman, namun kami tidak berada dalam satu mobil karena yuri membawa teman temannya dan yoona” ucap amber “namun saat akan kembali pulang, sebuah mobil dengan 3 orang namja didalamnya mengikuti mobil yuri “ lanjutnya

“kau berhasil menangkap mereka?”

“nne agashi, mereka membawa beberapa senapan, hanya satu orang yang masih bertahan hidup, dia masih ditahan di dalam gudang. tapi… saat itu aku tak melihat yuri didalam mobilnya, aku menelponnya dan dia memberitahuku akan mengunjungi rumahnya di gangnam dengan kereta, aku pikir diantara mereka juga mengikutinya”

“bawa aku padanya” ucap mr lee “dan kau, cari informasi tentang orang yang tertembak itu juga polisi yang menghajar yul”

“baik tuan” ucap amber dan anak buahnya itu, Mr lee pun berjalan mengikuti amber untuk menemui salah satu anak buah yang tertangkap itu

………………………………….

Di sebuah gedung salah satu tempat rahasia milik choi grup, tuan choi duduk dengan ditemani beberapa anak buahnya yang berdiri di sampingnya dan beberapa juga menjaga gedung itu.

tak berapa lama 2 orang namja bertubuh kekar datang mebawa seorang namja dengan beberapa luka di wajahnya

*brukk!!* 2 pengawal mendorong namja itu dengan keras ke hadapan tuan choi

“akh!!” teriak namja itu kesakitan “t.. ttuan.. ampuni aku” lanjutnya segera bangun dan berlutut di hadapan tuan choi

“hanya menghadapi seorang wanita saja kau gagal” ucap tuan choi melempar puntung rokok yang dihisapnya pada wajah namja itu

“b..bbukan begitu tuan, aku sudah membidiknya tepat pada kepalanya, tapi anak buahku tiba tiba mendorongku hingga membuat tembakanku melesat”

Tuan choi menoleh pada 2 pengawal yang membawa namja itu

“kami hanya menemukannya sendiri tuan” ucap salah satu pengawal itu

“an..anniyo, kami berangkat berdua dari pemakaman”

“dan kemana anak buahmu itu? berikan identitasnya” ucap tuan choi

namja itu terdiam “m..mianhae tuan, anak buahmu sangat banyak aku tidak dapat mengenalnya karena kami sama sama memakai penutup wajah”

Tuan choi berdiri memasukkan tangan kanannya kedalam jasnya, ia mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya tepat pada kepala namja itu

“tt..ttunggu ttuan, dia terkena tembakan, aku melihatnya dengan jelas, jika dia masih hidup mungkin bisa segera menem..”

*dorrr!!!!*  *brukk*

tubuh namja itu terkulai tak bernyawa dengan kepala yang mulai mengeluarkan banyak darah setelah tertembus peluru

“bersihkan, dan temukan orang yang baru saja diucapkannya itu”

“baik tuan” ucap para anak buahnya itu

Tuan choi baru saja beberapa langkah hendak meninggalkan gedung itu, seorang anak buah lainnya datang dengan tergesa gesa

“tuan, kami sudah menemukan data dari kedua anak kwon hyerin” ucap orang itu memberikan berapa lembar kertas berisi foto dan data diri

Tuan choi menerimanya dan membuka lembaran kertas itu, namun wajahnya begitu terkejut

“kwon yuri? dari bourbound company?! apa ini?!!” ucap tuan kwon meninggikan suaranya

“nne, yuri merupakan anak angkat dari mr lee namun hanya yuri yang tinggal bersama mr lee, aku pikir mungkin hanya yuri yang diangkat menjadi putri mr lee sedangkan kwon yoona adiknya aku masih belum dapat menemukannya karena sehun, xiumin dan jisoo yang saat itu bertugas membunuh mereka masih belum kembali sampai sekarang, kemungkinan besar mereka tertangkap oleh mr lee”

*sraaak!!!* tuan choi dengan keras melempar dokumen itu pada wajah anak buahnya yang bernama dong wook itu

“sial!!! kenapa ini bisa terjadi! arrrgghh…!! kita dalam masalah besar jika mereka tahu!” teriak tuan choi membuat semua anak buah yang melihatnya terkejut

“jj.. jjadi bbagaimana tuan? apa yang harus kita lakukan?”

“kita bersiap siap saja, jika mereka sudah mengetahuinya,  apa boleh buat kita tak boleh gegabah karena mereka bukan lawan yang mudah” ucap tuan choi “tapi aku aku ingin kalian lenyapkan kim jun pyo serta keluarganya sebelum mereka tahu pelakunya”

“Tapi tuan, bukankah putri dari dokter kim seorang sersan?”

“Tenang saja, aku bisa mengatasinya” ucap tuan choi tersenyum smirk memandang sebuah foto

………………………………………

Apartemen jessica

Jessica kembali duduk disamping yoona yang tengah tertidur dari 1 jam yang lalu, ia meletakkan mangkok berisi bubur yang baru saja dibuatnya itu

Ia tak langsung membangunkan yoona, jessica terdiam memandang wajah tidur yoona

“Wajahmu terlihat tenang jika sedang tertidur, tapi setelah terbangun mengapa kau begitu menyebalkan” ucap jessica dalam hati, tanpa ia sadara kedua tangannya terangkat dan membingkai wajah yoona hingga perlahan yoona membuka kedua matanya

“Omo! Apa yang sudah aku lakukan?!” ucap jessica dalam hati dan segera melepaskan kedua tangannya begitu sadar

“K..kkau cepat sekali terbangun” ucap jessica

“Tanganmu sangat dingin” ucap yoona, ia terbangun dan duduk menyandar pada punggung kasur
“Eh? Kk..kau tahu ya, hehe mian” ucap jessica bertambah gugup iapun langsung mengambil mangkok berisi bubur itu “sekarang makanlah, aku sudah buatkan bubur untuk mu”

Yoona terdiam tak menerima bubur itu, ia hanya menatap jessica lekat

“Kenapa kau melakukan ini?” tanya yoona

“Eh? Maksudmu?”

“Kau diminta yul unnie untuk menjagaku?”

“Tentu saja, kau sedang sakit dan tak ada yang merawatmu, kau sendiri saja tak bisa merawat diri”

“Wae…”

“Wae?” ucap jessica bingung

“Apa kalian berpacaran?” ucap yoona mengangkat sebelah alisnya

“Anniyo…”

“Lalu?”

“Yuri tidak bisa selalu menjaga dan melindungimu, entahlah aku pikir dia sedang menyembunyikan sesuatu hal yg mungkin sangat berbahaya hingga ia ingin selalu melindungimu, tapi dia tak pernah ingin menceritakannya, apa mungkin kau sudah tahu?” ucap jessica, yoona kembali terdiam mencerna apa yang jessica katakan

“Anniyo” ucap yoona

“Lagipula dia tidak ingin tiffany tahu jadi dia menitipkanmu padaku karena tak memiliki teman lain, aigoo…” 

“Ah kau benar, fany unnie tidak boleh tahu hal ini” ucap yoona

“Jadi sekarang kau harus menurut padaku, kkah makan lah aku sudah susah payah membuatkanmu bubur” ucap jessica memberikan mangkuk bubur itu pada yoona

“Kenapa kau tak menolaknya? Bukankah kau membenciku?” tanya yoona

“Kau memang sangat sangat sangat menyebalkan, tapi aku tak membencimu”

“Wae? Apa kau menyukaiku?”

“What? Yah!” teriak jessica mengangkat tangannya

“Jangan pukul aku, aku sedang sakit” ucap yoona dengan tenang sebelum jessica melayangkan pukulannya

“Yaish…! Jadi kau punya tameng sekarang, eoh? Jika tak ingin ku pukul berhentilah bersikap menyebalkan” ucap jessica menurunkan tangannya kembali

“Arraso, ahjumma”

“Yah! Aku bukan ahjumma!”

“Arra… Nona jessica jung sooyeon”

“Eh? Mengapa kau tahu namaku?”

“Kau sendiri yang memberikan identitasmu saat di restoran, dasar bodoh”

“Ah iya, aku melupakannya” ucap jessica tertawa innocent

Yoona pun mulai melahap bubur yang dibuat oleh jessica hingga habis

“Aku harus pulang” ucap yoona setelah meletakkan mangkuk yang sudah kosong itu

“Baiklah..” ucap jessica segera berdiri

“Eh? Aku pikir kau akan menahanku dan meminta aku menginap disini” ucap yoona mempoutkan bibir

“Baboya, kau sudah memiliki rumah.. Lagipula aku hanya memiliki 1 tempat tidur”

“Gwaenchanna…” ucap yoona

“Andwae! Aku tak ingin tidur 1 kasur bersamamu” ucap jessica

“Huh? Aku tidak mengatakan hal itu, maksudku kau bisa tidur di soffa” ucap yoona innocent

“What?! Yaish! Sudah sana pulang! Lagipula sudah mulai larut malam” ucap jessica mendorong punggung yoona hingga keluar

“Kau tidak akan mengantarku?” tanya yoona

“Tidak, aku masih trauma keluar malam sendirian”

“Kau kan bisa menginap di rumahku”

“Mwo? Shirro! Dasar pervert!” ucap jessica langsung menutup pintunya

“Gomawo… Aku akan menghubungimu setelah sampai di rumah” ucap yoona menatap pintu dihadapannya yang sudah tertutup itu

Jessica yang masih berdiri dibalik pintu itu hanya tersenyum tak menjawab. Perlahan ia mendengar langkah yoona semakin menjauh dan menghilang.

……………………………

*tap tap tap tap* seseorang berjalan cepat di sebuah koridor rumah sakit yang sudah terlihat sepi, ia melihat jarum jam tangan yang dikenakannya itu menunjukkan pukul 11 malam. Setelah sampai didepan pintu ruangan yang dituju, iapun segera memasuki ruangan itu dan melihat taeyeon sedang duduk terdiam memandang sorang perempuan yang terbaring tak dengan jarum infus dan oksigen yang terpasang

“Taeng, bagaimana kabar nyonya kim?” 

“Eomma sangat syok dan jatuh pingsan hyo” ucap taeyeon saat melihat sahabat sekaligus pengacara ayahnya itu

“Appa dan eomma mu pasti akan segera baik baik saja” ucap hyoyeon mengusap pundak taeyeon

“Hmm… Hyo, bolehkah aku menjadi seorang pembunuh?”

“Dasar bodoh, kau bicara apa? Kajja kita keluar, kau butuh udara segar” ucap hyoyeon, taeyeon pun mengangguk dan keduanya berjalan meninggalkan ruang rawat nyonya kim

Tak berapa lama keduanya tiba disebuah club malam dan taeyeon memesan meja vip disana

“Yah bodoh, kau ini sudah menjadi seorang sersan, mengapa kau masih saja mengunjungi tempat seperti ini” ucap hyoyeon sedikit berteriak karena suasana disana begitu berisik dengan iringan musik DJ

“Kau juga seorang pengacara tapi mengapa mengikutiku dan ikut minum, lagipula aku sedang di skors” ucap taeyeon mulai menuangkan bir pada gelas miliknya dan hyoyeon

“Itu karena kau mengajakku kesini dan hanya ada minuman minuman seperti ini disini, eh? Wae..?”

*plak*

“Aku tak mengajakmu bodoh, kau yang mengikutiku, aku memukul seorang pembunuh” ucap taeyeon memukul kepala hyoyeon

“Hahaha aku ini mengkhawatirkanmu, aku tau jika pikiranmu terguncang kau akan kemari, aku tak ingin menjadi pengacaramu karena kejadian beberapa tahun lalu”

“Huh? Memang aku sudah berbuat apa?”

*plak!!* 

“Yaish… Bisa bisanya kau lupa, kau hampir membunuh seorang namja ditempat seperti ini karena mabuk berat setelah kau bertengkar dengan kekasihmu!” ucap hyoyeon kini membalas pukulan pada kepala taeyeon

“Ah… Ya aku ingat hehehe” ucap taeyeon tertawa innocent sambil terus meminum beberapa gelas bir sampai ia mulai mabuk berbeda dengan hyoyeon yang baru menghabiskan setengah gelas

“Taeng, aku ingin bertanya sesuatu padamu”

“Nne, katakan”

“Apa kau memiliki saudara?” tanya hyoyeon

“Yah! Baboya, kau sudah mengenalku sejak kita berumur 13 tahun, bahkan kau tinggal di rumahku selama 5 tahun, kau pikir kau melihat siapa lagi selain aku?”

“Ah… Begitu ya”

“Wae…?”

“Jangan beri tahu taeyeon tentang hal ini”

Tiba tiba hyoyeon teringat ucapan tuan kim

“Anniyo, mungkin aku mulai mabuk”

“Kajja kita kesana” ucap taeyeon menunjuk pada kerumunan orang yang sedang menikmati alunan musik

“Shirro, aku disini saja lagipula cahayanya membuat kedua mataku pusing”

“Yah! Lepaskan kacamata bulatmu itu, kau setia sekali terus memakainya hahaha” ucap taeyeon mulai berdiri

Namun tiba tiba sunny datang dan menghampiri mereka

“Taeyeon-ah! Gwaenchanna? Aku baru mengetahui kabar yang menimpa ayahmu” ucap sunny terlihat khawatir menatap taeyeon

Taeyeon terdiam memandangnya, dengan sisa kesadarannya ia kembali teringat dengan kejadian kemarin malam bersama yeoja dihadapannya itu

“Gwaenchanna…” ucap taeyeon, iapun kembali duduk “ada apa kau kemari sunny-ah?” lanjutnya

“Tentu saja aku sangat mengkhawatirkanmu” ucap sunny

Taeyeon tersenyum miris sambil sedikit menundukkan wajahnya

“Ini karena ayahmu” ucap taeyeon dalam hati

Flashback

“Hiks hiks” pagi pagi sekali sunny menangis didalam kelas membuat orang orang bingung melihatnya

*brak!!* suara pintu kelas terbuka dengan keras, taeyeon berlari menghampirinya

“Sunny-ah, apa yang terjadi?” tanya taeyeon dengan nada khawatirnya

“Appa jahat padaku”

“Wae…?” 

“Dia ingin aku meneruskan perusahaannya setelah lulus nanti”

“Gwaenchanna… Itu tidak akan sulit”

“Shirro, kau tahu aku sangat berbeda dengan appaku! Aku benci appa” teriak sunny dalam tangisnya

“Sst… Uljimma…” ucap taeyeon memeluk kekasihnya itu

Beberapa bulan setelah melewati ujian kelulusan

“Taeyeon-ah”

“Nne?” ucap taeyeon yang berbaring diatas rumput hijau dengan paha sunny yang menjadi bantal kepalanya

Keduanya sedang berada di taman sekolah seperti yang sering dilakukannya pada waktu istirahat karena keduanya berbeda kelas

“Apa aku harus pergi keluar negeri agar aku tak bekerja di perusahaan appaku?”

“Andwae…!! Kau akan meninggkalkanku?” ucap taeyeon yang langsung terbangun

Sunny hanya terdiam menatapnya

Hingga beberapa hari setelahnya sunny menemui taeyeon di lapangan basket

“Hey baby, baru saja aku akan menjemputmu ke kelas” ucap taeyeon

“Taeyeon-ah ada hal ingin aku bicarakan berdua denganmu” ucap sunny

Teman teman taeyeon yang berada disana pun segera meninggalkan lapangan begitu mendengar apa yang dikatakan sunny, pasangan taeyeon dengan sunny memang sangat disegani oleh para siswa di sekolahnya karena sunny merupakan seorang putri dari penyumbang terbesar di sekolah, sedangkan taeyeon selain putri seorang dokter terkenal juga sebagai siswa yang memiliki nilai tertinggi di sekolah setiap tahunnya

Sunny terlihat sedikit ragu, namun akhirnya ia memberikan sebuah amplop berwarna putih pada taeyeon

“Apa ini? Surat cinta?” tanya taeyeon menerima amplop itu dan membukanya

Namun setelah membacanya raut wajah taeyeon berubah dengan tangannya sedikit bergetar

“K…kkau… Akan menerimanya?”

Sunny hnya terdiam menundukkan kepalanya. Surat yang diterima taeyeon adalah surat pemberitahuan sebuah ubiversitas di USA yang menerima sunny sebagai mahasiswa baru disana

“Kau akan meninggalkanku?”

“Taeyeon-ah, aku tak bisa menuruti keinginan appaku, perusahaan itu bukan keinginanku” ucap sunny mulai menitikan air matanya

“Kita bisa lalu bersama, aku akan selalu berada disampingmu”

“Aku tidak bisa” ucap sunny menggeleng gelengkan kepalanya

“Baiklah, aku akan menunggumu” ucap taeyeon

“Anni, kita akhiri saja” ucap sunny membuat taeyeon terkejut

“Wae…? Kita sudah berjanji akan selalu bersama sampai tua nanti, apa kau melupakan itu?”

“Aku tidak bisa” ucap sunny berlari meninggalkan taeyeon yang masih berdiri mematung

Sejak saat itu setiap hari sebelum perayan kelulusan tiba, taeyeon selalu berusaha menemui sunny namun sunny selalu menolak dan menghindarinya hingga taeyeon benar benar kecewa dan salah satu temannya memberitahukan jika ada seorang siswa yang mengaguminya sejak kelas 1, ia menerima saran dari temannya agar mendekati yeoja itu untuk membuat sunny cemburu, taeyeon pun mencobanya dan menemui yeoja yang mengaguminya itu, bernama tiffany hwang. hingga keduanya menjadi sepasang kekasih, namun sayangnya sunny tetap pada keputusannya hingga ia benar benar pergi meninggalkan korea.

Keduanya bertemu kembali setelah sunny kembali ke korea dan taeyeon diundang ayahnya dalam pesta penyambutannya

“Kenapa kau tampak terkejut? Aku diundang oleh ayahmu” ucap taeyeon

“Kau dekat dengan appaku?”

“Entahlah, aku hanya sedang menyelidiki beberapa perusahaan gelap”

“Jangan terlalu dekat dengan appaku”

“Wae? Ah.. Ku dengar kau pulang untuk bergabung di perusahaan ayahmu, aku rasa aku masih ingat dulu kau sangat membenci hal itu”

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan”

“Hey kenapa kita begitu tegang, aku tak marah tentang hal itu lagipula tiffany sudah menjagaku selama beberapa tahun ini” ucap taeyeon tersenyum menatap sunny

Berbeda dengan raut wajah sunny yang berubah

“Aku pergi dulu” ucap sunny dengan nada dinginnya

Taeyeon kembali tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya sambil menatap sunny yang berjalan menjauhinya, ia tahu sunny sedang cemburu padanya

Flashback end

Taeyeon mengepalkan kedua tangannya erat

“Taeyeon-ah.. Gwaencha…”

Belum selesai sunny berbicara, taeyeon tiba tiba memeluknya erat

“Anniyo, aku tidak sedang baik baik saja sunny-ah” ucap taeyeon menitikkan air matanya

Sunny pun membalas pelukan taeyeon

“Aku sangat membenci ayahmu, tapi aku tak bisa membencimu” ucap taeyeon dalam hati

Waktu sudah menunjukkan pulu 03.00 dinihari

“Taeyeon-ah kajja pulang” ucap sunny mencoba membangunkan taeyeon yang tertidur menyandarkan kepalanya diatas meja

Taeyeon hanya bergumam enggan terbangun, ia sudah sangat mabuk setelah menghabiskan beberapa botol bir

“Hyo bangunlah, kajja kita bawa taeyeon pulang” ucap sunny menggoyangkan hyoyeon yang juga tertidur namun ia tidak sampai mabuk hanya kelelahan setelah seharian bekerja

“Ah, nne..” ucap hyoyeon mulai mengaitkan lengan taeyeon pada pundaknya

“Hyo, aku mual” gumam taeyeon yang sedikit terbangun

“Mwo?! Yah yah chankkaman!!” ucap hyoyeon

“Huuwweeee mmmmpph!!” 

Belum sempat taeyeon memuntahkan isi perutnya hyoyeon sudah membekap mulutnya dengan jaket milik taeyeon

“Sunny-ah aku akan membawanya ke toilet, kau tunggulah di mobil” ucap hyoyeon, iapun langsung membawa taeyeon ke dalam toilet hingga ia bajunya selamat dari muntahan taeyeon

“Sudah ku katakan, jangan munum terlalu banyak! Dasar bodoh” ucap hyoyeon memijat mijat leher taeyeon

“Sudah selesai hyo, hah.. Perutku rasanya diaduk aduk” ucap taeyeon membilas wajahnya dengan air, kini kesadarannya mulai pulih

“Salahmu sendiri bodoh” ucap yeoja disampingnya itu

Hyoyeon pun kembali memapah taeyeon karena masih terasa pusing

Begitu sampai di apartemen, hyoyeon dan sunny membaringkan taeyeon diatas tempat tidurnya

“Kau akan menginap disini?” tanya sunny

“Nne, dia sedang sangat tertekan dengan kejadian yang menimpa kedua orang tuanya, aku khawatir dia selalu seperti ini”

“Terus jaga dia hyo, aku juga sangat mengkhawatirkannya” ucap sunny kembali menatap wajah taeyeon yang sudah tertidur

“Kenapa saat itu kau meninggalkannya sunny-ah, taeng sangat mencintaimu”

“Aku….” ucap sunny tak meneruskannya

“Apa kau masih mencintainya?” tanya hyoyeon membuat sunny terkejut

“Ap.. Apa maksudmu?” ucap sunny gugup

“Anni, aku hanya bertanya” ucap hyoyeon innocent

*plak!!* 

“Yaish…!! Dasar bodoh!” ucap sunny kesal setelah memukul lengan hyoyeon

“Kau tidurlah disini, aku akan kebawah mencari kopi” ucap hyoyoen kemudian berjalan meninggalkan apartemen taeyeon
………

*Your destination number is not answer, please try again*

“yaish… kau kemana taeng?” ucap tiffany kesal setelah beberapa kali menekan panggilan nomor kekasihnya itu, sudah hampir 3 jam ia menunggu taeyeon di dalam ruang rawat nyonya kim

Setelah melerai perkelahian tiffany membawa taeyeon menjauhi yuri karena jika terus melihat yuri ia tahu kekasihnya akan terus emosi. setelah mulai tenang taeyeon dipanggil atasannya untuk menemuinya, tiffany pun mengantar taeyeon ke kantor polisi. namun karena sangat lama menunggu tiffany mengirim sms pada taeyeon ia akan keluar dan meminta taeyeon untuk menunggunya jika telah selesai berbicara dengan atasannya itu. tiffany pun kembali ke rumah sakit untuk menemui yuri karena dari perkelahian itu ia sangat mengkhawatirkan yuri yang memiliki banyak luka diwajahnya, ia tahu yuri tidak bersalah meskipun ia sudah mengetahui apa yang terjadi. ia begitu mengkhawatirkan yuri yang tak bisa berkelahi sehingga menerima beberapa pukulan dari taeyeon dan itu membuat hati tiffany ikut terluka, ia sangat ingin memarahi taeyeon namun ia tahu itu malah akan memperburuk keadaan

Setelah menemui yuri, tiffany kembali ke kantor polisi untuk menemui taeyeon, namun ia tidak menemukan taeyeon, dan salah satu rekan taeyeon yang berada disana memberitahunya jika nyonya kim jatuh pingsan setelah mengetahui kabar yang menimpa suaminya dan taeyeon sedang menuju kesana. tiffany pun segera menyusulnya, dan baru tiba di rumah sakit pukul 12 malam setelah bertanya pada tetangga rumah taeyeon dimana ibunya dirawat karena taeyeon tak kunjung menjawab panggilan teleponnya. ia tiba di rumah sakit 1 jam setelah taeyeon meninggalkan rumah sakit

Tiffany merasa kelelahan dan beristirahat di ruang rawat nyonya kim sambil menunggu taeyeon

“ah sudah jam 2, besok siang aku harus bekerja, aku tidak bisa meminta cuti” gumam tiffany, iapun segera berdiri dan memakaikan kembali jaket tebalnya

“omonim, aku pergi dulu, semoga lekas sembuh, besok aku akan kembali kesini” ucap tiffany mengusap usap lebut lengan dan kepala nyonya kim

Tiffany pun meninggalkan rumah sakit

Namun saat diperjalanan ia kembali mengkhawatirkan kekasihnya itu, karena arah taksi yang ditumpanginya melewati apartemen taeyeon iapun memutuskan untuk beristirahat disana dan berharap taeyeon berada disana

Tiffany menekan password apartemen taeyeon, ia tersenyum saat aroma pewangi baru yang taeyeon katakan pagi tadi mulai tercium dihidungnya

*piiip*

ia pun memasuki apartemen taeyeon setelah pintu terbuka

…………….

“huffft… dingin sekali” gumam hyoyeon mengusap usap cup berisi cappucino hangat yang baru saja ia beli di sebuah mini market tak jauh dari apartemen, kini ia telah kembali ke apartemen dan pintu lift yang membawanya terbuka

“omo!!” teriak hyoyeon saat akan menabrak seorang yeoja yang akan memasuki lift “aku pikir kau hantu, mianhae” lanjutnya sambil terus menatap yeoja itu

yeoja itu mengangkat wajahnya menatap hyoyeon

“tiff… fany?” ucap hyoyeon terkejut saat melihat wajah yeoja itu, kedua matanya tampak merah seperti baru saja menangis

“fany-ah.. chankam…” belum sempat hyoyeon melanjutkan ucapannya pintu lift yang membawa tiffany sudah tertutup dan berjalan.

“yaish… ini buruk!” ucap hyoyeon kembali dan berlari menuju kamar taeyeon, namun saat akan masuk, ia bertabrakan dengan sunny yang baru saja keluar

“s…ssuny-ah apa yang terjadi?” tanya hyoyeon menggenggam pergelangan tangan sunny, ia melihat yeoja itu terisak

“lepaskan aku hyo” ucap sunny

“oddiga?” tanya hyoyeon kembali

“tolong lepaskan tanganku, aku ingin pergi” ucap sunny kembali terisak

“baiklah..” ucap hyoyeon melapaskan tangan sunny, ia melihat sunny kmbalu berjalan meninggalkan apartemen

Hyoyeonpun masuk dan menghampiri taeyeon, ia melihat taeyeon terduduk diatas tempat tidur sambil menundukkan kepalanya

“taeng apa yang telah terjadi?” ucap hyoyeon

…………………………………

Keesokan harinya

Yuri baru saja memasuki ruang tahanan tempatnya ditahan, ia baru saja menemui beberapa polisi, investigator dan detektif yang mengusut kasus yang menimpa padanya dan tuan kim

Dengan kedua tangan yang terus terborgol ia menyandarkan punggungnya pada dinding ruangan dan mulai terduduk menundukkan kepalanya sambil mengingat percakapannya bersama para polisi beberapa saat yang lalu

“apa kau yakin dengan ucapanmu kemarin jika salah satu pelaku tertembak?”

“nne, aku mendengar teiakannya”

“yuri-shi, kami sudah mengolah TKP disana, kami tak menemukan darah, peluru ataupun jejak, meskipun ada beberapa semak yang rusak tapi itu tidak bisa membantu”

“hmm… aku tak bisa menjelaskan hal lain lagi setelah itu” ucap yuri menundukkan wajahnya

“minhae, karena bukti pertama yang memegang senjata saat kejadian itu dan tidak cukup bukti jika ada orang lain maka kini kau ditetapkan sebagai tersangka dan besok harus menghadiri sidang pertama dan akan tetap ditahan sampai hakim memutuskan, aku harap tuan kim segera sadar dari komanya dan bisa segera menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi”

“nne.. tapi aku rasa tuan kim masih dalam bahaya, tolong selalu jaga dia” ucap yuri

Ketua polisi itu terdiam tampak berpikir sambil memandang kedua bola mata yuri

“baiklah, aku akan mengirim anak buahku untuk berjaga disana”

“sir, Mr lee sudah tiba disini” ucap salah satu polisi yang datang menghampiri

“kajja yuri-shi ikut kami” ucap para polisi itu, yuri pun dibawa ke ruang kunjungan dan melihat ayah tirinya sedang duduk menunggunya

“kalian sudah melakukan tugas dengan baik, terima kasih telah menjaga putriku dan tak menyakitinya” ucap mr lee kembali menatap wajah yuri yang masih menyisakan beberapa bekas luka pukulan

“mianhatta agashi, saat itu sersan taeyeon yang merupakan puteri dari tuan kim merasa sangat emosi dan tidak bisa mengontrol emosinya”

“gwaenchanna aku baik baik saja appa” ucap yuri tersenyum menatap ayah tirinya itu

“aku tidak bisa membantumu lebih” ucap mr lee menatap yuri “aku akan menyerahkan semuanya pada kalian, jadi tolong lakukan tugas kalian dengan baik dan jaga anakku” lanjutnya sambil menatap satu persatu para polisi yang berada disana

“baik agashi” ucap para polisi

Mr lee pun pamit dan meninggalkan kantor polisi karena harus kembali ke kantornya.

……………………………………

Sudah 3 hari yuri ditahan setelah melaksanakan sidang pertama yang membuatnya ditetapkan sebagai tersangka dan kembali mendekam di penjara. dan selama itu pula yang hadir hanya mr lee dan taeyeon serta para anak buah mr lee

yuri sedang terdiam didalam ruangannya, seorang polisi datang membuka pintu ruangan itu

“yuri-shi, ada keluarga yang ingin menemui anda” ucap polisi itu

“nugu?” gumam yuri, iapun terbangun dan berjalan menuju ruang kunjungan, ia trsenyum saat melihat seseorang sedang duduk menunggunya

“yoong” ucap yuri membuat yeoja itu menoleh kearahnya

Yuripun duduk dihadapannya

“baru tiga hari kau sudah terlihat kurus” ucap yoona

“begitu ya, makanan disini tidak seenak makanan luar, apa kau membawa beberapa makanan untukku?”

“tentu saja, aku tau kau sangat pilih pilih makanan, aku membawakanmu jajangmyeon” ucap yoona mengangkat sebuah box berisi beberapa makanan

“omo omo! kyaaaa… gomawo..” ucap yuri berteriak senang

Keduanya pun menikmati beberapa makanan yang dibawa oleh yoona, beruntung mr lee meminta pada para polisi untuk memberi yuri perlakuan berbeda dari para tahanan lain dan disetujui

“ah perutku benar benar terasa enak sekarang” ucap yuri mengusap usap perutnya

“yaish… bersihkan dulu kotoran di wajahmu, dari dulu kau selalu saja berantakan jika makan, bagaimana saat kau makan bersama kekasihmu nanti eoh?” ucap yoona mengambil beberapa tissue dan diusapkannya pada pajah yuri yang terlihat kotor oleh sisa bumbu jajangmyeon yang dimakannya

Yuri terdiam, matanya berkaca kaca melihat perlakuan yoona padanya. sudah beberapa tahun lamanya ia belum pernah lagi merasakan perhatian dari adiknya itu seperti yang dilakukannya sekarang

“wae..?” ucap yoona menatap kedua mata yuri yang hampir menangis

“anniyo, aku hanya senang melihatmu yoong”

“hmm… sebenarnya aku kesal padamu, tapi….”

“wae?”

“aku lebih takut kehilanganmu” ucap yoona sedikit merendahkan suaranya namun masih bisa didengar oleh yuri

“aku akan baik baik saja” ucap yuri menggenggam kedua tangan yoona

“apa kau selalu menangis di dalam sana?”

“anniyo.. yah! kau pikir aku anak kecil eoh?”

“kau memang sudah dewasa tapi kau ini cengeng!” ucap yoona memberikan merong pada yuri

“yaish…!! menyebalkan”

“wajahmu terlihat sangat buruk” ucap yoona menatap luka luka biru yang masih terlihat disudut bibir dan pada dahi yuri

“benarkah? tapi para tahanan disini mengatakan jika aku terlihat tampan” ucap yuri mengusap usap dagunya

“kenapa kau tak melawannya?”

“aku tidak bisa”

“lalu apa gunanya sabuk hitammu?” ledek yoona

“hahaha… walaupun pukulannya tak seberapa aku tetap tak bisa melawannya”

“wae…?” ucap yoona kesal

“tenagaku akan terbuang sia sia melawan si pendek itu hahaha” ucap yuri tertawa

“yaish… kalau begitu biar aku yang membalasnya”

“berkelahi saja kau tak bisa”

“aku akan berlatih! lihat saja, akan ku pastikan dia meminta maaf padamu”

“dia memukulku karena ayahnya tertembak yoong” ucap yuri dengan nada yang mulai terdengar serius

“aku tau, bagaimanapun juga itu tindakan yang tidak tepat, namanya menghakimi sendiri”

“omo! sejak kapan otakmu menjadi pintar”

“sejak meninggalkan mansion”

“hmm… arra, sekarang kau sudah mendapatkan kebebasan”

“tentu saja, kau tak ingin sepertiku?”

“tentu saja ingin, dasar bodoh”

“tinggalah bersamaku setelah keluar nanti”

Yuri terdiam mendengarnya

“andwae, itu akan membahayakanmu, bahkan aku tak tahu bahaya seperti apa lagi setelah aku keluar nanti” ucap yuri dalam hati memandang adiknya itu

“yoong berlatihlah ilmu bela diri untuk menjaga dirimu”

“shirro, kau bilang kau akan selalu menjagaku, jadi untuk apa aku melakukan itu”

“dasar bodoh, setidaknya kau akan baik baik saja selama aku tak bersamamu”

“arasso…”

“hey yul” sapa amber yang baru saja memasuki ruang kunjungan “oh kau juga disini yoong, senang rasanya melihat kalian kembali akur” lanjutnya

“hey.. kemana saja kau eoh?”

“hehehe mianhae aku sibuk, yoong bisakah tinggalkan kami berdua dulu sebentar?”

“wae…? aku ini bukan lagi anak kecil”

“yaish.. ini tentang ayahmu, kau masih mau mendengarnya?”

“anniyo, aku pergi unnie aku harus kembali ke restoran”

“oke hati hati yoong dan titipkan salam ku pada jessica” ucap yuri terbangun hendak memeluk yoona

*pletak!!!* 

bukannya balasan pelukan yang didapat melainkan jitakan pada kepalanya

“aw.. appo..” gumam yuri mengusap usap kepalanya

“andwae!”

“wae..?”

“anniyo, aku tetap tak akan mengatakannya, aku pergi” ucap yoona berjalan meninggalkan ruang itu

“yaish… menyebalkan” gumam yuri dan kembali duduk

“hahaha senang sekali melihat kalian kembali akur” ucap amber yang sedari tadi tertawa melihat tingkah kedua kakak beradik itu

“apanya yang akur” ucap yuri mempoutkan bibirnya

“so, apa kau hidup dengan baik disini? mianhae aku baru mengunjungimu sekarang”

“gwaenchanna…”

“aku sebenarnya ingin kau mengajukan banding dan segera keluar dari sini, aku bisa saja menjadi saksi dan membawa tersangka yang mengintai yoona saat dipemakaman itu, hanya saja itu terlalu berbahaya untukmu yul”

“hmm.. aku sudah menduganya, akupun tak bisa berkata apa apa selain menunggu ap… Eh tuan kim sadar” ucap yuri

“tak apa jika kau ingin menyebutnya appa” ucap amber membuat yuri terkejut

“kau sudah tau?”

“baboya, tentu saja.. kau memintaku menyembunyikan ahjumma agar polisi tak menanyakannya mengapa tuan kim berada di rumahmu, tentu saja saat itu ahjumma menjelaskan semuanya, ia terus menangis memaksaku membawanya kemari untuk menjadi saksi, tapi aku sudah menahannya dan membawanya pergi jauh”

“haha dia memang pemaksa” ucap yuri

“ahjumma menitipkan ini padamu” ucap amber memberikan sebuah amplop, yuri membukanya dan melihat beberapa foto bergambar barang barang didalam sebuah kotak

“apa ini?”

“entahlah, dia memintamu untuk mengingatnya” ucap amber

“tentu saja aku mengingatnya” ucap yuri dalam hati

“hmm… sayangnya aku memiliki ingatan yang buruk hehehe aku pikir dia akan menitipkan makanan, dasar ahjumma” ucap yuri kesal

“kau ingin makan apalagi? bukankah adikmu sudah membawakannya untukmu”

“ah kau benar hehehe”

“yaish… kau ini bos yang bodoh” ucap amber

“mwo? yah! aku ini yang menggajimu bahkan kau terus menerima uang dari games games yang aku ciptakan!”

“hahaha yah anggap saja itu sisi baiknya dari kau hahaha” ucap amber tertawa puas

“jadi kau berhasil menangkap para pengintai itu? siapa mereka?” tanya yuri kembali serius, amber menegakkan badannya dan mulai mencondongkan tubuhnya mendekati yuri

“2 diantaranya mati tertembak, untungnya masih ada 1 orang yang hidup, mereka anak buah dari tuan choi”

“hmm…”

“eh? kau tak terkejut?”

“aku sudah menduganya, sebenarnya aku sudah tahu jika tuan choi pemilik rumah sakit itu, aku berpikir jika tuan choi berniat membunuhku dan yoona”

“karena itu untuk saat ini mianhae aku tak bisa membantumu keluar dari sini”

“gwaenchanna, aku hanya akan terus memintamu menjaga adikku”

“nne”

“dan latihlah dia bela diri”

“eh?? bukankah dulu kau melarangnya?”

“nne, tapi setelah kejadian ini pasti bahaya akan selalu mengintainya”

“arra, ah apa dia tahu tentang ayahmu?”

“anniyo, aku masih belum bisa memberitahunya, aku takut akan melukai jantungnya”

“baiklah, kalau begitu aku harus segera pergi mengawasi adikmu, aku akan segera melatihnya nanti”

“gomawo” ucap yuri memeluk amber

“yah! kau ini memang bos yang menyebalkan baiknya yaish…” ucap amber membalas pelukan yuri

Ia pun  pergi dan yuri kembali kedalam ruangannya

……………………………..

di restoran

“kemana dia? apa dia sakit lagi?” gumam jessica saat tak melihat yoona sedari pagi

“kau mencari si rusa?” tanya sooyoung mengejutkan jessica

“yaish… anniyo, tapi kemana dia?”

“kantor polisi mengunjungi unnie nya” ucap sooyoung

“oh.. begitu” ucap jessica kembali melakukan aktivitasnya mengelap meja “mwo??!! ke kantor polisi? jinja?” ucapnya kembali merasa excited

“yaish! yah! kau membuat jantungku hampir copot!” ucap sooyoung mengusap usap dadanya

“hehhe mianhae eh? kenapa dengan lenganmu?” ucap jessica saat melihat sebuah perban melilit lengan kanannya “wajahmu juga ada luka gores, apa kau berkelahi?” 

“anniyo, kemarin aku terjatuh”

“ah… pantas sudah beberapa hari aku tak melihatmu”

Sooyoung mengambil jaketnya dan mengenakannya

jessica kembali membalikkan badannya namun seseorang tiba tiba sudah berdiri dihadapannya

“boo!!!”

“kyaaaa!!!”

*cekrek cekrek cekrek*

“aaahahaha…. aku mendapatkannya! soo…!! aku mendapatkan wajah terkejutnya hahaha aigoo.. jelek sekali!” teriak yoona sambil tertawa aligator

“YAHH!!! IM YOONA!” teriak jessica dengan tatapan devil nya

“omo!” yoona langsung berlari dan jessica segera mengejarnya sambil melayangkan gagang sapu yang diambilnya

“yah!! kemarikan ponselmu atau kau akan mati!!” teriak jessica terus mengejar yoona, beruntung restoran sudah tutup sehingga hanya ada mereka dan karyawan lain yang tertawa menontonnya, yoona mengoper ponselnya pada sooyoung, sooyoung pun mngoper ponselnya pada jinki yang ikut bergabung

🎵 You better run run run run run
Deoneun mot bwa geodeocha jullae
You better run run run run run
Nal butjabado gwanshim kkeodullae Hey🎵

“ah lagu yang cocok untuk mereka” ucap luna setelah memutar musik ikut memecah keributan didalam restoran tersebut

…………

Setelah lelah berlari lari jessica, yoona dan sooyoung duduk di soffa pengunjung

“Aigoo tangan ku merah karena gagang sapu yang kau pukulkan” ucap yoona memperlihatkan lengannya yang memiliki beberapa bekas kemerahan

“Itu karena salah mu sendiri bodoh” 

“Hehehe mianhae, sudah ku bilang aku sangat suka jika kau sedang marah”

“Yah! Menyebalkan”

“Ah ya aku lupa, soo mulai besok aku akan belajar kungfu!” ucap yoona exicited sambil melayang layangkan tangannya

“Yah yah yah, turun kan tanganmu” ucap sooyoung namun yoona malah terus berpura pura menyerangnya

“Aku akan menjadi petinju internasional, wacauww!! Hiatt!!” 

*plak!!!* akhirnya pukulan yoona mengenai lengan sooyoung

“Aw!!! Yah! Appo…” teriak sooyoung meringis kesakitan memegang lengannya

Yoona terkejut saat lengan baju sooyoung berubah warna

“Omo! Kau berdarah?” ucap yoona

Belum sempat sooyoung berbicara yoona sudah menarik jaketnya dan melepaskan ya hingga melihat perban putih yang melilit lengannya sudah berwarna merah padam

“Wae…?” ucap yoona terlihat khawatir

“Dia terjatuh” ucap jessica

“Jinja? Kajja kita ke rumah sakit!” ucap yoona hendak membangunkan sahabatnya itu

“Andwae, aku baik baik saja.. Aku hanya tinggal mengganti perbannya”

“Tapi darahmu sangat banyak! Yah bodoh, kau habis melakukan apa sampai terjatuh begitu parah?”

“Hehehe biasa, in acton! Aku pergi dulu menemui dokterku” ucap sooyoung

“Apa aku perlu mengantarmu?”

“Andwae, kau antar saja jessica pulang”

“Baiklah, mianhae…” ucap yoona

Sooyoung pun pergi meniggalkan restoran

Begitu pun yoona dan jessica mulai menaiki bis, setelah keduanya cukup dekat yoona selalu mengantarnya pulang karena jessica masih trauma sendirian di luar

“Dasar bodoh! Bukan nya membangunkanku kau malah membiarkan bus kita melewati 1 halte” ucap jessica merasa kesal, keduanya harus kembali berjalan karena bus yang membawa mereka kebablasan

“Hehehe apa boleh buat, aku terlalu terpaku menatap wajah tidurmu”

“Yah! Jangan coba coba menggodaku” ucap jessica mengepalkan tinjunya

“Hehehe arraso” ucap yoona

Tiba tiba jessica menghentikan langkahnya dan memegang tangan yoona membuat yeoja itu juga menghentikan langkahnya

“Wae?” tanya yoona

Jessica menarik lengan jaket yang dikenakan yoona hingga memperlihatkan tangan putihnya

“Apa kau benar benar terluka?” ucap jessica memeriksa tangan yoona, ia sebenarnya khawatir setelah yoona mendapatkan beberapa pukulan dan gagang sapu yang dilayangkannya

“Anniyo, aku baik baik saja”

“Tapi tadi tanganmu merah merah”

“Oh… Hahaha itu karena aku memiliku kulit yang putih jadi cepat membekas jima terkena pukulan, tapi itu akan hilang kembali dalam beberapa saat”

“Jinja? Gwaenchanna?”

“Yaish yeoja macam apa kau setelah memukul lalu kembali merasa khawatir”

“Yah, itu karena kau sendiri yang sangat menyebalkan”

“Kau kan tahu….”

“Arra arra arra aku menyukai wajah marahmu” ucap jessica melanjutkan apa yang akan yoona katakan

“Eh? Hahahaha anak pintar” ucap yoona mengusap usap kepala jessica

“Ah ya, tadi pagi kau benar benar menemui yuri?”

“Nne… Wae?”

“Anniyo, aku hanya senang mendengarnya”

“Dia menitipkan salam untukmu” ucap yoona dengan wajah tak sukanya

“Jinja…?” ucap jessica excited

“Yah yah yah! Ekspresi macam apa itu” ucap yoona kesal

“Tapi tumben kau menemuinya sendiri, aku pikir kau benar benar marah padanya”

“Ya.. Aku memang marah padanya, tapi entahlah aku tak tahu mengapa selalu mengikuti perintahmu”

“Wow daebak, apa kau menyukaiku?”

“Sepertinya begitu” ucap yoona berjalan mendahului jessica sementara jessica kembali menghentikan  langkahnya merasa terkejut

Entah perasaannya merasa senang atau hanya keterkejutan semata, entahlah jessica selalu merasa hal aneh dengan tingkah yoona yang selalu tiba tiba

…………………

“bunuh yuri begitu dia terbebas nanti”


TBC

mohon maaf seharusnya ini diunggah kemarin2, karena ada kendala di lp yang sudah tua renta jadi terganggu

Oh ya, gomawo atas jawaban jawaban kalian beserta alasannya

Hampir semuanya memiliki pendapat yang sama

Sebenarnya author juga sependapat dengan kalian, karena author bukanlah anak gawel jadi ngga terlalu suka ff yg pake “lawh guweh” hehehe benar juga kata kalian, jadi sulit membayangkannya karena mereka dari korea rasanya aneh kalo pake bahasa gawel

Tapi author masih menyadari jika tulisan author masih jauh banget dari kata sempoa. 

Mohon maaf yass

We Are Different part 4

Writer : Human Paper | Length : Chaptered | Cast : Kwon Yuri, Tiffany Hwang, Kwon Yoona, Jessica Jung, Kim Taeyeon and other member |  Gender : YURI girlsXgirl

……………………………………………..

Taeyeon terbangun begitu mendengar alarm jamnya berbunyi. ia mengusap usap kedua matanya dan melihat dirinya sudah terbaring diatas tempat tidur kamar miliknya. ia terkejut saat melihat tubuhnya tak memakai pakaian sehelaipun kecuali selimut tebal yang menutupi tubuhnya, taeyeonpun langsung terbangun dan duduk diatas tempat tidur tersebut. Ia menoleh melihat pakaian yang dikenakannya semalam berserekan diatas lantai. ia menunduk dengan kedua tangan yang menumpu kepalanya mencoba mengingat apa yang sudah terjadi padanya tadi malam, namun pikirannya terhenti begitu mendengar bunyi shower kamar mandi berhenti, ia sadar tak hanya dirinya yang berada didalam kamar tersebut. tak berapa lama ia melihat seorang yeoja yang masih mengenakan  melangkah keluar dari kamar mandi tersebut

“sunny?” ucap taeyeon begitu melihat wajah yeoja itu

“lekaslah mandi, hari ini kau tak bekerja?” ucap sunny dengan ekspresi yang terlihat biasa, berbeda dengan taeyeon wajahnya terlihat pucat karena terkejut

“apa yang terjadi tadi malam?” tanya taeyeon tak menjawab pertanyaan sunny

“lebih baik kau ingat ingat sendiri, aku tak ingin berbohong padamu” ucap sunny mulai melepaskan bathrobe yang ia kenakan dihadapan taeyeon, posisinya memang memunggungi taeyeon tapi tetap saja membuat taeyeon semakin gugup

“ap.. apa yang sedang kau lakukan?” ucap taeyeon

“tentu saja mengganti pakaianku, memangnya apa lagi? aku sudah cukup lelah dengan apa yang kita lakukan semalam, kau benar benar liar”

“mwo?” ucap taeyeon kembali terkejut

Flashback

Setelah mengunjungi rumah kedua orang tuanya, taeyeon mengunjungi sebuah club malam untuk menenangkan pikirannya

Begitu sampai, ia langsung menghabiskan beberapa gelas alkohol dan mulai menikmati alunan musik didalam club tersebut

“Kau masih saja selalu kesini” ucap seorang yeoja membuat taeyeon mengangkat wajahnya melihat yeoja itu

“Sunny?”

“Baboyaa, kau sudah menghabiskan berapa gelas hingga membuatmu seperti ini? Dasar polisi tak berguna” ucap sunny saat melihat taeyeon sangat mabuk hingga kesulitan mengenalinya

*brak!!!* taeyeon meletakkan gelas yang digenggamnya begitu keras setelah mendengar kalimat terakhir yang diucapkan sunny membuat yeoja dihadapannya itu terkejut

“Ya, aku memang polisi tak berguna hahaha kau benar sunny-ah”

“Ada apa denganmu taeng?” tanya sunny terlihat khawatir

“Anniyo, lagipula aku tak mabuk kau pulanglah”

“Anniyo, kau yang harus pulang taeng, kau sudah mabuk berat, kajja” ucap sunny mulai merangkul dan mengaitkan tangan taeyeon pada pundaknya

Sunnypun memapah taeyeon yang sudah mabuk meninggalkan club dan mengantarnya pulang ke apartemen taeyeon

Begitu sampai sunny langsung membaringkan taeyeon yang hampir hilang kesadarannya, namun saat berbalik dan hendak meninggalkan kamar tiba tiba taeyeon terbangun dan menahan tangan sunny

“Kajjima” ucap taeyeon

“Eh? Aku harus pulang taeng, kau tidurlah”

“Kau selalu saja meninggalkanku” ucap taeyeon membuat sunny terdiam “dulu kita sama sama berjanji akan menikah dan hidup bahagia setelah lulus sekolah, tapi kau tiba tiba memutuskan akan pergi ke USA dan menghilang dari kehidupanku”

“T… Ttaeng…” ucap sunny mencoba melepaskan genggaman tangan taeyeon namun taeyeon menarik tangannya hingga tubuh sunny terjatuh keatas tempat tidur menimpa taeyeon yang segera memeluknya

“Apa kau melupakan hal itu? Apa kau sudah melupakanku?” ucap taeyeon

“Taeyeon-ah kau mabuk, lepaskan aku kau sudah memiliki tiff… mmmhhh….” ucap sunny namun ucapannya terpotong saat tiba tiba taeyeon menindih tubuh sunny dan mencium bibirnya

Sunny mencoba memberontak namun taeyeon begitu kuat menahan tubuhnya

“Sesakit ini kah perasaanku?” ucap taeyeon setelah mengangkat kepalanya

Sunny berniat melepaskan diri saat merasakan taeyeon mulai melepaskan cengkramannya namun ia melihat air